BAB.

II PEMBELAJARAN
A. RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi PLC Sub Kompetensi : Mengoperasikan mesin produksi dengan kendali : 1. 2. 3. 4. Mempersiapkan operasi Melaksanakan operasi Menangani masalah operasi Membuat laporan pengoperasian Waktu Tempa t Belajar Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru

Jenis Kegiatan

Tangga l

Memahami sistem kendali PLC Memahami teknik pemrograman PLC Memasukkan program ke dalam PLC Memasang dan mengawasi input output PLC Mengoperasika n sistem kendali PLC Melacak kesalahan sistem kendali

Modul Kode: PTL.OPS.006 (2) A

9

Sistem Kendali PLC
Kegiatan Belajar 1
a. Tujuan Pemelajaran Setelah pemelajaran siswa dapat:      Mengidentifikasi peralatan sistem kendali PLC Menjelaskan cara kerja sistem kendali PLC Menjelaskan keunggulan PLC Menyebutkan daerah penerapan PLC Mengidentifikasi struktur PLC

b. Uraian Materi 1. Sistem Kendali Istilah sistem kendali dalam teknik listrik mempunyai arti suatu peralatan atau sekelompok peralatan yang digunakan untuk mengatur fungsi kerja suatu mesin dan memetakan tingkah laku mesin tersebut sesuai dengan yang dikehendaki. Fungsi kerja mesin tersebut mencakup antara lain menjalankan (start), mengatur (regulasi), dan menghentikan suatu proses kerja. Pada umumnya, sistem kendali merupakan suatu kumpulan peralatan listrik atau elektronik, peralatan mekanik, dan peralatan lain yang menjamin stabilitas dan transisi halus serta ketepatan suatu proses kerja. Sistem kendali mempunyai tiga unsur yaitu input, proses, dan output.

Input

PROSES
Gambar1 Unsur-unsur sistem kendali

Output

Input pada umumnya berupa sinyal dari sebuah transduser, yaitu alat yang dapat merubah besaran fisik menjadi besaran listrik, misalnya tombol tekan, saklar batas, termostat, dan lainlain. Transduser memberikan informasi mengenai besaran yang

Modul Kode: PTL.OPS.006 (2) A

10

diukur, kemudian informasi ini diproses oleh bagian proses. Bagian proses dapat berupa rangkaian kendali yang menggunakan peralatan yang dirangkai secara listrik, atau juga berupa suatu sistem kendali yang dapat diprogram misalnya PLC. Pemrosesan informasi (sinyal input) menghasilkan sinyal output yang selanjutnya digunakan untuk mengaktifkan aktuator (peralatan output) yang dapat berupa motor listrik, kontaktor, katup selenoid, lampu, dan sebagainya. Dengan peralatan output, besaran listrik diubah kembali menjadi besaran fisik.

2. Sistem Kendali PLC Hingga akhir tahun 1970, sistem otomasi mesin dikendalikan oleh relai elektromagnet. Dengan semakin meningkatnya perkembangan teknologi, tugas-tugas pengendalian dibuat dalam bentuk pengendalian terprogram yang dapat dilakukan antara lain menggunakan PLC (Programmable Logic Controller). Dengan PLC, sinyal dari berbagai peralatan luar diinterfis sehingga fleksibel dalam mewujudkan sistem kendali. Disamping itu, kemampuannya dalam komunikasi jaringan memungkinkan penerapan yang luas dalam berbagai operasi pengendalian sistem. Dalam sistem otomasi, PLC merupakan ‘jantung’ sistem kendali. Dengan program yang disimpan dalam memori PLC, dalam eksekusinya, PLC dapat memonitor keadaan sistem melalui sinyal dari peralatan input, kemudian didasarkan atas logika program menentukan rangkaian aksi pengendalian peralatan output luar. PLC dapat digunakan untuk mengendalikan tugas-tugas sederhana yang berulang-ulang, atau di-interkoneksi dengan yang lain menggunakan komputer melalui sejenis jaringan komunikasi untuk mengintegrasikan pengendalian proses yang kompleks. Cara kerja sistem kendali PLC dapat dipahami dengan diagram blok seperti ditunjukkan pada Gambar 2.

Modul Kode: PTL.OPS.006 (2) A

11

dan catu daya. memproses sinyal input/ output. Sistem operasi sesungguhnya software sistem yang mengkordinasikan PLC. Program mengendalikan PLC sehingga saat sinyal iput dari peralatan input on timbul respon yang sesuai.006 (2) A 12 . memori. maka ia digunakan untuk menyimpan sistem operasi. yaitu EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) yang isinya dapat dihapus Peralatan output CPU-PLC interfis output Peralatan input Modul Kode: PTL. Respon ini umumnya mengonkan sinyal output pada peralatan output. peralatan penunjang. Penjelasan masing-masing komponen sebagai berikut: a.Catu Daya Peralatan Penunjang interfis input memori Gambar 2 Diagram blok PLC Dari gambar terlihat bahwa komponen sistem kendali PLC terdiri atas PLC. Ada sejenis ROM. ROM adalah memori yang hanya dapat diprogram sekali. ia mengeksekusi program. CPU-PLC PLC terdiri atas CPU (Central Processing Unit). Penyimpanan program dalam ROM bersifat permanen. Memori adalah daerah yang menyimpan sistem operasi dan data pemakai. modul interface input dan output program kendali disimpan dalam memori program. CPU adalah mikroprosesor yang mengkordinasikan kerja sistem PLC. peralatan input. Ada dua jenis memori yaitu : ROM (Read Only Memory) dan RAM (Random Access Memory).OPS. peralatan output. Program kendali disimpan dalam memori pemakai. dan mengkomunikasikan dengan peralatan luar.

saklar togel. software ladder. Modul Kode: PTL.dengan cara menyinari menggunakan sinar ultraviolet dan kemudian diisi program ulang menggunakan PROM Writer. tetapi bukan merupakan bagian dari sistem secara nyata. programmable terminal.OPS. saklar proximity. sensor level. Peralatan Input Peralatan input adalah yang memberikan sinyal kepada PLC dan selanjutnya PLC memproses sinyal tersebut untuk mengendalikan peralatan output. dan sebagainya. antara lain :  Berbagai jenis alat pemrogram. Maksudnya. Rotary encoder c. saklar tekan. misalnya sensor cahaya. Berbagai jenis sensor. Peralatan penunjang itu. sensor suhu. b. Interfis adalah modul rangkaian yang digunakan untuk menyesuaikan sinyal pada peralatan luar. Interfis output menyesuaikan sinyal dari PLC dengan sinyal untuk mengendalikan peralatan output. saklar batas. saklar level. peralatan ini digunakan untuk keperluan tertentu yang tidak berkait dengan aktifitas pegendalian. Peralatan output itu misalnya:     Kontaktor Motor listrik Lampu Buzer d. Interfis input menyesuaikan sinyal dari peralatan input dengan sinyal yang dibutuhkan untuk operasi sistem. yaitu komputer. konsol pemrogram.006 (2) A 13 . misalnya tombol. Peralatan input itu antara lain:    Berbagai jenis saklar. Peralatan Output Sistem otomasi tidak lengkap tanpa ada peralatan output yang dikendalikan. Peralatan Penunjang Peralatan penunjang adalah peralatan yang digunakan dalam sistem kendali PLC.

Jumlah terminal I/O ini dapat dikembangkan dengan memasang Unit I/O Ekspansi sehingga dimungkinkan memiliki 100 I/O. PLC tipe modular membutuhkan catu daya dari luar. Misalnya PLC merk OMRON pada satu unit tersedia terminal I/O sebanyak 10.OPS. yaitu 3 : 2.006 (2) A 14 . Jenis Catu Daya PLC adalah sebuah peralatan elektronik dan setiap peralatan elektronik untuk dapat beroperasi membutuhkan catu daya. Pemilihan suatu tipe harus mempertimbangkan jenis catu daya. atau dari dalam PLC itu sendiri. yaitu: SSS. Catu daya ini dapat dicatu dari luar. Berbagai jenis memori luar. Catu Daya PLC adalah sebuah peralatan digital dan setiap peralatan digital membutuhkan catu daya DC. Jumlah terminal I/O yang tersedia bergantung kepada merk PLC. CD ROM. jumlah terminal input/ output. 40 atau 60. Berbagai alat pencetak dalam sistem komputer. misalnya printer. plotter. LSS. Tipe Rangkaian Output PLC dibuat untuk digunakan dalam berbagai rangkaian kendali. dan tipe rangkaian output. dan CX Programmer. Bergantung kepada peralatan output yang dikendalikan.   Berbagai software ladder. Pada umumnya. 3. Jumlah I/O Pertimbangan lain untuk memilih unit PLC adalah jumlah terminal I/O nya. PLC dengan terminal I/O sebanyak 10 memiliki terminal input 6 dan terminal output 4. yaitu: disket. flash disk. Syswin. Jadi. 20. Komponen Unit PLC Unit PLC dibuat dalam banyak model/ tipe. Modul Kode: PTL. Ada dua jenis catu daya untuk disambungkan ke PLC yaitu AC dan DC. jumlah terminal input dan output megikuti perbandingan tertentu. sedangkan pada PLC tipe compact catu daya tersedia pada unit. e. 30.

output transistor singking dan output transistor soucing.006 (2) A 15 .tersedia tiga tipe rangkaian output yaitu: output relai.OPS. Jenis catu daya. Komponen unit CPU PLC OMRON CPM2A ditunjukkan pada gambar berikut ini: Modul Kode: PTL. dan tipe rangkaian output PLC OMRON CPM2A ditunjukkan pada tabel di bawah ini. jumlah I/O.

4 VDC 60 VA maks 20 W maks 24 VDC 300 mA Spesifiasi 100 s.d 264 VAC 20.d 240 VAC.d 26. Spesifikasi Penggunaan PLC harus memperhatikan spesifikasi teknisnya. Berikut ini diberikan spesifikasi unit PLC yang terdiri atas spesifikasi umum.4 s. Spesifikasi Umum Butir Tegangan catu Tegangan operasi Penggunaan daya Catu daya luar AC DC AC DC AC DC Tegangan catu Kapasitas output 24 VDC 85 s. dan spesifikasi output.OPS.006 (2) A 16 .Gambar 3 CPU PLC OMRON CPM2A 4. 50/60 Hz Modul Kode: PTL. Mengabaikan hal ini dapat mengakibatkan PLC rusak atau beroperasi secara tidak tepat (mal-fungsi). spesifikasi input.

OPS.006 (2) A 17 .d 55o M3 650 g 550 g Modul Kode: PTL.Tahanan isolasi Kuat dielektrik Suhu ruang Ukuran sekerup terminal Berat AC DC 20 MΩ minimum 2300 VAC 50/60 Hz selama 1 menit 0o s.

000 operasi (beban induktif) Mekanik : 20. 5 VDC Listrik : 150.006 (2) A 18 . 1 mA 10 ms 10 ms +10% Spesifikasi /-15% Spesifikasi Output Butir Kapasitas switching maksimum Kapasitas switching minimum Usia kerja relai Spesifikasi 2 A.000 operasi 15 ms maks 15 ms maks Tunda on Tunda off Modul Kode: PTL.000 operasi (beban resistif 24 VDC) 100.Spesifikasi Input Butir Tegangan input Impedansi input Arus input Tegangan/ arus on Tegangan/ arus off Tunda on Tunda off Konfigurasi rangkaian input 24 VDC 2.7 kΩ 8 mA 17 VDC input.OPS. 250 VAC (cos φ = 1) 2 A. 5 mA 5 VDC maks. 24 VDC 10 mA.000.

mesin harus diistirahatkan.  Pelacakan gangguan sistem kendali sulit dilakukan. Kesulitan-kesulitan di atas menggunakan sistem kendali PLC. perlu waktu cukup lama. semua pengawatan ditempatkan dalam sebuah panel kendali. Tiap sambungan dalam logika relai harus disambung. Ia tidak dapat dimoifikasi menjadi sistem yang baru dengan segera. Jika pengawatan tidak sempurna. Dengan kata lain. Untuk melacak kesalahan ini. Dari uraian di atas. dapat disimpulkan adanya kelemahan sistem kendali relai elektromagnetik sebagai berikut:  Terlalu banyak pengawatan panel. kontaktor memiliki jumlah kontak terbatas. Jadi. panel kendali hanya cocok untuk proses yang sangat khusus. panel kendali elektromagnetik tidak fleksibel. Perbandingan Sistem Kendali Elektromagnet dan PLC Pada sistem kendali relai elektromagnetik (kontaktor). dan lagi boleh jadi ruangan tidak tersedia serta pengawatan harus dilacak untuk mengakomodasi perubahan.006 (2) A 19 .  Jika terjadi gangguan mesin melacak kesalahan sistem.  Modifikasi sistem kendali sulit dilakukan. Dan jika diperlukan modifikasi.OPS. Dalam beberapa kasus panel kendali terlalu besar sehingga memakan banyak ruang (tempat).Konfigurasi rangkaian output 5. harus diistirahatkan diatasi untuk dengan dapat Modul Kode: PTL. maka akan terjadi kesalahan sistem kendali. Pada umumnya.

Kecepatan operasi sistem kendali PLC sangat cepat sehingga produktivitas meningkat. Tidak diperlukan komponen kendali seperti timer dan hanya diperlukan sedikit kontaktor sebagai penghubung peralatan output ke sumber tenaga listrik.      7.OPS.6. Program kendali PLC dapat dicetak dengan cepat.006 (2) A 20 . Penerapan Sistem Kendali PLC Sistem kendali PLC digunakan secara luas dalam berbagai bidang antara lain untuk mengendalikan:          Traffic light Lift Konveyor Sistem pengemasan barang Sistem perakitan peralatan elektronik Sistem pengamanan gedung Sistem pembangkitan tenaga listrik Robot Pemrosesan makanan Modul Kode: PTL. Sistem kendali PLC lebih andal. Modifikasi sistem kendali dapat dengan mudah dilakukan dengan cara mengganti progam kendali tanpa merubah pengawatan sejauh tidak ada tambahan peralatan input/output. Biaya pembangunan sistem kendali PLC lebih murah dalam kasus fungsi kendalinya sangat rumit dan jumlah peralatan input/outputnya sangat banyak. Keunggulan Sistem Kendali PLC Sistem kendali PLC memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan sistem kendali elektromagnetik sebagai berikut:   Pengawatan sistem kendali PLC lebih sedikit.

Mentransfer program ke dalam PLC e. b. Memilih PLC dengan spesifikasi yang sesuai dengan sistem kendali. dan catu daya. mempunyai fungsi self diagnostic. D. peralatan output.8. PLC adalah kependekan dari Programmable Logic Controller yang berarti pengendali yang bekerja secara logika dan dapat diprogram. Menyambung pengawatan I/O g. Pemilihan suatu unit PLC didasarkan atas pertimbangan jenis catu daya untuk PLC. Dibandingkan sistem kendali elektromagnet. Penggunaan PLC harus memperhatikan spesifikasi teknisnya. 3. 5. Peralatan sistem kendali PLC terdiri atas Unit PLC. Memasang Sistem Komunikasi c. lebih murah dalam kasus rangkaian kendali yang rumit. Langkah-Langkah Desain Sistem Kendali PLC Pengendalian sistem kendali PLC harus dilakukan melalui langkah-langkah sistematik sebagai berikut: a. peralatan input. Tugas Sediakan kompunen sistem kendali PLC: unit CPU PLC Indentifikasi bagian-bagian pokoknya Gambarlah panel atas dalam kertas ukuran A4.006 (2) A 21 . gambar sistem kendali mudah dicetak. Modul Kode: PTL. jumlah I/O dan tipe rangkaian output. peralatan penunjang. Memasang unit f. 4. Rangkuman 1. PLC lebih unggul dalam banyak hal. Menjalankan program C. PLC diterapkan dalam hampir segala lapangan industri sebagai pengendali mesin dan proses kerja alat. 6. dll. Menguji coba program h.OPS. Membuat program kendali d. antara lain pengawatan sistem lebih sederhana. Mengabaikan hal ini dapat mengakibatkan PLC rusak atau beroperasi secara tidak tepat (mal-fungsi). 2.

Apakah yang dimaksud dengan sistem kendali? Apakah perbedaan sistem kendali loop terbuka dan loop tertutup? Apakah sesungguhnya PLC itu? Sebutkan masing-masing tiga contoh: a. 8. 2. Tes Formatif 1. Alat input b. Alat penunjang Gambarkan diagram blok yang menunjukkan hubungan masing-masing peralatan sistem kendali PLC ! Sebutkan lima keunggulan PLC dibandingkan dengan sistem kendali elektromagnet ! Jelaskan bahwa sistem kendali PLC lebih murah jika dibandingkan sistem kendali elektromagnet ! Sebutkan daerah penerapan PLC ! 5. 3.006 (2) A 22 . 6. 4.OPS. Modul Kode: PTL. 7. Alat output c.E.

c. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. saklar proximity. Sistem kendali adalah suatu peralatan atau sekelompok peralatan yang digunakan untuk mengatur fungsi kerja suatu mesin dan memetakan tingkah laku mesin tersebut sesuai dengan yang dikehendaki. Fungsi self diagnostik PLC memungkinkan pelacakan kesalahan sistem menjadi mudah dan cepat. 2. c. motor. lampu. kontaktor/ relai.OPS. printer 5. buzer. PLC adalah alat pengendali mesin atau suatu proses yang dapat diprogram. software ladder. (Periksa tiga jawaban diantara jawaban berikut ini): a. Pengawatan sistem kendali menjadi berkurang sampai 80% dibandingkan sistem kendali relai konvensional b. 3.006 (2) A 23 . sedangkan pada sistem kendali loop tertutup. Konsumsi daya berkurang karena PLC menggunakan daya sedikit. tombol. 4. disket. yaitu pada sistem kendali loop terbuka variabel yang dikendalikan tidak memberikan umpan balik kepada bagian proses. konsol pemrogram. Peralatan output Modul Kode: PTL. b.F. (Periksa lima jawaban diantara jawaban berikut ini): a. komputer. sensor. Terletak pada umpan balik hasil pengendalian. Gambar diagram blok sistem kendali PLC Peralatan Penunjang Catu Daya Peralatan input interfis input CPU memori interfis output 6. rotary encoder. variabel yang dikendalikan memberikan umpan balik kepada bagian proses untuk mengoreksi hasil pengendalian sehingga diperoleh hasil sesuai yang dikehendaki.

f. salinan dokumentasi dapat menjadi lebih mudah. 8. Pencetakan program PLC dapat dilakukan segera dalam bilangan menit. g. Harganya lebih murah dibandingkan sistem konvensional dalam situasi saat jumlah I/O-nya sangat banyak dan fungsi kendalinya rumit.006 (2) A 24 . Penerapan PLC a. asal tidak ada tambahan piranti input atau output. Maka. Suku cadang sistem PLC untuk relai dan timer sangat berkurang dibandingkan panel kendali konvensional. Pengendali conveyor d.OPS. Jadi. maka PLC lebih murah karena di dalam PLC tersedia fasilitas yang dapat menggantikan kerja peralatan yang dimaksud. Pengendali mesin d. 7.Modifikasi urutan kendali dapat dengan mudah dilakukan dengan memprogram melalui konsol pemrogram atau software komputer tanpa merubah pengawatan I/O. Pengendali lift e. Keandalan PLC lebih tinggi daripada relai dan timer mekanik. h. Modul Kode: PTL. Dalam kasus rangkaian kendali rumit dan memerlukan banyak timer dan komponen kendali elektronik. produktivitas meningkat. e. i. Pengendali robot c. Pengandali lampu lalu lintas b. Waktu siklus mesin meningkat luar biasa karena kecepatan operasi PLC adalah dalam orde mili-detik.

instruksi. b. Modul Kode: PTL. Instruksi harus disusun secara berurutan dan menempatkannya dalam alamat yang tepat sehingga seluruh instruksi dilaksanakan mulai dari alamat terendah hingga alamat tertinggi dalam program. Beberapa merk PLC hanya mengembangkan program diagram ladder dan kode mneumonik. Bahasa pemrograman tersebut antara lain: diagram ladder. Alamat adalah nomor yang menunjukkan lokasi. Instruksi adalah perintah yang harus dilaksanakan PLC. Oleh karena itu. pembuat program harus memperhatikan tata cara penulisan instruksi. dan operand.OPS.Kegiatan Belajar 2 Teknik Pemrograman PLC a. PLC hanya dapat melaksanakan instruksi yang ditulis menggunakan ejaan yang sesuai. dan teks terstruktur. 3. Merancang program kendali PLC sederhana Memasukkan program ke dalam PLC Mengecek kebenaran program Uraian Materi 1. 2.006 (2) A 25 . diagram blok fungsi. Unsur-Unsur Program Program kendali PLC terdiri atas tiga unsur yaitu : alamat. 2. kode mneumonik. atau data dalam daerah memori. Operand adalah nilai berupa angka yang ditetapkan sebagai data yang digunakan untuk suatu instruksi. instruksi. Bentuk program berbeda-beda sesuai dengan bahasa pemrograman yang digunakan. Operand dapat dimasukkan sebagai konstanta yang menyatakan nilai angka nyata atau merupakan alamat data dalam memori. Tujuan Pembelajaran 1. Bahasa Pemrograman Program PLC dapat dibuat dengan menggunakan beberapa cara yang disebut bahasa pemrograman.

memahami kode mneumonik itu sangat penting. b.01 TIM0 #50 10.00 0. Sepanjang garis instruksi.01 10. Contoh diagram ladder ditunjukkan pada gambar di bawah ini.a. bahkan meskipun program dibuat dalam bentuk diagram ladder.00 10. 0. ditempatkan kontak-kontak yang mengendalikan/mengkondisikan instruksi lain di sebelah kanan. Sepasang garus vertikal disebut kontak (kondisi). Berikut ini contoh program mneumonik: Modul Kode: PTL.02 10. Diagram Ladder Digram ladder terdiri atas sebuah garis vertikal di sebelah kiri yang disebut bus bar. yaitu kontak NO (Normally Open) yang digambar tanpa garis diagonal dan kontak NC (Normally Closed) yang digambar dengan garis diagonal. Angka di atas kontak menunjukkan bit operand.01 10.01 10. dengan garis bercabang ke kanan yang disebut rung. Ada dua kontak. Kode Mneumonik Kode mneumonik memberikan informasi yang sama persis seperti halnya diagram ladder.00 10.00 10.03 END(01) Gambar 4 Contoh Diagram Ladder Terlihat dari gambar di atas bahwa garis instruksi dapat bercabang kemudian menyatu kembali.02 10. Oleh karena itu. program yang disimpah di dalam memori PLC dalam bentuk mneumonik. Sesungguhnya.00 10.01 TIM0 10. Kombinasi logika kontak-kontak ini menentukan kapan dan bagaimana instruksi di sebelah kanan dieksekusi.OPS.006 (2) A 26 .

15 SR 228.15 IR 020.00 s. karena dari segi inilah intisari pemahaman terhadap program.OPS.01 0.d TR 7 SR TR SR 228 s. disamping pemahaman terhadap berbagai jenis instruksi merupakan hal yang sangat penting.00 s.d SR 255.00 DM 00 00007 CMP(20) DM 00 HR 00 3.d IR 019 IR 020 s.15 TR 0 s.00 s.d IR 227 Bit IR 000.d IR 009.15 IR 200.15 IR 010.d IR 009 IR 010 s. Pemahaman daerah data.d IR 227.03 0.d IR 049.Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 Instruksi LD AND OR LD NOT OR AND LD MOV(21) Operand HR 01 0.006 (2) A 27 .02 0. Struktur Daerah Memori Program pada dasarnya adalah pemrosesan data dengan berbagai instruksi pemrograman.d SR 255 --- Modul Kode: PTL. Tabel di bawah ini ditunjukkan daerah memori PLC CPM2A sebagai berikut: Daerah Data IR Daerah input Daerah output Daerah ‘kerja’ Channel/ Words IR 000 s.d IR 049 IR 200 s. Data disimpan dalam daerah memori PLC.00 s.00 s.d IR 019.04 0. Data yang merupakan operand suatu instruksi dialokasikan sesuai dengan jenis datanya.

Pada program diagram ladder instruksi ini disimbolkan dengan kontakkontak seperti pada rangkaian kendali elektromagnet.01 I nstruksi Mneumonik A lamat I nstruksiOperand 00000 LD 0. Instruksi LOAD dan LOAD NOT Instruksi LOAD dan LOAD NOT menentukan kondisi eksekusi awal.d LR 15 LR 00. Kata “instruksi” mewakili sembarang instruksi lain yang dapat saja instruksi sisi kanan yang akan dijelaskan kemudian.15 TC 000 s.d HR 19 HR 00.d AR 23 AR 00.01 00003 I nstruksi Gambar 5 Penggunaan Instruksi LOAD dan LOAD NOT Modul Kode: PTL. Tiap instruksi memerlukan satu baris kode mneumonik.OPS. Instruksi blok logika adalah instruksi yang digunakan untuk menghubungkan bagian yang lebih kompleks. oleh karena itu.00 s.15 AR 00 s.006 (2) A 28 . dalam diagram ladder disambung ke bus bar sisi kiri.d LR 15.d AR 23.00 00001 I nstruksi 00002 LD NO T 0.HR AR LR TIM/ CNT HR 00 s. Diagram Ladder 0.15 LR 00 s. tetapi tidak semua instruksi dapat digunakan pada semua model PLC.d HR 19.00 s.00 I nstruksi 0. a. Instruksi Diagram Ladder Instruksi diagram ladder adalah instruksi sisi kiri yang mengkondisikan instruksi lain di sisi kanan.00 s.d TC 255 4. Instruksi Pemrograman Terdapat banyak instruksi untuk memprogram PLC. Instruksi diagram ladder terdiri atas enam instruksi ladder dan dua instruksi blok logika.

Jika misalnya hanya ada satu kontak seperti contoh di atas. dan untuk instruksi LD NOT yang kontaknya NC.006 (2) A 29 .01 OFF. kondisi eksekusinya akan ON jika IR 0. Modul Kode: PTL.OPS.00 ON. kondisi eksekusi pada sisi kanan akan ON jika kontaknya ON. Untuk instruksi LD yang kontaknya NO. akan ON jika IR 0.

Instruksi AND dan AND NOT Jika dua atau lebih kontak disambung seri pada garis yang sama.00 00001 A ND NOT 0.006 (2) A 30 . Contoh berikut menunjukkan tiga kontak yang masing-masing mewakili instruksi LOAD. dan OR. yaitu saat IR 0. D iagram Ladder 0. atau saat IR 0.00 ON. Kombinasi Instruksi AND dan OR Modul Kode: PTL.01 TIM 000 Instruksi M neum onik Alam at In struksi Operan d 00000 LD 0.03 ON.00 00001 OR NOT 0. OR NOT. AND NOT. kontak pertama mewakili instruksi LOAD atau LOAD NOT dan sisanya mewakili instruksi OR atau OR NOT. Contah di bawah ini menunjukkan tiga kontak yang masingmasing menunjukkan instruksi LOAD.00 0.01 00002 OR T I M 000 00003 I nstruksi Gambar 7 Penggunaan Instruksi OR dan OR NOT Instruksi akan mempunyai kondisi eksekusi ON jika salah satu di antara tiga kontak ON. kontak pertama berkait dengan instruksi LOAD atau LOAD NOT dan sisanya adalah instruksi AND atau AND NOT.OPS. Diagram Ladder 0.01 OFF.01 00002 A ND TIM 000 00003 Instruksi Gambar 6 Penggunaan Instruksi AND dan AND NOT Instruksi OR dan OR NOT Jika dua atau lebih kontak terletak pada dua instruksi terpisah dan disambung paralel.01 T I M 000 Mneumonik Alamat I nstruksi Operand 00000 LD 0.00 I nstruksi 0. saat IR 0. dan AND.

04 Instruksi 0 . Hasil operasi ini menentukan kondisi eksekusi dengan meng-AND-kan status IR 0.04 000 05 I nstruksi Gambar 8 Kombinasi Instruksi AND dan OR Di sini AND terletak di antara statur IR 0. bit operand akan ON selama kondisi eksekusinya ON dan akan OFF selama kondisi eksekusinya OFF. Dengan instruksi OUTPUT.006 (2) A 31 . Perhatikan contoh berikut ini hingga yakin bahwa kode mneumonik meliputi alur logika yang sama dengan diagram ladder.Jika instruksi AND dan OR dikombinasikan pada diagram yang lebih rumit.01 untuk menentukan kondisi eksekusi dengan meng-ORkan status IR 0. Dengan instruksi OUTPUT NOT.02 000 03 A ND 0. b.03 yang selanjutnya menentukan kondisi eksekusi dengan meng-ANDkan kebalikan status IR 0.03 0.01 000 02 OR 0.03 000 04 A ND NO T 0. Istruksi ini digunakan untuk mengendalikan status bit operand sesuai dengan kondisi eksekusi.OPS.02 M ne um o nik Alam at In stru ks i Op e ra n d 000 00 L D 0.04. Modul Kode: PTL. Instruksi OUT dan OUT NOT Cara paling sederhana untuk meng-OUTPUT-kan kombinasi kondisi eksekusi adalah dengan meng-OUTPUT-kan langsung menggunakan instruksi OUTPUT dan OUTPUT NOT.00 0.00 000 01 A ND 0.0 3 0 . bit operand akan ON selama kondisi eksekusinya OFF dan akan OFF selama kondisi eksekusinya ON. D ia gra m L adde r 0 . mereka dapat dipandang secara individual di mana tiap instruksi menampilkan operasi logika pada kondisi eksekusi dan status bit operand.02.00 dan status IR 0.

0 1 Gambar 9 Penggunaan Instruksi OUTPUT dan OUTPUT NOT Pada contoh di atas. Instruksi END (01) Instruksi terakihir yang diperlukan untuk melengkapi suatu program adalah instruksi END.00 dan IR 0.01 akan OFF selama IR 0. tetapi intruksi setelah instruksi END pertama tidak akan diekseksekusi. Nomor yang mengikuti instruksi END dalam kode mneumonik adalah kode fungsinya.00 akan ON jika IR 0. ia mengeksekusi semua instruksi hingga instruksi END pertama sebelum kembali ke awal program dan memulai eksekusi lagi. IR 10. c.0 1 0 0 0 0 3 O U T N O T 1 0 .0 0 00002 LD 0 .00 dan IR 10. Jika dalam program tidak ada instruksi END. Meskipun instruksi END dapat ditempatkan sembarang titik dalam program.01 ON.006 (2) A 32 .OPS. yang digunakan saat memasukkan instruksi ke dalam PLC menggunakan konsol pemrogram. Saat PLC menscan program. program tersebut tidak akan dieksekusi. Instruksi END tidak memerlukan operand dan tidak boleh ada kontak ditempatkan pada garis instruksi yang sama.0 0 1 0 .1 0 .0 0 00001 O UT 1 0 .00 ON dan IR 10. Modul Kode: PTL.0 1 A la m a t In s t r u k s i O p e r a n d 00000 LD 0 .01 merupakan bit input dan IR 10.01 merupakan bit output yang ditetapkan untuk peralatan yang dikendalikan PLC. Di sini IR 0.0 0 1 0 .0 0 1 0 .

AND NOT. Perbedaannya adalah bahwa instruksi AND. sedangkan instruksi blok logika yang terdiri dari instruksi AND LOAD dan OR LOAD mengkombinasikan kondisi eksekusi dengan kondisi eksekusi terakhir yang belum digunakan. Instruksi Blok Logika Jika rangkaian logika tidak dapat diwujudkan dengan instruksi AND. Diagram Ladder 0.01 0.02 0. OR. Instruksi blok logika tidak diperlukan dalam program diagram ladder.02 Instruksi 0.0 0 0 .00 0.03 Mneum onik Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 Instruksi LD OR LD NOT OR AND LD I nstruksi Operand 0.0 1 0 0 0 0 2In s truk s i 0 0 0 0 3E N D (0 1 ) Gambar 10 Penggunaan Instruksi END(01) d. OR.0 0 0 0 0 0 1A N D N O T0 . tetapi diperlukan hanya pada program mneumonik.03 Modul Kode: PTL.01 0. AND NOT.0 1 Ins tru k s i E N D (0 1 ) M n e u m o n ik A la m a t In s tru k s iO p e ra n d 0 0 0 0 0L D 0 .006 (2) A 33 .00 0. dan OR NOT mengkombinasikan antar kondisi eksekusi dengan suatu bit operand. maka perlu menggunakan instruksi blok logika. Instruksi AND LOAD Instruksi AND LOAD meng-AND-kan kondisi eksekusi yang dihasilkan oleh dua blok logika. atau OR NOT saja.D ia g ra m L a d d e r 0 .OPS.

Kondisi eksekusi akan dihasilkan untuk instruksi pada sisi kanan.01 0. garis instruksi terakhir berisi satu kontak lagi yang merupakan instruksi AND terhadap IR 0. Pada contoh di bawah ini.02 0.0 3 In s tru ks i M n e u m o n ik Ala m a t In s tr u k s i O p e r a n d 00000 LD 0 .006 (2) A 34 .02 dan IR 0.0 2 0 . Diagram Ladder 0.0 0 0 0 0 0 1 O R N O T 0 . masing-masing dikode secara berurutan mengikuti kondisi eksekusi terakhir pada garis instruksi. atau saat IR 0.03 Gambar 12 Penggunaan Instruksi OR LOAD e. Diagram di bawah ini memerlukan instruksi OR LOAD antara blok logika atas dan blok logika bawah.03.00 0.Gambar 11 Penggunaan Instruksi AND LOAD Instruksi OR LOAD Instruksi OR LOAD meng-OR-kan kondisi eksekusi yang dihasilkan oleh dua blok logika.02 0. D ia g ra m L a d d e r 0 .OPS.03 Mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 Instruksi LD AND NOT LD ND OR LD I nstruksi Operand 0.0 0 In s tru ks i 0 .00 ON dan IR 0.0 2 0 0 0 0 3 In s tru ks i 1 0 0 0 0 4 In s tru ks i 2 0 0 0 0 5 AN D 0 0 0 0 6 I nstruksi 3 Modul Kode: PTL.00 0.0 1 In s tru ks i 0 .01 Instruksi 0.0 1 00002 O R 0 . baik saat IR 0. Mengkode Instruksi Sisi Kanan Ganda Jika terdapat lebih dari satu instruksi sisi kanan dengan kondisi eksekusi yang sama.01 OFF.03 keduanya ON.

Gambar 13 Mengkode Instruksi Sisi Kanan Ganda f. Kondisi eksekusi ini kemudian dikembalikan setelah mengeksekusi instruksi sisi kanan dengan menggunakan bit TR yang sama sebagai operand dari instruksi LOAD. Penyimpanan kondisi eksekusi pada titik cabang menggunakan bit TR sebagai operand dari instruksi OUTPUT.OPS. bit TR mengembalikan kondisi eksekusi yang telah disimpan. Jika program dibuat dalam bentuk diagram ladder. kondisi eksekusi untuk instruksi yang pertama tidak sama dengan kondisi pada titik cabang sehingga untuk mengeksekusi instruksi berikutnya menggunakan kondisi eksekusi titik cabang dan kontak lain setelah titik cabang tersebut.006 (2) A 35 . tidak perlu memperhatikan bit TR karena bit TR hanya relevan pada pemrograman bentuk mneumonik. Jika ada kontak pada garis instruksi setelah titik cabang. Misalkan suatu bit TR ditempatkan pada suatu titik cabang. Hal ini dipertahankan karena garis instruksi dieksekusi menuju ke instruksi sisi kanan sebelum kembali ke titik cabang untuk mengeksekusi instruksi lainnya. Terdapat delapan bit TR. kondisi eksekusinya akan disimpan pada bit TR tersebut. Jika kembali ke titik cabang. Penggunaan Bit TR Bit TR (Temporarily Relay) digunakan untuk mempertahankan kondisi eksekusi pada garis instruksi bercabang. yaitu TR0 sampai dengan TR7 yang dapat digunakan untuk mempertahankan kondisi eksekusi sementara. Modul Kode: PTL.

00 10.00 00006 LD NOT TR1 00007 AND 0.0 1 Gambar 14 Penggunaan Bit TR Contoh berikut ini menunjukkan penggunaan dua bit TR yaitu TR0 dan TR1 pada sebuah program.0 2 00006 UT O 1 0 .0 0 0 0 0 0 4 D N O TTR 0 L 00005 ND A 0 .00 00001 OUT TR0 00002 AND 0.04 00011 OUT 10.0 0 0 .01 0.0 2 1 0 . Penggunaan Bit Kerja (Internal Relay) Dalam pemrograman.02 0.03 0.02 00005 OUT 10.00 0.03 00008 OUT 10.0 0 L 00001 UT O TR 0 00002 ND A 0 .02 Alamat I nstruksi Operand 00000 LD NOT 0.0 1 A la m a Itn s t r u k O ip e r a n d s 0 0 0 0 0 D N O T 0 .OPS.0 .0 1 00003 UT O 1 0 . mengkombinasikan kondisi untuk menghasilkan kondisi eksekusi secara langsung sering sangat Modul Kode: PTL.0 1 0 .01 00003 OUT TR1 00004 AND 0.006 (2) A 36 . 0.02 Gambar 15 Penggunaan Dua Bit TR g.04 10.01 00009 LD NOT TR0 00010 AND 0.0 0 1 0 .01 10.

00 00005 LD 216.00.00 00009 LD 216.04 0. dan KEEP.03 216. Kemudian IR 216.02.05 00008 OUT 200.01 0.04 00011 AND 0. dan IR 0. IR 0.OPS.01 Modul Kode: PTL.04 00007 AND NOT 0. OUTPUT NOT. Kesulitan ini dapat siatasi dengan mudah menggunakan bit kerja untuk mentriger instruksi lain secara tidak langsung. DIFERENTIATE UP.00 dikombinasikan dengan kontak lain untuk menentukan kondisi output untuk IR 200.00 dan IR 200.00 00001 AND NOT 0. Bit input/output dan bit yang dialokasikan untuk keperluan tertentu tidak dapat digunakan sebagai bit kerja.00 200.01 00002 OR 0. Pada contoh berikut ini IR 0. kemudian digunakan sebagai kondisi yang menentukan bagaimana instruksi lain dieksekusi.02 00003 OR NOT 0.05 216.00. Bit kerja tidak ditransfer dari atau ke dalam PLC.00 00010 OR NOT 0.00 0.00 200.01 AlamatI nstruksi Operand 00000 LD 0. Bit kerja juga dapat digunakan untuk menyederhanakan program saat kombinasi kondisi tertentu digunakan berulangulang. 0.01.00 0. IR 0. Bit kerja sering digunakan sebagai operand untuk salah satu instruksi OUTPUT.sulit. Jika mengalami kesulitan pada pemrograman suatu program pengendalian pertimbangan pertama harus diberikan pada bit kerja untuk menyederhanakan program. DIFERENTIATE DOWN.02 0. Semua bit pada daerah IR yang tidak dialokasikan sebagai bit input/output dan bit pada daerah AR (Auxilary Relay) dapa digunakan sebagai bit kerja.06 0.00 00006 AND 0.03 00004 OUT 216.04 216.00 0.03 dikombinasikan pada blok logika yang menyimpan kondisi eksekusinya sebagai status IR 216.06 00012 OUT 200.006 (2) A 37 .01.

Ia memerlukan dua operand yang terletak pada dua baris instruksi. instruksi Timer terletak dalam satu alamat. Meskipun demikian. terdapat 128 nomor.OPS. Jika channel daerah IR sebagai unit input dimasukkan sebagai alamat channel. Instruksi Timer Instruksi Timer digunakan untuk operasi tunda waktu. sekali nomor Timer/Counter telah digunakan. ia tidak boleh digunakan untuk instruksi Timer/Counter yang lain. nomor timer sebagai operand suatu kontak dapat digunakan sebanyak yang diperlukan. yaitu bilangan desimal yang dikode biner. Nomor Timer/ Counter hanya boleh digunakan sekali.Gambar 16 Penggunaan Bit Kerja h. Timer/ Counter yang disambung dengan cara ini hanya dapat diset dari luar dalam mode MONITOR atau RUN. Penulisan SV harus diawali dengan tanda #. termasuk yang diset dari luar harus dalam BCD (Binary Coded Decimal). tidak diperlukan awalan apapun untuk menyatakan nomor timer. yaitu baris pertama untuk nomor timer dan yug kedua untuk settig waktu (SV = Set Value). Maksudnya. PLC OMRON CPM1A. Semua SV. Tetapi. yaitu dari 000 sampai dengan 127.006 (2) A 38 . SV dapat berupa konstanta atau alamat channel/words. jika nomor timer sebagai operand suatu kontak harus diberi awalan TIM. unit input ini harus disambung sedemikian sehingga SV dapat diset dari luar. Tetapi. Banyaknya nomor Timer/Counter bergantung kepada tipe PLC. Nomor Timer dipakai bersama untuk nomor Counter. Misalnya. Modul Kode: PTL.

Jadi. maka bit pulsa clock pada daerah SR untuk mencacah Counter yang menghasilkan Timer menggunakan instruksi Counter. SV mempunyai harga antara 0000 sampai dengan 9999 (BCD) dalam satuan deci-detik. akan muncul pesan kesalahan. yaitu tanda yang menunjukkan hitungan waktu telah berakhir. dan saat terjadi pemutusan daya. Jika kondisi eksekusi lebh lama daripada SV.Simbol Timer TIM N #SV N : Nomor Timer/ Counter SV : Set Value dalam BCD Diagram Waktu on kondisi eksekusi off SV SV Gambar 17 Diagram Waktu Instruksi Timer Timer bekerja saat kondisi eksekusinya beralih ke on dan direset (ke SV) saat kondisi eksekusinya beralih ke off. Jika dikehendaki timer tidak reset oleh dua keadaan tersebut. Jika SV dinyatakan tidak dalam BCD. maka nilai SV harus 100.006 (2) A 39 . b. Di bawah ini diberikan program-program penerapan timer. misalnya menghendaki 10 detik. tetap on hingga Timer direset. Timer akan reset jika trletak pada bagian program interlock saat kondisi eksekusi instruksi interlock (IL) off. Tunda on (1) Modul Kode: PTL.OPS. completion flag.

maka completion flag tetap off dan output 10.00) on.00 Gambar 19 Program Tunda On (2) d.00 200.00 200.00 juga tetap off.00 Operand 0.00 200.00 #050 00002 LD TIM 000 00003 OUT 10.00 Gambar 18 Program Tunda On Jika kondisi eksekusi timer (hanya ditentukan oleh kontak 0. Jika lama kontak 0.00 Alamat I nstruksi Operand 00000 LD 0. gunakan bit kerja untuk mengendalikan timer secara tidak langsung seperti ditunjukkan pada program berikut ini.00 000 #050 TIM 000 10.OPS.00 on.00 hanya on sesaat. Lima detik kemudian (completion flag timer on) kontak TIM 000 on hingga selanjutnya output 10.00 TIM 000 #050 TIM000 10.00 00001 TI M 0. Tunda on dan off Modul Kode: PTL.00 on lebih pendek daripada SV.0.006 (2) A 40 .00 TIM 000 #050 Alamat I nstruksi 00000 LD 00001 OR 00002 OUT 00003 TI M 00004 LD 00005 OUT TI M000 10. maka timer aktif. c.00 Tunda on (2) 200. Agar dapat aktif meskipun kontak 0. 0.

00 200. pada gambar A di bawah ini diperlukan instruksi OR LOAD.006 (2) A 41 . Misalnya.00 TIM 001 #050 TI M001 TI M002 10. 3) Tiap garis instruksi harus memiliki sedikitnya satu kondisi yang menentukan eksekusi instruksi sisi kanan.00 10. 2) Diantara dua garis instruksi tidak boleh ada kondisi yang melintas secara vertikal. kecuali untuk instruksi END(01).00 TI M002 200.0. 4) Dalam merancang diagram ladder harus memperhatikan kemungkinan instruksi yang diperlukan untuk memasukannya. Peringatan dalam pemrograman Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam merancang program kendali.00 00004 TI M 001 #050 00005 LD NOT TI M 001 00006 OR 10. ILC(03) dan JME(05).00 00009 TI M 002 #050 Gambar 20 Program Tunda On & Off 5.00 00007 AND NOT TI M 002 00008 OUT 10.OPS. perlu diingat hal-hal sebagai berikut: 1) Jumlah kondisi (kontak) yang digunakan seri atau paralel dan juga banyaknya perulangan penggunaan suatu bit tak terbatas sepanjang kapasitas memori PLC tidak dilampaui.00 TIM 002 #050 Alamat I nstruksi Operand 00000 LD 0.00 00002 AND NOT TI M 002 00003 OUT 200.00 00001 OR 200. Hal ini dapat dihindari dengan menggambar ulang diagram ladder seperti gambar B. Modul Kode: PTL.

02 10. Eksekusi program Saat eksekusi program. b. Ingat bahwa garis instruksi berakhir pd instruksi terminal sisi kanan. dan mengeksekusi semua instruksi. Menguraikan urutan kendali Pembuatan program diawali dengan penguraian urutan kendali. gambar-gambar. setelah itu baru mengeksekusi garis instruksi bercabang ke instruksi terminal yang lain.01 0. Langkah-langkah pembuatan program Untuk membuat program kendali PLC ditempuh melalui langkahlangkah sistematis sebagi berikut: a.00 Gambar 21 Penyederhanaan Program Logika 6. Eksekusi program semata-mata merupakan salah satu tugas yang dilakukan oleh PLC sebagai bagian dari waktu siklus.00 Diagram B Alamat 00000 00001 00002 00003 Instruksi LD AND OR OUT Operand 0.01 0. Ini dapat dibuat dengan menggunakan kalimatkalimat logika.006 (2) A 42 .00 0.00 0. Bit operand untuk peralatan input/ output mengacu pada daerah memori PLC yang digunakan. diagram waktu.00 0. Menetapkan bit operand untuk peralatan input/ output.00 Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 Instruksi LD LD AND OR LD OUT Operand 0. PLC men-scan program dari atas ke bawah. Instruksi harus ditempatkan dengan tepat.02 0.02 10. misalnya data yang dikehendaki dipindahkan ke words sebelum words tersebut digunakan sebagai operand instruksi. atau bagan alir (flow chart).01 0.02 Diagram A 10.0.00 0.00 10. 7. Bit operand dapat dipilih secara bebas sejauh berada pada jangkah daerah memori Modul Kode: PTL. mengecek semua kondisi.OPS.01 0.

hanya ada beberapa prinsip operasi motor induksi yaitu :      Operasi Operasi Operasi Operasi Operasi motor satu arah putaran motor dua arah putaran motor dua kecepatan motor start bintang segitiga beberapa motor kendali kerja berurutan a. motor berputar searah jarum jam. motor berhenti berputar. motor tetap berputar dalam arah yang sama. Penetapan Bit I/O No Alat Bit Fungsi Modul Kode: PTL. Membuat program kendali Program kendali PLC dapat dibuat dengan diagram ladder atau kode mneumonik. kemudian tetapkan bit operandnya. Pemilihan tipe program sesuai dengan jenis alat pemrogram yang akan digunakan untuk memasukkan program ke dalam PLC. Tetapi. Tetapi. Jika tombol Stop ditekan. Jika diguinakan komputer pilihlah diagram ladder dan jika digunakan konsol pemrogram gunakan kode mneumonik.006 (2) A 43 . Program Kendali Motor Terdapat berbagai macam operasi motor induksi. suatu motor yang paling banyak digunakan sebagai penggerak mesin industri. Perbandingan jumlah bit input dan output pada umumnya 3 : 2.yang dalokasikan. Inventarisir semua peralatan input dan output yang akan disambung ke PLC. 8.OPS. c. penggunaan secara bebas sering menjadikan ketidak-konsistenan sehingga menjadikan program kendali keliru. Misalnya PLC dengan I/O 10 memiliki bit input sejumlah 6 dan bit output 4. dan jika kemudian tombol Start dilepaskan1). Jumlah bit oprand yang tersedia bergantung kepada tipe PLC yang dispesifikasikan menurut jumlah input-outputnya. Program Kendali Motor Satu arah Putaran Urutan Kendali Motor Jika tombol Start ditekan. Oleh sebab itulah penggunaan bit operand harus ditetapkan sebelum program dibuat.

00 END(01) Mneumonik 10. untuk motor berdaya cukup dengan arus nominal diatas kemampuan PLC harus menggunakan kontaktor sebagai penghubung motor ke jaringan. Modul Kode: PTL.006 (2) A 44 . Tetapi.00 0.OPS. motor berputar berlawanan arah jarum jam.01 10. secara umum operasi menjalankan motor adalah dengan menekan tombol Start dan jika kemudian tombol ini dilepas motor akan tetap berputar. 2) Motor berdaya kecil dapat disambung langsung ke PLC. selanjutnya untuk menjalankan motor cukup disebutkan dengan menekan tombol Start saja. Program Kendali Motor Dua Arah Putaran Urutan Kendali Motor Jika tombol Forward (FWD) ditekan. Maka. Program Kendali PLC Diagram Ladder 0.00 0.00 Menghentikan operasi motor Menjalankan motor Menghubungkan motor ke jaringan Keterangan : 1) Kecuali untuk operasi yang sangat khusus. Tombol STOP digunakan untuk menghentikan operasi motor setia saat.01 10.input/outpu t 1 2 3 Tombol Stop Tombol Start Kontaktor2) operan d 0.00 Alamat 00000 00001 00002 00003 Instruksi LD OR AND NOT END(01) Operand 0.00 Gambar 22 Program Kendali Motor Satu Arah Putaran b. motor berputar searah jarum jam dan jika yang ditekan tombol Reverse (REV).00 0.01 10.

00 0.01 10.02 10.00 TR0 0.00 0.01 Fungsi Menghentikan operasi motor Menjalankan motor searah jarum jam Menjalankan motor berlawanan arh jarum jam Kontaktor putaran searah jarum jam Kontaktor putaran berlawanan arh jarum jam Program Kendali PLC Diagram Ladder 0.006 (2) A 45 .00 0.02 10.00 10.01 10.02 10.00 Mneumonik Alamat I nstruksi 00000 LD NOT 00001 OUT 00002 LD 00003 OR 00004 AND LD 00005 AND NOT 00006 OUT 00007 LD 00008 LD 00009 OR 00010 AND LD 00011 AND NOT 00012 OUT 00013 END(01) Operand 0.01 10 TR0 0.01 END(01) Gambar 23 Program Kendali Motor Dua Arah Putaran c.01 10.01 10.01 10.OPS.01 0.00 10.Penetapan Bit I/O No 1 2 3 4 5 Alat input/outpu t Tombol Stop Tombol Fwd Tombol Rev Kontaktor K1 Kontaktor K2 Bit operan d 0. Program Kendali Motor Dua Kecepatan Modul Kode: PTL.01 10.00 10.00 10.

006 (2) A 46 . Penetapan Bit I/O No 1 2 3 4 5 6 Alat input/outpu t Tombol Stop Tombol Low Speed Tombol High Speed Kontaktor K1 Kontaktor K2 Kontaktor K3 Bit operan d 0.01 0.00 0. Motor tidak dapat distart langsung pada kecepatan tinggi dan pada kecepatan tinggi motor tidak dapat dipindahkan ke kecepatan rendah.OPS.01 10.02 10.00 10.Urutan Kendali Motor Jika tombol LOW ditekan. dan jika kemudian tombol High ditekan motor berputar dalam kecepatan tinggi. motor berputar dalam kecepatan rendah. Tombol Stop untuk menghentikan operasi motor.00 Fungsi Menghentikan operasi motor Menjalankan motor kecepatan rendah Menjalankan motor kecepatan tinggi Kontaktor kecepatan rendah Kontaktor kecepatan tinggi Kontaktor kecepatan tinggi Program Kendali PLC Modul Kode: PTL.

00 00009 LD T R0 00010 LD 10.02 00008 OUT 10.00 0.00 00014 AND 0.00 200.01 Fungsi Menghentikan operasi motor Menjalankan motor Modul Kode: PTL.01 00004 AND LD 00005 AND NOT 0.Diagram Ladder 0. Tombol Stop untuk menghentikan operasi motor setiap saat.01 00007 AND NOT 10.00 10.02 00006 AND NOT 10.01 00017 OUT 10.00 00016 OUT 10.00 10.01 10. Penetapan Bit I/O No 1 2 Alat input/outpu t Tombol Stop Tombol Start Bit operan d 0. motor berputar dalam sambungan bintang. Program Kendali Motor Sistem Start Bintang Segitiga Urutan Kendali Motor Jika tombol Start ditekan.00 0.00 00012 AND LD 00013 OUT 200.006 (2) A 47 .01 10.OPS.00 10. motor berputar dalam sambungan segitiga.02 10.02 00018 END(01) E ND(01) Gambar 24 Program Kendali Motor Dua Kecepatan d.02 10.00 0. Lima detik kemudian.01 0.01 00003 OR 10.02 Mneumonik Alamat I nstruksiOperand 00000 LD NOT 0.00 200.00 00001 OUT T R0 00002 LD 0.02 10.00 00011 OR 200.02 00015 AND NOT 10.

02T I M000 10. pemrogram harus memahami struktur daerah memori PLC yang akan digunakan.01 00011 OR 10.01 10. Pemilihan tipe program ditentukan oleh alat pemrogram yang akan digunakan.01 10.01 10.02 Kontaktor utama Kontaktor bintang Kontaktor segitiga Program Kendali PLC Diagram Ladder 0.00 00016 AND NOT 10. Gambar 25 Program Kendali Motor Start Bintang Segitiga Rangkuman Program kendali PLC terdiri atas tiga unsur yaitu alamat.006 (2) A 48 . Daerah memori PLC berbeda-beda sesuai dengan tipe PLC. 3.00 0.02 00006 AND NOT TI M000 00007 #050 00008 OUT 10.01 00017 OUT 10. 2.00 10. 1.00 10.02 E ND(01) c. Program PLC dapat dibuat dengan diagram ladder atau kode mneumonik.00 00001 OUT TR0 00002 LD 0.OPS.3 4 5 Kontaktor K1 Kontaktor K2 Kontaktor K3 10.00 00012 AND LD 00013 OUT 10.01 TIM 000 #050 Mneumonik Alamat I nstruksi Operand 00000 LD NOT 0. instruksi dan operand.01 10.01 10.00 00014 LD TR0 00015 AND 10.00 10.02 00018 END(01) 10.01 00009 LD TR0 00010 LD 10.01 00004 AND LD 00005 AND NOT 10.01 00003 OR 10. Modul Kode: PTL.00 10. Untuk dapat membuat program kendali PLC.

operasi dua arah putaran. baru membuat program. Memahami instruksi pemrograman memegang peranan paling penting dalam pembuatan program kendali. d. yaitu mendeskripsikan sistem kendali. menetapkan operand untuk alat input/ output. Terdeapat banyak sekali instruksi pemrograman. 8. untuk operasi motor induksi. Pada diagram ladder ini berarti program dikesekusi mulai dari atas ke bawah bila garis instruksi bercabang. 7. operasi dua kecepatan. secara prinsip hanya ada beberapa operasi motor yaitu operasi motor satu arah putaran. tetapi tidak semua instruksi dapat duterapkan pada semua tipe PLC. Modul Kode: PTL. operasi dengan start bintang segitiga. Tetapi. tugas 5. Program dieksekusi dengan menscan mulai dari alamat terendah hingga ke alamat tertinggi yaitu instruksi END.006 (2) A 49 . suatu motor yang paling banyak digunakan sebagai penggerak mesin. dan kemudian ke kanan hingga mengeksekusi instruksi sisi kanan.4. 6. Buatlah program kendali PLC untuk operasi motor sbb: Motor II hanya dapat dioperasikan setelah motor I hanya dapat dimatikan setelah motor II mati. operasi berurutan dan operasi bergantian. Setiap program selalu diawali dengan instruksi LOAD dan diakhiri dengan instruksi END. Pembuatan program PLC harus dilakukan secara sistematis.OPS. Banyak sekali variasi program kendali motor sebagai penggerak mesin. Tanpa instruksi END program tidak dapat dieksekusi.

Sebutkan contoh instruksi yang tidak memerlukan kondisi! 13.006 (2) A 50 .01 0.00 0. Apa yang dimaksud dengan program? Sebutkan dua macam bentuk program kendali PLC! Sebutkan unsur-unsur sebuah program! Apa yang dimaksud dengan instruksi sisi kiri? Sebutkan enam macam instruksi diagram ladder! Bilamana instruksi blok logika diperlukan dalam pembuatan program? 7. 2. Apa yang dimaksud dengan SV (Set Value)? 10. Tes Formatif 1.Konversikan diagram ladder berikut ini menjadi kode mneumonik! 0.Apa tujuan suatu instruksi ditulis menggunakan kode fungsi? 11. Bilamana bit TR digunakan dalam pembuatan program? 8.OPS. 5. 6.Konversikan program mneumonik berikut ini menjadi program diagram ladder! Modul Kode: PTL.Mengapa bit operand untuk perlatan I/O harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum membuat diagram ladder? 14. Instruksi manakah yang digunakan untuk operasi penundaan waktu? 9.Sebutkan contoh instruksi yang tidak memerlukan operand! 12.02 10.01 15.E. 3. 4.00 10.

01 10.00 001 #050 Modul Kode: PTL.00 TIM 000 10.00 TR0 0.006 (2) A 51 .01 10.OPS.Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 00007 00008 Instruksi LD NOT OUT LD OR OR AND LD AND NOT OUT TIM Operand 0.

4. 8.Konversikan program mneumonik berikut ini menjadi program diagram ladder! 0. 7.00 TR 0 0.00 TIM004 TIM001 10. LOAD.Konversikan diagram ladder berikut ini menjadi kode mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 Instruksi LD NOT OUT AND LD OUT LD NOT AND OUT Operand 0.END(01) 13. JME(05) 12. Bila garis instruksi bercabang. JMP(04).01 10. Timer 9.END(01). 10. Instruksi yang mengkondisikan instruksi lain di sisi kanan.F. ILC(03).02 10.00 0.OPS.00 TIM 001 #100 Modul Kode: PTL.01 15. Sederatan instruksi yang disusun secara berurutan. 2.006 (2) A 52 . Program diagram ladder dan program mneumonik Alamat. OR NOT Bila program tidak dapat diwujudkan hanya oleh instruksi diagram ladder. OR. AND. 6.01 10.Jawaban Tes Formatif 1. AND NOT. dan operand. Setelan waktu untuk Timer. 11. instruksi. LOAD NOT.00 TR 0 0.Agar operand untuk peralatan I/O konsisten. IL(02).Untuk memasukkan instruksi yang tidak tersedia tombolnya pada Konsol Pemrogram. 14. 3. 5.

a.Kegiatan Belajar 3 MEMASUKKAN PROGRAM KE DALAM PLC a.006 (2) A 53 . menghapus memori. Modul Kode: PTL. Menulis/memasukkan program ke dalam PLC Uraian Materi 1. Jenis-Jenis Alat Pemrogram Ada beberapa jenis alat untuk memasukkan program ke dalam PLC yaitu komputer yang dilengkapi dengan software b. 2. MONITOR. atau mengecek kesalahan program. Status operasi PLC dapat dimonitor dari peralatan pemrogram. Pada mode ini. tetapi bit tdk dapat di paksa set/ reset dan SV/PV timer dan counter tidak dapat diubah. Mode RUN digunakan untuk menjalankan program. dan mengedit program online. 2. Mode Operasi PLC Operasi PLC dikategorikan dalam tiga mode yaitu: PROGRAM. Mode MONITOR digunakan menguji operasi sistem. merubah SV (Set Value) dan PV (Present Value) timer dan counter.OPS. Menggunakan software CX-Programmer untuk: Membuat program diagram ladder Mentransfer program ke dalam PLC Menggunakan Konsol Pemrogram untuk: a. seperti memonitor status operasi. Tujuan Pembelajaran Setelah pemelajaran siswa dapat: 1. Mode PROGRAM digunakan untuk membuat dan mengedit program. dan RUN. b. program tidak dapat dieksekusi/ dijalankan. Pilihan mode operasi harus dipilih dengan tepat sesuai dengan aktifitas dalam sistem kendali PLC. merubah data kata. Menghapus memori c. Memasukkan password b. melaksanakan instruksi force set dan force reset bit I/O.

OPS. 3. Konsol Pemrogram. dan Programmable Terminal. Sambungan Alat Pemrogram PLC dapat disambung ke Konsol Pemrogram atau komputer dengan software ladder seperti CX-Programmer. PLC akan otomatis berkomunikasi dengan Konsol Pemrogram tanpa memandang metode komunikasi yang dipilih pada saklar komunikasi PLC. atau Syswin. Komputer dapat disambung ke port peripheral atau port RS-232C PLC.006 (2) A 54 . Sambungan Konsol Pemrogram Hubungkan Konsol Pemrogram ke port peripheral PLC. Sambungan Komunikasi Host Link Komunikasi Host Link adalah komunikasi antara PLC dan komputer yang didalamnya diinstal software ladder. tetapi Konsol Pemrogram hanya dapat memasukkan program dalam bentuk kode mneumonik. Port peripheral dapat beroperasi dalam mode Host Link atau mode peripheral bus. Gambar 26 Sambungan Konsol Pemrogram b. Programmable Terminal. program yang dimasukkan ke dalam PLC dapat berbentuk diagram ladder atau kode mneumonik. Konsol Pemrogram tidak dapat disambung ke port RS-232C.ladder misalnya CX-Programmer. SSS (Sysmac Support Software). a. dan Dengan software ladder CX-Programmer. Port RS-232C beroperasi hanya dalam mode Host Link Modul Kode: PTL.

Gambar 28 Sambungan komunikasi NT Link 4.OPS.006 (2) A 55 . Pada Link NT 1:1. PLC dapat disambung langsung ke Programmable Terminal yang disambung ke port RS-232C.Komputer dapat disambung ke port peripheral PLC dengan adapter RS. Ia beroperasi di bawah sistem operasi Windows. Gambar 27 Sambungan komunikasi Host Link c.232C : CQM1-CIF02 atau CPM1-CIF01. Memasukkan Program Menggunakan CX-Programmer CX Programmer adalah software ladder untuk PLC merk OMRON. Ia tidak dapat disambung ke port peripheral. oleh sebab itu pemakai software ini diharapkan sudah familier dengan Modul Kode: PTL. Sambungan Komunikasi NT Link Komunikasi NT Link adalah komunikasi antara PLC dan Programmable Terminal.

Klik tombol Start > Program > OMRON > CXProgrammer > CX. menutup file. Berikut ini ditunjukkan cara umum menjalankan software dalam sistem operasi Windows. menyimpan file. membuka file.sistem operasi Windows antara lain untuk menjalankan software program aplikasi.Programmer. membuat file. Menjalankan CX Programmer Ada banyak cara untuk menjalankan suatu software termasuk CX Programmer. Ada beberapa persyaratan minimum yang harus dipenuhi untuk bisa mengoperasikan CX Programmer secara optimal yaitu: Komputer IBM PC/AT kompatibel CPU Pentium I minimal 133 MHz RAM 32 Mega bytes Hard disk dengan ruang kosong kurang lebih 100 MB Monitor SVGA dengan resolusi 800 x 600 a. dan keluar dari (menutup) software program.OPS. Akan tampil Layar CX Programmer sebagai berikut: Modul Kode: PTL.006 (2) A 56 . mencetak file.

006 (2) A 57 .Gambar 29 Layar interface utama Ada beberapa menu/command yang perlu diketahui pada layar CX-Programmer utama yaitu: Menu/Command File>New File>Open File>Exit View>Toolbar Tool>Option Help Topic Help Content Membuka file Keluar dari CX-Programmer Menampilkan/ menyembunyikan toolbar Mengatur beberapa opsi : Meminta penjelasan menurut topik Meminta penjelasan menurut isi Fungsi Membuat file baru b. Membuat file baru Modul Kode: PTL.OPS.

klik tanda  untuk memilih tipe PLC yang akan digunakan.Klik File.006 (2) A 58 . Kotak dialog Change PLC ditampilkan Gambar 30 Kotak dialog merubah PLC Pada kotak Device Type. Kemudian klik Setting untuk memilih jumlah input/output PLC. New untuk membuat file baru.OPS. Kotak dialog Device Type Setting ditampilkan. Gambar 31 Kotak dialog Device Type Setting Modul Kode: PTL.

Kembali ke kotak dialog Change PLC. Layar CX-Programmer ditampilkan.OPS.Pada General. Modul Kode: PTL.006 (2) A 59 . Project Workspace Output Ladder Diagram Gambar 32 Layar CX-Programmer Secara default ada tiga window tampil secara bersamaan. klik tand  untuk memilih jumlah I/O PLC. 2) Window Project Workspace Window Project Workspace (Ruang Kerja Proyek) menampilkan proyek sebagai struktur hierarkhi antara PLC dan rincian program. Symbols Global Menampilkan simbol global. CPU Type. pilih OK. Penjelasan beberapa obyek dalam struktur ini sebagai berikut: PLC Menampilkan dan menampilkan mode operasi PLC merubah tipe PLC. OK. Yang dimaksud symbols adalah operand dalam daerah memori PLC. yaitu: 1) Window diagram ladder Di sini. yaitu simbol yang digunakan secara umum untuk semua program. diagram ladder akan digambar.

Fungsi masing-masing toolbar dan shortcut ditunjukkan pada tabel berikut ini : Menu/ Comand Insert>Contact>Normally Open Insert>Contact>Normally Closed Insert>Vertical>Up Insert>Vertical>Down Insert>Horizontal Insert>Coil>Normally Open Toolba r Shortcut C / U V O Modul Kode: PTL.006 (2) A 60 .OPS. Section Menampilkan/ menyembunyikan tampilan diagram ladder. Pemakai juga dibebaskan untuk menggunakan operasi toolbar. Tetapi. dimana akan muncul tampilan warna merah pada bagian program yang salah. 3) Window Output Window output akan menampilkan kesalahan dalam menulis diagram ladder. atau shortcut keyboard. Kesalahan juga ditunjukkan secara langsung dalam window diagram ladder. Menggambar Diagram Ladder CX-Programmer membebaskan pemakai untuk membuat program dalam bentuk diagram ladder atau mneumonik. akan lebih baik menggunakan program diagram ladder. 9.Program Menampilkan nama program (proyek) Symbol Local Menampilkan simbol lokal. yaitu simbol yang digunakan hanya pada program yang sedang aktif.

1) Tempatkan kursor pada sel kiri atas. program ladder di bawah ini akan dibuat menggunakan CX-Programmer ! 0.006 (2) A 61 .00 END(01) Gambar 33 Program Diagram ladder Lakukan prosedur persiapan hingga tampil layar CXProgrammer seperti dijelaskan diatas. Klik Insert > Contact > Normally Open atau New Contact .00 10.Insert>Coil>Normally Closed Insert>Instruction Q I Misalnya. maka muncul kotak dialog Gambar 34 Kotak dialog New Contact Modul Kode: PTL.00 0.OPS.01 10.

ketik ‘1’ untuk menulis operand 0.00. ketik 7) Klik Insert > Vertical > Up atau diantara kontak NO 0. Begitu kursor berpindah ke rung baru. 2) Klik Insert > Contact > Normally Closed atau .Pada kotak Name or address. 8) Tekan tombol Esc untuk menon-aktifkan toolbar yang sedang aktif.OPS. Klik OK atau tekan Enter. 6) Klik Insert > Contact > Normally Open atau ‘1000’. ketik ‘0’ untuk menulis operand 0. Muncul kotak dialog Instruction sebagai berikut: Modul Kode: PTL. Pindahkan kursor ke awal rung baru dengan menggunakan tombol anak panah. . 5) Tekan Enter. Kursor berpindah ke awal baris baru.00. OK. Klik OK atau tekan Enter. diagram ladder secara otomatis mengembang ke kanan. 9) Klik Insert > Instruction untuk menulis instruksi lainnya.00. untuk menambah baris pada rung yang sama. 3) Klik Insert > Coil > Normally Open atau muncul kotak dialog New Coil : . Klik OK atau tekan Enter.01.006 (2) A 62 . Kursor akan bergeser ke kanan satu sel.01 dan kontak NC 0. maka Gambar 35 Kotak dialog New Coil 4) Ketik ‘1000’ untuk menulis operand 10.

. Pilih CX-Programmer Project Files. Misalkan file akan disimpan di floppy disk. 11) Klik pada kotak Save input untuk memilih tempat memori dimana file akan disimpan. Muncul kotak dialog Save CX-Programmer File. Pada kotak Save input type. maka pilih 3½ Floppy (A:).OPS. OK. tulis nama file. klik untuk memilih tipe file. misalnya ‘M1A’. Menyimpan File 10) Klik File Save atau untuk menyimpan file. Modul Kode: PTL.Gambar 36 Kotak dialog Instruction Ketik END pada kotak Instruction. file proyek telah disimpan dalam memori dan file ini dapat diakses setiap saat untuk ditindak-lanjuti. instruksi END mengembang ke kanan otomatis. 10. Seperti tadi.006 (2) A 63 . Pindahkan kursor ke rung baru.Pada kotak File Name. lalu klik Sekarang.

11. menyimpan file. memonitor program. Mentransfer program ke dalam PLC Operasi pemrograman PLC dibedakan menjadi operasi offline dan operasi online. lalu . Operasi transfer program hanya dapat dilakukan dalam mode operasi PROGRAM. Download adalah pemindahan program dari komputer ke PLC. Prosedur transfer program (Download) sebagai berikut : dari komputer ke PLC 1) Klik menu PLC > Work Online. Pada layar muncul pesan meminta konfirmasi untuk beralih ke operasi online. 14) Klik pada kotak file name untuk memilih nama-nama file yang ada pada memori.006 (2) A 64 . Latar belakang layar diagram ladder berubah menjadi gelap yang menunjukkan anda sedang berada pada operasi on-line. 13. misalnya membuat diagram ladder. dan menjalankan program. Membuka file proyek 13) Klik File>Open atau untuk membuka file yang pernah dibuat. 2) Klik menu PLC > Transfer > To PLC untuk mendown-load program. untuk beralih ke operasi online. ransfer program dibedakan menjadi dua yaitu: Download dan Upload. sedangkan upload adalah pemindahan program dari PLC ke komputer. Jika PLC tidak dalam mode ini. Muncul kotak dialog yang meminta penjelasan Modul Kode: PTL. CXProgrammer akan merubah mode secara otomatis. misalnya mentransfer program. maka file yang dipilih akan dibuka. Operasi offline adalah kegiatan pemrograman yang tidak memerlukan unit PLC. Klik pada kotak Save input tempat dimana file disimpan. Klik Yes untuk melanjutkan operasi. 15) Klik klik pada kotak file of type untuk memilih tipe file. Menutup File 12) Klik File> close untuk menutup file. Operasi online adalah kegiatan pemrograman yang tidak dapat dilakukan tanpa adanya unit PLC. 12.OPS.

Klik OK. Program yang dibuat dalam bentuk diagram ladder jika akan dimasukkan ke dalam PLC menggunakan Konsol Pemrogram harus dikonversi terlebih dahulu ke dalam bentuk mneumonik. dan sejumlah tombol yang terdiri atas: 16 buah tombol instruksi. Gambar 37 Download option Kotak dialog konfirmasi transfer program ditampilkan. Program anda sekarang sudah ada di PLC. Jika selesai. sekali Konsol Pemrogram disambung dengan PLC. Ada tiga bagian penting Konsol Pemrogram yaitu: layar LCD. Modul Kode: PTL. klik OK. ada informasi: Download successful.006 (2) A 65 . dan 10 buah tombol angka. Pada layar ditunjukkan operasi transfer program sedang berlangsung. Memasukkan Program Menggunakan Konsol Pemrogram Konsol Pemrogram hanya dapat memasukkan program yang dibuat dalam bentuk kode mneumonik. Konfirmasi ini penting karena perintah transfer program akan berpengaruh terhadap PLC yang disambung. 3) Klik Yes untuk melanjutkan operasi. Setelah dipilih.apa saja yang akan di transfer: program atau setting. 13 buah tombol fungsi.OPS. 5. atau keduanya. semua aktivitas penulisan ditransfer langsung ke dalam PLC. Hal ini karena PLC hanya mengerti program bentuk mneumonik. Berbeda dengan alat pemrogram software ladder. saklar pilih mode operasi.

PRO01E Layar LCD MONITOR PROGRAM RUN Saklar pilih Mode Operasi FUN AND SFT OR NOT SHI FT CNT LD OUT TI M TR LR HR Tom bol Instruksi DM CH « CONT # 7 4 1 0 8 5 2 9 6 3 CLR EXT CHG SRCH Tom bol Angka PLAY SET REC RESET DEL MONTR I NS   Tom bol Operasi VER WRI TE EAR MI C Gambar 38 Panel atas Konsol Pemrogram a. Tampilan mode (<PROGRAM>. Tekan CLR untuk Modul Kode: PTL.OPS. Operasi tombol tidak dapat dilakukan saat layar Konsol Pemrogram menampilkan mode operasi. saklar modenya dapat digunakan untuk merubah mode operasi PLC.006 (2) A 66 .<MONITOR>. atau <RUN>) akan muncul pada layar Konsol Pemrogram. harus dilakukan langkahlangkah persiapan sebagai berikut : 1) Merubah Mode Operasi Sekali Konsol Pemrogram telah disambung. Langkah Persiapan Sebelum mentrasfer program.

tekan tombol CLR>MONTR>CLR. PLC selalu meminta anda untuk memasukkan password saat daya pertama disambung atau Konsol Pemrogram dipasang saat PLC dalam mode operasi. Untuk memasukkan password.006 (2) A 67 . CLR <PROGRAM> PASSWORD! <PROGRAM> MO NTR 3) Menghapus Memori Modul Kode: PTL.OPS. tampilan sehingga operasi kunci dapat Jika Konsol Pemrogram tidak disambung. 2) Memasukkan Password PLC mempunyai password untuk menjaga akses yang tidak disengaja terhadap program. saat PLC di on kan ia akan berada pada mode RUN secara otomatis. Gambar 39 Mode operasi PLC Set saklar mode pada PROGRAM untuk memasukkan program ke dalam PLC.menghapus dilakukan.

01 10.00 0. Tekan CLR alamat awal berulang-ulang untuk membawa ke Tekan SET>NOT>RESET untuk memulai operasi. e. b. Alam at 00000 00001 00002 00003 00004 Instruksi LD OR AND NOT OUT END(01) O perand 0. 1) Menyisipkan Instruksi Modul Kode: PTL. program berikut akan dimasukkan ke dalam PLC menggunakan Konsol Pemrogram. Tekan tombol MONTR untuk menghapus memori. Menyunting Program Operasi ini terdiri atas operasi menyisipkan dan menghapus instruksi. Tekan tombol OR>1>0>0>0>WRITE Tekan tombol AND>NOT>1>WRITE Tekan tombol OUTPUT>1>0>0>0>WRITE Tekan tombol FUN>0>1>WRITE c. Tekan tombol LD>0>WRITE b. c.Lakukan selalu menghapus seluruh memori sebelum memasukkan program ke dalam PLC. Prosedur menghapus memori sebagai berikut : a. c. b. Memasukkan Program Misalnya.00 10.OPS. d. Ini hanya dapat dilakukan dalam mode operasi PROGRAM.006 (2) A 68 .00 Lakukan prosedur sebagai berikut: a.

INS> untuk untuk menyisipkan 2) Menghapus Instruksi Operasi menghapus instruksi digunakan saat satu atau lebih baris instruksi tidak diperlukan dalam program.00 Prosedur menghapus instruksi sebagai berikut: Modul Kode: PTL.01 10. Seharusnya Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 Instruksi LD OR AND NOT OUT END(01) Operand 0.00. Misalnya.00 harus disipkan pada alamat 00001.00 Tertulis Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 Instruksi LD AND NOT OUT END(01) Operand 0. maka harus dihapus.  Tekan tombol instruksi baru.00 10.  Tekan tombol OR>1>0>0>0 untuk menulis instruksi OR 10.00 Maka.00 0.01 10. dalam program berikut instruksi AND NOT 10. Prosedurnya sebagai berikut:  Tekan tombol CLR untuk membawa ke alamat awal.Menyisipkan instruksi diperlukan saat terjadi satu atau lebih baris instruksi terlewatkan saat memasukkan program ke dalam PLC.00 0.006 (2) A 69 .OPS.  Tekan tombol 1> untuk memasukkan alamat 00001.00 10.00 10.01 10.00 Tertulis Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 Instruksi LD OR AND NOT AND NOT OUT END(01) Operand 0.00 0. instruksi OR 10.01 pada alamat 00003 tidak diperlukan dalam program. ada perbedaan antara program yang seharusnya dan yang telah ditulis atau dimasukkan : Seharusnya Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 Instruksi LD OR AND NOT OUT END(01) Operand 0.01 10. Misalnya.01 10.00 0.

Ada tiga mode operasi PLC yaitu mode PROGRAM. dan RUN. menghapus memori. Rangkuman 1. Mode RUN digunakan untuk menjalankan program. Konsol Pemrogram. Mode MONITOR digunakan menguji operasi sistem. 3. Ada beberapa jenis alat pemrogram antara lain CX-Programmer.OPS. Memasukkan program ke dalam PLC menggunakan CXProgrammer melalui prosedur membuat diagram ladder. Tekan tombol CLR untuk membawa ke alamat awal. 4. C. program yang dimasukkan ke dalam PLC dapat berbentuk diagram ladder atau kode mneumonik.  Tekan tombol 3> untuk menulis alamat 00003  Tekan tombol DEL> untuk menghapus instruksi. Dengan software ladder CX-Programmer. atau mengecek kesalahan program. Modul Kode: PTL. 2. Mode PROGRAM digunakan untuk membuat dan mengedit program.006 (2) A 70 . MONITOR. dan Programmable Terminal. baru mentransfer program. tetapi Konsol Pemrogram hanya dapat memasukkan program dalam bentuk kode mneumonik.

Modul Kode: PTL.006 (2) A 71 . Menggambar garis vertikal ke atas f. Menggambar garis horisontal d. Menggambar instruksi END h. Apakah yang dimaksud dengan komunikasi Host Link? 5. Sebutkan lima syarat komputer untuk dapat digunakan mengoperasikan software CX-Programmer secara optimal! 6. Apakah perbedaan utama antara pemrograman PLC menggunakan software ladder dan menggunakan Konsol Pemrogram? 3. 9. Sebutkan tiga jenis alat yang digunakan untuk memprogram PLC! 2. Mentransfer program dari komputer ke PLC Apakah syarat-syarat untuk dapat mentransfer program dari komputer ke dalam PLC? Apakah yang dimaksud dengan down-load? Indikator apakah yang menunjukkan bahwa operasi transfer program telah berhasil? Apakah fungsi password pada Konsol Pemrogram? 7. Mengambar kontak NO b.OPS. 8. Sebutkan software komputer untuk memprogram PLC merk OMRON! 4. Sebutkan perintah standar dalam CX Programmer untuk: a.D. Beralih dari operasi offline ke online i. Menggambar kontak NC c. Menggambar kumparan g. Tes Formatif 1. Merubah mode operasi PLC j. Menggambar garis vertikal ke bawah e. 10.

insert > Contact > Normally Closed c. Modul Kode: PTL.OPS. Di layar komputer ada pesan ‘Download successfull’ 10.E. 3. 5. Komunikasi antara PLC dan komputer. Konsol Pemrogram. Insert > Vertical > Up f. Insert > Instruktion > ketik END 7. Saluran komunikasi data tersambung dan PLC dihubungkan ke catu daya. Mentransfer program dari komputer ke PLC 9. LSS. Contact. Komputer. Insert > Coil g. Membuat program ladder. CX-Programmer 4. Dengan software ladder program dapat dibuat dalam bentuk diagram ladder atau mneumonik tetapi dengan Konsol Pemrogram program harus dibuat dalam bentuk mneumonik.Untuk menjaga akss terhadap program yang tidak disengaja. Jawaban Tes Formatif 1. dan Programmable Terminal 2. Lima syarat komputer Komputer IBM PC/AT kompatibel CPU Pentium I minimal 133 MHz RAM 32 Mega bytes Hard disk dengan ruang kosong kurang lebih 100 MB Monitor SVGA dengan resolusi 800 x 600 6. Normally Open b. Insert > Horizontal d. Insert. mentransfer program ke dalam PLC a.006 (2) A 72 . Insert > Vertical > Down e. 8. SSS.

b. Kembali ke kotak dialog Change PLC. Klik OK. Modul Kode: PTL. Layar CX-Programmer ditampilkan. Pilih CPU10 kemudian klik OK.006 (2) A 73 . klik .F.00 a. CPU Type. Klik  pada kotak Device. Klik Setting. Komputer IBM/ PC/AT b. Klik File > New. Diskette 3.00 END(01) 1 buah 1 buah 0. Pada General. Kotak dialog Change PLC ditampilkan. Tunggu hingga proses booting selesai. Lembar Kerja Membuat Program Ladder Menggunakan CX-Programmer 1) Alat dan Bahan a.00 10.44 MB 2) Langkah Kerja Operasi Persiapan  Tekan tombol Start pada CPU komputer. Kotak dialog Device Type Setting ditampilkan.  Klik Start > Program > OMRON > CX-Programmer > CXProgrammer Membuat File Proyek Program ladder di bawah ini akan digambar menggunakan software CX-Programmer.OPS. Diagram Ladder 0.01 10.5 “ 1.

Seperti tadi. close untuk menutup file.006 (2) A 74 . g. j. Muncul kotak dialog Ketik END pada kotak Instruction.Klik OK atau tekan Enter. Klik File > Exit untuk keluar dari CX-Programmer. Kursor berpindah ke awal baris baru. Menutup CX-Programmer q. o. f. atau . . Muncul kotak dialog Save CX- n. ketik ‘1’. ketik . Pindahkan kursor ke rung baru. Klik Insert > Contact > Normally Open atau Contact . h. maka muncul k. tekan Enter.OPS. Klik File Save atau Programmer File. Pada kotak Name or address. e. Klik OK atau tekan Enter. Menutup File p. Mematikan Komputer Modul Kode: PTL. Kursor akan bergeser ke kanan satu sel. OK. Klik Insert > Contact > Normally Closed atau ‘0’ . Tempatkan kursor pada sel kiri atas. Klik File. ketik . instruksi END mengembang ke kanan otomatis.c. Klik Insert>Instrction Instruction . Pindahkan kursor ke awal rung baru. Tekan tombol Esc. Ketik ‘1000’ . Klik Insert > Contact > Normally Open atau ‘1000’. l. maka muncul kotak dialog New d. Klik Insert > Coil > Normally Open atau kotak dialog New Coil. ketik ‘M1A’. Tekan Enter. i. Klik Insert > Vertical > Up atau . OK. Pada kotak File Name. Klik OK atau tekan Enter. Klik  pada kotak Save input Pilih 3½ Floppy (A:). Menyimpan File m.

006 (2) A 75 . Klik Start > ShutDown> Shutdown > OK. Modul Kode: PTL.OPS.r.

c. Mentransfer Program Ke Dalam PLC b. Klik Yes untuk melanjutkan operasi. Muncul kotak dialog Download Option. e. Program ladder ‘M1A’ ditampilkan pada layar. Tunggu hingga proses booting selesai.OPS. Klik OK.  Klik Start > Program > OMRON > CX-Programmer > CXProgrammer Membuka File Proyek a. e. Klik File > Open untuk membuka file. Memasukkan Program Menggunakan CXProgrammer 1.5 “ 1. Alat dan Bahan a. Modul Kode: PTL.44 MB PLC OMRON CPM1A-10CDRA Adapter Interface CPM1-C1F01 Kabel RS-232C 1 1 1 1 3 buah buah buah buah meter 2. f. d. kemudian OK atau tekan Enter. c.006 (2) A 76 . Langkah Kerja Operasi Persiapan  Sambunglah komunikasi Host Link 1:1  Tekan tombol Start pada CPU komputer. Pilih M1A. Jika selesai. Pada layar ditunjukkan operasi transfer program sedang berlangsung. Lembar Kerja 2). Kotak dialog konfirmasi transfer program ditampilkan. Klik OK.G. Klik PLC > Transfer > To PLC untuk mendown-load program dari komputer ke PLC. d. Klik  pada kotak Look in dan pilih 3½ Floppy (A:) untuk melihat file pada diskette. Komputer Diskette 3. Klik PLC > Work Online untuk beralih ke mode operasi online. ada informasi: Download successful. b.

Klik Start > ShutDown> Shutdown > OK. Menutup CX-Programmer l. Maka informasi di atas akan terhapus. Modul Kode: PTL.Mengecek Program g. Klik Program >Compile. Klik File > Exit untuk keluar dari CX-Programmer. Klik View > Window > Output.OPS. Mematikan Komputer m.006 (2) A 77 . kemudian klik Clear. Menutup File k. close untuk menutup file. i. Tempatkan kursor di sembarang sel pada Window Diagram Ladder. Window Output Klik kanan di sembarang tempat pada Window Output. j. Klik File. maka pada ditampilkan informasi kesalahan program. h.

Langkah Kerja Operasi Persiapan  Sambunglah Konsol Pemrogram ke port peripheral PLC. Alat dan Bahan a.  Hapus semua memori Memasukkan Program a. Tekan tombol FUN > 0 > 1 > Write.006 (2) A 78 . d. 1 buah 1 buah Modul Kode: PTL. Tekan tombol OUTPUT > 1 > 0 > 0 > 0 > Write.  Masukkan password.OPS. c. Tekan tombol AND > 0 > Write.3. b. e. Tekan tombol OR > 1 > 0 > 0 > 0 > Write.  Hubungkan PLC ke catu daya yang sesuai. Tekan tombol Load > 1 > Write. Konsol Pemrogram b. PLC OMRON CPM1A-10CDRA 2.  Pindahkan kunci saklar mode operasi ke PROGRAM. Memasukkan Program Menggunakan Konsol Pemrogram 1.

Terkana kejutan atau getaran. Terkena medan elektromagnet yang kuat. Tujuan Pemelajaran Setelah pemelajaran siswa dapat : 1. Dalam memasang pastikan ada ventilasi untuk pendinginan  Berikan ruang yang cukup untuk sirkulasi udara.OPS. Uraian Materi 1. Suhu di bawah 0oC atau di atas 55 oC. memasang pengawatan I/O dengan benar b. Jangan memasang PLC pada tempat-tempat dengan kondisi sebagai berikut :         Terkena sinar matahari langsung.006 (2) A 79 . Berdebu. Dekat dengan jaringan catu daya. Terapkan petunjuk pemasangan unit seperti yang tercantum pada manual sebagai berikut: a. Terkena percikan air. Kelembaban di bawah 10% atau di atas 90%. minyak.Kegiatan Belajar 4 Pemasangan dan Pengawatan a. atau resistor berukuran besar. b. c. Terjadi pengembunan sebagai akibat perubahan suhu. Terkena pancaran radiasi. Modul Kode: PTL.  Jangan memasang PLC di atas perlengkapan yang membangkitkan panas seperti heater. Mengandung gas korosif atau mudah terbakar. Keselamatan Kerja Pemasangan Unit PLC Memasang PLC pada tempat yang tepat akan menaikkan keandalan dan usia kerjanya. Berikan perisai saat memasang PLC pada tempat sebagai berikut:     Terkena muatan listrik statis. atau bahan kimia. memasang Unit PLC sesuai petunjuk keselamatan kerja 2. transformer.

 Jangan memasang PLC pada panel atau kabinet perlengkapan tegangan tinggi. Gambar 40 Posisi Pemasangan PLC e.  Berikan tempat yang lapang untuk operasi dan pemeliharaan PLC. d. Pasang kipas atau sistem pendingin saat suhu ruang melebihi 55 oC. f. PLC harus dipasang dalam posisi seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini untuk menjamin pendinginan yang tepat. Jangan memasang pengawatan I/O PLC pada pipa yang sama dengan jaringan daya.OPS. Keselamatan Kerja Pengawatan I/O Modul Kode: PTL.006 (2) A 80 .  Berikan jarak + 200 mm antara PLC dan jaringan daya terdekat. Lepaslah label untuk menghindari pemanasan lebih. 2.

Rangkaian internal PLC akan rusak jika daya AC dicatu ke terminal output catu daya PLC. pastikan bahwa tegangan yang tersambung sudah tepat AC atau DC.006 (2) A 81 . Gunakan selalu terminal crimp untuk jaringan daya PLC. Kencangkan sekrup catu daya AC. Jika digunakan beberapa PLC. c. kawatilah PLC pada rangkaian terpisah untuk menjaga tidak terjadi turun tegangan atau operasi pemutus rangkaian yang tidak tepat.OPS. g. Gambar 41 Penyambungan Catu daya PLC e.a. Kawatilah rangkaian kendali secara terpisah dengan rangkaian catu daya PLC sehingga tidak terjadi turun tegangan saat perlengkapan lain di-on-kan. sekrup yang kendor dapat mengakibatkan kebakaran atau malfungsi. Dengan mempertimbangkan kemungkinan turun tegangan. Jangan menyambung kawat serabut telanjang secara langsung ke terminal. d. Gunakan transformer isolasi 1:1 untuk mengurangi noise listrik. Terminal input catu daya terletak pada bagian atas PLC. gunakan jaringan daya yang besar. Modul Kode: PTL. h. Sebelum menyambung catu daya. f. sedangkan terminal pada bagian bawah PLC untuk peralatan luar. Kawat catu daya dipilin untuk menjaga noise dari jaringan catu daya. Rangkaian internal PLC akan rusak jika daya AC dicatu ke PLC yang memerlukan catu daya DC. b.

tegangan akan drop dan mengakibatkan outputnya OFF. Jika output 24 VDC berbeban lebih atau terhubung singkat. Gambar 42 Pengawatan input j. Terminal catu daya dapat dikawati bersama dengan output PLC yang menggunakan catu daya AC. maka pasanglah sekering pengaman pada tiap rangkaian output. dan tindakan pengamanan sejenis pada Modul Kode: PTL. Gambar 43 Pengawatan output l. rangkaian pembatas.006 (2) A 82 . Tindakan pengamanan luar harus diberikan untuk menjamin keselamatan sistem.i. Kawatilah output PLC seperti ditunjukkan pada diagram berikut ini. Kawatilah input ke PLC dan Unit Ekspansi seperti ditunjukkan pada gambar berikut. rangkaian insterlock.OPS. m. Rangkaian output internal dapat rusak saat beban yang tersambung ke output terhubung singkat. Berikanlah rangkaian Emergency Stop. k.

Jika tidak. MC1 dan MC2 tidak dapat ON pada saat yang sama meskipun output 01005 dan 01006 keduanya ON. Saat menyambung beban induktif ke output.OPS. Diagram berikut menunjukkan contoh rangkaian interlock. n. Gambar 44 Rangkaian interlock Pada rangkaian interlock di atas. Pengawatan I/O Program Kendali Motor Pengawatan I/O untuk berbagai program kendali motor ditunjukkan pada gambar berikut: Modul Kode: PTL.rangkaian kendali luar (yaitu bukan pada PLC) untuk menjamin keselamatan pada sistem jika terjadi ketidaknormalan yang disebabkan oleh mal-fungsi PLC atau faktor luar lainnya yang mempengaruhi operasi PLC. Gambar 45 Pengaman output 3.006 (2) A 83 . dapat mengakibatkan kecelakaan serius. sambunglah pengaman surja atau dioda yang disambung paralel dengan beban.

OPS.006 (2) A 84 .Off On L N COM 00 01 02 03 04 05 06 PLC OMRON CPM1A-10CDRA   COM0 00 K1 COM1 01 02 COM2 03 04 L N Gambar 46 Pengawatan I/O Program Kendali Motor Satu Arah Putaran Off Fwd Rev L N COM 00 01 02 03 04 05 06 PLC OMRON CPM1A-10CDRA   COM0 00 K1 COM1 01 K2 02 COM2 03 04 L N Gambar 47 Pengawatan I/O Program Kendali Motor Dua Arah Putaran Modul Kode: PTL.

Off Low High L N COM 00 01 02 03 04 05 06 PLC OMRON CPM1A-10CDRA   COM0 00 K1 COM1 01 K2 02 K3 COM2 03 04 L N Gambar 48 Pengawatan I/O Program Kendali Motor Dua Kecepatan Off On L N COM 00 01 02 03 04 05 06 PLC OMRON CPM1A-10CDRA   COM0 00 K1 COM1 01 K2 02 K3 COM2 03 04 L N Gambar 49 Pengawatan I/O Program Kendali Motor Sistem Start Bintang Segitiga Modul Kode: PTL.006 (2) A 85 .OPS.

R S T R S T F1 F1 K1 K1 K2 U V W U V W M3F M3F Gambar 50 Pengawatan motor operasi satu arah putaran Gambar 51 Pengawatan motor operasi dua arah putaran Modul Kode: PTL.OPS.4.006 (2) A 86 . Pengawatan Beban Sistem Kendali Motor Pengawatan beban pada sistem kendali PLC sama seperti pengawatan beban pada rangkaian kendali elektromagnet karena perbedaan kedua sistem kendali hanya terletak pada sistem kendalinya.

R S T F 1 K1 K2 K3 U 1 V1 W1 U 2 M3F V2 W2 Gambar 52 Pengawatan Motor Sistem Start Bintang Segitiga R S T F 1 K1 K2 K3 U 1 V1 W1 U 2 M3F V2 W2 Gambar 53 Pengawatan Motor Operasi Dua Kecepatan Modul Kode: PTL.OPS.006 (2) A 87 .

Jika tidak. 7) Klik kanan output (coil) pada diagram ladder yang akan dicek.OPS. kemudian klik Force>On. Prosedur ini akan benar jika pengawatan I/O sesuai dengan program kendali yang ada pada PLC.5. Mengecek Pengawatan Input Pengawatan input dapat dicek tanpa menggunakan alat pemrogram. Jika tidak demikian. Modul Kode: PTL. 8) Klik kanan output (coil) pada diagram ladder yang akan dicek. Begitu PLC dihubungkan ke catu daya. lakukan transfer program dari PLC ke komputer. Operasi ini dapat dilakukan dalam mode operasi PROGRAM atau MONITOR. maka indikator output dan peralatan output yang sesuai off. dengan mengonkan peralatan input. maka sambungan antara output PLC dan perlatan output tidak benar. b. 4) Tampilkan program ladder yang pengawatan I/O yang disambung. 6) Set mode operasi ke MONITOR. sesuai dengan 5) Lakukan transfer program dari komputer ke PLC. Pengecekan Menggunakan CX-Programmer Lakukan prosedur berikut untuk mengecek pengawatan output menggunakan CX-Programmer. maka indikator output dan peralatan output yang sesuai on. 1) Pasanglah pengawatan komunikasi Host Link 2) Hubungkan PLC ke catu daya yang sesuai.006 (2) A 88 . maka indikator input yang sesuai menyala. Jika program yang dimaksud telah ada pada PLC. Operasi yang digunakan adalah Force Set/Reset. kemudian klik Force>Cancel. respon yang diberikan oleh peralatan luar tidak sama dengan indikator output PLC. Mengecek Pengawatan Output Pengawatan output dapat dicek menggunakan alat pemrogram baik dengan Konsol Pemrogram atau software ladder. 9) Lakukan langkah 7 dan 8 diatas untuk output yang lain. 3) Jalankan software CX-Programmer. Pengecekan Pengawatan I/O a. Jika tidak demikian. berarti terjadi kesalahan penyambungan peralatan input.

Modul Kode: PTL. Pengawatan output dapat dicek menggunakan alat pemrogram dengan menggunakan operasi Force set/reset kepada bit output sesuai dengan peralatan output yang disambung ke terminal output tersebut. c.Rangkuman a. langsung begitu PLC untuk d. mengencangkan sekerup terminal. Pengawatan input dapat dicek dihubungkan dengan catu daya. dan memasang pengaman luar. Pengawatan PLC harus memperhatikan sebagai berikut: memastikan tegangan yang akan disambung. Pemasangan PLC harus memperhatikan aspek keselamatan kerja antara lain tidak memasang pada tempat yang terkena sinar matahari langsung.Pengecekan Menggunakan Konsol Pemrogram 1) Set PLC pada mode operasi MONITOR 2) Tekan CLR untuk membawa ke alamat awal. 3) Tekan OUTPUT>MONTR output. b.006 (2) A 89 . 5) Tekan SHIFT>SET/RSET untuk memaksa bit output off.OPS. untuk memonitor instruksi 4) Tekan SET untuk memaksa bit output on. terkena getaran. 6) Tekan NOT atau Tekan SET>RSET>NOT mengembalikan bit ke status aslinya. lembab dan berdebu. 11.

Dapatkah kontak NC 0.OPS.00 0. Sebutkan komponen input/output yang diperlukan untuk mewujudkan program kendali di atas ! 2. Apa yang terjadi jika sumber tegangan DC untuk rangkaian input terbalik polaritasnya? 6.01 10.01 10.Tes Formatif Diberikan program ladder sebagai berikut: 0.006 (2) A 90 .00 10.12. Apakah tujuan disediakan lebih dari satu terminal COMM pada output PLC? 8.00 10.02 10. Dapatkah rangkaian input menggunakan sumber tegangan AC? Jelaskan alasan jawabanmu ! 7.00 diwakili oleh tombol NO? 3.01 TIM0 10. Mengapa sumber tegangan untuk rangkaian input menggunakan arus searah? 5.01 10.02 10.03 END(01) 1. Gambarkan rangkaian pengawatan input/output dari diagram ladder di atas ! Modul Kode: PTL.00 10.01 TIM0 #50 10.00 10. Apakah yang terjadi jika kontak NC diwakili oleh tombol NC? 4.

Tidak. Tidak ada masalah. Gambar rangkaian pengawatan input/ output dari diagram ladder di atas Off On L N COM 0 0 01 02 03 04 05 06 PLC O RO CPM -10CDRA M N 1A   COM 0 0 0 K 1 COM 1 01 K 2 02 K 3 COM 2 03 04 L N Modul Kode: PTL. Untuk memungkinkan menyambung berbagai peralatan output dengan tegangan berbeda. Dua peralatan input dan tiga peralatan output.Jawaban Tes Formatif 1. Ini hanya bisa diwujudkan oleh sumber tegangan searah. 4. 8. 5. Tidak 3.00 ditekan terus.OPS. 4 7.006 (2) A 91 . kecuali tombol 0.13. alasan seperti No. 2. Program tidak dapat beroperasi secara normal. Karena sinyal input untuk sistem digital harus memnuhi sistem biner : bertegangan penuh (on) atau tidak bertegangan (off). 6.

1 buah 2....... Janganlah menyambung ujung kawat langsung ke terminal PLC....................... g.................. e.................2 mm..5 mm2 .......... Kencangkan baud terminal untuk menjain sambungan yang baik.................................................................Lembar Kerja MEMASANG PENGAWATAN INPUT/ OUTPUT 1.......... Bahan dan Alat a........ d......... f... 1 buah Kontaktor 220 V........................... b.. 1 buah Tombol NO . b. 1 buah MCB 3 fasa ......... Langkah Kerja Memasang Pengawatan I/O a..... Periksalah tegangan catu daya sesuai dengan spesifikasi PLC 3.......... Rangkailah pengawatan input/ output sesuai gambar berikut ini Modul Kode: PTL. 50 Hz ................. 1 buah Kabel NYAF 2. 2 buah Motor induksi 3 fasa . Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan.. tetapi gunakan terminal crimp (skun) 6.......14................ Keselamatan Kerja a....................OPS.........006 (2) A 92 ... h... Pastikan semua bahan dan alat yang digunakan dalam keadaan baik.................................................. b......... c.... PLC OMRON CPM1A-10CDRA..........................10 meter Obeng PHILLIPS 4 x 150 mm .............. d...................... c........ 1 buah MCB 1 fasa ..............

maka indikator input 00 padam. baud kurang kencang. Catatan : Jika keadaan indikator input tidak sesuai dengan langkah di atas berarti sambungan pengawatan input tidak benar. Hubungkan PLC ke catu daya yang sesuai.006 (2) A 93 . Modul Kode: PTL. Pengawatan output juga dapat dicek menggunakan operasi yang akan dijelaskan kemudian. c.OPS. maka indikator input 01 pada PLC menyala. maka indikator input 00 pada PLC menyala. kemudian lepaslah penekanan tombol ON. maka indikator input 01 padam. kemudian ulangi langkah di atas hingga semua pengawatan input benar. Tekan tombol OFF. Hal ini dapat disebabkan oleh kabel putus. Betulkan kesalahan yang terjadi. kemudian lepaslah penekanan tombol OFF.Off On L N COM 00 01 02 03 04 05 06 PLC OMRON CPM1A-10CDRA   COM0 00 K1 COM1 01 02 COM2 03 04 L N Mengecek Pengawatan Input a. Tekan tombol ON. b. atau penempatan ujung kabel dari tombol keliru.

Tujuan Pembelajaran Setelah pemelajaran siswa dapat: 1. Untuk operasi ini PLC diset pada mode operasi MONITOR. Menyunting on-line program ladder Prosedur uji coba program kendali PLC sebagai berikut: a) Mengecek sambungan pengawatan I/O Operasi yang digunakan untuk mengecek sambungan pengawatan I/O adalah Force Set/Reset yaitu operasi untuk memaksa suatu bit on atau off. program dapat dieksekusi dan operasi I/O dapat diaktifkan. peralatan sebelum Misalkan.Kegiatan Belajar 5 Mengoperasikan Sistem Kendali PLC a.006 (2) A 94 . Langkah- Modul Kode: PTL. Tetapi. Menguji Coba Program Kendali PLC Setelah program ditransfer ke dalam PLC dan sebelum sistem kendali PLC dioperasikan secara normal. Bit yang dipaksa on atau off statusnya tidak bergantung kepada sistem kendali. Pada mode operasi MONITOR. Peralatan output tetap off meskipun bit outputnya on. Operasi uji coba digunakan untuk mengecek eksekusi program dan operasi input output. Melakukan uji coba program kendali PLC 2. Mengoperasikan motor dengan kendali PLC b. program kendali PLC berikut telah dimasukkan ke dalam PLC dan pengawatan I/O telah disambung. dapat dilakukan operasi :     Melakukan memaksa bit on atau off (force set/ reset) Merubah nilai setelan waktu timer/counter Merubah data pada semua daerah memori. Pastikan tidak ada efek pada menggunakan operasi Force Set/Reset. terlebih dahulu harus dilakukan operasi uji coba.OPS. masih dimungkinkan untuk menulis/ memodifikasi memori dari alat pemrogram. Uraian Materi 1. Dalam mode MONITOR.

00 Bit I/ O 0.00 0.01 TIM004 200.00 TIM002 10.langkah pengecekan sambungan pengawatan I/O sebagai berikut: Diagram Ladder 0. Indikator output 01 pada PLC padam dan K1 off. Modul Kode: PTL.01 TIM 003 #100 TIM003 200. 4) Lakukan operasi Force>Off bit output 10.00 untuk memaksa bit output 10.00 0.01 TIM 004 #100 END(01) Gambar 54 Program kendali motor bolak-balik otomatis Menggunakan CX-Programmer 1) Beralih ke operasi on-line 2) Set mode operasi PLC pada MONITOR.01 10.01 10.01 TIM003 10.00 TIM 002 #100 TIM 001 #100 Tabel I/O TIM001 10.00 off.00 on.OPS.00 TIM004 TIM001 200.006 (2) A 95 . 3) Lakukan operasi Force>On bit output 10. Indikator output 00 pada PLC menyala dan K1 on.01 Peralatan I/ O Tombol Stop Tombol Start Motor Forward Motor Reverse TIM002 200.00 untuk memaksa bit output 10.00 10.

5) Lakukan operasi Force Cancel bit output 10.00 untuk mengembalikan status asli bit output 10.00 (atau membebaskan bit output 10.00 dari paksaan on). 6) Ulangi langkah c s.d e untuk bit output 10.01

Menggunakan Konsol Pemrogram 1) Set mode operasi PLC pada MONITOR. 2) Tekan CLR untuk membawa ke alamat awal. 3) Tekan SHIFT>CONT/#>1>0>0>0>MONTR memonitor bit output 10.00 5) Tekan SHIFT>SET/RSET ditampilkan off. untuk untuk

4) Tekan SET untuk memaksa bit yang ditampilkan on. memaksa bit yang

6) Tekan NOT atau SET/RSET>NOT untuk mengembalikan status asli. b) Menjalankan sistem kendali tanpa peralatan I/O Menggunakan CX-Programmer 1) Beralih ke operasi on-line 2) Set mode operasi PLC pada MONITOR. 3) Lakukan operasi Force On bit input 0.01. Operasi ini seperti sedang menekan tombol Start. Program dieksekusi seperti dalam operasi normal. 4) Lakukan operasi Force Off bit input 0.01. Operasi ini seperti sedang melepas tombol Start. Eksekusi program tetap berlangsung terus, karena operasi program sekarang tidak lagi bergantung kepada status bit 0.01. 5) Lakukan operasi Force Cancel untuk membebaskan bit input dari operasi paksa. Eksekusi program tetap berlangsung. 6) Lakukan operasi Force On bit input 0.00. Operasi ini seperti sedang menekan tombol Stop. Eksekusi program berhenti. 7) Lakukan operasi Force Cancel terhadap bit input 0.00.

Modul Kode: PTL.OPS.006 (2) A

96

Menggunakan Konsol Pemrogram 1) Set mode operasi PLC pada MONITOR. 2) Tekan CLR untuk membawa ke alamat awal. 3) Tekan SHIFT>CONT/#>1>MONTR untuk memonitor bit 0.01. 4) Tekan SET untuk memaksa bit input yang ditampilkan on. Operasi ini seperti sedang menekan tombol Start. Program dieksekusi seperti dalam operasi normal. 5) Tekan SHIFT>SET/RSET untuk memaksa bit yang ditampilkan off. Operasi ini seperti sedang melepas tombol Start. Eksekusi program tetap berlangsung terus, karena operasi program sekarang tidak lagi bergantung kepada status bit 0.01. 6) Tekan NOT atau SET/RSET>NOT untuk mengembalikan status asli. Eksekusi program tetap berlangsung. 7) Tekan SHIFT>CONT/#>0>MONTR untuk memonitor bit 0.00. Operasi ini seperti sedang menekan tombol Stop. Eksekusi program berhenti. 8) Tekan NOT atau SET/RSET>NOT untuk mengembalikan status asli.

Catatan :  Jangan sampai lupa untuk melakukan operasi Force Cancel setelah operasi Force Set/Reset. Jika tidak, dalam pengoperasian normal, program tidak dieksekusi secara normal meskipun program yang dimaksud benar.  Jika dikehendaki, Jalannya arus pada diagram ladder dapat dimonitor sehingga mudah diketahui proses eksekusi program kendali. Gunakan operasi monitoring setelah beralih ke operasi on-line dengan prosedur sebagai berikut : Klik PLC > Monitor > Monitoring.  Jika dalam monitoring program ditemui kesalahan dalam penetapan bit operand, jenis kontak NC atau NO, setelan waktu Timer/Counter dapat dilakukan penyuntingan program sambil mengeksekusi program. Operasi ini disebut penyuntingan on-line.

Modul Kode: PTL.OPS.006 (2) A

97

2. Mengoperasikan Motor Dengan Kendali PLC Pengoperasian sistem kendali PLC sama persis dengan pengoperasian sistem kendali elektromagnet, kecuali bahwa pada sistem kendali elektromagnet urutan kendali dapat dimonitor melalui alat pemrogram. Oleh sebab itu mudah dalam pelacakan kesalahan sistem kendali. Setelah dilakukan operasi uji coba program dan kesalahan yang ditemui dibetulkan, maka berarti tidak ada masalah dalam operasi normal. Bedanya, operasi Force Set/Reset bit input digantikan dengan operasi peralatan input. Pengoperasian sistem kendali PLC untuk berbagai operasi motor seperti dijelaskan pada Kegiatan Belajar 2: Teknik Pemrograman. Pengoperasian program kendali yang ditunjukkan pada gambar di atas sebagai berikut : Jika tombol Start ditekan, motor berputar searah jarum jam selama 10 detik kemudian berhenti. Lima detik kemudian, motor berputar berlawanan arah jarum jam selama 10 detik kemudian berhenti. Lima detik kemudian operasi motor berulang secara otomatis tanpa melalui penekanan tombol Start. Tombol Stop digunakan untuk menghentikan operasi motor setiap saat.

15.Rangkuman 1. Sebelum sistem kendali PLC dioperasikan secara normal, terlebih dahulu harus dilakukan operasi uji coba untuk mengecek eksekusi program dan operasi input output Dalam uji coba program dapat dilakukan modifikasi diagram ladder, melakukan memaksa bit on atau off (force set/reset), merubah nilai setelan waktu timer/ counter. Operasi Force Set/Reset bit output digunakan untuk mengecek sambungan peralatan output. Operasi Force Set/Reset bit input mensimulasikan eksekusi program. digunakan untuk

2.

3. 4.

Modul Kode: PTL.OPS.006 (2) A

98

Pengoperasian sistem kendali PLC sama seperti pengoperasian sistem kendali elektromagnetik. Modul Kode: PTL. eksekusi program dapat dimonitor.006 (2) A 99 . kecuali bahwa pada sistem kendali PLC.OPS.5.

8. 5.16.Tes Formatif 1. 3. 7. Apakah guna operasi monitoring eksekusi program? Modul Kode: PTL. 9. Apakah yang dimaksud dengan operasi uji coba program? Untuk apa operasi uji coba program perlu dilakukan? Dalam mode operasi manakah uji coba program PLC dapat dilakukan? Perintah apakah yang digunakan dalam menguji coba program kendali PLC? Hal-hal apakah yang dapat dilakukan dalam uji coba program? Untuk apa melakukan operasi Force Set/Reset bit output? Untuk apa melakukan operasi Force Set/Reset bit input? Apa yang akan terjadi jika tidak dilakukan operasi Force Cancel setelah melakukan operasi Force Set/Reset suatu bit I/O? Apakah perbedaan operasi uji coba dan operasi normal sistem kendali PLC? 10.OPS. 6.006 (2) A 100 . 2. 4.

17. 6. Untuk mengecek eksekusi program dan operasi input output MONITOR Force Set/Reset Modifikasi diagram ladder. Mensimulasikan eksekusi program. 4. Pada operasi uji coba. 7. eksekusi program melalui operasi Force Set/Reset bit input. Untuk mengecek sambungan peralatan output. melakukan memaksa bit on atau off (Force Set/ Reset).006 (2) A 101 .OPS. Untuk melihat urutan operasi eksekusi program. 5. 2. program tidak dapat dieksekusi secara normal meskipun program yang dimaksud benar. 10. Dalam operasi normal. Operasi simulasi eksekusi program. 8. sedang pada operasi normal eksekusi program melalui operasi peralatan input. 9. Modul Kode: PTL.Jawaban Tes Formatif 1. merubah nilai setelan waktu timer/counter. 3.

......... b. d.......... c.................... Tunggu hingga proses booting selesai...... PLC OMRON CPM1A-10CDRA................................. c............ Motor induksi 3 fasa .............. Lakukan operasi hingga ditampilkan layar CX-Programmer................5 mm2 ....... c.................. Periksalah tegangan catu daya sesuai dengan spesifikasi PLC d... g...... 50 Hz ...18......... j.... Kabel RS-232C ............... Tombol NO ...................... h.................... Komputer .................006 (2) A 102 ............... Bahan dan Alat a.....2 mm. Janganlah menyambung ujung kawat langsung ke terminal PLC............. Kontaktor 220 V.. Rangkailah pengawatan interlock luar untuk mencegah hubungsingkat pada peralatan output jika terjadi salah operasi... 1 buah 1 buah 3 meter 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 3 buah 1 buah 30 meter 1 buah b........ b........................... f.............. Adapter interface CPM1-C1F01............. MCB 1 fasa ........OPS..................................................... Jalankan software CX-Programmer......... e..................... Buatlah program ladder untuk operasi motor dua arah putaran Modul Kode: PTL.... MCB 3 fasa ......... tetapi gunakan terminal crimp (skun) 6.................. b........ k. Kencangkan baud terminal untuk menjamin sambungan yang baik....Lembar Kerja Menguji Coba Program Kendali PLC a... Kabel NYAF 2... c...... Langkah Kerja Persiapan Awal a......................... Hidupkan komputer.............. i................ Keselamatan Kerja a............. Obeng PHILLIPS 4 x 150 mm ......................

OPS.006 (2) A 103 .01 Peralatan I/ O Tombol Stop Tombol Fwd Tombol Rev K1 K2 END(01) d.00 Tabel I/O Bit I/ O 0.02 10.Diagram Ladder 0.00 0.00 10.02 10.01 10.00 0.01 10.01 10.01 0. Pasanglah unit PLC dan pengawatan I/O dan pengawatan beban sebagai berikut: Off Fwd Rev L N COM 00 01 02 03 04 05 06 PLC OMRON CPM1A-10CDRA   COM0 00 K1 COM1 01 K2 02 COM2 03 04 L N Modul Kode: PTL.00 0.01 10.00 10.

Sambunglah peralatan komunikasi Host Link 1:1 f. Mengecek Pengawatan output g. dan motor berputar.00. Tempatkan kursor pada sel dimana terdapat coil 10. dan motor berhenti. Tempatkan kursor pada sel dimana terdapat coil 10. Indikator output 00 pada PLC padam. Modul Kode: PTL. Mode operasi ini merupakan syarat untuk bisa menjalankan operasi Force Set/ Force Reset. i.006 (2) A 104 . kemudian klik PLC > Force > Cancel . j. Klik PLC > Operating Mode > Monitor untuk beralih ke mode operasi Monitor.00.R S T F1 K1 K2 U V W M3F e. h. kontaktor K1 on. Klik PLC > Monitor > Monitoring untuk memonitor jalannya arus pada pengawatan dan keadaan (status) peralatan input/output. Indikator output 00 pada PLC menyala. Transferlah program ke dalam PLC. kontaktor K1 off. kemudian klik PLC > Force > On.OPS.

Menguji Coba Program Kendali PLC l.006 (2) A 105 . Mematikan Komputer s. Lakukan Langkah 10 dan 11 untuk coil 10. dan motor berhenti. baud kurang kencang. Tempatkan kursor pada sel dimana terdapat kontak 0. Menutup CX-Programmer r. Klik PLC > Force > Cancel . Ini untuk menjaga keselamatan kerja jika terjadi kesalahan dalam pemrograman. kontaktor K2 off. kemudian ulangi langkah di atas hingga semua pengawatan output benar.02. Catatan: Jika keadaan indikator output tidak sesuai dengan langkah di atas berarti sambungan pengawatan output tidak benar. Klik PLC > Force > Cancel . dan motor berputar beralawanan arah jarum jam. Indikator input 02 pada PLC menyala. Modul Kode: PTL. Klik Start > ShutDown> Shutdown > OK. kontaktor K1 on. kontaktor K1 off.01. Hal ini dapat disebabkan oleh kabel putus. dan motor berhenti. Indikator input 02 pada PLC padam. Menutup File q. p. Klik File. close untuk menutup file.k. kemudian klik PLC > Force > On. n. kontaktor K2 on. o. Indikator input 01 pada PLC padam. Tempatkan kursor pada sel dimana terdapat kontak 0.01. kemudian klik PLC > Force > On. m. Betulkan kesalahan yang terjadi. Putuskan sambungan ke beban dengan mengoffkan MCB pengaman beban motor.OPS. Klik File > Exit untuk keluar dari CX-Programmer. Indikator input 01 pada PLC menyala. dan motor berputar searah jarum jam. atau penempatan ujung kabel dari kontaktor atau motor keliru.

a. Mengidentifikasi penyebab kesalahan operasi PLC 3. B dan C. membuat kode fungsi yang tidak ada. Menangani kesalahan operasi PLC. misalnya telah digunakan instruksi LD atau LD NOT tetapi kondisi eksekusinya tidak digunakan oleh instruksi yang lain. Uraian Materi 1. Macam-Macam Kesalahan Sistem Kendali PLC Ada berbagai kesalahan pada sistem kendali PLC yang dibedakan menjadi : kesalahan pemrograman. Tipe Kesalahan Pemrograman Kesalahan pemrograman dibedakan menjadi tiga tipe yaitu tipe A. Kesalahan Pemrograman Yang dimaksud dengan kesalahan pemrograman adalah kesalahan dalam penulisan program. b.OPS. Tujuan Pemelajaran Setelah pemelajaran siswa dapat: 1. kesalahan komunikasi. Tipe kesalahan. Mengidentifikasi macam-macam kesalahan operasi PLC 2. atau Modul Kode: PTL. dan kesalahan yang ditetapkan pemakai 2. kesalahan operasi. Jumlah blok logika dan instruksi blok logika tidak cocok. pesan kesalahan.Kegiatan Belajar 6 Melacak Kesalahan Sistem Kendali PLC a. dan penjelasan kesalahan penulisan (sintaksis) diberikan dalam tabel berikut ini : Tip e A Pesan ????? CIRCUIT ERR Penjelasan Program telah rusak.006 (2) A 106 .

Bit yang sama untuk instruksi (OUT. Dalam program END(01) tidak ada untuk yang instruksi Instruksi terletak pada tempat yang salah. OUT NOT. Jika alamat yang ditampilkan adalah alamat SBN(92). Ubahlah salah satu nomor subroutine atau hapuslah salah satunya. program akan dieksekusi sebagaimana yang ditulis. DIFU(13). berarti RET(93) digunakan secara tidak tepat. OPERAND ERR NO END INSTR LOCN ERR JME UNDEFD DUPL SBN UNDEFD STEP ERR Konstanta yang digunakan instruksi tidak dalam nilai ditetapkan. SFT(10)) dikendalikan oleh lebih dari satu instruksi atau kondisi eksekusi.telah digunakan instruksi blok logika tetapi tidak ada blok logikanya.OPS. B IL-ILC ERR JMP-JME ERR SBN-RET ERR C COIL DUPL Modul Kode: PTL. STEP(08) dengan nomor bagian dan STEP(08) tanpa nomor bagian digunakan secara tidak tepat. Jika alamat yang ditampilkan adalah alamat RET(93). JMP(04) dan JME(05) digunakan tidak berpasangan. DIFD(14). Instruksi JME(04) pasangan JMP(03) tidak ada untuk Nomor jump atau nomor subroutine yang sama digunakan dua kali. dua subroutine yang berbeda telah ditetapkan dengan nomor subroutine yang sama. Meskipun pesan kesalahan ini muncul jika lebih dari satu IL(02) dengan ILC(03) yang sama. IL(02) dan ILC(03) digunakan tidak ber pasangan. Pastikan program ditulis seperti yang dikehendaki. Instruksi SBS(91) diprogram untuk nomor subroutine yang tidak ada. KEEP(11).006 (2) A 107 .

atau hapuslah subroutine jika tidak diperlukan. Pengecekan Kesalahan Pemrograman Operasi pengecekan program digunakan untuk mengecek kesalahan dalam penulisan program dan menampilkan alamat dan jenis kesalahan yang ditemukan. maka program yang sedang ditulis dapat dicek. JMP UNDEFD JME(05) telah digunakan tanpa JMP(04) dengan nomor jump yang sama.Meskipun hal ini dibolehkan untuk instruksi tertentu. Kesalahan program dapat diketahui melalui beberapa cara yaitu: untuk Modul Kode: PTL. tetapi sebaiknya cek persyaratan instruksi untuk mengkonfirmasikan bahwa program adalah betul atau rancang kembali program sehingga tiap bit dikendalikan hanya oleh satu instruksi/ kondisi eksekusi. Level yang dikehendaki harus ditetapkan menunjukkan tipe kesalahan yang dideteksi.  Level 0 untuk mengecek kesalahan tipe A. CX-Programmer dapat memberikan pesan/ informasi mengenai kesalahan dalam pemrograman. Ada tiga level pengecekan program.006 (2) A 108 .OPS. Subroutine ada tetapi tidak pernah dipanggil oleh SBS(91). SBS UNDEFD b. B. Pengecekan Program Menggunakan CX-Programmer Dengan fungsi self diagnosis yang dimiliki PLC. Programlah panggilan subroutine pada tempat yang tepat. Tambahkan JMP(04) dengan nomor yang sama atau hapus subroutine jika tidak diperlukan. dan C  Level 1 untuk mengecek kesalahan tipe A dan B  Level 2 untuk mengecek kesalahan tipe A saja.

jika garis instruksi dalam program tidak lengkap. maka bus bar akan berwarna merah. Hal tersebut diketahui dari:     sekali kesalahan Bus bar berwarna merah Tampilan untuk instruksi TIM 001 berwarna merah Operand ‘TIM’ untuk kontak berwarna biru Operand kontak 100. Misalnya. Demikian pula misalnya. Di bawah ini ditunjukkan contoh program ladder yang salah.OPS. Terlihat di layar terdapat banyak program. Kesalahan tertentu saat penulisan program ditunjukkan langsung pada layar diagram ladder berupa tanda-tanda berwarna merah.  Kesalahan-Kesalahan lainnya ditampilkan dalam Window Output. terjadi kesalahan dalam penulisan bit operand maka bit tersebut juga berwarna merah.00 berwarna merah Modul Kode: PTL.006 (2) A 109 . Pesan kesalahan yang ditampilkan di sini direkam dan akan tetap ada sebelum dihapus.

kemudian klik Clear.  Tekan SRCH>0 untuk mengecek program level 0. indikator COMM padam. Modul Kode: PTL. Klik kanan di sembarang tempat pada Window Output. Tidak ada pesan dan kode kesalahan yang diberikan. Klik Program>Compile.OPS. untuk menampilkan b. Untuk itu. Tempatkan kursor di sembarang sel pada Window Diagram Ladder.006 (2) A 110 . Cek kabel penghubung dan restart. tetapi tidak diidentifikasi dengan warna. Ini akan diketahui melalui operasi kompilasi program. d. Kesalahan Komunikasi Kesalahan komunikasi adalah kesalahan yang diakibatkan oleh terputusnya hubungan komunikasi PLC dengan peralatan lain melalui port peripheral.  Tekan SRCH lagi untuk melanjutkan pengecekan hingga alamat terakhir memori program. 3. c. Klik View>Window>Output atau Window Output. sebenarnya terdapat kesalahan program yang lain.Disamping itu. Jika terjadi kesalahan komunikasi. Tidak semua kesalahan diinformasikan pada saat yang sama. Misalkan program ladder di atas akan dicek kebenarannya.  Jika kesalahan ditampilkan. lakukan kompilasi ulang setelah membetulkan kesalahan program yang ditunjukkan. Pada Window Output ditampilkan informasi kesalahan program. betulkan kesalahan dan cek lagi hingga semua kesalahan dibetulkan. Lakukan prosedur pengecekan program melalui window output sebagai berikut: a. Maka informasi di atas akan terhapus. Pengecekan Program Menggunakan Konsol Pemrogram Prosedur pengecekan program menggunakan Konsol Pemrogram sebagai berikut:  Tekan CLR untuk membawa ke alamat awal. untuk mengkompilasi program.

Kurangi waktu siklus jika mungkin.4. Ini menunjukkan bahwa waktu siklus program lebih panjang daripada yang disarankan. Pesan berikut ini muncul pada layar Konsol Pemrogram yang menunjukkan kesalahan non-fatal: Pesan SYS FAIL FAL No. indikator POWER dan RUN akan tetap menyala dan indikator ERR/ALM akan berkedip. Operasi PLC tidak dapat distart hingga PLC di-off-kan dan kemudian di-on-kan lagi Modul Kode: PTL. Jika terjadi kesalahan non-fatal. tetapi penyebab kesalahan harus dibetulkan dan kesalahan dihilangkan sesegera mungkin. Kesalahan Non-fatal Jika terjadi kesalahan non-fatal operasi dan eksekusi program berlanjut.d 99 Penjelasan Instruksi FAL(06) telah dieksekusi dalam program. FAL 01 s. Cek no FAL untuk menentukan kondisi yang menyebabkan eksekusi.OPS. Cek flag AR 1300 s.006 (2) A 111 . Kesalahan terjadi pada PC Setup. 9B SCAN TIME OVER F8 Kesalahan Fatal Jika terjadi kesalahan fatal. dan betulkan kesalahan yang ditunjukkan Waktu siklus telah melampaui 100 ms. Meskipun operasi PLC berlanjut terus. Kesalahan Operasi Kesalahan operasi dibagi menjadi 2 kategori yang didasarkan pada tingkat kesalahan yaitu: kesalahan non-fatal dan kesalahan fatal. betulkan penyebabnya.d 1302. Kesalahan non-fatal kurang serius dibandingkan kesalahan fatal dan tidak menghentikan operasi PLC. dan hapus kesalahannya. operasi PLC dan eksekusi program akan berhenti dan semua output PLC akan off.

FALS F1 Penjelasan AR 1611 ON: Kesalahan telah terjadi dalam PC Setup (DM 6600 s. indikator POWER dan ERR/ALM akan menyala terus dan indikator RUN akan padam.006 (2) A 112 . AR 1615 ON: isi kaset memori tidak dapat dibaca saat startup. Instruksi FALS(07) telah dieksekusi dalam program. Masukkan lagi semua PC Setup AR 1612 ON: kesalahan telah terjadi dalam program. Terlalu banyak unit ekspansi. Cek kabel penghubung.OPS. Cek program dan betulkan kesalahan yang terdeteksi AR 1613 ON: terjadi dalam ekspansi. betulkan dan hapus kesalahannya. Untuk kesalahan fatal yang lain. Off-kan catu daya. Cek nomor FALS yang akan menyebabkan eksekusi. Waktu siklus melampaui waktu I/O UNIT OVER SYS FAIL FALS E1 01 s.d DM 6655). tidak ditulis Kesalahan terjadi saat transfer data antara PLC dan unit Ekspansi. Semua indikator PLC akan off selama terjadi pemutusan daya. dan on-kan catu daya lagi.atau Konsol Pemrogram digunakan untuk memindahkan mode operasi ke mode PROGRAM dan untuk menghapus kesalahan. kesalahan telah data instruksi AR 1614 ON: kaset memori dipasang atau diambil saat daya on. Cek konfigurasi Unit. Pesan berikut ini muncul pada Konsol Pemrogram yang menunjukkan terjadi kesalahan fatal: Pesan MEMORY ERR No. pasang kaset memori. NO END INSTR I/O BUS ERR F0 C0 Instruksi END(01) dalam program.d 99 9F Modul Kode: PTL. yang menunjukkan instruksi yang tidak betul.

Periksalah kekencangan sekerup terminal I/O secara periodik. Cek karat pada terminal. dan PCB secara periodik.  Sediakan sejumlah suku cadang seperti modul input dan output. Cek waktu siklus dan atur waktu monitoring waktu siklus bila perlu 5. Pemeliharaan Preventif Program pemeliharaan preventif untuk sistem PLC dan sistem kendali secara keseluruhan perlu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan menghentikan sistem karena terjadinya kesalahan.006 (2) A 113 . Ini akan diperlukan dalam kondisi darurat.  Karat dapat saja terjadi pada lingkungan kerja tertentu. penyambung.  Simpanlah dokumentasi program operasi dan rangkaian pengawatan sistem kendali.OPS.monitoring waktu siklus. Dalam waktu yang lama sekerup tersebut dapat juga kendor sendiri. Pendinginan terhadap PLC tidak mungkin dapat dilakukan jika debu mengumpul pada komponen. Modul Kode: PTL. Penghentian operasi dalam waktu lama untuk perbaikan akan berbiaya mahal.  Jaminlah bahwa komponen bebas dari debu.

Pengecekan Kesalahan Fatal Modul Kode: PTL.006 (2) A 114 . Pengecekan utama Kesalahan Indiator PWR menyala? Tidak Cek Catu daya Ya Indicator RUN menyala? Tidak Cek kesalahan fatal Ya Indicator ERR/ALM menyala? Tidak Cek kesalahan non-fatal Ya Urutan I/O normal? Tidak Cek I/O Ya Lingkungan operasi normal? Tidak Cek lingkungan operasi Ya Ganti CPU b.OPS. Bagan Alir Lacak Kesalahan a.6.

dan hapus kesalahannya Tidak Nyalakan untuk menjalankan mode RUN atau MONITOR Indikator RUN menyala? Tidak Ya Ganti CPU Akhir Modul Kode: PTL.Indicator RUN tidak menyala? Tidak Indiator ERR/ ALM menyala? Ya Ya Tentukan penyebab kesalahan dengan alat pemrogram Mode operasi ditampilkan pada Konsol Pemrogram? Tidak Mode operasi ditampilkan pada Konsol Pemrogram? Tidak Matikan catu daya dan on kan lagi Ya Kesalahan fatal ditampilkan? Ya Identifikasi kesalahan. eliminasi penyebabnya.006 (2) A 115 .OPS.

eliminasi penyebabnya. Kesalahan pemrograman dapat dicek menggunakan alat pemrogram baik dengan software ladder maupun dengan Konsol Pemrogram. dan kesalahan operasi. Rangkuman 1. kesalahan komunikasi.006 (2) A 116 .c. Modul Kode: PTL. Program pemeliharaan preventif perlu dilakukan untuk menjamin koninyuitas sistem kendali PLC. 4. dan hapus kesalahan Tidak Apakah indikator ERR/ALM berkedip? Berkedip Tidak berkedip Ganti CPU Akhir c. Ada beberapa tpe kesalahan sistem PLC yaitu. Terjadinya kesalahan operasi PLC ditunjukkan oleh indikator status pada PLC. kesalahan pemrograman. 2. Pengecekan Kesalahan Non Fatal Indikator ERR/ALM berkedip? Tentukan penyebab kerusakan dengan Alat Pemrogram (Programming Device) Apakah kesalahan non-fatal ditunjukkan? Ya Identifikasi kerusakan. 3.OPS.

b. SFT(10).OPS. atau memasukkan kode fungsi yang tidak ada (b) jumlah blok logika dan instruksi blok logika tidak cocok. Modul Kode: PTL. Kesalahan pemrograman. 3. 5. Sebutkan tiga tipe kesalahan sistem kendali PLC 2.d. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. ????? b. Pesan apakah yang akan ditampilkan saat terjadi kesalahan berikut ini: a. Konstanta untuk instruksi tidak dalam nilai yang ditetapkan. KEEP(1). Instruksi pada alamat terakhir bukan NOP(00). Tes Formatif 1. DIFU(13). (c) bit yang sama digunakan oleh lebih dari satu instruksi kendali bit (OUTPUT. OUTPUT NOT. Jika terjadi kesalahan non-fatal operasi PLC akan tetap berlanjut. Perintah apakah yang digunakan untuk mengecek kesalahan pemrograman menggunakan Konsol Pemrogram? 3. sedang jika terjadi kesalahan fatal operasi PLC akan berhenti dan semua output PLC akan off. kesalahan komunikasi dan kesalahan operasi. Apakah arti pesan kesalahan berikut ini: a. I/O NO ERR e.006 (2) A 117 . c. Apakah perbedaan kesalahan non-fatal dan kesalahan fatal? 4. COIL DUPL d. 2. (a) program telah rusak. 4. dan DIFD(14) (d) alamat daerah data yang ditetapkan melampaui batas daerah data (alamat terlalu besar). Dalam program tidak ada instruksi END(01) d. Alamat yang diset lebih besar daripada alamat memori tertinggi. SRCH diikuti level pengecekan. (a) ADDR OVER (b) PROGRAM OVER (c) NO END INSTR (d) OPERAND ERR 5. CIRCUIT ERR c.

Klik PLC>Work Online untuk beralih ke operasi on-line. Tempatkan kursor di sembarang sel pada Window Diagram Ladder. kemudian klik Clear. Lembar Kerja Mengecek Program Menggunakan CX-Programmer 1. d.006 (2) A 118 . Langkah Kerja Operasi Persiapan a. Alat dan Bahan a. c. k.OPS. c. Jika ditunjukkan kesalahan. i. betulkan kesalahan. f.f. d. Klik PLC>Transfer>From PLC untuk memindahkan program dari PLC ke komputer. e. Klik kanan di sembarang tempat pada Window Output. Klik Program>Compile. Komputer PLC OMRON CPM1A-10CDRA Adapter Interface CPM1-C1F01 Kabel RS-232C 1 1 1 1 buah buah buah buah 2. untuk mengkompilasi program. Maka informasi di atas akan terhapus. Mengecek Program a. Klik PLC pada ruang kerja proyek. Sambung peralatan komunikasi Host Link 1:1 Jalankan software CX-Programmer Klik File>New untuk menampilkan layar CX-Programmer. b. Modul Kode: PTL. Siapkan PLC yang berisi sembarang program. h. j. Klik View>Window>Output atau untuk menampilkan Window Output. Pada Window Output ditampilkan informasi kesalahan program. g. b.

c. d.g. e. f. Pindahkan kunci saklar mode operasi ke PROGRAM. Konsol Pemrogram b. Alat dan Bahan a. Sambunglah Konsol Pemrogram ke port peripheral PLC. Langkah Kerja Operasi Persiapan a. Hubungkan PLC ke catu daya yang sesuai. Modul Kode: PTL. g. Jika kesalahan ditampilkan.OPS. Lembar Kerja Mengecek Program Menggunakan Konsol Pemrogram 1. 1 buah 1 buah Mengecek Program a. b. h. Tekan SRCH>0 untuk mengecek program level 0.006 (2) A 119 . betulkan kesalahan dan cek lagi hingga semua kesalahan dibetulkan. Hapus semua memori Masukkan Program ke dalam PLC. Tekan CLR untuk membawa ke alamat awal. PLC OMRON CPM1A-10CDRA 2. Masukkan password. Tekan SRCH lagi untuk melanjutkan pengecekan hingga alamat terakhir memori program.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful