Pengantar

Penentuan Status Gizi
Edited by: Suyatno, Ir. MKes
E-mail : suyatno@undip.ac.id Hp : 08122815730 Blog : suyatno.blog.undip.ac.id

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang

PENDAHULUAN The nutritional status of an individual is often the result of many inter-related factors. & physical health. The spectrum of nutritional status spread from obesity to severe malnutrition PSG .Suyatno FKM Undip 2 . quantity & quality. It is influenced by food intake.

pemeliha-raan kesehatan. aktivitas. tinggi badan. dan lainnya) PSG . dan lainnya) Indikator Status Gizi: Tanda-tanda yang dapat memberikan gambaran tentang keadaan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi oleh tubuh: contoh: pertumbuhan fisik ukuran tubuh antropometri (berat badan.PENGERTIAN Status Gizi : Keadaan yang diakibatkan oleh status keseim-bangan antara jumlah asupan (“intake”) zat gizi dan jumlah yang dibutuhkan (“requirement”) oleh tubuh untuk berbagai fungsi biologis: (pertum-buhan fisik. perkembangan.Suyatno FKM Undip 3 .

tinggi dll. fungsi organ tubuh dan produksi energi. penyimpanan. PSG .Suyatno FKM Undip 4 . • Keadaan Gizi (Nutriture): keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan gizi disatu pihak dan penggunaan oleh organisme di pihak lain.Beberapa Pengertian Penting: • Proses gizi (nutrition) : proses dari organisme dalam menggunakan bahan makanan melalui proses pencernaan. pertumbuhan. penyerapan. transportasi. atau keadaan fisiologik akibat dari tersedianya zat gizi dalam seluler tubuh • Status gizi (Nutritional Status): tanda-tanda atau penampilan yang diakibatkan dari nutriture yang dilihat melalui variabel tertentu (indikator status gizi) seperti berat. metabolisme dan penggunaan zat untuk pemeliharaan hidup.

Kualitas Gizi Masyarakat Intake Pangan Intake Zat Gizi Over Normal Under Death Kebutuhan Gizi (AKG) 100% fungsi optimal defisiensi kematian Intake Gizi PSG .Suyatno FKM Undip toksisitas kematian 5 .

Suyatno FKM Undip 6 .Gizi Baik = Gizi seimbang (Asupan zat gizi = Kebutuhan zat gizi) Garis normal Asupan Kebutuhan PSG .

Suyatno FKM Undip 7 .Kurang Gizi = Gizi tidak seimbang (Asupan zat gizi < Kebutuhan zat gizi) Garis normal Asupan Kebutuhan PSG .

Suyatno FKM Undip 8 .Gizi Lebih = Gizi tidak seimbang (Asupan zat gizi > Kebutuhan zat gizi) Garis normal Kebutuhan Asupan PSG .

misalnya tinggi kolesterol karena tidak imbangnya kadar LDL. Ada empat bentuk: – Under nutriton: kekurangan konsumsi pangan secara relatif atau absolut untuk periode tertentu – Specific deficiency: kekurangan zat gizi tertentu. misalnya kekurangan iodium. HDL dan VLDL.Macam Status Gizi: • Status Gizi Normal: keadaan tubuh yang mencerminkan kesimbangan antara konsumsi dan penggunaan gizi oleh tubuh (adequate) • Malnutrition: keadaan patologis akibat kekurangan atau kelebihan secara relatif maupun absolut satu atau lebih zat gizi. PSG .Suyatno FKM Undip 9 . Fe dll – Over nutrition: kelebihan konsumsi pangan untuk periode tertentu – Imbalance: keadaan disproporsi zat gizi.

dengan cara survei cross-sectional. dianalisis dan digunakan untuk jangka waktu yang panjang. dimana data dikumpulkan. dengan cara membandingkan hasil pengukuran-pengukuran individu dengan baku rujukan (cut off point). • Penapisan (screening): untuk mengidentifikasi individu malnutrisi yang memerlukan intervensi. PSG . • Surveillence: dengan ciri khas yaitu monitoring berkelanjutan dari status gizi populasi tertentu.Suyatno FKM Undip 10 .Metode Untuk Mengetahui Keadaan Gizi Masyarakat (Menurut WHO) • Survey: digunakan untuk menentukan data dasar (database) gizi dan/atau menentukan status gizi kelompok populasi tertentu atau menyeluruh. sehingga dapat mengidentifikasi penyebab malnutrisi.

Nutritional Assessment Why? The purpose of nutritional assessment is to: • Identify individuals or population groups at risk of becoming malnourished • Identify individuals or population groups who are malnourished PSG .Suyatno FKM Undip 11 .

Nutritional Assessment Why? 2 To develop health care programs that meet the community needs which are defined by the assessment To measure the effectiveness of the nutritional programs & intervention once initiated PSG .Suyatno FKM Undip 12 .

direct and indirect.Suyatno FKM Undip 13 . The direct methods deal with the individual and measure objective criteria. PSG .Metode Penilaian Status Gizi Nutrition is assessed by two types of methods. while indirect methods use community health indices that reflects nutritional influences.

Antropometri Klinis Biokimia Biofisik Survei konsumsi pangan Data statistik vital & faktor ekologi PSG .Suyatno FKM Undip 14 2. b. c. Secara langsung a. d. a. b.Metode Penilaian Status Gizi 1. Secara tidak langsung .

terutama untuk mengetahui ketidakseimbangan protein dan energi kronik dan malnutrisi sedang. • Metode klinik: digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda klinik dan tanda anatomik sebagai gejala malnutrisi.Metode Penilaian Status Gizi Langsung: • Metode Biokimiawi/Biofisik: untuk mengetahui terjadinya defisiensi berupa berkurangnya derajat simpanan zat gizi dalam jaringan atau cairan tubuh atau pengukuran fungsi fisiologis/tingkah laku yang berkaitan dg zat gizi tertentu.Suyatno FKM Undip 15 . dan dapat menunjuk riwayat gizi masa lalu. PSG . dengan cara melihat riwayat medis dan pemeriksaan fisik. • Metode antropometri: digunakan untuk mengukur defisiensi gizi berupa penurunan tingkat fungsional dalam jaringan.

7. 2. 5.Suyatno FKM Undip 16 6. Dietary inadequate Decreased level in reserve tissue store Decreased level in body fluids Methode (s) Used Dietary Biochemical Biochemical Decreased functional level in tissues Anthropometric/biochemical Decreased activity of nutrientdependent enzyme or mRNA for some protein Functional change Clinical symptoms Anatomical sign Biochemical/molecular technique Behavioral/physiological Clinical Clinical PSG . 8. 3. 4. .Metode Penilaian Status Gizi: Depletion Stage 1.

Suyatno FKM Undip 17 . yaitu ketidakseimbangan diet (dietary inadequacy) dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi • Metode Statistik Vital : mengidentifikasi outcome (berupa morbiditas dan mortalitas) yang diakibatkan oleh defisiensi gizi melalui berdasarkan statistik kesehatan • Metode Faktor Ekologi : mengidentifikasi faktor non gizi yang yang dapat mempengaruhi status gizi masyarakat.Metode Penilaian Status Gizi Tidak Langsung: • Metode Survei Konsumsi : mengidentifikasi tahap pertama dari defisiensi gizi. biologis dan lingkungan budaya PSG . meliputi faktor fisik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful