Kasti

Anda tahu olahraga kasti? Atau bahkan dulu Anda sering memainkannya. Terbayang seru dan asyiknya memukul dan menangkap bola di lapangan. Sayangnya, seperti olahraga permainan lainnya, kini olahraga kasti jarang dimainkan anak sekarang. Mereka lebih senang main PS atau game online. Bahkan tak jarang, seseorang saking asyiknya bisa berjam-jam duduk memainkan kedua permainan tersebut. Kasti, Olahraga Permainan Olahraga kasti digolongkan sebagai jenis olahraga permainan. Itu karena olahraga ini dapat dilakukan dalam bentuk permainan. Karena itu kasti dapat dimainkan dari berbagai tingkatan usia, pria maupun wanita. Kasti dimainkan secara beregu. Ada 2 regu yang saling berhadapan. Masing-masing regu biasanya terdiri dari 5 orang atau sesuai kesepakatan. Salah satu regu bertindak sebagai penyerang, sedangkan regu yang lain bertahan. Permainan kasti sangat mengandalkan kerjasama pemain antar anggota regu. Dahulu permainan kasti sering dimainkan antar sekolah, antar kampung maupun pada perayaan Agustusan sebagai olahraga rakyat yang sifatnya murah meriah. Kasti dan Softball, Serupa tapi Tak Sama KASTI PERATURAN PERMAINAN Aturan 1 LAPANGAN Ukuran yang terbesar adalah 30×60 meter ditambah dengan ruang pemukul dan ruang bebas ukurannya menjadi 30×65 meter. Ukuran yang terkecil adalah 30×45 meter, ditambah dengan ruang pemukul dan ruang bebas menjadi 30×50 meter. Ukuran yang besar untuk anak anak besar sedangkan ukuran yang kecil untuk anak kecil atau anak perempuan.

. Petak pelambung letaknya di sudut kanan sebelah dalam ruang pelambung.5 m dari tanah dan harus dengan mudah dapat dibedakan dengan tiang-tiang bendera di garis batas. Masing-masing jaraknya 10 m dari garis samping. Dalam pertandingan. yaitu orang yang memukul bola. bilah atau tali diperbolehkan. Semua garis juga dapat dibuat dengan cara menggali tanah. Di dalam bujur sangkar yang tengah. kayu atau bambu. di luar garis (batas) harus ada tanah kosong. Dengan demikian ruang pemukul ditukar dengan ruang pelambung Aturan 3 RUANG BEBAS Ukuran ruang bebas 15x5m Aturan 4 TIANG PERTOLONGAN Tiang pertolongan berdiri di dalam lingkaran dengan jari-jari 1 m. Di sudut kiri kiri ruang pemukul juga dibuat petak pelambung untuk persediaan. Ruang pemukul dibagi atas 3 bujur sangkar oleh dua garis yang panjangnya 5m. yang lebarnya sekurang-kurangnya 5 atau 10 m dari dari batas. Aturan 5 TIANG BEBAS Disebelah belakang lapangan terdapat 2 buah tiang bebas. asal tidak terlalu dalam dan lebarnya tidak lebih dari 3 cm. pemukul. mempergunakan pita. Garis muka dari ruang pemukul disebut dengan garis pemukul. apabila ada pemukul yang kidal.Semua garis (batas) dinyatakan dengan kapur. Tiang pertolongan dan tiang bebas terbuat dari besi. Pada keempat sudut lapangan dan pertengahan garis samping dipancangkan bendera. yaitu orang yang melambungkan bola. Aturan 2 RUANG PEMUKUL Ukuran ruang pemukul 5×5 meter. berdiri di dalam petak yang ukurannya 1x1m. Pelambung. dari garis batas belakang jaraknya 5 m. Harus kokoh terpancang di dalam tanah dan dapat menahan tarikan pelari. Jauh tiang pertolongan 5 m dari garis pemukul dan 5 m dari garis samping kiri. Tiangtiang bendera sekurang-kurangnya 1. Kedua tiang berdiri di dalam lingkaran yang berjari-jari 1 m. boleh berdiri dimana saja. Tingginy sekurang-kurangnya 1.5 m dari tanahnya.

. Bola yang terlalu tinggi lambungnya seperti bola tenis tidak baik untuk bermain kasti. Penampangnya jarang (Oval). Pegangan panjangnya 15 sd 20 cm.5 sd 4 cm. Kayu pemukul tidak boleh diberati dengan logam atau barang lain. asal menurut pendapat wasit memenuhi syarat tersebut di atas. kelilingnya 19 sd 21 cm. tebal 3. Semua pemain oleh pimpinannya diberi nomor yang tampak dengan jelas. lebarnya tidak lebih dari 5 cm dan tebalnya 3. terbuat dari karet atau kulit. beratnya 70 sd 80 gram. tetapi ukuran pegangan harus sama dengan yang tersebut di atas. Aturan 7 BOLA Bola yang digunakan untuk bermain kasti adalah bola kasti. tetapi warnanya harus berlainan dengan warna bendera pada garis batas dan panjangnya tidak boleh lebih dari 0. Yang paling baik adalah yang tidak terlalu kenyal dan tidak terlalu keras. Wasit juga menentukan waktu penggantian itu. sekurang-kurangnya 50 cm sepanjang-panjangnya 60 cm. Bagian atas dari tiang itu hendaknya dibuat jangan sampai dapat melukai pemain. Sebelum pertandingan dilmulai pemimpin menyerahkan daftar nama pemain dengan nomor urutnya kepada wasit. boleh dibalut. Kayu pemukul dapat pula bulat jujur (Jawa:gilig). Aturan 8 LAMA PERMAINAN Lama permainan kasti sekurang-kurangnya 2×20 menit dan selama-lamanya 2×30 menit tidak terermasuk waktu istirahat yang lamanya 10 menit. Selama pertandingan urutan nomor tidak boleh diubah. Aturan 6 KAYU PEMUKUL Kayu pemukul terbuat dari kayu.5 cm.5 m. Wasit boleh mengijinkan seorang pemain diganti oleh seorang pengganti. Aturan 9 PARTY-PARTY Tiap party terdiri atas 12 orang pemain diantaranya ada seorang yang menjadi pemimpin. Tiap rombongan pemain boleh mempergunakan kayu pemukul masing-masing.Tiang pertolongan dan tiang bebas boleh juga dipasangi bendera. Pemain memukul bola sesuai dengan nomor urutnya. tebalnya 3 cm.

bila bertukar bebas 2. Nilai dicatat oleh seorang penulis. apabila ada pemain yang terkena lemparan atau keluar batas. Satu tiupan panjang: Apabila bertukar tidak bebas b. Ia harus memegang teguh aturan bermain dan menjaga supaya aturan diikuti oleh pemain dengan seksama. bila wasit akan menghentikan permainan karena suatu hal. Tiga tiupan panjang: 1. bila pukulan salah 2. d. Setelah dipanggil oleh penulis “no 1” . bila permainan akan dimulai (permulaan setelah istirahat. Melakukan SOET di bawah pengawasan wasit. Yang menang menjadi party pemukul. kira kira dekat dengan ruang pemukul dengan ruang bebas. yang kalah menjadi party lapangan. Peniulis dengan pembantunya berdiri di luar lapangan. bila bola hilang 3. Petunjuk dan keputusan wasit pasti dan dan harus ditaati. penjaga garis harus memberi tanda dengan melambailambaikan benderanya ke bawah. biala pukulan luncas c. setelah tukar). Bilaperlu. Wasit dibantu oleh 3 penjaga gariis (samping kiri.Aturan 10 WASIT Wasit memimpin pertandingan. Penjaga garis boleh memberitahukan pelanggaran yang dilakukan oleh pemain. bila permainan selesai. Aturan 11 TEMPAT PERMAINAN Sebelum pertandingan dimulai. diadakan undian. namun wasit tidak harus menurut petunjuknya. ditolong oleh seorang di bawah pengawasan wasit. Wasit harus mempunyai sebuah peluit yang dapat dengan jelas terdengar keseluruh lapangan. wasit boleh meminta keterangan kepada penjaga garis. Dua tiupan pendek: bila pukulan salah 1. Apabila ragu-ragu. atas pemimpin ke dua party. Aturan 12 PARTY PEMUKUL Party pemukul berkumpul di dalam ruang bebas. Peluit dibunyikan dengan ketentuan: a. 2. Dua tiupan panjang: 1. kanan dan belakang).

kecuali pemukul. Tidak boleh berdiri di dalam ruang bebas b. asal memperhatikan hal-hal berikut ini: a. pelambung dan pembantunya. maka wasit berhak memerintahkan pemimpin party lapangan untuk mengganti pelambung dengan pemain lain.5 m). Aturan 16 MELAMBUNG Pelambung melambungkan bola dengan cara mengayunkan tangan dari bawah ke muka pemukul. Tidak boleh ada pemain lain di dalam ruang pemukul. PELAMBUNG Seorang dari party lapangan menjadi pelambung. Ia berdiri di dalam petaknya. Aturan 17 LAMBUNGAN BETUL Bola betul dilambungkan: 1. c. tetapi pada waktu bola tidak dalam permainan. Selama pertandingan pelambung boleh ditukar dengan pemain lain oleh pemimpin. Aturan 13 PARTY LAPANGAN Pemain dari party lapangan bersiap pada tempatnya masing-masing yang ditunjuk oleh pemimpinnya. Aturan 15 PEMBANTU Pembantu pelambung menempatkan diri di belakang pemukul. Waktu melambungkan bola. Bila bola seolah –olah akan mengenai pemukul atau dekat sekali dengan pemukul tidak .mengambil tempat di dalam bujur sangkar tengah (dalam ruang pemukul) bersedia untuk memukul. Pemukul boleh lari dengan bebas sampai kembali ke ruang bebas dan mendapat nilai lari satu. Aturan 14. Ia harus berdiri di dalam petaknya dengan ke dua belah kakinya menginjak tanah. walaupun sudh berulang-ulang diperingatkan oleh wasit. jaraknya sekurang-kurangnya 2 langkah (sekitar 1. Apabila hal ini terjadi. Jalan lurus dari ruang pemukul ke tiang pertolongan tidak boleh ada rintangan. ia tidak boleh membuat gerakan “pura-pura”. Mereka boleh berdiri dimana saja diluar atau di dalam lapangan.

Pengganti mendapat nomor pemain yang digantinya. Sesudah bertukar. Sehabis . Aturan 22 GILIRAN MEMUKUL Pemain-pemain mendapat giliran memukul menurut urutan nomor yang ada dir uang bebas (lihat aturan 9). namun apabila dipukul hal itu termasuk satu pukulan. Pemukul harus lari ke tiang pertolongan. Bola yang salah dilambungkan tidak perlu dipukul. Peringatan: Bila tempat ditunjukkkan oleh pemukul. party lapangan menjadi party pemukul. pemukul boleh bebas lari ke tiang bebas dengan bebas. dan ia dipandang sebagai pemukul yang betul pukulannya. Bila bola melambung di tempat yang ditunjukkan oleh pemukul.lebih tinggi dari kepala dan tidak lebih rendah dari lutut. Pembebas adalah pemain dari party yang mendapat giliran memukul bola pada saat kawan-kawannya semua sedang berdiridi dalam lingkaran tiang pertolongan atau tiang bebas. yang mulai memukul adalah pemain yang nomornya mengikuti nomor pemain pemain yang memukul terakhir ketika akan ada pertukaran. maka ia berseru “betul”. tetapi tidak boleh dilempar. menurut pendapat wasit. Pemukul tidak boleh meminta lambungan bola di luar (melewati garis pemukul) ruang pemukul. Bila tempat tidak ditunjukkan oleh pemukul. pelambung memenuhinya. Aturan 18 LAMBUNGAN SALAH Bola salah dilambungkan apabila tidak memenuhi syarat-syarat aturan 17 Aturan 19 MENOLAK BOLA Bola yang betul dilambungkan harus dipukul. Aturan 21 BANYAK PUKULAN Tiap-tiap pemain party pemukul hanya berhak atas “SATU” pukulan saja. harus dipukul. selalu salah melambungkannya. 2. Hal ini dipandang sebagai kejadian pada “pukulan luncas”. Apabila pelambung tiga kali berturut-turut. Aturan 20 BOLA YANG DITOLAK Apabila wasit berpendapat bahwa penolakan bola oleh si pemukul tidak mestinya. mempunyai hak atas “TIGA” pukulan. bola yang memenuhi syarat lambungan.

TEMPAT SI PEMUKUL Pemukul berdiri di dalam bujur sangkar tengah di ruang pemukul. Apabila bola terpukul dengan tangan c. pemain atau tiang pertolongan. kayu pemukul harus diletakkan di dalam bujur sangkar si pemukul. mengenai pelambung atau pembantunya. pemukul tidak berhak mendapat nilai. Ia tidak boleh berdiri di atas salah satu garis batas atau di luarnya. Apabila bola jatuh atau berguling-guling di dalam ruang bebas. meskipun akhirnya masuk juga ke dalam lapangan. menjadi party pemukul nomor urut berlaku terus. e. kecuali kalau ia sebelum menyentuh tiang pertolongan sempat dan dapat . d. Kalau kayu pemukul terjatuh keluar batas. pada tempat yang disukainya. Aturan 23. dengan tidak lebih dahulu mengenai tanah. ataupun sebagian saja keluar. Giliran memukul dimulai dari no 1 yang pada waktu akan berganti.istirahat. Bila bola jatuh di atas atau di belakang garis pemukul (atau sambungannya). dan tidak melewati garis samping sebelum bendera tengah. Apabila bola setelah dipukul jatuh mengenai pemukul sendiri. Apabila bola melambung melewati garis samping sebelum bendera tengah. sedang mereka ada di dalam ruang pemukul. melampaui garis-garis pemukul. Pelanggran dipandang sebagai “pukulan salah” Aturan 24 PUKULAN BETUL Pukulan disebut betul. kayu pemukul tidak mengenai bola. Aturan 27 KAYU PEMUKUL KELUAR Sehabis memukul. Aturan 25 PUKULAN SALAH Pukulan salah apabila: a. yang menjadi party pemukul adalah party lapangan pada permulaan pertandingan. b. apabila bola dipukul. Aturan 26 PUKULAN LUNCAS Pukulan disebut luncas apabila dalam usaha memukul. dengan tidak mengenai tanah pemain atau tiang pertolongan lebih dahulu. sebelum kayu pemukul mengenai bola.

pemukul harus lari keruang pertolongan atau langsung ke salah satu dari tiang bebas. maka si pelari harus segera menyentuh tiang pertolongan. pelari boleh mempergunakan tiang pertolongan sebagai tempat yang bebes dari lemparan. boleh terus kembali ke ruang bebas. waktu bola dalam permainan. masih boleh dilempar juga Jika pelari keluar dari lingkaran tiang pertolongan. Jadi. Aturan 29 LARI Tiap-tiap pemukul setelah pukulan betul. yaitu tidak akan kena dilempar. pemain lainnya boleh melanjutkan perjalanannya. dan dari tiang bebas. pukulan salah. Selama ia belum menyentuh tiang bebas. sehabis bertukar tempat dan sehabis istirahat. Sesudah menyentuh tiang pertolongan boleh juga ia kembali “membetulkan” kayu pemukul tetapi ia harus langsung lari ke tiang bebas. Untuk sesuatu pukulan betul.membetulkan kayu pemukul sebagaimana mestinya. tetapi sah satu tiang bebas harus disentuh. kalau menurut kiranya mungkin. Dalam perjalanan dari ruang pemukul ke tiang bebas. Dalam usaha lari. harus lari kembali ke ruang bebas. atau luncas disebut “pelari” Aturan 30. maka ia harus lari setidak-tidaknya sampai ke tiang bebas. LARI SESUDAH PUKULAN BETUL Sesudah pukulan betul. Jika keluar dari lingkaran tiang bebas.walaupun kayu pemukul keluar. Pelari tidak boleh dilempar kalau ia telah menyentuh tiang pertolongan. tiang bebas atau bendera pada tiang itu. ia berlindung diri ke tiang pertolongan. Tetapi pada bagian ke dua dari larinya tiang pertolongan bukan tempat bebas lagi. boleh dilalui saja. Aturan 28 MUALI PERMAINAN Pada tiap-tiap permulaan permainan. meskipun sudah masuk ke dalam lingkaran tiang-tiang tersebut kalau belum menyentuh tiangnya atau benderanya . . pemain dari party pemukul tidak boleh masuk ke dalam ruang pemukul sebelum dipanggil oleh penulis. tiang pertolongan tidak perlu disentuh. Pelanggaran hal ini dihukum dengan bertukar bebas. Kalau seorang pelari berdiri dekat dengan tiang pertolongan dan pada saat itu bola sudah ada dalam tangan si pelambung dan pelambung sudah siap di dalam petak.

Kalau perjalanan dilakukan dalam 2 atau 3 bagian dengan selamat. seorangpun tidak boleh lari. Aturan 33 MENDAPAT NIAI Pemain dari party pemukul mendapat nilai dua kalau pukulannya sendiri betul dan ia dapat lari dari ruang pemukul ke salah saru tiang bebas. party lapangan mendapat nilai 1. Pelari yang akan masuk ke dalam ruang bebas boleh melalui ruang pemukul. Pemain dianggap keluar dari batas apabila sebagian badannya menganai tanah di luar batas. artinya tidak melakukan pelanggaran atau tidak terganggu karena pertukaran tempat. kalau hal ini terjadi pelari harus terus ke ruang bebas. langsung kembali ke ruang bebeas dengan selamat. bila pada akhir pertandingannilai ke dua party sama maka yang menang adalah party party yang terbanyak mendapat nilai untuk lari. kalau belum pasti bahwa pukulan itu betul. Ia tidak mendapat nilai untuk larinya. ruang bebas dan ruang pemukul. Pemain dianggap telah masuk ke ruang bebas apabila kedua kakinya telah menginjak ruang bebas. Untuk satu “bola tangan” yaitu bola yang ditangkap.Lari dari tiang bebas ke tiang bebas lainnya tidak boleh. kecuali kalau bola oleh party lapangan dimainkan dengan maksud untuk melempar pelari itu. Pada saat bola terlepas dari tangan pelambung. Aturan 34 DILARANG LARI Pada saat bola mati tidak boleh lagi memulai lari. Aturan 32 MELANJUTKAN LARI Pelari pada tiang pertolongan atau tiang bebas boleh melanjutkan lari kalau bola sudah dalam permainan. . Aturan 35 KELUAR BATAS Pemain-pemain party pemukul dilarang keluar dari batas. yang boleh lari hanya pemukul sendiri. maka semua pelari pada tiang pertolongan dan tiang bebas boleh meneruskan perjalanannya. pelari mendapat nilai 1. untuk dipukul. Aturan 31 LARI SESUDAH PUKULAN SALAH ATAU LUNCAS Kalau pukulan salah atau luncas. KAaau bola dimainkan. tetapi tidak boleh lebih jauh dari tiang pertolongan.

Kalau pukulan salah kecuali kalau ia dipermainkan oleh party lapangan. ruang bebas). Sebaliknya. Jika karena rintangan itu ia sampai kena lempar. Dalam hal ini termasuk juga kalau bola terjatuh di belakang penonton. Kalau bertukar tempat bebas. Kalau bola hilang terhitung dari saat waktu wasit membunyikan tanda “bola hilang” (dua tiupan panjang). Kalau sesudah tanda “bola hilang” bola sudah terdapat lagi dan sudah ada di dalam lapangan.Pemain dari party lapangan yang ada di luar batas. pelari untuk menukarkan usaha melempar dilarang mendesak pemain yang akan melemparnya. dirintangi perjalanannya dengan sengaja oleh pemain dari party lapangan. Aturan 37. b. tiang bebas. menurut keadaannya. e. Pelanggaran hal ini dihukum dengan bertukar bebas. sehabis pukulan betul. Kalau pukulan luncas. atau ke ruang bebas. atau salah. maka pelari itu boleh meneruskan pejalanan tanpa melalui pemberhentian yang berikutnya (tiang pertolongan. atau ke tiang pertolongan. Aturan 36 MENGHALANG_HALANGI Jika seorang pelari. Kalau sesudah luncas. c. ia lalu dimainkan oleh party lapangan. BOLA MATI Bola disebut mati: a. Pelanggaran-pelanggaran hal tersebut dihukum dengan bertukar bebas. c. kecuali kalau ia dimainkan oleh partuy lapangan. b. sehingga ia tidak dapat diambil . Aturan 38 BOLA DALAM PERMAINAN Bola dalam permainan a. Aturan 39 BOLA HILANG Bola hilang kalau ia tidak dapat diambil oleh paty lapangan dengan cara biasa. maka lemparan itu tidak sah. bila ada peluit “bertukar bebas” harus segera mungkin lari ketiang bebas. d. Kalau bola ditangan pelambung yang sudah siap dalam petaknya.

Aturan 41 BERTUKAR TEMPAT TIDAK BEBAS Kalau seorang dari party pemukul kena lempar.dalam waktu yang sepatutnya. yaitu party pemukul baru. Jika bola sudah ada dalam permainan. Jika wasit ragu-ragu akan menetapkan kena atau tidaknya suatu lemparan. . Penentuan hal ini diserahkan kepada kebijaksanaan wasit. semua pelarian yang terlindung pada tiang pertolongan atau tiang bebas boleh langsung kembali ke dalam ruang bebas. Tetapi setelah tanda ”bola hilang” dibunyikan hanya boleh lari ke tempat pemberhentian. Aturan 42 PELARIAN Selama belum ada peluit akan mulai bermain lagi. Bola. dan party pemukul menjadi party lapangan. kecuali lemparan yang mengenai kepala. Party lapangan baru ini hendaklah dengan secepat-cepatnya mencoba melempar seseorang lawannya. barulah mereka boleh melanjutkan perjalanannya pula. Lemparan boleh mengenai seluruh tubuh. asal bukan pakaian yang ada di kepala. dipandang tidak syah (kecuali kalau disengaja lemparan diterima dengan kepala). yang sebelum mengenai pemain dari party pemukul.lebih dahulu mengenai tanah. tidak syah. kecuali dari ruang bebas. Melempar bola dilakukan dari segala tempat. Sebelum ada tanda ”bola hilang” pemain dari party pemukul boleh melanjutkan lari. hendaklah sedapat mungkin lekas lari memperlindungkan dirinya kedalam ruang bebas. tiang. Untuk lari itu mereka tidak menerima nilai sebab mereka tidak memukul bola. maka ia boleh minta keterangan kepada penjaga garis. pada tiang pertolongan atau tiang bebas. Ia membunyikan peluit tanda ”bola hilang” pada saat sekiranya bola tersebut sudah dapat diambil kembali. dari luar atau dari dalam lapangan. Aturan 40 MELEMPAR Lemparan dipandang syah apabila lemparan itu dengan langsung mengenai pemain dari party pemukul. maka mulai dari saat itu juga party lapangan menjadi party pemukul. kalau tidak terhalang. Mengenai sebagian pakaian pun dianggap syah. Memukul dengan bola terpegang tidak boleh. Jika sudah ada peluit akan bermain lagi. mereka harus ada dalam lingkaran tiang pertolongan atau lingkaran tiang bebas.

Aturan 44 MENINGGALKAN RUANG BEBAS Keluar dari ruang bebas bukan pada waktunya dengan maksud akan turut bermain. hal ini harus dihukum dengan ”bertukar tempat dengan bebas”. Kalau si pemukul memegang bola. e. Aturan 47 BOLA TANGKAP Tiap bola yang terpukul yang dapat ditangkap. Ini tidak berlaku bagi bola yang dilemparkan oleh pelempar kepada pemukul. karena sudah ada harapan akan terjadi ”bertukar tidak bebas” dihukum dengan ”bertukar bebas”. maka ini termasuk pukulan salah. Kalau kayu pemukul pada saat dipukulkan terlepas dari tangan pemukul.Aturan 43 MENGENAI BOLA Pertukaran tidak bebas juga berlaku kalau pemain dari regu pukulan memegang bola ditempat mana saja. tidak terjadi apa-apa. sesudah 5 bola tangkap berturut-turut dengan tidak ada pertukaran b. Kalau pemain dari party pemukul keluar dari ruang bebas tidak untuk memukul. Tetapi jika memegang bola itu menurut pendapat wasit dilakukan supaya pemukul dapat dengan bebas lari ke tiang pertolongan. Aturan 45 MENGINJAK RUANG BEBAS Tidak diperkenankan pemain dari party lapangan amsuk ke dalam ruang bebas. Ini tidak erlaku kalau bola dilemparkan atau digulingkan kepada pemain. d. lemparan mana dinyatakan oleh peluit wasit dan hukumannya ialah lemparan itu dianggap tidak sah. Bila bola dilambungkan atau digulingkan kepada seseorang pemain dari party pemukul. c. kalau sesudah pukulan penghabisan dari pembebas. sebelum mengenai tanah. Kalau pelari pada saat masuk ke dalam ruang bebas melalui garis belakang ruang bebas. f. ruang bebas dapat di ”bakar” atau kalau pukulan yang terakhir ini salah. Aturan 46 PERTUKARAN BEBAS TERJADI a. dan dihitung pula satu angka. . Kalau pemukul dari party pemukul keluar dari batas lapangan. yang bukan pelari. kalau waktu akan memukul. sebelum lemparan terjadi. dihitung sebagai bola tangkap.

Pembebas boleh berlari pada pukulan yang pertamatau ke dua. ia bukan pembebas lagi. kalau party lapangan yang menjalankan. PERATURAN PERTANDINGAN KASTI DALAM PON KE-II. Aturan 49 MEMBAKAR Setelah pukulan penghabisan dari pembebas tiap pemain dari party lapangan berhak membakar. kalau party pemukul ynag menjalankan. Aturan 50 MEMPERLAMBAT PERMAINAN DENGAN SENGAJA Memperlambat permainan dengan sengaja dilarang. Kalau tidak ada pemain pada tiang. Jadi sesudah salah seorang dari partynya masuk. sesudah garis pemukul dilewati dengan sebelah atau dengan kedua belah kaki. maka ia masih boleh memukul sekali lagi. hukumannya pertukaran bebas b.Aturan 48 PEMBEBASAN Pemain dari party pemukul yang tiba gilrannya untuk memukul sedangkan semua pemain dari regunya masih berdiri pada tiang pertolongan atau tiang bebas dinamakan pembebasan. Berlari itu dianggap sudah dimulai.Kalau hal ini diulangi lagi. angka pemain yang ada pada tiang pertolongan boleh berjalan dengan bebas ke tiang bebas dan pemain pada tiang bebas boleh masuk dengan bebas ke ruang bebas. wasit berhak menjatuhkan hukuman sebagai berikut: a. Hak ini ada selama ia jadi pembebas. hanya menjadi pemain biasa kembali. . party pemukul mendapat tambahan nilai 1. Kalau seseorang masuk setelah pukulan pertama atau ke dua. tetapi hak memukul lagi jadi hilang. Wasit memperingatkan pemimpin party yang bersangkutan. Yang disebut membakar adalah berdiri dengan kaki dua di dalam ruang bebas dengan membanting bola. Setelah itu pembebas harus berlari. Pembebasan berhak tiga pukulan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful