PEMBAHASAN Pengertian Khulafaurrasidin

Khulafaurrasyidin adalah pecahan dari kata Khulafa’ dan Al – Rasyidin, Kata Khulafa’ mengandung pengertian : cerdik, pandai dan pengganti. Sedangkan kata, Al – Rasyidin mengandung pengertian : Lurus Benar dan Mendapat petunjuk. Pengertian Khulafaurrasyidin adalah “ Pengganti yang cerdik dan benar serta para pemimpin pengganti Rasulullah dalam urusan kehidupan kaum muslimin, yang sangat adil dan bijaksana, pandai dan cerdik, dan dalam menjalankan tugasnya enantiasa pada jalur yang benar serta senantiasa mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Para pemimpin Khulafaurrasyidin terdiri dari empat orang sahabat Rasulullah Yaitu: 1. Abu Bakar Siddiq 2. Umar Ibn Khattab 3. Utsman Ibn Affan. 4. Ali Ibn Abi Thalib. Dalam pemerintahannya mereka berjuang terus untuk agama Islam . mereka tidak pernah memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadinya ataua untuk mengeruk harta. Mereka adalah pemimpin – pemimpin yang baik dalam melaksanakan kekuasaan. Mereka mau menerima dan mengemban kekhalifahan, bukan karena untuk mengharapkan sesuatu yang akan menguntungkan pribadiya, tetapi semata – mata karena pengabdiannya terhadap Islam dan mencari Keridhaan Allah SWT semata. Setiap langkah yang dilakukan oleh Khulafaurrasyidin tidak pernah bertentangan dengan kemauan kaum muslimin selalu berjalan pada jalur yang benar.  ABU BAKAR (632-634 M) Pembentukan Kekhilafahan dan sistemnya Dahulu, nama aslinya adalah Abdus Syams. Tetapi, setelah masuk Islam namanya diganti oleh Rasulullah sehingga menjadi Abu Bakar. Gelar Ash- Shiddiq diberikan

1

sama-sama merasa berhak menjadi pemimpin umat Islam. Ketika Rasulullah wafat. Mereka memusyawarahkan siapa yang akan dipilih menjadi pemimpin. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Nabi Muhammad SAW dengan sendirinya batal setelah Nabi SAW wafat. yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar. Karena sikap keras kepala 2 . ia pun diberi gelar Ash. baik Muhajirin maupun Anshar. Maka ditunjuklah Abu Bakar untuk menggantikannya. belum lagi jenazahnya dimakamkan. sejumlah tokoh Muhajirin dan Anshar berkumpul di balai kota Bani Sa'idah. Masa sesingkat itu habis untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri terutama tantangan yang disebabkan oleh suku-suku bangsa Arab yang tidak mau tunduk lagi kepada pemerintah Madinah sepeninggal Rasulullah SAW. dengan semangat ukhuwah Islamiyah yang tinggi. Karena itulah. Abu Bakar terpilih.Shiddiq (Orang yang dipercaya). tidak lama setelah beliau wafat. Pada tahun 634 M ia meninggal dunia. Khilafah Rasyidin merupakan para pemimpin ummat Islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Namun. Sempat terjadi perselisihan antara kaum Muhajirin dan Anshar. Nabi Muhammad SAW tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikan beliau sebagai pemimpin politik umat Islam setelah beliau wafat. Madinah. terpilihlah Abu Bakar as-Siddiq sebagai Khalifah pertama. Abu Bakar menjadi khalifah hanya dua tahun. Umar bin Khattab. Sebagai pemimpin umat Islam setelah Rasul. Musyawarah itu berjalan cukup alot karena masing-masing pihak. sebagian kalangan muslim Anshar dan beberapa orang dari pihak Muhajirin mengadakan pertemuan di Saqifah Bani Sa'idah. Abu Bakar disebut Khalifah Rasulullah (Pengganti Rasul Allah) yang dalam perkembangan selanjutnya disebut khalifah saja. Karena itu mereka menentang Abu Bakar. Ia nampaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada kaum muslimin sendiri untuk menentukannya. Dan akhirnya.padanya karena ia adalah orang yang pertama mengakui peristiwa Isra' Mi'raj. Bagi sebagian warga Madinah. Lalu. ini adalah indikasi bahwa suksesnya kepemimpinan Rasulullah SAW diteruskan kepada Abu Bakar. akhirnya. dimana sistem pemerintahan yang diterapkan adalah pemerintahan yang islami karena berundang-undangkan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

khalifah Abu Bakar membagi wilayah kekuasaan hukum Negara Madinah menjadi beberapa propinsi.dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan. Tidak tanggung-tanggung. maka dikumpulkanlah Al-Quran tersebut. dan setiap propinsi Ia menugaskan seorang amir atau wali (semacam jabatan gubernur). ia sudah menjadi kawan akrab Rasulullah. Kemudian disalin kedalm pelepah kurma. ia berani menyerahkan seluruh hartanya kepada Rasulullah dan berkata. profesi. kulit. Meluasnya islam semenjak kepemimpinan khalifah Abu Bkar Adapun urusan pemerintahan diluar kota madinah. karena semenjak menumpas kemurtadan dan nabi-nabi palsu banyak sahabat yang hafal Al-Quran men jadi syuhada dalam perang. mempunyai pengaruh yang besar. la seorang yang kaya. dan memiliki akhlak mulia. Tipe Kepemimpinan Abu bakar ash-Shiddiq adalah seorang pedagang yang selalu memelihara kehormatan dan harga dirinya. Begitu pun dengan kemuliaan. tulang dan sebagainya.untuk kemaslahatan rakyat 3 . Untuk mencegah supaya Al-Quran. Usianya pun hampir sama dengan Rasulullah. Khalid ibn Al-Walid adalah panglima yang banyak berjasa dalam Perang Riddah ini. 3. Memerangi Kemurtadan dan Nabi-Nabi palsu 2. Mengenai praktek pemerintahan Abu Bakar di bidang pranata social ekonomi adalah mewujudkan keadilan dan kesejahteraan social rakyat. Abu Bakar menyelesaikan persoalan ini dengan apa yang disebut Perang Riddah (perang melawan kemurtadan). dan keturunan. dan orang muslim pertama yang membebaskan budak. Kontribusi Khalifah Dalam Peradaban Islam 1. Seorang yang rendah hati. Mengumpulkan Al-Quran.Garis kepemimpinan yang tidak hanya sekadar slogan. Ia telah meletakkan garis-garis besar kepemimpinan yang menerangkan tentang sifat dan akhlak pemimpin yang baik. "Saya mewariskan Allah dan rasul-Nya untuk keluarga saya”. lemah lembut. Sebelum datangnya Islam. Tidak berlebihanjika ia terpilih menjadi khalifah pertama. namun terwujud dalam diri Abu Bakar.

kemudian mengangkat Umar ibn Khatthab sebagai penggantinya dengan maksud untuk mencegah kemungkinan terjadinya perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam. Dari penunjukkan Umar sebagai penggantinya. sebagai sumber pendapatan baitul mal. Irak. Ketika Abu Bakar sakit dan merasa ajalnya sudah dekat.ia lebih dulu mengadakan konsultasi untuk mengetahui aspirasi rakyat melalui tokoh-tokoh kaum muslimin. ia bermusyawarah dengan para pemuka sahabat. ghanimah harta rampasan perang dan jizyah dari warga Negara non-muslim. Ia diganti oleh "tangan kanan" nya. Pengukuhan Umar sebagai khalifah sepeniggal Abu Bakar berjalan baik dalam suatu bai’at umum dan terbuka tanpa ada pertentangan dikalangan kaum muslimin sehingga opsesi Abu Bakar untuk mempertahankan keutuhan umat Islam dengan cara penunjukkan itu terjamin.  UMAR BIN KHATTAB (634-644 M) Pembentukan Kekhilafahan dan Sistemnya Ketika Abu Bakar merasakan sakitnya semakin berat. Umar Ra menyebut dirinya Khalifah Rasulullah (pengganti dari Rasulullah). infak. 3. Penghasilan yang diperoleh dari sumber-sumber pendapatan Negara ini di bagikan untuk kesejahteraan tentara. sementara barisan depan pasukan Islam sedang mengancam Palestina. Ia juga memperkenalkan istilah Amir al-Mu'minin (petinggi orang-orang yang beriman). Kebijaksanaan Abu Bakar tersebut ternyata diterima masyarakat yang segera secara beramai-ramai membaiat Umar Ra. ada hal yang perlu dicatat: 1. ia mengumpulkan para sahabat besar dan menunjuk Umar bin Khattab sebagai Khalifah. dan kerajaan Hirah. Bahwa Abu Bakar dalam menunjuk Umar tidak meninggalkan azas musyawarah. dan kepada rakyat yang berhak menerima sesuai ketentuan al-quran Pada saat Abu Bakar meninggal dunia. 2. sadaqoh yang berasal dari kaum muslimin. bagi para pegawai Negara. Umar ibn Khatthab al-Faruq . Abu Bakar tidak menunjuk salah seorang putranya atau kerabatnya melainkan memilih seseorang yang disegani oleh rakyat karena sifat-sifat terpuji yang dimilikinya.ini ia mengolah zakat. Para sahabat setuju dan Abu Bakar meninggalkan surat wasiat yang menunjuk Umar sebagai penggantinya 4 .

2. Umar ibnulKhaththab menulis “Risalatul Qada” atau “Dustur Umar" yang berisi nasehat dan . adil. Mendidik rakyat supaya berani memberi nasihat dan kritik kepada pemerintah. Bagian dari pidatonya adalah: “Aku telah dipilih jadi khalifah. maka memberikan leherku untuk dipotong lebih aku sukai daripada memikul jabatan ini”. kerendahan hati abu Bakar selaras dengan jiwanya yang terbaik diantara kamu dan lebih kuat diantara kamu dan juga lebih mampu memikul urusan kamu yang penting-penting. Untuk menertibkan para pejabat bawahannya.pemerintah juga harus berani menerima kritik dari siapapun sekalipun menyakitkan karena pemerintah lahir rakyat dan untuk rakyat. Khalifah Umar telah meletakkan dasar-dasar pengadilan dalam islam. aku diangkat dalam jabatan ini tidaklah sama seperti beliau.aturan praktis untuk menerapkan keadilan dan kejujuran dalam pemerintahan Sebelumnya. Ia adalah khalifah kedua dalam Islam setelah Abu Bakar ash-Shiddiq. 3. Umar menjabat sebagai hakim. Mendorong para pejabat Negara agar benar-benar meperhatikan kemaslhatan rakyat dan melindungi hak-haknya karena mereka adalah pengabdi rakyat dan bagian dari rakyat itu sendiri. andaikata aku tau ada orang yang lebih kuat daripada aku untuk memikul jabatan ini. 4. 6. dan tegas. Sebagai seorang negarawan yang patut diteladani. di masa Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq. 5 . Umar bin Khattab pun di bai’at dihadapan umat muslimin. Tipe Kepemimpinan Umar ibnu Khatthab merupakan salah satu sosok pemimpin yang tegas. ia telah menggariskan: 1.sebagai mana Abu Bakar. jujur dan adil dalam Islam. Persyaratan bagi calon Negara. Pejabat yang dipegang seseorang adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan kepada tuhan dan rakyat 5. Ia menjalankan amanah tersebut dengan begitu cerdas. Menetapkan dasar-dasar pengelolaan Negara.

Pertempuran di Ajnadin Tahun 16 H = 636 M b. Pemimpin egois. la hanya mengeruk keuntungan untuk dirinya sendiri. lni tipe pemimpin yang hanya mementingkan diri sendiri. Pemimpin yang tidak tegas terhadap dirinya sendiri. Kontribusi Khalifah Dalam Peradaban Islam Hal-Hal yang telah dilakukan Umar bin Khattab pada masa kepemimpinannya a. tanpa peduli terhadap dan rakyatnya. Dan kudeta selalu menunggu untuk merebut kekuasaan darinya. 4. Pemimpin yang berwibawa. tak peduli siapapun yang melakukannya. Pemimpin seperti ini selalu di buntuti oleh bahaya. dan jika tidak diperbaiki maka kehancuran akan datang kepadanya.sehingga ia pernah mengajukan pengunduran diri dari jabatan tersebut kepada Abu . pemimpin yang berwibawa akan menghukumnya. 1. 3. la juga lemah dan tidak berwibawa di mata rakyatnya. Penaklukan Mesir 6 . Yaitu pemimpin yang tegas bertindak terhadap segala bentuk kejahatan. 2. atau orang-orang dekatnya sekali pun. Pemimpin seperti ini dibenci oleh bawahan dan rakyatnya. Penaklukan baitul mukaddas Tahun 18 H = 639 M c. Pemimpin seperti ini tidak berani bersikap tegas terhadap bawahannya. Jika mereka salah. karena tak ada lagi perkara kejahatan yang bisa di urusinya Umar ibnu khattab membagi tipe pemimpin menjadi empat macam. Pemimpin diktator yang bersama rezimnya menghancurkan keadilan dan merampas hak rakyat. Penaklukan Irak dan Persia d.Bakar. sehingga rakyat yang dipimpinnya menjadi sejahtera lahir dan batin. keluarga. Tak peduli apakah pelaku itu diri sendiri.

jatuh pada tahun 637 M. Umar memerintah selama sepuluh tahun (13-23 H / 634-644 M). Di zaman Umar gelombang ekspansi (perluasan daerah kekuasaan) pertama terjadi. melalui proses yang agak ketat dengan Ali bin Abi Thalib. al-Madain yang jatuh pada tahun itu juga. sebagian besar wilayah Persia. dan Mesir. Hasil musyawarah atau konsultasi khalifah diakhir hidupnya dengan sejumlah pemuka masyarakat madinah yang terpenting adalah terbentuknya “tim formatur”yang bertugas memilih khalifah setelah umar. Thalhah. budak dari Persia bernama Abu Lu'lu'ah. sebuah kota dekat Hirah di Iraq. ibu kota Syria. Dari sana serangan dilanjutkan ke ibu kota Persia. zakat dan jizya. Sa'ad ibn Abi Waqqash. jatuh tahun 635 M dan setahun kemudian. Damaskus. setelah tentara Bizantium kalah di pertempuran Yarmuk. Dia dibunuh oleh seorang majusi. Dengan demikian. dan ini mengakibatkan kewafatannya. usyur. seluruh daerah Syria jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Iskandariah/Alexandria. Abdurrahman ibn 'Auf. Zubair. Setelah Umar wafat. Moshul dapat dikuasai.Ia selalu mengadakan musyawarah dengan tokoh-tokoh ansar dan Muhajirin. ekspansi diteruskan ke Mesir di bawah pimpinan 'Amr ibn 'Ash dan ke Irak di bawah pimpinan Sa'ad ibn Abi Waqqash. Masa jabatannya berakhir dengan kematian. Palestina. Enam orang tersebut adalah Usman. ibu kota Mesir. Dengan demikian. Sumber-sumber keuangan Negara untuk mengisi baitul mal diperoleh dari alfarz. Ali. Pada tahun 641 M . tim ini bermusyawarah dan berhasil menunjuk Utsman sebagai khalifah. Umar Ra tidak menempuh jalan yang dilakukan Abu Bakar. Syria. Dengan memakai Syria sebagai basis. konsultasi ini terjadi ketika keadaan jiwanya akibat tikaman enam kali yang dilakukan Abu lu’luah karena dendam. ditaklukkan tahun 641 M. ia tidak bertindak sewenang-wenang dan memutuskan suatu urusan tanpa mengikutsertakan warga umat. Dia menunjuk enam orang sahabat dan meminta kepada mereka untuk memilih salah seorang diantaranya menjadi khalifah. 7 . pada masa kepemimpinan Umar wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arabia. usyri. Mesir jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Untuk menentukan penggantinya. Al-Qadisiyah. dengan rakyat dan dengan para administrator pemerintahan untuk memecahkan masalah-masalah umum dan kenegaraan.

2. 4. Umat islam boleh mengkririknya bila ia menyimpang dari ketentuan hokum Untuk pelaksanaan administrasi pemerintahan di daerah. Setelah Usman bin Affan dilantik menjadi khlifah ketiga Negara madinah . Keputusan terakhir diserahkan kepada Abdurrahman bin Auf sebagai ketua Dewan yang kemudian menunjuk Utsman bin Affan sebagai Khalifah. 2. muncul dua nama yang bersaing ketat yakni Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. 5. Agar umat islam berbuat baik sebagai bekal untuk hari kematian.dalam pidato itu usman mengingatkan beberapa hal yang penting: 1. Amir wilayah thaif 3. khalifah usman mempercayakannya kepada seorang gubernur untuk setiap wilayah atau propinsi pada masanya kekuasaan wilayah madinah di bagi menjadi 10 propinsi: 1. Keenam Orang itu adalah Abdurrahman bin Auf. Sebagai khalifah ia akan melaksanakan perintah al-quran dan sunnah rasul.ia menyampaikan pidatonya yang menggambarkan dirinya sebagai sufi. Setelah melalui perdebatan yang cukup lama. Amir wilayah mekkah. Agar umat islam terpedaya kemewahan hidup dunia yang penuh kepalsuan 3. Amir wilayah Shan’a 8 . Namun Umar juga berpikir untuk meninggalkan wasiat seperti dilakukan Abu Bakar. Sebagai jalan keluar. Umar mempertimbangkan untuk tidak memilih pengganti sebagaimana dilakukan Rasulullah. seorang majusi persia. Agar umat islam mau mengambil pelajaran dari masa lalu. Segera setelah peristiwa penikaman dirinya oleh Fairuz. Zubair bin Awwam. Di samping ia akan meneruskan apa yang telah dilkukan pendahulunya juga akan membuat hal baru yag akan membawa kepada kebajikan 6. Umar menunjuk enam orang Sahabat sebagai Dewan Formatur yang bertugas memilih Khalifah baru. Thalhah bin Ubaidillah. UTSMAN BIN AFFAN (644-656 M) Pembentukan Kekhilafahan Dan Sistemnya Umar bin Khattab tidak dapat memutuskan bagaimana cara terbaik menentukan khalifah penggantinya. Nafi’bin al-haris al-khuza’i. Saad bin Abi Waqqash. Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Sufyan bin Abdullah al-tsaqqfi. dan citra pemerintahannya lebih bercorak agama ketimbang politik belaka sebagai dominan. Ya’la bin Munabbih Halif Bani Nauful bin Abd Manaf.

Amr bin al-Ash al-Sahami. 5. Bersikap Adil. Amir wilayah Basrah. Sedangkan kekuasaan legislative dipegang oleh Dewan Penasehat Syura. Tipe Kepemimpinan Ia adalah saudagar kain yang kaya raya dan juga memiliki ternak yang paling banyak diantara orang-orang Arab lainnya. Dermawan. Teguh pendirian. Muawiyah bin Abi Sufyan . 8. dan lain-lain. Berani mengambil keputusan.4. Ia diangkat rnenjadi khalifah oleh Majelis Syuro ketika itu. 7. Amir wilayah a-janad. 10. Abdullah bin Abi Rabiah . 6. 5. 7. Amir wilayah mesir. Umar bin Sa’ad . 9 . Menjalankan Al-Qur’ an dan As-Sunnah. Bakat kepemimpinannya telah terlatih karena ia berpengalaman memimpin usaha dagang dan ternaknya. 4. Kontribusi Khalifah Pada Masa Peradaban Islam Prestasi yang diraihnya sebagai hasil dari kepemimpinannya yang handal seperti : • Menaklukan Syria dan mengangkat Muawiyah sebagai gubernur di sana. 8. Al-Mughirah bin Syu’bah al-tsaqi. 9. Amir wilayah Bahrain. Aspiratif terhadap pendapat rakyatnya. 3. Pandai memilih bawahannya yang kompeten. 6. Lemah lembut dan sopan santun. Diantara sifat-sifat kepemimpinan yang dimilikinya yaitu: 1. 2. Amir wilayah Damaskus 9. tempat khalifah mengadakan musyawarah dengan para sahabat terkemuka. Bertanggung jawab. Usman bin Abi al-ashal-Tsaqafi. Amir wilayah Himsh.dan 10. Amir wilayah Kufah. bahkan terhadap lawannya. Abu Musa Abdullah bin Qais al-Asy’ari.

Rhodes.• Menaklukan Afrika Utara dan mengangkat Amr ibnul¬-`Ash menjadi gubernur di wilayah tersebut. Rakyat di beberapa daerah terutama Kuffah. Harta kekayaan negara. Basyrah dan Mesir mulai memprotes kepemimpinannya yang dinilai tidak adil. Kepemimpinan Utsman memang sangat berbeda dengan kepemimpinan Umar. Menaklukan Khurasan dan Nashabur di Iran.if. Transoxania. sedangkan Utsman hanya menyandang gelar Khalifah. • • • • Setiap hari Jumat beliau memerdekakan seorang budak (bila ada). Setelah banyak anggota keluarganya yang duduk dalam jabatan-jabatan penting. Yang terpenting diantaranya adalah Marwan ibn Hakam Rahimahullah. zakat dan jizya. usyri. Ekspansi Islam pertama berhenti sampai di sini. Menaklukan daerah Arjan dan Persia. Mushaf yang dibakukan ini dikenal dengan Mushaf Usmani dan dipakai hingga sekarang. usyur. Dia juga tidak tegas terhadap kesalahan bawahan. Umar melengkapinya dengan beberapa jawatan. dan Tabaristan berhasil direbut. Dialah pada dasarnya yang dianggap oleh orang-orang tersebut yang menjalankan pemerintahan. dan bagian yang tersisa dari Persia. Utsman dibunuh oleh kaum pemberontak yang terdiri dari orang-orang yang berhasil dihasut oleh Abdullah bin Saba’ Tahun-tahun berikutnya. Ini karena fitnah dan hasutan dari Abdullah bin Saba’ Al-Yamani salah seorang yahudi yang berpura-pura masuk islam. Salah satu faktor yang menyebabkan banyak rakyat berburuk sangka terhadap kepemimpinan Utsman adalah kebijaksanaannya mengangkat keluarga dalam kedudukan tinggi. Untuk mengisi baitul mal diperoleh dari alfarz. Tunisia. Ibnu Saba’ ini gemar berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya untuk menyebarkan fitnah kepada kaum muslimin yang baru masa keislamannya. Akhirnya pada tahun 35 H/1655 M. pemerintahannya Usman mulai goyah. Di masa pemerintahan Utsman (644-655 M). pada paruh terakhir masa kekhalifahannya muncul perasaan tidak puas dan kecewa di kalangan umat Islam terhadapnya. oleh kerabatnya dibagi- 10 . Membukukan Al-Qur`an ke dalam bentuk baku yang seragam sehingga tidak ada perselisihan lagi. Pemerintahan Usman berlangsung selama 12 tahun. Cyprus. Armenia.

Dia mengirim surat kepada Thalhah dan Zubair agar keduanya mau berunding untuk menyelesaikan perkara itu secara damai. Ia telah ikut bersama Rasulaalah SAW. dan mereka menuntut bela terhadap darah Utsman yang telah ditumpahkan secara zhalim. pertentangan dan kekacauan dan kebingungan umat islam Madinah. Ali sebenarnya ingin sekali menghindari perang. Ali bin Abi Thalib diangkat sebagai khalifah bukan krena hasil keputusan musyawarah umat islam. Alasan mereka. masjid-masjid dan memperluas masjid Nabi di Madinah. Ali tidak mau menghukum para pembunuh Utsman.bagikan tanpa terkontrol oleh Usman sendiri. Saling memelihara kehormatan di antara sesame muslim dan umat lain 4. Ia adalah orang yang keras dan disiplin. Taat dan bertaqwa kepada allah serta mengabdi kepada negara dan sesame manusia 3. hampi seperti Umar bin Khattab. jembatan-jembatan. Ali ibn Abi Thalib menghadapi pemberontakan Thalhah. Begitu menjadi khalifah para gubernur yang diangkat oleh usman diganti dan tanah-tanah yang dibagikan diambil kembali.dan 5. Taat dan patuh kepada pemerintah. Yang kemudian menjadi menantunya karena menikahi putri Nabi Muhammad SAW. Tidak lama setelah itu. Padahal Utsman yang paling berjasa membangun bendungan untuk menjaga arus banjir yang besar dan mengatur pembagian air ke kota-kota.ia dibai’at ditengah-tengah kematian usman. Ia adalah sepupu Nabi Muhammad SAW. Itu semua akibat fitnah yang ditebarkan oleh Abdullah bin Saba’. sebab kaum pemberontak yang membunuh Usman mendaulat Ali supaya bersedia dibaiat menjadi khalifah. tapi ia diangkat oleh para pemberontak. Terpanggil untuk berbuat kebajikan bagi kepentingan umum. 11 . Pengukuhan Ali menjadi khalifah tidak semulus pengukuhan tiga orang khalifah pendahulunya. Dia juga membangun jalanjalan. Tetap berpegang teguh kepada al-quran dan sunnah rasul 2. FAtimah. Dalam pidatonya khalifah Ali menggambarkan dan memerintahkan agar umat islam: 1. Zubair dan Aisyah.  ALI BIN ABI THALIB (656-661 M) Pembentukan Kekhilafahan Dan Sistemnya Ali adalah putra Abi Thalib ibn Abdul Muthalib.

Dengan demikian masa pemerintahan Ali melalui masa-masa paling kritis karena pertentangan antar kelompok yang berpangkal dari pembunuhan Usman. dan mendahulukan orang lain dalam berpendapat. 7. makanan orang fakir. Berbicara dengan penuh hikmah (bijaksana) dari segala segi.Namun ajakan tersebut ditolak. Bawahannya tidak takut berbicara. Banyak menangis karena takut kepada Allah. 12 . Sangat kuat (fisik). pertempuran yang dahsyat pun berkobar.ia membenahi dan menyusun arsip Negara untuk mengamankan dan menyelamatkan dokumen-dokumen khalifah dan kantor sahib-ushsurtah. Perang ini dikenal dengan nama Perang Jamal (Unta). 12. 10. karena Aisyah dalam pertempuran itu menunggang unta. Tipe Kepemimpinan Karakter kepemimpinan Ali bin Abi Thalib. 8. 9. 13. Selalu mengawali ucapan salam apabila bertemu. Berpandangan jauh ke depan (visioner). 4. Selalu menghitung-hitung kesalahan dirinya (muhasabah). 5. 2. Banyak bertafakur setelah berusaha. Berteman dengan ibadah pada malam dan kegelapan. Menyepi dari dunia dan segala perhiasannya. serta mengordinir polisi dan menetapkan tugas-tugas mereka. 11. dan berhasil mengalahkan lawannya. 6. Ilmu pengetahuan menyemburat dari seluruh sisinya (perbuatan dan perkataannya). Menghukum dengan adil.namun Ameer Ali menyatakan:…ia berhasil memecat sebagian besar gubernur yang korupsi dan mengembalikan kebijaksanaan Umar pada setiap kesempatan yang memungkinkan. Berbicara dengan sangat ringkas dan tepat. 15. sedangkan Aisyah ditawan dan dikirim kembali ke Madinah. 3. Memenuhi panggilan apabila dipanggil. 14. Menyukai pakaian kasar. Akhirnya. Zubair dan Thalhah terbunuh. seperti yang diungkapkan Dhirar bin Dhamrah kepada Muawiyyah bin Abu Sufyan adalah sebagai berikut : 1.

19. 20. 13 . Keadaan ini tidak menguntungkan Ali.16. Perang ini diakhiri dengan tahkim (arbitrase). Di tempat ibadah dia menangis seperti orang yang sedang bersedih. Belum lagi segudang kehebatan dan keberanian yang lainnya. Ia berani menghadapi kaum musyrikin dalam perang Khandak yang berjumlah 24. Mu'awiyah yang didukung oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaan. Ali berhasil membunuhnya. yaitu Mu'awiyah. sementara posisi Mu'awiyah semakin kuat. Ali Ra terbunuh oleh salah seorang anggota Khawarij yaitu Abdullah bin Muljam. Menghormati ahli agama dan mencintai kaum fakir miskin. tapi tahkim ternyata tidak menyelesaikan masalah. Namun. Di hadapannya orang-orang yang kuat tidak akan berani berbuat batil. Tidak heran jika akhirnya ia mendapat sebutan sebagai orang yang tidak dapat dikalahkan oleh lawan. orang-orang yang keluar dari barisan Ali. Pertempuran terjadi di sini yang dikenal dengan nama perang shiffin. Munculnya kelompok al-khawarij menyebabkan tentaranya semakin lemah. 17. Kontribusi Khalifah Dalam Peradaban Islam Kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali juga mengakibatkan timbulnya perlawanan dari para gubernur di Damaskus.000 prajurit. Pasukannya bertemu dengan pasukan Mu'awiyah di Shiffin. 18. di ujung masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib umat Islam terpecah menjadi tiga kekuatan politik. giginya terlihat seperti mutiara dan tersusun rapi. Kepemimpinannya telah teruji. Setelah berhasil memadamkan pemberontakan Zubair. orang-orang yang lemah tidak akan berputus asa dari keadilannya. Jika tersenyum. Pasukan berkuda yang dipimpin oleh Amru Bin Wudd hendak menikamnya. Di hadapannya. Syi'ah (pengikut Abdullah bin Saba’ al-yahudi) yang menyusup pada barisan tentara Ali. Ali bergerak dari Kufah menuju Damaskus dengan sejumlah besar tentara. Akibatnya. al-Khawarij. dan al-Khawarij (orang-orang yang keluar dari barisan Ali). Pada tanggal 20 ramadhan 40 H (660 M). Thalhah dan Aisyah. bahkan menyebabkan timbulnya golongan ketiga.

prinsip keadilan social dan kesejahteraan rakyat.Kesimpulan Harus diakui ada beberapa kasus dan peristiwa pada masa khalifah Usman dan Ali yang tidak menyenangkan. Penunjukan itu tidak karena ada hubungan keluarga antara khalifah yang mencalonkan dan calon yang di tunjuk. Cara ini terjadi pada musyawarah terpilihnya Abu Bakar dibalai pertemuan TsaqifahBani Syaidah. prinsip kebebasan berpendapat. dan mereka menyetujuinya.Cara ini terjadi pada Ali yang dipilih oleh kaum pemberontak dan umat Islam Madinah. Kedua. prinsip persamaanbagi semua lapisan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.dalampenyelenggaraan pemerintahan Negara Madinah khulafa al-Rasyidin telah melaksanakan prinsip musyawarah. Cara ini terjadi pada penunjukan Umar oleh khalifah Abu Bakar. 4) Pengangkatan spontanitas di tengah-tengah situasi yang kacau akibat pemberontakan sekelompok masyarakat muslim yang membunuh usman.Pertama. Karena Rasulullah SAW tidak pernah menunjuk calon penggantinya. Undang-undang nya adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasul ditambah dengan hasil ijtihad khalifah dan keputusan Majelis Syura dalam menyelesaikan masalahmasalah yang timbul yang tidak ada penjelasannya dalam nash syariat.Pemerintahan Khulafa’ al-Rasyidin tidak mempunyai konstitusi yang dibuat secara khusus sebagai dasar dan pedoman penyelenggaraan pemerintahan. 2) Pemilihan dengan cara pencalonan atau penunjukan oleh khalifah sebelumnya dengan terlebih dahulu mengadakan konsultasi dengan para sahabat terkemuka dan kemudian memberitahukan kepada umat islam. Mereka tetap memegang jabatan itu selama berpegang kepada syariat islam. mengenai pengangkatan empat orang sahabat Nabi terkemuka itu menjadi Khalifah dipilih dan di angkat dengan cara yang berbeda. Cara ini terjadi pada Usman melalui Majelis Syura yang dibentuk oleh khalifah Umar yang beranggotakan enam orang. Ketiga. Anggota tem bertugas memilih salah seorang dari mereka menjadi khalifah. 14 .Tapi perlu dicatat secara umum mengenai beberapa hal yang dicontohkan oleh khulafa al-Rasyidin dalam memimpin Negara Madinah. 3) Pemilihan team atau Majelis Syura yang di bentuk khalifah. Kelima.Pemerintahan khulafa al-Rasyidin juga tidak mempunyai ketentuan mengenai masa jabatan bagi setiap khalifah. 1) Pemilihan bebas dan terbuka melalui forum musyawarah tanpa ada seorang calon sebelumnya.dasar dan pedoman penyelenggaraan pemerintahan Negara Madinah adalah Al-Qur’an dan Sunnah rasul. Keempat.

dan hasil keputusan Majelis Syura.hasil ijtihad penguasa. Karenanya corak Negara Madinah pada periode Khulafa al-Rasyidin tidak jauh berbeda daripada zaman Rasulullah. 15 .

16 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful