Generated by PDFKit.

NET Evaluation

Imron F.A. Razak, S.Ag.

Fikih
Untuk Siswa Madrasah Ibtidaiyah Kelas III

PT INTIMEDIA CIPTANUSANTARA

3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Fikih 3
Untuk Siswa Madrasah Ibtidaiyah Kelas III ISBN: 979-742-179-1 979-742-182-1 Penyusun Editor : : Imron F.A. Razak, S.Ag. Rachmawati, S.Pd.

Penerbit PT INTIMEDIA CIPTANUSANTARA (Anggota IKAPI Nomor: 059/DKI/97) Jl. Pule No. 30 Centex Raya Ciracas Jakarta Timur 13740 (021) 87780462, 87780463 Faks. (021) 8412022 e-mail: imcn_office@yahoo.co.id • • • • • • Nomor Penerbitan: Ukuran Buku : Font/Size : Ilustrasi isi : Setting/Layout : Design Cover : 009/IMCN/MI/II/09 15,5 cm x 23 cm Helvetica/14 point Aat Iswatana Nurkholis Tim Grafis IMCN

Dicetak oleh

: PT NUSANTARALESTARI CERIAPRATAMA Jl. Hos Cokroaminoto Kav. 57-58 (D/H. Jl. Ciledug Raya) Ciledug - Tangerang 15157 Isi di luar tanggung jawab percetakan

© Hak pengarang dan penerbit dilindungi Undang-undang Dilarang memproduksi sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari penerbit

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Mata pelajaran Fikih dalam Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan bagian integral dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Mata pelajaran ini diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, dan mengamalkan hukum Islam, yang kemudian menjadi dasar pandangan hidupnya. Mata pelajaran Fikih di Madrasah Ibtidaiyah memiliki tujuan agar siswa: 1. mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam secara terperinci dan menyeluruh, baik berupa dalil naqli maupun aqli, pengetahuan dan pemahaman tersebut diharapkan menjadi pedoman hidup dalam kehidupan pribadi dan sosialnya; 2. melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan benar, pengamalan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ketaatan menjalankan hukum Islam, disiplin dan tanggung jawab sosial yang tinggi dalam kehidupan pribadi dan sosialnya.
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

iii

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Ruang lingkup pelajaran Fikih di MI secara spesifik dituangkan dalam kompetensi dan hasil belajar yang harus dimiliki siswa. Secara umum, mata pelajaran Fikih di MI meliputi: hubungan manusia dengan Allah swt, hubungan manusia dengan manusia. Untuk dapat membantu mempermudah para siswa dalam memahami Fikih, dalam buku ini disertai pula latihan-latihan. Harapan kami buku ini dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi siswa dalam upaya memahami hukumhukum Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya, di atas segala upaya penyusunan buku ini, kami sadar masih banyak kekurangan di sana-sini. Untuk itu segala kritik dan saran demi perbaikan buku ini sangat kami nantikan. Tim Penyusun

iv

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Kata Pengantar ..................................................................... Daftar Isi ............................................................................... Transliterasi Arab-Latin ....................................................... Bab 1 Salat Sunah Rawatib A. Pengertian Salat Sunah Rawatib .......................... B. Ketentuan Salat Sunah Rawatib ........................... C. Mempraktikkan Salat Sunah Rawatib ................... D. Keutamaan Salat Sunah Rawatib ......................... Latihan Bab 1 ........................................................ Bab 2 Salat Jumat A. Pengertian Salat Jumat dan Hukumnya ............... B. Ketentuan Salat Jumat .......................................... C. Membiasakan Diri Mengikuti Salat Jumat ............ Latihan Bab 2 ........................................................ Bab 3 Salat bagi Orang Sakit A. Cara Salat dengan Duduk .................................... B. Cara Salat dengan Berbaring ............................... C. Cara Salat dengan Terlentang ............................. D. Praktik Salat dalam Keadaan Sakit ...................... Latihan Bab 3 ........................................................

iii v vii

2 3 5 10 13

17 18 25 26

33 36 38 39 41

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

v

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Bab 4 Puasa Ramadan A. Pengertian Puasa .................................................. B. Ketentuan Puasa Ramadan .................................. C. Hikmah Puasa Ramadan ...................................... D. Melaksanakan Puasa dengan Baik dan Benar .... Latihan Bab 4 ........................................................ Bab 5 Amalan-Amalan Sunah di Bulan Ramadan A. Salat Sunah Tarawih ............................................. B. Salat Sunah Witir .................................................. C. Keutamaan Salat Sunah Tarawih dan Witir ......... D. Keutamaan Bulan Ramadan ................................. Latihan Bab 5 ........................................................ Daftar Pustaka ......................................................................

44 46 72 72 75

79 83 89 91 92 94

vi

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Transliterasi Arab-Latin
Transliterasi arab-latin yang dipergunakan dalam buku ini mengacu pada SK bersama antara menteri agama dan menteri pendidikan dan kebudayaan No. 158 Tahun 1989 dan No. 0543 b/u/1987. Berikut ini daftar huruf arab dan transliterasinya dengan huruf latin. Huruf Arab Nama alif ba ta sa jim ha . kha dal zal ra zai sin syin sad . dad . ta . za . Huruf Latin tidak dilambangkan b t s j h . kh d z r z s sy s . d . t . z . Nama tidak dilambangkan be te es (dengan titik di atas) je ha (dengan titik di bawah) ka dan ha de zet (dengan titik di atas) er zet es es dan ye es (dengan titik di bawah) de (dengan titik di bawah) te (dengan titik di bawah) zet (dengan titik di bawah)

.

.

.

.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

vii

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Huruf Arab

Nama ain gain fa qaf kaf lam mim nun wau ha hamzah ya

Huruf Latin .... ‘ g f q k l m n w h

Nama koma terbalik (di atas) ge ef ki ka el em en we ha apostrof ye

’ ...
y

Untuk maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harakat dan huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu: Huruf arab Nama fathah dan alif atau ya kasrah dan ya dammah dan wau Huruf Latin a i u Nama a dan garis di atas i dan garis di atas u dan garis di atas

= qala

= qila

= rama

= yaqulu

viii

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

1
Salat Sunah Rawatib

Standar Kompetensi
Mengenal salat sunah rawatib.

Kompetensi Dasar
• • Menjelaskan ketentuan salat sunah rawatib. Mempraktikkan tata cara salat sunah rawatib.

Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini diharapkan kalian mampu: • hafal niat salat-salat sunah rawatib; • menunjukkan waktu salat-salat sunah rawatib; • menunjukkan bilangan rakaat salat-salat sunah rawatib; • menyebutkan keutamaan salat-salat sunah rawatib; • membiasakan salat-salat sunah rawatib.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

1

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

A

Pengertian Salat Sunah Rawatib

Pada suatu hari, Adi diajak ayahnya ke mesjid untuk melakukan salat isya berjamaah. Sesampainya di sana, Adi melihat ayahnya tidak langsung melakukan salat isya, tetapi salat dua rakaat dulu sebelum salat isya. Kemudian setelah melakukan salat isya, Adi melihat ayahnya kembali melakukan salat dua rakaat. Karena tidak mengerti dan ingin tahu, Adi pun bertanya kepada ayahnya, ”Ayah, salat apa yang ayah lakukan tadi?” Ayahnya menjawab, ”Itu adalah salat sunah rawatib.” Kemudian ayahnya menerangkan arti dari salat sunah rawatib tersebut. Salat sunah rawatib ialah salat sunah yang mengiringi salat fardu lima waktu. Salat sunah rawatib terbagi dua, yaitu sunah qabliyah dan sunah ba’diyah. Sunah qabliyah adalah salat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum salat fardu. Sunah ba’diyah adalah salat sunah rawatib yang dikerjakan sesudah salat fardu. Adi pun bertanya lagi, ”Kenapa tidak semua orang melakukannya?” Ayahnya menjawab bahwa hukum mengerjakan salat rawatib itu adalah sunah. Artinya, apabila salat itu dikerjakan, kita akan mendapatkan pahala, dan apabila ditinggalkan tidak mengapa atau tidak akan menjadi dosa.

2

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

B

Ketentuan Salat Sunah Rawatib

Seperti halnya salat fardu, salat sunah rawatib pun memiliki waktu dan bilangan tersendiri. Salat sunah rawatib merupakan salat sunah yang mengiringi salat fardu, maka waktu pelaksanaannya pun harus setelah masuk waktu salat fardu. Misal, jika kita mau melakukan salat sunah sebelum salat subuh, maka kita melakukannya setelah masuk waktu subuh, yaitu sebelum mengerjakan salat subuh. Atau jika kita mau mengerjakan salat sunah sesudah salat magrib, maka kita harus melakukannya sesudah mengerjakan salat magrib. Demikianlah seterusnya. Salat sunah rawatib dibagi menjadi dua macam, yaitu: 1. salat sunah rawatib muakkad, 2. salat sunah rawatib gairu muakkad. Salat sunah rawatib muakkad yaitu salat sunah rawatib yang sangat penting atau sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Salat sunah rawatib gairu muakkad yaitu salat sunah rawatib yang kurang dianjurkan untuk dikerjakan. Salat sunah rawatib yang muakkad ini adalah yang biasa dikerjakan Rasulullah. Adapun yang termasuk salat sunah rawatib muakkad yaitu: 1. 2 rakaat sebelum salat subuh, 2. 2 rakaat sebelum salat zuhur,
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

3. 2 rakaat sesudah salat zuhur, 4. 2 rakaat sesudah salat magrib, 5. 2 rakaat sesudah salat isya. Dengan demikian, salat sunah rawatib yang muakkad berjumlah 10 rakaat. Nabi Muhammad saw bersabda:

Artinya: ”Dari Abdullah bin Umar ia berkata: Aku ingat dari Rasulullah, dua rakaat sebelum zuhur, dua rakaat sesudah zuhur, dua rakaat sesudah magrib, dua rakaat sesudah isya, dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. Bukhari-Muslim) Sedangkan yang termasuk salat sunah rawatib gairu muakkad yaitu: 1. 2 rakaat sebelum salat zuhur, 2. 2 rakaat sesudah salat zuhur, 3. 4 rakaat sebelum salat asar, 4. 2 rakaat sebelum salat magrib, 5. 2 rakaat sebelum salat isya.

4

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Dengan demikian, salat sunah rawatib yang muakkad dan gairu muakkad seluruhnya berjumlah 22 rakaat.

C

Mempraktikkan Salat Sunah Rawatib

Kita harus membiasakan diri melakukan salat sunah rawatib, terutama yang muakkad, baik yang sebelum maupun yang sesudah salat fardu. Jika kita sering melakukannya, maka kita akan mendapat ganjaran berupa pahala dari Allah swt. Cara mengerjakan salat sunah rawatib sama dengan cara mengerjakan salat fardu, baik syarat, rukun, gerakan, bacaan, sunah-sunah, maupun halhal yang membatal-kannya. Hanya, berbeda pada niatnya. Di bawah ini adalah lafal-lafal niat salat sunah rawatib. 1. Lafal niat salat sunah dua rakaat sebelum salat subuh:

Usalli sunnatas subhi rak‘ataini qabliyyatan mustaqbilal . . .- . - qiblati ada’an lillahi ta‘ala.

-

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

5

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Artinya: ”Aku niat salat sunah sebelum subuh dua rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.” 2. Lafal niat salat sunah dua rakaat sebelum salat zuhur:

Usalli sunataz zuhri rak‘ataini qabliyyatan mustaqbilal . .- .lillahi ta‘ala. - qiblati ada’an Artinya: ”Aku niat salat sunah sebelum zuhur dua rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”

-

3. Lafal niat salat sunah dua rakaat sesudah salat zuhur:

Usalli sunnataz zuhri rak‘ataini ba‘diyyatan mustaqbilal . . .-qiblati ada’an lillahi ta‘ala. Artinya:

-

”Aku niat salat sunah sesudah zuhur dua rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai kerena Allah Ta’ala.”
6
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

4. Lafal niat salat sunah dua rakaat sebelum salat asar:

Usalli sunnatal ‘asri rak‘ataini qabliyyatan mustaqbilal . -. -qiblati ada’an lillahi ta‘ala. Artinya:

-

”Aku niat salat sunah sebelum asar dua rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”
5. Lafal niat salat sunah dua rakaat sebelum salat magrib:

Usalli sunnatal magribi rak‘ataini qabliyyatan . -mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta‘ala.
Artinya:

”Aku niat salat sunah sebelum magrib dua rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

7

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

6. Lafal niat salat sunah dua rakaat sesudah salat magrib:

Usalli sunnatal magribi rak‘ataini ba‘diyyatan mustaqbilal . - qiblati ada’an lillahi ta‘ala. Artinya:

-

”Aku niat salat sunah sesudah magrib dua rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala”.
7. Lafal niat salat sunah dua rakaat sebelum salat isya:

Usalli sunnatal ‘isya’i rak‘ataini qabliyyatan mustaqbilal . -qiblati ada’an lillahi ta‘ala.
Artinya:

-

”Aku niat salat sunah sebelum isya dua rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”

8

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

8. Lafal niat salat sunah dua rakaat sesudah salat isya:

Usalli sunnatal ‘isya’i rak‘ataini ba‘diyyatan mustaqbilal . -qiblati ada’an lillahi ta‘ala. Artinya:

-

-

”Aku niat salat sunah dua rakaat sesudah isya sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.” 9. Lafal niat salat sunah empat rakaat sebelum asar:

Usalli sunnatal ‘asri arba‘a raka‘atin qabliyyatan . . -mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta‘ala.
Artinya:

”Aku niat salat sunah sebelum asar empat rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

9

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Kalian sudah mengetahui cara melaksanakan salat sunah rawatib. Sekarang, cobalah kalian praktikkan pelaksanaannya di depan kelas secara bergantian.

D

Keutamaan Salat Sunah Rawatib

Ada beberapa keutamaan bagi orang yang melaksanakan salat sunah rawatib. Di antara keutamaan melaksanakan salat sunah rawatib itu sebagai berikut. 1. Orang yang melakukan salat sunah rawatib akan terhindar dari api neraka. Nabi Muhammad saw bersabda:

Artinya:

Dari ummi Habibah, bersabda Nabi Muhammad saw: ”Barangsiapa mengerjakan salat empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah meng-haramkan api neraka baginya.” (HR. Turmuzi)

10

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

2. Orang yang sering melakukan salat sunah rawatib akan mendapat rahmat dari Allah swt. Nabi Muhammad saw bersabda:

Artinya:

Dari Ibnu Umar, Nabi Muhammad saw bersabda: ”Allah swt akan memberi rahmat kepada orang yang salat empat rakaat sebelum asar.” (HR. Turmuzi)
3. Orang yang melakukan salat sunah dua rakaat sebelum subuh akan mendapatkan pahala yang nilainya lebih baik dari dunia dan segala isinya. Sabda Rasulullah saw:

Artinya:

Dari Aisyah ra, bahwasanya Nabi saw telah bersabda: ”Dua rakaat fajar (salat sunah yang dikerjakan sebelum salat subuh) itu lebih baik dari dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim)

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

11

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

4. Orang yang mengerjakan salat sunah dalam sehari semalam sebanyak dua belas rakaat, maka ia akan mendapat balasan berupa sebuah rumah di surga.
Rasulullah saw bersabda:

Artinya:

”Barangsiapa salat sehari semalam dua belas rakaat, maka dibangunlah baginya sebuah rumah di surga, yaitu empat rakaat sebelum zuhur, dua rakaat sesudah zuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah isya dan dua rakaat sebelum salat fardu subuh.” (HR. Turmuzi, hadis hasan sahih diriwayatkan oleh Muslim)

12

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Latihan Bab 1
A. Isilah titik-titik di bawah ini dengan baik dan benar!

1. Salat sunah yang mengiringi salat fardu disebut .... 2. Salat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum salat fardu disebut .... 3. Salat sunah rawatib yang dikerjakan sesudah salat fardu disebut .... 4. Jumlah salat sunah rawatib yang muakkad adalah ... rakaat. 5. Salah satu keutamaan salat sunah rawatib adalah .... 6. Salat sunah rawatib akan menghindarkan kita dari .... 7. Dua rakaat sebelum salat subuh termasuk salat sunah rawatib .... 8. Dua rakaat sebelum salat magrib termasuk salat sunah rawatib .... 9. Jumlah salat sunah rawatib seluruhnya ada ... rakaat. 10. Salat sunah rawatib yang kurang dianjurkan untuk dikerjakan disebut ....
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!

1. Apa arti salat sunah rawatib? 2. Apa yang dimaksud dengan salat sunah rawatib qabliyah dan salat sunah rawatib ba’diyah?
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

13

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

3. Sebutkan salah satu keutamaan salat sunah rawatib! 4. Apa arti salat sunah rawatib muakkad? 5. Sabutkan salat sunah rawatib yang gairu muakkad!

Tugas
Hafalkanlah niat-niat salat sunah rawatib, baik yang muakkad maupun yang gairu muakkad! Biasakanlah melakukannya setiap sebelum atau sesudah mengerjakan salat fardu!

14

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

2
Salat Jumat

Standar Kompetensi
Mengenal salat jumat.

Kompetensi Dasar
Mengenal ketentuan salat jumat. Membiasakan mengikuti salat jumat.

Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini diharapkan kalian mampu: • menunjukkan hukum salat jumat; • menyebutkan syarat wajib dan syarat sah salat jumat; • menunjukkan waktu salat jumat; • menyebutkan hal-hal yang disunahkan sebelum salat jumat; • membiasakan salat jumat.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

15

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Hari Jumat sudah tiba. Ada sesuatu yang istimewa pada hari Jumat yang tidak dimiliki hari-hari lainnya. Karena keistimewaannya itu, maka kita sebagai muslim harus lebih banyak beribadah kepada Allah dengan memperbanyak zikir dan membaca Al-Quran serta salat-salat sunah. Namun hal ini bukan berarti selain hari Jumat kita tidak dianjurkan untuk memperbanyak beribadah. Akan tetapi jika ibadah-ibadah itu dilakukan pada hari Jumat, kita akan mendapat pahala lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya. Keistimewaan yang membedakan hari Jumat dengan hari-hari lainnya adalah bahwa pada hari Jumat kita diharuskan untuk melakukan salat jumat bersamasama. Setiap laki-laki muslim, baik yang sedang ada di pasar, di sekolah, di kantor, di sawah, di ladang, di kebun, atau di mana pun dan sedang melakukan apa pun, mereka harus pergi ke mesjid untuk melakukan salat jumat bersama-sama. Pernahkah kalian melaksanakan salat jumat? Tahukah kalian apa salat jumat itu? Apa hukumnya? Bagaimana cara melaksanakannya? Siapa saja yang harus melakukannya? Apa ketentuan-ketentuannya? Kapan waktu melaksanakannya? Jika kalian belum tahu tentang semua itu, mari kita pelajari bersama-sama!

16

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

A

Pengertian Salat Jumat dan Hukumnya

Salat jumat artinya salat dua rakaat yang dikerjakan sesudah dua khutbah pada waktu salat zuhur di hari Jumat. Allah swt berfirman:

Artinya:

”Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli…” (QS. Al-Jumu‘ah: 9) Adapun hukum mengerjakan salat jumat ialah fardu ‘ain bagi setiap laki-laki yang telah memenuhi syarat. Fardu ‘ain adalah kewajiban atas setiap muslim untuk mengerjakannya dan jika ditinggalkan, maka dosanya ditanggung sendiri. Salat jumat ini tidak wajib bagi perempuan, sebagai gantinya mereka harus mengerjakan salat zuhur seperti pada hari-hari biasa.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

17

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

B

Ketentuan Salat Jumat

Seperti halnya ibadah-ibadah lainnya, salat jumat pun memiliki ketentuan-ketentuan dalam pelaksanaannya. Adapun ketentuan-ketentuan dalam pelaksanaan salat jumat adalah sebagai berikut. 1. Syarat Wajib Jumat Tidak semua orang wajib melaksanakan salat jumat. Orang yang wajib melaksanakan salat jumat adalah orang yang memenuhi ketentuan-ketentuan wajib jumat. Ketentuan-ketentuan itu disebut syarat wajib jumat. Syarat-syarat wajib jumat itu adalah sebagai berikut. a. Islam Orang yang beragama selain Islam, seperti Kristen, Buddha, Hindu, dan lain-lain tidak diwajibkan melaksanakan salat jumat. b. Balig Balig artinya orang yang sudah dewasa. Ukuran dewasa bagi laki-laki biasanya ketika sudah berumur lima belas tahun, sedangkan bagi perempuan ketika sudah keluar darah haid.

18

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

c. Laki-laki Maksudnya, salat jumat ini tidak diwajibkan bagi perempuan. Rasulullah saw bersabda yang artinya sebagai berikut. ”Salat Jumat itu wajib dikerjakan oleh setiap orang Islam secara berjamaah kecuali empat golongan, yaitu hamba sahaya, wanita, anakanak, dan orang sakit.” (HR. Abu Dawud dan Hakim) d. Sehat Maksudnya, orang yang sedang sakit tidak wajib salat jumat. e. Mukim Maksudnya, orang yang memiliki tempat tinggal yang tetap. Dengan demikian, orang yang selalu berpindah-pindah tempat tinggal, seperti pengemis, tidak wajib salat jumat. f. Tidak dalam keadaan uzur Maksudnya, salat jumat tidak diwajibkan bagi orang yang sedang sakit, sedang dalam perjalanan, dan ketika turun hujan lebat.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

19

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

2. Syarat Sah Jumat Seseorang yang akan melaksanakan salat jumat selain harus memenuhi syarat wajib jumat, juga harus memenuhi ketentuan lain agar salat jumatnya sah. Ketentuan-ketentuan yang membuat salat jumat itu sah disebut syarat sahnya jumat. Adapun syarat-syarat sah jumat yaitu: a. dilakukan pada waktu zuhur di hari Jumat; b. dikerjakan di suatu tempat tertentu; c. dikerjakan secara berjamaah; d. jemaahnya minimal empat puluh orang; e. dikerjakan sesudah dua khutbah. Dari keterangan tersebut, maka salat jumat tidak sah jika dilakukan selain hari Jumat, atau dilakukan pada hari Jumat, akan tetapi dilaksanakannya pada waktu salat asar. Salat jumat juga dianggap tidak sah apabila dikerjakan sendirian atau kurang dari empat puluh orang. Begitu pula salat jumat tidak sah apabila dilakukan sebelum dua khutbah. 3. Rukun dan Syarat Dua Khutbah Seperti sudah disebutkan di atas, salat jumat akan dianggap sah apabila dikerjakan setelah dibacakannya dua khutbah. Tahukah kamu apa arti khutbah itu?

20

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Khutbah artinya pidato atau ceramah yang isinya berupa nasihat-nasihat untuk berbuat baik. Orang yang berkhutbah disebut khatib.

Ketentuan khutbah ini terbagi dua, yaitu rukun dan syarat. Khutbah itu akan disebut sah jika memenuhi ketentuan, baik yang termasuk rukun maupun yang termasuk syarat. a. Rukun dua khutbah Rukun dua khutbah jumat adalah sebagai berikut. 1) Mengucapkan hamdalah, yaitu puji-pujian kepada Allah swt. Lafal hamdalah adalah:

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

21

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Alhamdu lillah . Artinya: ”Segala puji bagi Allah.” 2) Mengucapkan salawat kepada Rasulullah saw. Contoh lafal salawat yaitu:

- Allahumma salli ‘ala sayyidina Muhammad . . Artinya: ”Ya Allah, berikanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.” 3) Mengucapkan dua kalimah syahadat. Lafal syahadat yaitu:

- Asyhadu al la ilaha illallah, wa asyhadu anna - Muhammadar rasulullah .

22

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Artinya: ”Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.” 4) Berwasiat atau berpesan kepada jemaah agar bertakwa kepada Allah dan selalu berbuat kebaikan di dunia untuk bekal di akhirat nanti. 5) Membaca ayat Al-Quran pada salah satu dari dua khutbah. 6) Membaca doa untuk kaum Muslimin pada khutbah yang kedua. b. Syarat dua khutbah Syarat dua khutbah adalah sebagai berikut. 1) Khutbah dimulai ketika sudah masuk waktu zuhur. 2) Khatib harus melakukannya sambil berdiri jika memungkinkan. 3) Khatib harus suci dari hadas, baik hadas kecil maupun hadas besar. 4) Khatib harus suci dari najis, baik badannya, pakaiannya, maupun tempatnya. 5) Khatib harus duduk sebentar di antara dua khutbah. 6) Khatib harus menutup auratnya.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

23

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

7) Khutbah harus dilakukan secara berturutturut, baik dalam rukun ataupun jarak melakukannya. 8) Khutbah harus disampaikan dengan suara keras, sekurang-kurangnya terdengar oleh orang yang melaksanakan salat jumat. c. Sunah dua khutbah Ada beberapa perbuatan yang disunahkan dalam pelaksanaan dua khutbah. Perbuatanperbuatan yang disunahkan itu adalah sebagai berikut. 1) Hendaklah dua khutbah dilakukan di atas mimbar atau di tempat yang agak tinggi. 2) Khutbah hendaknya diucapkan dengan kalimat yang jelas, sederhana, mudah dipahami oleh semua orang, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. 3) Menertibkan tiga rukun khutbah, yakni memuji Allah, membaca salawat atas Nabi, dan berwasiat kepada takwa dan kebaikan. 4) Para jemaah hendaknya diam di saat mendengarkan khutbah. 4. Hal-Hal yang Disunahkan Sebelum Melaksanakan Salat Jumat Sunah artinya segala hal yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala dari Allah dan
24
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

apabila tidak dikerjakan atau ditinggalkan tidak berdosa. Adapun hal-hal yang disunahkan pada hari Jumat adalah: a. mandi pada waktu mau pergi ke mesjid untuk salat jumat; b. memakai pakaian dan sorban yang berwarna putih dan bersih; c. memakai wewangian; d. memotong kuku; e. mencukur rambut, kumis, dan jenggot; f. pergi ke mesjid dengan berjalan kaki; g. melakukan salat tahiyyatul masjid sebelum duduk; h. membaca Al-Quran dan salawat sebelum khatib naik mimbar; i. memperbanyak doa dan salawat kepada Rasulullah pada hari Jumat dan malam harinya; j. pulang dari mesjid mengambil jalan yang berbeda dengan waktu berangkatnya.

C

Membiasakan Diri Mengikuti Salat Jumat

Pernahkah kalian mengikuti pelaksanaan salat jumat di mesjid dekat rumah kalian? Dengan siapa kalian beragkat ke mesjid itu? Adakah laki-laki muslim dewasa yang tidak mengikuti salat jumat di sekitar rumah kalian? Mengapa orang itu tidak salat jumat?
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

25

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Kalian sudah tahu bahwa hukum melaksanakan salat jumat itu adalah fardu ‘ain. Artinya, salat jumat adalah kewajiban bagi setiap laki-laki muslim dewasa. Sekarang mungkin kalian belum memenuhi semua syarat wajib jumat. Namun, cobalah berlatih mengikuti salat jumat mulai sekarang. Ikutlah ayah atau kakak kalian ke mesjid untuk menunaikan salat jumat. Simaklah khutbah yang disampaikan khatib dengan seksama. Melatih diri mengikuti salat jumat sejak dini akan membiasakan kalian ketika dewasa nanti. Jika sekarang kalian malas-malasan melaksanakan perintah Allah, ketika dewasa nanti kalian akan semakin sulit untuk membiasakannya. Oleh karena itu, biasakanlah mematuhi perintah Allah dengan kesadaran diri mulai sekarang.

Latihan Bab 2
A. Isilah titik-titik di bawah ini dengan tepat!

1. Salat yang dikerjakan pada hari jumat disebut salat .... 2. Salat jumat dikerjakan pada waktu salat .... 3. Hukum salat jumat adalah .... 4. Salat jumat wajib hukumnya bagi ....

26

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

5. Orang yang tidak melaksanakan salat jumat harus menggantinya dengan salat .... 6. Salat jumat harus dikerjakan secara .... 7. Jika salat jumat dikerjakan sendiri, maka salatnya .... 8. Harus sehat termasuk ... jumat. 9. Dilaksanakan setelah dua khutbah merupakan … jumat. 10. Memakai pakaian putih merupakan ... jumat.
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. 2. 3. 4. 5.

Apa arti salat jumat? Kapan waktu melaksanakan salat jumat? Wajibkah perempuan melaksanakan salat jumat? Sebutkan rukun dua khutbah! Tulis ayat Al-Quran yang menegaskan tentang kewajiban salat jumat! 6. Sebutkan syarat sah jumat! 7. Sebukan syarat wajib jumat! 8. Sebutkan tiga hal yang disunahkan sebelum melaksanakan salat jumat! 9. Sebutkan rukun dua khutbah jumat! 10. Sebutkan tiga sunah khutbah jumat!

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

27

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Tugas
1. Hafalkan tata cara pelaksanaan salat jumat! 2. Biasakan untuk selalu melaksanakan salat jumat! 3. Lafalkan ayat tentang perintah melaksanakan salat jumat!

28

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

3
Salat bagi Orang Sakit

Standar Kompetensi
Mengenal tata cara salat bagi orang yang sakit.

Kompetensi Dasar
• • Menjelaskan tata cara salat bagi orang yang sakit. Mendemonstrasikan cara salat dalam keadaan sakit.

Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini diharapkan kalian mampu: • mempraktikkan cara salat dengan duduk; • mempraktikkan cara salat dengan berbaring.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

29

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Salat merupakan pokok ajaran Islam, dan termasuk rukun Islam yang kedua. Allah memerintahkan salat kepada Nabi Muhammad secara langsung tanpa melalui Malaikat Jibril terlebih dahulu pada peristiwa Isra’ Mi’raj. Allah swt berfirman:

Artinya: ”…dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain)...” (QS. Al-‘Ankabut: 45) Salat juga termasuk ibadah yang sangat penting, karena salat adalah amalan yang pertama kali akan ditanyakan Allah di akhirat nanti. Jika amalan salat seseorang baik, maka baiklah seluruh amalannya. Sebaliknya, jika amalan salatnya buruk, maka buruk pula amalannya yang lain.
Selain itu, salat juga merupakan tiang agama. Nabi Muhammad saw bersabda:

30

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Artinya: ”Salat itu adalah tiang agama. Barangsiapa mengerjakannya, berarti ia telah menegakkan agama Islam, dan barangsiapa meninggalkannya, berarti ia telah menghancurkan agama Islam.” (HR. Bukhari dan Muslim) Karena salat itu merupakan ibadah yang sangat penting, maka di mana pun kita berada, kapan pun, dan dalam keadaan bagaimana pun, salat fardu lima waktu tetap tidak boleh kita tinggalkan. Di rumah, di pasar, di sekolah, di dalam mobil, di atas pesawat, pagi, siang, sore, malam, ketika sedang perang, sakit, bahkan sedang sekarat pun kita tetap wajib melaksanakan salat. Selama nyawa dan pikiran masih ada, kita tetap harus mengerjakan salat. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk tidak mengerjakan salat. Meninggalkan salat berarti dosa. Orang yang berdosa nerakalah tempatnya. Pernahkah terpikirkan oleh kalian bagaimana cara orang sakit melakukan salat? Bagaimana pula cara salat bagi orang yang sedang berperang? Bagaimana cara salat bagi orang yang sedang dalam kendaraan? Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dia tidak pernah mempersulit atau menyusahkan kita sebagai hamba-Nya. Sebagai salah satu bukti kecintaan Allah terhadap hamba-Nya adalah Dia memberikan keringanan terhadap mereka yang sedang

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

31

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

dalam keadaan darurat, seperti sakit, perang, dan dalam perjalanan, dalam hal mengerjakan salat. Misalnya, ketika kita dalam keadaan sakit dan tidak bisa melakukan salat dengan cara berdiri, maka kita boleh melakukannya sambil duduk. Jika duduk juga tidak bisa, maka kita boleh salat dengan cara berbaring atau terlentang. Hal ini seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw:

Artinya: Dari sahabat Ali bin Abi Thalib, Nabi Muhammad saw bersabda: ”Orang sakit hendaklah salat dengan berdiri jika sanggup. Jika tidak sanggup, hendaklah salat dengan cara duduk, kalau tidak sanggup sujud,
32
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

isyaratkan saja dengan kepalanya, tapi hendaklah sujudnya lebih rendah daripada rukuknya. Jika ia tidak mampu salat dengan duduk, maka salatlah dengan berbaring ke sebelah kanan menghadap kiblat, jika tidak mampu juga, maka salatlah ia dengan cara terlentang, kedua kakinya ke arah kiblat.” (HR. AdDaruquthni) Lalu, bagaimana cara salat bagi orang yang sakit sambil duduk, berbaring, atau terlentang itu?

A

Cara Salat dengan Duduk

Bagi orang yang tidak mampu salat dengan berdiri, maka ia boleh melakukannya dengan cara duduk. Adapun cara mengerjakan salat sambil duduk adalah sebagai berikut. 1. Duduklah seperti kita melakukan duduk pada waktu tasyahud awal dengan menghadap ke kiblat. Kemudian niat seperti salat biasa sesuai dengan salat yang dikerjakan, lalu diteruskan dengan membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

33

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Gerakan takbiratul ihram

2. Setelah melakukan takbiratul ihram, kedua tangan disedekapkan di atas dada. Sesudah itu membaca doa iftitah, Al-Fatihah, dan membaca surat pendek atau ayat . Al-Quran.

Gerakan bersedekap

34

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

3. Setelah itu rukuk, yaitu duduk dengan sedikit membungkuk dan kedua tangan diletakkan di atas paha sambil membaca tasbih rukuk seperti salat biasa.

Gerakan rukuk

4. Setelah selesai rukuk, kemudian i’tidal, yaitu duduk kembali seperti semula sambil membaca lafal i’tidal seperti dalam salat biasa.

Gerakan i’tidal
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

35

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

5. Sesudah itu melakukan sujud seperti biasa sambil membaca lafal sujud.

Gerakan sujud

6. Kemudian duduklah kembali untuk menyempurnakan rakaat selanjutnya sebagaimana rakaat yang pertama. Demikian seterusnya sampai salam.

B

Cara Salat dengan Berbaring

Posisi salat dengan cara berbaring

36

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Jika kita tidak bisa melakukan salat dengan cara duduk, hendaklah kita salat dengan berbaring, yaitu tidur miring, dimana anggota badan dihadapkan ke kiblat, kepala berada di sebelah utara dan kaki di sebelah selatan. Di bawah ini adalah tata cara salat dengan berbaring, yaitu sebagai berikut. 1. Tidur miring di atas rusuk sebelah kanan. Kepala berada di sebelah utara dan kaki berada di sebelah selatan. 2. Muka, perut, dada, dan kaki menghadap ke arah kiblat. Kemudian niat serta takbir seperti salat biasa. 3. Cara melakukan rukuknya cukup dengan menganggukkan kepala. Jika tidak mampu, maka dengan mengedipkan mata. Adapun cara sujudnya sama dengan rukuknya, hanya saja lebih ditundukkan. 4. Jika dengan anggukan kepala atau kedipan mata tidak bisa juga dilakukan, maka gunakanlah hati selama kita masih sadar. Demikianlah seterusnya sampai selesai.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

37

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

C

Cara Salat dengan Terlentang

Posisi salat dengan cara terlentang

Apabila kita tidak mampu salat dengan cara duduk ataupun berbaring, maka kita boleh melakukannya dengan cara terlentang. Adapun cara melaksanakan salat dengan terlentang, yaitu sebagai berikut. 1. Kedua kaki diluruskan ke arah kiblat, yaitu posisi kaki berada di sebelah barat, begitu juga dengan muka. Agar muka bisa menghadap ke kiblat, maka ganjallah dengan bantal. 2. Kemudian berniat melakukan salat sesuai dengan salat yang akan dikerjakan, lalu dilanjutkan dengan membaca takbiratul ihram. 3. Setelah takbiratul ihram, kedua tangan disedekapkan di atas dada. Sesudah itu membaca doa iftitah, Al-Fatihah, dan surat pendek atau ayat Al-Quran . seperti dalam salat biasa.

38

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

4. Rukuk cukup dengan menggunakan kedipan mata sambil membaca tasbih rukuk. Jika mengedipkan mata juga tidak bisa, maka gunakan hati selama akal masih sadar. 5. Setelah rukuk, lalu melakukan i’tidal tetap pada posisi berbaring sambil membaca lafal i’tidal. 6. Melakukan sujud seperti halnya rukuk, yaitu dengan menggunakan kedipan mata, atau jika tidak bisa dilakukan, maka dengan hati sambil membaca tasbih sujud seperti halnya dalam salat biasa. Untuk menyempurnakan rakaat, lakukanlah terus cara di atas sampai salam.

D

Praktik Salat dalam Keadaan Sakit

Agar kalian lebih paham dan mudah menghafalnya, di bawah ini adalah tata cara mempraktikkan salat dalam keadaan sakit. 1. Berwudu terlebih dahulu, yaitu menghilangkan hadas kecil dengan air atau tanah jika tidak ada air. 2. Duduk/berbaring/terlentang (jika tidak mampu berdiri) sambil menghadap ke kiblat. 3. Melakukan takbiratul ihram. 4. Membaca doa iftitah. 5. Membaca Surat Al-Fatihah . 6. Membaca surat pendek atau ayat Al-Quran. 7. Melakukan rukuk sambil membaca tasbihnya.
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

39

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

8. Melakukan i’tidal sambil membaca doanya. 9. Melakukan sujud yang pertama sambil membaca tasbihnya. 10. Melakukan duduk antara dua sujud sambil membaca doanya. 11. Melakukan sujud yang kedua sebagaimana sujud yang pertama. 12. Kembali pada posisi semula untuk melanjutkan rakaat yang kedua. 13. Untuk salat subuh, pada rakaat kedua setelah i’tidal disunahkan membaca doa qunut. Kemudian sujud dua kali, tasyahud, diteruskan dengan salam sambil memalingkan wajah ke sebelah kanan lalu ke sebelah kiri. 14. Untuk salat yang empat rakaat, setelah melakukan tasyahud awal, maka diteruskan dengan rakaat kekurangannya. Pada rakaat ketiga dan keempat, setelah membaca Surat Al-Fatihah tidak harus . membaca surat pendek atau ayat Al-Quran. Salat diakhiri dengan salam, yaitu memalingkan wajah ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri.

40

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Latihan Bab 3
A. Isilah titik-titik di bawah ini dengan tepat!

1. Hukum salat bagi orang sakit adalah .... 2. Amalan yang pertama kali akan ditanyakan di akhirat adalah .... 3. Salat lima waktu pertama kali diwajibkan pada peristiwa .... 4. Sesorang yang tidak mampu berdiri, maka boleh melakukan salat dengan cara .... 5. Orang boleh melakukan salat sambil duduk jika ia tidak bisa .... 6. Jika sambil duduk tidak bisa, maka salatlah dengan cara .... 7. Salat adalah tiang .... 8. Pada waktu salat dengan cara berbaring, posisi kepala berada di sebelah .... 9. Pada waktu salat dengan cara terlentang, posisi kaki berada di sebelah .... 10. Cara melakukan rukuk pada waktu salat dengan berbaring adalah ....
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!

1. Wajibkah melaksanakan salat bagi orang yang sakit? 2. Bagaimana cara kita melaksanakan salat jika tidak bisa berdiri?
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

41

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

3. Samakah bacaan salat orang yang salat sambil berbaring dengan bacaan salat orang yang sehat? 4. Bagaimana cara sujud orang yang salat sambil duduk? 5. Bagaimana cara rukuk orang yang salat sambil terlentang?

Tugas Praktikkanlah cara-cara melakukan salat sambil duduk, berbaring, dan terlentang di depan kelas dengan bantuan bapak atau ibu guru!

42

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

4
Puasa Ramadan

Standar Kompetensi
Mengenal puasa Ramadan.

Kompetensi Dasar
• • Menjelaskan ketentuan puasa Ramadan. Menyebutkan hikmah puasa Ramadan.

Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini diharapkan kalian mampu: • menyebutkan syarat wajib puasa; • menyebutkan rukun puasa; • menyebutkan sunah puasa; • menyebutkan hal-hal yang membatalkan puasa; • menunjukkan orang yang boleh meninggalkan puasa.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

43

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

A

Pengertian Puasa

Pernahkah kalian menyaksikan orang tua atau kakak kalian tidak makan dan minum sehari penuh pada bulan-bulan tertentu? Pada bulan apa dan berapa lama mereka melakukannya? Kalau kalian perhatikan, yang tidak makan dan tidak minum selama bulan tersebut bukan saja ayah, ibu, atau kakak kalian, tetapi semua orang dewasa yang beragama Islam melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan. Pernahkah kalian menanyakan apa sesungguhnya yang mereka lakukan? Dan pernahkah kalian ikut melaksanakannya? Jika kalian pernah bertanya atau mengikuti apa yang mereka lakukan, coba ceritakan kepada teman atau guru kalian! Untuk mengetahui apa sebenarnya yang mereka lakukan dan bagaimana cara melakukannya, dalam bab ini kalian akan diajak untuk memahami hal itu. Setelah memahaminya, sebagai anak yang saleh tentu saja kalian akan mengikuti apa yang mereka lakukan. Apa yang mereka lakukan disebut puasa. Sedangkan bulan saat mereka melakukannya adalah bulan Ramadan. Oleh karenanya, puasa itu disebut puasa Ramadan. Puasa hukumnya adalah fardu ‘ain, artinya wajib dilakukan oleh semua umat Islam. Adapun yang

44

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

mendasari hukum wajib puasa di bulan Ramadan adalah QS. Al-Baqarah ayat 183.

Artinya: ”Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Lalu, apa itu puasa? Pernahkah kalian melaksanakannya? Apabila kalian pernah melakukan puasa, dan berdasarkan pengalamanmu itu, coba buatlah pengertian tentang puasa dan tulislah pada kolom di bawah ini! Puasa adalah ….

Kalian sudah menuliskan pengertian puasa. Sekarang, bandingkan pendapat kalian itu dengan uraian di bawah ini!
Puasa artinya imsak ( ) atau menahan. Sedangkan secara lengkap, pengertian puasa yaitu
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

45

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

menahan diri dari sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar (waktu salat subuh) sampai dengan terbenamnya matahari (waktu salat magrib), dengan niat karena Allah dan disertai dengan syarat-syarat tertentu. Allah swt berfirman:

Artinya: ”...makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar...” (QS. Al-Baqarah: 187)

B

Ketentuan Puasa Ramadan

Sebelum melaksanakan kewajiban puasa Ramadan, kita perlu terlebih dahulu mengetahui ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan puasa Ramadan. Adapun ketentuan-ketentuan puasa Ramadan tersebut adalah sebagai berikut. 1. Syarat Puasa Setelah kalian paham apa itu puasa dan tahu bahwa puasa diperintahkan oleh Allah, tentunya kalian juga ingin mencoba melakukannya. Tapi
46
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

apakah kalian sudah cukup syarat untuk melakukannya? Lalu syarat apa saja yang harus kalian penuhi bila ingin melakukannya? Syarat-syarat yang harus kalian penuhi bila ingin berpuasa adalah sebagai berikut. a. Beragama Islam Artinya orang yang beragama selain Islam tidak wajib melaksanakan puasa. b. Balig dan berakal sehat
Balig artinya seseorang yang telah berusia 15 tahun:

1) bagi wanita sudah mengalami haid; 2) bagi laki-laki sudah keluar mani atau mimpi bersenggama. Seseorang yang telah balig wajib berpuasa apabila berakal sehat, artinya tidak gila atau mabuk.

Anak yang belum balig dan orang yang kehilangan akal tidak diwajibkan berpuasa
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

47

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Seseorang yang belum balig atau kehilangan akal sehatnya tidak wajib berpuasa. Hal ini berdasarkan dalil dari hadis Nabi Muhammad saw.

Artinya:

”Pena diangkat dari tiga orang, yaitu orang yang tidur sampai bangun, anak-anak sampai balig, dan orang gila sampai sadar.” (HR. Abu Daud) c. Suci dari haid dan nifas 1) Haid adalah darah yang keluar dari alat kelamin perempuan satu bulan sekali. 2) Nifas adalah darah yang keluar pada waktu seorang ibu melahirkan anak. d. Mampu/ada kekuatan untuk melaksanakan puasa Seseorang yang tidak mampu melaksanakan puasa adalah seseorang yang apabila berpuasa akan membahayakan kesehatan atau keselamatan hidupnya sendiri atau orang lain, seperti: 1) orang yang sakit, yaitu orang yang apabila berpuasa dapat menambah parah
48
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

penyakitnya atau menghambat kesembuhannya, maka ia tidak wajib berpuasa; 2) orang yang sedang dalam perjalanan jauh; 3) ibu yang sedang hamil yang apabila berpuasa dapat membahayakan anak yang sedang dikandungnya; 4) orang yang keadaan fisiknya lemah, misalnya orang yang sudah pikun. Apabila ada di antara syarat-syarat di atas yang belum kalian pahami, coba tanyakan pada teman atau guru. Setelah paham, cobalah kalian bicarakan dengan teman atau guru, apakah kalian sudah pantas melakukan puasa. Tuliskan hasil diskusi kalian dalam kolom berikut.
Saya sudah/belum (coret salah satunya) wajib puasa karena ….

Apakah berdasarkan hasil diskusi tersebut kalian sudah wajib berpuasa? 2. Rukun Puasa Setelah mengisi kolom di atas, kalian sudah dapat mengambil kesimpulan apakah kalian sudah wajib berpuasa atau belum. Namun meskipun kalian
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

49

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

belum wajib berpuasa, hendaklah kalian melatih diri untuk ikut melaksanakannya. Apalagi kalau kalian sudah terkena kewajiban berpuasa. Tentu saja sebagai anak yang saleh, kalian harus melaksanakannya. Apabila kalian berpuasa, apakah cukup hanya dengan tidak makan dan minum saja? Atau adakah hal lain yang harus kalian lakukan agar puasa kalian sah dan diterima Allah swt? Apabila kalian ingin puasa kalian sah, maka penuhilah rukun-rukun puasa berikut. a. Niat Niat, ialah mengiktikadkan dalam hati bahwa kita akan melakukan puasa pada esok hari. Pada puasa Ramadan, niat harus dilakukan malam hari (sebelum terbit fajar). Niat pada puasa Ramadan hukumnya wajib. Jika kita tidak berniat, maka puasa kita tidak sah, sebagaimana yang diriwayatkan dalam salah satu Hadis Nabi Muhammad saw.

Artinya: ”Siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Daruquthni)
50
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Tempat niat adalah dalam hati, tetapi apabila dilafalkan, bunyinya adalah sebagai berikut.

Artinya: ”Aku berniat puasa besok untuk memenuhi kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta‘ala.” Apabila kalian pernah berpuasa, cobalah kalian ingat kembali, apakah kalian selalu berniat sebelum melakukan puasa Ramadan. Kalau kalian sering lupa, maka mulai saat ini kalian tidak boleh lupa lagi, karena hukum niat dalam puasa Ramadan adalah wajib. b. Meninggalkan segala yang membatalkan puasa Artinya selama kalian berpuasa, kalian tidak boleh secara sengaja melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Hal ini harus kalian lakukan mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Adapun hal-hal yang membatalkan puasa dapat kalian baca pada bagian lain dalam bab ini.
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

51

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

3. Amalan Sunah Sewaktu Berpuasa Amalan sunah dalam berpuasa adalah amalanamalan yang apabila dilakukan akan menambah kesempurnaan puasa, sehingga pahalanya berlipat ganda. Tetapi apabila tidak dilakukan, puasa tersebut tetap sah. Agar puasa yang kita lakukan lebih utama, maka sebaiknya kita melaksanakan amalan-amalan sunah, yaitu sebagai berikut. a. Makan sahur walau sedikit Makan sahur ialah makan pada malam hari atau beberapa saat sebelum tibanya waktu berpuasa, yaitu saat mulai terbitnya fajar. Makan sahur disunahkan bagi orang yang akan berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah saw.

Artinya: Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda: ”Hendaklah kalian makan sahur, karena dalam sahur itu terdapat suatu keberkahan.” (Muttafaq ‘Alaihi)

52

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

b. Mengakhirkan sahur Artinya, makan sahur sebaiknya dilakukan hanya beberapa saat sebelum fajar, sekiranya tatkala makan sahur selesai, maka waktu melaksanakan puasa tiba. Dengan demikian, tidak ada jarak waktu yang lama antara selesai makan sahur dengan datangnya waktu berpuasa. Hal ini dinyatakan dalam Hadis Rasulullah saw.

Artinya: ”Zaid bin Tsabit ra berkata: ’Kami bersahur bersama Rasulullah saw lalu bangun untuk salat subuh’. Ketika ditanya: ’Berapa lama di antara sahur dan salat subuh itu?’ Ia menjawab: ’Kira-kira orang membaca 50 ayat’.” (Muttafaq ‘Alaih)

c. Menyegerakan berbuka puasa Artinya, jika kita berpuasa hendaklah tidak menunda makan atau minum begitu waktu

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

53

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

magrib tiba. Sebagaimana yang dijelaskan dalam salah satu Hadis Nabi Muhammad saw.

Artinya:

Dari Sahal bin Sa’ad ra, Rasulullah saw bersabda: ”Orang masih tetap dalam kebaikan selama mereka mempercepat berbuka puasa.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis di atas menjelaskan bahwa berbuka puasa secepatnya setelah tiba waktu berbuka (magrib) merupakan suatu kebaikan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad saw.

Berbuka puasa sebaiknya dilakukan sesegera mungkin begitu tiba waktunya

54

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

d. Berbuka dengan kurma Berbuka dengan kurma atau sesuatu yang manis atau dengan air sebelum memakan makanan lainnya disunahkan dalam berbuka puasa. Dalam hadis disebutkan bahwa diutamakan berbuka dengan makanan alami yang tidak dimasak dengan api, seperti buahbuahan dan sebagainya. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam salah satu hadis Nabi Muhammad saw.

Artinya: ”Adalah Rasulullah saw suka berbuka puasa dengan tiga biji kurma atau sesuatu yang tidak dimasak dengan api.”

e. Membaca doa ketika berbuka Sebelum makan atau minum pada saat berbuka puasa, hendaklah kita berdoa terlebih dahulu dengan lafal doa sebagai berikut.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

55

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Artinya: ”Ya Allah, karena Engkau aku berpuasa, kepada Engkau aku beriman, dan dengan rezeki pemberian Engkau aku berbuka.”

Berdoa sebelum berbuka puasa merupakan sunah yang sangat baik untuk dilaksanakan

f. Memperbanyak sedekah selama bulan Ramadan Sedekah adalah amal saleh yang dianjurkan karena sangat besar pahalanya. Dalam bulan Ramadan sebaiknya kita lebih meningkatkan bersedekah, karena pahala bersedekah saat berpuasa akan berlipat ganda. Rasulullah saw bersabda:

56

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Artinya: Dari Anas, ditanyakan orang kepada Rasulullah saw: ”Apakah sedekah yang paling baik?” Jawab Nabi: ”Sedekah yang paling baik ialah sedekah pada bulan Ramadan.” (HR. Tirmizi)

g. Memberi makan orang yang berbuka puasa Memberi makanan kepada orang yang berbuka puasa sangat dianjurkan ketika kita berpuasa, karena pahalanya yang sangat besar. Rasulullah saw bersabda:

Artinya: ”Siapa yang memberi makanan untuk berbuka bagi orang yang puasa, maka ia mendapat ganjaran sebanyak ganjaran orang yang berpuasa itu, tidak kurang dari pahala orang yang puasa itu.”

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

57

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

h. Memperbanyak membaca dan mempelajari Al-Quran Sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah saw, membaca Al-Quran saat berpuasa lebih diutamakan dan akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Sebab pada bulan Ramadanlah Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Firman Allah swt.

Artinya: ”Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran...” (QS. Al-Baqarah: 185)

Membaca dan mempelajari Al-Quran sebaiknya dilakukan secara berjamaah agar dapat saling mengingatkan apabila ada yang salah dalam membaca.

58

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Membaca Al-Quran secara berjamaah merupakan amalan sunah saat berpuasa di bulan Ramadan

Demikianlah hal-hal yang disunahkan sewaktu melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadan. Setelah kalian memahaminya, coba ingat-ingat kembali apakah hal-hal di atas telah kalian kerjakan ketika kalian berpuasa. Jika belum, mulailah untuk melaksanakannya agar puasa yang kalian lakukan menjadi lebih sempurna.

4. Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Ketika berpuasa, kalian tentu saja sudah paham bahwa kalian tidak boleh makan dan minum pada siang hari atau sebelum waktu berbuka tiba. Barangsiapa yang makan atau minum sebelum tiba waktu berbuka, maka puasa yang dilakukannya menjadi batal. Namun apakah menurut kalian hanya makan dan minum saja yang membatalkan puasa?
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

59

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Atau adakah hal lain yang dapat membatalkan puasa? Jika kalian belum memahaminya, ikuti kegiatan di bawah ini! 1. Amati orang yang sedang berpuasa. 2. Tulislah segala hal yang tidak orang tersebut lakukan ketika berpuasa, tetapi sering dilakukannya pada saat tidak berpuasa. 3. Diskusikan dengan teman atau guru apakah hal-hal yang ditinggalkannya itu termasuk hal yang membatalkan puasa. 4. Buatlah kesimpulan bersama teman atau guru untuk menentukan hal-hal yang membatalkan puasa. Hal-hal yang membatalkan puasa adalah segala perbuatan atau ucapan yang menyebabkan puasa seseorang menjadi tidak sah. Para ulama sepakat bahwa ada tujuh hal yang dapat membatalkan puasa, yaitu sebagai berikut. a. Makan dan minum yang disengaja Makan dan minum dengan sengaja setelah terbit fajar dan sebelum matahari terbenam dapat membatalkan puasa. Namun apabila makan atau minum pada waktu berpuasa karena tidak disengaja, seperti lupa, maka hal
60
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

tersebut tidak membatalkan puasa, berapa pun banyaknya kita makan atau minum. Rasulullah saw bersabda:

Artinya:

”Barangsiapa yang lupa bahwa ia berpuasa dan ia makan atau minum, maka hendaklah disempurna-kan puasanya. Sesungguhnya Allah yang memberi makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim) Sebagian ulama berpendapat bahwa memasuk-kan sesuatu ke dalam lubang yang ada di badan, seperti memasukkan sesuatu ke dalam telinga, akan membatalkan puasa. Namun apabila memasukkannya bukan melalui lubang yang sudah ada di badan, seperti disuntik, tidak membatalkan puasa. b. Muntah yang disengaja Apabila seseorang melakukan suatu perbuatan dengan maksud agar muntah, seperti mengorek-korek tenggorokan atau membaui sesuatu, maka hal ini membatalkan puasa
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

61

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

walaupun tidak ada sesuatu yang masuk kembali ke dalam tenggorokan ketika muntah. Namun muntah yang tidak disengaja karena pusing atau mual tidak membatalkan puasa. Dalam hal ini, Rasulullah saw bersabda:

Artinya: Telah berkata Rasulullah saw: ”Barangsiapa terpaksa muntah, tidaklah wajib mengqada puasanya, dan barangsiapa yang mengusahakan muntah, maka hendaklah dia mengqada puasanya.” (HR. Abu Dawud, Tirmizi, dan Ibnu Hibban)

Muntah yang tidak disengaja tidak membatalkan puasa

62

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

c. Bersetubuh di siang hari Bersetubuh artinya berhubungan kelamin yang dilakukan antara suami dan istrinya. Hal ini akan membatalkan puasa apabila dilakukan pada siang hari saat berpuasa. Namun Nabi Muhammad saw memperbolehkan suami istri melakukan persetu-buhan pada malam hari, sebagaimana firman Allah swt.

Artinya:

”Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu...” (QS. Al-Baqarah: 187) d. Keluar darah haid atau nifas Darah haid adalah darah yang keluar dari wanita yang telah balig sebulan sekali. Sedangkan nifas adalah keluarnya darah dari kelamin seorang ibu saat melahirkan. Keluarnya darah haid dan nifas membatalkan puasa dan menyebabkan adanya kewajiban untuk mengqada, sebagaimana termaktub dalam Hadis Nabi Muhammad saw.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

63

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Artinya:

”Dari Aisyah, katanya: ’Kami disuruh oleh Rasulullah saw mengqada puasa, dan tidak disuruhnya untuk mengqada salat’.” (HR. Bukhari) e. Kehilangan akal Hilang akal pada saat berpuasa, seperti gila, pingsan, atau sebab lainnya, dapat membatalkan puasa, karena salah satu syarat puasa adalah harus berakal. Kehilangan akal akan membatalkan puasa walaupun hanya sebentar. f. Murtad Murtad artinya sesuatu yang menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam. Hal-hal yang dapat menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam bermacam-macam, ada yang berupa perbuatan, ucapan, ataupun iktikad dalam hati, seperti mengiktikadkan bahwa Allah lebih dari satu dan sebagainya. Apabila seseorang melakukan salah satu dari hal-hal tersebut, maka puasanya akan batal dan ia tidak sah melakukan puasa. Sebab, ketika
64
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

murtad ia bukanlah orang Islam sebelum mengucapakan kembali syahadat. Sedangkan salah satu syarat sahnya puasa adalah Islam. g. Keluar mani dengan sengaja Keluarnya mani dengan sengaja karena bersen-tuhan dengan perempuan atau secara sengaja melakukan sesuatu yang menyebabkan keluar mani, membatalkan puasa. Adapun keluarnya mani secara tidak sengaja karena mimpi atau mengkhayal, tidak membatalkan puasa. Setelah kalian memahami hal-hal yang dapat membatalkan puasa, coba kalian ingat-ingat kembali adakah dari hal-hal yang membatalkan puasa di atas yang pernah kalian lakukan sewaktu melaksanakan puasa. Jika ada, isilah kolom di bawah ini! Batal puasa yang pernah dilakukan saat berpuasa: 1. …., 2. …., 3. …., 4. …., Jelaskan mengapa hal itu kalian lakukan!

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

65

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

5. Orang yang Boleh Berbuka Puasa Sebagaimana yang telah kalian ketahui, hukum puasa ialah fardu ‘ain. Artinya, puasa itu wajib dilaksanakan oleh setiap orang Islam, termasuk kalian. Dalam keadaan normal, kalian tentu akan menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan. Namun pada saat-saat tertentu, sebagai manusia seringkali kalian menghadapi situasi yang menyebabkan kalian tidak bisa menjalankan puasa. Bahkan orang tua atau orang dewasa di sekitar kalian seringkali tidak berpuasa karena suatu sebab. Bolehkan dalam keadaan tertentu kalian tidak berpuasa? Kalau boleh, hal-hal apa saja yang menyebabkan kalian boleh tidak berpuasa? Bagaimana hukumnya? Dalam agama Islam, ada empat orang yang boleh berbuka puasa pada bulan Ramadan. Adapun keempat orang tersebut adalah sebagaimana yang dapat kalian lihat pada gambar di bawah ini.

66

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Orang-orang yang diperbolehkan berbuka puasa pada bulan Ramadan

Perhatikan gambar di atas! Setelah itu, diskusikan dengan teman kalian siapa saja yang diperbolehkan berbuka puasa. Tulis hasil diskusi kalian dalam kolom di bawah ini!
Orang-orang yang diperbolehkan berbuka puasa pada bulan Ramadan adalah: 1. 2. 3. 4. …. …. …. ….

Menurut para ulama, mereka yang diperbolehkan berbuka puasa pada bulan Ramadan adalah sebagai berikut.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

67

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

a. Orang yang sakit Apabila seseorang sakit dan tidak kuasa untuk berpuasa, atau jika berpuasa akan menambah sakitnya bahkan memperlambat kesembuhannya, maka diperbolehkan baginya untuk berbuka atau tidak puasa. Namun apabila ia sudah sembuh, maka ia wajib menggantinya (qada) di luar bulan Ramadan sebanyak hari puasa yang ditinggalkannya. b. Orang yang sedang dalam perjalanan jauh (musafir) Orang yang sedang dalam perjalanan jauh boleh berbuka puasa dengan syarat-syarat sebagai berikut. 1) Bepergian yang dilakukannya untuk kepentingan yang baik, bukan untuk maksiat. 2) Jarak perjalanan yang ditempuhnya minimal 80,640 km. Dengan demikian, musafir yang melakukan perjalanan dekat (kurang dari 80, 640 km) tetap wajib berpuasa. Hukum yang memperbolehkan berbuka puasa bagi orang sakit atau orang yang sedang dalam perjalanan terdapat dalam firman Allah swt.

68

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Artinya:

”...Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” (QS. Al-Baqarah: 185) c. Orang tua yang sudah lemah
Orang tua yang sudah lemah karena ketuaannya walaupun dalam keadaan sehat, bukan karena sakit, boleh berbuka dan tidak memiliki kewajiban untuk menggantinya (qada). Namun sebagai gantinya, ia wajib membayar fidyah (bersedekah). Untuk setiap satu hari puasa yang ditinggalkannya, ia harus mengeluarkan sedekah sebanyak 3/4 liter beras atau makanan pokok lain yang senilai dengan 3/4 liter beras kepada fakir miskin.

Allah swt berfirman.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

69

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Artinya:

”...dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin...” (QS. Al-Baqarah: 184) d. Wanita hamil atau menyusui bayi Wanita yang sedang hamil atau menyusui bayi boleh berbuka puasa jika dengan berpuasa akan membawa mudarat kepada dirinya maupun bayinya.

Wanita hamil dan menyusui diperbolehkan tidak berpuasa pada bulan Ramadan

Namun demikian, ia wajib menggantinya dengan melakukan qada. Adapun cara menggantinya ada dua macam, yaitu sebagai berikut.
70
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

1) Jika tidak berpuasa karena takut mudarat terhadap anaknya, misalnya keguguran untuk wanita hamil atau kurang susu yang mengakibatkan sakit bagi anak yang disusui, maka ia wajib mengqadanya dan membayar fidyah. 2) Apabila tidak berpuasa karena khawatir akan kesehatan dirinya, maka ia hanya wajib melakukan qada sebagai orang yang sakit. Rasulullah saw bersabda.

Artinya: ”Sesungguhnya Allah telah memberikan keringanan untuk tidak berpuasa bagi musafir (bepergian jauh) dan keringanan mengerjakan separuh salat, juga memberikan keringanan untuk tidak berpuasa bagi orang hamil atau orang yang sedang menyusui.” (HR. Turmuzi dan Abu Daud) Demikianlah orang-orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadan. Kalau ada orang di sekitar kalian yang tidak berpuasa, coba perhatikan apa penyebabnya!
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

71

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

C

Hikmah Puasa Ramadan

Selain untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, ibadah puasa juga dapat menumbuhkan nilai-nilai yang bermanfaat bagi pembinaan pribadi muslim. Hikmah puasa Ramadan itu di antaranya: 1. melatih rasa disiplin, jujur, dan percaya diri; 2. melatih pengendalian diri; 3. memelihara kesehatan; 4. sebagai tanda terima kasih kepada Allah atas nikmat-Nya yang tidak terbatas; 5. mendidik perasaan belas kasih terhadap fakir miskin. Dengan mengetahui hikmah yang terkandung dalam ibadah puasa, diharapkan kalian dapat melaksanakannya dengan ikhlas, hanya mengharap rida Allah swt.

D

Melaksanakan Puasa dengan Baik dan Benar

Sebagai muslim yang saleh, tentu kalian telah melakukan puasa. Agar puasa yang kalian lakukan sah dan mendapat pahala, maka tentu saja puasa kalian itu harus sesuai dengan syarat dan rukunnya. Untuk mengetahui apakah puasa yang kalian lakukan sudah sesuai dengan syarat dan rukunnya, isilah catatan kegiatan di bawah ini!
72
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Berilah tanda cek ( ) sesuai dengan apa yang kalian kerjakan saat melaksanakan puasa Ramadan! Nama : ............................................. Sekolah : ............................................. Hari/Tanggal Berpuasa : ............................................. No.
1.

Indikator Puasa
Syarat wajib puasa a. Islam b. balig c. berakal sehat d. mampu berpuasa Rukun puasa a. niat puasa b. menahan diri dari hal yang membatalkan puasa Sunah puasa a. menyegerakan berbuka b. berbuka dengan makanan yang manis dan tidak dimasak dengan api c. berdoa sewaktu buka puasa d. mengakhirkan waktu sahur e. bersedekah/infak f. tadarrus Al-Quran

Ya

Tidak

2.

3.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

73

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

No.
4.

Indikator Puasa
Hal yang membatalkan puasa a. memasukkan sesuatu ke dalam lubang anggota tubuh dengan sengaja b. sengaja muntah c. hilang akal d. haid atau nifas e. murtad

Ya

Tidak

Siswa ______________

Orang tua ______________

Catatan: ___________________

Nilai Tanda Tangan Guru

74

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Latihan Bab 4 A. Isilah titik-titik di bawah ini dengan singkat dan tepat! 1. 2. 3. 4. Puasa adalah …. Jumlah rukun puasa ada …. Contoh orang yang kehilangan akal adalah …. Sejumlah makanan pokok sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan disebut …. 5. Mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan pada bulan selain Ramadan disebut …. 6. Jumlah amalan sunah sewaktu berpuasa ada …. 7. Jarak bepergian yang menyebabkan boleh berbuka puasa adalah … km. 8. Niat puasa Ramadan dilakukan pada …. 9. Memberi makan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa termasuk … puasa. 10. Bunyi lafal niat puasa adalah …. B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar! 1. Sebutkan syarat wajib puasa! 2. Sebutkan ayat Al-Quran yang mewajibkan kita berpuasa! 3. Sebutkan rukun-rukun puasa! 4. Sebutkan hal-hal yang membatalkan puasa!

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

75

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

5. Sebutkan orang-orang yang boleh meninggalkan puasa! 6. Jelaskan cara mengganti puasa bagi orang yang sudah pikun! 7. Sebutkan sunah-sunah puasa! 8. Berikan contoh sedekah!

76

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

5
Amalan-Amalan Sunah di Bulan Ramadan

Standar Kompetensi
Mengenal amalan-amalan di bulan Ramadan.

Kompetensi Dasar
• • • Menjelaskan ketentuan salat tarawih. Menjelaskan ketentuan salat witir. Menjelaskan keutamaan-keutamaan yang ada dalam bulan Ramadan.

Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini diharapkan kalian mampu: • menyebutkan amalan-amalan di bulan Ramadan; • hafal niat salat tarawih dan witir; • menunjukkan waktu salat tarawih dan witir; • menyebutkan bilangan rakaat salat tarawih dan witir; • membiasakan salat tarawih dan witir; • menyebutkan keutamaan salat tarawih dan witir; • menyebutkan keutamaan bulan Ramadan.

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

77

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Bulan puasa merupakan bulan yang sangat istimewa, karena pada bulan tersebut pahala segala amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah swt. Oleh karenanya, pada bulan Ramadan umat Islam berlomba-lomba dalam beramal baik. Apakah kalian, orang tua, saudara, atau teman kalian juga berlombalomba dalam berbuat kebaikan pada bulan Ramadan? Sebagai anak saleh, tentu banyak amalan yang kalian lakukan untuk menambah pahala puasa kalian. Kalau kalian melakukannya, dapatkah kalian sebutkan amalan apa saja yang biasa kalian lakukan? Tulislah amalan yang biasa kalian lakukan pada bulan Ramadan dalam kolom di bawah ini! Amalan-amalan yang sering dilakukan pada bulan Ramadan adalah: 1. …. 2. …. 3. …. 4. …. Rasulullah saw banyak memberikan contoh amalan yang dapat dilakukan pada bulan Ramadan, di antaranya sebagai berikut. 1. Salat qiyamu Ramadan, yaitu salat yang dilaksanakan pada malam-malam bulan Ramadan. Salat qiyamu Ramadan terdiri atas dua macam, yaitu:
78
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

a. salat tarawih; b. salat witir. 2. Memperbanyak membaca Al-Quran (tadarrus) 3. I’tikaf 4. Sedekah dan infak Pada pelajaran kali ini, kita hanya akan membahas tentang amalan salat sunah tarawih dan witir pada bulan Ramadan. Apa saja ketentuan-ketentuan salat sunah tarawih dan witir itu? Untuk memahaminya, ikuti penjelasan berikut.

A

Salat Sunah Tarawih

Jika bulan Ramadan tiba, biasanya setelah melaksanakan salat isya kita akan bangkit untuk melakukan salat lagi delapan rakaat atau dua puluh rakaat. Tahukah kalian salat apakah yang dimaksud? Itu adalah salat tarawih. Tahukah kalian apa arti salat tarawih itu? Berapakah bilangan rakaatnya? Kapan waktu melak-sanakannya? Dan bagaimana cara mengerjakannya? Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaanpertanyaan di atas, marilah kita belajar tentang salat tarawih tersebut bersama-sama!

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

79

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

1. Pengertian dan Hukum Salat Tarawih Salat tarawih artinya salat yang dikerjakan pada malam bulan Ramadan setelah salat isya. Salat tarawih disebut juga qiyamu Ramadan. Salat tarawih boleh dikerjakan sendiri-sendiri ataupun berjamaah. Tetapi yang lebih utama dikerjakan adalah secara berjamaah. Sebab, selain pahalanya lebih besar juga akan menampakkan syiar Islam. Adapun hukum mengerjakan salat sunah tarawih adalah sunah muakkad (sunah yang sangat dianjurkan) bagi kaum laki-laki dan perempuan. 2. Waktu dan Bilangan Salat Tarawih Salat tarawih ini adalah salat sunah yang dikerjakan setahun sekali, yakni selama bulan Ramadan saja. Waktu melakukannya adalah setelah kita selesai melaksanakan salat isya sampai terbit fajar. Adapun mengenai jumlah bilangan rakaat salat tarawih berbeda-beda. Ada yang 11 rakaat, yaitu 8 rakaat salat tarawih dan 3 rakaat salat witir. Selain itu ada yang 23 rakaat, yaitu 20 rakaat salat tarawih dan 3 rakaat salat witir. 3. Cara Melaksanakan Salat Tarawih Cara melaksanakan salat sunah tarawih sama dengan cara mengerjakan salat fardu, yang
80
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

membedakan hanya pada niatnya saja. Adapun cara melaksanakannya adalah sebagai berikut. a. Jika kita mengerjakan salat tarawih yang 11 rakaat, maka cara mengerjakannya yakni tiaptiap 2 rakaat diakhiri dengan salam, jadi kita melakukan 4 kali salam (8 rakaat). Setelah itu ditambah dengan salat witir 3 rakaat. Atau bisa juga dengan mengerjakan tiap 4 rakaat diakhiri dengan salam, berarti kita melakukan 2 kali salam (8 rakaat), lalu ditambah dengan witir 3 rakaat. b. Jika kita mengerjakan salat tarawih yang 23 rakaat, maka dikerjakan dengan satu kali salam tiap dua rakaat. Jadi kita melakukan 10 kali salam (20 rakaat), dan diakhiri dengan 3 rakaat salat witir. Gerakan dan bacaan salat tarawih sama seperti gerakan dan bacaan dalam salat fardu, hanya niatnya yang berbeda. Adapun lafal niat salat sunah tarawih adalah sebagai berikut. a. Jika dikerjakan sendirian, maka lafal niatnya adalah:

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

81

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

- Usalli sunnatat tarawihi rak‘ataini mustaqbilal . . - qiblati ada’an lillahi ta‘ala. Artinya: ”Aku niat salat sunah tarawih dua rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.” b. Jika kita sebagai imam, maka niatnya adalah:

- Usalli sunnatat tarawihi rak‘ataini imamam . . - mustaqbilal qiblati ada’al lillahi ta‘ala.
Artinya:

”Aku niat salat sunah tarawih dua rakaat menjadi imam sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.” c. Jika kita sebagai makmum, maka niatnya adalah:

82

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

- Usalli sunnatat tarawihi. rak‘ataini ma’mumam . -mustaqbilal qiblati ada’al lillahi ta‘ala.
Artinya: ”Aku niat salat sunah tarawih dua rakaat menjadi makmum sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”

B

Salat Sunah Witir

Pada bulan Ramadan, kita sering melakukan salat sunah witir setelah melakukan salat tarawih. Tahukah kalian apa arti salat sunah witir itu? Berapa rakaat bilangan salatnya? Kapan waktu melaksanakannya? Dan bagaimana cara mengerjakannya? Untuk lebih jelasnya mengenai salat witir ini, simak baik-baik uraian berikut. 1. Pengertian dan Hukum Salat Witir Witir artinya ganjil. Salat sunah witir berarti salat sunah yang bilangan rakaatnya ganjil. Salat witir ini dikerjakan pada malam hari sebagai penutup salat, baik salat wajib maupun salat sunah. Hukum mengerjakan salat witir adalah sunah bagi kaum laki-laki dan perempuan. Rasulullah saw bersabda:
Artinya:

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

83

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

”Kerjakanlah salat witir, karena Allah itu Tunggal (Esa), dan sesungguhnya Dia menyukai bilangan ganjil, wahai orang-orang yang ahli membaca AlQuran.” (HR. Turmuzi) 2. Waktu dan Bilangan Salat Witir Waktu mengerjakan salat sunah witir adalah sesudah salat isya dan rawatibnya, sampai terbit fajar, baik pada bulan Ramadan ataupun pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan Ramadan biasanya salat witir dikerjakan setelah salat tarawih, dan pada tengahtengah Ramadan, yaitu tanggal 15 sampai dengan akhir Ramadan disunahkan membaca qunut pada rakaat terakhir dari salat witir, yakni sesudah melakukan i’tidal. Adapun jumlah bilangan rakaat salat witir harus ganjil, yaitu satu, tiga, lima, tujuh, sembilan sampai sebelas. Jadi, paling sedikit bilangan salat sunah witir itu satu rakaat dan paling banyak sebelas rakaat. 3. Cara Melaksanakan Salat Witir Cara melaksanakan salat witir sama dengan cara melaksanakan salat fardu biasa, bedanya hanya pada niat. Salat witir boleh dikerjakan dengan
84
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

satu kali salam tapi tanpa tahiyyat awal, atau dengan dua kali salam. Misalnya, kita mengerjakan salat witir yang tiga rakaat, maka kita boleh melakukannya dua rakaat dulu dengan diakhiri salam, lalu diteruskan satu rakaat lagi. Atau kita bisa melakukannya tiga rakaat sekaligus dengan satu kali salam, tetapi tidak perlu memakai tahiyyat awal. Begitu juga jika kita melakukan salat witir yang lima, tujuh, sembilan, dan sebelas rakaat boleh dilakukan secara sekaligus tanpa tahiyyat awal, atau dua rakaat-dua rakaat yang diakhiri dengan salam. Adapun lafal niat salat sunah witir adalah sebagai berikut. a. Lafal niat salat sunah witir satu rakaat:

Usalli sunnatal witri rak‘atam mustaqbilal qiblati . - ada’al lillahi ta‘ala
Artinya:

”Aku niat salat sunah witir satu rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

85

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

b. Lafal niat salat sunah witir dua rakaat:

Usalli sunnatal witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati . - ada’al lillahi ta‘ala.
Artinya:

”Aku niat salat sunah witir dua rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.” c. Lafal niat salat sunah witir tiga rakaat:

. -. Usalli sunnatal witri salasa raka‘atim mustaqbilal . -qiblati ada’al lillahi ta‘ala.
Artinya:

”Aku niat salat sunah witir tiga rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”

86

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

d. Lafal niat salat sunah witir lima rakaat:

Usalli sunnatal witri khamsa raka‘atim . - mustaqbilal qiblati ada’al lillahi ta‘ala. Artinya: ”Aku niat salat sunah witir lima rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.” e. Lafal niat salat sunah witir tujuh rakaat:

Usalli sunnatal witri sab‘a raka‘atim mustaqbilal . - qiblati ada’al lillahi ta‘ala. Artinya: ”Aku niat salat sunah witir tujuh rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

87

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

f. Lafal niat salat sunah witir sembilan rakaat:

Usalli sunnatal witri tis‘a raka’atim mustaqbilal . - qiblati ada’al lillahi ta‘ala. Artinya: ”Aku niat salat sunah witir sembilan rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.” g. Lafal niat salat sunah witir sebelas rakaat:

Usalli sunnatal witri ahada ‘asyara rak‘atam . . - mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta‘ala. Artinya: ”Aku niat salat sunah witir sebelas rakaat sambil menghadap ke kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”

88

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Jika kita menjadi imam atau makmum, maka pada ) lafal niatnya tinggal ditambahkan kata imaman ( atau ma’muman ( ) sesudah bilangan rakaat.

C

Keutamaan Salat Sunah Tarawih dan Witir

Salat sunah tarawih dan witir ini mempunyai keutamaan-keutamaan, di antaranya sebagai berikut. 1. Mengerjakan ibadah sunah pada bulan Ramadan sama pahalanya dengan mengerjakan ibadah wajib. Maka jika kita mengerjakan salat sunah tarawih dan witir dari malam pertama sampai akhir bulan Ramadan, Insya Allah kita akan mendapat balasan berupa pahala yang berlipat ganda dari Allah swt. 2. Salat tarawih dan salat witir bisa menghapus dosadosa yang telah lalu. Rasulullah saw bersabda:

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

89

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Artinya:

”Barangsiapa mengerjakan puasa dengan penuh iman dan mencari pahala kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dengan mengerjakan salat sunah witir, maka kita dimasukkan dalam golongan orang-orang yang dicintai Nabi Muhammad saw. Rasulullah saw bersabda:

Artinya:

Dari Abi Hurairah ra, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah saw: ”Barangsiapa yang tidak mengerjakan witir, maka bukanlah golongan kami.” (HR. Ahmad) 3. Melatih disiplin terhadap segala hal, terutama dalam memanfaatkan waktu secara baik dan benar. 4. Melatih diri untuk bersikap sabar dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. 5. Dengan adanya salat tarawih dan witir menandakan bahwa tidak ada perbedaan perintah terhadap orang yang kaya maupun miskin. Di hadapan Allah swt, manusia adalah sama, yang membedakannya hanyalah ketakwaan.
90
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Allah swt berfirman:

Artinya:

”…Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa…” (QS. Al-Hujurat: 13) . 6. Salat tarawih dan witir ini mendidik kita untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri juga terhadap Allah swt. 7. Dengan melaksanakan salat tarawih atau witir, kita bisa menambah semarak syiar agama Islam.

D

Keutamaan Bulan Ramadan

Dalam Islam, Ramadan adalah salah satu bulan yang dimuliakan Allah. Allah juga memberikan beberapa keutamaan pada bulan Ramadan. Beberapa keutamaan dalam bulan Ramadan adalah: 1. bulan diturunkannya Al-Quran, yaitu pada tanggal 17 Ramadan; 2. bulan penuh berkah; 3. bulan dibelenggunya setan; 4. bulan ampunan dosa; 5. bulan dilipatgandakannya amal saleh; 6. Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Fikih 3 untuk MI Kelas 3

91

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Latihan Bab 5
A. Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar! 1. Salat sunah tarawih dikerjakan sesudah melaksanakan salat .... 2. Salat tarawih dikerjakan setahun sekali, yaitu pada setiap bulan ....

3. Salat tarawih hukumnya .... 4. Salat tarawih sebaiknya dilakukan secara .... 5. Setelah selesai salat sunah tarawih, maka dilanjutkan dengan salat .... 6. Jumlah bilangan salat sunah tarawih ada yang ... dan ada yang ... rakaat. 7. Witir artinya .... 8. Salat witir termasuk salat .... 9. Bilangan salat witir yang paling banyak adalah ... rakaat. 10. Waktu salat tarawih berakhir sampai ....
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat!

1. 2. 3. 4. 5.

Apa arti salat sunah tarawih? Kapan waktu melakukan salat sunah witir? Berapa jumlah rakaat salat sunah tarawih? Berapa jumlah rakaat salat sunah witir? Sebutkan keutamaan-keutamaan bagi orang yang melakukan salat sunah witir dan tarawih!
92

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Tugas
Hafalkanlah lafal-lafal niat salat sunah witir dan tarawih!

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

93

Click here to unlock PDFKit.NET

Generated by PDFKit.NET Evaluation

Abdul Ghani Asykur, H. Risalah Kumpulan Shalat Lengkap. Bandung: Penerbit Husaeni. Departemen Agama RI. 1985. Al-Quran dan Terjemahannya. Jakarta: PT. Intermas Jakarta. Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. 1993. Ensiklopedi Islam Jilid 4. Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve. Sulaiman Rasyid, A. 1992. Fikih Islam. Bandung: Sinar Baru. Rifa’i, Moh. Kifayatul Akhyar, Terjemah. Semarang: Toha Putra. Departemen Agama RI. 1994. Kurikulum Madrasah/GBPP Tahun 1994. Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam. Sayid, Sabiq. Fikih Sunah, Terjemah. Bandung: Al-Maarif. Ibrahim Al-Bajuri, Syekh. Al-Bajuri Ala Ibnu Qasim AlGhazali Syirkah. Bandung: Al-Maarif.

94

Fikih 3 untuk MI Kelas 3

Click here to unlock PDFKit.NET

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful