DIKTAT KULIAH

TERMODINAMIKA TEKNIK I

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARMA PERSADA 2007

DIKTAT KULIAH

TERMODINAMIKA TEKNIK I

Disusun :

ASYARI DARYUS
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Darma Persada Jakarta.

Asyari-Daryus, Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.

ii

mudah-mudahan buku ini bisa menjadi penuntun bagi mahasiswa dan memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan.KATA PENGANTAR Untuk memenuhi buku pegangan dalam perkuliahan. terutama yang menggunakan bahasa Indonesia dalam bidang teknik. Asyari-Daryus. terutama mahasiswa jurusan teknik mesin dan teknik industri. Jakarta. Dalam penyusunan buku ini penulis berusaha menyesuaikan materinya dengan kurikulum di jurusan Teknik Mesin dan Teknik Industri. Universitas Darma Persada Indonesia. Tak lupa penulis mengucapkan banyak-banyak terima-kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian pembuatan buku ini. Akhir kata. MSc. iii . maka kali ini penulis menyempatkan diri untuk ikut membuat sebuah buku/diktat yang bisa digunakan oleh mahasiswa teknik. April 2007 IR. Kali ini penulis menyiapkan diktat yang ditujukan untuk mata kuliah Termodinamika Teknik I (Teknik Mesin) atau Termodinamika (Teknik Industri). ASYARI DARYUS SE. Perlu ditekankan bahwa buku ini belum merupakan referensi lengkap dari pelajaran Termodinamika Teknik I. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta. sehingga mahasiswa perlu untuk membaca buku-buku referensi lain untuk melengkapi pengetahuannya tentang materi buku ini.

Pendahuluan. Proses Termodinamika Gas Sempurna. Sifat-sifat Zat Murni. Sifat-sifat Gas Sempurna. Siklus Udara Termodinamika. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta. Entropi Gas Sempurna. 26 BAB 4. 1 BAB 2.DAFTAR ISI BAB 1. 66 Asyari-Daryus. 59 BAB 6. 43 BAB 5. 14 BAB 3. iv .

1 . Hukum kedua Newton tentang gerak. 3. Hukum Kedua Newton menyatakan: Laju perubahan momentum secara langsung berbanding lurus dengan gaya yang bekerja dan terjadi pada arah yang sama dengan arah gaya yang bekerja. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta. Hukum pertama Newton tentang gerak. kecuali ada gaya yang bekerja padanya. 2. Katakan: m = massa benda F = gaya yang bekerja u = kecepatan awal benda v = kecepatan akhir benda t = waktu benda tersebut merubah kecepatannya dari u ke v dalam detik.BAB I PENDAHULUAN Hukum Gerak Newton telah merumuskan tiga hukum tentang gerak. Hukum ketiga Newton tentang gerak. Misalkan sebuah gaya bekerja pada sebuah benda yang membuat benda itu bergerak. dimana merupakan dasar asumsi untuk sebuah sistem dinamis. Ketiga hukum tentang gerak ini dikenal sebagai: 1. Menurut hukum kedua Newton tentang gerak: F∝ F mv − mu m(v − u ) ∝ t t ma kma dimana a =percepatan= (v-u)/t Asyari-Daryus. Hukum Pertama Newton Menyatakan : Setiap benda akan tetap diam atau bergerak secara teratur dalam sebuah garis lurus.

Sayangnya satuannya sama dengan satuan massa. Berat benda diukur dengan menggunakan timbangan pegas. Karena besar tarikan berubah karena perbedaan jarak benda terhadap pusat bumi. gaya yang bekerja pada benda tersebut adalah 9. akan menghasilkan percepatan sebesar 1 cm/sec2 pada arah gaya yang bekerja tersebut. Massa dan Berat a. Satuan Absolut dan Gravitasi dari Gaya Dari penjelasan diatas. ketika bekerja pada massa satu kilogram. b. Besar tarikan bumi dalam satuan Metriks. Tetapi kita tahu bahwa massa 1 kg yang mengalami tarikan bumi dengan percepatan 9. Satu dyne didefinisikan sebagai gaya. satuan gaya adalah dyne.81 N dengan cara yang sama: Asyari-Daryus.k adalah konstanta. Pada satuan CGS.81 m/sec2. Massa benda diukur dengan perbandingan langsung dengan massa standar dengan menggunakan timbangan. dan tidak berubah karena perubahan posisinya di permukaan bumi. dari bumi terhadap suatu benda. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta. jika sebuah benda bergerak dengan percepatan 9. telah diambil sebagai satu satuan gaya dan disebut satu kilogram gaya. Berat Adalah jumlah tarikan. akan menghasilkan percepatan 1 m/sec2 pada arah gaya yang bekerja tersebut. satuan gaya disebut Newton (disingkat N).81 m/sec2 adalah 1 kg-berat. Demikian pula dalam satuan MKS atau SI. Sehingga: 1 kg-berat = 9. Satu Newton didefinisikan sebagai gaya. maka berat benda juga akan berubah karena perubahan posisinya di permukaan bumi. Massa Adalah jumlah materi yang terkandung pada suatu benda. pada level permukaan laut dan lintang 450.81 N. 2 . Jadi jelas bahwa berat adalah sebuah gaya. yang akan menunjukkan variasi tarikan pegas jika benda dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. ketika bekerja pada massa satu gram.

satuan kerja adalah kilogram-meter (kg-m). Contohnya. x Satuan kerja bergantung pada satuan gaya dan perpindahan. Secara matematik Daya: Daya = Kerja yang dilakukan Waktu yang digunakan Dalam sistem Metrik. 3 . dikatakan bahwa telah dilakukan kerja. Hukum Newton Ketiga Tentang Gerak Menyatakan bahwa “setiap aksi. Dalam sistem SI. misalnya: sebuah mesin melakukan sejumlah kerja dalam satu detik akan dua kali lebih bertenaga dari pada mesin yang mengerjakan kerja yang sama dalam dua detik. satuan daya adalah daya kuda yang sama dengan 4500 kg-m per menit atau 75 kg-m per detik. Untuk membedakan satuan massa dengan berat.1 gm-berat = 981 dyne Satuan gaya diatas yaitu kg-berat dan gm-berat (untuk kemudahan biasanya ditulis hanya kg dan gm) disebut gravitasi atau satuan ahli teknik tentang gaya. satuan kerja adalah Newtonmeter (N-m). satuan daya adalah Watt. Pada sistem MKS. selalu ada reaksi yang sama besarnya dan berlawanan arah”. jika sebuah gaya F bekerja pada sebuah benda sehingga menghasilkan perpindahan x pada arah gaya. sedangkan Newton dan dyne disebut satuan absolut atau satuan saintific gaya. dimana 1 Khurmi adalah massa benda dalam kg dibagi dengan percepatan gravitasi (g=9. kemudian kerja yang dilakukan oleh gaya: W=F. Dalam sistem SI. diperkenalkan massa benda dalam satuan yang baru yaitu Khurmi.81). Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta. Daya Adalah laju kerja atau kerja per satuan waktu. Daya adalah pengukuran kinerja suatu mesin. Kerja Jika sebuah gaya bekerja pada sebuah benda dan benda mengalami perpindahan. yaitu sama Asyari-Daryus.

Tekanan Tekanan didefinisikan sebagai gaya per satuan luas. Umumnya satuan daya yang lebih besar digunakan kilowatt (kW) yaitu sama dengan 1000 W. 2. yaitu: mekanik. Energi Energi didefinisikan sebagai kapasitas untuk melakukan kerja. satuan tekanan yang digunakan adalah N/mm2. Hukum Kekekalan Energi Menyatakan bahwa “energi tidak bisa dibuat atau dimusnahkan.dengan 1 N-m/s atau 1 J/s. Energi kinetik. Energi potensial. Satuan tekanan bergantung pada satuan gaya dan luas. panas. Pada sistem MKS. Tetapi kadang-kadang satuan tekanan yang lebih besar (bar) digunakan dimana: 1 bar = 1 X 105 N/m2 Kadang-kadang tekanan dinyatakan dengan satuan lain yang disebut Pa (Pascal) dan kPa. cahaya dsb. MN/m2 dsb. Energi potensial dipunyai oleh benda untuk melakukan kerja karena letaknya. N/m2. dimana 1 Pa = 1 N/m2 dan 1 kPa = 1 kN/m2 Tekanan Gauge dan Tekanan Mutlak Semua pengukur tekanan (pressure gauge) akan membaca perbedaan antara Asyari-Daryus. Energi dijumpai dalam berbagai bentuk. Energi mekanik terdiri dari: 1. kimia. satuan tekanan yang digunakan adalah kg/cm2 dan kg/m2. Dimana 1 ata = 1 kg/cm2. sedangkan energi kinetik ada karena massa dan kecepatan. 4 . Kadang-kadang tekanan digunakan dengan satuan atmosfir dan ditulis dengan ata. namun bisa dirubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya”. kN/m2. Pada sistem SI. listrik. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.

Jarak antaranya dibagi 180 dan setiap jarak/garis skala mewakili satu derjat Fahrenheit (ditulis dengan 0F). 2. Jarak antara titik ini dibagi dengan 100 sehingga tiap satu jarak/garis skala adalah satu derjat centigrade (ditulis dengan 0C). 5 .01 bar absolut pada permukaan laut. Skala Centigrade atau Celsius. sedangkan tekanan aktual disebut tekanan absolut. 1. Benda yang panas disebut mempunyai temperatur yang lebih tinggi. Bacaan yang diperoleh dari pengukur tekanan dikenal sebagai tekanan gauge.tekanan aktual pada suatu sistem dengan tekanan atmosfir. Titik beku air pada skala ini ditandai dengan nol. titik beku air ditandai dengan 32 dan titik didih ditandai dengan 212. Masing-masing skala ini didasarkan atas dua titik tetap yang dikenal dengan titik beku air atau titik es. Pengukuran Temperatur Temperatur suatu benda diukur dengan termometer.033 kg/cm2 atau 1. Harga tekanan atmosfir diambil 1. Skala Centigrade Skala ini umumnya digunakan oleh ahli teknik dan ilmuwan. dan titik didih air ditandai dengan 100. Skala Fahrenheit. Hubungan antara skala Centigrade dengan Fahrenheit diberikan oleh rumus: Asyari-Daryus. Secara matematik: Tekanan absolut = Tekanan gauge + Tekanan atmosfir. Temperatur Temperatur adalah istilah yang penting dan didefinisikan sebagai derjat panas atau tingkat intensitas panas suatu benda. sedangkan benda dingin mempunyai temperatur yang lebih rendah. dan 2. Skala Fahrenheit Pada skala ini. Berikut ini adalah dua skala yang umum digunakan dalam mengukur temperatur suatu benda yaitu: 1. dan titik didih air atau titik uap. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.

6 gm sehingga : 1 C. yaitu jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur satu kilogram air sebesar 1 0C.6 calori Asyari-Daryus. maka harga temperatur yang digunakan sebagai rujukan adalah nol sebenarnya atau nol mutlak.U = 453. dan 0R = 0F + 460. (Centigrade Heat Unit). Satuan Kalor Jumlah panas/kalor diukur berdasarkan kuantitas untuk menaikkan temperatur dari massa air yang diketahui sebesar temperatur tertentu. Temperatur nol mutlak/absolut diambil pada harga -273 0 C atau -460 0 F. Skala absolut Fahrenheit disebut derjat Rankine (disingkat dengan 0R). Satuan-satuan berikut ini biasanya digunakan untuk mengukur jumlah kalor: 1. Temperatur yang diukur dari nol absolut ini disebut dengan temperatur mutlak. Satuan yang lebih besar dari calori adalah kilokalori (kcal).C 100 F 32 180 Temperatur Absolut Jika harga temperatur digunakan dalam persamaan yang berhubungan dengan hukum-hukum fundamental. sehingga 0K = 0C + 273.H U. Satuan kalor centigrade Secara singkat ditulis C. 6 . Kita tahu bahwa: 1 pound = 453.H. adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur satu pound air sebesar 1 0C. Catatan : 1 kilocalori (kcal) = 1000 calori 2. Skala celsius mutlak disebut dengan derjat Kelvin (disingkat dengan 0K). Calori Adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur satu gram air sebesar 1 0C. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.

U.Th. Pada sistem MKS. Satuan calori kadang-kadang disebut gram calori (gm-cal) dan satuan kalor centigrade disebut pound calori. British Thermal Unit Atau disingkat dengan B. satuan kalor digunakan calori atau kilocalori (ditulis cal atau kcal). 7 .U. Jika m kg suatu zat dengan kalor spesifikc diperlukan Asyari-Daryus. Kalor Spesifik Kalor spesifik suatu zat secara luas didefinisikan sebagai jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur satu satuan massa suatu zat sebesar 10. satuan kalor digunakan joule atau kilojoule (ditulis J atau kJ).3. Secara matematik. kalor yang diperlukan untuk menaikkan m kg air sebesar T derjat kelvin jika kalor spesifik adalah c (dalam kcal/kg 0K): Q = mcT kcal 3.T.. kalor yang diperlukan untuk menaikkan m kg air sebesar T derjat kelvin jika kalor spesifik adalah c (dalam kJ/kg 0K): Q = mcT kJ Ekivalen Mekanik dari kalor Telah dibuktikan oleh Joule bahwa kalor dan energi mekanik bisa saling berpindah. adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur satu pound air sebesar 1 0F. satuan kerja adalah Joule atau kiloJoule. Hubungan ini dituliskan dengan J (diambil dari nama Joule) dan dikenal sebagai ekivalen Joule atau ekivalen mekanik kalor. dan satuan kalor juga Joule atau kiloJoule. Ia mendapatkan dari eksperimen bahwa terdapat persamaan numerik antara satuan kalor dan satuan kerja. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta. atau B. Biasanya dinotasikan dengan c. Secara matematik. 2. sehingga kita bisa secara langsung mengkonversikan satuan kalor ke satuan mekanikal dan sebaliknya. Catatan : 1. Pada sistem SI. Sesuai dengan persamaan ini: 1 kcal = 427 kg-m (dalam satuan MKS) Pada sistem SI.

594 0.511 Gas pada tekanan Kalor atmosfir spesisifik Udara Nitrogen Oksigen 0.untuk menaikkan temperatur sebesar t0 C. Harga kalor spesifik beberapa zat.600 0.221 Karbon Dioksida 0.033 0.198 Kapasitas Kalor Kapasitas kalor sebuah zat bisa didefinisikan sebagai kalor yang diperlukan untuk menaikkan seluruh massa zat sebesar 10. yang memerlukan jumlah kalor yang sama ketika suatu zat dinaikkan temperaturnya sebesar 10. Secara matematik: Ekivalensi air suatu zat = m. maka: Kalor yang diperlukan = m.237 0.241 0.093 0.200 Air Es Uap Minyak Bensin Alkohol Minyak parafin Cairan Kalors Spesifik 1. Padatan Baja Tembaga Seng Mercury Batubara Arang Kalor Spesifik 0.s gram dimana.500 0.t kcal Nilai rata-rata kalor spesifik beberapa zat diberikan oleh tabel 1. kalori m = massa zat dalam gram c = kalor spesifik zat Ekivalensi Air Ekivalensi air suatu zat bisa didefinisikan sebagai jumlah air.434 0. Tabel 1.c.117 0. m = massa zat s = kalor spesifik zat Asyari-Daryus.097 0.241 0. 8 .000 0. Secara matematik: Kapasitas kalor = m.c dimana. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.

Sistem tertutup ditunjukkan oleh gambar 1. Gambar 1. Dengan kata lain. Sistem tertutup. Asyari-Daryus. Atau adalah suatu daerah dimana perhatian kita difokuskan dalam mempelajari proses termodinamika. Sistem tertutup. Batas sistem ini bisa saja berupa batas tetap seperti pada tangki yang berisi gas yang terkompresi.Sistem Termodinamika Sistem termodinamika secara luas bisa didefinisikan sebagai luas atau ruang tertentu dimana proses termodinamika terjadi. 1. atau batas bergerak seperti yang dijumpai pada sejumlah volume cairan di dalam saluran pipa. 2. batas sistem bergerak. Sistem terbuka. Sistem termodinamika tertutup. dan 3. Merupakan sistem massa tetap dan identitas batas sistem ditentukan oleh ruang zat yang menempatinya. Sistem terisolasi. panas dan kerja melewati batas sistem selama proses. Klasifikasi Sistem Termodinamika Sistem termodinamika bisa diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok: 1. Jika panas diberikan ke silinder dari sumber luar. Gas di dalam silinder dianggap sebagai suatu sistem. 9 . tetapi tidak ada terjadi penambahan atau pengurangan massa zat. dan segala sesuatu yang ada di luar batas sistem disebut lingkungan. Sedikit observasi akan memperlihatkan bahwa sistem termodinamika mempunyai batas sistem. temperatur gas akan naik dan piston bergerak ke atas. Ketika piston naik. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.

temperatur. Kerja melewati batas sistem melalui poros penggerak dan panas ditransfer melewati batas sistem melalui dinding silinder. Klasifikasi Sifat-sifat Sistem Sifat-sifat termodinamika bisa dibagi atas dua kelompok umum: Asyari-Daryus. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta. tekanan. Zat yang melewati batas sistem adalah udara bertekanan rendah (L.P) yang meninggalkan kompresor.2. kerapatan dan sebagainya. zat melewati batas sistem. Sistem termodinamika terbuka. Gambar 2 menunjukkan diagram sebuah kompresor udara yang menggambarkan sistem terbuka ini. Panas dan kerja bisa juga melewati batas sistem. Sistem terbuka Pada sistem ini.P) yang memasuki kompresor dan udara bertekanan tinggi (H. 3. Sistem ini massanya tetap dan tidak ada panas atau kerja yang melewati batas sistem. Gambar 2. 10 . Sistem terisolasi Adalah sebuah sistem yang sama sekali tidak dipengaruhi oleh lingkungannya. Sifat-sifat Sistem Keadaan sistem bisa diidentifikasi atau diterangkan dengan besaran yang bisa diobservasi seperti volume. Semua besaran yang mengidentifikasi keadaan sistem disebut sifat-sifat sistem.

11 . Sifat intensif. dan energi total sistem adalah sifat-sifat ekstensif. Sifat intensif Perhatikan bahwa temperatur sistem bukanlah jumlah dari temperatur-temperatur bagian sistem. Contohnya. Hukum termodinamika ke-nol. Hukum Ke-nol Termodinamika Hukum ini berbunyi: “Jika dua benda berada dalam kondisi kesetimbangan termal dengan benda ketiga. Sifat ekstensif Besaran sifat dari sistem dibagi ke dalam beberapa bagian. Keadaan ini disebut keadaan kesetimbangan termal. Kesetimbangan Termal Misalkan dua benda yang berasal dari material yang sama atau berbeda. yang satu panas. Asyari-Daryus. maka benda-benda tersebut berada dalam kesetimbangan termal satu sama lainnya”. yang harga untuk keseluruhan sistem merupakan jumlah dari harga komponen-komponen individu sistem tersebut. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta. Sifat sistem. Ketika benda ini ditemukan.1. benda yang panas menjadi lebih dingin dan benda yang dingin menjadi lebih panas. massa total. Sifat ekstensif. Jika kedua benda ini dibiarkan bersinggungan untuk beberapa lama. volume total. Hukum Termodinamika Berikut ini ada tiga hukum termodinamika yang penting untuk diketahui: 1. disebut sifat ekstensif. 2. 1. dan 2. Hukum termodinamika kedua. akan tercapai keadaan dimana tidak ada perubahan yang bisa diamati terhadap sifat-sifat kedua benda tersebut. 2. Begitu juga dengan tekanan dan kerapatan sistem. dan kedua benda akan mempunyai temperatur yang sama. dan lainnya dingin. tekanan dan kerapatan ini disebut sifat intensif. Sifat-sifat seperti temperatur. Hukum termodinamika kesatu dan 3.

Q = ΔU +W dimana. Sesuai dengan hukum ini. bisa merubah energi panas yang diberikan Asyari-Daryus. dan sebaliknya. Dengan kata lain. energi yang diberikan oleh kalor mesti sama dengan kerja eksternal yang dilakukan ditambah Secara matematik: dengan perolehan energi dalam karena kenaikan temperatur. tidak ada mesin panas sebenarnya. Atau dengan kata lain. 12 . tanpa adanya bantuan pihak luar”. Q = kalor yang dipindahkan ΔU = perubahan energi dalam W = kerja yang dilakukan dalam satuan kalor Persamaan di atas bisa juga ditulis dalam bentuk diferensial: dQ = dU + dW Hukum Kedua Termodinamika Hukum ini berbunyi: “Ada batas tertentu dari jumlah energi mekanik. untuk mentransfer panas dari benda dengan temperatur lebih rendah ke benda dengan temperatur yang lebih tinggi. Hukum termodinamika ini telah dinyatakan oleh Claussius dalam bentuk yang sedikit berbeda: “adalah tidak mungkin bagi mesin yang bekerja sendiri bekerja dalam proses siklik. panas tidak bisa mengalir dengan sendirinya dari benda dingin ke benda panas tanpa bantuan pihak eksternal. Sesuai dengan hukum ini.Hukum Kesatu Termodinamika Hukum ini berbunyi: “Kalor dan kerja mekanik adalah bisa saling tukar”. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta. Hukum ini juga dinyatakan oleh Kelvin-Planck sebagai: “adalah tidak mungkin membuat mesin yang bekerja dalam proses siklik yang tujuan tunggalnya untuk mengkonversi energi panas ke energi kerja”. bekerja dalam proses siklik. yang diperoleh dari sejumlah energi panas”. namun bisa dirubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya”. maka sejumlah kerja mekanik dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kalor. Hukum ini bisa juga dinyatakan sebagai: “Energi tidak bisa dibuat atau dimusnahkan.

menjadi kerja mekanik. hukum kedua termodinamika kadang-kadang disebut sebagai hukum degradasi energi. Artinya terjadi penurunan energi dalam proses menghasilkan kerja mekanik dari panas. Berdasarkan pernyataan ini. 13 . Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta. Asyari-Daryus.

Temperatur gas. Hukum ini berbunyi. bisa juga disebut sebagai gas sempurna. Hukum Boyle. Secara matematik bisa ditulis: p∝ 1 v atau pv = konstan Bentuk yang lebih berguna dari persamaan di atas adalah: Asyari-Daryus. Hukum Gay-Lussac. Hukum Boyle Hukum ini diformulasikan oleh Robert Boyle pada tahun 1662. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.BAB II SIFAT-SIFAT GAS SEMPURNA Gas sempurna (atau gas ideal) bisa didefinisikan sebagai suatu keadaan zat. ”Tekanan mutlak suatu massa dari gas sempurna berubah secara berbanding terbalik terhadap volumenya. Hukum Gas Sempurna Sifat fisik gas dikontrol oleh tiga variabel berikut: 1. pada batas temperatur tertentu. 2. 3. Volume yang ditempati oleh gas. dan 3. Sifat-sifat gas sempurna sempurna. akan mengikuti hukum-hukum berikut (diperoleh dari eksperimen): 1. yang penguapannya dari kondisi cair berlangsung sempurna. 14 . jika temperaturnya tetap”. Oksigen. Hukum Charles. Tekanan yang digunakan oleh gas. nitrogen. 2. yang mengalami perubahan pada variabelvariabel yang disebutkan di atas. hidrogen dan udara.

Hukum ini dinyatakan dalam dua bentuk: 1.. sesuai dengan pernyataan di atas. = konstan dimana notasi 1. Secara matematik: v∝T atau: atau v/T = konstan v1 v 2 v3 = = = . = konstan T1 T2 T3 dimana notasi 1. “Volume suatu massa gas sempurna berubah dengan berbanding langsung dengan temperatur mutlak. Misalkan..p1v1 = p2v2 = p3v3 = . vt = v 0 + vt v 0 = T T0 1 T ⎛ 273 + t ⎞ v0 . jika tekanan konstan”. 15 . Hukum Charles Hukum ini dirumuskan oleh warga negara Perancis bernama Jacques A. volume Asyari-Daryus.. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.. v0 = volume massa gas pada 00 C. 2.. 2 dan 3 mengacu kepada kondisi yang berbeda. Maka pada temperatur -2730 C. 273 T0 ⎝ 273 ⎠ atau: dimana. jika tekanan mutlaknya konstan” .t = v0 ⎜ ⎟ = v0 .. Charles pada tahun 1787. dan vt = volume massa gas yang sama pada t0 C maka. ”Semua gas sempurna akan menagalami perubahan volume sebesar 1/273 dari volume awalnya pada 00C untuk setiap perubahan temperatur sebesar 10 C. 2 dan 3 mengacu kepada kondisi yang berbeda.C. T = temperatur mutlak dari t0 C T0 = temperatur mutlak dari 00 C Terlihat bahwa volume gas akan mengalami penurunan sebesar 1/273 dari volume awalnya pada setiap penurunan temperatur 10 C.

Asyari-Daryus.. Persamaan Gas Umum Pada bagian sebelumnya. dan memberikan persamaan gas umum. Nilai pastinya adalah -273. kedua hukum Boyle dan Charles digabung.. . telah dibicarakan tentang hukum gas dimana memberikan kita hubungan antara dua variabel. ketika variabel ketiga konstan. volume dan temperatur. nilainya diambil -2730 C saja. Secara matematik: p∝T atau: atau p/T = konstan p1 p 2 p3 = = = .. berubah secara bersamaan. Tetapi untuk praktisnya. Hukum Gay-Lussac Hukum ini berbunyi: ”Tekanan mutlak dari suatu massa gas sempurna berubah berbanding langsung dengan temperatur. = konstan T1 T2 T3 dimana notasi 1. 1 Temperatur pada volume gas nol disebut temperatur nol mutlak. Termodinamika Teknik I 16 Universitas Darma Persada – Jakarta. jika volumenya konstan”. Berdasarkan hukum Boyle: p∝ atau: 1 v v∝ 1 p dan berdasarkan hukum Charles: v∝T Terlihat bahwa v∝ ∴ T p atau pv ∝ T pv = CT dimana C adalah konstanta. ketiga variabel yaitu: tekanan.160 C.gas akan nol. Untuk menyatakan kondisi ini. yang harganya tergantung pada massa dan sifat dari gas 1 Ini secara teoritis. Dalam kondisi sebenarnya. 2 dan 3 mengacu kepada kondisi yang berbeda.

2 dan 3 mengacu kepada kondisi yang berbeda.vs = RT disini R disebut konstanta gas karakteristik atau secara sederhana disebut konstanta gas.I. sehingga: R = Nm per kg 0K = J/kg 0K Asyari-Daryus. Satuan konstanta gas (R) bisa diperoleh sebagai berikut: R = kg/m 2 Xm pv = mT kgX 0 K 3 (Q m.v = mRT Catatan: 1. Hukum Joule Berbunyi ”Perubahan energi dalam dari gas sempurna berbanding langsung dengan temperatur.. Untuk sembarang massa m kg. Pada satuan S. Jika volume (v) pada persamaan gas umum dinyatakan dalam per 1 kg gas (disebut dengan volume spesifik.p. Persamaan Karakteristik Gas Adalah modifikasi dari persamaan gas umum. C dT dimana. Bentuk yang lebih berguna dari persamaan di atas adalah: p1v1 p2v2 p3v3 = = = K Konstan T1 T2 T3 dimana notasi 1.vs = v) = kg m per kg 0 K 2.” Secara matematik: dU ∝ dT = m. dan dilambangkan dengan vs) maka konstanta C (pada persamaan gas umum) bisa diwakili dengan konstanta lain R ( pada persamaan karakteristik gas).yang bersangkutan. persamaan gas karakteristik menjadi: m. m = massa gas C = konstanta proporsionalitas. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.vs = mRT p. dikenal dengan kalor/panas spesifik. (Q Nm = J) 17 . Sehingga persamaan gas umum bisa ditulis ulang sebagai: p. tekanan dalam N/m2.

Catatan: 1 gm mol (berat molekul dinyatakan dalam gm) dari semua gas akan menempati volume 22. Asyari-Daryus.4 m3.429 kg/m3. vs = 1 m 3 /kg 1.1 kg mol) : = 1 x 32 = 22.3. pada temperatur dan tekanan yang sama. Harga konstanta gas (R) berbeda untuk gas yang berbeda.429 dan volume 32 kg (atau 1 kg molekul. Maka. mengandung jumlah molekul yang sama”. 18 .4 liter pada NTP. dan berat molekul oksigen 16 kali dari berat molekul hidrogen. sehingga molekul oksigen mempunyai berat 32/2 = 16 kali berat molekul hidrogen. Karena 1 m3 kedua gas ini mempunyai jumlah molekul yang sama.27 kgm/kg 0K (atau 287 J/kg 0K atau 0. hukum Avogadro menunjukkan bahwa kerapatan dua gas berbanding lurus dengan berat molekulnya.429 Dengan cara yang sama bisa dibuktikan bahwa volume 1 kg mol sembarang gas pada NTP adalah 22.287 kJ/kg 0K). Pembuktian menunjukkan bahwa karena berat molekul hidrogen adalah 2 dan oksigen adalah 16. Maka.4 m 3 1. Hukum Avogadro Hukum ini berbunyi: ”volume yang sama dari gas-gas. sesuai dengan hukum Avogadro.P) yaitu pada 00 C dan 1. kerapatan (atau berat spesifik) oksigen adalah 16 kali dari kerapatan hidrogen. 4. Persamaan pv = mRT bisa juga dinyatakan dalam bentuk lain. Berat spesifik oksigen pada Normal Temperature and Pressure (disingkat N. Harganya pada udara atmosfir diambil 29. jika gas berada pada temperatur dan tekanan yang sama.T. yaitu: p= m RT = ρRT v (Q m/v = ρ) dimana ρ adalah kerapatan gas yang bersangkutan. ∴ Volume spesifik oksigen (pada 1 kg) pada NTP. 1 m3 oksigen (O2) akan mempunyai jumlah molekul yang sama dengan 1 m3 hidrogen (H2) jika temperatur dan tekanannya sama.0332 kg/cm2 absolut adalah 1. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.

adalah berat molekul dari gas yang berbeda dan R1. Karbon dioksida (CO2) Metana (CH4) Asetilen (C2H3) Sulfur dioksida (SO2) No. Gas Berat Molekul 44 16 26 64 Konstanta Gas Universal atau Konstanta Molar Konstanta gas universal atau konstanta molar dari gas (biasanya dilambangkan dengan Ru) adalah produk konstanta gas dan berat molekul gas. masing-masing adalah konstanta gas tersebut.. (antara nol sampai tak berhingga) tergantung pada kondisi. M2. M3 dst. 3. Secara matematik: Ru = M R Dimana. R2. dimana ia dipanaskan. 7. Gas Hidrogen (H2) Oksigen (O2) Nitrogen (N2) Karbon monoksida (CO) Berat molekul 2 32 28 28 5. Harganya adalah 848 kg-m/kg mol/K dalam MKS atau 8314 J/kg mol/K dalam SI. Persamaan karakteristik gas (yaitu: pv = RT) bisa ditulis dalam bentuk berat molekul yaitu: pv = MRT Kalor Spesifik Gas Kalor spesaifik suatu zat secara umum didefinisikan sebagai jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur per satuan massanya sebesar 10 C. 1. 6. Tetapi gas bisa mempunyai banyak kalor spesifik. R3 dst. 3. = Ru Catatan: 1. maka: M1R1 = M2R2 = M3R3 . 4. 19 . Asyari-Daryus. Kalor spesifik pada volume konstan. 2.Harga berat molekul dari beberapa gas diberikan berikut ini: No. Dua kalor spesifik berikut adalah yang penting di dalam termodinamika: 1. 8. 2.. Harga Ru sama untuk semua gas. Semua cairan dan padatan hanya mempunyai satu harga kalor spesifik. M = berat molekul gas yang dinyatakan dengan gm (yaitu gm-mol) atau kg (yaitu kg-mol)* R = konstanta gas Secara umum. jika M1. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.

jika dipanaskan pada volume konstan. m = massa gas T1 = temperatur awal gas T2 = temperatur akhir gas Jika gas dipanaskan pada volume konstan. Kalor total yang diberikan ke gas pada volume tetap adalah: Q = massa X kalor spesifik pada vol. dan menaikkan energi dalam gas. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta. Kalor Spesifik pada Volume Konstan Adalah jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur satu satuan massa gas sebesar 10 C. Biasanya dilambangkan dengan Cp atau Kp. Semua energi kalor digunakan untuk menaikkan temperatur dan tekanan gas. Konstan X kenaikan teperatur Gb. maka temperatur dan tekanan gas dalam kotak akan naik. maka volume gas tidak berubah. Kalor diberikan pada volume tetap. Karena tutup kotak tetap. jika dipanaskan pada tekanan konstan. Kalor spesifik pada tekanan konstan. Jika sekarang kotak dipanaskan. Kalor Spesifik pada Tekanan Konstan Adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatursatu satuan massa gas sebesar 10 C. semua kalor yang diberikan ada pada gas. = m Cv (T2 – T1) dimana. tidak ada kerja yang dilakukan. 20 . Misalkan sebuah gas diisikan pada sebuah kotak dengan tutup yang tetap seperti ditunjukkan gambar. Asyari-Daryus. Umumnya dilambangkan dengan Cv atau Kv.1. Dengan kata lain.2.

Cv. maka temperatur dan tekanan gas dalam kotak akan naik. Secara matematis. 21 .(T2 – T1) 2. kerja luar yang dilakukan bisa juga dinyatakan dengan : Asyari-Daryus. untuk Gb. mengatasi kenaikan tekanan. Karena tutup kotak bisa bergerak. dan mengakibatkan kenaikan energi dalam. kalor yang diberikan ke gas dimanfaatkan untuk dua hal berikut: 1. Kalor ini berada pada gas. Kalor total yang diberikan ke gas pada tekanan tetap adalah: tutup yang bergerak seperti ditunjukkan Q = massa X kalor spesifik pada tekanan konstan X kenaikan teperatur = m Cp (T2 – T1) dimana. ditulis: Q2 = p(v2 – v1) (dalam kalor mekanik) (dalam satuan kalor) = p(v 2 − v1 ) J Terlihat bahwa kalor spesifik pada tekanan konstan lebih tinggi dari pada kalor spesifik pada volume konstan. m = massa gas T1 = temperatur awal gas T2 = temperatur akhir gas Jika gas dipanaskan pada tekanan konstan. Jika sekarang kotak dipanaskan.Misalkan sebuah gas diisikan pada sebuah kotak dengan gambar.2. bagian kalor ini dirumuskan: Q1 = m. Untuk melakukan kerja luar/eksternal selama ekspansi. Secara matematis. maka ia akan naik ke atas. Catatan: 1. Kalor diberikan pada tekanan tetap. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta. Untuk menaikkan temperatur gas.

(iii) Asyari-Daryus. persamaan di atas menjadi: W = p(v2 − v1 ) = mR(T2 − T1 ) Hubungan Antar Kalor Spesifik Misalkan sebuah kotak dipanaskan pada tekanan konstan.I..W= p(v 2 − v1 ) pv 2 − pv1 = J J = mRT2 − mRT1 mR (T2 − T1 ) = J J (dalam satuan kalor) 2. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta... 22 . Dan notasi sebagai berikut: m = massa gas T1 = temperatur mutlak awal gas T2 = temperatur absolut akhir gas v1 = volume awal gas v2 = volume akhir gas Cp = kalor spesifik pada tekanan konstan Cv = kalor spesifik pada volume konstan p = tekanan konstan Kita tahu bahwa kalor yang diberikan ke gas pada tekanan konstan: Q = m Cp (T2 – T1) • Kalor yang digunakan untuk kerja luar: W= p(v 2 − v1 ) J ... (ii) Q = W + ΔU Sehingga: .. Dalam satuan S. (i) dan kenaikan energi dalam: ΔU = m Cv (T2 – T1) Kita tahu bahwa: ..

..(v) R + Cv J C p − Cv = R J atau .. persamaan di atas menjadi: Cv = R ( γ − 1) dimana R adalah konstanta gas. 2. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.287 kJ/kg 0K. Rasio Kalor Spesifik Rasio dua kalor spesifik (yaitu Cp/Cv) dari gas adalah konstanta penting di dalam termodinamika dan dilambangkan dengan γ.m Cp (T2 – T1) = p(v 2 − v1 ) + m Cv (T2 – T1) J …(iv) Dengan menggunakan persamaan gas (pv = mRT).C p (T2 − T1 ) = ∴ Cp = mR(T2 − T1 ) + m. Rasio ini dikenal juga dengan indeks Asyari-Daryus.(vii) Catatan: 1.(vi) Persamaan di atas bisa ditulis dengan: C p − Cv = C v ( γ − 1) = R J R J (dimana γ = Cp/Cv) Cv = R J ( γ − 1) .. maka: pv1 = mRT1 pv2 = mRT2 ∴ p(v1-v2) = mR (T2 – T1) Substitusikan harga p(v2 – v1) pada persamaan (iv): m..I.C v (T2 − T1 ) J .. dan nilainya diambil 0. membuktikan bahwa karakteristik konstanta gas adalah sama dengan perbedaan kedua kalor spesifik. 23 . Dalam S. Adalah hasil penting.

harga γ selalu lebih besar dari satu.846 0.250 3.40 1.125 1.650 1. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.178 0.692 0. 2.29 1. Karena Cp selalu lebih besar dari Cv .405 0.913 1.202 0.314 3.240 0.250 0.179 2.394 0.169 0.653 0.075 0. 6.753 0.177 1.156 0.520 0.047 14.40 1.720 0.C v Dalam satuan SI ditulis: γ = 1+ R Cv Harga Cv dan Cp untuk beberapa gas pada temperatur antara 150 sampai 200 diberikan oleh tabel berikut: Cp No.157 0. 8.745 1.31 Asyari-Daryus.133 0. Nama gas Satuan MKS Kcal/kg 0K Satuan SI kJ/kg 0K Satuan MKS Kcal/kg 0K Cv Satuan SI kJ/kg 0K γ = Cp / Cv 1.518 1.657 0.67 1.234 2. 7.420 0.218 0.404 0.153 1.749 10.29 1.043 2.005 0. 10.39 1.66 1. 3.257 0.40 1. 5.249 0. Seperti telah ditulis sebelumnya bahwa: Cp = R + Cv J Cp Cv = 1+ R JC v γ = 1+ R J . 4.adiabatis.40 1. 9. Udara Karbon dioksida (CO2) Oksigen (O2) Nitrogen (N2) Amonia (NH3) Karbon monoksida (CO) Hidrogen (H2) Argon (A) Helium (He) Metana (CH4) 0. 24 .172 0.523 5.

perubahan enthalpi: dH = dU + d(PV) Asyari-Daryus. H. Fungsi tersebut yang paling sederhana adalah enthalpi. dan didefinisikan dengan: H = U + PV Jika terjadi perubahan pada sistem. 25 .Enthalpi Fungsi termodnamika khusus diperkenalkan untuk kemudahan. Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful