10

1. Grapes Grate or blend a cucumber. Apply this over the face, eyes Grapes have various vitamins Tomatoes have lots of pectin, a and neck for 15 to 20 minutes. other than glucose and vegetable fiber. They help blood It is a great tonic for the facial fructose. These enhance the circulation, which is vital for a skin and regular use prevents action of skin cells, are good good complexion. pimples, blackheads, for reviving skin and have Apply the pulp of a tomato wrinkles, and dryness of the detoxification effects. liberally to the face and leave face. By applying cucumber 2. Watermelon for an hour. Then wash off with slices onto your skin, you can warm water. Repeating this have soothed, smoothed and Watermelons provide water daily produces a good cooled skin. to skin that is exhausted by complexion and quickly 5. Corn strong heat and are also good removes ugly-looking pimples. Corn is effective for for easing fatigue their large 4. Cucumber preventing dryness and aging great amounts of glucose and of your skin since it has lots fructose. Cucumber is a surprising beauty of lecithin and vitamin E. secret for the skin, with its hydrating, nourishing and astringent properties. 6. Blueberries Cucumbers have the same pH as the skin so they help restore the Blueberries are one of the skin¶s protective and natural best fruits out there because acid mantle. 9. Avocado of the high amount of Avocado is an effective facial antioxidants that are found in mask. them. Antioxidants are known to help prevent aging 8. Bananas of the skin. So, add some of 10. Apples these berries to your diet on a Fresh, ripe bananas make Apple juice - is an effective daily basis excellent face masks. Bananas home remedy for healing don¶t only tighten and cleanse wrinkles, itching and 7. Lemons pores, they also revitalise dry inflammation, they can also skin. be used as conditioner and Lemons are the most popular Mash two ripe bananas with a toner. For many centuries, home beauty ingredient. tablespoon of honey. Smooth apples have been used in skinPeople preferred using over the face and leave for 10- healing. When taking a bath, lemons to cleanse and 15 minutes. Rinse with cold remember to add a cup of freshen the skin and hair. A water to reveal soft, supple and apple juice and that will helps few lemon slices to soften hydrated skin. to cleanse and soften your rough skin spots such as skin. After each time you elbows and heels. shampooing your hair, don t forget to put a final rise with apple juice, because its power can prevent dandruff. Semester IV B Marwah 032001DO7518 10 Fruit Good for Your Skin 3. Tomatoes

Posted by marwah chu under Uncategories | Comment( 0) | 25 Mei

Medulla Spinal

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penyakit tumor sumsum tulang belakang ( medulla spinalis ) merupakan penyakit yang berbahaya, dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan, sementara banyak masyarakat belum mengetahui tanda-tanda, gejala dan cara pengobatan penyakit ini. Untuk memastikan diagnosa dibutuhkan pemeriksaan dengan alat-alat diagnostik bedah saraf, seperti; CT-scan, MRI, Stereotatic Radiosurgery, Micro- neurosurgery, Minimal invasive atau Gamma knife surgery disamping pemeriksaan laboratorium, neurologi klinis dan patologi anatomi. Cara penanggulangan bisa secara operatif atau konservatif tetapi yang terbaik adalah tindakan operasi di sertai dengan radioterapi dan kemoterapi. Prognosa penyakit tumor sumsum tulang belakang ( medulla spinalis ) tergantung dari jenis, lokasi tumor dan sifatnya setelah dioperasi ( reseksi ) dan dilanjutkan dengan radioterapi, didapati hasilnya 80 % baik. 2. Tujuan Makalah ini dibuat dengan tujuan: · Mengetahui dan mempelajari tentang Keperawatan Medikal Bedah tentang tumor medulla spinalis. · Memenuhi tugas Keperawatan Medikal Bedah. 1.

BAB II TUMOR MEDULA SPINALIS A.ANATOMI DAN FISIOLOGI MEDULLA SPINALIS Medula spinalis tersusun dalam kanalis spinalis dan diselubungi oleh sebuah lapisan jaringan konektif, dura mater. Dari batang otak berjalan suatu silinder jaringan saraf panjang dan ramping, yaitu medulla spinalis, dengan ukuran panjang 45 cm (18 inci) dan garis tengah 2 cm (seukuran kelingking). Medulla spinalis, yang keluar dari sebuah lubang besar di dasar tengkorak, dilindungi oleh kolumna vertebralis sewaktu turun melalui kanalis vertebralis. Dari medulla spinalis spinalis keluar saraf-saraf spinalis berpasangan melalui ruang-ruang yang dibentuk oleh lengkunglengkung tulang mirip sayap vertebra yang berdekatan.

Saraf spinal berjumlah 31 pasang dapat diperinci sebagai berikut : 8 pasang saraf servikal, 12 pasang saraf thorakal, 5 pasang saraf lumbal, 5 pasang saraf sakral, dan 1 pasang saraf koksigeal. Selama perkembangan, kolumna vertebra tumbuh sekitar 25 cm lebih panjang daripada medulla spinalis. Karena perbedaan pertumbuhan tersebut, segmen-segmen medulla spinalis yang merupakan pangkal dari saraf-saraf spinal tidak bersatu dengan ruang-ruang antar vertebra yang sesuai. Sebagian besar akar saraf spinalis harus turun bersama medulla spinalis sebelum keluar dari kolumna vertebralis di lubang yang sesuai. Medulla spinalis itu sendiri hanya berjalan sampai setinggi vertebra lumbal pertama atau kedua (setinggi sekitar pinggang), sehingga akar-akar saraf sisanya sangat memanjang untuk dapat keluar dari kolumna vertebralis di lubang yang sesuai. Berkas tebal akar-akar saraf yang memanjang di dalam kanalis vertebralis yang lebih bawah itu dikenal sebagai kauda ekuina (´ekor kuda´) karena penampakannya. Walaupun terdapat variasi regional ringan, anatomi potongan melintang dari medulla spinalis umumnya sama di seluruh panjangnya. Substansia grisea di medulla spinalis membentuk daerah seperti kupu-kupu di bagian dalam dan dikelilingi oleh substansia alba di sebelah luar. Seperti di otak, substansia grisea medulla spinalis terutama terdiri dari badan-badan sel saraf serta dendritnya antarneuron pendek, dan sel-sel glia. Substansia alba tersusun menjadi traktus ( jaras ), yaitu berkas serat-serat saraf (akson-akson dari antarneuron yang panjang ) dengan fungsi serupa. Berkas-berkas itu dikelompokkan menjadi kolumna yang berjalan di sepanjang medulla spinalis. Setiap traktus ini berawal atau berakhir di dalam daerah tertentu di otak, dan masing-masing memiliki kekhususan dalam mengenai informasi yang disampaikannya. Perlu diketahui bahwa di dalam medulla spinalis berbagai jenis sinyal dipisahkan, dengan demikian kerusakan daerah tertentu di medulla spinalis dapat mengganggu sebagian fungsi tetapi fungsi lain tetap utuh. Substansia grisea yang terletak di bagian tengah secara fungsional juga mengalami organisasi. Kanalis sentralis, yang terisi oleh cairan serebrospinal, terletak di tengah substansia grisea. Tiap-tiap belahan substansia grisea dibagi menjadi kornu

dorsalis ( posterior ), kornu ventralis ( anterior ), dan kornu lateralis. Kornu dorsalis mengandung badan-badan sel antarneuron tempat berakhirnya neuron aferen. Kornu ventralis mengandung badan sel neuron motorik eferen yang mempersarafi otot rangka. Serat-serat otonom yang mempersarafi otot jantung dan otot polos serta kelenjar eksokrin berasal dari badan-badan sel yang terletak di tanduk lateralis. Saraf-saraf spinalis berkaitan dengan tiap-tiap sisi medulla spinalis melalui akar spinalis dan akar ventral. Serat-serat aferen membawa sinyal datang masuk ke medulla spinalis melalui akar dorsal; serat-serat eferen membawa sinyal keluar meninggalkan medulla melalui akar ventral. Badan-badan sel untuk neuron-neuronaferen pada setiap tingkat berkelompok bersama di dalam ganglion akar dorsal. Badan-badan sel untuk neuron-neuron eferen berpangkal di substansia grisea dan mengirim akson ke luar melalui akar ventral. Akar ventral dan dorsal di setiap tingkat menyatu membentuk sebuah saraf spinalis yang keluar dari kolumna vertebralis. Sebuah saraf spinalis mengandung serat-serat aferen dan eferen yang berjalan diantara bagian tubuh tertentu dan medulla spinalis spinalis. Sebuah saraf adalah berkas akson neuron perifer, sebagian aferen dan sebagian eferen, yang dibungkus oleh suatu selaput jaringan ikat dan mengikuti jalur yang sama. Sebagaian saraf tidak mengandung sel saraf secara utuh, hanya bagian-bagian akson dari banyak neuron. Tiap-tiap serat di dalam sebuah saraf umumnya tidak memiliki pengaruh satu sama lain. Mereka berjalan bersama untuk kemudahan, seperti banyak sambungan telepon yang berjalan dalam satu kabel, nemun tiap-tiap sambungan telepon dapat bersifat pribadi dan tidak mengganggu atau mempengaruhi sambungan yang lain dalam kabel yang sama. Dalam medulla spinalis lewat dua traktus dengan fungsi tertentu, yaitu traktus desenden dan asenden. Traktus desenden berfungsi membawa sensasi yang bersifat perintah yang akan berlanjut ke perifer. Sedangkan traktus asenden secara umum berfungsi untuk mengantarkan informasi aferen yang dapat atau tidak dapat mencapai kesadaran. Informasi ini dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu : a. informasi eksteroseptif, yang berasal dari luar tubuh, seperti rasa nyeri, suhu, dan raba, dan b. informasi proprioseptif, yang berasal dari dalam tubuh, misalnya otot dan sendi · Traktus desenden yang melewati medulla spinalis terdiri dari: 1. Traktus kortikospinalis, merupakan lintasan yang berkaitan dengan gerakan-gerakan terlatih, berbatas jelas, volunter, terutama pada bagian distal anggota gerak. 2. Traktus retikulospinalis, dapat mempermudah atau menghambat aktivitas neuron motorik alpha dan gamma pada columna grisea anterior dan karena itu, kemungkinan mempermudah atau menghambat gerakan volunter atau aktivitas refleks. 3. Traktus spinotektalis, berkaitan dengan gerakan-gerakan refleks postural sebagai respon terhadap stimulus verbal. 4. Traktus rubrospinalis bertidak baik pada neuron-neuron motorik alpha dan gamma pada columna grisea anterior dan mempermudah aktivitas otot-otot ekstensor atau otot-otot antigravitasi. 5. Traktus vestibulospinalis, akan mempermudah otot-otot ekstensor, menghambat aktivitas otot-otot fleksor, dan berkaitan dengan aktivitas postural yang berhubungan dengan keseimbangan. 6. Traktus olivospinalis, berperan dalam aktivitas muskuler · Traktus asenden yang melewati medulla spinalis terdiri dari: 1. Kolumna dorsalis, berfungsi dalam membawa sensasi raba, proprioseptif, dan berperan dalam diskriminasi lokasi. 2. Traktus spinotalamikus anterior berfungsi membawa sensasi raba dan tekanan ringan. 3. Traktus spinotalamikus lateral berfungsi membawa sensasi nyeri dan suhu.

PENGERTIAN Tumor adalah pertumbuhan abnormal yang terjadi pada suatu jaringan tubuh. diklasifikasikan menjadi tumor intradural dan tumor ekstradural. Pertama. Jika keseimbangan jumlah antara sel baru dan yang mati terganggu. Traktus spinoserebellaris ventralis berperan dalam menentukan posisi dan perpindahan. tetapi kebanyakan muncul dari pertumbuhan sel normal pada tempat tersebut. B. Riwayat genetik terlihat sangat berperan dalam peningkatan insiden pada keluarga tertentu atau syndromic group (neurofibromatosis).yang merupakan abnormalitas dari kromosom D. kemungkinan besar tumor akan terjadi. Memang tidak mudah mengukur bagaimana tumor dapat timbul di dalam tubuh kita. yang merupakan kelainan pada kromosom 22. jika lesi tumor tumbuh dan menekan medula spinalis. bibit tumor tercetus ketika ada semacam masalah dalam pertumbuhan dan pergantian sel di dalam tubuh. Selanjutnya. 5. Ekstra dural Chondroblastoma Chondroma Hemangioma Lipoma Lymphoma Meningioma Metastasis Neuroblastoma Neurofibroma Osteoblastoma Osteochondroma Intradural ekstramedular Ependymoma myxopapillary Epidermoid Lipoma Meningioma Neurofibroma Paraganglioma Schwanoma Intardural intramedular Astrocytoma Ependymoma Ganglioglioma Hemangioblastoma Hemangioma Lipoma Medulloblastoma Neuroblastoma Neurofibroma Oligodendroglioma Teratoma . tumor intradural sendiri dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu tumor yang tumbuh pada substansi dari medula spinalis itu sendiri intramedullary tumours serta tumor yang tumbuh pada ruang subarachnoid (extramedullary). sel baru diproduksi untuk menggantikan sel lain yang telah tidak berfungsi dengan baik. berdasarkan letak anatomi dari massa tumor. Tumor medula spinalis dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok yang dominan dari tumor medula spinalis adalah metastasis dari proses keganasan di tempat lain.Sel yang rusak secara otomatis diganti dan disingkirkan dari tubuh karena berpotensi menimbulkan penyakit. tumor ini dapat menyebabkan disfungsi anggota gerak. kelompok ini dibagi dari hubungannya dengan selaput menings spinal. Spinal hemangioblastoma dapat terjadi pada 30% pasien dengan von hippel-lindou syndrome sebelumnya. KLASIFIKASI Tumor pada medulla spinalis dapat dibagi menjadi tumor primer dan tumor metastasis. kelumpuhan dan hilangnya sensasi. Tumor medulla spinalis adalah suatu lesi ekspansif yang bersifat jinak (benigna) ataupun ganas (maligna). Namun. Secara umum. C. membentuk massa dalam ruang sumsum tulang belakang (medulla spinalis). ETIOLOGI Patogenesis dari neoplasma medula spinalis belum diketahui. dan hanya sedikit ditemukan dalam populasi. Setiap hari sel mengalami regenerasi. Traktus spinoretikularis berfungsi membawa sensasi nyeri yang dalam dan lama.4. Tumor medula spinalis merupakan suatu kelainan yang tidak lazim. traktus spinoserebellaris dorsalis berperan dalam menentukan posisi dan perpindahan. Astrositoma dan neuroependymoma merupakan jenis yang tersering pada pasien dengan neurofibromatosis tipe 2. Hal ini mengakibatkan sistem imunitas tubuh akan terganggu.

1. konstipasi 7. kecuali pada meningioma yang pada umumnya terdapat pada wanita. Sekitar 70% dari tumor intradural merupakan ekstramedular dan 30% merupakan intramedular. letak tumor medulla spinalis. nyeri akar Gejala-gejala segmental Gejala-gejala penekanan Disosiasi sensorik ( = sindroma brown-sequard ) terutama pada tumor-tumor ekstradural 5.Osteosarcoma Sarcoma Vertebral hemangioma Table 1 distribusi anatomi dari tumor medulla spinalis berdasarkan gambaran histologisnya Gambar 2. Gejala-gejala redikulair : hiperestesi. 3. Prevalensi pada jenis kelamin tertentu hampir semuanya sama. insidennya meningkat seiring dengan umur. inkontinensia urine. Histologi Tumor sel glia Insiden 23 % . ie = intradural ekstramedular. (SSP). ed = ekstradural. 4. serta ependymoma yang lebih sering pada laki-laki. retensio urine. berkeringat. yaitu sebagai berikut . refleks vasomotor ( pucat kalau kulit ditusuk ). dan seperti semua tumor pada aksis saraf. GEJALA-GEJALA KLINIS Tumor-tumor ini umumnya mempunyai gejala-gejala klinis yang hamper kebanyakan sama satu dengan yang lainnya. Peninggian refleks-refleks fisiologi dan timbulnya refleks patologis 6. EPIDEMOLOGI Insiden dari semua tumor primer medula spinalis sekitar 10% sampai 19% dari semua tumor primer susunan saraf pusat. Sindroma Bladder-Rectum . Gangguan saraf simphatis . F. 2. ii = intradural intramedular* E. baik intradural ekstra-medural. refleks pilomotor ( merinding ). ekstradural atau intrameduler.

Tumor ini jarang ditemukan pada segmen torakal. jenis kelamin dan lokasi tersering. Berdasarkan table 3. Meningioma merupakan tumor kedua tersering pada kelompok intradural-ekstramedullar tumor.7%) dengan insidensi laki-laki lebih sering dari pada perempuan. insiden tumor primer medulla spinalis berdasarkan lokasi · Tumor intradural intramedular Tumor intradural intramedular yang tersering adalah ependymoma. Tumor ini lebih sering didapatkan pada orang dewasa pada usia pertengahan(30-39 tahun) dan lebih jarang terjadi pada usia anak-anak. dan sekitar 60% pada remaja. namun pada pasien dengan von Hippel-Lindau syndrome (VHLS) biasanya muncul pada dekade awal dan mempunyai tumor yang multipel. dan meningioma. lumbosakral atau pada conus medialis. Rasio laki-laki dengan perempuan 1. Astrositoma juga merupakan tumor spinal intramedular yang tersering pada usia anak-anak. pada usia 40-60 tahun dan tersering pada daerah lumbal.8 : 1. schwanoma merupakan jenis yang tersering (53. Tumor ini dapat muncul pada semua umur.3% 14. tetapi yang tersering pada tiga dekade pertama. Rata-rata terdapat pada usia 36 tahun. Lokasi Insiden Thorakal 50%-55% Lumbal 25%-30% Servikal + Foramen magnum 15%-25% Tabel 4. Dua per tiga dari ependydoma muncul pada daerah lumbosakral.9% Umur 40-60 tahun 40-60 tahun <> Jenis kelamin > Laki-laki >perempuan Laki-laki=perempuan Lokasi anatomis >lumbal >thorakal >lumbal Tabel 3. Hemangioblastoma merupakan tumor vaskular yang tumbuh lambat dengan prevalensi 3% sampai 13% dari semua tumor intramedular medula spinalis. insidensi ependidoma kira-kira sama dengan astrositoma. tercatat sekitar 90% dari tumor intramedular pada anak-anak dibawah umur 10 tahun. · Tumor intradural ekstramedular Tumor intradural ekstramedular yang tersering adalah schwanoma. Diperkirakan 3% dari frekuensi astrositoma pada susunan saraf pusat tumbuh pada medula spinalis. Meningioma menempati kira-kira 25% dari semua tumor spinal. distribusi insiden tumor primer medulla spinalis berdasarkan histology Jenis tumor Schwanoma Meningioma Ependymoma Total insiden 53. Sekitar 80% dari .Ependymoma Astrositoma Schwanoma Meningioma Lesi vascular Chondroma/chondrosarkoma Jenis tumor yang lain 13%-15% 7%-11% 22%-30% 25%-46% 6% 4% 3%-4% Table 2. Diperkirakan 60% dari astrositoma spinalis berlokasi di segmen servikal dan servikotorakal. astrositoma dan hemangioblastoma. Ependymoma merupakan tumor intramedular yang paling sering pada orang dewasa. distribusi tumor intradural ekstramedular berdasarkan umur.7 % 31.

spinal meningioma terlokasi pada segmen thorakal. palsy N. melibatkan jari tengah dan jari telunjuk pada lesi C7. 25% pada daerah servikal.) akibat organisasi anatomik dalam medula spinalis. dan hanya menimbulkan disosiaasi sensorik.brakhioradialis.IX sampai XI. Defisit sensorik membentang sepanjang tepi radial lengan bawah dan ibu jari pada kompresi C6. Setiap aktivitas yang meningkatkan tekanan intrakranial (misal. dan sensasi raba yang masih utuh. Gejala lainnya adalah pusing. mengedan. yaitu sensasi nyeri dan suhu yang hilang. dan kelemahan ekstremitas. dan melibatkan daerah yang lebih dalam. Tingkat gangguan sensorik naik secara berangsur-angsur bersama dengan meningkatnya kompresi. mengangkat barang atau bersin) dapat memperburuk nyeri. C7) dapat menyebabkan hilangnya refleks tendon ekstremitas atas (biseps. C6. batuk. · Tumor daerah thorakal Penderita lesi daerah thorakal seringkali datang dengan kelemahan spastik yang timbul perlahan pada ekstremitas bagian bawah dan kemudian mengalami parastesia. disatria. mual dan muntah. disfagia. · Tumor daerah lumbosakral Kompresi segmen lumbal bagian atas tidak mempengaruhi refleks perut. gaya berjalan spastic. Perluasan tumor menyebabkan kuadraplegia spastik dan hilangnya sensasi secara bermakna. kesulitan bernafas. Tumor servikalis yang lebih rendah ( C5. Pada lesi thorakal bagian bawah. Lesi yang terletak jauh didalam medula apinalis mungkin tidak menyerang serabut-serabut yang terletak sperfisial. nistagmus. yang mungkin dikacaukan dengan nyeri akibat intrathorakal dan intraabdominal. Pada umumnya terdapat kelemahan dan artrofi gelang bahu dan lengan. serta atrofi otot sternokleidomastiodeus dan trapezius. refleks perut bagian bawah dan tanda beevor dapat menghilang. GAMBARAN KLINIS Gambaran klinik dari tumor pada aksis spinal tergantung dari fungsi pada daerah anatomis yang terkena. Gejala klinik berdasarkan lokasi tumor · Tumor foramen magnum Gejala awal dan tersering adalah nyeri servikalis posterior yang disertai dengan hiperestesi dermatom daerah vertebra servikalis 2 (C2). · Tumor daerah servikal Lesi daerah servikal menimbulkan gejala sensorik dan motorik mirip lesi radikular yang melibatkan bahu dan lengan dan mungkin juga melibatkan tangan. Lesi yang melibatkan lumbal bagian bawah dan segmen-segmen sakral bagian atas menyebabkan kelemahan dan . 3% pada daerah lumbal. Juga terjadi kehilangan refleks lutut dan refleks pergelangan kaki dan tanda babynski bilateral. G. maka kompresi lesi-lesi diluar medula spinalis biasanya menimbulkan gejala dibawah tingkat lesi. dan 2% pada foramen magnum. Tumor medulla spinalis dapat menyebabkan gejala lokal dan distal dari segmen spinal yang terkena ( melalui keterlibatan traktus sensorik dan motorik pada medula spinalis. triseps). Pasien dapat mengeluh nyeri dan perasaan terjepit dan tertekan pada dada dan abdomen. Keterlibatan tangan pada lesi servikalis bagian atas diduga disebabkn oleh kompresi suplai darah ke kornu anterior melaui arteria spinalis anterior. a. Temuan neurologik tidak selalu timbul tetapi dapat mencakup hiperrefleksia. namun menghilangkan refleks kremaster dan mungkin menyebabkan kelemahan fleksi panggul dan spastisitas tungkai bawah. rigiditas nuchal. Nyeri umunya dialihkan ke selangkangan. Gambaran klinik pada tumor medulla spinalis sangat ditentukan oleh lokasi serta posisi pertumbuhan tumor dalam kanalis spinalis. Kompresi medula spinalis akan mengakibatkan ataksia karena mengganggu sensasi posisi. Gejala tambahan adalah gangguan sensorik dan motorik pada tangan dengan pasien yang melaporkan kesulitan menulis atau memasang kancing. dan lesi C7 menyebabkan hilangnya sensorik jari telunjuk dan jari tengah.

Nyeri yang menghebat pada malam hari disebabkan oleh traksi pada radiks saraf yang sakit. Refleks lain dapat terpengaruh tergantung letak lesi. muncul gejala-gejala sfingter dini dan impotensi. Begitu timbul gejala kompresi medula spinlis. kelemahan dan atrofi dari otot-otot termasuk gluteus. Kerusakan serabutserabut yang menyilang ini mengakibatkan hilangnya sensasi nyeri dan suhu bilateral yang meluas ke seluruh segmen yang terkena. Kelemahan yang disertai atrofi dan fasikulasi disebabkan oleh keterlibatan neuron-neuron motorik bagian bawah. bersin atau mengedan. dan paling berat terjadi pada malam hari. Defisit ini berangsur-angsur naik hingga di bawah tingkat segmen medula spinalis.atrofi otot-otot perineum. maka dengan cepat fungsi medula spinalis akan hilang sama sekali. batuk. Perjalanan klinis tumor berdasarkan letak tumor dalam kanalis spinalis . gastrocnemius. Kelemahan spastik dan hilangnya sensasi getar dan posisi sendi dibawah tingkat lesi merupakan tanda awal kompresi medula spinalis. 2. · Lesi Intradural 1. Tumor yang terletak anterior dapat menyebabkan defisit sensorik ringan tetapi dapat menyebabkan gangguan motorik yang hebat. atau perdarahan dari dalam metastasis. b. kolaps kolumna vertebralis. Gejala dan tanda lainnya adalah nyeri tumpul sesuai dengan tinggi lesi. dan otot anterior tibialis. yaitu sewaktu tulang belakang memanjang setelah hilangnya efek pemendekan dari gravitasi. posisi dan getar umumnya utuh kecuali lesinya besar. Paralisis flaksid terjadi sesuai dengan radiks saraf yang terkena dan terkadang asimetris. otot perut. yang menambahkan ataksia pada kelemahan. impotensi pada pria dan gangguan sfingter. Intradural Ekstramedular Lesi medula spinalis ekstramedular menyebabkan kompresi medula spinalis dan radiks saraf pada segmen yang terkena. H. · Tumor kauda ekuina Lesi dapat menyebabkan nyeri radikular yang dalam.. Tumor pada sisi posterior dapat bermanifestasi sebagai parestesia dan selanjutnya defisit sensorik proprioseptif. Defisit sensasi nyeri dan suhu dengan utuhnya modalitas sensasi yang lain dikenal sebagai defisit sensorik yang terdisosiasi. gerak. Tanda-tanda khas lainnya adalah nyeri tumpul pada sakrum dan perineum yang kadang-kadang menjalar ke tungkai. Refleks APR mungkin menghilang. PEMERIKSAAN PENUNJANG a. Sensasi raba. · Lesi Ekstradural Perjalanan klinis yang lazim dari tumor ektradural adalah kompresi cepat akibat invasi tumor pada medula spinalis. Seperti pada tumor ekstradural. nyeri diperberat oleh traksi oleh gerakan. Pasien mengeluh nyeri. Defisit sensorik mula-mula tidak jelas dan terjadi di bawah tingkat lesi (karena tumpah tindih dermaton).Sindrom akibat kerusakan separuh medula spenalis ini ditandai dengan tanda-tanda disfungsi traktus kortikospinalis dan kolumna posterior ipsilateral di bawah tingkat lesi. Sindrom Brown-Sequard mungkin disebabkan oleh kompresi lateral medula spinalis. Intradural Intramedular Tumor-tumor intramedular tumbuh ke bagian tengah dari medula spinalis dan merusak serabut-serabut yang menyilang serta neuron-neuron substansia grisea. betis dan kaki. Perubahan fungsi refleks renggangan otot terjadi kerusakan pada sel-sel kornu anterior. Hilangnya sensasi daerah perianal dan genitalia yang disertai gangguan kontrol usus dan kandung kemih merupakan tanda khas lesi yang mengenai daerah sakral bagian bawah. mula-mula di punggung dan kemudian di sepanjang radiks spinal. yang pada gilirannya akan menyebabkan kerusakan pada kulit perifer. Radiologi .

Apabila terjadi obstruksi dari aliran CSS . Mielografi selalu digabungkan dengan pemeriksaan CT.Modalitas utama dalam pemeriksaan radiologis untuk mediagnosis semua tipe tumor medula spinalis adalah MRI. gambaran MRI tumor intradural ekstramedular b. Gambar 3. tumor intradural-ekstramedular memberikan gambaran filling defect yang berbentuk bulat pada pemeriksaan myelogram. pemeriksaan CSS dapat bermanfaat untuk differensial diagnosis ataupun untuk memonitor respon terapi. Tumor pada pembungkus saraf dapat menyebabkan pembesaran foramen intervertebralis. Lesi intramedular menyebabkan pelebaran fokal pada bayangan medula spinalis.CSF Pada pasien dengan tumor spinal. Lesi intra medular yang memanjang dapat menyebabkan erosi atau tampak berlekuk-lekuk (scalloping) pada bagian posterior korpus vertebra serta pelebaran jarak interpendikular. gambaran MRI tumor medula spinalis (intradural intramedular) Gambar 4. Alat ini dapat menunjukkan gambaran ruang dan kontras pada struktur medula spinalis dimana gambaran ini tidak dapat dilihat dengan pemeriksaan yang lain.

DIAGNOSIS Diagnosis tumor medula spinalis diambil berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisis serta penunjang. nyeri diperberat oleh traksi oleh gerakan. protein dan glukosa. Pada myelogram. bersin atau mengedan. Steroid diberikan dalam dosis tinggi dalam tiga hari dan kemudian dengan cepat menurunkannya.sebagai akibat dari ekspansi tumor. gejala yang mendominasi adalah kompresi serabut saraf spinalis. I. seperti Dexamethasone ( decadrone ) adalah mengatur pengontrolan edema pada medulla spinalis. Punksi lumbal harus dipertimbangkan secara hati. pasien dapat menderita hidrosefalus. dan paling berat terjadi pada malam hari. batuk. posisi dan getar umumnya utuh kecuali lesinya besar. Pada tomor ekstramedular. CT scan. Defisit sensorik berangsur-angsur naik hingga di bawah tingkat segmen medulla spinalis. gerak. tampak pembesaran medulla spinalis. yaitu sewaktu tulang belakang memanjang setelah hilangnya efek pemendekan dari gravitasi. Tumor ekstradural mempunyai perjalanan klinis berupa fungsi medula spinalis akan hilang sama sekali disertai Kelemahan spastik dan hilangnya sensasi getar dan posisi sendi dibawah tingkat lesi yang berlangsung cepat.hati pada pasien tumor medula spinalis dengan sakit kepala (terjadi peninggian tekasan intrakranial). Pada pemeriksaan radiogram tulang belakang. Penanganan nyeri untuk pasien dengan tumor medulla spinalis diberikan analgesik narkotik. sebagian besar penderita tumor akan memperlihatkan gejala osteoporosis atau kerusakan nyata pada pedikulus dan korpus vertebra. K. Kerusakan serabut-serabut yang menyilang pada substansia grisea mengakibatkan hilangnya sensasi nyeri dan suhu bilateral yang meluas ke seluruh segmen yang terkena. Seperti pada tumor ekstradural. yang pada gilirannya akan menyebabkan kerusakan pada kulit perifer. walaupun apabila telah menyebar ke selaput otak. myelogram. CT scan. J. dan MRI sangat penting untuk menentukan letak yang tepat. Pada tumor intramedular. PENGOBATAN Pasien dengan tumor medulla spinal diberikan pengobatan untuk meringankan nyeri dan mengontrol edema. Radiografi spinal dapat memperlihatkan pembesaran foramen dan penipisan pedikulus yang berdekatan. kadar glukosa didapatkan rendah dan sitologi yang menunjukkan malignansi. Jika nyeri akut dan hasil dari metastasis tumor. Pemeriksaan CSS meliputi pemeriksaan sel-sel malignan (sitologi). mula-mula di punggung dan kemudian di sepanjang radiks spinal. Beberapa diferensial diagnosis meliputi : transverse myelitis. Pada tumor ekstramedular. Sensasi raba. Seperti pada tumor ekstradural. DIAGNOSIS BANDING Tumor medula spinalis harus dibedakan dari kelainan-kelainan lainnya pada medula spinalis. Radiogram akan memperlihatkan pelebaran kanalis vertebralis dan erosi pedikulus. Adanya xanthocromic CSS dengan tidak terdapatnya eritrosit merupakan karakteristik dari tumor medula spinalis yang menyumbat ruang subarachnoid dan menyebabkan CSS yang statis pada daerah kaudal tekal sac. Steroid. sehingga yang paling awal tampak adalah nyeri. multiple sklerosis. Konsentrasi protein yang tinggi serta kadar glukosa dan sitologi yang normal didapatkan pada tumor-tumor medula spinalis. Defisit sensasi nyeri dan suhu dengan utuhnya modalitas senssi yang lain dikenal sebagai defisit sensorik yang terdisosiasi. kadar proteid CSS hampir selalu meningkat. Myelogram dapat memastikan letak tumor. . dan MRI. Nyeri yang menghebat pada malam hari disebabkan oleh traksi pada radiks saraf yang sakit. boleh diberikan analgesik narkotik.

Pengangkatan yang lengkap dan defisit minimal post operasi.amyotropik lateral sklerosis (ALS). dan atrofi pada otot-otot kaki.syringomielia. Kombinasi antara atrofi otot-otot lengan dan kelemahan spastic pada kaki pada ALS mungkin dapat membingungkan kita dengan tumor servikal. Kebanyakan tumor intraduralekstramedular dapat direseksi secara total dengan gangguan neurologis yang minimal atau bahkan tidak ada post operatif.5 bulan. dan anomaly vascular. dengan tujuan mengangkat tumor seluruhnya. Apabila sebuah neurofibroma tumbuh pada radiks dorsalis. seperti platybasia atau klippel-feil syndrome dapat didiagnosis melalui pemeriksaan radiologi. Spondilosis servikal. Kadang kadang arakhnoiditis dapat memasuki sirkulasi dalam medulla spinalis yang dapat menunjukkan gejala seperti lesi langsung pada medulla spinalis. Pada pengamatan kurang lebih 8. terdapat peningkatan protein CSS yang sangat berarti. Transverse myelitis akut dapat menyebabkan pembesaran korda spinalis yang mungkin hampir sama dengan tumor intramedular. anomali pada vertebra servikal dan dasar tengkorak. onset yang tiba-tiba dengan defisit neurologis yang berat. L. serta dapat menyelamatkan dan memperbaiki fungsi neurologik. Sebaliknya. adhesive arachnoiditis. dengan atau tanpa rupture diskus intervertebralis dapat menyebabkan gejala iritasi serabut saraf dan kompresi medulla spinalis. rupture diskus intervertebralis. Tarapi radiasi juga digunakan pada reseksi tumor yang inkomplit yang dilakukan pada daerah yang terkena. Tujuannya adalah untuk menghilangkan tumor secara total dengan menyelamatkan fungsi neurologis secara maksimal. karena kista intramedular pada umumnya berhubungan dengan tumor tersebut. Pembedahan juga merupakan penatalaksanaan terpilih untuk tumor ekstramedular. Tumor jinak pada medulla spinalis mempunyai ciri khas berupa pertumbuhan yang lambat namun progresif selama bertahun-tahun. Anomali pada daerah servikal atau pada dasar tengkorak. aman dan merupakan pilihan yang efektif. seperti karsinoma metastasis atau limfoma. b. Terapi radiasi Tujuan dari terapi radiasi pada penatalaksanaan tumor medulla spinalis adalah untuk memperbaiki kontrol lokal. spondilosis. Gejala klinis yang disebabkan oleh lesi yang multiple serta adanya oligoklonal CSS merujuk pada multiple sklerosis. dengan atau tanpa nyeri. radiculitis cauda ekuina. dapat mencapai 90% pada ependymoma. . syphilis. Pada arakhnoiditis. TERAPI Penatalaksanaan untuk sebagian besar tumor baik intramedular maupun ekstramedular adalah dengan pembedahan. akan terasa nyeri yang menjalar selama bertahun-tahun sebelum tumor ini menunjukkan gejala-gejala lainnya yang dikenali dan didiagnosis sebagai tumor. Diferensial diagnosis antara syringomielia dan tumor intramedular sangat rumit. Pembedahan Pembedahan sejak dulu merupakan terapi utama pada tumor medulla spinalis. adanya fasikulasi. arthritis hipertopik. Tumor-tumor yang mempunyai pola pertumbuhan yang cepat dan agresif secara histologist dan tidak secara total di hilangkan melalui operasi dapat diterapi dengan terapi radiasi post operasi. mayoritas pasien terbebas secara keseluruhan dari gejala dan dapat beraktifitas kembali. Pembedahan. Tumor dapat disingkirkan apabila didapatkan fungsi sensorik yang normal. Multiple sklerosis dapat dibedakan dari tumor medula spinalis dari sifatnya yang mempunyai masa remisi dan relaps. 40% pada astrositoma dan 100% pada hemangioblastoma. · Terapi yang dapat dilakukan pada tumor medulla spinalis adalah : a. Osteoarthritis dapat didiagnosis melalui pemeriksaan radiologi. hampir selalu mengindikasikan suatu tumor ekstradural malignan.

Jika tumor didaerah servikalis maka ada kemungkinan gangguan pernafasan pasca operasi. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya sawar darah otak yang membatasi masuknya agen kemotaksis pada CSS. Regimen kemoterapi hanya meunjukkan angka keberhasilan yang kecil pada terapi tumor medulla spinalis. Pasien dikaji terhadap kemungkinan masalah paru. prostat atau paru-paru ) maka kombinasi deksametason dosis tinggi dengan terapi radiasi efektif dalam mengurangi nyeri. kemoterapi dan terapi radiasi. PENATALAKSANAAN · Penatalaksanaan pra. Penggunaan steroid dalam jangka waktu lama dapat menyababkan ulkus gaster. Dilakukan pemeriksaan neurologik dengan penekanan pada gerakan tangan dan kaki. kecepatan gejala yang timbul dan asala mula tumor. Modalitas pengobatan lain mencakup pengangkatan sebagian tumor dekompresi medulla spinalis. Asupan dan pengeluaran tetap dicatat. Awitan tiba-tiba defisit neurologik dapat terjadi dikarenakan adanya kolaps vertebral yang dihubungkan dengan infrak medulla spinalis. Jika pasien mengalami kompresi medulla spinalis epidural yang disebabkan metastase kanker ( dari payudara. PROGNOSIS Tumor dengan gambaran histopatologi dan klinik yang agresif mempunyai prognosis yang buruk terhadap terapi. obat-obatan ini tidak dapat menanggulangi gejala akibat kondisi tersebut. Selain itu ausluktasi bising usus . Prognosis dihubungkan dengan derajat kerusakan neurologik pada saat dibedah. Prognosis semakin buruk seiring meningkatnya umur (>60 tahun) N. · Penatalaksanaan Pasca. Riwayat penggunaan aspirin yang diberikan dan dilaporkan karena penggunaan aspirin dapat menimbulkan masalah-masalah hemostasis setelah operasi. Pengangkatan total dapat menyembuhkan atau setidaknya pasien dapat terkontrol dalam waktu yang lama. Nafas dalam dan batuk dianjurkan Area diatas kandung kemih pasien dipalpasi untuk mengetahui adanya retensi urine. Ajarkan dan demonstrasikan latihan nafas dalam sebelum operasi · Penatalaksanaan pembedahan Tekhnik bedah mikro meningkatkan prognosis pengobatan melalui pembedahan pada tumor intra medular. Walaupun steroid dapat menurunkan edema vasogenik. kejang dan gangguan sensori atau sfingter. hiperglikemia dan penekanan system imun dengan resiko cushing symdrome dikemudian hari. Pasien juga dievaluasi terhadap adanya defisiensi koagulasi. kaki dan batang tubuh untuk menentukan jika terjadi kehilangan rasa dan juga tingkatannya. Tanda vital dipantau dengan teratur. M. Kortikosteroid intravena dengan dosis tinggi dapat meningkatkan fungsi neurologis untuk sementara tetapi pengobatan ini tidak dilakukan untuk jangkawaktu yang lama. terutama pada tumor servikal. Gangguan fungsi urinarius biasanya menimbulkan dekompensasi yang berarti terhadap medulla spinalis.operasi Pasien dipantau untuk adanya penyimpangan status neurologi.c. kekuatannya dan sensasi. Gerakan dada diobservasi untuk pernafasan simetri dan abdominal dan dada diauskultasi untuk bunyi nafas abnormal. Kemoterapi Penatalaksanaan farmakologi pada tumor intramedular hanya mempunyai sedikit manfaat. Fungsi neurologis setelah pembedahan sangat bergantung pada status pre operatif pasien.operasi Pasien dikaji terhadap adanya kelemahan. Pembedahan radikal mungkin dilakukan pada kasus-kasus ini. Fungsi sensori dikaji dengan mencubit kulit tangan.

adalah . Ansietas berhubungan dengan keganasan tumor medulla spinalis Konstipasi berhubungan dengan efek kompensasi dari medulla spinalis Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan ekstremitas Nyeri akut berhubungan dengan kompresi saraf spinal Disfungsi seksual berhubungan dengan efek komprersi medulla spinal Retensi urinarius berhubungan dengan efek kompresi medulla spinal P. 2. 4. Posisi berbaring miring biasanya paling nyaman karena ini menghindari tekanan pada luka. INTERVENSI 1. kesalahan konsepsi. rasa takut. O. 5. Pasien dengan keterlibatan ridiks sensori atau kolaps vertebra dapat mengalmi nyari hebat dan memerlukan penatalaksanaan yang efektif Tempat tidur biasanya dipertahankan datar. rileks. 6.nyeri adalah tanda dari metastasis spinal. pertahankan bahu dan pinggul tetap sejajar. Ansietas berhubungan dengan keganasan tumor medulla spinalis y Tentukan persepsi pasien tentang tumor dan pengobatan tumor . dan anjurkan pilihan sesuai kebutuhan . Pungggung dipertahankan lurus. Adanya kebocoran CSS dari sisi pembedahan dapat menimbulkan infeksi serius atau reaksi radang disekitar jaringan yang dapat menyebabkan nyeri hebat dalam periode pasca operasi. Bantal ditempatkan dinatara lutut pasien pada posisi berbaring miring dan hindari lutut fleksi berlebihan Balutan yang kotor dapat mengindikasikan adanya kebocoran CSS. Identifikasi sistem pendukung pasien dan mekanisme koping. 1. tunjukkan sikap tak menilai. menurunkan ansietas pasien dan meningkatkan kemampuan untuk mengasimilasi informasi y Anjurkan orang terdekat atau keluarga pasien untuk ikut berperan serta dalam perawatan pasien Rasional : memberikan motivasi agar pasien tidak ansietas y Berikan kesempatan untuk pasien mengungkapkan perasaan dan beban yang dirasakannya. Pasien dibalik posisinya sebagai satu kesatuan. sikap. Pertahankan situasi yang tenang. dan mendengarkan dengan penuh perhatian. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada klien dengan tumor medulla spinal.Medikasi nyeri yang diresepkan harus diberikan dalam jumlah adekuat dan pada interval yang tepat untuk meredakan nyeri dan mencegah kekambuhannya. tanyakan tentang pengalaman pasien sendiri/sebelumnya atau pemgalaman orang lain yang mempunyai ( pernah mengalami ) kanker Rasional : Membantu identifikasi ide. 3. dan kesenjangan pengetahuan tentang tumor y Berikan informasi yang jelas dan akurat tentang tumor medulla spinal Rasional : Membantu penilaian diagnosa tumor. memberikan informasi yang diperlukan.

enema. kehilangan fungsi. membuat ditensi ileus dan usus y Catat frekuensi. suppsitoria. Konstipasi berhubungan dengan efek kompensasi dari medulla spinalis y Auskultasi bising usus. pemasukan cairan yang lebih banyak Rasional : Meningkatkan konsistensi feses untuk dapat melewati usus dengan mudah y Berikan obat Laksatif.Rasional : Pengungkapan perasaan secara terbuka memudahkan rasa percaya dan membantu mengurangi ansietas. pelunak feses Rasional : Menstimulasi peristaltic dan pengeluaran feses secara rutin 3. memberikan kesempatan untuk berperan serta / melakukan upaya maksimal . mempertahankan tonus otot dan mobilisasi sebi. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan ekstremitas y Kaji secara teratur fungsi motorik Rasional : Mengevakuasi keadaan secara khusus dan menentukan intervensi y Bantu atau lakukan latihan ROM pada semua ekstremitas dan sendi secara teratur ( periodik ) Rasional : Meningkatkan sirkulasi. kematian. y Diskusikan adanya perubahan citra diri. karakteristik dan jumlah feses Rasional : Mengidentifikasikan derajat gangguan/ disfungsi dan intervensi selanjutnya y Anjurkan pasien untuk makan makanan yang sehat dan berserat. masalah mengenai penyembuhan Rasional : Memberikan kesempatan untuk mengkaji persepsi informasi yang salah dari pasien dan memberikan jalan dalam pemecehan masalah yang diharapkan 2. catat lokasi dan karakteristiknya Rasional : Bising usus mungkin tidak ada selama syok spinal. Hilangnya bising menandakan adanya paralitik ileus y Observasi adanya distensi abdomen jika bising usus tidak ada atau berkurang Rasional : Hilangnya peristaltic ( karena gangguan saraf ) melumpuhkan usus. ketakutan akan kehilangan kemampuan yang menetap. atropi otot y Anjurkan pasien untuk berperan srrta dalam aktivitas sesuai dengan kemampuan / intoleransi Rasional : mencegah kelelahan. meningkatkan mobilisasi sendi dan mencegah kontraktur.

y Ganti posisi secara periodik Rasional : Mengurangi tekanan pada salah satu area dan meningkatkan sirkulasi perifer 4. Memendam perasaan ini ssecara negatif mempengaruhi hubungan . masase. kompres hangat atau dingin sesuai indikasi Rasional : Menurunkan spasme otot dan menurunkan penekanan pada bagian tubuh tertentu y Berikan posisi senyaman mungkin ( berbaring miring ) Rasional : Menghindari tekanan pada medulla spinalis y Ajarkan tekhnik relaksasi atau visualisasi Rasional : Memfokuskan perhatian pasien. misalnya perubahan posisi. Disfungsi seksual berhubungan dengan efek kompresi medulla spinal y Lakukan pembahasan mengenai masalah yang berhubungan dengan fungsi seksual dan seksualitas Rasional : Banyak pasien enggan untuk mendiskusikan masalah seksual dengan melakukan menunjukkan empati dan perhatian anda y Berikan informasi akurat tentang efek tumor medulla spinalis terhadap fungsi seksual Rasional : Informasi akurat dapat mencegah harapan yang salah atau memberikan harapan yang nyata dengan tepat y Tekankan kembali tentang pentingnya diskusi terbuka diantara pasangan seksual Rasional : Kedua pasangan mengalami rasa takut dan masalah tentang aktivitas seksual. membantu menurunkan tegangan otot dan meningkatkan proses penyembuhan y Batasi aktivitas selama fase akut sesuai dengan kebutuhan Rasional : Menurunkan gerak yang dapat menghilangkan spasme otot dan menurunkan tekanan pada struktur sekitar discus intervertebralis yang terkena y Kolaborasi pemberian obat analgesic Rasional : Membantu menghilangkan nyeri dan meningkatkan istirahat 5. tipe dan intensitas nyeri Rasional : Membantu menentukan pilihan intervensi dan evaluasi terhadap terapi y Berikan tindakan kenyamanan. Nyeri akut berhubungan dengan kompresi saraf spinal y Kaji terhadap adanya nyeri misalnya lokasi.

mencegah infeksi dan pembentukan batu · Mulailah latihan kandung kemih bila diperlukan Rasional : Meningkatkan kemampuan pengeluaran urine DASAR DATA PENGKAJIAN PASIEN TUMOR MEDULLA SPINALIS AKTIVITAS / ISTIRAHAT Tanda : Kelumpuhan otot ( terjadi kelemahan selama syok spinal ) pada / dibawah lesi Kelemahan umum / kelemahan otot ( trauma dan adanya kompresi saraf ) SIRKULASI Gejala : Berdebar-debar. emesis berwarna seperti kopitanah / hematemesis . bila diinginkan Rasional : Masalah seksual tertentu memerlukan terapi berkelanjutan. Distensi abdomen. Hilangnya keringat pada daerah yang terkena. Retensi urine. Peristaltik usus hilang. Bandingkan pengeluaran urine dan pemasukan cairan Rasional : Mengidentifikasi fungsi kandung kemih · Palpasi adanya distensi kandung kemih dan abserpasi pengeluaran urine Rasional : Ketidakmampuan berhubungan dengan hilangnya kontraksi kandung kemih untuk merilekskan springter urinarius · Anjurkan pasien untuk minum atau masukan cairan ( 2 ± 4 liter/hari ) Rasional : Membantu mempertahankan fungsi ginjal. Melena. ekstremitas dingin dan pucat. ELIMINASI Tanda : Inkontinensia defekasi dan berkemih. hipotensi postural.y Jelaskan bagaimana pasien dan pasangan dapat menggunakan bermain peran untuk mengungkapkan masalah tentang seksual secara terbuka Rasional : Bermain peran membantu individu dapat pandangan dengan menempatkan dirinya sendiri pada posisi orang lain dan memungkinkan pengungkapkan secara spontan tentang rasa takut dan masalah y Rujuk pasien dan pasangan pada profesional kesehatan seksual dan mental bersertifikat. pusing saat melakukan perubahan posisi atau bergerak Tanda : Hiopotensi. Retensi urinarius berhubungan dengan efek kompresi medulla spinal · Kaji pola berkemih seperti frekuensi dan jumlahnya. bradikardi. 6.

ronchi. tumor ini dapat menyebabkan disfungsi anggota gerak. SEKSUALITAS Gejala : Keinginan untuk kembali seperti fungsi normal Tanda : Ereksi tidak terkendali ( priapisme ) menstruasi tidak teratur. kelumpuhan dan hilangnya sensasi. Paralisis flaksid / spastisitas dapat terjadi saat syok spnal teratasi. kesemutan. manarik diri MAKANAN / CAIRAN Tanda : Mengalami distensi abdomen. jika lesi tumor tumbuh dan menekan medula spinalis. hiperestesia tepat diatas daerah tumor Tanda : Mengalami deformitas. Perubahan reaksi pupil. peristaltik usus hilang ( ileus Paralitik ) HIGIENE Tanda : Sangat ketergantungan dalam melakukan aktivitas sehari-hari ( bervariasi ) NEUROSENSORI Gejala : Kebas. nyeri tekan vertebral. tergantung pada area spinal yang sakit Tanda : Kelumpuhan. PERNAFASAN Gejala : Nafas pendek. sedih. raa terbakar pada lengan / kaki. KESIMPULAN Tumor medulla spinalis adalah suatu lesi ekspansif yang bersifat jinak (benigna) ataupun ganas (maligna). penurunan bunyi nafas. Namun. ³lapar udara´. dan hanya sedikit ditemukan dalam populasi. membentuk massa dalam ruang sumsum tulang belakang (medulla spinalis). kelemahan ( kejang dapat berkembang saat terjadi perubahan pada syok spinal ). marah Tanda : Takut. gelisah. tidak percaya. KEAMANAN Gejala : Suhu yang berfluktuasi ( suhu tubuh ini diambil dalam suhu kamar ).Tumor medula spinalis merupakan suatu kelainan yang tidak lazim. BAB III PENUTUP A. periode apnea. postur.INTEGRITAS EGO Gejala : Menyangkal. sianosis. pucat. Kehilangan sensasi ( derajat bervariai dapat kembali normal setelah syok spinal sembuh ) Kehilangan tonus otot / vasomotor Kehilangan refleks / refleks asimetris termasuk tendon dalam. hilangnya keringat dari bagian tubuh yang terkena karena pengaruh tumor medulla spinal NYERI / KENYAMANAN Gejala : Nyeri / nyeri tekan otot. . ptosis.sulit bernafas Tanda : Pernafasan dangkal / labored. cemas.

Secara klinis sukar membedakan antara tumor medulla spinalis yang benigna atau yang maligna. Rencana Asuhan Keperawatan edisi 3. dalam hal ini CT Scan berperan dalam diagnosa tumor medulla spinalis. Ilmu Bedah Saraf edisi kedua. Priscilla. Suzanne. B. Jakarta : EGC Satyanegara. Permasalahan serta Penanggulangan Tumor Otak dan Sumsum Tulang Belakang . Jakarta Doenges. 2006. Medical surgical nursing critical thinking in client care third edition. Marilynn. Posted by marwah chu under Medulla spinalis | Comment( 0) | 15 Mei Malaria Bumil .com http : Prof. Diagnosa keperawatan edisi 8.Tumor medulla spinalis termasuk penyakit yang sulit terdiagnosa secara dini. DAFTAR PUSTAKA Lemone. dr. 2001. 2002. Sp BS (K). adanya gejala tekanan tinggi intrakranial dan adanya gejala sindrom otak yang spesifik. 2000. sedang diagnosa pasti tumor medulla spinalis benigna atau maligna dengan pemeriksaan patologi-anatomi. karena gejala yang timbul ditentukan pula oleh lokasi tumor. kecepatan tumbuhnya.Smeltzer. Jakarta : EGC Carpenito. Keperawatan Medical Bedah Volume 3 edisi 8. Dipikirkan menderita tumor medulla spinalis bila didapat adanya gangguan cerebral umum yang bersifat progresif. Jakarta : EGC www. Dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Sp S. Missouri C.google. Pemeriksaan radiologi. SARAN Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis sendiri. Lynda Juall. H. 2000. kecepatan terjadi tekanan tinggi intrakranial dan efek masa tumor ke jaringan otak. Adril Arsyad Hakim.

serta diduga juga akibat peningkatan horman kortisol pada wanita selama kehamilan. persalinan prematur. baik imunitas seluler maupun imunitas humoral. Infeksi ini dapat menyerang semua masyarakat. berat badan lahir rendah. malaria serebral. gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kematian. Pada ibu menyebabkan anemi. Infeksi malaria pada wanita hamil sangat mudah terjadi karena adanya perubahan sistim imunitas ibu selama kehamilan. edema paru. Pada janin menyebabkan abortus. Latar Belakang Infeksi malaria sampai saat ini masih merupakan problem klinik di negara-negara berkembang terutama negara yang beriklim tropis. dan kematian janin. . karena dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Infeksi malaria pada kehamilan sangat merugikan baik bagi ibu dan janin yang dikandungnya. termasuk golongan yang paling rentan seperti wanita hamil. termasuk Indonesia. Di Indonesia penyakit malaria masih merupakan penyakit infeksi utama di kawasan Indonesia bagian Timur.BAB I PENDAHULUAN 1.

· Agar makalah ini bermanfaat bagi orang lain BAB II Asuhan Keperawatan Ibu Hamil dengan Malaria A. Berdasarkan hal tersebut.Kejadian infeksi malaria di berbagai daerah sampai saat ini masih cukup tinggi. anemia dan pembesaran limpa. disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium yang ditandai dengan demam. yaitu sekitar 9% dari kasus rawat inap di rumah sakit. Pengertian Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat akut maupun kronik. 2. persalinan maupun nifas. sedangkan menurut ahli lain malaria adalah penyakit infeksi parasit yang . perlu dipahami bahwa wanita hamil membutuhkan perhatian ketat bila terjangkit infeksi malaria selama periode kehamilan. Tujuan Makalah ini dibuat dengan tujuan: · Mengetahui dan mempelajari tentang Keperawatan Maternitas tentang Asuhan Keperawatan Ibu Hamil dengan Malaria · Memenuhi tugas Keperawatan Maternitas.

ordo Eucoccidides. anemia. Plasmodium falciparum ( P. Plasmodium vivax ( P. Spesies terkhir ini paling berbahaya karena malaria yang ditimbulkan . kelas Sporozoa.malaria merupakan penyebab malaria kuartana. Falciparum ) 2. Malariae ) Penularan manusia dapat dilakukan oleh nyamuk betina dari tribus anopheles. genus Plasmodium4.disebabkan oleh Plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual didalam darah. vivax menyebabkan malaria tertiana. dengan gejala demam. Plasmodium ovale ( P. famili Plasmodiidae. subkelas Coccidiida. Etiologi Malaria disebabkan parasit malaria. Plasmodium malariae ( P. P. P. subordo Haemosporidiidea. splenomegali yang dapat berlangsung akut ataupun kronik B.falciparum menyebabkan malaria tropika. Selain itu juga dapat ditularkan secara langsung melalui transfusi darah atau jarum suntik yang tercemar serta ibu hamil kepada bayinya . Ovale ) 4. suatu protozoa darah yang termasuk dalam phyllum Apicomplexa. Empat spesies Plasmodium penyebab malaria pada manusia adalah : 1. menggigil. P. Vivax ) 3. sedangkan P.ovale menyebabkan malaria ovale.

C. Pada P. akan menjadi aktif sehingga dapat menimbulkan relaps ( kambuh ) . Setelah itu sporozoit akan masuk ke dalam sel hati dan menjadi tropozoit hati. Hipnozoit tersebut dapat tinggal di dalam sel hati selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. 1. Merozoit yang berasal dari skizon hati yang pecah akan masuk ke dalam peredaran darah dan .vivax dan P. yaitu manusia dan nyamuk anopheles betina. Siklus ini disebut siklus eksoeritrositer yang berlangsung selama lebih kurang 2 minggu. Pada suatu saat bila imunitas tubuh menurun. Siklus pada manusia Pada waktu nyamuk anopheles infektif menghisap darah manusia.000 merozoit hati.dapat menjadi berat. tetapi ada yang menjadi bentuk dorman yang disebut hipnozoit. Hal ini disebabkan dalam waktu singkat dapat menyerang eritrosit dalam jumlah besar. sebagian tropozoit hati tidak langsung berkembang menjadi skizon. sehingga menimbulkan berbagai komplikasi di dalam organ-organ tubuh.ovale. Kemudian berkembang menjadi skizon hati yang terdiri dari 10. Siklus Hidup Plasmodium Parasit malaria memerlukan dua hospes untuk siklus hidupnya.000 sampai 30. sporozoit yang berada dalam kelenjar liur nyamuk akan masuk ke dalam peredaran darah selama lebih kurang 30 menit.

menginfeksi sel darah merah. Di dalam sel darah merah, parasit tersebut berkembang dari stadium tropozoit sampai skizon ( 8 sampai 30 merozoit ). Proses perkembangan aseksual ini disebut skizogoni. Selanjutnya eritrosit yang terinfeksi (skizon) pecah dan merozoit yang keluar akan menginfeksi sel darah merah lainnya. Siklus ini disebut siklus eritrositer. Setelah 2 sampai 3 siklus skizogoni darah, sebagian merozoit yang menginfeksi sel darah merah dan membentuk stadium seksual yaitu gametosit jantan dan betina. 2. Siklus pada nyamuk anopheles betina

Apabila nyamuk anopheles betina menghisap darah yang mengandung gametosit, di dalam tubuh nyamuk, gamet jantan dan betina melakukan pembuahan menjadi zigot. Zigot berkembang menjadi ookinet kemudian menembus dinding lambung nyamuk. Pada dinding luar lambung nyamuk ookinet akan menjadi ookista dan selanjutnya menjadi sporozoit. Sporozoit

ini akan bersifat infektif dan siap ditularkan ke manusia. Masa inkubasi adalah rentang waktu sejak sporozoit masuk sampai timbulnya gejala klinis yang ditandai dengan demam. Masa inkubasi bervariasi tergantung spesies Plasmodium. Masa prepaten adalah rentang waktu sejak sporozoit masuk sampai parasit dapat dideteksi dalam darah dengan pemeriksaan mikroskopik. Tabel 1. Masa inkubasi penyakit malaria. Plasmodium Masa inkubasi ( hari ) P. falciparum 9 - 14 ( 12 ) P.vivax 12 - 17 ( 15 ) P.ovale 16 - 18 ( 17 ) P. malariae 18 - 40 ( 28 ) Gambar.1Siklus Hidup Plasmodium3. D. Patologi malaria Sporozoit pada fase eksoeritrosit bermultiplikasi dalam sel hepar tanpa menyebabkan reaksi inflamasi, kemudian merozoit yang dihasilkan menginfeksi eritrosit yang merupakan proses patologi dari penyakit malaria. Infeksi eritrosit ini mengakibatkan 250 juta kasus malaria dan 2 juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia 5.Proses terjadinya patologi malaria serebral yang merupakan salah satu dari

malaria berat adalah terjadinya perdarahan dan nekrosis sekitar venula dan kapiler. Kapiler dipenuhi leukosit dan monosit, terjadi sumbatan pembuluh darah oleh roset eritrosit yang terinfeksi 5,10. E. Epidemiologi Pada dasarnya setiap orang dapat terkena malaria. Perbedaan prevalensi menurut umur dan jenis kelamin lebih berkaitan dengan perbedaan derajat kekebalan karena variasi keterpaparan gigitan nyamuk. Beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang dapat terinfeksi malaria adalah :
1.

Ras atau suku bangsa

Prevalensi Hemoglobin S ( HbS ) pada penduduk Afrika cukup tinggi sehingga lebih tahan terhadap infeksi P.falciparum karena HbS menghambat perkembangbiakan P.falciparum.
2.

Kurangnya enzim tertentu

Kurangnya enzim Glukosa 6 Phospat Dehidrogenase ( G6PD ) memberikan perlindungan terhadap infeksi P.falciparum yang berat. Defisiensi enzim G6PD ini merupakan penyakit genetik dengan manifestasi utama pada wanita.

3. Kekebalan pada malaria terjadi apabila tubuh mampu menghancurkan Plasmodium yang masuk atau menghalangi perkembangbiakannya. F. Immunopatologi A. Respon Imun Terhadap Infeksi Malaria Selama Kehamilan Respon imun spesifik terdiri dari imunitas seluler oleh limfosit T dan imunitas humoral oleh limfosit B. Limfosit T dibedakan menjadi limfosit T helper ( CD4+ ) dan sitotoksik ( CD8+ ) sedangkan berdasarkan sitokin yang dihasilkannya dibedakan menjadi subset Th-1 ( menghasilkan IFN-dan TNF- ) dan subset Th-2 ( menghasilkan IL-4, IL-5, IL-6, IL10 ). Sitokin tersebut berperan mengaktifkan imunitas humoral. CD4+ berfungsi sebagai regulator dengan membantu produksi antibodi dan aktivasi fagosit lain sedangkan CD8+ berperan sebagai efektor langsung untuk fagositosis parasit dan menghambat perkembangan parasit dengan menghasilkan IFN-. Epitop-epitop antigen parasit akan berikatan dengan reseptor limfosit B yang berperan sebagai sel penyaji antigen kepada sel limfosit T dalam hal ini CD4+. Selanjutnya sel T akan berdiferensiasi menjadi sel Th-1 dan Th-2. Sel Th-2 akan menghasilkan IL-4 dan IL-5 yang memacu pembentukan Ig oleh limfosit B. Ig

Sitokin dihasilkan oleh makrofag atau monosit dan limfosit T. B. Selain itu efek imunosupresi kortisol juga berperan dalam menghambat respon imun. Sitokin yang dihasilkan oleh makrofag adalah TNF.tersebut juga meningkatkan kemampuan fagositosis makrofag. Hal tersebut berhubungan dengan supresi sistim imun baik humoral maupun seluler selama kehamilan sehubungan dengan keberadaan fetus sebagai "benda asing" di dalam tubuh ibu. Konsentrasi eritrosit yang terinfeksi parasit banyak ditemukan di plasenta sehingga diduga respon imun terhadap parasit di bagian tersebut mengalami supresi. Konsentrasi hormon progesteron yang meningkat selama kehamilan berefek menghambat aktifasi limfosit T terhadap stimulasi antigen. Supresi sistim imun selama kehamilan berhubungan dengan keadaan hormonal.yang mengaktifkan komponen imunitas seluler seperti makrofag dan monosit serta sel NK. IL-1 dan IL-6 sedangkan . Peranan Sitokin Pada Infeksi Malaria Antigen-antigen parasit merupakan pemicu pelepasan zat-zat tertentu dari sel-sel pertahanan tubuh yang disebut sitokin. Wanita hamil memiliki risiko terserang malaria falciparum lebih sering dan lebih beratdibandingkan wanita tidak hamil. Sel Th-1 menghasilkan IFN-dan TNF.

Selanjutnya terjadi peningkatan daya adheren sel netrofil terhadap berbagai substrat dan sel sehingga daya bunuh netrofil terhadap parasit meningkat.menginduksi terjadinya perubahan pada netrofil yaitu pelepasan enzim lisosomal. IFN.dan meningkatkan sintesis prostaglandin. ekspresi reseptor permukaan seperti reseptor Fc dan integrin. IL-8.limfosit T menghasilkan TNF-. Pada wanita hamil yang .juga meningkatkan ekspresi molekul adhesi seperti ICAM1 dan CD36 pada sel-sel endotel kapiler sehingga meningkatkan sitoadheren eritrosit yang terinfeksi parasit. IFN-. IFN. sitokin diduga juga berperan menyebabkan gangguan dalam kehamilan. Peningkatan sitoadheren tersebut meningkatkan risiko malaria serebral. IL-6. adhesi dan migrasi kemotaktik. TNF.dan juga meningkatkan daya bunuh netrofil. IL-12. Selain berperan pada mekanisme patologi malaria. IL-1 bekerja sinergis dengan TNFsedangkan IL-6 memacu produksi Ig oleh sel limfosit B dan memacu proliferasi dan deferensiasi sel limfosit T. IL-4. Selain itu TNFjuga memacu pembentukan sitokin lain seperti Il-1.berfungsi memacu pembentukan TNF. TNF. IL10 dan IL-12 Sitokin yang diduga banyak berperan pada mekanisme patologi dari malaria adalah TNF (tumor necrosis factor).

eritrosit berparasit dijumpai di plasenta sisi maternal dari sirkulasi tetapi tidak di sisi fetal. kecuali pada penyakit plasenta. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa selain kenaikan TNF-. selama kehamilan juga didapatkan peningkatan IL-6. IL-1 dan IL-8.menderita malaria terdapat kenaikan TNF-. G. Telah dijelaskan bahwa kadar TNF. Pada infeksi aktif. IL-1 dan IL-8 yang sangat nyata pada jaringan plasenta dibandingkan wanita hamil yang tidak menderita malaria. plasenta . Histopatologi Pada wanita hamil yang terinfeksi malaria. Il-2 dan IL-4.yang tinggi dapat meningkatkan sitoadheren eritrosit yang terinfeksi parasit terhadap sel-sel endotel kapiler. Sitokin-sitokin tersebut terutama dihasilkan oleh makrofag hemozoin yang terdapat di plasenta. Kadar TNFplasenta yang tinggi akan memacu proses penempelan eritrosit berparasit pada kapiler plasenta dan selanjutnya akan menimbulkan gangguan aliran darah plasenta dan akhirnya gangguan nutrisi fetus. Selain itu peningkatan sintesis prostaglandin seiring dengan peningkatan konsentrasi TNF. Bila proses berlanjut dapat menyebabkan retardasi pertumbuhan fetus sehingga bayi yang dilahirkan memiliki berat badan rendah.plasenta diduga dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Gejala Klinis Gejala utama infeksi malaria adalah demam yang diduga berhubungan dengan proses skizogoni ( pecahnya merozoit/ skizon ) dan terbentuknya sitokin . Lesi bermakna yang ditemukan adalah penebalan membrana basalis trofoblas. Secara histologis ditandai oleh sel eritrosit berparasit dan pigmen malaria dalam ruang intervilli plasenta. maka aliran darah plasenta akan berkurang dan ini dapat menyebabkan abortus.terlihat hitam atau abu-abu dan sinusoid padat dengan eritrosit terinfeksi. Bila villi plasenta dan sinus venosum mengalami kongesti dan terisi eritrosit berparasit dan makrofag. lahir prematur. simpul sinsitial (syncitial knotting). pengurusan mikrovilli fokal menahun. nekrosis fibrinoid. H. infiltrasi mononuklear. lahir mati ataupun berat badan lahir rendah. monosit mengandung pigmen. Terjadi nekrosis sinsitiotrofoblas. kehilangan mikrovilli dan penebalan membrana basalis trofoblas akan menyebabkan aliran darah ke janin berkurang dan akan terjadi gangguan nutrisi pada janin. kerusakan trofoblas dan penebalan membrana basalis trofoblas.

sakit kepala. yang dibagi menjadi 2 golongan besar : 1. anoreksi dan diare ringan. Wanita hamil ( semi-imun ) di daerah transmisi stabil/ endemik tinggi akan mengalami: .Orang-orang di daerah ini terus-menerus terpapar malaria karena sering menerima gigitan nyamuk infektif setiap bulannya .Orang-orang di daerah ini jarang terpapar malaria dan hanya menerima rata-rata < 1 gigitan nyamuk infektif/tahun. epidemik atau non-endemik ( contoh : Asia Tenggara dan Amerika Selatan ) . atau endemik( contoh : Afrika Sub-Sahara ) . sedangkan kekebalan terhadap malaria lebih banyak ditentukan dari tingkat transmisi malaria tempat wanita hamil tinggal/ berasal. Unstable transmission / transmisi tidak stabil. nyeri pada tulang/otot. Sering terdapat gejala prodromal seperti malaise.dan atau toksin lainnya. Gambaran karakteristik dari malaria ialah demam periodik. anemi dan splenomegali. Stable transmission / transmisi stabil.Kekebalan terhadap malaria terbentuk secara signifikan 2.Namun sebenarnya efek klinik malaria pada ibu hamil lebih tergantung pada tingkat kekebalan ibu hamil terhadap penyakit itu. Pada daerah hiperendemik sering ditemukan penderita dengan parasitemia tanpa gejala demam.

Malaria klinis berat / dengan komplikasi y Malaria ringan / tanpa komplikasi Pada anamnesis : . Ibu hamil yang menderita malaria berat di daerah ini memiliki risiko fatal lebih dari 10 kali dibandingkan ibu tidak hamil yang menderita malaria berat di daerah yang sama. kehamilan akan meningkatkan risiko penyakit maternal berat.Menyebabkan efek klinis lebih sedikit. kecuali efek anemi maternal sebagai komplikasi utama yang sering terjadi pada primigravida.Peningkatan parasite rate ( pada primigravida di Afrika parasite rate pada wanita hamil meningkat 3040% dibandingkan wanita tidak hamil ) . I. kelahiran prematur dan kematian perinatal. DIAGNOSIS MALARIA DIAGNOSIS KLINIS ( Tanpa Pemeriksaan Laboratorium ) 1.Peningkatan kepadatan ( densitas ) parasitemi perifer .. Anemi tersebut dapat memburuk sehingga menyebabkan akibat serius bagi ibu dan janin. Sebaliknya di daerah tidak stabil/nonendemik/endemik rendah yang sebagian besar populasinya merupakan orang-orang non-imun terhadap malaria. Malaria klinis ringan / tanpa komplikasi 2. kematian janin.

mialgia.Dapat ditemukan anemi .Riwayat tinggal di daerah malaria . demam ( 2-6 jam ). dapat juga disertai gejala lain/gejala khas setempat.dan diare.Gejala klasik malaria khas terdiri dari 3 stadia yang berurutan. mual/muntah. y Malaria berat Malaria berat / severe malaria / complicated malaria adalah bentuk malaria falsiparum serius dan berbahaya. bahkan tidak semua gejala tersebut dapat ditemukan. seperti lemas..Dapat ditemukan pembesaran limpa . sakit perut.Riwayat pernah mendapat pengobatan malaria Pada pemeriksaan fisik : .Adanya riwayat perjalanan ke daerah endemis malaria dalam 2 minggu terakhir .Harus dicurigai malaria pada seseorang yang berasal dari daerah endemis malaria dengan demam akut dalam segala bentuk. yang memerlukan penanganan segera dan intensif. Oleh karena itu pengenalan tanda-tanda dan . Selain gejala klasik di atas.Suhu > 37. sakit kepala. dengan / tanpa gejala-gejala lain . pada penderita yang telah mempunyai imunitas terhadap malaria. gejala klasik di atas tidak timbul berurutan. berkeringat ( 2-4 jam ) Di daerah endemis malaria. yaitu menggigil ( 15 60 menit ).5oC .

Hipoglikemi ( kadar gula darah < 40 mg% ) 4. Hal ini menyebabkan pemeriksaan laboratorium sangat dibutuhkan untuk menambah kekuatan diagnosis. 11. falciparum bentuk aseksual dengan satu atau beberapa komplikasi/manifestasi klinik berat. Asidosis metabolik 10. Gangguan keseimbangan cairan.gejala-gejala malaria berat sangat penting bagi unit pelayanan kesehatan untuk menurunkan mortalitas malaria. Beberapa penyakit penting yang mirip dengan malaria berat adalah meningitis. hipotensi ( sistolik < 70 mmHg pada dewasa dan < 50 mmHg pada anak-anak ). . dll. elektrolit dan asam-basa. Udem paru / ARDS 5. 6. Ht < 15 % ) 3. demam tifoid. Jaundice ( bilirubin > 3 mg% ) 8. syok. Gagal ginjal akut ( ARF ) 7. Anemi berat ( Hb < 5 g%. algid malaria dan septikemia. WHO mendefinisikan Malaria berat sebagai ditemukannya P. septikemi. infeksi viral. yaitu : 1. Gangguan kesadaran sampai koma ( malaria serebral ) 2. Kejang umum berulang ( > 3 kali/24 jam ) 9. Perdarahan abnormal dan gangguan pembekuan darah. Kolaps sirkulasi. ensefalitis.

mereka biasanya memiliki kekebalan yang semi-imun. Sedangkan gambaran klinik malaria pada wanita di daerah endemik sering tidak jelas. sehingga : . DIAGNOSIS MALARIA PADA KEHAMILAN Malaria pada kehamilan dipastikan dengan ditemukannya parasit malaria di dalam: . Hemoglobinuri 13. misal : demam . Hiperpireksi ( suhu > 40oC ) Malaria falsiparum tanpa komplikasi ( uncomplicated ) dapat menjadi berat (complicated) jika tidak diobati secara dini dan semestinya.Malaria ringan tanpa komplikasi ( uncomplicated malaria ) dengan demam tinggi.Tidak dapat didiagnosis klinik .Malaria berat ( complicated malaria ) dengan risiko tinggi pada ibu dan janin ( maternal mortality rate 20-50 % dan sering fatal bagi janin ).Tidak menimbulkan gejala.12. Kelemahan yang sangat ( severe prostration ) 14. J. Hiperparasitemi 15.Darah maternal . Gambaran klinik malaria pada wanita non-imun ( di daerah non-endemik ) bervariasi dari: .Darah plasenta / melalui biopsi. .

Tera radio immunologik ( RIA ) . DIAGNOSIS LABORATORIUM ( dengan Pemeriksaan Sediaan Darah ) Pemeriksaan mikroskopikmasih merupakan yang terpentingpada penyakit malaria karena selain dapat mengidentifikasi jenis plasmodium secara tepat sekaligus juga dapat menghitung jumlah parasit sehingga derajat parasitemi dapat diketahui.Pewarnaan Giemsa pada sediaan apusan darah untuk melihat parasit . Metode diagnostik yang lain adalah deteksi antigen HRP II dari parasit dengan metode Dipstick test.Pemeriksaan Fluoresensi Quantitative Buffy Coat ( QBC ) Sedangkan pemeriksaan sediaan darah ( SD ) tebal dan tipis di puskesmas/lapangan/rumah sakit digunakan untuk menentukan nilai ambang parasit dan mengetahui kepadatan parasit (terutama penderita rawat inap) pada sediaan darah. selain itu dapat pula dilakukan uji immunoserologis yang lain. Pemeriksaan dengan mikroskop: .K.Pewarnaan Acridin Orange untuk melihat eritrosit yang terinfeksi .Tera immuno enzimatik ( ELISA ) Adapun pemeriksaan genetika dan biomolekuler yang dapat dilakukan adalah dengan mendeteksi DNA . seperti: .

falciparum dapat terjadi anemi berat karena semua umur eritrosit dapat diserang. Di daerah yang tidak mempunyai sarana laboratorium dan tenaga mikroskopis. . Eritrosit berparasit maupun tidak berparasit mengalami hemolisis karena fragilitas osmotik meningkat. diagnosis malaria ditegakkan hanya berdasarkan pemeriksaan klinis ( anamnesis dan pemeriksaan fisik ) tanpa pemeriksaan laboratorium. L. Selain itu juga dapat disebabkan peningkatan autohemolisis baik pada eritrosit berparasit maupun tidak berparasit sehingga masa hidup eritrosit menjadi lebih singkat dan anemi lebih cepat terjadi. Pada infeksi P. Anemi berat pada infeksi P. Pada infeksi P. Jenis anemi yang ditemukan adalah hemolitik normokrom. Anemia Infeksi malaria akan menyebabkan lisis sel darah merah yang mengandung parasit sehingga akan menyebabkan anemi. vivax kronik menunjukkan adanya penyebab immunopatologik. melalui pemeriksaan Reaksi Rantai Polimerase ( PCR ). dalam hal ini urutan nukleotida parasit yang spesifik. vivax tidak terjadi destruksi darah yang berat karena hanya retikulosit yang diserang. PENGARUH MALARIA TERHADAP IBU HAMIL 1.parasit.

berwarna merah tua dan konsistensi keras dengan bercak perdarahan. Kegagalan lebih lanjut aliran darah ke jaringan dan organ disebabkan vasokonstriksi arteri kecil dan dilatasi kapiler. 2. falciparum. .Malaria pada kehamilan dapat menyebabkan anemi berat terutama di daerah endemis dan merupakan penyebab mortalitas penting. 3. Gangguan perfusi organ akan meningkatan permeabilitas kapiler sehingga terjadi edema interstitial. Sistem sirkulasi Bila terjadi blokade kapiler oleh eritrosit berparasit maka akan terjadi anoksi jaringan terutama di otak. protein dan diapedesis eritrosit. Kerusakan endotel kapiler sering terjadi pada malaria falciparum yang berat karena terjadi peningkatan permeabilitas cairan. Hal ini akan menyebabkan disfungsi mikrosirkulasi paru. Pada infeksi P. falciparum sering dijumpai hipotensi ortostatik. Anemi hemolitik dan megaloblastik pada kehamilan mungkin akibat sebab nutrisional atau parasit terutama sekali pada wanita primipara. Gambaran makroskopik paru berupa reaksi edematik. hal ini akan memperberat keadaan anoksi. Edema pulmonum Pada infeksi P. pneumonia merupakan komplikasi yang sering dan umumnya akibat aspirasi atau bakteremia yang menyebar dari tempat infeksi lain.

Hipoglikemi karena kebutuhan metabolik parasit yang meningkat menyebabkan habisnya cadangan glikogen hati. hipoglikemi dapat juga terjadi pada penderita malaria yang diberi kina secara intravena. malaria serebral. hipotensi. terapi cairan yang berlebihan bersamaan dengan gangguan fungsi kapiler alveoli. 4. Di samping faktor tersebut.Gambaran mikroskopik tergantung derajat parasitemi pada saat meninggal. Pada orang dewasa hipoglikemi sering berhubungan dengan pengobatan kina. kehamilan. Edema paru dapat terjadi karena beberapa sebab yaitu peningkatan permeabilitas vaskuler sekunder terhadap emboli dan DIC. tingkat parasitemi yang tinggi. sedangkan pada anak-anak . disfungsi berat mikrosirkulasi. sel darah merah yang terinfeksi memerlukan glukosa 75 kali lebih banyak daripada sel darah normal. Selain itu. Terdapat gambaran hemozoin dalam makrofag pada septa alveoli. fenomena alergi. Hipoglikemi Pada wanita hamil umumnya terjadi perubahan metabolisme karbohidrat yang menyebabkan kecenderungan hipoglikemi terutama saat trimester terakhir. asidosis dan uremia. Alveoli menunjukkan gambaran hemoragik disertai penebalan septa alveoli dan penekanan dinding alveoli serta infiltrasi sel radang.

Hiponatremi sering ditemukan pada penderita sakit berat dan karena ginjal terlibat dapat terjadi peningkatan serum kreatinin dan BUN.sering disebabkan penyakit itu sendiri. Malaria serebral Malaria serebral merupakan ensefalopati simetrik pada infeksi P. lebih baik daripada Irian Jaya sebesar 75%. Infeksi plasenta Pada penelitian terhadap plasenta wanita hamil yang terinfeksi berat oleh falciparum ditemukan banyak timbunan eritrosit yang terinfeksi parasit dan monosit yang berisi pigmen di daerah intervilli. falciparum dan memiliki mortalitas 20- . 6. Rasio natrium/kalium urin sering terbalik. 5. Mortalitas hipoglikemi pada malaria berat di Minahasa adalah 45%. Juga ditemukan nekrosis sinsisial dan proliferasi sel-sel sitotrofoblas. Hipoglikemi sering terjadi pada wanita hamil khususnya pada primipara. 7. Adanya kelainan plasenta dengan penimbunan pigmen tetapi tidak ditemukan parasit menunjukkan adanya infeksi yang sudah sembuh atau inaktif. Gangguan elektrolit Rasio natrium/kalium di eritrosit dan otot meningkat dan pada beberapa kasus terjadi peningkatan kalium plasma pada saat lisis berat. Gejala hipoglikemi juga dapat terjadi karena sekresi adrenalin yang berlebihan dan disfungsi susunan saraf pusat.

Akan tetapi banyak dari mereka yang selamat mengalami penyembuhan sempurna dalam beberapa hari. anemi berat. Kematian janin dalam kandungan Kematian janin intrauterin dapat terjadi akibat hiperpireksi. Di Sulawesi Utara mortalitasnya 30. . Malaria serebral sering dijumpai pada daerah endemik seperti Jawa Tengah (Jepara ).50%. sawar darah otak rusak. Sulawesi Utara. edema serebral dan menginduksi respon radang pada dan di sekitar pembuluh darah serebral. Maluku dan Irian Jaya. M. PENGARUH MALARIA PADA JANIN 1.5% sedangkan di RSUP Manado 50%. Sejumlah mekanisme patofisiologi ditemukan antara lain obstruksi mekanis pembuluh darah serebral akibat berkurangnya kemampuan deformabilitas eritrosit berparasit atau akibat adhesi eritrosit berparasit pada endotel vaskuler yang akan melepaskan faktorfaktor toksik dan akhirnya menyebabkan permeabilitas vaskuler meningkat. Serangan sangat mendadak walaupun biasanya didahului oleh episode demam malaria. Kematian dapat terjadi dalam beberapa jam. Pada anak-anak sekitar 10% terjadi sekuele neurologik. penimbunan parasit di dalam plasenta yang menyebabkan gangguan sirkulasi ataupun akibat infeksi transplasental.

Prevalensi malaria plasenta biasanya ditemukan lebih tinggi daripada malaria pada sediaan darah tepi wanita hamil. Abortus Abortus pada usia kehamilan trimester I lebih sering terjadi karena demam tinggi sedangkan abortus pada usia trimester II disebabkan oleh anemia berat. Berat badan lahir rendah Penderita malaria biasanya menderita anemi sehingga akan menyebabkan gangguan sirkulasi nutrisi pada janin dan berakibat terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. hal ini mungkin karena plasenta merupakan tempat parasit bermultiplikasi. Malaria plasenta Plasenta mempunyai fungsi sebagai barier protektif dari berbagai kelainan yang terdapat dalam darah ibu sehingga parasit malaria akan ditemukan di plasenta bagian maternal dan hanya dapat masuk ke sirkulasi janin bila terdapat kerusakan plasenta misalnya pada persalinan sehingga terjadi malaria kongenital. 3. Beberapa hal yang menyebabkan persalinan prematur adalah febris.2. 4. 5. asidosis atau infeksi plasenta. dehidrasi. Diagnosis malaria plasenta ditegakkan dengan menemukan parasit malaria dalam sel darah merah atau pigmen . Persalinan prematur Umumnya terjadi sewaktu atau tidak lama setelah serangan malaria.

Dapat terjadi simpul sinsitial disertai nekrosis fibrinoid dan kerusakan serta penebalan membrana basalis trofoblas.malaria dalam monosit pada sediaan darah yang diambil dari plasenta bagian maternal atau darah tali pusat. Infeksi P. demam. 6. True Congenital Malaria( acquired during pregnancy ) Pada malaria kongenital ini sudah terjadi kerusakan plasenta sebelum bayi dilahirkan. lahir mati. Tampak pigmen hemozoin dalam ruang intervilli dan makrofag disertai infiltrasi sel radang. abortus. pembesaran hati dan limpa ( hepatosplenomegali ) dan anemia tanpa retikulositosis dan tanpa ikterus. BBLR serta kematian maternal. partus prematur. Malaria kongenital Gejala klinik malaria kongenital antara lain iritabilitas. eritrosit terinfeksi pada sisi maternal dan tidak pada sisi fetal kecuali pada beberapa penyakit plasenta. Parasit malaria ditemukan pada darah perifer bayi dalam 48 jam . sinusoid padat dengan eritrosit terinfeksi. Gambaran histologik infeksi aktif berupa plasenta yang bewarna hitam/abu-abu. tidak mau menyusu. falciparum sering mengakibatkan anemi maternal. Malaria kongenital dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu: a.

Pendidikan kesehatan dan kunjungan yang teratur untuk ante natal care ( ANC ).setelah lahir dan gejalanya ditemukan pada saat lahir atau 1-2 hari setelah lahir. b. . pertumbuhan janin terhambat. edema paru. yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan termasuk penyuluhan tentang malaria dan dampaknya ( malaria serebral. ANC teratur adalah dasar keberhasilan penatalaksanaan malaria dalam kehamilan. abortus. hipoglikemi. berdasarkan gabungan hal-hal di bawah ini : 1. N. Kemoprofilaksis 3. PENANGANAN MALARIA PADA KEHAMILAN y Pengontrolan Malaria Pengontrolan malaria dalam kehamilan tergantung derajat transmisi. termasuk anemia berat 4. Diagnosis dan pengobatan malaria ringan dan anemia ringan sampai moderat 2. prematuritas. anemi. False Congenital Malaria( acquired during labor ) Malaria kongenital ini paling banyak dilaporkan dan terjadi karena pelepasan plasenta diikuti transmisi parasit malaria ke janin. Gejala-gejalanya muncul 3-5 minggu setelah bayi lahir. Penatalaksanaan komplikasi malaria berat.

Pemeriksaan hemoglobin dan parasitologi malaria setiap bulan.Diagnosis dan pengobatan yang tepat ( tepat waktu ) . Pada daerah resisten klorokuin semua ibu hamil baik non imun maupun semi imun diberi SP pada trimester II dan III awal Penanganan Malaria di Puskesmas dan Rumah Sakit 1. serta kemajuan kehamilan . 6. Kriteria rawat jalan a.Memantau kesehatan ibu dan janin. 7. misal : pemakaian kelambu. . 8.kematian janin dalam rahim.Memberikan ibu suplai obat untuk kemoprofilaksis 5. Pemberian tablet besi dan asam folat serta imunisasi TT lengkap. dll ) pada kehamilan di semua lini kesehatan ( Posyandu. Pustu. Perlindungan pribadi untuk mencegah kontak dengan vektor. Pada daerah non resisten klorokuin : . Gejala klinis malaria tanpa komplikasi b. Bukan malaria berat c. Parasitemia < 5% . Puskesmas dan Rumah Sakit ).Ibu hamil semi imun diberi sulfadoksin-pirimetamin ( SP ) pada trimester II dan III awal 9.Ibu hamil non-imun diberi Klorokuin 2 tablet atau minggu dari pertama datang atau setelah sakit sampai masa nifas .

Gejala klinis malaria dengan komplikasi b. dan banyaknya jenis makanan yang beredar. Padahal dengan menggaruk justru akan menambah gambaran klinis bahkan dapat memperparah . 2007 by farmakoterapi-info| 4 Comments Cara Aman Penggunaan Kortikosteroid Topikal pada Dermatitis Atopi Anak (Yuda Kristama ± 078115073) Dermatitis merupakan masalah kulit yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari ± hari. Salah satu dermatitis yang sering mendapat perhatian khusus adalah dermatitis atopi. Kehadiran dermatitis atopi terkadang juga menyebabkan masalah psikologis yang cukup besar. kejadian dermatitis atopi pada anak di negara maju adalah satu berbanding sepuluh dan angka ini terus meningkat. Atopi sendiri diartikan sebagai kelainan dasar genetik yang ditandai oleh kecenderungan individu untuk membentuk antibodi berupa imunoglobulin E (IgE) spesifik bila berhadapan dengan alergen yang umum dijumpai. Peningkatan disebabkan diantaranya oleh tingginya tingkat polusi udara. maraknya binatang peliharaan.2. Kritera rawat tinggal a. Secara sederhana dermatitis atopi dapat dipahami sebagai suatu kondisi inflamasi dari kulit yang tidak diketahui penyebabnya dan secara primer terjadi pada bayi dan anak-anak. Penyakit ini secara khas timbul pada orang ± orang dengan riwayat atopi dalam keluarga ataupun atopi pada orang itu sendiri. Disamping itu dermatitis atopi juga sangat jelas faktor herediternya. Gejala umum dermatitis atopi yang sering dijumpai adalah rasa gatal yang hebat. Kebanyakan dermatitis atopi terjadi pada anak karena alergi terhadap debu rumah. Bahkan apabila gejala yang muncul cukup parah dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Parasitemia > 5% Cara Aman Penggunaan Kortikosteroid Topikal pada Dermatitis Atopi Anak Posted on December 31. dan bulu binatang. Seperti ditulis Barnetson RSC dan Rogers M dalam British Medical Journal. Lima puluh persen kasus penderita dermatitis atopi pada anak dapat menghilang saat remaja. usia tua saat hamil. mengingat angka kejadiannya yang cenderung terus meningkat dan dampaknya yang berakibat pada kualitas hidup pasien maupun keluarganya. Malaria berat c. iritan. namun dapat juga menetap atau bahkan baru terjadi pada usia dewasa. serbuk rumput. serta intoleransi. Beberapa faktor yang dapat mencetuskan terjadinya atopi di antaranya adalah alergen inhalan dan ingestan.

tetapi tidak selalu dijumpai korelasi dengan kondisi klinisnya. Selain itu. Tujuanya untuk menghidari adanya potensi efek samping yang dimungkinkan muncul. berbagai bahan iritan. kortikosteroid topikal cukup aman. dsb. dan krim hidrasi kulit. Dalam perkembangannya seiring dengan penambahan usia. . tidak selalu menyatakan alergen tersebut sebagai pemicu dermatitis atopi. Strategi terapi untuk penatalaksanaan penyakit ini meliputi terapi non farmakologi dan terapi secara farmakologi. Semakin tinggi potensinya. Untuk terapi farmakologi dapat dilakukan dengan memberikan obat seperti kortikosteroid topikal. alergen hirup. Meski pada pasien dermatitis atopi kerap dijumpai peningkatan IgE spesifik terhadap kedua jenis alergen ini. Secara umum. Terapi non farmakologi dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi dan eliminasi faktor pencetus seperti menggunting kuku.keadaan dengan kemungkinan timbulnya infeksi sekunder. menghindari zat iritatif (deterjen. maka peran alergen makanan akan digantikan oleh alergen hirup. Yang menjadi sasaran terapi pada penderita ini adalah inflamasi kulit (lesi dermatitis atopi) beserta tanda dan gejala penyakit yang muncul. Patogenesis dermatitis atopi sampai saat ini belum diketahui secara pasti sehingga belum ada pengobatan yang dapat memberikan kesembuhan total pada penderita.). Keberhasilan pengobatan dermatitis atopi memerlukan pendekatan sistematik dan menyeluruh. Sedangkan penatalaksanaan terapi ini ditujukan untuk mengurangi dan mengatasi inflamasi beserta tanda dan gejala penyakit yang menyertainya seperti kekeringan kulit. Berbagai faktor dapat memicu dematitis atopi. Hasil tes positif terhadap suatu alergen. Untuk daerah ± daerah tersebut obat yang secara umum direkomendasikan merupakan obat dengan potensi ringan. Penggunaan steroid topikal ini juga hanya ditekankan pada daerah lesi dermatitis atopi saja sedangkan pada kulit yang tidak terlibat. antibiotik. Saat ini penatalaksanaan dermatitis atopi memerlukan pendekatan secara sistemik dan multidimensional. dan yang tak kalah penting yaitu mengidentifikasi sekaligus mengeliminasi faktor pencetus. semakin besar pula kemungkinan terjadi efek samping. alergen makanan lebih berperan pada dermatitis atopi usia dini. dan stress. antara lain alergen makanan. anti gatal. dan daerah lipatan tubuh. Walaupun berbagai cara pengobatan dasar telah digunakan masih banyak kasus tertentu yang memerlukan pengobatan khusus. infeksi dsb). cukup dengan emolient untuk menghindari kulit kering dan proses inflamasi. Sebagai contoh pemakaian kortikosteroid topikal dengan potensi kuat harus dihindarkan dari daerah wajah. Diantara obat ± obat tersebut kortikosteroid topikal menjadi pilihan utama untuk dermatitis atopi karena merupakan imunosupressan yang kuat dan sebagai anti inflamasi. disertai inflamasi dan eksudasi yang dapat kambuh sewaktu ± waktu. debu. yang dikenal sebagai dematitis atopi tipe intrinsik. Penggunaan steroid topikal yang bersifat anti-inflamasi merupakan dasar terapi untuk pengobatan lesi ± lesi dermatitis atopi dan bila digunakan sesuai anjuran. genitalia. keringat. kosmetik. tetapi lebih menggambarkan bahwa pasien telah tersensitasi terhadapnya. Disamping itu juga untuk mencegah/mengurangi kekambuhan. gatal ± gatal. Kekuatan kortikosteroid yang dipilih harus memperhatikan pada keparahan gejala dan lokasi lesi. Selain itu juga kulit menjadi kering dan menebal (likenifikasi). stres. sinar matahari dan beberapa alergen spesifik (makanan. akan tetapi seberapa besar peran alergen makanan dan alergen hirup ini masih kontroversial. memang terdapat sekitar 20% penderita dermatitis atopi tanpa peningkatan IgE spesifik.

01% krim. salep.1% krim. solution Betamethasone valerate 0. salep. salep Fluclorolone acetonide 0.25% krim caproate Fluocortolone pivalate/ 0. Steroid potensi sedang dapat digunakan untuk periode yang lebih lama dan ditujukan penggunaannya untuk lesi di badan dan ekstremitas.0125% krim Fluocinonide 0.025% krim. solution 2 ± 3 x/hari 2 -3 x/hari 2 x/hari 1 ± 3 x/hari 2 ± 3 x/hari 1 ± 3 x/hari 1 ± 3 x/hari 2x/ hari 1 ± 3 x/hari 2 x/hari 1 ± 3 x/hari 2 ± 3 x/hari 1 ± 3 x/hari 2 ± 3 x/hari 1 ± 3 x/hari 1 ± 3 x/hari 1 ± 2 x/hari 1 ± 2 x/hari 1 ± 2 x/hari 1 x/hari 1 ± 2 x/hari 2 ± 3 x/hari Sampai 4 x/hari . cair 0.127% krim Methylprednisolone 0. salep.05% krim. salep 0. salep aceponate Mometasone furoate 0. lotion Prednicarbate 0. 05% krim.2% krim Fluocinolone acetonide 0.25%/0.05% krim.1% krim. salep Difluocortolone valerate 0. gel.3% salep berlemak Difluocortolone valerate 0.025% krim Betamethasone valerate 0. salep 0. salep. salep. tidak untuk wajah dan daerah lipatan. salep berlemak. salep Fluocortolone/ fluocortolone 0. lotion.1% krim. Untuk potensi obat yang sangat kuat maka hanya untuk digunakan dalam waktu yang sangat singkat dan hanya pada lokasi yang mengalami penebalan (likenifikasi) berat.025% krim Fluocinolone acetonide 0.025% krim Betamethasone dipropionate 0. salep berlemak.064% krim.25% krim Potensi Sedang Alclometasone dipropionate 0. salep Clobetasone butyrate 0.025% krim. solution Desoximetasone 0.05% krim. gel.005% salep Hydrocortisone aceponate 0. POTENSI KORTIKOSTEROID TOPIKAL Nama Potensi Sangat Tinggi Clobetasol Propionate Konsentrasi dan Bentuk Sediaan Dosis Halcinonide Potensi Tinggi Amcinonide 0.05% krim.25%/0. aplikasi kulit 1 ± 2 x/hari kepala 0. 0. 0. salep 0.005% krim 0.05% krim.25% salep fluocortolone caproate Fluticasone propionate 0.1% krim.1% krim Beclometasone dipropionate 0.1% krim.Terdapat 7 golongan kortikosteroid berdasarkan potensinya yang tentunya juga mempunyai potensi efek samping yang berbeda pada penggunaannya. terutama jika digunakan dalam jangka panjang.03% salep Fluocinolone acetonide 0.05% gel.

5% krim.5% krim 1% krim. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi. Dermatitis atopi berat merupakan kondisi yang serius yang dapat menurunkan kualitas hidup anak. Penggunaan kortikosteroid topikal dengan potensi sangat tinggi hanya direkomendasikan selama 1 ± 2 minggu (paling lama 3 minggu) kemudian beralih ke potensi yang lebih ringan seiring dengan perbaikan kondisi dan emolient untuk mencapai hidrasi kulit. salep. lotion 0. gangguan pertumbuhan dan Sindroma Cushing. Friedlander dkk menggunakan fluticasone topikal untuk mengatasi dermatitis pada anak. Efek Samping yang mungkin terjadi selama pemakaian kortikosteroid dan senantiasa harus dikendalikan adalah efek lokal. perburukan kondisi infeksi. Untuk daerah telapak tangan dan kaki dapat diberikan lebih sering. dapat pula dipertimbangkan obat-obatan oral. salep. . Sedangkan efek sistemiknya dapat berupa penyerapan melalui kulit yang dapat menyebabkan supresi sumbu pituitari ± adrenal. krim 2. edisi 6.05% terbukti aman untuk berbagai masalah kulit meski dipakai dalam jangka waktu lebih dari 4 minggu pada anak usia mulai 3 bulan. dan hipopigmentasi reversibel. Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of the American Academy of Dermatology. Fluticasone propionate krim 0. meliputi penipisan kulit yang dapat membaik dengan penghentian obat. Jakarta. serta efek samping jangka panjang yang cukup besar. dermatitisnya menjadi tidak stabil. dermatitis kontak.05% krim.05% dua kali sehari selama 3 hingga 4 minggu. 1% lotion. 2006. lotion 0. solution 0. 0. Departemen Kesehatan RI. Rata-rata kulit tubuh luar yang diterapi mencapai 64% tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan. Dalam studi Fase IV.1% krim. jerawat pada tempat pemberian.5% krim 2 x/hari 2 x/hari 2 ± 3x/hari 2 ± 3 x/hari 2 ± 3 x/hari Dalam aplikasinya sebagian besar obat sebaiknya diberikan 1 ± 2 x/hari. Informatorium Obat Nasional Indonesia.2% krim. Selain obat-obatan topikal.02% krim 0.1% krim. Karenanya anak-anak ini harus diobati dengan adekuat.Desonide Fluprednidene acetate Triamcinolone acetonide Potensi Rendah Hydrocortisone Hydrocortisone acetate 0. Dalam prakteknya kortikosteroid topikal dengan potensi rendah jarang menimbulkan efek samping begitu pula dengan potensi sedang dan tinggi juga jarang menimbulkan masalah jika digunakan kurang dari 3 bulan. Pustaka Anonim. sebanyak 51 anak berusia antara 3 bulan hingga 6 tahun menerima terapi dengan krim fluticasone propionate. Steroid oral digunakan sebagai pilihan terakhir dan sebisa mungkin dihindari karena efek rebound yang parah saat penghentian obat. yaitu. 0. Maret 2002 menyoroti kekhawatiran tentang potensi membahayakan efek samping steroid lokal yang digunakan untuk mengatasi masalah kulit anak. Semua anak mengalami dermatitis atopi dari tingkat moderat hingga berat dan menimpa 35% atau lebih kulit tubuh mereka. salep 2. Anonim. 2000. Info Master. Indonesia. Sebaiknya obat dengan potensi sangat tinggi tidak digunakan untuk anak di bawah 1 tahun. gel.

A.Amiruddin M D. Nicklas. Kejang yang dialami oleh pasien epilepsi disebabkan adanya perubahan aktivitas syaraf yang berupa pelepasan muatan listrik secara berlebihan. tonik-klonik. dan salah satunya adalah Indonesia. (partial seizure) dimana jenis kejang ini melibatkan sebagian kecil daerah di otak.. New York : Marcel Dekker Inc. and Bernstein. September. Data WHO menunjukkan bahwa lebih dari 50 juta penderita epilepsi di seluruh dunia dimana 85% dari total penderita hidup di negara berkembang. sclerosis jaringan otak dipercaya sebagai penyebab terjadinya perubahan anatomis (meliputi bentuk dan struktur) dan perubahan biokimiawi pada sel-sel atau lingkungan sekitarnya. klonik. Amiruddin M D. 2003 : 297-312. Ilmu Penyakit Kulit. voltase rendah atau irama cepat.T. tonik. dan serangan kejang merata (generalized seizure) dimana jenis ini melibatkan seluruh otak sejak otak aktif.M. 2005.Ciri serangan tipe klonik adalah aktivitas cepat. Asthma & Immunology. 4 Comments Posted in Sistem Integumen Penggunaan Carbamazepine pada Pasien Pediatri Posted on December 31. Annals Of Allergy. Jurnal Med Nus Vol. Penyebab epilepsi yang sering dialami oleh pasien anak adalah karena . 2007 by farmakoterapi-info| Leave a comment Penggunaan Carbamazepine pada Pasien Pediatri Yosepha Henny Ermawati 078115072 Epilepsi adalah suatu gangguan pada susunan saraf pusat yang timbul secara spontan dalam episode singkat dengan gejala utama kesadaran menurun sampai hilang dan biasanya disertai kejang (konvulsi).I. pendesakan karena tumor. yaitu serangan kejang sebagian. Tipe serangan klonik adalah campuran gelombang cepat dan lambat dengan hilangnya ketegangan dan ketegapan sikap diikuti klonik bilateral. Serangan epilepsi pada dasarnya dibedakan menjadi dua. R. dan unilateral adalah tipe serangan epilepsi generalized seizure yang sering terjadi pada anak-anak. Setengah dari total kasus epilepsi telah diderita semenjak pasien masih anak-anak atau remaja. Leung. Penderita epilepsi selalu bertambah setiap tahunnya dan diperkirakan pertambahan 2. 1 Januari-Maret 2005. 26 No. Li. Serangan atonik. Volume 93.L. Penatalaksanaan Dermatitis Atopik. Dermatitis Atopi dan Penanganannya. Beberapa kejadian seperti trauma fisik (benturan atau memar) pada otak. 2004. J. Perubahan anatomis dan biokimiawi ini yang nantinya akan menyebabkan perubahan aktivitas syaraf yang kemudian menyebabkan kejang..Y.4 juta kasus setiap tahunnya. Makassar : LkiS Yogyakarta. D. Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUH. berkurangnya aliran darah yang membawa oksigen ke otak.

. Penggunaan carbamazepine pada bayi sebaiknya dihindari karena akan memacu keparahan terjadinya kejang tipe kompleks. Pengobatan epilepsi pada anak sangat perlu diperhatikan karena berkaitan dengan perkembangan otak pada masa pertumbuhan. faktor ekonomi. Jika keadaan tidak membaik maka obat dapat diganti dengan obat antiepilepsi yang lain. Terapi secara non farmakologi dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi (pada pasien pediatric disarankan untuk melakukan diet ketogenik). pola hidup. Jika kejang tetap terjadi dan tidak ada perbaikan. dan faktor keluarga. kehamilan. Sasaran terapi untuk penderita epilepsi dengan mengurangi frekuensi terjadinya serangan dan mencegah keparahan penyakit. maka digunakan politerapi. kejang tonik-klonik (grand mal). subselluler neurotransmitter. Unlabelled use: mengobati schizophrenia resisten. inflamasi yang didapat. umur pasien. Kontraindikasi Carbamazepine dikontraindikasikan untuk pasien yang hipersensitivitas terhadap carbamazepine. ketidakseimbangan neuro chemical. Beberapa anak yang mendapatkan pengobatan dengan antiepilepsi dilaporkan mengalami kesulitan untuk berbicara. pembedahan syaraf. Tujuan terapinya adalah aktivitas listrik syaraf yang berlebihan. dan menghambat aktivitas eksitatori (glutamatergik). Penggantian dengan obat antiepilepsi yang baru harus dilakukan monitoring. gangguan atau stress traumatis. Strategi dalam pengobatan epilepsi strategi terapi yang dapat digunakan ada dua. OBAT PILIHAN Carbamazepine Indikasi Carbamazepin diindikasikan untuk kejang sebagian dengan gejala yang kompleks (psychomotor. Jika kejang yang terjadi semakin parah maka dosis ditingkatkan hingga mencapai dosis terapi maksimum. Ada banyak pertimbangan dalam memilih obat yang sesuai untuk pasien epilepsi. menghambat transmisi GABAergik. neuralgia trigeminal. temporal lobe). trauma. Dosis Penggunaan dosis berdasarkan respons pasien dan konsentrasi carbazepine dalam serum. dan proses neoplastik. kecenderungan genetik. yaitu farmakologi dan non farmakologi. Secara farmakologi dengan memberikan obat yang mempunyai mekanisme kerja dengan memodifikasi penghantaran ion. diantaranya tipe seizure (kejang). jenis kelamin. penghentian alcohol. pola kejang campuran. infeksi. Selama dua sampai tiga minggu dosis terapi yang digunakan adalah dosis rendah. depresi sumsum tulang belakang.bawaan lahir. dan menghindari stress karena akan memacu terjadinya serangan. antidepressant trisiklik. dalam terapi dengan inhibitor MAO selama 14 hari. Menurut Kalra obat antiepilepsi yang digunakan pada pediatri sebaiknya obat tunggal dengan peningkatan dosis yang bertahap.

6-2. ataksia. Dermatologi: perubahan pigmentasi kulit. bradikardi. CHF. lymphadenopathy. Telinga: hiperakusis. Hati: jaundice. Neuromuskular & tulang: nyeri punggung. Dosis maksimum yang direkomendasikan. dosis maksimum yang direkomendasikan 1000 mg/hari. Efek Samping. frekuensi terjadinya efek samping tidak dilaporkan Kardiovaskular: Arrhytmia. tinnitus. anak (> 15 tahun): 1200 mg/hari. anoreksia. Gastrointestinal: nyeri pada perut. tromboembolisme. sedasi. nyeri.4 g/hari. Pada pasien dengan riwayat gagal jantung. dewasa 1600 mg/hari dan beberapa pasien membutuhkan 1. steven-johnson syndrome. Carbamazepine dapat melewati sawar plasenta sehingga menyebabkan kerusakan tulang tengkorak. Kapsul salut selaput : dapat diberikan dengan atau tanpa makanan. dan 4 kali pemberian (sirup) dosis ditingkatkan setiap minggu sampai respon optimal dan tingkat terapi didapatkan. vomiting. hiper/hypotension. reaksi fotosensitivitas. sakit kepala. awal: 100 mg dua kali sehari (tablet atau tablet lepas kontrol) atau 200 mg sirup dalam 4 kali pemberian Maintenance: 400-800 mg/hari. Anak < 12 tahun yang menerima • 400 mg/hari dapat menggunakan sediaan lepas control. konjungtivitis. jangan dihancurkan atau dikunyah. Mata: pandangan kabur. ansietas. hati. pankreatitis. nausea. diare. anak (12-15 tahun) 1000 mg/hari. tablet kunyah Tablet lepas control : jangan digunakan jika terdapat kerusakan. uji fungsi hati menunjukkan abnormal. atau ginjal berpotensi menyebabkan abnormalitas sel darah yang fatal. dosis awal: 200 mg dua kali sehari (tablet) atau 400 mg sehari terbagi menjadi 4 kali pemberian. konstipasi. kebingungan. nystagmus. Anak 6-12 tahun. Sirup : Penggunaan bentuk sediaan sirup carbamazepine sebaiknya hindari penggunaan bersamaan dengan obat cair atau diluen yang lain. Jika digunakan bentuk sediaan sirup maka dosis awal yang diberikan sebaiknya dalam dosis yang rendah dan naik bertahap secara . CNS: Amnesia. urtikaria. Penggunaan pada ibu menyusui perlu diperhatikan karena carbazepine dapat memasuki ASI. Anak > 12 tahun dan dewasa. erythema multiforme. Bentuk Sediaan: Tablet. edema. dyspepsia. kerusakan jantung. awal: 10-20 mg/kg/hari terbagi dalam 3 kali pemberian (tablet). tromboplebitis.Epilepsi: Anak < 6 tahun. nyeri dada. Maintenance: terbagi dalam 3-4 kali pemberian dengan dosis mksimum yang direkomendasikan 35 mg/kg/hari. Resiko khusus: Pada wanita hamil dengan factor resiko D.

serta meningkatnya resiko komplikasi penyakit vaskuler baik makrovaskuler (penyakit kardiovaskuler) dan mikrovaskuler (nefropati. Matzke. oleh karena itu minum air yang banyak atau makanan dalam jumlah yang cukup untuk menghindari ketidaknyamanan pada saluran pencernaan. B.R. M.G.2 juta penduduknya menderita DM dan hanya dua pertiganya saja yang dapat terdiagnosa.. Volume 70. Teril® (Merck) tablet 200 mg DAFTAR PUSTAKA Anonim 2007.J. Indian Journal of Pediatrics.L. Yee. T. C. Nama Dagang y y y y Bamgetol® (Mersifarma TM) kapsul salut selaput 200 mg. karbohidrat.. G. USA Leave a comment Posted in Sistem Saraf-Hormon PENGGUNAAN INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS Posted on December 31. perubahan metabolisme lemak. penyakit ginjal. Pasey. 6th Edition. tablet lepas control 200 mg. USA Kalra. L. 2006..P. 2003.perlahan untuk menghindari efek samping yang tidak diharapkan.. R..C. Di Amerika.L. Penggunaannya sebaiknya bersamaan dengan makan. tablet kunyah 100 mg... dan Lance. 14 th Edition. 2005. Tegretol ® (Novartis) tablet 200 mg. Pharmacoteraphy: A Pathophysiological Approach. Semua ini timbul akibat defisiensi sintesis dan sekresi insulin.. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi.M. G.F. Info Master. McGraw Hill Inc. ditandai dengan kelompok gejala hiperglikemia. DM merupakan penyebab utama terjadinya kebutaan pada usia sekitar 20±74 tahun.. L. Informasi tambahan Carbamazepine dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada saluran pencernaan. L.. Jakarta.ijppediatricsindia. Management of Childhood Epilepsi. Wells. V. dan protein. retinopati dan neuropati). Goldman. 2007 by farmakoterapi-info| Leave a comment Oleh: Sinta Kiranawati (078115030) Diabetes Melitus Diabetes Melitus (DM) atau sering dikenal sebagai kencing manis..L. Armstrong. sekitar 18. Inc. serta . Carbamazepine Indofarma® tablet 200 mg.. DiPiro. http: www. Drug Information Handbook. Edisi 6. Talbert. sirup 100 mg/5 ml. Lexicomp.org Lacy.

5-1 jam sesudah makan dan mencapai puncak dalam 30-45 menit. dan sistem saraf perifer.75% dapat menyebabkan kematian karena DM tipe 2.coli. terdapat jenis diabetes mellitus gestasional (DMG) yang juga disebabkan oleh resistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil. Komponen kedua yaitu: sekresi insulin prandial yang menghasilkan kadar insulin 5-10 kali lebih besar dari kadar insulin basal dan diproduksi secara pulsatif dalam waktu 0. dan bersamaan itu disertai gangguan sekresi insulin sel beta pankreas yang lambat laun menjadi defisiensi insulin yang permanen. dimana sel beta pankreas dihancurkan sehingga tidak mampu memproduksi insulin endogen yang bertanggung jawab terhadap peningkatan glukosa darah. DM tipe 2. Saat ini insulin dipergunakan untuk DM tipe 1 dan DM tipe 2 dengan berbagai macam indikasi. tetapi kini telah dapat disintesis dengan teknologi rekombinan DNA menggunakan E. lemak dan hati (terutama pada obesitas viseral). bisa karena faktor keturunan. Sekresi insulin terdiri dari 2 komponen. Susunan asam amino insulin manusia berbeda dengan susunan insulin hewani. Penyebab terjadinya DM sangat bervariasi. DM diklasifikasikan menjadi dua yaitu DM tipe 1 yang bergantung pada insulin (IDDM). dan DM tipe 2 yang tidak bergantung pada insulin (NIDDM). Insulin eksogen dan obat antidiabetik oral dapat diberikan untuk mempertahankan kadar gula darah normal. Insulin Insulin termasuk hormon polipeptida yang awalnya diekstraksi dari pankreas babi maupun sapi. Penyebab terbanyak dari kehilangan sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. ginjal. kemudian menurun dengan cepat mengikuti penurunan kadar glukosa basal. Saat ini insulin biosintetik tersedia di Indonesia. Insulin berperan dalam penggunaan glukosa oleh sel tubuh untuk pembentukan energi. Umumnya. Selain itu. Komponen pertama yaitu: sekresi insulin basal kira-kira 1 unit/jam dan terjadi diantara waktu makan. menjaga agar kadar lipid dan tekanan darah tetap normal juga mencegah meningkatnya resiko tersebut. glukosa tersebut selanjutnya diabsorbsi di saluran pencernaan menuju ke aliran darah untuk dioksidasi di otot skelet sehingga menghasilkan . DM tipe 1 merupakan penyakit autoimun yang biasa dialami oleh anak-anak atau remaja. namun biasanya glukosa darah akan kembali normal setelah melahirkan. Pasien DMG juga diberi terapi dengan insulin. tetapi faktor genetik lebih nyata pada NIDDM. waktu malam hari dan keadaan puasa. Terapi insulin yang intensif dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien DM. kegemukan. apabila tidak ada insulin maka sel tidak dapat menggunakan glukosa sehingga proses metabolisme menjadi terganggu. Faktor genetik dan lingkungan berperan dalam timbulnya kedua tipe DM. Komplikasi DM pada retina. terapi insulin diberikan pada pasien DM tipe 2 apabila pengobatan dengan antidiabetik oral gagal. serta gaya hidup. serta meningkatnya mortalitas dan resiko penyakit vaskular dapat dicegah dengan mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal. ras. Pada IDDM. Proses yang terjadi yaitu karbohidrat dimetabolisme oleh tubuh untuk menghasilkan glukosa. usia. Kemampuan sekresi insulin prandial berkaitan erat dengan kemampuan ambilan glukosa oleh jaringan perifer. Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel beta di dalam pankreas dan digunakan untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah. insulin rekombinan dibuat sesuai dengan susunan insulin manusia sehingga disebut sebagai human insulin. DMG biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga. terjadi defisiensi insulin yang didahului oleh adanya resistensi insulin di otot. Prevalensi terjadinya DM tipe 1 hanya sekitar 5-10% dari semua kasus diabetes jika dibandingkan dengan DM tipe 2 yang mencapai 90-95%. faktor genetik berhubungan dengan pengaturan genetik pada respon imun sehingga IDDM sering muncul pada penyakit autoimun terhadap sel beta pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh.

Jenis insulin human lebih cepat dari insulin animal. Bisa dicampur dengan insulin kerja menengah atau insulin kerja panjang. Kerja menengah (intermediate acting) Contoh: Insulatard. Semua jenis insulin yang beredar saat ini sudah sangat murni. Monotard. . Insulin Ultralente. Dosis dan frekuensi penyuntikan ditentukan berdasarkan kebutuhan setiap pasien akan insulin. tetapi kadar lembah (through) dalam sehari harus diusahakan tidak lebih rendah dari 70 mg% (4 mmol/liter). efek samping yang mungkin terjadi yaitu nyeri pada sisi injeksi dan hipoglikemia. kedalaman. menurunkan pemecahan asam lemak menjadi badan keton. 2. box cartridges 5 x 3 ml. Karena kadar gula darah memang naik turun sepanjang hari. c) subkutan: penyerapanya tergantung lokasi penyuntikan. Kerja cepat (rapid acting) Contoh: Actrapid. maka bentuknya menjadi suspensi yang akan memperlambat absorpsi sehingga efek menjadi lebih panjang. tetapi paling baik dibawah kulit perut. Bentuk NPH tidak imunogenik karena protamin bukanlah protein. meningkatkan level glikogen dalam hati. lipoatrofi atau lipohipertrofi.Reguler Insulin (Crystal Zinc Insulin) Bentuknya larutan jernih. Glukosa juga disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen kemudian diubah dalam jaringan adiposa menjadi lemak dan trigliserida. PZI Insulin bentuk ini diperlukan untuk tujuan mempertahankan insulin basal yang konstan. Humulin N. b) intramuskuler: penyerapannya lebih cepat 2 kali lipat daripada subkutan. konsentrasi. Insulin akan meningkatkan pengikatan glukosa oleh jaringan. Lokasi abdomen lebih cepat dari paha maupun lengan. Insulin memfasilitasi proses tersebut. Humulin R. Salah satu insulin yang dapat menjadi pilihan untuk terapi DM yaitu LANTUS®(nama dagang) dengan nama generik insulin glargine. Untuk pasien usia diatas 60 tahun batas ini lebih tinggi yaitu puasa kurang dari 150 mg% dan kurang dari 200 mg% setelah makan. Insulin sampai saat ini dikelompokkan menjadi beberapa jenis antara lain: 1. resistensi. (2) Vials: 10 ml vials (1000 IU insulin glargine). dan membantu penggabungan asam amino menjadi protein. Cara pemberian insulin ada beberapa macam: a) intra vena: bekerja sangat cepat yakni dalam 2-5 menit akan terjadi penurunan glukosa darah. Insulin sebaiknya disuntikkan di tempat yang berbeda. NPH.energi. pemijatan. Untuk tujuan pengobatan. Insulin Lente Dengan menambah protamin (NPH / Neutral Protamin Hagedom) atau zinc (pada insulin lente). Setiap unit merupakan jumlah yang diperlukan untuk menurunkan kadar gula darah kelinci sebanyak 45 mg% dalam bioassay. LANTUS® juga memiliki keuntungan karena memberikan kenyamanan untuk pasien dengan satu kali suntikan per hari dan pasien dapat dengan mudah dan aman mentitrasi LANTUS®. sebab apabila tidak murni akan memicu imunogenitas. indikasi dari LANTUS® yaitu untuk DM tipe 1 dan tipe 2. Bentuk sediaan LANTUS® yaitu (1) Cartridges: 3 ml untuk digunakan OptiPen Pro (300 IU insulin glargine). maka sesekali kadar ini mungkin lebih dari 180 mg% (10 mmol/liter). mengurangi pemecahan glikogen (glikogenolisis) di hati. LANTUS® (PT Sanofi-Aventis) bisa menjadi pilihan karena insulin glargine telah diuji dan dinyatakan efektif dan aman untuk diberikan kepada kasus-kasus DM tipe 1 dan tipe 2 oleh FDA dan oleh ¶the European Agency for the Evaluation of Medical Products¶. Sediaan homogen human insulin mengandung 25-30 IU/mg. Merupakan satu-satunya insulin yang dapat dipergunakan secara intra vena. Kerja panjang ( long acting) Contoh: Insulin Glargine. efek puncak 2-4 jam setelah penyuntikan. durasi kerja sampai 6 jam. 3. insulin analog lebih cepat dari insulin human. dosis insulin dinyatakan dalam unit (U). LANTUS® dikontraindikasikan bagi pasien yang hipersensitif terhadap insulin glargine. meningkatkan sintesis asam lemak. Insulin diberikan subkutan dengan tujuan mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal sepanjang hari yaitu 80-120 mg% saat puasa dan 80-160 mg% setelah makan.

Pustaka Anonim.A. tanpa terjadi hipoglikemi. disuntikkan subkutan malam hari menjelang tidur.dengan dosis total harian berkisar dari 2-100 IU. dan tidak ada yang mengalami hipoglikemi. trimester kedua 0. Yee. CMP Medika. disposable pen (pen sekali pakai) dengan nama OptiSet®. Dosis LANTUS® yaitu pasien tipe 2 yang telah diobati dengan obat hiperglikemia oral... optiset 5×3 ml. 1999. Augmentation. Tjokorda Gde Dalem Pemanyun. Diabetes Mellitus. Stamford. 2007. (c) dosis waktu partus bervariasi 18-78 unit.G.. Dosis selanjutnya diatur menurut kebutuhan pasien.com/issues/ 1997/02_97/skyler. B.T. 263. Preparat ini dinyatakan efektif dan aman untuk diberikan kepada kasus-kasus diabetes melitus tipe-1 maupun tipe-2.htm.. Isley. Mayfield. Jakarta. 2007. Talbert. 2007. Target pengendalian glukosa darah pada penggunaan monoterapi insulin glargine pada kasuskasus DMG mengacu pada ¶American Collage of Obstetricians and Gynecologist for Women with GDM¶. J.6 unit/kg.5-0.(3) Pre-filled pens: 3 ml Optiset pre-filled. 2004. Memiliki potensi yang setara dengan insulin NPH dalam menurunkan HbA1c dan kadar glukosa darah. (b) dosis awal bervariasi 10-50 unit. Anonim. and William L. 2006. Curtis L. Darmono.C. (d) waktu dilahirkan tidak ada bayi dengan berat badan lebih dari normal. 1333-1363. Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach. 251. (e) dosis perhari dalam trimester pertama adalah 0. Insulin glargine tidak diberikan secara intra vena karena dapat menyebabkan hipoglikemia. yaitu glukosa puasa ” 95 mg/dl. Jakarta. edisi 6. R.postgradmed. tak perlu melakukan perubahan dosis awal. http://wapedia. Pengobatan Insulin Glargine (Long-Acting Insulin Analouge) Pada . Untuk selanjutnya dosis diatur sesuai kebutuhan pasien.R. Charles A.. Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. 2 jam pp ” 120 mg/dl. J. Insulin glargine adalah ¶long-acting basal insulin analouge¶ yang pertama kali dipergunakan dalam pengobatan DM baik tipe-1 maupun tipe-2.mobi/id/Diabetes_mellitus. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi. L. 3th edition. peakless effect¶. G. disuntikkan pagi hari sebelum makan pagi.5 unit/kg. dengan beberapa catatan sebagai berikut: (a) glukosa 2 jam pp sebelum perlakuan tidak lebih dari 150 mg/dl. Insulin Therapy for Type 2 Diabetes: Rescue.. Matzke. maka dosis awal insulin glargine dikurangi sekitar 20% untuk menghindari kemungkinan hipoglikemia. ditingkatkan 3-5 unit bertahap untuk mencapai target pengendalian glukosa darah. Preparat ini dibuat dari modifikasi struktur biokimiawi ¶native human insulin¶ yang menghasilkan khasiat klinik yang baru yaitu ¶delayed onset of action and a constant. namun lebih aman oleh karena ¶peakless effect¶ tersebut dapat mengurangi kejadian hipoglikemi malam hari. G..7-0. and Posey. Appleton & Lange.). and Replacement of Beta-Cell Function. incremental dose = 2 IU. dalam Simposium ³Insulin Sahabat Diabetisi´ Dalam Rangka Memperingati Hari Diabetes Nasional IV (12 Juli 2007). Reasner. Wells. Hasil penelitian pada dasarnya menjelaskan bahwa insulin glargine berhasil mengendalikan glukosa darah pada kasus-kasus DMG sesuai target seperti tersebut di atas. Diakses pada 21 Desember 2007.M. Tapi jika pemberian sebelumnya dua kali sehari. yang mencapai hampir 24 jam efektif. Rasionalisasi Terapi Kombinasi Insulin dengan OHO. memulai dengan insulin glargine dengan dosis 10 IU sekali sehari.l. (Eds. 2000. Informatorium Obat Nasional Indonesia. Triplitt. dan trimester ketiga 0.4-0. Anonim. dan mampu memenuhi kebutuhan insulin basal.8 unit/ kg. Diabetes Mellitus in Dipiro. max dose/inj = 40 IU. http://www. Diakses pada 21 Desember 2007.Pasien yang mau menukar insulin kerja sedang atau panjang sekali sehari menjadi insulin glargine sekali sehari.

³Waaah««kesempatan emas nich´ pikir kami.he. yang jelas Ia tetap berusaha untuk mengajar dengan penuh semangat. apalagi bila Ia baru berada di ruang yang panas dan tiba-tiba berpindah ke ruangan ber-AC. meskipun Ia sudah terbiasa dengan kondisi migrain yang dideritanya tapi jika nyeri migrain itu datang menyerang. dalam Simposium ³Insulin Sahabat Diabetisi´ Dalam Rangka Memperingati Hari Diabetes Nasional IV (12 Juli 2007). Beliau akan langsung merasa mual dan ingin muntah tetapi kata beliau itu tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan rasa nyeri yang akan menyerang pada satu sisi kepalanya. Tidak sampai 30 menit berlalu. yang ada hanyalah desahan dan keluhan-keluhan kesal yang keluar dari mulut kami. Alhasil kami hanya bisa saling pandang sambil mengira-ira jawabannya. Leave a comment Posted in Sistem Saraf-Hormon MENCEGAH MIGRAIN.Penderita Diabetes Melitus. ³Haaaaaah«««´sontak kami berbarengan. Kami sungguh tidak tahu seberapa sakit nyeri yang dialaminya. Ia paling tidak tahan dengan A C. beliau meminta ijin permisi dari kami untuk menerangkan materi dari kursinya karena katanya migrain nya kambuh lagi. seperti yang baru saja Ia alami di ruangan kepala sekolah kami yang ber-AC. tapi siapa yang mengira jika ternyata tidak satu pun dari kami yang tahu jawaban yang sebenarnya. Sueeer«. MUNGKINKAH? Posted on December 31.soalnya susah banget. Siang itu. jadi kami ditinggal deh. Maklumlah saat itu adalah hari-hari terpanas di bulan agustus. Sambil duduk di kursinya. Jadilah lembar jawaban yang masih kosong itu kami kumpulkan. (Salut untuk Guru kami tercinta) . Menit demi menit berlalu dan tak satu soal pun yang terpecahkan. sepertinya kami belum pernah menerima teorinya (ya emang«soalnya itu adalah semacam pre-test untuk materi selanjutnya he. Baginya. jam dinding di kelas kami belum lagi menunjuk angka 12. Guru bilang. 2007 by farmakoterapi-info| Leave a comment (by: Dewi Anggraini/07-8115-048) Cerita ini merupakan kejadian nyata yang saya alami saat berada di bangku SMA. tak pelak lagi aktivitasnya akan sedikit terganggu. Jumlah soalnya sih sedikit tapi jawabannya itu loh yang panjang dan susah. tetapi sepertinya kami sudah benar ± benar merasa kepanasan.. yang membuat kami tambah berkeringat. guru kami sudah kembali ke kelas sesaat kemudian beliau meminta kami untuk mengumpulkan lembar jawaban kuis di mejanya.). tapi a pa daya.. Kebetulan guru kami sedang ada urusan di kantor kepala sekolah.. terlebih lagi karena kami harus mengerjakan soal-soal yang lumayan rumit.

2007). 15 ± 20 % wanita dan 10 ± 15 % pria di dunia menderita migrain. (2) migrain klasik yang timbulnya didahului dengan aura. ³Migraine is a familial disorder characterized by recurrent attacks of headache widely variable in intensity. 2001) berupa depresi. Migrain bisa terjadi pada siapa saja baik pria maupun wanita. Aura akan terjadi selama 15-30 menit (Anonim. seperti sakit kepala yang disebabkan oleh karena adanya gangguan pada mata (Anonim. 2007). sedangkan pada anak ± anak. migrain memang kerap muncul di satu sisi kepala saja (Unilateral). terlalu banyak tidur. 2007). terjadi gangguan penglihatan seperti berkunang-kunang atau garis-garis silang. resiko terjadinya migrain lebih mengarah pada anak perempuan (Anonim. biasanya berupa kesulitan konsentrasi.Serangan migrain juga tidak timbul secara mendadak. Meskipun sebagian dari mereka mengaku sudah terbiasa dengan kondisi migrainnya tetapi tetap saja serangan migrain yang terjadi itu ibarat ³Petir di siang bolong´. Kebanyakan masyarakat hanya mengenal migrain sebagai ³rasa nyeri yang menyerang separo kepala dan timbul secara mendadak´ saja. 2007). Faktor lainnya adalah faktor yang berhubungan dengan lingkungan dan diet. migrain memiliki ratio perbandingan yang sama antara anak laki-laki dengan anak perempuan. yaitu signal sebelum terjadinya serangan sakit kepala. selalu ada faktor pencetusnya. namun saat memasuki usia pubertas. Anonim. .Banyak orang yang memiliki riwayat migrain. merasa tidak tahan dengan nyeri yang menyerangnya. migrain dapat dibagi menjadi 3 tipe: (1) migrain biasa yang tidak diawali dengan adanya aura. lesu atau perasaan menginginkan makanan tertentu (seperti orang menyidam) dan bahkan ada pula yang justru membenci makanan tertentu. rokok. Faktor pemicu inilah yang harus segera dikenali oleh masing-masing individu agar serangan migrain dapat dicegah atau diantisipasi. 2007). dan siklus menstruasi. tua maupun muda. Menurut The National Headache Foundation (NHF). yang berarti ³Separo Kepala´. Selain faktor pencetus. Bahkan WHO menempatkan migrain sebagai penyakit medis yang paling melumpuhkan. pada migrain klasik biasanya serangan migrain diawali dengan prodrome. seperti telat makan. nausea and vomiting´ . Attacks are commonly unilateral and are usually associated with anorexia. dengan perbandingan wanita : pria adalah 2 : 1. Berdasarkan data NEJM (2002) dan IHS (2004). Dan yang terakhir adalah faktor yang berhubungan dengan kondisi psikologi atau keadaan mental seseorang (Anonim. Kata migrain sendiri berasal dari perkataan Yunani. alkoholik.World Federation of Neurology (cit. Prodrome ini akan berlangsung selama 15-20 menit yang berlanjut menjadi sebuah aura. Hemikrania. seperti cuaca. frequency and duration. yaitu gejala-gejala yang samar pada pagi hari waktu bangun tidur atau pada setiap saat di siang hari (Asdie dan Dahlan. atau penggunaan obat-obat tertentu yang menyebabkan munculnya serangan migrain seperti kokain. dan yang terakhir adalah migrain yang tidak termasuk ke dalam 2 tipe migrain sebelumnya. faktor yang berhubungan dengan perubahan siklus harian. begadang. padahal menurut Headache Classification Committee dari International Headache Society. faktor pencetus timbulnya migrain bisa berupa. seperti yang selama ini dikenal awam. Serangan migrain tidak akan menjadi ³Petir di siang bolong´ jika kita berhasil menemukan atau tahu pencetusnya sebab sebenarnya serangan migrain itu dapat dicegah dan dihindari.

. keparahan. Mengapa Propranolol ? Beberapa obat seperti pindolol.US Headache Consortium Guidelines (cit.Satu hal yang terpenting adalah bahwa pada masing-masing individu gejala yang timbul mungkin hanya satu atau lebih dan bisa timbul dalam berbagai macam kombinasi pada setiap serangan migrain (Asdie dan Dahlan. juga dengan menggunakan suatu obat -obatan yang mampu mengurangi frekuensi serangan migrain. Obat yang termasuk dalam golongan beta blocker ini dilaporkan dapat mencegah timbulnya serangan migrain karena mempunyai efek mencegah vasodilatasi kranial (Dipiro. et all. Terapi demikian dikenal juga sebagai terapi preventif. Anonim. et all. namun obatobat tersebut tidak memiliki efek terapeutik untuk migrain. 2000. Serangan migrain membutuhkan penanganan yang tidak hanya mampu meredakan nyeri sesaat saja tetapi yang terpenting adalah bagaimana mengurangi frekuensi dan durasi serangannya. dan durasi serangan migrain dan faktanya. Mencegah migrain. 2001). 2007). juga sangat disarankan bagi mereka yang mempunyai penyakit hipertensi dan ansietas disamping penyakit migrainnya. 2000). 2004). dan aprenolol meskipun masih satu keluarga dengan propranolol. terapi ini juga mampu meningkatkan fungsi dan mengurangi ketidakmampuan penderita (Lewis. Sebagian besar dari mereka yang mengalami serangan migrain biasanya tidak bisa berbuat banyak ketika rasa nyeri itu kembali datang selain mencoba untuk tidur atau sekedar minum obat anti sakit kepala atau antimigrain saja. Asdie dan Dahlan. mungkinkah? Hal tersebut sangat mungkin terjadi selain dengan mengenali faktor pencetusnya. Karena. yaitu beta-blocker. Terapi ini terutamanya ditujukan bagi mereka yang menderita : Serangan migrain lebih dari 2 kali dalam satu minggu Durasi serangannya lebih dari 48 jam Nyeri yang dirasakan sangat ekstrim Serangannya disertai dengan aura yang berkepanjangan Atau bagi mereka yang di kontraindikasikan terhadap obat-obat yang digunakan untuk serangan migrain akut. Mengapa terapi preventif semacam ini diperlukan ? Karena pencegahan migrain untuk jangka panjang mampu meningkatkan kualitas hidup pasien dengan mengurangi frekuensi. Propranolol. selain sebagai vasokonstriktor. Selain itu. 2007). sehingga tidak bisa . Dipiro. Sehingga seseorang yang menderita migrain tidak pelu berkali-kali merasakan serangan migrain yang maha hebat. propranolol adalah salah satu obat yang digunakan dalam terapi preventif migrain ini. 2000. 80% penderita migrain memang membutuhkan terapi preventif ini bagi migrainnya (Anonim. propranolol juga memiliki aksi ansiolitik dan mampu menurunkan aktivitas simpatetik (Anonim. et all. 2007). apaan tuh? Ya. praktolol. Obat yang telah mendapatkan persetujuan FDA (semacam Balai POM di Amerika) sebagai ³Gold Standard´ bagi preventif migrain ini (Anonim. 2001). yang sudah tentu akan sangat mengganggu aktivitas dan mengurangi kualitas hidupnya.

sangat disarankan oleh FDA (Dipiro.Headaches. Sebab diagnosis yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi. obat ini tidak bisa digunakan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit asma dan penyakit paru sebab obat ini di kontraindikasikan terhadap kondisi tersebut.org/consumer/presentations/migraine. 2000). Farmadral (Pratapa Nirmala).ppt . bisa juga digunakan sebagai preventif migrain namun propranolol lah yang paling sering digunakan (Anonim. mau yang generik atau yang bermerk. 2007. Hal ini akan sangat membantu penderita migrain dalam menentukan jenis obat seperti apa yang tepat untuk migrainnya. 2000). bronkospasme. 2001). 2000). dengan sediaan tablet seperti ini. atau bradikardi . 2007). Disarankan setiap penderita migrain untuk tidak segan-segan berkonsultasi dengan dokter atau provider kesehatan lainnya. 2000). DAFTAR PUSTAKA Anonim. sediaan dalam bentuk tablet sustained-release/tablet lepas-lambat. seperti apoteker. propranolol memiliki konsentrasi yang stabil dalam waktu 24 jam. Dipiro. Propadex (Dexa Medica). Dengan dosis awal atau dosis pada waktu pertama kali pemakaian yaitu sebesar 40 mg untuk satu kali pemakaian. sehingga tidak perlu repot untuk sering-sering minum obat ini setiap beberapa jam sekali. dan maksimum 320 mg dalam satu hari dengan 2-3 kali minum (Anonim. Obat ini bisa didapatkan di apotek-apotek terdekat dengan nama dagang Propranolol (generik). Hal lain yang perlu dicermati adalah efek samping dari obat ini. karena ada peringatan tertentu bagi kondisi ± kondisi khusus di atas. karena kita tentu tidak ingin mendapatkan penyakit baru setelah meminum obat ini sebagai akibat dari efek sampingnya. Efek samping yang bisa ditimbulkan dari propranolol ini adalah gagal jantung.digunakan untuk terapi preventif migrain (Asdie dan Dahlan. yaitu suatu kondisi dimana denyut jantung kita berada di bawah 60 denyutan/menit (Anonim. et all. terserah saja sebab meskipun dengan efek yang sama. What You Can Do For Your Migraine Headache. Berhati-hati pula bagi wanita hamil dan menyusui atau mereka yang memiliki penyakit hati dan gangguan ginjal bila menggunakan obat ini. Masyarakat bisa memilih obat-obat tersebut yang sesuai dengan kondisi finansialnya. Namun demikian. diambil dari http:// www. Karena. gangguan tidur. Sayangnya. 2000). ada juga Liblok (Holi) atau Inderal (Astra Zeneca). meskipun obat ini digunakan untuk pencegahan jangka panjang . tetapi sebenarnya terapi jangka panjang bukanlah sesuatu yang diharapkan maka terapi ini harus diulang setiap 6 bulan sekali (Anonim. dan maksimum dosis yang boleh dikonsumsi saat pertama kali adalah sebesar 240 mg untuk satu harinya. Sedangkan obat lainnya seperti Flunarizine dari golongan calcium channel blockers. gangguan saluran cerna. 2000. Sedangkan untuk dosis hari berikutnya adalah dimulai dari 40 mg. fatigue. Pada propranolol. dan hal ini tentu akan meningkatkan kepatuhan seseorang dalam terapinya (Anonim. harga dari masing-masing obat tersebut bisa sangat berbeda.

Jilid II. 2007 by farmakoterapi-info| Leave a comment Penggunaan Antibiotika Golongan Penisilin (Ampisilin) Dalam Terapi Sinusitis Akut Ferry Mahardika. letak ostiumnya lebih tinggi dari dasar. 64-64. Pharmacotherapy Handbook.http:// www. 196-197. di sekitar hiatus semilunaris yang sempit sehingga sering tersumbat. sinusitis akut merupakan infeksi yang berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu dan . et all. Berdasarkan perjalanan penyakitnya. Pada sinusitis akut.htm Anonim. 755-759. et all. 2000.org/consumer/educationindex. Sinus maksila merupakan salah satu sinus yang sering diderita. 2007. kemudian etmoid.Headaches. second edition. dasarnya adalah dasar akar gigi sehingga dapat berasal dari infeksi gigi dan ostiumnya terletak di meatus medius. Leave a comment Posted in Sistem Saraf-Hormon Penggunaan Antibiotika Golongan Penisilin (Ampisilin) Dalam Terapi Sinusitis Akut Posted on December 30. 594-603. Jakarta. Practice Parameter : Pharmacological Treatment Of Migraine Headache In Children And Adolescents : Report Of The American Academy Of Neurology Quality Standard Subcommittee And The Practice Committee Of The Child Neurology Society. Dipiro. Jakarta. Bila terjadi pada beberapa sinus maka disebut multisinusitis sedangkan bila mengenai seluruhnya disebut pansinusitis. Neurology.cipladoc. Informatorium Obat Nasional Indonesia. Buku Ajar. Asdie dan Dahlan. USA. diakses pada tanggal 23 Desember 2007 dari http:// www. Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan. Lewis.com/slides/migraine/management_of_migraine_files/frame. (078115051) Sinusitis adalah radang sinus pranasal. McGraw Hill. American Academy of Neurology Enterprises.Farm. Edisi Ketiga. tanggal 22 Desember 2007 Anonim. frontal.html#typehead. 2215-223. Ilmu Penyakit Dalam. dan sfenoid. Management of Migraine. Balai FKUI. S. 2001. 2004. 2000. USA. Inc. Depkes RI. Sinus maksila adalah sinus yang terbesar. mukosa sinus masih reversible sehingga masih dapat disembuhkan dan dengan tindakan konservatif.

Pada sinusitis frontal. nyeri terpusat di dahi atau seluruh kepala. nyeri terasa pada di bawah kelopak mata dan kadang menyebar ke alveolus dan terasa di gigi. Khusus pada anak akan terdapat gejala batuk berat di siang hari dan sangat mengganggu pada malam hari. Gejala subyektif terbagi atas gejala sistemik. retro orbital dan di sfenoid. ampisilin. Dalam terapi diberikan antibiotika selama 10-14 hari. eritromisin. amoksisilin-asam klavulanat dan klaritromisin telah terbukti secara klinis. Kuman penyebab sinusitis akut yang tersering adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae. nyeri pada daerah sinus. maka dapat diganti dengan antibiotika jenis ampisilin atau amoksisilin dikombinasikan dengan asam klavulanat yang digunakan pada kuman penghasil beta laktamase. . halitosis. Pada sinusitis maksila terlihat di pipi dan kelopak mata bawah. influenzae. Pemilihannya hampir selalu empirik karena kultur nasal tidak dapat diandalkan dan aspirasi sinus maksila merupakan kontra indikasi. Ampisilin dapat diberikan per oral tapi yang diabsorpsi tidak lebih dari separonya.-aminopenisilin dan punya mekanisme aksi yang sama. Pada sinusitis sfenoid.berdasarkan gejalanya disebut akut apabila terdapat tanda-tanda radang akut. asetil sefuroksim. Semua jenis penisilin memberikan reaksi alergi silang. Golongan penisilin merupakan antibiotik bakterisidal yang termasuk derivat natural dan semisintetis. Pemberian antihistamin pada sinusitis akut purulen tidak dianjurkan karena merupakan penyakit infeksi dan dapat menyebabkan sekret menjadi kental dan menghambat drainase sinus. kadang disertai mengi. dan spektrum antimikroba. Jenis amoksisilin. Pada sinus maksila. Pada anak yang sedang demam tinggi diatas 39° C. sefaklor monohidrat. ingus purulen dan sebelumnya menderita infeksi saluran nafas atas. Perbedaan signifikan diantara jenis penisilin adalah resistensinya terhadap inaktivasi asam lambung. penisilinase. Jika dalam 48-72 jam tidak ada perbaikan klinis. dicurigai adanya sinusitis akut terutama jika tampak edema periorbital yang ringan. yaitu demam dan lesu. Pada sinusitis etmoid. Dari anamnesis biasanya didahului oleh infeksi saluran pernafasan atas (terutama pada anak kecil). Absorpsi lebih rendah lagi jika terdapat makanan di dalam lambung. Pada sinusitis etmoid jarang bengkak kecuali bila ada komplikasi. nyeri di pangkal hidung dan kantus medius. pneumonia dan H. sakit kepala yang lebih berat pada pagi hari. lebih dari 7 hari. namun dapat diperpanjang sampai semua gejala hilang. Obat ini terutama diindikasikan untuk pengobatan eksaserbasi bronkitis kronis dan otitis media yang biasanya disebabkan oleh Str. pada sinusitis frontal terlihat di dahi dan kelopak mata atas. nyeri di verteks. Gejala obyektif tampak pembengkakan di daerah muka. oksipital. trimetoprim-sulfametoksazol. Ampisilin diekskresi ke dalam empedu dan urin. berupa pilek dan batuk yang lama. ingus kental. Semua golongan penisilin memiliki inti asam 6. serta gejala lokal yaitu hidung tersumbat. kadang nyeri di bagian mata terutama jika digerakkan.

Viccillin (Meiji Indonesia). Dalam pemakaian oral. E coli. Tablet 250 mg. coli. Opicillin (Otto). Kontraindikasi : sejarah hipersensitivitas terhadap penisilin Bentuk sediaan : Kapsul 250 mg. Itrapen (Itrasal). Penbiotic (Bernofarm). Meningitis (injeksi) : infeksi karena Neisseria meningitides. Ronexol (Zenith). dan Salmonella sp. Ampi (Interbat). E. 500 mg/vial. Biopenam (Micosin). 500 mg. Ampex (Pharmac Apex). serta Neisseria gonorrhoeae nonpenisilinase. Decapen (Harsen). enterococcus. dan Listeria monocytogenes. Standacillin (Novartis Indonesia). staphylococcus nonpenisilinase dan produksi penisilinase. 1g/vial. Salmonella typhosa dan lainnya. Sirup 125 mg/5 ml. coli. Kaptab 250 mg. Kalpicillin (Kalbe Farma). Dancillin (Dankos). obat sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan atau 2 jam setelah makan agar absorbsi dapat meningkat. Binotal (Bayer Farma Indonesia). P. Shigella. Tiphosa. Streptococcus grup B. Mirabilis. Endokarditis karena enterococcus : 12 g/hari iv dalam dosis terbagi tiap 4 jam ditambah gentamisin 1 mg/kg im atau iv tiap 8 jam selama 4-6 minggu. Pada saluran Genito Urinari (GU) : infeksi karena E coli. 500 mg. Serbuk Inj. Amcillin (Dumex Alpharma Indonesia). Bannsipen (Darya Varia). S. 500 mg. Pada saluran Gastro Intestinal (GI) : infeksi karena Shigella. P. Proteus mirabilis dan enterococcus. Ambripen (Infarmind). Indikasi : Pada saluran nafas : infeksi karena Haemophylus influenzae nonpenisilinase. E.Obat Nama Generik : Ampicilin Nama Dagang : Ambiopi (Mersifarma). Dexypen (Dexa Medica). Pharocillin (Pharos). streptococcus termasuk Streptococcus pneumoniae. Cetacillin (Soho).250 mg/vial. 250 mg/5 ml. Sanpicillin (Sanbe). Arcocillin (Armoxindo). staphylococcus. 2 g/vial. Dosis dan aturan pakai : Rute parenteral ( im atau iv) digunakan untuk infeksi moderat sampai berat dan bagi pasien yang tidak bisa minum obat. Primacillin (Medikon). Bintapen (Bintang Toedjoe). Bimapen (Bima Mitra). . mirabilis. enterococcus. Parpicillin (Prafa). dan salmonella lain. Septikemi dan endokarditis (injeksi) : infeksi karena Streptococcus.

stomatitis. hematuri. rasa lidah tidak enak. Resiko khusus : Reaksi hipersensitivitas : reaksi hipersensitivitas berat sampai fatal terjadi. halusinasi. Renal : nefritis interstisial (misal oliguri. vasodilatasi. neurogenik bladder. reaksi vasovagal. gagal ginjal. muntah. proteinuri. . dilanjutkan im tiap 3-4 jam Infeksi GI dan GU selain N gonorrhoeae : oral > 20 kg 500 mg tiap 6 jam. < 20 kg 100 mg/kg/hari tiap 6 jam. proteinuri. < 40 kg 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi. nyeri perut. berikan iv selama 3 hari. < 40 kg 50 mg/kg/hari iv atau im dalam dosis terbagi dengan interval 6-8 jam Adverse reaction : Kardiovaskuler : cardiac arrest. sianosis pada ekstrimitas dan kerusakan neuromuskuler. CNS : neurotoksisitas ( manifestasi : lethargy. konvulsi dan seizure ). hiperiritasi neuromuskuler. sinkop. gastritis. takikardi palpitasi. ganngren. hipotensi. parenteral • 40 kg 500 mg iv atau im tiap 6 jam. Penisilin lewat plasenta. pyuri) jarang terjadi. Tidak cukup bukti pada pemberian wanita hamil. Reaksi anafilaksis lebih sering terjadi pada pemberian parenteral dibanding oral. atropi. diare. Penggunaan selama kehamilan sebaiknya dihindari. Hematologi : pendarahan abnormal lebih sering terjadi pada pasien gagal ginjal. impotensi. Geniro Urinari : vaginitis. kolitis pseudomembran. mulut kering. emboli paru. Kehamilan : kategori B. ulser kulit. Lokal : nyeri pada tempat injeksi.Infeksi saluran nafas dan jaringan lunak : pasien • 40 kg 250-500 mg tiap 6 jam. mual. hematuri. interval 6-8 jam.5 g diberikan bersama 1g probenesid. hipertensi pulmoner. N gonorrhoeae : oral 3. Meningitis bakterial : dewasa/anak 150 -200 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 3-4 jam Septikemi : dewasa/anak 150-200 mg/kg/hari. Gastro Intestinal : glossitis.

Media Aesculapius FKUI. Dapat menyebabkan diare.. 2001. edisi revisi. selain itu bakteri . Pendahuluan Demam Tifoid atau Tifus merupakan penyakit infeksi akut pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. 2000.. Jakarta.Laktasi : penisilin diekskresi di asi pada kadar rendah. Obat-Obat Penting Untuk Pelayanan Kefarmasian. Peter. Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada. Daftar Pustaka Anonim. dkk. KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN. Arif.. C. 2007 by farmakoterapi-info| 7 Comments PENGGUNAAN ANTIBIOTIK KLORAMFENIKOL SEBAGAI TERAPI PENYAKIT TIFUS ( DEMAM TIFOID ) Adrianus Arinawa Yulianta ( 07 8115 041 ) 1. Mackay. edisi ketiga jilid pertama. Masa inkubasi sampai 18 hari. Yogyakarta. 1997. W. Jakarta. Leave a comment Posted in Sistem Pernapasan PENGGUNAAN ANTIBIOTIK KLORAMFENIKOL SEBAGAI TERAPI PENYAKIT TIFUS ( DEMAM TIFOID Posted on December 30. Hayes. Dirjend POM. kandidiasis atau alergi pada bayi yang minum asi. Jakarta. Thomas. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sebagian bakteri ini dapat dimusnahkan oleh asam lambung tetapi ada sebagian lagi yang masuk ke usus halus dan mencapai jaringan limfoid dan bersarang di jaringan tersebut. Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000. 2006. Disebarkan melalui perpindahan dari manusia ke manusia terutama pada keadaan hygiene buruk. Departemen Kesehatan. Diagnosis dan Terapi. Bakteri ini dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui makanan dan air yang tercemar. Mansjoer. Anonim.

pakaian. Pasien har s istirahat total sampai u minimal 7 hari bebas demam atau kurang lebih selama 14 hari. lidah tifoid (kotor ditengah. nyeri otot.ini juga bersarang di limpa. batuk dan peningkata suhu n badan. Lanacetine (Landson) . kemudian dosis diturunkan menjadi 2 x 250mg selama 5 hari kemudian ). Gejala-gejala yang muncul bervariasi. norfloksasin 2 x 400 mg/hari selama 14 hari. fleroksasin 400 mg/hari selama 7 hari). Kotimoksazol 2 x 2 tablet ( 1 tablet mengandung 400mg sulafametoksazol-80mg trimetropin. diberikan selama 2 minggu). konstipasi atau diare. Selama penyembuhan harus dijaga kebersihan badan. Aktifitas dilakukan bertahap sesuai dengan pulihnya kekuatan pasien. Istirahat dan perawatan yang profesional ini bertujuan untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Ampisilin/Amoksisilin ( dosis 50-150 mg/kg BB.Obat 1. anoreksia. muntah. splenomegali. dan akhirnya nasi sesuai dengan tingkat kesembuhan pasien. ofloksasin 600 mg/hari selama 7 hari. sakit kepala. hari kedua 4 x 500mg. B. Endotoksin atau racun dari Salmonella typhi berperan dalam proses inflamasi lokal pada jaringan tempat bakteri tersebut berkembang biak. dan peralatan yang dipakai. diberikan selama 2 minggu ). Sefalosporin generasi II dan III biasanya demam mereda pada hari ke-3 atau menjelang hari ke-4 ( obat yang dipakai seftriakson 4 g/hari selama 3 hari. pusing. dalam minggu pertama sama dengan penyakit infeksi akut pada umumnya yaitu demam. pefloksasin 400 mg/hari selama 7 hari. Juga diperlukan pemberian vitamin dan mineral yang cukup untuk mendukung keadaan umum pasien. Penggunaan antibiotik untuk menghentikan dan memusnahkan penyebaran bakteri. hepatomegali. Penatalaksanaan terapi demam tifoid. diberikan selama demam dilanjutkan sampai 2 hari bebas demam. Farsycol (Ifars). Antibiotik yang dapat digunakan adalah klorafenikol ( dosis hari pertama 4 x 250 mg. gangguan kesadaran berupa samnolen sampai koma. siprofloksasin 2 x 500 mg/hari selama 6 hari. Diet dan terapi penunjang pertama pasien diberi bubur halus. kemudian bubur kasar. Dalam minggu kedua gejala-gejala menjadi lebih jelas berupa demam. sehingga terjadi demam. mual. Salmonella typhi dan endotoksinnya merangsang sistesis dan pelepasan zat pirogen dan leukosit pada jaringan yang meradangt. tepid an ujung merah dan tremor). Kalmicetine (Kalbe Farma). perasaan tidak enak pada perut. tempat tidur. bradikardi relative. meteorismus. Nama generik : Klorafenikol Nama dagang Indonesia : Combisetin (Combiphar). hati dan bagian-bagian lain system retikuloendotelial.

neuritis perifer. DepKes RI. Klorafenikol terakumulasi dalam darah pada bayi khususnya ketika pemberian dalam dosis tinggi ini yang menyebabkan Gray-baby syndrome. glositis. Dosis dan aturan pakai : Dewasa : 50 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam. bruselosis. Kontraindikasi : Hipersensitif. mual. Bayi < 2 minggu: 25 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis terbagi tiap 6 jam. terjadi hanya 1 pada 25. influenza (terutama meningitis). diperkirakan karena pengaruh genetic dan terjadi tidak secara langsung pada saat menggunakan kloramfenikol tetapi muncul setelah beberapa minggu atau beberapa bulan setelah pemakaian Gray-baby syndrome : terjadi pada bayi yang lahir premature dan pada bayi umur < 2 minggu dengan gangguan hepar dan ginjal. psitakosis. sindrom grey pada bayi premature dan bayi baru lahir. 2000. H. muntah.000-40. stomatitis. sirup 125 ml/5 ml. 1g/vail. Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000. eritema multiforme. menyusui. infeksi berat karena Salmonella sp. disentri. pasien porfiria Bentuk sediaan : Kapsul 250 mg. gastroenteristis. Efek samping : Kelainan darah reversible dan ireversibel seperti anemia aplastik anemia (dapat berlanjut menjadi leukemia). rickettzia. Berikan dosis lebih tinggi untuk infeksi lebih berat. kehamilan. depresi sumsum tulang Resiko khusus : Anemia aplastik : jarang terjadi. suspensi 125 mg/5 ml. 500 mg. Jakarta. Anak : 50-75 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam. limfogranuloma.Indikasi : Pengobatan tifus (demam tifoid) dan paratifoid. reaksi hipersensitivitas misalnya anafalitik dan urtikaria. serbuk injek. anemia. neuritis optic. diare.000 penggunaan klorafenikol. Setelah umur 2 minggu bayi dapat menerima dosis sampai 50 mg/kgBB/ hari dalam 4 dosis tiap 6 jam. Daftar Pustaka Anonim. . hemoglobinuria nocturnal.

Richard. Namun demikian. edisi ketiga jilid pertama.. Peter. untuk mempertahankan selektivitasnya. 2007 by farmakoterapi-info| 2 Comments I. Penerbit Buku Kedokteran. SASARAN TERAPI Bisoprolol adalah zat penyekat (blocker) adrenoreseptor . STRATEGI TERAPI a. 2000. Mansjooer. Diagnosis dan Terapi. Reese. Betts. edisis revisi.. 2006. Menurut JNC7 tekanan yang disarankan yaitu di bawah 140/90 mmHg. Handbook of Antibiotics..Farm. Adistyawan Yoga Wicaksono S. 7 Comments Posted in Infeksi PENGGUNAAN BISOPROLOL FUMARAT PADA PASIEN HIPERTENSI. EGC. Mackay. USA. Jakarta. Gumustop. E. Lippncott Williams & Wilkins. penting untuk menggunakan dosis efektif terendah. F. Sasaran terapinya selektif pada adrenoreseptor 1 (kardioselektif) tanpa aktivitas stabilisasi membran yang signifikan atau aktivitas simpatomimetik intrinsik pada dosis terapi. pada dosis tinggi (>20 mg) bisoprolol juga menghambat adrenoreseptor 2 yang terutama terdapat pada otot-otot bronkus dan pembuluh darah. Robert...(078115040) Posted on December 30.Anonim. TUJUAN TERAPI Tujuan terapi hipertensi adalah menurunkan tekanan darah hingga taraf yang direkomendasikan. Bora.. Hayes. 1997. Thomas. C. KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN . Untuk pasien hipertensi disarankan untuk:  mengurangi makan makanan berlemak . 3rd Edition. W. Media Aeculapius FKUI. Arif. II. Terapi non farmakologi Terapi non fermakologis adalah terapi tanpa menggunakan obat. dkk. Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada. 2001. Obat-Obat Penting ´Untuk Pelayanan Kefarmasian. Philadelphia. III. sifat kardioselektifnya tidak mutlak.

IV. bradikardia sinus. pengobatan dengan bisoprolol menurunkan kejadian takikardia yang diinduksi oleh aktivitas fisik dan isoproterenol. Kontraindikasi  Pasien yang hipersensitif terhadap bisoprolol. Bentuk sediaan Bisoprolol yang beredar di pasaran semuanya berada dalam bentuk sediaan tablet salut selaput dengan kekuatan 2.dan hidroklorotiazid dosis rendah (6. HAPSEN® (Pharos). Dengan berkurangnya produksi renin. Indikasi: Bisoprolol diindikasikan untuk pengobatan hipertensi. OBAT PILIHAN A. Salah satu obat pilihan yang dapat digunakan yaitu obat golongan -blocker (bisoprolol). Terapi Farmakologis Terapi farmakologi yaitu penanganan penyakit dengan menggunakan obat.25 mg) untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi ringan sampai sedang. Nama Generik: Bisoprolol B. Nama Dagang di Indonesia: B-BETA® (Ferron). ginjal dan neuron adrenergik perifer.Pada orang sehat. Bisoprolol juga dapat diberikan bersamaan dengan diuretik tiazid. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 10-20 mg sekali sehari. Efek tersebut menetap selama 24 jam pada dosis • 5 mg. D.     tidak merokok tidak mengkonsumsi alkohol kurangi makan makanan yang banyak mengandung garam olah raga ringan secara teratur hindari aktivitas yang berlebih b. CONCOR ® (Merck). Efek maksimum terjadi dalam waktu 1-4 jam setelah pemakain. MAINTATE® (Tanabe Indonesia) BISOPROLOL FUMARAT OGB dexa (Dexa Medica). E. kelainan jantung. Dosis dan Aturan Pakai Dosis awal yang biasa digunakan yaitu 5 mg sekali sehari. D.  Bisoprolol dikontraindikasikan pada penderita cardiogenic shock. Obat golongan ini merupakan obat utama pada penderita hipertensi ringan sampai moderat dengan penyakit jantung koroner atau dengan aritmia. Bekerja dengan menghambat reseptor 1 di otak. maka cardiac output akan berkurang yang disertai dengan turunnya tekanan darah. E. di mana 1 merupakan reseptor yang bertanggung jawab untuk menstimulasi produksi katekolamin yang akan menstimulasi produksi renin. bisa juga digunakan sebagai monoterapi atau kombinasi dengan antihipertensi golongan lain.5 mg dan 5 mg. C. Efek Samping .

. sakit dada. Inc. hipotensi dan gagal jantung. 6th edition. mual. 2006.. USA Katzung. CMP Medica. Pada gastrointestinal: nyeri perut. 2005. Penggunaan bisoprolol dapat menutupi beberapa bentuk hipoglikemia khususnya takikardia. Pharm D. Dipiro. dan Bertram. ansietas. Basic and Clinical Pharmacology. tetapi bisoprolol dapat digunakan secara hati-hati pada penderita bronkospastik yang tidak menunjukkan respon atau tidak toleran terhadap pengobatan antihipertensi lain. Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach. gatal-gatal.iritasi kulit.T. bronkospasme. 2004. Pada kulit: kulit kemerahan. dermatitis eksfoliatif Pada pernafasan: asma. USA 2 Comments Posted in sistem Kardiovaskular PENGGUNAAN NNRTIs (NON-NUCLEOSIDE REVERSE TRANSCRIPTASE INHIBITORS)-Based Regimens UNTUK PENGOBATAN HIV (Human Immunodeficiency Virus) PADA PEDIATRI Posted on December 30. The McGrawHill Company. PUSTAKA Anonim. 2007 by farmakoterapi-info| Leave a comment . Penggunaan bersama rifampisin dapat meningkatkan bersihan metabolit bisoprolol. MIMS 103rd edition. J. vertigo. Interaksi Obat y y y Bisoprolol sebaiknya tidak dikombinasikan bersama obat-obatan golongan -blocker Bisoprolol sebaiknya digunakan secara berhati-hati bila diberikan bersama dengan obat-obat penekan otot jantung atau konduksi AV seperti kalsium antagonis khususnya fenilalkilamin (verapamil) dan golongan benzotiazepin (diltiazem) atau obat-obat antiaritmik seperti disopiramid. konstipasi. The McGraw-Hill Company. 5th edition. USA Tatro. G. sinusitis F. A to Z Drug Facts.y y y y y Pada sistem saraf pusat: sakit kepala. gastritis. Resiko Khusus y y y y Hati-hati bila diberikan pada pasien dengan kelainan ginjal dan hati. 2007. Pada kardiovaskular: bradikardia. muntah.. Indonesia. palpitasi. David S. M. V. G. cold extremities. 10th edition. Obat ini sebaiknya tidak diberikan pada penderita dengan kelainan jantung Pada penderita bronkospastik sebaiknya tidak diberikan obat-obat golongan -blocker karena sifat selektivitas beta-1 yang relatif. jerawat.. Wolters Kluwer Health. diare. batuk. Oleh karena itu penderita hipoglikemia atau diabetes yang mendapat insulin atau obat-obatan hipoglikemia harus hati-hati. konsentrasi berkurang.

CD4 adalah reseptor pada limfosit T4 yang menjadi target sel utama HIV. Virus tersebut masuk ketubuh manusia terutama melalui darah. Salah satu indikator yang digunakan untuk mendeteksi HIV adalah CD4.PENGGUNAAN NNRTIs (NON-NUCLEOSIDE REVERSE TRANSCRIPTASE INHIBITORS)-Based Regimens UNTUK PENGOBATAN HIV (Human Immunodeficiency Virus) PADA PEDIATRI Bernadus Gallaeh Rama Erga Satria (078115005) (Download Guideline) PENDAHULUAN HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia. Penurunnya jumlah CD4 akibat HIV adalah sekitar 50-100/mm3 /tahun sehingga bila tanpa pengobatan rata-rata masa infeksi HIV sampai menjadi AIDS adalah 8 ± 10 tahun. . Tidak bisa kita pungkiri bahwa HIV dapat menular melalui transmisi antara ibu dengan anak. Bayi yang dihasilkan dari hubungan sex antara orang tua yang salah satunya atau kedua-duanya mengidap HIV tersebut akan mengidap HIV semenjak bayi tersebut ada dikandungan dan akan terus berlangsung ketika bayi tersebut dilahirkan. semen dan sekret vagina. serta transmisi dari ibu ke anak. Pada saat ini pasien HIV yang mendapat perhatian cukup besar adalah pasien pediatri. terutama CD4+ T cell dan macrophage . Infeksi HIV menyebabkan pengurangan sistem kekebalan tubuh dengan cepat (pengurangan imun). dimana jumlah CD4 akan mencapai kurang dari 200/mm3. komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. HIV merupakan penyebab dasar AIDS (Acquired immune Deficiency Syndrome) yang merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh secara bertahap yang disebabkan infeksi HIV. Penurunan sistem kekebalan tubuh ini akan memudahkan tubuh terserang penyakit ± penyakit yang lain terutama penyakit yang berhubungan dengan infeksi.

STRATEGI TERAPI A. tujuan dari terapi ARV pada pediatri adalah untuk menekan perkembangbiakan atau replikasi virus HIV. Kapan terapi dimulai Masalah yang timbul pertama kali dalam pelaksanaan terapi ARV adalah kapan terapi tersebut dimulai. Ada beberapa pilihan pelaksanaan terapai yaitu memulai terapi sejak dini atau menunggung sampai muncul tanda ± tanda atau gejala HIV. Berdasarkan ARV yang ada pada saat ini.SASARAN TERAPI Sasaran dari terapi ARV pada pediatri adalah HIV (human immunodeficiency virus) yang merupakan retrovirus penginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia TUJUAN TERAPI Terapi ARV yang ada pada saat ini belum mampu menghilangkan HIV karena lamanya waktu paro dari sel CD4 yang terinfeksi. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan saat memulai terapi pada pediatri) adalah: y y y Tingkat HIV RNA Jumlah CD4 Simtom / gejala klinis Berikut adalah tabel kriteria pelaksanaan terapi ARV pada pediatri: .

dan virologik. maka perlu dipertimbangkan penggunaan ARV berdasarkan parameter klinis. Obat ± obat tersebut terbagi dalam beberapa golongan: Nucleoside analogue atau nucleotide analogue reverse transcriptase inhibitor (NRTIs. Obat apa yang harus digunakan Sejak September 2006 sudah ada 22 antiretroviral yang dapat digunakan pada pengobatan HIV pada orang dewasa namun hanya 13 antiretroviral yang disetujui untuk digunakan pada anak-anak. dan fusion inhibitor. protease inhibitor . B. non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTIs). imunologik. y y Asimtomatik : CDC clinical category N Simtomatik : CDC clinical category A. dan C B. Terapi yang dianjurkan pada anak ± anak adalah antiretroviral kombinasi yang terdiri dari 3 obat dan minimal berasal dari 2 golongan obat karena terapi dengan ARV kombinasi terbukti .(Lihat ukuran sebenarnya) Keterangan: y y Perawatan ditunda: data klinis dan data lab harus dievaluasi setiap 3 ± 4 bulan Dipertimbangkan : Karena infeksi HIV berkembang lebih cepat pada anak ± anak dibandingkan orang dewasa. NtRTIs).

Keuntungan NNRTI: y Resiko dislipidemia dan fat maldistribution lebih rendah dibandingkan protese inhibitor (PI) y Mudah digunakan karena ada dalam bentuk sediaan cair Kerugian NNRTI: y y Resiko terjadinya kasus Steven-Johnson syndrome dan hepatic toxicity Potensial terhadap interaksi obat karena NNRTI mempengaruhi hepatic enzim seperti CYP3A4 meskipun pengaruhnya lebih rendah dibandingkan PI Obat yang dianjurkan: y Efavirenz dikombinasikan dengan 2 NRTIs untuk anak ± anak usia > 3 tahun . NNRTI-Based Regimens (1 NNRTI + 2NRTI backbone): NNRTI atau non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor merupakan salah satu golongan ARV yang bekerja pada tahap replikasi virus. NNRTI-based dan PI-based merupakan first line pengobatan HIV pada pediatri sedangkan NRTI-based merupakan second line yang digunakan bila pengobatan first line tidak dapat menunjukkan hasil yang optimal. NNRTI akan berikatan dengan enzim reverse transcriptase sehingga dapat memperlambat kecepatan sintesis DNA HIV atau menghambat replikasi (penggandaan) virus. dan NRTI-based (3 NRTI drug). PI-based (2 NRTIs + PI).dapat menjaga imun (sistem kekebalan tubuh) dan menghambat perkembangan penyakit (HIV). Obat ini merupakan salah satu obat pilihan terapi HIV pada pediatri. Antiretoviral kombinasi yang digunakan untuk terapi HIV pada pediatri terbagi menjadi tiga golongan: NNRTI-based (2 NRTIs + NNRTI).

y Nevirapine dikombinasikan dengan 2 NRTIs untuk anak ± anak usia < 3 tahun atau untuk pasien yang membutuhkan bentuk sediaan cair Obat yang tidak dianjurkan: Delavirdine Efavirenz Keuntungan: y Dapat diberikan bersamaan dengan makanan tapi hindari makanan berlemak. Tablet: 600 mg. 100 mg. Pediatric dose: Aturan pakai: Diberikan satu kali sehari (once daily) Efek samping: . dosis. dan 200 mg. Lebih baik diberikan saat perut kosong y y Pemberian dilakukan satu kali sehari (once daily) Aktivitas antireoviral cukup kuat Kerugian: y Neuropsychiatric side effects (dapat diatasi dengan pemberian sebelum tidur) Nama dagang di Indonesia: Sustiva (Bristol-myers) Indikasi: HIV Infection Kontra indikasi: Breast feeding Bentuk sediaan. dan aturan pakai: Bentuk sediaan : kapsul: 50 mg.

depression. dan aturan pakai: y y Bentuk sediaan : Tablet: 200 mg. diarrhea. dosis. Pediatric dose: 120 ± 200 mg per m2 luas permukaan tubuh diberikan dua kali sehari.Steven-johnson syndrom. y Aturan pakai : Diberikan satu kali sehari sebagai dosis awal dan dapat ditingkatkan menjadi dua kali sehari . nausea. Dosis awal 120 mg per m2 luas permukaan tubuh diberikan sekali sehari selama 14 hari. dizziness Nevirapine Keuntungan: y Dapat diberikan bersamaan dengan makanan tapi hindari makanan berlemak. vomiting. 4 mg/KgBB untuk anak dengan usia > 8 tahun. Lebih baik diberikan saat perut kosong y y Tersedia dalam bentuk sediaan cair Aktivitas antireoviral cukup kuat Kerugian: y y Neuropsychiatric side effects (dapat diatasi dengan pemberian sebelum tidur) Resiko reaksi hipersensitifitas dan rash atau ruam lebih tinggi dibandingakan NNRTIs yang lain y y Resiko Hepatic toksisitas lebih tinggi dibandingkan efavirenz Dosis awal rendah kemudian ditingkatkan secara bertahap Nama dagang di Indonesia: Viramune (Bohringer-ingelheim) Indikasi: HIV Infection Kontra indikasi: Breast feeding Bentuk sediaan. Suspensi: 10 mg/mL. Jika tidak terjadi efeksamping seperi rash / ruam dosis dapat ditingkatkan menjadi 200mg per m2 diberikan dua kali sehari atau 7mg/KgBB dua kali sehari untuk anak dengan usia <8 tahun. abdominal pain. anxiety.

dizziness NRTI backbone NRTI atau Nucleoside/Nucleotide Reverse Transcriptase Inhibitors merupakan ARV yang juga bekerja pada tahap replikasi virus. abdominal pain. dosis. diarrhea. nausea. vomiting. dizziness. Syrup: 10 mg/mL Pediatric dose: 160 mg per m2 luas permukaan tubuh. anxiety. NRTI backbone adalah kombinasi 2 NRTI yang digunakan bersamaan dengan NNRTI yang fungsinya menguatkan kerja antiretroviral. DNA yang dihasilkan oleh reverse transcriptase akan rusak sehingga menghambat replikasi virus. Perbedaan antara NRTI dengan NNRTI terletak pada mekanisme kerjanya. didanosine + lamivudine. dan aturan pakai: y Bentuk sediaan : Kapsul: 100 mg. Dengan menggunakan nucleotide dari NRTI. hyperbilirubinemia Bentuk sediaan. Zidovudine Nama dagang di Indonesia: Retrovir (GlaxoSmithKline) Indikasi: Infeksi HIV asimtomatik Kontra indikasi: Haemoglobin rendah. Tablet: 300 mg. drowsiness Lamivudine . NRTI mengandung nucleotide yang digunakan oleh enzim reverse transcriptase untuk mengubah RNA menjadi DNA. neuropathy. neutrofil rendah.Efek samping: Steven-johnson syndrom. Kombinasi NRTI yang dianjurkan adalah zidovudine + lamivudine. Aturan pakai : Diberikan diberikan setiap 8 jam y y Efek samping: Anemia. dan zidovudine + didanosine. depression.

Edisi 6. hipoglikemi.Nama dagang di Indonesia: 3TC ( GlaxoSmithKline) Indikasi: Infeksi HIV Kontra indikasi: Hipersensitifitas. 233. Tablet kunyah: 100mg Pediatric dose: 4 mg/KgBB. pasien dengan neutrofil yang rendah Bentuk sediaan. neuropathy. dosis. Guidelines for the use of Antiretroviral Agents in Pediatric HIV Infection. dosis maksimal 150 mg Aturan pakai : Diberikan diberikan dua kali sehari y y Efek samping: Pancreasistis.gov . dan aturan pakai: y Bentuk sediaan : Solution: 10mg/mL. rhabdomyolysis.150mg per m2 luas permukaan tubuh Aturan pakai : Diberikan diberikan dua kali sehari(setiap 12 jam) y y Efek samping: Pancreasistis. Anonim 2006. www. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi. 300mg Pediatric dose: 90 . neuropathy. hipoglikemi. mual DAFTAR PUSTAKA Anonim 2007. dosis.aidsinfo. 150mg. dan aturan pakai: y Bentuk sediaan : Solution: 10mg/mL. Jakarta. 5mg/mL. diare. rhabdomyolysis Didanosine Nama dagang di Indonesia: Videx (Bristol-Myers Squibb) Indikasi: Terapi pada dewasa dan anak ± anak dengan infeksi HIV lanjut Kontra indikasi: Hipersensitivitas Bentuk sediaan. Info Master. Tablet: 100mg.

di sekitar puting payudara wanita. Tungau betina membuat terowongan di bawah lapisan kulit paling atas dan menyimpan telurnya dalam lubang. Royal Pharmaceutical Society of Great Britain. seprei dan benda-benda lainnya yang digunakan secara bersama-sama. . 2006. sikut.Anonim. masa hidupnya hanya sebentar dan pencucian biasa bisa menghancurkan tungau ini. Lubang/terowongan tungau dan gatal-gatal paling sering ditemukan dan dirasakan di sela-sela jari tangan. Edisi 52. British Medical Association. Beberapa hari kemudian akan menetas tungau muda (larva). S. 328. 2007 by farmakoterapi-info| 2 Comments Krim Permethrin 5% untuk Pengobatan Scabies Disusun oleh : Liana Yuliawati Sadana. Tungau ini ukurannya cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang dan sering menular diantara orang-orang yang tidur besama. Scabies mites tertarik pada bau dan kehangatan dari manusia. Lubang tungau tampak sebagai garis bergelombang dengan panjang sampai 2. Kadang tungau ditularkan melalui pakaian. Leave a comment Posted in Sistem Imun Krim Permethrin 5% untuk Pengobatan Scabies Posted on December 30. Ciri khas dari scabies adalah gatal-gatal hebat. Infeksi jarang mengenai wajah. alat kelamin pria (penis dan kantung zakar). Sarcoptes scabiei. pada pergelangan tangan. Farm. ketiak. British National Formulary. kadang pada ujungnya terdapat beruntusan kecil. yang biasanya semakin memburuk pada malam hari. 078115017 Scabies disebabkan oleh mite (tungau). kecuali pada anak -anak dimana lesinya muncul sebagai lepuhan berisi air. Infeksi menyebabkan gatal-gatal hebat. Lama-lama terowongan ini sulit untuk dilihat karena tertutup oleh peradangan yang terjadi akibat penggarukan. kemungkinan merupakan suatu reaksi alergi terhadap tungau.5 cm. di sepanjang garis ika t pinggang dan bokong bagian bawah.

Kemudian bisa diulangi dalam kurun 1 minggu. dengan disertai edukasi mengenai metode dan luas permukaan yang diaplikasikan. Pengobatan terdirei dari aplikasi tunggal selama 8-12 jam. kelipatan dosis dari ivermectin ( setiap 2 minggu untuk 2-3 dosis) ditambah terapi topikal dengan permethrin sekali setiap minggu bisa efektif ketika pengobatan secara topikal dan oral terapi gagal dilakukan. Pengobatan ditujukan untuk membunuh tungau scabies dan mengkontrol dermatitis. Maka dari itu harus dilakukan biopsy untuk memastikan infeksi disebabkan oleh apa. Pasien yang hamil harus diobati hanya bila mereka punya riwayat penyakit scabies.Ada banyak infeksi tungau (mite) yang bukan merupakan scabies. Permethrin 5% cream bisa diaplikasikan sekali untuk 12 jam atau sulfur 5% ± 6% dalam petrolatum diaplikasikan setiap malam selama 3 malam dari tulang selangkang kebawah bisa digunakan. Pada orang-orang immunocompetent. pengobatan menggunakan ivermectin pada dosis 200 mcg/kg efektif pada sekitar 75% kasus dengan dosis tunggal dan 95% dari kasus dengan dua kali dosis setiap 2 minggu sekali. Dalam kasus ini. Pruritic papules yang berkepanjangan bisa diobat dengan kortikosteroid berkekuatan sedang-tinggi atau dengan intralesional triamcolone acetonide (2. Sarcopic mange mites bisa terbawa pada manusia tetapi tidak bisa menggali kulit manusia. Kecuali kalau pengobat n ditujukan kepada semua a anggota keluarga yang terkena maka infestasi kembali akan terjadi.1% cream untuk mengobati dermatitis nya. Permethrin 5% cream efektif dan aman digunakan dalam terapi manajemen scabies.5-5 mg/mL). yang akan bertahan untuk beberapa bulan setelah pemberantasan tungau. Kebanyakan gagalnya pengobatan scabies berhubungan dengan salah penguna n obat atau a pengobatan yang tidak tuntas. ulangi pengobatan dengan permethrin sekali setiap minggu untuk 2 minggu. maka meraka harus diobati secara terpisah. Hal yang da dilakukan adalah pat mencuci benda-benda yang kontak langsung dengan penderita pada suhu di atas 50 °C atau menggunakan obat topikal. Pengobatan scabies harus dilakukan secara menyeluruh pada semua penderita dalam satu lingkungan seperti semua anggota keluarga dalam satu waktu. Selimut dan baju harus dicuci atau dibersihkan atau disingkirkan selama 14 hari dalam kantong plastic. Apabila pyoderma lanjutan ada. Jika hewan terinfeksi tungau mange. Tungau scabies pada manusia (Human scabies mites) bukan merupakan sarcopic mange mites yang mengenai hewan. maka harus diobati dengan sistemik antibiotic. Pada immunosuppressed host dan mereka dengan crusted (hyperkeratotic) scabies. Bisa digunakan triamcolone 0. Pasien akan terus mengalami gatal-gatal selama beberapa minggu setelah pengobatan. .

Pengaplikasian berusalng dibutuhkan untuk mengobati penyakit scabies diantara komunitas orang.Kontra indikasi Hipersensitif terhadap Permethrin.Nama dagang di Indonesia Scabimite cream 5% dari Galenium Pharmacia.Cara pemakaian Permethrin cream digunakan untuk sekali pemakaian. terutama daerah belakang telinga. c.Indikasi Permethrin cream 5% digunakan untuk terapi investasi Sarcoptes scabiei. a. Hal ini memperlambat repolarisasi dinding sel dan akhirnya terjadi paralise parasit. Permethrin dimetabolisir dengan cepat di kulit.Obat pilihan yang disarankan untuk terapi Scabies adalah Scabimite cream dengan bahan aktif nya permethrin 5%. lipatan bokong dan sela-sela jari kaki. Dianjurkan pengolesan pada malam hari kemudian dicuci pada keesokan harinya. 30 g. d. tetapi kulit juga merupakan sebuah tempat metabolisme dan konjugasi metabolit. e.Bentuk sediaan Cream 5% x 10 g. Permethrin juga diabsorbsi setelah pengaplikasian secara topikal. Oleskan Permethrin cream merata pada seluruh permukaan kulit mulai dari kepala sampai ke jari-jari kaki. Pengaplikasian 5% permethrin cream biasanya cukup untuk mebuat hilang ektoparasit dan pengurangan dari simptom (biasanya pruritus). f. . Lama pemakaian selama 8-12 jam. b. hasil metabolisme yang bersifat tidak aktif akan segera diekskresi melalui urine.Farmakologi Permethrin bekerja dengan cara mengganggu polarisasi dinding sel syaraf parasit yaitu melalui ikatan dengan Natrium. Pirethroid sintetis atau Pirethrin.

hipestesi serta ruam kulit. gatal.Efek samping Dapat timbul rasa panas seperti terbakar yang ringan. level dari permethrin dalam air susu setelah diaplikasikan secara topikal diketahui sangat rendah.g. yDiaplikasikan secara tunggal (sekali pemakaian) yNon-neurotoxic scabicide.Resiko khusus yNeonates Tidak ada penelitian yang secara spesifik dilakukan untuk pengujian keamanan permethrin pada neonates. yKeamanan dan keefektifan pada anak-anak berumur kurang dari 2 bulan belum diumumkan. h. Pengobatan dengan Scabimite bisa secara sementara memperburuk kondisi ini. edema dan erythema. yIbu menyusui Perhatian ditujukan pada ibu yang sedang menyusui apabila menggunakan permethrin cream 5%. j. yPenggunaan selama kehamilan dan menyusui harus berdasarkan rekomendasi dokter. i. pedih. eritema. Efek samping ini bersifat sementara dan akan menghilang sendiri. yAnak-anak Permethrin telah diketahui aman dan efektif bila digunakan pada anak-anak. .ethrin pada anak-anak berumur dibawah 12 tahun.Keuntungan yAman dan efektif untuk digunakan dalam beberapa tingkat scabies.Peringatan yInfestasi Scabies kadang diikuti dengan adanya pruritus. tetapi Wellcome mengadakan penelitian spesifik tentang penggunaan perm.

McPhee.... Akan tetapi efek teratogenik tidak akan diantisipasi. Ed. 2007 by farmakoterapi-info| 7 Comments TERAPI KOMBINASI UNTUK ERADIKASI HELICOBACTER PYLORI PADA PEPTIC ULCER DISEASE Penulis : Heribertus Rinto Wibowo (078115053) . Karena tidak adanya penelitian tentang penggunaan permethrin pada wanita hamil maka penggunaannya pada saat ke hamilan hanya diperbolehkan menurut saran dokter. Harcourt Brace and company limited. Jakarta. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi. 1999. Therapeutic Drug. Current Medical Diagnosis and Treatment. 2007.yWanita hamil Walaupun tidak menunjukkan adanya toksisitas reproduksi pada hewan. Info Master. McGrwawHill. yOrang tua Tidak ada precaution spesial yang diindikasikan DAFTAR PUSTAKA Anonim. C. A. permethrin diketahui dapat mencapai janin pada tikus. Dollery. P. Lange. Toronto. 6. 2007. 2 Comments Posted in Sistem Integumen TERAPI KOMBINASI UNTUK ERADIKASI HELICOBACTER PYLORI PADA PEPTIC ULCER DISEASE Posted on December 30. Maxine. J. 2nd edition. S.

Asam lambung merupakan salah satu faktor yang biasanya menjadi kambing hitam untuk gangguan pada saluran cerna. terutama di bagian lambung dan usus. Selain asam lambung yang berlebih. Kerusakan mukosa diperparah dengan hadirnya asam lambung berlebih yang juga ikut ambil bagian untuk menyerang pertahanan di daerah ini. Nyeri merupakan suatu pertanda telah terjadi sesuatu yang tidak beres dalam tubuh Anda. Apa yang menjadi sasaran utama terapi tukak lambung dan tukak duodenum? Sasaran terapi ini adalah bakteri Helicobacter pylori dan asam lambung. stress dan gaya hidup masih dianggap sebagai penyebab utama tukak. Pada tahun 1982. Hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah.pylori sebagai penyebab baru tukak lambung dan tukak duodenum. ketika Barry Marshall dan Robin Warren menemukan bakteri ini. Kemungkinan telah terjadi sesuatu di dalam saluran pencernaan Anda.pylori merupakan bakteri Gram negatif yang berbentuk spiralyang membentuk koloni pada bagian bawah lambung (pada bagian pylorus atau pada daerah perbatasan dengan usus)(4).Mahasiswa Program Studi Apoteker Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Apakah Anda sering mengalami nyeri pada saluran cerna? Apakah Anda mempunyai riwayat sakit maag? Ataukah Anda sering merasa mual dan muntah serta sering terbangun di malam hari karena mengalami rasa nyeri yang hebat di bagian lambung atau di ulu hati? Jika iya. Regenerasi sel mukosa tak mampu mengimbangi . Akibatnya. sebaiknya Anda perlu lebih waspada mulai dari sekarang. Bagaimana bakteri ini mampu menyebabkan luka pada dinding lambung? Jawabannya terdapat pada enzim urease yang dihasilkan oleh bakteri ini. obat yang diberikan adalah obat antasid (anti acid atau anti asam). stress dan infeksi bakteri Helicobacter pylori juga memicu terjadinya luka pada mukosa lambung dan usus(3). Berkat jasanya menemukan bakteri H. setiap ada nyeri pada bagian lambung atau usus. Jangan pernah menganggap remeh rasa nyeri itu sebelum semuanya menjadi terlambat untuk diatasi. Faktor-faktor penyebab nyeri pada lambung atau usus harus diketahui untuk menentukan terapi pengobatan yang akan dilakukan. Marshall dan Warren mendapatkan hadiah nobel dalam bidang kesehatan (Noble Prize in Physiology or Medicine) pada tahun 2005. Helicobacter pylori ditetapkan sebagai tersangka utama nomor dua sebagai penyebab utama terjadinya tukak lambung dan tukak duodenum setelah asam lambung. Marshall dan Warren terus menerus meneliti bakteri ini dan akhirnya mendapatkan hubungan antara bakteri ini dengan tukak. tetapi ada faktor lain yang perlu dicurigai sebagai penyebab sakit di saluran pencernaan. Sel-sel mukosa tak mampu menahan serangan dari asam lambung dan akhirnya sel-sel ini pun mati. Luka inilah yang dikenal sebagai tukak lambung dan tukak duodenum (peptic ulcer disease)(2). Helicobacter pylori ditemukan pada lebih dari 90% pasien yang mengalami tukak duodenum dan 70% pasien yang mengalami tukak lambung(4). Enzim ini akan menghasilkan amonia yang bersifat toksik dan merusak pertahanan mukosa lambung(4). Seringkali kita menganggap sakit atau nyeri yang sering terjadi di saluran cerna sebagai sakit maag yang disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan. H.

tes napas untuk mengetahui apakah terdapat urea dalam napas. Beberapa macam obat ini yaitu omeprazole (OMZ(R) -Ferron.pylori dan mengontrol jumlah asam lambung berlebih yang dapat memperparah tukak. tes serum darah dan tes feses. Obat-obat golongan ini meliputi penghambat pompa proton (PPI/ proton pump inhibitor). Bagaimana kita mengetahui telah terjadi infeksi bakteri H. Terapi tunggal antibiotik atau terapi tunggal obat penurun kadar asam telah terbukti tidak optimal untuk mengobati tukak yang disebabkan karena infeksi bakteri H. Terdeteksinya antibodi IgG dalam serum darah dan feses menunjukkan terdapat infeksi bakteri H. kaplet 250 mg dan 500 mg) (1).pylori di saluran cerna. kapsul 500 mg)(1)dan antibiotik golongan makrolida misalnya clarithromycin (Comtro(R) -Combiphar. muntah dan diare(5).H.pylori dan mengobati tukak : ANTIBIOTIK. sehingga suatu saat akan terjadi pendarahan pada dinding lambung dan usus (bleeding). Salah satu indikasi semua obat golongan ini adalah untuk mengeradikasi bakteri H. dan menipis. Efek samping yang paling umum terjadi dari penggunaan antibiotik adalah permasalahan di saluran pencernaan misalnya mual. biasanya jarang. Reaksi alergi yang terjadi mulai dari bercak merah pada kulit. kapsul 250 mg dan kaplet 500 mg) (1) .perlawanan asam lambung dan invasi bakteri H. Tes yang dilakukan meliputi tes yang invasif yaitu dengan endoskopi. diperlukan suatu kombinasi terapi yang terdiri dari antibiotika ditambah dengan obatobat yang mampu menurunkan kadar asam lambung (misalnya penghambat pompa proton atau antagonis reseptor H2) untuk pasien yang positif H. kapsul 20 mg)(1).pylori? Cara untuk mengetahuinya adalah dengan serangkaian tes di laboratorium. keduanya untuk mendeteksi antibodi IgG terhadap bakteri ini(2). Jika tidak terdapat bakteri H. Berikut ini adalah obat-obat yang digunakan untuk eradikasi bakteri H. Walaupun agak memakan biaya. Antibiotik lini kedua yang digunakan yaitu tetrasiklin (Tetrin (R)-Interbat. Antibodi IgG merupakan zat yang dikeluarkan oleh tubuh sebagai mekanisme pertahanan diri jika terdapat infeksi bakteri. dan ciprofloxacin (Cetafloxo(R) -Soho. jika semakin parah akan terbentuk lubang (dinding lambung mengalami perforasi) sehingga makanan di dalam lambung dapat tumpah ke rongga perut. antagonis reseptor H2 (H2RA/ H2 reseptor antagonist). metronidazole (Farizol(R)-Ifars. kapsul 250 mg dan 500 mg) (1).pylori(4) . PPI (Proton Pump Inhibitor) bekerja dengan cara menghambat atau memblok langsung tempat yang menghasilkan asam(3). ibu hamil dan menyusui (tetrasikiln) (5). Kontraindikasi : pasien yang mengalami hipersensitivitas terhadap antibiotik.pylori. Reaksi alergi dapat terjadi dengan semua antibiotik tetapi yang paling sering terjadi adalah alergi antibiotik golongan penisilin atau sulfa. tetapi tes ini sangat penting dilakukan untuk menentukan strategi terapi yang tepat.pylori maka cukup digunakan obat penekan jumlah asam lambung dan tidak perlu digunakan antibiotika. tablet salut selaput 250 mg) (1). namun parah dan mengancam jiwa karena menyebabkan shock anafilaksis(5). Tujuan dari terapi adalah menghilangkan atau mengeradikasi bakteri H. tablet salut selaput 20 dan 40 mg) (1). esomeprazole (Nexium(R)-AstraZeneca. Selain pendarahan.dan antasid.pylori sensitif dengan antibiotik tertentu misalnya amoxicillin (Amoxillin (R)-Pharos.pylori sehingga semakin lama dinding lambung dan usus akan terus menerus terkikis. Oleh sebab itu.pylori. Luka menjadi semakin melebar dan dalam. lansoprazole (Nufaprazol(R) - . OBAT PENEKAN JUMLAH ASAM LAMBUNG.

metronidazole. Dengan diblokirnya tempat ikatan antara histamin dan reseptor.pylori. rabeprazole (Pariet(R)-Eisai. Beberapa macam obat ini yaitu cimetidine (Corsamet (R) Corsa. BMT-H2. tablet salut selaput 150 mg) (1). Metronidazole 250 mg diminum empat kali sehari selama dua minggu diminum bersama makanan dan sebelum tidur. dua tablet empat kali sehari dengan cara dikunyah selama 14 hari diminum bersama makanan dan sebelum tidur. tablet salut enterik 10 mg dan 20 mg) (1). kantuk. dan nizatidine (Axid (R)-Eli Lily. Antagonis Reseptor H2 mengurangi sekresi asam lambung dengan cara berkompetisi dengan histamin untuk berikatan dengan reseptor H2 pada sel parietal lambung. Bila histamin berikatan dengan reseptor H2. tablet 20 mg)(1). Berikut ini adalah terapi kombinasi beserta dosis obat yang direkomendasikan dan telah disetujui oleh Food And Drugs Association (FDA) untuk melawan bakteri H. dan ruam merah pada kulit (3). diare.pylori. FDA sudah membuktikan bahwa terapi selama 10 hari juga sudah efektif. Ketika menggunakan terapi ini. Metronidazole 500 mg dapat digunakan sebagai pengganti amoksisilin karena memiliki daya eradikasi yang sama. sakit kepala. Tetrasiklin 500 mg diberikan empat kali sehari selama 14 hari diminum bersama makanan dan sebelum tidur. Antagonis reseptor H2 diberikan selama 30 hari untuk . tablet 20 dan 40 mg)(1). Terapi 7 hari tidak disarankan oleh FDA karena kurang efektif dibandingkan terapi selama 10-14 hari. amoksisilin 1000 mg dua kali sehari bersama dengan makanan selama 14 hari. kapsul 150 mg) (1). dan clarithromycin yang mempunyai keefektifan 90-95% dalam eradikasi H. dan terasiklin.Nufarindo. Terapi ini agak rumit karena menggunakan empat macam obat yang diberikan empat kali sehari selama dua minggu dan masih dilanjutkan terapi dengan obat antagonis reseptor H2 selama 16 hari. Kombinasi ini terdiri dari bismut. Bismut dikontraindikasikan untuk pasien yang hipersensitif terhadap bismut. metronidazole. digantikan dengan obat-obat ini. muntah. Kombinasi ini terdiri dari PPI. maka asam tidak akan dihasilkan. dan clarithromycin. BISMUT. dan pantoprazole (Pantozol(R)-Pharos. Bismut biasanya dikombinasikan dengan obat penekan jumlah asam pada terapi tukak yang disertai infeksi bakteri H. dan konstipasi. Efek samping obat golongan ini jarang. konstipasi. dan clarithromycin 500 mg dua kali sehari diminum bersama dengan makanan selama 14 hari. Efek samping obat golongan ini yaitu diare. Beberapa macam obat yang mengandung bismut yaitu Diotame(R) dan Pepto-Bismol(R). Bismut yang diberikan adalah bismuth salisilat 262 mg. tablet 200 mg dan 400 mg) (1). Antagonis reseptor H2 sebaiknya tidak ditambahkan pada kombinasi yang menggunakan PPI. PPI diminum dua kali sehari sebelum makan selama 14 hari.pylori dan menjaga agar tidak terjadi sekresi asam berlebih yang dapat memperparah tukak (4): PPIAC. keduanya dalam bentuk tablet kunyah 262 mg (5). Bismut aktif melawan H. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan PPI. ranitidine (Tricker(R)-Meprofarm.pylori. famotidine (Ifamul (R)-Guardian Pharmatama. sakit pada otot.pylori dengan konsentrasi hambat minimal yaitu 16 mg/ml (4). kapsul 30 mg)(1). PPIMC. lesu. Efektivitas kombinasi ini yaitu antara 88-95% untuk memeberantas bakteri H. ditambah dengan antagonis reseptor H2. amoksisilin. meliputi sakit kepala. Kombinasi ini terdiri dari PPI. maka akan dihasilkan asam(3).

3).. C.P. M.B. Limbird. L. Pas ey. Bukan bermaksud menakut-nakuti. 9th Ed. L. The McGraw-Hill Inc. Goldman. R. Wells.. B. dan Lance.pylori yang menyebabkan tukak dan memperparah tukak. RBC merupakan pilihan untuk pasien yang alergi terhadap penisilin. 14th Ed. L.meningkatkan kesembuhan. G.. R. B. Kombinasi ini terdiri dari ranitidine. T.. Selain itu.. USA. dan angka kejadian tukak karena infeksi bakteri ini sangat tinggi di negara berkembang yang padat penduduknya. Young. Drug Information Handbook. Satu-satunya cara adalah dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan dan perubahan gaya hidup dan pola makan Anda. USA.G.. RBC-C. The Pharmacological Basic of Therapeutics.. Edisi 6.. B. kita pun akan mudah terserang infeksi bakteri ini. Yee..K. Anonim. 2006. dan clarithromycin. J. Kimble.L..A. Guglielmo.C.. Alldredge.. Lacy. PPI yang diminum dua kali sehari dapat digunakan untuk mengganti antagonis reseptor H2. bismut citrat. tetapi harga yang harus dibayar di waktu kemudian bisa tak terhingga mahalnya jika semuanya sudah terlambat untuk diatasi. Jangan abaikan rasa nyeri di dalam tubuh Anda sebelum terjadi sesuatu yang lebih parah dalam tubuh Anda..pylori? Bakteri ini banyak ditemukan di negara-negara berkembang. The McGraw-Hill Companies Inc. Hardman..E.pylori yang tinggal dengan enaknya. Obati sebelum terlambat! PUSTAKA 1). 2005. G... Info Master..F. Corelli.R. 6th Ed. l. Lexicomp Inc. USA...A. Kombinasi ini kurang efektif dibanding kombinasi lainnya di atas. Talbert.M.. negara yang sanitasi lingkungannya cukup amburadul. Ruddon. Dengan kata lain. ekonomi lemah dan sanitasi lingkungannya yang buruk. 8th Ed. 2). Terapi kombinasi tersebut akan mampu membunuh bakteri H.L. ditambah lagi hanya satu antibiotik yang digunakan. Ranitidine 150 mg ditambah bismut sitrat 240 mg diminum dua kali sehari selama empat min ggu dikombinasikan dengan clarithromycin 500 mg diminum tiga kali sehari untuk dua minggu pertama. Lippincot Williams & Wilkins. Kita tinggal di Indonesia. 2005. USA.J. 5). L. Jangan sampai masa tua Anda menjadi sengsara karena serangan asam lambung yang berlebihan dan ulah jahat bakteri H. Armstrong. Matzke. M. Applied Therapeutics : The Clinical Use of Drugs.G.L. 2006. R. DiPiro. Pharmacotherapy : A Pathophysiological Approach. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi 2006/2007. 4). Molinof. W. durasinya lama (empat minggu). Jakarta.E.. .. Kradjan. Mengapa kita harus waspada terhadap bakteri H.L.. waktu pemberiannya juga agak merepotkan.w. membentuk keluarga bakteri yang hidup dengan nyaman di dalam saluran cerna Anda.J. P.....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful