Pengertian Penilaian Berbasis Kelas Penilaian berbasis kelas merupakan salah satu pilar dalam kurikulum berbasis kompetensi

. Penilaian berbasis kelas adalah proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk pemberian nilai terhadap hasil belajar siswa berdasarkan tahapan kemajuan belajarnya sehingga didapatkan potret/profil kemampuan siswa sesuai dengan daftar kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Penilaian berbasis kelas dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan belajarmengajar. Penilaian dapat dilakukan baik dalam suasana formal maupun informal, di dalam kelas, di luar kelas, terintegrasi dalam kegiatan belajar-mengajar atau dilakukan pada waktu yang khusus. Penilaian berbasis kelas dilaksanakan melalui berbagai cara, seperti tes tertulis (paper and pencil test), penilaian hasil kerja siswa melalui kumpulan hasil kerja (karya) siswa (portofolio), penilaian produk 3 dimensi, dan penilaian, unjuk kerja (performance) siswa. Penilaian berbasis kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa. Penyempurnaan kurikulum adalah salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan. Upaya itu berhasil jika ada perubahan pola kegiatan pembelajaran, dari yang berpusat pada guru kepada yang berpusat pada siswa, serta orientasi penilaian dari yang berorientasi diskriminasi siswa kepada yang berorientasi diferensiasi siswa. Keseluruhan perubahan itu akan menentukan hasil pendidikan. Ketepatan penilaian yang dilakukan sekolah, terutama yang berkaitan dengan penilaian berbasis kelas, memperlihatkan pencapaian hasil belajar siswa. Penilaian tersebut mempengaruhi pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang diterapkan guru dalam proses pembelajaran. Penilaian dan kegiatan pembelajaran bermuara pada penguasaan kompetensi yang diharapkan. Selama ini pelaksanaan penilaian di kelas kurang mampu menggambarkan kemampuan siswa yang beragam karena cara dan alat yang digunakan kurang sesuai dan kurang bervariasi. Karena keterbatasan kemampuan dan waktu, penilaian cenderung dilakukan dengan menggunakan cara dan alat yang lebih menyederhanakan tuntutan perolehan siswa. Hasil evaluasi pelaksanaan Kurikulum 1994 menunjukkan bahwa penilaian yang dilakukan di kelas kurang mampu memperlihatkan tuntutan hasil belajar siswa, yaitu: a. mengungkapkan pemahamannya dengan kalimat sendiri secara lisan dan tertulis; b. mengekspresi gagasan, khususnya dalam bentuk gambar, grafik, diagram, atau simbol lainnya; c. mengembangkan keterampilan fungsional sebagai hasil interaksi dengan lingkungan fisik, sosial, dan budaya; d. menggunakan lingkungan (fisik, sosial, dan budaya) sebagai sumber dan media belajar; Cara-cara Penilaian a. Penilaian Tertulis Penilaian tertulis biasanya diadakan untuk waktu yang terbatas dan dalam kondisi tertentu. Dari berbagai alat penilaian tertulis, alat penilaian jawaban benar-salah, isian singkat, dan menjodohkan merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Alat pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami. Pilihan ganda mempunyai kelemahan, yaitu siswa tidak mengembangkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya menerka jawaban yang benar. Hal ini menimbulkan kecenderungan siswa tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Alat penilaian ini kurang dianjurkan pemakaiannya karena

semakin terpercaya hasil penilaian kemampuan siswa. ‡ Tuliskan kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kemampuan. Semakin sering guru mengamati unjuk kerja siswa. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas. gambaran kemampuan siswa akan lebih utuh. tingkah laku. atau unjuk kerja. misalnya mengemukakan pendapat. Dengan demikian. Esai adalah alat penilaian yang menuntut siswa untuk mengingat. ‡ Usahakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. dan menyimpulkan. Penilaian dengan cara ini lebih tepat digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam berpidato. seperti: diskusi dalam kelompok kecil. Contoh. dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Untuk menilai hasil belajar tersebut dibutuhkan pengamatan terhadap siswa ketika melakukannya. baru kemudian dilanjutkan memeriksa jawaban nomor berikutnya. dan mengoperasikan suatu alat. menari. dan melakukan aktivitas berbagai cabang olahraga. berpidato. menggunakan peralatan laboratorium. ‡ Bacalah jawaban siswa lalu bandingkan dengan jawaban yang ada pada pedoman. Penilaian unjuk kerja adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan penilai terhadap aktivitas siswa sebagaimana yang terjadi. dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan katakatanya sendiri. berpikir logis. ‡ Periksalah seluruh lembar jawaban siswa pada nomor yang sama. Penilaian dilakukan terhadap unjuk kerja. bercerita. dan perilaku siswa yang menyenangkan atau menjengkelkan. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga konsistensi dan objektivitas pemberian skor. pembacaan puisi. ‡ Urutkan kemampuan yang akan dinilai berdasarkan urutan yang akan diamati . Cara penilaian ini lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. sehingga semua dapat diamati. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam membuat penilaian unjuk kerja adalah sebagai berikut: ‡ Identifikasi semua langkah penting atau aspek yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir. ‡ Hindarkan faktor-faktor yang tidak relevan dalam pemberian skor. Penilaian Unjuk Kerja (Performance) Pada dokumen kurikulum tercantum banyak hasil belajar yang menggambarkan proses. dan diskusi. atau interaksi siswa. dan melakukan wawancara. seperti bagus tidaknya tulisan. untuk menilai kemampuan berbicara siswa. kegiatan. b.tidak menggambarkan kemampuan siswa yang sesungguhnya. pemecahan masalah dalam suatu kelompok. Dalam melakukan pemeriksaan soal esai perlu diperhatikan hal-hal berikut: ‡ Siapkan pedoman penilaian atau penskoran segera setelah menulis soal untuk memeriksa jawaban siswa kelak. perlu dilakukan pengamatan berbicara yang beragam. kedekatan hubungan guru dengan siswa. ‡ Berikan skor sesuai dengan tingkat kelengkapan dan kesempurnaan jawaban siswa. partisipasi siswa dalam diskusi kelompok kecil. memainkan alat musik. memahami. Semakin lengkap jawabannya semakin tinggi skornya dan sebaliknya semakin kurang lengkap jawabannya semakin kecil skornya. Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks sebelum menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu.

Contoh. Penilaian produk ini tidak hanya melihat hasil akhirnya saja tetapi juga proses pembuatannya. Pengumpulan dan penilaian karya siswa yang terus-menerus sebaiknya dijadikan titik sentral . meliputi: menilai kemampuan siswa menyeleksi dan menggunakan bahan.‡ Bila menggunakan skala rentang. seperti: makanan. dapat diamati-tidak dapat diamati. meliputi: menilai kemampuan siswa membuat produk sesuai kegunaannya dan memenuhi kriteria keindahan. ). portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa. meliputi: menilai kemampuan siswa merencanakan. Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala rentang memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu karena pemberian nilai secara kontinuum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. dan logam. Dengan demikian. membakar kue dengan hasil baik. siswa mendapat nilai apabila kriteria penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh penilai. hasil karya seni (patung). Di samping itu. dan berpenampilan menarik. keramik.. Contoh penilaian untuk produk teknologi pada tahap perencanaan termasuk kriteria yang berkaitan dengan desain dan pemilihan bahan pada tahap produksi termasuk kriteria yang berkaitan dengan aplikasi proses dan kemampuan menggunakan alat dan pada tahap appraisal termasuk kriteria berkaitan dengan pencapaian tujuan yang diinginkan. d. plastik. pakaian. menggunakan peralatan dengan aman. agak kompeten bila ««. alat. Kumpulan karya ini menggambarkan taraf kemampuan/kompetensi yang telah dicapai seorang siswa. perlu disediakan kriteria untuk setiap pilihan ( kompeten bila siswa««. siswa tidak memperoleh nilai. Hal penting yang menjadi ciri portofolio adalah karya tersebut dapat diperbaiki jika siswa menghendakinya. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak. ‡ Tahap penilaian (appraisal). Jika tidak dapat diamati. dan mendesain produk.. ‡ Tahap pembuatan (produk). dan mengembangkan gagasan. bercita rasa enak. Cara holistik yang berdasarkan kesan keseluruhan dari produk.. menggali. Untuk produk penilaian biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. kemampuan siswa menggunakan berbagai teknik menggambar. misalnya benar-salah. Pada penilaian unjuk kerja yang menggunakan daftar cek. Cara analitik terhadap aspek-aspek produk yang berbeda. Kumpulan karya siswa itu merupakan refleksi perkembangan berbagai kompetensi. Dengan demikian nilai tengah tidak ada. Pengembangan produk meliputi tiga tahap. c. kumpulan karya yang berkelanjutan lebih memperkuat hubungan pembelajaran dan penilaian. dan teknik. ‡ Tahap persiapan. biasanya dilakukan pada tahap appraisal. Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (ya ± tidak) atau skala rentang (sangat kompeten ± kompeten ± agak kompeten ± tidak kompeten). Penilaian Portofolio Portofolio merupakan kumpulan karya (hasil kerja) seorang siswa dalam satu periode. barang barang terbuat dari kayu. Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah cara mengamati dan memberi skor terhadap unjuk kerja siswa. Perkembangan tersebut tidak dapat terlihat dari hasil pengujian. Penilaian sebaiknya dilakukan oleh lebih dari satu orang agar faktor subjektivitas dapat diperkecil dan hasil penilaian lebih akurat. biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan. Penilaian Produk Penilaian hasil kerja meliputi pula penilaian terhadap kemampuan siswa membuat produkproduk teknologi dan seni.

. jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Dengan demikian. Jika dianggap perlu. karena penilaian merupakan bagian dari proses pembelajaran. ‡ Tentukan kriteria penilaian sampel-sampel karya siswa beserta pembobotannya bersama para siswa agar dicapai kesepakatan. Untuk kemampuan menggambar. Untuk mendapatkan hasil terbaik pada pertunjukan mendatang. Rekaman contoh-contoh berbicara siswa yang dikumpulkan secara terus. dan minatnya. Untuk melihat dan mendiagnosis kesulitan siswa dalam mengarang. tetapi digunakan juga oleh siswa sendiri. undanglah orang tua siswa. kriteria penilaiannya misalnya: penggunaan tata bahasa. ‡ Setelah suatu karya dinilai dan ternyata nilainya jelek atau belum memuaskan siswa. Kemungkinan karya yang dikumpulkan tidak sama antara siswa yang satu dan yang lain. untuk kemampuan menulis karangan. karya yang dikumpulkan adalah gambar-gambar buatan siswa. Contoh.menerus dalam waktu tertentu dapat dimasukkan dalam portofolio berbicara. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio. Portofolio dapat digunakan untuk menilai perkembangan siswa dalam ilmu-ilmu sosial. Misalnya. Sebaiknya kriteria penilaian suatu karya dibahas dan disepakati bersama siswa sebelum siswa membuat karya tersebut. dan sistematika penulisan. seperti menganalisis masalah-masalah sosial. ‡ Bila perlu. Diskusikan dengan para siswa bagaimana menilai kualitas karya mereka. seorang guru drama dapat menggunakan ³videotape´ untuk merekam latihan-latihan. ‡ Mintalah siswa menilai karyanya secara berkesinambungan. kepada siswa dapat diberi kesempatan untuk memperbaiki lagi. misalnya setelah 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru. tetapi membutuhkan waktu bagi siswa untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. antara siswa dan guru perlu dibuat ³kontrak´ atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan. siswa mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai harapan atau standar itu. guru dapat mengumpulkan tulisan-tulisan siswa. yaitu tidak semata-mata merupakan kumpulan hasil kerja sementara siswa yang digunakan hanya oleh guru untuk penilaian. bahasa. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan. Dalam hal ini siswa perlu diberi penjelasan maksud penggunaan portofolio. ‡ Pastikan bahwa tiap siswa merasa memiliki portofolio.program pengajaran. ‡ Tentukan bersama siswa sampel-sampel karya apa saja yang akan dikumpulkan. ‡ Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap siswa dalam satu map atau folder. untuk kemampuan menulis karangan karya yang dikumpulkan adalah karangan-karangan siswa. Yang menjadi pertimbangan utama adalah guru seyogianya menggunakan penilaian portofolio sebagai bagian integral dari proses pembelajaran karena nilai diagnostik portofolio sangat berarti bagi guru. pemilihan kosa-kata. dan matematika. seperti pemecahan masalah matematika. Guru dapat membimbing siswa tentang bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan atau kekurangan karya tersebut dan bagaimana cara memperbaikinya. seperti menulis karangan. Dengan melihat portofolionya siswa dapat mengetahui kemampuan. Berikut ini dikemukakan hal-hal pokok yang perlu diperhatikan dalam membuat portofolio di dalam kelas. keterampilan. Guru bahasa asing dapat menggunakan portofolio audio untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berbicara. Karya tersebut harus selalu diberi tanggal sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. Namun. kelengkapan gagasan. Orang tua perlu diberi penjelasan tentang maksud dan tujuan portofolio sehingga mereka dapat membantu dan memotivasi anaknya.

Lebih cenderung menggunakan penilaian acuan kriteria (criterion referenced assessment) daripada penilaian acuan norma (norm-referenced assessment).Tujuan penilaian bergeser dari keperluan untuk klasifikasi siswa (diskriminasi) ke pelayanan individual siswa dalam mengembangkan kemampuannya (diferensiasi).Tujuan-tujuan pendidikan yang tercantum dalam kurikulum lebih terjamin dicapai karena kompetensi dasar yang dirumuskan dalam kurikulum menjadi acuan utama. Jenis Tagihan Untuk memperoleh data dan informasi sebagai dasar penentuan tingkat keberhasilan peserta didik dalam penguasaan kompetensi dasar yang diajarkan diperlukan adanya berbagai jenis tagihan. interpretasi hasil tes tidak mutlak dan abadi karena anak terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang dialaminya. Lagi pula. . produk. sehingga hasil tersebut dapat menggambarkan profil siswa secara lengkap. untuk mengetahui penguasaan pelajaran yang lalu secara singkat. antara lain yaitu sebagai berikut.Pemanfaatan berbagai cara dan alat penilaian mendorong penerapan pendekatan belajar aktif sehingga mengoptimalkan pengembangan kepribadian serta kemampuan bernalar dan bertindak siswa. .Perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi prestasi dan kemajuan belajar siswa secara lengkap. Pengumpulan informasi hasil belajar siswa dapat dilakukan dalam suasana formal dan informal. . Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran/informasi tentang kemampuan. orang tua. afektif. Alat penilaian pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan-balik guna mendiagnosis atau memodifikasi pengalaman belajar.Tidak sekedar menerapkan penilaian tertulis dan lisan tetapi juga penilaian unjuk kerja. dengan berbagai cara penilaian. pengetahuan dan sikap seseorang. Bila ada bagian pelajaran yang belum dikuasai. portofolio dan tingkah laku untuk menjamin validitas penilaian. . Kuis : Waktu yang diperlukan relatif singkat. sehingga prinsip akuntabilitas publik lebih terjamin. sebaiknya guru menjelaskan kembali dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda. Hal ini amat menghambat penguasaan beragam kompetensi yang tercantum pada kurikulum secara utuh. tidak mampu menilai keterampilan/kemampuan lain yang dimiliki siswa. Hasil penilaian dapat menghasilkan rujukan terhadap pencapaian siswa dalam domain kognitif. keterampilan. . 1. dan keanekaragaman kompetensi yang dinilai agar kemampuan siswa lebih rinci terpapar dan tergambarkan. Biasanya kuis diberikan sebelum pelajaran baru dimulai. guru hendaknya mengembangkan alat-alat penilaian yang membedakan antara jenisjenis kompetensi yang berbeda dari tiap tingkat pencapaian. guru lain maupun pengguna lulusan. Penilaian kemajuan belajar siswa pada kurikulum berbasis kompetensi menghendaki ciri-ciri berikut ini. dan psikomotor. . . Namun bisa juga kuis diberikan setelah pembelajaran selesai.Profil kompetensi siswa sebagai hasil belajar memberikan informasi yang lebih lengkap dan mudah dipahami baik oleh siswa. kurang lebih 15 menit dan hanya menanyakan hal-hal yang prinsip saja dan bentuknya berupa isian singkat. Alat penilaian tertulis seperti pilihan ganda yang mengarah kepada hanya satu jawaban yang benar (convergent thinking). Jenis tagihan yang dapat dipakai dalam sistem penilaian berbasis kompetensi dasar dapat berkait dengan ranah kognitif ataupun psikomotor. yaitu untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap bahan ajar yang baru diajarkan. objektivitas penilaian. Karena itu.

dan Biologi. atau teorema. jawaban . Ujian responsi bisa dilakukan diawal praktek atau setelah melakukan praktek. kemudian menunjuk peserta untuk menjawab pertanyaan. seperti Fisika. aplikasi. Responsi atau ujian praktik : Bentuk ini dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya. Ulangan blok : Bentuk soal yang dipakai dalam ulangan blok. Seperti halnya tugas individu. Tingkat berpikir yang terlibat mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi. tujuannya untuk mengetahui kompetensi dasar praktek yang dicapai peserta didik dan yang belum. Kimia. Pertanyaan lisan di kelas : Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. Teknik bertanya yang baik adalah mengajukan pertanyaan ke kelas. Kimia. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. prinsip. Jawaban peserta didik benar atau salah selalu diberikan ke peserta didik lain atau minta pendapatnya terhadap jawaban peserta didik yang pertama. memberi waktu sebentar untuk berpikir. Tugas individu : Tugas individu dapat diberikan setiap minggu dengan bentuk tugas/soal uraian objektif atau non-objektif. sedang bila dilakukan setelah praktek. Materi yang diujikan berdasar kisi-kisi soal. seperti menugasi peserta didik untuk melakukan observasi lapangan dalam Geografi atau menugasi peserta didik untuk berlatih tari dan musik pada pelajaran Pendidikan Kesenian. 8. dan Biologi yaitu untuk mengetahui penguasaan akhir baik dari ranah kognitif maupun psikomotor. dan semua peserta didik harus diberi kesempatan yang sama. campuran pilihan ganda dan uraian. bila mungkin sampai sintesis dan evaluasi. 3. memberi waktu untuk berpikir. Tes Lisan di Kelas Pertanyaan lisan dapat digunakan untuk mengetahui taraf serap peserta didik untuk masalah yang berkaitan dengan kognitif. Ulangan harian : Ulangan harian dilakukan secara periodik misalnya setelah I (satu) atau 2 (dua) kompetensi dasar selesai diajarkan. bagian dari semester dapat berupa pilihan ganda. Pertanyaan lisan ini bisa dilakukan di awal pelajaran atau di akhir pelajaran. Kemudian guru menyimpulkan tentang jawaban peserta didik yang benar. Peserta didik bisa diminta untuk mengamati suatu gejala dan melaporkannya.2. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman. 5. tugas kelompok dapat terkait dengan ranah psikomotor. Dalam melakukan pertanyaan di kelas prinsipnya adalah: mengajukan pertanyaan. atau semuanya bentuk uraian. 6. Bentuk Tagihan a. Tugas individu untuk mata pelajaran tertentu dapat terkait dengan ranah psikomotor. Ujian dilakukan sebelum praktek bertujuan untuk mengetahui kesiapan peserta didik melakukan praktek di laboratorium. analisis. Pertanyaan lisan yang diajukan ke kelas harus jelas. Tugas kelompok : Tugas kelompok digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok. dan kemudian memilih peserta didik secara acak untuk menjawab. Laporan kerja praktik atau laporan praktikum : Bentuk ini dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya. 7. 4. dan analisis. Bentuk soal yang digunakan sebaiknya bentuk uraian objektif atau yang non-objektif. atau merencanakan sesuatu proyek. Bila mungkin peserta didik diminta untuk menggunakan data sungguhan atau melakukan pengamatan terhadap suatu gejala. Baik benar atau salah jawaban peserta didik. seperti Fisika. Bentuk soal yang digunakan adalah uraian dengan tingkat berpikir yang tinggi yaitu aplikasi sampai evaluasi. Proyek pada umumnya menggunakan data sesungguhnya dari lapangan.

Namun demikian. Setiap langkah ada skornya. 6) Pilihan jawaban angka diurutkan. seperti pengetahuan dan pemahaman. siapa. sebaiknya hindarkan pertanyaan yang mengungkap hafalan seperti dengan pertanyaan yang dimulai dengan kata : apa. Bentuk Uraian Non-objektif Bentuk tes ini dikatakan non-objektif karena penilaian yang dilakukan cenderung dipengaruhi subjektivitas dari penilai. Langkah membuat tes ini adalah sebagai berikut. 5) Hindari mengggunakan pilhan jawaban : semua benar atau semua salah. tafsirkan. Selain itu bentuk ini relatif mudah membuatnya. dan memadukan gagasan atau ide yang telah dimilikinya dengan menggunakan kata-katanya sendiri. yaitu mulai dari hapalan sampai dengan evaluasi. Bentuk tes ini menuntut kemampuan peserta didik untuk menyampaikan. dan (3) cakupan materi yang diujikan sangat terbatas.tersebut ditawarkan lagi ke kelas untuk mengaktifkan kelas. sehingga bisa mencakup materi yang banyak. 10) Bahasa Indonesia yang digunakan baku. Bentuk Pilihan Ganda Pedoman utama dalam pembuatan butir soal bentuk pilihan ganda (Ebel. (2) tidak melihat nama peserta ujian. 1) Menulis soal berdasarkan kisi-kisi pada indikator. 2) Mengedit pertanyaan : a) Apakah pertanyaan mudah dimengerti? b) Apakah data yang digunakan benar? c) Apakah tata letak keseluruhan baik? . (4) dan adanya efek bluffing. Tingkat berpikir untuk pertanyaan lisan di kelas cenderung rendah. 11) Letak pilihan jawaban benar ditentukan secara acak. karena kunci jawabannya hanya satu. 1977) adalah : 1) Pokok soal harus jelas. (2) memerlukan waktu yang lama untuk memeriksa lembar jawaban. (3) memeriksa tiap butir secara keseluruhan tanpa istirahat. Pertanyaan pada bentuk soal ini di antaranya adalah : hitunglah. 4) Tidak ada petunjuk jawaban benar. d. menyusun. Pengerjaan soal ini melalui suatu prosedur atau langkah-langkah tertentu. buat kesimpulan dan sebagainya.dan (4) menyiapkan pedoman penskoran. memilih. Keunggulan bentuk tes ini dapat mengukur tingkat berpikir dari yang rendah sampai yang tinggi. di mana. Objektif di sini dalam arti apabila diperiksa oleh beberapa guru dalam bidang studi tersebut hasil penskorannya akan sama. Jangan menggunakan negatif ganda. Bentuk Uraian Objektif Bentuk soal uraian objektif sangat tepat digunakan untuk bidang Matematika dan IPA. c. 7) Semua pilihan jawaban logis. Kelemahan bentuk tes ini adalah : (1) penskoran sering dipengaruhi oleh subjektivitas penilai. Untuk menghindari kelemahan tersebut cara yang ditempuh adalah : (1) jawaban tiap soal tidak panjang. 2) Pilihan jawaban homogen dalam arti isi. 9) Kalimat yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta tes. 3) Panjang kalimat pilihan jawaban relatif sama. b.

3) Alternatif jawaban harus ³nyambung´ atau berhubungan secara logis dengan premisnya. Hasil tes ini digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran sehingga kemampuan peserta didik . yaitu: jenis pertanyaan. bagian dari diagram. 2) Hindari penggunakan pertanyaan: siapa. Biasanya nama. pernyataan. 4) Rumusan kalimat soal harus komunikatif. 1) Soal harus sesuai dengan indikator. Bentuk Menjodohkan Soal bentuk menjodohkan atau memasangkan terdiri dari suatu premis. bandingkan. Kaidah-kaidah utama penyusunan soal bentuk ini adalah sebagai berikut. 1986). 1) Soal harus sesuai dengan indikator. apa. 3) Menggunakan bahasa Indonesia yang baku.d) Apakah pemberian bobot skor sudah tepat? e) Apakah kunci jawaban sudah benar? f) Apakah waktu untuk mengerjakan tes cukup? Kaidah penulisan soal bentukuraian non-objektif : 1) Gunakan kata-kata: mengapa. dan yang sejenisnya digunakan sebagai premis. 4) Butir soal menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. dan suatu petunjuk untuk menjodohkan masing-masing premis itu dengan satu kemungkinan jawaban. Hal-hal yang sama dapat pula digunakan sebagai alternatif jawaban. 6) Buat kunci jawaban. 5) Buat petunjuk mengerjakan soal. f. buktikan. istilah. uraikan. 7) Buat pedoman penskoran. sedang yang global dibaca secara keseluruhan untuk mengetahui ide pokok dari jawaban soal kemudian diberi skor. Kaidah-kaidah pokok penulisan soal jenis menjodohkan ini adalah sebagai berikut. 2) Jumlah alternatif jawaban lebih banyak dari pada premis. Penilaian unjuk kerja berdasarkan pada analisis pekerjaan (Nathan & Cascio. Analitik berarti penskoran dilakukan bertahap sesuai kunci jawaban. frase. hitunglah. jenis melengkapi atau isian. 5) Butir soal menggunakan Bahasa Indonesiayang baik dan benar. Unjuk Kerja/Performance Penilaian unjuk kerja sering disebut dengan penilaian autentik atau penilaian alternatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalahmasalah di kehidupan nyata. e. tanggal/tahun. bila. g. dan jenis identifikasi atau asosiasi. jelaskan. 3) Rumusan kalimat soal harus komunikatif. 4) Hindari penggunaan kata-kata yang dapat ditafsirkan ganda. 2) Jawaban yang benar hanya satu. Penskoran bentuk tes ini bisa dilakukan secara analitik atau global. suatu daftar kemungkinan jawaban. Penilaian ini menggunakan tes yang juga disebut dengan tes unjuk kerja. tafsirkan. Ada tiga jenis soal bentuk ini. Bentuk jawaban Singkat Bentuk jawaban singkat ditandai dengan adanya tempat kosong yang disediakan bagi pengambil tes untuk menuliskan jawabannya sesuai dengan petunjuk.

dalam bidang pendidikan berarti kumpulan dari tugas-tugas peserta didik. peserta didik menilai kemajuannya sendiri. tugas mengarang atau mengerjakan soal. 6) Merencanakan pertemuan dengan peserta didik yang dinilai. Prinsip penilaian portfolio adalah peserta didik dapat melakukan penilaian sendiri kemudian hasilnya di bahas. Tes unjuk kerja lebih banyak digunakan pada mata pelajaran yang ada prakteknya. 4) Menentukan kriteria untuk menilai portfolio. Walau uraian namun batasnya harus jelas dan ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Jadi portfolio adalah suatu metode pengukuran dengan melibatkan peserta didik untuk menilai kemajuannya dalam bidang studi tersebut. Hal yang penting pada penilaian portfolio adalah mampu mengukur kemampuan membaca dan menulis yang lebih luas. 1999). sehingga penggunaannya juga harus sesuai dengan tujuan dan substansi yang diukur. Permasalahan yang diujikan sedapat mungkin sama dengan masalah yang ada di kehidupan nyata. dan di akhir satu unit program pembelajaran misalnya satu semester. Pertanyaan pada tes unjuk kerja berdasarkan pada tuntutan dari masyarakat dan lembaga lain yang terkait dengan pengetahuan yang harus dimiliki peserta didik. Penilaian dengan portfolio memerlukan kemampuan membaca yang baik. dan tugas-tugas rumah. Portfolio cocok digunakan untuk penilaian di kelas. yaitu yang menilai keadaan a sesungguhnya. Daftar Pustaka . Jadi pertanyaan butir soal cenderung pada tingkat aplikasi suatu prinsip atau konsep pada situasi yang baru. 2) Menentukan contoh pekerjaan mana yang harus dikumpulkan. penilaian dengan cara portfolio akan lebih cocok. 7) Dapat melibatkan orang tua dalam menilai portfolio. Mata pelajaran yang memiliki banyak tugas dan jumlah peserta didik yang tidak banyak. 3) Mengumpulkan dan menyimpan sampel karya.mencapai pada tingkat yang diinginkan. Bentuk tes ini digunakan untuk mengukur status peserta didik berdasarkan hasil kerja dari suatu tugas. Kemudian dilakukan diskusi antara peserta didik dan guru untuk menentukan skornya. Jadi semua tugas yang dikerjakan peserta didik dikumpulkan. Penilaian dengan portfolio memiliki karakteristik tertentu. dari peserta didik. Penilaian porfolio pada dasarnya adalah menilai karya-karya individu untuk suatu mata pelajaran tertentu. h. 5) Meminta peserta didik untuk menilai secara terus menerus hasil portfolionya. Inilah yang menjadi ciri utama perbedaan antara tes unjuk kerja dengan bentuk yang konvensional. Karya yang dinilai meliputi hasil ujian. Portfolio merupakan salah bentuk dari penilaian autentik. Bentuk ujiannya cenderung bentuk uraian. 1) Karya yang dikumpulkan adalah benar-benar karya yang bersangkutan. Portfolio Portfolio adalah kumpulan pekerjaan seseorang (Popham. tetapi tidak cocok untuk penilaian dengan skala yang luas (Marzano & Kendall. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penilaian portfolio adalah sebagai berikut. 1996). mewakili sejumlah karya seseorang.

Jakarta Ebel. Monterey.W. Gronlund.J. New Jersey: Prentice Hall. N. Press. R. California: Brooks/Cole Publishing Company. L. dan Linn. R. Baltimore: John Hopkin Univ.. 1986).Allen. (1986). . M. E. Performance assessment. M. Introduction to measurement theory. & Cascio. ³Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Sekolah Menengah Atas´. R.. Technical and legal aspects in Berk. F. B. Departemen Pendidikan Nasional. Nathan. L. (1979). New York: McMillian Publishing Company. R. (1990). W. &Yen. Essentials of education measurement. (1979). Measurement and evaluation in teaching. (edit. A. (2004).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful