Katalog BPS: 1403.36

Banten in Figures

Kerjasama In cooperation Badan Perencanaan Daerah Propinsi Banten Regional Planning Board of Banten Province dan/and Badan Pusat Statistik Propinsi Banten BPS – Statistics of Banten Province

BANTEN DALAM ANGKA 2004 BANTEN IN FIGURES 2004

Katalog BPS/BPS Catalogue : 1403.36 Ukuran buku/ Book size : 6,5 “ x 8,5 “

Jumlah halaman/Number of pages: 388 + lxxxvii Naskah/ Manuscript : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten BPS – Statistics of Banten Province : Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Integration of Processing and Statistical Dissemination Division

Gambar kulit/Book cover

Diterbitkan oleh/Published by: Badan Pusat Statistik Propinsi Banten BPS – Statistics of Banten Province

“Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya”. “May be cited with reference to the source.”

LEGENDA

PETA ADMINISTRASI PROPINSI BANTEN ADMINSTRATION MAP OF BANTEN PROVINCE

PENGANTAR

Banten Dalam Angka adalah publikasi tahunan Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Banten yang komprehensif. Publikasi ini menyajikan beraneka jenis data dari berbagai bidang. Buku ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum tentang keadaan geografis dan iklim di Propinsi Banten, ciri dan keadaan sosial ekonomi penduduk, serta kondisi sosial dan perekonomian Propinsi Banten. Publikasi Banten Dalam Angka 2004 merupakan yang keempat sejak BPS Propinsi Banten terbentuk. Publikasi ini disempurnakan secara bertahap baik kualitas maupun kuantitas. Namun demikian kualitas data sangat berkaitan dengan ketersediaan data di masing-masing Dinas dan Instansi sebagai nara sumber. Kami sadari bahwa publikasi ini masih jauh dari sempurna, sehingga saran dan kritik dari berbagai pihak sangat kami harapkan. Atas perhatian Pemerintah Propinsi Banten serta respon Dinas dan Instansi sehingga publikasi ini dapat diterbitkan, kami menyampaikan terima kasih. Kami berharap publikasi ini dapat dimanfaatkan terutama bagi kesejahteraan masyarakat Banten.

Serang, Juli 2005 Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Kepala,

Ir. Nanan Sunandi, MSc NIP. 340004369

Banten Dalam Angka 2003

ix

PREFACE

Banten In Figure is a comprehensive publication, published by BPS – Statistics of Banten Province. This publication presents collection of data from various fields. This book is aimed at providing general picture of geographic and climate, socio-economic characteristics of the population, as well as social and economic conditions of Banten Province. Publication of Banten In Figure 2003 is the second since BPS –Statistics of Banten Province establized. This publication gradually improved both in quality and quantity of data. Neverless quality of data depend on scarcity data in each Agencies and Institution. Comments and suggestions to improve the contents of this book are always welcome. Taking of this opportunity, I would like to express my deepest gratitude to Government of Banten Province for special attention and all Agencies/Institution in Banten have already given responsiveness so this publication can be published. I hope this publication will beneficial primarily for welfare of Banten society in the future.

Serang, August 2004 BPS – Statistics of Banten Province Chief,

Ir. Nanan Sunandi, MSc NIP. 340004369

Banten Dalam Angka 2003

x

s a ’a u a m lk r m t l i br a h o ua o u Propinsi Banten yang baru terbentuk pada Oktober 2000 merupakan propinsi termuda di Indonesia. investor dan pengguna lainnya. Pemerintah senantiasa berkepentingan memiliki data yang benar untuk diinformasikan kepada masyarakat dan instansi yang memerlukannya. MUNANDAR Banten Dalam Angka 2004 xi . Sekian dan terima kasih. Oleh karena itu penerbitan buku ini harus mendapat dukungan semua pihak. maka saya menghimbau kepada semua pihak untuk menggunakan data pada BDA 2004 ini sebagai acuan pengambilan kebijakan. namun juga bagi para peneliti. Buku ini agar digunakan sebagai rujukan.D. Akhirnya. saya mengharapkan agar kegiatan pengumpulan data di setiap aspek pembangunan lebih ditingkatkan lagi. Mengingat kesinambungan penyajian buku ini dari tahun ke tahun perlu dijaga.KATA SAMBUTAN GUBERNUR BANTEN A sl ua i mWa h a lhWaa kt . Wasl ua i mWa h a lhWaa kt . s a ’a u a m lk r m t l i br a h o ua o u Serang. H. Terima kasih saya ucapkan kepada BPS Propinsi Banten dan BAPEDA Banten yang telah bekerja sama mewujudkan terbitan ini. karena data bersumber dari berbagai instansi dan lembaga di Banten. Publikasi ini bukan saja bermanfaat bagi perencanaan pembangunan. Juli 2005 Gubernur Banten. Untuk itu penerbitan publikasi Banten Dalam Angka (BDA) 2004 menjadi sangat penting dan bermanfaat dalam melihat potensi yang dimiliki serta kemajuan yang telah dicapai. Sebagai propinsi termuda banyak sekali tantangan yang harus dihadapi untuk menyejahterakan masyarakat Banten.

We have many challenges to be faced for making of Banten pol s eae eo i m c btr T ee r. investors and other users. MUNANDAR Banten Dalam Angka 2004 xii . everybody has to support this publication. This book is not only useful for the planner in the government institutions. H. I do hope that data collection activity in all aspects should be done continuously. Because of that. I would like to thanks to BPS-Statistics of Banten Province and Board of Planning of Banten Province who have done as teamwork in the making of this book.GOVERNOR OF BANTEN FOREWORD The province of Banten is the youngest province that has been formed at October 2000. hrf et ula o o B n n n e f g t o e i i e Figures 2004 is very important and useful to find out the potential that Banten has.h pb ct n f at i ep ’w l r bcmn uh ee. The data in this book has been collected from any institutions and parties that can be used as a reference. it such as researchers. July 2005 Governor of Banten. I strongly recommended to any institutions to use this publication as one of the matter for decision-making. We need to keep this book published sustainable for the year as a serial publication. Serang. Finally.D. but also useful for anyone who needs. so the government always has the reliable data that can be informed and shared to people and institutions. and evaluating the progress that has been achieved.

Data dan informasi yang disajikan ini bersumber dari Instansi. H. Dinas Lembaga Pemerintah dan Swasta dengan Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. s a ’l k am au rh a l h Waaoa h ua u Buku Banten Dalam Angka 2004 merupakan kumpulan data statistik yang setiap tahun diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Banten.MM NIP.KATA SAMBUTAN KEPALA BADAN PERENCANAAN DAERAH PROVINSI BANTEN Asl ua i mWaom t l i brkt . Lembaga Pemerintah dan Swasta dalam wilayah Provinsi Banten. Hilman Nitiamidjaja. Masih disadari bahwa dalam penyusunan Buku Banten Dalam Angka ini masih belum lengkap. Juli 2005 KEPALA BAPEDA PROVINSI BANTEN. Dinas. 080 030 907 Banten Dalam Angka 2004 xviii . Wasl ua i mWaom t l i brkt . Dengan terbitnya buku ini diharapkan dapat memberi manfaat. terima kasih. bekerja sama dengan BAPEDA Provinsi Banten. Ir. terutama untuk melihat sejauh mana perkembangan dari berbagai kegiatan pembangunan yang telah kita capai selama ini dan yang akan kita laksanakan di masa mendatang. agar kesempurnaan serta kelancaran penerbitan Buku Banten Dalam Angka pada tahun-tahun mendatang dapat senantiasa terjamin dan terselenggara dengan baik.A. Semoga buku ini bermanfaat bagi kita sekalian. s a ’l k am au rh a l h Waaoa h ua u Serang. data dan informasi tersebut dapat juga disajikan sebagai bahan pembanding dan perumusan dalam membuat analisis penyusunan perencanaan serta menentukan kebijakan. Selain itu. dan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu data/informasi diharapkan adanya partisipasi dari Instansi.

especially for notice the growth of development activity that already done and make god planning for next time. Hilman Nitiamidjaja.A. Unless that data and information attain also as wrapping. comparable. and formulated for analysis in disposition planning and assign subtlety. and thank you.FOREWORD REGIONAL PLANNING BOARD OF BANTEN PROVINCE Asl ua i mWaom t l i broa h s a ’l k am au rh a l h Waaakt . I hope this book had beneficial toward our. We realized in this book is not perfect completely. July 2005 CHIEF OF REGIONAL PLANNING BOARD OF BANTEN PROVINCE Ir. Wasl ua i mWaom t l i br a h s a ’l k am au rh a l h Waai t . H. cooperative with Regional Planning Board of Banten Province. and to improve the quality of data and information we hope participate of Institution. ua ku Serang. ua u Banten in figure 2004 is a statistics data that always published by BPS Statistics of Banten Province every year. Data and information that presented are source of Official. we hope made advantage. Agency. continuously and sustainable for publish Banten in figure in next year. Department of Government. and Privacy in Banten Province.MM NIP. Agency. By publishes this book. and Privacy with BPS Statistics of Banten Province to make completely . 080 030 907 Banten Dalam Angka 2004 xix .

LAMBANG PROPINSI BANTEN LOGO OF BANTEN PROVINCE .

jumlah padi dan kapas menunjukkan hasil Proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Gapura kaibon berwarna putih. Menara Mesjid Agung juga melambangkan Budaya dan Historis Banten yang kokoh pada pendirian zaman kesultanan. Bentuk Gambar terdiri dari : 1. menjulang tinggi ke angkasa. serta adanya tujuan mulia yang senantiasa berpedoman pada petunjuk Allah Swt. Bintang Ilahi. UKURAN DAN ARTI LAMBANG PROPINSI BANTEN  Lambang daerah berbentuk perisai dengan warna dasar hijau. 5 (lima) kuntum bunga melambangkan Propinsi Banten merupakan daerah agraris yang cukup sandang. melambangkan kultur masyarakat Banten yang agamis. didalamnya terdapat gambar unsur-usr l bn dn t i n “ nu a ag a u s BANTEN” sr m la . 2. melambangkan masyarakat Banten mempunyai semangat yang tinggi untuk mewujudkan masyarakat madani. Padi berwarna kuning berjumlah 17 (tujuh belas) dan kapas berwarna putih berjumlah 8 (delapan) tangkai. pangan.  Lambang daerah terdiri dari 2 (dua) bagian perincian sebagai berikut : a. 5. Pengejawantahan Pancaran Semangat Keyakinan yang menyinari seluruh jiwa masyarakat Banten 3. 4 (empat) kelopak berwarna coklat. Menara Mesjid Agung Banten bertingkat dua berwarna putih dengan Memolo berwarna merah. Banten Dalam Angka 2004 xxvii . ea t d ea p a e a a ui dna t i n IMAN TAQWA” i si i br r kn g egn u s “ d n t w n n la .Arti Lambang BENTUK. melambangkan Daerah Propinsi Banten sebagai pintu gerbang peradaban dunia dan pintu gerbang perekonomian dan lalu lintas internasional menuju era globalisasi. Kubah Mesjid. 4.

Gunung berwarna hitam. melambangkan orientasi semangat kerja pembangunan serta menunjukkan sektor industri. Banten Dalam Angka 2004 menuju Banten Mandiri. muara tempat berlindungnya masyarakat Banten. 7. Sm oa L m ag de h “ e byn a bn ar IMAN TAQWA” sbgil dsn a eaa a aa n pembangunan (Darussalam). Roda gerigi berwarna abu-abu berjumlah 10 (sepuluh). 11. Landasan Pacu Bandara Soekarno Hatta berwarna putih dan 3 (tiga) Lampu Pemandu (Beacon Light) berbentuk bulatan berwarna kuning melambangkan pemacu semangat untuk mencapai cita-cita. keluasan wawasan dan pandangan. adalah satwa langka satu-satunya yang dilindungi dunia. 9 (sembilan) dan 10 (sepuluh) mempunyai arti lahirnya Propinsi Banten yang ditetapkan dan diundangkannya Undang-undang Nomor 23 tahun 2000. melambangkan betapa indah dan kuatnya ikatan persatuan dan kesatuan dalam integritas dan heteroginitas masyarakat Banten. 9.Arti Lambang 6. Laut berwarna biru dengan gelombangnya yang berwarna putih berjumlah 17 (tujuh belas) melambangkan daerah maritim yang kaya dengan potensi lautnya. melambangkan kekayaan sumber daya alam dan tekstur tanah yang agak bergelombang tidak merata terdiri dari dataran rendah dan pegunungan. melambangkan masyarakat yang pantang menyerah dalam menegakan kebenaran dan dilindungi oleh hukum. Badak Bercula Satu berwarna hitam. mencerminkan historis dan peluang ke depan Banten sebagai Bandar Samudera Perdagangan Internasional serta mengandung makna kedalaman jiwa. pada tanggal 17 Oktober 2000. 12. 10. 8. Makna yang terkandung dalam angka 8 (delapan). tentang pembentukan Propinsi Banten. Pita berwarna kuning sebagai pengikat. Dua garis Marka. maju dan sejahtera xxviii .

Warna coklat. Warna Kuning. melambangkan kejernihan. 7. kebijaksanaan dan kearifan. warna jiwa. 2. Makna Warna Lambang : 1. 6. Warna hitam. kekuatan dan ketabahan hati. warna abu-abu. melambangkan keteguhan. melambangkan kesuburan. melambangkan kemakmuran. 8. warna laut melambangkan kedamaian. melambangkan kesucian. Banten Dalam Angka 2004 xxix . ketenangan. melambangkan Kemuliaan. 4. lambang kejayaan dan keluhuran budi.Arti Lambang b. Warna hijau. Warna putih. 3. melambangkan keberanian yang didasari kebenaran. Warna biru. lambang cahaya dan kebahagiaan. melambangkan ketabahan. 5. Warna merah.

SIZE. One-horned rhinoceros is the one of wild animal whose protected in the world.yi B n n rv c 7 eo ad’ n 8 h e o ost f at Poi e l s t t py e n is an agriculture area that adequate. Shape of picture: 1. cloths. Black grey mountain. p o Regional Symbols have 2 (two) part: a. inside the sm o hs iueo e m n adat rp “ A T N ada t yl w y bl a p t s c r f l et n u gah B N E ” n th eo e o e l t e a at rp “MA T Q ” a hs u gah I N A WA . Dome of Mosque. Banten Dalam Angka 2004 xxx . express Banten people have highest spirit to realize madani people. typify the natural resources and texture of land that quite surge legible prevail. typify of Banten Province area is the first port of world culture and economic. Star of God. typify of Banten people that religious. amount of pdy adct n ei eot m dc rt no R pb c ad’ n o os v c u o e el a o f eul s t n c a i i of Indonesia.Arti Lambang SHAPE. 1 yl wpdy ad w i ct n. 3. 7. 5. food. AND THE MEANING OF BANTEN PROVINCE SYMBOLS Regional symbols has shape a shield with intrinsic green. August 17. White Kaibon Stone. 1945. 6. and international traffic to global era. typifies the people never surrender in justice the trough and protected by the law. 2. and objective which always constantly with percept Allah Swt. express the spirit that shining the soul of Banten people. The tower of mosque also typify culture and history of Banten that staple at opinion of kingdom era (kesultanan) 4. Great tower of Mosque of Banten with two terrace.

Arti Lambang 8. Red. 1. 3. typify as mansion as beauty and tightly of unity of integrate and heterogeneous of Banten people. glory and intelligent. Yellow tape as a union. 8. b. 12. typify fertile. Yellow. typify clarity. Blue ocean with 17 white long wave. typify firmness Blue. 7. 2000 that legitimated with Act Number 23 year 2000. runways of Soekarno Hatta airport with colored white. ocean color are symbol of reconcilement and calm. 10 grey of gear. strongly and resoluteness. The number of 8. and 10 have meaning of institution of Banten Province has ever born at October 17. Grey. typify basic spirit for gain aspire. typify marine area that affluent of ocean resources reflects the history and advantage in the future of Banten as a port of international trade. typify distinction. 9. Wod fy bl“MA T Q ”a av f na on to gain r o sm o I N A WA s ni o dt s lu i Banten. Black. The meaning of symbol colors. 6. and 3 Beacon light with colored yellow. typify strengthen. typify prosperity Banten Dalam Angka 2004 xxxi . symbol of shine and happiness. 9. White. 4. Green. typify courage base on by the truth. typify the purification. Brown. 2. 5. 2 line mark. wise and tactful. 11. onward and welfare (Darussalam). typify orientation of working spirit and evince industries sectors. 10.

Pada masa-masa itu Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak Tahun 1524 –1525 para merupakan dua kekuatan terbesar di Nusantara. Dalam pertemuan antara Panitia Provinsi Banten dengan DPR-GR sepakat untuk memperjuangkan terbentuknya Provinsi Banten. Pada tahun 1552 –1570 Maulana Hasanudin Panembahan Surosowan menjadi Sultan Banten pertama. Pada tahun 1330 orang sudah mengenal sebuah negara yang saat itu disebut Panten. Setelah memasuki masa kemerdekaan muncul keinginan rakyat Banten untuk membentuk sebuah provinsi. Sekitar dua abad kemudian berdiri Kadipaten Banten di Surasowan pada 8 Oktober 1526. Sejak itu dimulailah pemerintahan kesultanan di Banten yang diakhiri oleh Sultan Muhammad R fud (83–1820) merupakan sultan ke dua puluh setelah sultan dan a ’di 11 i n rakyat masa sebelumnya berperang melawan penjajah. Pada tanggal 25 Oktober 1970 Sidang Pleno Musyawarah Besar Banten mengesahkan Presidium Panitia Pusat Provinsi Banten. Niatan tersebut pertama kali mencuat di tahun 1953 yang kemudian pada 1963 terbentuk Panitia Provinsi Banten di Pendopo Kabupaten Serang. Namun ternyata Banten Dalam Angka 2004 xxxii . Mula-mula Banten merupakan pelabuhan yang sangat ramai disinggahi kapal dan dikunjungi pedagang dari berbagai wilayah hingga orang Eropa yang kemudian menjajah bangsa ini. Namun demikian perjuangan rakyat Banten terus berlanjut hingga detik terakhir kaki penjajah berada di bumi Banten. yang kemudian wilayah ini dikuasai oleh Majapahit di bawah Mahapatih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk.Sejarah Singkat Banten SEJARAH SINGKAT BANTEN Banten sebagai nama suatu wilayah sudah dikenal dan diperkenalkan sejak abad ke 14. pedagang Islam berdatangan ke Banten dan saat itulah dimulai penyebaran agama Isalm di Banten.

Kemudian pada tanggal 17 Oktober 2000 Presiden Abdurrahman Wahid mengesahkan UU No. Pada tahun 2002 DPRD Banten memilih Dr. Setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan akhirnya pada 4 Oktober 2000 Rapat Paripurna DPR-RI mengesahkan RUU Provinsi Banten menjadi Undang-Undang No. Sejak itu mulai terbentuk Sub-sub Komite PPB di berbagai wilayah di Banten untuk memperkokoh dukungan terbentuknya Provinsi Banten. Selama masa Orde Baru kenginan tersebut belum bisa direalisir. Pada Orde Reformasi perjuangan masyarakat Banten semakin gigih karena mulai terasa semilirnya angin demokrasi dan isu tentang otonomi daerah. Ir. 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten. E. 23 Tahun 2000 tentang PPB. Sebulan setelah itu pada 18 Nopember 2000 dilakukan peresmian Provinsi Banten dan pelantikan Pejabat Gubernur H. MEng dan Hj. Sumber: Buku Sekapur Sirih Perjalanan Panjang dan Kronologis Terbentuknya Propinsi Banten 1953 – 2000 oleh Drs. Iwa Tuskana Supandri. H. Djoko Munandar. Pada 18 Juli 1999 diadakan Deklarasi Rakyat Banten di Alun-alun Serang yang kemudian Badan Pekerja Komite Panitia Provinsi Banten menyusun Pedoman Dasar serta Rencana Kerja dan Rekomendasi Komite Pembentukan Provinsi Banten (PPB). Banten Dalam Angka 2004 xxxiii . Hakamudin Djamal untuk menjalankan pemerintah provinsi sementara waktu sebelum terpilihnya Gubernur Banten definitif.Sejarah Singkat Banten perjuangan untuk membentuk Provinsi Banten dan terpisah dari Jawa Barat tidaklah mudah dan cepat. Atut Chosiyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pertama.

and finally Euro people control this area. 1970 the great meeting of Banten has declared the Presidium of Committee of Banten Province. people of Banten want to build a Banten province. In 1330 people have known a country which as Panten.Sejarah Singkat Banten Brief History of Banten Province Banten is the name of the area has been know since 14 century. In 1524 –1525 Moslem traders came to Bnaten and that time. 1526. regency (Kadipaten) of Banten has been build at Surasowan in October 8. But not convenient to build the province which unravel of West Java. At that time. and then this area controlled by Kingdom of Majapahit with Gajah Mada and Hayam Wuruk as a leader. In July 18. Kingdom of Majapahit and Kingdom of Demak are two of Kingdom has power in Nusantara (Indonesia). begin of Islam religious growth in Banten. In the meeting between Committee of Banten Province with legislative (DPR-GR) agree to make a frame of Banten province. Since the freedom of Indonesia. That hoping had existed since 1953 and in 1963 made committee of Banten Province at Serang regency. In October 25. In era Orde Baru struggle of Banten Province can not release yet. In 1552 -1570 Maulana Hasanudin Princes (Panembahan) of Surasowan become the first leader (Sultan) of Baneten. In the beginning Banten is a port which the ships and trader are coming from any country. In about two century later. But war of Banten forever until the illegal government goes out from Banten. In reformation order (Orde Reformasi). At that time the government of Sultan has begun which finally Sultan MuhammadR fud (83–1820) is a ’di 11 i n the 20th Sultan with all the people of Banten attack for the illegal government. 1999 there was declaration of Banten Dalam Angka 2004 xxxiv . struggle of Banten people is very obstinate because free democracy and regency autonomy (self-government) has issue by central government.

Djoko Munandar. One month after that at November 18. 2000 President Abdurrahman Wahid affirms the law No.Eng as Governor. Posterior at October 17. Ir. Since that. E. and Hj. After through martial aborious ultimately at October 4. . Hakamudin Djamal to implement officer transitory province before definitive governor electing. In 2002 Local legislative (DPRD) of Banten elected Dr. Banten Dalam Angka 2004 xxxv . M. 2000 tight at great meeting of legislative (Rapat Paripurna DPR-RI) affirm draft of law (RUU) of Banten Province become act the law No. H. Source: Drs.2000. conformed subs of commission PBB in some regency in Banten to fasted conformation of Banten Province. Iwa Tuskana Supandri. 2000 there was agreement of Banten Province. 23 Year 2000 about PBB. and functionary governor H. Atut Chosiyah as Vice Governor.Sejarah Singkat Banten Banten people in Serang. Sekapur Sirih Perjalanan Panjang dan Kronologis Terbetuknya Propinsi Banten 1953 . 23 Year 2000 about Institution of Banten Province. later official of Committee of Banten Province (Badan Pekerja Komite Panitia Provinsi Banten) arrange the basic guide and job planning recommended Committee of Institution of Banten Province (Komite Pembentukan Provinsi Banten /PBB).

d.UU No. c di atas. bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut. dan bernegara dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. untuk memajukan kesejahteraan rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik nasional terpadu dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal. b. pelaksanaan. Menimbang : a. berbangsa. dipandang perlu membentuk Undang-undang tentang Statistik yang baru. Mengingat : Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. c. bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan. 16 Tahun 1997 Statistik UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. tuntutan masyarakat. dan efisien. bahwa Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan. Banten Dalam Angka 2004 xxxvi . dan kebutuhan pembangunan nasional. dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. efektif. b. pemantauan.

yang penyelenggaraannya 2. 7. sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan: 1. 4. yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral. Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan. dan upaya yang mengarah pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional. penyajian. Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha. Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan penyebarluasan data. makro. 5. upaya pengembangan ilmu statistik. pengolahan. 16 Tahun 1997 Statistik Dengan persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN: Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi. sosial budaya. dan penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab Badan. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan. Statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yamng bersifat luas. baik bagi pemerintah maupun masyarakat. dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan. berskala nasional. dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelenggaraan statistik.UU No. Banten Dalam Angka 2004 xxxvii . 3. pendidikan. 6.

undang-undang ini juga berasaskan : Banten Dalam Angka 2004 xxxviii . 14. penyajian. 12. pengukuran. 17. ARAH. organisasi. BAB II ASAS. organisasi. pengolahan. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu. benda maupun objek lainnya. organisasi. 9. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan. dan atau unsur masyarakat lainnya. 10. dan atau unsur masyarakat lainnya. 16 Tahun 1997 Statistik dilakukan oleh lembaga. 16. 8. Responden adalah instansi pemerintah. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi. baik melalui wawancara. organisasi. lembaga. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelenggara kegiatan statistik untuk melaksanakan pengumpulan data. 15. orang. perorangan. 13. orang. perorangan. DAN TUJUAN Pasal 2 Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional. maupun cara lain terhadap objek kegiatan statistik. dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan atau masyarakat. lembaga. Badan adalah Badan Pusat Statistik. Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah. 11. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik baik yang berupa instansi pemerintah. dan atau unsur masyarakat lainnya yang ditentukan sebagai objek kegiatan statistik. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi pada saat tertentu.UU No. lembaga.

statistik sektoral. jenis statistik terdiri atas: a. keterpaduan. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. Pasal 3 Kegiatan statistik diarahkan untuk : a.UU No. c. statistik dasar. mengembangkan Sistem Statistik Nasional yang andal. b. efektif. BAB III JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA Bagian Pertama Jenis Statistik Pasal 5 Berdasarkan tujuan pemafaatannya. dan efisien guna mendukung pembangunan nasional. mendukung pembangunan nasional. efektif. Pasal 4 Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap. 16 Tahun 1997 Statistik a. c. dan kemutakhiran. keakuratan. dan efisien. d. akurat dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal. b. c. dan statistik khusus. dan Mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banten Dalam Angka 2004 xxxix . b.

c. d. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. sensus pertanian. survei. kompilasi produk administrasi. b. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statistik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi Undang-undang. Pasal 8 (1) Sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan. b. c. yang meliputi: a. Pasal 9 Banten Dalam Angka 2004 xl . Bagian Kedua Cara Pengumpulan Data Pasal 7 Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara: a. dan sensus ekonomi. 16 Tahun 1997 Statistik Pasal 6 (1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatanya untuk umum.UU No. diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. (2) sensus penduduk. sensus. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (2) Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

Banten Dalam Angka 2004 xli . Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 16 Tahun 1997 Statistik (1) Survei sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci. Pasal 10 (2) (1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf c dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. perorangan. organisasi. Survei antarsensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk menjembatani 2 (dua) sensus tersebut. b. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Badan memperoleh data dengan cara: a. dan d.UU No. Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya untuk umum. kompilasi produk administrasi. c. dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undangundang. survei. sensus. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga. (2) (3) BAB IV PENYELENGGARAAN STATISTIK Bagian Pertama Statistik Dasar Pasal 11 (1) (2) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan.

Dalam menyelenggarakan statistik memperoleh data dengan cara: a. survei. Hasil statistik sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah wajib diserahkan kepada Badan. dan c. Bagian Ketiga Statistik Khusus Pasal 13 (1) Statistik khusus diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. kompilasi produk administrasi. survei. Banten Dalam Angka 2004 (4) (2) xlii . masyarakat memperoleh data dengan cara: a. Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksusd dalam ayat (1). dan sektoral. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. instansi pemerintah (2) c.UU No. (3) Statistik sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi berskala nasional. b. secara mandiri atau bersama dengan Badan. b. organisasi. kompilasi produk administrasi. 16 Tahun 1997 Statistik Bagian Kedua Statistik Sektoral Pasal 12 (1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya. perorangan maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan.

objek populasi. nama dan alamat penyelenggara. Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat: a. h. waktu pelaksanaan. d. atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. (2) c.UU No. (3) metode statistik. Pengumuman hasil statistik dimuat dalam Berita Resmi Statistik. Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). yang Banten Dalam Angka 2004 xliii . jaringan komunikasi data. wilayah kegiatan statistik. 16 Tahun 1997 Statistik Pasal 14 (1) Dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional. (4) BAB V PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN Pasal 15 (1) (2) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik diselenggarakannya. f. masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik yang telah selesai diselenggarakannya kepada Badan. jumlah responden. b. Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. tidak berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern. dan abstrak. judul. g. e.

Kerja sama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan. BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN Bagian Pertama Penyelenggara Kegiatan Statistik Banten Dalam Angka 2004 (2) (3) (4) (2) xliv . definisi. dan atau masyarakat dengan lembaga internasional. atau masyarakat Indonesia. Pasal 18 (1) Kerja sama penyelenggaraan statistik dapat juga dilakukan oleh Badan. klasifikasi. instansi pemerintah. dan masyarakat diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. dan ukuran-ukuran. Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pembakuan konsep.UU No. instansi pemerintah. negara asing. atau lembaga swasta asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Koordinasi dan kerja sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 16 Tahun 1997 Statistik Pasal 16 Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya. Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerja sama penyelenggaraan statistik antara Badan. BAB VI KOORDINASI DAN KERJA SAMA Pasal 17 (1) Koordinasi dan kerja sama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi pemerintah dan masyarakat. instansi pemerintah. di tingkat pusat dan daerah.

dan ketertiban umum. Pasal 24 Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik. Bagian Kedua Petugas Statistik Pasal 22 Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. adat istiadat setempat. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.UU No. Banten Dalam Angka 2004 xlv . Pasal 25 Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal. 16 Tahun 1997 Statistik Pasal 19 Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden mengenai karakterisrik setiap unit populasi yang menjadi objek. Pasal 21 Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden. serta wajib memperhatikan nilai-nilai agama. Pasal 23 Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya. tata krama. Pasal 20 Penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia.

Ketentuan mengenai tugas. praktisi. kecuali dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. fungsi.UU No. Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat nonstruktural dan independen. dan tokoh masyarakat. Pasal 30 (2) (3) (2) Banten Dalam Angka 2004 xlvi . Pasal 29 (1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan. 16 Tahun 1997 Statistik Bagian Ketiga Responden Pasal 26 (1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden. Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25. Pasal 27 Setiap responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan dalam penyelengaraan statistik dasar oleh Badan. sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2). (2) BAB VIII KELEMBAGAAN Pasal 28 (1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. dan tata kerja Badan. yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah. susunan organisasi. pakar. diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. Badan mempunyai perwakilan wilayah di Daerah yang merupakan instansi vertikal.

d. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik. mengembangkan statistik sebagai ilmu. Dalam menyelenggarakan statistik sektoral. mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerja sama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. Ketentuan mengenai tugas. dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional. satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk menerapkan penggunaan konsep. definisi. susunan organisasi. Badan melakukan upaya-upaya sebagai berikut: a. b. Banten Dalam Angka 2004 xlvii . dan tata kerja satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. definisi. dan mendukung pembangunan Nasional. (2) (3) BAB IX PEMBINAAN Pasal 31 Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat. mengembangkan Sistem Statistik Nasional. Pasal 32 Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. fungsi. 16 Tahun 1997 Statistik (1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk melaksanakan statistik sektoral. klasifikasi. agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap statistik.UU No. c. klasifikasi.

Pasal 36 (1) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. 25. 25.00 (seratus juta rupiah).00 (dua puluh lima juta rupiah). BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf a. 50. (2) Banten Dalam Angka 2004 xlviii .000.00 (dua puluh lima juta rupiah). meningkatkan penyebarluasan informasi statistik.000. 16 Tahun 1997 Statistik e.000. g. f. dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21. mengembangkan sistem informasi statistik.000. Pasal 33 h. Pelaksanaan pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional.000. Pasal 35 Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1). dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.100.000. dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp.000.UU No.00 (lima puluh juta rupiah).000.

15. Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36 ayat (1) adalah pelanggaran. Pasal 37.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. Pasal 36 ayat (2). 100.000.00 (seratus juta rupiah). 25. Banten Dalam Angka 2004 xlix .00 (lima belas juta rupiah). BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 41 Semua peraturan pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan Undang-undang ini.00 (dua puluh lima juta rupiah). Pasal 38 Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. Pasal 39 Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah mencegah. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp.000. atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral. Pasal 38.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 16 Tahun 1997 Statistik Pasal 37 Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Pasal 40 (1) (2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. menghalang-halangi.000. dan Pasal 39 adalah kejahatan.UU No.000.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya.UU No. memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. 16 Tahun 1997 Statistik BAB XII KETENTUAN PENUTUP Pasal 42 Pada saat mulai berlakunya Undang-undang ini. Disahkan di Jakarta Pada tanggal 19 Mei 1997 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (Ttd) SOEHARTO Banten Dalam Angka 2004 l . maka Undang-undang Nomor 6 tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak berlaku. Pasal 43 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

UU No. Nahattands Banten Dalam Angka 2004 li . 16 Tahun 1997 Statistik Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 19 Mei 1997 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA (Ttd) MOERDIONO LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR 39 Salinan sesuai dengan aslinya Salinan sesuai dengan salinan aslinya BIRO PUSAT STATISTIK Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi (Ttd) Pietojo. MSA SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA Kepala Biro Hukum dan Perundang-undangan (Ttd) Lambock V.

Statistics are the obtained by collection Banten Dalam Angka 2004 lii . that steps must be taken to regulate integrated national statistics in the effort to create a reliable. That a statistics are important of planning. which aims to promote public Welfare in an effort to achieve the national goals as stated in the preambule to the constitution of 1945. c. b. Monitoring and evaluation of various activities is every aspect of the community. With the Approval of: THE PEOPLE REPRESENTATIVE COUNCIL OF THE INDONESIA DECREES: To Stipulate : THE LAW ON STATISTICS CHAPTER I GENERAL PROVISIONS Article 1 In this law : 1. nation. community demands. In View of : Article 5 Section (1) and Article 20 section (1) of the Constitution of 1945. and the requirement of national development.Law of Number 16 of 1997 LAW OF REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER 16 OF 1997 ON STATISTICS WITH THE MERCY AND COMPASSION OF THE ONE ONLY GOD THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA Statistics Considering : a. That in the above mentioned importance of statistics mean. d. That in light of letter a. and c above. as the implementation of Panacea. and efficient National statistics System. effective. Implementation. a new Law on Statistics is demand necessary. That in the law number 6 of 1960 on Censuses and Law Number 7 of 1960 on Statistics are no longer appropriate in light of subsequent developments. state in the context of national development . b.

The compilation of administrative products is collecting. Statistic activities are measures directed towards providing and disseminating data. Population is the unit or object of statistical activities. education. which have cross-sectoral characteristics. 9. presentation and analysis. A conductor of statistical activities may be a government institutions. 6. 4. A respondents a government institution. Statistics preparation. and will be the responsibility of the agency. socioculture. advancing the science of statistics. organization. an individual. an individual. Data are information in the form of numbers which concern the special characteristics of population. or another part of the community which has been selected as the object of statistical activity. 14. A sample is a unit of the population used to estimate the characteristics of population. a non government institution. Basic statistics are statistics utilized for a broad range of (Both government and community) Purpose. Banten Dalam Angka 2004 liii . The agency is the BPS – Statistics Indonesia. 12. a non government institution. items. 15. an organization. A survey is data collection method whereby a simple census is taken in other estimate the characteristics of a population at a given time. 16. A census is a data collected by enumerating a census of all population units in the entire territory of the republic of the Indonesia to determine the characteristic of population at a given time. and so on. A synopsis is an outline of a statistical collection. are on a nation and macro scale. 11. 13. 3. 18. undertaken by non government institution. Special statistics are statistics utilized to fulfill The specific need of business. and includes government institutions. 8. and eventually developing a national statistics system. measuring (or using some other method on) the object of statistical activity. individuals. 7. and is system which regulates the connection between elements of statistics collection. individuals. and/or other parts of the community. an organization. 10. non government institutions. organizations. or another part of the community. presenting and analyzing data from administrative records available from the government and/or community. preparing. and community interest. 17.Law of Number 16 of 1997 2. An enumerator is an individual assigned by the conductor of statistical activities to collect data by interviewing. Sectoral statistics are statistics utilized to satisfy the need of particular institution in on effort to perform the duties of the administration and to further development. the primary duty of the institution in question. 5. The National Statistics System is an institution consisting of parts which are interlinked in an order manner to form a totality in statistical collections.

sectoral statistics. Article 3 Statistical activities should : a. c. and efficient national statistics system. b. basic statistics. Accuracy. AND AIMS Article 2 In addition to the basic principles of national development. support national development. Article 4 Statistics Statistical activities aim to provide complete. b. accurate. and Currency. PRINCIPLES. b. d. increase public awareness of the significance and function of statistics. statistics are classified the following types: a. effective. effective. develop a reliable.Law of Number 16 of 1997 CHAPTER II. this law based on : a. Integrity. and special statistics. and support development of science and technology. DIRECTION. and current statistical data in order to create a reliable. Banten Dalam Angka 2004 liv . c. Article 6 (1) Basic statistics and sectoral statistics are available for public utilization unless it is specified otherwise in prevailing legislation. CHAPTER III. c. TYPE OF STTISTICS AND METHOD OF DATA COLLECTION Part one Types of statistics Article 5 Based on the purpose for which they are used. and efficient national statistic system to support national development.

Compilation of administrative products will be owned by government institution but will be available for public utilization unless prevailing legislation specifies otherwise. will be collected by utilizing various documents from administrative records. Intercencal surveys will be carried out between censuses in order to bridge them. (1)will be Changes to the Census and when it is to be conducted as referred to in section further regulated in a government regulation. Every individual will have an equal Opportunity to access the compilation of administrative product owned by a non government institution. or another part of the community but must maintain regard for the legally protected right of an individual or an institution. an organization. and will consist of : a. (2) a population census. census. will be conducted periodically or at any time in order to obtain detailed data. b. Article 10 (2) (1) Compilation of administrative product referred to in article 7 letter c. and an economic census. the compilation of administrative products. (2) (3) Banten Dalam Angka 2004 lv .Law of Number 16 of 1997 (2) Statistics Every individual has equal opportunity to access and make use of special statistics but must maintain regard for the legally protected right of a person or an institution. will be conducted at least once every ten years by the agency. Article 9 (1) Surveys is referred to in article 7 letter b. d. c. an agricultural census. Part two Data Collection Methods Article 7 Statistics are collected by : a. Article 8 (1) Censuses as referred to in article 7 letter a. an individual. and other methods in keeping with developments in science and technology. c. survey. b.

the agency will obtained date by : a. compilation of administrative product. (2) Sectoral statistics must be collected in cooperation with the agency when the statistics can only be obtained by census and need to be collected on a national scale. c. When collecting sectoral statistics. d. and other methods in keeping with developments in science and technology. or another part of the community either independently or in a cooperation with the agency. census. c. Part two Sectoral Statistics Article 12 (1) A government institution will collect sectoral statistics in accordance with the scope of its duties and function. Statistics When collecting basic statistics referred to in section (1). (3) survey. b. an individual. an organization. b. (4) Part Three Specials Statistics Article 13 (1) Specials statistics will be collected by the community whether by a non government institution.Law of Number 16 of 1997 CHAPTER IV. Banten Dalam Angka 2004 lvi . the government institution will obtained data by: a. and other methods in keeping with developments in science and technology. STSTISTICS COLLLECTION Part one Article 11 (1) (2) The Agency is responsible for basic statistics collection. compilation of administrative products. either independently or in cooperation with the agency. The results of sectoral statistics activity when carried out by a government institution on its own must be submitted to the agency. survey.

Law of Number 16 of 1997 (2) The community may collect special statistics as referred to in section (1) by: a. the are where statistical activities where conducted. b. the name address of the conductor of statistics activities. the population. the community as referred. a title. and other methods in keeping with developments in science and technology Article 14 (1) Statistics In order to develop a National Statistics System. b. a data communication network. (2) (3) The synopsis can be delivered by post. The obligation to provide a synopsis as referred to in section (1) does not apply to statistics which are used to fulfill internal requirement. Survey. and an abstract. or other mean deemed convenient for the conductor of the statistical activity. The synopsis referred to in section (1) should contain: a. The compilation of administration products. The statistics are to be published in the official Statistics News Article 16 The agency is to disseminates the statistics it has collected. f. c. e. g. h. Banten Dalam Angka 2004 lvii . the time taken. to in article 13 section (1) must provide the Agency with a synopsis of the statistical activity that it as undertaken when completed. the statistical method. (4) CHAPTER V. d. c. the number of respondents. PUBLICATION AND DISEMINATION Article 15 (1) (2) The agency may publish the statistics it has collected.

The coordination and cooperation referred to in section (1) are to be conduct on the basis of partnership. the government institution. The cooperation in he collection of statistics referred to in section (1) is based on the principle that the principal conductor of the statistical activities will be the Agency. definition classifications. at both central and regional levels. Banten Dalam Angka 2004 lviii . Article 18 (2) (3) (4) (1) There may also be cooperation in collecting statistics between the Agency. (2) CHAPTER VII. the conductor of statistical activities must provide equal opportunity to access available statistics. and the community will be further regulated by a presidential Decree. Article 20 In accordance with prevailing legislation.Law of Number 16 of 1997 CHAPTER VI. COORDINATION AND COOPERATION Article 17 (1) Statistics The coordination and cooperation the collection of statistics will be the responsibility of the Agency in consultation with government institutions and the community. Article 21 The conductor of statistical activities must ensure the confidentiality of the information obtained from respondents. or the Indonesian community. and/or the community and international institution. and measurements. the Agency will cooperate with government institutions and the community to standardize concepts. government institutions. The method and scope of the coordination and cooperation in the collection of statistics between the Agency. RIGHT AND OBLIGATIONS Part one Conductor of Statistic Activities Article 19 The conductor of statistical activities may obtain information from respondents on the characteristics of every population which is the object of the research. and developments in science and technology will be anticipated and applied. In the frame work of achieving and developing a National Statistics System. foreign countries institutions in accordance with prevailing legislation. government institution.

The Agency has regional representatives vertically. Article 25 Every enumerator must display his or her letter of assignment and/or identification.Law of Number 16 of 1997 Part two Enumerator Article 22 Statistics Every enumerator from the Agency may enter an appointed working area in order to obtain necessary information. Article 24 Stipulation ensuring the confidentiality of the information collected referred to in article 21 also apply to enumerators. etiquette and public order. Part three Respondents Article 26 (1) Every individual has the right of to refuse to be respondent. except when the Agency is collecting basic statistics. n w ri t u t n ead g h gny u e. Every respondent may turn away any enumerator who fails to satisfy the requirements of article 25.u t n ogn a oa s ut e ad ok g i ao n e s i ni zi r u n procedures. local customs. rai t nl t c r. S pl i srgri t A ec’ dts f co. Article 27 Every respondent must provide the required information when the Agency is collecting basic statistics. as referred to in section (1). (2) (3) Banten Dalam Angka 2004 lix . Article 23 Every enumerator must deliver the results of the statistical activity without altering team. (2) CHAPTER VIII. and must observe religious beliefs. INSTITUTIONAL ISSUES Article 28 (1) The government will establish a Agency which will be under and directly responsible to the president. will be further regulated by a presidential Decree.

b. classifications. organizational structural. creating conditions that support the necessary standardization and development of concepts. and public figure. definitions. The forum referred to in section (1) will not have a formal structure but will be independent. Article 30 (2) (1) A government institution may establish an organizational unit within its field of operation to collect sectoral statistics. practitioners.Law of Number 16 of 1997 Article 29 (1) Statistics The government will establish a statistics community forum which will provide advice on statistics to the Agency. its member will consist of government representatives. functions. GUIDANCE Article 31 The Agency will cooperate with government institution and the community to guide the statistics clcn bd adt cm ui. by: a. the organizational unit referred to in section (1) must coordinate with the Agency to apply standardized concepts. and measurements in cooperation with other statistics collectors. increasing the capabilities of the human resources used in statistics collections. increasing the ability to use and utilize statistics to support national development. f. definitions. When collecting sectoral statistics. classifications. g. and to support nations development. and e. developing an information statistic system. improving the dissemination of statistical information. and measurements to further develop the National Statistics System. and working procedures of the organizational unit referred to in section (1) will be regulated by the relevant institution base on prevailing legislation. Banten Dalam Angka 2004 lx . experts.nodrof t rnrae h cm ui’ cn i t n t o et g oy n h o m n y i re t u h i es t o m n y otb i so l i e t re c e ts r u o . and to support national development. (2) (3) CHAPTER IX. The duties. to develop a National Statistic System. increasing mastery of science and technology which can support statistics collections. Article 32 The Agency should provide guidance as referred to in article 31. d. and appreciation of statistic. developing statistics as a science. c.

will be subject to imprisonment for one year or a fine not exceeding Rp 25.Law of Number 16 of 1997 h. (2) (2) Banten Dalam Angka 2004 lxi . 100.000. any conductor of statistical activities who deliberate violate article 21 will be subject to imprisonment for a period not exceeding five years and a fine not exceeding Rp. and without legal justification. interrupts.000. Article 40 (1) The criminal acts referred to in article 34.000.000. article 37. article 38.000. Article 38 Respondent who deliberately violate article 27 will be subject to imprisonment for a period not exceeding one year and six month and a fine not exceeding Rp. 50. or causes the conductor of statistical activities to fail to collect basic or sectoral statistics will be subject to imprisonment for a period not exceeding Rp. CHAPTER X. The criminal acts referred to in article 35 and article 36 section (1) are violation. Article 39 Any individual who deliberately and without legal justification prevents. CRIMINAL PENALTIES/PROVISIONS Article 34 Any individual who unlawfully conducts a census in breach of article 11 section (2) letter a.000. Article 33 Statistics The guidance directive referred to in article 31 will be further regulated in a government regulation.000. Article 37 Enumerators who deliberately violate article 24 will be subject to imprisonment for a period not exceeding one years and six month and a fine not exceeding 25.000. will be subject to imprisonment for a period not exceeding one year or a fine of up to Rp 25.000 Article 35 Any individual who deliberately violates article 14 section (1). article 36 section (2). 25.000. will be subject to imprisonment for a period not exceeding two years and a fine not exceeding Rp.000.000. promoting public awareness of the significance and function of statistics. are crimes.000. 100. and article 39. fail to fulfill his or her obligation as set out in article 20. Article 36 (1) any conductor of statistical activities who deliberate.000.

1997 The President of Republic of Indonesia Signed SOEHARTO Promulgated in Jakarta On may 19. or have not been repealed by. CHAPTER XII. TRANSITIONAL PROVISION Article 41 Statistics All regulations which implement Law Number 6 of 1960 on censuses and Law Number 7 on Statistics remain effective period they do not conflict with. CLOSING PROVISIONS Article 42 When this Law takes effect. In order for every individual to know of this law.Law of Number 16 of 1997 CHAPTER XI. Article 43 This Law will taken effect on hen date in is enacted. 1997 THE MINISTER /ATATE SECRETARY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA Signed MOERDIONO Banten Dalam Angka 2004 lxii . Law Number 6 of 1960 on census as Law Number 7 of 1960 on statistics will be invalid. this Law or any subsequent legislation. Ratified in Jakarta on May 19. this legislation must be published in this state gazette of the Republic of Indonesia.

Law of Number 16 of 1997 STATE GAZATTE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA OF 1997 NUMBER 39 Copy of original text Copy of original text Statistics SECRETARY OF THE CABINET OF THE REPUBLIC OF INDONESIA Head of the bureau of law and regulations. signed BPS . signed Lambock V.STATISTIC INDONESIA head of the bureau of Personnel and organization. MSA Banten Dalam Angka 2004 lxiii . Nahattands Pietojo.

Foreword of The Bapeda of Banten Province Lambang Banten Logo of Banten ………………………………………………………………… Sejarah Singkat Banten ………………………………. Penduduk dan Tenaga Kerja Population and Manpower ………………………………………… 3. 16 Tahun 1997 Tentang Statistik Law of Number 16 of 1997 on Statistics …………………………………… Daftar Isi Contents ………………………………………………………………………… Daftar Gambar List of Figures …………………………………………………………………. Pemerintahan Government …………………………………………………………………… Bab III. Tenaga Kerja Manpower ………………………………………………………………… Banten Dalam Angka 2004 iii ix xi xiii xv xxxii xxxvi lxiv lxvii lxix lxxxvii 1 13 29 36 43 lxiv . Sambutan Gubernur Banten Foreword of The Governor of Banten……………………………………….Daftar Isi DAFTAR ISI CONTENTS Halaman Page Peta Administrasi Propinsi Banten Administration Map of Banten Province …………………………………… Kata Pengantar Preface …………………………………………………………………………. Penduduk Population ………………………………………………………………… 3. Penjelasan Umum Explanatory Notes …………………………………………………………… Bab I. Kondisi Geografis dan Iklim Geography and Climate Situation ………………………………………………………… Bab II. Daftar Tabel List of Tables …………………………………………………………………..2.1. Sambutan Kepala Bapeda Propinsi Banten ………………….. History of Banten Undang-Undang No..

4. Perhubungan Udara Air Transportation 8. 7. 4.. Pertanian Tanaman Pangan Food Crops ……………………………………………………………… 5. Industri Pengolahan.. 7. Penggalian Quarrying ………………………………………………………………… 6.4.2. Penggalian..2. dan Energi Manufacturing.1. Kesehatan dan Keluarga Berencana Health and Family Planning …………………………………………… 4.2. Hotel and Tourism ………………………………………….3 Perumahan dan Lingkungan Housing and Environment ………………………………………………. 8.2..1. 8. Hotel dan Pariwisata Trade. Sosial Social ………………………………………………………………… 4. Industri Pengolahan Manufacturing …………………………………………………………… 6. Perhubungan Darat Land Transportation ……………………………………………………. Perdagangan Trade ………………………………………………………………………. Perkebunan Estate Crops ……………………………………………………………. Peternakan Animal Husbandry ……………………………………………………… 5. Pendidikan Education ………………………………………………………………… 4.3. Sosial Lainnya Other Social Matters …………………………………………………….1. Quarrying.. Hotel dan Pariwisata Hotel and Tourism ………………………………………………………..Daftar Isi Bab IV. Listrik dan Air Minum Electricity and Drinking Water 71 74 78 83 85 135 137 139 140 141 142 199 201 204 204 225 227 228 255 257 260 262 ………………………..2. Banten Dalam Angka 2004 lxv .5. Perhubungan Laut ………………………………..1. Perdagangan. Bab VIII. Bab V. Perhubungan Transportation …………………………………………………….. Sea Transportation ………………………………. 5.1. Pertanian Agriculture …………………………………………………………… 5. Energy …. 5.3.. Bab VII. 6. Kehutanan Forestry ………………………………………………………………. Perikanan Fishery …………………………………………………………………… Bab VI.3.

Keuangan dan Harga-harga Finance and Prices ………………………………………………….2..3. Ketersediaan Pangan Food Availability ……………………………….Daftar Isi Bab IX. Harga-harga dan Indeks Harga Prices ……………………………………………………………………… Bab X. 9.1. Ketersediaan Pangan dan Pengeluaran Penduduk Food Availability and Population Expenditure …………………. 291 293 295 296 351 377 379 379 380 Banten Dalam Angka 2004 lxvi . Investasi Investment …………………………………………………………………. Lainnya Others …………………………………………………………………….. 11. Pendapatan Regional Regional Income ……………………………………………………… Bab XI. 9. 11.3.1.2. Pengeluaran Penduduk Population Expenditure …………………………… 11. Indeks Harga Konsumen Consummer Index Price …………………………………………………. 9.

. 49 49 50 50 Grafik 4. Banyaknya Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Tahun 2004 ……. Produksi Melinjo Menurut Kabupaten di Banten Tahun 2004 (Ribu ton) ………………………………………………………………….2.1. Tahun 2003 dan 2004 …………… Luas Panen Padi Palawija Menurut Kabupaten di Banten Tahun 2004 ( a ……………………………………………………………………. Rasio Murid-Guru Menurut Jenjang Pendidikan. 144 207 Grafik 6.3. 230 Grafik 8. Volume Ekspor dan Impor di Pelabuhan Cigading dan Merak Tahun 2003-2004 ……………………………………………….2.1. .3. Banten Dalam Angka 2004 lxvii . . 207 Grafik 7.4. . Grafik 3. K i aH ) nl .Daftar Gambar DAFTAR GAMBAR LIST OF FIGURES Halaman Page Perkembangan Jumlah Penduduk Banten Tahun 1961-2004 ………… Perkembangan Laju Pertumbuhan Penduduk Banten. Persentase Penduduk Banten Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Ua a t …………………………………………………………………… m Penduduk Usia 7-24 Tahun Yang Masih Sekolah Menurut Jenis Kelamin Tahun 2004 ……………………………………………….4. .2. Banyaknya Tindak Kejahatan Yang Terjadi menurut Jenis Kejahatan Yang Dilaporkan Ke Polwil Banten. 230 Grafik 7. Grafik 4.1. Produksi Perikanan Tangkap dan Budidaya Menurut Kab/Kota Tahun 2004 (Ton) …………………………………………………………….2. Nilai Ekspor dan Impor di Pelabuhan Cigading dan Merak Tahun 2003 -2004…………………………………………………….4. . Grafik 3. Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas dan Jumlah Korban di Banten Tahun 2004 ……………………………………………………………. Tahun 2004 …………. 90 Grafik 4.1.1 Grafik 6. . Jumlah Perusahaan Industri Besar/Sedang di Banten Tahun 2002 – 2003 Jumlah Perusahaan Industri Menurut Golongan Industri Besar/Sedang di Banten Tahun 2003 …………………………………………. H) . .2. 144 Grafik 5. Grafik 3. 89 89 Grafik 4. . 143 Grafik 5. Grafik 3. 263 263 Grafik 8.1. 90 Grafik 5.3. Tahun 2004 ……………………. . . Tahun 1961-2004 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK Kabupaten/Kota Di Banten . Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan. Produktivitas Padi Palawija Menurut Kabupaten di Banten Tahun 2004 ( u t/a ……………………………………………………………. 143 Grafik 5.2.

Banyaknya Barang dan Pos Paket yang Dimuat dan Dibongkar di Bandara Soekarno Hatta 2004…………………………………………. Peranan Sektor Dalam PDRB Banten Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2004 …………………………………………………………… Grafik 10.3. . 360 Banten Dalam Angka 2004 lxviii .1.1.Daftar Gambar Grafik 8.4. Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten Tahun 2000-2004 ……… 359 Grafik 10.2. Nilai Rencana Investasi PMA Menurut Asal Negara Tahun 2004 …….Banten Tahun 2003 ………………………………………………………………….2. Inflasi Kota Serang Cilegon Menurut Kelompok Pengeluaran Tahun 2004 ……………………………………………………………………. 298 359 Grafik 10.4.3. Grafik 9. 360 Grafik 10. . 264 264 298 Grafik 8. Grafik 9. Banyaknya Surat Yang Dikirim Menurut Jenis Surat 2004 ……………. . PDRB Banten Atas Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluaran Tahun 2004 (persen) ………………………………………………………… PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten/Kota se. . .

5. Distance Among Selected Cities in Banten and Nearby Keadaan Iklim di Banten……………………………. Kelembaban Udara.Daftar Tabel DAFTAR TABEL LIST OF TABLES Halaman Page BAB I : 1. dan Kecepatan Angin di Stasiun OBS Average of Rainfalls. 2. Wind Velocity at Observation Station 2004 Keadaan Musim Kemarau di Banten………………… Situation of Dry Season in Banten Keadaan Musim Penghujan di Banten……………….2.3. 1... Kelurahan dan Desa di Banten 2004 ………………………………………………….. Number of Districts. Average Maximum and Minimum Temperature at Observation Station 2004 Rata-Rata Curah Hujan. Number of Civilian Reserve Personnel by Classification in Banten Jumlah Anggota DPRD Propinsi Banten Menurut Jenis Partai dan Jenis Kelamin di Banten 2004 …………… Number of Parliament by Political Party and Sex of Banten Jumlah Anggota DPRD Propinsi Banten Menurut Fraksi dan Jenis Kelamin di Banten 2004 ………. Number of Parliament by Faction and Sex of Banten 17 6 7 8 1. 21 2. 1. 1. 2.1. 18 19 20 2. Situation of Rainy Season in Banten Luas Tanah dan Penggunaanya Menurut Kabupaten/Kota Land Area and its Usage by Regency/Municipality 2003 PEMERINTAHAN GOVERNMENT Jumlah Kecamatan. Humidity. Condition of Climate in Banten Suhu Udara Rata-Rata Maksimum dan Minimum di Stasiun OBS……………………………………….. 1.4. 22 Banten Dalam Angka 2004 lxix .6.4 9 10 11 12 1.2. BAB II : 2.3. Number of LKMD by Category in Banten Jumlah Personil Perlindungan Masyarakat Menurut Klasifikasi di Banten 2004 ………………….7. Relative.. Special Villages and Villages in Banten Jumlah Desa Menurut Klasifikasi di Banten 2004 …… Number of Villages by Classification in Banten Jumlah Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) Menurut Kategori di Banten 2004 ………….. 2.5.6.1. KONDISI GEOGRAFIS DAN IKLIM GEOGRAPHICAL SITUATION AND CLIMATE Jarak Antar Kota di Banten dan Sekitarnya…….

Population Growth Rate in Banten Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Banten 2004……………...9.1.9 2.1.1..1. 56 57 58 3.1. 3.3.Daftar Tabel 2.2004…..8.11 27 BAB III 3..6. 2. Number of Local Government Employees by Education and Sex Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Unit Kerja dan Jenis Kelamin 2004 ………………………. 3.…….2. Number of Local Government Employees by Education Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Perndidikan dan Jenis Kelamin 2004 ……………………….8.. Region Area. 2..………….……… Number of Chinese and Other Aliens in Banten Luas Wilayah..1.………. Number of Local Government Employees by Unit and Sex PENDUDUK DAN TENAGA KERJA POPULATION AND MANPOWER PENDUDUK POPULATION Perkembangan Penduduk di Banten 1961 . 59 Banten Dalam Angka 2004 lxx . Population Average Per Square Km and Per Household in Banten Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Banten i Banten 2004……………..4.………… Number of Household and Population by Sex in Banten Penduduk Warga Negara Asing Cina dan Warga Negara Asing Lainnya di Banten 2000…….1. 3.1.. Number of Parliament Decrees of Banten Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS dan CPNS) Menurut Perndidikan 2004 ………………………. Number of Population in Banten Laju Pertumbuhan Penduduk di Banten 1961-2004…. Rata-rata Penduduk Per Km2 dan Per Rumah Tangga di Banten 2004…………….5.. : : 3.1.. 3...10 Jumlah Anggota DPRD Propinsi Banten Menurut Fraksi dan Jenis Kelamin di Banten 2004 ………… Number of Parliament by Faction and Sex of Banten Jumlah Keputusan DPRD Propinsi Banten 2004…. Projection of Population by Regegency / Municipality in Banten Distribusi Persentase dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Banten 1990-2004 Percentage Distribution and Population Density by Regency/Municipality in Banten 51 52 53 54 55 23 24 25 26 2.1.7.1... 3... Projection of Male Population by Age Group in Banten Proyeksi Penduduk Menurut Kab/Kota di Banten 2005-2008………………………….………. 3. Number of Population by Age Group and Sex Proyeksi Penduduk Menurut Kelompok Umur di Banten 2005-2008……………. 3.7..

68 3.…. 63 3.2.11 61 3..10. 66 3.2.. Population 10 Years Age and Over Who Worked by Regency/Municipality and Main Employment Status in Banten Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Seminggu Yang Lalu Menurut Kabupaten/Kota dan Jumlah Jam Kerja Seluruhnya di Banten 2004…….1...4.24 Tahun yang Masih Sekolah 60 3.1.Daftar Tabel 3. 62 3..1..……….3.…… Population 10 Years of Age and Over Who Worked by Regency/Municipality and Main Industry Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Kab/Kota dan Status Pekerjaan Utama di Banten 2004…………………. 64 3.5. : : 4.2.…………… Labor Force Participation Rate of Population Aged 10 Years and Over by Regency/Municipality in Banten Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja.2.1. Banten Dalam Angka 2004 lxxi .1. : 3. Mencari Pekerjaan dan Bukan angkatan Kerja per Kabupaten/Kota di Banten 2004……………… Number of Population Aged 10 Years and Over Who Worked. 69 BAB IV 4.2.6. Population 10 Years of Age and Over Who Worked During The Previous Week by Regency/Municipality and Total Working Hours in Banten SOSIAL SOCIAL PENDIDIKAN EDUCATION Penduduk Usia 7 ...2. Rasio Jenis Kelamin Penduduk menurut Kabupaten/ Kota di Banten 1990-2004……… Sex Ratio of Population by Regency/Municipality in Banten Rumah Tangga dan Rata-rata Besarnya Anggota Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004 ………………………………………… Number of Households and Average Size of Household by Regency/Municipality in Banten TENAGA KERJA MANPOWER Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten /Kota di Banten 2004……………….1..2. Population 10 Years of Age and Over Who Worked by Type of Primary Job in Banten Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Kab/Kota dan Lapangan Usaha di Banten 2004……………………………….2. Looked for Job and Not Economically Active in Banten Penduduk 10 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan Utama per Kabupaten/Kota di Banten 2004……………………………….

Murid dan Guru Sekolah Dasar di Banten 2004…………………………………….3. Students and Teacher in Banten Jumlah Sekolah. Number of University in Banten Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas menurut Pendidikan yang Ditamatkan dan Kabupaten/ Kota di Banten 2004 ………………………………………… Population Aged 10 Years and Over by Educational Attainment and Regency/Municipality in Banten Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Kepandaian Membaca dan Menulis dan abupaten/Kota di Banten 2004……………………………… Population Aged 10 Years and Over by Reading and Writing Ability and Regency/Municipality in Banten 91 4. Population Aged 7 – 24 Years Attending School by Sex in Banten Jumlah Sekolah.4. 4. 97 98 4.2. Number of Hospitals and Beds in Banten Jumlah Dokter Rumah Sakit Umum dan Puskesmas di Banten 22004…………………………….8..2. 100 4.2.4..2. 94 4...1. Students and Teacher in Banten Jumlah Sekolah. Number of Elementary Schools. Murid dan Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Kejuruan di Banten 2004…………. Students and Teacher in Banten Jumlah Perrguruan Tinggi di Banten 2004………….1.2.9. : KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA HEALTH AND FAMILY PLANNING Jumlah Rumah Sakit dan Tempat Tidur di Banten 2004…………………………………….1. 92 4.2. Students and Teacher in Banten Jumlah Sekolah. 103 4.1.5. Murid dan Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Banten 2004…………………… Number of Junior High Schools. Number of Senior High Schools. Murid dan Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Banten ……………………………….2. Number of Medical Doctors at Public Hospital and Health Center in Banten Jumlah Penduduk Yang Diimunisasi Menurut Jenis Imunisasi di Banten 2004…………………… Number of Immunized People by Kind of Immunization in Banten Jumlah Persalinan Menurut Penolong Persalinan di Banten 2004………………………………………… Number of Birth by Kind of Personel in Charge in Banten 101 102 4.1. 95 4.3. 93 4.. 4.7. Murid dan Guru Taman Kanak-kanak di Banten 2004……………………………………… Number of Kindergarten Schools.Daftar Tabel Menurut Jenis Kelamin di Banten 2004……………. 104 Banten Dalam Angka 2004 lxxii .…. Number of Senior Vocational High Schools. Students and Teacher in Banten Jumlah Sekolah. 4. 96 4.6.1.1.1.1.

4. Number of Potential Couple by Age of Wife in Banten Jumlah Keluarga Sejahtera Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera di Banten 2003-2004…………………… Number of Prosperous Family by Level of Prosperous Family in Banten PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN HOUSING AND ENVIRONMENT Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Luas Lantai Rumah di Banten 2004 ………… Number of Household by Regency/Municipality and Area of House Floor in Banten Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Atap Terluas di Banten 2004 …………… Number of Household by Regency/Municipality and The Widest of Ceiling Type in Banten Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Lantai Terluas di Banten 2004……….3.2.8. 110 4.3.2.… Number of Medicine Distributors in Banten Jumlah Akseptor Keluarga Berencana (Usia 15-49 tahun Berstatus Kawin) Menurut Alat/Cara Kontrasepsi yang Digunakan di Banten 2004…..4 116 117 Banten Dalam Angka 2004 lxxiii .1. Number of Household by Regency/Municipality and The Widest of Floor Type in Banten Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Dinding Terluas di Banten 2004 …………… Number of Household by Regency/Municipality and The Widest of Wall Type in Banten 113 105 4. Number of Family Planning Acceptors by Method of Contraception Based on The Result of Family Registration in Banten Jumlah Keluarga Pasangan Usia Subur Menurut Umur Isteri di Banten 2004…………………….9... 111 4.6.2..3. 107 108 4. : 4. 114 4.2.2.Daftar Tabel 4. Number of Health Personnels OTher Than Dokter at Public Health Center and Government Hospital in Banten Jumlah Penyalur Obat di Banten 2004….7..3.2. Jumlah Tenaga Kesehatan Selain Dokter di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum di Banten 2004……. 4.3. 4.5.3.

Number of Land Certificate Legal Maker and Certificate Publishing in Banten Banyaknya Tindak Kejahatan Yang Terjadi Menurut Jenis Kejahatan di Wilayah Banten 2004…………… Number of Crimes Commited by Type of Crime in Banten Jumlah Masjid.. Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Sumber Penerangan di Banten 2004 ……………. 125 4.10 133 134 BAB V : Banten Dalam Angka 2004 lxxiv . 4.5 4.2004……………………… Number of Aplicants / Pilgrims and cost to Mecca Jumlah Jamaah Haji Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota 2004………………………………… Number of Aplicantsfor Pilgrims by sex and Municipality Tingkat Usia Calon Jamaah 2004……………….4. 127 4.4..4.4. Private Mosque. Number of Population by Religion in Banten Jumlah Calon / Jamaah Haji dan Besarnya Biaya Musim Haji 2000.4. 4.8. Number of Household by Regency/Municipality and Drinking Water Facility in Banten Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Sumber Air Minum di Banten 2004 ……………… Number of Household by Regency/Municipality and Source of Drinking Water in Banten SOSIAL LAINNYA OTHER SOCIAL MATTERS Rekapitulasi Produksi Sertifikat Oleh Badan Pertanahan Nasional di Banten Hingga 2003 ….4.4.4. 131 132 4.3.3. Pura/Kuil dan Vihara Menurut Kabupaten/Kota………………………… Number of Mosque..6. 119 4. 4.… Production of Sertificate by National Land Affair Board in BantenUntil Jumlah PPAT dan Penerbitan Akta di Banten 2004 …………………………………. Number of Household by Regency/Municipality and Source of Lights in Banten Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Fasilitas Air Minum di Banten 2004 …………………. Gereja.7.4.4..… Number of Pilgrims by Age Group Jumlah Korban Bencana Alam Menurut Kabupaten/Kota 2004 …………………………… Number of Natural Disaster Outcomes by Reg/Mun Jumlah Lembaga Sosial/Panti Sosial Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004 Number of Social Placed byReg/Mun in Banten PERTANIAN AGRICULTURE 122 118 4.. 128 129 130 4.5.4.7 120 4.6. Mushola.1..3.Daftar Tabel 4. : 4.4.2.3..9 4.Churchand Temple by Municipality Jumlah Penduduk Menurut Agama di Banten 2004 …..

Harvested Area.2. Harvested Area.1.. Harvested Area. Productivity and Production of Decorated by Regency in Banten 145 5. Produktivitas dan Produksi Kacang Tanah Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004 …. 159 Banten Dalam Angka 2004 lxxv .1....8. Productivity and Production of Paddy by Regency in Banten Luas Panen. Harvested Area.1.12. 154 5. Production and Yield Rate of Annual Vegetables and Fruit in Banten Luas Panen..6..1. Harvested area.1.Daftar Tabel 5. 150 5. 152 5.1.1.7.3..5.10. Productivity and Production of Mungbeans by Regency in Banten Luas Panen.1.. Productivity and Production of Paddy in Banten Luas Panen. Productivity and Production of Sweet Potatoes by Regency in Banten Luas Panen. 147 5. Produktivitas dan Produksi Padi Palawija Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004……… Harvested Area. Productivity and Production of Medicine by Regency in Banten Luas Panen.………. Productivity and Production of Peanuts by Regency in Banten Luas Panen.1. Harvested Area. Produktivitas dan Produksi Ubi Jalar Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004…………………... Harvested Area. Production and Yield Rate of Season Vegetables and Fruit in Banten Luas Panen.1.11..9.. Produktivitas dan Produksi Tanaman Obat-obatan di Banten 2004……………………….……….1.4. Produktivitas dan Produksi Kacang Kedelai Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004…………………………………………. Produktivitas dan Produksi Jagung Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004……. : 5. Produksi dan Hasil per Ha Sayuran dan Buah-buahan Semusim di Banten 2004 …. Produksi dan Hasil per Ha Sayuran dan Buah-buahan Tahunan di Banten 2004 ….. Produktivitas dan Produksi Kacang Hijau Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004……. Harvested Area.1. 151 5. PERTANIAN TANAMAN PANGAN FOOD CROPS Luas Panen Produktivitas dan Produksi Padi Palawija di Banten 2004……………………………….1. Harvested Area.. 153 5. 5..……… Harvested Area. 155 5.1. Productivity and Production of Maize by Regency in Banten Luas Panen.. Productivity and Production of Cassava by Regency in Banten Luas Panen. 156 157 5.. Produktivitas dan Produksi Ubi Kayu Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004 …. Harvested area. 158 5. Produktivitas dan Produksi Tanaman Hias di Banten 2004………………………. Productivity and Production of Soybeans by Regency in Banten Luas Panen.

.9.2. Area and Production of Small Holders Private Plantation by Types of Crops in Banten Luas Areal dan Produksi Tanaman Karet Menurut Kepemilikan di Banten 2004 …………………. : 5. 5.2.2. Area and Production of Sugar Palm by Ownership in Banten Luas Areal dan Produksi Tanaman Melinjo Menurut Kepemilikan di Banten 2004………….4. 169 170 171 5.2. 5.…. 168 5. : Banten Dalam Angka 2004 lxxvi .6.2..…..2. Area and Production of Melinjo by Ownership in Banten KEHUTANAN FORESTRY Luas Hutan Negara Menurut Jenisnya di Banten 2004 National Forest Area by Kind Luas Kawasan Negara Menurut Status dan BKPH di Banten 2004 National Forest Area by State Produksi dan Nilai Produksi Kayu Jati dan Rimba di Banten 2000-2004 Production and Value of Jati an Rimba Woods PETERNAKAN ANIMAL HUSBANDRY 160 5. 162 5. 161 5.…………………..2.2.3..3.3. Area and Production of Private Large Estate by Types of Crops in Banten Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman di Banten 2004 …………... 164 5. 5.8. Area and Production of Coffee by Ownership in Banten Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kepemilikan di Banten 2004………….2.2..4. : 5..3.….3... TANAMAN PERKEBUNAN ESTATE CROPS Luas Areal dan Produksi Perkebunan Besar Negara Menurut Jenis Tanaman di Banten 2004 ……… Area and Production of National Large Estate by Types of Crops in Banten Luas Areal dan Produksi Perkebunan Besar Swasta Menurut Jenis Tanaman di Banten 2004…………. 167 5.2.Daftar Tabel 5. 165 166 5. Area and Production of Rubber by Ownership in Banten Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kepemilikan di Banten 2004 ………………… Area and Production of Coconut by Ownership in Banten Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kepemilikan di Banten 2004.1. Area and Production of Cacao by Ownership in Banten Luas Areal dan Produksi Tanaman Aren Menurut Kepemilikan di Banten 2004………….7.2.5.1.3. 163 5.

… Value of Fish Production by Type of Catching and Breeding Facilities in Banten Jumlah Unit Penangkapan Ikan Menurut Jenis di Banten 2004…………………………………….….3.2.Daftar Tabel 5.4. 5. 5. Number of Marine Fisheries Catching by Kind in Banten 184 172 173 174 175 176 177 178 179 5.5. 5.4. 5.4.4.1. Fish Production by Type of Catching and Breeding Facilities in Banten Nilai Produksi Ikan Menurut Tempat Penangkapan dan Pemeliharaan di Banten 2004………………….4.. 180 5.….4..8.10.…………….. 5.4.4. Jumlah Ternak Menurut Jenis di Banten 2004…….… Number of Livestocks by Kind in Banten Jumlah Ternak Yang Masuk ke Banten 2004………. 183 5.5. Number of Livestock Inflow to Banten Jumlah Unggas dan Telur Yang Masuk ke Banten 2004 Number of Poultries and Eggs Inflow to Banten Populasi Ternak Unggas Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004……………………………. 5.3.. Number of Slaughtered Buffaloes by Status of Place in Banten Jumlah Ternak Kambing Yang Dipotong Menurut Status Tempat Pemotongan di Banten 2004………….4. Population of Poultries in Banten Produksi Ternak Unggas Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004………………………………………… Production of Poultries in Banten Jumlah Ternak Yang Keluar dari Banten 2004……….6.7..5. 182 5. 187 5..12.5.. Number of Slaughtered Cows by Status of Place in Banten Jumlah Ternak Kerbau Yang Dipotong Menurut Status Tempat Pemotongan di Banten 2004………………. … Number of Poultries and Eggs Outflow from Banten Jumlah Ternak Sapi Yang Dipotong Menurut Status Tempat Pemotongan di Banten 2004………….11.4. Number of Livestock Outflow from Banten Jumlah Unggas dan Telur Yang Keluar dari Banten 2004………………………………. Number of Slaughtered Sheep by Status of Place in Banten Jumlah Ternak Babi Yang Dipotong Menurut Status Tempat Pemotongan di Banten 2004 ……………..4.4.4. 181 5. Number of Slaughtered Pigs by Status of Place in Banten PERIKANAN FISHERY Produksi Ikan Menurut Tempat Penangkapan dan Pemeliharaan di Banten 2004………………………. 5... : 5.2.……….4. Number of Slaughtered Goats by Status of Place in Banten Jumlah Domba Yang Dipotong Menurut Status Tempat Pemotongan di Banten 2004………….9. 5.1.. 190 Banten Dalam Angka 2004 lxxvii ..

.2. Output dan Nilai Tambah Industri Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2003……………. 6. Number of SIPD and Area by Kind of Quarrying Items in Banten 212 207 193 194 195 BAB VI.1. 211 6. 5.1.3. 209 6. 213 6.1. Value Input.5.1. Number of Fisheries Boat by Kind in Banten Luas Areal dan Jumlah Tempat Pemeliharaan Ikan di Banten 2004………………………………………..1. Production of Quarrying Items on Companies Holding SIPD in Banten Produksi Bahan Galian Golongan-C Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004…………………….. Area and Number of Fish Breeding Facilities in Banten Jumlah Rumah Tangga Perikanan Menurut Jenis Perikanan di Banten …………………………………. Production of Classification C Quarrying Items by Regency/Municipality in Banten Jumlah Surat Izin Pertambangan Daerah (SIPD) dan Luas Wilayah Penambangan per Jenis Bahan Galian di Banten 2004………………………………………….2. Number of Fishery Household by Type of Fishery in Banten INDUSTRI.Daftar Tabel 5.6. Output and Added of Manufacturing by Industrial Group in Banten PENGGALIAN QUARRYING Produksi Bahan Galian Golongan-C Pada Perusahaan Pemegang SIPD di Banten 2004…….1. Output and Added of Manufacturngi by Regency /Municipality in Banten Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Menurut Golongan Industri di Banten 2003……………… Number of Manufacturing and Man Power Establishment by Industrial Group in Banten Nilai Input. PENGGALIAN DAN ENERGY MANUFACTURING. Output dan Nilai Tambah Industri Menurut golongan Industri di Banten 2003……………. Number of Manufacturing and Man Power of Establishment by Regency/Municipality in Banten Nilai Input. Jumlah Perahu/Kapal Penangkapan Ikan Menurut Jenis di Banten 2004 ………………………………………. 208 6...5.5. ENERGY INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Menurut Kabupaten/ Kota di Banten 2003……………..4.5. QUARRYING.3. 214 Banten Dalam Angka 2004 lxxviii .4.1. 6. : 6. Value Input.2...2.2. : : 6.2. 6. 5.

Stocked. and Conection Power Jumlah Perusahaan Air Minum.3.3. 2004 ………………………………….3. Banten Dalam Angka 2004 lxxix . : 6.3. Customer. HOTEL AND TOURISM PERDAGANGAN TRADE Volume dan Nilai Ekspor Menurut Pelabuhan Utama di Banten 2004 ………………………… Volumeand Value of Export by Principal Ports Volume dan Nilai Impor Menurut Pelabuhan Utama di Banten.4. Jumlah Langanan.1..3. Number of SIPD and Area by Regency/ Municipality in Banten LISTRIK DAN AIR MINUM ELECTRICITY AND DRINKING WATER Jumlah Pelanggan.2..Daftar Tabel 6.……. 6. 217 219 220 221 6. 223 6. Daya Tersambung dan Energi Listrik Terjual Menurut Jenis Tarif di Banten 2004 … Number of Customers. 224 BAB VII. 7.3. Sold and Lost of Energy in Banten Banyaknya Desa Berlistrik. 6.1. Number of Technical and Administration Worker Water Supply Enterprise by Educational Attainment in Banten Jumlah Pelanggan Air Minum yang Didistribusikan Menurut Jenis Konsumen di Banten 2004……… Number of Water Customer by type of Customer Group in Banten Jumlah Pelanggan Air Minum yang Didistribusikan Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004……… Number of Water Customer by Regency/Municipality of Customer Group in Banten PERDAGANGAN.. Number of Water supply Enterprises Production Capacity Water Production by Water Resources in Banten Jumlah Pekerja Teknis dan Administrasi Perusahaan Air Minum Menurut Pendidikan Yang Ditamatkan di Banten 2003-2004……………………………. 222 6. dan Daya Tersambung di Banten 2000-2004 Number of Villages.3.8. Number of Distribution Transformator in Banten Penyediaan.2.3. HOTEL DAN PARIWISATA TRADE.1.2. : : 7.3. Penjualan dan Susut Energi Listrik di Banten 2000-2004………………………….1. Connected Power and Sold Electrical Energy by Classification of Tariff in Banten Jumlah Transformator Distribusi Terpasang di Banten 2000-2004 ……………………………………….1.5. 6.1... Jumlah SIPD dan Luas Wilayah Menurut Kabupaten/ Kota di Banten 2004……………….. 7. 6. Volume and Value of Import by Principal Ports Ekspor dan Impor Melaui Pelabuhan di Banten 231 232 216 215 6.3.3. Kapasitas Produksi dan Produksi Air Minum Menurut Sumber Air Yang Dipakai di Banten 2003-2004……………………….4.7.6. 7.

.2. 7..........1..2...4..5.2....1.. : 7.1.7. 7......4..6... Export from Banten by Destination Impor Melalui Pelabuhan di Banten Menurut Negara Asal 2004 …………………………….. Number of Hotel/Tourism Educational Workers and Non of Hotel by Regency/Municipality in Banten Banyaknya Tamu Nusantara dan Tamu Mancanegara Pada Hotel Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004…………………………………....3.5...1..... 245 7.....1....Daftar Tabel Menurut Bulan 2004 ……………….2... Number of Domestic Guest and Foreign Guest of Hotel by Regency/Municipality in Banten Rata-rata Lamanya Menginap Tamu Nusantara dan Tamu Mancanegara Pada Hotel di Banten 2004 Average Length of Stay of Domestic Guest and Foreign Guest of Hotel by Regency/Municipality in Banten Persentase Tingkat Penghunian Kamar Pada Hotel di Banten 2004 ……………………………. 7....... 244 7.2.2...2...8. Percentage of Room Occupation Rate of Hotel by Regency/Municipality in Banten Persentase Pemakaian Tempat Tidur pada Hotel di Banten 2004 …………………………………. Export from Banten by Commodity Jumlah Restoran dan Rumah Makan di Banten 2004 ……………………… Number of Restaurant in Banten Jumlah Desa yang Mempunyai Pasar di Banten 2003 Number of Villages Which Have Market HOTEL HOTEL Banyaknya Hotel Berbintang dan Tidak Berbintang Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004……… Number of Classified and Non Classified Hotel by Regency/Municipality in Banten Banyaknya Hotel..... 243 7.6. 247 Banten Dalam Angka 2004 lxxx . 246 7..1.. and Beds of Hotel by Regency/Municipality in Banten Banyaknya Tenaga Kerja Kejuruan dan Non Kejuruan Hotel/ Pariwisata Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004………………..2.2. Percentage of Beds Sold of Hotel by Regency/Municipality in Banten 241 233 234 235 237 239 240 7... 7.. Kamar dan Tempat Tidur Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004.. 7.. 242 7. Export dan Import of Banten Province by Month Ekspor Melalui pelabuhan di Banten Menurut Negara Tujuan 2004 ….........………… Number of Hotels Rooms...7 7. Im port from Banten by Source Ekspor Melalui pelabuhan di Banten Menurut Komoditi 2004 …...

1.1.3. 251 BAB VIII.9.. Number of Accidents and Victims in Police of Banten Region Perkiraan Kerugian Materi Pada Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Kepolisian Banten 2000-2004…….. Number of Tourism Unit.1. 8.4.4. Material Lost Estimation of Accident in Banten Police Region Jumlah Penumpang PT.1.3. Banten Dalam Angka 2004 lxxxi .. 274 275 8. : 7. Condition and Category of Road by Level of Government in Banten Data Ruas Jalan Nasional dan Propinsi di Banten 2004 Data of National and Province Authority Road in Banten Daftar Penetapan Kelas Jalan di Wilayah Banten 2004 List of Road Classification in Banten Jumlah Kendaraan Bermotor di Banten 2004 ….3.. Length of Type of Surface. Number of STNK Issued by Polwil Banten Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas dan Jumlah Korban di Wilayah Kepolisian Banten 2004 . Number of Driving Certificate Was Produced by Police of Banten Region Banyaknya Penerbitan STNK oleh Polwil Banten 2004 ………………………………….Daftar Tabel 7.3...Pengunjung.3.1.1. 8. : : 8.…………. PARIWISATA / TOURISM Jumlah Obyek Wisata Menurut Lokasi di Banten 2004 …………………………………… Number of Tourism Object by Location in Banten Jumlah Museum.1. PERHUBUNGAN TRANSPORTATION PERHUBUNGAN DARAT LAND TRANSPORTATION Panjang Jalan Menurut Tingkat Pemerintah Yang Berwenang..2 7. Old Site and History Building 2003 Jumlah Pengunjung dan Nilai Penjualan Karcis Tempat Rekreasi/Taman Hiburan di Banten 2004…….3.1.. Kondisi Jalan dan Kelas Jalan di Banten 2004 …………………….1. Number of Visitors and Receipts of Recreation Resorts in Banten Jumlah Unit Wisata. 266 271 272 273 8. Situs Purbakala dan Bangunan Bersejarah di Banten/ Number of Museum.1. KAI Daop I Jakarta di 265 8. 7. 8.7. Number of Vehicles in Banten Banyaknya Surat Ijin Mengemudi Yang Dikeluarkan oleh Kepolisian Wilayah Banten 2004.6.5.1... dan Penjualan Karcis Menurut Kabupaten/Kota dan Obyek Wisata di Banten 2004 …………………………………………….. 8. 8.3.2.1.8 276 8. Visitors and Receipts by Regency/Municipality and Tourism Object in Banten 248 249 250 7. Jenis Permukaan.

.3. Traffics of Train Cargoes at West Exploitation Non DKI PERHUBUNGAN UDARA AIR TRANSPORTATION Banyaknya Penerbangan.. Penumpang Domestik dan Barang di Banten 2004………………………… Number of Domestic Flights and Passangers at Soekarno-Hatta Airport Banyaknya Penerbangan dan Penumpang Internasional di Bandara Soekarno – Hatta 2004……………. 8. 279 8. Number of International Flights and Passangers at Soekarno-Hatta Airport Banyaknya Barang dan Pos Paket Domestik Yang Dimuat dan Dibongkar di Bandara Soekarno-Hatta 2004 …………………………………….12. Number of Loaded and Unloaded Domestic Cargoes and Parcels at Soekarno-Hatta Airport Banyaknya Barang dan Pos Paket Internasional Yang Dimuat dan Dibongkar di Bandara Soekarno-Hatta 2004 ……………………………. Traffics of Train Passengers at West Exploitation Lalu Lintas Angkutan Barang Kereta Api di Wilayah Usaha Barat Non DKI 2002 ………………………. . 8.2.1.2.1.1.11.. KAI Daop I Jakarta in Banten Lalu Lintas Penumpang Keret a Api di Wilayah Usaha Barat 2003…………………………………………. Number of Loaded and Unloaded International Cargoes and Parcels at Soekarno-Hatta Airport 2003 PERHUBUNGAN LAUT SEA TRANSPORTATION Data Angkutan Penyebrangan di Banten 2000-2004….10. KAI Daop I Jakarta di Banten 2004 ……………………………………..2. : 8. 284 8. Pos Indonesia Menurut Jenis Surat Banten 2004…... Number of Train Passangers of PT.1.1.2. KAI Daop I Jakarta in Banten Lalu Lintas Angkutan Barang PT.1.4..4. Traffic of Train Cargoes at PT.2. : Banten Dalam Angka 2004 lxxxii . 283 8.3.4. BAB IX.. : 8.3. Data of Merak – Bakaheuni Sea Crossing in Banten Data Operasional Pelabuhan di Banten 2004…… Operational Data of Port in Banten KOMUNIKASI COMMUNICATION Banyaknya Surat Yang Dikirim dan Diterima PT. Number of Mail R eceived and Sent by Kind KEUANGAN DAN HARGA-HARGA FINANCE AND PRICES 289 286 288 282 277 8..3. 280 281 8. 8.. 285 8.Daftar Tabel Wilayah Banten 2004……………………….2. 8.. : 8.2.

Recapitulation of Approval and Realization of Foreign Investment by Regency/Municipality in Banten Rekapitulasi Persetujuan dan Realisasi Investasi PMDN Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004 Recapitulation of Approval and Realization of Domestic Investment by Regency/Municipality in Banten Peringkat Nilai Rencana Investasi PMA Menurut Asal Negara di Banten 2004………………………..Daftar Tabel 9.6.2.1.1.1.2. 9. : 9.3.2. 300 9. 306 9. Rank of Foreign Investment Planning Value by Origin Country in Banten Nilai Rencana Investasi PMA Menurut Sektor Usaha di Banten 2004…………………….8.1...1. Actual Revenue of Land and Housing Tax by Sector and Regency/Municipality Reaalisasi Penerimaan Pajak Penghasilan Menurut Kantor Pelayanan Pajak 2004 ………………… Actual Revenue of Income Tax by Office of Tax Service Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Tingkat I Banten Menurut Komponen Penerimaan 2004 Actual Revenues of Banten First Level Local Government by Kind of Revenue 307 299 9.2.2004 …….2. Domestic Investment Planning Approval by Sector in Banten Rekapitulasi dan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Propinsi Banten 2001. Recapitularion and Realization of Budgeted Government Revenues and Expenditures (Juta/Million Rp) Anggaran dan Realisasi Belanja Pemerintah Provinsi Banten 2004 …………………………………………. 302 303 9. INVESTASI INVESTMENT Rekapitulasi Persetujuan dan Realisasi Investasi PMA Menurut Kabupaten/Kota di Banten 2004 ……. 308 309 Banten Dalam Angka 2004 lxxxiii .1. Foreign Investment Value by Sector in Banten Nilai Rencana Investasi PMDN Menurut Sektor Usaha di Banten 2004 ……………………. 9. : 9.4.. 305 9.1. Budgeted and Actual Government Routine Expenditures (Juta/Million Rp) Anggaran dan Realisasi Pembiayaan Pemerintah Provinsi Banten 2004 ………………………………… Budgeted and Actual Government Cost (Juta/Million Rp) PENERIMAAN PAJAK DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TAX AND ACTUAL REVENUE Realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Menurut Sektor dan Kabupaten/Kota 2004…….1. 9.2.5.3. 301 9.1. 304 9.1.7.1.

Daftar Tabel 9.3.3.4.3.6.Type of Currency and Type of Deposits Based on Banks’Office Funds Location in Banten Posisi Kredit Rupiah Dan Valuta Asing Bank Umum Menurut Kab/Kota. 348 349 9.4. Commercial Bank’s Outstanding Funds in Rupiah and Foreign Exchange by Regions..3. 9.1. Jeenis Valuta dan Jenis Simapanan 2004……………………………. 315 317 9. 311 313 310 9. 319 9.4.5.4.2.3. Inflation Rate of Serang/Cilegonby Month Perkembangan Harga Gabah dan Beras Menurut Bulan di Banten 2004………………………… Trend of unhulled Paddy and Rice Price by Month in Banten ASURANSI DAN BANK INSURANCE AND BANK Nilai PremiYang di Terima dan Nilai Klaim Yang dibayar oleh PT. Value of Received Premium and Value of Paid Claim by PT. : 9.2.2. 333 9..4.4. 9. Jenis Penggunaan dan Sektor Ekonomi Berdasarkan Lokasi Proyek Di Banten 2004……………………………….3. Consumer Price Index (1996 =100) of Serang/Cilegon by Month Inflasi Kota Serang/Cilegon Menurut Bulan 2004…. Banten Dalam Angka 2004 lxxxiv . Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dari Sektor Penggalian (Bahan Galian Golongan-C &Retribusi Lainnya) 2004 Actual Revenue of Quarrying Sector (Class-C and Other Retributions) HARGA-HARGA PRICES Laju Inflasi 44 Kota di Indonesia 1999-2004…………..4.4. Inflation Rate at 44 Cities in Indonesia 1999 – 2004 Indeks Harga Konsumen Kota Serang/Cilegon (1996=100) Menurut Bulan 2004 ……………………. 347 9.4. 318 9. 9.... Jenis Valuta.1.3.4. Commercial Bank’s Outstanding Funds in Rupiah and Foreign Exchange by Regions. TASPEN di Banten Menurut Bulan 2004…………………………………. Performance of cooperation Activity by Indicator of Production Jumlah SIUP yang diberikan Menurut Golongan Usaha dan Kabupaten/Kota 2004……………………… Number of Trade Business Permits Issued by Scale of Establisment and Municipality Jumlah Kantor Bank Umum Menurut Status Kepemilikan di Banten 2001-2004 …………………. : 9. Taspen by Month in Banten Possisi Dana Simpanan Rupiah Dana Valuta Asing Bank umum Menurut Kab/Kota.Type of Currency and Type of Deposits Based on Banks’Office Funds Location in Banten Kinerja Koperasi Menurut Indikator Produksi 20032004……………………………………………….

2 376 BAB XI..1 375 10. Percentage distribution of Gross Regional Domestic Product of Banten at Current Price 1993 by Industrial Origin Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Banten Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha 2001-2004………………………….1 373 10. 367 10. Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Banten at Constant Price by Industrial Origin Distribusi Persentase PDRB Propinsi Banten ADHB Menurut Lapangan Usaha 2001-2004………. Penduduk Pertengahan Tahun dan PDRB Perkapita Banten 2001-2004……………… Agregate Figures of GRDP. 371 10.3. Gross Regional Domestic Product of Banten at Current Market Price by Regency/ Municipality PDRB Propinsi Banten ADH Konstan1993 Menurut Kabupaten/Kota 2001-2003………………………… Gross Regional Domestic Product of Banten Constant Price1993 by Regency/ Municipality KETERSEDIAAN PANGAN DAN PENGELUARAN PENDUDUK FOOD AVAILABILITY AND POPULATION EXPENDITURE 361 BAB X. Gross Regional Domestic Product of Banten at Current Market Price by Expenditure PDRB Propinsi Banten ADH Konstan1993 Menurut Jenis Pengeluaran 2001-2004………………………… Gross Regional Domestic Product of Banten Constant Price1993 by Expenditure PDRB Propinsi Banten ADH Berlaku Menurut Kabupaten/Kota 2001-2003 …………………….6.5.2..1.1. 363 10. : 10.1. Population at Mid Year and GRDP Per Capita in Banten PDRB Propinsi Banten ADH Berlaku Menurut Jenis Pengeluaran 2001-2004 ……………………..1.2.Daftar Tabel Number of Commercial Bank Officesby Status in Banten PENDAPATAN REGIONAL REGIONAL INCOME PDRB Propinsi Banten ADHB Menurut Lapangan Usaha 2001-2004…………………………………….. Gross Regional Domestic Product of Banten at Current Market Price by Industrial Origin PDRB Propinsi Banten ADHKL 1993 Menurut lapangan Usaha 2001-2004………………………… Gross Regional Domestic Product of Banten Constant Price1993 by Industrial Origin Laju Pertumbuhan PDRB Propinsi Banten ADHK 1993 Menurut Lapangan Usaha 2001-2004 …………...3. : Banten Dalam Angka 2004 lxxxv .4. 369 10.1.. 365 10. Percentage Distribution of Gross Domestic Regional Product of Banten at Constant Price 1993 by Industrial Origin Angka Agregatif PDRB.2 374 10.3.1..1 10.2..

: 11.Daftar Tabel 11. : 11. Population by Regency/Municipality and Monthly Per Capita Expenditure Class in Banten Rata-rata Pengeluaran Perkapita Menurut Jenis Pengeluaran Sebulan dan Golongan Pengeluaran Perkapita Sebulan 2004………………………………. 11.. : 11. Stock Realization Report of Rice by Dolog Banten PENGELUARAN PENDUDUK POPULATION EXPENDITURE Penduduk Menurut Kabupaten/Kota dan Golongan Pengeluaran Perkapita Sebulan 2004 …………….1.. Average of Per Capita Monthly Expenditure by Kind of Expenditure and Monthly Per Capita Expenditure Class in Banten 384 381 382 11.1. Gini Ratio by Regency/Municipality in Banten 388 Banten Dalam Angka 2004 lxxxvi .1... Rice Stock in Banten Laporan Realisasi Pengadaan Gabah Beras Dolog Wilayah I Banten 2004…………………………..1.1.2.3. KETERSEDIAAN PANGAN FOOD AVAILABILITY Perkembangan Persediaan Pangan di Banten 2004 .2.2.2.3.1. 386 11. 11.2. LAINNYA OTHERS Gini Ratio Kabupaten/Kota 2000-2004………………..

Penjelasan Umum Explanatory Notes PENJELASAN UMUM EXPLANATORY NOTES Tanda-tanda yang digunakan dalam publikasi ini adalah sebagai berikut: Symbols which are used in this publication. are as follows: …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… : … : : 0 : . : *) : **) : r) : e) Data belum tersedia Data not yet available Data tidak tersedia Data not available Data dapat diabaikan Data negligible Tanda desimal Decimal point Angka sementara Final Angka sangat sementara Preliminary Angka diperbaiki Revised figures Angka perkiraan Estimated figures Banten Dalam Angka 2003 lxxxvii .

Lebak.83 km2. terdiri empat kabupaten yaitu Kabupaten Pandeglang. In the south are boundaries by Hindia Ocean. Sebelah timur dengan Propinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. While ecosystem of Banten Province is basicly content: a. sebagian berupa pemukiman pedesaan. and Serang.Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Kondisi Geografis dan Iklim Melalui Undang-undang no. e pna ’0 ’” S m m uyi posisi strategis pada lintas perdagangan internasional dan nasional.83 km2. b. b. state of Banten residency of West Java change became Banten Province. Banten Province has boundaries: a.800. Wilayah Propinsi Banten mempunyai luas 8. 23 year 2000. status Karesidenan Banten Propinsi Jawa Barat berubah menjadi Propinsi Banten. Banten Dalam Angka 2004 Geography and Climate Base on the act No. 23 tahun 2000. Kawasan Banten Bagian Tengah berupa irigasi terbatas dan kebun campur. Lebak. region of population. that content four regencies namely Pandeglang. kawasan pemukiman dan industri.800. h id wield position is a strategy at internasional and national traffic. Banten Province has area about 8. and two cities namely Tangerang and Cilegon. Wilayah Propinsi Banten berada pada batas astronomis 105011” – 106071” B dn ’1 ’2 T a 5075”–7011 L . In the north are boundaries by Java Sea. Northern Beach environment that ecosystem of irigated rice field. Sebelah utara dengan Laut Jawa b. Region of central Banten is rice field with limitation of irigation. c. and estate crops. and industries. b. Propinsi Banten mempunyai batas wilayah: a. Sebelah selatan dengan Samudra Hindia d. little villages. In the West are boundaries by Sunda Strait. 3 . Lingkungan Pantai Utara yang merupakan ekosistem sawah irigasi teknis dan setengah teknis. Serang. Tangerang dan dua Kota yaitu Kota Tangerang dan Kota Cilegon. c. Available of water is enough and stable. Tangerang. Sebelah barat dengan Selat Sunda Sedangkan ekosistem wilayah Banten pada dasarnya terdiri dari: a. d. In the east are boundaries by DKI Jakarta and West Java Province. Banten Province occur at term astronomy about 10501 1”– ’1 10607 1” E s L ni d ad ’ 2 at og ue n t 5075” –7011 Su L tue ’0 ’” ot a t .

Ketersediaan air cukup dengan kuantitas yang stabil. namun menyimpan potensi sumber daya alam.Bab I Kondisi Geografis dan Iklim c. DAS Cidano dan lereng kompleks Gunung Karang – Aseupan dan Pulosari sampai Pantai DAS Ciliman – Pandeglang dan Serang bagian Barat) yang kaya akan potensi air. Available of water is enough and stable.Maret ) cuaca didominasi oleh angin barat (dari Sumatera. Banten Bagian Barat (Saketi. Bayah are hills that relative hard to access. merupakan cekungan yang kaya air tetapi belum diman faatkan secara efektif dan produktif. Saat musim penghujan (Nopember . Sekelilingnya beru pa bukit-bukit bergelombang dengan rona lingkungan kebun campur dan talun. Iklim wilayah Banten sangat dipengaruhi oleh Angin Monson (Monson Trade) dan Gelombang La Nina atau El Nino. hutan rakyat yang tidak terlalu produkrif. c. DAS Cibaliung –Malingping. d. Ujung Kulon as Java rhinoceros (Rhini Sondaicus) National Park. d. e. f. The round are surge hills with estate crops and talun environment. Region of Halim-Kendeng throught Malingping. Banten Dalam Angka 2004 4 . Das Cibaliung – Malingping is area that water affluent. At dry season (June – August) East wind is dominating at Banten. merupakan kawasan pertanian yang masih perlu ditingkatkan (intensifikasikan) Ujung kulon sebagai Taman Nasional Konservasi Badak Jawa (Rhini Sondaicus). Hindia ocean beside South India) that conspire by wind from Asia that overreach South China Sea. Climate of Banten is very influented by Monson trade and El Nino Billow. West wind is dominating at Banten climate (from Sumatera. and Pulosari throught DAS Ciliman – Pandeglang and West Serang) that affluent concerning with water. Bayah berupa pegu nungan yang relatif sulit untuk di akses. e. Kawasan Banten sekitar Gunung Halimun-Kendeng hingga Malingping. Leuwi damar. f. In raining season (November –March). Region of West Banten (Saketi. Leuwidamanr. DAS Cidano and about Karang mountain inclination – Aseupan. are region that agriculture area. Samudra Hindia sebelah selatan India) yang bergabung dengan angin dari Asia yang melewati Laut Cina Selatan. but does not use effectively and productively. neverthless that have a natural resources.

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Pada musim kemarau (Juni– Agustus). cuaca didominasi oleh angin timur yang menyebabkan wilayah Banten mengalami kekeringan yang keras terutama di wilayah bagian pantai utara.350 m gains between 180 C – 0 C. Temperature at beach region and hills are about 220 C and 320 C. while temperature at mountain by altitude between 400 –1. 29 Banten Dalam Angka 2004 5 . Temperatur di daerah pantai dan perbukitan berkisar antara 220 C dan 320 C. 29 That the reason of Banten region is undergoes aridity especialy at Northern Beach. sedangkan suhu di pegunungan dengan ketinggian antara 400 –1. terlabih lagi bila berlangsung El Nino.350 m dpl mencapai antara 180 C – 0 C. and is ey ad f l i ocr t vr hr iE Nn cus ’ o .

Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.1 Jarak Antar Kota di Banten dan Sekitarnya Distance Among Selected Cities in Banten and Nearby (km) Jakarta Pandeglang Rangkasbitung Tigaraksa Tangerang Serang Cilegon Bekasi Bandung Kota City (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Jakarta Pandeglang Rangkasbitung Tigaraksa Tangerang Serang Cilegon Bekasi Bandung 111 131 57 25 90 110 29 187 111 20 54 86 21 41 140 298 131 20 74 106 41 61 160 227 57 25 74 32 33 51 86 244 25 86 106 32 65 85 54 212 90 21 41 33 65 20 119 277 110 41 61 51 85 20 139 297 29 140 160 86 54 119 139 154 187 298 227 244 212 277 297 154 - Banten Dalam Angka 2004 6 .

Sebagian Pandeglang bagian Utara 8 bulan 6 bulan 0 bulan 0 bulan B1 C1 3. 5.4) Kab. Kab.Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.4) Bulan Basah Wet Month (3) Bulan Kering Dry Month (4) Tipe Iklim Type of Climate (5) 6 bulan 4 bulan 0 bulan 5 bulan C1 D3 2.2 Keadaan Iklim di Banten Condition of Climate in Banten No. Sebagian besar Pandeglang (DPM. Serang Selatan (DPM.2) b. Serang Utara (DPM.Sebagian Lebak bagian barat (DPM.3) c. Pandeglang a.4) Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Provinsi Banten Source: Meteorological and Geophysical Agency of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 7 . Kab. Tangerang (DPM. Sebagian besar Lebak (DPM. Lebak a. Serang a.3) b.3) 8 bulan 6 bulan 8 bulan 4 bulan 4 bulan 0 bulan 0 bulan 0 bulan 5 bulan 5 bulan B1 C1 B1 D3 D3 4.DPM Name of Region (2) Kab. (1) 1 Nama Daerah / No. Kota Cilegon (DPM.Sebagian Lebak bagian utara (DPM.1) b.

7 23.4 32.7 31.5 22.Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.4 23.5 33.3 31.2 31.8 22.1 23.9 23.0 22.2 Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Provinsi Banten Source: Meteorological and Geophysical Agency of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 8 .8 32.3 Suhu Udara Rata-Rata Maksimum dan Minimum di Stasiun OBS Average Maximum and Minimum Temperature at Observation Station 2004 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Rata-rata / Average 2003 2002 Suhu Temperature (0 Celcius) Maksimum Minimum Maximum Minimum (2) (3) 30.8 23.0 22.8 22.9 31.4 32.1 23.9 31.9 30.5 23.4 32.2 32.9 32.1 23.8 23.1 32.0 31.

Wind Velocity at Observation Station 2004 Bulan Month Rata-rata Curah Hujan Average of Rainfalls mm (2) 9 13 4 7 15 1 4 0 6 11 6 11 7.2 Rata-rata Kecepatan Angin/ Average of Wind Velocity m/detik (4) 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2.Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.58 82.5 Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Provinsi Banten Source: Meteorological and Geophysical Agency of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 9 .88 (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Rata-rata / Average 2003 Rata-rata Kelembaban Udara/ Average of Relative Humidity % (3) 86 85 83 83 82 78 82 78 80 76 82 84 81. Relative Humidity. Kelembaban Udara.4 Rata-rata Curah Hujan.25 4. dan Kecepatan Angin di Stasiun OBS Average of Rainfalls.17 2.

III 13 23 493 .3) JUN.3) c.Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.Sebagian Lebak bagian utara (DPM.III JUN. Tangerang (DPM.III – SEP.465 493 .667 587 .DPM Name of Region (2) Kab. Kodya Cilegon (DPM. Nama Daerah / No.III – SEP.III – SEP.1) b. Sebagian Pandeglang bagian Utara JUN.667 3.II APR. Pandeglang a.2) b.794 587 .III – SEP.II – NOP.II – NOP.III – SEP. Serang Selatan (DPM.II – NOP.508 9 23 23 587 .III APR.5 Keadaan Musim Kemarau di Banten Situation of Dry Season in Banten No. Kab. Serang Utara (DPM.3) b.III – SEP. Sebagian besar Pandeglang (DPM.II MEI.794 4. Sebagian besar Lebak (DPM.508 493 . Kab.4) Kab.4) Rata-rata Periode Musim Kemarau Average Period of Dry Season (3) (1) 1.794 2. 5. Panjang Musim (Dasarian) Length of Season (4) Normal Curah Hujan (mm) Normal Rainfall (5) MEI.III 9 13 343 . Lebak a.Sebagian Lebak bagian barat (DPM.III 9 13 376 .III APR.I MEI.4) Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Provinsi Banten Source: Meteorological and Geophysical Agency of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 10 . Serang a.

Kab. Serang a. Lebak a.II DES.3911 2.I – APR.Sebagian Lebak bagian utara (DPM.I – MEI.4) Kab.4) Rata-rata Periode Musim Hujan Average Period of Rainy Season (3) (1) 1.6 Keadaan Musim Penghujan di Banten Situation of Rainy Season in Banten No.I – MEI.2114 2891 .3) SEP. Serang Utara (DPM.1321 4.I – APR.Sebagian Lebak bagian barat (DPM.II OKT. Nama Daerah / No.2114 2891 .I 23 13 1562 .III – JUN.II 27 23 2891 . Tangerang (DPM.II DES.1) b. Serang Selatan (DPM. Kodya Cilegon (DPM.3911 1562 .3911 977 . Sebagian besar Pandeglang (DPM.3) b.I OKT.2798 1562 .II – JUN.2114 3.III – JUN.II SEP. I 27 23 27 13 13 2068 .2) b. Kab.4) Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Provinsi Banten Source: Meteorological and Geophysical Agency of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 11 .I – MEI. Sebagian Pandeglang bagian Utara SEP.DPM Name of Region (2) Kab.Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1. Sebagian besar Lebak (DPM. 5.3) c. Pandeglang a. Panjang Musim (Dasarian) Length of Season (4) Normal Curah Hujan (mm) Normal Rainfall (5) OKT. I DES.1321 977 .I – APR.

360. Cilegon 3.2 Banten Sumber : Potensi Desa ST 2003. Lebak 18.320. Serang 23.7 753.9 4.3 1. Tangerang 11.4 4.5 13.0 4. Tangerang 40.7 26.185.2 355.497.8 837.1 66. BPS Source : Village Potential ST 2003.7 17.5 6.414.202.3 51.083.274.052.511.796.Bab I Kondisi Geografis dan Iklim Tabel Table 1.9 3.720.2 83.648.7 Luas Tanah dan Penggunaannya Menurut Kabupaten/Kota Land Area and its Usage by Regency/Municipality 2002 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (2) Kab/Reg 1.4 3.1 205.6 32.0 31.367.2 16.250.5 83.9 555.849.7 307.4 111.479.621.8 85.2 267.2 37.861.7 10.695. BPS Banten Dalam Angka 2004 12 .6 128.5 288.832.0 9.547.3 4.861. Pandeglang Perumahan Housing (3) Industri Industry (4) Ladang/ Huma/ Tegal Garden (5) Hutan Rakyat Public Forest (6) Perkebunan Etates Crops (7) 14.4 2.922.5 Kota/Mun 5.025.

Propinsi Banten sebagai salah satu propinsi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. has the same governmental system with other provinces.Bab II Pemerintahan Penjelasan Teknis 1. mempunyai sistem peme rintahan yang sama dengan propinsi lainnya. yang terbagi dalam 8 fraksi.1). Meanwhile. among others. Meanwhile the number of villages in this province is 1483. Tangerang dan Serang) dan 2 kota (Tangerang dan Cilegon). (Table 2. Sedangkan jumlah desa/kelurahan pada tahun 2004 adalah 1. The number of districts in this province is 132. Technical Notes 1. Governance is a system that regulates all inhabitants activities in an area / in a state in all living aspects based on certain norms. Ma sing-masing kabupaten/kota terdiri dari beberapa keca matan. Tangerang and Serang) and 2 cities (Tangerang and Cilegon). Jumlah kecamatan di seluruh Banten sebanyak 132. Lebak. Sedangkan kecamatan terbagi habis dalam beberapa desa/kelurahan.1) Total of legislative institution in Banten Province are 75 person that 71 person are male. Sebagai lembaga legislatif yang salah satu tugasnya adalah membuat peraturan perundangundangan. Lebak. district consists of many villages. make laws and regulations. As a legislative institution. and 4 person are female at 8 faction. as one of province in Republic of Indonesia. Propinsi Banten terbagi dalam 4 kabupaten (Pandeglang.483 (Tabel 2. 22 buah Surat Keputusan Dewan Banten Dalam Angka 2004 Banten Province is divided into 4 regency (Pandeglang. Governmental unit below Province is regencies or cities. 2. Banten Province. 2. Pemerintahan adalah suatu sistem yang mengatur segala kegiatan masyarakat dalam suatu daerah/wilayah/negara yang meliputi segala aspek kehidupan berdasarkan normanorma tertentu. DPRD Propinsi Banten telah menghasilkan 25 buah Surat Keputusan Pimpinan Dewan. Jumlah DPRD Propinsi Banten berjumlah 75 orang terdiri dari 71 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. 15 . Each regency or city consists of many districts. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) or Regional People Representatives Board has duties. Unit peme rintahan di bawah propinsi adalah kabupaten/kota.

hanya Sekretariat Daerah yang mempunyai jumlah PNS yang cukup besar. Pemerintahan Propinsi Banten selama tahun 2004 didukung oleh 2. maka 1.54 persen hanya berpendidikan non gelar (Sarjana Muda/D3 atau yang lebih rendah).8) Banten Province Government for 2004.46 persen PNS berpendidikan sarjana (Strata I/II/ III). (Table 2. As shown at education. Apabila dilihat dari pendidikan. Banten Province Govern-ment has 26 unit instance. that 2. Dari 26 instansi pemerintah yang ada di lingkungan Propinsi Banten. only Regional Secretary has enough high employee about 613 person or 22.15 persen dari seluruh PNS yang ada.001 person are male and 767 person are female.15 percent of all employee.Bab II Pemerintahan dan 13 buah Peratuaran Daerah (Tabel 2.286 orang atau 46. Banten Dalam Angka 2004 16 .001 orang laki-laki dan 767 orang perempuan. DPRD Banten Province has legislated 25 Chairman Board Decrees. dimana 2.768 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS). 22 Board Decrees and 13Local Regulation. yaitu 613 orang atau 22. while reside about 53.d 28). has 2.54 percent only are non graduate (bachelor graduate or lower).46 percent are graduate (Stratum I/II/III).768 person employee.286 person or 46. sedangkan sisanya 53. so 1.5 s.52.

1 Jumlah Kecamatan. Lebak 3.481 1. Cilegon Banten 2003 2002 2001 (2) 28 23 26 34 322 295 328 351 13 5 22 335 300 328 373 13 8 132 124 122 116 41 1337 1. Pandeglang 2.337 1. Special Villages and Villages in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Kecamatan District Desa/Kelurahan Village/Special Village Desa Village (3) Kelurahan Special Village (4) Jumlah Total (5) (1) Kab/Reg 1.Bab II Pemerintahan Tabel Table 2. Tangerang 4.337 1.330 104 2 146 144 144 146 104 43 1. Tangerang 6.476 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 17 . Kelurahan dan Desa di Banten Number of Districts.481 1. Serang Kota/Mun 5.483 1.

482 1.480 104 43 1. Pandeglang 2. Lebak 3.481 - 1 1 1 Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat Propinsi Banten Source : Soviety Power Board of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 18 .2 Jumlah Desa Menurut Klasifikasi di Banten Number of Villages by Classification in Banten 2004 Swasembada SelfSupporting (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.480 1. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5.481 1.483 1.481 1.Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.480 1. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003 2002 2001 Swadaya Self-Help (2) Swakarsa Self-Work (3) Jumlah Total (5) - 1 - 335 299 328 373 335 300 328 373 - 1 104 43 1.

Pandeglang 2.854 104 43 1.2057 104 43 1.Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.533 1.481 1.056 8.058 1.031 1.481 109.3 Jumlah Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) Menurut Kategori di Banten Number of LKMD by Category in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Tangerang 6.057 1 1 1 78. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Lebak 3. Cilegon Banten 2003 2002 2001 Swadaya Self-Help (2) Swakarsa Self-Work (3) Swasembada Self-Supporting (4) Jumlah Total (5) 1 - 181 243 - 154 56 328 373 385 300 328 373 - 424 449 424 2.146 Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat Propinsi Banten Source : Soviety Power Board of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 19 .

4 Jumlah Personil Perlindungan Masyarakat Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Civilian Reserve Personnel by Regency/Municipality 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.064 18.478 16. Tangerang 4.00 100.518 466.004 161.00 Sumber : Badan Kesbang dan Linmas Propinsi Banten Source : Kesbang & Linmas Board of Banten Provinvce Banten Dalam Angka 2004 20 .77 100.750 228.66 7.60 0. Serang Kota/Mun 5.00 100.965 414.735 3.Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.03 7. Cilegon Banten 2003 2002 Personil Personnel (2) Persentase Percentage (3) 23. Tangerang 6.217 1.07 70. Lebak 3.005 10. Pandeglang 2.88 8.

5 Jumlah Anggota DPRD Propinsi Banten Menurut Partai Politik dan Jenis Kelamin Number of Parliament Members by Political Party and Sex 2004 Partai Politik Party (1) Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Demokrat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Bintang Reformasi (PBR) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Damai Sejahtera (PDR) Partai Nahdatul Umat Indonesia (PNUI) Partai Sarikat Indonesia (PSI) Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Jumlah/ Total Laki-laki Male (2) 16 11 7 7 8 5 5 4 3 2 1 1 1 Perempuan Female (3) 3 1 - Jumlah Total (4) 16 11 10 8 8 5 5 4 3 2 1 1 1 71 4 75 Sumber : Sekretariat DPRD TK. I Prop. Banten Source : Legislative Secretary of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 21 .Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.

Golkar) Laki-laki Male (2) 16 Perempuan Female (3) - Jumlah Total (4) 16 Fraksi Keadilan Sejahtera (FKS) 11 - 11 Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F. P.PPP) 9 3 12 7 1 8 Fraksi Partai Demokrat 8 - 8 Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) 5 - 5 Fraksi Partai Bintang Reformasi (F. Banten Source : Legislative Secretary of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 22 ..6 Jumlah Anggota DPRD Propinsi Banten Menurut Fraksi dan Jenis Kelamin Number of Parliament Members by faction and Sex 2004 Fraksi Faction (1) Fraksi Partai Golongan Karya (F.PDIP) Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F.PBR) 5 - 5 Fraksi Madani 10 - 10 Jumlah/ Total 71 4 75 Sumber : Sekretariat DPRD TK.Bab II Pemerintahan Tabel Table 2. I Prop.

Banten Source : Legislative Secretary of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 23 . I Prop. Tangerang 6.7 Jumlah Anggota DPRD Propinsi Banten Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin Number of Parliament Members by Regency/Municipality and Sex 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Laki-laki Male (2) Perempuan Female (3) Jumlah Total (4) Kab/Reg 1. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5.Bab II Pemerintahan Tabel Table 2. Lebak 3. Pandeglang 2. Cilegon Jumlah/ Total 9 3 71 1 4 10 3 75 9 9 28 13 1 2 9 9 29 15 Sumber : Sekretariat DPRD TK.

Peraturan Daerah Local Regulation 13 Jumlah/Total 60 2003 53 2002 74 2001 Sumber : Sekretariat DPRD TK.Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.8 Jumlah Keputusan DPRD Propinsi Banten Number of Parliament Decrees of Banten 2004 Jenis Keputusan Kind of Decree (1) 1. Banten Source : Legislative Secretary of Banten Province 27 Banten Dalam Angka 2004 24 . Surat Keputusan Pimpinan DPRD P ra et hi a’D ces ae al m n C a m ns ere P pr i r Jumlah Keputusan Number of Decrees (2) 25 2. Surat Keputusan Dewan (DPRD) Parliament Decree 22 3. I Prop.

661 2.103 181 3 2.664 2.762 2002 498 Sumber: Biro Kepegawaian Pemerintah Propinsi Banten Source : Employee Bureau of Regional Government Banten Dalam Angka 2004 25 .104 181 3 2.264 (4) 2 1 3 3 31 9 937 56 24 423 1.768 2.765 2.Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.9 Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS dan CPNS) Menurut Pendidikan Number of Local Government Employees and Before Employees by Education 2004 CPNS/ Jenis Pendidikan Education Level PNS/ Employee Before (3) Jumlah/ Total Employee (1) SD / Primary School SMP / Junior High School SLTA / Senior High School Diploma I Diploma II Doploma III / Sarjana Muda / Bachelor Graduate Strata I Strata II Strata III Jumlah/Total 2003 (2) 31 9 935 56 24 423 1.

102 184 2.Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.001 Perempuan Female (3) 1 264 27 177 283 15 767 Jumlah Total (4) 31 9 937 80 425 1.768 Sumber: Biro Kepegawaian Pemerintah Propinsi Banten Source : Employee Bureau of Regional Government Banten Dalam Angka 2004 26 .10 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Pendidikan dan Jenis kelamin Number of Local Government Employees by Education and Sex 2004 Jenis Pendidikan Education Level (1) SD / Primary School SMP / Junior High School SLTA / Senior High School Diploma I/II Doploma III/Sarjana Muda / Bachelor Graduate Strata I Strata II/ III Jumlah/Total Laki-laki Male (2) 31 8 673 53 248 819 169 2.

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi 20.Dinas Pendidikan 13.Sekretariat Daerah 2.11 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Unit Kerja dan Jenis Kelamin Number of Local Government Employees by Unit and Sex 2004 Unit Kerja Unit (1) Laki-laki Male (2) 402 64 51 160 73 196 51 135 64 70 45 106 79 45 51 29 44 35 100 60 52 23 17 3 16 30 2.Kantor Pengolahan Data Elektronik dan Arsip Daerah 24.001 Perempuan Female (3) 211 32 18 48 16 15 50 25 17 25 37 75 20 19 16 16 26 18 21 8 21 9 11 8 4 1 767 Jumlah Total (4) 613 96 69 208 89 211 101 160 81 95 82 181 99 64 67 45 70 53 121 68 73 32 28 11 20 31 2.Dinas Pekerjaan Umum 7.Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 12.Kantor Penghubung 25.Sekretariat Dewan 22.Badan Pendidikan dan Latihan 18.Dinas Pertambangan & Energi 21.Komisi Pemilihan Umum 23.Badan Pengawasan Daerah 4.Dinas Kelautan dan Perikanan 10.Dinas Pendapatan Daerah 5.Dinas Kesehatan 8.Badan Pemberdayaan Masyarakat 15.Dinas Sosial dan Tenagakerja 14.Badan Kesbang dan Linmas 16.Dinas Pertanian dan Perternakan 9.Badan Perencanaan Daerah 3.Bab II Pemerintahan Tabel Table 2.Dinas Perhubungan 6.Dinas Kehutanan dan Perkebunan 11.Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Jumlah/Total Sumber: Biro Kepegawaian Pemerintah Propinsi Banten Source : Employee Bureau of Regional Government Banten Dalam Angka 2004 27 .768 1.Kantor Perpustakaan Daerah 26.Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah 17.Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah 19.

untuk menjembatani ketersediaan data kependudukan diantara dua periode sensus. 1985 and 1995. BPSStatistics Indonesia conducted Survey Penduduk Antar Sensus (SUPAS) or Population Survey Between Censuses.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Penjelasan Teknis 1. 1980. Besides Population Census. SUPAS telah dila kukan sebanyak tiga kali. Sensus Penduduk 2000 hanya melaksanakan metode pencacahan lengkap dengan jumlah variabel yang lebih banyak.1985 dan terakhir 1995. 1980. yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus Penduduk telah dilaksanakan sebanyak lima kali sejak Indo nesia merdeka yaitu tahun 1961. Sumber utama data kepen dudukan adalah Sensus Pen duduk. Data was collected by the way of interview with respondent. Berbeda dengan pelaksa naan sensus penduduk sebelum nya. The main source of population data is Population Census that is conducted every 10 years. every citizen who domiciles in Indonesian geographical area is counted. pencacahan dilakukan terhadap seluruh penduduk yang berdo misili di wilayah geografis Indo nesia termasuk warga negara asing kecuali anggota Korps Diplomatik berserta keluarga nya. including expatriates except the member of diplomatic corps and their family. 1971. Sensus Penduduk 2000 dilaku kan serentak di seluruh tanah air mulai tanggal 1-30 Juni 2000. Respondent who domiciles in a permanent resident is counted in de jure method or the place in which he/she habitually domiciles. Counting method used in population census is a combination between de jure and de facto method. Cara pencacahan yang dipakai dalam sensus penduduk adalah kombinasi antara de jure Technical Notes 1. respondent who dento il os’dmce is Banten Dalam Angka 2004 31 . Di dalam sensus penduduk. Population Census 2000 was started 1 June 2000 and ended 30 June 2000. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara antara petugas sensus dengan res ponden. to maintain the availability of population data between 2 censuses period. Population Census 2000 only conducted complete counting method with more variables considered. Population Census was conducted 5 times in 1961. 1971. In a Population Census. SUPAS has been conducted 3 times in 1976. Different from previous censuses. 1990 dan 2000. Selain Sensus Penduduk. BPS melakukan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS). tahun 1976. Meanwhile. 1990 and 2000.

Termasuk penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap tuna wisma. tetapi sedang bepergian ke luar wilayah lebih dari enam bulan. awak kapal berbendera Indonesia. Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap. sedangkan untuk penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap dicacah dengan cara de facto. those who occupy a house less than 6 months but intend to domicile are counted in that place. Meanwhile. Bagi penduduk yang bertempat tinggal tetap dipakai cara de jure. the homeless. 3. Average Growth of Population is a number showing a population increases rate per year within specific period. i a o’ have a permanent resident are. dicacah di mana mereka biasa tinggal.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja dan de facto. tidak dicacah di tempat tinggalnya. yaitu dicacah di tempat di mana mereka ditemukan petu gas sensus biasanya pada malam (hari terakhir) sensus. refugees. masyarakat terpencil /terasing dan pengungsi. Indonesian flagged marine vessel labour. among others. seseorang atau keluarga menempati suatu bangunan be lum mencapai enam bulan tetapi bermaksud menetap disana dica cah di tempat tersebut. 2. 2. This number is Banten Dalam Angka 2004 32 . boatmen and remote tribe. Population are people who domicile in Indonesian geographical area for 6 months or more and or those who live less than 6 months but intend to permanently domicile. Rata-rata Pertumbuhan Pen duduk adalah angka yang menunjukkan tingkat pertam bahan penduduk per tahun 3. Sebalik nya. Those who have permanent residences but undergoing a trip for more than 6 moths are not counted in their residence. in a permanent resident is counted in de facto method or the place in which census officer finds the rsodn Ctes t t dnt epnet izn h . Bagi mereka yang mempunyai tem pat tinggal tetap.penghuni perahu/ rumah apung.

Rasio Jenis Kelamin adalah perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perem puan pada suatu daerah dan waktu tertentu. 8. 6. 6. 4.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja dalam jangka waktu tertentu. Angka ini dinyatakan sebagai persentase dari penduduk dasar. Biasanya dinya takan dengan banyaknya penduduk laki-laki untuk 100 penduduk perempuan. dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur. Anggota Rumah Tangga adalah semua orang yang bia sanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga. It is customarily stated in the number of male for every 100 female. Population Density is the number of population per kilometre square 5. Sex Ratio is a ratio between the number of male compared with the number of female in a specific region and a specific time. baik yang berada di rumah pada waktu penca cahan maupun yang sementara tidak ada. Kepadatan Penduduk adalah banyaknya penduduk per km persegi. including those w odntt a hm w e t y h o’s y t o e hn h a e are counted. Yang dimaksud makan dari satu dapur adalah jika pengurusan kebutuhan sehari-harinya dikelo la bersama-sama menjadi satu. stated as a percentage of a population base. 7. 8. Eat together from one kitchen means that daily need is managed together. Rata-rata Anggota Rumah Tangga adalah angka yang menunjukkan rata-rata jumlah anggota rumah tangga per rumah tangga. 4. Average Member of Household is the average number of member per household. Banten Dalam Angka 2004 33 . Member of Household is every person who customarily stay in one household. 5. 7. Household is one person or a group of person who occupy a part or a whole house and customarily stay and eat together from one kitchen. Rumah Tangga adalah se seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus.

In previous survey. Banten Dalam Angka 2004 34 . dan Survei Penduduk Antar Sensus (Supas). atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja. 9. seperti Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). dan yang mencari pekerjaan. Labour force data collection is conducted by BPS through census and survey. Labor Force are those aged beyond 15 who work. or have any job but at present is not working and those who try to find a job. 11. Survei Angkatan Kerja Nasional (Saker nas) merupakan survei yang khusus mengumpulkan informa si/data ketenagakerjaan. Bekerja adalah melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan dan lamanya beker ja paling sedikit 1 jam secara terus menerus dalam seminggu yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu usaha /kegiatan ekonomi). Working Age Population are those aged beyond 15 year. Working is doing a job that intends to earn or help to earn revenue or profit and lasting continuously at least one hour in the previous week ( including family worker who works or helps economic activities of the family without any salary) 10.Survey. 12. pengumpulan data angkatan kerja dipadukan dalam kegiatan lainnya. manpower data collecting is combined in other survey and census such as Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) or National Economic and Social. 10. 12.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja 9. Angkatan Kerja adalah pen duduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja. Pengumpulan data angkatan kerja dilaksanakan BPS melalui sensus dan survei. Sensus Penduduk (SP). Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) or National Manpower Survey is a survey that especially gather data/information concerning with manpower. Penduduk Usia Kerja adalah Penduduk yang berumur 15 tahun ke atas 11. Pada beberapa survei sebelumnya. Population Census and Population Survey Between Censuses (Supas).

14. 15. 17. 16. The classification of working area follows Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) or Indonesia Working Field Standard Classification in one digit. Klasifikasi lapangan usaha mengikuti Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam 1 digit. Unpaid Workers are those who works to help economic activities of the family without any salary. Status Pekerjaan adalah kedu dukan seseorang dalam unit usaha/kegiatan dalam melaku kan pekerjaan. including those who are not the member of the family. Jumlah jam kerja seluruhnya adalah jumlah jam kerja yang digunakan untuk bekerja (tidak termasuk jam kerja istirahat resmi dan jam kerja yang digunakan untuk hal-hal diluar pekerjaan). 16. TPAK is formulated as follows: Banten Dalam Angka 2004 35 . 15. Lapangan Usaha adalah bidang kegiatan dari pekerjaan /tempat bekerja dimana sese orang bekerja. Total Working Hour is the number of working hour used to work (not include official relax hour and working hour that used to do things instead a job) 14.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja 13. 17. Working Field is the kinds or the place of works in which someone do his job. Pekerja Tak Dibayar adalah seseorang yang bekerja mem bantu usaha untuk memperoleh keuntangan/penghasilan yang dilakukan oleh salah seorang anggota rumah tangga atau bukan anggota rumah tangga tanpa mendapat upah/gaji. Rumus TPAK adalah: 13. Labor Force Participation Rates is the basic manpower indicator showing inhabitants participation in the productive economic activities. Employment Status is the level in which someone does his job in a working unit. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) adalah salah satu indikator dasar ketenaga kerjaan yang memberikan gam baran tentang seberapa besar keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi produktif.

Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Jumlah Penduduk Yang Tergolong dalam Angkatan Kerja x 100 Jumlah Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas 3. yaitu untuk mening katkan kesejahteraan dan kualitas hidup penduduk. a. tendency and differentiation is very substantial. Sehubungan dengan itu. Population Growth and Population Population in an area is actually a great development asset and potential if the population is Banten Dalam Angka 2004 36 . Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Jumlah penduduk di suatu daerah sebenarnya merupakan asset dan potensi pembangunan yang ( Number of inhabitants in Work Force) Number of inhabitants aged beyond 10 year 3. that has become the goal of development itself. namely increasing welfare and living quality of inhabitants. (people . Because of that reason. Penduduk Dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. dengan berbagai karakteristik. All development programs are integrated and directed toward the goal. kecende rungan dan diferensiasinya menjadi semakin penting.1 Population X 100 In relation with continuing development. Oleh karena itu informasi kependudukan. terutama setelah adanya pergeseran paradigma pembangunan yang tidak hanya bertumpu pada peningkatan pertumbuhan ekonomi semata tetapi upaya meningkatkan kualitas SDM telah menjadi tumpuan dan tujuan pembangunan itu sendiri. a population information that is completed with various characteristics.centred development). By the same reason. population data and any other related data are very important for the development planning and evaluation especially after paradigm change that not only based on economic growth but also based on improving human resources quality.1. almost all programs are dealt with inhabitants. hampir tidak satu programpun yang tidak memperhatikan penduduk. Semua jenis program pembangunan ten tunya diintegrasikan dan akan di bawa ke dalam suatu tujuan pembangunan. sangat diperlukan dalam berbagai peren canaan dan evaluasi pembangunan. a. data penduduk seba gaimana data lainnya.

015.438. Pada tahun 1961 tercatat sebanyak 2. Cilegon and Serang and any other job opportunities and also the more conducive atmosphere Banten Dalam Angka 2004 37 . In year 2000 population number based on 2000 Population Census has become 8. In 1961 population number is 2.967.1 shows that the number of population is increasing.1.438. baik dilihat dari potensi daerah seperti banyaknya peru sahaan industri besar/sedang di daerah Cilegon.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja besar.574 jiwa dan tahun 1971 sebanyak 3.114 jiwa.907 jiwa pada tahun 1990. tourism companies in Pandeglang.015. Serang dan daerah qualified. but also caused by migration.144 inhabitants. Migrants come to Banten because of many reason and job opportunities in many sectors. In contrast. manakala penduduk tersebut berkualitas. menunjukkan bahwa jumlah pen duduk terus bertambah. meningkat menjadi 4. among others. Tangerang dan Serang serta potensi pariwisata di Pandeglang. jumlah penduduk tersebut berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2000 (SP2000) telah bertambah menjadi sebanyak 8. industrial companies situated Cilegon.154 jiwa. Sebaliknya dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk yang pesat tetapi dengan kualitas yang rendah akan menjadi beban besar bagi proses pembangunan yang akan dilaksanakan. Pada tahun 2000.809 and in 2004 is increasing to be 9.574 while in 1971 is 3. tetapi tidak terlepas dari kecenderungan migran baru yang masuk disebabkan daya tarik provinsi Banten itu sendiri.045.083. Increasing trend in population growth from one census to the next census or from one survey to the next survey is not only caused by natural population growth.907 in 1990. Kecenderungan penduduk yang terus bertambah dari periode sensus yang satu ke sensus atau survei berikutnya tentunya bukan hanya disebabkan pertambahan penduduk secara alamiah.837 in 1980 and 5.809 jiwa dan tahun 2004 meningkat kembali menjadi 9. Penduduk Banten berdasar kan data hasil Sensus Penduduk yang disajikan pada tabel 3. Tangerang and Serang.096.1.837 jiwa pada tahun 1980 dan 5. Banten population based on the result of Population Census noted at Table 3. a great deal number of population and its growth with minor quality will be a big burden for the development process itself.083.1.154 and increasing toward 4.096.967.045.

but still relatively higher than the population growth rate in 19611970 and 1971-1980 showing 2. sehingga ketersediaan lapangan kerja dan makin kon dusifnya kesempatan berusaha akan menarik pendatang dari luar Banten.12 persen. yaitu di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduknya masingmasing sebesar 4.21 persen.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja lainnya.83 persen.21 percent. bila dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk pada for people to enhance any economic activities. Population growth rate in Banten. Compared with population growth rate in the previous period (1980-1990). A great number of inhabitants whose daily economic activities in Jakarta stay in that two area.35 persen dan 3.04 percent.12 respectively.25 persen dan 3. serta karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Ibu kota Negara (Jakarta) –wilayah Jabotabek –yang mau tidak mau harus menampung pula penduduk yang aktivitas ekonomi keseha riannya di wilayah DKI Jakarta.2. all regencies and municipals. If viewed from the regency and municipals side.1. terdapat rata-rata laju pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi. This rate shows a decrease compared with population growth rate in periods of 1980 –1990 showing 4. Laju Pertumbuhan pen duduk Banten seperti yang disajikan pada tabel 3.04 persen tetapi masih relatif lebih besar bila dibandingkan antara kurun waktu 1961-1971 dan 1971-1980 yang masing-masing besarnya 2. selama kurun waktu 1990-2000 rata-rata tumbuh sebesar 3. The highness of population growth in those 2 regencies is closely related with their economic potential that has grown to be the centre of economic area and has become destination for migrants.83 percent respectively. Angka ini menunjukkan penurunan dibanding kan pertumbuhan antara tahun 19801990 yang rata-rata sebesar 4. high population growth incurred in Kabupaten Tangerang and Kota Tangerang with the average of population growth is 4. Tingginya pertumbuhan penduduk di ke-dua daerah tersebut tidak terlepas dari potensi daerah bersangkutan yang telah tumbuh menjadi pusat kawasan pertumbuhan perekonomian sehingga menjadi daerah tujuan para pendatang (migran). shows a decreasing growth rate.2 for periods of 1990– 2000 grows in average of 3.35 percent and 3. Banten Dalam Angka 2004 38 .1.25 percent and 3. Apabila dilihat menurut kabupaten/kota pada kurun waktu 1990-2000. It is also caused by their sites that are straight-bordered with Indonesian Capitol (Jakarta) –Jabotabek area. Selanjutnya. except Serang. as noted in Table 3.

Population number in Banten in 2004 based on the result of National Social Economic Survey (Susenas) in February.04 percent) are from Arab. increase to be 9.14.607. 4.83 percent in 1990-2000.730 expatriates (28.549 inhabitants.083. British and many others. Seperti dijelaskan dimuka. Jumlah penduduk Banten pada tahun 2004 berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) keadaan Februari. population number always increases from year to year.595 of them are men and greater than the woman that only amounting 4. dari 3 kecamatan menjadi 5 kecamatan yang keduanya berasal dari wilayah di Kabupaten Tangerang.21 persen. This happened because in the periods of 1980-1990 in Kota Tangerang there is an addition in the number of district from 3 districts become 5 districts. The average of population growth rate for period 2000-2004 amounting 3. Hal ini terjadi karena pada kurun waktu 1980-1990 di kota Tangerang (sebelumnya Kotif) terjadi penam bahan kecamatan. most of them come from The Mainland China and Taiwan amounted 12.180. Sementara itu. menunjukkan penurunan laju pertumbuhan penduduk.475. bertambah menjadi 9.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja periode sebelumnya (1980-1990) semua kabupaten/kota kecuali Kabupaten Serang.18 persen.144 jiwa yang terdiri dari laki-laki 4.083.83 persen pada tahun 1990-2000.77 percent in 1980-1990 to 3.18 percent is relatively decreassed if compared with the population growth rate for period 1990-2000 amounting 3. Banten Dalam Angka 2004 39 .141 expatriates (71.336. while the rest amounting 4. Meanwhile. Pakistan. Sebagai daerah yang terbuka bagi setiap warga. relatif menurun dibanding pertumbuhan selama kurun waktu 1990-2000 yang besarnya 3.21 percent.607. jumlah penduduk dari tahun ke tahun selalu mengalami pening katan.871 warga negara asing (WNA) seperti yang Extreme decreasing growth rate incurred in Kota Tangerang from 8. in Banten there are 16. As a region that is open for everyone. jumlah rumahtangga tercatat sebanyak 2.549 jiwa. The 2 districts are previously of Kabupaten Tangerang As explained above.96 percent). di Banten tercatat pula sekitar 16.77 persen pada kurun waktu 1980-1990 menjadi 3.180. Of all expatriates.595 jiwa lebih banyak dibanding perempuan yang jumlah nya 4.871 expatriates as noted in table 3. Bila dihitung rata-rata laju pertumbuhan penduduk selama periode waktu 2000-2004 besarnya sekitar 3. the number of household in Banten in 2004 is 2. Penurunan laju pertum buhan yang cukup ekstrim terjadi di Kota Tangerang dari rata-rata sebesar 8.144 inhabitants.336.475.

those are planner. Banten Dalam Angka 2004 40 .4.1. Persebaran dan Kepadatan Penduduk Persebaran atau distribusi penduduk pada dasarnya merupakan komposisi penduduk berdasarkan geografis.1.352.352.7 dan 3. From the population spread data it can be seen whether the population composition in a region is flat or not. Distribution and Population Density b.3 thousand inhabitants.1.8. Trough population spread. Proyeksi pen duduk (demografi) terutama dibutuh kan oleh tiga kelompok pemakai utama.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja disajikan pada tabel 3. sedang sisanya sebanyak 4. it also can be seen which region with dense population. seba gian besar warga negara asing China yang teridentifikasi keba nyakan berasal dari keturunan RRC dan Taiwan dengan jumlah sekitar 12. Population spread indicator is noted in percentage. Data tentang jumlah penduduk lainnya yang perlu untuk dikaji adalah penduduk yang diperoleh dari hasil proyeksi.96 persen).7 and 3.1. By that way its pattern can be inferred. It is estimated that the number of population in Banten in 2005 is around 9. quantify development targets in the future. The projection of population (demography) is basically needed by the three important users. among others. Data proyeksi penduduk diantaranya diperlukan untuk mengkuantifikasi kan target-target pembangunan di masa mendatang. Inggris dan lainnya. Diperkirakan jumlah penduduk Banten pada tahun 2005 sekitar 9.730 jiwa (28.1. Dari data persebaran pen duduk dapat dilihat apakah kompo Spread or distribution of population is basically a population composition based on geographical area. Projected population data is needed to. pembuat kebijaksanaan dan analis.8. decision maker and analyst.141 jiwa (71. b. Dari keseluruhan WNA tersebut.04 persen) adalah warga asing lainnya seperti Arab.3 ribu The other data about population that is necessary to know is the number of population based on projection. Banten population data as the result of projection based on age group and sex and the number of population based on regency can be seen in table 3. Pakistan. yaitu perencana. Data penduduk Banten hasil proyeksi menurut kelompok umur dan jenis kelamin serta jumlah penduduk menurut kabupaten/kota dapat dilihat pada tabel 3.

mengingat daerah tersebut merupakan daerah berkembang terutama dari perkembangan sektor industri besar/sedang yang dibarengi pertumbuhan pada sektor perda gangan dan jasa-jasa sehingga banyak tenaga kerja yang datang dari daerah lain termasuk mereka yang membuka usaha baru baik skala besar/menengah maupun kecil disamping menampung penduduk limpahan dari Jakarta. Indikator persebaran ini dinyatakan dalam persentase.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja sisi penduduk di suatu wilayah administrasi tersebut merata atau tidak. Pada selang waktu 2000 sampai 2004.1. Banten Dalam Angka 2004 41 . Kota Tangerang dan Cilegon relatif mengalami kenaikan (tabel 3. population spread in Pandeglang. Melalui persebaran penduduk dapat dilihat pula di wilayah mana terjadi pemusatan penduduk. making many manpower come from outside area including those who open a new venture whether in small. Lebak dan Serang terhadap Propinsi Banten cenderung mengalami penurunan sementara tiga daerah lainnya yaitu Kabupaten Tangerang.1. population spread relatively inclines (table 3. Tangerang and Cilegon city. persebaran penduduk di Kabupaten Pandeglang. Terjadinya peningkatan di-3 daerah tersebut adalah hal yang wajar. In the time range between 2000 and 2004. The spread of population will have more meaning when it is related with the density of population in an area.9). This is important because a region with a huge population will not be considered as dense if it is wide.9). The inclination in those 3 municipals is quite fair remembering that the regions is developing. Dari persebaran penduduk ini akan lebih bermakna apabila dikaitkan dengan ukuran kepadatan penduduk di suatu daerah. Lebak and Serang municipal tends to decline while in the other three municipals namely Tangerang municipal. middle of big scale like Jakarta. Hal ini penting sebab suatu daerah dengan jumlah penduduk yang besar belum tentu dirasakan padat apabila me miliki wilayah yang luas. especially from industrial sector accompanied by trade and service sector. sehingga dapat dilihat polanya.

877 orang per km2 dan Kota Cilegon sebesar 1. Just like in any other regency. until 2004 there are three municipals with high population density.9 shows the number of population density that is increases from year to year. Rumah Tangga dan Rata-rata Aggota Rumah Tangga Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 3.10 sex ratio in Banten is over 100 although it fluctuates. c. Sex Ratio. Bila dibandingkan antar kabupaten/kota. Kabupaten Tangerang 2. Kondisi ini sudah ber langsung sejak tahun 1990 Hal ini menggambarkan bahwa jumlah penduduk laki-laki di Banten lebih banyak dari pada jumlah penduduk perempuan.10.032 inhabitants per km square in 2004.48 respectively. The lowest population density occurs in Lebak with 396 inhabitants per km square.1.1. tahun 2000 sebesar 920 orang per km2 meningkat menjadi 1.71 and 101. those are Tangerang city with 8. In 1990 there are 678 inhabitants per km square while in 2000 there are 920 inhabitants per km square and increases to be 1. c. Tangerang municipal with 2. yaitu Kota Tangerang 8.032 orang per km2 pada tahun 2004.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Pada tabel 3. there is not a decline in population density. yaitu tahun 1990 sebesar 678 orang per km2. It shows that the number of men is greater than the number of woman in Banten. Demikian pula yang terjadi di seluruh kabupaten/kota. Rasio Jenis Kelamin. Banten Dalam Angka 2004 42 .091 inhabitants per km square.091 orang per km2. Hal ini ditunjukkan berdasarkan data dua sensus terakhir.1. In 2004 sex ratio is around 102.1.877 inhabitants per km square and Cilegon city with 1. tidak ada satu-pun kabupaten/kota yang mengalami penurunan tingkat kepadatan. Sedangkan daerah yang paling rendah tingkat kepadatannya adalah Kabupaten Lebak sebesar 396 orang per km2. Pada tahun 2004 rasio jenis kelamin penduduk Banten Table 3. This is shown by the data from the last two censuses. rasio jenis kelamin penduduk Banten diatas 100 walaupun angkanya ber fluktuasi. If the population density in every municipal is compared. This condition has lasted from1990. Household and The Average Number of Family Houshold Based on data in Table 3. sampai tahun 2004 terdapat tiga daerah yang tingkat kepadatannya tinggi.891 inhabitants per km square.95 higher than sex ration in 1990 and 2000 that shows 102.9 menunjukkan pula bahwa angka kepadatan penduduk Banten dari tahun ke tahun memperlihatkan peningkatan.891 orang per km2.

It is different from any other sectors that are economically inactive so that they are categorised as non labour force (non economically active population). By looking at the data in 2004. Manpower sector is generally focused on the population becoming labour force. 3.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja sekitar 102. perubahan yang terjadi pada kelompok ini akan mempengaruhi sisi permintaan dan penawaran akan tenaga kerja. because this group has a high sensitivity to manpower market. Labor Force Participation Level (TPAK) Manpower sector is one of the important economic development sectors especially related with the government effort to overcome poverty It is because manpower is the factor to move the development. The low sex ratio in Tangerang regency is 99.48. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi.2.95 meningkat dibanding tahun 1990 dan 2000 yang masingmasing besarnya 102. Banten Dalam Angka 2004 43 . Hal ini karena tenaga kerja adalah modal bagi geraknya roda pembangunan.62 diduga karena banyaknya pendatang tenaga kerja (buruh) wanita baik yang bekerja di pabrik (industri) maupun pada sektor lainnya. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sektor ketenagakerjaan merupakan salah sektor penting pembangunan ekonomi khususnya dalam upaya pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan. 3. seluruh kabupaten/kota yang ada di Banten kecuali Kabupaten Tangerang rasio jenis kelamin diatas 100.71 dan 101.62 percent due to the huge female migrant worker working in any factory as well as any other sector. Rendahnya rasio jenis kelamin di Kabupaten Tangerang sebesar 99. The number and the composition of manpower will always changes along with the process of demography. karena kelompok ini memiliki sensitivitas yang cukup tinggi terhadap pasar tenaga kerja. Tenaga Kerja a. Dengan melihat data tahun 2004. That is why the changes occur in this group will affect the demand and supply side of manpower. all municipals in Banten except Tangerang regency have sex ration over 100. Oleh karena itu. Pada umumnya yang menjadi fokus perhatian dibidang ketenagakerjaan adalah penduduk usia kerja yang masuk angkatan kerja.2 Manpower a.

62 percent and Lebak showing 57.52 persen pada tahun 2000 menjadi 55.65 persen disusul Kata Cilegon sebesar 53. TPAK Banten sedikit mengalami peningkatan dari 49. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).62 persen dan Pandeglang sebesar 57.52 percent in 2000 to 55.41 persen (2. Peningkatan TPAK ini salah satunya dikarenakan terjadinya peningkatan jumlah penduduk yang memasuki pasar kerja. Banten Dalam Angka 2004 44 . Pada tahun 2004. Sedangkan TPAK paling tinggi terdapat di Kabupaten Lebak sebesar 58.43 percent.126.95 percent.523. sehingga dikategorikan sebagai bukan angkatan kerja. di Banten terdapat 7. The highest TPAK occurs in Pandeglang regency showing 58.446 penduduk usia kerja.446 inhabitants in working age and around 35.41 percent (2.11 percent in 2004.65 percent followed by Tangerang 53.11 persen pada tahun 2004. in Banten there are 7. only 52.95 persen.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Berbeda halnya dengan lainnya yang memang secara ekonomi tidak aktif. Bagian dari penduduk usia kerja yang aktif dalam kegiatan ekonomi disebut angkatan kerja. disamping adanya kecenderungan membaiknya mutu sumber daya manusia yaitu ada kecenderungan peningkatan jumlah penduduk yang sekolah. TPAK in Banten slightly increases from 49.320 jiwa) dari mereka terdapat di Kabupaten Tangerang. among others.320 inhabitants) of them live in Tangerang regency. due to the increase of population becoming labour force and better human resources quality proved by the increase in number of schools. The increase in TPAK is.523. The part of inhabitants in working age that are active in any economic activity is called Labour Force. merupakan ukuran yang menggambarkan jumlah angkatan kerja untuk setiap 100 penduduk usia kerja. Terdapat variasi TPAK antar kabupaten/kota. dan sekitar 35. In 2004 TPAK. Tangerang city is the lowest. In 2004.126.43 persen. There are some TPAK variations among municipals. pada tahun 2004 TPAK Kota Tangerang paling rendah yaitu 52. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) or Labour Force Participation Level is a measurement showing the number of labour force for every 100 inhabitants in working age.

Pada tahun 2004 dari total angkatan kerja (3. The proportion of population that work according to working field is usually used to measure the potential of economic sector in absorbing labour force.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja b. In 2004. Totally the number of the unemployed in Banten are 765.50 persen) diantaranya masih mencari pekerjaan.161. Namun demikian. That indicator can also be used as a measurement that shows economic structure of a region.086 orang.50 percent has worked.970 orang atau 80.970 inhabitants of them or 80. Dari 100 angkatan kerja. around 19 (19. hal ini dikarenakan sering terjadinya mismatch dalam pasar kerja. Secara keseluruhan jumlah penganggur di Banten sebanyak 765. Komposisi Penduduk yang Bekerja Perkembangan jumlah tenaga kerja yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja akan menyebabkan tingkat kesempatan atau penyerapan tenaga kerja cen derung menurun. the number of population that work cannot be considered as the number of job opportunity because of mismatch that often happened in manpower market. b.50 persen dari mereka telah bekerja. It also can be analysed the part of labour force that still looking for job or usually called as open unemployment.50 percent) of them still look for job. The huge job opportunity in this sector is a historical reality. Of 100 labour force.747 orang.747 people. sebesar 3. jumlah penduduk yang bekerja tidak dapat sepenuhnya dipandang sebagai jumlah kesempatan kerja yang ada. and most of them live in Tangerang regency around 267. Indikator tersebut juga bisa digunakan sebagai salah satu ukuran untuk menunjukkan struktur perekonomian suatu wilayah. Banten Dalam Angka 2004 45 . Proporsi penduduk yang be kerja menurut lapangan usaha biasa dipakai sebagai salah satu ukuran untuk melihat potensi sektor pereko nomian dalam menyerap tenaga kerja. dan bagian terbesar penganggur terdapat di Kabupaten Tangerang sekitar 267.717). Composition of Working People The increase in the number of manpower that is not balanced by the increase of job opportunity causes a decline in working opportunity.927. In Banten. dapat pula dianalisa bagian dari angkatan kerja yang masih mencari pekerjaan atau biasa disebut pengangguran terbuka.717 inhabitants) 3.161. Nevertheless. because this sector generally os’ dent require skilled labour. sekitar 19 (19.927. agricultural sector is the most dominant sector that absorbs labour force. of all total labour force (3. Disisi lain.086 people.

trade (20. Another fact is the salary that is generally low and it is done by traditional or marginal community. Sementara untuk Kabupaten Tangerang. lapangan usaha pertanian merupakan sektor yang paling dominan dalam menyerap tenaga kerja.460.35 persen). Sectors with low level of labour force absorbent are electrical. According to the characteristic of each municipals in Banten.96 percent). Pandeglang (55. dan pertambangan/ penggalian (0.588 workers (46. Banten Dalam Angka 2004 46 . Tingginya lapangan usaha di sektor ini adalah kenyataan historis.80 persen dari m rn ’ ja. The next sector is manufacturing industry sector (25. dan jasa-jasa (12. trade and services sectors are more dominant (Table 3. perdagangan (20.58 persen). gas and drinking water (0.28 percent) and mining sector (0. industrial manufacturing. dominasi penduduk yang bekerja di sektor pertanian paling tinggi di Lebak (60.48 percent). Sesuai dengan karakteristik kabupaten/kota yang ada di propinsi ini. the highest population working in agricultural sector occurs in Lebak (60.80 percent of all population that work are absorbed by this sector.19 percent) categorised as labour/worker.2. Pandeglang (55.2. Manpower job status in Banten is dominated by labour/worker compared with the number of entrepreneurs or unpaid workers (including family workers). Around 25.57 percent). Kenyataan lainnya adalah tingkat upah/pendapatan yang diterima pun biasanya rendah dan dikerjakan oleh m sa kt ‘aioa ayr a a td i l r sn ’ au t a ‘ a i l Sekitar 25. karena sektor ini umumnya tidak banyak membutuhkan tenaga kerja terdidik dan terampil. total penduduk yang bekerja terserap di sektor ini.15 persen).57 persen).24 persen).24 percent).96 persen).58 percent) and services (12.15 percent) and Serang (37. gas dan air minum (0. There are around 1. Sektor berikutnya yang cukup besar peranannya adalah industri pengolahan (25. Tangerang and Cilegon city. industri pengolahan.35 percent).4).Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Di Banten. perdagangan dan jasajasa lebih dominan (Tabel 3. Sedangkan sektor yang menyerap sedikit tenaga kerja adalah listrik. Kota Tangerang dan Cilegon. Meanwhile.28 persen).48 persen). in Tangerang regency.4). dan Serang (37.

30 percent of them have permanent labour. those who works in informal sector in those 3 regencies take relatively small portion.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Tenaga kerja di Banten apabila diamati dari status pekerjaan utamanya. This fact is quiet fair considering that those 3 regencies are industrial centres due to big industrial companies surrounded by trade and service companies that absorb many labours.03 percent of them have labour or helped by family worker and 4.241. Terdapat sekitar 1.561 entrepreneurs.460. Sebaliknya mereka yang bekerja di sektor informal di daerah tersebut porsinya relatif rendah. Kenyataan tersebut adalah hal yang wajar mengingat daerah tersebut pusat pertumbuhan ekonomi setelah masuknya perusahaan-perusahaan industri besar/sedang yang diikuti tumbuhnya sektor perdagangan dan jasa-jasa yang banyak menyerap tenaga kerja. 11. From the regency /municipality side. it is shown that most of workers in 3 industrial regencies namely Tangerang municipality.588 pekerja (46. akan terlihat bahwa sebagian besar (persentase) pekerja pada 3 (tiga) daerah yang banyak terdapat industri pengolahan yaitu Kota Tangerang. In contrast.94 percent of them are those who works by himself. Banten Dalam Angka 2004 47 . those included as entrepreneur in Banten in year 2004 totalled 1.19 persen) masuk dalam kategori buruh/karyawan. Jika dirinci menurut Kab/Kota. Tangerang regency and Cilegon have the status as labour. Meanwhile.23. Kabupaten Tangerang dan di Kota Cilegon berstatus buruh/karyawan. ternyata jumlah buruh/karyawan/pegawai lebih dominan di bandingkan dengan pengusaha atau pekerja tidak dibayar (termasuk didalamnya pekerja keluarga).

355.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Sedangkan mereka yang termasuk kelompok pengusaha pada tahun 2004 di Banten terdapat sekitar 1.561 orang. the higher labour productivity assumed.77 persen. berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga 11.142 (8.142 (8. Banten Dalam Angka 2004 48 . The rest 25. sisanya sebasar 25. The highness percentage of entrepreneur who have labour or helped by family worker can be seen from the huge number of family worker and unpaid worker 259.702 (74.77 percent.355.20 percent) The usage of working hours indirectly can be used as one of indicators of labour productivity.20 persen).30 persen. yang merupakan gabungan dari mereka yang berusaha sendiri 23.50 persen) penduduk yang bekerja diatas jam kerja normal (lebih dari atau sama dengan 35 jam per minggu).702 (74. Penggunaan jam kerja secara tidak langsung dapat dijadikan salah satu indikator produktivitas pekerja.50 persen dapat dikategorikan sebagai penduduk setengah pengangguran karena mereka bekerja kurang 35 jam per minggu termasuk yang sementara tidak bekerja yang besarnya 2. i l i t s w o t rsn dnt n u n h e h a peet o’ cdg o work totalling 2. Makin lama jam kerja yang digunakan diasumsikan produktivi tas pekerja juga meningkat.94 persen.241.50 percen)t population that works beyond normal working hour (35 hours or more per week).50 percent can be categorised as semiunemployed population because they work less than 35 hour per week. Terdapat sekitar 2. There is 2. Relatif tingginya pengusaha yang dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga terlihat dari banyaknya pekerja keluarga atau tidak dibayar yang jumlahnya sebesar 259.03 persen dan yang berusaha dibantu buruh tetap 4. The longer working hours used.

956. Perkembangan Laju Pertumbuhan Penduduk Banten.12 P e 3 r s e 2 n 1 2.096.1 R i b u a n 7.18 0 1961-1971 1971-1980 1980-1990 1990-2000 2000-2003 2000-2004 Tahun Banten Dalam Angka 2004 49 .25 3.967.000 2.2. Tahun 1961-2004 5 4.000 4.000 0 1961 1971 1980 2.9 1990 2000 2003 2004 Tahun Grafik 3.438. Perkembangan Jumlah Penduduk Banten Tahun 1961-2004 10.000 6.000 9.000 1.2 4.083.8 5.000 8.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Grafik 3.6 3.1.48 3.045.000 3.2 9.000 8.015.04 4 3.8 8.21 3.000 5.

21 53.86 48.19 58.28 51.07 55.75 44.62 Tan geran g 48.13 56.14% Angkutan & Komunikasi 8.48% Pertanian 25.80% P ertambangan/ P enggalian 0.92 50.Bab III Penduduk dan Tenaga Kerja Grafik 3.62 53.52 52.12% Listrik.11 Grafik 3.2004 70 60 50 40 30 20 10 0 Pan d eglan g 2000 2001 2002 2003 2004 51.57 51.69% Jasa-jasa & lainnya 12. Persentase Penduduk Banten Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha.76 53.82 55.28% Industri Pengolahan 25.51 S eran g 48.43 Ban ten 49.63 47.56 55.55 56.43 58.58% Bangunan 4. Tahun 2004 Keuangan 2.81 57.95 Leb ak 49.37 52.24% Banten Dalam Angka 2004 50 .33 60.30 51.3. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kabupaten/Kota di Banten Tahun 2000 .62 Ko ta T an geran g 50.41 56.47 51.52 57.90 55.57% Perdagangan 20.51 53.4. Gas & Air Minum 0.07 51.79 50.65 Cilego n 50.

837 921.100.132.854 294.083.Bab III Penduduk Tabel Table 3.244.282 1.435 873.628 546. Pandeglang 2. Cilegon Banten 1961 1971 1980 1990 2000 2004 (2) (3) (4) (5) (6) 440.666 331.030.834.488. Tangerang 4.096.2000 and Economy Social Surve y 2004 Banten Dalam Angka 2004 51 .936 8.325.115 572.743 72.213 427.514 206. Lebak 3.1971.358 858.802 643.843.054 2.967.154 397.825 93.848 226.144 Sumber : Sensus Penduduk 1961.1990.131.083 5.410 694.872 9. 1990.1.870 766.199 968.1 Perkembangan Penduduk di Banten Number of Population in Banten 1961-2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.194.438.646 1.045.015.755 1.868 1.763 1.911 1.788 1. Tangerang 6. 1971.809 1. 1980.907 1.040 2.1980. Serang Kota/Mun 5.364 789.828 4.825 140.574 276.428 1. 2000 dan Susenas 2004 Source : Population Census 1961.652.057 3.759 682.899 3.755 1.647 648.781.011.

07 2.71 1. Cilegon 1961-1971 (2) 1971-1980 (3) 1980-1990 (4) 1990-2000 (5) 2000-2004 (6) 2.79 3.07 2.2000.35 2.96 2.33 2.83 2.66 2. Economy Social Survey 2004 Banten Dalam Angka 2004 52 .04 3. Susenas 2004 Source : Population Census 1961. Tangerang 4.00 2.18 Sumber : Sensus Penduduk 1961.14 2.1990.25 3.11 4.21 3. Tangerang 6.21 3.69 2.1.12 4.77 4. Pandeglang 2.89 2.54 1.72 4.59 4. 1971.17 2.1971.85 2. 2000.71 8.49 5.Bab III Penduduk Tabel Table 3.1980. 1990.48 4.63 2.98 2.63 3.85 3.2 Laju Pertumbuhan Penduduk di Banten Population Growth Rate in Banten 1961 – 2004 (Persen/Percent) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Serang Kota/Mun 5. 1980.27 BANTEN 2. Lebak 3.51 4.

231.594.194.529.472 759.282 1. Cilegon Banten 2003 2002 2001 369.496 286.976 1.600. Lebak 3.422 2.938 533.488.083.360 2.595 4.956.187.144 8. BPS Source : Economy Social Survey2004.896 419. Tangerang 4.514 Rumah Tangga Household (2) Laki-laki Male (3) Perempuan Female (4) Jumlah Total (5) Sumber : Susenas 2004.392.169. Pandeglang 2.258. Tangerang 6.563 4. Serang Kota/Mun 5.229 8.180.475.1.670 160.797 4.336 1.799 8.666 4.075 4.607.549 4.714| 4.132.576 1.987.Bab III Penduduk Tabel Table 3.186 1.062.026.713 1.872 9.350 79.045 592.834. BPS Banten Dalam Angka 2004 53 .3 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Banten Number of Household and Population by Sex in Banten 2004 Penduduk/Population Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.798 2.563.100.520 567.866 540.899 3.666 331.911 1.176 912.342.996 171.055 260.085 4.079 728.106 921.714 764.

900 47 6. Serang Kota / Mun 5.964 3.215 26 2.592 1.153 8 41 19 1. BPS Source : Population Census 2000.177 1.248 10 14 55 2.194 6 72 18 801 6 134 160 6. Tangerang 4.565 66 5.4 Penduduk Warga Negara Asing Cina dan Warga Negara Asing Lainnya di Banten Number of Chinese and Other Aliens in Banten 2000 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Warga Negara Asing Cina Chinese Aliens Laki-laki Male Perempuan Female (3) Warga Negara Asing Lainnya Other Aliens Laki -Laki Male (4) Perempuan Female (5) Jumlah Total (1) Kab /Reg 1.921 230 16.241 91 2.Bab III Penduduk Tabel Table 3.871 Sumber: Sensus Penduduk 2000.138 9.1. Pandeglang 2. Cilegon 2000 (2) (6) 7 68 2. Tangerang 6.BPS Banten Dalam Angka 2004 54 . Lebak 3.396 30 3.

800.23 3.110.859.800.1.18 4.032 1.90 2.17 4.03 4. Tangerang 4.00 175.83 8. BPS Source : Economy Social Survey2004. Tangerang 6.5 Luas Wilayah.83 8. Population Average Per Square Km and Per Household in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Luas Wilayah Region Area (Km2) Rata-rata Penduduk Population Average Per Km2 Per Sq Km (3) Per Rumah Tangga Per Household (4) (1) Kab/Reg 1. Lebak 3.00 Sumber : Susenas 2004.09 401 396 2.091 1.Bab III Penduduk Tabel Table 3.83 8.746.800.724.95 4. BPS Banten Dalam Angka 2004 55 .800.891 1.064 4. Rata-rata Penduduk Per Km2 dan per Rumah Tangga di Banten Region Area.83 8.50 8.37 184.51 3.93 4. Serang Kota/Mun 5.18 4. Cilegon Banten 2003 2002 2001 (2) 2.877 1. Pandeglang 2.38 1.018 969 938 4.96 1.

1 377.1 878.9 220.3 9.0 189.2 49.025.1 729.9 85.2 301.7 611.7 181.0 46.084.1 460.9 91.475.4 4.8 89.Bab III Penduduk Tabel Table 3.4 329.6 Total Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statitistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 56 .0 370.1 99.1 Jumlah 4.6 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Banten Number of Population by Age Group and Sex 2004 Kelompok Umur Age Group (1) 0-4 5– 9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 + Laki-laki Male (2) 448.0 99.4 379.5 545.4 946.8 50.9 21.0 35.6 763.9 Perempuan Female (3) 423.1 830.8 1.0 185.7 415.2 529.7 555.9 491.1 24.2 384.6 34.0 352.6 70.5 Jumlah Total (4) 871.6 210.607.4 430.4 139.4 463.9 1.5 454.3 479.5 309.1.083.

2 323.4 838.019.3 115.3 1.8 111.4 855.3 839.8 309.007.9 434.6 865.545.1 698.4 535.005.352.4 851.7 249.4 690.0 318.3 1.Bab III Penduduk Tabel Table 3.9 118.5 863.1 788.5 864.6 768.2 9.1 9.7 680.1 318.3 141.6 459.0 191.3 616.8 424.8 832.4 247.4 839.9 190.2 776.7 554.8 244.3 147.5 795.9 884.6 854.3 463.3 849.1 614.002.6 114.9 2007 (4) 928.6 879.7 1.2 186.7 846.0 604.3 9.1 876.1 241.3 616.424.0 144.1 132.486.5 701.3 Total Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statitistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 57 .6 2008 (5) 943.1 849.5 1.6 194.7 Jumlah 9.1.2 525.8 552.7 Proyeksi Penduduk Menurut Kelompok Umur di Banten Projection of Population by Age Group 2005 – 2008 (Ribu/Thousands) Kelompok Umur Age Group (1) 0– 4 5– 9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 + 2005 (2) 936.3 2006 (3) 934.

Serang Kota/Mun 5.6 1.6 1.1 339.7 9.1 1.4 1.3 1.390.7 1. Tangerang 4.2 343.9 9.352. Lebak 3.3 1.1 1.0 1.3 3.181.3 336.8 1.911.486.424.116. Pandeglang 2.7 1.882.8 1.6 1.140.2 3.895.8 Proyeksi Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Banten Projection of Population by Regency/Municipality in Banten 2005 – 2008 (Ribu/Thousands) Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1.1. Cilegon Banten 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) 2008 (5) 1. Tangerang 6.153.7 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statitistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 58 .552.545.162.531.7 1.868.402.560.5 9.9 3.1 9.124.346.6 1.Bab III Penduduk Tabel Table 3.543.7 348.132.171.372.9 3.

660 722 368 360 2. Tangerang 6.206 1.00 16. Pandeglang 2. Lebak 3.Bab III Penduduk Tabel 3.50 12.064 16.38 14.41 12.00 14.72 34.505 959 401 396 2.032 Sumber: Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statitistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 59 .17 20.86 (2) 2000 (3) 2004 (4) 12.64 100.891 1.88 20.877 1.288 678 7.39 3.38 3.1.681 920 8. Tangerang 4.20 313 305 1.091 1.00 5. Serang Kota/Mun 5.35 20.010 1.64 30.9 Table Distribusi Persentase dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Banten Percentage Distribution and Population Density by Regency/Municipality in Banten 1990-2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Distribusi Persentase Percentage Distribution Kepadatan Penduduk per km2 Population Density per km2 (orang/person) 1990 (6) 2000 (7) 2004 (8) 1990 (1) Kab/Reg 1.47 35.65 100. Cilegon Banten 15.79 100.45 3.12 12.

62 101.50 107..89 104.14 103.90 106.Lebak 3.32 102.95 Sumber: Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statitistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 60 . Tangerang 6.Bab III Penduduk Tabel 3. Serang Kota/Mun 5.Tangerang 4.21 109..46 101.70 (2) Rasio Jenis Kelamin/Sex Ratio 2000 (3) 2001 (4) 2002 (5) 2003 (6) 2004 (7) 105.56 103.71 102.76 102.76 104.77 100.62 105..00 104.72 107.1.19 103.75 113. Cilegon Banten 102.26 106.35 104.16 105.10 98.07 97.72 99.67 105.07 102.33 99.97 105.28 103.23 103.85 112.2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality 1990 (1) Kab/Reg 1.03 99.96 108.31 103.Pandeglang 2.10 Table Rasio Jenis Kelamin Penduduk menurut Kabupaten/Kota di Banten Sex Ratio of Population by Regency/ Municipality in Banten 1990.48 105.60 107.30 107.80 99.

71 4.656 398.378 369.12 4.57 4.Bab III Penduduk Tabel 3.360 3.Lebak 3.169.Pandeglang 2.880 730.18 4.03 4.. Tangerang 6.422 2.896 419.402 76.30 4.556 260.336 Sumber: Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statitistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 61 .539 715.014 359.48 4.70 4.51 4.798 1.062 71.544 (2) Rumah Tangga Household 2002 (3) 2003 (4) 2004 (5) Rata-rata Besarnya Anggota Rumah Tangga Average Size of Household 2001 (6) 2002 (7) 2003 (8) 2004 (9) 263.19 3.062.46 4.714 764.987.968 237.472 2.520 4.37 382.344 254.735 355..95 4.906 266.94 4.026 235.350 79.17 2.00 3.588 413.32 4.23 3.93 4.06 3.02 4.Serang Kota/Mun 5.03 3.873 250.59 4.080 74.89 4.1.180.94 3.18 4.2004 Kabupaten/Kota Regency/ Municipality 2001 (1) Kab/Reg 1.92 3.Tangerang 4..496 286.. Cilegon Banten 366.11 Table Rumah Tangga dan Rata-rata Besarnya Anggota Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Households and Average Size of Household by Regency/Municipality in Banten 2001 .141 767.93 4.

07 52.2.79 56.11 Sumber: Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statitistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 62 . Tangerang 4.82 60.86 49.43 51.Bab III Penduduk Tabel 3.43 55.92 48.33 55.28 51.1 Table Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten/Kota di Banten Labor Force Participation Rate of Population Aged 10 Years and Over by Regency/Municipality in Banten 2000 – 2004 Kabupaten /Kota Regency/Municipality (1) Kab /Reg 1.13 50.41 57.51 47. Serang Kota / Mun 5.52 58. Tangerang 6.37 51.95 58.75 52.55 49.07 48.65 53.57 51.62 50.19 53.30 50.63 56. Pandeglang 2.81 50.51 56.56 53.62 53.90 51.21 55.52 57. Cilegon Banten 2000 (2) 2001 (3) 2002 (4) 2003 (5) 2004 (6) 51.47 48. Lebak 3.79 55.62 44.

Tangerang 4.598 29.446 7.381 516.162 592.386 112. Serang Kota / Mun 5. BPS Source : Economy Social Survey2004.353 3.083.747 673. Mencari Pekerjaan dan Bukan Angkatan Kerja per Kabupaten/Kota di Banten Number of Population Aged 10 Years and Over Who Worked. BPS Banten Dalam Angka 2004 63 . Looked for Job and Not Economically Active in Banten 2004 Kabupaten /Kota Regency/Municapitaly Bekerja Working (1) Kab /Reg 1.708 112.126.224 587.173.075.566 1.189 358.366.198.022 422. Pandeglang 2.970 3. Cilegon Banten 2003 2002 2001 (2) Angkatan Kerja Economically Active Mencari Kerja Finding Work (3) Jumlah Total (4) Bukan Angkatan Kerja Not Economically Active Penduduk ≥ 0 au 1 T hn Population ≥10 Years (5) (6) 380.072 618.854 849.717 3.254 6.782 264. Tangerang 6.975 267.729 3.429 1.028 255.051 107.Bab III Penduduk Tabel Table 3.185.970 2.158 773.744 545.890 357.523.788 1.111.504 492.148.940 3.173 653.314 3.578 3.476 123.927.359 93.161.225 765.406 3.350.286 3.265 364.240.012 Sumber : Susenas 2004.004.2 Penduduk 10 Tahun Ke Atas yang Bekerja.642 3.367 3.086 155.858.198 6.330.469.335. Lebak 3.258.831 3.2.320 1.404 1.984 7.007.646 880.728.306 141.

132 56.613 570.734 16.509 15.498 9.924 196.398 8.609 191.387 Banten Dalam Angka 2004 64 .750 6. Cilegon Banten 2003 2002 2001 12.118 11.286 65.532 67.Bab III Penduduk Tabel Table 3.338 225.511 2.114 246.718 10.960 27.358 227.221 772.509 595.256 120.3 Penduduk 10 Tahun ke Atas Yang Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan Utama per Kabupaten/Kota di Banten Population 10 Years of Age and Over Who Worked by Type of Primary Job in Banten 2004 Jenis Pekerjaan Utama Type of Primary Job Kabupaten/ Kota Regency/Municipality Tenaga Kepemimpinan/ Profesional Managerial/ Professional (2) Pejabat Tata Usaha/ Administrasion (3) Tenaga Usaha Penjualan/ Sale (4) Tenaga Usaha Jasa/ Service (5) (1) Kab /Reg 1.008 197.820 7. Tangerang 6.553 606.081 53.434 131.054 174.793 91. Lebak 3.964 108.063 111.290 220. Tangerang 4.238 20. Pandeglang 8.174 39.896 216.010 199. Serang Kota / Mun 5.890 25.188 151.661 214.219 56.2.

Tangerang 209.446 200.713 811. Lebak 3.Bab III Penduduk Lanjutan Continued Jenis Pekerjaan Utama Type of Primary Job Kabupaten/ Kota Regency/Municipality Tenaga Usaha Pertanian/ Agricultur (6) Tenaga Produksi/ Production (7) TNI/Polri dan Pekerja lain/ Employee (7) Jumlah Total (8) (1) Kab /Reg 1.429 1.143.511 989. BPS Banten Dalam Angka 2004 65 .765 900.216 12.712 545.744 40.370 68.556 839.933 1.708 6.022 422.386 454 274.672 230.634 40.161.111.572 380.592 257.217 46. BPS Source : Economy Social Survey2004.675 4. Serang Kota / Mun 5.250 15.283 112.404 810.075.083. Cilegon Banten 2003 2002 2001 8. Tangerang 4.038.353 3.072 618.600 1.051 Sumber : Susenas 2004.171 105.836 4.805 74.205 1.043 40. Pandeglang 2.642 3.286 3.205 478.972 918.900 2.780 36.970 3.185.

Gas & Air Minum Electricity.153 9. Tangerang 6.600 841. Serang Kota / Mun 5.071 18.724 1.905 704.392 5.345 102.607 Banten Dalam Angka 2004 66 .782 1.318 1.138 130.828 660 2.199 632.945 8.753 16.095 16.938 141. Gas and Water Drinking (5) Konstruksi/ Bangunan Construction (6) 209. Lebak 3.344 9.048 9.721 11.4 Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota Dan Lapangan Usaha Utama Population 10 Years of Age and Over Who Worked by Regency/Municipality and Main Industry 2004 Kabupaten/ Kota Regency/Municipality Pertanian Agriculture Pertambangan dan Penggalian Mining and Quarrying (3) Industri Industry (1) Kab /Reg 1.064 3.464 780.524 26.855 8. Cilegon Banten 2003 2002 2001 (2) (4) Listrik.862 352.619 119.642 908 8.592 257.840 815.Bab III Penduduk Tabel Table 3.364 24.063 57.217 454 254 18.397 11.530 108.006 10.362 115.341 13.183 2.2. Pandeglang 2. Tangerang 4.252 34.904 936.948 1.427 798.152 28.546 244.086 230.049 730.

986 132.774 12.268 55.678 403.642 3.347 37.601 101.286 3.185.777 289. Lebak 3.959 27.103 274.332 27. Tangerang 4. Pandeglang 2.075.053 545.946 408. BPS Banten Dalam Angka 2004 67 .386 126.Bab III Penduduk Lanjutan Continued Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication (8) Kabupaten/ Kota Regency/Municipality Perdagangan Trading Keuangan Finance Jasa-jasa Services Jumlah Total (1) Kab /Reg 1.762 429.618 57.111.006 650.352 67.228 47.676 70.641 276.320 29.892 15.861 185.379 237.030 36.608 2.072 618.786 27. Cilegon Banten 2003 2002 2001 (7) (9) (10) (11) 68.666 28.122 31.022 422.051 Sumber : Susenas 2004.226 96.429 1.777 608.548 3.694 2.836 394.212 248. BPS Source : Economy Social Survey2004.651 104.986 380.330 89. Tangerang 6.083.353 3.161.577 679.916 1.708 112.970 3.718 687. Serang Kota / Mun 5.

Tangerang 4.446 2.569 3. BPS Source : Economy Social Survey2004.270 4.353 3.313 435.460.304 602.514 1.435.011 464.011 87.072 618.079 1.350 4.705 403.961 65.Bab III Penduduk Tabel Table 3.142 308.492 80.059 117.934 22.301 291.040 14.762 35.708 112.435.364 323.022 422.844 380.975 259. BPS Banten Dalam Angka 2004 68 .083.111.588 1.234 27. Cilegon Banten 2003 2002 2001 (2) (3) (4) (5) (6) (8) (9) 99.737 42.185.820 78.926 175.498 89.386 100.430 4.848 135.152 62.986 83.429 1.5 Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Kabupaten/Kota dan Status Pekerjaan Utama di Banten Population 10 Years Age and Over Who Worked by Regency/Municipality and Main Employment Status in Banten 2004 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status Pekerja bebas non pertanian/ Free lance Non Agriculture (7) Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality Berusaha Sendiri/ Self Employed Dibantu buruh tidak tetap/ Self Employed Dibantu buruh tetap/ Employer Buruh/ Karyawan/ Emplo yer Peker ja Bebas Pertanian/ Freelance Pekerja tidak dibayar/ Unpaid Employer Jumlah Total (1) Kab/Reg 1.2.051 Sumber : Susenas 2004.724 95.052 93.238 68. Pandeglang 2.755 42.117 63.388 76.334 22.698 30.539 11.246 757.075.425.744 72.443 331.161.886 65. Tangerang 6.827 127.562 62.213 81.249 8.050 64.580 28. Serang Kota/Mun 5.639 438.996 6.996 709.570 15.172 10.286 3.720 21. Lebak 3.095 750.884 203.231 38.779 36.916 20.345 1.642 3.390 15.160 348.627 545.522 29.970 3.820 129.747 632.

545 369.284. BPS Source : Economy Social Survey2004.994 508 44.088 3.838 234.772 18.44 (6) 45 .264 36.194 1.844 11.300 179.677 11.300 334.804 5.196 98.975 424.841 135.706 12. Pandeglang 2.124 11.086 773 87.6 Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Seminggu Yang Lalu Menurut Kabupaten/Kota dan Jumlah Jam Kerja Seluruhnya di Banten Population 10 Years of Age and Over Who Worked During The Previous Week by Regency/Municipality and Total Working Hours in Banten 2004 Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1.457 257.605 900.075.083.966 36.637 18.286 3.280 220.079.381 1.353 3.536 114.052 380.303 336.137 Sumber : Susenas 2004.886 988. Tangerang 6.24 (4) 25 – 34 (5) 35 .158 19.843 59.587 24.813 225.082.581 83.2.976 67.138 56.018 12.552 298.699 878.762 545.428 4.988 363. Lebak 3.131 127. Cilegon Banten 2003 2002 2001 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours 0*) (2) 1-9 (3) 10 .429 1.708 112.701 336.699 93. Tangerang 4.051 695.386 4.547 47.636 108.496 4.072 618.789 10.184 177.489 290.669 70.051 978.423 360.997 96.832 331. Serang Kota/Mun 5.161.638 46.186 59.328 343.733 41.156 17.783 928.513 153.969 33.273 98. BPS *) Sementara tidak bekerja Banten Dalam Angka 2004 69 .216 9.296 79.214 56.970 2.111.892 32.022 422.59 (7) 60+ (8) Jumlah Total (9) 11.Bab III Penduduk Tabel Table 3.

Junior High School. Orang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi tetapi telah mengikuti ujian dan lulus dianggap tamat sekolah. a person who had taken find examination at the highest level and passed. 3. Supported by establishment or PDAM. is regardless as graduated eventhough the person had not gone through the highest level. Floor Area is the total area which is occupied and utilizied daily. Luas lantai adalah luas lantai yang ditempati dan digunakan untuk keperluan sehari-hari. 5. baik latin dan atau lainnya. In addition. 4. Masih Bersekolah adalah sedang mengikuti pendidikan (formal) di pendidikan dasar. Banten Dalam Angka 2003 73 . Able to Read and Writte is a person has ability to read and write a letter or a simple sentence eventhough latin and other. 2. 2. Tamat Sekolah adalah menye lesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang pendidikan di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan tanda tamat ijazah. 3. Sumber air ini biasanya diusahakan oleh PAM/ PDAM/BPAM. Pipe Water is prossed water became steril and flowed to consumen write instalation. Air Leding adalah sumber air minum yang berasal dari air yang telah diproses menjadi jernih sebelum dialirkan kepada konsu men melalui instalasi berupa saluran air. Graduate is a classification for those who passed the highest level of a particular school with certificate or diploma regardless of whether the schools is government or privately managed. Technical Notes 1. menengah. 5. 4. Attending school are those who following education at primary school. atau tinggi. Senior High School and undergraduate.Bab IV Sosial Penjelasan Teknis 1. Dapat Membaca dan Me nulis adalah seseorang yang dapat membaca dan menulis surat/kalimat sederhana de ngan suatu huruf.

Meski telah berganti aparat birokrat dan orde pemerintahan serta banyaknya kampanye tentang pentingnya pendidikan. Saat ini. Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehi dupan serta diakui sebagai kebutuhan pokok manusia secara keseluruhan. but for aged pra school as like Garden School that go though to next level of education. semakin baik kualitas sumber dayanya. Namun realitasnya situasi pendidikan dini jangankan untuk seluruh manusia. pendidikan tidak hanya di peruntukkan bagi anak usia 7 tahun ke atas. Education One of aspect is important in life also need for basic people as at all. but education have still classical problems like quality. distribution of education in society. education did not give by aged 7 to up. good behaviour of student. Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat. dunia pendidikan di negeri ini terus menimbun berbagai permasalahan. But the reality of education has problem in application of society. High level education of society is good quality in resources. 74 . Eventhough ministry and orde changed. budi pekerti para siswa. firstly for aged is 24 7– 15 year with compulsary program of education 9 years. Recently.1. budgeting is always lack from government. In country of Indonesia is so many problems education. Development of education in Indonesia should be focussed for aged 7 – year.1. daya jangkau masyarakat terhadap pendidikan. minimnya anggaran pendidikan yang disediakan pemerintah.Bab IV Sosial 4. Diakui atau tidak. dengan titik sen tral usia di atas saja segudang persoalan kerap menyertainya. and interesting of student is very little. dunia pendidikan tak kunjung lepas dari sejumlah permasalahan klasik baik menyangkut kualitas. akan tetapi pendidikan usia dini (pra-sekolah) seperti Taman Kanak-kanak (TK) sebagai tahap awal pendidikan anak untuk Banten Dalam Angka 2003 4. hingga minat belajar para siswa. Pembangunan pendidikan di Indonesia lebih difokuskan kepada penduduk usia 7– 24 tahun. terutama bagi anak usia 7– tahun 15 seiring dengan dicanangkannya program wajib belajar pendidikan dasar (Wajardikdas) 9 tahun.

344 with pupils are 1. sehingga terhitung rasio guru-murid sebesar 33.553 persons. and teachers that is enough. Pada tingkat Sekolah Menengah/Lanjutan Pertama terdapat sebanyak 606 sekolah dengan kapasitas murid yang mengikuti pendidikan sebanyak 269. Secara persentase. Selanjutnya jumlah Sekolah Lanjutan Atas terdapat 443 sekolah yang terdiri dari 268 SMU dan 175 SMK Banten Dalam Angka 2003 Banten population aged 7 – years who are attending school 24 in 2004 is about 3. penduduk yang bersekolah kebanyakan masih se tingkat SD. perpustakaan dan buku-buku penun jang pelajaran serta tenaga pendidik (guru) yang memadai.740.288. Part of whole is aged 7 –12 years (37.553 orang yang terdiri dari 1.218 or ratio teacher of pupil is 33. Primary school are 4.867.113 orang atau rasionya sekitar 24.72 yang artinya setiap 1 (satu) orang guru membimbing sekitar 33-34 orang siswa. books.686 laki-laki dan 1.537. 12 sementara anak usia 13– tahun 15 sebesar 16. sebagian besar adalah anak usia 7– tahun (37.26 percent.Bab IV Sosial masuki jenjang pendidikan berikutnya pun menjadi penting. Opportunity equity of education depend of school building.80 percent). library.26.596 pupils and teachers are 11. each man is 1. and aged 13– years (16.740.344 buah SD dengan 1.224 75 . 15 In fact that is population of schuling is low as primary school.596 siswa dan tenaga pengajar (guru) sebanyak 11.80 persen.612 siswa dan 38. Jumlah penduduk Banten usia 7-24 tahun yang masih/sedang sekolah pada tahun 2004 tercatat sekitar 3. Jika di konversikan ke dalam tingkat pendidikan.53). Building of Yunior School are 606 with capasity are 269.72 that mean 1 (one) of teacher to teach is about 33-34 pupils.796.288.612 and teachers are 38.537. Pemerataan kesempatan pen didikan sangat dipengaruhi oleh tersedianya sarana dan prasarana pendidikan seperti gedung sekolah.867 perempuan.218 guru. Untuk tingkat sekolah dasar ada sebanyak 4. Next a number of Senior High School are 443 building with each 268 Senior High School (SMU) and 175 Senior High Vocational School with amount of student are 186.53 percent).113 or ratio is around 24.686 and woman is 1.796.

18 persen dan yang tidak/belum tamat SD/Sederajat sebesar 26.224 orang. Sektor pendidikan merupakan sektor yang dominan dalam pembangunan sumber daya manu sia (SDM).81 or each 1 (one) teacher to develop around 16-17 pupils.18 percent for primary and next 26. Teachers are 11.059 (56. One of indicator used as level of education. Tenaga pendidik di kedua jenis pendidikan tersebut sebanyak 11.02 persen meliputi mereka yang tamat SD/Sederajat sebanyak 32.02 percent.918 orang (44. respectively 32.81 atau setiap 1 (satu) orang guru mengajar sekitar 16-17 orang siswa. tingkat pendidikan penduduk Banten usia 10 tahun ke atas sebagian besar hanya tamat sekolah dasar dan yang belum/tidak tamat SD/Sederajat.Bab IV Sosial (sekolah kejuruan) dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 186. In fact in several indicators in human developent is very need for it or quality of life is always following with education component in calculation.059 (56. level education finished by aged 10 to up years of Banten population are for both primary and not finish primary school is around 59. As whole ratio teacher to student is 16. yang besarnya sekitar 59.05 persen) bersekolah di SMK. Secara keseluruhan rasio guru-murid sebesar 16.61 persen) dan 4.85 percent for not finish primary school.05 percent) pupils in Senior Vocational School.39 persen) sebagai guru SMK. Until year of 2004.39 percent) for Vocational School. Sampai dengan tahun 2004.160 orang (55.165 (43. literate and illiterate. Salah satu indikator yang biasa digunakan diantaranya tingkat pendidikan yang ditamatkan.078 respectively are 6.95 percent) pupils in Senior High school and 80. Banten Dalam Angka 2003 that are 106.85 persen. Education sector is dominan in Human Development (SDM). angka melek huruf dan angka buta huruf.165 (43. meliputi mereka yang sekolah di SMU sebanyak 106.95 persen) yang lainnya sebanyak 80.61 percent) for Senior High school and 4.918 (44. 76 . Hal ini terlihat dari beberapa indikator yang terkait dengan pembangunan SDM atau kualitas hidup penduduk yang selalu memasukkan komponen pendidikan dalam penentuan/ penghitungannya.078 orang terdiri atas guru SMU sebanyak 6.160 (55.

71 persen yang berhasil menamatkan pendidikan setingkat diploma I sampai Sarjana. Diharapkan tingkat pendidikan penduduk di masa mendatang dapat lebih ditingkatkan dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja melalui pendidikan setingkat SLTA ke atas sebagai standar minimal. Untuk jenjang pendidikan tinggi porsinya lebih rendah lagi dimana hanya sekitar 3.Bab IV Sosial Pada tingkat sekolah menengah/lanjutan.44 percent. it that connect with entry to man power less than graduated Senior High School to up. Because of it one of indicator make population smart because of those read and wrote which has opportunity to receipt more knowledge and information. efek multiplier-nya diharap kan dapat meningkatkan angka melek huruf atau sebaliknya menurunkan banyaknya penduduk yang buta huruf. Kondisi ini cukup memprihatinkan dan kritis bila dikaitkan dengan kecenderungan bergesernya tuntutan pasar kerja (sektor formal) yang lebih mengutamakan pendidikan seren dah-rendahnya SLTA sebagai prasyarat bagi angkatan kerja dalam mengikuti kompetisi di bursa pasar kerja. 77 . In circumtance is deeply sad because of those entry to manpower should be tirished Senior High School. dengan sema kin meningkatnya pendidikan pen duduk.73 percent.53 persen dan yang tamat SLTA sebesar 19. yang telah menamatkan pendidikan setingkat SLTP sebesar 17. Pada sisi lain.44 persen. Crisis of education depend on man power supply. The other side. Level of undergraduated is less that is only 3.71 percent as finished Diploma I till up undergraduated.53 percent and Senior School finished 19. which is around 23. Krisis di dunia pendidikan dikaitkan dengan pang sa pasar tenaga kerja dapat diamati dari relatif rendahnya tingkat pendidikan yang ditamatkan pada jenjang SLTA ke atas (dengan asumsi seandainya sebagian dari mereka termasuk angkatan kerja) yang besarnya baru sekitar 23.73 persen. Level of population education in the future will hope up for prefering to entry man power as pracondition go to man power supply with level of education is Senior High School to up as minimaze condition. Karena hal ini meBanten Dalam Angka 2003 Level of education of Yunior School finished 17. high of education level increased literate or less illiterate.

4.Sl gana pt sus an e nkpy e i ai t” e a t pendidikan di Banten dan disparitas antar kabupaten/kota dapat dilihat pada tabel 4. Firstly Indonesia country concerned to increase health of people with the reason of humanity and because it is big advantage if the society or individual has good health that will hope society Government should be manage good helath for society and to serve that people can get supporting fund without should be pay or less pay.9.552 (1. di Banten terdapat sekitar 376. Kesehatan dan Keluarga Berencana Sejak awal negara sangat memperhatikan dan berupaya me ningkatkan kesehatan warganya dengan alasan kemanusiaan dan karena keuntungan yang besar (positip) dari kesehatan baik bagi individu masyarakat maupun tujuan lain yang diinginkan masyarakat.42 percent) and around 81. Health and Family Planning.42 persen). Now day in 2004 Banten population illiterate is 376.14 percent) is latin illiterate.300 (5.Bab IV Sosial rupakan salah satu indikator semakin cerdasnya penduduk sebab dengan kemampuan membaca dan menulis (melek huruf) akan memperluas kesempatan menyerap pengetahuan dan informasi lebih banyak. sehubungan penduduk yang hanya bisa membaca dan menulis huruf lainnya tercatat sekitar 81.1. So that population of illiteration is 457.852 (6.28 percent).2.552 orang (1. Angka ini sebenarnya dapat lebih besar seandainya melek huruf dibatasi hanya untuk mereka yang dapat membaca dan menulis huruf latin saja (tidak termasuk mereka yang hanya dapat membaca dan menulis huruf lainnya seperti Arab. This figure grow up if in calculation is not with literate as Arab. 4.28 persen) penduduk yang tidak bisa membaca dan menulis (buta huruf).14 persen) j ad ngpsbgi bt hrf u i ga eaa “u uu g a a li . Complete situation of education between munipacility or regency can see table 4.2.9. Sampai saat ini (tahun 2004). Chinese and so on. Banten Dalam Angka 2003 78 .300 (5. China dan sebagainya). Dari sini jumlah penduduk yang buta huruf menjadi sebanyak 457.1.852 orang (6.

79 .906. pukesmas pembantu. Infra structure other of healt can reach society around 172 health center which is spreading in.Bab IV Sosial Memang sudah sewajarnya pengurusan dalam bidang kesehatan adalah tanggung jawab negara terhadap rakyatnya dan sudah sepantasnya apabila warga negara mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus mengeluar kan biaya atau menekan biaya serendah-rendahnya. health center. Tentu saja dalam hal ini peran pemerintah sangat menentukan. health center assistant and others of health services is determinant factor to success in health development. Of course the government rule is very important. Health infrastructure as Hospital. because of that health need seriously attention for all of us. Sarana kesehatan seperti rumah sakit. In 2004 year of Banten Province is not less 24 hospital that is capasity of bed is around 2. puskesmas. health development is still many problems even government or society.906. pembangunan kesehatan masih banyak me nyimpan setumpuk persoalan baik bagi pemerintah maupun masya rakat. Peran peme rintah dalam pembangunan ke sehatan menyangkut segala aspek seperti menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai dan dapat dijangkau oleh masyarakat secara keseluruhan baik dari segi finansial maupun aksesbilitasnya (keberadaan lokasinya). Health development involved all of aspect as infra and supra structure of health and can be reached by all of society even finance or acceptability. Pada faktanya. tenaga kesehatan dan pusat-pusat pelayanan lainnya adalah faktor yang akan menentukan berhasil tidaknya pembangunan di bidang kesehatan. Pada tahun 2004 di Banten terdapat tidak kurang 24 buah rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur sekitar 2. Oleh karena itu kesehatan perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak. Sarana kesehatan lain yang relatif mudah dijangkau masyarakat adalah Puskesmas terdapat sebanyak 172 Banten Dalam Angka 2003 In fact.

Sebagai upaya meningkatkan tingkat kesehatan penduduk sejak dini. Campak dan Polio sangat Banten Dalam Angka 2003 Medical is very important to serve society health. campak and Polio which is positive advantage of children and society at the future.422 orang yang terdiri dari sekitar 602 dokter umum. Oleh karena pemberian imunisasi pada anak sejak bayi seperti BCG. Tentu saja tenaga kesehatan yang dibutuhkan tidak terbatas hanya tenaga dokter tetapi tenaga selainnya seperti perawat. The effort of increasing health level of population from since birth or child is very important with immunization.Bab IV Sosial buah yang tersebar kabupaten/kota. Bayi dan balita yang mendapat imunisasi terlebih bagi anak yang menerima imunisasi lengkap secara medis diakui akan lebih kebal (tahan) dari serangan penyakit yang umum menyerang bayi. Imunization of children is hoped for decreasing infant of mortlity level in Banten which 80 . maka kegiatan imunisasi bayi atau balita sangat penting dilakukan. as whole in 2004 is not less around 1. Because of it is need to give immunization since baby as BCG. DPT-I till DPT-III. birth proccess is much still assistant by paranormal even tarined or not trained and other side those are use by paramedis. is not only doctor but assistant of medis like paranormal even trained or not trained which help birth become attention of health sector.422 persons which respectively is around 602 public doctor. the baby or children under 5 years got complete imunization who those will have strong depend on dease. Medical health is nedd. di seluruh Petugas kesehatan yang keberadaannya sangat vital sebagai pelayan kesehatan masyarakat seperti dokter. tenaga ahli farmasi bahkan keberadaan dukun melahirkan (paraji) baik terlatih maupun tidak terlatih yang kerap dimanfaatkan masyarakat harus diperhitungkan dan dijadikan pusat perhatian di bidang kesehatan. 577 dokter ahli (spesialis) dan 243 orang dokter gigi. specialist is abou 577 persons and dentist is around 243 persons. DPT-I sampai DPTIII. Region in fact. proses kelahiran anak masih banyak yang dibantu oleh dukun baik terlatih maupun tidak terlatih disamping adapula yang lebih mengutamakan tenaga medis. Adalah suatu kenyataan di setiap wilayah. pada tahun 2004 secara keseluruhan terdapat tidak kurang dari 1.

The number of big medicine traders. 196.3.699 anak (bayi). 7 in Serang. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4. Sedangkan apotik terdapat sebanyak 379 buah tersebar di setiap kabupaten/kota dengan jumlah terbesar terdapat di Kabupaten Tangerang (200 buah) dan Kota Tangerang (100 buah). in 2043 were 30 . 203. drugstore).g. Dengan pemberian imunisasi anak diharapkan dapat menurunkan tingkat kematian bayi yang sampai saat ini di Banten angkanya disinyalir masih relatif tinggi.Bab IV Sosial penting sehubungan dengan keuntungan positip yang akan diperoleh anak dan masyarakat pada masa-masa berikutnya. Based on Peraturan Pemerintah No.858 mendapat imunisasi DPT-III. ketersediaan prasa rana kesehatan seperti pedagang besar farmasi juga perlu mendapat perhatian. 16 in Tangerang regency. the avaiblelity of health redujices such as medicine trader also need a big concern.594 bayi telah menerima imunisasi BCG.275 memperoleh imunisasi campak dan Polio-IV diberikan kepada sekitar 198. Serang (7 buah) dan Kota Tangerang (7 buah).275 and Polio IV 198.594 and DPT-III 196. in 2004. Beside the availablelity of health facilities.2.3. adapun jumlah terkecil terdapat di Kabupaten Pandeglang yaitu 4 buah. Jumlah pedagang besar farmasi pada tahun 2004 terdapat sebanyak 30 buah terbatas hanya di Kabupaten Tangerang (16 buah). There were 25 health industries in Banten. 7 in Tangerang city. Campak 203.699 complete data see table 4. The availablelity of medicine is extremely infivenced by the development of health industry whether it is in a big or small scale. 27 tahun 1994 about the management of dm ga ’dvl m n t t e orf s ee p eth y o a 81 . Pada tahun 2004 sebanyak 214. There were 379 drugstores that spread in municipacility or regency.858. Keberadaan dan ketersediaan Banten Dalam Angka 2003 prediction is still high that is mean will increase level of health and population as whole in 2004 the amount of baby received imunization BCG 214. a big medicine trader has a function as a distributor of edicines (e. Disamping ketersediaan sara na kesehatan. The largest number was in Tangerang regency (200) and Tangerang city (100) and the smallest number was in Pandeglang regency (4).2. Pedagang besar farmasi yang berfungsi sebagai distributor maupun penyalur obat-obatan termasuk apotik sangat dibutuhkan. atau dalam arti yang lebih luas lagi dapat meningkatkan derajat kesehatan anak dan penduduk secara keseluruhan.

Penurunan angka kelahiran salah satunya ditujukan untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang menuju dan serendah-rendahnya seperti yang ditargetkan pemerintah.011. yang meliputi upaya peningkatan kesadaran dan mendo rong masyarakat diantaranya melalui pemakaian alat kontrasepsi (KB) dan pendewasaan usia per kawinan.I ei aai l a e h r” t ae contains many programs of i es g sc t s a aees i n ai oiy w rns n r n e’ wing contracepsy media or postponing the early marriage.937 family p ni ’ acp r m so t m l n gs cet s ot fh a n o. keselarasan dan keseim bangan antara kuantitas. 27 Tahun 1994 tentang Pengelolaan Perkembangan Kependudukan bah wa pengelolaan kependudukan salah satunya diwujudkan melalui pengendalian kuantitas penduduk. Untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan upaya pembudayaan nor ma keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Industri farmasi di Banten pada tahun 2004 terdapat sebanyak 25 buah.2.Bab IV Sosial obat-obatan sangat dipengaruhi oleh keberadaan Industri farmasi baik dalam sekala besar maupun kecil. social economic condition and social cultural condition.71 percent). There must be erested a balance between the quantity of people and enviromental support. Seperti yang dinyatakan dalam Peraturan Pemerinah No. Family planning that made by our government has brought many positive impacts in reducing natality minimize the population go t adipoeor oiy rwh n m rv u sc t s . Pengendalian kuantitas penduduk diarahkan pada terwujudnya kese rasian. 51. e used injection (523.228. our government make a porm cld “ U aa rga ae l py Pembudayaan Norma Keluarga K c B hg & Sj t a . There were 1. e’ welfare. make it real. penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan dan kondisi perkembangan sosial ekonomi dan sosial budaya. Banten Dalam Angka 2003 regulation stateel that te realitation it is to control the quantity of people.7 to know further about Banten P ol s ep ’ e prc a o ati t n ip i i n implementating family planning. Look at table 4. Perlu diakui bahwa pro gram Keluarga Berencana yang dicanangkan pemerintah telah membawa dampak positif dalam menurunkan angka kelahiran dan menekan laju pertumbuhan pendu duk serta sedikit banyak telah memberi andil dalam peningkatan tingkat kesejahteraan rakyat. the others used pill 82 . The reduction of natality has an aim to make a balance of population growth and to minimize it based on our governmet i a t gtT n s d la e o ’ e r .

kelompok atau komunitas masyarakat sampai termasuk dengan negara sendiri. tidak terkecuali tanah wakaf semakin penting. the acceptors who used long-term method were 230. Kedua jenis KB tersebut termasuk yang meng gunakan kondom dan ovag disebut KB metoda jangka pendek (Non Metode Jangka Panjang).Bab IV Sosial Seberapa banyak partisipasi masyarakat Banten dalam program KB dapat dilihat pada tabel 4.2. Other Social Aspects Nowadays. hak guna bangunan.78 persen dari total akseptor KB. Meanwhile. n u ln authority of use. tidak jarang mewarnai pemberitaan di media massa manakala muncul kasuskasus persengketaan bahkan menjadi sumber konflik baik antar warga. often makes a several news when there are some conflicts of dispute case.71 persen) berikutnya sebanyak 254.658). not to mention a wakaf of land are extremely important. Because of that.228 (51. When the conflict happens among people or government institution. the ownership of land is badly needed expecially the ownership which has a formal legalitation such as land certificate.78 percent). Among people a group of people or a community of people. Tanah sebagai sumber kepemilikan seperti contoh status di atas.937 akseptor KB yang se bagian besar menggunakan suntik sekitar 523. Karenanya jaminan keamanan kepemilikan tanah atau status penguasaannya yang legalisasinya lebih terjamin melalui kepemilikan sertifikat tanah atau dalam bentuk akta tanah sangat dibutuhkan. Pada tahun 2004 terdapat sekitar 1. hak pakai. land certificate that recated with an authority of ownership such as an authority of belongid an authority of the vn r ad bi i ’ ue a et e n u d gs s. 4. Sosial Lainnya Saat ini sertifikasi tanah yang menyangkut status hak kepemilikan seperti hak milik. the government who has certificate usually wins and vice versa.7.439 (22. Those kinds also provided some others ways. Land as a source of ownership based on the example above.658 memakai pil. not to mention a conflict between people and government. Konflik seputar tanah biasanya dalam proses penyelesaiannya akan menyertakan Banten Dalam Angka 2003 (254. hak guna usaha. Sementara akseptor yang menggunakan Metoda Jangka Panjang (MJP) sebanyak 230.011. 4.3.439 atau sekitar 22. including using condom and ovag (short-term metod). the conflict of land usually requires a land certificate in i t ul sot gspocs t r b ho n’ rces s o e i . 83 .3.

Produksi sertifikat dilihat dari sisi jumlah bidang dan luas sebagian besar diperuntukan untuk tanah berstatus hak milik yaitu sebanyak 629. 84 . Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang dapat dijadikan indikator kesejahteraan masyarakat. One of methode to m auepol s es o scry esr ep ’ sne f eui e t i arsac o cie v t b s eerh f r ’ ii y m s cm doing a survey or a report from the instance itselft. o s job lack of job opportunity in our society has made a massive impact in increasing the number of unemployment people.i ep e g e n r ’ ii t m s cm m as t r i ’ a sne o en h e s t e n es f security and vice versa.14 hectares of extent. it means there ia eut n feui’l e s rdco o scry e l i ts v . Ketika terjadi sengketa antar warga atau yang melibatkan institusi/lembaga bahkan negara pihak yang memiliki sertifikat/akta biasanya akan meme nangkannya sebaliknya yang tidak memiliki akan menjadi yang dikalahkan.3.14 hektar. 50.047.297 land with 214.07 persen) dan 107. A sense of security as our pol di le ne cn b ep a y i’ ed a e e l fs made as an indicator of our social welfare.26 hectare.047.521.297 bidang tanah dengan luas tanah sekitar 214.06 persen (tabel 4.3).395.112 (60.07 percent) and 107.1).112 (60.06 percent ( table 4. 50. Other crisis also can improve the quantity of crime in our society. kesulitan memperoleh bahan pa ngan. Long E oo i scis f dcisad cnmc r i o r i n ’ s. Semakin banyak anggota masyarakat yang menjadi korban kejahatan berarti makin rendah derajat keamanan yang mereka rasakan dan berlaku sebaliknya. Production of certificate considered from its quantity was made for an authority of proverty right status 629.395. Kesulitan ekonomi yang berke panjangan pada masyarakat.521. If there are many pol bi a cie v t . production of crfa i “ aa P r nhn eti t n B dn et aa ic e a N s nl Banten province was ai a o ”of made for 1.26 hektar.Bab IV Sosial sertifikat atau akta tanah. Pada tahun 2003 produksi sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional Propinsi Banten diperuntukan sebanyak 1. kesulitan mencari pekerjaan yang berdampak membengkaknya angka pengangguran dan berbagai kesulitan lainnya diduga dapat meningkatkan tindak kejahatan (kriminalitas) ditengah-tengah Banten Dalam Angka 2003 In 2003. Salah satu cara untuk mengukur rasa aman masyarakat adalah penelitian korban kejahatan baik melalui survei maupun laporan instansi terkait.

there was found 1. Housing and Environment Although our society have a traditional life or culture.17 percent. Dengan hanya bersumber dari laporan Polisi Wilayah (Polwil) Banten.Bab IV Sosial masyarakat yang berarti pula menye babkan turunnya derajat keamanan.4.106 tindak kejahatan dengan berbagai motif.22 percent. That statistic increased. sekalipun menyandang sebutan tuna wisma Banten Dalam Angka 2003 With at pli B n ns h o l at ’ e w e report as a main source.17 persen.106 kinds of crime with different motive. Hal ini diperkirakan akan lebih banyak lagi seandainya setiap bentuk kejahatan sekecil apapun yang dialami masyarakat dilaporkan kepada pihak berwajib. jumlah penyelesaian tindak pidananya pada tahun 2004 hanya mencapai 577 untuk seluruh kasus atau sekitar 52. was an heavy theft (262 cases). T e nm e o cii l h u br f r n ’ m as case that got a first rank was a vh l st f(7 css scn eie h t 27 ae) eod c’ e . a permanent or not. 4. r b sot gs rces 04 o e i i just reached 577 cases or 52. 4. if every motive of crime is reported by people to the police From all criminal cases that mentioned.4. disusul kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) sebanyak 262 kasus. Contoh jelas saat ini. Sementara dari seluruh kejadian di atas. in 2004. the number of t ul ho n’ pocs n20. 85 . Jumlah Tindak Pidana (JTP) yang menduduki peringkat pertama adalah kasus pencurian bermotor (Curanmor) sebanyak 277 kasus. These cases are speculated to be increased. dipastikan membutuhkan tempat tinggal baik itu yang bersifat permanen maupun sementara. if we compare it to 2003 statistic that found 920 cases or its decreased 20. they still need a good housing. pada tahun 2004 ditemukan sebanyak 1. Perumahan dan Lingkungan Bagaimanapun terbelakangnya atau tradisionalnya tingkat kebu dayaan suatu masyarakat. Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 2003 yang tercatat sebanyak 920 kejadian atau mengalami penurunan sekitar 20.22 persen.

Bab IV Sosial maupun gelandangan. The ideal house must has an area floor per capita at least 10 m2. although a person is given a status as a l brr ident ent thy o ee. Karena itulah pemenuhan kebutuhan akan rumah (tempat tinggal) yang muncul dalam konteks teori atau ilmu ekonomi termasuk kebutuhan dasar (Basic need) disamping pangan dan sandang. Berdasarkan hasil Susenas 2004. Sehingga bila dalam satu rumah tinggal terdapat 4-5 anggota rumah tangga.09 percent) from the total of households. fulfilling the need of housing –in economic theory is a vital part of basic need.09 persen dari total rumah tangga yang jumlahnya 2. house is our shelter that protected us from many k d o nt a s rces uha i s f a rl pocs sc s n u ’ rain. floor and wall. at least 50 m2. Dengan menggunakan data hasil Susenas 2004. under 50 m2. kualitas rumah sebagian besar menggunakan atap genteng yang jumlahnya sekitar Banten Dalam Angka 2003 For a clear example. Dalam kehidupan seharihari rumah merupakan tempat berlindung dari berbagai macam gangguan.180. In our daily life. Other households lived in a house with an areas floor.t os’m a h t i a e dnthv a hue t yhv i o’ ae os. or wild animal. 2. hot or cold weather. 50-99 m2. 86 .026.336. Because of that. the 5 ideal house will provide an area floor. if there are 4 – people. pada dasarnya banyak diantara mereka memiliki tempat tinggal. According to Susenas 2004.684 rumah tangga atau 47. Gam baran kondisi perumahan seperti indikator yang disebutkan di atas dapat digunakan sebagai indikator kualitas rumah tempat tinggal. lantai dan dinding rumah. terlihat bahwa sebagian besar rumahtangga tinggal di rumah dengan luas lantai 50 –99 m2 yaitu dihuni oleh sekitar 1.026. we can observe the condition of housing from its roof. baik yang datangnya dari alam seperti hujan.684 (47.336. The number of these households were 1. Those indicators can be used as the i i t o hui ’qa t n c o fos gs uly dar n i. h ae t e a huhw cnt a e iago l og e a’cld t od t l dwelling. meskipun dalam kapasitas tidak layak huni atau tidak pantas disebut rumah. As usual. So. Kondisi perumahan secara umum dapat diamati dari jenis atap. idealnya rumah tangga menempati luas lantai minimal 50m2. not to mention food and clothing. It appeared that many households lived in a house with an area floor.180. panas dan rasa dingin maupun gangguan binatang buas serta gangguan lainnya. Idealnya rata-rata luas lantai per kapita minimal 10 m2.

while other 18. jenis lantai terluas adalah bukan tanah seperti tegel.55 percent) households that hv ej e t P Ns l tcy ae n yd h L ’ e c it o e e r i.20 persen masih berlantaikan tanah.357 (76. akan tetapi masih terdapat sebanyak 10. Selain dilihat dari gambaran kualitas rumah. 10. Other facilities such as good water.78 persen rumah tangga yang tidak memiliki fasilitas air minum.02 persen bangunan tempat tinggal.11 persen) bangunan tempat tinggal.659. keberadaan fasilitas rumah seperti sumber penerangan. Diantaranya pula masih ada yang menggunakan dinding dengan kualitas lebih rendah seperti anyaman bambu oleh sekitar 19. The others used the wall below the standard.877. fasilitas air minum dan sumber air minum adalah bagian yang tak terpisahkan dengan kebutuhan ru mah tangga sehingga menjadi penting adanya. Other 10.039. Beside the quality of house. we have the consider the availablelity of housing facilities sc a n h ssuc o w t uh s i t ore r a r g’ e facility as a crucial part of or rain. pret h e’ t 1 of households used this facility individually. Relatif tingginya pemanfaatan listrik PLN tidak lain berkat keberhasilan program listrik masuk desa. dan fasilitas umum oleh sekitar 11.875 houses (86. 7 oshl s hr r .13 percent) used a floor except ground floor such as tegel. 87 .875 rumah (86.74 persen).79 persen sementara yang lainnya sebesar 10.19 persen rumah tangga memiliki fasilitas air minum sendiri dan yang lainnya memanfatkan fasilitas bersama (18. T i h h l e o e c it s h s i e l f l tcy g v e r i’ consumption was caused by the success of Listrik Masuk Desa program.55 persen) rumah tangga telah menikmati penerangan listrik PLN. The housing that used a good quality of wall were 1. hueo ’ T eeae2 3.h n e house that used tiled roof were 1. 0 6 (93. Sekitar 59.74 percent used it together and 11. 9 4 d.Bab IV Sosial 1.79 percent. ceramic or plester were 89. has a strong relationships wt sc t s el . keramik atau plester sebesar 89. Fasilitas rumah lainnya yang sangat vital berupa konsumsi air bersih yang terkait erat dengan kesehatan masyarakat.659. Sebanyak 2. 9 9 ecn i oiy ha h 5.877.357 (76.13 persen).11 percent). Unfortunately.28 use general facilities. Banten Dalam Angka 2003 A cri t “ uea 20” t cod g o Ssns 04 .78 percent of t mcu ntn yh f it h ol ’ej t sa ly e d o i ci.20 percent still used ground or natural floor. such as used bamboo wall 19.647 (93.02 percent).28 persen. Sedangkan jenis dinding terluas tembok terdapat pada sekitar 1.

Bab IV Sosial Rumah tangga yang tidak mempunyai fasilitas air minum ini ada kalanya masih memanfaatkan air sungai. rain and many more. Based on the criteria of good water (for example packaged. yang meliputi air kemasan. there are 13954. yang lainnya sebanyak 225.65 percent) households that consumed these kinds of water.639 (89. dan pompa dan sumur dikonsumsi oleh sekitar 1. pump water and well (sumur). lake or rain. They consumed the water from unprotected water source. air hujan dan air lainnya. Banten Dalam Angka 2003 88 . ledeng.697.639 (89. Dilihat dari kualitas air minum yang relatif memenuhi persyaratan sebagai air minum bersih dan sehat.35 persen) masih mengkonsumsi air minum yang diperkirakan tidak memenuhi standar air bersih (sehat) seperti air yang berasal dari mata air. danau atau dari sumber mata air bahkan air hujan. So. they take water from its natural sources such as river.35 percent) still consumed the water below the standard.65 persen) rumah tangga. air sungai.954. 10.697 (10. ledeng. river. A rest of them (225.

2004 35 30 25 20 15 10 5 0 SD 33. Penduduk Usia 7-24 Tahun Yang Masih Sekolah Menurut Jenis Kelamin. Rasio Murid-Guru Menurut Jenjang Pendidikan.1.200 16-18 305.Bab IV Sosial Grafik 4.883 273.794 19-24 496.72 24.285 13-15 306.588 Grafik 4.153 539.26 16.81 SLTP SLTA Banten Dalam Angka 2003 89 .458 639.2.192 288. 2004 700000 600000 500000 400000 300000 200000 100000 0 Laki-laki Perempuan 7-12 688.

85% SLTP 17. Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas menurut Pendidikan yang Ditamatkan.4.68% Tamat SD 32. Banyaknya Tindak Kejahatan Yang Terjadi Menurut Jenis Kejahatan Yang Dilaporkan Ke Polwil Banten.Bab IV Sosial Grafik 4.03% SLTA 19.73% Tidak Tamat SD 26.3. 2002 – 2004 350 300 250 200 150 100 50 0 Curas Curat Curanmor Penganiayaan Penipuan Penggelapan Narkotika 2002 2003 2004 Banten Dalam Angka 2004 90 .18% Grafik 4. 2004 D III-Sarjana 3.54% D I/II 0.

18 19 .00 100.Bab IV Sosial Tabel 4.686 38.883 496.32 17.327.24 Jumlah/Total Sumber : Susenas 2004.00 639.39 29.743 594. BPS Jumlah Total (2) 688.28 100.153 1.200 273.740.035. BPS Source : Economy Social Survey2004.55 15.12 13 .24 Jumlah/Total Perempuan/Female 7 .53 16.867 36.73 31.796.18 19 .15 16 .1.00 1.588 1.15 16 .04 17.741 3.24 Tahun yang Masih Sekolah Menurut Jenis Kelamin di Banten Population Aged 7 – Years Attending School by Sex 24 in Banten 2004 Persentase Percentage (%) (3) Jenis Kelamin/ Kelompok Umur Sex/Group of Age (1) Lak-laki/Male 7 .62 100.02 27.80 16.537.794 539.00 Banten Dalam Angka 2004 91 .72 16.285 288.24 Jumlah/Total Lak-laki+Perempuan/Male+Female 7 .1 Table Penduduk Usia 7 .677 1.392 579.12 13 .15 16 .18 19 .192 305.553 37.458 306.12 13 .

Tangerang 4.828 1.070 11 6 2 6 617 143 1.646 5.563 54.453 4.531 3. Pandeglang 2.230 9. Murid dan Guru Taman Kanak-kanak di Banten Number of Kindergarten Schools. Serang Kota/Mun 5.896 2.258 41.031 2 27 16 296 907 90 3. Lebak 3.551 Sumber: Dinas Pendidikan Propinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 92 .1.2 Table Jumlah Sekolah.802 28.251 445 240 1 5 4 2 45 928 954 663 25 322 297 122 17.Bab IV Sosial Tabel 4. Cilegon Banten 2003 2002 Sekolah School Negeri Swasta Public Private (2) (3) Murid Student Negeri Swasta Public Private (4) (5) Guru Teacher Negeri Swasta Public Private (6) (7) 1 1 1 1 140 43 359 101 200 23 48 26 4. Students and Teacher in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Tangerang 6.

607 1.236 1.222.065 6. Students and Teacher in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.091.758 13.689 1.842 18 56 3.Bab IV Sosial Tabel 4. Tangerang 4.633 33.3 Table Jumlah Sekolah.460 26.861 40.114. Lebak 3.654 5. Pandeglang 2.048 176 4.822 7.855 1.250 1. Serang Kota/Mun 5.406 284.578 68.536 5.393 161.179 87 13 222 1.080 273 426 33.186 66.304 4. Tangerang 6.938 380.286 1.291 169 393 148 4.1.129 4.167 4.478 Sumber: Dinas Pendidikan Propinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 93 .136 2.933 6.218 23.014 955 254 124.079. Murid dan Guru Sekolah Dasar di Banten Number of Elementary Schools.357 353.375 7.712 25.556 184. Cilegon Banten 2003/2004 2002/2003 2001/2002 Sekolah School Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Student Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teacher Negeri Public (6) Swasta Private (7) 885 779 986 931 3 3 106 10 161.122 4.802 3.309 24.

Murid dan Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Banten Number of Junior High Schools. Tangerang 4.130 9.798 10.585 779 21 8 253 266 262 235 113 20 353 867 757 474 25.168 5.947 157.649 310.4 Table Jumlah Sekolah.678 1.614 6.215 1.1.349 921 1.445 49.044 25.Bab IV Sosial Tabel 4. Tangerang 6.278 168.079 173.215 95. Pandeglang 2.183 119.184 47.188 1.641 5.560 42. Serang Kota/Mun 5. Cilegon Banten 2003/2004 2002/2003 2001/2002 53 59 44 68 9 13 151 47 25.952 Sumber: Dinas Pendidikan Propinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 94 .869 30.786 316 4.315 6.088 1.264 2.631 6.299 180.685 5.333 5.853 161 171 1. Lebak 3.751 810 294 6. Students and Teacher in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Sekolah School Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Student Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teacher Negeri Public (6) Swasta Private (7) (1) Kab/Reg 1.282 175.

311 19.556 1.461 52.349 1.618 22.103 Sumber: Dinas Pendidikan Propinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 95 .588 70.274 4.205 5.853 2.081 416 165 2.1.477 13.903 31.239 53. Murid dan Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Banten Number of Senior High Schools.238 207 3.635 1. Serang Kota/Mun 5.963 3. Tangerang 4.Bab IV Sosial Tabel 4.514 53.036 37.820 118.536 5.996 8.575 3.056 11.067 1. Cilegon Banten 2003/2004 2002/2003 2001/2002 12 15 16 21 8 16 68 33 7. Students and Teacher in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Sekolah School Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Student Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teacher Negeri Public (6) Swasta Private (7) (1) Kab/Reg 1.307 6. Pandeglang 2.112 53. Tangerang 6. Lebak 3.524 2.945 390 675 542 665 50 225 979 608 13 4 81 89 79 60 51 11 187 353 338 211 8.5 Table Jumlah Sekolah.

320 68.618 760 2.286 300 73 823 834 699 776 1.238 228 4. Serang Kota/Mun 5.958 121 119 25 185 260 233 1. Tangerang 4. Students and Teacher in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Tangerang 6.895 9.758 60.876 Sumber: Dinas Pendidikan Propinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 96 .684 26.362 2.840 22. Pandeglang 2.987 4.665 3.523 613 4 2 18 13 12 11 47 8 157 146 138 228 4.365 2. Cilegon Banten 2003/2004 2002/2003 2001/2002 Sekolah School Negeri Public (2) Swasta Private (3) Murid Student Negeri Public (4) Swasta Private (5) Guru Teacher Negeri Public (6) Swasta Private (7) 6 2 1 3 10 7 63 22 1.130 910 11.694 2.494 9.357 9.184 63.1.714 1. Lebak 3. Murid dan Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Kejuruan di Banten Number of Senior Vocational High Schools.671 119.Bab IV Sosial Tabel Table 4.095 5.6 Jumlah Sekolah.760 9.

Pandeglang 2. Cilegon Banten (2) (3) (4) (6) 1 1 3 2 3 - 1 4 1 1 1 7 7 1 1 3 8 1 15 3 1 7 9 3 28 Sumber: Dinas Pendidikan Propinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 97 . Tangerang 4.Bab IV Sosial Tabel Table 4. Tangerang 6. Lebak 3.1. Serang Kota/Mun 5.7 Jumlah Perguruan Tinggi di Banten Number of University in Banten 2003 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Politeknik/ Akademi/ Academy Institut/ Institute Universitas/ University (5) Sekolah Tinggi/ (1) Kab/Reg 1.

911 670.977.094 2.958.671 270. Serang Kota/Mun 5.693 1.Bab IV Sosial Tabel Table 4.146.493 129.588 254.579 446.328.375 2.270 2. Tangerang 6.110.099 282.616 104.919 1.305 262.913.092.293.691 1.702 243.440 1.8 Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas menurut Pendidikan yang Ditamatkan dan Kabupaten/Kota di Banten Population Aged 10 Years and Over by Educational Attainment and Regency/Municipality in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality < SD (1) Kab/Reg 1.866 62.598 479.798 (2) Pendidikan Yang Ditamatkan Educational Attainment SD/Sederajat (3) SLTP (4) 389.256 1.676 487. Cilegon Banten 2003 2002 2001 172.130.976 407.784 1. Lebak 3.626 920.694 73.367 1. Tangerang 4.905.856 Banten Dalam Angka 2004 98 .461 2. Pandeglang 2.249.1.862 679.066 37.

924 1.378 4.212.970 2. (7) Jumlah Total (8) 3.119. Pandeglang 2.082 1. Cilegon Banten 2003 2002 2001 470.101 222.152 52.595 216.872 (5) Pendidikan Yang Ditamatkan Educational Attainment Dipl. BPS Banten Dalam Angka 2004 99 . Tangerang 6.646 880. Lebak 3. Tangerang 4.152 37.653 53.405.914 72. III-Univ.007.075 3.728.664 307.012 Sumber : Susenas 2004.468 9.350 3.344 76.659 106.604 135.782 264.654 1.402 849. I/II (6) Dipl.254 6.126.590 22.562 48.523. BPS Source : Economy Social Survey2004.984 7.369 597.804 2.335.279.198 6.008 12.366.446 7.744 11.492 1.695 220.240.445 46.362 15.320 1.Bab IV Sosial Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Regency/Municipality SLTA (1) Kab/Reg 1.774 69. Serang Kota/Mun 5.880 1.

436 39.445 31.761.254 6.758 23.240.270. Cilegon Banten 2003 2002 2001 Kemampuan Membaca dan Menulis Reading and Writing Ability Huruf Latin Latin (2) Huruf Lainnya Other (3) Tidak Dapat C nt a’ (4) Jumlah Total (5) 798.714 1.876 6. BPS Source : Economy Social Survey2004.848 72.597 1.007.197.320 1. BPS Banten Dalam Angka 2004 100 .646 880.326 3.728.1.098 182.366.416 849.782 264. Pandeglang 2. Lebak 3.636 363.744 1.335.181 12.484 21.881 477.433 95.594 6.892 11.446 7.012 Sumber : Susenas 2004.534.198 6.370 6.984 7. Serang Kota/Mun 5.552 94.769 812.219 376.940 5.327.523.252.970 11. Tangerang 6.804 889 81. Tangerang 4.668.192 111.Bab IV Sosial Tabel Table 4.126.691 2.970 2.9 Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Kepandaian Membaca dan Menulis dan Kabupaten/Kota di Banten Population Aged 10 Years and Over by Reading and Writing Ability and Regency/Municipality in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.393 47.652 260.300 378.

Tangerang 4.906 1.781 25 8 172 172 163 163 Sumber: Dinas Kesehatan Propinsi Banten Source : Health Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 101 .781 2. Pandeglang 2.1 Table Jumlah Rumah Sakit dan Puskesmas di Banten Number of Hospitals and Public Health Center 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.096 2. Cilegon Banten 2003 2002 2001 Rumah Sakit Hospitals Jumlah Tempat Tidur Total Beds (2) (3) Puskesmas Public Health Center (4) 1 3 7 3 121 200 975 292 29 33 41 36 7 3 24 24 15 15 1. Tangerang 6.Bab IV Sosial Tabel 4.135 183 2.2. Serang Kota/Mun 5. Lebak 3.

2. Serang Kota/Mun 5.442 662 482 807 Sumber: Dinas Kesehatan Propinsi Banten Source : Health Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 102 . Cilegon Banten 2003 2002 2001 (4) (5) 70 82 216 87 12 9 344 35 21 22 107 27 103 113 667 149 0 94 53 602 368 277 303 161 16 577 125 58 366 50 16 243 169 147 138 305 85 1.2 Jumlah Dokter Rumah Sakit Umum dan Puskesmas di Banten Number of Medical Doctors at Public Hospital and Health Center in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Dokter Umum General Practitioner (2) Dokter Ahli Medical Specialist (3) Dokter Gigi Dentist Jumlah Total (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2.Bab IV Sosial Tabel Table 4. Lebak 3. Tangerang 6. Tangerang 4.

889 195.240 74.104 159.506 209.599 200.923 43.257 7.145 196.810 209.220 7.029 25.920 199.763 158.894 36.282 24. Pandeglang 2.975 73.969 214.396 213. Serang Kota/Mun 5.453 39.856 35.864 202.079 34.554 73.3 Jumlah Penduduk Yang Diimunisasi Menurut Jenis Imunisasi di Banten Number of Immunized People by Kind of Immunization in Banten 2004 Kabupaten/ Kota Regency /Municipality (1) Kab/Reg 1.008 8.112 27.484 213.500 21.136 7.293 188.112 22.858 192.856 45.868 36.458 40.079 7.773 25.137 195.699 195.898 66.794 203.2.468 70. Tangerang 4.860 197.374 47.902 21.554 69.740 70.661 35.595 36.599 168. Tangerang 6.275 198.849 23.621 205.463 Sumber: Dinas Kesehatan Propinsi Banten Source : Health Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 103 .547 196.234 207.576 8.046 35. Lebak 3.349 219.488 42.786 198.998 42.084 22.372 23.899 23.751 7.Bab IV Sosial Tabel Table 4.051 23.255 24. Cilegon Banten 2003 2002 2001 BCG (2) DPT-I (3) Imunisasi/Immunization Campak DPT-II DPT-III Measles (4) (5) (6) Polio-I (7) Polio -IV (8) 26.696 198.042 209.594 216.

Bab IV Sosial Tabel Table 4.016 40.721 25.436 135.328 123.063 78.4 Jumlah Persalinan Menurut Penolong Persalinan di Banten Number of Birth by Kind of Personel in Charge in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.375 124.169 Sumber: Dinas Kesehatan Propinsi Banten Source : Health Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 104 . Cilegon Banten 2003 2002 2001 2000 Tenaga Medis Medical Personel (2) Dukun Terlatih Trained Midwife (3) 14.128 14.968 6. Pandeglang 2. Tangerang 4.961 24.996 1. Lebak 3.850 40.526 50.237 56.707 22.586 13.016 36. Tangerang 6.2. Serang Kota/Mun 5.834 4.453 29.732 5.646 7.375 50.

Pandeglang 2.5 Jumlah Tenaga Kesehatan Selain Dokter di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum di Banten Number of Health Personnels OTher Than Dokter at Public Health Center and Government Hospital in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.472 596 - Banten Dalam Angka 2004 105 . Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5.356 2. Cilegon Banten 2003 2002 2001 Sarjana Farmasi/ Pharmacy (2) SKM/ Health School (3) AKPER/ Nurse Academy (4) Perawat/ Nurse (5) 9 12 140 12 11 20 18 4 97 48 595 120 278 307 1.087 544 73 5 251 42 38 20 180 5 238 37 8 30 4 57 921 330 44 1 80 60 2. Tangerang 6.2. Lebak 3.Bab IV Sosial Tabel Table 4.

092 915 1411 13 7 91 91 13 16 5 141 93 576 99 78 1. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6.283 126 611 Sumber: Dinas Kesehatan Propinsi Banten Source : Health Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 106 .Bab IV Sosial Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Regency/Municipality (13) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Cilegon Banten 2003 2002 2001 Bidan/ Midwife (6) SPRG Paramedis Non Keperawatan / Not Nurse (8) Non Medis/ Not Medical (9) (7) 217 204 564 317 11 14 20 26 49 19 28 24 235 227 244 400 102 70 1. Lebak 3. Tangerang 4.474 1.

Lebak 3.Bab IV Sosial Tabel Table 4. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003 2002 2001 (2) (3) (4) (5) (6) 11 3 16 7 4 8 200 35 9 1 4 8 236 46 0 11 25 25 21 29 7 30 30 38 31 100 32 379 297 284 344 16 26 26 25 134 32 460 378 429 Sumber: Dinas Kesehatan Propinsi Banten Source : Health Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 107 .6 Jumlah Penyalur Obat di Banten Number of Medicine Distributors in Banten 2004 Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality Industri Farmasi Pharmaceuti cal Industry Pedagang Besar Farmasi Pharmaceuti cal Whole Sale Apotik Dispensaries Industri Kecil Obat Lainnya Other Drug Industry Jumlah Total (1) Kab/Reg 1.2. Pandeglang 2.

363 12.310 121.119 1.267 19.592 4. Tangerang 6.Bab IV Sosial Tabel 4.389 1.506 19.792 16.164 122.305 11.069 1.635 16. Serang Kota/Mun 5.869 17.866 71. Lebak 3.691 3.512 9.191 112.434 2.087 19.038 4.037 3. Cilegon Banten 2003 2002 2001 28.082 242.613 2.419 17.897 17.878 IUD IUD (2) MOP Vasectomy (3) MOW Tubectomy (4) Susuk Implant (5) Banten Dalam Angka 2004 108 .550 6.2. Tangerang 4.050 2.276 1.381 67.278 96.795 7.628 19.064 19.316 89.674 136 17. Pandeglang 2.117 118.54 5.247 1.7 Table Jumlah Akseptor Keluarga Berencana (Usia 15-49 Tahun Berstatus Kawin) Menurut Alat/Cara Kontrasepsi Yang Digunakan di Banten Number of Family Planning Acceptors by Method of Contraception Based on The Result of Family Registration in Banten 2004 Metode Jangka Panjang (MJP) / Long Term Method Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.

859 65.129 167.Bab IV Sosial Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.200 85.101 978. Serang Kota/Mun 5.253 378.591 22.160 2. Tangerang 4.668 39.812 1. Pandeglang 2.599 247.113 523. Lebak 3.346 38.863 25.826 16 3 47 18 62 156.658 255.937 1.139 96 263 1.011.049 Sumber: Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Propinsi Banten Source : National Family Planning Coordinating Board of Banten Banten Dalam Angka 2004 109 .327 107.565 3.097 31.337 7.125 254.062 47.847 186.168.192 911 318 3.479 130.703 274 27 1 121. Cilegon Banten 2003 2002 Non Metode Jangka Panjang (Non MJP) / Non Long Term Method Tradisional Suntik Pil Kondom & Lainnya Injection Pil Condom Traditional & Others (6) (7) (8) (9) Jumlah MJP dan Non MJP Total of MJP and Non MJP (10) 70. Tangerang 6.673 108.755 483.228 508.

288 255.362 192.543.035 29.197 875.663 627.203 79.708 848.395 18.393 80. Pandeglang 2.988 72.8 Jumlah Keluarga Pasangan Usia Subur Menurut Umur Isteri di Banten Number of Potential Couple by Age of Wife in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.669 1.459 18.781 217.301 3.253 1.756 1. Cilegon Banten 2003 2002 Umur Isteri / Age of Wife < 20 Tahun (2) 20 – Tahun 29 (3) >29 Tahun (4) Jumlah Total (5) 12.027 327.439 57.Bab IV Sosial Tabel Table 4.224 37.315 813.581 76. Serang Kota/Mun 5.198 Sumber : Sumber: Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Propinsi Banten Source : National Family Planning Coordinating Board of Banten Banten Dalam Angka 2004 110 .225 302.561 77. Tangerang 4.2.350 612.484.046 85. Lebak 3.816 19.180 168.378 102.727 1.655 593.159 202.982 118.583.718 99.429 141. Tangerang 6.063 15.

357 75.654 2002 221.508 268.223 19.797 306.079 947 101.Bab IV Sosial Tabel Table 4.310 43. Pandeglang 2.9 Jumlah Keluarga Sejahtera Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera di Banten Number of Prosperous Family by Level of Prosperous Family in Banten 2004 Keluarga Sejahtera Tahap Pra Sejahtera/ Prosperous Family Step Prosperous Before Bukan Alasan Alasan Jumlah/ Ekonomi/ Ekonomi/ Total Economy Not Reason Economy Reason Keluarga Sejahtera Tahap I/ Prosperous Family Step I Bukan Alasan Alasan Jumlah/ Ekonomi/ Ekonomi/ Total Economy Not Reason Economy Reason Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.733 317.379 20.535 50.854 105.2.912 75.225 40.590 264.466 90. Tangerang 6. Serang Kota/Mun 5.108 308.967 41.691 151.334 6. Cilegon Banten (2) (3) (4) (5) (6) (7) 54.713 60.044 212.052 30.587 87.499 163.965 Banten Dalam Angka 2004 111 .030 272.168 570.857 95. Lebak 3.852 36.743 4.317 4.993 85.310 11.844 47.688 59.693 17.913 100.285 59.680 2003 221.002 69.991 314. Tangerang 4.426 322.822 4.274 577.530 6.616 577.736 43.651 10.483 20.975 16.698 65.380 305.604 100.

185 382.921 104. Cilegon Banten 2003 2002 (8) (9) (10) (11) 46.890 180.883 13.461 81.330 25.608 453.702 19. Lebak 3.334 91.906 1. Tangerang 6.092 125.664 249.881 358.884 53.989 73.111 121.476 64.189 66.789 32.629 574.470 8.236 Sumber: Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Propinsi Banten Source : National Family Planning Coordinating Board of Banten Banten Dalam Angka 2004 112 .921 489. Pandeglang 2.082.383 7.468 138. Tangerang 4.340 531.799 27.688 366.611 1.848.831 196.971 118.053 111.185 36.Bab IV Sosial Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Regency/Municipality Keluarga Sejahtera Tahap II/ Prosperous Family Step II Keluarga Sejahtera Tahap III/ Prosperous Family Step III Keluarga Sejahtera Tahap III Plus/ Prosperous Family Step III Plus Jumlah Total (1) Kab/Reg 1. Serang Kota/Mun 5.977 65.919.139 1.943 5.

360 2.422 2. Lebak 3.1 Table Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Luas Lantai Rumah di Banten Number of Household by Regency/Municipality and Area of House Floor in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.695 4.180.Bab IV Sosial Tabel 4.107 369.596 767.160 14.669 260.800 90.154 98.324 101.964 136.987 62.855 38.813 177.684 655.246 120.330 150. Pandeglang 2.149 (5) 150+ (6) Jumlah/ Total (7) 7.592 13.987.839 199.714 764.415 119. Serang Kota/Mun 5.185 172.49 (3) 50 -99 (4) 100 .152 114.496 286.557 77.498 154.209 235.460 24. Cilegon Banten 2003 2002 Luas Lantai / Area of Floor < 20 (2) 20 .875 21.861 2.675 1. BPS Banten Dalam Angka 2004 113 .990 4.955 13.026.100 1.565 52.241 78.715 226. Tangerang 6.395 6.609 934.585 825 0 10.217 948.052 43.336 1.169.502 25.130 Sumber : Susenas 2004.3. BPS Source : Economy Social Survey2004.520 80.771 386.798 729.896 419.820 227.718 157. Tangerang 4.350 79.

760 7. Serang Kota/Mun 5.330 4.731 677.3. Pandeglang 2.235 2.603 4.593 Banten Dalam Angka 2004 114 .339 3.807 445 0 8.877.931 7.745 8.875 1.808 1.915 76.318 1.365 1.516 10. Lebak 3.169 4.852 1.309 3.859.715.175 16.541 10.278 202. Cilegon Banten 2003 2002 Beton Concrete (2) Genteng Roof Tile (3) Sirap Shingle (4) Seng Zinc Roof (5) 1.411 2.216 57.Bab IV Sosial Tabel 4.232 71. Tangerang 6.540 396.957 15.115 0 35. Tangerang 4.367 236.2 Table Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Atap Terluas di Banten Number of Household by Regency/Municipality and The Widest of Ceiling Type in Banten 2004 Jenis Atap Terluas / The Widest of Ceiling Type Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.210 30.325 287.646 354 3.

375 35.084 110.780 0 369.422 2.860 1.713 3.360 2.137 286.904 1. Tangerang 65.688 5.896 4.373 1.180. Serang 575 10.496 2.Bab IV Sosial Lanjutan Continued Jenis Atap Terluas / The Widest of Ceiling Type Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg Asbes Asbestos (6) Ijuk/Rumbia Palm Fiber (7) Lainnya/Other (8) Jumlah/ Total (9) 1.350 6.519 16.695 77.602 92.726 764. BPS Banten Dalam Angka 2004 115 .336 1.987.169. Lebak 379 39.714 3.298 79. Pandeglang 1.375 6. BPS Source : Economy Social Survey2004.309 135 7. Cilegon Banten 2003 2002 520 126. Tangerang 57.150 419.798 Sumber : Susenas 2004.157 130 94.795 1.060 115.540 260.520 Kota/Mun 5.

751 369.3.600 216.909 1.790.422 2. BPS Banten Dalam Angka 2004 116 . Pandeglang 2.100 1.336 1.714 764.957. Tangerang 4.027 260. Lebak 3.987.493 36.380 15.953.822 1.896 419.260 222.047 26.841 678.180.Bab IV Sosial Tabel 4.350 79.873 86.700 3. Cilegon Banten 2003 2002 Jenis Lantai Terluas The Widest of Floor Type Bukan Tanah Non Ground (2) Tanah Ground (3) Jumlah Total (4) 224. BPS Source : Economy Social Survey2004.427 196.3 Table Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Lantai Terluas di Banten Number of Household by Regency/Municipality and The Widest of Floor Type in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.650 76.520 342.116 270.496 286.187 54. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6.169.798 Sumber : Susenas 2004.709 365.360 2.

612.496 286.180. BPS Source : Economy Social Survey2004.Bab IV Sosial Tabel 4.074 3.230 1.422 2.169.578 3.032 94.221 445 135 10.250 19.714 764.606 1.537 128.987.357 1. Tangerang 6.108 88.705 120.797 377.600 96.3. Cilegon Banten 2003 2002 Jenis Dinding Terluas / The Widest of Wall Type Tembok /Wall (2) Kayu/ Wood (3) Bambu/ Bambo (4) Lainnya/ Others (5) Jumlah/ Total (6) 119.115 708 758 4.668 7.450 260.292 28.360 2.143 17.340 395 414.701 369. BPS Banten Dalam Angka 2004 117 .539 69.798 Sumber : Susenas 2004.119 641.518.336 1. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5.545 90. Pandeglang 2.111 339.455 2.896 419.350 79.870 8.520 355.110 76.388 29.4 Table Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Dinding Terluas di Banten Number of Household by Regency/Municipality and The Widest of Wall Type in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.006 5.659.863 128. Lebak 3.641 445.

898 4.396 12.496 286.520 368. Tangerang 6.717 1.092 233. BPS Source : Economy Social Survey2004. Cilegon Banten 2003 2002 Sumber Penerangan / Source of Lights Listrik PLN (2) Listrik Non PLN (3) Petromak/ Aladin (4) Pelita/ Sentir/ Obor (5) Lainnya Other (6) Jumlah/ Total (7) 223.350 79.740 1.714 764.987.313 1. Pandeglang 2.966 369.956.817.3. Serang Kota/Mun 5.422 2.798 Sumber : Susenas 2004.5 Table Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Sumber Penerangan di Banten Number of Household by Regency/Municipality and Source of Lights in Banten 2004 Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1.994 50.029 445 5.477 127. Lebak 3.786 14.248 379 6.Bab IV Sosial Tabel 4.927 5.360 2.015 2.180.190 11.896 419.005 7.039.300 260.612 2. Tangerang 4.045 118. BPS Banten Dalam Angka 2004 118 .078 - 30.941 550 1.300 12.015 77.017 22.169.895 2.821 19.558 396.654 741.675 1.647 1.439 966 4.336 1.736 194.136 890 1.

852 54.735 408.896 419.180.843 369.3.366 132.594 79. Pandeglang 2.336 1.260.140 245. Serang Kota/Mun 5.475 499.738 49.023 205. Tangerang 6.991 157.169.945 62. Cilegon Banten 2003 2002 Fasilitas Air Minum / Drinking Water Facility Sendiri/ Self (2) Bersama/ Togetter (3) Umum/ Public (4) Tidak Ada/ Not there (5) Jumlah/ Total (6) 125.413 1.Bab IV Sosial Tabel Table 4.496 286.040 12.286 270.305 5.193 211. Tangerang 4.994 201.350 79.422 2.345 96. BPS Source : Economy Social Survey2004.418 38.173.237 213.004 32. Lebak 3. BPS Banten Dalam Angka 2004 119 .987.714 764.216 32.290.520 238.697 407.622 1.798 Sumber : Susenas 2004.486 425.360 2.780 235.6 Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Fasilitas Air Minum di Banten Number of Household by Regency/Municipality and Drinking Water Facility in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.506 56.166 23.485 3.086 32.735 66.705 1.001 58.671 260.520 57.279 53.

3.430 19. Tangerang 713 33.Bab IV Sosial Tabel Table 4.045 - 17.947 351.053 2.310 14.839 3.933 6.7 Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Sumber Air Minum di Banten Number of Household by Regency/Municipality and Source of Drinking Water in Banten 2004 Sumber Air Minum / Source of Drinking Water Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg Lainnya Others (2) Air dalam Kemasan Packaged (3) Leding ledeng (4) Pompa Pump (5) Sumur Well (6) 1.114 168.494 11.571 163.280 425.140 131.585 Banten 2003 2002 10. Tangerang 445 23.559 835. Cilegon 0 11.677 142.307 785.820 31.499 802. Pandeglang 2.249 29.622 164.994 828. Lebak 0 379 28.012 21.428 Banten Dalam Angka 2004 120 .939 4.698 130.145 8. Serang 7.991 Kota/Mun 5.804 83.461 213.776 74.949 599.622 21.113 272.960 89.662 680.049 135.720 205.291 15.900 6.

649 8.541 354 0 2. Tangerang 4.180.336 1.036 21.097 369.520 0 2.215 164. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003 2002 Sumber Air Minum / Source of Drinking Water Mata Air Springs (7) Air Sungai River (8) Air Hujan Rain (9) Jumlah/ Total (10) 39.976 21.882 49.483 260. Serang Kota/Mun 5.934 - 0 0 25.350 79.360 2.180 24.987. Pandeglang 2. Lebak 3.896 419. BPS Source : Economy Social Survey2004.169.239 12.139 23.714 764.556 64.559 149263 0 0 35.603 0 1. BPS Banten Dalam Angka 2004 121 .496 286.422 2.517 32.541 196.Bab IV Sosial Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.798 Sumber : Susenas 2004.

773 19.749 44.112 602.280. Tangerang 4.26 10.45 24.591 629.99 573.58 22.438.92 3.770.90 1.230 80.672. Tangerang 6.663 375. Lebak 3.1 Rekapitulasi Produksi Sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional di Banten Production of Sertificate by National Land Affair Board in Banten Hingga/Until 2003 Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1.585.92 3.381.422.464.06 107.474.133 4.98 3.76 6.13 26.498 52.278.87 28.155.517.29 119.Bab IV Sosial Tabel Table 4.222 27.060 4.635 11.14 25 16 3 3.4.73 89.800 296.395. Serang Kota/Mun 5. Pandeglang 2.84 Banten Dalam Angka 2004 122 .187 254.10 20.558.04 6.30 20.539.422 770.06 3.981 410.669 6.91 2.516.63 45 44 7.384. Cilegon Banten 2002 Hak Milik Proprietary Rights Bidang Field (2) Luas Area (ha) (3) Hak Guna Usaha Concession Used Right Bidang Field (4) Luas Area (ha) (5) Hak Guna Bangunan/ Building Used Right Bidang Field (6) Luas Area (ha) (7) 60.382.888.

323.19 Banten Dalam Angka 2004 123 .406.Bab IV Sosial Lanjutan Continued Hak Pakai/ Used Right Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.000 594. Tangerang 6.23 10.846.961. Lebak 3.029.06 2.04 220.845.783.38 10.93 322. Tangerang 4.25 4.140 3.32 30 22 196 194 2. Pandeglang 2.15 310. Serang Kota/Mun 5.03 1.19 2.73 289.519.90 380 554 573 981 2.00 4. Cilegon Banten 2002 437 215 3.961.34 Bidang Field (8) Luas Area (ha) (9) Hak Pengelolaan/Management Right Luas Bidang Area Field (ha) (10) (11) 2 3 15 124 5.18 1.

583 640 56.38 172. Tangerang 4.00 172.02 Sumber: Badan Pertanahan Nasional Propinsi Banten Source : National Land Board of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 124 .60 785.45 98. Serang Kota/Mun 5.32 64.97 532 124 1. Cilegon Banten 2002 1.389 1.953.953.Bab IV Sosial Lanjutan Continued Hak Sarusun Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.38 543 2.525 17. Pandeglang 2.752 302.752 1.60 38.02 64.203 2.00 63. Lebak 3.94 Bidang Field (12) Luas Area (ha) (13) Tanah Wakaf Bidang Field (14) Luas Area (ha) (15) 101 862 129 3. Tangerang 6.377.54 422.967 26.

Cilegon Banten 2002 Jumlah PPAT Total PPAT PPAT Sementara/ Provisional (2) PPAT Notaris/ Notary (3) Jenis Akta/Produksi (Jumlah Akta) Kind of Acta/ Production (Total Acta) Pembagian Pelepasan Tukar Hak Jual Beli Hibah Hak/ Bersama/ Menukar Right Purchasing Gift Exchange Right Free Division (4) (5) (6) (7) (8) 24 19 25 32 61 66 240 143 3.925 2. Tangerang 6.230 323 194 1.631 38.283 11.4.928 437 230 64 847 634 1 1 36 3 206 213 - Banten Dalam Angka 2004 125 . Pandeglang 2.290 9.531 292 210 371 538 164 79 196 114 4 9 12 9 1 6 - 13 8 121 118 102 32 644 346 9. Lebak 3. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 4.185 2.Bab IV Sosial Tabel Table 4.845 12.2 Jumlah Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) dan Penerbitan Akta di Banten Number of Land Certificate Legal Maker and Certificate Publishing in Banten 2004 Wilayah Kerja Kabupaten/Kota Work Area Regency/City (1) Kab/Reg 1.

857 14.525 14. Pandeglang 2.574 463 3.265 556 743 5.037 1.Bab IV Sosial Lanjutan Continued Wilayah Kerja Kabupaten/Kota/ Region Work Area Regency/City (1) Kab/Reg 1.122 4.MHT (10) Jumlah/ Total (11) 311 294 553 723 435 447 435 3.764 Sumber: Badan Pertanahan Nasional Propinsi Banten Source : National Land Board of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 126 . Lebak 3. Serang Kota/Mun 5.738 195 12.328 12.918 1. Tangerang 4. Tangerang 6.815 4.392 3. Cilegon Banten 2002 Jenis Akta/Produksi (Jumlah Akta) Kind of Acta/ Production(Total Acta) APHT (9) SK.096 51.

Penganiayaan/Torture 5.113 1. Pencurian dengan kekerasan (Curas) 2 . Pencurian dengan pemberatan (Curat) 3.106 920 1001 1.Bab IV Sosial Tabel Table 4. Narkotika/Narcotics Jumlah/Total 2003 2002 2001 2000 Sumber : Polda Propinsi Banten Source : Police Official of Banten Province Tindak Kejahatan/ Crime Tindak Pidana (2) 94 262 277 134 189 83 67 1. Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) 4. Penggelapan/Fraud 7. Penipuan/Cheated 6.029 Penyelesaian Tindak Pidana (3) 46 211 35 98 71 40 76 577 552 568 658 607 Banten Dalam Angka 2004 127 .4.3 Banyaknya Tindak Kejahatan Yang Terjadi Menurut Jenis Kejahatan di Banten Number of Crimes Commited by Type of Crime in Banten 2004 Jenis Kejahatan Type of Crime (1) 1.

BPS Source : Village Potential. Mushola. Serang Kota/Mun 5. ST 2003. Tangerang 4.4. Pandeglang 2.4 Table Jumlah Masjid. Tangerang 6. Pura/Kuil dan Vihara Menurut Kabupaten/Kota Number of Mosque. Gereja.Bab IV Sosial Tabel 4. Lebak 3. Private Mosque. ST 2003.Churchand Temple by Municipality 2003 Mushola Private Mosque (3) Gereja Churches P K (4) (5) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. BPS Banten Dalam Angka 2004 128 . Cilegon Banten Masjid Mosque (2) Pura/Kuil Temples (6) Vihara (7) 1492 1525 1555 1921 2808 2818 5792 4305 2 31 116 6 0 1 15 1 0 0 2 0 0 2 24 1 492 331 7316 1207 429 17359 59 0 214 11 0 28 4 0 6 25 0 52 Sumer : Potensi Desa .

Serang Kota/Mun 5.123 129 15 7. Pandeglang 2.051 110.617.658 8.577 65 9.492 1.242 713 16 2.659 92.263 124.707 34.404 81.072 5.Bab IV Sosial Tabel Table 4.943 5.695 10. BPS (Angka Sementara) Source : Updating P4B.888 40 15.843 157.4.306. Lebak 3.5 Jumlah Penduduk Menurut Agama di Banten Number of Population by Religion in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1.510 1.563 1.976.125.110 243 930 50.253 3.397 8. Cilegon Banten Agama/ Religion Islam/ Protestan/ Katholik/ Moeslim Protestant Catholic (2) (3) (4) Hindu/ Hindu (5) Tidak Terjawab/ Not Budha/ Khonghucu/ Lainnya/ Respon Budhha Khonghucu Others (6) (7) (8) (9) 1.628 1. Tangerang 6. BPS (Preliminary) Banten Dalam Angka 2004 129 .945 1.846 3.613 318.280 Sumber : Updating P4B.551 23.798 772 1.952 4.150 203 57.959 577 237 1. Tangerang 4.878 1.092 1.950 60.630 47 115 3.626 8.817 47.111.982 9 82 1.778.853 32.213 42.440 2.

758. Banten Source : Department of Religious.Bab IV Sosial Tabel 4.677 967.000.000 Musim Haji Periode (1) 2000 Calon Jemaah Haji Applicant (2) - 2001 - - - 63.500+US $2.675 967.675 2002 4.000 800.866 4. Regional Office of Banten Banten Dalam Angka 2004 130 .6 Table Jumlah Calon / Jamaah Haji dan Besarnya Biaya Musim Haji Number of Aplicants / Pilgrims and cost to Mecca 2000-2004 Jemaah Haji Berangkat Leaving (3) Jemaah yang Batal Cancelling (4) Besarnya ONH (000 Rp) cost (5) 17.216 - Sumber : Kanwil Departemen Agama Prop.4.110 40 2004 5.865 - 2003 5.150 5.216 5.500+US $2.000+US $2.

4.263 650 266 2.216 5. Regional Office of Banten Banten Dalam Angka 2004 131 . Tangerang 6. Tangerang 4.736 2.480 2. Pandeglang 2.601 2. Banten Source : Department of Religious.603 1250 506 5.865 Sumber : Kanwil Departemen Agama Prop. Lebak 3. Cilegon Banten 2003 2002 Jumlah Total (5) 283 218 627 512 327 234 675 584 610 452 1302 1096 600 240 2.509 2.Bab IV Sosial Tabel 4.7 Table Jumlah Jamaah Haji Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota Number of Aplicantsfor Pilgrims by Sex and Municipality 2004 Jenis Kelamin Sex Laki-laki Perempuan Male Female (3) (4) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.110 4. Serang Kota/Mun 5.

4.550 1.8 Table Tingkat Usia Jamaah Haji Number of Pilgrims by Age Group 2004 Kelompok Umur Age Group 31.233 1.096 75 37 410 437 589 250 124 1.40 41.250 506 5. Regional Office of Banten Banten Dalam Angka 2004 132 . Pandeglang 2.839 1548 461 182 1.517 1.709 1.865 Sumber : Kanwil Departemen Agama Prop. Serang Kota/Mun 5.216 5.317 1178 464 163 1. Banten Source : Department of Religious. Tangerang 6.110 4. Cilegon Banten 2003 2002 0 -30 51+ Jumlah Total 59 32 105 102 136 119 321 283 166 127 463 326 249 174 413 385 610 452 1.Bab IV Sosial Tabel 4.50 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.864 1.302 1. Lebak 3. Tangerang 4.

Bab IV Sosial Tabel 4.035 Banten Dalam Angka 2004 133 .030 - 127 2. Cilegon Banten 2003 Sumber : Dinas Sosial Propinsi Banten Source : Social Official of Banten Jumlah Kepala Keluarga (KK) Family (2) Jumlah Jiwa Person (3) 389 860 115 1. Lebak 3. Pandeglang 2.207 71.9 Table Jumlah Korban Bencana Alam Menurut Kabupaten/Kota Number of Natural Disaster Outcomes by Reg/Mun 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Tangerang 4.223 14.702 5.4. Tangerang 6. Serang Kota/Mun 5.

Pandeglang 2.10 Table Jumlah Lembaga Sosial/Panti Sosial Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Social Placed byReg/Mun in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Serang Kota/Mun 5. Cilegon Banten 2003 Panti Werda Home for Disabled (2) Panti Asuhan Orphanages (3) Lainnya Other (4) 1 2 4 1 15 21 14 31 5 4 1 - 3 11 11 18 9 108 2 12 7 Sumber : Dinas Sosial Propinsi Banten Source Social Official of Banten Banten Dalam Angka 2004 134 . Tangerang 6.4.Bab IV Sosial Tabel 4. Tangerang 4. Lebak 3.

yang lainnya meningkat.8 nampak bahwa komoditas padi terbesar produksinya berasal dari Pandeglang disusul Serang dan Lebak. The central of soybeans production is in Pandeglang (95%). even the other increase.79% in production.495 ton (GKG) naik sebesar 120. Serang and Lebak has the biggest contribution of paddy productivity.1.572 ton dibanding produksi tahun 2003. Hampir 80 % produksi padi Banten berasal dari daerah ini.36% and 41.89%).1. soybeans as a one of superior commodity in Banten significant increase both the productivity and the production.1 Pertanian Tanaman Pangan a. Kenaikan ini dipengaruhi oleh naiknya luas panen dan produktivitas masing-masing sebesar 4. Dari 4 jenis palawija yang meningkat produksinya.812.1.8.22 %. Sentra produksi kedelai hampir semuanya (95 %) berada di Pandeglang.13 % compared to 2003 production.89 % disamping itu produktivitasnya meningkat meskipun sedikit (1. In 2004. Regency of Pandeglang. only production of soybeans and mungbeans decrease 5. Padi dan Palawija Sejak propinsi Banten terbentuk (2000) produksi padi Banten terus meningkat.13 % dibanding tahun sebelumnya.79 %) and productivity (2. kedelai menunjukkan peningkatan yang paling besar yaitu 41.2 to 5. Dari 6 (enam) jenis komoditas kelompok palawija. hanya kacang hijau dan ubi jalar yang produksinya sedikit mengalami penurunan masingmasing sebesar 5.96 % dan 2.495 tons (dry unhusked paddy/DUP) or increase 120. The productivity of soybeans increases 1.1.36 %). the productivity of paddy provides 1. Produksi padi Banten pada tahun 2004.812. produksinya kembali meningkat sebesar 7.2 hingga 5.79 % dan 2. more over in 2004 the production significant increase 7. Increasing of soybeans production is affected by increasing of harvested area (39. It more than 80 % of production in Banten comes from those regencies.Bab V Pertanian 5.65 %. Ini lebih disebabkan oleh meningkatnya luas panen yang mencapai 39.79 %. 1 Food Crops Agriculture a. This increasing is influenced by increasing of harvested area (4.96% and 2. Banten Dalam Angka 2004 5. Among 4 commodities of secondary crops. the production of paddy always increase. seperti ditampilkan mulai tabel 5. pada tahun 2004 ini. Based from Table 5.65% respectively.22 %). 137 . tercatat sebanyak 1. Among 6 commodities of secondary crops. Paddy and Palawija Since Banten Province has been formed (2000).572 tons compared to 2003 production. Lebih jauh melihat kontribusi daerah Kabupaten/kota.

Lebak dan Serang. kangkung dan kacang panjang masing-masing tercatat 50. Horticultures We have effort to improve the data of horticultures such as vegetables. Populasi tanaman ini banyak terdapat di Kabupaten Serang. Banten Dalam Angka 2004 138 . another popular commodity. In 2004. Untuk jenis tanaman sayuran semusim. This crop can be easily found in Regency of Serang. tahun ini datanya diupayakan lebih lengkap dibanding tahun lalu. Komoditas ini mampu menyerap banyak tenaga kerja di pedesaan melalui usaha industri emping melinjo yang pada tahun 2004 produksinya tercatat sebesar 47.838 tons). The data is more complete than before. Lebak and Pandeglang. Emping melinjo yang merupakan makanan khas Banten.912 tons) and long beans (30.604 ton. Meanwhile. Sedangkan untuk buahbuahan semusim yang terbanyak adalah semangka dengan total produksi 1. obat-obatan dan tanaman hias. untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Hortikultura Tanaman hortikultura yang terdiri dari tanaman sayuran.404 ton. Lebak dan Pandeglang.404 tons) is the biggest production of seasonal fruit crops. This commodity can absorb so many labor forces in rural area.912 ton dan 30.Bab V Pertanian b. water melon (1.097 tons). 26.652 tons in 2004. Emping melinjo (fried chips made of Gnetum gnemon fruit). The potential of annual vegetables and fruit crops in Banten are big enough. buah-buahan.652 ton. pada tahun 2004 di Banten terdapat 3 (tiga) jenis dengan produksi paling banyak yaitu ketimun.604 tons.838 ton.097 ton. has been produced 47. populasinya memang cukup banyak terutama di Kabupaten Pandeglang. medicine crops and decoration plants. durian as a popular fruit and expensive enough has stated production 19. swamp cabbage (26. fruits. Potensi jenis tanaman sayuran dan buah-buahan tahunan di Banten juga cukup besar. b. The biggest productions of seasonal vegetable crops in 2004 are cucumber (50. Durian misalnya yang merupakan jenis makanan yang banyak disukai masyarakat dan harganya tergolong mahal pada tahun 2004 produksinya tercatat sebesar 19.

Private Estate and smallholder estate.479. The important commodities of smallholder estate were coconut. Sementara tanaman hias. dan kelapa yang tahun 2004 ketiga jenis tanaman perkebunan tersebut masing-masing mencatat produksi sebesar 56.586 ton (bok).24 tons. Perkebunan Besar Swasta dan Perkebunan Rakyat yang disajikan ke dalam tabel 5. coconut and oil palm in Banten with 8.114 ton (sheet) dan 25 ton (kopra).2. 320.2 Estate Crops The estate data is classified in 3 group as National Large Estate. Perusahaan Besar Negara selama ini mengusahakan tanaman karet.33 hectares. oil palm and rubber.796 hectare in wide total. turmeric (1.796 hektar.25 tons) and mengkudu (1. Dari kelompok tanaman perkebunan rakyat. The number of medicine crops were laos (1.46 juta tangkai. In that area 1.25 ton dan 1.586 tons (in box).092.114 tons (in sheet). The estate crops area managed by National Large Estates Company is 1.23 hectare cultivated area that plant produced 1.63 ton .10 tons). National Large Estates Company has managed several commodities such as rubber. karet.10 ton.18 hectares are cultivated area with production is 1.1 sampai dengan 5. Kunyit dan Mengkudu masingmasing 1.2. In 2004.2. In 2004.46 stalk of orchid. private estate companies stated the production of cocoa is 56. with 28.303. kelapa sawit dan karet. These commodities give more advantage of people mainly economic sector. 5.Bab V Pertanian Untuk kelompok tanaman obatobatan terbanyak adalah Laos.23 hektar menghasilkan 1. budi daya anggrek merupakan tanaman yang terbanyak. Among decorative plants orchid is the most popular.2 Perkebunan Data perkebunan ini dibagi dalam 3 (tiga) kelompok yaitu Perkebunan Besar Negara. and coconut is 25 tons (in copra). Sementara Perusahaan Perkebunan Besar Swasta di Banten.2. Pada tahun 2004 dari luas areal 28. Orchid can be easily found in Regency of Tangerang. 3 (tiga) komoditas utama yang merupakan tumpuan perekonomian rakyat adalah kelapa. Komoditas ini terbanyak di kabupaten Tangerang. These data is provided in Table 5. mengusahakan komoditas tanaman kakao. kelapa dan kelapa sawit dengan mempergunakan total areal seluas 8.9. 139 Banten Dalam Angka 2004 .63 tons). 1. rubber is 320.1 to 5. 5.9.

Forestry The total area of production forest stated 42.845 hektar (65 persen) diantaranya berada di kabupaten Pandeglang.3.845 hectares of that area is in Pandeglang.669 hektar.510 m3 dengan nilai sebesar Rp 3.970 tons (fresh fruit) of palm oil and 7. production of teak wood reached 16. Sementara emping melinjo yang merupakan makanan khas Banten pada tahun 2004 mencatat produksi sebesar 8.315 ton (kopra). In 2004 the smallholder estates has produced 8. the area of protection forest is 7.538 hectares.894 hektar. 37. Untuk jenis kayu rimba tercatat sebesar 9.538 hektar dimana 27. The kind of forest production can be recorded were teak wood and jungle wood. More over. About 65% or 27.315 tons (copra) of coconut. Banten Dalam Angka 2004 140 . Sementara itu jenis produksi hutan Banten yang tercatat adalah kayu jati dan kayu rimba. 5.4.970 ton (TBS) dan karet 7.190 hektar.549 m3 with value more than Rp 27 billion. In 2004 production of these commodities are 50. Meanwhile. Lebak dan Serang.894 hectares. the total area of national forest reached 80.Bab V Pertanian Pada tahun 2004 ketiga komoditas ini mencatat produksi kelapa 50.669 hectares cultivated areas.4.323 ton (sheet). Selanjutnya Tabel 5. That area spread in Pandeglang. Lebak and Serang. Kehutanan Luas hutan produksi di Banten pada tahun 2004 tercatat seluas 42.3.4 milyar. That production comes from 5.323 tons (sheet) of rubber.510 m3 or more than Rp 3.4.799 tons (emping) of melinjo.1 sampai dengan 5.799 ton (emping).3. Lebih jauh informasi tentang kehutanan dapat disimak pada tabel 5.549 m3 dengan nilai sebesar Rp. 27 milyar lebih. In 2004. 5.4 billion in value. Kayu jati pada tahun 2004 produksinya mencapai 16. kelapa sawit 37.190 hectares. menginformasikan bahwa total luas kawasan hutan negara di Banten tercatat sebesar 80. Areal tersebut berada di kabupaten Pandeglang.2. Sedangkan hutan lindung menurut data dari Perum Perhutani KPH Banten seluas 7. Produksi ini berasal dari tanaman produktif seluas 5. Production of jungle wood is 9.

Untuk memenuhi kebutuhan akan sapi potong ini telah dimasukan sebanyak 47.209. population of buffalo is 204. In that year.6 million). data perkembangannya ditampilkan mulai Tabel 5.775 ekor (tabel 5.209 ekor. In 2004.2) Untuk kelompok ternak kecil.2 juta dan 6. 141 .2 million) and broiler (6. namun jumlah populasinya masih kurang. Hingga tahun 2004 di Banten populasi ternak besar jenis kerbau masih merupakan ternak terbanyak di antara ternak lainnya.4.4 Peternakan Ternak merupakan salah satu sumber bahan makanan protein hewani. In 2004. buffalo has a lot of amount among large livestock in Banten. Number of cattle was slaughtered both in slaughterhouse or not is 51.457 and cattle are 12.4. Dua jenis unggas yang terakhir ini terbanyak Banten Dalam Angka 2004 5. Jumlah sapi potong tercatat sebanyak 12. 4 Livestocks Livestock was one of animal protein food material.Bab V Pertanian 5.12. hingga Tabel 5. Pada tahun ini tercatat sebanyak 204.977. production and incoming/outgoing livestock of Banten province by kind of livestock and fowl. the two biggest populations of poultry are native poultry (10. layer (9. The population of sheep is 595.775 tail. 12.420.5. sedangkan sapi potong meskipun ternak jenis ini banyak dipotong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kambing sebanyak 652. growth data was shown at table 5.953 and goat is 652.457 ekor.2 million). Ayam buras atau ayam kampung pada tahun 2004 tercatat sebanyak 10. Dari tabeltabel tersebut dapat disimak antara lain populasi dan produksi serta ternak keluar/masuk Propinsi Banten dari masing-masing jenis ternak dan unggas.6 juta ekor. For fulfilling of cattle it has came in Banten 47.4.1 to table 5.1.977 ekor sementara domba 595. 4.953 ekor. At those tables were shown as population. domba dan kambing jumlah populasinya relatif tidak berbeda jauh.2 juta ekor sedangkan ayam ras petelur dan pedaging masing-masing 9.420 ekor sementara yang dipotong baik di RPH maupun diluar RPH mencapai 51. There is no a big difference of small livestock population between sheep and goat.

6. Adapun jumlah armada penangkapan ikan laut berjumlah 4.122 kapal motor dan perahu layar berbagai jenis sebanyak 141 buah.5 Perikanan.18 thousand tons where about 53.134 units of out board motor boat. Banten Dalam Angka 2004 142 . 5. fishery production reached about 54. Tabel 5. production of fishery aquaculture is 76.5. Sementara armada penangkapan ikan sangat sederhana dan tradisional yaitu.18 ribu ton dimana hampir seluruhnya atau 53. 1.134 motor tempel.5. 5 Fishery In 2004.1.07 %) berasal dari penangkapan perikanan laut.42 ribu ton ( 12.42 thousand tons comes from brackish production. Jukung as simple and traditional boat still applied by Banten fisherman is about 407 units.68 ribu ton ( 99. Meanwhile. 5. menunjukkan perkembangan data perikanan baik produksi ikan hasil usaha penangkapan maupun hasil budidaya. Sementara itu produksi perikanan yang berasal dari usahabudidaya tercatat sebanyak 76. 1.804 buah yang terdiri dari 3. Produksi perikanan pada tahun 2004 yang berasal dari usaha penangkapan tercatat sebesar 54. jukung masih cukup banyak dipergunakan nelayan Banten yaitu sebanyak 407 buah. About 12.Bab V Pertanian dibudidayakan oleh peternak di kabupaten Tangerang dan Serang. sampai dengan Tabel 5. The number of marine fishery boat is 4. Dari jumlah tersebut terbanyak dari usaha budidaya tambak yaitu sebesar 9.32 ribu ton.07%) comes from marine fishery.43 %).804 units consists of 3.122 units of in board motor boat and 141 units of small sailing boat.68 thousand tons (99.43% or 9.32 thousand tons.

Bab V Pertanian Grafik 5.1. Luas Panen Padi dan Palawija Menurut Kabupaten di Banten Tahun 2004 (Hektar) (Hektar) 120000 L u 100000 a 80000 s P a n e n 60000 40000 20000 0 Pandeglang Lebak T angerang Serang Kabupaten Grafik 5. Produktivitas Padi dan Palawija Menurut Kabupaten di Banten Tahun 2004 (Kuintal/Hektar) (Kuintal/Ha) 60 P r o d u k t i v i t a s 50 40 Pandeglang Lebak Tangerang Serang Kabupaten Banten Dalam Angka 2004 143 .2.

00 5.13 103.3.Bab V Pertanian Grafik 5.00 3000.267. Produksi Perikanan Tangkap dan Budidaya Menurut Kab/Kota Tahun 2004 (Ton) 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Pandeglang Tangerang Serang Lebak Kota Tangerang Kota Cilegon Budidaya Tangkap Banten Dalam Angka 2004 144 .4.43 4000.00 5000. Produksi Melinjo Menurut Kabupaten di Banten Tahun 2004 (Ribu ton) 6000.29 Pandeglang Lebak Tangerang 1000.00 Grafik 5.00 1.00 0.00 2000.851.

703 13.990 1. Productivity and Production of Paddy in Banten 2004 Januari – April/ January .565 440 4.691 Hasil per Ha Yield per Ha (Ku/Ha) (3) 53.163 5.643 1.290 113.202 4.542 106.24 12.623 13.1 Table Luas Panen.161 980.1.813 1.193 1.347 1.732 14.82 29.597 5.15 26.072 59.29 28.87 48.230 5.882 4.92 137.50 13.04 Sweet Potatoes Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 145 .11 13.198 Mei – Agustus/ May .582 Luas Panen Harveste d Area (Ha) (5) 105.24 Produksi/ Production (Ton) (7) 531.92 114.August Hasil per Ha/ Yield per Ha (Ku/Ha) (6) 50.Bab V Pertanian Tabel 5.82 8.56 9.776 417 106.540 6.86 Produksi/ Production (Ton) (4) 874.178 532.869 1.23 135.701 3.75 13.772 200.323 1.419 1.990 406 63. Produktivitas dan Produksi Padi Palawija di Banten Harvested Area.25 50.24 28.110 36.686 Ubi Jalar 1.274 2.April Jenis Tanaman/ Crops Luas Panen/ Harvested Area (Ha) (1) Padi Sawah Wetland Paddy Padi Ladang Dryland Paddy Padi (sawah+Ladang) (Wetland+Dryland) Paddy Jagung Maize Kedelai Soybeans Kacang Tanah Peanuts Kacang Hijau Mungbeans Ubi Kayu Cassava (2) 164.

601 13.602 163.307 364.812.26 Sweet Potatoes Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 146 .221 10.90 27.840 11.415 1.752 2.430 10.414 37.819 107.676 1.86 49.16 137.350 (8) 57.908 Jumlah/Total Luas Panen/ Harveste d Area (Ha) (11) 327.41 13.51 14.748 3.11 9.528 118 57.818 831 1.95 28.386 Hasil per Ha/ Yield per Ha (Ku/Ha) (12) 52.922 3.646 2.195 5.576 38.905 4.31 (Ton) (10) 298.704.487 2.Bab V Pertanian Lanjutan Continued Jenis Tanaman/ Crops September – Desember/ September-December Luas Hasil per Produksi/ Panen/ Ha/ ProducHarveste Yield per tion d Area Ha (Ha) (Ku/Ha) (9) 51.38 138.68 13.124 40.858 337 299.05 Produksi/ Production (Ton) (13) 1.721 8.618 (1) Padi Sawah/ Wetland Paddy Padi Ladang/ Dryland Paddy Padi (Sawah+Ladang)/ (Wetland+Dryland) Paddy Jagung/ Maize Kedelai/ Soybeans Kacang Tanah/ Peanuts Kacang Hijau/ Mungbeans Ubi Kayu/ Cassava Ubi Jalar/ 898 115.44 9.21 114.07 28.053 1.47 13.70 28.56 51.115 566 1.495 24.198 2.

Pandeglang 2. Produktivitas dan Produksi Padi Palawija Menurut Kabupaten/Kota di Banten Harvested Area.521 89.495 1.512 431.004 1.108 69.83 51.92 50.66 570. Tangerang 6.229 359.862 2. Tangerang 4.666 51.70 48.913 364. Lebak 3.074 48.1.37 9. Productivity and Production of Paddy by Regency in Banten 2004 Padi/Paddy(Wetland + Dryland) Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1.Bab V Pertanian Tabel 5.812.691.96 47.923 1.622 15.765 Banten Dalam Angka 2004 147 .68 53.664 1.243 85.77 49.721 348. Serang Kota/Mun 5.464 426. Cilegon Banten 2003 2002 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produksi Production (Ton) (4) 116.468.033 338.61 43.2 Table Luas Panen.

27 52.410 357. Serang Kota/Mun 5.06 52.085 Luas Panen Harvested Area (Ha) (5) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (6) Produksi Production (Ton) (7) Banten Dalam Angka 2004 148 .Bab V Pertanian Lanjutan Continued Padi Sawah/Wetland Paddy Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Cilegon Banten 2003 2002 1.60 45.977 98.704.07 50.074 387.160 421.478 1.56 514.859 2.267 81.191 1. Tangerang 4.411.354 74.421 68. Pandeglang 2.414 316.255 311.171 51.819 1.31 52. Lebak 3.850 327.32 51.600. Tangerang 6.71 54.612 15.663 52.38 9.

Bab V Pertanian Lanjutan Continue Padi Ladang/Dryland Paddy Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1.52 37. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003 2002 3 29.87 20.676 91.411 31.788 18.167 14.04 26.778 27.732 56.65 10 186 107.33 29.352 9.919 Luas Panen Harvested Area (Ha) (8) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (9) Produksi Production (Ton) (10) Sumber: Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 149 .52 28. Tangerang 4.819 2.687 976 3.08 56.390 38.86 28.10 29. Serang Kota/Mun 5. Lebak 3. Pandeglang 2.495 33.307 31.43 24.

354 36.47 29. Productivity and Production of Maize by Regency in Banten 2004 Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Lebak 3. Serang Kota/Mun 5.00 83 557 25.102 24875 19.1.01 28.331 8.61 8.75 25.86 23.86 27.296 3.717 23 174 8. Produktivitas dan Produksi Jagung Menurut Kabupaten/Kota di Banten Harvested Area. Pandeglang 2.216 Sumber: Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 150 . Tangerang 6.3 Table Luas Panen.853 9.642 250 5.474 98 1.753 26. Tangerang 4.Bab V Pertanian Tabel 5.09 32. Cilegon Banten 2003 2002 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produksi Production (Ton) (4) 3.51 32.818 8.

397 43.23 137.08 135.407 163.4 Table Luas Panen. Produktivitas dan Produksi Ubi Kayu Menurut Kabupaten/Kota di Banten Harvested Area.52 43.60 130. Pandeglang 2.86 718 2. Serang Kota/Mun 5.776 137.969 155.206 780 4.321 10. Productivity and Production of Cassava by Regency in Banten 2004 Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1.544 138.833 52 177 11.21 137.704 62.910 10. Lebak 3.1.975 Sumber: Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 151 .07 136. Tangerang 4.166 3. Tangerang 6.99 137. Cilegon Banten 2003 2002 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produksi Production (Ton) (4) 3.Bab V Pertanian Tabel 5.569 137.950 11.96 137.

Cilegon Banten 2003 2002 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produksi Production (Ton) (4) 933 1. Pandeglang 2.11 12.245 10.136 Sumber: Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 152 .487 9.445 605 7.38 13.1.939 13.14 4 2. Produktivitas dan Produksi Kacang Tanah Menurut Kabupaten/Kota di Banten Harvested Area.642 3 2.5 Table Luas Panen. Serang Kota/Mun 5.33 12. Tangerang 6.039 497 5.68 10.752 12.668 13.256 14. Lebak 3.277 1.17 13.770 13.Bab V Pertanian Tabel 5. Tangerang 4.91 12. Productivity and Production of Peanuts by Regency in Banten 2004 Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1.69 13.779 13.24 1.

41 13.44 13.568 Sumber: Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 153 .41 13.23 11. Lebak 3.954 10. Produktivitas dan Produksi Kacang Kedelai Menurut Kabupaten/Kota di Banten Harvested Area. Cilegon Banten 2003 2002 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produksi Production (Ton) (4) 3. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6.1. Productivity and Production of Soybeans by Regency in Banten 2004 Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2.55 1 0 4.00 0.452 3.430 2. Tangerang 4.00 13.33 4.601 3245 4.6 Table Luas Panen.Bab V Pertanian Tabel 5.33 13.292 131 3 3 13.416 176 4 4 1 0 3.

160 246 1.373 13.84 114.068 18 81 3.7 Table Luas Panen.895 115.152 114. Cilegon Banten 2003 2002 729 1.826 13. Lebak 3.81 208 938 38.44 8. Produktivitas dan Produksi Ubi Jalar Menurut Kabupaten/Kota di Banten Harvested Area.205 2.79 114.22 108. Tangerang 6. Productivity and Production of Sweet Potatoes by Regency in Banten 2004 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produksi Production (Ton) (4) Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2.669 42.77 115.Bab V Pertanian Tabel 5.381 Sumber: Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 154 .85 113.443 3. Serang Kota/Mun 5.87 113.05 115.618 39.1.386 3. Tangerang 4.

85 9. Productivity and Production of Mungbeans by Regency in Banten 2004 Kabupaten Regency (1) Kab/Reg 1. Produktivitas dan Produksi Kacang Hijau Menurut Kabupaten/Kota di Banten Harvested Area.1.8 Table Luas Panen.840 2. Pandeglang 2. Serang Kota/Mun 5.001 8.602 2.29 1. Tangerang 4.02 9. Cilegon Banten 2003 2002 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) Produksi Production (Ton) (4) 1.813 3. Tangerang 6.57 9.Bab V Pertanian Tabel 5.89 69 2.767 2.656 463 10 633 9. Lebak 3.84 8.16 9.00 9.669 Sumber: Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 155 .493 443 9 588 78 2.

44 12.368 1.88 74.649 138 2.497 26.25 30.17 48.523 50.989 121 105 Hasil per Ha/ Yield per Ha (Ton/Ha) (3) 46.65 24.04 89. Production and Yield Rate of Season Vegetables and Fruit in Banten 2004 Luas Panen/ Harvested Area (Ha) (2) 48 280 1 6 2.22 61.982 11.51 13.280 91 83 41 4.80 52.821 536 371 753 1580 317 5.885 1.00 74.20 109.719 1.43 Produksi/ Production (Ton) (4) 222 848 16 33 16.67 2.Bab V Pertanian Tabel 5.56 116.1.99 108.00 55. Produksi dan Hasil per Hektar Sayuran dan Buah-buahan Semusim di Banten Harvested area.03 81.30 30.972 111 909 54 30.912 4.091 104 3.910 1.74 57.097 5.29 160.404 855 Jenis Sayuran/ Vegetables (1) Bawang Merah/Onions Bawang Putih/Garlic Bawang Daun/Spring Onions Kentang/Potatoes Kubis/Cabbage Petsai/Sawi/Mustard Green Wortel/Carrots Lobak/Radish Kacang Merah/Red Beans Kacang Panjang/ Long Beans Cabe Besar/Large Chili Cabe Rawit/Chili Jamur/Mushroam Tomat/Tomatoes Terung/Eggplants Buncis/String Beans Ketimun/Cucumber Labu Siam/gourd Kangkung/Swamp Cabbage Bayam/Spinach Melon/Melon Semangka/Water Melon Blewah/Blewah Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 156 .50 113.597 3.838 1.9 Table Luas Panen.

696 7.276 5.77 0.094 49.116 Jenis Buah-buahan Kind of Fuits (1) Alpukat/Avocado Belimbing/Star Duku/Langsat/Kokosan/Lanzon Durian/Durian Jambu Biji/Guava Jambu air/Common Guava Jeruk Siam/Siam Orange Jeruk Besar/ Large Orange Mangga/Mango Manggis/Manggis Nangka/Cempedak/Nangka Nenas/Pineapple Pepaya/Papaya Pisang/Banana Rambutan/Rambutan Salak/Salacia Sawo/Sapodilla Markisa/Konyal/Marcissa Sirsak/Sirsak Sukun/Sukun Melinjo/Melinjo Petai/Petai Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 157 .353 2.715 27.53 1.52 1.593 19. 29 1.614 23.240 11 1.88 1.893 219. Produktivitas dan Produksi Sayuran dan Buah-buahan Tahunan Menurut Jenis di Banten Harvested area.35 0.294 2.902 247.092 209.405 4.10 Table Jumlah Pohon.Bab V Pertanian Tabel 5.871 91.567 1638 47.990 11.41 0.08 0.98 3.185.1.403 270.44 0.791 88.47 0. Production and Yield Rate of Annual Vegetables and Fruit by Kinds in Banten 2004 Luas Panen Harvested Area (Ha) (2) 22.839 31.143 538.505 317 51.996 127.30 1.89 0.71 0.04 0.108 630 7.710 27.64 0.92 0.119 62.57 1.032 2.603 44.50 Produksi Production (Ton) (4) 1.153 18.08 0.628 310.18 0.166 3.130 428.805 812 427 18.143 Produktivitas Productivity (Ku/Ha) (3) 0.652 37.604 16.462 7.10 0.457 49.

182 Produktivitas Productivity (Kg/M2) (3) 0.Bab V Pertanian Tabel 5.393 10.11 Table Luas Panen.255.500 269.27 1.760 250 216.40 4.916 177.80 1.16 0.48 0.123 769.958 77.182. Production and Productivity of Medicine Plants by Kind 2004 Luas Panen Harvested Area (M2) (2) 1.94 1.614 86.100.749 245.10 0.019 246.723 2.442 Jenis Tanaman/ Kind of Plants (1) Jahe/Ginger Laos/Lengkuas Kencur Kunyit/Tturmeric Lempuyang Temulawak Temuireng Kejibeling Dlingo/Dringo Kapolaga/Cardamom Temukunci Mengkudu/Pace Sambiloto Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 158 .67 2.78 Produksi Production (Kg) (4) 788.30 0.521 1.803 39.18 1. Produksi dan Hasil per Meter persegi Tanaman Obat-obatan di Banten Harvested Area.930 1.378 986.809 30.432 208.633.1.838 1.409 1.314 666.105 478.14 0.649 35.252.53 1.196 75.051 108.

291 7.622 2.065 1. Hasil per Meter persegi dan Produksi Tanaman Hias di Banten Harvested Area. Production and Productivity of Decorated Plants by Kind 2004 Luas Panen Harvested Area (M2) (2) 282.610 122 2.015 10.73 1.54 2.385 369 19.837 11.73 2.60 2.653 73..19 2.22 1.742 19.859 20.464.1.758 Produktivitas Productivity (Kg/ M2) (3) 5.145 Jenis Tanaman/ Kind of Plants (1) Anggrek/ Orchid Anthurium (kuping Gajah) Anyelir/ Carnation Garbera (Hebras) Gladiol Heliconia (Pisang-pisangan) Krisan Mawar/ Rose Sedap Malam Dracaena Melati / Jasmine Palem / Palm 1) Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province 1) Catatan /Note: Satuan luas dan produksi tanaman palm adalah pohon/ Unit of area harvested and production of palm is tree Banten Dalam Angka 2004 159 .773 1.62 1.904 167.313 2.773 281 4.10 2.09 2.Bab V Pertanian Tabel 5.084 639 41.12 Table Luas Panen.01 Produksi Production (Kg) (4) 1.56 1.577 23.605 169.30 2.300 193.

424 (1) 1. Cengkeh/Clove - - - - - - 8. Kelapa Sawit /Palm Oil 4.226 5.Kelapa/Coconut 3.057 - 6.1 Table Luas Areal dan Produksi Perkebunan Besar Negara Menurut Jenis Tanaman di Banten Area and Production of National Large Estate by Types of Crops in Banten 2004 Luas Areal (Ha) / Area (Ha) Jenis Tanaman Crops Tanaman Muda Young Crops (2) 615 Menghasilkan Produced Crops (3) 1.2.218 Tanaman Rusak Damage Crops (4) 591 Produksi / Production Jumlah Quantity (Ton/Tons) (6) Wujud Produksi Type of Products (7) - Jumlah Total (5) 2. Kina/Cinchona - - - - - - 6. Kakao/Cacoa - - - - - - 7.Bab V Pertanian Tabel 5.283 - - - - - - - - 5. Karet/Rubber 2. Tebu/Sugar Cane - - - - - - Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Banten Source : Forest and Estate of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 160 . Teh/Tea 2 73 14 89 - - 1.

Cengkeh/Clave 3. Kakao/Cacoa 4. Kenanga 10.00 5. Teh/Tea 14. Kelapa Hibrida 7.52 89.331.2.114 25 Wujud Produksi Type of Products (7) BCK Sheet Kopra - Jenis Tanaman Crops (1) 1. Akar Wangi 2. Kemiri/Candlenut 9. Murbai Tanaman Muda Young Crops (2) 652.298.00 - Tanaman Rusak Damage Crops (4) 826.32 14.00 - Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Banten Source : Forest and Estate of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 161 . Serehwangi 13.2 Table Luas Areal dan Produksi Perkebunan Besar Swasta Menurut Jenis Tanaman di Banten Area and Production of Private Large Estate by Types of Crops in Banten 2004 Luas Areal (Ha) / Area (Ha) Produksi / Production Jumlah Total (5) 1. Kelapa Sawit/Oil Palm 8.586 320.00 3. Kina/Cinchona 11.874.Bab V Pertanian Tabel 5.048. Kelapa Dalam 6. Karet/Rubber 5.00 - Menghasil kan Produced Crops (3) 1.314.00 1.00 Jumlah Quantity (Ton/Ton s) (6) 56. Kopi/Cofee 12.66 73.54 2.

Kelapa Dalam 10.81 6. Lada/Pepper 331 369 30 21.402 236.08 730 182 35 419 109 7.8 345 9.970 276. Panili/Vanilla 6 92 11 26. Serehwangi 28. Kemiri/Candlenut 14.46 1. Jahe/Ginger 2 353 0 4. Kayumanis 10. Kering L.73 394 5 252 15 8. Mendong 23. Karet/Rubber 1. Aren 674 864 187. Laos 12 170 0.144 565.323.42 1.5 13.413 11.2. Teh/tea 30. Pala/Nutmeg 5 24 6 24.095 143.00 22.163 2.50 15.471 162 . Kakao/Cocoa 931 1. Melinjo 1.905 215.799 Sheet Kopra TBS Rimpang B.5 2. Tembakao/Tobacco 31.245 9.158 355 3.105. Kapuk/kapok 7. Kumis Kucing 19.206 1.602.970 6.059 18.50 82 8.725. Pandan 61 336 22 25.Bab V Pertanian Tabel 5. Kopi/Cofee 1. Kencur 6 43 5 16. kering 1.315 37.03 20.331 54 8.997 306 13.609 99.365.640 6.Kapulaga/Cardamom 62 92.669 607 Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Banten Source : Forest and Estate of Banten Province Jenis Tanaman Crops Banten Dalam Angka 2004 Jumlah Total (5) 1. Tebu/Sugar cane 29. Kelapa Sawit 28 5.745 B. Kunyit 73. Kenanga 15.19 82.956. Cengkeh/Clove 1. Kina/Cinchona 17. Akar Wangi 32.3 Table Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman di Banten Area and Production of Small Holders Private Plantation by Types of Crops in Banten 2004 Produksi / Production Jumlah Wujud Quantity Produksi (Ton/Tons Type of ) Products (6) (7) 1.47 50.54 6.05 142 0.224 Nira 2.195 5.750 3.Putih Kimpang Biji Tikar Emping Luas Areal (Ha) / Area (Ha) Tanaman Tanaman Menghasilkan Muda Rusak Produced Young Damage Crops Crops Crops (1) (2) (3) (4) 1. Kelapa Hibrida 12.2 13. Jambu Mete 5.86 BCK 7.954.307. Pinang/Areca nut 27.

99 - 585.892.13 - 18.602.64 2.64 - 4.688. Serang Kota/Mun 5.220.316.127. Tangerang 6.698.40 15.25 - 2.93 3.087. Tangerang 4.835.02 6.64 - 257.846.50 7.82 19. Pandeglang 2.99 5.201.25 15.01 2.884.Bab V Pertanian Tabel 5.285.17 2.303.13 1.20 1.189.95 257.21 4.00 13.2. Lebak 3.682.75 Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Banten Source : Forest and Estate of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 163 .04 585.488.4 Table Luas Areal dan Produksi Tanaman Karet Menurut Kepemilikan di Banten Area and Production of Rubber by Ownership in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1.08 6.20 - 19.44 5.949.874.36 5.602. Cilegon Banten 2003 2002 Perkebunan Rakyat Smallholder Luas Areal Area (Ha) (2) Produksi Production (Ton) (3) Perkebunan Besar Swasta Private Estate Luas Areal Area (Ha) (4) Produksi Production (Ton) (5) Perkebunan Besar Negara National Estate Luas Areal Areal (Ha) (6) Produksi Production (Ton) (7) 5.

Bab V

Pertanian

Tabel 5.2.5 Table

Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kepemilikandi Banten Area and Production of Coconut by Ownership in Banten 2004

Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003 2002 2001

Perkebunan Rakyat Smallholder Luas Areal Area (Ha) (2) Produksi Production (Ton) (3)

Perkebunan Besar Swasta Private Estate Luas Areal Area (Ha) (4) Produksi Production (Ton) (5)

Perkebunan Besar Negara National Estate Luas Areal Area (Ha) (6) Produksi Production (Ton) (7)

41.707,00 19.295,00 26.986,35

25.080,89 10.366,73 17.557,04

89,00 -

53,50 -

54,49 -

26,72 -

87.988,35 99.971,10 99.521,36 99.521,36

53.004,66 59.677,11 40.869,18 40.869,18

89,00 129,32 -

53,50 37,32 -

54,49 54,90 54,49 54,49

26,72 14.164,00 91.216,00 91.216,00

Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Banten Source : Forest and Estate of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

164

Bab V

Pertanian

Tabel 5.2.6 Table

Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kepemilikan di Banten Area and Production of Coffee by Ownership in Banten 2004

Kabupaten/Kota Regency/Municip ality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003 2002 2001

Perkebunan Rakyat Smallholder Luas Areal Produksi Area Production (Ha) (Ton) (2) (3)

Perkebunan Besar Swasta Private Estate Luas Areal Produksi Area Production (Ha) (Ton) (4) (5)

Perkebunan Besar Negara National Estate Luas Areal Produksi Area Production (Ha) (Ton) (6) (7)

2.911 1.709 4,09

1.417 481,92 586,94

-

-

-

-

4.624.,09 8.889,50 8.790,50 8.790,50

2.485,86 2.192,69 2.102,97 2.102,97

-

-

-

-

-

-

-

-

Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Banten Source : Forest and Estate of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

165

Bab V

Pertanian

Tabel 5.2.7 Table

Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kepemilikan di Banten Area and Production of Cacao by Ownership in Banten 2004

Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon

Perkebunan Rakyat Smallholder Luas Areal Area (Ha) (2) Produksi Production (Ton) (3)

Perkebunan Besar Swasta Private Estate Luas Areal Area (Ha) (4) Produksi Production (Ton) (5)

Perkebunan Besar Negara National Estate Luas Areal Area (Ha) (6) Produksi Production (Ton) (7)

1.241,00 2.469,00 3,00 -

341,62 1.341,40 1,00 -

733,10 1.048,63 -

11.758,00 -

-

-

-

-

-

-

-

-

Banten

3.713,00

1.684,02

1.781,73

11.758,00

-

-

Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Banten Source : Forest and Estate of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

166

Bab V

Pertanian

Tabel 5.2.8 Table

Luas Areal dan Produksi Tanaman Aren Menurut Kepemilikan di Banten Area and Production of Sugar Palm by Ownership in Banten 2004

Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon

Perkebunan Rakyat Smallholder Luas Areal Produksi Area Production (Ha) (Ton) (2) (3)

Perkebunan Besar Swasta Private Estate Luas Areal Produksi Area Production (Ha) (Ton) (4) (5)

Perkebunan Besar Negara National Estate Luas Areal Produksi Area Production (Ha) (Ton) (6) (7)

33.150 171.790 -

98.207 1.109.766 -

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

Banten

204.940

1.207.973

-

-

-

-

Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Banten Source : Forest and Estate of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

167

Bab V

Pertanian

Tabel 5.2.9 Table

Luas Areal dan Produksi Tanaman Melinjo Menurut Kepemilikan di Banten Area and Production of Melinjo by Ownership in Banten 2004

Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon

Perkebunan Rakyat Smallholder Luas Areal Produksi Area Production (Ha) (Ton) (2) (3)

Perkebunan Besar Swasta Private Estate Luas Areal Produksi Area Production (Ha) (Ton) (4) (5)

Perkebunan Besar Negara National Estate Luas Areal Produksi Area Production (Ha) (Ton) (6) (7)

3.182 1.637 1.791 -

5.851.428 1.267.130 103.287 -

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

Banten

6.610

7.221.845

-

-

-

-

Sumber: Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Banten Source : Forest and Estate of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

168

Bab V

Pertanian

Tabel 5.3.1 Table

Luas Hutan Negara Menurut Jenisnya di Banten National Forest Area by Kind 2004

Jenis Hutan / Forest Kind Kabupaten/Kota Regency/Municipality Produksi/ Production (Ha) (2) Konversi PHPA/ Convertion (Ha) (3) Lindung/ Proctected (Ha) (4) Hutan Produksi Terbatas/ Limited (Ha) (5)

(1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003

27.845,30 13.366,08 1.326,17

-

2.715,30 4.452,17 726,64

7.841,57 19.088,38 2.827,97

42.537,55 53.533,60

-

7.894,11 25.116,01

29.757,92 -

Sumber : Perum Perhutani KPH Banten Source : Forest Manifacture of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

169

Bab V

Pertanian

Tabel 5.3.2 Table

Luas Kawasan Hutan Negara Menurut Status Kenyataan dan BKPH di Banten National Forest Area by Reality Status and BKPH 2004

Kabupaten/Kota / BKPH Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003

Status/ State (Ha) (2)

Kenyataan/ Reality (Ha) (3)

38.402,17 36.906,63 4.880,78

38.402,17 36.906,63 4.880,78

80.189,58 78.649,68

80.189,58 78.649,68

Sumber : Perum Perhutani KPH Banten Source : Forest Manifacture of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

170

Bab V

Pertanian

Tabel 5.3.3 Table

Produksi dan Nilai Produksi Kayu Jati dan Rimba di Banten Production and Value of Jati and Rimba Woods 2000 - 2004

Kayu Jati/ Jati Woods Tahun Year Produksi production (m3) (2) 2.863 Nilai Produksi value (Rp) (3) 2.066.806.363

Kayu Rimba/ Rimba Woods Produksi production (m3) (4) 10.431 Nilai Produksi value (Rp) (5) 1.385.023.245

(1) 2000

2001

5.297

3.574.603.000

13.784

2.294.385.000

2002

6.485

5.673.793.000

8.248

2.243.483.000

2003

4.114

9.800.201.249

6.219

2.236.644.082

2004

16.549

27.174.651.770

9.510

3.448.852.032

Sumber : Perum Perhutani KPH Banten Source : Forest Manifacture of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

171

Bab V

Pertanian

Tabel 5.4.1 Table

Jumlah Ternak Menurut Jenis di Banten Number of Livestocks by Kind in Banten 2004 (Ekor / Head)

Ternak / Livestock Kabupaten/Kota Regency/Municipality Sapi Potong Cow (2) Sapi Perah Milk Cow (3) Kerbau Buffalo (4) Kuda Horse (5) Kambing Goat (6) Domba Sheep (7) Babi Pig (8)

(1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003 2002

330 885 7.981 2.859

41 5

52.528 64.134 50.049 36.113

104 88

217.013 262.793 68 154.060

184.164 223.255 81.815 98.033

10.078

89 276 12.420 9.936

46 37

314 1.319 204.457 163.564

192 153

7.163 11.880 652.977 522.380

2.085 6.601 595.953 476.762

2.595 12.673 10.138

Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

172

Bab V

Pertanian

Tabel 5.4.2 Table

Jumlah Ternak Yang Masuk ke Banten Number of Livestock Inflow to Banten (Ekor / Head) 2004

Kabupaten/Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten

Sapi Potong Cow (2)

Sapi Perah Milk Cow (3)

Kerbau Buffalo (4)

Kambing Goat (5)

Domba Sheep (6)

Babi Pig (7)

408 603 14 12.649

-

645 554 920

13.615 858 8.181

10.344 6.116 -

5 -

34.101 47.775

-

481 -

23.636 46.290

21.779 38.239

16.818 16.823

-

2.600

Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

173

Bab V

Pertanian

Tabel 5.4.3 Table

Jumlah Unggas dan Telur yang Masuk ke Banten Number of Poultries and Eggs Inflow to Banten 2004

Ayam Ras Improved Hen Kabupaten/Kota Regency/Municipality Jumlah Number of (000 ekor/ Head) (2) Telur Egg (000 Butir /Egg) (3)

Ayam Buras Native Chicken Jumlah Number of (000 ekor / Head) (4) Telur Egg (000 Butir /Egg) (5)

Itik Ducks Jumlah Number (Ekor /Head) (6) Telur Egg (000 Butir /Egg) (7)

(1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003 2002

541 1.065.581 63.951

-

15.958 41.235 -

-

10 303.795 -

-

1.130.073 1.336.626

-

57.193

-

303.805 250.536

-

45.754

-

Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

174

Bab V

Pertanian

Tabel 5.4.4 Table

Populasi Ternak Unggas Menurut Kabupaten/Kota di Banten Population of Poultries in Banten 2004 (Ekor/ Head)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003 2002

Ayam Buras Native Chicken (2)

Ayam Ras Petelur Layer (3)

Ayam Ras Pedaging Broiler (4)

Itik/ Manila Duck (5)

2.689.476 2.334.081 2.151.866 2.689.476

5.180 500 4.494.568 4.708.064

625 5 3.709.449 2.814.125

148.846 99.553 724.011 449.480

195.796 151.291 10.211.986 8.615.047 7.763.643

2.731 9.211.043 8.395.005 5.572.905

105.665 5 6.629.874 5.311.391 6.459.534

26.919 16.439 1.465.248 1.172.198 1.014.365

Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

175

Bab V

Pertanian

Tabel 5.4.5 Table

Produksi Ternak Unggas Menurut Kabupaten/Kota di Banten Production of Poultries in Banten 2004 (Ton)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003 2002

Ayam Buras Native Chicken (2)

Ayam Ras Petelur Layer (3)

Ayam Ras Pedaging Broiler (4)

Itik/ Manila Duck (5)

2.174.708 982.713 882.400 -

709.792 1.234.224 1.137.896

1.533.604 2.091.319 9.116.250 10.240.800

39.738 14.215 101.250 114.788

19.264 4.059.085 4.246.521 4.353.219

3.360 3.085.272 1.426.570 1.477.615

127.207 23.109.180 27.187.270 27.402.429

22.208 292.199 233.758 226.563

Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

176

Bab V

Pertanian

Tabel 5.4.6 Table

Jumlah Ternak Yang Keluar dari Banten Number of Livestock Outflow from Banten 2004 (Ekor / Head)

Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003 2002

Sapi Potong Cow (2)

Sapi Perah Milk Cow (3)

Kerbau Buffalo (4)

Kambing Goat (5)

Domba Sheep (6)

Babi Pig (7)

109 4.091

-

1.191 6.526 89 7.341

11.168 9.289 8.879 11.591

5.968 5.149 4.659 16.371

4.623 -

1.028 5.228 4.242

-

43 15.190 12.152

21.149 62.076 49.660

16.604 48.751 39.000

4.623 3.698

Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

177

Bab V

Pertanian

Tabel 5.4.7 Table

Jumlah Unggas dan Telur yang Keluar dari Banten Number of Poultries and Eggs Outflow from Banten 2004

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Ayam Ras Improved Hen Jumlah Number (000 ekor/ Head) (2) Telur Egg (000 Butir / Egg) (3)

Ayam Buras Native Chicken Jumlah Number (Ekor /Head) (4) Telur Egg (000 Butir / Egg) (5) Jumlah Number (Ekor /Head) (6)

Itik Ducks Telur Egg (000 Butir / Egg) (7)

(1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2. Lebak 3. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003

1.808.630 312.500

-

57.020 76.423 1.875

-

20.355 376.559 1.438

-

2.121.130 2.377.800

-

135.318 108.254

-

398.352 318.681

-

Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province

Banten Dalam Angka 2004

178

209 40.509 16.761 13.761 - 360 972 18.255 3. Tangerang 4. Tangerang 6.061 24.048 2.966 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 179 .148 51.768 4.494 - 16. Serang Kota/Mun 5.386 3. Pandeglang 2.474 36 89 1.380 30.4. Cilegon Banten 2003 Status Tempat Pemotongan Status of place Pemerintah Government (2) Swasta Private (3) Di Luar Rumah Potong Outside Teh Place (4) Jumlah Total (5) 324 883 3.8 Table Jumlah Ternak Sapi Yang Dipotong Menurut Status Tempat Pemotongan di Banten Number of Slaughtered Cows by Status of Place in Banten 2004 (Ekor / Head) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.474 25.Bab V Pertanian Tabel 5. Lebak 3.409 28.

903 2. Tangerang 6.041 278 - 2.501 4.316 481 1. Cilegon Banten 2003 2002 Status Tempat Pemotongan Status of place Pemerintah Government (2) Swasta Private (3) Di Luar Rumah Potong Outside Teh Place (4) Jumlah Total (5) 1.9 Table Jumlah Ternak Kerbau yang Dipotong Menurut Status Tempat Pemotongan di Banten Number of Slaughtered Buffaloes by Status of Place in Banten 2004 (Ekor / Head) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.Bab V Pertanian Tabel 5. Tangerang 4.949 40 1840 1.285 2.481 415 14.472 375 7.436 5.472 5. Pandeglang 2.543 156 4. Lebak 3. Serang Kota/Mun 5.878 11.902 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 180 .821 1.4.602 4.885 5.244 1.

292 1.703 479 1.703 69.940 68.945 68.Bab V Pertanian Tabel 5.468 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 181 . Pandeglang 2.839 15 7.334 263.180 7.557 14.590 18.238 193.855 243.033 97. Cilegon Banten 2003 2002 (5) 808 5 - 58.165 - 10. Lebak 3.4.10 Table Jumlah Ternak Kambing yang Dipotong Menurut Status Tempat Pemotongan di Banten Number of Slaughtered Goats by Status of Place in Banten 2004 (Ekor / Head) Status Tempat Pemotongan Status of place Kabupaten/Kota Regency/Municipality Pemerintah Government (2) Swasta Private (3) Di Luar rumah Potong Outside Teh Place (4) Jumlah Total (1) Kab/Reg 1.087 209.925 18. Tangerang 4. Tangerang 6.278 18. Serang Kota/Mun 5.845 98.

867 11.453 25.073 197. Tangerang 6.701 51.533 - 82. Pandeglang 2.268 - 10.657 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 182 . Tangerang 4.909 247.093 7.883 93. Cilegon Banten 2003 2002 Status Tempat Pemotongan Status of place Pemerintah Swasta Government Private (2) (3) Di Luar rumah Potong Outside Teh Place (4) Jumlah Total (5) 2.529 208. Serang Kota/Mun 5.606 14.111 8.Bab V Pertanian Tabel 5.801 - 1.380 13.569 79.173 10.4.480 61.139 20.314 - 69.067 166. Lebak 3.11 Table Jumlah Domba Yang Dipotong Menurut Status Tempat Pemotongan di Banten Number of Slaughtered Sheep by Status of Place in Banten 2004 (Ekor / Head) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.

12 Table Jumlah Ternak Babi Yang Dipotong Menurut Status Tempat Pemotongan di Banten Number of Slaughtered Pigs by Status of Place in Banten 2004 (Ekor / Head) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Tangerang 4.Bab V Pertanian Tabel 5. Serang Kota/Mun 5.4. Tangerang 6. Lebak 3. Cilegon Banten 2003 2002 Status Tempat Pemotongan Status of place Pemerintah Swasta Government Private (2) (3) Di Luar rumah Potong Outside Teh Place (4) Jumlah Total (5) - 78 - 854 - 931 - - 78 62 854 683 931 745 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten Source : Agriculture and Livestock Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 183 . Pandeglang 2.

795.1 Table Produksi Ikan Menurut Tempat Penangkapan dan Pemeliharaan di Banten Fish Production by Type of Catching and Breeding Facilities in Banten 2004 (Ton / Tons) Perikanan Tangkap / Capture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.70 144.5.70 25.140.10 53.787.10 54.00 371.60 449.20 25.20 Laut Marine Fishery (2) Perairan Umum Inland Open Water Fisheries (3) Sub Jumlah Sub Total (4) Banten Dalam Angka 2004 184 .70 5.70 5.80 65.50 498.966.50 6. Cilegon Banten 2003r) 2002r) 371.Bab V Pertanian Tabel 5.00 0.50 16.178. Tangerang 4.112.10 53.190.121. Tangerang 6.50 820.30 64.679. Serang Kota/Mun 5. Lebak 3.70 27.316.20 7.045.90 0.50 52.20 16.70 326.354. Pandeglang 2.867.354.

10 1.163.00 1.860.00 2.70 9.80 463.40 4.14 2.858.60 4.60 179.80 36.285. Lebak 3.092.70 7.00 9. Cilegon Banten 2003r) 2002r) 2.645.286.80 122.10 9.90 1. Pandeglang 2. Tangerang 6.Bab V Pertanian Lanjutan Continued Perikanan Budidaya / Aquaculture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.790.386.404.00 556.40 Laut Marine (6) Tambak Brackish Waterpond (7) Kolam Freshwater Pond (8) Sawah Paddy Field Banten Dalam Angka 2004 185 .858.424.781. Tangerang 4.544.760. Serang Kota/Mun 5.556.96 2.00 2.60 1.10 3.20 7.50 5.80 4.037.348.30 669.70 4.00 5.542.

034.00 191.Bab V Pertanian Lanjutan Continued Perikanan Budidaya / Aquaculture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality Karamba Cage (6) Jaring Terapung / Floating Cage Net (7) Sub Jumlah Sub Total (8) Jumlah Total (1) Kab/Reg 1.10 28. Serang Kota/Mun 5.90 7.00 0.427. Cilegon Banten 2003r) 2002r) 24.40 9.80 21.00 30.10 0.50 92.20 17.70 87.90 21.20 2.00 191.146.90 12.492.20 196. Pandeglang 2. Lebak 3.225.00 22. Tangerang 6.286.20 - 5.50 74.40 0.503.130.70 33. Tangerang 4.324.00 198.10 76.80 2.10 - 92.252.20 Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten Source : Offices for Marine and Fisheries of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 186 .40 371.857.880.00 9.279.563.40 21.

149 291.748 153.555 10.529 341.555 9. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 6. Cilegon Banten 2003r) 2002r) 2.625 0 0 2.397 281.2 Table Nilai Produksi Ikan Menurut Tempat Penangkapan/Pemeliharaan di Banten Value of Fish Production by Type of Catching and BreedingFacilities in Banten 2004 (Juta / Millions Rupiah) Perikanan Tangkap / Capture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.381 3.755 728 894 1.149 288.689 4.476 154.669 93.218 346.889 284.084 31.190 29. Tangerang 4.492 2.5.050 Laut Marine Fishery (2) Perairan Umum Inland Open Water Fisheries (3) Sub Jumlah Sub Total (4) Banten Dalam Angka 2004 187 .Bab V Pertanian Tabel 5.870 93. Pandeglang 2. Lebak 3.

131 8.922 15.280 29.367 1.738 55 986 Laut Marine (6) Tambak Brackish Waterpond (7) Kolam Freshwater Pond (8) Sawah Paddy Field Banten Dalam Angka 2004 188 .281 3.806 33.394 78 39.718 168.485 12.440 11.840 18.269 31. Pandeglang 2.169 158.372 159.305 539 124.922 11. Tangerang 4.Bab V Pertanian Lanjutan Continued Perikanan Budidaya / Aquaculture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Tangerang 6.438 37.651 30.348 27.880 16.392 3. Cilegon Banten 2003r) 2002r) 8.795 8. Serang Kota/Mun 5. Lebak 3.

051 3.829 305. Tangerang 6. Tangerang 4.492 13. Lebak 3.353 151.047 23.751 151.042 22.752 538.239 233. Serang Kota/Mun 5.673 1.126 54.603 246. Cilegon Banten 2003r) 2002r) (9) 196 - 944 - 57.128 517.Bab V Pertanian Lanjutan Continued Perikanan Budidaya / Aquaculture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality Karamba Cage (6) Jaring Terapung / Floating Cage Net (7) Sub Jumlah Sub Total (8) Jumlah Total (1) Kab/Reg 1.415 242.101 Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten Source : Offices for Marine and Fisheries of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 189 . Pandeglang 2.633 588.376 87 284 159 114 944 944 1.

Serang Kota/Mun 5.3 Table Jumlah Unit Penangkapan Ikan Menurut Jenis di Banten Number of Marine Fisheries Catching by Kind in Banten 2004 Jaring / Seine Kabupaten/Kota Regency/Municipality Jaring Hanyut Drift Gill Net (5) Klitik Tickle (6) Insang Gill Net (7) Jaring Lingkar Circle Seine (8) Jaring Rampus Tramel Net Pukat Cincin Purse Sein (1) Kab/Reg 1.5. Lebak 3. Pandeglang 2. Cilegon Banten 2003r) 2002r) 78 116 537 198 22 526 113 98 665 2 - 121 16 74 - - 7 936 878 801 1 662 636 858 21 786 737 809 211 189 2 - - Banten Dalam Angka 2004 190 .Bab V Pertanian Tabel 5. Tangerang 6. Tangerang 4.

Bab V Pertanian Lanjutan Continued Bukan Jaring /Not Seine Kabupaten/Kota Regency/Municipality Payang Large Net Dogol Danish Seine Pukat Pantai Coast Trap Bagan Perahu Baot Trap (8) (1) Kab/Reg 1. Lebak 3. Cilegon Banten 2003r) 2002r) 522 501 598 171 171 462 27 27 78 8 80 356 52 119 27 - 151 48 51 21 271 286 251 Banten Dalam Angka 2004 191 . Tangerang 6. Pandeglang 2. Tangerang 4. Serang Kota/Mun 5.

Tangerang 4. Pandeglang 2. Lebak 3.244 5.726 Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten Source : Offices for Marine and Fisheries of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 192 .291 260 5.Bab V Pertanian Lanjutan Continued Bukan Jaring /Not Seine Kabupaten/Kota Regency/Municipality Bagan Tancap Fixed Trap Pancing Hook & Line Lainnya Otehrs Jumlah (Total) (1) Kab/Reg 1.344 1.338 1.479 5. Cilegon Banten 2003r) 2002r) 8 320 246 217 202 1. Serang Kota/Mun 5.338 1.400 235 235 328 200 36 76 111 201 401 423 185 50 - (8) 817 1.767 1. Tangerang 6.

134 3.804 4.119 1.757 882 459 270 89 229 723 809 1. Tangerang 6.117 2. Lebak 3.4 Table Jumlah Perahu / Kapal Penangkapan Ikan Menurut Jenis di Banten Number of Fisheries Boat by Kind in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Jukung Unmoto rized Boat (2) (1) Kab/Reg 1. Cilegon Banten 2003r) 2002r) Perahu Layar Kecil Small Sailing Boat (3) Perahu Layar Sedang Medium Sailing Boat (4) Perahu Layar Besar Large Sailing Boat (5) Motor Tempel Out Board Motor (6) Kapal Motor In Board Motor (7) Jumlah Total (8) 71 271 - 72 - - - 121 268 1.969 75 1. Serang Kota/Mun 5.846 1.111 65 407 336 554 69 141 141 293 29 29 106 3.5.713 5.122 1. Tangerang 4.255 315 4. Pandeglang 2.129 Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten Source : Offices for Marine and Fisheries of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 193 .Bab V Pertanian Tabel 5.

80 8.06 1.642. Tangerang 6.76 1.5. Pandeglang 2.53 5.764. Lebak 3.900.850.714 5.219 Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten Source : Offices for Marine and Fisheries of Banten Province Catatan / Notes : 1).20 4.90 420 19.501.00 650.316 33.203 21.280.90 22.553.496.Bab V Pertanian Tabel 5.317.28 6.450.03 8.680 10.50 4.5 Table Luas Areal dan Jumlah Tempat Pemeliharaan Ikan di Banten Area and Number of Fish Breeding Facilities in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.10 132.00 17.50 325.80 220.00 2.88 11.46 32. Cilegon Banten 2003r) 2002r) Budidaya Tambak 1) Brackish Water Pond (Ha) (2) Budidaya Kolam 1) Fresh WaterPond (Ha) (3) Budidaya Sawah 1) Field WaterPond (Ha) Jumlah Total 590. Luas Kotor / Gross Area Banten Dalam Angka 2004 194 .00 246.10 5.600.330 2.00 1.06 200. Serang Kota/Mun 5.058 5. Tangerang 4.090.00 7.071.

851 5.937 4.481 5.6 Table Jumlah Rumah Tangga Perikanan Menurut Jenis Perikanan di Banten Number of Fishery Household by Type of Fishery in Banten 2004 Perikanan Tangkap / Capture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.999 1.5.844 1.Bab V Pertanian Tabel 5.040 465 370 290 180 4.025 310 155 742 991 1.330 742 681 1. Serang Kota/Mun 5. Pandeglang 2.025 Laut Marine Fishery (2) Perairan Umum Inland Open Water Fisheries (3) Sub Jumlah Sub Total (4) Banten Dalam Angka 2004 195 .472 4. Tangerang 6. Tangerang 4. Lebak 3. Cilegon Banten 2003r) 2002r) 180 4.

947 16.104 85 16.185 72 80 Laut Marine (6) Tambak Brackish Waterpond (7) Kolam Freshwater Pond (8) Sawah Paddy Field Banten Dalam Angka 2004 196 .747 11.080 4.525 9.409 177 7.526 1. Serang Kota/Mun 5.970 16. Lebak 3.Bab V Pertanian Lanjutan Continued Perikanan Budidaya / Aquaculture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.513 3. Tangerang 4.921 283 98 48 823 753 4.193 2. Tangerang 6.205 8.568 13. Cilegon Banten 2003r) 2002r) 283 283 283 1. Pandeglang 2.722 2.

Bab V Pertanian Lanjutan Continued Perikanan Budidaya / Aquaculture Fishery Kabupaten/Kota Regency/Municipality Karamba Cage (6) Jaring Terapung / Floating Cage Net (7) Sub Jumlah Sub Total (8) Jumlah Total (1) Kab/Reg 1.673 180 38.041 28.625 2. Lebak 3. Cilegon Banten 2003r) 2002r) 150 198 - 8 39 - 11. Serang Kota/Mun 5.514 Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten Source : Offices for Marine and Fisheries of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 197 .861 13.892 33.935 6.035 20 368 373 338 47 17 12 1.603 14. Tangerang 6.051 35.673 33.114 31.010 12. Tangerang 4.184 1.944 4.626 1. Pandeglang 2.

Industri Kecil dan Industri Rumah tangga.663 dan 1576 perusahaan dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 508.303 and endow outcome by value add about 30. and small industry that spare between 5 to 19 person and dwell industry less than 5 person employee.1.Bab VI Industri. Industri Besar adalah industri yang menyerap tenaga kerja 100 orang atau lebih. Manufacturing Industry Manufacturing industry sector can differenced become four namely as large industry.034 orang dan 499. Perbedaan ini dida sarkan dari banyaknya tenaga kerja yang diserap. moderate industry. Data about large industry and moderate available at every year which collected complete census.034 and 499. Data ini menun jukkan bahwa pada tahun 2003 walaupun jumlah perusahaan menurun dibandingkan dengan tahun 2002 namun memberikan hasil yang lebih banyak. Berdasarkan hasil survei dari tahun 2002 dan 2003. Penggalian dan Energi 6. record consecutive 1. moderate industry that spare employee about 20 to 99 person.85 trilyun pada tahun 2003. Industri Kecil adalah tenaga kerja antara 5 sampai 19 orang dan Industri Rumah tangga kurang dari 5 orang tenaga kerjanya.30 trilyun pada tahun 2002 naik menjadi 34. Industri Sedang.30 billion rupiah and 3. small industry and dwell industry.. Data mengenai Industri besar dan sedang tersedia setiap tahun yang dikumpulkan dengan cara sensus lengkap.576 unit company with spare employee about 508. Banten Dalam Angka 2004 201 . Variance basic from job employee spare.85 billion rupiah Data show at year 2003 with amount decressing in year 2002 but nevertheless endow outcome and more spare employee. Industri Pengolahan Sektor Industri Pengo lahan dapat dibedakan menjadi empat yaitu Industri Besar. To basic survey result in year 2002 and 2003.303 orang dan memberikan hasil dengan nilai tambah sebesar Rp 30. Large industry was industry that spare employee about 100 person or more. 1.663 and 1. 6. Industri Sedang adalah yang menyerap tenaga kerja 20 sampai 99 orang. berturut-turut tercatat 1.

and stuff of chemical wrapping. but not large spare employee. by Leather. Banten Dalam Angka 2004 202 . dari tahun 2002 dan tahun 2003 perusahaan yang ada di Propinsi Banten ternyata didominasi oleh Industri karet. barang dari kulit dan alas kaki karet. ternyata di Propinsi Banten kontribusi industri bervariasi. barang dari karet dan barang dari plastik. Industri Barang dari logam kecuali mesin dan peralatannya dan Industri makanan dan minuman masingmasing sebesar 204.76 persen dari total tenaga kerja yang bekerja di perusahaan.28 trilyun rupiah. Sedangkan dalam menye rap tenaga kerja. 168. Industri kimia dan barangbarang dari bahan kimia. stuff of nugget.76. and machine. except machine and tool and Food and drinking industry about 204. stuff of rubber and stuff of bucket industr. dengan Industri Kimia dan barangbarang dari bahan kimia memberikan nilai tambah yang paling besar dan apabila dilihat lebih lanjut golongan industri ini memberikan nilai output dan input yang besar pula. Penggalian dan Energi Apabila dilihat per Go longan Industri. Chemical. 168.% of total of labor force. Dilihat dari analisis di atas. If shown in group of industry. Chemica. stuff of rubber and stuff of bucket industry are industry that give value add about 9. While at spare employee. Rubber. 160 dan 159 perusahaan. 160 and 159 unit company.652 person or 21. sangat dominan mencapai 108. Industri kulit. Industri kimia dan barang dari bahan kimia. and stuff of chemical wrapping industry give large value add and output and input value too. company in Banten province really dominatted by rubber. stuff of leather and bed foot industry exceedings dominanted gain almost about 108.28 billion rupiahs At shown above analysis. from year 2002 to year 2003.652 orang atau 21. walaupun penyerapan tenaga kerja golongan industri ini tidak begitu besar.Bab VI Industri. merupakan industri yang memberikan Nilai tambah yang terbesar yaitu sebesar 9.

This means industry company in Serang regency are industry that large output and value add although relative small amount than Tangerang regency/ municipality Banten Dalam Angka 2004 203 . perusahaan yang ada di kabupaten dan kota Tangerang mencapai 208.01 trilyun rupiah Ini berarti bahwa perusahaan industri yang ada di Kabupaten Serang dan kota Cilegon merupakan Industri yang menghasilkan output yang besar dan memberikan nilai tambah yang besar walaupun jumlahnya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan kabupaten/ kota Tangerang..31 billion rupiahs dan 12.13 billion rupiahs and Cilegon municipality about 4. Amount company that in Tangerang regency and Tangerang municipality almost gain half amount aggregate of industry in Banten province about 727 and 572 unit company.986 person. Jumlah perusahaan yang ada di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang masing-ma sing hampir mencapai separuh jumlah keseluruhan industri di Propinsi Banten yaitu sebesar 727 perusahaan dan 572 perusahaan. that give large value add about 12. At year 2002 to year 2003. While at spare employee.899 and 18.Bab VI Industri. tenaga kerja yang diserap maupun dalam memberikan nilai tambah industri. company that in those Tangerang regency and municipality gain 208.986 orang. dilihat per Kabu paten/Kota ternyata perusahaan yang berada di Kota dan Kabupaten Tangerang sangat mendominasi konstribusinya baik dalam jumlah. dan memberikan nilai tambah yang cukup besar masing-masing mencapai 12. Penggalian dan Energi Dari tahun 2002 sampai tahun 2003.16 trilyun rupiah. spare employee and value add industry. disusul perusahaan yang ada di Kabupaten Serang yaitu sebesar 6. Sedangkan dalam penye rapan tenaga kerja.01 billion rupiahs.16 billion rupiah and followed company in Serang regency about sebesar 6.899 orang dan 184.31 trilyun rupiah dan 12. show by regency/ municipality evidently company that occur in Tangerang regency and municipality exceedings dominant to constribute in amount.13 trilyun rupiah dan kota Cilegon sebesar 4.

kelompok industri ini mempunyai peranan sebagai konsumen terbesar dari seluruh penggunaan energi listrik dengan kontribusi pemakaian sebe sar 85.32%) dan terakhir adalah kelompok sektor industri (0. Jenis tambang lainya juga terdapat Tanah Urug.63%).70%) and officer (0. Posterior followed by group of social (2.861 pelanggan. Batu bara dan Batu kapur. that succession first from aspect amount costumer be group of dwell about 95.861 customer.63%). and andesit with volume for year 2004 about 1. Penggalian dan Energi 6. that latter be group of industry sector (0. and limestone Amount acquire SIPD Gubernur year 2004 about 57 acquire to exploit 6.Bab VI Industri. berikutnya baru rumah tangga dengan kontribusi sebesar 10.11 juta ton. 3 Electricity and Water Supply At shown from amount of customer that consumme electricity of PLN in 2004 about 565. 50 ribu ton dan 42.08%).08%). Kemudian diikuti oleh kelompok Sosial (2.98 persen. But although low at amount customer. bussness (1. breksi Tufaan dan andesit yang masing-masing volume penggalian untuk tahun 2004 sebesar 1. those group of industry have acted as large consumer from application of electric energy by using contribution about 85.11 million ton and 50 thousand ton.3 Listrik dan Air Bersih Dilihat dari jumlah pe langgan yang mengkonsumsi ener gi listrik dari PLN tahun 2004 yang mencapai 565. charcoal. subsequently dwell by kontribution about 10. Pemerintah (0.26 persen darai seluruh pelanggan PLN. Banten Dalam Angka 2004 204 .95 percent.32%). Jumlah pemilik SIPD Gubernur tahun 2004 sebanyak 56 pemilik yang seluruhnya merupakan penggalian eksploitasi. breksi Tufaan.98 percent. kelompok rumah tangga adalah kelompok pelanggan yang terbesar yaitu mencapai 95. Tetapi walaupun kecil dalam jumlah pelanggan.70%).2 Penggalian Jenis bahan tambang atau galian yang banyak terdapat di Banten adalah pasir. Other Hybrid field also there failed land. 6.44 ribu ton.95 persen. 2 Mining Hybrid of wrapping field or quarry in Banten is sand.26 percent. 6. Bisnis (1.

serta rumah tangga yang masing-masing mencapai 42.28 percent. 29.36 persen dari total volume air yang dialirkan. pelanggan lainnya. At year 2004 there 6 regency company to respon to BPS Statistics of Lebak. other customers.28 persen. and 24. about 42.28 percent. industry.044 juta m3. Data tersebut berasal dari 6 perusahaan air minum baik perusahaan daerah maupun perusahaan swasta yang berada di semua kabupaten/kota di propinsi Banten.044 million m3. sebagian besar diserap oleh pelanggan dari industri.28 persen dan 24. part of large spared by customer from .36 percent of volume of water Banten Dalam Angka 2004 205 . Penggalian dan Energi Data tentang perusahaan air minum didapat dari Survei Perusahaan Air Minum yang dilaku kan oleh Badan Pusat Statistik Propinsi Banten. Sedangkan jumlah pelanggan air minum yang paling besar adalah golongan rumah tangga. household. Sedangkan jika dilihat dari volume air minum yang dialirkan.640 pelanggan dari total pelanggan semua golongan sebesar 136.670 customer. Data about drinking water company gived from Drinking Water Company Survey that applied by BPS Statistics of Banten province . Serang Regency and Cilegon Municipality From that data.Bab VI Industri. productivity of drinking water about 194. Dari data yang masuk total produksi air minum sebesar 194. While if shown volume drinking water supply. While amount of dringking water customer are large as group of dwell about 129.670 pelanggan. 29. yang mencapai 129.640 customer with total of customer to all group 136.

Penggalian dan Energi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2000 Sektor Industri Pengolahan Standart Classification of Indonesia Business Sector 2000 Manufacturing Industry Sector Code 15 16 17 18 19 20 Descreption Food and drinking Tobbaco manufacture Textile Garment Leather. dan reproduksi media rekaman 23 Industri batu bara. barang dari karet dan barang dari plastik 26 Industri barang galian bukan logam 27 Industri logam dasar 28 Industri barang dari logam. pengolahan minyak gas bumi. optical outfit. peralatan optik. serta perlengkapannya 33 Industri peralatan kedokteran. accounting and data processing other electric machine. navigasi outfit. stuff of wood (legible pertinent furniture) and tress stuff of rattan. akuntansi. manufacture of world mayonnaise. barang dari kayu (tidak termasuk furniture) dan barang anyaman dari rotan. and stuff of chemical wrapping rubber. stuff of leather and bed foot wood. percetakan. stuff of rubber and stuff of bucket stuff quarry not nugget intrinsic nugget stuff of nugget. and reproduction. stuff of outcome explore of world mayonnaise and grill wrapping of nuchlear Chemical. recording cinder grindstone.Bab VI Industri. dan perlengkapannya 32 Industri radio. stuff of paper. and tools radio. alatalat cukur. barang dari hasil pengilanagan minyak bumi dan bahan bakar nuklir 24 Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia 25 Industri karet. dan peralatan komunikasi. and communication outfit. televisi. printing. pengilangan minyak bumi. shave tools. dan pengolahan data 31 Industri mesin listrik lainnya. explore of world ayonnaise. dan sejenisnya 22 Industri penerbitan.bambu dan sejenisnya 21 Industri ketas. barang dari kulit dan alas kaki 20 Industri kayu. clock and bell motor vehicle transport tools except motor vehicle four wheel or dull furniture and other manufacture repeat cycle Kode Uraian 15 Industri makanan dan minuman 16 Industri pengolahan tembakau 17 Industri tekstil 18 Industri pakaian jadi 19 Industri kulit. jam dan lonceng 34 Industri kendaraan bermotor 35 Industri alat angkutan selin kendaraan bermotor roda empat atau lebih 36 Industri furnitur dan industri pengolahan lainnya 37 Daur ulang Banten Dalam Angka 2004 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 206 . and tools doctoral outfit. peralatan navigasi. wicker and other kind paper. barang dari kertas. except machine and tool machine and tools machine and agency tools. and other kind publication. television. kecuali mesin dan peralatannya 29 Industri mesin dan perlengkapannya 30 Industri mesin dan peralatan kantor.

Bab VI Industri.Tangerang Kab. Nilai Input dan Output Perusahaan Industri Menurut Kab/Kota di Banten Tahun 2003 40.000 5. Pandeglang Kab.1 Jumlah Perusahaan Industri Besar/Sedang di Banten Tahun 2002 . Penggalian dan Energi Grafik 6.000 0 Input Output Lebak T angerang Serang Kota T angerang Kota Cilegon Banten Dalam Angka 2004 207 .000 20.2003 800 700 600 500 400 300 200 100 0 Kab. Serang Kota Tangerang Kota Cilegon 2003 2002 Grafik 6.2. Lebak Kab.000 35.000 10.000 30.000 15.000 Pandeglang 25.

Tangerang 6.841 Banten Dalam Angka 2004 207 .638 1.190 3. Pandeglang 2. Serang Kota/Mun 5.576 1.303 508.957 20.929 572 68 1.342 499.664 184.034 503. Penggalian dan Energi Tabel Table 6. Tangerang 4.899 77.986 21.Bab VI Industri.1. Lebak 3. Cilegon Banten 2002 2001 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Perusahaan Company (2) Tenaga Kerja Man Power (3) 11 22 727 176 2.1 Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Manufacturing and ManPower of Establishment by Regency/Municipality in Banten 2003 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.

100.302.621 35.357 6. Serang 11.591.816 34.860 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 208 . Cilegon Banten 2002 2001 14.052.968. Output and Value Added of Manufacturing by Regency/Municipality in Banten 2003 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg Input Input (2) Output Output (3) Nilai Tambah Value Added (000 Rp/ Thousand Rp) (4) 1.473 3.933.031 101.403.732.439 416.029.565.223.2 Nilai Input.255.032.907.969 2.136.421.564.535 106. Tangerang 23.611.951 72.603.794.169 30.845.039 18.690.840.202.623.893.696.413.270.978 12.306.849 40.533.719 71.943.230.912 204.880 97.636 12. Output dan Nilai Tambah Industri Menurut Kabupaten/Kota di Banten Input.459.899 4.183 17.766.123 102.612.292 133.160.Bab VI Industri. Tangerang 21.810.382 6.125. Pandeglang 56. Penggalian dan Energi Tabel Table 6.357.199 Kota/Mun 5.007.080 29.512.469.666.355 4.1.281 34. Lebak 212.821.771.562.796.

1.420 24.747 12. manufacture of world mayonnaise. barang dari karet dan barang dari plastik/ Rubber.404 1. dan sejenisnya/ Paper.280 57. pengolahan minyak gas bumi. and stuff of chemical wrapping Industri karet. dan reproduksi media rekaman/ Publication.bambu dan sejenisnya/ Wood. barang dari kayu (tidak termasuk furniture) dan barang anyaman dari rotan. printing.432 55. barang dari hasil pengilanagan minyak bumi dan bahan bakar nuklir/ Cinder grindstone. stuff of leather and bed foot Industri kayu.664 Banten Dalam Angka 2004 209 . and reproduction.Bab VI Industri. pengilangan minyak bumi. stuff of rubber and stuff of bucket Industri barang galian bukan logam/ Stuff quarry not nugget Industri logam dasar/ Intrinsic nugget Perusahaan Company (3) 159 122 77 85 Tenaga Kerja Man Power (4) 24. stuff of outcome explore of world mayonnaise and grill wrapping of nuchlear Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia/ Chemical. stuff of paper. Penggalian dan Energi Tabel Table 6. and other kind Industri penerbitan. barang dari kulit dan alas kaki/ Leather.336 23 7 496 24 25 26 27 168 204 80 36 36.652 20 84 19. percetakan. explore of world ayonnaise.739 108.011 21 22 62 17 18. wicker and other kind Industri ketas. stuff of wood (legible pertinent furniture) and tress stuff of rattan.3 Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Menurut Golongan Industri di Banten Number of Manufacturing and Man Power Establishment by Industrial Group in Banten 2003 Kode Code (1) 15 17 18 19 Golongan Industri Industrial Group (2) Industri makanan dan minuman/ Food and drinking Industri tekstil/ Textile Industri pakaian jadi/ Garment Industri kulit. barang dari kertas. recording Industri batu bara.603 42.

shave tools. dan pengolahan data/ Machine and agency tools.303 508.664 596 4. accounting and data processing Industri mesin listrik lainnya.119 80 31 46 15. dan peralatan komunikasi.Bab VI Industri.660 123 499. alat-alat cukur.589 11.034 503. and communication outfit.638 1. televisi.477 33 34 35 36 37 5 26 35 125 4 1. optical outfit.393 24. serta perlengkapannya/ Radio. television. except machine and tool Industri mesin dan perlengkapannya/ Machine and tools Industri mesin dan peralatan kantor. dan perlengkapannya/ Other electric machine.361 8.121 32 9 9.576 1. Penggalian dan Energi Lanjutan Continued Kode Code (1) 28 29 30 Golongan Industri Industrial Group (2) Industri barang dari logam.841 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 210 . and tools Industri peralatan kedokteran. peralatan optik. navigasi outfit. clock and bell Industri kendaraan bermotor/ Motor vehicle Industri alat angkutan selin kendaraan bermotor roda empat atau lebih/ Transport tools except motor vehicle four wheel or dull Industri furnitur dan industri pengolahan lainnya/Furniture and other manufacture Daur ulang/ Repeat cycle Banten 2002 2001 Perusahaan Company (3) 160 64 1 Tenaga Kerja Man Power (4) 23. peralatan navigasi. kecuali mesin dan peralatannya/ Stuff of nugget. akuntansi. and tools Industri radio. jam dan lonceng/ Doctoral outfit.

371 85.309 44.Bab VI Industri.562.584.1.968.664.943 1.411.183 81.004.336 1.093 1.864.666.031 101.363.884.328.470.716 16.736.801 2.665.319.962 5.318.019 4.004.305.727 810.003 4.165.000 4.108 971.767 9.451.286.227.899 Nilai Tambah Value Added (000 Rp) (4) 1.294.405 9.109.320.910 3.893.810.355.223.417 2.710.140.123 102.464 19.842 2.831 1.921.821 2.147.693.591.317 15.919.080 29.495 583.389.039 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 211 .623.434.475 12.913.689 11.052.062 40.833 51.074.235.518. Output and Value Added of Manufacturing by Industrial Group in Banten 2004 Input Input (2) 3.661.221 1.327.255.356.150 959.703.447.244 23.380.371 2.197 10.345.194 1.748 3.350 106.302.784 3.655.379 589.325 2.069 1.943.350 30.700 17. Output dan Nilai Tambah Industri Menurut Golongan Industri di Banten Input.414.923.557. Penggalian dan Energi Tabel Table 6.614.441.168.771.233.551.564.690.328.708 3.291.371 1.064.443.182.365.465.413 6.413.900 12.866 3.009.026 3.612.343 211.839 14.029.598 1.626.634.840.860 Kode Code (1) 15 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Banten 2002 2001 72.932.715.164 1.389 28.951 Output Output (3) 4.309.112.169 30.125.355.573.743.002.100.4 Nilai Input.376.270.321.312.770.845.601.783.461.399.704.370.908.670.052 4.084.766.430 715.277.055 2.266.799.821 7.418.292 133.720.088.179.997 1.971.301.862 2.100.779.889.024 1.757.324 34.026 71.349.302 2.448 1.942.151 338.494 549.449.487.672.771.190.

685 322 1.246 0 0 66.000.960 7. Pasir Endapan 20. Batu Split 7. Pasir Kuarsa 18. Pasir Sungai 21.847.400 2520 38500 9440 3. Emas (kg) Jumlah/Total *) 1.299 338.640 12.200 - 8. Feldspar 11.682.1 Produksi Bahan Galian Gol C Pada Perusahaan Pemegang SIPD di Banten Production of Quarrying Items on Companies Holding SIPD in Banten 2000-2004 2000 (Ton) (2) 162.. Tanah Urug 24.667 1. Diatome/Kieselguhr 10.927 338. Bentonit 9. Batubara 6.792 2. Zeolit 26.620 38. Kaolin 14. Tanah Liat 23.595 Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Banten Source : Minning and Energy Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 212 .070.500 3.250 235.017 0 1.600 318.096 - 43. Marmer 16. Yarosit 27.500 6.879 2001 (Ton) (3) 2000 2002 (Ton) (4) 486. Andesit 2. Gipsum 13.875 0 1.000 66.400 Jenis Bahan Galian Quarrying Items (1) 1. Pasir Laut 19.441 30.000 0 0 1.159 35.012 1.516 0 0 0 2.Perak (kg) 30. Fospat 12.420 0 930 0 0 50.031 1.200 2003 (m3) (5) 253.754.959 5. Batu 4.336 60. Breksi Tufaan 29. Tokesi 28. Penggalian dan Energi Tabel Table 6.219 7.Makadam 15. Trass 25. Pasir 17.2.198 0 20. Batu Sela 5.061 408. Batu Belah 8.433 48. Pasir Batu (Sirtu) 22. Batu Kapur 3.938 560 - 1000 7.320 40.Bab VI Industri.100 600 2.560 2004 (Ton ) 42.

Lebak (kg) 3.514 870 1.847.509. Tangerang 6.25 100.2 Produksi Bahan Galian Golongan C Menurut Kabupaten/Kotamadya di Banten Production of Classification C Quarrying Items by Regency/Municipality in Banten (Ton/ton) 2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.595 338.00 Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Banten Source : Minning and Energy Official of Banten Province *) Catatan/Notes : Satuan produksi tahun 2003 masih dalam M3 / Production measurement at 2003 still in M3 Banten Dalam Angka 2004 213 .566 158. Penggalian dan Energi Tabel Table 6. Pandeglang 2. Tangerang 4.545 0. Serang Kota/Mun 5.Bab VI Industri.00 100.2.56 9.91 76.516 2.05 87.100 1. Cilegon Banten 2003 1) Produksi/ Production (Ton/Ton) (2) Persentase/ Percentage (%) (3) 9.23 0.754.

50 0.3 Jumlah Surat Izin Pertambangan Daerah (SIPD) dan Luas Wilayah Penambangan per Jenis Bahan Galian di Banten Number of SIPD and Area by Kind of Quarrying Items in Banten 2004 SIPD Jenis Bahan Galian Quarrying Items (1) 1.89 0.30 1. Pasir Batu 8.84 34. Batu Belah 3. Pasir Putih 10. Pasir Kuarsa 9. Tanah Urug Jumlah/Total Eksploitasi Exploitation (2) 8 2 5 1 2 11 1 13 4 4 2 1 2 56 Eksplorasi Exploration (3) - Luas Wilayah/Region Area (Ha) Eksploitasi Exploitation (4) 8.50 0.71 0.00 0. Tanah Merah 12.2. Batubara 4.10 3.32 Eksplorasi Exploration (5) - Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Banten Source : Minning and Energy Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 214 . Pasir 7. Andesit 2.00 1.03 0.45 0. Penggalian dan Energi Tabel Table 6. Breksi Tuffan 5. Pasir Sungai 11. Tanah Pasir 13.00 17. Feldsfar 6.Bab VI Industri.00 0.

53 118.10 34.2.59 204.00 Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Banten Source : Minning and Energy Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 215 . Lebak 3. Serang Kota/Mun 5. Penggalian dan Energi Tabel Table 6.40 7. Tangerang 4.32 280. Pandeglang 2.45 18.4 Jumlah Surat Izin Penambangan Daerah (SIPD) dan Luas Wilayah di Banten Menurut Kabupaten/Kotamadya Number of SIPD and Area by Regency/Municipality 2004 Luas Wilayah/Region Area (Ha) Eksploitasi Eksplorasi Exploitation Exploration Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.Bab VI Industri.33 4.273 3. Cilegon Banten 2003 2002 SIPD Eksploitasi Exploitation (2) Eksplorasi Exploration (3) 8 26 10 7 - 1.04 - 5 56 61 70 6 1 4. Tangerang 6.

Rumah Tangga/ Household 3.029 2.751.255.185 1.953 1.176.309 1.836 1.962 1.688.326 30.842.623.924 13.614.805.3.058 22.782 50.400 73.115 1.400 4.631.Sosial/Public 2.215.435 10.424 105.831 4.169.633 2.1 Table Jumlah Pelanggan.959.161 901. Pemerintahan/ Government Jumlah/Total 2003 2002 2001 2000 14.590 67.Bab VI Industri.667 607.957 342. Industri/Industry 5.837 565.292.456 - Sumber : Perusahaan Listrik Negara Cabang Banten Source : National Electricity Official of Banten Banten Dalam Angka 2004 216 .818 13.966 4.999 4.432 444.861 533.429.338.897 539.271. Connected Power and Sold Electrical Energy by Classification of Tariff in Banten 2004 Klasifikasi Classification (1) Jumlah Pelanggan Number of Customer (2) Daya Tersambung Connected Power (Kva) (3) Energi Terjual Sold Electrical Energy (Kwh) (4) Pendapatan Penjualan (Juta Rp) Income (Juta Rp) (5) 1.296.271.633.528. Bisnis/Bussines 4.4717 476.560 29.142 5.155 41. Penggalian dan Energi Tabel 6.335 2.061 9633 433 1.295.387.314. Daya Tersambung Dan Energi Listrik Terjual Menurut Jenis Tarif di Banten Number of Customers.848.219.612 4.

400 419 41.861 73.400 305 - 2002 1.809 - 444 44.900 257 440.430 2004 2.000 238 41. Penggalian dan Energi Tabel 6.850 300 52.40 Banten Dalam Angka 2004 217 .600 413 42.325 370 37.150 426 42.3.942 73.160 2003 1.359 95.756 70.Bab VI Industri.2 Table Jumlah Transformator Distribusi Terpasang di Banten Number of Distribution Transformator in Banten 2000 .2004 1-50 KVA Tahun Year Unit Unit (2) Daya Power (3) 51-100 KVA Unit Unit (4) Daya Power (5) 101-200 KVA Unit Unit (6) Daya Power (7) (1) 2000 1.500 2001 1.400 309 53.

415 2002 147 48.113 248.345 9 5.560 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Cabang Banten Source : National Electricity Official of Banten Banten Dalam Angka 2004 218 .845 98 60.760 2.050 22 17.650 221.739 100.670 2.360 2003 175 51.670 2. Penggalian dan Energi Lanjutan Continued 201-500 KVA Tahun Year Unit Unit Daya Power >500 KVA Jumlah Total Unit Unit Daya Power Unit Unit Daya Power (1) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 2000 172 50.345 9 5.793 271.780 225.145 9 5.795 2004 56 50.Bab VI Industri.170 31.965 2001 172 50.670 2.

286.904.217.716.105.325.390.219.429.769 4.556.938 2002 4.960.999 2001 4.440.199 4.Bab VI Industri.542.256 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Cabang Banten Source : National Electricity Official of Banten Banten Dalam Angka 2004 219 .203 2003 5.623.615.930 4.966 593.435 Susut Lost (4) 169. Penjualan Dan Susut Energi Listrik di Banten Stocked.271.434 Penjualan Sold (3) 4.451.996 288.317.964 2004 5.674 5.3.968.620.744.2004 (Kwh) Tahun Year (1) 2000 Energi Siap Jual Energy Ready to Sell (2) 4.314.418 257.3 Table Penyediaan. Penggalian dan Energi Tabel 6.831 242.800. Sold and Lost of Energy in Banten 2000 .292.904.

3.861 5.999 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Cabang Banten Source : National Electricity Official of Banten Banten Dalam Angka 2004 220 .032 504.185.285 2002 1. Customer and Connected Power 2000 .782 1.296.215.343 2003 1.528.2004 (Kwh) Tahun Year (1) 2000 Desa Berlistrik Electred Village (2) 988 Jumlah Langganan Daya Tersambung Number of Customer Connected Power (3) 444.169.Bab VI Industri.432 1.158 565.4 Table Banyaknya Desa Berlistrik.953. dan Daya Tersambung di Banten Number of Villages.054 533.058.225 2001 1. Penggalian dan Energi Tabel 6.924 (4) 1.103 2004 1.962.633.717 1.015 476.271. Jumlah Langganan.

496 6.205 2.044.154 Banten Dalam Angka 2004 221 .698.675 170. Kapasitas Produksi dan Produksi Air Minum Menurut Sumber Air yang Dipakai di Banten Number of Water supply Enterprises Production Capacity Water Production by Water Resources in Banten 2001 .926.Bab VI Industri. Penggalian dan Energi Tabel 6. BPS 3 2003 (4) 6 179.310 6.116.422.436 183.062 3.363.3.5 Table Jumlah Perusahaan Air Minum.780.724 666.436 2004*) 6 194.2004 Uraian Description (1) Jumlah Perusahaan Number of water supply Enterprises Jumlah Kapasitas Produksi Potensial (liter/detik) Number of Potential Production Capacity Jumlah Kapasitas Produksi Efektif (litar/detik) Number of Potential Effective Production Capacity Produksi Air (m ) Water Production Sumber Air / Water Resources (m3) Sungai / River Danau / Lake Mata Air / Springs Artesis / Artesian Lainnya / Others Sumber : Survei PAM.116.724 807. BPS Source : PAM Survey.

2004 Uraian Description (1) Jumlah Pekerja Teknik Number of Technical Worker SD Primary School SLTP Junior High School SLTA Senior High School Akademi Bachelor Degree Universitas University Graduate Jumlah Pekerja Administrasi Number of Administration Worker SD Primary School SLTP Junior High School SLTA Senior High School Akademi Bachelor Degree Universitas University Graduate Sumber : Survei PAM.6 Table Jumlah Pekerja Teknis dan Administrasi PAM Menurut Pendidikan yang Ditamatkan di Banten Number of Technical and Administration Worker Water Supply Enterprise by Educational Attainment in Banten 2001 . BPS 2003 (4) 502 84 41 298 23 58 2004*) 502 84 41 298 23 58 663 69 91 387 31 85 663 69 91 387 31 85 Banten Dalam Angka 2004 222 . Penggalian dan Energi Tabel 6.Bab VI Industri. BPS Source : PAM Survey.3.

640 Volume Volume (m3) (3) 32.312 Nilai Value (000 Rp) (4) 78. Penggalian dan Energi Tabel Table 6.952 102.782.946.163 280 136.3.568 194.899.900. BPS Source : PAM Survey.388 5.946 1.946.615 1.670 139.673 6.118.359 Banten Dalam Angka 2004 223 .436 152.093 123.836. and Value by type of Customer Group in Banten 2004 *) Uraian Description (1) Rumah Tangga Household Niaga / Perdagangan Trading and Industry Industri Industry Badan Sosial Social Institution Instansi Pemerintah Government Institution Lainnya (termasuk penyusutan) Others ect.351 270.288. Jumlah / Total 2003 Sumber : Survei PAM.991 617 806. Volume.326 204. Volume dan Nilai Air Minum yang Didistribusikan Menurut Jenis Konsumen di Banten Number of Water Customer.462.585 78.694 4.224 1.704.897.352 2.7 Jumlah Pelanggan.086.044.969.Bab VI Industri. BPS Palanggan Water Customer (2) 129.511 521 29.328.

Penggalian dan Energi Tabel Table 6.337.3. BPS Source : PAM Survey.8 Jumlah Pelanggan.782.783 2.311 6.388.799 13.480 8.545 35.836.670 194. Pandeglang 2. Tangerang 6.436 270.847. Cilegon 12.000 9.373 4.326 Sumber : Survei PAM.781 2.140 Kota/Mun 5. Volume.768 22.365.935.033 7.862. Lebak 3.Bab VI Industri.288.516. BPS Catatan /Note: 1) Menggunakan data tahun 2003/ Used Data at 2003 Banten Dalam Angka 2004 224 . Volume dan Nilai Air Minum yang Didistribusikan Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Water Customer. Serang 1) 1) Pelanggan Water Customer (2) Volume Volume (m3) (3) Nilai Value (000) (4) 7.171. and Value by Regency/Municipality in Banten 2004 *) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.119. Tangerang 4.266.455 74.396 168.044.000 131.109 6530 87.929 Banten 136.

371.781 and low value in January with an US $ 184.073 atau terjadi peningkatan defisit sebesar 116.645.28 persen dari tahun sebelumnya dengan nilai impor sebesar US $ 3. Untuk nilai impor Propinsi Banten tahun 2004. nilai tertinggi terjadi pada Bulan Agustus sebesar US $ 113.242 Banten Dalam Angka 2004 7.581. I 20 eprs vl o n 04 xot a e f ’ u Banten Province by mounth.685. Hotel dan Pariwisata 7.835 ton or increased 9.467. nilai tertinggi terjadi pada Bulan Desember sebesar US $ 445. high value in December with an US $ 445.278.398.467.112 atau meningkat 51.398.18 persen)..481.611.609. This Deficit cased export Banten Province by another Port not include in Banten Port with an US $3.371.739.28% compare to 2003. our province had a deficit of income (US $ 2.685. with an US $ 3 8.948. 5 m ot 5 9 1 ’ om u (increased 97.366. 5 8 iprs vl e .73 persen dibandingkan tahun 2003 dengan nilai ekspor sebesar US $ 816.609.893 and low value in February 2004 with an US $ 10. naik sebesar 58. Selama tahun 2004 nilai ekspor Propinsi Banten berdasarkan bulan.803.73 percent compared to 2003 wt i eprs o m rahd s i n xot vl e ece U h ’ u $ 816.199.604.28 % compare to the year of 2003.199.604.893 dan nilai terendah terjadi di Bulan Pebruari 2004 dengan nilai US $ 10.1 Trade According to Merak and cigai prs dt i 20 d g at a n ’ a n 04 eprs xot ’ vl e am u rahd ece 1.242. I 20.739.760 ton.28 persen dibanding tahun sebelumnya yang defisit sebesar US $ 1.78 %). Sedangkan volume impor pada tahun 2004 mencapai total 10.78 persen .1 Perdagangan Volume ekspor menurut pela buhan penting di Banten yaitu di pelabuhan Merak dan Cigading pa da tahun 2004 mencapai total 1. US $1.366. It increased 58.765. Pada tahun 2004 Propinsi Banten mengalami defisit devisa sebesar US $ 2.781 dan nilai impor terendah terjadi pada Bulan Januari senilai US $ 184.476).488.278.185 (naik 97.Bab VII Perdagangan.835 ton atau meningkat sebesar 9.803.481.645.m ot vl e n 04 iprs o m ’ u reached 10. F r iprs vl o B o m ot a e f anten ’ u Province in 2004.975. Defisit ini diperkirakan disebabkan oleh adanya ekspor Propinsi Banten melalui Pelabuhan diluar Pelabuhan Banten yang nilainya sebesar $ 3. 1 7.765.611.760 ton.112 (Increased 51.488.18 %) In 2004. high value in August with an US $ 113. 227 .476.073 or increased 116.948.

Jumlah tenaga kerja yang berpendidikan sekolah kejuruan hotel/pariwisata yang tertampung di perusahaan perhotelan di Banten pada tahun 2004 sebanyak 965 orang. Jumlah hotel secara keseluruhan pada tahun 2004 mengalami peningkatan sebesar 0. and foreign tourist incresed 66.42% compare to 2003. There was an improvement (0. The number of labour that majored in tourism vocational sho ad w re i B n ns col n okd n at ’ e hotel were 965 people increased 418 people or 76.070 buah kamar. In 2004.81 persen atau bertambah sebanyak 69 tempat tidur. number of local guest decreased 6.50 persen atau sebanyak 368 orang dibandingkan tahun 2003.68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.42 persen dibanding tahun 2003.67 persen dibandingkan dengan keadaan tahun 2003. 7./kota pada keadaan terakhir tahun 2004 tercatat seba nyak 150 hotel.50 % compare to 2003.86 % compare to 2003. jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 418 orang atau 76. Sedangkan jumlah kamar pada tahun 2004 sebanyak 5.In 2004. the number of room hotels increase 34 rooms (0.19 %. tenaga kerja yang ber pendidikan non hotel/pariwisata mengalami kenaikan sebesar 13. Hotel and Tourism Hotel According the last condition of our regency/city in 2004 the number of hotel in Banten were 150 hotels. jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 34 buah kamar atau 0.2 Hotel Dan Pariwisata Hotel Jumlah hotel di Banten menurut kab. Hotel dan Pariwisata 7. Banten Dalam Angka 2004 228 .68%) There were an improvement in the number of bed (0. Seperti tenaga kerja yang berpendidikan kejuruan hotel/pa riwisata.The others that had a different education increased 368 people or 13.Bab VII Perdagangan. Banyaknya tamu nusan tara yang datang menginap di hotel tahun 2004 mengalami penurunan sebesar 6.81% or increase 69 beds).2.67%) compare to 2003. Sedangkan jumlah tempat tidur mengalami kenaikan sebesar 0.19 persen.

i a ia . Jumlah pengunjung tempat rekreasi/ taman hiburan tahun 2004 sebanyak 1. Hal ini berarti rata-rata 58.12 hari. In 2004. Tingkat penghunian kamar hotel pada tahun 2004 secara keseluruhan mencapai 58.1.78 % of bed that used.Bab VII Perdagangan. Berarti terjadi pening katan sebesar 1.46 days (in 2003. Pada tahun 2004 secara keseluruhan rata-rata lama mengi nap tamu nusantara relatif stabil yaitu 1. local guest used to stay for 1.78 persen.39 persen dibanding dengan tahun 2003.64 persen dari seluruh kamar hotel yang tersedia dipakai selama tahun 2004. there were 58. 7 5 r 0 2 o h i es e c ’ payment. Hotel dan Pariwisata dan tamu mancanegara yang datang menginap mengalami peningkatan 66. Marina bah “ wst Tr ” “ Wi t ec.39 % Tourism There are 134 objects of tourism in Banten (ex. Wisata Sijaras (sejarah) dan suaka alam.99 days) In 2004.99 hari menjadi 4.404.91 %. There were 1.41 days) and foreign guest used to stay for 4.91 persen.250. Wisata Tirta. comparing to 2003 it increased 1.86 persen dibandingkan dengan keadaan tahun 2003. Banten Dalam Angka 2004 229 .611 orang dengan nilai penjualan karcis sebesar Rp. Jika dibandingkan tahun 2003 terjadi peningkatan sebesar 4. 781. there were 57. Comparing to 2003. 71 2.46 hari dan tamu mancanegara menurun dari 4. 4. In 2004.64 per sen. Pariwisata Jumlah objek wisata di propinsi Banten ada sebanyak 134 objek diantaranya wisata Pantai Marina. Sedangkan tingkat pema kaian tempat tidur secara keselu ruhan pada tahun 2004 sebesar 57. 0 f m t tkt 8.64 % of room that used.404. a t sa a Sj a /S aa” ad N t a e rh a i rs n a rl j u asylum).611 vicitors in 2004 we got Rp.12 days (in 2003 .027. it increased 4.

1. Hotel dan Pariwisata Grafik 7.Bab VII Perdagangan. Volume Ekspor dan Impor di Pelabuhan Cigading dan Merak Tahun 2003 -2004 (Juta Ton) 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 Ekspor Impor Cigading 2003 Merak 2003 Cigading 2004 Merak 2004 Grafik 7.2.2004 (Juta USD) 3000 2500 Ekspor 2000 1500 1000 500 0 Cigading 2003 Merak 2003 Cigading 2004 Merak 2004 Impor Banten Dalam Angka 2004 230 . Nilai Ekspor dan Impor di Pelabuhan Cigading dan Merak Tahun 2003.

274.508.1.601 478.643.274.871 2001 791.112 2003 1.549 Jumlah / Total 1.604.685.506 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 231 .823.484.216.340 403. Hotel dan Pariwisata Tabel 7.794.835 816.398.Bab VII Perdagangan.976 292.387.135 2000 1.563 Merak 904.309 584.343.526 232.013.610.148 2002 1.504.075.801 538.1 Table Volume dan Nilai Ekspor Menurut Pelabuhanpelabuhan Utama di Propinsi Banten Volume and Value of Export by Principal Ports 2004 Pelabuhan Utama Principal Port (1) Volume Volume (Berat Bersih/ Net Weight : kg) (2) Nilai Value (Nilai FOB / FOB Value : US $) (3) Cigading 494.094.

060 2000 8.756 1.301 1.581.624.760 3.Bab VII Perdagangan.444.624 2002 6.816.866 1.2 Table Volume dan Nilai Impor Menurut Pelabuhanpelabuhan Utama di Banten Volume and Value of Import by Principal Ports 2004 Pelabuhan Utama Principal Port (1) Volume Volume (Berat Bersih/ Net Weight : kg) (2) Nilai Value (Nilai FOB / FOB Value : US $) (3) Cigading 4.234.185 2003 6.898.1.350.295.518.921.245.706 1.266.459 2.063.570.899 2001 5.304.597.613 Jumlah / Total 10.975.631.444.202.072.572 Merak 5.731.136 1.948.997.846. Hotel dan Pariwisata Tabel 7.404.199.682.812 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 232 .

556.356.434 353.570.148 Impor/Import Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (4) 668.581.1.Bab VII Perdagangan.609 99.624 Sumber: Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 233 .938 139.139 288.052.467.349 14.529.438.948.091.486.409.112 538.746.781 (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah Total 2003 10.680.908.738 10.058 142.416.959 76.604.882.107 115.3 Table Ekspor dan Impor Melalui Pelabuhan di Banten Menurut Bulan Export dan Import of Banten Province by Month 2004 Ekspor/Export Bulan Month Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (2) 119.352 31.896 1.234. Hotel dan Pariwisata Tabel 7.739 18.985.350 112.857.374.282 69.512.366.886.801 Nilai/ Value FOB (US $) (3) 39.105.242 214.018.939 840.427 1.140.624.561 173.893 96.115.225 630.513.286.218.657.530 1.816.784 35.263 686.706.815 113.723 816.060.659.008.398.975.444.910.855.481.181.029 Nilai/ Value FOB (US $) (5) 184.107 1.816.523.685.274.866 1.384 942.133 985.013.448 67.562 262.148.822.760 3.026 63.835 1.618 307.385 326.781 144.643.607 702.325 103.253.166 279.859 704.645.185 6.206.088.964 332.199.770.468.559 135.858.485 96.031 445.468 806.384.959 196.823 221.081.040 364.881.

926 9.766.891 49.600 301.617 329.4 Table Ekspor Melalui Pelabuhan di Banten Menurut Negara Tujuan Export from Banten Port by Destination 2004 Negara Tujuan Destination Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (2) 65.260 63.182.364 6.462 325.566. Of Belgium Italy Spain Bulgaria Ukraine Malta Slovenia Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 234 .385 290.050 1.800 44.689 21.882.677.085.320 548.851.135.726 1.386 34.413 125.700 250.814 401.803.851 28.306 5.107.196.098 1.091 612.397.278 21.439 227.177.000 53.083.309.476 9.540 123.860 34. Province Of China China Thailand Singapore Philippines Malaysia Viet Nam India Pakistan Bangladesh Iraq Saudi Arabia Jordan Yemen Oman United Arab Emirates Qatar South Africa Australia United States Canada Mexico Brazil Netherlands France Germany.590.569 71.159 1.458.653.841.520.043 44.640 Nilai/ Value FOB (US $) (3) 50.291 22.361.362 9.000 80.580 12.525 74.585 27.474.709 700.896.551 321.650 102.174 15.800 201.881 59.833 6.626 40.985.665 39.Fed.199.840 236.001 9.974 463. Rep.000 354. Republic Of Taiwan.730 136.884.705 90.336.087.146 91.920 18.907 100.181 424.200 5.304 141.316.273.251 13.678 (1) Japan Hong Kong Korea.040 25.207.Bab VII Perdagangan.534 94.874 20.591.1.858 197.874.398.059 12.839 251.456.924 67.788 254.557.667.000 499. Hotel dan Pariwisata Tabel 7.506.552.000 336.683.226 155.983 24.

350 2.558 603.650.185 1.861.172.614 788.492 28.Dem.410 500 20 92 14.652.882 260.054 611. Virgin Islands South Africa Australia New Zealand United States Canada Banten Dalam Angka 2004 235 .690 501.259.592.334. Hotel dan Pariwisata Tabel 7.936 12.141 1.257 37.348 203.Bab VII Perdagangan.929 642 15 128 25.522.985.308 193.759 187. Rep.904 366 33.433.155 30.669 136.715 Nilai/ Value FOB (US $) (3) 188.644 53.409 57. Jamahiriya Morocco Tunisia Liberia Cameroon Sierra Leone U.832.033.358.243 2.298.169.182 60.559 328 14. Korea.756 43. Of Saudi Arabia Kuwait Turkey United Arab Emirates Bahrain Tidak Ada Egypt Lybian A.489 (1) Japan Hong Kong Korea.5 Table Impor Melalui Pelabuhan di Banten Menurut Negara Asal Import from Banten by Source 2004 Negara Asal Source Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (2) 267. Province Of China China Thailand Singapore Philippines Malaysia Brunei Darussalam Viet Nam India Pakistan Sri Lanka Tidak Ada Iran.587.745 53.230 107.441.591 2.455.152 250.652 61.116.104 197.048 290.320 58.497 438.Islamic Rep.325.176.S.805 1.665 164.469 967.038.804.649 19.166.504.650. Republic Of Taiwan.916 399 463.623 609.232 227.100.805.042 287.573.237 152.823.254 77.724 228.473 352.407 150.636 302 900.576.733 3.546.688 354.289 476.987.100.000 414.949 1.1.159.776 349.978.889.781 19.180.037 568.965. Peop.341 19.830.666 95.000.390 837.461.597.348 77.842.

763.Bab VII Perdagangan.685 69.219 132.905 114.611 68.893 13.862 5 367 1.546.985.145 27.339.669.493 5.510 56.943.678 2.155 72.301.113.994.864 4 350 1.313.336.769 29.Fed. Of Austria Belgium Switzerland Luxembourg Monaco Denmark Sweden Finland Italy Spain Portugal Hungary Poland Romania Yugoslavia Ukraine Georgia Slovakia Slovenia Czech Republic Russian Federation Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (2) 15.592 228 50.699 30.833. Rep.953.082 616.469 10.528 4.371 10 52.557 7.307.222 3.521 21.735.985 7.918.138.592 Nilai/ Value FOB (US $) (3) 22.121 156.714 4.489 15 135.339.171 39 21 310 92 8.969 177.218 21.533 4.836.281.460 58 29.197.925 68.875.254 1.929.435 14.399 400 47.318 1.406 6.550.677 736. Hotel dan Pariwisata Lanjutan Continued Negara Asal Source (1) Mexico Panama Chile Venezuela Argentina Brazil Colombia Ecuador Antigua And Barbuda Dominica Netherlands Antilles United Kingdom Netherlands France Germany.544 339.262 49.023.082 27.870 108 57.536 312.280 961.649.558 58.474 71 17 377 68 8.990 45.583.000 25.638 6.057.951 8.637 Banten Dalam Angka 2004 236 .464.386.570 58.618 22.

923.097 36.555 7.931. tanah. sulphur. animal or vegetable waxes Olahan dari gandum-ganduman. lilin/ Soap. tea. Hotel dan Pariwisata Tabel 7. malam tiruan.205 143.943 8.314 2. teh.6 Table Ekspor Melalui Pelabuhan di Propinsi Banten Menurut Komoditi Export from Banten by Commodity 2004 Komoditi Commodity (2) Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (3) 4.783. flour.760. binatang lunak dan binatang air yang tidak bertulang belakang/ Fish and crustaceans. kapur dan semen/ Salt.489 39. pati atau susu.059.650 7.152 16. preparat pencuci.857 Kode/ Code (1) 03 09 10 15 19 24 25 27 28 29 34 Ikan dan udang. plester.320 6.Bab VII Perdagangan. lime and cements Bahan bakar mineral. tepung.960 4.650. malam mineral/ Mineral fuels.223 223.399.437 Nilai/ Value FOB (US $) (4) 2.013.238. mate.000 525.447 3.545.025 1. earth and stone.307. and other aquatic invertebrates Kopi.679.311.320 Banten Dalam Angka 2004 237 .031. barang dari pulp kertas / Paper. mate. lubricating preparations. Bahan kimia anorganik / Inorganic chemicals Bahan kimia organik/ Organic chemicals Sabun. starch or milk.1. bahan mengandung bitumen. candles Aneka produk kimia/ Miscellanous chemical products Plastik dan barang dari plastik/ Plastics and articles thereof Karet dan baranag dari karet/ Rubber and articles thereof Kayu dan barang dari kayu.985 14. mineral oils and products of their distillation.274.829 5.672. bitumenous substances. produk industri kue/ Preparations of cereals. and spices Gandum-ganduman/ Cereals Minyak dan lemak.191. artificial waxes.000 4. preparat pelumas.947. dan batu.974.365.750 5.006 1. articles of paper pulp Kain rajutan / Knitted fabrics 2. molluscs.721 541. minyak mineral dan produk sulingnya. pastrycooks products Tembakau / Tobacco Garam.547 966.474 107.829 385.800 38 39 40 44 47 48 60 39. plastering materials. washing preparations. dan rempah-rempah/ Coffee.640. arang kayu/ Wood and articles thereof Pulp dari kayu/ kertas / Pulp of wood/ paper Kertas.999. mineral waxes.091 78.000 4.544 45.137 310.400.576 14.100 71.596.712 7.387 18.540 34.661. malam hewani/nabati/ Fats and oils. belerang.

118. illuminated sign. parts and accessories thereof Perabot rumah. rajutan atau kaitan/ Articles of apparel and cloting accessories. papan nama iluminasi. sound recorders and reproducers. illuminated name plates and the like. ukur.238.132 86. checking.448 189. sinematographic.665 Kode/ Code (1) 61 62 70 72 73 78 84 Komoditi Commodity (2) Barang dan perlengkapan pakaian. knitted and crocheted perlengkapan pakaian tidak dirajut/ Barang dan Articles of apparel and cloting accessories.613 26. bangunan prefabrikasi/ Furniture. bedding.323 569. peneliti.604. ketel uap. pesawat perekam/ reproduksi suara. isyarat iluminasi.920 68 4. serta bagiannya. Hotel dan Pariwisata Lanjutan Continued Berat Bersih/ Net Weight (Kg) (3) 321 2. boilers. mesin dan pesawat mekanik. bagian dan perlengkapannya/ Optical.559 89 90 6. measuring. not knitted Kaca dan barang dari kaca/ Glass and glassware Besi dan baja/ Iron and steel Barang dari besi atau baja/ Articles of iron or steel Timah hitam dan barang terbuat dari timah hitam/ Lead and aricles thereof Reaktor nuklir.000 94 78. lampu dan perlengkapan penerangan.938 1. and parts Kapal. medical or surgical instruments and apparatus. gambar dan suara untuk televisi. mattresses.060 95.186 439.185.475.780 4.445.396.339.383 8. boats. precision.112 Banten Dalam Angka 2004 238 .454 904.570 1.000 Nilai/ Value FOB (US $) (4) 12.454 2. fotografi. television image and sound recorders and reproduers.398.678 420. and floating structure Alat dan aparat optik. bahtera dan bangunan terapung/ Ship.668 50. dan bagiannya/ Electrical machinery and equipment and parts thereof.Bab VII Perdagangan. sinematografi. kasur tempat tidur. prefabricated buildings Jumlah/Total 85 295. kedokteran dan bedah. bagiannya/ Nuclear reactor.705 1.685.048. mattress suports. cushions and similar stuffed furnishings. parts thereof Mesin dan alat listrik.835 816. presisi. machinery and mechanical appliances. photographic. lamps and lighting fittings not elsewhere specified or included.

7 Table Jumlah Restoran dan Rumah Makan di Banten Number of Restaurant in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Munivipality (1) Kab/Reg 1. Serang Kota/Mun 5. Seni dan Budaya Propinsi Banten Souce : Tourism. Tangerang *) 6. Hotel dan Pariwisata Tabel 7. Art and Culture Official of Banten Province *) Catatan/Notes : Menggunakan data tahun 2002 / Used data in year 2002 Banten Dalam Angka 2004 239 . Lebak 3. Pandeglang 2.1. Tangerang *) 4. Cilegon Banten 2003 2002 2001 Restoran/ Restaurant (2) Rumah Makan /Cafe (3) 10 5 31 19 54 6 61 69 59 28 152 146 138 119 134 13 337 358 322 296 Sumber: Dinas Pariwisata.Bab VII Perdagangan.

Serang Kota/Mun 5.8 Table Jumlah Desa Yang Mempunyai Pasar di Banten Number of Vilages Which Have Market in Banten 2003 Kabupaten/Kota Regency/Munivipality (1) Kab/Reg 1. Tangerang 4.Bab VII Perdagangan. Lebak 3. BPS Souce : Villages Potential 03. Hotel dan Pariwisata Tabel 7. Pandeglang 2. Tangerang 6. BPS Pasar Bangunan Permanen / With Permanent Building (2) Pasar Tanpa Bangunan Permanen/ Not With Permanent Building (3) Pasar Hewan/ Animal Market 25 30 60 45 24 30 36 30 4 5 5 2 30 7 197 26 4 150 5 1 22 Banten Dalam Angka 2004 240 . Cilegon Banten Sumber: Podes ST-03.1.

Tangerang 6. Cilegon Banten 2003 2002 2001 Hotel Berbintang Classified (2) Hotel Tidak Berbintang Non Classified (3) Jumlah Total 8 1 15 38 19 2 23 46 19 3 38 0 5 6 35 27 27 27 17 16 115 122 114 108 22 22 150 149 141 135 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 241 . Serang Kota/Mun 5. Tangerang 4.2. Hotel dan Pariwisata Tabel 7. Lebak 3.Bab VII Perdagangan. Pandeglang 2.1 Table Banyaknya Hotel Berbintang dan Tidak Berbintang Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Classified and Non Classified Hotel by Regency/Municipality in Banten 2004 Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.

423 292 268 1.140 8. Rooms and Beds of Hotel by Regency/Municipality in Banten 2004 Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Serang Kota/Mun 5. Lebak 3. Kamar dan Tempat Tidur Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Hotel.771 1. Tangerang 6.493 2.011 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 242 .070 5. Tangerang 4.2.413 8. Pandeglang 2.2 Table Banyaknya Hotel.374 587 393 2.127 8.816 4.569 22 22 150 149 141 135 132 783 811 5.811 4.260 1.036 4.Bab VII Perdagangan.596 8. Cilegon Banten 2003 2002 2001 2000 Hotel Hotel (2) Kamar Rooms (3) Tempat Tidur Beds (4) 46 19 3 38 1. Hotel dan Pariwisata Tabel 7.527 8.

2.569 2.093 2.677 2.Bab VII Perdagangan. Hotel dan Pariwisata Tabel 7. Lebak 3. Serang Kota/Mun 5. Cilegon Banten 2003 2002 2001 2000 Tenaga Kerja Kejuruan Educational Workers (2) Tenaga Kerja Non Kejuruan Non Educational Workers (3) 68 6 336 216 625 117 55 939 243 96 965 547 542 537 523 863 494 3. Pandeglang 2.3 Table Banyaknya Tenaga Kerja Kejuruan dan Non Kejuruan Hotel/Pariwisata pada Hotel Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Hotel/Tourism Educational Workers and Non of Hotel by Regency/Municipality in Banten 2004 (Orang/Person) Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Tangerang 4. Tangerang 6.725 2.558 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 243 .

857 127.207 313.438 51.997 86.487 9.455 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 244 . Hotel dan Pariwisata Tabel 7. Serang Kota/Mun 5.Bab VII Perdagangan.4 Table Banyaknya Tamu Nusantara dan Tamu Mancanegara Pada Hotel Menurut Kabupaten/Kota di Banten Number of Domestic Guest and Foreign Guest at Hotel by Regency/Municipality in Banten 2004 (Orang/Person) Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1. Pandeglang 2.997 15.585 58.101 63.933 3.765 54.066 6.912 2 40. Lebak 3.943 495.577 873.543 425. Tangerang 4. Cilegon Banten 2003 2002 2001 2000 Tamu Nusantara Domestic Guest (2) Tamu Mancanegara Foreign Guest (3) 145.2.295 930.734 15.803 45.596 217. Tangerang 6.321 415.

82 1.41 1.2. Tangerang 6. Lebak 3.41 3. Serang Kota/Mun 5.96 4. Hotel dan Pariwisata Tabel 7.21 4. Tangerang 4.31 7.99 4.12 4.22 3.02 3.04 2.Bab VII Perdagangan.39 4.49 4.46 1. Cilegon Banten 2003 2002 2001 2000 Tamu Nusantara Domestic Guest (2) Tamu Mancanegara Foreign Guest (3) 1.14 1.04 2.41 1.43 1.47 1.76 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 245 .08 7. Pandeglang 2.18 1.5 Table Rata-rata Lama Menginap Tamu Nusantara dan Tamu Mancanegara Pada Hotel Menurut Kabupaten/Kota di Banten Average Length of Stay of Domestic Guest Guest and Foreign Guest at Hotel by Regency/Municipality in Banten 2004 (Hari/Days) Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.

70 38.22 38.71 29.93 51.27 54.71 30. Hotel dan Pariwisata Tabel 7.18 31.92 60. Tangerang 6.23 53.05 28.36 39. Serang Kota/Mun 5.00 93.66 32.88 34.94 39.64 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 246 .91 32.73 58.09 28. Lebak 3. Pandeglang 2.25 38.73 53.20 33.2.12 58.39 67.30 54.74 23.58 88.24 39.53 27.91 22.30 36. Tangerang 4. Cilegon Banten 2000 (2) 2001 (3) 2002 (4) 2003 (5) 2004 (6) 18.21 33.40 61.89 55.Bab VII Perdagangan.6 Table Persentase Tingkat Penghunian Kamar Pada Hotel Menurut Kabupaten/Kota di Banten Percentage of Room Occupation Rate of Hotel by Regency/Municipality in Banten 2000 -2004 Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.

35 35.16 43. Cilegon Banten 2000 (2) 2001 (3) 2002 (4) 2003 (5) 2004 (6) 21.63 39.31 41.03 42.28 28.66 28.39 63.13 67.78 Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 247 . Tangerang 6.26 28. Pandeglang 2.32 28.39 76.60 22.50 21.71 40.18 42. Hotel dan Pariwisata Tabel 7.2.49 81. Lebak 3.7 Table Persentase Pemakaian Tempat Tidur Pada Hotel Menurut Kabupaten/Kota di Banten Percentage of Beds Sold of Hotel by Regency/Municipality in Banten 2000 – 2004 Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.93 22.06 80.Bab VII Perdagangan.56 48.43 68. Serang Kota/Mun 5. Tangerang 4.08 54.59 77.33 37.11 40.17 43.70 57.93 45.76 30.02 56.76 39.59 43.66 71.

Tangerang*) 4.1 Table Jumlah Objek Wisata Menurut Lokasi di Banten Number of Tourism Object by Location in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Munivipality (1) Kab/Reg 1. Cilegon Banten 2003 2002 2001 Wisata Marina Pantai Beach (2) Wisata Tirta Swimming Pool (3) Wisata Sejarah Historical Tour (4) Suaka Alam Wild Life Pie Serve (5) Jumlah Total (6) 6 6 7 5 11 5 14 4 28 2 2 5 4 3 6 49 16 23 20 3 27 40 42 26 10 2 46 30 28 34 11 48 16 15 11 13 4 21 21 10 16 134 90 106 92 Sumber: Dinas Pariwisata.Bab VII Perdagangan. Pandeglang 2. Hotel dan Pariwisata Tabel 7. Serang Kota/Mun 5. Seni dan budaya Propinsi Banten Souce : Tourism. Lebak 3. Art and Culture Official of Banten Province *) Catatan/Note : Menggunakan data tahun 2003 / Used data in year 2003 Banten Dalam Angka 2004 248 .3. Tangerang*) 6.

3.2 Table Jumlah Museum.Bab VII Perdagangan. Old Site and History Building in 2003 Kabupaten/Kota Regency/Munivipality (1) Kab/Reg 1. Lebak 3. Tangerang 4. Hotel dan Pariwisata Tabel 7. Cilegon Banten Museum Museum (2) Situs Purbakala Old Site (3) Bangunan Bersejarah History Building (4) Makam Sejarah History (5) 1 - 13 4 6 2 21 6 1 22 8 3 11 1 25 28 1 8 53 Sumber: Dinas Pendidikan Propinsi Banten Source : National Education Services of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 249 . Tangerang 6. Pandeglang 2. Serang Kota/Mun 5. Situs Purbakala dan Bangunan Bersejarah di Banten Number of Museum.

792.457 781.611 57.750 Sumber: Dinas Pariwisata.235. Pandeglang 2.676. Seni dan budaya Propinsi Banten Souce : Tourism. Lebak 3. Cilegon Banten 2003 2002 2001 Tempat Rekreasi Recreation Ground (2) Pengunjung / Penonton Visitors (Orang / Person) (3) Penjualan Karcis Receipts (Rp) (4) 7 6 20 374.361.3 Table Jumlah Pengunjung dan Nilai Penjualan Karcis Tempat Rekreasi/Taman Hiburan di Banten Number of Visitors and Receipts of Recreation Resorts in Banten 2004 Kabupaten/Kota Regency/Munivipality (1) Kab/Reg 1.Bab VII Perdagangan.250 35. Hotel dan Pariwisata Tabel 7.869 474.027.826 1.610 745. Tangerang 4.167 89.404.250 13. Tangerang 6.000 164.3. Serang Kota/Mun 5.008 902.147 145.000 2.000 - 16 49 16 7 92 38. Art and Culture Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 250 .579.244.

000 164. Tangerang 6.055 849.432 10 2 46 30 28 34 34 14. Lebak 3.000.500 14.826 578.605 18.902 5. Cilegon Banten 2003 2002 2001 2000 3 27 40 42 26 26 38.834 114.000 (2) Wisata Pantai Marina Beach Pengunjung Visitors (Orang/ Person) (3) Penjualan Karcis Receipts (Ribuan/ Thousand Rp) (4) Unit Unit (5) Wisata Tirta Swimming Pool Pengunjung Visitors (Orang/ Person) (6) Penjualan Karcis Receipts (Ribuan/ Thousand Rp) (7) Banten Dalam Angka 2004 251 .845 6 6 7 5 374.733 24. Pengunjung Dan Penjualan Karcis Menurut Kabupaten Dan Objek Wisata Di Banten Number of Tourism Unit.193 1.500.176 1.4 Table Jumlah Unit Wisata.571 4.598 38. Serang Kota/Mun 5.055 62.627 9.937 88.301.000 1.167 76.794 477.Bab VII Perdagangan.000.339 62.602 93.500 10.713 18. Tangerang 4.3.417.000 11 5 14 4 9.732 24.600.000 8. Visitors and Receipts by Regency/Municipality and Tourism Object in Banten 2004 Objek Wisata / Tourism Object Kabupaten/Kota Regency/Municipality Unit Unit (1) Kab/Reg 1.917. Hotel dan Pariwisata Tabel 7.386. Pandeglang 2.263 835.

Serang Kota/Mun 5.198 13 4 21 21 21 6.934 5.500 2. Hotel dan Pariwisata Lanjutan Continued Objek Wisata / Tourism Object Wisata Sejarah Historical Tourism Pengunjung Visitors (Orang/ Person) (9) Penjualan Karcis Receipts (Ribuan/ Thousand Rp) (10) Suaka Alam Wild Life Pie Serve Pengunjung Visitors (Orang/ Person) (12) Penjualan Karcis Receipts (Ribuan/ Thousand Rp) (13) Kabupaten/Kota Regency/Munivipality Unit Unit (1) Kab/Reg 1.Bab VII Perdagangan.425 10910 61.925 - 1. Cilegon Banten 2003 2002 2001 2000 11 48 16 15 11 11 28 2 2 5 (8) Unit Unit (11) 282.170 - - 4 3 - 2.548 6.320.690.174 - 6 3. Lebak 3. Tangerang 4.711 54.198 4.000 806.000 6.715 5. Pandeglang 2.934 Banten Dalam Angka 2004 252 .735.000 61.178. Tangerang 6.715 2.088.103 5.490 52.711 31.103 5.735.178.975 1.344 9.

417.500 35.579. Cilegon Banten 2003 2002 2001 2000 10 16 134 90 106 92 91 38.413.25 2.75 49 16 23 20 656.138 10.967 835.000 6.337 89.244.676. Tangerang 6.235.246 145. Lebak 3. Serang Kota/Mun 5.154 6.444.457 870.000 (14) Pengunjung Visitors (Orang/ Person) (15) Penjualan Karcis Receipts (Ribuan/ Thousand Rp) (16) Sumber: Dinas Pariwisata.635.721. Hotel dan Pariwisata Lanjutan Continued Jumlah / Total Kabupaten/Kota Regency/Munivipality Unit Unit (1) Kab/Reg 1.826 1.500 13. Tangerang 4.Bab VII Perdagangan. Art and Culture Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 253 .365 145.008 902. Seni dan Budaya Propinsi Banten Souce : Tourism.687.652. Pandeglang 2.457 145.

79 percent) are well condition.43 persen.04 persen.983.61 percent) are sufficient or moderate.Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi 8.650 km.314.650 km.85 persen jalan negara dan 43. hanya 507. 65. Of the total road length.61 persen) dalam kondisi sedang dan sisanya 65. kelas IIIA sebesar 7. 5. mikro bus sebanyak 5. 4 ui ae n s ht 4 1 n s r t ’ 3 t passenger cars. demikian pula dengan jalan propinsi seluruhnya sudah diaspal. Terdiri dari kendaraan sedan sebanyak 34. The roads whose under state responsibility are II class (13.21 percent) and 4. 56.120 km (58. 257 .16 persen.280 units are jeeps. III B class (21.61 percent). While the roads whose under provincial responsibility are III A class (8.617 units are micro buses. Number of motor vehicle whose had been recorded in transportation agency are 973 477 ui.04 percent not yet description. minibus sebanyak 96.280.477 unit.24 persen kelas yang tidak dirinci.983 units are mini buses.85 percent was under state responsibility and 43.176 units are motorcycles.60 percent) are damage. Jalan negara seluruhnya sudah diaspal.60 persen dalam kondisi rusak. T a s 3. sepan jang 289. 10. All of the roads at Banten province and national. III B class (32.930 km (33.15 persen jalan propinsi. III A class (7. and 13.1.61 persen dan sisanya 13. All of the roads who are under state responsibility were asphalted. Land Transportation. around 289. truk sebanyak 40. 137 unit are weight vehicle and 785. 56.21 percent). Jumlah kendaraan bermotor yang terdaftar di Dinas Perhu bungan Propinsi Banten pada akhir tahun 2004 sebanyak 973. The total length of the province and national roads at Banten Province in 2004 reached 862.21 persen. 40.930 km (33. Berdasarkan pengelolaannya. kelas IIIB sebesar 21. only 507. while the roads that are under provincial responsibility are 100 percent was asphalted . Banten Dalam Angka 2004 8. kendaraan alat berat sebanyak 137 dan kendaraan roda dua sebanyak 785.60 km jalan negara dan propinsi atau 7. kelas IIIB sebesar 32.617. 96.60 km (7.16 percent).Perhubungan Darat Panjang jalan propinsi dan jalan negara di Propinsi Banten pada akhir tahun 2004 adalah 862. Dari seluruh jalan yang dikelola baik jalan propinsi maupun negara.15 percent was under provincial responsibility.24 percent not yet description. Sedangkan jalan propinsi kelas IIIA sebesar 8. jeep sebanyak 10.120 km (58.970 units are trucks.176.970.1. Jalan negara kelas II sebesar 13.79 persen) dalam kondisi baik.21 persen dan tidak dirinci sebesar 4.43 percent).

91 persen. yakni sebesar 9.02 percent) was died.456 unit yang terdiri dari jeep dan roda dua).615 unit. Pada tahun 2004 jumlah perpanjangan SIM meningkat sebesar 122. and 125 (34.63 percent.456 unit are object.520 units are non public (private) category. Banten Dalam Angka 2004 258 . Banten.364 units are public category.02 percent.003 units of vehicle serial number are published. Driver license was renew are increase around 122. number of traffic accident was 278 cases.02 persen. During 2004 there was 54.003 unit. non umum (sebanyak 142. SIM yang dikeluarkan di Propinsi Banten selama tahun 2004 sebanyak 41. jumlah kecelakaan lalulintas mencapai 278 kasus. objek (sebanyak 795. Motor vehicles are divided into two categories. Jumlah kecelakaan lalulintas selama kurun waktu tersebut cendrung naik.63 persen. pindah daerah sebanyak 705 unit.Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi Jenis-jenis kendaraan terbagi dalam kategori umum (sebanyak 35.91 percent) are small wound. korban luka berat sebesar 22.27 persen.07 persen dan korban luka ringan sebesar 34. Selama kurun waktu 2003 – 2004.164. Berdasarkan sumber yang dihimpun dari Polwil Prop. 171 units of serial number was duplicated because lost. and 142. 79 (22. and 32. Hilang/ Salinan sebanyak 171 unit dan pengesahan sebanyak 32.27 percent. From 2003 until 2004.364 unit).02 persen. 795.07 percent) are heavy wound.520 unit). dan pembuatan SIM baru menurun sebesar 78. and the new driver license are decrease 78. Regional Police of Banten province was published 41 164 driver license. That accident showed the increasing trend: 2003 – 2004 increase 9. Number of victims cause that accident are 154 (43. 705 units of vehicle serial number are change of regional responsibilities. Selama tahun 2004 banyaknya penerbitan STNK bagi kendaraan baru sebanyak 54.615 units of vehicle serial number are legitimated. Kenaikan jumlah kecelakaan lalulintas selama tahun 2004 telah mengakibatkan korban meninggal sebesar 43. Therewas 35.

027.15 persen. berdasarkan total penumpang selama tahun 2004 sebanyak 113.564 ton (turun 5. dengan jumlah penumpang terbanyak berada di stasium Rangkasbitung yang mencapai 997. Serang sebesar 29.91 persen. Rangkasbitung station is the crowded station (997. Selama tahun terse but. Kab.067 orang diperoleh pendapatan sebesar Rp. Cilegon /municipality is the larger of material impunity compare to another regency/municipality.04 percent).48 percent are Lebak regency and 7.-.Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi Jumlah kerugian materi pada kecelakaan lalulintas selama tahun 2004 diperkirakan men capai Rp 290.46 persen. 259 .027 423 passengers (decrease 9.15 persen.56 percent).300. mencapai total 417. Selama tahun 2004 jumlah angkutan barang kereta api dari jenis komoditi yaitu Batubara.48 persen dan Pandeglang sebesar 7.77 persen dan stasiun Parung Panjang 851.10 percent). Jumlah penumpang kereta api di 21 stasiun yang ada di wilayah Banten selama tahun 2004 mencapai 4. Number of railways passengers at 21 station in Banten province are 4.000.91 percent Pandeglang regency.966 passengers (21. and get amount Rp 402.15 percent Cilegon /municipality. 2004 (9. 402. jumlah penumpang tertinggi terjadi pada bulan Nopember yang mencapai 9.77 percent) compare to the other station.724. Kereta Api Indonesia) at Serang station i om t t i 20 hd nr f h ’ n 04 a as embarked passengers around 113. while Parung Panjang station has 851.56 persen.000.300. Branch of Railways Company of Indonesia (P. Banten Dalam Angka 2004 Amount of material impunity cause the traffic accident is Rp.10 persen).750. 29.-.750.Kereta Api (Persero) Unit Stasiun Serang. Lebak 26.423 orang (turun 9. jumlah kerugian tertinggi dialami Kota Cilegon sebesar 36.775 passengers or 24. The crowded passengers had been occurs in December 2004 (556. 26.564 ton (5. Dari 6 kabupaten/kota.-. the crowded passengers had been occurs in November. In 2004 railways freight transportation of coals is 417. There was 36.966 orang atau 21.630 orang.775 orang atau 24. Berdasarkan sumber yang diperoleh dari PT.46 percent Serang regency. During 2004. Sedangkan jumlah penumpang tertinggi selama tahun 2004 terjadi pada bulan Desember sebanyak 556.-.T.04 persen).630 passengers). 290.067 persons.724.15 percent).

Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi Pendapatan terbesar pada bulan November sebesar 10. and get amount 18.76 persen.76 persen dan penumpang yang berangkat naik sebesar 12.98 percent. Sama halnya pada penerbangan domestik. Number of international passengers arrived increase 15. 253. pesawat yang berangkat naik 25. The percentage of increasing of domestic aircraft landing is 22. menunjukan jumlah barang selama tahun 2004 sebanyak 2.-. sedangkan jumlah penumpang internasional yang datang naik sebesar 15.43 percent). There are domestic passenger arrived increase 35. Selama tahun tersebut.000. Air Transportation. international aircraft also increased. dan penumpang yang berangkat sebesar 35. jumlah pesawat yang datang dan berangkat serta jumlah penumpang domestik yang datang dan berangkat mengalamai peningkatan dari tahun 2003.21 percent.43 persen dan total pendapatan sebesar 18.76 percent. Number of international aircraft landing increased 26.52 persen. 8.77 percent of the total amount 2004.21 persen.94 persen. banyaknya penerbangan internasional pada tahun 2004 mengalami peningkatan dari tahun 2003. and international passengers embarked increased 12. and get amount Rp. pesawat yang berangkat sebesar 22.52 percent. 2004 (25.82 persen.950 ton. and international aircraft take off increased 25.2. During that year the highest loaded had been occurs in February. yakni pesawat yang datang kenaikannya sebesar 22.82 percent if it compare to previous year. penumpang yang datang sebesar 35. 253.94 percent.19 percent.000. Banten Dalam Angka 2004 In 2004 number of domestic aircraft did landing and take off have been increased compare to the previous year.86 percent. While the highest income had been occurs in November. Number of domestic passengers arrived and domestic passengers embarked also increased.19 persen.950 ton diperoleh pendapatan sebesar Rp.77 persen. 8.2 Perhubungan Udara Pada tahun 2004.95 percent.98 persen. Same as domestic aircraft. and domestic passengers embarked increase 35. In 2004 the number of railways freight transportation is 2. yakni pesawat yang datang naik sebesar 26. and percentage of increasing of domestic aircraft take off is 22. about 10. Pendataan yang dilakukan di Statsiun Serang.-. 260 .95 persen. jumlah barang terbanyak terjadi pada bulan Pebruari yang mencapai 25.

834. pos yang dimuat sebesar 137. Banten Dalam Angka 2004 261 . and goods had been unloading decreased 16.10 persen.44 percent if it compare to previous.28 persen.26 persen.44 persen.17 percent.783.078. Package post had been loading is 137.17 kg. Rata-rata barang yang di muat selama tahun 2004 untuk se tiap bulannya adalah 4. Untuk pos paket yang dimuat mengalami peningkatan sebesar 19.783. In 2004 number of goods and domestic package post were increase 15.28 percent.17 kg.450. Penurunan jumlah barang yang dimuat adalah sebesar 7.78 percent.83 kg dan pos yang dibongkar sebesar 423. number of goods had been loaded was increased 11.83 monthly. International package post had been loading decreased 4.078.26 percent. Untuk pos paket yang dimuat mengalami penurunan sebesar 4.874 kg monthly. peningkatan jumlah barang yang dimuat sebesar 11. Number of package post had been loaded was increased 19.43 persen dan 16.98 percent.387 kg. Secara total barang dan pos paket internasional yang dimuat selama tahun 2004 mengalami penurunan dibandingkan dengan keadaan tahun 2003 sebesar 6. and unloading decreased 16.17 persen.30 persen dan jumlah barang yang dibongkar mengalami penurunan sebesar 16. Goods and international package post had been loading decreased 6.834.30 percent.17 persen.43 percent and 16.78 persen dan yang dibongkar mengalami penurunan sebesar 16. goods had been unloading is 8. Decreasing of goods had been lading is 7.10 percent for goods. Average of goods had been loading is 4.98 persen dan peningkatan paket pos dan barang yang dibongkar masing-masing sebesar 31.874 kg. and unloading is 423. barang yang dibongkar sebesar 8.17 percent. package post had been unloaded was increased 31.387 kg monthly.Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi Selama tahun 2004 banyak nya barang dan pos paket domestik yang dimuat dan dikirim mengalami peningkatan dari tahun 2003 sebesar 15.450.

8.044 ton dan barang yang dimuat sebesar 4. untuk jumlah trip. General port by status divided into two categories.73 persen). sedangkan untuk kapal cepat terjadi penurunan dari 461. In 2004 number of trips of ferry transportation at Banten decrease if it compare to previous year. Ferry transportation is the one of many activities of the port services. Number of passengers of regular ferry had been decreased 3.92 persen dari tahun sebelumnya.340 passenger became 361. Sea Transportation.719.719.099 passengers).3 Perhubungan Laut Data angkutan penyeberang an di pelabuhan Banten merupakan salah satu dari kegiatan usaha jasa kepelabuhan yang diberikan oleh pelabuhan umum di Indonesia.044 ton. tahun 2004 terjadi sebanyak 6. and 1.563 foreign ships.753 trip untuk kapal Ro-ro.932 domestic ships. Number of trips of speed boat is 6.099 penumpang di tahun 2004 (turun 21.92 percent.3.73 percent (from 461. Jumlah kapal yang bersandar di pelabuhan Banten pada tahun 2004 sebanyak 2. That service is giving by company of general port of Indonesia.340 orang penumpang pada tahun 2003 menjadi hanya 361. Secara umum jumlah trip angkutan penyeberangan di pelabuhan Banten pada tahun 2004 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2003.033 ton. There are exploitation general port and unexploited general port. Jumlah penumpang kapal Ro-ro untuk tahun 2004 mengalami penurunan sebesar 3. while number of passengers of speed boats was decrease 21.563 kapal Asing dan 1.753 by regular ferry.964 trips. In 2004 number of ships was lean at ports in Banten is 2. Pe labuhan umum menurut statusnya dibedakan antara pelabuhan umum yang diusahakan dan pelabuhan umum yang tidak diusahakan. and the goods was loaded at ports in Banten is 4.050.964 trip untuk kapal cepat Bakauheni dan 20. The goods was unloaded at ports in Banten is 21.Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi 8.033 ton.932 kapal domestik dengan jumlah barang yang dibongkar sebanyak 21. Banten Dalam Angka 2004 262 .050. and 20.

1. Banyaknya Penerbangan Yang Datang di Bandara Soekarno-Hatta Tahun 2004 9 00 0 8 00 0 7 00 0 Penerbangan 6 00 0 5 00 0 4 00 0 3 00 0 2 00 0 1 00 0 0 nu Ja ari Fe br ua ri M t are Ap r il M ei ni Ju li Ju Ag us t us Se em pt be r t Ok e ob r No e mb pe r De se mb er Dom est ik In t ernasion al Banten Dalam Angka 2004 263 . Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas dan Jumlah Korban di Banten Tahun 2004 140 120 100 80 60 40 20 0 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Kecelakaan Luka Berat Meninggal Luka Ringan Grafik 8.Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi Grafik 8.2.

215 158.516 Tercatat Paket Pos Kilat Khusus Kartu Pos 264 .132 3.00 60.00 100.00 80.00 0.4 Banyaknya Surat Yang Dikirim Menurut Jenis Surat 2004 10.00 40.00 20.442 461 122.077 Standar Dinas Bebas Bea Wesel Pos Banten Dalam Angka 2004 115.3 Banyaknya Barang dan Pos Paket Internasional Yang Dimuat dan Dibongkar di Bandara Soekarno-Hatta 2002-2004 120.00 2002 2003 2004 Bongkar Muat Grafik 8.211 59.Bab VIII Perhubungan dan Komunikasi Grafik 8.

Kondisi Jalan dan Kelas Jalan di Banten Length of Type of Surface.420 115.400 Propinsi Province (3) 372.070 62.400 70.390 156.250 113. Kelas Jalan/ Road Class A.600 490. Kelas I / Class I B. Jenis Permukaan. Kerikil/Gravel c.800 186. Diaspal/Asphalted b.030 372. Rusak / Damage D. Kelas II / Class II C. Kondisi Jalan/ Road Condition A.730 133. Kelas Tidak Dirinci /Unclassificated Jumlah / Total Sumber : Sub Dinas Bina Marga PropinsiBanten Source : Bina Marga Sub Official of Banten Province Negara State (2) 490.000 372.400 212.530 64.1 Table Panjang Jalan Menurut Tingkat Pemerintah yang Berwenang. Rusak Berat / Seriously Damage Jumlah / Total III. Sedang / Moderate C. Baik / Good B. Kelas III / Class III D. Jenis Permukaan/ Surface Condition a.890 34. Condition and Category of Road by Level of Government in Banten 2004 (Km/Kms) Status Jalan/Road Level Uraian Description (1) I.850 490. Kelas IIIA / Class IIIA E.1. Tanah/Land d.400 490. Kelas IIIC / Class IIIC G. Kelas IIIB / Class IIIB F.130 277.250 Banten Dalam Angka 2004 265 .250 294.250 372.860 3.Bab VIII Perhubungan Tabel 8. Tidak Dirinci/ Unclassificated Jumlah / Total II.

23 6.55 0.15K 029.Bab VIII Perhubungan Tabel 8.85 138. Maulana Yusuf (Serang) Jl.00 14.50 40. 14K 002. Raya Serang (Cilegon) Tangerartg . 003. Mayor Safe) (Serang) Jl.00 16.00 7.Merak Jl.15 3.11K Cilegon .00 16.02 1.10 16. Serang dan Cilegon Nasional/National 001. A. Yumaga (Serang) Jl.73 24.00 7.Palima Palima .00 Jl.00 10.20 10.16 1.08 7.00 8.2 Table Nomor Ruas Number of section (1) Data Ruas Jalan Nasional dan Propinsi di Banten Data of National and Province Authority Road in Banten 2004 Ruas Jalan Road by Section (2) Status Status (3) Fungsi Function (4) Kelas class (5) Panjang Length (Km) (6) Lebar Perkerasan Width (m) (7) I.65 0.Serang Jl.00 8.92 3.Pasauran N N N N N N N N N N N N N N N A A A A A A A A A A A A K1 K1 K1 II II II H II II II II II N II II IIIB IIIB 8.00 6.73 16.00 10.Cilegon Jl.1.12K 002.12K 002.Pasang Teneng P P P P P P P K2 K2 K2 K2 K2 K2 K2 IIIA IIIA IIIA IIIA - 13. Khatib (Serang) Jl.14K 029. Raya Pandeglang (Serang) Cikande .40 38.80 6.42 0.00 6.13K 002. Ahmad Yani (Serang) Jl.Bojonegara 127 Merak Jalan Nasional Serang dan Cilegon/ National Rod in Serang and Cilegon Propinsi/Province 029 029.00 16. Tb. 002.11K 001. 001.12K 026.1 026.Citeras Pakupatan .65 4. SA Tirtayasa (Serang) Jl.45 0.Cadasari Jl. Raya Anyer (Cilegon) Serdang .00 4.15K 003.60 6.00 8. Raya Cilegon (Cilegon) Jl.45 0.1 1K 002. Sudirman (Serang) Cilegon .90 83. Raya Merak Serang .16K 082 128 129 Serang .80 0.48 3.00 7.50 Jalan Propinsi Serang dan Cilegon/ Province Road in Serang and Cilegon Banten Dalam Angka 2004 266 .00 7.00 6.00 6.11K 003. Raya Cilegon (Serang) Jl.00 7.50 34.

90 7.Sumur Jalan Propinsi Pandeglang/ Province Road in Pandeglang P P P P P K2 K2 K2 K2 K2 IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA 5.1 027. Labuhan .02 0.00 7. Asnawi (Pandeglang) Jl.50 N N N N N N N N N N K1 K1 K1 K1 K1 K1 K1 K1 K1 K1 IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIA IIIA IIIB IIIB 16.39 49.65 17.00 6.10 17.00 8.70 5.Pasauran Labuhan .Saketi Pandeglang .50 Banten Dalam Angka 2004 267 .11K 029.28.Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Lebar Perkerasa n Width (m) (7) Nomor Ruas Number of section (1) Ruas Jalan Road by Section (2) Status Status (3) Fungsi Function (4) Kelas class (5) Panjang Length (Km) (6) II.27 43.13K 032 099 Cadasari . Raya Rangkasbitung (Pdg) Sp.31 46. Raya Labuhan (Pdg) Jl.05 20.92 155. Tb.50 4.2 027.01 0.50 14.11K 0.20 3.12K 093 115 Labuhan .11K 030.20 3.00 7.40 17.Pandeglang Jl.25 6.00 7.2 028 028.60 0.30 21.Picung Cibaliung .Cikeusik Binuangeun Jalan Nasional Pandeglang/ National Rod in Pandeglang Propinsi/Province 029 029.00 7. Labuhan .50 4. Ahmad Yani (Pandeglang) Jl. Raya Serang (Pandeglang) Saketi .12K 029.Saketi Jl. Abdulrahim (Pdg) Jl.00 5.CibaRung Cfoaliung . Mayor Wtdagdo (Pdg) Jt.25 3.00 6. Labuhan Sp.70 7. Pandeglang Nasional/National 026.Sp.28 0.12K 030.60 3.

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Nomor Ruas Number of section (1) II.48 144.54 5.50 4.00 4.26 3.12K 087. Lebak Ruas Jalan Road by Section (2) Status Status (3) Fungsi Functio n (4) Kelas class (5) Panjang Length (Km) (6) Lebar Perkerasan Width (m) (7) Nasional/National 030 030.94 33.Bts.00 6.00 158. Jabar Cipanas .2 Pandeglang .75 4.00 9.11K 082.40 6.2 149 Picung – Simpang Bayah – Cikotok Gunung Madur .Bts Jabar Jalan Nasional Lebak/ National Rod in Lebak Propinsi/Province 032 035 036 082 082.1 031.50 14.50 5.50 N N N N N N N N K1 K1 K1 K1 K1 K1 K1 K1 IIIA IIIA IIIA IIIA IIIA IIIB IIIB IIIB 14.60 6.42 6.00 6.13K 031.Cigelung Jl. Raya Cikande (Rks) Cikotok .1 031.60 2.03 59.Cibareno .00 3.Muara Binuangeun Simpang . Sunan Kalijaga (Rks) Jl.00 7.Warung Banten Jalan Propinsi Lebak/ Province Road in Lebak Banten Dalam Angka 2004 P P P P P P P P K2 K2 K2 K2 K2 K2 K2 K2 IIIB IIIB IIIB IIIA IIIA IIIB 44.11K 031. By Pass (Rangkasbftung) Jl.00 5.23 1.32 25.20 39.Rangkasbitung Jl.50 4. Raya Cipanas (Rks) Simpang .93 13.50 4.98 1.69 33.Bayah Bayah .Pulau Manuk Citeras – Rangkasbrtung Jl.50 4.86 4.20 16. Raya Pandeglang (Rks) Rangkasbitung .50 268 .12K 033 119.

Bts Bgr) Jl.Serpong Bte.50 7.Bogor (Bts OKI .39 7.00 52.00-22.08 4.02 4.720 P P P P P P P P P P P P K2 K2 K2 K2 K2 K2 K2 K2 K2 K2 K2 K2 IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB IIIA IIIA IIIB IIIB IIIB IIIB IIIB 4.1 101.00 14.00 6.4 7.11K 071.00 6.04 2. Raya By Pass (Tangerang) Jl.00 14.7 9.72 6. Raya Jombang (Ciputat) Jl.1 4.00 7.00 7.1 Jl.66 7. Usman (Ciputat) Tangerang .11K 103. Raya Serpong (Tangerang) Sp.50 6.02 1.50 7. H.13K 100.00-27.11K 100. Daan Mogot (TngBts OKI) Ciputat .45 9. Raya Cipondoh Jl.46 15.11K 101.22 52.24 5.14K 101.00 7.11K 103.07 4.12K 100. Beringin Raya (Tangerang) Jl. Raya Ciledug Banten Dalam Angka 2004 269 . Raya Jombang (Ciledug) Jl.Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Nomor Ruas Number of section (1) IV.5 7. Bogor Jl. 003.00 Lebar Perkerasan Width (m) (7) Ruas Jalan Road by Section (2) Status Status (3) Fungsi Functi on (4) Kelas class (5) Panjang Length (Km) (6) Jalan Nasional Tangerang/ National Rod in Tangerang 100 100. Aria Putra (Ciputat) Jl.5 0.10 10. Raya Serang (Tangerang) N N N N A A A A II II II II 28.00 7.12K Ciputat – Ciledug Jl.00 10. Raya Serang (Tangerang) Jl. Bftung – Curug Jl. Tangerang Nasional/National 003.50 7.13K 004.12K 102 102.

25 Lebar Perkerasan Width (m) (7) 6.94 11.09 2.12K 154 Ruas Jalan Road by Section (2) Ciputat – Serpong Jl.23 490.Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued Nomor Ruas Number of section (1) 104 104.40 372. Peranan / Fungsi Jalan berdasarkan SK Menkimpraswil No.Parung Panjang Status Status (3) P P P P Fungsi Functi on (4) K2 K2 K2 K2 Kelas class (5) IIIB IIIB IIIB IIIB Panjang Length (Km) (6) 4. Jalan Nasional berdasarkan SK Menkimpraswil No. Fungsi / Fuction A = Arteri K = Kolektor 862. Kelas Jalan berdasarkan SK Menhub No. 55 Tahun 1999/ Road class is based by Menhub agreement Banten Dalam Angka 2004 270 .25 3.50 6.65 Status / Status : N = Nasional P = Propinsi L = Lokal 2.50 Jalan Propinsi Tangerang/ Province Road in Tangerang Total Jalan Nasional Total National Road Total Jalan Propinsi Total Province Road Jalan Nasional dan Propinsi/ National And Province Road Sumber : Sub Dinas Bina Marga PropinsiBanten Source : Provincial Public Work Service of Banten Keterangan / Notes: 1. Jalan Propinsi berdasarkan SK Mendagri dan Otda No.60 6.82 84.60 6. 375/KPTS/M/2004 / Road function is based by Menkimpraswil agreement 5. 55 Tahun 2000 / Province Road is based by Mendagri agreement 4. Pajajaran (Ciputat) Jl. Puspitek Raya (Ciputat) Curug .11K 104. 376/KPTS/M/2004 / National Road is based by Menkimpraswil agreement 3.

400 Sp.030 Jl.850 Sumber : Sub Dinas Bina Marga PropinsiBanten Source : Provincial Public Work Service of Banten Banten Dalam Angka 2004 271 .450 Serang – Pandeglang 23.045 Serang – Cilegon 18.018 Jl.736 Bayah – Cikotok 13.570 Jl. Ir. 4. Aria Putra (Ciputat) 4.500 Tangerang – Serpong – Parung 34.586 Jl. Usman (Ciputat) 0. P.150 Labuan – Simpang Labuan 3. Raya By Pass (Tangerang) 4.242 Cilegon – Pasauran 42. Juanda (Ciputat) 3.Ciledug 15. Beringin Raya (Tangerang) 1. Daan Mogot (Tangerang) 7. Puspitek Raya (Ciputat) 2.976 Kreo – Ciledug – Tangerang 7. Karang Hawu .109 Sp.086 Jl.340 Jl.800 Jl.1. Labuan – Cibaliung 16. Ciledug Raya (Tangerang) 37.786 Pandeglang – Rangkasbitung 18. Ciputat Raya Ke Ciputat 4.840 Jl.990 Cibaliung – Sumur 20. Martadinata (Ciputat) 4.910 Jl. Raya Serpong (Tangerang) 4. Jombang Raya (Ciledug) 4. Dewi Sartika (Ciputat) 1.900 Simpang – Muara Binuangeun 16.3 Table Ruas Jalan Road by Section (1) Daftar Penetapan Kelas Jalan di Banten List of Road Classification in Banten 2004 Panjang Length (Km) (2) Fungsi Function (3) Arteri Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Kolektor 1 Arteri Arteri Arteri Arteri Arteri Arteri Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Kolektor 2 Status Status (4) Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Nasional Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Propinsi Kelas Class (5) II II II II II II II II II II II III A III A III A III A III A III A III A III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B Jl.200 Jl.100 Tangerang – Serang 65.500 Sp.132 Jl.620 Pandeglang – Saketi 18.700 Ciputat – Serpong 9.037 Jl. Cipondih Raya (Tangerang) 34.350 Cikande – Rangkasbitung 27.750 Sp.750 Rangkasbitung – Cigelung 41.456 Jl.400 Ciputat – Bogor 36.829 Saketi – Simpang 61.E.312 Ciputat . Karang Hawu – Cikotok 5.390 Batas DKI – Tangerang 7.935 Cibareno – Mandur – Manuk Gn. Bitung – Curug 5.Bab VIII Perhubungan Tabel 8.700 Labuan – Pasauran 16.447 Cilegon – Merak 12. Pajajaran (Ciputat) 3. R. Raya Serang (Tangerang) 7.Cisolok 4.070 Jl.320 Jl. Ciledug Raya (Ciledug) 9. H.040 Jl.942 Simpang – Bayah 33.

237 472.463 Kendaraan Baru New Vehicles (3) 1.266 2.997 503.149 174 294 67 7.083 226.576 21.704 10.423 Jenis Kendaraan Type of Motorized Vehicles (1) Sedan Umum/Common Saloon car Sedan Bukan Umum/Not Common Saloon Car Sedan non Obyek/Non Object Saloon Car Jeep Non Obyek/Non Object Jeep Jeep Obyek/Object Jeep Mini Bus Umum/Common Mini Bus Mini Bus Bkn Umum/Not Common Mini Bus Mini Bus Non Obyek/Non Object Mini Bus Micro Bus Umum/Common Micro Bus Micro Bus Non Umum/Not Common Micro Bus Micro Bus Non Obyek/ Non Object Micro Bus Truk umum/Common Truck Truk Non Umum/Not Common Truck Truk Non Obyek/Non Object Truck Alat Berat/ Height Tool Roda Dua Obyek/ Obj Motorcycle Roda Dua Non Obyek/ Non Obj Motorcycle Jumlah /Total 2003 r) 2002 2001 Sumber: Dinas Pendapatan Propinsi Banten Source : Income Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 272 .935 2.996 892 2.872 457.553 65.159 39 478.161 39.325 61.278 Daftar Ulang/ Registration (5) 3.298 1.185 623.436 1.025 4 18.346 12.350 806 29.280 24.656 10.1.022 25.347 65.Bab VIII Perhubungan Tabel 8.509 171.448 1.292 11.682 1.4 Table Jumlah Kendaraan Bermotor di Banten Number of Vehicles in Banten 2004 Potensi Awal Pre Potential (2) 5.477 663.881 72.940 625.148 387.036 50.290 243 11.610 14.104 22.340 124.198 12 200.574 160 6.249 1.809 137 785.594 63 146 86 2.176 973.044 129 582.610 72.084 34.147 41.788 2.354 13.932 Mutasi Masuk In Mutation (4) 376 4.854 8.866 15.770 751.658 27.662 1.636 90 194 76 4.470 36310 38.676 Mutasi Keluar Out Mutation (6) 38 4.694 503.298 73.293 2.874 452.592 20.373 2.253 Potensi Akhir Final Potential (7) 6.

823 2.672 40.656 222 41.506 29.840 Baru New (3) 2.296 15.868 32.689 3.644 9.430 4.045 3.795 20 6.568 19.164 47. SIM A 6.138 13.5 Table Banyaknya Surat Ijin Mengemudi Yang Dikeluarkan oleh Kepolisian Daerah Banten Number of Driving Certificate Was Produced by Police of Banten Region 2004 Jenis SIM Kind of Certificate (1) 1.I 1.430 6.106 10.983 Jumlah Total (4) 29.451 Sumber : Polda Propinsi Banten Source : Police Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 273 .II Jumlah 2003 2002 2001 202 34. SIM C Surat Ijin/ Driving Certificate Perpanjangan Add (2) 26.Bab VIII Perhubungan Tabel 8. SIM B .1. SIM B .209 221 1.

336 3.238 4.682 3.427 2.364 1.Bab VIII Perhubungan Tabel 8.384 5.373 3.764 5.930 5.202 3.848 3.450 Hilang / Salinan Lost / Copy (5) 22 25 10 16 29 17 9 11 16 16 171 376 640 Pengesahan New Printing / Legalization (6) 2.154 2.224 3.760 4.1.046 3.664 Sumber : Polda Propinsi Banten Source : Police Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 274 .687 4.468 29.6 Table Banyaknya Penerbitan STNK oleh Kepolisian Daerah Banten Number of STNK Issued by Police of Banten Region 2004 Bulan Month (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopember/November Desember/December Jumlah /Total 2003 2002 Kendaraan Baru New Car (2) 3.103 2.702 20.852 2.623 3.701 54.231 Balik Nama Transfer Duties (3) 2949 4.615 41.283 5.914 1.628 32.003 39.338 Pindah Daerah Mived to Another Place (4) 43 43 56 49 48 51 60 127 80 68 13 67 705 1323 1.095 4.

7 Table Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas dan Jumlah Korban di Banten Number of Accidents and Victims In Banten Region 2004 Jumlah Kecelakaan Total Accidents (2) 7 11 6 12 13 7 14 12 18 7 22 16 145 133 123 121 111 Korban (Orang) Victim(person) Luka Berat Luka Ringan Seriously Slightly Injured Injured (4) (5) 1 2 1 1 4 7 6 7 6 4 28 12 79 30 47 61 49 4 1 1 3 2 8 8 9 12 4 50 23 125 97 92 112 117 Bulan Month (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopember/November Desember/December Jumlah /Total 2003 2002 2001 2000 Meninggal Deaths (3) 8 14 8 12 14 4 14 13 24 5 25 13 154 148 108 135 111 Sumber : Polda Propinsi Banten Source : Police Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 275 .Bab VIII Perhubungan Tabel 8.1.

000 110.000 260.000 127.000 47.000 72.500.000 105.000 Sumber : Polda Propinsi Banten Source : Police Official of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 276 . Pandeglang Lebak Tangerang Serang Kota/Mun. Tangerang Cilegon Banten 2000 2001 2002 2003 2004 (2) (3) (4) (5) (6) 6.300.000 245.750.Bab VIII Perhubungan Tabel 8.700.950.000 115.250.000 21.250.100.000 77.950.000 85.000 836.750.000 79.000 91.000 105.000 918.000 39.000.200.300.000.650.000 290.8 Table Perkiraan Kerugian Materi Pada Kecelakaan Lalu Lintas Di Banten Material Lost Estimation of Accident in Banten 2000 – 2004 (Ribu/Thousand Rp) Kabupaten/Kota Regency/City (1) Kab/Reg.100.900.850.900.1.000 23.850.000 52.000 25.000 - 25.800.400.650.000.200.000 336.000 3.

564 279.973 350.877 1.327 6.869 35 2.879 8.499 67.090 328.389 6.136 429.352 1.497 4.263 2.691 4.264 3.536 4.855 450.19 9.018 36 2.150 6.282 79.542 6.430 69 2.887 2.642 3.654 4.986 14.297 Sumber : Dinas Perhubungan Propinsi Banten Source : Transportation Traffic Service of BantenProvince Banten Dalam Angka 2004 277 .661 310.632 63.584 72.594 9.638 3.232 25.372 2001 597.585 2.456 2.714 25.738 14.673 12.201 13.KAI Daop I Jakarta di Banten Number of Train Passangers of PT.393 17.113 536. KAI Daop I Jakarta in Banten 2004 (Orang/Person) Bulan/Month Maret April March April (4) (5) 4.420 573 8.468 481.868 1.450 2.738 25.431 700 9.742 14.409 77.931 549.261 3.978 23.418 491.762 Februari February (3) 4.074 23.704 3.379 82.327 4.517 3.260 13.256 465.767 440.690 13.008 2.390 412.944 7.718 529.Panjang Cilejit Tenjo Tigaraksa Maja Citeras Rangkasbitung Jambubaru Catang Cikeusal Walantaka Serang Karangantu Tonjongbaru Cilegon Krenceng Cigading Merak Jumlah /Total 2003 2002 Januari January (2) 540 8.167 5.690 320.419 Stasiun Port (1) Pondokranji Sudimara Serpong Cisauk Pr.798 1.831 16.638 3.165 3.641 1.197 65.424 25.912 346.612 24.435 21.835 11.959 7.895 319.Bab VIII Perhubungan Tabel 8.209 5.879 18.027 25.584 26.009 79.699 438.152 3.583 10.114 2.621 1.782 15.393 Mei May (6) 6.692 373.917 11.218 2.055 22.204 319.876 32 2.479 275.385 64 2.929 3.950 27.485 3.745 146 2.9 Table Jumlah Penumpang PT.920 2.678 291.550 15.234 704 9.457 10.1.362 2.652 4.377 3.184 27.005 15.041 359.518 597 8.182 7.017 72.280 89.482 4.876 4.689 70.789 16.667 3.299 Juni June (7) 6.843 13.055 5.443 868 9.130 72.076 2.851 9.422 6.762 1.

Bab VIII

Perhubungan

Lanjutan Continued

Stasiun Port (1) Pondokranji Sudimara Serpong Cisauk Pr.Panjang Cilejit Tenjo Tigaraksa Maja Citeras Rangkasbitung Jambubaru Catang Cikeusal Walantaka Serang Karangantu Tonjongbaru Cilegon Krenceng Cigading Merak Jumlah /Total 2003 2002

Bulan/Month Juli July (8) 8.279 16.948 29.480 9.525 82.258 16.381 28.963 28.192 10.647 7.710 94.025 3.200 4.951 5.281 733 9.894 2.953 63 4.010 1.756 3.894 369.143 459.882 382.521 Agustus August (9) 6.719 18.552 24.242 9.232 80.271 18.802 28.975 28.852 7.662 6.290 89.253 3.005 4.866 4.509 729 8.964 2.328 51 3.194 1.590 3.325 351.411 382.824 356.689 3.230 322.763 363.231 313.847 September September (10) 5.791 17.780 21.736 8.433 77.086 15.209 26.676 26.325 6.122 5.690 80.176 2.821 4.950 3.993 787 8.847 2.307 47 3.062 1.695 Oktober October (11) 5.104 14.703 23.514 6.664 61.695 12.718 26.672 17.205 5.583 4.803 77.875 2.350 3.677 3.513 731 8.789 1.861 58 2.970 1.417 2.809 284.711 374.659 324.940 519.699 Nopember November (12) 6.906 11.216 23.351 7.569 63.083 12.412 24.553 19.117 10.139 5.269 111.960 2.709 4.910 5.669 1.043 10.485 2.873 74 4.244 2.137 7.459 337.178 357.100 301.101 480.971 Desember December (13) 4.667 8.735 16.002 8.728 67.082 17.891 262.253 23.399 9.460 4.691 72.109 2.263 3.793 3.788 741 8.629 1.910 49 34.946 3.197 2.297 556.630 356.472 332.039 533.478

Jumlah Total (14) 65.790 178.373 226.309 91.362 851.966 183.176 546.901 298.289 109.071 61.349 997.775 31.763 52.546 51.341 8.206 109.342 30.555 724 68.704 20.881 42.381 4.027.423 4.430.616 3.908.330 6.085.511

2001 555.594 513.279 408.267 Sumber : Dinas Perhubungan Propinsi Banten Source : Transportation Traffic Service of BantenProvince

Banten Dalam Angka 2004

278

Bab VIII

Perhubungan

Tabel 8.1.10 Table

Lalu Lintas Angkutan Barang PT. KAI Daop I Jakarta di Banten Traffic of Train Cargoes at PT. KAI Daop I Jakarta in Banten 2001-2004 (Ton)
Jenis Komoditi Kind of Comodity

Tahun Year

Besi Baja (Sta. Cilegon) (2)

Batubara (Sta. Cigading) (3)

Petikemas (St. Tj. Baru) (4)

(1)

2001

33.448

726.596

5.094

2002

1.218

545.608

-

2003

-

439.740

-

2004

-

417.564

-

Sumber : Dinas Perhubungan Propinsi Banten Source : Transportation Traffic Service of BantenProvince

Banten Dalam Angka 2004

279

Bab VIII

Perhubungan

Tabel 8.1.11 Table

Lalu Lintas Penumpang Kereta Api di Wilayah Usaha Barat Traffics of Train Passengers at West Exploitation 2004

Bulan Month (1) 1. Januari/January 2. Pebruari/February 3. Maret/March 4. April/April 5. Mei/May 6. Juni/June 7. Juli/July 8. Agustus/August 9. September/September 10. Oktober/October 11. Nopember/November 12. Desember/December

Penumpang Yang Berangkat Departing Passengers (Orang/Person) (2) 9.256 9.292 7.636 8.254 9.506 10.014 10.510 9.033 9.753 9.782 10.810 9.221

Pendapatan Receipt (Ribu/Thousand) (3) 30.505,0 32.700,8 29.543,5 29.132,5 33.881,5 33.791,5 41.561,0 32.456,5 32.219,0 32.479,0 44.229,0 30.225,5

Jumlah /Total

113.067

402.724,3

Sumber : PT. Kereta Api (Persero) Unit Stasiun Serang Source : State Railways Enterprise of Serang Unit Station Catatan/Note : Stasiun Serang saja/ Serang Port only

Banten Dalam Angka 2004

280

Bab VIII

Perhubungan

Tabel 8.1.12 Table

Lalu Lintas Angkutan Barang Kereta Api di Wilayah Usaha Barat Non DKI Traffics of Train Cargoes at West Exploitation Non DKI 2004

Bulan Month (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah /Total 2003 2002 2001 2000

Barang Yang Berangkat Departing Goods (Ton/ Ton) (2) 750 670 300 300 100 430 350 50 2.950 71.105 97.426

Pendapatan Receipt (Ribu/Thousand) (3) 47.500 57.500 30.000 30.000 10.000 40.500 32.500 5.000 253.000 271.991,0 210.159,0

Sumber : PT. Kereta api (Persero) Unit Stasiun Serang Source : State Railways Enterprise of Serang Unit Station Catatan/Note : Stasiun Serang saja/ Serang Port only

Banten Dalam Angka 2004

281

Bab VIII

Perhubungan

Tabel 8.2.1 Table

Banyaknya Penerbangan, Penumpang Domestik dan Barang di Bandara Soekarno-Hatta Number of Domestic Flights and Passangers at SoekarnoHatta Airport 2004

Bulan Month (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah Total 2003 2002 2001 2000 Sumber: PT. Angkasa Pura II Source :Angkasa Puta II, Ltd

Pesawat (Flights) Datang Berangkat Arrival Departure (2) (3) 7.831 7.308 7.718 7.260 7.756 7.781 8.251 8.262 7.912 7.841 8.552 7.539 94.011 76.463 66.880 54.182 46.290 7.814 7.301 7.727 7.238 7.751 7.766 8.250 8.257 7.920 7.823 8.560 6.890 93.297 76.340 67.170 54.435 45.744

Penumpang/Passangers (Orang/Persons) Datang Berangkat Arrival Departure (5) (6) 790.971 754.440 744.005 748.225 837.824 869.253 948.089 912.755 876.464 826.086 870.687 805.819 9.984.618 7.344.625 4.779.124 3.185.103 2.541.477 651.038 641.528 679.834 627.587 723.557 759.870 867.029 798.121 771.905 748.495 803.457 694.894 8.767.315 6.485.039 4.361.534 3.499.472 2.845.832

Banten Dalam Angka 2004

282

Bab VIII

Perhubungan

Tabel 8.2.2 Table

Banyaknya Penerbangan dan Penumpang Internasional di Bandara Soekarno-Hatta Number of International Flights and Passangers at Soekarno-Hatta Airport 2004

Bulan Month (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah Total 2003 2002 2001 2000 Sumber: PT. Angkasa Pura II Source :Angkasa Puta II, Ltd

Pesawat Flights Datang Berangkat Arrival Departure (2) (3) 1.852 1.675 1.713 1.698 1.740 1.726 1.851 1.829 1.806 1.853 1.883 1.643 21.269 16.771 23.750 17.024 20.460 1.869 1.687 1.713 1.716 1.752 1.734 1.857 1.832 1.800 1.861 1.899 1.500 21.220 16.906 23.317 17.076 19.981

Penumpang/Passangers (Orang/Persons) Datang Berangkat Arrival Departure (5) (6) 230.380 235.404 213.772 192.806 212.344 235.924 279.643 239.019 219.557 222.752 265.853 207.395 2.754.849 2.379.790 2.510.011 2.225.946 2.256.161 262.830 192.509 207.690 199.977 206.962 236.771 245.477 242.544 236.746 236.701 226.713 217.647 2.712.567 2.403.358 2.515.915 2.244.184 2.312.356

Banten Dalam Angka 2004

283

Bab VIII

Perhubungan

Tabel 8.2.3 Table

Banyaknya Barang dan Pos Paket Domestik Yang Dimuat dan Dibongkar di Bandara Soekarno-Hatta Number of Loaded and Unloaded Domestic Cargoes and Parcels at Soekarno-Hatta Airport 2004

Barang/Cargoes Bulan Month (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah Total 2003 2002 2001 2000 Muat Loaded (2) 4.186.852 3.500.294 4.000.739 3.761.010 4.298.633 4.337.017 4.225.683 3.947.275 4.081.976 4.306.333 3.935.754 4.359.081 48.940.647 43.705.639 40.877.211 64.413.543 65.890.687 Bongkar Unloaded (3) 8.304.863 7.906.278 10.321.280 7.708.372 8.591.185 9.373.913 9.481.191 8.885.146 9.229.788 10.069.041 7.214.968 8.320.463 105.406.488 90.791.367 73.401.129 34.172.241 31.791.817

Pos Paket/Parcels Muat Loaded (4) 146.923 128.076 167.213 137.012 112.478 128.482 122.624 121.927 125.118 174.642 160.317 129.206 1.654.018 1.386.713 1.690.547 3.402.072 5.735.165 Bongkar Unloaded (5) 384.468 414.885 501.997 365.608 349.429 379.110 408.008 430.366 416.727 543.578 467.056 420.170 5.081.402 3.866.309 3.754.673 1.862.996 3.543.378

Sumber: PT. Angkasa Pura II Source : Angkasa Puta II, Ltd

Banten Dalam Angka 2004

284

Bab VIII

Perhubungan

Tabel 8.2.4 Table

Banyaknya Barang dan Pos Paket Internasional Yang Dimuat dan Dibongkar di Bandara Soekarno-Hatta Number of Loaded and Unloaded International Cargoes and Parcels at Soekarno-Hatta Airport 2004

Bulan Month (1) Januari / January Pebruari/ February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah Total 2003 2002 2001 2000 Sumber: PT. Angkasa Pura II Source :Angkasa Puta II, Ltd Banten Dalam Angka 2004

Barang/Cargoes Muat Loaded (2) 5.624.352 6.680.611 7.273.754 6.899.511 7.547.936 8.033.521 7.524.751 6.594.489 7.021.793 7.021.228 5.142.829 5.428.511 80.793.286 87.153.429 89.806.311 98.549.413 112.498.591 Bongkar Unloaded (3) 7.475.163 6.781.810 8.233.578 6.525.973 7.108.209 7.041.383 6.731.865 6.904.449 7.033.478 7.904.406 5.972.176 5.723.210 83.435.700 88.473.406 102.167.175 79.614.230 82.078.551

Pos Paket/Parcels Muat Loaded (4) 89.744 85.717 99.657 81.213 90.261 86.582 91.300 99.854 77.624 114.330 82.789 84.317 1.083.388 1.033.965 1.247.968 536.758 640.998 Bongkar Unloaded (5) 25.587 23.096 24.763 20.545 23.603 18.549 22.153 19.242 37.601 28.434 24.482 28.505 296.560 353.752 451.346 1.777.988 1.333.850

285

493 0 6.915 5.341.336 0 0 545.594.948.358.450 3.898 4 3.704.512.340 0 0 350.181 0 8.203 6.644 0 7.281 561.208 4.623. Penumpang/Passenger a.041 3.664 247.Bisnis Dewasa (d).077.856 0 0 668.326 7.446 0 7.992 197.309 856 4. Kapal/Ship Cepat Sukaraja b.237 0 0 555.138 4.3.038 17.431 10. Eksekutif Anak (c).1 Table Data Angkutan Penyeberangan Merak – Bakaheuni di Banten Data of Merak – Bakaheuni Sea Crossing in Banten 2000 – 2004 No (1) 1.964 20.937 0 0 134. Kapal/Ship Ro-Ro 1) Bisnis Dewasa 2) Bisnis anak 3) Ekonomi A Dewasa 4) Ekonomi A anak 5) Ekonomi B Dewasa 6) Ekonomi B Anak Sub Jumlah/Sub Total Jumlah (a + b)/Total (a+b) 587 6 497.924 181.992.337 5.601 4.265 174.010 675. Kapal/Ship Ro-Ro 2000 (3) 2001 (4) Tahun/Year 2002 (5) 2003 (6) 2004 (7) 0 5.878 0 2.513 0 3.981 0 0 936.952 4.575 6.099 Banten Dalam Angka 2004 286 .553.903.502 17.157 548.203.060. Bisnis Anak Sub Jumlah/Sub Total b. Kapal/Ship Cepat Bakahuni c.607 0 0 455.641 4.864 4.438.385 17.668 361.308 147.753 2.786 0 3.Bab VIII Perhubungan Tabel 8.705 20. Uraian Description (2) Jumlah Trip/Total Trip a.193 0 0 196. Eksekutif Dewasa (b).243.137 461.823 3. Kapal Cepat (a).815 0 0 241.

Bab VIII Perhubungan Lanjutan Continued No (1) 3. Golongan/ Rank V isi h.777 279.141.107 45.207 446. Golongan / Rank V 5). Golongan / Rank II a b.479 21.222 14.066 24. Golongan/ Rank VI.056. Golongan/ Rank IV 4).869 0 1.111.897 243. Golongan/ Rank III isi d.012.970 85 6 3 274 945 67. Golongan / Rank III 3).898 3.545 225. 3.164 0 1. Sbg.471 Sumber: Perum Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Merak Source : River and Brigde Transport Public Company of Merak Banten Dalam Angka 2004 287 .405 528.a 6).385 54.118 4.642 435. Golongan / Rank IV isi f.020 94.112.b Jumlah/Total Barang / Lain-Lain Goods/Others a. Golongan/ Rank VI.726.845 206.110 49 1 2 332 1.693 77.071 2001 (4) 24.218 80.585 260.177 2002 (5) 28.628 153.845 51 2 6 240 977 8.950 465. Umum (Ton)/Common b.672 27.a i.587 60. Golongan / Rank IV kosong e. Golongan/ Rank VI.271 250. Golongan/ Rank VI.393 8.383 212.036 15.255 270.698 21.144 4.383 2004 (7) 73. Golongan/ Rank V kosong g. Kend.989 414. Jenis Karcis Kind of Tickets (2) Kendaraan/Vehicles a.752 62. Golongan/ Rank II a 2).241 41 1 7 262 786 62.535 3.272.671 0 1.443 96 3 4 424 1.136.b c.690 0 1.917 72.694 88.875 2003 (6) 44.563 256. Golongan / Rank III kosong c.651 65. Muatan (Unit) 1).685 252.590 2.234.481 0 1.159.884 788.155 8.365 305.968 20. Gayor (Meter) Tahun/Year 2000 (3) 26177 469274 11563 21674 207.147 22.

745 129.981 807.996 Sumber: Dinas Perhubungan Propinsi Banten Propinsi Source : Transportation Traffic Service of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 288 .765 351.605 956.372 2.035.050 137.376 148.885 1.295 1.054 691.628 857.2 Table Data Operasional Pelabuhan di Banten Operational Data of Port in Banten 2004 Jumlah.747 356.103.919 66.012.792 1.013 97.Bab VIII Perhubungan Tabel 8.340 986.957 2.859 999.367 260.430 13.722 1.834 1.408 629.187.203 827.062.700 116.554 129.108 1.654 728.024. Kapal (Unit) Number of Ship Bulan Month (1) Januari January Pebruari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October Nopember November Desember December Jumlah Total 2003 2002 Asing Foreign (2) 187 206 193 209 175 235 200 222 210 296 211 219 2.674 196.372 2.216 8.041 203.845 742.649 1.075.262 133.232 155.611 Import (5) 585.328 676.422 Bongkar/ Unloaded (7) 716.987.248 196.684 121.015 7.301 443.060 1.706 934.693 139.356 60.150.3.377.932 Jumlah Barang (Ton) Number of Goods Luar Negeri/Overseas Export (4) 150.441 1.064 791.096.186 881.138 1.702 792.177 120.593 80.137.600 888.407 89.672 Dalam Negeri/Domestic Muat/ Loaded (6) 221.488 166.563 Domestik Domestic (3) 119 136 140 140 127 169 192 192 178 170 183 186 1.387 1.998 120.706.372.205.285 2.737 184.464 7.

1 Table Banyaknya Surat Yang Dikirim dan Diterima PT.564 115.356 4.854 3.Dinas Bebas Bea 64.215 235 18 Jumlah/ Total Sumber: PT.404 59.Tercatat 1. Pos Indonesia Source: Indonesia Mail.4.030 122.529 Dikirim Sent (5) 9.274 (1) 1 Standar 2.608 16.PT 510.132 - - 7.271 10.272 469.625 3.280 27.211 56 24 6.077 - - 5.516 11.054 36. Paket Pos 6. Pos Indonesia Menurut Jenis Surat Number of Mail R eceived and Sent by Kind 2004 Jenis Surat Pos Kind of Post Mail Surat Dalam Negeri Domestic Diterima Received (2) 266.649 461 10.500 Dikirim Sent (3) 158.Kilat Khusus 135.Bab VIII Perhubungan Tabel 8. Kartu Pos 18.297 Banten Dalam Angka 2004 289 . Wesel Pos 17.852 1.442 Surat Luar Negeri International Diterima Received (4) 13.

the number of PMDN project was 11 projects in 2003. Bahkan investasi memi likin pengganda ekonomi lebih besar dibanding konsumsi. baik asing maupun domestik.80 juta. Pada proyek PMA. 293 . Setiap daerah/negara berlomba untuk me narik investor. economic was stimulated by consumption and investment. In the other side. Consumption will put on production sector to create output. The value of PMA approves incressing project. Peningkatan konsumsi yang tinggi akan menyebabkan pening katan output yang tinggi pula. Jumlah proyek PMA 63 proyek menjadi 71 proyek. The number of PMA project in 2003 was 63 projects and 71 projects in 2004. pada tahun 2003 nilai yang disetujui sebesar US $ 127.Bab IX Keuangan dan Harga-harga 9.agar mau berinvestasi di wilayahnya. investasi sangat dibutuhkan bagi pembangunan ekonomi. karena daya guna investasi lebih lama. Dengan fungsi seperti itu. Bahkan penurunannya sangat besar. investasi juga menjadi faktor yang pemicu yang tak kalah penting.72 juta. Berba gai sarana dan kemudahan diberikan dalam rangka menarik investor tersebut. invesmtent has economic multiplier bigger than consumption. Increasing consumption will increase output more higher.1 Investasi Penggerak perekonomian biasanya adalah konsumsi dan investasi. the value of approved was US $ 127.82 million. The number of foreign (PMA) and domestic (PMDN) investment project that was be approved by government in 2004 increased. Banyaknya proyek PMA dan PMDN yang disetujui oleh pemerintah di Banten pada tahun 2004 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.1 Investment Generally. Banten Dalam Angka 2003 9. Mean while. Konsumsi akan memecu sektor produksi untuk menciptakan output. Selanjutnya. sedangkan PMDN sama dengan tahun sebelumnya yakni 11 proyek.72 million where as in 2004 about US $ 262. In 2003. and same in 2004 is 11 projects. sedangkan tahun 2004 meningkat menjadi US $ 262. Nilai proyek yang disetujui mengalami kenaikan.

12 trilyun pada tahun 2004.23 billion in 2003.68 juta).Bab IX Keuangan dan Harga-harga Selanjutnya pada proyek PMDN menurun dari Rp 1. kondisi politik dan keamanan serta sejumlah aksi bom di tanah air tidak menjadi penghambat mengalirnya investasi yang ada. basic Trade & Reparation (US $ 47.40 juta) dan Malaysia (US $ 2 juta). and Rubber.81 million). Sepertinya sektor pertanian belum dilirik oleh investor asing terbukti dengan tidak adanya rencana investasi PMA yang ditanamkan pada sektor tersebut.52 million). Invesment promotion by Banten government sould be ineffective when the global situation of Indonesia is not condusive. dan industri karet.20 juta).00 million). perdagangan dan reparasi (US $ 47. By BKPMD data in 2004. political and security condition not affected investment fascinating.81 juta).68 million). By agricultural development then ap of North and South Banten could be narrowed. the highest value of investment planning is Japan (US $ 45. then South Corean (US $ 10.20 million). barang dari karet dan plastik (US $ 35. Taiwan (US $ 2. Milyaran rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah Banten untuk promosi investasi begitu berarti walaupun selama ini kondisi Indonesia secara umum belum cukup kondusif bagi investasi. The value of PMDN approved project was Rp 118. barang kimia dan farmasi (US $ 96.14 milyard in 2002 become Rp 1. Banten Dalam Angka 2003 294 .23 trilyun pada tahun 2003 menjadi Rp 1. stuff of rubber and plastics Industrial (US $ 35.52 juta).85 juta). Sebagian besar rencana investai PMA ini diperuntukkan bagi sektor industri kimia dasar. investment planning was planted in Chemical Industrial (US $ 96. More than half. Taiwan (US $ 2. Berdasarkan data BKPMD Propinsi Banten. investor not interest yet in agricultural sector.40 million) and Malaysia (US $ 2.85 million) Based on PMA investment planning. pada tahun 2004 rencana investasi PMA terbesar berasal dari negara Jepang (US $ 45. kemudian diikuti oleh Korea Selatan (US $ 10. Isu teroris. Issues of terrorist.

Health.metal until printing. mencakup 249– komoditi 500 yang dihitung berdasarkan pola konsumsi dari hasil Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2002. Banten government needs a special effort to pull of investor in agricultural investment capital. pendidikan. air. makanan. The whole of PMDN investment planning was definated for industry sector. Housing. Once again. sandang. Seluruh rencana investasi PMDN diperuntukkan bagi sektor industri. sampai pada industri percetakan. Prepared Foods. food. Sektor-sektor yang diminati oleh investor domestik melalui PMDN juga tidak jauh beda dengan investor asing. 9. listrik. logam. kesehatan. perumahan.Beverages &Tobacco. investor not interest yet in agricultural sector.Bab IX Keuangan dan Harga-harga padahal pemerintah Banten dalam rangka mengurangi kesenjangan antara Banten Utara dan Selatan berusaha untuk mengembangkan sektor pertanian ini. Education. gas dan bahan bakar.2 Consumer Price Index Consumer Price Index (IHK) is inflation indicator in Indonesia based on result of Life Cost Survey (SBH) year 1996 at 43 cities and cover 249 – 353 comodities. rekreasi dan olah raga serta transpor.2 Indeks Harga Konsumen Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indikator inflasi di Indonesia yang dihitung di 43 kota. that is Foods. Clotihing. 9. IHK mencakup 7 kelompok pengeluaran yaitu : bahan makanan. minuman. Perlu kiranya pemerintah Banten mencari kiat khusus agar para investor asing dan domestik mau melirik sektor pertanian di Banten. makanan jadi. IHK covered 7 expenditures group. rokok dan tembakau. such as: Basic chemical. Lagi-lagi sektor pertanian belum dilirik. mulai dari industri kimia dasar.Recreation and Sport. komunikasi dan jasa keuangan. Banten Dalam Angka 2003 295 .

Bab IX Keuangan dan Harga-harga Persentase (%) perubahan IHK (laju inflasi/deflasi) bulanan diperoleh dari : In – n-1 I x 100 In-1 Dimana : In = Indeks bulan n In-1 = Indeks bulan n-1 Persentase perubahan IHK dalam satu tahun dihitung dengan menggunakan metode point to point. So. 9. electrical tariff and traqnsportation tariff. 296 .40 percent is higher than inflation rate in 2003. 9. And the other side. Kenaikan IHK tahun 2004 tersebut tidak hanya disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi seperti demand dan supply semata tetapi juga ada beberapa faktor lain misalnya kebijakan pemerintah menaikkan harga gas elpiji. Hal ini memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap naiknya harga barang-barang dan jasa kebutuhan pokok masyarakat. That condition was provided by IHK in 2004 about 117.81. Increasing of IHK in 2004 is not just caused by economic factor like demand and supply. Banten Dalam Angka 2003 Monthly percentage of IHK differentiation (inflation/deflation rate) was calculated by : In – n-1 I x 100 In-1 Where In : mounth – index n In-1 : mounth n-1 index Yearly percentage of IHK differentation was calculated by point to point method. tariff of telephone call.3 Harga-harga dan Indeks Harga Perkembangan harga barang-barang dan jasa kebutuhan pokok masyarakat Kota Serang/Cilegon tahun 2004 secara umum mengalami kenaikan. inflation rate in 2004 abou 6. but any other factor like government prodence increased fuel price.21 percent. lebih tinggi dibanding angka inflasi tahun 2003 yang tercatat 5.21 persen. about 5.81 sehingga selama tahun 2004 di Kota Serang/Cilegon terjadi inflasi 6. price of basic neeeds goods and services at Serang /Cilegon city tends to incline. social polotics and security condition affected production and distribution of goods and services.3 Price and Price Index In 2004. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya angka Indeks harga konsumen (IHK) kota Serang/ Cilegon pada tahun 2004 yang tercatat 117.40 persen.

58 percent and than inflation on January 1. gas dan bahan bakar 5.58 persen. Sedangkan inflasi bulan Februari.14 persen. monthly average in 2004 is more than 0.85 persen.86 percent. Deflation rate was on August about -0. dan keamanan yang belum sepenuhnya membaik pada tahun 2004 juga ikut mempengaruhi produksi dan distribusi barang dan jasa. Mei.73 persen.02 persen.73 percent.86 persen. rokok dan tembakau 6. Banten Dalam Angka 2003 Inflation rate in 2004 was caused by increasing of index of food group about 8. Besarnya angka inflasi tersebut disebabkan oleh naiknya indeks kelompok bahan makanan 8.51 persen serta kelompok pendidikan. April. perumahan.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Disamping itu kondisi sosial politik.80 persen. health increase 4. Juli dan September tercatat dibawah 0.97 persen dan merupakan satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan. The highest inflation was on March 1. Inflasi tertinggi terjadi pada bulan Maret yang mencapai 1. air.5 persen. listrik.5 percent. Meanwhile. minuman.85 percent etc. Oktober dan Nopember masing-masing 0.04 persen Sementara itu jika melihat perkembangan inflasi selama tahun 2004 di Kota Serang/Cilegon ratarata terjadi inflasi diatas 0.97 percent 297 . rekreasi dan olah raga naik 3. Recreation and Sport increase 2. November 0. kelompok kesehatan naik 4.47 percent. bulan Desember 0.77 persen. kemudian kelompok transpor. komunikasi dan jasa keuangan 6. prepared foods. kelompok makanan jadi.84 persen serta bulan Juni 0. and Education.57 percent that resisted inflation growth in year. kemudian bulan Januari inflasi 1.80 percent.02 percent than transportation and communication about 6. sandang 4. housing about 5.02 persen. beverages & tobacco 8.5 persen.02 percent. Sementara itu penurunan harga secara umum selama tahun 2004 terjadi pada bulan Agustus dengan besaran angka inflasi tercatat -0.

32 0. Nilai Rencana Investasi PMA Lima Terbesar Menurut Asal Negara Tahun 2004 (Juta USD) 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Jepang Korea Selatan Taiwan Malay sia Singapura Grafik 9.4 0.77 -0.38 0.2 Inflasi Kota Serang/Cilegon Menurut Bulan Tahun 2004 (Persen) Nov Des Feb Jun Sep Mar Apr Agt Okt Mei Jul 10 8 6 4 2 0 -2 -4 -6 Banten Dalam Angka 2004 1.58 0.1 0.84 298 .97 0.1.11 0.85 0.85 0.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Grafik 9.

408 18 393 2 Banten 2003 2002 2001 71 63 80 100 262.142 34 641 7 6.094 80. Pandeglang 2. Tangerang 13 4.044 113 194 5.782.904 7.727.551.000 39.431 12 4 Jumlah Proyek Total Project (2) Investasi Investment Value (US$) (3) Nilai Ekspor /Export (US$) (4) Penyerapan Tenaga Kerja (orang) / Spare of Manpower Asing/ Indonesia/ Foreign Indonesia (5) (6) Realisasi Realization (7) 5.720. Lebak 3. Serang Kota/Mun 49 6 47.1.270.985.617 25 20 15 28 Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Propinsi Banten Source : Investment Coordination Board of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 299 .134 4.170.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.786 109.841. Cilegon 3 117.241.594 5.090.904 127.000 48.796. Tangerang 4.151.896 20.669 2.095.1 Table Rekapitulasi Persetujuan dan Realisasi Investasi PMA Menurut Kabupaten/Kota di Banten Recapitulation of Approval and Realization of Foreign Investment by Regency/Municipality in Banten 2004 Persetujuan / Approval Kabupaten / Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1.000 253.500 13.779 44.639 868.688.520 52.000 92.700.787.095 359 229 311 609 9.

008. Tangerang 6.760 4 7 5 7 7 Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Propinsi Banten Source : Investment Coordination Board of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 300 .075.880.500 5. Cilegon Banten 2003 2002 2001 (4) (7) 5 2 227.182.070.299 10.000 11.229.500 1.138.847.2 Table Rekapitulasi Persetujuan dan Realisasi Investasi PMDN Menurut Kabupaten / Kota di Banten Recapitulation of Approval and Realization of Domestic Investment by Regency/Municipality in Banten 2004 Persetujuan / Approval Kabupaten / Kota Regency/ Municipality Nilai Ekspor/ Export (US $) Rencana Penyerapan Tenaga Kerja (orang)/ Spare of Manpower Asing/ Indonesia/ Foreign Indonesia (5) (6) Realisasi Realization Jumlah Proyek Project (2) Nilai Investasi / Investment Value (000 Rupiah) (3) (1) Kab/Reg 1.578.643.1.747.000 1.272 1.000.000 194. Tangerang 4.186 1.600 450.542 - 2 15 723 348 1 1 1 2 2 11 11 10 24 59.124.845.182 1 5 23 31 4 62 418 293 1.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.819.152 391.620 1.000 118. Lebak 3.987. Serang Kota/Mun 5. Pandeglang 2.275 12.034 446.782 1.317 9.

000 2.300.1.350.450.000 120.796.000 200.000 1.000 1.675.000 300.591.520 52.000 10.000 2.000.200.000 410.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.639 Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Propinsi Banten Source : Investment Coordination Board of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 301 .904 262.000 197.3 Table Peringkat Nilai Rencana Investasi PMA Menurut Asal Negara di Banten Rank of Foreign Investment Planning Value by Origin Country in Banten 2004 Negara Asal/ Origin Country (1) Jepang/Japan Korea Selatan/ South of Corean Taiwan /Taiwan Malaysia /Malaysia Singapura/ Singapore Norwegia/ Norwegia China (RRC)/ Chine Belanda/ Nederland Jerman/ German Australia / Australia Inggris/ England Pakistan / Pakistan Gabungan Negara/ Others Jumlah/ Total 2003 2002 Jumlah Proyek/ Total Project (2) 1 20 4 1 4 1 2 1 1 1 1 1 33 71 51 80 Rencana Investasi/ Investment Plan (US $ ) (3) 45.530.000 100.904 114.100.000 1.241.

515.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.000 47. dan Empat/ Motorcyle and Car Listrik.000 10. machine & electronic industrial Industri Kimia Dasar. stuff of rubber and plastics Industrial Industri Kulit Barang dari Kulit dan Sepatu/ Leather Products & Footwear Industrial Industri Kertas.000 1. barang dari kertas dan percetakan/ Paper.000 300.904 Banten Dalam Angka 2004 302 . Varnish and Wax Industrial Jasa Lainnya/Others Services Jumlah/ Total Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Propinsi Banten Source : Investment Coordination Board of Banten Province 6 1 7 1 10 4 2 1 16 1 2 1 1 7 71 96.000 35. Barang dari Logam. Barang Kimia. and Water Industri Cat. metal products.000 15.955.520.500.350. stuff of paper dan printing Industrial Industri Tepung dan Pati/ Flour and Essence Industrial Perdagangan dan Reparasi/Trade & Reparation Pertanian Holtikultura Sayuran dan Bunga/ Vegetable and Flower Horticulture Agriculture Kendaraan Bermotor Roda Dua. Gas. dan Farmasi/ Chemical Industrial Industri Pengolahan.775.000 250.311.000 1.000 3. Pengawetan Buah-buahan dan Sayuran/ Processing of Fruit and Vegetables Industrial Industri Tekstil/ Textile Industrial Industri Kayu/ Wood Industrial Industri Karet.000 425.000. Mesin dan Elektronika/ Basic metal.4 Table Nilai Investasi PMA Menurut Sektor Usaha di Banten Foreign Investment Value by Sector in Banten 2004 Sektor/ Sector (1) Jumlah Proyek/ Total Project (2) 4 7 Nilai Investasi/ Investment Value (US $) (3) 29.135. Gas dan Air/ Electricity.850. Barang dari karet dan Plastik/ Rubber.000 100.904 9.1.000.796. Pernis dan Lak/ Paint.810.000 262.000 6.000 4.000 Industri Makanan/ Manufacture of Food Industri Logam Dasar.

000 118.124.623.575.138. Mesin dan Elekronika/ Basic metal.5 Table Rekapitulasi Persetujuan Rencana Investasi PMDN Menurut Sektor Usaha di Banten Recapitulation of Domestic Investment Planning Approval by Sector in Banten 2004 Sektor / Sector (1) Industri Kimia Dasar.876 1 45.000 Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Propinsi Banten Source : Investment Coordination Board of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 303 .1.124. dan Farmasi/ Chemical Industrial Jumlah Proyek Number of Project (2) - Nilai Investasi Invesment Value (Rupiah) (3) - Industri Mineral Non Logam /Non Metal Mineral Industrial - - Industri Makanan/ Food Industrial 7 862. Barang Logam. Barang dari Kertas dan Percetakan/ Paper.492. Barang dari Karet dan Plastik/ Rubber.000.500 Industri Karet.500. stuff of rubber and plastics Industrial - - Industri Kertas.376 885.070. electronic industrial Jumlah/ Total 2003 2002 3 216. machine.562.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.186. Barang Kimia.000 11 4 10 1.000.002. stuff of paper dan printing Industrial Industri Logam Dasar.

356 1.052 1.255.121.56 99.32 103.201.6 Table Rekapitulasi dan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Propinsi Banten Recapitulation and Realization of Budgeted Government Revenues and Expenditures (Juta/Million Rp) 2001.721 Persentase/ Percentage (%) 71.721 1.118.21 95.003 1.290.417 Realisasi / Actual 349.119.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.608 1.036.967 Persentase/ Percentage (%) 93.227 1.361 Realisasi / Actual 457.85 107.887 1.001.193 955.001.356 1.345.1.091.40 93.715 1.35 84.60 Sumber: Biro Keuangan Pemerintahan Propinsi Banten Source : Financial Beurau of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 304 .22 Belanja / Expenditure Rencana / Budgeted 490.606 1.052 1.2004 Uraian Description (1) Pendapatan / Revenue 2001 (2) 2002 (3) 2003 (4) 2004 Rencana / Budgeted 490.

Belanja Modal/ Capital Expenditure III.885.434.00 11.882.691.00 178.625.585.177.094.281.161.570.405.541.748.000.091.652.489.726.417.396.805.650.421.682.582.906. Belanja Administrasi Umum/General Adm 1.648.181.440.446.271.435.303.791. Belanja Pemeliharaan/ Maintenance Cost B.738.508.00 Uraian Detail (1) I.000.620.222.000.197.00 8.696.377.884.089.00 22.00 99.019. Belanja Perjalanan Dinas/Official Traveling Expend 4.690.265.00 464.408.148.559.00 3.794.900.55 20.050.040. Belanja Administrasi Umum/General Adm Exp 1.00 182. Belanja Barang dan Jasa/ Material & Services Exp 3.08 78.00 123.00 13.167. Belanja Bagi Hasil Dan Bantuan Keuangan Finance Subsidies & Share of IncomeExp IV.298.548.805.00 312.00 45.00 101.240.00 94.921.399. Belanja Perjalanan Dinas/Official Traveling Expend 4.059.00 436.446. Belanja Pemeliharaan/ Maintenance Cost C.075.810.462. Belanja Pemeliharaan/ Maintenance Cost C. Belanja Barang dan Jasa/ Material & Services Exp 3.296.360.1.00 2.305.00 4.379.700.022.00 4.033.361.275.75 9.392.00 1.00 1.642. Belanja Barang dan Jasa/ Material & Services Exp 3.13 223.892.00 7.600.290. Belanja Barang dan Jasa/ Material & Services Exp 3.00 1.744.00 12.107.00 190.000.00 158.00 15.649.027.885.000.329. Belanja Operasi dan Pemeliharaan Maintenance & Operating Expenditure 1. Belanja Pemeliharaan/ Maintenance Cost B.476.075. Belanja Pegawai/Personal Expenditure 2.00 18. Belanja Tak Disangka/ Unpaedtable Exp JUMLAH BELANJA/TOTAL EXPENDITURE Sumber: Biro Keuangan Pemerintahan Propinsi Banten Source : Financial Beurau of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 305 .943.041.000.653.397.604.517.00 1.192.290.50 485.860. Belanja Perjalanan Dinas/Official Traveling Expend 4.00 42.360.279.00 68.273.88 13.00 21. Belanja Perjalanan Dinas/Official Traveling Expend 4.515.00 1.00 4.881.00 11.915.323.00 117.391.762.004.282.00 51.541. Belanja Operasi dan Pemeliharaan Maintenance & Operating Expenditure 1.080. Belanja Pegawai/Personal Expenditure 2.000.459.950. APARATUR DAERAH/REGIONAL STAFF A.200.00 4. Belanja Pegawai/Personal Expenditure 2.309.444.300.01 Realisasi Actual (3) 314.00 250.176.262.385.199.08 116.000.646.664.172.016.062.419.850.500.260.282.062.00 9.531.981.08 226.00 40.113.795.00 117.164.406.040. Belanja Pegawai/Personal Expenditure 2.7 Table Anggaran dan Realisasi Belanja Pemerintah Propinsi Banten Budgeted and Actual Government Expenditures (Rupiah/Rupiahs) 2004 Anggaran Budgeted (2) 348.666.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.980.000.992.091.575.090.045.200.030.892.38 8. Belanja Modal/ Capital Expenditure II. PELAYANAN PUBLIK/ PUBLIC SERVICES A.

Sisa lebih Perhitungan Tahun Lalu 2. Penyertaan Modal 3.702. Hasil Penjualan Aset Daerah 5. Tranfer ke Dana Cadangan 2.56 81.8 Table Anggaran dan Realisasi Pembiayaan Pemerintah Propinsi Banten Budgeted and Actual Government Cost (Rupiah/Rupiahs) 2003 Sumber Penerimaan Source of Revenues (1) A.788. Sisa Lebih Perhitungan Anggraran Tahun Berjalan Jumlah Pembiayaan Sumber: Biro Keuangan Pemerintahan Propinsi Banten Source : Financial Beurau of Banten Province Anggaran Budgeted (2) 81.990.261.56 81.480.56 Realisasi Actual (3) 81.963.30 Catatan/Note : Data tahun 2004 belum tersedia/ Data in 2004 is not available Banten Dalam Angka 2004 306 . Pembayaran Utang pokok yang jatuh tempo 4.192.261.730.175.182.26 3.718.488. Penerimaan Hutang Pihak Ketiga B.192.261.56 11.718.192.26 78.241.241.261.56 81. Tranfer Dari Dana Cadangan 3. Pengeluran Daerah 1.788. Penerimaan Daerah/Local Receipt 1.718.702.1.718.00 78.702.192.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9. Penerimaan Pinjaman dn Obligasi 4.

544.860.203.259.667 15.704.444 26.567 20.945 78.000 925.378.828 6.656.910 1.136.194 135.243.990.511 234.629 9.769 61.528 2.323.302 283.863.560 36.528.028 19.696.890 9.267 1.737 79.718 1.641.810. Lebak 3.921 13.460 441.842 Sumber: Kanwil VIII DJP Jawa Bagian Barat I/ Source : Tax Official of West Java I Banten Dalam Angka 2004 307 .525.996.568.432.045 170.141.186 27.875.488 7.227 30.850.836.478.525 1.395.194 1.206 444.352 38.784 16.387.285 13.446.505.) Kabupaten/ Kota Regency/ Municipality (1) Kab/Reg 1.174 2.901 97.370.028.144.754 97.156 2.612.255 37.470 117.279.363.880.439 226.774 124.363.956 100.1 Table Realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Menurut Sektor dan Kabupaten/Kota Actual Revenue of Land and Housing Tax by Sector and Regency/Municipality 2004 (Ribuan/Thousand Rp.971.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.994.249 1. Cilegon Banten 2003 2002 2001 2000 Pedesaan Rural (2) Perkotaan Urban (3) Perkebunan Estates (4) Kehutanan Forestry (5) Pertambangan Mining (6) Jumlah Total (7) 1.735.001.053 7.768.263 981.153 50.270 2.509 15.2.846 18.451.041 1.737.627 191. Pandeglang 2.592 314.008.954.536 689. Tangerang 4.865 83.795.205.563.811 11.831 1.805 347.366 104. Serang Kota/Mun 5.263 192. Tangerang 6.412 143.828.

874.684.250 219.608.390 1.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.152.318.2.253 852.576 4.529 Sumber: Kanwil VIII DJP Jawa Bagian Barat I Source : Tax Official of West Java I Banten Dalam Angka 2004 308 .330 29.266.670 KPP Tangerang 9.100 1.) KPP Office of Tax Service (1) PPH Pasal 25/29 OP (2) PPH Pasal 25/29 Badan (3) PPH Pasal 21 Jumlah Total (5) (4) KPP Serpong 5.211.843.970.530 943.073.206.700 75.2 Table Realisasi Penerimaan Pajak Penghasilan Menurut Kantor Pelayanan Pajak Actual Revenue of Income Tax by Office of Tax Service 2004 (Ribuan/Thousand Rp.056 136.512.062.129.430 25.283 58.037 218.249 2.650.934.404.050 52.601 832.847.460 Banten 2003 2002 2001 2000 24.361.531.408.970 KPP Serang 9.770 422.889.470 6.942.420 1.216.065 21.709.802.184.088.950 576.670 634.410 643.569.009 1.332.988.125.060.383.053.360 461.579.464 365.096 505.901.050 135.580 725.

327.622.58 99.407.00 Realisasi Actual (3) 832.180.00 330.352.187.1 Bagi Hasil Pajak Tax share 3.036.964.00 1.3 Table Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Propinsi Banten Menurut Komponen Penerimaan Actual Revenues of Government by Kind of Revenue 2004 (Rupiah/ Rupiahs) Jenis Penerimaan Kind of Revenues (1) 1.611.723.00 1.00 313. Bagian Pendapatan Asli Daerah Actual Regional Balance 2.3.863.81 Persentase Percentage (4) 115.2.456.139. Bagian Dana Perimbangan 3.446.000.953.000.051.000.123. Retribusi Daerah Retributions Receipt 2.887.228.000.3.00 243.52 2.119.176. Dana Alokasi Khusus PrivateAlocation Fund 4.412.55 114.000.098.000.72 1.00 1.00 187.00 62.571.829.85 103.836.045.047.626.00 256.489.684.00 9.186.649.1.437.00 19.153.360.3 Laba BUMD Regional Manufacture Interest 2.060.001.00 519.00 329.829.00 15.860.29 100.571.78 Sumber : Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Banten Source : Region Income Officialof Banten Province Banten Dalam Angka 2004 309 .54 811.762.255.953.91 189.548.000.00 1.26 1.829.4.376.000.118.00 187.000.00 1.70 1.200. Dana Alokasi Umum General alocation Fund 3.581.000.2.453. Bagian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Last Year Balance 2.74 16.359.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.060.45 139.813.906.782.2.383.637.003.176.000.57 99.001.468.863.531.29 99.637.042.205.539.02 517. Bagian Lain-lain / Other Jumlah / Total 2003 2002 2001 Target Target (2) 720.09 108.000.110. Pajak Daerah Local Tax Receipt 2. Lain-lain Pendapatan Other Receipt 3.56 129.00 10. Bagi Hasil Bukan Pajak Non Taxes share 3.642.677.00 708.

050.832 35.900 4.432 702.362.757. Tangerang 6.702.500 7.692.730 61.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9. Cilegon Jumlah / Total 2003r) (2) 2004 (3) 9.000 23. Serang Kota/Mun 5.0691.323.506.000 940.043.000.681.100. Pandeglang 2.579 Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Banten Source : Minning and Energy Official of Banten Province Catatan /Note :Tahun 2003 angka perbaikan/ Recorrected in 2003 Banten Dalam Angka 2004 310 . Lebak 3.2.849 22. Tangerang 4.000 170.4 Table Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dari Sektor Penggalian (Bahan Galian Golongan-C dan Retribusi Lainnya) Actual Revenue of Quarrying Sector (Class-C and Other Retributions) 2003-2004 (Rupiah/Rupiahs) Bulan Month (1) Kab/Reg 1.261.

52 6.14 5.91 12.03 8.32 9.98 5.86 14.68 11.15 10.18 10.75 11.34 9.56 3.95 4.93 11.98 11.95 6.13 3.62 10.97 10.15 5.88 5.57 7.56 11.55 15.27 12.57 3.65 12.87 9.89 8.31 6.25 7.26 12.14 10.35 2.95 6.79 4.22 7.94 11.32 10.73 10.77 8.99 6.20 1.46 9.52 10.85 7.01 9.73 7.73 5.95 4.49 2003 (5) 4.52 16.53 3.2004 (Persen/Percent) Kota/City (1) Lhokseumawe Banda Aceh Padang Sidempuan Sibolga Pematang Siantar Medan Padang Pekanbaru Batam Jambi Palembang Bengkulu Bandar Lampung Pangkal Pinang *) Jakarta Tasikmalaya Serang/Cilegon Bandung Cirebon Purwokerto Surakarta Semarang Tegal Yogyakarta Jember Kediri Malang Surabaya Denpasar 2000 1) (2) 8.50 9.66 13.41 9.49 8.94 2.23 4.84 8.28 6.66 9.91 12.22 9.24 6.55 6.97 Banten Dalam Angka 2004 311 .Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.08 10.90 10.07 1.97 8.07 3.86 5.03 4.92 4.67 5.71 12.62 12.58 9.99 10.22 11.79 5.32 5.11 10.36 6.02 7.29 4.35 7.27 6.69 3.74 9.76 15.21 10.98 8.1 Table Laju Inflasi 44 Kota di Indonesia Inflation Rate at 44 Cities in Indonesia 1998 .38 6.25 6.3.50 4.21 5.40 8.58 12.11 15.64 10.51 4.05 10.56 13.27 3.81 2001 2) (3) 11.14 11.92 6.06 5.87 5.73 6.00 8.29 9.56 2004 (6) 7.75 8.49 10.64 7.45 14.44 5.99 10.58 13.53 8.00 5.14 12.60 9.67 5.46 5.15 12.40 7.64 6.67 16.13 11.89 1.65 4.78 3.92 15.52 2002 (4) 10.64 13.25 10.

45 6.03 2003 (6) 1.30 18.62 8.01 6.11 9.47 7.21 13.45 5.52 10.84 3.92 7.18 11.96 9.35 4) 2001 2) (4) 14.84 9.51 8.99 0.35 6.69 13.01 2.26 15.27 2.64 4.82 5.61 8.71 14.91 10.25 10.00 12.38 10.77 12.18 9.91 11.77 8.59 9.65 4.61 7.06 6.57 10.55 4) 2002 (5) 7.73 11.67 11.47 13.51 8.69 5.82 10.87 8.82 2.36 10.19 10.23 9.06 5.36 Sumber : BPS Propinsi Banten Source: BPS Statistics of Banten Province Catatan: 1) Perubahan IHK bulan Desember Tahun 2000 terhadap Bulan Desember tahun 1999 (1996 = 100) Change of IHK December 2000 by December 1999 (1996=100) 2) Perubahan IHK bulan Desember Tahun 2001 terhadap Bulan Desember tahun 2000 (1996 = 100) Change of IHK December 2001 by December 2000 (1996=100) 3) Laju inflasi sampai dengan bulan Agustus 1999 Inflation rate to August 1999 Banten Dalam Angka 2004 312 .72 8.28 6.57 7.36 8.67 7.34 11.41 8.39 5.35 8.60 5.34 10.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kota/City (1) Mataram Kupang Pontianak Sampit Palangka Raya Banjarmasin Balikpapan Samarinda Manado Palu Ujung Pandang Kendari Gorontalo*) Ternate Ambon Jayapura Nasional 2000 1) (3) 5.56 13.73 11.52 7.68 6.69 7.48 3.06 2004 (7) 6.25 7.41 6.60 14.25 14.76 12.12 14.40 9.22 13.77 5.

88 126.70 127.50 196. Beverages and Tobacco Products (3) 110.06 111.01 113.03 114.85 111.67 110.94 113.65 126.65 114.01 109.91 266.24 109.96 207.68 Sandang/ Clothing (5) 109.3.63 248. Rokok dan Tembakau/ Prepared Food.86 112.86 109.22 111.83 112.23 219.67 210.53 114. Minuman.64 125.99 290.23 164.96 115.27 223.00 111.58 240.70 243.94 265.81 Perumahan/ Housing (4) 122.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.79 111.60 246.10 122.32 126.61 273.33 216.47 115.41 108.75 112.90 112.77 111.14 176.96 113.34 112.66 126.86 113.82 127.22 108.76 112.70 111.43 111.98 127.52 113.79 222.47 314.36 Makanan Jadi.91 114.87 201.87 125.54 110.44 113.41 113.39 260.19 127.2 Table Indeks Harga Konsumen (1996 = 100) Kota Serang/Cilegon Menurut Bulan Consumer Price Index (1996 =100) of Serang/Cilegon by Month 2004 Bulan/ Month (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopember/November Desember/December 2004 2003 2002 2001 2000 1999 Bahan Makanan/ Food (2) 108.04 112.29 111.83 Keterangan /Notes: IHK Tahun/ Inflation in Year=IHK Bulan Desember /Inflation in December Banten Dalam Angka 2004 313 .75 127.

86 115.75 115.25 253.51 109.31 202. Rekreasi dan Olahraga/ Education.40 124.16 111.87 115.90 202.12 242.22 235.84 Umum/ General (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopember/November Desember/December 2004 2003 2002 2001 2000 (2) 106.70 121.77 201.07 114.22 111.49 Transportasi dan Komunikasi/ Transportation and Communication (4) 103.33 227.85 116.85 112.59 121.66 111.22 125.45 187.01 108.31 110.86 114.81 117.19 182.12 Sumber: BPS Propinsi Banten Source: BPS Statistics of Banten Province Keterangan/Notes: IHK Tahun/ PriceIndex in Year=IHK Desember /Price Index in December Banten Dalam Angka 2004 314 .55 109.72 122.48 109.65 106.36 109.71 226.68 110.49 124.48 109.68 248.71 162. Recreation and Sport (3) 121.62 125.04 (5) 111.56 103.74 114.61 209.68 109.19 215.25 111.83 117.40 124.11 110.68 111.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan/ Continued Bulan/ Month Kesehatan/ Health Pendidikan.08 110.67 121.72 121.81 261.31 114.95 111.57 109.52 121.66 107.43 114.25 123.87 104.85 203.55 103.50 111.

17 0.47 4.25 0.35 17.08 0.17 0.50 -0.43 0.46 -0.87 0.44 -0.47 11.57 10.3. Minuman.17 0.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.54 0.78 -1.68 0.53 0.02 -2.51 7.86 10.06 0.44 6.28 7.38 -0.18 1. Rokok dan Tembakau/ Prepared Food.68 1. Beverages and Tobacco Products (3) 1.71 2.27 0.27 1.40 0.01 10.01 0.03 0.25 -0.72 -0.28 1.30 0.81 11.66 8.44 0.52 2.73 0.99 0.61 3.44 Perumahan/ Housing (4) 0.70 2.08 0.19 0.69 5.3 Table Inflasi Kota Serang/Cilegon Menurut Bulan Inflation Rate of Serang/Cilegon by Month 2004 (Persen/Percent) Bulan/ Month (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopember/November Desember/December 2004 2003 2002 2001 2000 Bahan Makanan/ Food (2) 1.64 2.91 11.00 Makanan Jadi.19 14.01 Sandang/ Clothing (5) 0.27 0.11 -3.53 0.36 0.76 Banten Dalam Angka 2004 315 .05 0.30 7.51 0.78 -0.12 0.63 7.03 1.14 8.

88 7.15 Umum/ General (5) 1.79 0.14 0.85 0.02 0.07 -0.02 0.18 0.35 10.00 0.37 4.48 3.45 6.84 6.66 12.00 0.76 -0.18 1.00 0.25 0.08 0.31 0.85 0.77 0.00 0.02 0.19 -0.39 0.97 0.01 0.20 13.11 0.58 0.84 1.10 8.48 0.73 0.80 4.95 6.03 Sumber: BPS Propinsi Banten Source: BPS Statistics of Banten Province Keterangan /Note: Inflasi Tahun/ Inflation in Year=Inflasi Bulan Desember /Inflation in December Banten Dalam Angka 2004 316 .10 -0.19 0.00 0.47 8.40 5.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Bulan/ Month (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopember/November Desember/December 2004 2003 2002 2001 2000 Kesehatan/ Health (2) 0.38 0.21 9.85 Transportasi dan Komunikasi/ Transportation and Communication (4) 0.74 0.68 12.08 0.51 6.49 0.13 4. Recreation and Sport (3) 0.14 -0. Rekreasi dan Olahraga/ Education.44 1.16 Pendidikan.18 0.18 6.12 0.32 0.04 8.35 -0.75 7.24 0.40 1.04 0.

096 1.094 1.283 Beras/ Hulled Rice (3) 2.115 1.600 2.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.463 2.550 1.223 2.425 1.563 2.463 2.269 1.214 1.488 2.221 1.233 1.539 Sumber: BPS Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Catatan /Note : Harga yang dimaksud adalah rata-rata harga gabah/beras di tingkat petani untuk kualitas C4/ The prices is average of unhulled paddy and hulled rice price in farmer with C4 quality Banten Dalam Angka 2004 317 .538 2.293 1.228 1.200 1.3.4 Table Perkembangan Harga Gabah dan Beras Menurut Bulan di Banten Trend of unhulled Paddy and Rice Price by Month in Banten 2004 (Rupiah/kg) Bulan Month (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopember/November Desember/December Rata – rata/ Average Gabah/ Unhulled Paddy (2) 1.668 2.538 2.680 2.463 2.463 2.

260.200 6.050.810. PT Banten Dalam Angka 2004 318 .081.300 5.200 6.050.878 5.750.081.081.192 3.813.500 69.632.192 3.200 6.260.200 6.850.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.081.192 3.050.200 BUMN State-Owned Corporation/ (3) 5.900 5.050.700 5.4.1 Table Nilai Premi Yang Diterima dan Nilai Klaim Yang Dibayar Oleh PT.200 6.080.260.450.192 3.122.500 5.050.192 3.200 6.050.450.850.975.192 3.081.855.200 6.478 36.192 3.050.192 3.855.260.050.700 5.850.260.755.081.400 5.081.260.450.192 Bulan Month (1) Januari/January Pebruari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Nopember/November Desember/December Jumlah/Total 77.450.450.050.200 6.825.081. Taspen Menurut Bulan di Banten Value of Received Premium and Value of Paid Claim by PT.300 6.848.192 3.450. Taspen by Month in Banten 2004 Nilai Premi yang Diterima Value of Premium PNS Civil Servants (2) 6.400 5.200 6.469.700 5.081.200 6.260.050.260.260.450.304 Sumber: PT.700 5.815.419.813.450.192 3. Taspen (Persero) Source : Taspen.081.192 3.450.260.260.450.050.081.800 5.450.260.081.500 Nilai Klaim Yang Dibayarkan Value of Paid Claim (Rp) (4) 3.

Type of Currency and Type of Deposits B sd nB n s fc F n s oa o i B ne ae o a k’ f e u d L ct n n a t Oi i n 2004 (Juta Rupiah/Millions Rp) Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 1.nominal Demand deposit .347 503 122.012 116.rekening .843 588 133.835 37.864 2.849 84.654 48.592 51 2.rekening b.823 121. Giro/ .nominal .319 89.073 51 150 3 0 0 229.287 54 3.rekening . Simpanan Berjangka/ Time deposit c.nominal . Simpanan Berjangka/ Time deposit c.140 51 147 3 0 0 221. Jenis Valuta dan Jenis Simpanan Berdasarkan Lokasi Kantor Penghimpun Dana di Banten Commeri B n ’O ta d g u d i R p ha d oe n c l a ks us n i F n sn u i n F ri a t n a g Exchange by Regions.229 53 145 3 0 0 214. Tabungan/ Saving deposits .rekening b. Valuta Asing Foreign Excha a.916 88.133 533 142.724 3.nominal .bilyet .431 48 161 3 0 0 Demand deposit .269 575 138.675 125.887 49 159 3 0 0 212. Giro/ .827 43.783 582 132.583 122.876 53 145 3 0 0 214.101 3.2 Table Posisi Dana Simpanan Rupiah dan Valuta Asing Bank Umum Menurut Kabupaten/Kota.060 40.203 576 134.961 119.223 54 3. Rupiah / Rupiah a.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.619 34.778 49.nominal .bilyet .751 40.964 49.297 2.514 43.nominal Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 213.941 122.106 2.389 124.091 3. Pandeglang A.257 85.4.374 56 3.702 125.959 2.127 36.974 40.rekening .rekening Banten Dalam Angka 2004 319 .328 37.715 2.390 3.nominal .779 2. Tabungan/ Saving deposits B.978 2.nominal .641 3.021 56 2.046 52 2.

395 2.247 508 159.nominal .792 45 1.810 41 156 3 0 0 231.703 2.258 83.817 26.277 57.463 91. Giro/ Demand deposit b.280 464 99. Tabungan/ Saving deposits Banten Dalam Angka 2004 320 .993 48 1.136 510 171.804 31.189 29.928 47 1.nominal .368 45.970 125.768 40.316 44 157 3 0 0 208.868 44 155 3 0 0 257.787 51.973 122.578 2.201 3 0 0 a.821 49.bilyet .nominal .822 489 131.574 552 142.473 47 2.rekening .337 2.023 47 1.nominal .nominal .rekening .771 44 157 3 0 0 201.129 43. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.636 1.rekening .823 1.811 27.rekening .rekening Juli July (2) Agustus August (3) September September (4) Oktober October (5) November Desember November December (6) (7) 233.976 87.nominal . Rupiah / Rupiah .748 2.073 2. Pandeglang A.295 125.966 44 1.203 46 2.nominal . Tabungan/ Saving deposits B. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.674 2.866 125.042 43 161 3 0 0 172.206 87. Valuta Asing Foreign Excha a.126 2.904 41. Giro/ Demand deposit b.967 2.nominal .092 39.bilyet .899 44.rekening .027 122.049 2.540 48.386 122.414 519 124.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 1.

478 33 365 7 0 0 317.rekening .688 1.nominal .903 2.370 189.rekening .343 193.rekening .288 196.158 97.843 40 2.163 25 412 7 0 0 a.496 25 363 6 0 0 323.575 32 2.nominal .nominal .011 76.518 2.bilyet .nominal . Rupiah / Rupiah .291 766 43 346 37 420 6 0 0 316.883 102.841 63. Lebak A.664 97.033 69.651 97.072 66.138 52. Tabungan/ Saving deposits Banten Dalam Angka 2004 321 .464 2. Valuta Asing Foreign Excha a.rekening .060 1.534 25 406 7 0 0 334.385 186.859 31 2.bilyet .305 193.951 101.700 1.893 2.153 52.067 102.340 191.nominal .nominal .940 32 2.rekening .808 67.612 3.132 52.676 1.343 3.nominal . Giro/ Demand deposit b.279 54.081 73.nominal . Simpanan Berjangka/ Time deposit c.694 1.223 97.485 101.485 74.659 3.960 3.907 1.262 64.237 96. Tabungan/ Saving deposits B.511 101.572 3.977 959 37 725 31 234 6 0 0 320.849 101. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.030 97. Giro/ Demand deposit b.912 3.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 2.rekening Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 306.

336 100.084 56.799 1.634 3.002 58.122 13 398 7 0 0 352.826 3.741 98.765 2.801 61.258 196.359 80.nominal .rekening .492 20 2.904 3.603 2.556 104.506 24 2.nominal .rekening .381 2.376 99. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.129 2. Tabungan/ Saving deposits B.073 102.698 1.254 1.447 104.796 76.777 1.088 17 400 7 0 0 334. Rupiah / Rupiah .267 62.247 204.966 104.474 2.nominal . Giro/ Demand deposit b.bilyet . Valuta Asing Foreign Excha a. Giro/ Demand deposit b.bilyet .990 77.486 104.nominal .rekening . Lebak A.284 199.nominal .826 20 1.791 100.069 75.228 3.536 99.095 17 411 7 0 0 340.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 2.146 223.455 99.rekening .808 13 938 8 0 0 360.rekening Juli July (2) Agustus August (3) September September Oktober October (5) November Desember November (6) December (7) (4) 343.161 220.861 12 965 8 0 0 a.032 55.541 103.nominal .937 76. Tabungan/ Saving deposits Banten Dalam Angka 2004 322 .896 2.063 76.520 20 2.488 24 2.089 13 403 7 0 0 343.746 21 1. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.nominal .103 2.nominal .271 1.856 2.203 67.166 1.rekening .227 204.

164 331.511 357.nominal .952 863.936.281 604.rekening . Rupiah / Rupiah .665 817.bilyet .451 652.014 4.794 9.842 557.121.902 5.019.903 2.bilyet .025 9.rekening .nominal .042 402. Tangerang A.rekening .924 22.992 847.944 895.797 824.753 975 81 3 4.845.857 5.238 645.rekening .183 4.963 988 85 3 4.598 1.133 271.765 2.870 4.nominal .598 4.567 9.278 1.438 553.298 1.967.490 791.604 9.nominal .671 969 98 3 4.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 3.164.756 2.971 9. Valuta Asing Foreign Excha a.369 839.170 674.135 300.545 300.500.021 4.432 5.819 963 69 3 4.759 5.574.374.952.531 2.155 24.490 310.nominal .173 315.388 22.641 2.696.205 1.215 672.951.256 5.270 813. Tabungan/ Saving deposits Banten Dalam Angka 2004 323 .362 9.795 906 94 3 a.116 657.rekening .173 293.208 4.rekening Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 4.460 1.281.462 784.nominal . Giro/ Demand deposit b.588 996 86 3 4.282 24.202 25.825 501.nominal .510 1.172 357.429 625.355 484. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.939. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.468 341.821.843 1.224 641.018 2.742 987. Giro/ Demand deposit b.176.790 5.nominal .542 874.616.732.150.841 23.107 345. Tabungan/ Saving deposits B.

011.856 389.nominal .209 1.721 711.166.318 626.042 218.rekening .247 2.928 22.604.386 4.rekening .nominal .349 872 80 6 5.272 21.879 421.632 640.431 9.539 830 633 5 5.774 902.356.938 4.516 2.447 726.015.726.097 215.174.nominal .rekening .101 596.rekening .784 9.988 2.bilyet .091 666.974 5.132.372 885.030 9.558 4.021 411.902 9.308 9. Giro/ Demand deposit b.417.871 675.061 242.369 910.059.614 21.452.rekening .693 4.920 866.261.035.612 916.152 571.210 21.987 4.020 206.517 4.558 4.887 2.995 386.952 2.nominal .696 643.769.344.260 2.898 663.481 4.nominal .171 22. Rupiah / Rupiah a. Valuta Asing Foreign Excha a.520 2.733 911.896 423. Tangerang A.090 831 631 6 5.605 942.760 4.065 269. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.469 871.nominal .548 830 628 6 5.275 918 647 6 Banten Dalam Angka 2004 324 .522 898.082 924 719 6 5.994 881. Tabungan/ Saving deposits B.125 9.499.739 4. Giro/ Demand deposit b.nominal .121 2.853.314 2. Tabungan/ Saving deposits .948 639.100 217.521 22.039.bilyet .Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 03.nominal .358 2.616 656.052 4.762 921.978 426. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.rekening Juli July (2) Agustus August (3) September September (4) Oktober October (5) November Desember November December (6) (7) 4.211 2.588 890.

591 359.445 255.rekening .362 124 0 0 1.408 245. Valuta Asing Foreign Excha a.512 254.337 5.480 479.912 324 15.177 332.021 446 25.453 258.682 3.399 255.530 5.059 328 14.837 3.479 516.209 246.199 5.rekening .461 126 0 0 1.rekening .869 460 28.451 42.795 255.213 40.nominal .593 344.740 33.643 332 14.518 582.104 643. Rupiah / Rupiah a.339 326. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.676 535.nominal .bilyet .nominal .374.560.rekening .274 448 17.409 5.nominal . Tabungan/ Saving deposits .623 549. Tabungan/ Saving deposits B.rekening .717 37.nominal .nominal .444 5.825 120 0 0 Banten Dalam Angka 2004 325 .Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 04.465 254. Serang A.695 3.549 39.bilyet .279 249.038 133 0 0 1.226 128 0 0 1.253 245.569 374.310 246.984 425.991 3.833 390.097 461 25.196 326 14.320.365.802 33.311.nominal . Simpanan Berjangka/ Time deposit c. Giro/ Demand deposit b.237 3.156 325 14.552 590.065 326 13.764 246.617 451 19.563 562.nominal .rekening Januari January (8) Februari February (9) Maret March (10) April April (11) Mei May (12) Juni June (13) 1.793 5.048 453 23.159 322.715 546.692 3.983 127 0 0 1.667 471. Giro/ Demand deposit b.421.

Rupiah / Rupiah .514 39.375 674.nominal .rekening .rekening Juli July (8) Agustus August (9) September September (10) Oktober October (11) November November (12) Desember December (13) 1.nominal .nominal .201 298.341 672.594 420 24.513 590.093 5.775 251.914 619.909 40.376 638.224 3.525 303.bilyet .583 405 19.678 3.996 5.163 311 13.579.215 5. Tabungan/ Saving deposits B.nominal .604 289 13. Serang A.nominal .817 398 21.195 5.942 256.173 3.nominal .243 250.766 110 0 0 1.731 258.286 260.550 300.729 267 12.645.080 38.376 110 0 0 a.105 377 32.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 04.054 248.660 32.898 251.138 249.311 605.961 5.461 3.763 693.801 296 13.544 699.799 45.rekening .471. Simpanan Berjangka/ Time deposit c. Valuta Asing Foreign Excha a.nominal . Giro/ Demand deposit b.002 3.490 591. Tabungan/ Saving deposits Banten Dalam Angka 2004 326 . Simpanan Berjangka/ Time deposit c.bilyet .344 302.272 256.341 674.369 5.635.615.rekening .189 406 25.388 110 0 0 1.rekening .820 426 27.828 310 13.213 109 0 0 1.665 259.089 112 0 0 1.nominal .944 247.rekening .508 297.512.397 618.670 574. Giro/ Demand deposit b.023 3.841 34.494 293 13.546 260.657 115 0 0 1.248 306.

nominal .394 2.nominal .002 25.388 624 0 0 7.943 2.596 584. Valuta Asing Foreign Excha a. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.893 2.488 298.280.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 71.221.113.316 322.rekening .387.nominal .217.469 2.908 191.460.317.210 2.907 2.nominal .nominal .866 202.279 23.342 116.rekening .rekening . Tabungan/ Saving deposits .818 2.759. Kota Tangerang A.344 116.206 2.bilyet .333.316 120.473 14. Rupiah / Rupiah a.396 589.665 2.764 24.899 184.nominal .839 2.591 23. Tabungan/ Saving deposits B.135 311.120.868 614 0 0 7.569 2.769 2.321.979 176.355 121.414.342 2.551.360 128.878 2.888 620.165.354 15.bilyet .192 626.475 2.836 585.500 312.526 307.298 630.715 2. Giro/ Demand deposit b.873 2.020 572.rekening .297 615.433 566 0 0 7.352.674 2.958 183.592.429 25.712.nominal .112.468 2.030 609.383 2.522 12.rekening .560 2.496 579.622 2.885 580 0 0 7.792 2.009 566 0 0 7.815 611.005 550 0 0 Banten Dalam Angka 2004 327 .726 23.nominal .302.rekening Januari January (8) Februari February (9) Maret March (10) April April (11) Mei May (12) Juni June (13) 7.490.778 2.253 575.542 2.566 12.656.940 183.246 12.428. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.971 12.963 2.621 2.727 300.519.148 2. Giro/ Demand deposit b.323.311 2.333 126.945 2.

902. Giro/ Demand deposit b.584 628 0 0 7.693.563 606 0 0 Banten Dalam Angka 2004 328 .558 622.485 2.959 593 0 0 7. Tabungan/ Saving deposits B.254 115.325 337.738 12.352 2.483 323.rekening .535. Kota Tangerang A.986 627.779 2.390.558 2.133 3.882 184.606 22. Giro/ Demand deposit b.420 12.924 591.621 585.280 300.911 2.447 2.bilyet .465 592.342 2.849 2.nominal .284 620.481 2.rekening .210.054 13.268.rekening . Rupiah / Rupiah a.146 2.153 627.nominal .268 128.082 13.646.656.469 22.308 2.283 588 0 0 7.848.717 23.224.063 2.352 2.861 192.272 136. Tabungan/ Saving deposits .660 2.278 149.260 124.855 593 0 0 7.195 313.845 2.nominal .413.nominal .084.584.224 22.611 593.581.rekening Juli July (8) Agustus August (9) September September (10) Oktober October (11) November Desember November December (12) (13) 7.693 614.255 247.rekening .075 3.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 71.rekening .560 440.205 2.766 2.593 13.882 184.731 579.830 610 0 0 8.243 22.923.073 2.181 3.nominal .635 2.532.492 2.539.069 2.516.179 321.966.114 2.871 187.772.859 13.nominal .856 195.941.187 630.498 2.043.147.463 586.nominal . Simpanan Berjangka/ Time deposit c.738 2.bilyet .853 188.897 2.nominal .583 2. Valuta Asing Foreign Excha a.233 2.363.041 23. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.

830 258.781 522.463.673 605.903 952 170.099 92.091 708.rekening .rekening .158 84.501. Tabungan/ Saving deposits Banten Dalam Angka 2004 329 .Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 72.061 5. Giro/ Demand deposit b.145 99.157 85. Giro/ Demand deposit b.113 78.860 5. Rupiah / Rupiah .547 1. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.748 929 133.535.861 255.nominal .145 943 214.069 264.221 1.nominal .394 296.nominal .954 5.361 189 41 6 1.187 250.601 1.164 178 47 6 a.511.333 1. Kota Cilegon A. Valuta Asing Foreign Excha a.901 395.777 277.125 200 40 6 1.nominal .596 694. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.065 212.568 269.bilyet .rekening .756 250.714 5.842 283.937 280.138 106.969 193 18 6 1.593.635.nominal .209 320.625 269.077 179.323 258.128 284.750 225.190 270.429 178 44 6 1.944 736.nominal .797 5. Tabungan/ Saving deposits B.555 207 19 6 1.416 6.598 6.888 1.068 1.024 6.759 944 309.bilyet .nominal .242 685.rekening Januari January (8) Februari February (9) Maret March (10) April April (11) Mei May (12) Juni June (13) 1.769 491.936 268.975 5.390 915 87.151 282.241 5.790 274.rekening .221 252.rekening .nominal .873 6.782 655.736 526.901 946 125.674 667.402 661.202 647.032 262.164 6.

088 79.nominal .900 5.057 82.628 5.873 597.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) 72.876 729.745 1.195 813.565 270.204 5.692 499.349 272.360 5.308 5.659 195 48 6 1.604 260.504 179 50 6 1.638 5.537 1.rekening .029 179 49 6 1.233 176. Giro/ Demand deposit b.086 102.rekening .620 768.492 181.612 183.230 258.668 258.443 427.703 349.565 269.736 746. Giro/ Demand deposit b.926 885 246.nominal .nominal .667 896 85.673 447.997 5.071 108.553.rekening .729 271.651 904 47.764 485.676 738.rekening Juli July (8) Agustus August (9) September September (10) Oktober October (11) November Desember November December (12) (13) 1.738 508.805 811 90. Kota Cilegon A.890 258.rekening .623 5. Rupiah / Rupiah a.445 1. Valuta Asing Foreign Excha a.934 539.681.769 5. Tabungan/ Saving deposits .307 325.bilyet .619 324. Tabungan/ Saving deposits B.nominal .983 872 93. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.nominal . Simpanan Berjangka/ Time deposit c.322 969 90.nominal .907.083 261.975 5.569.282 270.188 881 135.051 127.465 152 52 6 Banten Dalam Angka 2004 330 .389 5.rekening .186 1.748 178 46 6 1.882 714.687.806 716.949 184 49 6 1.633 1.081 98.036 261.859 343.232 345.nominal .817 5.629 272.bilyet .250 244.670.nominal .

nominal .222.rekening .rekening .208.425 2.573 2.369.718 8.621.354.rekening .bilyet .994.071 2.191.419 57.138.242.796 4.057 2.250.363.124.nominal .216 6.171.779 1.101 9.nominal .713.411 39. Giro/ Demand deposit b.932 100 9 2.672. Tabungan/ Saving deposits B. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.763 494.486.806 39.802.419 9.983 1.282.290.932 1.032 3.034 4. Giro/ Demand deposit b.764 141 9 a.277.220.407 59.448 1.178 15.556 15.754 679.795 576.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) JUMLAH/Total A.356 10.362 1.021 38.483 1.414 1.956 15.023 62.234. Rupiah / Rupiah .342 60.847 142 9 2.538 1.264 562.421 5.387.nominal .116.296 2. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.084.426 6.291 58.711 1.886 127 9 2.195 662.340.816 634.518 6.817 7.923 7.rekening .908 4.880 10.285 1.rekening .249 2.836 5.nominal .906 125 9 2.265 7.780.859 660.rekening Januari January (8) Februari February (9) Maret March (10) April April (11) Mei May (12) Juni June (13) 15.335 3.990.802 15. Tabungan/ Saving deposits Banten Dalam Angka 2004 331 .129 637.748 15.825 41.990 3.055.625 3.922 87 9 2.426 5.154.182.685.901 607.805 1.188 751.412.740 6.530 41.613 7.422 3.bilyet .426 9.672 9.049. Valuta Asing Foreign Excha a.673 5.320 2.074 6.092 38.nominal .241.651 631.541.nominal .389.085.460 1.nominal .536 727.014 8.926.674 64.110.224.004 6.895.

Tabungan/ Saving deposits .047 4.339 4.171.765 1.727 680 12 2.825 1.553 618.858 55.299.714 38.974 1.845 7.rekening .Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/ Kota Regency/Municipality (1) JUMLAH/Total A.244.737 2.219.304 1.337 740.797 699 12 Sumber : Bank Indonesia Cabang Bandung Source : Indonesia Bank of Bandung Banten Dalam Angka 2004 332 .600. Giro/ Demand deposit b.rekening .174.253 2.914 39.033 55.591 493.913 5.481 7.214.617 38. Rupiah / Rupiah a.216.259 2.064 1.514 451.335.299.nominal .292.rekening Juli July (8) Agustus August (9) September September (10) Oktober October (11) November Desember November December (12) (13) 15.149.rekening .030 4.779 2.464 16. Simpanan Berjangka/ Time deposit c.684 17.263 7.366 9.579 7.846 39.903 7.890 7.777.458.123.rekening .964.419 703.544 517.845 1.934.822 7.296 730.870 7.594 1.969 54.510.876 1.786 2.553 9.360.904.930 16.683 5.nominal .nominal . Simpanan Berjangka/ Time deposit c.693 5.239.421 6.422.863 56.390.281 9.244.601 18.946.bilyet .110 5.rekening .751 2.958 5.673 4.816 768 12 2.964 6.875 39.008.454.nominal .268 679.115.487 567.832.140. Tabungan/ Saving deposits B.708 9.138 4.119.390 1.989 1.261.419 732.709.148 16.nominal .283 743.267.nominal . Giro/ Demand deposit b.179 2.nominal .311.bilyet .730 1.763 126 12 2.269.742 678 12 2.197.522 55.131.773 681 11 2. Valuta Asing Foreign Excha a.143 7.743 5.780.497 55.075.578 6.198.893 39.644 407.153 4.264.565 9.645 9.651 1.nominal .

912 1.691 260. Konsumsi/Consumer C.758 23. Restoran dan Hotel/ Trade.925 95.3 Table Posisi Kredit Rupiah Dan Valuta Asing Bank Umum Menurut Kabupaten/Kota. Pandeglang A.Restaurant. Jenis Penggunaan Dan Sektor Ekonomi Berdasarkan Lokasi Proyek Di Banten C m ec lB n ’O ta d g rd snR p ha d o m ri s a ks us n i C ei i u i n a t n t a Foreign Exchange by RegionsType of Currency.535 644. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9.501 644.033 0 1.368 155.4.575 37.920 34.288 626.732 644.949 19.529 1. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1.158 0 2. Perindustrian/Industry 4. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1. Type of Credits and Economics Sectors Based on Projects Location in Banten 2004 (Juta Rp/Millions of Rp) Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 01.869 1.615 270. Lain-lain/Others 1.248 266.692 62.636 95.761 155. Gas & Water 5.908 737 277.352.202 106. Valas/Foreign Exchange B. Rupiah/Rupiahs 2.536 626.501 623. Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.159 0 6.281 277. Pertanian/Agriculture 2. Pergudang dan KomunikasiTransport.723 1. Jenis Valuta.468 Banten Dalam Angka 2004 333 .899 114.759 770.258 5.759 95.906 563.668 2.674 3.646.053 1.948 87. Pertambangan/Mining 3.211 75.064 309.761 529.298 1.552 1.456 623.646.898 266.925 767.709 1.249 24. & Hotels 7.636 2.239 283.686 1.064 156.112 0 6.368 548. Konstruksi/Construction 6. Storage &Communication 8.488 563.013 879. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10.649.649.691 95.732 2.665 626.306 62.646.368 326.563 89.195 6.178 879.096 97.944 11.352.013 278.759 1.739 283.761 322.623 116.979 623.825 70.969 0 2.581 1.743 563. Pengangkutan.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.050 1.925 1.336 1. Investasi/Investment 3.681 2. Gas dan Air/ Electricity. Listrik.282 8.211.277 282.211.932 59.289 1.064 533.947 282.369 30.914 4.974 57.954 278.691 475. Modal Kerja/Work Capital 2.649.231 3.949 107. Pedagangan.614 270.336 0 1.

Pengangkutan.965 573.708 583.124 115.892 573. Pedagangan. Pandeglang A.414 294.477 1.643 4. Konsumsi/Consumer C.033 94.634 541.968 327.288 639.230 25 4.057 Banten Dalam Angka 2004 334 . Listrik.206 665.263 639.830 44.104 267.284 0 10.524 317.778 114.917 276.299 571. Valas/Foreign Exchange B.067 38.334 1. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10. Pergudang dan KomunikasiTransport.083 294.781 77.948 9. Modal Kerja/Work Capital 2.371 3. Rupiah/Rupiahs 2.839 41. Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.209 58.742 639. Pertambangan/Mining 3.566 8. Storage &Communication 8. Perindustrian/Industry 4. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9.566 331. Lain-lain/Others Juli July (2) Agustus August (3) September September (4) Oktober October (5) November Desember November December (6) (7) 635.061 15 9.755 9 3.822 35.897 635. Gas dan Air/ Electricity.Restaurant.577 298.686 94.016 299.968 543.099 40.708 157.388 10 677.022 677. Investasi/Investment 3.566 157.620 6.299 229.350 1.804 7.916 1. & Hotels 7.455 677.229 639. Gas & Water 5.790 113.968 154.722 1.737 93.003 639.524 157.478 0 10.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 01.708 341.261 294. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1. Konstruksi/Construction 6.851 92.324 75.113 38.394 3.533 665.067 70.566 571.346 0 9.012 8.765 639.279 267.463 635.299 156.459 112. Pertanian/Agriculture 2.226 96.261 95.634 330. Restoran dan Hotel/ Trade.696 10.175 9.052 573.930 4.939 2.678 1.634 154.039 283.338 1.288 276.185 665.671 88.524 544.646 283.127 0 12.910 10 113.128 294.

949 442.629 392. Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.862 243.914 61.783 452.507 408. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1.208 378.107 66.160 259.574 850 1.665 408.629 119.445 1.187 269.283 463.908 72.138 3.179 228. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1.221 72. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9.591 70.861 442. Investasi/Investment 3.411 4.583 72.422 31.406 262.384 3. Storage &Communication 8.763 1.781 1.908 170.107 258.816 2.518 35. Pertambangan/Mining 3.406 442.729 150.268 392.744 1.499 29.188 33.207 11 6. Pergudang dan KomunikasiTransport.861 0 442.373 895 1.861 147.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 02. Pengangkutan. Rupiah/Rupiahs 2. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10.665 245.029 11 6.937 2.583 123.729 452.513 253.110 11 6.060 11 5.898 61.221 0 378.355 56 26. Modal Kerja/Work Capital 2. & Hotels 7.919 32. Valas/Foreign Exchange B.662 68.598 229.221 118. Gas & Water 5.221 Banten Dalam Angka 2004 335 .687 32.583 408. Listrik.629 0 392.389 252.583 0 408.908 463.542 268.155 301 26.007 68.729 72. Restoran dan Hotel/ Trade.373 953 752 11 5.993 261. Gas dan Air/ Electricity.221 378.441 3.946 463.699 3.303 37 26.372 895 749 11 6.999 452. Pertanian/Agriculture 2.202 23. Lain-lain/Others Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 392.729 0 452. Pedagangan. Konstruksi/Construction 6.Restaurant.620 378. Konsumsi/Consumer C.861 72.908 0 463.629 72.753 2.558 1. Perindustrian/Industry 4. Lebak A.570 4.887 1.

Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.846 483. Konstruksi/Construction 6.284 93. Pedagangan.364 277.260 3.484 295.321 485.362 475. Pertambangan/Mining 3.846 149. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1.716 3.591 517 2.322 37. & Hotels 7.735 485.050 286.729 483. Restoran dan Hotel/ Trade.281 74.939 150. Modal Kerja/Work Capital 2.939 74.952 11 5. Gas & Water 5.097 11 6.457 486.281 477.113 3.344 99.065 11 7.352 133 1.749 294.181 465.033 168 1. Lain-lain/Others Juli July (2) Agustus August (3) September September (4) Oktober October (5) November Desember November December (6) (7) 477.943 74.051 11 5.085 3.302 3.828 268.775 3.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 02.603 1.131 477.943 153.943 486.747 3.248 479 26.664 475.627 295.939 475.150 149.881 41. Valas/Foreign Exchange B.603 486.058 99.055 294. Perindustrian/Industry 4.694 4.769 485. Lebak A. Listrik.939 0 475.769 73.150 465.281 171. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10.567 294. Investasi/Investment 3. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1.575 295.150 0 465.934 1.Restaurant.769 0 485.998 12 6. Pengangkutan.052 2.961 3.396 1.796 39. Pertanian/Agriculture 2. Rupiah/Rupiahs 2. Storage &Communication 8. Pergudang dan KomunikasiTransport.672 38.069 3.559 269. Konsumsi/Consumer C.803 3.225 39.737 38.769 149.830 266 1.409 278.084 153 1.508 97.846 74.136 287.545 4.943 0 486.995 483. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9.846 0 483.008 11 6. Gas dan Air/ Electricity.114 465.150 74.166 3.972 3.281 0 477.115 90.258 Banten Dalam Angka 2004 336 .676 96.

129 183. Restoran dan Hotel/ Trade.363 49.239 255.211 3.196.716 3.594 1.469 5.763 3.951 3.397 6.113.606 6.557 13.846 1.602 3. Perindustrian/Industry 4.557 13.504.571 3.429.003 13.839.678.939 268. Pedagangan.963 139.355. Rupiah/Rupiahs 2.038 218.889.834 15.Restaurant.559.029.416 2. Gas & Water 5.608.761 3.281.249 3.463.611.355.507.031 8. Valas/Foreign Exchange B. Pertanian/Agriculture 2. Pengangkutan.070.176 8.429.839.931 1.497.703.986 1.537 8.417 9.590.615 73. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10.446 Banten Dalam Angka 2004 337 .708 4.849.008 177.916 3.554.267.306 13.002.227 14.841 171.839.705 7.319.768 328.079 5.259 3.834 15.942 7.924.856 5.497.675 2.686 1.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 03.900.739 13.713 48.522.959 217. Konsumsi/Consumer C.949 3.035 928.268 317.653. Modal Kerja/Work Capital 2.227 14. Storage &Communication 8.810 7.174. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1.167.739 13.844 6.250.939 187.125 2.281.426 1.725 975.888.334 7. & Hotels 7.214 1.748 1.386. Konstruksi/Construction 6.808 3.780 576.509.747.739 13.216 137.355.098.237.319 519.815 3.730 1.678. Pergudang dan KomunikasiTransport.673.227 14.306 13.610 4.776.130 4.966.091 1.239.932 6.457 560.962.601.834 15. Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.870 3.451 6.861.537 6.048.774.969 181.989 3.417 5.791 3.232.827 6. Listrik.281.306 13.340 336.924 3.910 191.371 9. Lain-lain/Others Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 13. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1.470 48.225 586.890 1.381.300.124. Pertambangan/Mining 3. Investasi/Investment 3.817 6.557 13.207.485 5.517 276. Tangerang A.313.730. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9.287.429.673.537 6.244.466.399 325.678.088 8.777 941.154 4.278.113 48.369 204.673.124. Gas dan Air/ Electricity.537 47.052 13.

988 1.359 75.543 3. Rupiah/Rupiahs 2.237 8.359.410 4. Valas/Foreign Exchange B.036 4.746.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 03.489.390 7.152 9.035.164 7.033 Banten Dalam Angka 2004 338 .641 10.910.119 7.714 4.904 1.448.715 4. Tangerang A. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1. Modal Kerja/Work Capital 2.206.528.389 3.053 16. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9.896 7.448.571.410 344.964 3.341.532.212.662 3.202 1.914 901. & Hotels 7.231 237.774 3.579 16.425 7.629.352.429 16. Pergudang dan KomunikasiTransport.507 8.169 114.157. Listrik.132 896. Gas & Water 5.579.524.281 1.446 16.631 264. Pertanian/Agriculture 2.253 15.864.367.427 5.392 4.976.877 949.437.659 4.890 881.981.513.257 1. Konstruksi/Construction 6.762.499 4.524.650 10.214.987 Juli July (2) Agustus August (3) September September (4) Oktober October (5) November Desember November December (6) (7) 15. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10. Pedagangan.235 3.053 16.864.372 6.139 7.806 8.623.214.334.359.495 17.502 8.021.700 222.053 16.850 5.724.629 1.442.132 7.779.967. Investasi/Investment 3.996 172.579 16.089.041 7.132 343.105 907.645 11.091.446 16.089 257.341.359 7.366 185.265 236.092 3.495 17.412 5. Gas dan Air/ Electricity.316 4.779 5. Lain-lain/Others 15.239 973.478. Perindustrian/Industry 4.316 248.298.954.877.977 333.181 1.214.633 1.165 691.674.091.370.579 16. Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.313 3.341.084 190.857.914.404. Restoran dan Hotel/ Trade.495 17.429 16. Storage &Communication 8.314 271.278.091.634 7.507 5.708. Konsumsi/Consumer C.671.689.118 7.171 344.456 8.743 198. Pengangkutan.803 1.442.023 4.214.669.516 1.135.939 10.805 262.092 1.Restaurant. Pertambangan/Mining 3.949.769 225.118.473 180.233.594.153 1.359.454 7.359 9.909 3.446 16.023.488.349 330.580 155.442.429 16.000 222.240 7.354. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1.185.183.

917 774.308 654.283.373 9.304 71.222 1.462 775.865 3.234 3.327 9 33. Pertanian/Agriculture 2.012.781 152 42.759 148.171 1.788 138.180.542 1. Listrik.399 1.171 1.484.070 3. Pergudang dan KomunikasiTransport.740 152 43.816 1. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10.492 1.939.489.358.258 2.176 3. Modal Kerja/Work Capital 2.070 138.674. Serang A.084 27.670.233 689.696 164.995 1.270 2.283.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 04. Lain-lain/Others Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 3.355 213.710 4.156 2.596 7.041.110.496.171 163. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9.601 3. Konstruksi/Construction 6.797 4.980.588 3.361 3.869 8.607 2.222 1.287 Banten Dalam Angka 2004 339 . Restoran dan Hotel/ Trade.980.040.177 1.555 1.615 3.330 2.281 1.488. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1.266.436 4.035 733. Pengangkutan.492 170.859 712.396 187.342 10.717 4.723.764 652.875 3. & Hotels 7.813 54. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1.358.297. Gas & Water 5.526 58. Perindustrian/Industry 4.876 35.291 2.053.126 32.696 1.283.079 673.793.183.518.612. Gas dan Air/ Electricity.820 3.554 10.328 10.190 138.482 31.343 1. Pedagangan.997 3.492 1.083.024 3.816 157. Valas/Foreign Exchange B.592.637 735.331 2.819 4.177 162.033.689 3.476.098.843 31.324. Rupiah/Rupiahs 2.Restaurant.972 674.396 1. Investasi/Investment 3.132.396 1.518.826 100 37.283 1. Storage &Communication 8.930 152 39.209 3.976 46.334 4. Pertambangan/Mining 3.615 690.297.553.183.582 713.473 29.574. Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.707 2.336.413 3.643.408 1.183. Konsumsi/Consumer C.980.861.297.177 1.715 55.092 222 39.706.222 237.358.937 3.696 1.541 1.643 3.518.928 68.

728 2.384 830.417 42.702 1.280 3. Modal Kerja/Work Capital 2.918 4.685 174.690 831.274 1.245 11.050 2.176 3.503 0 54.949.117.122.674 800.702 1.107 3.632 1.854.919 2.541 75.758 3.876.888. Rupiah/Rupiahs 2. Gas dan Air/ Electricity.078.964.822 4.586 12.315 898.229 72.160 257.888. Lain-lain/Others Juli July (2) Agustus August (3) September September (4) Oktober October (5) November Desember November December (6) (7) 3.274 303.295.949. Gas & Water 5.006.938. Konstruksi/Construction 6.246.281 72.995 4.996 43.274 1.052 1.607 799.828 44.390 44.281 2.295.281.230 35.888.658 10. Pertambangan/Mining 3.112 2.934 308.039 15.874.758 840.708 1. Listrik.776 869.037 70. Pertanian/Agriculture 2.294 2.598 1. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10.201 Banten Dalam Angka 2004 340 .122.241.726 16.703 794.906 4.103.457 2.374.995 4.052 289.250 236.389.595 2.620 301.949.009 1.480 2.737 3.387 183.248 3.321 1. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1.575 2.097 28.855. Pedagangan. Investasi/Investment 3.774 251.236.098 2.967 4. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1.964.952.952.934 2.964.621.052 1. Pengangkutan.309 3.672. Storage &Communication 8.039 100 44.009.647.140 841.409 10.417 0 51.793 6.295.934 2.017 4.632 1.411 268.569 42.589.176 17 52.122.184. & Hotels 7.355 2.632 195.995 4.771 6.823 3.259 1.118 1. Valas/Foreign Exchange B.286. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9. Pergudang dan KomunikasiTransport.930. Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.233 102 42.244.128 4.640 100 46.849 896. Restoran dan Hotel/ Trade.191 3.063 793.Restaurant.510 34.161 868.286 3.707 2.952.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 04.265.232.784. Perindustrian/Industry 4.925 3.702 193.291.503. Konsumsi/Consumer C.142 48.705. Serang A.076 1.

311. Pergudang dan KomunikasiTransport.106 611.559 270.169 235.863 251.248.189 15.287 1.144.615 6.001 62. Gas & Water 5.627 6.246.621 782.905 282.778 702.192.090 62.750 670.969 2.246 2.295 12.144.500 2.110.730 77. Pertambangan/Mining 3.591. Kota Tangerang A. & Hotels 7.937 661. Pengangkutan.484 44.131. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1.064 719.865 33.447 3. Lain-lain/Others Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 2.248.057 31.539 228.165. Investasi/Investment 3.525 2.633 27.263 10. Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.394 62.630 59.330.110.967 1.034 1.328 15.737 3. Perindustrian/Industry 4.110. Modal Kerja/Work Capital 2.672 682.704 4.246.499.675.495.405 30.136 24.246.144.958 620.137 2.797 19.192.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 71.793 Banten Dalam Angka 2004 341 .447 1.515 61.714 2.096 15. Valas/Foreign Exchange B.263 1.737 2.743 45 1.860 655.714 50. Pertanian/Agriculture 2.712 647.268 15.598 752. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9.480 261.205.181 77.107 2. Konstruksi/Construction 6.131.967 1.503 5. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10.016 2.538.098. Konsumsi/Consumer C.365 62.131.248.330.545 2.714 5.151 120 1.320 635.402 251.365 2. Restoran dan Hotel/ Trade.478 605.386 673.277.503 1.389 61.588 268.065 2.854 11 985.Restaurant.263 1.627.582 2.908 267.287 5.967 24.206.605 53 1.754 195.642 19.447 1.457 765.222.246 78. Gas dan Air/ Electricity.532 688.090 26 977.181 2.852 83 1. Listrik. Rupiah/Rupiahs 2.018.034 1.503 1.330.961 199. Storage &Communication 8.789 2.993 735.436 2.985 258. Pedagangan.109 2.034 13.154 655. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1.287 1.718 2.

414 880.655 174.717.271 35.192 32.149.392.754 2. & Hotels 7. Pertambangan/Mining 3.272.321 2.891 62.008.950 1.950 1.237 1.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 71.242 912. Listrik.956 270. Restoran dan Hotel/ Trade. Valas/Foreign Exchange B. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1.874 20. Lain-lain/Others Juli July (2) Agustus August (3) September September (4) Oktober October (5) November Desember November December (6) (7) 2.754 2.576 15.163 939.762 62. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1.467 2.723.675 228.770 771.151 992.173 20.496.091 894.237 75.583.443.636 2.905 22.023 288.445 862.008 335. Perindustrian/Industry 4.252 1.496.443.629 726.835 334.145 0 1.692 19.659 20.576 1.495 42.149.Restaurant.301 7. Modal Kerja/Work Capital 2.723.294 1.205.036 2.672. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10.197 2.172 805.836 2.641 812.496.658 866.030.282 2. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9. Pedagangan.521.258.111 0 1.223.294 1.586 62.851 2.303 18 67.011 25. Pengangkutan.443.620 62.630 151.927 162.260 2.237 1.193.976 2.252 23.272.748 156.025. Kota Tangerang A.582 1.576 1.152.230 62.950 81.367 26.133 21.356 22.669 34.638 127 1.567 358. Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.777.856.064 178.120.694 719. Rupiah/Rupiahs 2.583.310 25.997 21.470 956. Investasi/Investment 3. Gas dan Air/ Electricity.493 2.579 1.392.091 28.114 26.193.294 76.362 23. Storage &Communication 8.583 1.737 34.540 672. Konstruksi/Construction 6.766 142 1.205 975.184 1.736 821.193. Konsumsi/Consumer C.302 180.148 2.446 Banten Dalam Angka 2004 342 .099 34.558 2.524 62.252 1.343 17.392.583.366 16.725.556 95 1.261. Pergudang dan KomunikasiTransport.356. Pertanian/Agriculture 2. Gas & Water 5.754 2.723 18.128 1.723.461 2.

927 1.232. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9.820.127 2. & Hotels 7.718 64.528 297.823 79.773 1.373 319.264 62.342 2.708 1.331 296.453 1.803 43.597 1.836 652. Pergudang dan KomunikasiTransport.357 2.478.956 1.818.623.312 275.818.820 7 56.194.595 1. Gas dan Air/ Electricity.154.107 62.037 2.295 61. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1.489.604.970 297.025 1.860 11.840 1.836.080 62.430 Banten Dalam Angka 2004 343 .478.407 370 78.978.814 6.115 12.909 1.367 946.282 316.458. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10.380 10 46.478.980 7.496. Pertanian/Agriculture 2.380 34.167 1.815 1.836. Rupiah/Rupiahs 2.756.440 2. Storage &Communication 8.372 318.818.499 306.892 6.446. Gas & Water 5.094 1.307 61.840.069.446. Investasi/Investment 3.025 357 74.980 779.989 68.452. Kota Cilegon A.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 72.457.151 307.496.148 297.061.545 2.745 7 55.494 1.915 103.452 2.879 2.453 714.158 276.739.525 2.496. Pedagangan. Valas/Foreign Exchange B.446.623.407 1. Modal Kerja/Work Capital 2.593.364 315. Konsumsi/Consumer C. Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.836 1. Lain-lain/Others Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 2. Perindustrian/Industry 4.092.507 103.844 2. Pengangkutan.677.644 2.836 357 78.025 867.746.407 543.774 7 34.630 1.779 87.921 73.Restaurant.141 106.086 2.378 7 65.332 2.709 957.108 48.882 1. Pertambangan/Mining 3.453 357 77.949 6.980 1.968 2. Restoran dan Hotel/ Trade.514 2. Konstruksi/Construction 6.029. Listrik.573 1.167 357 74.623.280 2.326 7 64.836.077 89.403.478.167 1.256 2.007 2. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1.532.937 95.385 2.211 2.539 76.

152 2.736 9.513 2.703.770.295 124.879 1. Pertambangan/Mining 3.075 3.933 16.445 9.142.030 2.695 82.790 1.770. Kota Cilegon A.582 801. Pergudang dan KomunikasiTransport.531 1.072 1.906.Restaurant.965 72. Perindustrian/Industry 4.960 1.480 62.765.966. Pedagangan.914.866.878.232 61.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) 72.658 2. Storage &Communication 8.866.688 286.053 1. Modal Kerja/Work Capital 2.790 732.011 294.122.302 61 54. Pertanian/Agriculture 2.036 9.156 77.911 2.103.866.888 2.763.906.019 1.304 80.743 2.458 109.770.842.175 65. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1.335 2.162 287.310 1.790 387 87.495 121.961 8. Konsumsi/Consumer C.752 9.301 583.534 9.710. Investasi/Investment 3.150 108.937 2. Valas/Foreign Exchange B.091.524 10 51. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1.575.484.366 961 52. Restoran dan Hotel/ Trade.122 302.425 1.729 315.536 2.620 642.385 2.162. & Hotels 7.752.316 1.103.902 103. Rupiah/Rupiahs 2.575.582 17.703.604 2.760 2. Gas dan Air/ Electricity.767.100 300.541 1.901 117.828 79.897 2.046 107. Pengangkutan.276 966 46.103.437 314.760 2. Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.558. Lain-lain/Others Juli July (2) Agustus August (3) September September (4) Oktober October (5) November Desember November December (6) (7) 2.310 2.620 16.647 282.320.490 126.681 65.575.663 64.072.301 389 79.301 1.741 121.155 90.703.810 1.897 108.347 1.140. Konstruksi/Construction 6.934 763.124 293.694 1.053 1.906.243 3.149 1.655 63.046 3.145.347 981 37. Gas & Water 5.906. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10.346 2.053 882.201 299.601 10 46.629.510 301.224. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9.363 281.220 Banten Dalam Angka 2004 344 . Listrik.760 2.053 15.620 1.413 1.110.582 1.744.

707 13.958.486.908 22.983 24. Lain-lain/Others Januari January (2) Februari February (3) Maret March (4) April April (5) Mei May (6) Juni June (7) 23.308.551 200.570 25.285. Restoran dan Hotel/ Trade. Konsumsi/Consumer C.741 342.213 403.570 25.784 6.297.983 24.700.538 391. Pergudang dan KomunikasiTransport.802 12. Konstruksi/Construction 6.496 14.020. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1. Pertanian/Agriculture 2.004.097 86.273 433.604 2. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1.880.359 385.598 506. Rupiah/Rupiahs 2.349 222.149.748.591 23.802 394. Pertambangan/Mining 3.403. Gas dan Air/ Electricity.633.144.616 5.205.368 22.661 14. Storage &Communication 8.272.974.064.403 23.879 335. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9. Pedagangan.035 1.243.913 991.342.242.753 352.219 11.243.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) JUMLAH/Total A.053.712 454.779 90.556.184 5. Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.833 5.260 82.638.335.570.278.766.456.178.836 5.422 416. Perindustrian/Industry 4.802 14.322.210.238 15.733 10.732 2.838 1.468 1.570.884 689.526 6.576.929 10.065.971 385.908 22.764 83.998 1.561 2.451 12.615 5.076 440.591 23.009 7.866 11.327.407 5.958.572.243.173 284.641 1.001 11. Modal Kerja/Work Capital 2.964 23.556.773 11.941 1.026 7.591 23.556. Investasi/Investment 3.616 13. Listrik.456.901 5.385. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10.584 244.438 538.623 12.222 427.421 89.182 385.297.292.226.649 1.397.429 699.262.673.759 5.374 718.456.483.375 85.032 6.116.162.332 9.095 9.025 271.167.297. Gas & Water 5.247 8.794.919 2.534 13.527 296.639 5.088.355 2.802 12.115.933 743.570.038.860 5.595.181.060.368 22.368 22.645 Banten Dalam Angka 2004 345 .838 9.999.570 25.Restaurant.546.502 15.606 2. Valas/Foreign Exchange B.271 213. Pengangkutan.559 6.481 9.752 8.957.908 22.432 5.192.983 24.243 199.958.906.064 5.557.359. & Hotels 7.606.

434.334.831 6.058 2.298.708 15.760 1.148 7.730 10.091.396.447 27.510.922 397.003 26.598.656.262.389.142 28. Menurut Peggunaan By Type of Credits 1.661 5.915 26.485.271.372.737 6.795 6.968.074 1.426 396.437 1.182.409 560.011.308.565 2.776.372 17.522 102.135 239.011.455. Modal Kerja/Work Capital 2.683.874.750 9. Menurut Jenis Valuta By Type of Currency 1.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Reg/Mun (1) JUMLAH/Total A.016 5.289.326.185 120.915 26.116 1.457 13.915 26.447 27.084.897 849.380 93.510. & Hotels 7.591.252 487.901.225.Restaurant.185 16.045.142.137 8.159 9.531 26.782. Storage &Communication 8.898 484.775.531 26.220 12. Restoran dan Hotel/ Trade.893 290.471 841.504 482.289.847 12.600.935 404.528 12.663.122 7.372.320.805.491 6.522. Menurut Sektor Ekonomi By Economics Sectors 1.937 313. Investasi/Investment 3.829 13. Valas/Foreign Exchange B.656 25.295 13.419 386.142 28.741 205. Pertanian/Agriculture 2.739 18.697.510.859.308.077.262.841 15.683.782 461.390.712 6. Pengangkutan.289.384 13.523 14.469 2.391.225.898 838.619 1.786 6.691.683.299 242. Pergudang dan KomunikasiTransport. Pedagangan.996 245.176 6.035.522.651 7.559.210.697.558 964.432 457.330 13.468.172 7.222.003 26.035 7.340 971. Lain-lain/Others Juli July (2) Agustus August (3) September September (4) Oktober October (5) November Desember November December (6) (7) 25.003 26.126.308. Pertambangan/Mining 3.215 Sumber : Bank Indonesia Cabang Bandung Source : Indonesia Bank of Bandung Banten Dalam Angka 2004 346 .654 2.447 27.935.522.653 25. Rupiah/Rupiahs 2.768 867.055 10.162 10. Jasa-jasa Dunia Usaha/ Business Service 9.809 1.248.593 233.025.231 6.401 6.517 844.708 12.587 12.398 406.157 959.281 1.697 17.135 1.173 943.531 26.142 28.346 144.711.708 516.063.929 120.368.190 2.507 13. Gas & Water 5.159. Jasa-jasa Sosial Masyarakat Community social Services 10.403 10.532.373 120.952.395.033 6. Gas dan Air/ Electricity. Listrik. Konstruksi/Construction 6. Konsumsi/Consumer C.664. Perindustrian/Industry 4.327 2.

132.543 231.305.82 1.76 653.83 2.819.95 1.932 200.261 1.489 655.33 419.360 Sumber: Dinas Perindagkop Propinsi Banten Source : Industrial Trade and Cooperative of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 347 .702.34 71.501.541.052.120.101.19 422.50 674.4 Table Kinerja Koperasi Menurut Indikator Produksi Performance of Cooperation Activity by Indicator of Production 2003-2004 Satuan Unit (2) Indikator Indicator (1) Koperasi / Cooperative Aktif/Active Non Aktif/Non Active Anggota / Member Modal Sendiri / Capital Owned Modal Luar / Capital Aid Jumlah Asset / Asset Volume Usaha / Omzet Jumlah SHU / Capital Gain Jumlah Manajer / Total Manajer Jumlah Karyawan / Total Employee 2003 (3) 2004 (4) Unit Unit Orang / Person Juta Rp / Million Rp Juta Rp / Million Rp Juta Rp / Million Rp Juta Rp / Million Rp Juta Rp / Million Rp Orang / Person Orang / Person 3.274 1.75 110 5.429 6.040.101.4.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.740 737.99 51.966 3.594.

Serang Kota/Mun 5.213 12. Tangerang 4.424 613 1. Lebak 3.358 Sumber: Dinas Perindagkop Propinsi Banten Source : Industrial Trade and Cooperative of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 348 .Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9.887 74 49 563 426 141 87 68 2185 1.924 1.472 96 4. Tangerang 6. Pandeglang 2.778 9.5 Table Jumlah SIUP yang diberikan Menurut Golongan Usaha dan Kabupaten/ Kota Number of Trade Business Permits Issued by Scale of Establismhment and Municipality 2004 Kabupaten / Kota Regency / Municipality (1) Kab/Reg 1.4.395 4. Cilegon Banten 2003 2002 Perusahaan Besar Large Scale Establishment (2) Perusahaan Menengah Medium Scale Establishment (4) `Perusahaan Kecil Smaall Scale Establishment (6) 46 7 194 193 138 21 953 918 1.676 9.

Bank Pemerintah Daerah/ Regional Goverment -Kantor Pusat/Head -Kantor Cabang/Branch -Kantor Cabang Pembantu/ Sub Br -Kantor Kas/ Cash 4.Bab IX Keuangan dan Harga-harga Tabel 9. Bank Pemerintah/ State 1) -Kantor Pusat/Head -Kantor Cabang/Branch -Kantor Cabang Pembantu/ Sub Br -Kantor Kas/ Cash 2.4. Bank Asing dan Campuran/ Foreign and Join -Kantor Pusat/Head -Kantor Cabang/Branch -Kantor Cabang Pembantu/ Sub Br -Kantor Kas/ Cash Jumlah/ Total Sumber : Bank Indonesia Cabang Bandung Source : Indonesia Bank of Bandung 2001 (2) 41 16 18 7 94 21 62 11 11 6 3 2 146 2002 (3) 52 16 25 11 101 22 63 16 12 6 4 2 165 2003 (4) 60 15 32 13 114 24 66 24 14 6 5 3 1 1 189 2004 (5) 60 15 31 14 126 1 27 70 28 17 7 5 5 1 1 204 Catatan /Note 1) Tidak termasuk Kantor Inspeksi dan BRI Unit/ Excluding BRI Unit and Inspection Offices Banten Dalam Angka 2004 349 .6 Table Jumlah Kantor Bank Umum Menurut Status Kepemilikan di Banten Number of Commercial Bank Offices by Status in Banten 2001-2004 Status Kepemilikan/ Status (1) 1. Bank Swasta Nasional/ Private National -Kantor Pusat/Head -Kantor Cabang/Branch -Kantor Cabang Pembantu/ Sub Br -Kantor Kas/ Cash 3.

dibagi dengan nilai Banten Dalam Angka 2004 Technical Notes Gross Domestic Regional Product described the ability of a region in creating output (value added) at a certain time. In presenting current market prices. Disebut sebagai harga berlaku karena seluruh agregat dinilai dengan menggunakan harga pada tahun berjalan. Keduanya menyajikan komposisi data nilai tambah dirinci menurut sumber pendapatan dan menurut komponen penggunaannya. and 2) at constant base year market prices. Both of them. Laju Pertumbuhan E konomi diperoleh dari perhitungan PDRB atas dasar harga konstan. which value added generated by economic sectors. all aggregates are valued at current market prices. yaitu sektoral dan penggunaan. two approaches has been used. while the second approach is to explain the final uses of the value added that had been created by all economics sectors . Economic growth derives from GDRP at constant market prices.. Sedangkan dari sisi penggunaan menjelaskan tentang pengunaan dari nilai tambah tersebut . 353 .Bab X Pendapatan Regional Penjelasan Teknis Produk Domestik Regional Bruto menggambarkan kemampuan suatu wilayah dalam menciptakan output (nilai tambah) pada suatu waktu tertentu.e. presenting the composition of value added according to source of income and expenditure component The first approach is to explain output produced by various kind of economic activity. GDRP and its aggregations are presented in two forms: 1) at current market prices. On the other hand. PDRB maupun agregat turunannya disajikan dalam 2 (dua) versi penilaian. Publikasi ini menggunakan harga tahun 1993 sebagai dasar penilaian. Diperoleh dengan cara mengurangi nilai PDRB pada tahun ke-n terhadap nilai pada tahun ke n-1 (tahun sebelumnya). Year of 1993 has been used as the base year in this publication. base year constant market prices are shown by valuing all aggregates at fixed base year prices. sedangkan harga konstan penilaiannya didasarkan kepada harga satu tahun dasar tertentu. “production approach “ and “expenditure approach”. by decreasing the value GDRP year of n with the value GDRP year of n-1 and divided with the value GDRP year of n-1 than multiplied with 100 percent. PDRB dapat dilihat dari 2 sisi pendekatan. To compile those. i. yaitu atas dasar “harga berlaku” atas dasar “harga konstan”. PDRB dari sisi sektoral merupakan penjumlahan seluruh komponen nilai tambah bruto yang mampu diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi atas berbagai aktivitas produksinya.

PDRB perkapita merupakan PDRB adhb dibagi jumlah penduduk pertengahan tahun suatu daerah dalam jangka waktu tertentu.56 billion rupiah.Bab X Pendapatan Regional pada tahu ke n-1. pertanian dan perbankan. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Perkapita adalah salah satu indikator makro yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk di suatu daerah dalam jangka waktu tertentu.26 billion rupiah or increased 5. nilai PDRB Banten sekitar 74. GDRP Banten went arround 74. The improvement of Banten economics. perdagangan. Per capita GDRP is GDRP at current market prices divided by mid-year population of a region at certain year.81 percent of previous year. banking and agriculture 354 . Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Total Produksi barang dan jasa yang dihasilkan para pelaku ekonomi di Banten dicerminkan oleh besaran angka PDRBnya. Secara konstan nilai “kue” perekonomian Banten mencapai 21. khususnya sektor-sektor unggulan seperti sektor industri. specially pre-eminent sectors like industrial sector.50 persen dari tahun sebelumnya. In the year 2004.81 persen dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2004. "cake" of Banten economics reached about 21. commerce. kemudian dikalikan dengan 100 persen. Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 11. Based on 1993 constant price. Peningkatan perekonomian Banten ini disebabkan oleh kenaikan produksi pada hampir semua sektor ekonomi yang ada.19 triliun rupiah atau meningkat 5. mostly caused by the increasing of production at most of all existing economic sector. Gross Domestic Regional Product (GDRP) The ammount of services and goods that produced by economic perpetrator in Banten expressed by its GDRP value. Laju pertumbuhan menunjukkan perkembangan agregat pendapatan dari satu waktu terhadap waktu sebelumnya. The value increased about 1150 percent than the value at previous year.56 triliun rupiah. Banten Dalam Angka 2004 Growth rate of GDRP shows/explain income /production progress of certain year to the previous year Per capita GDRP is one of macro economic indicators that use to measure the level of citizens wealthy in a region at certain time/year.

hotel dan restoran dari 5.22 persen.72.65 persen menjadi 5.62 percent and 5. By successively. Such like manufacturing industry sector which grow from 4. growth of Banten economics from year 2001 to 2004 are.33. hotel and restaurant. from 5. gas dan air bersih dari 5.33 percent.34 persen pada 2003 menjadi 4. pengangkutan dan komunikasi dari 7.51 persen menjadi 9.06 persen pada 2004. perekonomian Banten telah tumbuh dengan cukup menggembirakan. Secara berturut-turut pertumbuhan ekonomi Banten dari tahun 2001– 2004 adalah. 5. bangunan dari 5. gas and water supply from 5. 5. Peningkatan pertumbuhan ekonomi Banten di tahun 2004 terutama dikarenakan oleh adanya sektor ekonomi yang tumbuh lebih tinggi di bandingkan dengan tahun sebelumnya. perdagangan. And so it was with services sector which grow from 8.90 persen.71 percent.75 persen menjadi 6. Pertumbuhan ekonomi yang positif tiap tahunnya diharapkan dapat memberikan dampak yang positif terutama dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan dan mengurangi tingkat kemiskinan.71 persen. gas dan air minum.30 percent in 2003 become 6. economics of Banten Province had growed enough exciting.80 persen pada 2003 menjadi 6. transportation and communication from 7. electricity.72 percent. listrik.75 percent become 6. dipacu oleh tingginya produksi untuk mensupply kebutuhan pelanggan baik industri maupun masyarakat Banyaknya perumahan dan konstruksi lainnya yang terjadi di Banten Dalam Angka 2004 Economic Growth by Sector For the last four year. Sektor dimaksud seperti sektor industri pengolahan yang tumbuh dari 4..06 percent in 2004. building construction. The increasing of Banten economics growth in year 2004 especially caused by some of economic sectors grows higher than previous year.22 percent.Bab X Pendapatan Regional Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Empat tahun terakhir ini. industial and society. from 5.51 percent become 9.81 persen.62 dan 5.65 percent become 5. trade. 3. 5.24 percent to 8. The great number of housing and other construction that happened in 355 .30 percent. especially in the case of work field creation and lessen poorness level.84 percent in 2004.24 persen menjadi 8.34 percent in 2003 become 4.30 persen. Pertumbuhan di sektor listrik. Demikian juga dengan sektor jasa-jasa yang tumbuh dari 4.81 percent. gas and water supply sector raced by higher production supply to customer necessity. Growth of economics which are positive per annum expected can give benefit. Growth of electricity. 5. 3.90 percent.84 persen pada 2004.

Bab X

Pendapatan Regional

Banten tahun 2004 memicu pertumbuhan sektor bangunan. Situasi keamanan yang kondusif mampu menarik investor dan menyemarakkan kegiatan eksporimpor. Hal tersebut menjadi pemicu pertumbuhan di sektor perdagangan dan industri pengolahan.

Banten in year 2004 pushed growth of construction sector. The situation of national security which is very condusif could invite investor and made glorious exportimport activity. Those things believed had pushed growth in trade and industrial manufacturing sector.

Sektor yang menjadi primadona pada tahun 2004 adalah pengangkutan dan komunikasi. Maraknya kegiatan di Banten sebagai provinsi baru yang sedang berkembang menjadi pemicu pertumbuhan di sektor ini. Mewabahnya penggunaan alat telekomunikasi serta banyak bermunculannya perusahaan penyedia jasa komunikasi menyebabkan pesatnya pertumbuhan sektor komunikasi.

The sector that becoming primadona in 2004 is communication and transportation. The hoisterous of activity in Banten as a new province become the trigger of growth in this sector.The glorious usage of telecommunications device, such as handphone and the appearence of new telecommunications services company had pushed growth in communications sector in Banten in 2004.

Sementara itu, pulihnya sektor perbankan nasional berimbas pada membaiknya pertumbuhan sektor keuangan di Banten Meningkatnya kepercayaan masyarakat pada bank ditandai dengan tumbuhnya dana simpanan rupiah dan valas bank umum yang ada di Banten, dari sekitar 16,5 triliun rupiah pada 2003 menjadi sekitar 19,7 triliun rupiah pada akhir 2004. Sedangkan, maraknya kegiatan perbankan ditandai dengan meningkatnya kredit rupiah dan valas yang disalurkan ke masyarakat sebesar 21 persen dibanding tahun lalu.
Banten Dalam Angka 2004

Meanwhile, the recovery of national banking sector induce to the recovery of financial sector growth in Banten. The increasing of trust of society at bank, marked with growing of rupiah deposit fund and foreign exchange at public bank that exist in Banten, from around 16,500 billion rupiah at 2003 becoming around 19,700 billion rupiah by the end of 2004. While, the hoisterous of banking activity marked with the increasing of rupiah and foreign exchange credit offered to society, which about 21 percent higher compared to last year 356

Bab X

Pendapatan Regional

Sektor-sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan lebih kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya adalah sektor pertambangan dan penggalian dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Meskipun sektor-sektor tersebut mengalami pertumbuhan yang lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, tidak berarti hal ini mengalami penurunan. Yang terjadi adalah bahwa gerak ekonomi sektor tersebut tidak secepat tahun sebelumnya atau sedikit mengalami perlambatan. Hal ini perlu menjadi perhatian, terutama oleh pemerintah daerah untuk dicarikan solusi agar sektorsektor ini bisa bergerak lebih cepat lagi pada tahun yang akan datang. PDRB Perkapita Angka PDRB perkapita merupakan indikator kesejahteraan masyarakat secara makro yang dapat dijadikan cermin kesejah teraan masyarakat. Semakin tinggi PDRB perkapita yang di terima oleh penduduk berarti semakin tinggi kesejahteraannya. Sebalik nya penurunan PDRB perkapita pada suatu daerah, menggambarkan penurunan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. PDRB perkapita propinsi Banten pada tahun 2004 sebesar 8,27 juta rupiah. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, PDRB perkapita ini mengalami peningkatan sebesar 8,08 persen..
Banten Dalam Angka 2004

Economic sectors which grow smaller than previous year are mining and quarrying sector and also government and financial, ownership and business sector.

Though the sectors growth smaller compared to previous year, it doesn’t mean the sectors experience of degradation. That happened is, the economic motion from the sector was not as quickly as previous year or we can say that the sectors having a little deceleration. This matter needs to become attention, especially by local government who must looked for solution, so that this sectors can runs faster again in the year to come. GDRP per Capita The number of GDRP per Capita used to be the indicator of prosperity to a society, which macroly able to describe the wealthy level among the society. More higher, level of GDRP per Capita which accepting by resident, more wealthy the society. The opposite of that, degradation of GDRP perkapita at one particular area, depicting degradation of prosperity level of society. GDRP per Capita Province of Banten in the year 2003 equal to 8.27 million rupiah. Compared to previous year, this GDRP Per Capita growth about 8.08 percent. 357

Bab X

Pendapatan Regional

Berdasarkan harga konstan 1993, PDRB perkapita Banten sebesar 2,35 juta rupiah, atau tumbuh sebesar 2,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya Perlu jadi catatan bahwa PDRB perkapita tidak sama dengan pendapatan perkapita. PDRB perkapita hanya menggambarkan NTB yang terbentuk di Banten dibagi dengan seluruh penduduk. Di sini tidak melihat apakah NTB ini milik penduduk Banten atau bukan. Sementara pendapatan perkapita benar-benar menggambarkan NTB yang dimiliki oleh penduduk Banten, baik yang berada di Banten maupun di luar Banten.

Based on constant price 1993 GDRP per Capita Banten equal to 2.35 million rupiah, or grow about 2.56 percent compared to previous year GDRP per Capita unlike income per Capita. GDRP per Capita only depicting value added that formated in Banten divided with entire/all resident, without see wether the value added property belongs to resident of Banten or not. Meanwhile, income per Capita really describing the value added that formated by resident of Banten, both for residing in Banten and also outside Banten.

Banten Dalam Angka 2004

358

Bab X

Pendapatan Regional

Grafik 10.1. Peranan Sektor Dalam PDRB Banten Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2004 (persen)

Perdag, Hotel & Rest 17,45%

Angkutan & Kom 7,17% Jasa-Jasa 5,05%

Listrik, Gas & Air 4,66% Bangunan 2,25%

Lainya 5,58%

Keuangan 3,22%

Industri 51,27%

Pertanian 8,82%

Pertambang & Penggalian 0,11%

Grafik 10.2. Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten Tahun 2000-2004 (persen)

7 6 5 4 3 2 1 0 2000 2001 2002 2003 2004 4,53 3,72 5,33 5,62 5,81

Banten Dalam Angka 2004

359

Bab X

Pendapatan Regional

Grafik 10.3. PDRB Banten Atas Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluaran Tahun 2003 (persen) Tahun 2004
42,33

34,09

6,665 Nirlaba Pemerintah

13,85 PMTB Stok

2,67 Ekspor Impor

0,41

Grafik 10.4 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten/Kota se- Banten Tahun 2003

25 20 15 10 5
Pandeglang

18,44

23,86

8,94 3,94 3,82

10,07

Tangerang

Banten Dalam Angka 2004

Kota Tangerang

Kota Cilegon

Lebak

Serang

0

360

Bab X

Pendapatan Regional

Tabel Table

10.1.1

Produk Domestik Regional Bruto Propinsi Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Domestic Product of Banten at Current Market Price by Industrial Origin ( Juta / Millions Rp ) 2001 - 2004

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / Agriculture a. Tanaman Bahan Makanan/ Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan/ Estate Crops c. Peternakan dan hasil-hasilnya/ Livestock and Product d. Kehutanan/ Forestry e. Perikanan/ Fishery 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN/ Mining and Quarrying a. Minyak dan Gas Bumi/ Oil and nature Gas b. Pertambangan Tanpa Migas/ Mining Excluiding Oil/Gas c. Penggalian/ Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN/ Manufacturing Industry a. Industri Migas/ Oil and Gas Industry b. Industri Tanpa Migas/ Industry Exluiding Oil/Gas 4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH/ Electricity, Gas, and Water Supply a. Listrik/ Electricity b. Gas kota/ Gas c. Air bersih/ WaterSupply 5. B A N G U N A N/ Contruction 6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN/ Trade, Hotel and Restaurant a. Perdagangan besar dan eceran/ Wholesale and Retail Trade b. H o t e l/ Hotel c. Restoran/ Restaurant

2001 r) (2) 4.928.251,09 3.259.946,30 371.666,95 890.034,55 30.924,83 375.678,46 57.730,77 0,00 16.396,00 41.334,77 27.491.202,42 0,00 27.491.202,42 1.965.219,30 1.923.575,44 41.643,86 1.288.221,85 9.136.403,21 7.648.729,78 63.190,00 1.424.483,43

2002 r) (3) 5.501.686,61 3.590.631,62 440.047,99 1.005.123,00 35.282,50 430.601,50 64.991,41 0,00 18.733,60

2003 *) (4) 5.995.810,80 3.955.446,93 446.120,58 1.093.134,84 37.590,05 463.518,40 72.121,79 0,00 20.887,50

2004 **) (5) 6.530.642,06 4.320.379,25 452.047,96 1.221.240,90 41.450,24 495.523,72 79.474,41 0,00 22.674,00 56.800,41 38.276.853,66 0,00 38.276.853,66 3.370.052,79 3.309.014,97 0,00 61.037,82 1.898.331,36 12.598.866,72 10.287.393,33 72.235,84 2.239.237,55

46.257,81 51.234,29 31.435.669,91 34.420.564,40 0,00 0,00 31.435.669,91 34.420.564,40 2.835.177,46 3.078.739,34

2.785.469,46 3.023.419,70 0,00 0,00 49.708,00 55.319,64 1.484.435,88 1.644.567,21 10.432.756,18 11.491.036,36 8.644.775,00 67.427,45 1.720.553,73 9.490.816,82 69.015,04 1.931.204,50

Banten Dalam Angka 2004

361

Bab X

Pendapatan Regional

Lanjutan Continued
Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI/ Transport and Communication a. Pengangkutan/ Transport 1) Angkutan Rel/ Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/ Road Transport 3) Angkutan Laut / Sea Transpot 4) Angkutan Sungai dan Penyeberangan/ River and Ferry Transport 5) Angkutan Udara/ Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied toTransport b. Komunikasi/ Communication 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN/ Finance, Dwelling and Business Service a. B a n k/ Bank b. Lembaga keuangan lainnya/ Other Finacial Intermediaries c. Sewa bangunan/ Ownership of Dwellings d. Jasa perusahaan/ Business Services 9. JASA-JASA/ Services a. Pemerintahan umum/ Public Service b. S w a s t a/ Private Services 1) Sosial kemasyarakatan/ Social and Community Service 2) Hiburan dan rekreasi/ Entertainment and Recreation 3) Perorangan dan rumah tangga/ Personal and Household 2001 r) (2) 3.932.326,49 2002 r) (3) 4.687.484,29 2003 *) (4) 5.182.027,26 2004 **) (5) 5.807.516,58

3.492.302,71 20.202,47 1.603.672,78 422.728,71 86.049,73

4.037.233,24 22.637,50 1.870.551,62 491.446,16 98.102,18

4.465.895,51 24.431,22 2.089.884,08 516.506,63 108.180,59

4.975.770,45 26.562,20 2.343.295,08 564.467,90 122.216,71

772.683,00 586.966,02 440.023,78 767.602,65 -230.385,00 73.739,16 755.633,20 168.615,29 2.403.423,63 1.244.612,40 1.158.811,23 295.405,91 38.493,49 824.911,83

893.971,00 660.524,78 650.251,05 1.016.309,70 -208.299,00 87.516,71 944.309,31 192.782,68 2.888.647,43 1.502.563,15 1.386.084,28 361.139,14 44.463,83 980.481,31

1.007.174,69 719.718,30 716.131,75 1.750.259,19 338.410,00 100.829,69 1.096.205,50 214.814,00 3.239.307,41 1.702.983,60 1.536.323,81 412.406,93 48.762,80 1.075.154,08

1.116.400,77 802.827,78 831.746,13 2.329.052,13 644.310,00 115.923,94 1.324.465,49 244.352,70 3.671.963,80 1.926.790,23 1.745.173,57 483.280,79 53.631,02 1.208.261,76

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO/ Gross Regional Domestic 51.970.381,42 Product Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province

60.347.158,86 66.874.433,76

74.562.753,50

Banten Dalam Angka 2004

362

Bab X

Pendapatan Regional

Tabel Table

10.1.2

Produk Domestik Regional Bruto Propinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Domestic Product of Banten Constant Price1993 by Industrial Origin ( Juta / Millions Rp) 2001 - 2004

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / Agriculture a. Tanaman Bahan Makanan/ Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan/ Estate Crops c. Peternakan dan hasil-hasilnya/ Livestock and Product d. Kehutanan/ Forestry e. Perikanan/ Fishery 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN/ Mining and Quarrying a. Minyak dan Gas Bumi/ Oil and nature Gas b. Pertambangan Tanpa Migas/ Mining Excluiding Oil/Gas c. Penggalian/ Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN/ Manufacturing Industry a. Industri Migas/ Oil and Gas Industry b. Industri Tanpa Migas/ Industry Exluiding Oil/Gas 4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH/ Electricity, Gas, and Water Supply a. Listrik/ Electricity b. Gas kota/ Gas c. Air bersih / WaterSupply 5. B A N G U N A N/ Contruction 6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN/ Trade, Hotel and Restaurant a. Perdagangan besar dan eceran/ Wholesale and Retail Trade b. H o t e l/ Hotel c. Restoran/ Restaurant

2001 r) (2) 1.738.252,72 1.066.073,55 132.537,84 379.780,00 13.910,10 145.951,23 20.672,57

2002 r) (3) 1.771.150,67 1.059.245,86 141.299,17 397.140,54 14.289,62 159.175,48 21.156,54

2003 *) (4) 1.820.889,16 1.100.937,13 142.701,74 396.131,34 14.361,72 166.757,23 22.321,08

2004 **) (5) 1.859.686,56 1.120.081,73 143.923,38 408.490,64 14.750,76 172.440,05 23.364,34

0,00 4.054,00 16.618,57 8.982.936,62 0,00 8.982.936,62 758.033,52 735.114,29 0,00 22.919,23 460.243,61 3.117.171,76

0,00 4.128,71 17.027,83 9.409.060,68 0,00 9.409.060,68 807.143,61 783.205,25 0,00 23.938,36 485.315,94 3.306.096,32

0,00 4.352,34 17.968,74 9.817.616,50 0,00 9.817.616,50 852.753,97 828.018,72 0,00 24.735,25 512.070,99 3.496.123,85

0,00 4.587,00 18.777,34 10.292.680,39 0,00 10.292.680,39 903.087,05 877.451,44 0,00 25.635,61 561.803,79 3.713.671,13

2.595.430,51 31.291,25 490.450,00

2.748.473,91 33.233,50 524.388,91

2.912.008,11 33.930,70 550.185,04

3.091.096,61 34.989,34 587.585,19

Banten Dalam Angka 2004

363

44 1.365. PERSE WAAN & JASA PERUSAHAAN/ Finance.181.012.002. Lembaga keuangan lainnya/ Other Finacial Intermediaries c.106.606.474.499.78 73.13 478.96 443.191. JASA-JASA/ Services a.89 87.76 174.85 Gross Regional Domestic Product Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province 18.95 30.698.52 245.535.278. Sewa bangunan/ Ownership of Dwellings d.95 2003 *) (4) 1.074.99 17.750. Dwelling and Business Service a.46 29.37 7.63 442.697.996.890.460.457.07 32.05 136.190.03 7.537.88 28.06 16.32 117.81 493.992.20 425.400.76 125.13 84.616.270.15 160.663.74 319. Pemerintahan umum/ Public Service b.71 539.86 516.53 480.027.07 2002 r) (3) 1.07 1.044.67 14.67 540.107.18 108.83 546.70 75.621.67 605.693.35 212.278.271.789.117.167.12 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO/ 18.196.06 2004 **) (5) 1.49 232.543.77 600.825.44 20.18 -72.494. Jasa perusahaan/ Business Services 9.75 936.77 486.618.926.416.688.436.70 28.218.581.43 346.59 568.788.438.599.82 1.82 1.729.15 571.87 -57. S w a s t a/ Private Services 1) Sosial kemasyarakatan/ Social and Community Service 2) Hiburan dan rekreasi/ Entertainment and Recreation 3) Perorangan dan rumah tangga/ Personal and Household 2001 r) (2) 1.00 387.194.573.373.56 79.82 640.954.063.77 415.798.656.034.965.64 216.165.03 283.784.571.674.63 Banten Dalam Angka 2004 364 . Komunikasi/ Communication 8.02 996.750.95 504.391.581.10 361.744.40 1.904.03 420.36 381.070.77 166.14 222.575.22 21.459.117.Bab X Pendapatan Regional Lanjutan Continued Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.239.604.10 536.971.114.95 199.908. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI/ Transport and Communication a.20 158.592.054.236.115.50 32.415.820.089.961.119.520.57 18.09 223.707.35 26. B a n k/ Bank b.46 167.31 7.975. KEUANGAN. Pengangkutan/ Transport 1) Angkutan Rel/ Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/ Road Transport 3) Angkutan Laut / Sea Transpot 4) Angkutan Sungai dan Penyeberangan/ River and Ferry Transport 5) Angkutan Udara/ Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied toTransport b.634.04 757.48 1.257.431.533.374.553.58 466.24 7.06 634.427.347.89 30.

B A N G U N A N/ Contruction 6.84 4.84 2.22 6. Gas.94 3. PERDAGANGAN.83 0. Minyak dan Gas Bumi/ Oil and nature Gas b. GAS DAN AIR BERSIH/ Electricity. Pertambangan Tanpa Migas/ Mining Excluiding Oil/Gas c.21 6.72 3.54 4.15 3.03 3.40 8.90 6.46 4.18 11.94 0. Perikanan/ Fishery 2.33 5. Restoran/ Restaurant Banten Dalam Angka 2004 2001 r) (2) 5.80 365 . HOTEL DAN RESTORAN/ Trade.75 5.65 5.42 5.81 3.65 3.76 5. Industri Migas/ Oil and Gas Industry b.1. Tanaman Perkebunan/ Estate Crops c.40 3.12 2.84 5.89 -0.73 9.34 5.34 4.50 4.86 3.71 6.51 5.74 0.Bab X Pendapatan Regional Tabel 10.25 0. PERTANIAN / Agriculture a.64 9. Gas kota/ Gas c.06 2.61 5.20 11.74 6.32 2002 r) (3) 1.10 4.61 4.71 3.97 3.90 5. Industri Tanpa Migas/ Industry Exluiding Oil/Gas 4. and Water Supply a.95 2.74 4. Peternakan dan hasil-hasilnya/ Livestock and Product d. Tanaman Bahan Makanan/ Farm Food Crops b. Perdagangan besar dan eceran/ Wholesale and Retail Trade b.39 4.92 2004 **) (5) 2.50 8.46 13. Kehutanan/ Forestry e.07 2.67 5.92 2003 *) (4) 2.12 6.3 Table Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Propinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Banten at Constant Price 1993 by Industrial Origin (Persen/Percent) 2001 – 2004 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.71 5. Listrik/ Electricity b.53 4. Hotel and Restaurant a. Penggalian/ Quarrying 3.45 6.57 6. INDUSTRI PENGOLAHAN/ Manufacturing Industry a.13 1.50 4.45 5. LISTRIK.51 5.57 2.48 6.83 1. H o t e l/ Hotel c. Air bersih/ WaterSupply 5.50 5. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN/ Mining and Quarrying a.26 1.64 6.41 4.06 5.76 51.34 1.99 -0.

25 1.46 12.31 8.15 7.75 3.20 6.35 5.73 4.87 8.34 7.93 7.72 5.15 3.33 5.52 7.16 4.39 4.56 6. Lembaga keuangan lainnya/ Other Finacial Intermediaries c.92 2003 *) (4) 7.11 252.01 12.81 Banten Dalam Angka 2004 366 . JASA-JASA/ Services a.11 5.99 6.15 4.00 0. Pengangkutan/ Transport 1) Angkutan Rel/ Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/ Road Transport 3) Angkutan Laut / Sea Transpot 4) Angkutan Sungai dan Penyeberangan/ River and Ferry Transport 5) Angkutan Udara/ Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied toTransport b.75 37. PERSEW AAN & JASA PERUSAHAAN/ Finance.82 6. Sewa bangunan/ Ownership of Dwellings d.10 7.64 5.78 14.26 5.65 18.78 6.91 8.06 5.37 3.99 6.24 2004 **) (5) 8.10 -135. Pemerintahan umum/ Public Service b.41 4.08 5.53 8. Komunikasi/ Communication 8.86 3.39 5.00 3. S w a s t a/ Private Services 1) Sosial kemasyarakatan/ Social and Community Service 2) Hiburan dan rekreasi/ Entertainment and Recreation 3) Perorangan dan rumah tangga/ Personal and Household PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO/ Gross Regional Domestic Product Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province 2001 r) (2) 9.91 4.37 17.49 21.25 15.02 9. Dwelling and Business Service a. Jasa perusahaan/ Business Services 9.81 2.61 5.47 5.84 3.22 6.73 4.75 12.45 5.30 10.00 6.85 2.51 8.41 -5.77 11.09 9.40 12.62 5.23 6.80 4.65 9.64 3.24 84.40 2002 r) (3) 7.22 8. KEUANGAN.33 4.33 -1.88 4.83 4. B a n k/ Bank b.24 10.Bab X Pendapatan Regional Lanjutan Continued Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.52 0.24 6.79 5.38 3. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI/ Transport and Communication a.

08 51.00 51.48 17.00 0.61 1.34 4.00 52.90 13.48 6.70 0.10 3. Kehutanan/ Forestry e. Peternakan dan hasil-hasilnya/ Livestock and Product d.69 0.47 0. Restoran/ Restaurant 2001 r) (2) 9.11 0. Minyak dan Gas Bumi/ Oil and nature Gas b.00 0. LISTRIK.91 0.19 0.06 0.80 0.47 4. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN/ Mining and Quarrying a.71 0.78 3.71 0.08 2. Pertambangan Tanpa Migas/ Mining Excluiding Oil/Gas c. GAS DAN AIR BERSIH/ Electricity.85 2003 *) (4) 8. PERTANIAN / Agriculture a. HOTEL DAN RESTORAN/ Trade.4 Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product of Banten at Current Price by Industrial Origin (Persen/Percent) 2001 – 2004 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.09 0.62 0.66 0.72 0.46 17. Industri Migas/ Oil and Gas Industry b. Industri Tanpa Migas/ Industry Exluiding Oil/Gas 4.34 0.18 14.06 0.00 0.09 4.67 1.10 2. B A N G U N A N/ Contruction 6. Perikanan/ Fishery 2.03 0.46 17.52 0.00 0. Tanaman Bahan Makanan/ Farm Food Crops b.08 52. Gas kota/ Gas c.11 0.06 0. Perdagangan besar dan eceran/ Wholesale and Retail Trade b.00 0.08 51. Gas.73 1.06 0.72 0. Hotel and Restaurant a. Air bersih/ WaterSupply 5.67 0.11 0.11 2.11 0.08 2.27 0.00 51.44 0.63 0.00 0.70 4.12 2.76 5.00 52.08 2.1.60 4.90 0. and Water Supply a.72 1.03 0.74 2002 r) (3) 9.Bab X Pendapatan Regional Tabel Table Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Banten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha 10.33 0. Listrik/ Electricity b.00 Banten Dalam Angka 2004 367 .52 4.03 0. Tanaman Perkebunan/ Estate Crops c.64 0.12 5.00 0. INDUSTRI PENGOLAHAN/ Manufacturing Industry a.08 52.79 0. PERDAGANGAN.08 2.58 14.55 16.90 3.29 14.95 0. Penggalian/ Quarrying 3.89 2004 **) (5) 8.96 5.00 0. H o t e l/ Hotel c.03 0.

JASA-JASA/ Services a.34 0.84 2.08 1.15 1.09 0.08 1.39 2.32 4. Pemerintahan umum/ Public Service b.13 0.51 0.07 2.30 0.68 0.62 2003 *) (4) 7. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN/ Finance. Dwelling and Business Service a.57 2.91 2. KEUANGAN.12 3.86 0.09 1.14 0.76 6.08 1.57 0. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI/ Transport and Communication a.76 6.60 0.13 0.56 0.68 -0.77 2.45 0.85 1.81 0. S w a s t a/ Private Services 1) Sosial kemasyarakatan/ Social and Community Service 2) Hiburan dan rekreasi/ Entertainment and Recreation 3) Perorangan dan rumah tangga/ Personal and Household 2001 r) (2) 7.58 6.14 1.07 1.77 0.62 0.44 0.15 1.32 4.59 2002 r) (3) 7. Sewa bangunan/ Ownership of Dwellings d.00 Banten Dalam Angka 2004 368 .00 100.49 1.62 PRODUK DOMESTIK REGIONAL 100.48 2.68 0.51 1. B a n k/ Bank b.Bab X Pendapatan Regional Lanjutan Continued Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.04 3.00 BRUTO/ Gross Regional Domestic Product Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province 100.78 0.80 6.07 1.16 1.32 4.16 1.13 0.35 0.16 1.04 3.50 1. Komunikasi/ Communication 8.17 1.61 2004 **) (5) 7.76 0.07 1.07 1.04 3.00 100.73 0. Jasa perusahaan/ Business Services 9.04 3.62 0.16 1. Lembaga keuangan lainnya/ Other Finacial Intermediaries c.64 0.81 0.10 0.62 2.48 1. Pengangkutan/ Transport 1) Angkutan Rel/ Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/ Road Transport 3) Angkutan Laut / Sea Transpot 4) Angkutan Sungai dan Penyeberangan/ River and Ferry Transport 5) Angkutan Udara/ Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied toTransport b.65 0.69 0.47 -0.33 4.29 0.54 2.23 0.

02 4.45 14.00 49.25 4.00 0.00 0.09 49.56 17. Listrik/ Electricity b.78 5. Perikanan/ Fishery 2.00 48.00 0.54 0.84 0. H o t e l/ Hotel c.00 49.50 0.11 0. Minyak dan Gas Bumi/ Oil and nature Gas b.77 Banten Dalam Angka 2004 369 .13 0.13 0.17 2. Tanaman Perkebunan/ Estate Crops c.11 0.93 0.11 0.21 4.00 0.29 0. Hotel and Restaurant a. Penggalian/ Quarrying 3. Industri Migas/ Oil and Gas Industry b.00 0.65 17.07 0. Industri Tanpa Migas/ Industry Exluiding Oil/Gas 4. Pertambangan Tanpa Migas/ Mining Excluiding Oil/Gas c. PERDAGANGAN.12 2.08 0. LISTRIK.83 0.07 0. HOTEL DAN RESTORAN/ Trade.09 49.56 17.57 0.53 14.81 0.08 0. Gas. Perdagangan besar dan eceran/ Wholesale and Retail Trade b.02 0.81 0.42 0.02 0.12 2.00 0. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN/ Mining and Quarrying a.71 1.90 4. Gas kota/ Gas c.17 2.09 0.09 48.1.62 4.90 0.68 1.5 Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product of Table Banten at Constant Price 1993 by Industrial Origin (Persen/Percent) 2001 – 2004 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.59 0.57 4.35 5.46 14. and Water Supply a.08 0.09 5. Peternakan dan hasil-hasilnya/ Livestock and Product d. B A N G U N A N/ Contruction 6.11 0.50 0.56 17.02 0. GAS DAN AIR BERSIH/ Electricity.17 2.14 0.02 0.13 2.00 0. Kehutanan/ Forestry e.75 2004 **) (5) 8.62 0. Air bersih/ WaterSupply 5. Restoran/ Restaurant 2001 r) (2) 9.74 2.98 0.72 2002 r) (3) 9.92 0.18 2.02 0.31 14.00 49. INDUSTRI PENGOLAHAN/ Manufacturing Industry a.59 0.26 4.Bab X Pendapatan Regional Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Banten Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha Tabel 10.11 0.66 5.75 2.26 4.00 0.09 49.77 2003 *) (4) 9. Tanaman Bahan Makanan/ Farm Food Crops b. PERTANIAN / Agriculture a.13 2.

43 0.41 5.46 0.09 7.83 2003 *) (4) 9.40 5.87 0.00 0. Lembaga keuangan lainnya/ Other Finacial Intermediaries c.15 2.15 2.16 2.52 0.23 2.36 1.88 0.40 5.73 1.40 5.26 0.04 3.10 1.18 2.15 2.22 0.76 0. Dwelling and Business Service a.47 -0.30 0. B a n k/ Bank b.15 0.78 2002 r) (3) 8.09 1.11 2.15 2.09 1.31 7.00 0. KEUANGAN.04 3.62 0. Sewa bangunan/ Ownership of Dwellings d.70 2.53 0.71 2.04 3.73 2.80 2004 **) (5) 9. Pengangkutan/ Transport 1) Angkutan Rel/ Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/ Road Transport 3) Angkutan Laut / Sea Transpot 4) Angkutan Sungai dan Penyeberangan/ River and Ferry Transport 5) Angkutan Udara/ Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied toTransport b.34 3.54 0.75 2.60 0.Bab X Pendapatan Regional Lanjutan Continued Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.80 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO/ 100.77 0.19 2.00 0.21 0.63 0. S w a s t a/ Private Services 1) Sosial kemasyarakatan/ Social and Community Service 2) Hiburan dan rekreasi/ Entertainment and Recreation 3) Perorangan dan rumah tangga/ Personal and Household 2001 r) (2) 8.00 0.14 1.73 7.18 1.23 2.00 Banten Dalam Angka 2004 370 . Pemerintahan umum/ Public Service b.15 2.86 1. Komunikasi/ Communication 8.40 0.64 0. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN/ Finance.88 0.11 1.56 1. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI/ Transport and Communication a.31 -0.04 3.22 3.00 Gross Regional Domestic Product Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province 100.16 2.19 0.00 100.58 0.08 1.62 0.84 0. JASA-JASA/ Services a.00 100. Jasa perusahaan/ Business Services 9.09 1.95 7.15 2.97 0.82 0.29 2.

874.71 128.370.86 66.743.562.61 400.44 20. PDRB atas dasar harga berlaku (Juta Rp)/ GRDP at Current Market Prices (millionRp) b. PDRB atas dasar harga berlaku (Juta Rp)/ GRDP at Current Market Prices (millionRp) b.00 2.898.429.433.29 124. Jumlah penduduk pertengahan tahun (Jiwa)/ Total Population at Mid Year (Person) d.389.42 60.25 595.667.381.00 2.970.581.76 74.92 376.47 432.00 8.93 123.32 118.158. PDRB per kapita atas dasar harga konstan 1993 (Rp)/ GRDP Per Capita at Constans 1993 Price(Rp) 2.00 7.648.00 8. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku (Rp)/ GRDP Per Capita at Current Market Prices e.00)/ Growth Index a.358.688. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku (Rp)/ GRDP Per Capita at Current Market Prices e.347. NILAI ABSOLUT a.18 482.00 8.349.6 Angka Agregatif PDRB.1. PDRB per kapita atas dasar harga konstan 1993 (Rp)/ GRDP Per Capita at Constans 1993 Price(Rp) 2001 r) (2) 2002 (3) r) 2003 *) (4) 2004 **) (5) 51.63 8.753.172.120.190.002.117. INDEKS PERKEMBANGAN (1993 = 100. Population at Mid Year and GRDP Per Capita in Banten 2001 .034.Bab X Pendapatan Regional Tabel Table 10.00 415.33 119.630.22 21.202.63 332.50 18. Penduduk Pertengahan Tahun dan PDRB Perkapita Banten Agregate Figures of GRDP.238.99 169.00 2.00 6.841.81 115.016.00 7.00 9.012.266.961.933.00 2. Jumlah penduduk pertengahan tahun (Jiwa)/ Total Population at Mid Year (Person) d.019. PDRB atas dasar harga konstan 1993 (Juta Rp)/ GRDP at Constans 1993 Prices (millionRp) c.193.67 143.10 534.01 133.41 137.260.81 151.2004 Uraian Description (1) 1. PDRB atas dasar harga konstan 1993 (Juta Rp)/ GRDP at Constans 1993 Prices (millionRp) c.027.00 Banten Dalam Angka 2004 371 .290.641.85 18.48 159.

Bab X Pendapatan Regional Lanjutan Continued Uraian Description (1) 3.69 318.50 103.33 105.65 104.12 110.92 351.87 Banten Dalam Angka 2004 372 . PDRB atas dasar harga konstan 1993 (Juta Rp)/ GRDP at Constans 1993 Prices (millionRp) c. Jumlah penduduk pertengahan tahun (Jiwa)/ Total Population at Mid Year (Person) d.03 113. PDRB atas dasar harga berlaku (Juta Rp)/ GRDP at Current Market Prices (millionRp) b.12 106.62 105.61 101.35 102.81 101.56 288.16 113. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku (Rp)/ GRDP Per Capita at Current Market Prices e.22 103. INDEKS BERANTAI/ Chain Index b.71 105. PDRB per kapita atas dasar harga konstan 1993 (Rp)/ GRDP Per Capita at Constans 1993 Price(Rp) INDEKS HARGA IMPLISIT PDRB/ Implicit Price Index of GRDP Sumber : Badan Pusat Statistik Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province 2001 r) (2) 2002 r) (3) 2003 *) (4) 2004 **) (5) 114.34 108.48 102.21 102.69 116.27 333.82 111.08 102.

746. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga/ Household Consumption Expenditure 2.2.890.093.508.82 390.68 5.469.528.722.048.32 10.640.2003 Jenis Pengeluaran / Type of Expenditure (1) 1.15 2003 **) (3) 34.670.49 31.68 310.13 32.82 35.840.11 353.40 6.41 PDRB / GRDP 50.027.18 Sumber : Buku PDRB Propinsi Banten 2003 Source : GRDP Books of Banten Provincey 2003 Banten Dalam Angka 2004 373 .002.96 1.672.41 2002 *) (2) 31.228. Ekspor/ Export 7.Bab X Pendapatan Regional Tabel Table 10.1 Produk Domestic Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Jenis Pengeluaran Gross Regional Domestic Product of Banten at Current by Expenditure ( Juta / Millions Rp ) 2001 .081.283.807.454.866.10 13.70 2.251.36 28.945.375.012.153.134.729.072.609.69 11.112.299.762.351. Perubahan Stock/ Change In Stock 6.11 39.72 64.049.99 2.321. Impor/ Import 2001 (1) 27.486.669.226. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah/ General Government Consumption Expenditure 4.801.021.47 5.697.412.414.241.60 25. Pembentukan Modal Tetap Bruto/ Gross Fixed Capital Formation 5.09 58. Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nirlaba/ Non Profit Consumption Expenditure 3.934.

664.2.732.04 18. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga/ Household Consumption Expenditure 2.24 651.000.791. Perubahan Stock/ Change In Stock 6.2 Produk Domestic Regional Bruto Atas Dasar Konstan 1993 Menurut Jenis Pengeluaran Gross Regional Domestic Product of Banten at Constan Price 1993 by Expenditure ( Juta / Millions Rp ) 2001 .26 10.14 112.10 PDRB / GRDB 17.434.067. Ekspor/ Export 7.940.865.22 3.59 8.14 708.2003 Jenis Pengeluaran / Type of Expenditure (1) 1.710.54 607.37 1.168.23 19.269.65 2002 *) (2) 10.246.28 3.352.55 105.544.129.518.510. Impor/ Import 2001 (1) 9.426.93 7.Bab X Pendapatan Regional Tabel Table 10.853. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah/ Genera l Government Consumption Expenditure 4.288.88 9.76 3.345.836.926.691.602.079.133.218.440.326.292.922.64 10.869.850.63 1.281.281.376.74 907.98 107.11 11.350.83 Sumber : Buku PDRB Propinsi Banten 2003 Source : GRDP Books of Banten Provincey 2003 Banten Dalam Angka 2004 374 .518. Pembentukan Modal Tetap Bruto/ Gross Fixed Capital Formation 5. Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nirlaba/ Non Profit Consumption Expenditure 3.080.65 2003 **) (3) 11.565.

521. Tangerang 6.49 3. Serang Kota/Mun 5.261.25 8.133 14.238.855.226.193.062.821.557.43 3.00 23.636.32 3.966 7.081.2003 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.435.1 Produk Domestic Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota Gross Regional Domestic Product of Banten at Current by Regency/Municipality ( Juta / Millions Rp ) 2001 .890.821 18.126.669.09 58.241.544.085.194 18.26 61.142.72 64.68 50. Tangerang 4.3.695.199 3.723.340. Pandeglang 2.144 9.86 7.250.962.740.065.045.266.97 8.349 16.384.069.941.283.094. Cilegon Jumlah 6 Kabupaten/Kota Total of 6 Regency/Municipality PDRB Propinsi Banten GRDP of Banten Province 2001 (1) 2002 (2) *) 2003 **) (3) 3.212. Lebak 3.18 Sumber : Buku PDRB Kabupaten/Kota 2003 Source : GRDP Books of Regency/Municipality 2003 Banten Dalam Angka 2004 375 .47 53.Bab X Pendapatan Regional Tabel Table 10.596.565 3.943.031.65 21.517 10.729.28 69.882.

350.29 18.374 1.30 20.462 4.252.54 1.184.363. Serang Kota/Mun 5.160.92 2.08 19.53 7.345.067.11 1.128.83 Sumber : Buku PDRB Kabupaten/Kota 2003 Source : GRDP Books of Regency/Municipality 2003 Banten Dalam Angka 2004 376 .319.720.065 3.23 19.839 4.53 1.2003 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.249.954.808.246.751.04 18.86 2.148.533.643 2.657.354. Tangerang 6.909.457 3.385.486.055 6.154.90 2.902.292.Bab X Pendapatan Regional Tabel Table 10.564.761.26 6.856.882.3. Lebak 3.269.213 4.485.867.616. Pandeglang 2.767 1.74 17.096.116.544.2 Produk Domestic Regional Bruto Atas Dasar Konstan 1993 Menurut Kabupaten/Kota Gross Regional Domestic Product of Banten at Constan Price 1993 by Regency/Municipality ( Juta / Millions Rp ) 2001 . Tangerang 4.080. Cilegon Jumlah 6 Kabupaten/Kota/ Total of 6 Regency/Municipality PDRB Propinsi Banten GRDP of Banten Province 2001 (1) 2002 *) (2) 2003 **) (3) 1.314.325.

93 persen.there was in 7.05% than 2003 had 148.2.1.2.1 The Availability of Food We can see the growth of or rv c’f ds vib i a u poi e o ’aa i ly t n s o l it table 11. Banten had 29.030 orang.512 orang atau sekitar 29.2.9 ribu rupiah yaitu sebesar 2. pada bulan Februari dan April tidak ada pemasukan sama sekali dan pemasukan terbanyak pada bulan Oktober yaitu sebesar 10 juta ton. 11. Perbandingan persentase antara Banten Dalam Angka 2004 11.71 million ton stock of rice or decrease 80. Distribusi pengeluaran ma sing-masing komoditi baik makanan dan non makanan dapat dilihat pada Tabel 11.93 %). The smallest expenditure per capita in range of lowest Rp 40. The biggest expenditure per capita was in range of rp.. 200.030 people.1.2.000. 379 . Jika dilihat dari rinciannya.718.2 Pengeluaran Penduduk Pengelompokkan pengelu aran perkapita sebulan menurut kabupaten/kota dapat dilihat pada Tabel 11.95 juta ton.1 Ketersediaan Pangan Perkembangan persediaan pa ngan di Propinsi Banten dapat dilihat pada Tabel 11. 11. The expenditure / Output of Inhabitant T egopo prai ’ h ru f ecp as t expenditure per month in region / city at table 11.718. there was 2.. sedangkan pengeluaran perkapita terkecil yaitu pada kelompok kurang dari 40 ribu rupiah sebesar 7.Pengeluaran perkapita sebulan terbesar adalah pada kelompok pengeluaran 200 s/d 299.1. Sedangkan untuk pengeluaran terkecil terjadi pada bulan Desember yaitu sebesar 118 ribu ton dan pengeluaran terbanyak terjadi pada bulan Januari dan Maret sekitar 25 juta ton.2. The decrease occurred cause input just 41 million ton while output 160 million ton.1.900. Penurunan ini terjadi karena pemasukan hanya sebesar 41 juta ton sedangkan pengeluaran sebesar 160 juta ton.71 juta ton persediaan beras. While the smallest output occurred in December (118 thousand ton) and the biggest expenditure/output occurred in January and March (25 million ton).Bab XI Ketersediaan Pangan dan Pengeluaran Penduduk 11. Sampai dengan akhir bulan Desember 2004 Propinsi Banten memiliki 29.1.1. If we observe it further.Rp 299.95 million ton.05 persen dari tahun 2003 yang memiliki sebesar 148. there was in Pebruari and April no inputs and the biggest inputs in October (10 million ton).512 people in it (29.000.. At the end of December 2004. dimana terjadi penurunan sebesar 80.

380 . a group of food was food rice the biggest percentation. Tahun 2004 pada kelompok makanan yaitu kelompok padipadian merupakan persentase terbesar yaitu mencapai 10. 11. Table 11. Dengan adanya informasi pengeluaran penduduk maka dapat dihitung angka Gini Ratio.2004. While in a t h epni r’ d tbt n e xed ue t s ir u o si i group of non food.48 %). Tthe decrease gini ratio in Tangerang regency (0. housing sector made the biggest output (25. Gini ratio at 2004 (0. Tabel 11.32 persen.270.270). Terlihat bahwa distribusi pendapatan yang terjadi di Banten secara umum merata.46 % of consumtion per capita. Dalam pendataan untuk mendapatkan besaran pendapatan sering kali mengalami kegagalan. In 2004. Angka gini ratio pada tahun 2004 yaitu 0.68 %) and non food was 43.3 Lainnya Salah satu indikator yang memperlihatkan ketimpangan pen dapatan adalah Gini Ratio.1 show us gini ratio per regency / city in 2000 – 2004. 11. it was 10.3. karena responden keberatan jika ditanyakan rincian pendapatannya. Banten Dalam Angka 2004 Distribution expenditure of each comodity food or non food at table 11. The ratio between group of food (56. Penurunan ini dialami oleh kabupaten Tangerang menjadi 0. With an information of pol s ot t Gn rt i ep ’ u u e p .1 menampilkan angka Gini Ratio per kabupa ten/kota tahun 2000.Bab XI Ketersediaan Pangan dan Pengeluaran Penduduk kelompok makanan dan non makanan adalah 56.48 persen.68 persen berbanding 43.32%.3 The Others Gini ratio is one of indicators that show us the inbalance of income.290 mengalami penurunan dari tahun 2003. Semakin besar angka Gini Ratio pada suatu daerah menunjukan terjadi ketimpangan pendapatan di daerah tersebut. Sebagai jalan keluar maka digunakan “ peubah pngn ”untuk melihat besarnya egat i pendapatan penduduk yakni dengan menggunakan data pengeluaran.46 persen dari total konsumsi perkapita. A big gini ratio show us an inbalance income in an area.2. i ao s i i calculated easily. c s poy ai l ae t ko pol si o eb ui o nw ep ’ n m y s g e c n the data of out put as a goos way out.2. We often fail in clcn t dt o i o e o et g h a l i e a f n m’ c s scale becaus t rsodn dnt e h epnet o’ e want to inform their objective i o e Weue“ rx vr b ” n m.290) decrease than 2003. Sedangkan untuk kelompok non jenis pengeluaran terbesarnya adalah sektor perumahan mencapai 25.3.

275 16.051.616 18.638 25.074 240.292.677.693 107.293 45.170 10.241 143.488 158.259.582 45.470 59.295.950.091.473 5.500.403.112.968 123.711 56.1 Table Rice Stock in Banten 2004 (Ton) Bulan/ Month (1) Januari/ January Pebruari/ February Maret/ March April/ April Mei/ May Juni/ June Juli/ July Agustus/ August September/ September Oktober October Nopember/ November Desember/ December Banten 2003 2002 2001 Stok Awal/ Pre Stock (2) 148.280 9.230 Stok Dikuasai/ Stock Controlled (4) 148.000 158.235.950.220.164.547 8.909.027 84.067 28.444 9.666 25.609 203.820 56.270.282 26.470 59.740 29.582 45.480 76.702.389 Pengeluaran/ Out (5) 25.638 25.880 8.821 190.693 107.677 27.887 241.027 84.668 123.448 62.188.551.981.267.136.053.351 41.273.518 34.1.146 293.010 17.565.778.314.036.988 7.002.474 26.497 13.221.035.527.646 95.711.924.239.067 28.570.384.259.282 26.199.814 389.966.461.474 26.227.515 Stok Akhir/ Final Stock (6) 123.873 Sumber: Bulog Subdivre Banten Source : Logistic Official of Banten Banten Dalam Angka 2004 381 .918 35.273.166 Pemasukan/ In (3) 300 2.439 366.524.239.385 8.051.027 84.883.693 109.711.900 118.461.924.668 101.254.220.122.740 148.909.480 76.201.781.227.136.829.470 29.480 76.661.570.452 37.950.079 59.285.470 148.055 36.492.787.088 3.227.035.841 7.434.677 27.Bab XI Ketersediaan Pangan dan Pengeluaran Penduduk Perkembangan Persediaan Pangan /Beras di Banten Tabel 11.015 152.273.069.950.720.081 160.199.668 95.581 10.370 29.

2 Table Laporan Realisasi Pengadaan Gabah Beras Dolog Wilayah I Banten Stock Realization Report of Rice by Dolog Banten 2004 Kontrak/ Contract Yang Lalu/ Last Karung Sack (4) Kotor Bruto (5) Bersih Netto (6) Mitra Kerja/ Contractor Unit/ Unit (1) Kab.580.435.100.000 3.100.000 62.600 3.544 (2) Kg/ Kg (3) Banten Dalam Angka 2004 382 .560.536. Serang Mitra Kerja Ada DN Satgas Sub Jumlah/ Total Mitra Kerja Mitra Kerja Ada DN Satgas Jumlah/ Total 54 1 55 59.000 3.100.000 3.100.000 62.000 1.000 786.200 8.Bab XI Ketersediaan Pangan dan Pengeluaran Penduduk Tabel 11.000.107.652 11.000 30 1 31 39.249.000 171.000.107.000 848.700 62.844 39.000 11.105.560.652 11.000 8.000 11 11 11.560.000 59.000 62.200 171.100.580.131.Pandeglang Mitra Kerja Ada DN Satgas Sub Jumlah/Total Kab Lebak Mitra Kerja Ada DN Satgas Sub Jumlah/ Total Kab.544 8.429.440 62.242.000 13 13 8.100.131.105.335.335.000 3.1.404 3.000 222.000 8.040 59.180.544 8.000 42.580.700 39.000 1.000 11.100 222.435.105.000 42.141.440 42.100 11.105.

602 3.107.000 3.000 (7) Kotor Bruto (8) Bersih Netto (9) Sampai Dengan Hari Ini/ Commulatif at Today Karung Sack (10) Kotor Bruto (11) Bersih Netto (12) Sumber: Bulog Subdivre Banten Source : Logistic Official of Banten Banten Dalam Angka 2004 383 .544 8.105.173.020 62.580.Bab XI Ketersediaan Pangan dan Pengeluaran Penduduk Lanjutan Continued Realisasi/ Realization Kontraktor Hari Ini/ Today Karung Sack (1) Kab.107.235.000 171.320 62.914.238 58.100 11. Serang Mitra Kerja Ada DN Satgas Sub Jumlah/ Total Mitra Kerja Mitra Kerja Ada DN Satgas Jumlah/ Total 1.200 171.101.806.105.798 3.000 1.000 42.000 3.100.440 42.544 8.000 222.440 61.652 11.000 8.000 11.094.560.666.131.100 222.Pandeglang Mitra Kerja Ada DN Satgas Sub Jumlah/Total Kab Lebak Mitra Kerja Ada DN Satgas Sub Jumlah/ Total Kab.560.042 39.000 842.200 8.320 58.001.202.766.000 61.131.652 11.000 780.100.580.020 39.

000 – 149.030 3.732.944 177.320 429.000 – 99.890.956.999 (4) 80.046 <40.465 68. Lebak 3.272 14.562 51.554 28.726 429.894 40.166 1.798 49.522 588.287 1.972 422.000 – 59.857 9.640 365.648 75. Tangerang 6.077 14.840 4.982 3.999 (7) Banten Dalam Angka 2004 384 . Cilegon Banten 2003 2002 7. Pandeglang 2.473 75.999 (3) 60. Tangerang 4.745 306.250 97.801 213.570 1.338 329.000 – 199.000 – 79.792 2.Bab XI Ketersediaan Pangan dan Pengeluaran Penduduk Tabel 11.001 44.242 127.532 37.699 2.396 60.999 (5) 100.465 57.1 Table Penduduk Menurut Kabupaten/Kota dan Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan di Banten Population by Regency/Municipality and Monthly Per Capita Expenditure Class in Banten 2004 Pengeluaran Perkapita Sebulan/ Monthly Per Capita Expenditure Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.973.212 1. Serang Kota/Mun 5.678 16.339 14.787 1.808 540.190 1.000 (6) 150.2.687 5.591 597.086.883 410.545 243.523 1.000 (2) 40.090 371.079.

236 1. Tangerang 4.335 558.514 600.000 – 499. Pandeglang 2.229 8.642 112.718.401.956. Tangerang 6. Lebak 3.000 – 299.117. Serang Kota/Mun 5.911 1.859 422.458 17.473.092 1.579 747.247 388. BPS Source : Social Economy Survey 2004. Cilegon Banten 2003 2002 Pengeluaran Perkapita Sebulan/Monthly Per Capita Expenditure 200.220 570.512 2.194.218 1.838 1.695 2.799 Sumber : Susenas 2004.225.000 dan lebih (10) Jumlah Total (11) 236.568 382.180 64.757 2.144 8.834.122.040 1.Bab XI Ketersediaan Pangan dan Pengeluaran Penduduk Lanjutan Continued Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.780 33.100.999 (9) 500.666 331.864 133.132.191 264.793 172.491.066 33.899 3.999 (8) 300.795 163.529.347 1.624 102.488.653 36.083.282 1. BPS Banten Dalam Angka 2004 385 .488 1.872 9.

414 7.066 0 0 2.490 3.444 32.788 275 3.484 1.136 1.980 2.646 1.Bab XI Ketersediaan Pangan dan Pengeluaran Penduduk Tabel 11.093 43 517 0 4.776 22.786 48.515 2.874 583 5.007 10.985 1.834 6.146 1.000 (2) 10.881 13.534 91.930 832 3.691 445 2.709 1.712 53.181 5.000 99.371 855 540 800 861 0 17 0 9.513 70.471 60.675 2.759 8.999 (5) 22.879 1.164 1.622 3.000 62 1.398 0 10.696 2.758 1.202 2.155 993 3.390 4.123 125.278 (1) Padi-padian/Cereals Ubia-ubian/Tubers Ikan/Fish Daging/Meat Telur dan susu/Eggs & Milk Sayur-sayuran/Vegetables Kacang-kacangan/Legumes Buah-buahan/Fruits Minyak dan lemak/Oil & Fats Bahan minuman/Beverages stuffs Bumbu-bumbuan/Spices Konsumsi lainnya/Miscellaneous food item Makanan & Minuman/Prepared food and beverages Minuman alkohol/Alcoholic beverages Tembakau dan Sirih/Tobacco & betel Jumlah Makanan/Total of Food Perumahan/Housing Aneka barang &jasa/Goods & services Biaya pendidikan/Education Cost Biaya kesehatan/Health cost Pakaian dan alas kaki/Clothing & Footwear Barang tahan lama/Durable Goods Pajak dan asuransi/Taxes & Insurances Keperluan pesta/Parties Jumlah Bukan Makanan/ Total Non Food Rata-rata Pengeluaran Sebulan/ Everage Monthly Expenditure Banten Dalam Angka 2004 40.824 1.326 2.740 1.737 36.415 313 1.864 595 3.776 23.000 149.250 2.225 2.394 80.098 16.701 3.613 4.110 734 389 680 38.132 1.2 Table Rata-rata Pengeluaran Perkapita Menurut Jenis Pengeluaran dan Golongan Pengeluaran Perkapita Sebulan di Banten Average of Per Capita Monthly Expenditure by Kind of Expenditure and Monthly Per Capita Expenditure Class in Banten 2004 (Rupiah) Rata-rata Pengeluaran Per kapita Sebulan (Rp) Average of Per Capita Monthly Expenditure (Rp) Jenis Pengeluaran Kind of Expenditure <40.103 2.525 3.631 100.2.323 4.691 3.999 (4) 20.422 620 288 629 26.207 759 3.898 386 .073 3.999 (3) 17.769 612 2.435 27 432 1.999 (6) 24.976 1.652 87.198 2.335 784 6.123 4.765 1.294 209 66 403 16.159 0 112 0 2.000 59.710 923 0 561 561 1.692 813 1.185 46 15.687 212 193 458 21.473 65.000 79.695 0 6.

256 8.648 2.999 (8) 25.385 6.857 1.817 29.988 5.209 18.513 Ratarata Average (12) 24.838 7.944 17.493 6.444 12.859 1.050 100.801 761.467 4.135 3.972 8.799 26.292 60.529 200.717 60.729 1. BPS Banten Dalam Angka 2004 387 .002 9.000 499.685 103.943 5.783 9.740 7.255 1.384 8 22.484 14.868 11.365 5.399 3.694 6.Bab XI Ketersediaan Pangan dan Pengeluaran Penduduk Lanjutan Continued Rata-rata Pengeluaran Per kapita Sebulan Average of Per Capita Monthly Expenditure 150.356 15.014 141.729 300.302 102.438 2.350 13.025 3.031 1.369 1.551 637 776 62.397 6.657 25.096 3.406 6.701 14.576 9.483 6.469 32.000 dan lebih (11) 30.808 32.069 47.446 8.661 8.712 251.066 8.000 199.336 10.627 16.077 4.891 2.999 (9) 24.099 6.139 3.877 4.438 241.000 299.829 5.488 13.625 48.365 1.949 237.432 112.366 103 27.224 17.419 23.969 54.666 Jenis Pengeluaran Kind of Expenditure (7) Padi-padian/Cereals Ubia-ubian/Tubers Ikan/Fish Daging/Meat Telur dan susu/Eggs & Milk Sayur-sayuran/Vegetables Kacang-kacangan/Legumes Buah-buahan/Fruits Minyak dan lemak/Oil & Fats Bahan minuman/Beverages stuffs Bumbu-bumbuan/Spices Konsumsi lainnya/Miscellaneous food item Makanan & Minuman/Prepared food and beverages Minuman alkohol/Alcoholic beverages Tembakau dan Sirih/Tobacco & betel Jumlah Makanan/Total of Food Perumahan/Housing Aneka barang &jasa/Goods & services Biaya pendidikan/Education Cost Biaya kesehatan/Health cost Pakaian dan alas kaki/Clothing & Footwear Barang tahan lama/Durable Goods Pajak dan asuransi/Taxes & Insurances Keperluan pesta/Parties Jumlah Bukan Makanan/Total of Non Food Rata-rata Pengeluaran Sebulan/Everage Monthly Expenditure Sumber : Susenas 2004.051 8.459 5.473 14.621 6.558 500.756 193.335 11.655 15.592 5.774 134.359 7.755 12.450 8.099 3.719 30.393 11.873 372.481 6.102 7. BPS Source : Social Economy Survey 2004.142 312.373 10.555 178.229 4.557 12.845 14.885 17.301 37.999 (10) 24.472 34.604 11.705 4.131 7.104 10.314 70 20.111 885 30.228 174.894 5.971 2 20.513 13.580 7.907 4.098 1.348 448.935 2.858 1.467 2.

330 0.270 0.217 0. Tangerang 6.266 0. Lebak 3.229 0.2004 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kab/Reg 1.349 0.230 0.288 0.290 Sumber : BPS Propinsi Banten Source : BPS Statistics of Banten Province Banten Dalam Angka 2004 388 . Pandeglang 2.252 0.328 0.190 0.264 0.257 0.226 0.260 Banten 0.279 0.3.270 0. Serang Kota/Mun 5.339 0.190 0.286 0.222 0.346 0.226 0.258 0.211 0.315 0.202 0.260 0.Bab XI Ketersediaan Pangan dan Pengeluaran Penduduk Tabel 11. Tangerang 4.1 Table Gini Ratio Menurut Kabupaten/Kota di Banten Gini Ratio by Regency/Municipality in Banten 2000 .216 0.275 0.244 0.205 0.352 0. Cilegon Gini Ratio 2000 (2) 2001 (3) 2002 (4) 2003 (5) 2004 (6) 0.189 0.