STRATEGI DAN METODE

1. METODE-METODE MENGAJAR SECARA PERORANGAN Perlu diketahui bahwa tidak ada satu metode pun yang dianggap paling baik diantara metode-metode yang lain. Tiap metode mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan masing masing. Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, pokok bahasan maupun situasi dan kondisi tertentu, tetapi mungkin tidak tepat untuk situasi yang lain. Demikian pula suatu metode yang dianggap baik untuk suatu pokok bahasan yang disampaikan oleh guru tertentu, kadang-kadang belum tentu berhasil dibawakan oleh guru lain. Adakalanya seorang guru perlu menggunakan beberapa metode dalam menyampaikan suatu pokok babasan tertentu. Dengan variasi beberapa metode, penyajian pengajaran menjadi lebih hidup. Misalnya pada awal pengajaran, guru memberikan suatu uraian dengan metode ceramah, kemudian menggunakan contoh-contoh melalui peragaan dan diakhiri dengan diskusi atau tanya-jawab. Di sini bukan hanya guru yang aktif berbicara, melainkan siswa pun terdorong untuk berpartisipasi. Seorang guru yang pandai berpidato dengan segala humor dan variasinya, mungkin tidak mengalami kesulitan dalam berbicara, ia dapat memukau siswa dan awal sampai akhir pengajaran. Akan tetapi bagi seorang guru bicara, uraiannya akan terasa kering, untuk itu ia dapat mengatasi dengan uraian sedikit saja, diselingi tanya jawab, pemberian tugas, kerja kelompok atau diskusi sehingga kelemahan dalam berbicara dapat ditutup dengan metoda lain. Winarno Surakhmad dalam bukunya “Pengantar interaksi belajar mengajar” menggolongkan metode metode itu menjadi dua golongan ialah: Metode interaksi secara individual dan secara kelompok. Namun perlu diketahui bahwa kiasifikasi tersebut tetap fleksibeL Metode Ceramah Ceramah adalah penuturan atau penerangan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Alat interaksi yang terutama dalam hal ini adalah “berbicara". Dalam ceramahnya kemungkinan guru menyelipkan pertanyaan pertanyaan, akan tetapi kegiatan belajar siswa terutama mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok pokok penting, yang dikemukakan oleh guru; bukan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa. Dalam lingkungan pendidikan modern, ceramah sebagai metode mengajar telah menjadi salah satu persoalan yang cukup sering diperdebatkan. Sebagian orang menolak sama sekali dengan alasan bahwa cara sebagi metode mengajar kurang efisien dan bertentangan dengan cara manusia belajar. Sebaliknya, sebagian yang mempertahankan berdalih, bahwa ceramah lebih banyak dipakai sejak dulu dan dalam setiap pertemuan di kelas guru tidak mungkin meninggalkan ceramah walaupun hanya sekedar sebagai kata pengantar pelajaran atau merupakan uraian singkat di tengah pelajaran. Kalau kita teliti lebih lanjut, sebenarnya alasan-alasan tersebut di atas tidaklah sama sekali salah, tatapi juga tidak sama sekali benar. Hal yang sebenarnya adalah bahwa dalam situasisituasi tertentu, metode ceramah merupakan metode yang paling baik, tetapi dalam situasi lain mungkin sangat tidak efisien. Guru yang bijaksana senantiasa menyadari kondisi-kondisi yang berhubungan situasi pengajaran yang dihadapinya, sehingga ia dapat menetapkan bilamanakah metode ceramah sewajamya digunakan, dan bilakah sebaiknya dipakai metode lain. Tidak jarang guru menunjukkan kelernahannya, karena ia hanya mengenal satu atau dua macam metode saja dan karenanya ia selalu saja menggunakan metode ceramah untuk segala macam situasi. Kelemahan ini juga merupakan salah satu sebab mengapa metode ceramab dikritik orang, dan sering dirangkaikan dengan sifat verbalistis (kata-kata tetapi tidak mengerti artinya).

Sholahuddin Dok.

Misalnya. Kelebihan dan kelemahan metode ceramah : Kelebihan : a. sudah tentu dibutuhkan kelas yang besar. siswa telah sampai pada bagian tata bahasa yang membicarakan tata kata. c. demonstrasi atau eksperimen. Dalam keadaan tertentu. guru mengajarkan Sejarah terbentuknya candi Borobudur. Pada seluruh jam pelajaran ia berbicara sambil berdiri atau kadang-kadang duduk. Juga guru akan mengalami kesulitan dalam mengawasi kelompok-kelompok yang berjumlah besar. dan guru menyimpulkan garis besar sejarah tersebut. e. Misalnya ceramah tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Di perpustakaan sekolah tidak tersedia bukti yang menggambarkan sejarah candi tersebut. Sebab dengan diskusi. selain alat-alat yang tidak mencukupi. setelah guru selesai mengajarkan sejarah perjuangan bangsa. maka metode ceramah Iebih efisien dari pada metode lain seperti diskusi. Kemudian pada pelajaran berikutnya. Untuk itu guru akan menjelaskan perbedaan antara fonetik dan fonemik dengan berbagai contoh. d. persiapan satu-satunya bagi guru adalah buku catatannya. sehingga memungkinkan siswa untuk melihat lebih jelas hubungan antara pokok yang satu dengan lainnya.Situasi di bawah ini sesuai untuk penggunaan metode ceramah: a. hal ini dapat mempengaruhi suasana dan diskusi jadi berkepanjangan bahkan sering menyimpang dari pokok bahasan. sangatlah mungkin bahwa seorang siswa mengajukan pendapat yang berbeda dengan anggota kelompok yang lain. Organisasi kelas sederhana : Dengan ceramah. guru membicarakan bersama tugas yang telah dikerjakan siswa. Sebagai contob: di suatu kelas SMP. Dalam sebuah kelas. Jika guru akan menyimpulkan pokok-pokok penting yang telah diajarkan. Kalau guru akan menyampaikan fakta atau pendapat dimana tidak terdapat bahan bacaan yang merangkum fakta yang dimaksud. Kalau guru adalah pembicara yang bersemangat sehingga dapat memberi motivasi kepada siswa untuk mengerjakan suatu pekerjaan. sebuah pembicaraan yang bersemangat akan mcnggerakkan hati siswa untuk menimbulkan tekad baru. Sholahuddin Dok. b. Demikian pula untuk penyelenggaraan demonstrasi atau eksperimen untuk jumlah besar. Tetapi pada metode ceramah hanya guru yang berbicara. Guru menguasai arah pembicaraan seluruh kelas : Kalau kelas sedang berdiskusi. . kepada para siswa ia memberi tugas untuk menjawab beberapa pertanyaan yang dikerjakan dirumah. pengelolaan pengajaran juga mengalami kesulitan. maka ia dapat menentukan sendiri arah pembicaraan. Cara ini paling sederhana dalam hal pengaturan kelas. Jika guru akan menyampaikan pengajaran kepada sejumlah siswa yang besar (misalnya sekitar 75 orang atau lebih). guru harus mengatur slswa berkelompok dengan mengubah susunan kursi. jika dibandingkan dengan b. Maka tepatlah bila guru memberikan penjelasan dengan metode ceramah. Kalau guru akan memperkenalkan pokok bahasan baru.

Itulah sebabnya mengapa sering terjadi siswa sama sekali tidak memperoleh pengertian apapun dari pembicaraan guru. akan tetapi guru tidak mengetahui sejauh mana penguasaan siswa terhadap pelajaran itu. Dapat terjadi bahwa siswa memberikan pengertian yang berlainan dengan apa yang dimaksud oleh guru. akan semakin banyak kemungkinan salah tafsir dari pembicaraan guru. ia harus merubah posisi kelas.metode demonstrasi dimana guru harus mengatur alat-alat. harus diadakan evaluasi. .  Dapat menangkap perhatian siswa  Memperlihatkan kepada pendengar bahwa bahan yang mereka peroleb berguna bagi kehidupan mereka. model-model dari benda. harus diteliti apakah metode ceramah merupakan metode yang sudah tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Kiranya perlu kita sadari bahwa tidak ada arti yang mutlak untuk setiap kata tertentu. b. dan akhimya disimpulkan kembali pokok-pokok yang penting dari pembicaraan itu. Jalan lain yang dapat ditempuh misalnya. Sedangkan bagi para astronout. Itulah sebabnya maka setiap anak harus membentuk perbendaharaan bahasanya berdasarkan pengalaman hidupnya sehari-hari. guru dapat menyertakan peragaan dalam caramahnya. Kadang-kadang guru beranggapan bahwa kalau para siswa duduk diam mendengarkan atau sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Atau dibandingkan dengan kerja kelompok. misalnya dengan tanya jawab atau tes. Salah satu diantaranya adalah : guru memulai pembicaraan dengan suatu ikhtisar/ringkasan tentang pokok-pokok yang akan diuraikan. Menangkap perhatian siswa dengan menunjukkan penggunaannya. Kata-kata yang diucapkan guru. Lebih-lebih lagi bila kata-kata itu dirangkaikan dalam kalimat. maksud pembicaraan akan dimengerti oleh pendengar. mungkin bagi setiap siswa tidak sama pengertiannya. Hal inmi dapat dilaksanakan dengan berbagai jalan. Tujuan pembicaraan (ceramah) harus dirumuskan dengan jelas. Selama ada persamaan pendapat antara pembicara dengan pendengar. menggambarkan dengan bagan atau diagram di papan tulis. Kelemahan : a. untuk setiap ungkapan sulit. walaupun siswa memperlihatkan reaksi seolah-olah mengerti. berarti mereka telah mengerti apa yang diterangkan guru. “kesusilaan”. atau sangat kabur mengartikan kata-kata itu. c. ditafsirkan lain oleh siswa. Siswa akan tertarik bila mereka melihat bahwa apa yang di pelajari berguna bagi kehidupan. Oleh karena itu segera setelah ia berceramah. Kemudian menyusul bagian dari pokok bahasan yang merupakan inti. sehingga dapat menggambarkan dengan jelas apa yang dimaksud. Oleh karena itu bila guru ingin menjelaskan sesuatu yang kiranya masih asing bagi siswa. Sering terjadi setelah melihat tujuan dan metode ternyata untuk keperluan ini lebih tepat digunakan metode lain. Menanamkan pengertian yang jelas. “kepribadian”. Setelah menetapkan tujuan. bagi siswa SLTP Terbuka dan mahaiswa UT diartikan sebagai salah satu bentuk bahan belajar yang berwujud buku materi pokok. terlebih dahulu dikemukakan contoh-contoh. modul diartikan sebagai salah satu komponen dari pesawat luar angkasa. Misalnya: kata modul. Guru tak dapat mengetahui sampai dimana siswa telah mengerti pembicaraannya. Atau guru terlebih dahulu mengemukakan suatu cerita singkat bersifat ilustratif. dimana guru harus membagi kelas ke dalam beberapa kelompok. Peragaan tersebut dapat berbentuk benda yang sesungguhnya. maksudnya setiap pengertian dapat menghubungkan pembicaraan dengan pendengar dengan tepat. Mempersiapkan bahan ceramah yang efektif Langkah-langkah di bawah ini dapat dipakai sebagai petunjuk untuk mempertinggi hasil metode ceramah: a. Kalau guru menggunakan katakata abstrak seperti “keadilan”. d. Kata-kata yang diucapkan hanyalah bunyi yang disetujui penggunaannya dalam suatu masyarakat untuk mewakili suatu pengertian. b. Padahal anggapan tersebut sering meleset. Sholahuddin Dok. Menyusun ceramah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:  bahan ceramah dapat dimengerti dengan jelas.

Dengan pertanyaan itu mereka diajak berpikir dan seterusnya mengikuti pembicaraan guru. Sholahuddin Dok. dan (2) metode diskusi. Kelebihan dan kelemahan metode tanya-jawab : Kelebihan : a. Corak pertanyaan yang diajukan guru. Dari penjelasan tersebut kita ketahui bahwa metode tanya jawab mempunyai hubungan dengan metode apakah yang sedang dipakai guru metode ini sering sukar dibedakan. sedemikian kompleksnya masalah tersebut. Kelas lebih aktif karena siswa tidak sekedar mendengarkan saja b. tidak hanya guru saja yang senantiasa berbicara seperti halnya dengan metode ceramah. Melanjutkan (meninjau) pelajaran yang lalu Menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerjasama siswa guru mengetahui hal-hal yang belum dimengerti oleh para siswa c. Di sini guru merangsang siswa untuk menggunakan fakta-fakta yang telah dipelajari untuk memecahkan suatu persoalan. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya sehingga a. tujuan dan teknik masing-masing cukup mempunyai perbedaan yang besar sehingga dalam uraian ini seyogianya dibedakan. Pada hakekatnya metode tanya jawab berusaha menanyakan apakah siswa telah mengetahui fakta-fakta tertentu yang sudah diajarkan. melainkan mencakup pertanyaan-pertanyaan dan penyumbangan ide-ide dari pihak siswa. . 2. melainkan lebih dari sebuah jawaban. Melalui metode tanya-jawab guru ingin mencari jawaban yang tepat dan faktuaL Sebaliknya dengan metode diskusi. b. Mernbutuhkan waktu lebih banyak. Metode Tanya-Jawab Dalam menggunakan metode mengajar. Dalarn hal ini sering tidak terkendalikan sehingga membuat persoalan baru. a.Sebuah teknik yang sering dapat menguasai perhatian siswa pada awal ceramah sampai selesai adalah dengan menghadapkan siswa pada pertanyaan. c. membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah. Cara pengajaran yang seperti ini dapat dibedakan dalam dua jenis ialah: (1) metode tanya-jawab. sehingga tak mungkin hanya dipecahkan dengan satu jawaban saja. siswa rnenyinggung hal-hal lain walaupun masih ada hubungannya dengan pokok yang dibicarakan. Guru dapat mengetahui sampai di mana penangkapan siswa terhadap segala sesuatu yang diterangkan. Metode tanya-jawab digunakan dengan maksud : Memimpin pengamatan dan pemikiran siswa. dalam hal lain guru juga bermaksud ingin mengetahui tingkat-tingkat proses pemikiran siswa. Perbedaan pokok diantara metode tanya-jawab dengan metode diskusi terletak pada: 1. Dalam kehidupan modern ini banyak sekali masalah yang dihadapi oleh manusia. Kelemahannya : Metode Diskusi Metode diskusi adalah cara penyampaian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan pendapat. guru mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang agak berbeda sifatnya. Pertanyaan seperti ini biasanya tidak mempunyai jawaban yang tepat dan tunggal. Dengan tanya jawab kadang-kadang pernbicaraan menyimpang dari pokok persoalan bila dalarn mengajukan pertanyaan. b. Sifat pengambilan bagian yang diharapkan dari pihak siswa. melainkan harus menggunakan segala pengetahuan yang kita miliki untuk mencari pemecahan yang terbaik.

c. Kecakapan memirnpin diskusi memang harus dilatih. Menguji kemungkinan jawaban yang dapat dipertahankan lebih dari sebuah. tidak dapat mencarikan jalan tengah sehingga diskusi berakhir tanpa adanya kesimpulan yang jelas. Dengan diskusi guru berusaha mengajak siswa untuk memecahkan masalah. Pertanyaan-pertanyaan yang baik untuk metode diskusi: a. Penggunaan metode diskusi : Seperti telah disinggung di atas bahwa metode tanya-jawab dengan diskusi saling mencakup tetapi berbeda. Seseorang yang belum berpengalaman dalam suatu diskusi dapat kebingungan. Pemimpin diskusi yang baik. b. Menarik minat siswa dan sesuai dengan taraf kemampuannya. Demikian pula bila diantara para peserta diskusi saling bertentangan pendapat. juga sering beberapa siswa belum memahami persoalan. Selain membeni kesempatan untuk mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. Persoalan yang kompleks sering kita jumpai dalam kehidupan bermasyarakat karenanya dibutuhkan pemecahan atas dasar kerjasama. Kecakapan untuk rnemecahkan masalah tersebut dapat dipelajari. latihan untuk peranan kepemimpinan serta peranan peserta dalam kehidupan di masyarakat. mencari keputusan keputusan atas dasar persetujuan bersama. Prof. Bagi anak-anak. kita diajak untuk hidup bermusyawarah. Tidak menanyakan “manakah jawaban yang benar” tetapi lebih menekankan kepada “mempertimbangkan dan membandingkan”. juga dalam kehidupan yang demokratis. tetapi ada yang tidak. bila kita menginginkan keberhasilan suatu diskusi. mereka akan berbicara secara serempak atau spontan menanggapi bila ada suatu pendapat yang menarik. pemecahan mana yang mungkin lebih berhasil. seseorang yang senang berbicara akan menguasai seluruh pembicaraan sehingga tidak memberi kesempatan kepada yang lain untuk mengemukakan pendapat. akan sanggup dengan cepat mengambil tindakan-tindakan menghadapi ketimpangan-ketimpangan tersebut di atas. Dalarn hal ini diskusi merupakan jalan yang banyak membeni kemungkinan pemecahan terbaik. Dr.Ada kemungkinan terdapat lebih dari satu jawaban yang benar sehingga kita harus menemukan jawaban yang paling tepat diantara sekian banyak jawaban tersebut. dengan sendirinya kemungkinan terdapat banyak jawaban yang benar. Bila siswa belum pernah mengenal tata cara diskusi. Dapat pula terjadi. tetapi dapat juga diserahkan kepada siswa bila guru ingin memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar memimpin. Misalnya : Manakah kiranya yang paling baik. . Ada pertanyaan yang mengandung unsur diskusi. sehingga memberikan komentar yang menyimpang dan berkepanjangan. apabila terjadi pembicaraan yang jauh menyimpang dari pokok persoalan. Akibatnya suasana jadi menjemukan dan tidak dapat dilihat kemajuan-kemajuan yang telah dicapai. Winarno Surakhmad dalam bukunya “Pengantar Interaksi belajar-rnengajar” mengemukakan tiga peranan ‘pemimpin diskusi ialah sebagai: a) Pengatur lalu lintas b) dinding penangkis c) penunjuk jalan. Untuk pemecahan suatu masalah diperlukan pendapat-pendapat berdasarkan pengetahuan yang ada. bagi pemimpin yang belum terampil. Untuk itu siswa harus dilatih sejak kecil. manakah yang akan lebth membenikan manfaat. Peranan guru atau pemimpin diskusi: Pimpinan diskusi dapat dipegang oleh guru sendiri. Untuk itulah para siswa perlu dilatih untuk memperoleh keterampilan memimpin yang pada hakekatnya dapat dipelajari. Pemimpin sebagai pengatur lalu lintas : Sebagai seorang pemimpin ia berhak: − Menunjukkan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka − Menjaga agan tidak semua anggota berbicara serempak Sholahuddin Dok.

dan bagaimana mencegah anggota yang senang berbicara dan membuka kesempatan bagi anggota lain secara merata. Di sini pemimpin harus dapat mengatur pembicaraan dengan bijaksana sehingga tidak menimbulkan rasa tertekan. − Mencegah dikuasainya pembicaraan oleh orang-orang tertentu yang gemar berbicara − Membuka kesempatan bagi para anggota yang pemalu atau pendiam untuk Sholahuddin Dok. Dari peran tersebut. Pemimpin sebagai dinding penangkis : Dalam:peran ini diibaratkan seseorang pemain tenis yang berlatih memukul bola ke dinding. marah atau rendah diri. maka pada kesempatan ini pemimpin atau guru dapat bertindak sebagai penasehat dan memberi jawaban sehingga soal-soal pokok yang sedang didiskusikan dapat di lanjutkan. − Mengatur sedemikian rupa sehingga setiap pembicaraan dapat ditangkap dengan jelas oleti pendengar. c. Pada suatu saat mungkin diskusi mengalami jalan buntu. Dia sendiri tidak selalu menjawab langsung setiap pertanyaan yang penting. selalu memantul kembali. Atau tidak disadari bahwa telah tiba saatnya untuk menarik kesimpulan dan menetapkan langkah-langkah. o Hal manakah yang telah diterima oleh suara terbanyak sebagai persetujuan? o Tindakan apakah yang sudah direncanakan? Siapakah yang melaksanakan dan bilamana? Kebaikan dan kelemahan metode diskusi : Kebaikan : a. dapat kita lihat bahwa pemimpin akan belajar memahami sifat-sifat peserta. o Soal-soal penting mana yang terdapat dalam masalah itu? o Kalau dalam diskusi terdapat pandangan yang berbeda. o Kemungkinan-kemungkinan jawaban yang bagaimana yang dapat dirumuskan oleh kelas terhadap suatu masalah? o Selama diskusi pemimpin atau guru kelas meihat adanya sejumlah jawaban yang dianggap menupakan jawaban yang setepat-tepatnya. Mereka kehilangan pegangan dan tidak melihat hasil-hasil yang dicapai. Dengan demikian pemimpin mempunyai kewajiban menuntun anggota dalam menentukan langkah-langkah pemecahan masalah. d. Faktor serupa ini terpaksa dicari dari sumber-sumber lain atau dari nara sumber yang mengetahui. Demikian pula pemimpin diskusi senantiasa menerima pertanyaanpertanyaan dan para peserta dan dipantulkan kembali ke dalam kelompok. ada baiknya pandanganpandangan tersebut ditulis pula. Ia akan belajar bagaimana mendorong anggota yang pendiam untuk ikut serta. Mengembangkan cara berpikir dan sikap ilmiah. Bila penlu ditulis di papan tulis sebelum diskusi dimulai sehingga peserta senantiasa melihat tujuan diskusi dimulai sehingga peserta senantiasa melihat tujuan diskusi. Siswa belajar bermusyawarah b. Faedahnya. Pemimpin sebagai penujuk jalan : Dalam suatu diskusi sering terjadi para siswa tidak menyadari struktur pokok diskusi mereka. Siswa mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetabuan masing-masing. Dapat terjadi seluruh peserta tidak mengetahui dengan pasti faktor tertentu yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah. Bila sudah memperoleh jawaban maka jawaban tersebut dilontarkan kembali kepada para peserta untuk memintakan pendapat mereka. Kewajiban pemimpin diskusilah untuk memahami dengan seksama struktur diskusi yang baik sehingga ia dapat menunjukkan jalan lurus bila tenjadi penyimpangan. Belajar menghargai pendapat orang lain. .menyumbangkan ide-ide mereka. atau tidak memahami pokok masalah yang didiskusikan sehingga mudah timbul pertanyaanpertanyaan yang menyimpang dari garis pembicaraan. Langkahlangkah yang perlu dipahami dan dipakai sebagai pedoman menuntun diskusi kelas adalah: o Apakah masalah yang dihadapi? o Pemimpin perlu mengetahui dengan jelas permasalahan yang dihadapi. siswa dapat melihat kekurangankekurangannya dan mencoba memperbaiki sebelum diskusi dilanjutkan.

Untuk keperluan ini pokok persoalan harus diuraikan dahulu menjadi beberapa aspek yang akan dibagikan kepada tiap c. karena ada perbedaan dalam kesanggupan belajar. Ia menemukan bahwa ada lima orang siswa tidak sanggup memecahkan soal seperti teman-teman lainnya. guru dihadapkan pada persoalan bagai mana melaksanakan tugas sebaik-baiknya terhadap kelas yang sifatnya heterogen. d. Pengelompokan untuk pembagian pekerjaan : Pengelompokkan ini didasarkan pada luasnya masalah. . kemampuan siswa. Pengelompokan atas dasar perbedaan kemampuan belajar : Di suatu kelas. Pelaksanaannya tergantung pada beberapa fäktor misalnya tujuan khusus yang akan dicapai. serta membutuhkan waktu untuk mem peroleh berbagal informasi yang dapat menunjang pemecahan persoalan. kerja kelompok dapat dipakai untuk mencapai barmacam macam tujuan pengajaran. Maka dipecahkan kesatuan kelas itu menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil dengan tugas membahas permasalahan tersebut dalam waktu yang sangat terbatas. Sekali-kali ia meninjau secara bergilir untuk melihat kelompok mana yang membutuhkan pertolongan atau perhatian sepenuhnya. Ia tidak mempunyai bahan bacaan yang cukup untuk tiap siswa. Maka untuk memberi kesempatan yang sebesar-besamya kepada siswa. Pengelompokan atas dasar perbedaan minat belajar : Pada suatu saat para siswa perlu mendapat kesempatan untuk memilih suatu pokok bahasan yang sesuai dengan minatnya. Untuk setiap masalah diperlukan pendapat atau diskusi. Tak ada seorangpun diantara mereka yang merasa mendapat tugas lebih berat dari pada yang lain. yakin berbeda-beda dalam kemampuan belajar. Pengelompokkan sementara dan pendek semacam ini disebut juga rapat kilat. guru sedang mengajarkan kesusastraan. Selesai pembahasan kelompok. b. Pengelompokan untuk memperbesar partisipasi tiap siswa : Di suatu kelas. e.Kekurangan/kelemahan : a. b. Maka ia membagi para siswa dalam beberapa kelompok dengan anggota yang mempunyai kemampuan setaraf kemudian diberi tugas sesuai dengan kemampuan mereka. Ia memilih suatu masalah tentang lahirnya sastra baru. setiap kelompok rnengemukakan pendapat yang dianggap pendapat kelompok tersebut. Sholahuddin Dok. Membutuhkan waktu cukup banyak. serta fasilitas pengajaran di dalam keIas. Kesulitan dalam menyimpulkan sering menyebabkan tidak ada penyelesaian. Sebagai metode mengajar. Siswa yang berminat sama dapat berkumpul pada suatu kelompok untuk mempelajari sub-pokok bahasan yang dimaksud. Pada waktu pelajaran matematika. Dikemukakanlah masalah-masalah khusus. Cara mengajar ini dimaksudkan untuk merangsang tiap siswa agar ikut serta dalam setiap masalab secara intensif. guru akan mengajarkan Sejarah Mesir kuno. kelas dibagi atas beberapa kelompok. Metode Kerja Kelompok Kerja kelompok dapat diartikan sebagai suatu kegiatan belajar-mengajar dimana siswa dalam suatu kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil untuk mencapai suatu tujuan pengajaran tertentu. Penggunaan metode kerja kelompok : a. umur. Guru menyadari bahwa ia tidak mungkin rnengajar kelas dengan menyamaratakan seluruh siswa. akan tetapi ia mengingjnkan setiap siswa berpartisipasi secara penuh. Pengelompokan untuk mengatasi kekurangan alat-alat pelajaran : Dalam sebuah kelas. Tiap kelompok diberi sebuah buku untuk dibaca dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telab disediakan guru. satu diantaranya ialah mengapa ada pendapat yang mengatakan bahwa kesadaran kebangsaanlah yang menjadi perbedaan hakiki antara kesusastraan Melayu dengan kesusastraan Indonesia. Untuk keperluan ini guru memberikan suatu pokok bahasan yang terdiri dari beberapa sub-pokok bahasan. Pendapat serta pertanyaan siswa dapat menyimpang dari pokok persoalan. c. Guru tidak mempunyai waktu yang berlebihan.

Untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana membuatnya" c. misalnya bagaimana cara membuat peta timbul. Untuk menjawab pertanyaan “Cara manakah yang lebih baik” Sholahuddin Dok. Adanya sifat-sifat pribadi yang ingin menonjolkan diri atau sebaliknya yang lemah merasa rendah diri dan selalu tergantung kepada orang lain. tiruan (wakil dari benda asli) atau suatu proses. dan sebagainya. Misalnya guru dengan beberapa orang siswa mengadakan eksperimen mengenai pengaruh tekanan udara terhadap sebuab kaleng minyak tanah yang kosong. Dalarn hal ini eksperimen dapat dirangkaikan dengan demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan suatu metode mengajar di mana seorang guru. Sedangkan metode eksperimen ialah suatu metode mengajar di mana guru bersama siswa mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dari hasil percobaan itu. Lain halnya dengan pengelompokkan untuk pembagian pekerjaan seperti tersebut di atas. akan tetapi dalam praktek sering dipergunakan silih berganti atau saling melengkapi. Kerja kelonipok ini membutuhkan waktu yang panjang. dan menyimpulkan kemajuan kelompok. bagaimana cara menggunakan kamera dengan hasil yang baik. c. orang luar atau manusia sumber yang sengaja diminta atau siswa menunjukkan kepada kelas suatu benda aslinya. b. Jadi pengelompokkan disini bertujuan membagi pekerjaan yang mempunyai cakupan agak luas. Oleh karena itu proyek ini tidak mungkin diselesaikan dalam waktu dekat seperti halnya rapat kilat.kelompok (tiap kelompok menyelesaikan satu aspek persoalan). kemudian ditutup rapat-rapat dan segera disiram air dingin. Kelemahan : a. atau didominasi oleh seseorang. Para siswa melihat peristiwa itu sebagai demonstrasi. Penggunaan metode demontrasi dan eksperimen adalah : a. Dari kedua batasan tersebut dapat diketahui bahwa sebuah eksperimen dapat juga dijadikan demonstrasi. Pengelompokan untuk belajar bekerja sama secara efisien menuju ke suatu tujuan : Langkah pertama adalah menjelaskan tujuan dari tugas yang harus dikerjakan siswa. kemudian membagi siswa menurut jenis dan sifat tugas. yang sudab dipanasi lebib dulu. Dapat memupuk nasa kenjasama. Bila kecakapan tiap anggota tidak seimbang. baik dari lingkungan sekitar maupun melalui bahan kepustakaan. . mengetahui elemen/unsur-unsur apakah yang ada pada suatu benda. mengawasi jalannya kerja kelompok. Siswa harus mengumpulkan data. Kelebihan dan kelemahan kerja kelompok : Kelebihan : a. Misalnya. Adanya persaingan yang sebat. Untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana cara mengatur sesuatu” b. Metode ini sering juga disebut metode ilmiah. mencari caracara yang lebih baik. Suatu tugas yang luas dapat segera diselesaikan. tugas kelompok di sini tidak penlu diselesaikan dalam jangka waktu panjang. dan sebagainya. karena ingin memperoleh jawaban tentang kebenaran sesuatu. namun mereka harus memusatkan perhatian pada tujuan yang akan dicapai. Untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana bekerjanya” d. sebab metode inilah yang dipakai untuk menguji hipotesis. ingin mengetahui apakah yang akan terjadi. Metode Demonstrasi Dan Eksperimen Antara metode demonstrasi dan eksperimen sebenarnya berbeda. f. Di sini jelas walaupun siswa bekerja dalam kelompok masing-masing dan melaksanakan bagiannya sendiri-sendiri. guru dapat memilih persoalan yang dapat didlskusikan di kelas. b. dan menjaga agar jangan sampai keluar dan persoalan pokok. melainkan kemungkinan membutuhkan waktu beberapa minggu. Untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana mengerjakannya” e. akan rnenghambat kelancaran tugas.

Kata drama adalah suatu kejadian atau peristiwa dalarn kehidupan manusia yang mengandung konflik kejiwaan. lebih merugikan lagi bila untuk dapat melanjutkan pelajaran menunggu basil eksperimen tersebut. o Kadang-kadang ada eksperimen yang memerlukan waktu panjang sehingga tidak praktis dilaksanakan di sekolah. Kedua metode tersebut biasanya disingkat menjadi metode “sosiodrama” yang merupakan metode mengajar dengan cara mempertunjukkan kepada siswa tentang masalah-masalah hubungan sosial. Melalui metode ini guru ingin mengajarkan cara-cara bertingkah laku dalam hubungan antara sesama manusia.f. untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Sedangkan bermain peranan berarti memegang fungsi sebagai orang yang dimainkannya. pergolakan. penjudi. Kelemahan: o Demontrasi menjadi tidak efektif bila tidak semua siswa dapat ikut serta. Kelemahan: o Akan kurang berhasil apabila alat-alat yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan siswa. menjadi lupa. Masalah hubungan sosial tersebut didramatisasikan oleh siswa dibawah pimpinan guru. o Siswa ikut serta aktif bila dernonstrasi sekaligus dilanjutkan dengan eksperimen. clash atau benturan antara dua orang atau lebih. o Kemungkinan tidak membawa hasil yang diharapkan bila siswa belum cukup pengalarnan. nenek tua renta dan sebagainya. Istilah sosiodrama berasal dari kata sosio = sosial dan drama. . Cara yang paling baik untuk memahami nilai sosiodrama adalah Mengalami sendiri sosiodrama. o Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi sekiranya siswa hendak mencoba menpelajari suatu proses dari buku bacaan. dan pelajaran tidak akan berarti karena tidak menjadikan pengalaman bagi siswa. o Beberapa persoalan yang belum dirnengerti ditanyakan langsung saat proses itu ditunjukkan sehingga terjawab dengan jelas. Sholahuddin Dok. o Bila tidak dilanjutkan dengan eksperimen ada kernungkinan siswa. o Siswa dapat membuktikan teori-teori yang pernah diterirna. o Mendapatkan kesempatan melakukan langkah-langkah berpikir iImiah. dan pokok bahasan yang dianggap penting oleh guru dapat diartikan seperlunya. Untuk menjawab pertanyaan “Terdiri dari apa” Untuk mengetahui “kebenaran dari sesuatu” Kelebihan dan kelemahan metode demonstrasi : Kelebihan: o Perhatian siswa dapat dipusatkan. kemudian diambil kesimpulan. mengikuti penuturan terjadinya sosiodrama dan mengikuti langkah-langkah guru pada saat memimpin sosiodrama. misalnya berperan sebagai Lurah. misalnya alat terlalu kecil sedangkan jumlah siswa besar. Kelebihan dan kelemahan metode eksperimen : Kelebihan: o Siswa aktif mengalami sendiri. g. Metode Sosiodrama Dan Bermain Peranan Metode sosiodrama dan bermain peranan merupakan dua buah metode mengajar yang mengandung pengertian yang dapat dikatakan bersama dan karenanya dalam pelaksanaan sering disilih gantikan. Guru memberi kesempatan kepada para pendengar (siswa lain) untuk memberikan pendapat atau mencari pemecahan dengan cara-cara lain.

Tahap terakhir dan pemberian tugas ini adalah resitasi yang berarti melaporkan atau menyajikan kembali tugas yang telah dikerjakan atau dipelajari. ialah tugas-tugas yang diberikan oleh guru. merupakan suatu pekerjaan yang harus diselesaikan. Kelebi/tan dan kelemahan sosiodrama : Kelebihan: o Mengembangkan kreativitas siswa (dengan peran yang dimainkan siswa dapat berfantasi) o Memupuk kerjasama antara siswa. Sebaliknya betapapun besar nilai metode ini ditangan yang kurang bijaksana akan menjadi nihil. Dengan pemberian tugas tersebut siswa belajar. Sedangkan resitasi. Pemberian tugas sebagai suatu metode mengajar merupakan suatu pemberian pekerjaan oleh guru kepada siswa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. apakah dalam keadaan yang sebenamya mereka juga berani berkata demikian? Sampai dimanakah manusia dapat mengambil kesimpulan atau keputusan yang sama apabila dalam situasi yang menekan. Sholahuddin Dok. tugas yang dibenikan oleh guru tidak sekedar dilaksanakan di rumah. Pekerjaan rumah (PR) mempunyai pengertian yang lebih khusus. banyak manfaat yang dapat dipetik. . Jadi metode pembenian tugas belajar dan resitasi atau biasanya disingkat metode resitasi merupakan suatu metode mengajar dimana guru membenkan suatu tugas. dikerjakan siswa di rumah. Perasaan mereka dapat diperkuat oleh pengalaman yang realistis itu.Dalam diskusi kemungkinan terjadi diskusi yang seru karena adanya perbedaan pendapat. Resitasi sering disamakan dengan "home work" (pekerjaan rumah). emosi. o Memupuk keberanian berpendapat di depan kelas. mengerjakan tugas. o Siswa lebih memperhatikan pelajaran karena menghayati sendiri. padahal sebenarnya berbeda. o Pendengar (siswa yang tak berperan) sening mentertawakan tingkah laku pemain sehingga merusak suasana. ikut menangis pada adegan sedih. Dapat terjadi guru tidak menyadari pentingnya langkah langkah dalam metode ini. (2) Siswa tidak saja mengerti persoalan sosial psikologis. rasa marah. siswa diharapkan memperoleh suatu hasil ialah perubahan tingkah laku tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. atau guru memilih metode ini walaupun sebenarnya kurang tepat untuk tujuan tertentu. Dalam melaksanakan kegiatan belajar. sebagai metode cara ini : (1) Dapat mempertinggi perhatian siswa melalui adegan-adegan. tetapi mereka juga ikut merasakan perasaan dan pikiran orang lain bila berhubungan dengan sesama manusia. o Melatih siswa untuk menganalisa masalah dan mengambil kesimpulan dalarn waktu singkat. hal mana tidak selalu terjadi dalam metode ceramah atau diskusi. gembira dan lain sebagainya. (3) Siswa dapat menempatkan diri pada tempat orang lain dan memperdalam pengertian mereka tentang orang lain. o Menumbuhkan bakat siswa dalam seni drama. Kelemahan: o Adanya kurang kesungguhan para pemain menyebabkan tujuan tak tercapai. yang ikut hanyut dalam suasana film seperti. Permainan peranan ini menimbulkan sejumlah masalah yang perlu dicamkan oleh para siswa. o Resitasi. o Belajar. seperti halnya penonton film atau sandiwara. Tugas. Bila metode inl dikendalikan dengan cekatan oleh guru. Timbul pertanyaan. Metode Pemberian Tugas Belajar Dan Resitasi Metode ini mengandung tiga unsur ialah: o Pemberian tugas. kemudian siswa harus mempertanggung jawabkan hasil tugas tersebut. Pada umumnya karena guru sendiri tidak paham akan tujuan yang dicapai.

Kadang-kadang juga bermaksud agar anak-anak tidak banyak bermain. o Sukar menetapkan apakah tugas dikerjakan oleh siswa sendiri atau atas bantuan orang lain. o Mengembangkan keberanian berinisiatif. o Melatih siswa ke arah belajar mandiri. o Agak sulit diselesaikan oleh siswa yang tinggal bersama keluarga yang kurang teratur. pemberian tugas dilakukan oleh guru karena pelajaran tidak sempat diberikan di kelas. Kelebihan dan kelemahan : Kelebihan : o Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih banyak. o Memperkuat motivasi belajar. baik oleh guru maupun orang tua. o Siswa dapat membagi waktu secara teratur. Sholahuddin Dok. o Dikerjakan oleh siswa dan dilaporkan hasilnya. o Memupuk rasa tanggung jawab. ia akan berusaha melatih keterampilannya. Bila situasi belajar itu diubah-ubah kondisinya sehingga menuntut respons yang berubah. Penggunaan metode resitasi : Pemberian tugas belajar dan resitasi dikatakan wajar bila bertujuan: o Memperdalam pengertian siswa terhadap pelajaran yang telah diterima. Metode Drill (Latihan) Drill merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah dipelajari siswa sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu. Akan tetapi keduanya mempunyai kesamaan ialah: o Mempunyai unsur tugas. o Dapat menimbulkan frustasi bila gagal menyelesaikan tugas. o Mempunyai unsur didaktis pedagogis. Kata latihan mengandung arti bahwa sesuatu itu selalu diulang-ulang. atau ditempat-tempat lain yang ada hubungannya dengan tugas/pelajaran yang diberikan. o Banyak kecenderungan untuk saling mencontoh dengan teman-teman. Jadi resitasi lebih luas daripada home-work. Sedangkan menurut pandangan tugas diberikan dengan pandangan bahwa kurikulum itu merupakan segala aktivitas yang dilaksanakan oleh sekolah. o Memperkaya pengalaman-pengalaman di sekolah melalui kegiatan-kegiatan di luar kelas. o Menjalin hubungan antara sekolah dengan keluarga. Kelemahan : o Memerlukan pengawasan yang ketat.melainkan dapat dikerjakan di perpustakaan. maka keterampilan akan lebih disempurnakan. baik kegiatan kurikuler. maka siswa diberi tugas untuk mempelajari dengan diberi soal-soal yang harus dikerjakan di rumah. . baik kegiatan kurikulum itu merupakan segala aktivitas yang dilaksanakan oleh sekolah. laboratonium. Untuk menyelesaikan rencana pengajaran yang telah ditetapkan. o Melatih siswa untuk menemukan sendiri cara-cara yang tepat untuk menyelesaikan tugas. o Agar siswa dapat memanfaatkan waktu terluang untuk menyelesaikan tugas. akan tetapi bagaimanapun juga antara situasi belajar yang pertama dengan situasi belajar yang realistis. maupun ekstra kurikuler. Tujuan pemberian tugas : Menurut pandangan tradisional.

Drill wajar digunakan untuk : o Kecakapan motoris. misalnya: Menghafal. o Kecakapan mental. misalnya : menggunakan alat-alat (musik.Ada keterampilan yang dapat disempurnakan dalam jangka waktu yang pendek dan ada yang membutuhkan waktu cukup lama. untuk mengadakan survei ke obyek yang dituju. jalan yang ditempuh. . o Perhatikan kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan siswa untuk perbaikan secara kiasikal sedangkan kesalahan perorangan dibetulkan secara perorangan pula. pertukangan dan sebagainya). jadi latihan itu didahului dengan pengertian dasar. membagi dan sebagainya. guru mengajak siswa ke suatu tempat (objek) tertentu untuk mempelajari sesuatu dalam rangka suatu pelajaran di sekolah. Misalnya. menggalikan. siswa diajak ke museum. Metode Karyawisata Dengan metode karyawisata. termasuk ketua tiap kelompok/seksi. Metode karyawisata berguna bagi siswa untuk membantu mereka memahami kehidupan ril dalam lingkungan beserta segala masalahnya . pengamatan langsung. di sini para siswa sekedar pergi ke suatu tempat untuk rekreasi. atau ke suatu tempat yang mengandung nilai sejarah/kebudayaan tertentu. bank.jenis objek sesuai dengan tujuan. Menentukan metode mengumpulkan data. jenis objek serta jumlah siswa. o Tentukan dengan jelas kebiasaan yang dilatihkan sehingga siswa mengetahui apa yang harus dikerjakan. pembagian objek sesuai dengan tujuan. o Mematikan kreasi siswa. Kelemahan : o Siswa cenderung belajar secara mekanis. o Dapat rnenyebabkan kebosanan. Berbeda dengan darmawisata. menjumlah. b. olahraga. o Siswa siap menggunakan keterampilannya karena sudah dibiasakan. Sholahuddin Dok. Langkah-langkah pelaksanaan : a. mungkin berwujud wawancara. makan dan biaya transportasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan : o Tujuan harus dijelaskan kepada siswa sehingga selesai latihan mereka diharapkan dapat mengerjakan dengan tepat sesuai apa yang diharapkan. Kelebihan dan kelemahan : Kelebihan : o Pengertian siswa lebih luas melalui latihan berulang-ulang. penginapan. Untuk menetapkan tujuan ini ditunjuk suatu panitia dibawah bimbingan guru. kantor. menari. o Menimbulkan verbalisme (tahu kata-kata tetapi tak tahu arti). o Lama latthan harus disesuaikan dengan kemampuan siswa. percetakan. pengadilan. o Selingilah latihan agar tidak membosankan. bila objek yang dituju jauh. dokumentasi. Perlu diperhatikan latihan itu tidak diberikan begitu saja kepada siswa tanpa pengertian. Persiapan : Merencanakan tujuan karyawisata. aspek-aspek yang dipelajari. • • • Perencanaan : Hasil kunjungan pendahuluan (survei) dibicarakan bersama dalam rangka menyusun perencanaan yang meliputi: tujuan karyawisata. Dibentuk panitia secara lengkap. Dalam kunjungan pendahuluan ini sudah harus diperoleh data tentang objek antara lain tentang lokasi.

Tetapi kalau tidak berhasil. Misalnya seseorang yang dalam keadaan terjepit karena bahaya yang datangnya tak disangka. maka secara spontan mungkin ia melompati pagar atau selokan dan berhasil. disamping memiliki bahasa. Di sini kernungkinan dapat dicetuskan suatu prinsip atau hukum. Pelaksanaan : Siswa melaksanakan tugas sesuai dengan pembagian yang telah ditetapkan dalam rencana kunjungan. Memahami masalah. Merumuskan hipotesis (jawaban sementara. harus kembali lagi dari langkah-langkah kedua atau ketiga. • Menentukan biaya. membimbing. c. bila perlu menegur sekiranya ada siswa yang kurang mentaati tata tertib sesuai acara. penginapan. yang mana pemecahan tersebut biasanya dilakukan oleh binatang. dibatasi dengan teliti. Cara ilmiah untuk memecahkan masalah pada umumnya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut : a. Kalau berhasil. Metode ini selain dapat digunakan untuk mernecahkan masalah dalam berbagai bidang studi. Menyimpulkan. • Mengurus perizinan. manusia dapat menggunakan cara ilmiah. seringkali berfaedah dalam situasi yang luarbiasa. • Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah merupakan suatu metode pengajaran yang mendorong siswa untuk mencari dan memecahkan persoalan-persoalan. Dalam menghadapi masalah yang lebih pelik. berarti masalah ini dipecahkan. juga dapat digunakan untuk pemecahan yang berkaitan dengan kebutuhan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan jalan berpikir dapat diperkirakan akibat-akibat suatu hipotesis. mungkin timbul suatu kemungkinan yang memberi harapan yang akan membawa pada pemecahan masalah. Bila suatu hipotesis memberi harapan baik. salah". e. Dalam situasi yang problematis. Masalah yang dihadapi harus dirumuskan. Laporan tentang keseluruhan prosedur pernecahan masalah yang diakhiri dengan kesimpulan. Adakalanya manusia memecahkan masalah secara instinktif (naluriah) maupun dengan kebiasaan. f. b. mencoba lagi (trial and error) untuk memecahkan masalahnya. Mengadakan eksperimen/menguji hipotesis. maka dimulai lagi dengan langkah kedua. sedangkan guru mengawasi. Kelebihan dan kelemahan : Kelebihan : o Mengajak siswa berpikir secara rasional. Kesanggupan memecahkan masalah harus diajarkan kepada para siswa. Mengumpulkan data. Oleh karena itu manusia dapat memperluas pemecahan masalahnya di luar situasi konkret.c. usahanya akan sia-sia. konsumsi serta peralatan yang diperlukan. baik manusia maupun binatang. Akan tetapi taraf problem solving pada manusia lebih tinggi karena manusia sanggup memecahkan masalah dengan rasio (akal). Bila tidak. yang mungkin memberi penyelesaian). . Pemecahan secara instinktif merupakan bentuk tingkah laku yang tidak dipelajari. dapat menggunakan cara "coba-coba. Menilai hipotesis. d. Kepada para siswa harus ditanamkan disiplin dalam mentaati jadwal yang telah direncanakan sehingga pelaksanaan berjalan lancar sesuai dengan rencana. maka diuji melalui eksperimen. sebab pemecahan masalah secara ilmiah (scientific method) berguna bagi mereka untuk memecahkan masalah yang sulit. yang seandainya dalam keadaan biasa hal itu tak mungkin dilakukan. Sholahuddin Dok. Pembuatan laporan : Hasil yang diperoleh dan kegiatan karyawisata ditulis dalam bentuk laporan yang formatnya telah disepakati bersama. d. Kalau ternyata bahwa hipotesis ini tidak akan memberi basil baik. dan keterangan keterangan yang diperoleh. Penyusunan acara selama karyawisata berlangsung. dapat dikumpulkan data/informasi/keterangan-keterangan yang diperlukan. Kalau masalah sudah jelas.

Kelernahan : o Memakan waktu lama. .o Siswa aktif. o Kebulatan bahan kadang-kadang sukar dicapai. o Mengembangkan rasa tanggung jawab. Sholahuddin Dok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful