BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Di dalam rencana strategi Nasional Making Pregnancy Saver (MPS) di Indonesia 2001 – 2010 disebutkan bahwa dalam konteks rencanan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010, Visi MPS adalah kehamilan dan persalinan di Indonesia berlangsung aman, serta bayi yang dilahirkan hidup dan sehat. (Prawirohardjo, 2002) Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi baru lahir (AKBBL) di Indonesia saat ini masih jauh dari target yang harus dicapai pada tahun 2015 sesuai dengan kesepakatan sasaran Sasaran Pembangunan Millenium. Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2005, AKI di Indonesia menunjukkan angka 307/100.000 kelahiran hidup (KH). Jauh diatas target AKI untuk MDG (Millenium Development Goal) yang ditetapkan WHO sebesar 102/100.000 KH. Sementara AKBBL di Indonesia mencapai 35/1.000 KH atau dua kali lebih besar dari target WHO sebesar 15/1.000 KH. Ujar Menkes. Angka kematian ibu dan bayi merupakan masalah penting berdasarkan hasil sensus penduduk 1994 ternyata angka kematian bayi (AKB) di Jawa Barat masih tinggi yaitu 69,97 % per seribu kelahiran hidup. Untuk kematian ibu (AKI) gambaran yang paling refresentatif didapat dari penelitian yang menunjukan bahwa angka kematian ibu di Jawa Barat berkisar antara 4,6 % per seribu kelahiran hidup. (Data Statistik Indonesia: 2007) Penyebab kematian ibu dan bayi diantaranya dapat diakibatkan dari kelainan proses persalinan yaitu salah satunya adalah persalinan dengan ketuban pecah dini (KPD). KPD merupakan masalah penting dalam obstetric yang berkaitan dengan penyulit kelahiran premature dan terjadinya infaksi khorioamnionitis sampai sepsis yang meningkatkan morbilitas dan mortalitas perinatal dan menyebabkan infeksi ibu. (Prawirohardjo, 2002) Rumah sakit merupakan sarana pusat pelayanan kesehatan salah satunya BRSUD WALED yang merupakan tempat rujukan bagi pelayanan kesehatan baik kasus fisiologi maupun patologis. Selama penulis melakukan

1

PKK II di BRSUD WALED selama satu bulan tepatnya satu minggu di ruang VK terdapat 4 (23,5 %) kasus KPD, terdapat 3 (17,6 %) persalinan dengan Secio Caesarea dan 14 ( 82,4 %) dengan persalinan normal dari 17 persalinan di BRSUD WALED sehingga penulis tertarik untuk membuat laporan kasus bersalin tentang KPD yang ada di BRSUD WALED untuk dijadikan proses asuhan khususnya pada ibu bersalin. 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Mahasiswa mampu melakukan asuhan kebidanan pada Ny. I dengan KPD 1.2.2 menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian secara SOAP. Tujuan Khusus 1.2.2.1 Mahasiswa mampu melakukan pengumpulan data dasar pada Ny. I dengan KPD. 1.2.2.2 Mahasiswa mampu menginterpretasikan data dasar menjadi diagnosa, masalah dan menetapkan kebutuhan pada ibu bersalin dengan KPD. 1.2.2.3 Mahasiswa mampu menetapkan diagnosa dan masalah potensial pada ibu bersalin dengan KPD. 1.2.2.4 Mahasiswa mengidentifikasi kebutuhan akan penanganan segera atau kolaborasi pada ibu bersalin denngan KPD. 1.2.2.5 Mahasiswa mampu merencanakan asuhan pada ibu bersalin dengan KPD. 1.2.2.6 Mahasiswa mampu melaksanakan rencana asuhan pada ibu bersalin dengan KPD. 1.2.2.7 Mahasiswa mampu mengevaluasi keefektifan asuhan yang diberikan pada ibu bersalin dengan KPD.

1.3 Metode Penelitian

2

Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi melalui teknik : 1.3.1 Studi Pustaka Yaitu dengan mempelajari buku-buku dengan diktat kesehatan yang berkaitan dengan kasus yang diambil. 1.3.2 Observasi Yaitu dengan observasi dalam melakukan asuhan kebidanan secara langsung pada klien dan keluarganya. 1.3.3 Wawancara Yaitu untuk mendapatkan data, penulis juga melakukan wawancara secara langsung dengan petugas, klien dan keluarganya. 1.4 Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari : BAB I PENDAHULUAN Terdiri dari latar belakang, tujuan, metodologi penulisan dan sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN TEORITIS Meliputi konsep medis dan konsep asuhan kebidanan ( kasus semu ) BAB III TINJAUAN KASUS Meliputi prndokumentasian dengan menggunakan SOAP BAB IV PEMBAHASAN Meliputi pengkajian, diagnosa kebidanan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. BAB V PENUTUP Meliputi kesimpulan dan saran.

BAB II

3

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Medis 2.1.1 Pengertian persalinan dan KPD 2.1.1.1 Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). Manuaba, 1998 : 91)] 2.1.1.2 Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang dapat hidup di dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. (Mochtra, 1998 : 91) 2.1.1.3 Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan. Disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu. (Sastrawinata, 1983 : 221) 2.1.1.4 Ketuban Pecah Dini adalah pecahnya selaput ketuban sebelum ada tanda-tanda persalinan. (Prawiryohardjo, 1998 : 310) 2.1.1.5 Ketuban pecah Dini atau Spontaneous atau Early Premature Repture of The Membrane (PROM) adalah pecahnya ketubabn sebelum inpartu yaitu bila pembukaan pada primi kurang 3 cm dan pada multi kurang dari 5 cm. (Winkjosastro, 2001 : 218) 2.1.2 Etiologi Penyebab KPD masih belum jelas, tetapi penyebab KPD mempunyai dimensi multi faktorial yang dapat dijabarkan sebagai berikut 2.1.2.1 Serviks Inkompeten 2.1.2.2 Ketegangan berlebihan, kehamilan ganda, Hidramnion 2.1.2.3 Kelainan letak janin dalam rahim, letak sungsang dan letak lintang 2.1.2.4 Kemungkinan kesempitan panggul, perut gantung, bagian terendah belum masuk PAP.

4

dimana kuman-kuman dari infeksi tersebut 5 .1. adanya peregangan dan menyebabkan KPD.3.1 Dari kehamilan tersebut sesuai dengan penyakit pyelonefritis. 2.1. dimana kuman penyebab penyakit tersebut dapat masuk ke selaput ketuban yang menyebabkan hipermortalitas rahim sehingga menyebabkan selaput ketuban pecah.3.3 Patofisiologi Keterangan : Dalam hal ini sebelumnya di dahului oleh kehamilan yang tumbuh dan berkembang sehingga umur kehamilan mencapai < 36 minggu / > 36 minggu.3.2 Dalam kehamilan dimana terjadi pergerakan fetus dan adanya air ketuban yang menyebabkan tekanan lebih tinggi. sehingga selaput ketuban tipis maka dengan adanya pergerakan fetus tersebut akan menyebabkan selaput ketuban pecah dan terjadi peregangan sehingga mengakibatkan KPD. 2.2. 2.3 Dalam kehamilan yang disertai dengan infeksi pada servix atau jalan lahir.1.1.

3. 2. selain itu juga dapat di jumpai infeksi puerperalis. Jika tidak ada dapat mencoba dengan gerakan sedikit bagian terbawah janin atau meminta pasien batuk atau mengedan.1. 2.1. 2.1. Tentukan ada tidaknya infeksi.5 Saat kehamilan mengalami jatuh atau trauma pada rahim sehingga menyebabkan selaput ketuban pecah dan terjadi peregangan dan mengakibatkan KPD. tanda-tanda infeksi bila suhu ibu > 380 C.2 Terhadap ibu Karena jalan lahir terbuka maka dapat terjadi infeksi intrapartial apalagi jika sering di PD. nadi cepat dan nampak gejala-gejala infeksi.1.dapat masuk keselaput ketuban juga dapat terinfeksi sehingga.5. karena infeksi intra uterin lebih terdahulu terjadi sebelum gejala pada ibu dirasakan. air ketuban keruh dan bau Tentukan tanda-tanda inpartu. Pengaruh KPD 2.5 Tentukan usia kehamilan bila perlu dengan pemeriksaan USG. 2.5. teralu dini yang menyebabkan selaput ketuban pecah sehingga terjadi peregangan dan menyebabkan KPD. 2.3.1. partus akan menjadi lama.1. ibu akan merasa lelah karena terbaring ditempat tidur.4 Pada kehamilan dengan amniotomi. 6 .4 Penilaian Klinik Pecahnya selaput ketuban ditentukan dengan adanya cairan ketuban di vagina. Maka suhu badan naik.1 Terhadap janin Walaupun ibu belum menunjukan gejala-gejala infeksi tetapi janin mungkin sudah terluka infeksi. Dari infeksi tersebut menyebabkan selaput ketuban pecah dan terjadi peregangan dan menyebabkan KPD.

Atau deksametason 6 mg I. Berikan dan janin Ampisilin4 x 500 mg selama 7 hari ditambah eritromisin 250 mg / oral 3 x per hari selama 7 hari 2. cairan vagina berbau). M dalam 4 dosis setiap 6 jam Catatan : jangan berikan kortikosterid jika ada infeksi 3.6 Penatalaksanaan 2. Jika terdapat his dan darah lender. Berikan antibiotic sama halnya jika terjadi amnionitis.1. Jika ada tanda-tanda infeksi (demam. Jika tidak terdapat infeksi dalam kehamilan > 37 minggu 1. Lakukan persalinan pada kehamilan 37 minggu 4. pikiran solusio plasenta b. dan dalam 2 dosis setiap 12 jam. Batemetason 12 mg I. kemungkinan terjadi persalinan preterem d. Berikan antibiotika profilaksis untuk kortikosterid ibu untuk kematangan antibiotic untuk mengurangi morbiditas ibu 7 .1 Rawat di RS a.1. M. Berikan kepada memperbaiki paru janin. Jika tidak ada infeksi dan kehamilan < 37 minggu : 1. c. Jika ada ada pendarahan pervaginam dengan nyeri perut.6.2. Jika ketuban telah pecah > 18 jam.

lakukan induksi persalinan dengan oksitosin Jika serviks belum matang. 8 . Identitas a. matangkan serviks dengan prostaglandin dan infuse oksitosin atau lahirkan dengan seksio sesarea. Nilai serviks Jika serviks sudah matang.mengurangi resiko infeksi streptokokus goup B : Ampisilin 2 g IV setiap 6 jam Atau Penisilin G 2 juta unit IV setiap 6 jam sampai persalinan Jika tidak ada infeksi pasca persalinan : hentikan antibiotika. Suku atau Bangsa Untuk menentukan adapt istiadat atau budayanta. (Prawirohardjo. (Winkjosastro.2. Umur Digunakan untuk mengetahui masa reproduksi klien berisiko tinggi atau tidak. memudahkan dan mengenal pasien. 2002 : M-144) 2. d.1 Pengkajian 1.2 Konsep Asuhan Kebidanan 2. 2. b. Nama Ibu Digunakan untuk membedakan antara klien yang satu dengan yang lain. pada kejadian ketuban pecah dini bisa terjadi pada primipara maupun multipara. 2002 : 218) c. Agama Untuk menentukan bagaimana kita memberikan dukungan kepada ibu selama proses persalinan.sebaiknya wanita hamil umurnya tidak boleh < 16 atau tidak boleh > 35 tahun.

e. 9 . bulan -3. pada klien yang mempunyai pendidikan tinggi akan lebih mengerti tentang kesehatan. untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3 : TP : tanggal + 7. Alasan masuk kamar bersalin Ibu mengatakan keluar air-air dari jalan lahir dari jam …. misalnya untuk menentukan anjuran apa atau pengobatan apa yang akan diberikan dan untuk mengetahui sejauh mana pekerjaan dan permasalahan tentang kesehatan. Pukul …. Anamnesa Dilakukan pada tanggal … oleh …. Alamat Digunakan untuk memudahkan tenaga kesehatan untuk menghubungi klien apalagi terjadi sesuatu. g. Untuk siklus 35 hari → TP : tanggal + 14. keluar cairan. tahun +1. Riwayat Menstruasi HPHT Siklus : Untuk mengetahui kesan tentang faal alat kandungan dan taksiran persalinan : Untuk menentukan taksiran persalinan. f. Pekerjaan Digunakan untuk mengetahui status ekonomi.WIB a. Riwayat kehamilan 1. bulan -3. Warna …. ANC : Teratur atau tidak. Pendidikan Digunakan untuk mengetahui pengetahuan klien dengan kesehatan. darah dan lendir dan vagina dan perut mules-mules sejak jam. bulan + 9. 2. Menurut Naegelle : Untuk siklus 28 hari → TP : tanggal + 7. Banyaknya …. b.. tahun +1. tahun tetap.

persalinan. Riwayat Konsentrasi Kontrasepsi apa yang pernah digunakan akan tetapi kontrasepsi apapun tidak ada hubungannya dengan KPD. 18 – 20 minggu (primi gravida). 6. Riwayat Imunisasi Untuk mencegah tetanus neonatorum maka ibu hamil sebaiknya mendapatkan imunisasi TT 2 kali dengan interval 4 minggu. 2002 : 95). 4.Untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya komplikasi pada kehamilannya. 3. Dengan pola seksualitas yang terlalu sering bisa kemungkinan menyebabkan trauma dan dapat menimbulkan KPD. Pola Aktivitas Biasanya pola aktivitas sehari-hari tidak ada keluhan. Pola Nutrisi Pola Nutrisi tidak ada kelainan (biasa). Pergerakan Janin Gerak janin terasa pertama kali mulai usia kehamilan 1618 minggu (multi gravida). dan nifas lalu. c. pada ibu hamil sebaiknya dilakukan pemeriksaan ANC minimal 4 x : 1 x pada semester 1. 10 . (Manuaba. dan 2 x pada trimester III. 5. 2. Riwayat kehamilan. 1998 : 157). (Prawirohardjo. 1 x trimester II.

Suhu : 36. Riwayat Kesehatan.50 C jika (Winkjosastro. 1998 : 91) 3. Cenderung terjadinya ketegangan emosional (gelisah dan cemas ) dengan keadaan kehamilannya. sistol 90 – 120 mmHg Diastole 60 – 90 mmHg 2. 2001 : 128) c. biasanya selama kehamilan 10-11 Kg Diantaranya : Trimester I : 0. Respirasi Normal saat bangun 55 – 90 x/menit. (Mochtar. Keadaan Emosional : Cemas : Baik 11 . 1998 : 60) d. e. : Normal (18-20 kali / menit) 4.Pada mulipara merupakan factor presdisposisi terjadinya KPD.5 kg (Mochtar. Nadi : 3.40 – 37. Tanda Vital 1. Kepala : rambut → terdapat infeksi suhu naik > 380 C). Keadaan Umum Cesadaran : Composmentis b.5 kg Trimester II : 5 kg Trimester III : 5. tidur 50 – 90x/ menit. sistitis. Riwayat Psikologi. Pemeriksaan a. Tekanan darah : Normal. TB dan BB Terjadinya perubahan BB. Pemeriksaan fisik 1. Penyakit-penyakit seperti pyelonefritis. dan vaginanitis merupakan factor predisposisi terjadinya KPD karena adanya hipermotolotas rahim. d.

gusi ada perdarahan / tidak.kebersihan. Muka Oedema ada/tidak. Dada Jantung Paru-paru Wheezing Ronchi Payudara : ada / tidak : ada / tidak : bunyi regular / tidak Normalnya bunyi reguler] : ada / tidak ada. Leher Kelenjar thyroid : Pembesaran ada / tidak hal ini tidak ada hubungannya dengan KPD. Mata Kelopak mata Konjungtiva Sklera Hidung Polip Seklera Mulut dan gigi Lihat warna lidah dan kebersihannya. 2. gigi ada caries / tidak. 3. hal ini tidak ada hubungannya dengan KPD : ada / tidak ada : Oedema / tidak : Anemis / ananemis Normalnya ananemis : Ikterik / anikterik Normalnya anikterik 12 . Hal ini tidak ada hubungannya dengann KPD. Kelenjar getah bening : Pembengkakan ada / tidak hal ini tidak ada hubungannya dengan KPD. 4. warna dan tingkat kerontokan. hal ini tidak ada pengaruh dengan KPD.

Eksternitas atas bawah Tangan Oedema Ada / tidak Kaki Tidak ada aodema kekuatan otot ada / tidak ada Kemerahan Jarises Refles Patella : ada / tidak : ada / tidak : Positif / negative Hal ini tidak ada hubungannya dengan KPD. 5. mengukur TFU dan : Lordosis 13 . Posisi tulang belakang 7. Abdomen Pembesaran Bekas luka Operasi Linea : Sesuai kehamilan / tidak : ada / tidak : ada / tidak Primi : Linea nigra Multi : Linea alba Striae : ada / tidak Primi : striae livide Multi : striae albican 6. Pemeriksaan Kebidanan Palpasi Leopold I : Untuk menentukan usia kehamilan. e.Bentuk Kebersihan Areola mamae Papilla mamae Colostrums Benjolan : Simestris / tidak : Bersih / tidak : Hiperpigmentasi / tidak : menonjol / tidak : ada / tidak : ada / tidak ada Hal ini tidak ada hubungannya dengan KPD.

Pada KPD bisa menyebabkan IUG (TFU < usia kehamilan). Perineum → Tidak terdapat luka perut 2. (Manuaba. menentukan dan letak bagian-bagian 14 . : Sebelah kanan / kiri bawah pusat f. Leopold II : Untuk punggung terkecil. Vulva / vagina Luka Tidak ada Varices Tidak ada Fistula Tidak ada Pengeluaran air ketuban : Ada / : Ada / : Ada / janin. Anogenital 1. : Untuk menentukan bagian terendah janin : Untuk mengukur seberapa jauh bagian janin masuk PAP. 1998 : 240) Auskultasi DJJ : Normalnya 120 – 160 kali / menit. Leopold III Leopold IV (Manuaba.kegiatan apa yang ada di fundus. pada KPD tidak teratur. pada KPD bisa mengakibatkan DJJ menurun / meningkat (< 120 / > 160 x/menit). Bahkan dapat terjadi kematian 1998 : 240) Frekuensi Punctum maksimum : Teratur / tidak.

Kelenjar bartolini 4. Presentase bokong kaki 6. Kelenjar Skene 5. UUB. Interprestasi Data Pada langkah ini dilakukan indentifikasi yang benar terhadap 15 . Pembukaan 2. Dinding Vagina : Lunak / keras 2.2. Penurunan HI H II H III H IV : Sejajar dengan PAP : Sejajar dengan H I melalui panggir bawah symphsis : Sejajar dengan H I melalui spina ischiadiea : Sejajar dengan H I melalui ujung O 5 coccygis : UUK. Portio 3. Pemeriksaan dalam 1. Posisi Fase laten Fase aktif Dinyatakan KPD bila : Primpara Multipara : Ketuban (-). pembukaan <3 cm : Ketuban pembukaan <5 cm 5.2. 1998 : 225) Warnanya Baunya Jumlahnya 3. Anus : Jernih : Khas : Banyak / sedikit : Pembengkakan Ada / tidak : Pembengkakan ada / tidak ada : Haemoroid ada / tidak ada g. : 0-36 cm : 4-10 cm : Tebal / tipis : Antefleksi / retrofleksi / keruh / campur mekonium 4.(Mochtar.

Kelainan presentasi janin 5. Partus lama (Kala I memanjang) dan infeksi Janin : 1. : ……………………….jar)m ... IUFD Masalah : Kecemasan Ibu bisa menyebabkan depresi. Dx : G…………. 2. Intra uterin K / U ibu dan janin dengan KPD. Pendarahan post partum 3.P……………. 2. : Pecah 8 jam sampai pembukaan lengkap Pada primi : Pembukaan < 3 cm Pada multi : Pembukaan < 5 cm Masalah : Ibu merasa cemas dan gelisah menghadapi keadaanya Kebutuhan : konseling dan kaji lebih lanjut.2. Dasar HPHT DJJ Ketuban : ………………………. : ………………………. Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial Mengeidentifikasi diagnosa dan masalah potensial sesuai diagnosa masalah yang sudah diidentifikasi.. Asfiksia 2. Atonia Uteri 2. infeksi intrauterine 4. Prolaps tali pusat.diagnosa / masalah kebutuhan klien interprestasi data yang benar atas data – data yang di dapat.A Parturient eterm kala ….3.4. Diagnosa potensial Ibu : 1. b~dup tunggal.2. Identifikasi Kebutuhan Akan Tindakan Segera Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan / dokter untuk di konsultasikan / ditangani dengan anggota tim kesehatan yang lain 16 .

Polindes / Puskesmas 4. konseling. Tirah baring dan tempatkan ibu ditempat yang tenang c. Di Polindes / Puskesmas : 1. Lakukan pemeriksaan inspekulo (dengan speculum DTT) untuk menilai cairan yang keluar (jumlah. kolaborasi. Jika tidak infeksi dan kehamilan <37 minggu berikan antibiotika untuk mengurangi morbiditas ibu dan janin dan berikan kortikosterold kepada ibu untuk memperbaiki kematangan paru janin. Merencanakan Asuhan yang Menyeluruh Merencanakan asuhan yang menyeluruh dengan rasional meliputi : terapi dan asuhan. f. Rawat RS b. 3. RS : Rujuk ke RS : Konsultasi DSOG 2.2.sesuai dengan kondisi klien : 3. Konfirmasikan usia kehamilan. cairan vagina berbau. Observasi keadaan ibu dan janin 4. Jika ibu mengeluh pendarahan pada akhir kehamilan (setelah 22 minggu). Beritahu kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Rujuk ke RS. Jika terdapat infeksi dan kehamilan >37 minggu. 7. Tentukan ada tidaknya infeksi 8. Jika ketuban 17 . 6.5. berikan antibiotika e. Jika ada tanda – tanda infeksi (amnionitis) : demam. Tempatkan ibu di ruang yang tenang. Tentukan tanda – tanda inpartu 9. warna dan bau) dan membedakannya dengan urin. Observasi keadaan ibu dan janin d. Jangan melakukan pemeriksaan dalam secara digitas. tindak lanjut. Di Rumah Sakit a. kalau ada dengan USG 5. rujukan.

Pelaksanaan dilakukan. ( Winkjosastro. 6. Melakukan pemeriksaan inspekulo (dengan speculum DTT) untuk menilai cairan yang keluar (jumlah. 18 . Mengkonfimasikan usia kehmilan. 2. jika serviks sudah matang lakukan induksi persalinan dengan oksotoksin dan jika serviks belum matang. Jangan melakukan pemeriksaan dalam secara digitas.6.pecah > 18 Jam berikan antibiotika profilaksis dan nilai serviks. kalau ada dengan USG 5. matangkah serviks dengan prostaglanudin. Mengobservasi keadaan ibu dan janin 4. Memberitahu kepada ibu dan dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. 1. Jika ada tanda – tanda infeksi (amnionitis) : demam.2. Pelaksanaan Melaksanakan rencana asuhan menyeluruh. Menempatkan ibu di ruang yang tenang 3. Jika ibu mengeluh pendarahan pada akhir kehamilan (setelah 22 minggu). Menentukan ada tidaknya infeksi 8. Menentukan tanda – tanda inpartu 9. berika antibiotika. Di Polindes / Puskesmas. Merujuk ke RS Di Rumah Sakit RS a. 2002 : M – 114) 2. Berikan dukungan kepada ibu dan keluarga. Tirah baring dan tempatkan ibu di tempat yang tenang c. Mengobservasi keadaan ibu dan janin d. g. warna dan bau) dan membedakannya dengan urin. Merawat RS b. cairan vagina berbau. 7.

Bayi lahir spontan dan dalam keadaan baik. jika ketuban pecah > 18 jam berikan antibiotika profilaksis dan nilai serviks. Jika terdapat infeksi dan kehamilan > 37 minggu. 8.7. Jika tidak ada infeksi dan kehamilan <37 minggu berikan antibiotika untuk mengurangi morbiditas ibu dan janin dan berikan kortikosteroid kepada ibu untuk memperbaiki kematangan paru janin.2. matangkan serviks dengan prostaglandin. Evaluasi Dilakukan evaluasi efektifan dari asuhan yang sudah diberikan. 2. f.6 C 6. Ibu dan keluarga mengerti tentang hasil pemeriksaan. 5. g.e. 7. jika serviks sudah matang lakukan induksi persalinan dengan oksotoksin dan jika serviks belum matang. Memberikan dukungan kepada ibu dan keluarga. Infus terpasang sesuai adalah dokter. Keadaan umum ibu baik dan tidak ada tanda-tanda infeksi T = 120/80 P = 80 x/menit S = 36. 19 .

20 .

: 03-05-2008 HTP : 10-02-2009 : Umur 13 tahun : teratur tiap bulan : 23 tahun : Islam : SMA : tidak bekerja : Ciledug Nama suami : Tn. B.1 Data Subyektif 1.BAB III TINJAUAN KASUS 3.00 WIB A. Riwayat kehamilan sekarang 1. Anamnesa Dilakukan pada tanggal 08-02-2009 Jam 15. A Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : 27 tahun : Islam : SMA : wiraswasta : Ciledug Banyaknya : 1-2 x ganti pembalut / hari 2. I Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat 2. Identitas Nama pasien : Ny. Riwayat Menstruasi HPHT Menarche Siklus Konsistensi : encer Lama ANC : : 6 hari Ibu mengatakan memeriksakan kehamilannya teratur tiap bulan di bidan.00 WIB tanggal 0802-2009 warna ketuban jernih. Alasan Utama Masuk Kamar Bersalin Ibu mengatakan hamil yang pertama dan mengeluh mulesmules sejak jam 01. Pergerakan janin Ibu masih merasakan gerakan janin setiap hari + 12 x dan 21 . serta mengeluarkan air-air banyak dari jam 3.00 tanggal 08-02-2009.

2. Riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita Ibu tidak pernah menderita penyakit yang berat seperti jantung. porsi sedang. Riwayat Kesehatan 1. 3. Malaria dll. Perilaku kesehatan Ibu tidak pernah merokok. Makan terakhir jam 16. jenis makanan : nasi. Sejak usia kehamilan 16 minggu. Riwayat Imunisasi TT 1 pada umur kehamilan 12 minggu TT 2 pada umur kehamilan 16 minggu 7. Riwayat Kontrasepsi Ibu tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi 8. Persalinan dan Nifas yang lalu Kehamilan ini merupakan kehamilan pertama. Seksualitas Sudah tidak dilakukan sejak umur kehamilan 8 bulan. Psikologis Ibu merasa cemas menghadapi persalinan.00 tanggal 08-02-2009. ibu merasa takut. ibu hanya mengkonsumsi obat-obatan dari bidan. Hipertensi.dalam 24 jam terakhir janin masih bergerak > 10 x. 3.00 Tanggal 08-022009 minum terakhir jam 19. Pola Aktivitas Tidur terakhir jam 08. lauk pauk. D. Riwayat kesehatan keluarga Baik dari keluarga suami atau istri tidak ada yang 22 . 9.00 WIB 6. Pola Eliminasi BAB terakhir jam 06. Pola nutrisi Makan 3 x sehari. minum alcohol. sayuran. C. DM.00 tanggal 08-02-2009 BAK terakhir jam 16.00 tanggal 08-02-2009 5.00-01. Riwayat Kehamilan. 4.

konjungtiva merah muda. Gemeli. dll. Leher f. Keadaan Umum Keadaan emosional Kesadaran 2. benjolan tidak ada. kemerahan tidak ada. colostrum +. TB 11 Kg 4. Payudara : Hitam. Areola mammae hiperpigmentasi. puting menonjol. Ekstermitas Atas Bawah : Tidak ada oedema : Oedema tidak ada. Pemeriksaan Fisik a. kebersihan cukup. Posisi tulang belakang: Lordosis i. : 110 / 70 mmHg : 85 x / menit : 155 cm R S : 22x / menit : 36. kenaikan BB selama hamil 23 . : Bentuk simestris : Irama teratur : Wheezing dan ronchi tidak ada : Bentuk simestris. bersih tidak rontok : Tidak ada aoderm dan cloasma gravidarum : Kelopak mata tidak ada oederm.2 Data Obyektif 1. h. Mata d. Rambut b.mempunyai penyakit keturunan seperti : Hipertensi. : Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar getah bening. gigi tidak ada caries. DM. lidah bersih-bersih.8 C : Sedang : Stabil : Composmenthis BB : 55 Kg. 3. Muka c. Dada Jantung Paru-paru g. sclera putih. TTV TD P 3. : Stomatitis tidak ada. Mulut dan gigi e.

asfiksia.00 WIB 1. TTV : 110 / 70 mmHg. Memberikan konseling kepada ibu untuk memilih posisi yang nyaman untuk mengurangi rasa sakit → ibu memilih miring ke kiri. Pemeriksaan Kebidanan Palpasi TFU Letak Posisi Presentasi Auskultasi V/V Portio Pembukaan Ketuban Penurunan Hb : 11. infeksi intra uterine. 3.3 Assesment Tanggal 08-02-2009 jam 15. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan dalam pada jam 15. IUFD. kala I memanjang . Memberikan kepada klien dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan → ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.5 gr % 3. frekuensi teratur : Tidak ada kelainan : Tebal : 4 cm : (-) :HI 6. P : : : 32 cm : memanjang : puki : kepala : DJJ : 140 x/menit. 5. 3.varices tidak ada. Potensial : Amnionitis. Mengobservasi kesejahteraan ibu dan janin serta kemajuan persalinannya → keadaan umum ibu baik.4 Planning Tanggal 08-02-2009 Jam 15.00 WIB 24 . 2.00 WIB G1 Po A0 parturien aterm kala I fase aktif dengan KPD ibu merasa cemas menghadapi persalinannya.

4.00 WIB 3. Menyiapkan peralatan dan perlengkapan pertolongan persalinan → perlengkapan dan peralatan persalinan sudah siap. intruksi dokter.1 Subjektif Ibu merasa cemas menghadapi persalinannya. 7. Melakukan kolaborasi dengan DSOG. His : 2x/10 menit lamanya 30 detik. DJJ 142 x/menit. kepala H II. kala I memanjang.85 x/menit.2 Objektif Pemeriksaan Dalam V/V ○ Penurunan Auskultasi His : Tidak ada kelainan : 8 cm : H II : DJJ : 142 x/menit : 3x dalam 10 menit selama 40 detik 3. kontraksi 3x/menit lamanya 30 detik. Merencanakan PD ulang 4 jam kemudian (mengobservasi kemajuan persalinan) 4 jam kemudian pukul 09. PD : V/V : t.k. portio tebal.00 → 4 tetes Jam 19. warna ketuban jernih. Jam 19. 5. 6. frekuensi teatur.3 Assesment G1 Po A0 parturien aterm kala I fase aktif janin hidup tunggal intra uterin presentasi kepala H II dengan KPD ibu merasa cemas menghadapi persalinannya. jam 19. pembukaan 8 cm. DJJ 140 x/menit.00 WIB : TD : 110 / 80 mmHg. infeksi intra uterine. Potensial : Amnionitis.15 → 8 tetes Jam 19.00 WIB untuk drip oksitosin → oksitosin 5 unit D 5 % tetesannya. asfiksia. 3. Memberikan nutrisi atau makanan → ibu sudah makan. R : 22 x/menit.a. 25 .45 → 12 tetes Tanggal 08-02-2009 Jam 19.

3. infeksi.4 Planning 3.4.4 Memberikan dukungan moral kepada ibu dan keluarga → ibu merasa tenang Tanggal 08-02-2009 jam 21.3 Assesment G1 P0 A0 parturien aterni kala II dengan KPD potensial : Partus lama.4. asfiksia.IUFD.2 Memberikan konseling kepada ibu untuk memilih posisi yang nyaman untuk mengurangi rasa sakit → ibu memilih miring ke kiri. kemajuan persalinan dengan partograf → kemajuan persalinan terlampir pada 3.2 Objektif : 10 cm portio tipis H III + DJJ His 3.4.00 WIB 3.1 Memberitahu kepada klien dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan → ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. 3. : 140 x/menit : 4x dalam 10 menit selama 45 detik.3 Mengobservasi patograf 3.4.4 Planning 26 . 3.1 Subjektif Ibu merasa mulesnya semakin sering dan ada dorongan untuk menekan 3.

5 3.a. 3. Memberikan makan dan minum pada saat tidak ada his → ibu sudah minum lalu memantau DJJ.4.4.00 WIB tampak dorongan meneran. JK laki-laki. ibu masih merasa mules.4. tekanan pada anus perineum menonjol.1 Jam 21.1 Subjektif Ibu merasa senang atas kelahiran bayinya. warna ketuban jernih kepala H III (+). anus (+).4.4.4.3 3. 3. Tanggal 08-02-2009 21. Mengajarkan kepada ibu cara mengedan yang benar → ibu sudah tahu cara mengedan yang benar sesuai anjuran bidan yaitu tarik napas panjang kemudian dilepaskan dan angkat kepala lihat ke perut.3 Assesment 27 . tali pusat memanjang uterus membundar.15 WIB segera menangis warna kulit merah muda.2 Objektif Keadaan umum ibu baik. vulva membuka → dilakukan PD : V / V t.k.2 Memberitahukan kepada klien dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan → ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan. pembukaan : 10 cm. Terlihat ada tanda-tanda pelepasan plasenta : keluar darah secara tiba-tiba.3. 3. 3. PB : 48 cm.7 Memimpin ibu meneran pada saat His → dipimpin meneran pada saat ada His. TFU : Setinggi pusat 3.4.6 3. Portio : tipis. Menyiapkan dan melakukan pertolongan kelahiran bayi → pertolongan kelahiran bayi sesuai dengan APN dan bayi lahir spontan jam 21. tonus otot aktif.4 Memberikan dorongan moral kepada klien dengan menghadirkan pendamping → ibu merasa nyaman dengan didampingi ibu. BB : 3100 gram.15 WIB 3.

1 3.P1 A0 kala III normal Potensial : Atonia uteri.4 Planning 3. uterus memundar tali pusat tambah panjang → PTT sudah dilakukan. Infeksi.4.4. 3.30 WIB 3.2 3.3 Assesment P1 A0 kala IV normal Potensi : HPP.4 Melakukan pengeluaran plasenta yaitu pada saat plasenta sudah tampak di vulva kemudian putar plasenta searah jarum jam → jam 21. infeksi. selaput plasenta lengkap pendarahan + 200 cc. sebelumnya evaluasi dulu tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu darah keluar sekonyongkonyong. Tanggal 28-02-2009.2 Objektif Keadaan umum TFU Kontraksi uterus 3. : Baik : 1 jari bawah pusat kontraksi uterus baik.4. jam 21.5 Melakukan Masase uterus dan cek pendarahan → uterus keras terdapat robekan. Memberitahukan kepada ibu akan disuntik oksitosin → oksitosin sudah diberikan I ampul IM Melakukan PTT yaitu memindahkan klem dengan jarak 5-10 cm dari vulva kemudian posisi tangan dorso cranial. 3. Retensio Plasenta. 3.4.1 Subjektif Ibu merasa lega dan bahagia atas kelahiran bayinya.4. 3.25 WIB plasenta lahir spontan lengkap. HPP.3 Mengecek fundus uteri untuk mengecek tidak adanya bayi kedua → fundus uteri sudah di cek dan tidak ada bayi kedua. : Baik Konsistensi uterus : keras 28 .

5 Mengobservasi pemantauan persalinan kala IV 2 jam post partum → pemantauan persalinan kala IV terlampir dalam partograf.4 Menjahit robekan jalan lahir derajat 2 dengan cara jelujur → robekan kulit perineum.4.4. 3. Membersihkan ibu dari darah dan air ketuban serta membantu mengganti pakaian → ibu sudah bersih dan merasa nyaman.4.4. mokusa vagina.3 3.1 3.4. 29 . Mengajarkan pada ibu tentang bagaimana melakukan masase uterus → ibu mengerti dan mau melakukannya.3.4 Planning 3. Mendekontaminasi alat dan tempat persalinan kemudian melengkapi partograf → alat dan tempat bersalin sudah dibersihkan dan partograf sudah dilengkapi. otot perineum sudah dijahit.2 3.

4. Menurut teori ibu bersalin 30 . 4. 4. OG untuk melakukan pemeriksaan dan therapy lebih lanjut. Pada kasus Ny. I adalah 23 tahun dan tidak termasuk dalam factor resiko tinggi ( < 20 dan > 35 tahun) menurut teori kejadian KPD biasanya karena factor resiko umur < 20 dan > 35 tahun. atoniuteri asfikia.3 Indetifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial Dalam konsep asuhan diagnosa potensial yang akan terjadi pada ibu bersalin dengan KPD adalah infeksi. I dengan KPD. Pada Ny. I setelah dilakukan pemantauan dan tindakan yang tepat ternyata tidak terjadi infeksi. partus lama.1 Pengkajian Pada tahap pengkajian yang dilakukan pada Ny.BAB IV PEMBAHASAN Pada pembahasan ini penulis membahas asuhan kebidanan pada Ny. D dengan KPD dilakukan sesuai advis dokter Sp. Sehingga penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek. maka untuk mempermudah pembahasan disini penulis memakai 7 langkah yaitu : 4. partus lama. atoni uterim pendarahan dan asfiksia bayi lahir spontan dan tidak terjadi asfiksia. tetapi pada kasus Ny. Sehingga penulis menemukan kesenjangan antara teori dan praktek. Sehingga penulis menemukan kesenjangan antara teori dan praktek.4 Identifikasi Kebutuhan akan Tindakan segera / kolaborasi. I dengan ketuban pecah dini ditemukan data-data sebagai berikut : umur Ny.2 Interprestasi Data Menurut teori G1 P0 A0 parturient aterm kala I fase aktif janin tunggal hidup intra uterin K/U ibu dan janin baik dengan KPD. I G 1 P0 A0 parturient aterm kala I fase aktif janin tunggal hidup intra uterin K/U ibu dan janin baik dengan KPD.

7 Evaluasi Dalam memberikan asuhan pada Ny. menganjurkan ibu untuk tirah baring dan menempatkan ibu ditempat yang tenang.dengan KPD dilakukan sesuai advis dokter sehingga penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek. observasi keadaan umum ibu dan bayi sehingga penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek . OG menurut teori yaitu tirah baring yang nyaman. 4. kolaborasi dengan Sp.I yaitu memberitahukan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan menganjurkan ibu untuk tirah baring. melakukan observasi kemajuan persalinan sedangkan pada kasus Ny. ibu bersalin dengan KPD di rumah sakit terdapat kriteria : dirawat di rumah sakit yaitu tirah baring di tempat yang nyaman. 31 . sesuai standar asuhan kebidanan sehingga pada kasus Ny. sehingga penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek. observasi keadaan umum ibu dan bayi.6 Pelaksanaan Pada konsep asuhan pelaksanaannya antara lain memberitahukan pada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. D sudah optimal dan semaksimal mungkin. D tidak terjadi komplikasi persalinan.5 Merencanakan Asuhan dan Penyuluhan Pada tahap perencanaan Ny. I. 4. 4.

4. Dan juga masih terdapat kesenjangan antara teori dan praktek kala I memanjang atau infeksi intra uterin sehingga tidak semua kasus dengan KPD mengakibatkan kala I memanjang / infeksi intra uterin. Pada kasus Ny. 3. Untuk Ny. Hendaknya lebih meningkatkan Ilmu Pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu pelayanan.1 Kesimpulan Setelah penulis melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. Agar dapat memperluas lahan praktek bagi mahasiswa prodi D3 Kebidanan dan juga efektif dalam memberikan bimbingan kepada mahasiswa. I dengan KPD. I Diharapkan untuk bisa menjaga kebersihan diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. I tidak ditemukan masalah potensial yang ada sehingga persalinan KPD dapat ditangani secara persalinan normal. Untuk Mahasiswa D3 Kebidanan STIKes Cirebon Sebaiknya mahasiswa dalam praktek dengan waktu yang singkat dapat mengoptimalkan 32 . penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut : Kasus persalinan dengan KPD dapat ditangani dengan baik maka ibu dapat melahirkan secara spontan.BAB V PENUTUP 5. 5. Untuk BRSUD WALED Sebaiknya bidan-bidan yang bekerja di BRSUD WALED lebih sering mengontrol ibu paska melahirkan selama pasien berada di Rumah Sakit agar tidak terjadi resiko yang membahayakan bagi ibu dan bayi. Untuk Akademik Prodi D3 Kebidanan STIKes Cirebon Diharapkan untuk memilih lahan praktek yang dapat menunjang bagi mahasiswa. 2.2 Saran 1.

ketrampilan dan hubungan kasus-kasus yang terjadi di lapangan dengan teori yang sudah didapat. 33 .

2002. Sarwono. Jakarta : EGC Mochtar. Jakarta : EGC Prawirohardjo. Kapita Selekta Kedokteran. 2002. Sarwono. 1994. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP. Rustam. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Sinopsis Obstetri. Sarwono. Prawirohardjo.com/sdki/) 34 . Jakarta : TBP-SP.DAFTAR PUSTAKA Mansjoer. 2001. Arief. Buku Panduan Praktis Pelayan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 1998. (datastatistik-indonesia. Prawirohardjo. Jakarta : YBP-SP.

ASUHAN KEBIDANAN IBU BERSALIN PADA NY.0306. I DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RUANG DELIMA BRSUD WALED TAHUN 2009 Disusun oleh : NISA AFIDAH 4501.A.189 PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ( STIKes ) 2009 35 .

5.T. E.T. I DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RUANG DELIMA BRSUD WALED TAHUN 2009”. Mei 2008 36 . Selaku ketua STIKes Cirebon. I yang telah bersedia menjadikan sumber informasi demi tercapainya kelancaran pembuatan laporan kasus ini.Selaku Pembimbing lapangan. Dwi Mirawati. 2. Ny. penulis sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun guna melengkapi kesempurnaan dalam penyusunan makalah berikutnya dan semoga makalah – makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya serta penulis pada khususnya. SKM. Dalam penyusunan makalah ini penulis memperoleh bantuan dorongan dan bimbingan serta motivasi dari berbagai pihak. MM. SSi. 7. M. 4. Kedua orang tua yang selalu memberikan doa dan dukungan dalam pembuatan laporan kasus ini. Selaku Pembimbing Akademik. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Amd Keb. sehingga pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Selaku Ketua Prodi D3 Kebidanan STIKes Cirebon. 8.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan hidayah – Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini yang berjudul “ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN NY. 6. Djumhana Cholil. SSi. Bidan Taryumi. Drs. Djaenal Asikin. oleh karena itu. 3. Rekan – rekan mahasiswi yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Kes. Bidan Rahayu Widiarti. selaku ketua Yayasan STIKes Cirebon. Cirebon. H.

.........5 2......................................................3 Metode Penulisan .......................1 1........................... 15 2............................iv BAB I PENDAHULUAN 1..........................................................................................................1.......ii Lembar pengesahan .......................4 Patofisiologi .............................................4 2......................................................................................3 2.....1.........2.....5 Merencanakan Asuhan Menyeluruh 2............2.....................................................................2 Tujuan .......1..............................5 Penilaian Klinik .............................................3 1..................................................1 2........7 Pengkajian ...........................2 Konsep Asuhan Kebidanan ................................................2 Pengertian ...............6 2.................6 Pengaruh KPD ...........................................2.................................................................................................................................................2.....1 Konsep Medis ...............................................1.................................4 Etiologi .............4 2.........................2....1 Latar belakang ..............8 37 .......................i Daftar isi ....................8 Interpretasi Data .4 Identifikasi Kebutuhan dan Tindakan Segera / Kolaborasi ......3 Identifikasi Diagnosa Masalah Potensial .......................................................1 2......1...................................... 16 2...6 Penatalaksanaan ..i Penulis DAFTAR ISI Kata pengantar ........................1................. 16 2..................4 Sistematika Penulisan .....................................1 1........2 2.....3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2..............................................................

....................................................................... 19 BAB III TINJAUAN KASUS 3..........................................................1 Subjektif ...... 16 2................... 23 BAB IV PEMBAHASAN ……………………………………………………….....................................ii ...................................7 Evaluasi .......................2 Saran .6 Pelaksanaan ...................................................29 BAB V PENUTUP 5........................................................................................... 23 3....................................2.............................................................................................................................................................................................................. 31 DAFTAR PUSTAKA .............................. 18 2..2 Objektif ....................3 Assesment ........................................................1 Kesimpulan .................2..... 20 3........................................................... 22 3...............................................................4 Planning ...................... 33 38 ........................................................................... 31 5........................................

39 .iii LEMBAR PENGESAHAN Laporan kasusu ini telah di setujui dan di sahkan pleh pembimbing Akademik Program Studi D.III Kebidanan STIKes Cirebon sebagai slah satu syarat dalam mengikuti kegiatan Praktek Klinik Kebidanan .

Tanggal Pengesahan iv :……………………… Mengesahakan Program Studi D. SKM ) 40 ...) Ketua Prodi D.III Kebidanan STIKes Cirebon ( Rahayu Widiarti . Amd.III Kebidanan STIKes Cirebon Pembimbing Akademik (………………………. Keb.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful