A. JUDUL PERCOBAAN “Pembuatan Garam Kompleks dan Garam Rangkap”. B.

TUJUAN PERCOBAAN Mahasiswa diharapkan mampu mempelajari pembuatan dan sifat-sifat garam rangkap kupri ammonium sulfat dan garam kompleks tetraamintembaga(II) sulfat monohidrat. C. LANDASAN TEORI Senyawa yang tersusun atas ssatu atom pusat, biasanya logam, atau kelompok atom, seperti VO, VO2 dan TiO yang dikelilingi oleh sejumlah anion atau molekul netral disebut senyawa kompleks netral disebut senyawa kompleks. Anion atau molekul netral yang mengelilingi atom pusat atau kelompok atom itu disebut ligan. Jika ditinjau dari sistem asam-basa Lewis, atom pusat atau kelompok atom dalam senyawa kompleks tersebut bertindak sebagai asam lewis, sedangkan ligannya bertindak sebagai basa Lewis. Ikatan yang terjadi antara ligan dan atom pusat merupakan ikatan kovalen koordinasi, sehingga senyawa kompleks disebut juga senyawa koordinasi. Jumlah ligan yang mengelilingi atom pusat menyatakan bilangan koordinasi. Jumlah muatan kompleks ditentukan dari dari penjumlahan muatan ion pusat dan jumlah muatan ligan yang membentuk kompleks. Cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang senyawa koordinasi dinamakan kimia koordinasi. Sifat-sifat senyawa koordinasi dapat diprediksi dari sifat ion pusatnya, Mn+, dan ligan, L1, L2, ..... dan seterusnya. Hal yang sangat spesifik dari senyawa kompleks adalah adanya spesies
1

Proses pembentukan dari garam rangkap terjadi apabila tersendiri dua dan garam tidak mengkristal harus sama bersama-sama dengan struktur dengan garam perbandingan molekul tertentu. CaOCl2 atau CaCl2. kation dan anion. 2). walaupun sedikit ada disosiasi. 2009. Contoh. Garam-garam itu memiliki struktur komponennya (Syahbani.H2O(s) rangkap atau K2SO4. Tawa di atas bersifat asam.Al2(SO4)3.bagian dari senyawa itu yang tidak berubah baik dalam padatan maupun dalam larutan.Ca(OCl)2. karena Al3+(aq) berasal dari basa lemah (Rufiati. Etna.HgCl2. 1). Suatu garam yang terbentuk lewat kristalisasi dari larutan campuran sejumlah ekivalen dua atau lebih garam tertentu disebut garam rangkap. 2005. senyawa pertama dinamakan kompleks yang 2 . Garam ini terdiri dari dua macam garam yang mengkristal menjadi satu. Annisa. Kal(SO4)2.HgCl2 dan 2KCl. Jika bermuatan maka spesies itu disebut ion kompleks atau lebih sederhana disebut spesies kompleks (Ramlawati. Dalam air semua ion-ionnya terurai. Senyawa yang pertama menghasilkan tiga ion tiap molekul. Garam dapat pula mengandung satu kation dan satu anion. Spesies tersebut dapat berupa nonionik. Berdasarkan perbedaan sifat itu. Garam rangkap: Contoh.24H2O. 1). 2010. Senyawa kompleks berbeda dengan garam rangkap. Sepintas kedua senyawa ini mirip tetapi ternyata memiliki sifat yang berbeda. misalnya kapur klor. dua senyawa 2KCl. bergantung pada muatan penyusunnya.

Mereka mempunyai polarisabilitas yang kecil dan lemah dan ikatan yang lemah untuk transisi (Dinno. Suatu ion (atau molekul) kompleks terdiri dari satu atom (ion pusat) dan sejumlah ligan yang terikat erat dengan kompleks yang stabil nampak mengikuti stokiometri yang sangat tertentu.s. Bilangan koordinasi menyatakan jumlah ruangan yang tersedia sekitar atom atau ion pusat dalam apa yang disebut bulatan koordinasi. G. 95).HgCl2 (Ramlawati. Ikatan ini dibentuk dari rotasi simetrik diatas sumbu logam dengan ligan dan digambarkan sebagai suatu ikatan. atau p yang kosong dari logam. dan logam adalah asam lewis. Mereka bergabung hanya dengan interaksi elektron ligan dengan orbital d.mereka diikat pada logam melalui ligan atom tunggal. 2009. yang masing-masingnya dapat dihuni satu ligan (Svehla. dan senyawa kedua dinamakan garam rangkap dan tetap ditulis 2KCl. 3 . Ligan unidentat. Ligan ini adalah basa lewis. 2005. meskipun ini tak dapat ditafsirkan di dalam lingkup konsep valensi yang klasik.secara umum dituliskan K2[HgCl4]. bentuk komplek koordinasi yang klasik dengan logam. suatu angka bulat yang menunjukkan jumlah ligan (monodentat) yang dapat membentuk kompleks yang stabil dengan satu atom pusat. Larutan amoniak disini berfungsi sebagai ligan yang mempunyai sebuah orbital yang terisi (elektron tak berpasangan) untuk interaksinya dengan logam. Dalam digunakan pelaksanaan reaksi-reaksi analisis yang anorganik kualitatif banyak menghasilkan pembentukan kompleks. 1-2). 1). 1979. Atom pusat ini ditandai oleh bilangan koordinasi.

R. Underwood. Salah satu fenomena yang paling umum yang muncul bila ion kompleks terbentuk adalah perubahan warna dalam larutan. Alat 4 . 18). 97). Beberapa contoh adalah: Cu2+ + 4NH3 Fe2+ + 6CNNi2+ + 6NH3 Fe3+ + 6F[Cu(NH3)4]2+ [Fe(CN)6]4[Ni(NH3)6]2+ [FeF6]3- Suatu fenomena lain yang penting yang sering terlihat bila kompleks terbentuk adalah kenaikan kelarutan. D.Pembentukan kompleks oleh ion logam tergantung pada kecenderungan untuk mengisi orbital atom kosong dalam usaha mencapai konfigurasi elektron yang stabil. ALAT DAN BAHAN 1. Ikatan yang terbentuk dapat bersifat kovalen seperti [Fe(CN)6]4+ atau elektrostatik seperti [Ca(H2O)2]2+. G. 1986. dan A. deformasi ion akan lebih disukai dengan logam kation mempunyai muatan besar. dan dengan ion logam yang mempunyai tipe konfigurasi atom gas yang bukan gas mulia (Day. banyak endapan bisa melarut karena pembentukan kompleks (Svehla. ukuran ligan yang besar. L.A. Selam proses polarisasi. 1979. Pembentukan kompleks dalam analisis anorganik kualitatif sering terlihat dan dipakai untuk pemisahan atau identifikasi.

Corong biasa h. Pengaduk g. Rak tabung 2. Kasa asbes l. Neraca analitik o. Pembakar spiritus k. Gelas kimia 100 mL. Cawan penguap d.a. Kristal kupri sulfat pentahidrat b. Pompa vacum j. 10 mL c. Kaki tiga m. 600 mL e. Botol semprot n. Kristal amonium sulfat 5 . Gelas ukur 25 mL. Tabung reaksi b. Kaca arloji f. Bahan a. Corong buchner i.

c. Melanjutkan pendinginan campuran dengan es. kristal yang diperoleh berbentuk monoklin (tidak perlu dibuktikan). Apabila dibiarkan selama satu malam maka akan diperoleh kristral banyak.02 mol CuSO4. d. Ammonium hidroksida 6 M dan 15 M e.5H2O dan 0.6H2O a. CARA KERJA 1.02 mol (NH4)2SO4 10 mL aquadest dalam gelas kimia 100 Ml. CuSO4. Pembuatan garam rangkap kupri ammonium sulfat. dengan Memanaskan secara perlahan-lahan sampai semua garam larut sempurna. 6 . Aquadest f. b. Kemudian menghitung persen hasilnya. c. Membiarkan larutan tersebut menjadi dingin pada temperatur kamar sampai terbentuk kristal. e. Kertas saring E. Menimbang kristal yang dihasilkan dan mencatat jumlah mol reaktan dan mol kristal hasil. (NH4)SO4. Etil alkohol d. Melarutkan 0. Mengeringkan kristal dalam kertas saring. kemudian mendekantir untuk memisahkan kristal dari larutan.

pelan-pelan untuk mengendapkan yang terbentuk secara dengan Memisahkan kristal melakukan dekantir. Menempatkan 8 mL larutan amonia 15 M dan mengencerkan dengan 5 mL aquadest dalam cawan penguap. Menutup dengan gelas arloji dan membiarkan selama satu malam (atau sekitar 1 jam). Menambahkan 8 mL etil alkohol secara perlahan-lahan melalui alkohol.H2O a. 3. Menimbang kristal kering yang dihasilkan dan menentukan berapa mol amonia yang diperlukan. Perbandingan beberapa sifat garam tunggal. 7 . f. dinding Jangan beaker sehingga mengaduk atau larutan tertutupi oleh menggoyang. d. b. Menimbang 0.2. c.02 mol CuSO4. Memisahkan kristal ke dalam kertas saring dan mencuci dengan 3-5 mL campuran larutan ammonia 15 M dengan etil alkohol yang perbandingan volumenya sama. Pembuatan garam kompleks tetraamin copper(II) sulfat monohidrat. e. Mencuci sekali lagi kristal dalam corong dengan 5 mL etil alkohol dan menyaring denga pompa vakum. garam rangkap dan garam kompleks. Menambahkan kristal itu ke dalam larutan amonia dan sampai semua kristal larut sempurna. Cu(NH3)4SO4. Mengaduk sempurna.5H2O yang berbentuk powder.

5H2O(biru) 5 gram + kristal (NH4)2SO4 (putih) 2. Gas apa yang dibebaskan oleh masing-masing sampel.a. perbedaan Jenis ion apa yang adanya warna. b. Memanaskan pelan-pelan masing-masing tabung dan mencatat perubahan warnanya. Mengencerkan setiap larutan dengan kira-kira 10 mL aquadest dan mencatat perubahan warnanya. F. HASIL PENGAMATAN 1. Kemudian menambahkan larutan NH4OH 6 M tetes demi tetes sampai 4 mL. Membandingkan menyebabkan warna larutan.6 gram + 10 mL aquadest prusi larutan biru ada kristal warna biru larutan biru 8 . Mencatat perubahan warna ditambahkan. Melarutkan sedikit garam rangkap hasil percobaan bagian (1) dalam kira-kira 3 mL dalam tabung reaksi. Menempatkan sejumlah garam kering hasil percobaan (1) dan (2) dalam tabung reaksi yang berbeda.5 gram) kristal kupri yang terjadi apabila 1 atau 2 mL aquadest sulfat anhidrat ke dalam tabung reaksi. CuSO4(NH4)2SO4. Mencatat perubahan yang terjadi. Melakukan hal yang serupa terhadap garam kompleks hasil percobaan (2).6H2O Kristal CuSO4. Pembuatan garam rangkap kupri ammonium sulfat. c. Menempatkan sedikit (kira-kira 0.

kristal garam rangkap (biru muda) larutan biru muda + 10 mL H2O 2).H2O Kristal CuSO4.5H2O (biru muda) (bening) larutan kristal endapan biru 0. Kristal garam rangkap suspensi biru tua.7 gram. tidak ada bau ada bau. + 3 mL aquadest (biru tua) larutan biru tua + 10 mL H2O c. jernih.6H2O 9 . Kristal CuSO4. amonia(g) 2). + 3 mL aquadest larutan berwarna biru + NH4OH 6M b. kristal 2. 1).H2O(biru) 5 gram + 5 mL H2O + 8 mL ammonia 15 M larutan biru tua + 8 mL etanol dan enapan biru tua biru tua sebanyak 7 gram 3. Perbandingan beberapa sifat garam tunggal. garam rangkap dan garam kompleks a. Kristal garam komples Garam rangkap CuSO4(NH4)2SO4.5 gram + 2 ml H2O larutan biru tua. kristal garam rangkap biru muda. [Cu(NH3)4]SO4. 1). Pembentukan garam kompleks tetraamincooper (II) sulfat monohidrat.dipisahkan dengan corong buchner warna biru prusi sebanyak 6.

6H2O = 251 g/mol = 132 g/mol = 410 g/mol 10 .Garam kompleks [Cu(NH3)4]SO4.H2O G. ANALISA DATA 1.6H2O = 6. CuSO4(NH4)2SO4.6H2O Diketahui: Massa CuSO4.5H2O BM (NH4)2SO4 BM CuSO4(NH4)2SO4.7 gram BM CuSO4. Pembuatan garam rangkap kupri ammonium sulfat.5H2O Massa (NH4)2SO4 = 5 gram = 3 gram Massa CuSO4(NH4)2SO4.

5H2O BM [Cu(NH3)4]SO4. ? Penyelesaian: CuSO4.5H2O Massa [Cu(NH3)4]SO4.02 mol s) ~ 0.02 mol r) 0. Pembentukan garam kompleks tetraamincooper (II) sulfat monohidrat..5H2O + (NH4)2SO4 m) 0..H2O BM CuSO4.02 mol CuSO4(NH4)2SO4.6H2O massa CuSO4(NH4)2SO4.6H2O secara teori= mol x BM = 0.02 mol ~ 0...02 mol ~ 0.H2O Volume NH4OH 15 M = 5 gram = 6 gram = 251 g/mol = 247 g/mol = 8 mL = 0.02 mol 0. [Cu(NH3)4]SO4.Ditanyakan: % rendemen .008 L 11 .54 % 2.02 mol x 401 g/mol = 8.H2O Diketahui: Massa CuSO4.02 gram % rendemen = = = 83.

.02 mol massa [Cu(NH3)4]SO4. PEMBAHASAN..94 gram % rendemen = H. ? Penyelesaian: CuSO4.5H2O berwarna yang putih..H2O m) 0.46 % Campuran tersebut kurang larut sehingga dilakukan pemanasan.5H2O + 4NH3 [Cu(NH3)4]SO4. = = 121. Pembuatan Garam Rangkap Kupriammonium sulfat Garam rangkap dibentuk apabila dua garam mengkristal bersama-sama dengan perbandingan molekul tertentu Garam rangkap yang dibuat adalah CuSO4.Ditanyakan: % rendemen . dan membenyuk larutan yang berwarna biru muda.02 mol x 247 g/mol = 4.02 mol ~ 0. berwarna dalam biru 10 mL muda dan yang aquadest. Air 12 .6H2O dengan mereaksikan (NH4)2SO4 CuSO4.02 mol 0.02 mol r) 0.(NH4)2SO4.02 mol s) ~ 0. 1.02 mol ~ 0..H2O secara teori = mol x BM = 0.

(NH4)2SO4. Reaksi yang terjadi adalah: CuSO4. Larutan ini ditutup dengan hati-hati menggunakan etil alkohol melalui dinding cawan penguap.5H2O + (NH4)2SO4 → CuSO4.(NH4)2SO4. 2. Warna biru pada kristal-kristal tersebut merupakan warna dari ion Cu2+ yang menjadi salah satu komponen pembentuk garam tersebut. Percobaan ini memperoleh garam rangkap CuSO4.6H2O Persen rendemen yang diperoleh adalah 83.54%.mempunyai momen dipol yang besar dan ditarik baik ke kation maupun anion untuk membentuk ion terhidrasi. Dari campuran tersebut. Larutan didinginkan pada suhu kamar terlebih dahulu agar kisi-kisi kristal dapat terbentuk dengan baik kemudian didinginkan dengan es. Pembuatan Garam Kompleks tetraamincopper(II)sulfat monohidrat Garam kompleks yang akan dibuat dengan mereaksikan garam CuSO4. Bau tersebut barasal dari larutan ammonia 15 M. Dari sifatnya tersebut maka digunakan pelarut air karena kedua garam yang bereaksi dapat larut dalam air murni daripada dalam pelarut organik. Penetesan alkohol melalui dinding dimaksudakan agar etil 13 .6H2O berupa kristal monoklin berwarna biru muda sebanyak 6.5H2O yang berwarna biru dengan larutan NH4OH yang telah diencerkan dengan aquadest yang berupa larutan bening.7 gram. terbentuk larutan biru tua yang berbau sangat menyengat.

Pencucian dilakukan untuk memurnikan dari pengotorpengotor yang tidak didinginkan. maka didiamkan selama 1 jam. Kristal CuSO4.5H2O Persen rendemen yang diperoleh adalah 121. garam rangkap dan garam kompleks a.5H2O yang berwarna biru muda dilarutkan dengan aquadest membentuk larutan biru. Setelah dikeringkan. Etil alkohol tergolong sebagai pelarut yang mudah menguap. Oleh karena itu.alkohol tersebut benar-benar berada pada permukaan dan tidak menyebabkan terjadinya pengadukan pada campuran. Perbandingan beberapa sifat garam tunggal.46 %. cawan penguap ditutup dengan kaca arloji untuk mengurangi penguapan selama pembentukan kristal. Reaksi yang terjadi adalah: CuSO4. diperoleh 6 gram kristal. Etil alkohol adalah pelarut yang baik untuk senyawa yang ionik karena tetapan dielektriknya rendah dan mengurangi energi solvasi ion-ion. Kristal kemudian disaring pada corong buchner dan dicuci dengan 5 mL campuran amonia 15 M dan etil alkohol dengan perbandingan yang sama.5H2O + 4NH3 → [Cu(NH3)4]SO4. kemudian dengan 5 mL etil alkohol lagi. Hal ini berarti terbentuknya larutan kompleks sesuai dengan reaksi 14 . setelah penambahan NH4Ohlarutan berubah menjadi biru tua. sama halnya dengan sifat alkohol lainnya. 3. Agar pembentukan kristal dapat terjadi lebih sempurna.

Kesimpulan Dari percobaan yang telah dilakukan.5H2O + 4NH3 → [Cu(NH3)4]SO4.6H2O yang berwarna dapat dibuat dengan mereaksikan kristal biru muda CuSO4. Kristal garam rangkap yang dipanaskan tidak terbentuk gas yang dapat diketahui dari tidak adanya bau. [Cu(NH3)4]SO4. garam rangkap terurai menjadi ion-ion penyusunnya. PENUTUP 1.5H2O dan (NH4)2SO4.(NH4)2SO4. Hal ini disebabkan karena garam kompleks tidak dapat terurai menjadi ion-ionnya.6H2O hasil percobaan pertama ditambahkan 3 mL H2O membentuk larutan biru muda jernih dan setelah ditambahkan 10 mL H2O larutan tetap berwarna biru muda yang jernih.(NH4)2SO4. dapat disimpulkan bahwa: a. Sedangkan pada garam kompleks terdapat gas amonia. Garam rangkap CuSO4.5H2O dilarutkan dengan 3 mL H2O membentuk larutan biru tua dan setelah ditmbah 10 mL H2O.5H2O + H2O → [Cu(NH3)4]2+ + SO42c. Kristal garam rangkap tidak 15 . terbentuk suspensi biru tua.5H2O Biru tua b. I.CuSO4. Pada saat ini. yang Sedangkan garam kompleks [Cu(NH3)4]SO4. hanya menjadi kation kompleks dan anion sederhana. Kristal garam rangkap adalah CuSO4.

46 %.54%. Saran Sebaiknya kristal dikeringkan dengan baik sebelum ditimbang 16 .7 gram dengan persen rendemen adalah 121.5H2O dan NH4OH. Kristal garam komples menghasilkan gas amonia pada saat pemanasan dan membentuk suspensi pada saat dilarutkan dengan aquadest. 2. Garam kompleks [Cu(NH3)4]SO4.7 gram dengan persen rendemen adalah 83. Jumlah garam kompleks yang dihasilkan adalah 6. Jumlah garam rangkap yang diperoleh adalah 6. b.H2O yang berwarna biru tua dibuat dengan mereaksikan CuSO4.menghasilkan bau apabila dipanaskan dan membentuk larutan biru muda yang jernih apabila dilarutkan denga aquadest.

Jakarta: PT. G.blogspot. 18 April 2010. Makassar: FMIPA UNM. Dan A. Rufiati. Analisis Kimia Kuantitatif. Jenis Senyawa diakses Garam. Online(http://www. Underwood. Annisa. A.com) diakses tanggal 18 April 2010.com) 17 . Vogel: Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. 2009.wordpress. 2005. tanggal Online(http://blog. Jakarta: Erlangga. Etna.com) diakses tanggal 18 April 2010. R. Dinno. Sintetis dan Pemanfaatan Garam Mohr. Ramlawati. L. Kimia Anorganik Fisik. Syahbani. 2010. 1986.DAFTAR PUSTAKA Day.bimbingankimia. Svehla.Dinno’s. 1979. Online(http://annisafuhsin. 2009. Media Kalman Pustaka. Pembuatan Garam Kompleks dan Garam Rangkap.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful