LIPID DAN ASAM LEMAK PADA UNGGAS DAN MONOGASTRIK

BAHAN AJAR MATA KULIAH NUTRISI TERNAK UNGGAS DAN MONOGASTRIK

Oleh: Abun

JURUSAN NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2009

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum, wr.wb. Puji syukur penulis panjatkan ke Hadirat Allah Swt, karena a Rahmat-Nya tas Bahan Ajar Mata Kuliah Nutrisi Ternak Unggas dan Monogastrik dapat diselesaikan. Judul Bahan Ajar ini adalah “ Lipid dan Asam Lemak pada Unggas dan Monogastrik”. Bahan Ajar ini dibuat sebagai salah satu landasan ilmiah dalam bidang Nutrisi Ternak serta sebagai pedoman dalam proses belajar mengajar Mata Kuliah “Nutrisi Ternak Unggas dan Monogastrik”, dimana didalamnya membahas tentang lipid dan asam lemak untuk unggas dan monogastrik”. Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Dekan Fakultas Peternakan Univ ersitas Padjadjaran, yang tela memberikan h kepercayaan untuk melakukan penulisan Bahan Ajar Mata Kuliah Nutrisi Ternak Unggas dan Monogastrik. 2. Kepala Laboratorium Nutrisi Te rnak Unggas Non Ruminansia dan Industri Makanan Ternak, Jurusan Nutris dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan i Universitas Padjadjaran, Jatin angor, yang telah memberikan asilitas p dan

bimbingannya dalam penulisannya. 3. Semua pihak yang telah membantu terlaksananya penulisan Bahan Ajar ini. Akhirnya penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi berbag pihak yang ai memerlukannya. Jatinangor, Februari 2009 Penulis,

DAFTAR ISI

BAB KATA PENGANTAR ....................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................... DAFTAR TABEL ............................................................................ I. LIPID..................... ............................................................................ 1.1. Fungsi Umum Lipid .................................................................. 1.2. Klasifikasi Lipid.......................................................................... II. LEMAK DAN MINYAK................................................................... 2.1. Lemak dan Minyak (fat dan Oil) ............................................... 2.2. Komposisi Lemak dan Minyak ................................................... 2.3. Asam Lemak .............................................................................. 2.3.1. Klasifikasi dan Struktur Asam Lemak .................................... 2.3.2. Biosintesis Asam Lemak ......................................................... 2.3.3. Asam Lemak Esensial ............................................................. 2.3.4. Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan EFA ........................ 2.3.5. Sumber Asam Lemak Esensial (EFA) ................................... 2.4. Fosfolipid .................................................................................. 2.4.1. Struktur dan Fungsi Fosfolipid .............................................. 2.4.2. Kebutuhan Fosfolipid ............................................................ 2.5. Glikolipid ................................................................................. 2.6. Waxes ......................................................................................

Halaman i ii iv 1 1 3 4 4 5 6 6 8 9 10 11 12 12 13 16 16

..................7..............................7....4......... Steroid ..... PATOLOGI LIPID ................................ 17 18 18 20 20 20 20 23 24 27 ................... IV...................................... 2..............................................................2................ III............................................................ kekurangan Asam Lemak Esensial ..... 3............................................... Kolesterol .....................................................................................................2........................................ Asam Empedu..................... DAFTAR PUSTAKA ................1......................... Senyawa Asam Lemak Toksik .. RINGKASAN........... 3................. 3..7.. Pengaruh Efek patologis ... 2.............................................................. 3..................................1........... Oksidasi Lemak ..........2...3............

. 2................... Halaman 8 21 .DAFTAR TABEL Nomor 1... Tanda-tanda Anatomi dari Ternak Diberi Pakan Teroksidasi....... Asam Lemak yang Banyak Ditemukan dalam Lipid.

Salah satu kel mpok yang berperan o penting dalam nutrisi adalah lemak dan minyak. lipid dapat digunakan sebagai pengganti protein yang sangat berharga untuk pertumbuhan. khususnya unggas dan monogastrik. kloroform dan benzena. trigliserida (fat dan oil) dapat diubah menjadi asam lemak bebas sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi metabolik dalam otot ternak.6 kkal/g 4. Fungsi Umum Lipid 1. mempunyai sifat tidak larut dalam air dan larut dalam pelarut organik seperti ether. sedangkan minyak tersimpan dalam jaringan tanaman sebagai cadangan energi. Lipid adalah sebagai sumber en ergi metabolik yang sangat pen ting dalam pembentukkan ATP.BAB I LIPID Lipid adalah zat yang termasuk senyawa heterogen yang terdapat dalam jaringan tanaman dan hewan.5 kkal/g 5. karena dalam keadaan tertentu. Lemak tersimpan dalam tubuh hewan. Lipid adalah kelompok nutrien yang sangat kaya energi. . 1.1. Perbandingan nilai energi lipid dengan zat-zat gizi adalah sebagai berikut : Lipid Protein Karbohidrat 9.1 kkal/g Berdasarkan hal tersebut.

7. Lipid adalah sebagai sumber asam lemak esensial. Lipid sebagai sumber steroid. Lipid dapat berguna sebagai penyerap dan pembawa vitamin A. adrenal dan kortikosteroid). 8. D. mengoptimalkan transpor lipid (karena keterbatasan fosfolipid sebagai agen pengemulsi) dan 5. Lipid yang termasuk dalam kelompok ini adalah asam lemak polyunsaturated/PUFA yang mengandung fosfolipid dan ester sterol. Lipid berfungsi sebagai pelindung organ tubuh yang vital. 4. Dari aspek teknologi makanan. lipid bertindak sebagai pelicin makanan yang berbentuk pellet. sebagai zat yang mereduksi kotoran dalam makanan dan berperan dalam kelezatan makanan.2. 3. yang bersifat sebagai pemelihara dan integritas membran sel. yang sifatnya meningkatkan fungsi-fungsi biologis yang penting Contoh : Sterol (kolesterol) dilibatkan dalam sistem pemeliharaan membran. 6. Sebagai prekursor hormon-hormon sex seperti prostagtandin hormon endrogen. . estrogen. Lipid adalah komponen esensial dalam membran sel dan membran sub sel. E dan K. untuk transpor lipid dan sebagai prekursor vitamin D3 asam empedu dan.

Klasifikasi Lipid Lipid dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok berdasarkan ada tidaknya gliserol. Nonsaponifiable : Terpena.serebrosida .terpena .Waxes/lilin . lipid dibagi ke dalam : Lipid Gliserol Sederhana Campuran Non-gliserol . Sederhana : Fats (lemak) dan waxes (lilin) b. Steroid.sfingomielin Fosfolipid Glikolipid Fats and Oil Glukolipid Galaktolipid Lesitinn Sefalin . atau bisa tidaknya tersabunkan (dapat tidaknya disaponifikasi).2.steroid . Compouund (campuran) : Glikolipid dan fosfolipid 2. Saponifiable : a. lipid dapat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu : 1.1. prostaglandin Berdasarkan ada tidaknya alkohol gliserol. Berdasarkan sifat saponifikasi.

Lemak nabati (biji-bijian) dan lemak hewan kebanyakan merupakan lemak netral. sekarang lazim disebut trigliserida atau ester lemak murni dari gliserol. Baik pada tanaman maupun hewan. berbeda dengan tanaman. tetapi tidak menghasilkan energi (Llyod. Ekstrak eter yang selanjutnya disebut lemak. Namun. Lemak dan Minyak (Fat dan Oil) Dalam analisis proksimat Weende. . Dalam tana man. dkk. lemak dan minyak dibuat d karbohidrat ari (misalnya buah-buahan yang masak patinya akan menurun dan lemaknya meningkat).1. yang disebut lipida atau dalam kepentingan nutrisi disebut lemak kasar (ether extract) adalah semua bahan (baik makanan ataupun jaringan) yang dapat diekstraksi dengan eter. cadangan energi dapat pula disimpan da lam bentuk lemak atau minyak. Seperti diketahui sebelumnya. Pada tubuh hewan pun. bahan bakar atau energi yang disimpan dalam jaringan tanaman adalah pati.BAB II LEMAK DAN MINYAK 2. lemak di uat dari karbohidrat (contoh : seekor babi yang b kegemukan karena makan makanan yang sebagian besar tersusun dari karbohidrat). Meskipun demikian bahan-bahan nabati selain biji-bijian umumnya mengandung banyak sekali lipida kompleks dan pigmen-pigmen yang dapat diekstraksi dengan eter. 1978). hewan juga bisa menyimpan lemak dalam tubuhnya dalam bentuk “lemak ingested” . sedangkan dalam jaringan hewan adalah glikogen. Perbedaan lemak dan minyak ada lah minyak dalam suhu ka mar berbentuk cair sedangkan lemak berbentuk semi padat.

O.OH | CH2OH Gliserol + R.COR CH. hal ini dapat dilihat . R2 dan R3 ) asam lemak (trigliserida) CH2. Disamping lemak dan minyak.R3 (campuran trigliserida) Lemak dan minyak merupakan bahan bakar atau energi yang tersimpan dalam hewan tanaman.COR trigliserida (fat and oil) Air Lemak dan minyak didefinisikan sebagai esterisasi dari campur an trihidroksialkohol (gliserol) dan tiga molekul (R1.OR + 3H20 | R.CO.COR2 CH2. CH2OH | CH. Komposisi Lemak dan Minyak Pada umumnya lemak dan minyak yang terdapat dalam bahan maka nan (tanaman) dan dalam cadangan lemak hewan berbentuk gliserida. cadangan energi ersimpan dalam t bentuk pati dan glikogen.2.COOH | R.O.COOH 3 asam lemak CH2O.O.C.O. Minyak tanaman dibuat dari karbohidrat.COOH CH2.2.COR1 CH.O. yaitu esterisasi dari asam lemak dan gliserol.

Berbeda dengan tanaman.3.dari fakta bahwa tanaman yang berbuah masak kandungan patinya akan menurun sedangkan lemaknya meningkat. dan dapat digolongkan menjadi dua. misalnya : n = 0 adalah asam asetat n = 1 adalah asam propionat n = 2 adalah asam butirat dan seterusnya sampai n = 24. yaitu : 1.1. namun yang berperan dalam nutrisi terutama dalam bentuk lemak (fat). Asam lemak unsaturated (tak jenuh) yang mengandung ikatan rangkap. Asam Lemak 2.anoat Formula dapat disederhanakan menjadi : CnH2nO2 2. Klasifikasi dan Struktur Asam Lemak Asam lemak adalah penyusun sebagian besar lipid. hewan juga bisa menyimpan lemak dalam tubuhnya dalam bentuk “lemak ingested”. suhu kamar berbentuk cair se angkan lemak d 2. Asam-asam lemak terdiri dari sebuah gugusan tunggal COOH dan sebuah rantai karbon lurus tidak bercabang dengan formula umum CH3(CH2)nCOOH . Demikian pula lemak hewan dapa dibuat dari t karbohidrat (contoh : seekor b abi yang kegemukan karena makan makanan yang sebagian besar tersusun dari karbohidrat). terdiri dari : . Penamaannya memakai sufiks -anoic atau . Asam lemak saturated (jenuh) yaitu asam lemak ikatan tunggal atau tidak ada ikatan rangkap. Walaupun lebih dari 100 asam lemak diketahui terdapat di alam.3. Perbedaan lemak dan minyak adalah minyak dalam berbentuk semi padat.

biasanya asam lemak unsaturated adalah lebih reaktif dan mempunyai titik cair lebih rendah dibandingkan asam lemak saturated. Lokasi ikatan rangkap pada ranai karbon dari asam lemak unsaturated t menyebabkan perbedaan besar bagaimana asam lemak tersebut dimetabolisme. dsb.dienoat. Pada dasarnya kelompok asam lemak polyunsaturated (PUFA) dapat dibagi kedalam 3 kelompok besar yaitu seri oleic ( -9).(I) Ikatan rangkap tunggal yang disebut dengan asam lemak mono unsaturated. Penamaannya memakai sufiks -dienoic atau . . -9 artinya ikatan rangkapnya terletak pada C ke-9 dan kelipatannya. ketiga jenis asam lemak tersebut meru pakan anggota kelompok dengan rantai terpendek. Tingkat kejenuhan berpengaruh terhadap sifat-sifat fisik dan susunan lemak.trienoat. Penamaannya memakai sufiks -trienoic (3 ikatan rangkap) atau . seri linoleic ( -6) dan seri linolenic ( -3). Untuk lebih jelasnya contoh dari asam lemak saturated dan unsaturated serta penulisannya disajikan dalam Tabel 1. (II) Lebih dari satu ikatan rangkap yang yang disebut as m a lemak polyunsaturated (PUFA). sedangkan jenis asam lemak yang lain diturunkan dari ketiga kelompok tersebut.

Biosintesis Asam Lemak Tubuh hewan dapat mensintesis asam lemak jenuh (saturated) yang berantai lurus dari asetat atau dari penambahan 2 unit karbon pada gugus karboksil terakhir dari asam lemak. dan juga melalui penambahan ikatan rangkap pada sisi karboksil y ang berikatan rangkap tetapi tidak pada akhir methyl (Castell.5 16.2.Tabel 1. famili sama. tanpa ikatan rangkap W : ikatan rangkap dihitung dari gugus metil terminal Posisi w yang sama.3.3 16.5 31. 1986) ..5 Formula Simbol Titik cair 2.4 44 58 63 71.3 16.3 -2 16.3 C4:0 C6:0 C8:0 C10:0 C12:0 C14:0 C16:0 C18:0 -4.3 16. Asam Lemak yang Banyak Ditemukan dalam Lipid Asam Saturated Butirat (butanoic) Caproic (hexanoic) Caprilat (octanoic) Caprat (decanoic) Laurat (dodecanoic) Myristat (tetradecanoic) Palmitat (hexadecanoic) Stearat (octadecanoic) Unsaturated Palmitoleat (hexadecenoic) Oleat (octadecenoic) Linoleat (octadecacenoic) Linolenat (hexadecacenoic) Arakidonat (eicosatetraecenoic) Ket : C4 : 0 : 4 atom C. contoh C 20 : 4w6 dapat disintesis dari C 18 : 2w6 C4H8O2 C6H12O2 C8H16O2 C10H20O2 C12H24O2 C14H28O2 C16H32O2 C18H36O2 C16H30O2 C18H34O2 C18H34O2 C18H34O2 C18H34O2 C18H34O2 C16:1 C 18 : 1w9 C 18 : 2w6 C 18 : 2w3 C 20 : 4w6 1. dkk.

Perbedaan EFA pada pakan hewan dan ikan adalah : a) Pada hewan. -6 (linoleat) mempunyai aktivitas asam lemak essensial (EFA) yang -3 (lenolenic) hanya mempunyai aktivitas EFA yang -6) dan linolenic sangat penting.3. Biosyntesis PUFA dalam ternak diikhtisarkan sebagai berikut : 18 : 2 20 : 2 22 : 2 18 : 3 20 : 3 22 : 3 18 : 4 20 : 4 22 : 4 22 : 5 Jika pakan defisien asam lemak esensial (EFA).3. Karena itu asam lemak PUFA (polyunsaturated fatty acid) yang dominan . sedangkan parsial. Asam Lemak Esensial Ilmu nutrisi menggolongkan asam lemak ke-dalam dua kelompok. maka jaringan akan membuat asam lemak unsaturated dari asam oleic (C:18:1) 18 : 1 20 : 1 22 : 1 18 : 2 20 : 2 18 : 3 20 : 3 2. yaitu asam lemak esensial dan nonesensial. karena hewan tidak mampu untuk mensintesisnya. Asam lemak tersebut berasal dari asam lemak dari seri linoleic (seri ( -3).Hewan tidak dapat mensintesis asam lemak tak jenuh ( nsaturated) yang u berikatan rangkap -6 (seri linoleic) dan -3 (seri linolenic). Kedua asam lemak tersebut (yaitu asam linoleat dan linolenat) merupakan prekursor biosintesis PUFA lain yang lebih tinggi. Hanya tanaman yang dapat mensintesis asam lemak ini. Asam lemak esensial (EFA) adalah asam lemak yang ini harus disediakan dalam makanan.

PUFA yang dominan adalah linleic ( -6). Pada beberapa sp esies. b) Pada jaringan ternak unggas.. kebutuhan EFA telah diketahui meningkat dengan meningkatnya level lipid dan atau menurunnya suhu (Castello. . Pada umumnya -3 merupakan asam lemak terpenting dari go longan unsaturated (yang dibutuhkan untuk cairan membran.4. 1986). o Konsentrasi PUFA -3 dalam jaringan daging unggas umumnya rendah walaupun dilaporkan ada yang berlevel tinggi pada spesies ikan tertentu.dalam jaringan hewan adalah seri linoleic. 20:4 -6 (seri -6) dan 20:5 -3 atau 20:6 -3 (seri -3). Kecuali spesies ternak tertentu dapat membuat asam lemak berantai panjang dan mendesaturasi lebih lanjut asam lemak 18:2 -6 (asam linoleat) atau 18:3 -3 (asam linolenat) (tergantung pada spesies ternak) menjadi asam lemak unsaturat d tinggi e (HUFA) . Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan EFA Pada dasarnya. fleksibilitas dan permeabilitas membran pada suhu rendah).3. dkk. HUFA ini mempunyai fungsi metabolik yang berkenaan dengan EFA. yaitu asam linoleic (asam linoleat) 18:2 -6 dan asam arakidonat 20:4 -6. 2. HUFA mempunyai aktifitas EFA yang lebih baik dibandingkan dengan unit dasarnya (18:2 -6 atau 18:3 -3).

1980). Sumber Asam lemak Esensial (EFA) Kebanyakan asam lemak esensial -3 adalah dalam bentuk alfa linolenat (18:3 3 ). Contoh : minyak hati cuttle fish. n Sedangkan -6 sebagian besar berupa asam linoleat. Minyak tanaman yang mengandung EFA -3. minyak sardine. minyak skip jack. Sedangkan minyak tanaman umumnya adalah sumber zat makanan yang kaya akan 18:2 seri -3. minyak 3) -6 (linoleat) dan mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung EFA biji rape). Minyak tanaman (minyak biji kapas. Biasanya udang dan kerang adalah sumber zat makanan yang kaya akan EFA seri -3. asam eikosapentanoat (EP A).5. minyak short-necked clam. terutama minyak bungkil biji linau (linseed) mengandung linolenat (18:3 masing-masing melebihi 8. Asam lemak 20:4 -6 terdapat pada lemak hewani (lemak babi. minyak salmon. minyak kepala udang dan minyak hati squid.7 % dan 56% dari jumlah asam lemak yang ada. tepung hati. minyak jagung.2.3. dan asam lemak dekosaheksa oat (DHA). minyak biji bunga matahari dan minyak kedelai) mengandung linoleat lebih dari 50% dari total asam lemak yang terdapat. (kecuali minyak kedelai. Alfa linolenat dan linoleat banyak ditemukan dalam minyak tanam-tanaman. minyak hati pollack. miny hati ternak. khususnya unggas dan ak . yaitu minyaknya mengandung 20:5 -3 (asam eikosapentanoat) dan 22:6 -3 (DHA) lebih dari 20% dari total asam lemak. sedangkan EPA dan DHA dijumpai pada hewan laut yang memakan fitoplankton (Kreutler.

fosfolipid adalah ester dari asam lemak dan gliserol. Fosfolipid Fosfolipid merupakan komponen lipid terbesar kedua setelah trigliserida lemak dan minyak pada tubuh hewan. fosfolipid dapat dibagi dalam 2 kelompok yaitu lesitin (nitrogen dasarnya adalah cholin) dan sefalin (nitrogen dasarnya adalah etanolamin). minyak short necked clam. trihidroksi alkohol (gliserol) diesterifikasi dengan 3 asam lemak. sedangkan pada fos pholipid hanya 2 grup alkohol dari gliserol yang diesterifikasi dengan asam lemak. 2. Strukturnya dapat digambarkan sebagai berikut : .4. Berdasarkan komponen nitrogen yang tersedia. Fosfolipid berbentuk lemak padat yang berwarna kuning dan sifatnya larut dalam pelarut lemak (pelarut organik) selain aseton.1.1.5 %.4. minyak skipjack. minyak sardine. minyak hati squid dan minyak herring). dengan jumlah berkisar 0. 2. Pada lemak sederhana dan minyak. Struktur dan Fungsi Phospholipid Seperti lemak dan minyak. Grup yang tersisa dari gliserol diesterifikasi dengan asam fosfolipid dan nitrogen dasar.monogastrik cuttle fish.5 .

O.R1 CH2CH2OH CH.O.CO. PE) CH2.P OOCH2CH2NH3+ Nitrogen dasar yang lain adalah serine dan insitol .R2 O CH2.R2 O HOHO- CH3 CH.CO.O.R1 +N-CH3 CH. ethanolamin NH2 sefalin (phosphatidylethanolamine.O.CO.O.CO.P OOCH2CH2 CH3 +N-CH3 CH3 HO- 2.Nitrogen dasar 1.O. choline HO-CH2CH2 CH3 Fosfolipid lesitin (fosfatidil cholin) CH2.O.

Karena keunikan itu fospfolipid bersifat aktif. Pada keadaan biasa. Fospfolipid berperan dalam pengemulsian lipid dalam saluran pencernaan dan sebagai unsur lipoprotein dengan kecepatan yang tinggi dari transpor lipid dalam tubuh (Kanazawa. yang menghasilkan gabungan molekul yang sama yaitu hidrofilik dan hidrophobik (rantai asam lemak). Fospfolipid berperan penting sebagai pengemulsi dalam sistem biologis dan secara khusus dilibatkan dalam transportasi lemak dalam tubuh. PUFA yang berasal dari asam linolenat yang dominan.Dari struktur formula tersebut. Secara khusus asam lemak 20:5 (EPA) dan 22:6 -3 -3 (DHA) dapat mengendalikan 80 persen dari total asam lemak yang Karena itu selama kekurangan EFA. fungsi ionik dari fospfolipid adalah sangat penting dalam meningkatkan ketersediaan asam fosforik dan nitrogen dasar. Peningkatan ketidakjenuhan dari asam fospfolipid adalah penting karena peningkatan level C20 ke C22 dari PUFA. memben tuk lipoprotein yang merupakan struktur dasar dari membran biologis. Makanan yang kaya sebagai sumber phospholipid adalah telur dan minyak kedelai. Tidak seperti asam lemak. pengujian fosfolipid ditemukan pada 2 posisi. Teshima dan Sakamoto. . 1985). dalam hubungan nya dengan protein. Asam lemak fospfolipid hewan (R1R2) adalah lebih tidak jenuh (unsaturated) dibandingkan dengan asam lemak dari trigliserida (lemak dan minyak). hanya berbatasan selisih 2 posisi. dapat dilihat bahwa fospfolipid seperti halnya asam lemak mempunyai daerah polar dan non polar. dalam jaringan menunjukkan tersedianya PUFA level tinggi yang berasal dari asam oleic dan palmitoleic.

1983) yang diberi pakan semi sintetis dengan tambahan cholin dan EFA secara terpisah pada tingkat yang sesuai.4. 20:5 -3 -3 (DHA) dalam molekulnya adala sangat efektif dalam h perkembangan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ternak. . sebagai berikut: Jika menggunakan18:1 n-9 dan 1% HUFA maka kebutuhan kedelai yang mengandung PC adalah 6% . atau telur ayam PC (Kanazawa.. 18:3 -3 (linolenat).2. otak sapi PS. 2. Teshima. Kanazawa (1985) menyimpulkan bahwa : 1. otak sapi PE. Fosfolipid yang mengandung 18:2 (EPA) dan 22:6 -6 (linoleat). sedangkan jika me nggunakan minyak hati pollack maka kebutuhannya 3.2. 1985). Para peneliti menunjukkan bahwa tingkat kebutuhan optimal fo sfolipid untuk ternak bervariasi sesuai sumber lipid dari makanan yang digunakan. Sumber lipid makanan yang digunakan. dkk. Jenis dan sumber fosfolipid ya digunakan. Fosfolipid yang mengandung choline atau inositol berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ternak 2. kedelai PC dan kedelai PI (fosfatidil-inositol) telah diketahui lebih tinggi daripada telur “bonito” PE.5%. Peran fosfolipid pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup tergantung kepada : 1. Kebutuhan Fosfolipid Fosfolipid mempunyai efek yang menguntungkan dalam pertumbuh dan an kelangsungan hidup (survival) ternak (Kanazawa. keefektifan dari te lur “bonito” PC. Sakamoto. ng Contoh.

Seperti lemak. Keefektifan fosfolipid tampaknya tergantung pada asam lemak alami dalam posisi alfa dan beta dari molekul fosfolipid.5.3. waxes di alam ditemukan dalam bentuk campuran . Glikolipida Seperti halnya fosfolipid.O.6. Kebutuhan fosfolipid pada kondisi yang prak belum tis diketahui secara pasti.R CH2. CH2. Waxes Waxes (malam) adalah ester dar asam lemak dengan alkohol mo i nohidrat bermolekul tinggi.CO. Kanazawa dan Kakuta. 2. 1986). glikolipid disusun dari gliserol dan mempunyai dua gugus alkohol yang diesterifikasi oleh asam lemak. namun ketersediaan fosfolipid berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ternak. tetapi fosfolipid sangat esensial ka rena kebutuhannya yang spesifik yaitu untuk transfor asam lemak dalam tubuh dan untuk mengatasi biosintesis fosfolipid yang lambat dalam hubungannya dengan kebutuhan metabolik selama fase pertumbuhan (Teshima.CO. Sebenarnya secara alami tubuh dapat membiosintesis fosfolipid dari asam lemak dan digliserida.O.R CH.O H OH H O H OH H CH2OH OH 2. tetapi perbedaannya adalah bahwa gugus ketiga dari glikolipid bergabung dengan residu gula.

asam em pedu. waxes dapat menggantikan trigliserida untuk beberapa keperluan. khususnya unggas dan monogastrik paus. Sedangkan pada hewan. hormon adrenal. maka hanya digunakan sebagai sumber energi dan tidak dapat digunakan untuk tujuan struktural. Contoh. Pada beberapa ternak wax membentuk sebagian besar komponen deposit lemak. Waxes tersebar luas baik dalam tubuh hewan maupun tanaman. Namun demikian. a Steroid meliputi sterol.dari ester yang berbeda dan bersifat padat pada suhu kamar. wool dan bulu selalu dilindungi oleh zat alami hidrofobik yang mengandung wax untuk melawan air.7. beeswax (sekresi insekta/lebah) spermaceti dari sperma ternak. dan berperan sebagai pelindung. dan horm sex. namun hewan memiliki enzim lipase yang dapat memecah dan membuat ester wax dapat dicerna. 2. . karena komponen asam lemak dari ester wax ini biasanya jenuh saturated dan defisien akan PUFA berantai panjang. Masing-masing senyawa berbeda dalam jumlah dan posisi ikatan rangkapnya dan biasanya terdapat pada sisi cincin atom karbon ke-17. Meskipun waxes tidak dapat dihidrolisis oleh hewan dan juga tidak mempunyai nilai nutrisi yang nyata. waxes terdapat dalam kutikula daun dan buah yang berfungsi meminimumkan kehilangan air karena transpirasi. on Steroid mempunyai sifat yang sangat luas didalam tubuh dan mempunyai unit struktur dasar inti phenanthrene yang bergabung dengan cincin siklopentana. Diantara waxes hewan yang diketahui adalah lanolin (ditemukan dalam wool). Pada beberapa hewan. Steroid Steroid adalah zat yang sangat penting dan tersebar luas dal m tubuh hewan.

Kolesterol Kolesterol adalah steroid yang tersebar luas dalam tubuh hew an. Asam empedu dibentuk dan dipekatkan dalam hati dan dikeluarkan oleh hati ke d alam empedu melalui saluran ga stro-intestinal lewat saluran empedu. (2) Prekursor senyawa sterol penting yang terdapat dalam tubuh. bersama dengan phospholipid dan protein. terutama banyak terdapat pada otak dan jaringan saraf. Asam empedu bertindak sebagai emulsi biologi yang sangat penting . hormon-hormon steroid (meliputi andro gen. empedu. seperti asam empedu. kolesterol dapat berbentuk bebas (misalnya kolesterol sebagai komponen penting dari batu empedu) atau dalam bentuk yang telah diesterifikasi dengan asam lemak dan asam organik lainnya. 2. estrogen dan corticostero id) dan vitamin D3.7. Disini kolesterol bergabung dengan asam lemak untuk membentuk ester kolesterol yang sangat larut dan lebih emulsif daripada molekul asam lemak bebas. darah.7. Jumlah kolesterol dalam jarngan hewan ekuivalen dengan sistem membran. Di dalam tubuh. Fungsi kolesterol dalam tubuh : (1) Merupakan komponen yang sangat penting dalam s istem membran dari spesies hewan eukariotik. hati dan kulit. Asam Empedu Asam empedu dibentuk oleh kombinasi asam amino glisin atau taurin dengan asam kholik (derivat kolesterol).2.2.1. (3) Kolesterol juga berperanan penting dalam pengnyerapan lemak dalam usus halus dan dalam transportasi lebih lanjut ke sistem peredaran darah atau haemolymph.

Asam empedu juga melancarkan sebagian bes pengeluaran ar .dan membantu melarutkan lemak globular dari makanan sehingga dapat larut dalam air atau enzim lipase .dan bereaksi dengan molekul lemak sehingga dapat melancarkan penyerapan lemak. kolesterol.

Pathlogis yang lain yang telah diobservasi terhadap trout meliputi kerusakan hati yang lebih parah dengan peningkatan timbunan glikogen dan penurunan kandungan protein dan semua aktivitas beberapa ko-enzim (Roehm dkk. 1972. 3. nutrien yang menguntungkan dari EFA akan mengganggu kesehatan ternak.. mongormery dan Lee. 1970.BAB III PATOLOGI LIPID 3. Kekurangan Asam Lemak Esensial Semua ternak yang diuji dengan diberi makan yang kurang asam lemak an esensial menunjukkan pertumbuhan yang menurun serta efisiensi konversi pakan yang rendah.1. Hendrick. 1980). Taylor.2. 3. Oksidasi Lemak Tidakadanya antioksidan yang cocok untuk melindungi lipid yang kaya akan PUFA cenderung berakibat terjadinya auto-oksidasi pada ruang atmosfir. dkk.3. Senyawa Asam Lemak Toksik Asam siklopropenoat adalah racun asam lemak yang terdapat dalam minyak biji kapas. 1970). yang berpengaruh terhadap penurunan kecepatan pertumb uhan pada ternak unggas dan bersifat sinergis dengan racun karsinogenik dari aflatoksin (Lee dan Sinhuber.. Bahan-bahan makanan yang kaya PUFA y ang mudah teroksidasi meliputi minyak ikan tepung ikan dedak padi dan minyak biji-bijian karena hanya mengandung . Pada kondisi ini.

e Ketengikan oksidatif menyebabkan terjadinya pembusukan selama penyimpanan bahan makanan (Cocknell. o rbital callapse. mortalitas tinggi. anemia microcytic. penyerapan lemak berkurang (3). hidroperoksida. distropi otot. ordosis exopthalmia. penimbunan ceroid intra sel dalam hati. efisiensi konversi makanan berkurang. d Selama proses auto -oksidasi lipid akan membentuk senyawa-senyawa kimia terdegradasi sep erti radikal bebas. mortalitas tinggi. peroksida. hati bengkak. Warna tubuh gelap. distropi otot. kelebihan lemak dalam hati (4). aldehid dan keton. Tabel 2. exudative diathesis. penimbunan lipid berkurang anorexia dari otot punggung. mortalitas tinggi. Tanda-Tanda Anatomi dari Ternak Diberi Pakan Teroksidasi Species Ternak Monogastrik Efek penyakit dari minyak yang teroksdasi Ditandai bercak-bercak darah dalam pembuluh kulit di ekitar s moncong mulut dan pada dada. Pertumbuhan rendah. Penurunan pertumbuhan. nafsu makan berkurang. Tanda-tanda anatomi dari ternak yang diberi ransum yang kandun an g minyaknya teroksidasi karena tidak adanya antioksidan. otot rapuh. penurunan lemak dalam hati (akumulasi ceroid). pigmen hati c klat o kekuning-kuningan. Francis dan Hal. 1986). anak limpa dan ginjal (1) . letargy. protein dan lipid yang lain) sehingga menurunkan nilai biologis dan ketersediaan nutri n dalam pencernaan. erythrocyt rapuh (6). 1972. a naemia. ginjal bekerja tidak seperti biasanya (2). Pertumbuhan rendah. l pembengkakan perut. Unggas Unggas dan monogastrik .sedikit atau tidakada antioksi an alami. warna hati menjadi lebig gelap. yang sifatnya dapat bereaksi dengan unsur-unsur nutrien lain (vitamin. Cow. katarak. penurunan haematocrit dan mua tan haemoglobin. dapat dilihat dalam Tabel 2. efisiensi konversi pakan rendah. Pertumbuhan rendah. distropi otot (5).

Adanya elemen mineral Zn. Lebih lanjut Taneja dkk. menunjukkan bahwa ko nsumsi Zn sangat esensial terh adap .Menurut (ADCP. faktor y ang mempercepat autooksidasi. Adanya enzim lipoksidase (pada biji kedelai). Cahaya. jika defisiensi Zn menurunkan pada ransu akan berakumulasi m glukosa. karena dap memecah hidroperoksida menjadi at radikal bebas. Adanya elemen mineral Fe dan Cu yang mempercepat oksidasi lipid melalui transfer elektron langsung dalam reaksi redoks. Peroksida (produk dari auto-oksidasi lipid). dibanding dengan ransum berlemak tinggi yang disuplementasi Zn.4. 4. 3. Hasil penelitian Taneja dkk. (1994) bahwa lemak yang berlebihan. Hasil peneliti n Bettger dkk. 3. (1991). menurunkan dalam usu dan dapat s dan DNA. Senyawa heme (mioglobin/hemoglo bin) yaitu peroksidase yang t rdapat pada e daging/tepung ikan). pada bahan yang tidak mengandung antioksidan : 1. Pencegahan Efek Patologis Efek patologis lipid yang teroksidasi dapat dicegah dengan : (i) (ii) Penambahan dialfa-tokopherol asetat (vitamin E) pada bahan pakan. (1979). serta penyerapan RNA menurunkanaktivitas enzim alkalin fosfatase dalam hati dan usus. 5. lemak yang berlebihan pada kon disi defisiensi Zn memberikan efek yang merugikan.. menunjukkan bahwa a Konsumsi terdapat interaksi fisiologis antara Zn dan asam lemak esen sial. 1983). 2.

absorpsi lemak yang dikonsumsi. Kejadian ini mengakibatkan proses pengosongan lambung aka n terhambat. yang pada giliran nya menyebabkan anoreksia dan penghambatan pertumbuhan. . Defisiensi Zn menyebabkan triasilgliserol berakumulasi dalam sel epitel mukosa usus halus sehingga ditranspor ke lacteal lebih lambat dibanding yang disuplementasi Zn .

trigliserida (fat dan oil) dapat diubah menjadi asam lemak bebas sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi metabolik dalam otot unggas dan monogast ik. Fungsi lipid: 1) Lipid berfungsi sebagai sumber asam lemak esensial. 2) bersifat sebagai pemelihara dan integritas membran sel. E dan K. . D. Salah satu kelompok yang berperan penting dalam nutrisi adalah lemak dan minyak.BAB IV RINGKASAN Lipid adalah senyawa heterogen yang terdapat dalam jaringan tanaman dan hewan. 6) bertindak sebagai pelicin makanan yang berbentuk pellet. r pembawa vitamin A. 4) berfungsi sebagai pelindung organ tubuh yang vital. Lipid dapat digunakan sebagai pen ganti protein yang sangat ber arga untuk g h pertumbuhan. s 5) ebagai sumber steroid. mempunyai sifat tidak larut dalam air dan larut dalam pelarut organik. 3) sebagai prekursor hormon-hormon sex seperti prostagtandin. sedangkan minyak tersimpan dalam jaringan tanaman. yang sifatnya meningkatkan fungsi-fungsi biologis yang penting. se bagai zat yang Lipid dapat berguna sebagai pe nyerap dan mereduksi kotoran dalam makanan dan berperan dalam kelezatan makanan. hormon endrogen dan estrogen. karena dalam keadaan tertentu. Lemak tersimpan dalam tubuh hewan.

Fosfolipid adalah ester dari asam lemak dan gliserol. yaitu esterisasi dari asam lemak dan gliserol. tetapi perbedaannya adalah bahwa gugus ketiga dari glikolipid bergabung dengan residu gula. Berbeda dengan tanaman. fosfolipid dapat dibagi dalam 2 kelompok yaitu lesitin (nitrogen dasarnya adalah cholin) dan sefalin (nitrogen dasarnya adalah etanolamin). Berdasarkan komponen nitrogen yang tersedia. Makanan yang kaya sebagai sumber phospholipid adalah telur dan minyak kedelai. Adapun waxes (malam) adalah ester dari asam lemak dengan alkohol monohidrat bermolekul tinggi. Fospfolipid berperan penting sebagai pengemul i dalam sistem biologis dan ecara khusus s s dilibatkan dalam transportasi lemak dalam tubuh . Disamping lemak dan minyak. Perbedaan lemak dan minyak adalah minyak dalam suhu kamar berbentuk cair sedangkan lemak berbentuk semi padat. Minyak tanaman dibuat dari karbohidrat. Lemak dan minyak merupakan bahan bakar atau energi yang tersimpan dalam hewan dan tanaman.Pada umumnya lemak dan mi yak yang terdapat dalam bahan makanan n (tanaman) dan dalam cadangan lemak hewan berbentuk gliserida. . hal ini dapat dilihat dari fakta bahwa tanaman yang berbuah masak kandungan patinya akan menurun sedangkan lemaknya meningkat. Demikian pula lemak hewan dapat dibuat dari karbohidrat. Fospfolipid berperan dalam pengemulsian lipid dalam saluran pencernaan dan sebagai unsur lipoprotein. cadangan energi tersimpan dalam bentuk pati dan glikogen. hewan juga bisa menyimpan lemak dalam tubuhnya dalam bentuk “lemak ingested”. Glikolipid disusun dari gliserol dan mempunyai dua gugus alko hol yang diesterifikasi oleh asam lemak. sedangkan steroid adalah zat yang sangat penting dan tersebar luas dalam tubuh hewan.

Kolesterol adalah steroid yang tersebar luas dalam tubuh hew an. empedu. - Hal tersebut dikarenakan hanya mengandung sedikit atau tidakada antioksidan alami. dedak padi dan minyak biji bijian. kolesterol dapat berbentuk bebas (misalnya kolesterol sebagai komponen penting dari batu empedu) atau dalam bentuk yang telah diesterifikasi dengan asam lemak dan asam organik lainnya. Efek patologis lipid yang teroksidasi dapat dicegah dengan penambahan dialfa-tokopherol asetat (vitamin E) dan mineral Zn pada bahan pakan. hati dan kulit. dan bereaksi dengan molekul le mak sehingga dapat melancarkan penyerapan lemak. darah. Asam empedu bertindak sebagai emulsi biologi yang s angat penting dan membantu melarutkan lemak globular dari makanan sehingga dapat larut dalam air atau enzim lipase. Di dalam tubuh. Adapun asam empedu dibentuk dan dipekatkan dalam hati dan dikeluarkan oleh hati ke dalam empedu melalui saluran gastro-intestinal lewat saluran empedu. terutama banyak terdapat pada otak dan jaringan saraf. tepung ikan. Bahan-bahan makanan yang kaya asam lemak polyunsaturated/PUFA (polyunsaturated fatty acid) yang mudah teroksidasi meliputi: minyak ikan. .

Printers & Publishers. London. Inc. 1981. Hintz. 1980. New York.G. W. C..E. 1979. Llyod.K. and R. London.H. Menke. H. Microbial Degradation. Morrison and Gibb Ltd. Poultry Science.. The Institute of Animal Nutrition.. Vikas Publishing House P&T Ltd. Manual Selected Tropics in Animal Nutrition. Biochemistry of Publishers.A. Pharmacist.H.. Chapman. Nutrition and Feeding.W. S. Danville. Ensminger. Donald. Reinhord. Loosli. Crampton. Fundamental of Nutrition. 2nd Edition. Lovell. and E. An AVI Book. 1980.K. 1978. 1989. J. New Delhi. Auburn University. Ranjhan.E. University of Hohenhelm. L. M. Third Edition. The Merck Index of Chemicals and Drugs. Basic Biochemistry. The Interstate. N.T. L.DAFTAR PUSTAKA Close. Second Edition. J. and K.E. Freeman and Company. an Encyclopedia for the Chemist. Maynard. Mc. Seventh Edition McGraw-Hill Book Company. R.B. Kluwer Academic The Merck Index. Warner. . and J. Rahway Merck and Co. Phisycian and Allied Proffession.M. Illinois. Ratledge. 1986. San Fransisco. Van Nostrand. W. 2001.. B. Edelman. 6 th Ed.F. Animal Nutrition. Animal Nutrition in the Tropics. 1994.J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful