KREATIVITAS ANAK Oleh : Prima Dewi Gratia, M.

Pd Usia dini adalah usia yang paling kritis atau paling menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. Perolehan kesempatan untuk dapat mengoptimalkan tugas-tugas perkembangan pada usia dini sangat menentukan keberhasilan perkembangan anak selanjutnya. Setiap orang pada dasarnya memiliki bakat kreatif tanpa kecuali walaupun setiap orang berbeda dalam macam bakat yang dimiliki serta derajat atau tingkat dimilikinya bakat tersebut. Satu hal yang penting adalah bahwa ditinjau dari segi pendidikan, bakat kreatif dapat ditingkatkan, dan karena itu perlu dipupuk sejak dini. Bila bakat kreatif tersebut tidak dipupuk maka bakat tersebut tidak akan berkembang, bahkan menjadi bakat terpendam, yang tidak dapat diwujudkan. Untuk memahami kreativitas pada anak-anak, ada satu yang harus membedakan kreativitas dari kecerdasan dan bakat. Ward (1974) menyatakan tentang kreativitas anak-anak dapat dibedakan dari kemampuan kognitif. Studi-studi terakhir menunjukkan bahwa komponen-komponen dari potensi kreatif dapat dibedakan dari kecerdasan (Moran, 1983). Istilah ”gifted” sering digunakan untuk menyatakan anak yang memiliki kecerdasan tinggi. Wallach (1970) berpendapat bahwa ”kecerdasan dan kreativitas tidak terikat satu sama lain, dan anak yang sangat kreatif bisa saja kecerdasannya tidak tinggi”. Kreativitas tidak hanya di dalam musik, seni, atau penulisan, tetapi juga di dalam ilmu pengetahuan, ilmu kemasyarakatan dan bidangbidang lain. Untuk anak-anak, kreativitas difokuskan pada proses: pembuatan gagasangagasan. Penerimaan orang dewasa dari banyaknya gagasan-gagasan di dalam suasana yang tidak evaluatif akan membantu anak-anak menghasilkan lebih banyak gagasan-gagasan atau bergerak ke langkah yang berikutnya, evaluasi diri. Ketika anak-anak mengembangkan kemampuan untuk evaluasi diri, mutu isu-isu dan pembuatan produk-produk menjadi lebih penting. Penekanan pada usia ini adalah menjelajah kemampuan-kemampuan mereka untuk menghasilkan dan mengevaluasi hipotesis, dan meninjau kembali gagasan mereka yang didasarkan pada evaluasi.

1

Menyediakan lingkungan yang mengizinkan anak untuk menjelajah dan bermain tanpa pengekangan-pengekangan yang tak pantas.5 tahun. Anak usia prasekolah memiliki imajinasi yang amat kaya sedangkan imajinasi merupakan dasar dari semua jenis kegiatan kreatif.Evaluasi oleh yang lain dan ukuran-ukuran untuk produk-produk dengan sebenarnya penting hanya digunakan anak remaja atau orang dewasa yang lebih tua. Menerima gagasan-gagasan yang tidak biasa dari anak-anak. 6. Menyesuaikan diri dengan gagasan-gagasan anak-anak. Gunakan masalah yang secara alami tentu saja terjadi di hidup setiap hari 5. 2004:11). Adakalanya pertanyaan itu diulang-ulang dan tidak ada habis-habisnya. Menekankan proses dibanding produk. 2. 2 . menggerakkan dari populer ke gagasan-gagasan lebih asli. tertarik untuk mencoba segala sesuatu. Para ahli menegaskan bahwa kreativitas mencapai puncaknya di usia antara 4 sampai 4. Mereka memiliki “kreativitas alamiah” yang tampak dari perilaku seperti sering bertanya. BERMAIN DAN KREATIVITAS Kreativitas anak usia dini adalah kreativitas alamiah yang dibawa dari sejak lahir. Memberikan waktu untuk anak menjelajah semua berbagai kemungkinan. Mengggunakan pemecahan masalah kreatif di semua bagian-bagian pelajaran. 3. BAGAIMANA ORANG DEWASA MENDORONG KREATIVITAS? 1. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada orang tuanya terhadap sesuatu yang dilihatnya. Selain itu anak juga senang mengutak-atik alat mainannya sehingga tidak awet dan cepat rusak hanya karena rasa ingin tahu terhadap proses kejadian. dan memiliki daya khayal yang kuat (Kak Seto. pemecahan masalah divergen anak-anak 4. Kreativitas alami seorang anak usia dini terlihat dari rasa ingin tahunya yang besar.

Ketiga. Keempat. kreativitas atau cara berpikir kreatif. penguraian (elaboration) adalah kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara terperinci. berminat untuk melakukan macam-macam hal. Kedua. karena dalam kegiatan yang menyenangkan itu. Hal ini terlihat jelas pada 3 . keluwesan (flexibility) adalah kemampuan mengajukan bermacam-macam pendekatan atau jalan pemecahan masalah. bersibuk diri secara kreatif tidak saja berguna tapi juga memberikan kepuasan pada individu. anak dapat mengungkapkan gagasan-gagasan secara bebas dalam hubungan dengan lingkungannya. Bermain adalah awal dari perkembangan kreativitas. dan sangat fleksibel dalam merespon dan mengembangkan pemikiran dan aktivitas. keaslian (originality) adalah kemampuan untuk melahirkan gagasan-gagasan asli sebagai hasil pemikiran sendiri dan tidak klise. 2003: 7 edisi Agustus 2003). Utami Munandar memberikan empat alasan perlunya dikembangkan kreativitas pada anak yaitu: Pertama. perumusan kembali (redefinition) adalah kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan melalui cara dan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah lazim. dalam arti kemampuan untuk menemukan cara-cara baru memecahkan suatu permasalahan. banyak mengajukan pertanyaan. dan tidak pernah merasa bosan (Majalah Nakita. ALASAN PERLUNYA DIKEMBANGKAN KREATIVITAS PADA ANAK Dr. dengan berkreasi anak dapat mewujudkan dirinya dan ini merupakan kebutuhan pokok manusia. di mana ia menciptakan berbagai bentuk karya. suka melakukan ”eksperimen”. mempunyai rasa ingin tahu yang kuat. tidak biasa.Menurut Abdurrahman (2005:35). Adapun ciri-ciri kreativitas alamiah meliputi: imajinatif. kelancaran (fluency) adalah kemampuan untuk memproduksi banyak gagasan. terbuka untuk rangsangan-rangsangan baru. Oleh karena itu kegiatan tersebut dapat dijadikan dasar dalam mengembangkan kreativitas anak. 2001:3) dengan analisis faktornya menemukan ada lima ciri yang menjadi sifat kemampuan berpikir kreatif: pertama. Kelima. ingin mendapatkan pengalaman-pengalaman baru. Ketiga. Guilford (dalam Hawadi. lukisan ataupun khayalan spontanitas dengan alat mainannya. senang menjajaki lingkungan (exploring). kreativitas anak adalah kemampuan untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran yang asli. Pada anak usia dini kreativitas akan terlihat jelas ketika anak bermain. Kedua.

tingkat kecerdesan (IQ). Munandar menjelaskan bahwa berpikir konvergen adalah pemberian jawaban atau penarikan 4 . dan perilaku anak. Kesemuanya faktor penunjang kreativitas ini dapat dibina. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREATIVITAS Kreativitas seseorang berkembang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal (diri sendiri) dan eksternal (lingkungan). Antara kreativitas dan intelegensi terdapat perbedaan. rasa percaya diri. (2) orang tua atau guru bersikap empati kepada anak. Kreativitas membutuhkan EQ (kecerdasan emosional). dan pendapatnya. dan dikembangkan sejak anak berusia dini. perasaan. IQ menyumbang 20 persen saja dalam keberhasilan seseorang sementara 80 persen lainnya ditentukan oleh kekuatan-kekuatan lainnya. Misalnya kesediaan untuk bekerja keras. Apabila kita mengacu kepada teori Guilford tentang Structure of Intelect (dalam Hawadi. disiplin. seperti kondisi kesehatan fisik. dilatih. dalam arti mereka memahami pikiran. dan kesehatan mental. 2001:19) maka intelegensi lebih menyangkut pada cara berpikir konvergen (memusat). kreativitaslah yang memungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya. Keempat.anak-anak yang bermain balok-balok atau permainan konstruktif lainnya. Goleman seorang pakar EQ mengatakan. serta memberi kepercayaan padanya bahwa pada dasarnya dia baik dan mampu. Mereka tanpa bosan menyusun bentuk-bentuk kombinasi baru dengan alat permainannya sehingga seringkali lupa terhadap hal-hal lain. Faktor-faktor yang bersumber dari diri sendiri. Sementara faktor lingkungan yang mendukung perkembangan kreativitas yaitu. (4) orang tua atau pendidik memupuk sikap dan minat anak dengan berbagai kegiatan yang positif. perasaan. (3) orang tua atau pendidik memberi kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan pikiran. penemuan-penemuan atau teknologi baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. (1) orang tua atau pendidik dapat menerima anak apa adanya. Dengan kreativitas seseorang terdorong untuk membuat ide-ide. dan termasuk di dalamnya EQ. sedangkan kreativitas lebih berkenaan dengan cara berpikir divergen (menyebar). (5) orang tua atau pendidik menyediakan sarana prasarana pendidikan yang memungkinkan anak mengembangkan keterampilannya dalam membuat karya-karya yang produktifinovatif.

Entah dengan melukis. orang tua harus dapat memberikan dorongan kepada anaknya agar dapat memunculkan motivasi dalam diri anak yaitu motivasi instrinsik dan ekstrinsik. tiap anak memiliki pribadi berbeda. dorongan sudah ada. Proses. maka orang tua atau guru dapat melakukan strategi 4P yaitu . Torrance mengemukakan bahwa IQ tidak dapat dijadikan ukuran satu-satunya sebagai kriteria untuk mengidentifikasi anak-anak yang berbakat. diperkirakan 70% anak yang memiliki tingkat kreativitas tinggi akan tersingkir dari penyaringan. Apabila yang digunakan untuk menetukan kriteria keberbakatan hanya IQ. maka anakpun akan berproses dan berkreasi. jika sarana dan prasana sudah tersedia. Adapun berpikir divergen (yang juga disebut berpikir kreatif) adalah kemampuan memberikan bermacam-macam jawaban berdasarkan informasi yang diberikan dengan penekanan pada keragaman. Pendorong. Agar kreativitas anak dapat berkembang secara optimal. untuk mengembangkan kreativitas anak.kesimpulan yang logis (penalaran) dari informasi yang digunakan dengan penekanan pada pencapaian jawaban tunggal yang paling tepat. Pendorong. Dalam kaitannya dengan keberbakatan (giftedness). Orang yang tidak kreatif. tiap anak adalah unik. Torrance (1965) dalam temuan hasil penelitiannya menjelaskan bahwa anak-anak yang tinggi kreativitasnya memiliki taraf intelegensi (IQ) di bawah rata-rata IQ kelompok sebayanya. Ia akan merasa mampu dan senang bersibuk diri secara kreatif. menyusun balok-balok menjadi sebuah menara 5 . Pribadi. Proses. Mengenai hubungan kreativitas dan intelegensi dapat diamati melalui hasil studi para ilmuwan psikologi. maka pendidikan dan pengembangan kreativitas tidak bisa ditunda-tunda. Dengan keadaan zaman yang sudah mengglobal dan penuh dengan tantangan serta persaingan seperti sekarang ini membutuhkan orang-orang yang kreatif. Begitu bermaknanya kreativitas bagi kehidupan seseorang. orang tua harus paham. proses inilah yang penting untuk anak ketika bermain. Karena itu kreativitas juga merupakan sesuatu yang unik. Nah. Pribadi. dan Produk. PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK Kreativitas merupakan kunci sukses dan keberhasilan dalam kehidupan. harus dimulai sejak usia dini. jumlah. dan kesesuaian. kehidupannya statis dan sulit sekali meraih keberhasilan.

bentukan tanah liat. memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di lingkungan atau bahan bekas kemasan kebutuhan rumah tangga. alat mainan. maka anakpun akan menghasilkan produk kreatif. disiplin. Menumbuhkembangkan pola interaksi yang positif antara orang tua dengan anak di rumah melalui bermain dengan suasana yang menyenangkan merupakan sarana yang paling baik untuk merangsang dan mengembangkan kreativitas anak. cermat. Karena kreativitas lebih bersifat personal dan privasi. bukan memaksakan kehendak kepada anak. Hasil kreatif biasanya mencapai puncaknya pada usia tiga puluh dan empat puluhan. Kreativitas anak akan berkembang jika orang tua mempunyai kebiasaankebiasaan kreatif seperti teliti. Peran orang tua di sini adalah memberikan penghargaan atas produk-produk yang dihasilkan anak dengan cara memberi pujian atau memajang hasil karya anak. setelah ketiga faktor di atas dipenuhi. Perkembangan Kreativitas Anak Perkembangan kreativitas mengikuti pola yang dapat diramalkan.1. secara intuitif anak akan tahu. Selain itu kreatif dalam berkarya seperti membuat alat permainan bersama-sama dengan anak. Hargailah kreasinya tanpa perlu berlebihan.dan sebagainya.Ekspresi Kreativitas Anak Beberapa cara yang paling umum digunakan anak untuk mengekspresikan kreativitas pada berbagai usia dijelaskan oleh Hurlock (1999). C. Apakah pola ini akan diikuti atau tidak sebagian besar tergantung pada pengaruh-pengaruh lingkungan yang memudahkan atau menghalangi ekspresi kreativitas. dan keteraturan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dicontoh oleh anak. Produk kreatif anak usia dini dapat berupa lukisan. Produk. kegiatan rekreasi dan pekerjaan. 6 . sebagai berikut: Animisme adalah kecenderungan untuk menganggap benda mati sebagai benda hidup. Setelah itu tetapmendatar atau secara bertahap menurun. ketimbang sosial dan massal. apakah penghargaan itu tulus atau sekadar basa-basi. Spock (1974) menekankan betapa pentingnya sikap awal orang tua terhadap ekspresi kreativitas anak. lalu secara bertahap menyebar ke berbagai bidang kehidupan lainnya seperti pekerjaan sekolah. pertamatama terlihat dalam permainan anak. Peran orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam memfasilitasi perkembangan kreativitas anak. Sebab. maka tumbuh kembangnya membutuhkan berbagai interaksi.

2.Anak kecil mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang terlalu minim untuk mampummembedakan antara hal-hal yang mempunyai sifat hidup dan yang tidak. Banyak hal dapat dilakukan untuk meningkatkan kreativitas. Selain hal tersebut mereka juga membutuhkan sarana untuk bermain dan kelak sarana lainnya harus disediakan untuk merangsang dorongan eksperimental dan eksplorasi. Pertama. Akibatnya. sebagai salah satu hambatan yang paling umum terjadi. faktor negatif ini harus dihilangkan. 1999). Penelitian telah menunjukkan dua faktor yang penting (Hurlock. kemudian menurun dengan cepat dan menghilang segera sesudah anak masuk sekolah. waktu untuk bermain dan sebagainya. C.Faktor-faktor yang Meningkatkan Kreativitas Anak Semua anak mempunyai potensi untuk kreatif. orang tua dan guru serta perlakuan mereka terhadap anak yang berpotensi kreatif. Anak membutuhkan waktu dan kesempatan menyendiri untuk mengembangkan kehidupan imajinatif yang kaya. Kurangnya rangsangan dapat disebabkan ketidaktahuan orang tua dan orang lain dalam lingkungan anak tentang pentingnya kreatifitas. Alasannya. yang merupakan unsur penting dari semua kreativitas dengan dukungan lingkungan yang merangsang. perlu diberi kesempatan dan rangsangan oleh lingkungan untuk berkembang. mencapai puncaknya antara 4 dan 5 tahun. 7 . Titik pandangan baru mengenai kreativitas mendorong diadakannya penelitian untuk menentukan apa saja kondisi lingkungan yang menguntungkan dan membekukan perkembangan kreativitas. karena sikap seperti itu mempengaruhi teman sebaya. Kurangnya rangsangan. Pikiran animistik dimulai sekitar usia anak 2 tahun. seperti memberi dorongan kreatif. Kedua. Tentang kondisi lingkungan yang dapat merangsang kreativitas dijelaskan oleh Hurlock (1999) bahwa lingkungan rumah dan sekolah harus merangsang kreativitas dengan memberikan bimbingan dan dorongan untuk menggunakan sarana yang akan mendorong kreativitas. kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan kreativitas harus diadakan pada awal kehidupannya ketika kreativitas mulai berkembang dan harus dilanjutkan terus sampaiberkembang dengan baik. walaupun tingkat kreativitasnya berbeda-beda. kreativitas seperti halnya setiap potensi lain. sikap sosial yang ada dan tidak menguntungkan kreativitas harus ditanggulangi. akan menghambat perkembangan kreativitas dan membekukan kreativitas itu sendiri. Apabila harus dibentuk kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan kreativitas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful