ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLEIN DENGAN HNP (HERNIA NUKLEUS PULPOSUS) I.

Landasan teori
A. Pengertian HNP adalah Suatu nyeri yang disebabkan oleh proses patologik dikolumna vertebralis pada diskus intervertebralis (diskogenik) (Harsono, 1996) HNP adalah keadaan dimana nukleus pulposus keluar menonjol untuk kemudia menekan ke arah kanalis spinalis melalui anulus fibrosis yang robek. B. Etiologi HNP terjadi karena proses degenratif diskus intervetebralis C. Insiden Angka kejadi dan kesakitan banyak terjadi pada usia pertengahan. Pada umumnya HNP didahului oelh aktiivtas yang berlebihan, misalnya mengangkat beban berat (terutama mendadak) mendorong barang berat. Laki²laki lebih banyak dari pada wanita D. gejala Gejala utama yang muncul adalah rasa nyeri di punggung bawah disertai otot-otot sekitar lesi dan nyeri tekan . HNP terbagi atas : 1. HNP sentral HNP sentral akan menimbulkan paraparesis flasid, parestesia, dan retensi urine 2. HNP lateral Rasa nyeri terletak pada punggung bawah, ditengah-tengah abtra pantat dan betis, belakang tumit dan telapak kaki.Ditempat itu juga akan terasa nyeri tekan. Kekuatan ekstensi jari ke V kaki berkurang dan refleks achiler negatif. Pada HNP lateral L 4-5 rasa nyeri dan tekan didapatkan di punggung bawah, bagian lateral pantat, tungkai bawah bagian lateral, dan di dorsum pedis. Kekuatan ekstensi ibu jari kaki berkurang dan refleks patela negatif. Sensibilitas [ada dermatom yang sdesuai dengan radiks yang terkena menurun. Pada percobaan lasegue atau test mengnagkat tungkai yang lurus (straigh leg raising) yaitu mengangkat tungkai secara lurus dengan fleksi di sendi panggul, akan dirasakan nyeri disepanjang bagian belakang (tanda lasefue positif). Valsava dab nafsinger akan memberikan hasil posistif . E. patofisiologi Pada umumnya HNP didahului oeleh aktiivta syang berat dengan keluahan utamanya adalah nyeri di punggung bawah disertai nyeri otot sekitar lesi dan nyeri tekan . Hal ini desebabkan oleh spasme otot-otot tersebut dan spasme menyebabkan mengurangnya lordosis lumbal dan terjadi skoliosis. F. Penatalaksanaan 1. Terapi konservatif

a. Tirah baring Penderita hrus tetap berbaring di tempat tidur selama beberapa hari dengan sikap yang baik adalah sikap dalam posisi setengah duduk dimana tungkai dalam sikap fleksi pada sendi panggul dan lutut. tertentu. Tempat tidur tidak boleh memakai pegas/per dengan demikina tempat tidur harus dari papan yang larus dan diutu[ dengan lembar busa tipis. Tirah baring bermanfaat untuk nyeri punggung bawah mekanik akut. Lama tirah baring tergantung pada berat ringannya gangguan yang dirasakan penderita. Pada HNP memerlukan waktu yang lebih lama. Setelah berbaring dianggp cukup maka dilakukan latihan / dipasang korset untuk mencegah terjadinya kontraktur dan mengembalikan lagi fungsi-fungsi otot.

b. Medikamentosa 1. Symtomatik Analgetik (salisilat, parasetamol), kortikosteroid (prednison, prednisolon), anti-inflamasi non-steroid (AINS) seperti piroksikan, antidepresan trisiklik ( amitriptilin), obat penenang minor (diasepam, klordiasepoksid). 2. Kausal Kolagenese c. Fisioterapi Biasanya dalam bentuk diatermy (pemanasan dengan jangkauan permukaan yang lebih dalam) untuk relaksasi otot dan mengurnagi lordosis. 2. Terapi operatif Terapi operatif dikerjakan apabila dengan tindakan konservatif tidak memberikan hasil yang nyata, kambuh berulang atau terjadi defisit neurologik 3. Rehabilitasi a. Mengupayakan penderita segera bekerja seperti semula b. Agar tidak menggantungkan diri pada orang lain dalam melakkan kegiatan sehari-hari (the activity of daily living) c. Klien tidak mengalami komplikasi pneumonia, infeksi saluran kencing dan sebagainya).

II. konsep keperawatan
A. Pengkajian 1. Identitas HNP terjadi pada umur pertengahan, kebanyakan pada jenis kelamin pria dan pekerjaan atau aktivitas berat (mengangkat baran berat atau mendorong benda berat) 2. Keluahan Utama

Pengaruh pada aktivitas yang menimbulkan rasa nyeri seperti berjalan. . Status mental Pada umumny aklien menolak bila langsung menanyakan tentang banyak pikiran/pikiran sedang (ruwet). paruparu.Klien dapat menegenakan pakaian secara wajar/tidak . adneksitis dupleks kronis. T Sifanya akut. seperti kena api. keganasan (mieloma multipleks). Pemeriksaan a. atau hilang timbul. sifat nyeri seperti ditusuk-tusuk atau seperti disayat. makin lama makin nyeri. pendataran arkus lumbal. gerakan yang mendesak. perlahan-lahan atau bertahap.Hambatan pada pegerakan punggung . muskulatur paravertebral atau pantat yang asimetris.adanya angulus. perut. pelvis ya ng miring/asimitris. makin lama makin nyeri . posisi yang bagaimana yang dapat meredakan rasa nyeri dan memperberat nyeri. hilng timbul. Apakah klien pernah menderita Tb tulang.Kurvatura yang berlebihan. sub akut. Nyeri tadi bersifat menetap. dilengkapi pemeriksaan jantung. mendenyut. osteomilitis. Lebih bijakasana bila kita menanyakan kemungkinan adanya ketidakseimbangan mental secara tidak langsung (faktor faktor stres) 5. Riwayat Keperawatan a. Pengaruh posisi tubuh atau atau anggota tubuh berkaitan dengan aktivitas tubuh. S. . letak atau lokasi nyeri menunjukkan nyeri dengan setepat-tepatnya sehingga letak nyeri dapat diketahui dengan cermat. pelvis dan tungkai selama begerak.  Inspeksi . bisa menimbulkan nyeri punggung bawah 4.Nyeri pada punggung bawah P. berapa lama diminumkan. pantat dan tungkai dalam berbagai posisi dan gerakan untuk evalusi neyurogenik .inspeksi punggung. turun tangga. 3. Penyebaran nyeri apakah bersifat nyeri radikular atau nyeri acuan (referred fain). bersifat menetap. nyeri tumpul atau kemeng yang terus-menerus. trauma (mengangkat atau mendorong benda berat) Q. postur tungkai yang abnormal. Riwayat menstruasi. R. Pemeriksaan Umum  Keadaan umum  pemeriksaan tanda-tanda vital. Obat-oabata yang ssedang diminum seperti analgetik. metabolik (osteoporosis) b. menyapu.

perubahan warna kulit. ibu jari dan jari lainnya dengan menyuruh klien unutk melakukan gerak fleksi dan ekstensi dengan menahan gerakan.atropi otot pada maleolus atau kaput fibula dengan membandingkan kanan-kiri.  palpasi dan perkusi . .achiles (klien dalam posisi berbaring . kandung kencing penuh dll.  Pemeriksaan range of movement (ROM) Pemeriksaan ini dapat dilakukan aktif atau pasif untuk memperkirakan derajat nyeri. faskulasi. b. functio laesa. tumit diletakkan diatas tungkai yang satunya dan ujung kaki ditahan dalam posisi dorsofleksi ringan.paplasi dan perkusi harus dikerjakan dengan hati-hati atau halus sehingga tidak membingungkan klien .  Pemeriksan sensorik Pemeriksaan rasa raba.Paplasi pada daerah yang ringan rasa nyerinya ke arah yang paling terasanyeri. dan serong) untuk identifikasi ruang antar vertebra menyempit. rasa sakit.Ketika meraba kolumnavertebralis dicari kemungkinan adanya deviasi ke lateral atau antero-posterior . Foto rontgen dari depan. tungkai bawah. Pada aHNP lateral 4-5 refleks ini negatif. Pemeriksaan penunjang  foto rontgen.fakulasi (kontraksi involunter yang bersifat halus) pada otot-otot tertentu. kaki. Mielografi adalah pemeriksaan dengan bahan kontras melalu tindakan lumbal pungsi dan . .Kekuatan fleksi dan ekstensi tungkai atas. luutu posisi fleksi. pada HNP lateral di L4-5 refleks negatif. kemudian tendon achiles dipukul..duduk dengan tungkai menjuntai). .  Neuorologik  Pemeriksaan motorik .refleks lutut /patela/hammer (klien bebraring.Palpasi dna perkusi perut. distensi pewrut.Kemungkinan adanya atropi. samping.Rfleks tumit. rasa suhu. rasa dalam dan rasa getar (vibrasi) untuk menentukan dermatom mana yang terganggu sehingga dapat ditentuakn pula radiks mana yang terganggu. atau untuk mememriksa ada/tidaknya penyebaran nyeri. pembengkakan.  pemeriksaan refleks . .

Dignosa keperawatan Diagnosa keperawatan merupakan suatu pernyataan dari masalah pasien yang nyata ataupun potensial dan membutuhkan tindakan keperawatan sehingga masalah pasien dapat ditanggulangi atau dikurangi. menghilangkan dan mencegah masalah keperawatan klien. Tahapan perencanaan keperawatan klien adalah penentuan prioritas diagnosa keperawatan. 6. intake cairan yang tidak adekuat 5) Kurangnya pemenuhan perawatan diri yang berhubungan dengan hemiparese/hemiplegi 6) Resiko gangguan integritas kulit yang berhubungan tirah baring lama B. Apabila diketahiu adanya penyumbatan. . diagnosis.lokasi nyeri minimal . Perubahan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan dampak penjepitan saraf pada radiks intervertebralis Tujuan : Nyeri berkurang atau rasa nyaman terpenuhi Kriteria : .Klien mengatakan tidak terasa nyeri.hambatan kanalis spinalis yang mungkin disebabkan HNP. Penatalaksanaan (lihat pada landsan teori) 7. Rencana keperawatan dari diagnosa keperawatan diatas adalah : 1.keparahan nyeri berskala 0 . Tujuan perencanaan adalah untuk mengurangi. (Lismidar.  Sken tomografi Melihat gambaran vertebra dan jaringan disekitarnya termasuk diskusi intervertebralis.penetuan tujuan.  Elektroneuromiografi (ENMG) Untuk menegetahui radiks mana yang terkena / melihat adanya polineuropati. prognosis.Indikator nyeri verbal dan noverbal (tidak menyeringai) .pemotrata dengan sinar tembus. hilangnya fungsi 3) Perubahan mobilitas fisik berhubungan dengan hemiparese/hemiplagia 4) Perubahan eliminasi alvi (konstipasi) berhubungan dengan imobilisasi. 1990) 1) Nyeri berhubungan dengan penjepitan saraf pada diskus intervetebralis 2) Cemas berhubuangan dengan prosedur operasi. penetapan kriteria hasil dan menntukan intervensi keperawatan. Perencanaan Setelah merumuskan diagnosa keperawatan maka perlu dibuat perencanaan intervensi keperawatan dan aktivitas keperawatan. anestesi. nyeri.

diagnosis. Tindakan ini memungkinkan klien untuk mendapatkan rasa kontrol terhadap nyeri. Kriteria hasil : T Klien mampu mengungkapkan ketakutan/kekuatirannya. klien tampak tersenyum. Berikan informasi mengenai klien yang cemasnya. 4. Reinforcement terhadap potensi dan kehidupannya sehari-hari sumber yang dimiliki berhubungan disesuaikan dnegan tingkat dengan penyakit. untuk keluarga atau teman dekat dan 3. balutan (24-48 jam). Memungkinkan klien memilih metode komunikasi pendekatan spiritual) yang paling tepat untuk 5. juga pernah mengalami gangguan seperti yang dialami klien danmenjalani 2.INTERVENSI Identifikasi klien dalam membantu menghilangkan rasa nyerinya Berikan informasi tentang penyebab dan cara mengatasinya Tindakan penghilangan rasa nyeri noninvasif dan nonfarmakologis (posisi.. Tujuan : Rasa cemas klien akan berkurang/hilang. 2. Terapi farmakologi diperlukan untuk memberikan peredam nyeri. Harapan-harapan yang tidak realistik tiak dapat mengurangi operasi kecemasan. 4. Diskusikan mengenai kemungkinan 1. Berikan informasi mengenai sumbermenimbulkan ketidak sumber dan alat-lat yang tersedia yang percayaan klien terhadap dapat membantu klien perawat. Cemas berhubuangan dengan prosedur operasi. perawatan dan keterampilannya sehingga dapat tindakan mengurangi rasa cemas dan frustasinya. Informasi mengurangi ansietas yang berhubungan dengan sesuatu yang diperkirakan. anestesi. nyeri. sehingga dapat mengurangi rasa 2. hilangnya fungsi. Dukungan dari bebarapa orang yang memiliki pengalaman . Menunjukkan kepada klien kemajuan dari fungsi gerak untuk bahwa dia dapat berkomunikasi mempertahankan harapan klien dalam dengan efektif tanpa memenuhi kebutuhan sehari-hari menggunakan alat khusus. Berikan support sistem (perawat. Terapi analgetik RASIONAL Pengetahuan yang mendalam tentang nyeri dan kefektifan tindakan penghilangan nyeri. prognosis. justru malah 3. distraksi dan relaksasi. INTERVENSI RASIONAL T Respon 1.

Klien dapat mengidentifikasi sumber pribadi/komunitas untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan INTERVENSI a. tetapi berikan bantuan sesuai kebutuhan d. Agar klien menyadari sumbersumber apa saja yang ada disekitarnya yang dapat mendukung dia untuk berkomunikasi. Hindari melakukan sesuatu untuk klien yang dapat dilakukan klien sendiri. sangat 5.yang sama akan membantu klien. Beri motivasi kepada klien untuk tetap melakukan aktivitas dan beri bantuan dengan sikap sungguh c. Meningkatkan harga diri dan semangat untuk berusaha terus-menerus c. Monitor kemampuan dan tingkat kekurangan dalam melakukan perawatan diri b. Membantu dalam mengantisipasi/merencanakan pemenuhan kebutuhan secara individual b.Tidak terjadi kontraktur sendi . tonus dan kekuatan otot d) Kolaborasi dengan ahli fisioterapi untuk serta memperbaiki fungsi latihan fisik klien jantung dan pernapasan c) Otot volunter akan kehilangan tonus dan kekuatannya bila tidak dilatih untuk digerakkan 4.Bertabahnya kekuatan otot . Berikan umpan balik yang positif untuk setiap usaha yang dilakukannya atau RASIONAL a. Kurangnya perawatan diri berhubungan dengan hemiparese/hemiplegi. Klien mungkin menjadi sangat ketakutan dan sangat tergantung dan meskipun bantuan yang diberikan .Klien menunjukkan tindakan untuk meningkatkan mobilitas INTERVENSI RASIONAL a) Ubah posisi klien tiap 2 jam a) Menurunkan resiko terjadinnya b) Ajarkan klien untuk melakukan latihan iskemia jaringan akibat sirkulasi gerak aktif pada ekstrimitas yang tidak darah yang jelek pada daerah sakit yang tertekan c) Lakukan gerak pasif pada ekstrimitas yang b) Gerakan aktif memberikan sakit massa. Perubahan mobilitas fisik berhubungan dengan hemiparese/hemiplegia Tujuan : Klien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuannya Kriteria hasil . nyeri Tujuan Kebutuhan perawatan diri klien terpenuhi Kriteria hasil .Klien dapat melakukan aktivitas perawatan diri sesuai dengan kemampuan klien . 3.

Memberikan bantuan yang mantap untuk mengembangkan rencana terapi dan mengidentifikasi kebutuhan alat penyokong khusus 5.Konsistensifses lunak .keberhasilannya e. Pelunak feses meningkatkan efisiensi pembasahan air usus.Bising usus normal ( 15-30 kali permenit ) INTERVENSI a) Berikan penjelasan pada klien dan keluarga tentang penyebab konstipasi b) Auskultasi bising usus c) Anjurkan pada klien untuk makan maknanan yang mengandung serat d) Berikan intake cairan yang cukup (2 liter perhari) jika tidak ada kontraindikasi e) Lakukan mobilisasi sesuai dengan keadaan klien f) Kolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian pelunak feses (laxatif. Masukan cairan adekuat membantu mempertahankan konsistensi feses yang sesuai pada usus dan membantu eliminasi reguler e. Meningkatkan perasaan makna diri dan kemandirian serta mendorong klien untuk berusaha secara kontinyu e.Tidak teraba masa pada kolon ( scibala ) . Gangguan eliminasi alvi (konstipasi) berhubngan dengan imobilisasi. . enema) RASIONAL a. Diit seimbang tinggi kandungan serat merangsang peristaltik dan eliminasi reguler d. Bising usu menandakan sifat aktivitas peristaltik c. suppositoria. intake cairan yang tidak adekuat Tujuan Klien tidak mengalami kopnstipasi Kriteria hasil . Klien dan keluarga akan mengerti tentang penyebab obstipasi b.Klien dapat defekasi secara spontan dan lancar tanpa menggunakan obat . Kolaborasi dengan ahli fisioterapi/okupasi bermanfaat dalam mencegah frustasi. adalah penting bagi klien untuk melakukan sebanyak mungkin untuk dirisendiri untuk emepertahankan harga diri dan meningkatkan pemulihan d. Aktivitas fisik reguler membantu eliminasi dengan memperbaiki tonus oto abdomen dan merangsang nafsu makan dan peristaltik f.

Meningkatkan aliran darah kesemua daerah b. Menghindari tekanan yang berlebih pada daerah yang menonjol d.Tidak ada tanda-tanda kemerahan atau luka INTERVENSI a. dan anggota tim kesehatan lainnya. Evaluasi adalah kegiatan yang di sengaja dan terus-menerus dengan melibatkan klien. Lakukan massage pada daerah yang menonjol yang baru mengalami tekanan pada waktu berubah posisi e. Evaluasi Evaluasi merupakan langkah akhir dalam proses keperawatan.Klien mau berpartisipasi terhadap pencegahan luka . Tujuan evaluasi adalah untuk menilai apakah tujuan dalam rencana keperawatan tercapai atau tidak dan untuk melakukan pengkajian ulang. dan strategi evaluasi. Menghindari kerusakankerusakan kapiler-kapiler e. 1990) . perawat. Menghindari tekanan dan meningkatkan aliran darah c. Dalam hal ini diperlukan pengetahuan tentang kesehatan. Mempertahankan keutuhan kulit C. patofisiologi. Hangat dan pelunakan adalah tanda kerusakan jaringan f. (Lismidar. Jaga kebersihan kulit dan seminimal mungkin hindari trauma.yang melunakkan massa feses dan membantu eliminasi 6. Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan tirah baring lama Tujuan Klien mampu mempertahankan keutuhan kulit Kriteria hasil .Klien mengetahui penyebab dan cara pencegahan luka . Observasi terhadap eritema dan kepucatan dan palpasi area sekitar terhadap kehangatan dan pelunakan jaringan tiap merubah posisi f. D. Rubah posisi tiap 2 jam c. Anjurkan untuk melakukan latihan ROM (range of motion) dan mobilisasi jika mungkin b. Pelaksanaan Pelaksanaan asuhan keperawatan ini merupakan realisasi dari rencana tindakan keperawatan yang diberikan pada klien. Gunakan bantal air atau pengganjal yang lunak di bawah daerah-daerah yang menonjol d. panas terhadap kulit RASIONAL a.

R Umur : 65 tahun Jenis kelamin : perempuan Agama : Islam Pekerjaan : Status : Ibu rumah tangga Alamat : SBY MRS : 18-02-2002 DM : Post Op Laminectomy dengan DM HNP B. An HBJ International Edition. berdiri belum kuat/mampu dan perlu bantuan bila berjalan hanya kuat 3 meter. Jakarta. EGC. Satyanegara. Jakarta. 1991. Yogyakarta. nyeri dirasakan pada paha. Keperawatan Kritis. 1998. Rencana Asuhan Keperawatan.. R DENGAN GANGGUAN SISTEM NEUROLOGI HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) DI RUANG SYARAF A RUMAH SAKIT Dr..V. Philadelphia.. Sidharta P.C.1996. Ilmu Bedah Saraf. Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. kondisi seperti ini menyebabkan lebih banyak terlentang. 2000. Gadjah Mada University Press. 2000. 1996. Volume 3. Edisi Ketiga. Mardjono M. miring kanan dan kiri. Jakarta.M. PT Dian Rakyat. Pemeriksaan Klinik Neurologik Dalam Praktek. Keluhan utama Nyeri otot Paliatif. A Nursing Process Approach. Gramedia Pustaka Utama.M. Jakarta. Identitas Nama : Ny.Gallo B. Jakarta.Geissler A. T. Kapita Selekta Neurologi. Gadjah Mada University Press. Neurologi Klinis Dasar. Harsono. dan bertambah nyeri bila digerakkan atau diangkat sampai menjalar ke pinggang kiri Severity. EGC. Yogyakarta. SOETOMO SURABAYA I.E. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Ny. Doenges. Jakarta.. Barbara. Saunders Company.. EGC. Lynda Juall.D.DAFTAR PUSTAKA Carpenito. Edisi VI. EGC. Buku Ajar Neurologi Klinis. 1981. 2000. EGC. Jakarta.. W. Edisi 8. Bayne M. Pendekatan Holistik. terlentang duduk masi dibantu dan tahan < 10 menit. Volume II. 1998. Harsono. Buku Saku Diagnosa Keperawatan.. Medical Surgical Nursing. Engram. Hudak C. nyeri otot Region. Juwono... geringgingan Kualitatif dan kuantitatif.F. Edisi 1. Ignatavicius D. dalam memenuhi aktiivitas sehari- .. Nyeri otot. M. Edisi 3.B. 1996. PENGKAJIAN (12 Maret 2002) A.Moorhouse M.

miring kanan dan kiri.hari sebagian masih dibantu atau ketergantungan pada orang lain seperti BAB dan BAK. sayur kacang hijau (NS TKTP). Riwayat keluarga Tidak ada riwayat keluarganya yang menderita penyakit seperti yang diderita klien. Riwayat keperawatan : 1. tentunya kangen dengan kondisi rumahnya. mendapat paerawatan di syaraf A RSDS. warna kuning bening. perkembangannya yang sudah dicapai. D. kebutuhan istirahat terpenuhi. dengan sendirinya tertidur. Klien tidak ada pantangan dalam makanannnya. 6. 2. 3. pokoknya merasa lelah. Pola fungsi kesehatan 1. dengan sakitnya kadang masih terasa terganggu. 4. 5. sembuh tanpa operasi dan menjalani perawatan di syaraf A RSDS. jarang duduk karena masih terasa sakit/nyeri pada beka soperasi oto paha dan pinggang apalagi dibuat gerak. frekuensi 3-4 kali/hari. Untuk berdiri masih dibantu dan jalan hanya bisa dengan jarak 3 meter itu masih perlu dituntun. pola aktivitas Selama ini setelah dioperasi . Tahun 1998 dengan penyebab dan sakit yang sama. pola eliminasi BAK spontan . Riwayat penyakit sekarang Tanggal 18 -02-2002 jatung dari tangga tidak bisa bergerak dan nyeri sepanjang kaki kiri samapai pinggang tanggal 6 Maret 2002. C. hanya mengikuti apa yang diperlukan (tindakan dan pengobatan) Personil higyine klien cukup rapi. pola istirahat/tidur Tidur tidak tentu waktunya. telah dilakukan operasi untuk diperbaiki kelainan sarafnya yang kejepit Sekarang masih terasa nyeri pada otot paha dan bertambah bila dibuat gerak samapai pmenjalar ke pinggang kiri. setiap kali kencing kurang lebih ½-1 gelas perhari. lauk. pola nutrisi dan metabolisme Makan NS . pola sensoris dan kognitif . Tahun 2002 sakitnya yang sekarang ini 2. rambut disisr Diri klien merasa bahwa sudah lama dirawat. Time. 3. tetapi tetap sabar dan merasa dirinya tergantungan tidak bisa berbuat banyak dalam memenuhi kebutuhan diri sendiri. tidur terlentang. Nyeri otot dan gringgian dirasakan apabila digerakkan. Riwayat penyakit sebelumnya Tahun 1995 pernah jatuh karena terpeleset dan tidak bisa bergerak seperti yang dirasakan saat ini teteapi tidak perlu dioperasi karena bisa disembuhkan dengan perawatan dan istirahat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dibantu. Pola persepsi dan tatalaksana terhadap sehat Klien masih merakan kecemasan terhadap kondisi penyakitnya dan proses penyembuhan .

nyeri dada (-) c. konsentrasi baik. reproduksi dan seksual Klien termasuk menopause dengan umur 65 tahun. Nadi 88 kali/menit. Sistem pernafasan. menggunakan bahasa jawa. Perilaku. S = 37 oC. GCS 456. Penampilan tidur terlentang dengan kepala ditinggikan 2 bantal.Tingkat pengetahuan klien dan pendidikan baik dna menunjang proses pembelajaran. Interaksi. lacar. orientasi baik. terkontrol. RR 20 kali/menit. reguler b. system vaskuler Tensi 120/70 mmHg. 10. Review of system a. suhu akral hangat. komonikatif (kooperatif).dan indonesia. Observasi dan pemeriksaan fisik 1. 9. RR = 20 x/mnt 2. Haid teratur dengan sikulus 30 hari. sabar. N = 88 x/mnt. tidak anemis. S1S2 tunggal normal. GCS 456 Kepala dan leher  Sklera putih. Vesikuler.  Conjunctiva tidak pucat  Pupil isokor  Leher kaku kuduk (-). Pola komunikasi . kesadaran komposmentis. tidak ada pembesaran getah bening Persepsi sensoris  Pendengaran Dalam batas normal  Penciuman Pilek (-). Keadaan umum Status gizi cukup. pola hubungan dan peran Status klien dalam keluarga sebagai ibu rumah tangga dengan 4 anaknya dan suami. kesadaran baik 8. KB (-).terbuka. E. Antopometri : TB : 160 cm BB : 56 Kg Tanda vital : T = 120/70 mmHg. system persyarafan Kesadaran komposmentis. Retraksi -/-. pola tata nilai dan kepercayaan Klien selalu berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya serta bertawakkal dengan harapan tetap dalam lindungannya dan diberi ketabahan dan kesembuhan sehingga dapat mandiri dan bisa beibadat seperti sebelumnya. 7. dukungan keluarga (untuk perawatan dan pengobatan memenuhi. Pernafasan spontan. epitaksis (-)  Pengecapan . Wh -/-. penganggulangan stress dalam mengatasi masalahnya yan berhubungan dnegan kesehatan dialkukan dengan cara terbuka dan musyarah mufakat bersama suaminya dan anak -anaknya. bentuk dada simetris. Rh -/-.

terasa nyeri pada otot paha.5 Protein 2. g. laboratorium Yang Diperiksa 18-2-2002 20-02-2002 Hb 15 gr/dl 11.citan rasa ((+) .8 Leukosit 17.91 Alb 3. Sistem reproduksi perempuan (tidak kelainan pada genetelatia eksternenya) i. kuning f. Sistem hematopoetik Limfadenopati (-) 3.83 mg/dl Bil indireck 0. system pencernaan BU (+) Normal.200 x 10 9/L N Diff count -/-/-/90/10/Ht 48 % Tromb. BAB 2 hari sekali liat. ½-1 gelas setiap kali kencing warna kuning bening e. 215 x 109/L Sakar darah puasa 114 mg/dl Sakar 2 jpp Cholesterol 147 mg/dl Kreatinin 1. kulit (turgor baik). Pemeriksaan penunjang 1.03 mg/dl BUN 15.12 mg/dl SGOT 23. system endokrin Riwayat pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan usia ( tahun) h.7 . system muskoloskletal dan integument Kemampuan pergerakan sendi bebas. bertambah bil adegerakan dan nyerinya menjalar pada pinggang kirinya. kekuatan otot ekstremitas atas (5/5) extremitas bawah 5/5. dingin dan tekan. akral (hangat) . dapat mengunyah dan menelan. SGPT 13. Urat 3.34 Na 39 K 3. system perkemihan BAK Lancar spontan produksi urine 3-4 kali. sulit menelan (-)  Penglihatan Dalam batas normal  Perabaan Dapat merasakan perbedaan stimulasi terhadap panas. kaki dan tangan tersa geringgiangan d.7 mg/dl Bil total 0.2.33 As.2 LED 40 mm/jam 38.

Perawatan luka 2. Radiologi Hasil tampak adanya HNP pada lumbal 5. Injeksi Novalgin 3x1 ampul 6. Konsul cardiologi Inkoplet RBBB cardiac arest indeks calss I j. Diit NS TKTP 4. Rob 1 x 1 amp 8. Clobazam 2 x10 mg 7. Penatalaksanaan 1.Sakrum 1 3. mobilisasi bertahap 3. Rencana aff jahitan hati ke VII .PTT APTT FH 2. Obs VT 5.

Pemeriksaan fisik : Refleks fisiologis : Ekstremitas atas +2/+2 Ekstremitas bawah +2/+2 Refleks patologis (-) Data Subyejtif Selama ini setelah dioperasi . bradikin dan prostaglandin) respetor spesifik (aksi potensial) nyeri Resptor spesifik (aksi potensial) ganglion melalui kornu posterior medulla spinalis saraf parasimpatis otot motorik eksteremitas . bertambah bil adegerakan dannyerinya menjalar pada pinggang kirinya. Pada waktu sendiri dengan ETIOLOGI Post operasi laminectomy Diskontinuitas Jaringan MASALAH Nyeri Defisit perawatan diri Cemas ringan Bekas Gejala sisa isi nukleus Nueron kejepit Peradangan Gangguan sirkulasi/ penekanan pada saraf tempat operasi/cedera Reaksi zat kimia/bioaktif (serotonin . Data Obyektif Klien sedang dalam posisi berbaring dengan kepala ditinggikan 45 o. dan terasa lebih sakit bila dilakukan gerakan (miring kanan.4. miring kanan dan kiri. Analisa data TGL 12032002 DATA Data Subyejtif Klien mengatakan setalah operasi dirasakan lebih nyaman dan tidak sakit seperti sebelum operasi Klien mengatakan rasa nyeri masih dirasakan pada otot paha. terasa nyeri pada otot paha. tidur terlentang. kekuatan otot ekstremitas atas (5/5) extremitas bawah 5/5. akral (hangat) . Untuk memenuhi kebutuhan seharihari dibantu. kulit (turgor baik).Untuk berdiri masih dibantu dan jalan hanya bisa dengan jarak 3 meter itu masih perlu dituntun. jarang duduk karena masih terasa sakit/nyeri pada bekas operasi otot paha dan pinggang apalagi dibuat gerak. kaki diangkat) bahkan menjalasr ke pinggang kirinya. Klien mengatakan dengan duduk masih bisa dengan bantuan atapi tidak tahan samapai 10 menit Data Obyektif Klien tampak menyeringan bila dilakukan pemeriksaan kaki kirnya dengan diangkat dengan ketinggian 45 o Kemampuan pergerakan sendi bebas.

posisi tidur dengan nasi ditempatkan pada kursi sambilmakan. nyeri sekunder terhadap paska laminectomy. 3. Defisit perawatan diri berhubungan dengan keterbatasan gerak. Nyeri gerak Imobilisasi. Paska operasi laminectomy hari ke 6 Data Subyejtif Klien mengatakan bagaiamana dengan penyakitnya apakah bisa disembuhkan dengan baik sehingga dapa tmelakukan aktivitas seperti biasanya. intoleransi gerak Defisit perawatan diri Sakit Pengalam dan epengetahuan kurang Stressor Peningkatan katekolamin Kortisol meingkat cemas 5. sindroma sisa 2. hilangnya fungsi. Cemas berhubungan dengan prognosis. Perubahan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan diskontinuitas jaringan sekunder terhadap operasi laminectomy. Data Obyektif Klien tampak termenung Klien masih bisa konsentrasi dan menerima proses pemebelajaran . kLien mengatakan sudah 6 hari ini masih dirasakan nyeri dan perlu suntikan dan mengurangi rasa sakit Klien menceritakan tentang apa yang dirasakan. . dan harapan dari usaha yang telah dilakukannya.. Diagnosa Keperawatan 1.

Pengetahuan yang mendalam tentang nyeri dan kefektifan tindakan penghilanga n nyeri. balutan (24-48 jam).0 0 14. Identifikas i klien dalam membant u menghila ngkan rasa nyerinya b. Tindakan penghila ngan rasa nyeri noninvas if dan nonfarm akologis (posisi.0 0 13. . frekuensi. Asuhan Keperawatan TG D TUJUAN/KRITE L X RIA 1202200 2 1 Nyeri berkurang atau rasa nyaman terpenuhi setelah 7 hari paska operasi Kriteria : .B.0 0 12. Tindakan ini memungkin kan klien untuk mendapatka n rasa kontrol terhadap nyeri. sifat. Terapi clab oza m 2 x 10 mg . distraksi dan relaksasi d.keparahan nyeri berskala 0 . b. JA M 07.Injeksi Nov algin 3x1 amp ul RASIONAL a.lokasi nyeri minimal . nadi 88 x/mnt Melakukan perawatan luka seapseptik dan antiseptik Mengatur posisi sehingga klien merasa lebih enak dan nyaman Menginjeksi novalgin 1 ampul IV Mengklarifikasi kepada klien tentang obat minum clabosam 10 mg sudah diminumkan.0 0 10. Informasi mengurangi ansietas yang berhubunga n dengan sesuatu yang diperkirakan .Klien mengatakan tidak terasa nyeri.0 0 IMPLEMENT ASI Melakukan perkenalan dan kontrak dengan klien dankeluarga dalam membantu perawatan dan permasalah yang dapat dipecahkan bersama. c. lama dan cara penanganan yan telah dilakukan klien) Mengobservasi tanda=tanda vital 120/80. d.Indikator nyeri verbal dan noverbal (tidak menyeringai) INTERVE NSI a.0 0 09. Mengidentifikasi tingkat nyeri yang dirasakan klien (lokasi. Memonitor perkembangan tingkat nyeri Mengajarakan klien latihan relaksasi dengan nafs dalam dan panjang berulang-ulang 5-6 kali dengan . Terapi farmakologi diperlukan untuk memberikan peredam nyeri. Berikan informas i tentang penyeba b dan cara mengata sinya c.0 0 08.

0 0 IMPLEMENT ASI Mengidentifikasi tingkat pengentahuan klien tetntang perkembangan yang dirasakan setelah operasi dan sebelum operasi Memberi penejelasakan tentang nyeri. Berikan informasi mengenai sumbersumber dan alatlat yang tersedia RASIONAL a. damapak yang mungkin timbul dan alternatif pemcehaan yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyerinya.0 0 09. b. Menunjukk an kepada klien bahwa dia dapat berkomun ikasi dengan efektif tanpa mengguna kan alat khusus.0 0 08. Berikan informasi mengenai klien yang juga pernah mengala mi gangguan seperti yang dialami klien c. Memberi kesemapatan klien untuk ungkapklan perasaannya dan harapanharapannya. TG L 1202200 2 D X 2 TUJUAN/KRITE RIA Tujuan : Rasa cemas klien akan berkurang/hilang setealh diberikan pendidikan kesehatan (penyakit. Harapanharapan yang tidak realistik tiak dapat menguran gi kecemasa n. prognosis) Kriteria hasil : Klien mampu mengungkapkan ketakutan/kekuatiran nya. Diskusikan mengenai kemungki nan kemajuan dari fungsi gerak untuk memperta hankan harapan klien dalam memenuh i kebutuha n seharihari b.frekeunsi 3 kali/hari Mengobservasi tanda-tanda vital (tensi 120/70 mmHg. c. Memungkin kan klien untuk memilih metode JA M 07. faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya neyeri.justru malah menimbul kan ketidak percayaan klien terhadap perawat. sehingga dapat menguran gi rasa cemasnya. nadi 88 x/mnt) Memonitor keadaan klien (klien sedang istirahat. Memberi gambaran tentang klien yang pernah menjalani penyakit dan oeprasi yang seperti klien alami. Respon klien tampak tersenyum INTERVEN SI a. Memberikan support sistem .0 0 12.0 0 11.0 0 10.

d. e. perawata n dan tindakan komunika si yang paling tepat untuk kehidupan nya seharihari disesuaika n dnegan tingkat keterampi lannya sehingga dapat menguran gi rasa cemas dan frustasiny a. bertahap. TG L 1202200 2 D X 3 TUJUAN/KRIT INTERVEN ERIA SI Kebutuhan perawatan diri klien terpenuhi setelah post a. Berikan support sistem (perawat.0 0 IMPLEMEN TASI Mengidentifika si tingkat kemampuan klien dalam .yang dapat membant u klien d.0 0 08. Dukungan dari bebarapa orang yang memiliki pengalam an yang sama akan sangat membantu klien. Memberi petunjuk bahwa klien sudah banyak perubahan dan perbaikan yang baik dari pada penyakit lainnya disekitar klien di syaraf A Memberikan reinforcement terhadap tanggapan klien yang mengatakan perlu kesabaran dan ketelatenaan serta doa untuk memohon kesembuhan yang terbaik baginya sesuai agama. Agar klien menyadari sumbersumber apa saja yang ada disekitarn ya yang dapat mendukun g dia untuk berkomun ikasi. keluarga atau teman dekat dan pendekata n spiritual) e. Membantu dalam mengantisipasi/ merencana-kan pemenuhan JA M 07. Monitor kemamp uan dan tingkat RASIONAL a. Reinforcem ent terhadap potensi dan sumber yang dimiliki berhubun gan dengan penyakit. pada klien dengan harapan dan semangat untuk mencapai kesembuhan yang optimal.

Memberikan bantuan yang mantap untuk mengembangka n rencana terapi dan mengidentifikas i kebutuhan alat penyokong khusus 10. Berikan umpan balik yang positif untuk setiap usaha yang dilakuka nnya atau keberhasi lannya e. Kolaborasi dengan ahli fisioterap kebutuhan secara individual b.0 0 memenuhi kebutuhan sehari-hari (aktif dilakukan sendiri. dengan bantuan) Memberi kesempatan pada klein utnuk mandiri sesuai dengan kemampuan sebatas yang dianjurkan. Meningkatkan perasaan makna diri dan kemandirian serta mendorong klien untuk berusaha secara kontinyu e. Klien mungkin menjadi sangat ketakutan dan sangat tergantung dan meskipun bantuan yang diberikan bermanfaat dalam mencegah frustasi.Klien dapat mengidentifikas i sumber kemampuannya untuk mandiri dan meminta bantuan sesuai kebutuhan kekurang an dalam melakuk an perawata n diri b. berdiri dan berjalan secara bertahap. tetapi berikan bantuan sesuai kebutuha n d. Meningkatkan harga diri dan semangat untuk berusaha terusmenerus c. Menganjurkan kepada kelaurganya untuk membantu klien dalam defekasi dan BAK Menganjurkan pada klein untuk melakukan mobilisasi atau aktivitas secara bertahap mulai dari duduk dengan makan. Hindari melakuk an sesuatu untuk klien yang dapat dilakuka n klien sendiri.0 0 13. tidak mendorong barang yang berat dan sifatnya ringan. tidak mengangkat berat.operasi hari ke VII Kriteria hasil . Beri motivasi kepada klien untuk tetap melakuk an aktivitas dan beri bantuan dengan sikap sungguh c. minum dan BAB dan BAK sendiri) . .Klien dapat melakukan aktivitas perawatan diri sesuai dengan kemampuan klien (makan. adalah penting bagi klien untuk melakukan sebanyak mungkin untuk diri-sendiri untuk emepertahanka n harga diri dan meningkatkan pemulihan d. berdiri dan berjalan (mandiri tau bantuan) Memberi reinforcement terhadap kemamapuan yang telah dicapai dan kesanggupanny a untuk teteap mempertahanka n melakukan gerak duduk.

i/okupasi .

. Nadi 88 kal/menit. Klien mengatakan tidak terasa nyeri.00 EVALUASI S. tampak tenang A Masalah teratasi P Intervensi dipertahankan S Klien mengatakan untuk keperluan BAK jam 12. Evaluasi TGL 12-022002 DX/JAM Dx 1 Jam 12.00 Dx 3 Jam 12.00 Dx 2 Jam 12. kebuthan isitrahat terpenuhi O keparahan nyeri berskala 2 Indikator nyeri verbal dan noverbal (tidak menyeringai) Ketika klien dilakukna manipulasi pad akaki kirinya nampak nyeri dan menyeringai A Masalah teratasi sebagian P Lanjutkan intervensi S Klien mampu mengungkapkan penyembuhan penyakitnya ketcemasannya/kekuatirannya tentang Klien mengatakan untuk mencapai kesembuhan diperlukan kesabaran dan ketelatenan unutk berlatih dan berdoa Berapa lama waktu yang perlukan untuk mencapai kesembuhan optimal O Respon klien tampak tersenyum Konsentrasi klien baik. lokasi nyeri pada oto paha dan menjalar ke pinggang kiri bila digerakkkan.00 dibantu oleh keluarganya dengan menggunakan pispot yang dimilikinya sendiri O Klien dapat mengidentifikasi sumber kemampuannya untuk mandiri dan meminta bantuan sesuai kebutuhan A Masalah teratsi sebagian I Lanjutkan .C.

Catatan Perkembangan TGL 13-032002 TGL 14-032002 DX/JAM Dx 1 DX/JAM Dx 1 CATATAN PERKEMBANGAN CATATAN PERKEMBANGAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful