BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Geofisika adalah Ilmu yang mempelajari bawah permukaan bumi dengan menerapkan ilmu fisika. Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat kelistrikkan di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi. Metode Self Potensial (SP) merupakan metode Geofisika yang paling sederhana dilakukan, karena hanya memerlukan alat ukur tegangan (miliVoltmeter) yang peka dengan dua elektroda khusus (porouspoode electrode). Dimana dalam melakukan eksplorasi tidak memerlukan biaya yang besar. Metoda potensial diri pada dasarnya merupakan metoda yang menggunakan sifat tegangan alami suatu massa (endapan) di alam. Hanya saja perlu diingat bahwa anomali yang diberikan oleh metoda potensial diri ini tidak dapat langsung dapat dikatakan sebagai badan bijih tanpa ada pemastian dari metoda lain atau pemastian dari kegiatan geologi dilapangan. Karena pengukuran dalam metoda potensial diri diperoleh langsung dari hubungan elektrik dengan bawah permukaan, maka metoda ini tidak baik digunakan pada lapisan-lapisan yang mempunyai sifat pengantar listrik yang tidak baik (isolator), seperti batuan kristalin yang kering. Metode Self Potensial (SP) merupakan metode yang paling tua diantara metode – metode Geofisika yang lain, metode ini merupakan metode pasif dalam bidang Geofisika. Metode Self Potensial (SP) digunakan untuk mengetahui informasi dibawah permukaan bumi melalui penghitungan yang tanpa menginjeksikan arus listrik lewat permukaan tanah.

Mengenali sumber yang menyebabkan terjadinya perbedaan potensial adalah sangat penting untuk mengurangi (eliminate) noise. Pengolahan data biasanya dilakukan dengan membuat peta potensial antara base/reference elektroda dan

potensial elektroda berjalan. Aliran gas dan fluida di dalam pipa, bocoran dari suatu reservoir didalam suatu pondasi DAM akan menyebabkan suatu perbedaan potensial juga.Sehinnga dikenali terlebih dahulu target apa yang akan diukur menggunakan metode SP (Self Potensial) ini. I.2. Maksud dan Tujuan Maksud penggunaan metode self potensial pada praktikum geolistrik yaitu untuk mengetahui potensial bawah permukaan daerah penelitian. Tujuan menggunakan metode self potansial pada praktikum geolistrik adalah Mengetahui anomali Self Potensial pada daerah penelitian dan mengintepretasikannya. I.3. Batasan Masalah Metode self potensial merupakan metode pasif dalam geolistrik. Dimana self potensial merupakan survei awal penelitian. Menyatakan bahwa daerah tersebut terdapat anomali.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. dan Formasi Kepek. disebut Zona Gunung Seribu dengan ketinggian 100-300 m diatas permukaan laut. kondisi geomorfologi daerah penelitian berada di zona pegunungan selatan Jawa Tengah-Jawa Timur (Van Bemmellen. Nglipar.485 km2. meliputi Kecamatan Pangang. yaitu: Zona Utara. area Gunungkidul yang berada di daerah karst hanya kurang lebih 800 km2 (sisi selatan). Tepus Saptosari. disebut Zona Baturagung dengan ketinggian 200-700 m diatas permukaan laut. dengan beda ketinggian 10-100 m. Sub zona Gunungsewu merupakan perbukitan karst berporos relatif barattimur. meliputi Kecamatan Patuk. Formasi Oyo.1. Paliyan. Batuan penyusun dari batuan dasar ini adalah Formasi Gamping Wungkal.Stratigrafi Stratigrafi Regional daerah penelitian berada pada daerah pegunungan selatan yang berumur diperkirakan berumur Tersier. Formasi Gamping Wungkal . Formasi Semilir. Pegunungan ini menurut Van Bemmellan dibagi menjadi tiga sub zona. Kemudian diatasnya diendapkan Formasi Wonosari. Formasi Mandalika. Zona Selatan.1. Karangmojo. Zona Tengah. 1949). II. terdiri dari kurang lebih 45. Rongkop. Semanu bagian selatan dan Pojong bagian selatan. Formasi Sambipitu. Formasi Kebobutak. Formasi Nglanggran.2. 1. Meskipun luas keseluruhannya lebih kurang 1. Batuan tertua yang tersingkap di Kabupaten Gunungkidul yang berumur Eosen akhir hingga miosen awal. Gendangsari. Geologi regional II. Pojong bagian tengah dan Semanu bagian utara. dan Pojong bagian utara. Bukit-bukit kapur yang berjajar di dalamnya berdiameter 50-300 m.000 bukit besar dan kecil (jumlah ini ditaksir dari foto udara).II. Formasi Wuni. Ngawen.1 Geomorfologi Berdasarkan geomorfologi regional. Semin. disebut Zona Ledoksari dengan ketinggian 150-200 m diatas permukaan laut meliputi Kecamatan Playen. Wonosari.

1964) atau mungkin hingga Miosen Awal. Formasi Nglanggran Terdiri dari breksi gunung api. Satuan ini tidak mengandung fosil. Formasi Nglanggaran berlokasi tipa di Gunung Nglanggran. dan umurnya diduga akhir Miosen Awal hingga permulan Miosen Tengah (Samosusastro. dicirikan oleh lava andesit dan tuff dasit dengan retas diorit. 2. batulanau. Batuan penyusunnya dibagian batugamping. Struktur sedimen perairan sejajar. Batuan pembentuk utamanya breksi gunung api. Batuan ini menempati bagian utara daerah Inventarisasi tersingkap di Sungai Dengkeng. Lingkungan pengendapan batuan ini adalah laut yang disertai dengan longsoran bawah laut. dan lensa . Umur batuan tersebut diperkirakan Oligosen Akhir (Sartono. 1956). 3. tidak berlapis. dan cetakan beban memberikan indikasi adanya aliran longsoran (debris flow). Formasi Mandalika Dijumpai setempat dengan sebaran terbatas dibagian Timur Laut daerah Inventerisasi. 1949). Lensa batugamping koral terdapat di bagian tengah dari satuan ini.Menempati bagian terkecil sebarannya dibagian Timur Laut dan daerah Inventarisasi. Hadirnya batugamping koral menunjukkan lingkungan laut. perlapisan bersusun. Batupasir gunung api epiklastika dan tuff berlapis baik terdapat sebagai sisipan dan sebarannya setempat. berukuran 2 hingga 50 sentimeter. Nama lain satuan ini adalah “Old Andesite Formation” (Bemmellen. Pada lapisan bagian atas permukaannya ererosi yang menunjukan adanya arus kuat. Formasi semilir ditindih selaras oleh satuan batuan gunung api yang dikenal sebagai Formasi nglanggaran. dengan komponen dari batuan andesit hingga basal. angglomerat dan lava andesit-basalt dan tuff. Kecamatan Nglipar. Formasi Semilir dan Formasi Wonosari. Formasi Mandalika tersebut tertindih oleh satuan batuan yang berumur Miosen yang termasuk dalam formasi Wuni. Batuan pembentuknya umumnya leleran piroklastik yang diendapkan dilingkungan darat. sedangkan bagian atasnya perselingan batupasir. di Pematnag Baturagung bawah napal pasiran dengan lensa batugamping.

Bagian atas satuan ini terdapat batulempung dan serpih. tertindih selaras dengan formasi Sambipitu. dan batulempung. serpih. secara setempat tidak selaras. . Formasi ini menjemari dengan Formasi semilir. kemudian menjemari dengan Formasi Nglanggran dan Formasi Oyo menindih secara tidak selaras. perairan. klstika lempung dan fragmen karbon. breksi batuapung dasitan. breksi batuapung. Formasi Semilir Tediri dari tuff. Secara keseluruhan ketebalan satuan ini diperkirakan 460 meter. Lignit yang berasosiasi dengan batupasir tufa gampingan dan kepingan koral pada breksi gunung api mewarnai satuan ini pada bagian tengan. batulanau gampingan. selanjutnya tertindih tidak selaras dengan Formasi Oyo dan Formasi Wonosari. Satuan ini bagian bawahnya disusun oleh batupasir kasar tidak berlapis dan batupasir halus. Ismoyowati & Sumarno (1975) menemukan satuan yang berlokasi tipe di gunung semilir (Pematang Baturagung) ini merupakan endapan turbidit yang terbentuk di lingkungan Bathial (Ismoyowati & Sumarno. silangsiur berskala menengah dan permukaan erosi. secara setempat diselingi serpih. Formasi Semilir menindih selaras Formasi Kebobutak. batupasir. breksi dasitik. 4.Utara Wonosari. Formasi Nglanggran berumur Miosen Awal hingga Miosen Tengah. Runtutannya terdiri dari tuff. lensa breksi andesit. ketebalannya sekitar 15 sentimeter. Formasi Semilir menindih selaras satuan di bawahnya. 5. 1975 . Bothe (1928) menyebutkan jika satuan ini jarang mengandung fosil dan beberapa jenis foraminifera yang ditemukannya menunjukkan lingkungannya adalah laut. Satuan ini menempati bagian utara. mempunyai struktur longsoran bawah laut. ketebalannya sekitar 530 meter. tuff batuapung dasitik. Formasi ini di bagian bawahnya mempunyai struktur sedimen berlapis baik. Formasi Sambipitu Terdiri dari batupasir dan batulempung. Rahardjo 1995). batupasir tuffaan dan serpih batuan ini menempati bagian utara dari bagian daerah inventarisasi.

batugamping berlapis bersisipan napal dan tuff. perairan sejajar. Bagian tengah satuan ini terdapat sisipan batupasir tuffan. Semakin ke arah atas unsur material gunung api berkurang. konglomerat batugamping dan breksi gampingan. Utara Wonosari. Wonosari. Formasi Wuni Terdiri dari agglomerat bersisipan batupasir tuffan dan batupasir kasar. 6. perairan sejajar. Formasi Oyo yang manindih tidak selaras dengan satuan klasik dibawahnya terdiri dari batupasir tuffaan. Formasi Sambipitu mempunyai lokasi tipe di Desa Sambipitu. Komponen agglomerat terdiri dari andesit dan basal berukuran 10 hingga 15 sentimeter. dan gelembur gelombang. batugamping berlapis dan napal banyak dijumpai kandungan fosil. 7. Bagian bawah satuan ini disusun oleh breksi agglomerat. Runtutan sedimen klasik Formasi Sambipitu menindih selaras satuan gunung api di bawahnya. Sisipan batugamping koral menempati bagian atas satuan ini. napal tuffaan. Pada batupasir gampingan. Bagian atas dari satuan ini terdapat struktur sedimen perlapisan bersusun. Kemiringan lapisan ke selatan dengan derjat kemiringan 20o – 25o. Satuan ini ke arah barat berubah menjadi formasi Nglanggran. setempat bisa mencapai 2 meter. silang siur dan gelembur gelombang yang memberikan indikasi adanya endapan longsoran bawah laut kemudian berkembang menjadi arus turbidit.Arus turbidit telah membentuk struktur sedimen perlapisan bersusun. kayu dan bongkah terkersikan. Satuan ini menempati secaraterisolasi di bagian selatan. bersisipan tuff. Umur satuan ini diperkirakan Miosen Tengah dengan ketebalan sekitar 230 meter. batugamping dan konglomerat. Formasi ini menjemari dengan Formasi . Lapisan ini mudah dikenali di lapangan sepanjang singkapan di Kali Oyo.Ketebalan satuan ini diperkirakan 150 meter. Pengendapan batugamping ini berbarengan dengan aktifitas gunung api sehingga tuff mewarnai endapan ini. Satuan ini berlokasi tipe di namun sulit dibedakan. batulanau dan konglomerat. batugamping tuffaan. Formasi Oyo Disusun oleh sedimen klasik gampingan terdiri dari batupasir gampingan.

sedang di Gunung kampak ia mengamati adanya perubahan fasies batugamping menjadi batugamping algae dan batugamping oral.Struktur Geologi Pola struktur geologi yang terdapat di daerah penyelidikan sebagian besar berkaitan dengan gejala-gejala tektonik yang pernah berlangsung pada “Java Trench” dan pembentukan sistem pegunungan di selatan jawa. Rahardjo (1995) menjumpai batugamping tuffaan berlapis bersisipan nepal . Formasi Kepek Penyusun utama Formasi Kepek adalah selang-seling antara lempung.3. napal pasiran dan batugamping berlapis . batugamping napalan dan batugamping konglomeratan. II. Formasi Wonosari Disusun oleh batugamping baik batugamping berlapis maupun batugamping terumbu.1.Sungai Oyo di Gunung Tugu dan Gunung Temas (perbukitan Bayat). Foermasi wonosari di bagian Selatan menempati perbukitan Karst dominannya disusun oleh batugamping terumbu yang bersifat pejal (bioherm) menunjukkan lingkungnpengerndapannya relatif stabil sehingga terumbu batugamping tumbuh secara sempurna. sehingga lingkungannya berhimpun dengan terumbu. 9. Pada bagian lereng-lereng bukit terjal biasanya disusun oleh batugamping konglomeratan sebagai endapan hancuran berupa talus yang mengelilingi bukit tubuh terumbu tersebut.Formasi ini diendapkan dalam lingkungan laut dangkal terisolasi. 8. Satuan ini juga terdapat batupasir tuffaan dan lanau. Bentuk struktur yang terdapat didaerah penyelidikan dan sekitarnya selain diperkuat oleh kenampakan permukaan juga di dukung oleh karakteristik anomali .

Zona Pegunungan Selatan dibatasi oleh Dataran Yogyakarta-Surakarta di sebelah barat dan utara.geofisika (geomagnet. sesar medatar ( Parangkusumo. Bambang Lipuro dan Mudal). ketidak selarasan. Di sebelah barat. . Soka Nambangngan dan Siluk). 40 km (Bronto dan Hartono. Opak. Diantara sesar-sesar tsb diatas Sesar Parangkusumo dengan arah N 300°W. Pada umumnya orientasi sesar SE-NW berkisar antara N 275°W hingga N 310° W dan NE-SW berkisar antara N20°E hingga 50°E. normal ( Bantul. Sudut penunjam sesar menyebabkan pembukaan zona kekaran (“fracturing zones”). 50 km dan ke arah utara-selatan mempunyai lebar lk. merupakan sesar yang penting karena mengontrol pemunculan mata air panas Parangtritis. kekar dan Kelarasan (fracturing). Bentuk Pegunungan Selatan ini hampir membujur barat-timur sepanjang lk. antara Pegunungan Selatan dan Dataran Yogyakarta dibatasi oleh aliran K. gayaberat dan head-on). 2001). Struktur yang ada didaerah penyelidikan adalah berupa Sesar. sedangkan di bagian utara berupa gawir Baturagung. Wonogiri dan di sebelah selatan oleh Lautan India. menunjam 80° ke baratdaya. sedangkan di sebelah timur oleh Waduk Gajahmungkur.

2. Geologi regional DIY (Salman Padmanagara.1.1. sebelah timur berbatasan sebelah barat wilayah Kabupaten Sleman berbatasan di dengan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali. Propinsi Jawa Tengah. Letak Wilayah Secara geografis wilayah Kabupaten Sleman terbentang mulai 107°15’03” sampai dengan 100°29’30” Bujur Timur dan 7°34’51” sampai dengan 7°47’03” Lintang Selatan. Gunung Kidul. Kabupaten Bantul. di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Magelang. berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo. 1983) II.2. II.Gambar II. Propinsi dengan KabupatenKlaten.dan di sebelah selatan berbatasan dengan Kota Yogyakarta. Di sebelah utara. Propinsi Jawa Tengah.2.Geologi lokal II.2. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi Geologi dan Kabupaten . Propinsi Jawa Tengah.

Formasi Nglanggran (Tmn). antara lain S. Daerah perbukitan membentuk deretan perbukitan memanjang dari barat ke timur dengan kemiringan lereng agak terjal hingga terjal (15 . Formasi Nanggulan (Teon). perbukitan dan kaki gunung api. S. dibentuk oleh satuan batuan dari Formasi Sentolo (Tmps).sungai yang mengalir umumnya bersifat permanen (mengalir sepanjang tahun). Bedog. dan Formasi Semilir (Tmse).trellis dan subparalel. terletak pada ketinggian 200 . Air permukaan berupa air sungai dan air genangan (air rawa). Formasi Wonosari (Tmw). Formasi Sambipitu (Tms). Air tanah di daerah penyelidikan berupa air permukaan dan air tanah bebas. terletak pada ketinggian 500 1000 m dpl dan dibentuk oleh endapan volkanik gunung Merapi (Qvm).Daerah Kabupaten Sleman merupakan daerah dataran. Opak. Oyo.30%. Dengkeng. .00 m di atas permukaan laut. Daerah dataran dengan kemiringan lereng < 5%.400 m di atas permukaan laut. S. dibentuk oleh endapan alluvial dan satuan batuan gunung api Merapi (Qvm) yang berupa lempung. S. Sungai . terletak pada ketinggian < 5. lanau dan pasir.>50%). Formasi Oyo (Tmo). S. sedang air tanah bebas merupakan air yang tersimpan dalam suatu lapisan pembawa air tanpa lapisan kedap air di bagian atasnya. Daerah kaki gunung api dengan kemiringan lereng 15 . Gondang bersama-sama anak sungainya membentuk pola aliran subdendritik .

8 m dengan bentangan sepanjang 7-34 m dan nilai resistivitas 593-2755 ohm m.8 pada bentangan sejauh 6-33 m mempunyai harga chargeability senilai 4. pada kedalaman 0.9. Litologi di daerah penelitian termasuk ke dalam Formasi Semilir.Sedangkan pada kedalaman 0.684-3 m dengan bentangan sepanjang 6-34 m dan nilai resistivity 275521375 berdasarkan kondisi geologi di lapangan dapat disimpulkan sebagai semen cor (Rahardjo drr.Penelitian Terdahulu Metode Self Potensial Dari hasil pengolahan data pada inverse Model Resistivity Section yang mempunyai iteration 3 RMS error 6. Berdasarkan gambar penampang resistivitas dan chargeability menggunakan Res2dinV pada praktikum IP konfigurasi dipole-dipole maka kita dapat menyimpulkan • • • pada kedalaman 3-6.Gambar II. berdasarkan kondisi geologi di lapangan dapat disimpulkan sebagai endapan pasir.79-20. Surono drr. 1992).684-3 m dengan bentangan sepanjang 6-34 m dan nilai resistivity 2755-21375 ohm m merupakan semen cor.0 % didapatkan pada kedalaman 3-6. 1977..3. Surono drr.8 m dengan bentangan sepanjang 7-34 m dan nilai resistivitas 593-2755 ohm m merupakan endapan pasir pada kedalaman 0. II.79 ohm m. 1977.2. Kolom stratigrafi regional daerah Pegunungan Selatan (Rahardjo drr.6-3 m dengan bentangan sepanjang 21-27 m dan 29-34m nilai chargeability 1-4. Pada inverse Model Chargeability Section mempunyai iteration 3 RMS error 6. Pada lokasi pengambilan data tidak ditemukan mineral sulfida logam ..Dari nilai Chargeability tersebut maka batuan pada daerah pengamblian data mempunyai kemampuan menyimpan arus listrik yang rendah sehingga tidak ditemukan mineralmineral logam (mineral sulfida).6 pada kedalaman 0..6-6. 1992)..

Tipe lainnya dikenal dengan elektroda Calomel yang diisi oleh KCl-HgCl2 (lihat Gambar 9). Hanya saja perlu diingat bahwa anomali yang diberikan oleh metoda potensial diri ini tidak dapat langsung dapat dikatakan sebagai badan bijih tanpa ada pemastian dari metoda lain atau pemastian dari kegiatan geologi lapangan. Karena pengukuran dalam metoda potensial diri diperoleh langsung dari hubungan elektrik dengan bawah permukaan. • Secara umum. peralatan yang digunakan pada metoda potensial diri ini terdiri dari elektroda. Potensial mineralisasi. maka metoda ini tidak baik digunakan pada lapisan-lapisan yang mempunyai sifat pengantar listrik yang tidak baik (isolator). yaitu : • The small background potenstials. Voltmeter digunakan sebagai penghubung elektroda-elektroda. kabel. dan voltmeter. yang mempunyai interval (fraksi) sampai dengan puluhan mV. Potensial diri yang ada di alam dapat dikelompokkan menjadi dua.BAB III DASAR TEORI Metoda potensial diri pada dasarnya merupakan metoda yang menggunakan sifat tegangan alami suatu massa (endapan) di alam. seperti batuan kristalin yang kering. yang mempunyai orde dari ratusan mV sampai dengan ribuan mV. . Potensial alami ini juga dapat bernilai minus. Elektroda yang digunakan terbuat seperti tabung panjang yang diisi dengan larutan CuSO4 dengan porosnya terbuat dari dari tembaga.

Cara yang kedua. kedua elektroda bergerak bersamaan secara simultan. salah satu elektroda tetap. sedangkan yang satu lagi bergerak pada lintasannya. Hasil pengukuran digrafikkan antara jarak (m) dengan hasil pengukuran (mV). .1 Elektroda yang digunakan dalam metoda potensial diri Ada dua alternatif dalam melakukan pengukuran metoda potensial diri ini : • • Cara yang pertama. lihat Gambar 10. katakanlah dengan interval 50 m.Gambar III. Jika gradien hasil pengukuran memperlihatkan gradien yang tinggi (negatif ke positif yang tinggi) terhadap zero level dapat dijadikan sebagai indikator anomali (titik infleksi).

.

dan interpretasi dilakukan terhadap daerah anomali dengan menggunakan penampang melintang yang memotong daerah anomali. .Gambar III. Hasil dari survei potensial ini disajikan dalam bentuk peta isopotensial.2 Potensial diri dan gradien potensial diri sepanjang penampang melintang tubuh bijih.

Sleman. Lokasi dan Waktu Penelitian Design Survey Praktikum Geolistrik metode Self Potensial. Mencari dan mencatat Azimuth lintasan dan koordinat daerah penelitian 3. Pada pukul 06. 1 kabel 4. 16 Oktober 2010.3 Pengambilan Data Lapangan Langkah Kerja : 1. 2 buah porouspot larutan CuSO4 3. Multimeter 2. Mengatur (mensetting alat) 4. Condong Catur.BAB IV METODOLOGI PENELITIAN IV. 2. Secara Geografis letak penelitian berbatasan dengan : Sebelah Utara Sebelah Timur Sebelah Barat : Jalan Raya Ring Road : Halaman Pertanian : Gedung Pertanian Sebelah Selatan : Geung Pertanian IV. Base??? . Berlokasi di UPN Veteran Yogyakarta. Meteran 5.1.30 WIB. Stopwatch IV. Membentang meteran sejauh 50 meter.2. dilakukan pada hari Sabtu. Peralatan yang digunakan Pada Praktikum Geolistrik metode Self Potensial ini menggunakan alat-alat sebagai berikut : 1.

Work Plot. Pilih data yang telah disimpan dengan format *dat 5. Klik kanan properties. Grid. Setelah di peroleh harga potensial (V). 8. 7. Mengolah data surfer Pengolahan data menggunakan Software Surfer 8 1. 4. tentukan skla yang digunakan.y dan MA SP 2. 6. Pertama tekan tombol on. Masuk ke dalam software Surfer 8 pilih File. Map. Lanjutkan pengukuran dengan spasi elektroda yang telah ditentukan dengan langkah-langkah yang sama dengan langkah 3 sampai 6 IV. IV. catat nilainya pada table yang telah disiapkan. WorkSheet copy data x.New.4 Pengolahan Data Lapangan Pengolahan data lapangan dari survey metode seft potensial adalah sebagai berikut: 1. New. contour layer. Data. Save dengan type *dat. 7. post layer untuk membuat lintasannya.5. Map. 8. rangkaian dicek. Dari nilai V base dan rover maka dapat menghitung nilai SP terkoreksi 2. 3. Membuat grafik MA SP dan SP terkoreksi 4.5. Kemudian menghitung nilai MA SP 3. Diagran Alir Penelitian . File . Pilih data yang dengan format *dat 6. Menghubungkan alat multimeter rover dengan porouspot Setelah semua dipasang. Setelah yakin rangkaian alat tidak ada yang salah maka pengukuran sudah bisa dimulai.

5. Diagram alir penelitian.Mulai Orientasi Lapangan Studi Literatur Mempersiapkan Alat Pengambilan data lapangan (V) Pengolahan Data Surfer Peta isopotensial Pembahasan Hasil Kesimpulan Selesai Gambar IV. BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN .

1 grafik SP MA Vs SP Gambar V.2 Grafik SP terkoreksi Vs Offset Gambar V.1.V.V.2 Pembahasan 9490 110 .3 Grafik MA SP Vs Offset PETA ISOPOTENSIAL 9400 120 Gambar. Hasil Gambar V.1 Peta Isopotensial IV.

Dapat dillihat bahwa grafik lebih dominan berada dibawah angka nol atau bernilai negatif . Nilainya berkisar antara 0 sampai -0. dan Y BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN . Pada grafik Sp terkoreksi Vs oofset dan Ma. Pada grafik Ma. Tetapi grafik juga membelok di atas nilai nol samapi titik 0. Jadi dapat dijelaskan bahwa anomaly potensial diri berada di bawah water table. Pada Lintasan 9 terdapat kesalahan pada koordinat X yang tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Pada grafik Ma.Sp Vs offset Matching dengan grafik Sp terkoreksi Vs offset dimana bentuk grafik tidak menunjukan perbedaan yang signifikan dan rentang harga yang tidak terlalu jauh. Sedangkan potensial diri sedang mendominasi daerah ini deitunjukan dengan warna hijau dan kuning dengan kisaran harga -60 sampai 40 mV. Dimana pada grafik Sp terkoreksi Vs Offset menunjukan anomaly secara dominan berada di bawah water table dari pada diatas water table. Sedangkan Potensial diri rendah terdapat pada koordinat X (434800) ( 9141200) yang ditunjukan dengan waran biru sampai ungu.Sp Vs offset nilai kisaran grafik secara dominan berada di bawah nol atau benilai negatif.05 tetapi tidak dominan.03. Hal tersebut disebabkan kurangnya ketelitian saat melakukan praktikum. Berdasarkan Peta isopotensial daerah tersebut mendapatkan hasil dari beberapa lintasan-lintasan pada daerah tersebut. Dimana penyebaran Potensial diri tinggi berada pada koordinat X ( 434900) sampai ( 4345000 ) dan Y ( 9141900 ) sampai ( 9142000) yang ditunjukan dengan warna oranye sampai merah dengan kisaran harga 40 – 100 mV.Berdasarkan hasil yang didapat dari penelitian dapat memberi pembahasan.Sp Vs Offset dapat dijelaskan bahwa penyebaran atau keberadaan anomaly self potensial batuan bawah permukaan. Hal ini juga menjelaskan bahwa anomaly berada dibawah water table.

V. sehingga tidak menyebabkan kesalahan pada peta isopotensial. . sehingga pada peta isopotensial terdapat perbedaan garis kontur. Dimana penyebaran Potensial diri tinggi berada pada koordinat X ( 434900) sampai ( 4345000 ) dan Y ( 9141900 ) sampai ( 9142000) yang ditunjukan dengan warna oranye sampai merah dengan kisaran harga 40 – 100 mV. Kesimpulan Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa anomaly terdapat pada koordinat X (434800) dan Y ( 9141200) yang ditunjukan dengan waran biru sampai ungu dengan nilai (-130) – (-60 ) mV. Pada Lintasan 9 terdapat kesalahan pada nilai koordinat X.2.1. Pada lintasan tersebut V. Saran Pada saat praktikum ketelitian pengambilan koordinat X dan Y harus tepat. Sedangkan potensial diri sedang mendominasi daerah ini deitunjukan dengan warna hijau dan kuning dengan kisaran harga -60 sampai 40 mV.

Palo Alto.docstoc. P. Habberjam. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta 2010. California.DAFTAR PUSTAKA Laboratorium Geofisika Eksplorasi. G. http://www. (1984) An Introduction to Geophysical Exploration.M.com/docs/27545457/PENGUKURAN-RESISTIVITAS-PADADAERAH-DUGAAN-SUMBER-PENYEBAB-ANOMALI. Buku Panduan Praktikum geolistrik Fakultas Teknologi mineral. M. . (1979) Apparent Resistivity and the Use of Square Array Techniques. Kearey. Berlin. Gebruder Borntraeger. dan Brooks.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful