BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dewasa ini kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang seharihari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai “pelindung” makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Contohnya adalah kemasan makanan yang berbahan plsatik. Kemasan plastik dianggap murah dan praktis untuk pembungkus, termasuk pembungkus makanan. Alasan lain menggunakan plastik untuk pembungkus makanan adalah pembungkus nonplastik seperti kertas pengemas dianggap sulit diperoleh dan mudah rusak dibanding plastik. Tak heran hampir semua makanan baik roti, biskuit, mi instan, maupun air mineral menggunakan plastik sebagai pembungkus. Tidak hanya produk pabrikan, dalam kehidupan sehari-hari, pedagang makanan juga cenderung menggunakan plastik untuk membungkus makanan. Sehingga penggunaan kemasan plastik di masyarakat semakin meningkat. Perhatikan saja kalau kita membeli jajanan, gorengan, penjual langsung memasukkan jajanan yang masih panas itu ke pembungkus plastik yang lebih kita kenal sebagai “tas kresek”. Juga kalau kita membeli makanan berkuah seperti bakso atau soto, penjual memasukkan kuah panasnya langsung ke bungkus plastik. Ternyata kebiasaan itu memiliki efek buruk bagi kesehatan. Di negara maju, penggunaan plastik untuk pembungkus mulai dihindari. Menurut dr. Hengky Indradjaja, ada beberapa alasan kenapa penggunaan plastik mulai dihindari. Pertama, sejumlah bahan plastik bersifat racun (toksik) karena bahan yang digunakan untuk membuat plastik yaitu Polystirena (PS) diketahui bersifat karsinogenik yang dapat memicu munculnya penyakit kanker. Kedua, penggunaan plastik yang begitu luas dapat menjadi masalah lingkungan yang sangat kompleks. Sampah plastik tidak mudah terurai dibandingkan sampah organik. Membakar sampah plastik juga bukan penyelesaian baik karena residu dan asap plastik sangat beracun.
1

Apakah daun talas dapat digunakan sebagai pengemas makanan alami dan higienes? 2.3 Tujuan Karya tulis ini disusun dengan tujuan. dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. karena dun pisang sudah sering digunakan sebagai pembungkus makanan. Alternatif yang sering kita dengar sebagai pengganti plastik adalah daun. tapi. kelebihan daun talas selain sebagai pengobatan alternatif adalah sebagai pengemas makanan.4 Manfaat 2 . ditambah lagi karena daun pisang mudah didapat dan ramah lingkungan.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang tertera di atas. Apakah kelebihan daun talas digunakan sebagai pengemas makanan? 1. pengganti plastik dalam pembungkusan makanan yang tidak membahayakan kesehatan dan mencemari lingkungan. 1.Dari hal yang telah teruraikan di atas. Daun pisang sering digunakan sebagai pembungkus makanan. maka penulis mencoba mencari alternatif lain yaitu dengan menggunakan daun talas sebagai pembungkus makanan. agar para pembaca mengetahui bahwa. Oleh karena itu diperlukan alternatif lain. terutama daun pisang. Alasan penulis menggunakan daun talas sebagai pembungkus makanan pengganti daun pisang. bahwa plastik sangat berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. dikarenakan daun talas dapat dikonsumsi dan dapat digunakan sebagai pembungkus makanan yang dikenal sebagai buntil. 1.

biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan. Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi. lemak. dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan. lemak.1 Fungsi Pengemasan Makanan 3 . Mensosialisasika penggunaaan daun talas kepada masyarakat sebagi pengemas makanan. secara kuantitas maupun kualitas. agar makanan atau bahan pangan baik yang belum diolah maupun yang telah mengalami pengolahan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. vitamin. BAB II LANDASAN TEORI 2. baik otak maupun badan. protein. karbohidrat. Protein. 2.2. Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan.1.membantu pertumbuhan badan dan otak. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita. Pada umumnya bahan makanan mengandung beberapa unsur atau senyawa seperti air. Agar masyarakat dapat menggunakan daun talas sabagai pengemas makanan alami dan higienis untuk menghindari penggunaan kemasan plastik. pigmen dan lain-lain. karbohidrat. enzim. dapat sampai ke tangan konsumen dengan “selamat”. Maka dari itu makanan membutuhkan tempat penyimpanan atau pengemas yang tidak merusak kandungan gizi pada makanan dan tidak berdampak buruk bagi konsumen.1 Makanan Makanan adalah bahan.2 Pengemasan Makanan Pengemasan merupakan suatu cara atau perlakuan pengamanan terhadap makanan atau bahan pangan. dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. 2. 2. makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya.

dan menguntungkan bagi manusia yang mengkonsumsi bahan pangan.2 Tujuan Pengemasan Makanan • • • • • • • Membuat umur simpan bahan pangan menjadi panjang. 2. Menambah estetika dan nilai jual bahan pangan. Tahan panas.3 Persyaratan Bahan Pengemas Makanan • Memiliki permeabilitas (kemampuan melewatkan) udara yang sesuai dengan jenis bahan pangan yang akan dikemas.2. Mudah dikerjakan secara masinal dan harganya relatif murah. sehingga menguntungkan bagi bahan pangan.3 Plastik Pengemas Makanan 2.3. Mulai dari botol 4 .1 Plastik Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang yang ada di sekitar kita. Mendukung perkembangan makanan siap saji.Mengatur interaksi antara bahan pangan dengan lingkungan sekitar. • • • • Pengemasan makanan sangat berperan penting untuk menjaga atau melindungi makanan yang dikemas. Bahan yang digunakan untuk mengemas makanan harus sesuai dengan sifat-sifatbahan makanan yang akan dikemas. Memudahkan distribusi/ pengangkutan bahan pangan. Harus kedap air. 2. Harus bersifat tidak beracun dan inert (tidak bereaksi dengan bahan pangan). Menyelamatkan produksi bahan pangan yang berlimpah. 2. Menjaga dan menjamin tingkat kesehatan bahan pangan. Mencegah rusaknya nutrisi/gizi bahan pangan.2.

plastik laminating. karena makanan yang anda bungkus tidak langsung terkena plastik pembungkus. poliester. dan styrene. Sesudah Perang Dunia II. compact disk (CD). mungkin partikel-partikel plastik akan bercampur dengan makanan karena suhu makanan tersebut menyebabkan interaksi zat-zat yang ada pada plastik pembungkus. metacrylonitril. mobil. alat-alat militer hingga pestisida. polipropilen. Memang tidak semua. pipa pralon. seperti vinil klorida. gigi palsu. Migrasi (perpindahan) monomer terjadi karena dipengaruhi oleh suhu makanan atau penyimpanan dan proses pengolahannya. sehingga plastik pun dijadikan sebagai pembungkus makanan. Beberapa jenis kemasan plastik yang dikenal antara lain polietilen. nilon. dan vinil film. Sejak itu perkembangannya sangat cepat. Sangat tidak dianjurkan. Bahkan selama dua dasawarsa terakhir. akrilonitril. pangsa pasar dunia untuk kemasan pangan telah direbut oleh kemasan plastik. 2. mesin. Karena tingginya tingkat ketergantungan manusia pada plastik.3. diperkenalkan berbagai jenis kemasan plastik dalam bentuk kemasan lemas (fleksibel) maupun kaku. adanya migrasi atau pindahnya zat-zat monomer dari bahan plastik ke dalam makanan ini tidak mungkin dapat dicegah 100 persen. Monomer vinilklorida dan akrilonitril cukup tinggi potensinya untuk menimbulkan kanker pada 5 . Apalagi makanan yang masih dalam keadaan panas. hanya beberapa. Jadi apabila makanan yang anda bungkus dengan plastik terlebih dahulu dibungkus dengan kertas minyak hal itu masih dibolehkan. Dalam kemasan plastic. Kemasan plastik mulai diperkenalkan pada tahun 1900-an. vinylidene klorida. kulkas.minum.2 Kandungan Plastik Plastik ternyata mengandung zat-zat yang berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh manusia. TV. Maksud bahwa makanan tidak boleh dibungkus dengan plastik adalah apabila tidak ada alas antara keduanya atau gampangnya dibungkus telanjang. lalu dibungkus menggunakan plastik. kutex (pembersih kuku).

sifat termoplastis (bisa direkat menggunakan panas). baik yang berasal dari aditif maupun plasticizer. Aditif plastik jenis plasticizer. maupun dengan yang lainnya. Monomer-monomer lain. Namun setiap benda pasti memiliki kekurangan. tenggorokan.manusia. polivinil klorida. baik antara plastik dan plastik yang beda jenis. seperti vinilasetat. uterus. kaprolaktam. melamin. Kelebihan-kelebihan tersebut pun membuat plastic semakin unggul sebagai pembungkus makanan. Kekurangan plastic tersebut di antaranya kemungkinan terjadinya 6 . dan lever pada hewan. Kelebihan tersebut di antaranya kuat tetapi ringan. dan mudah diubah bentuknya. formaldehida. sedangkan akrilonitril bereaksi dengan adenin. dan lambung. kresol.3. bispenol. dapat diberi label atau cetakan dengan berbagai kreasi. praktis. plastik dapat digunakan dalam bentuk tunggal komposit atau multilapis dengan bahan lain. Akrilonitril menimbulkan cacat lahir pada tikus-tikus yang memakannya. murah. Kombinasi tersebut dinamakan laminasi. Sebagai bahan pembungkus. seperti akrilat. dan metakrilat serta senyawa-senyawa turunannya. heksa metilendiamin. dan akrilonitril dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan terutama mulut. stabilizer. isosianat organik. tidak berkarat. dengan waktu kontak yang cukup lama. Vinilasetat telah terbukti menimbulkan kanker tiroid. 2. kombinasi dari berbagai jenis plastik dapat menghasilkan ratusan jenis kemasan. Pada suhu kamar. epodilokloridrin. Vinilklorida dapat bereaksi dengan guanin dan sitosin pada DNA. dan antioksidan dapat menjadi sumber pencernaran organoleptik yang membuat makanan menjadi berubah rasa serta aroma dan bisa menimbulkan keracunan. tidak luput pula dengan plastic. plastik dan kertas.3 Kelebihan dan kekurangan plastik Plastik sebagai kemasan pembungkus makanan memiliki berbagai kelebihan. senyawa berberat molekul kecil dapat masuk ke makanan secara bebas. stirena. Dengan demikian.

Bahan alami yang dapat digunakan untuk mengemas makanan contohnya daun pisang. masyarakat masih tetap memilih plastic sebagai pembungkus makanan. sehingga dengan permukaan yang licin . maka cocok untuk digunakan untuk mengemas. terutama jika makanan tersebut tak cocok dengan kemasan atau wadah penyimpanannya. dapat dicoba untuk dikurangi dengan mencari alternatif pengganti plastic yang ramah lingkungan misalnya dengan daun. Tetapi tidak semua daun pisang baik digunakan untuk mengemas. tetapi tidak berarti memiliki fungsi yang lebih baik dari kemasan tradisional yaitu : 1.migrasi atau pindahnya zat-zat monomer dari bahan plastik ke dalam makanan. produk ini banyak mengandung air. maka dari itu banyak alternatif yang dapat digunakan untuk mengemas makanan. 2. Selain daun. rendah menyerap panas. Styrofoam Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah 7 . saat ini banyak alternatif pengemas makanan modern. Dari pengemas yang tradisional maupun pengemas modern. hal ini untuk lebih melenturkan daun sehingga mudah untuk dilipat dan tidak sobek atau pecah. pengemas makanan berbahan platik sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan (karena tidak dapat terurai oleh mikroorganisme). Namun. Seperti yang kita ketahui. bahan-bahan kimia yang terkandung didalamnya bisa membahayakan kesehatan. kayu. kemasan alami juga ada yang terbuat dari bambu. Seperti halnya pada pengemasan tape ketan. Bahkan jika tidak digunakan sesuai fungsinya. kedap air dan udar. rami atau yute. dikarenakan sifat fisik yang berbeda terutama sifat fleksibilitas. Penggunaan plastic itupun.4 Alternatif Pengemas Makanan. Cara penggunaannya dapat secara langsung atau melalui proses pelayuan terlebih dahulu. Beberapa jenis plastik dikondisikan tak tahan panas dan perlu waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami. Walaupun banyaknya kekurangan dari plastik tersebut.

seperti: ginjal. hati. Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Pada Juli 2001. otak. Yakni kurang leblh l5 menit untuk menghindarkan adanya E-coli yang sangat mematikan. Gelas Gelas merupakan bahan pengemas yang aman. riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas. Selain itu. tidak penyok dan tidak bocor. 4. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC). yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan Styrofoam yang ringan dan praktis ini masuk dalam kategori jenis plastik. Namun demikian bila kita akan mengonsumsi makanan yang dikemas dalam kaleng ini perlu melakukan pemanasan ulang.satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebi hi batas yang ditentukan. bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang. serta ringan. biaya murah. 3. Kaleng Kaleng yang dipergunakan untuk mengemas makanan itu cukup aman sebatas tidak berkarat. Di dalam tubuh manusia. timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain.lebih aman. Gelas banyak 8 . Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. saraf dan tulang. Kertas Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan. 2. Tetapi.

taoco.5.5 Daun Talas sebagai Pengemas Makanan. 2.1 Talas. Talas mirip dengan taro namun menghasilkan umbi yang lebih besar. direbus atau digoreng setelah dipotong-potong kecil. Permukaan daunnya ditumbuhi rambut-rambut halus yang menjadikannya kedap air karena air akan mengalir langsung meninggalkan permukaan daun. Daunnya Xanthosoma roseum juga sebagai pakan ikan gurame. 2. kecap. Umbi talas dapat diolah dengan dikukus. Daun ini dapat digunakan sebagai pelindung kepala bila hujan. suku talas-talasan atau Araceae) merupakan tumbuhan penghasil umbi.. Daun talas berbentuk perisai yang besar.digunakan untuk mengemas minuman ataupun makanan yang telah diproses melalui proses fermentasi seperti acar. Talas atau talas bogor (Colocasia giganteum Hook. Daun talas Kerajaan: (tidak termasuk) Ordo: Famili: Upafamili: Bangsa: Genus: Plantae Monocots Alismatales Araceae Aroideae Caladieae Xanthosoma 9 . populer ditanam terutama di wilayah Indonesia bagian barat. Daun talas dapat dipakai sebagai pembungkus. dan lain-lain.

iklim. Kandungan gizi talas Kandungan gizi Energi (kal) Protein (g) Lemak (g) Hidrat arang total (g) Serat (g) Abu (g) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Besi (mg) Karoten total Vitamin B1 (mg) Vitamin C (mg) Air (g) Bagian yang dimakan (%) Talas mentah 120 1. kesuburan tanah. Umbi talas segar sebagian besar terdiri dari air dan karbohidrat.06 4 72. Kandungan kimia dalam talas dipengaruhi oleh varietas. Kulit talas berwarna kemerahan.5 0.7 0 0. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI.3 28.9 0.8 47 67 0.Tarkotjo (1980).4 100 Sumber : Slamet D.2 Kandungan Talas.7 0.7 0 0.4 0. Sedangkan warna dagingya putih keruh. Talas merupakan umbi berbentuk silinder atau lonjong sampai agak bulat.05 2 69. hal 26. Kandungan gizi yang terdapat pada 100 gram umbi talas terdapat dalam tabel berikut : Tabel 1.0 0. 2. dan umur panen.juga dapat dimakan dan dijadikan pembungkus makanan yang dikenal sebagai buntil.5.4 25. 10 . majalah gizi dan makanan jilid 4.2 85 Talas rebus 108 1.8 31 67 0. bertekstur kasar dan terdapat bekas-bekas pertumbuhan akar.S dan Ig.2 0.

daun yang muncul dari tunas apikal komus berupa gulungan dengan tangkai daun panjang dan tegak yang menopang lembar daun yang lebar dan besar. yaitu memiliki helaian daun. saponin. tangkai daun dan pelepah serta termasuk daun tunggal. resin.Selain umbi talas. tetapi memiliki banyak rongga udara yang memungkinkan tanaman beradaptasi terhadap kondisi tergenang. Daun berbentuk perisai. 11 .5 – 1. dimana akar berasal atau tersusun atas sekelompok akar adventif yang terletak pada batang yang sangat pendek dan berbentuk filiformis. essensial oil.5. Tepi daun rata. Arah tumbuh batang tegak. Batang sangat pendek. glikosida. Umbi talas mengandung pati yang mudah dicerna kira-kira sebanyak 18. dengan pertulangan daun menjari dan tipe peruratan daun memata jala. Daun merupakan daun lengkap. Kecuali spesies Amorphophallus. sehingga berdasarkan arah tumbuhnya cabang maka talas memiliki model arsitektur Chamberlain.5 m dan memiliki daun berjumlah 2 sampai dengan 5 helai. berwarna coklat agak kehitaman dan terkadang diseliputi oleh bulu-bulu yang halus. Ibu tulang daun daun besar dan dapat dibedakan dengan jelas dengan anak-anak tulang daun lainnya. Tinggi tanaman ini antara 0. daun talas mengandung banyak senyawa kimia yang dihasilkan dari metabolisme sekunder seperti alkaloid. berwarna hijau dan terkadang agak kekuning-kuningan.2% dan sukrosa serta gula pereduksinya 1. Batang berbentuk bulat dan jarak antar ruas batang sangat sempit atau pendek. gula dan asam-asam organik. Bagian bawah daun berlapis lilin. sedangkan bagian atas daun berwarna lebih cerah dari bagian bawahnya dan memiliki tekstur yang kasap. Batang berada di dalam tanah.42%. 2.3 Ciri-ciri Tanaman Talas Talasan adalah tanaman herba monokotil tahunan. Tangkai daun berwarna hijau. berbentuk tameng. biasanya terbungkus oleh pelepah daun dan berbentuk umbi (bongkol) yang seringkali kita konsumsi. Sifat umum talasan adalah terdapatnya cairan getah menggigit yang ditemukan di seluruh jaringan. Akar tanaman ini termasuk sistem perakaran serabut. Tangkai daunnya lembut panjang padat berisi. bergaris-garis tua dengan panjang 20 – 60 cm. Pangkal daun berlekuk dan ujungnya meruncing.

Bibit yang baik merupakan anakan kedua atau ketiga dari pertanaman talas sebelumnya. pertanaman tanaman talas masih dijalankan secara tradisional. Pilih bibit yang berada pada bagian bakal tunas. kemudian iris dan tinggalkan satu mata bakal tunas. menyebabkan ikut terhambatnya produksi daun talas. Setiap tanaman tidak lepas dari penyakit atau hama. Tehambatnya produksi talas.5. Begitu pula dengan tanaman talas. Siapkan bibit yang berasal dari tunas atau umbi sebelumnya (tunas biasanya berumur 5-7 bulan).4 Budi Daya Talas Penanaman talas di negeri kita saat ini masih terbatas pada pekarangan dan tegalan saja.2. Pada umumnya. Dimana bibit yang berupa anakan. dianginkan dan waktu disemaikan. 3. Sejenis cendawan yang dapat menyebabkan tananaman talas layu. lapisan bagian dalam irisan dilapisi abu. Umbi yang diiris. Hal ini menyebabkan produksi tanaman talas tehambat. disimpan pada tempat yang lembab dan dapat digunakan pada musim tanam berikutnya. hal ini yang menyebabkan sedikitnya orang menggunakan daun talas sebagai pengemas makanan. Penanaman talas sangat mudah dilakukan. Langkah-langkah pembibitan : 1. diperoleh dari pertanaman sebelumnya. 4. dan memerlukan ketekunan serta keterampilan yang sederhana. setelah dipisahkan dari tanaman induk. Hama yang mengganggu secara tidak langsung ialah rayap yang menggeruguti 12 . Setelah bibit tersebut berdaun 2-3 lembar daun. Anakan tersebut. 2. umbi siap ditanam pada tanah yang telah diolah sampai gembur (jarak tanam : 75cm X 75 cm).

Tentu saja hal itu akan membahayakan. sebaiknya tidak menggunakan pestisida. Pemberantasan hama pada tanaman talas yang daunnya akan digunakan sebagai pengemas makanan. karena zat-zat pestisida yang melekat pada daun talas akan bercampur dengan makanan.buah talas sehingga pertumbuhan tidak sempurna. Tidak sempurnanya pertumbuhan tanaman talas menyebabkan produksi daun talas semakin berkurang. Karena zatzat pestisida akan dengan mudah melekat pada daun talas. Tetapi hal itu tidak akan berbahaya. 13 . jika kita dapat mengolah daun talas dengan baik.

1 Metode Pengumpulan Data Adapun metode pengumpulan data dalam penulisan adalah menggunakan metode studi pustaka.BAB III. Data dari buku-buku sumber dan internet ini diharapkan dapat menunjang data yang diperoleh. METODE PENELITIAN 3. Dengan analisis secara deskriptif ini akan dipersentasikan secara lebih ringkas. 3.2 Metode Pengolahan Data Setelah data terkumpul. pengolahan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. sederhana. Analisis deskriptif pada umumnya menyangkut tentang plastik sebagai bahan pengemas makanan dan hal-hal yag berkaitan dengan talas (daun talas). dan lebih mudah dimengerti. Metode studi pustaka dilakukan dengan mencari data melalui internet dan membaca buku-buku yang terkait dengan data yang diangkat pada karya tulis ini. 14 .

jajanan tradisional Bali (sumping). nasi. lembaran dengan tangkai dan panjangnya daunnya 20-50 mencapai warna 1 cm. Daun talas dapat dipakai sebagai pembungkus makanan seperti bubur. Disamping itu talas juga merupakan sumber pangan ubi-ubian nomor tiga setelah ubi kayu dan ubi jalar. sehingga dapat digunakan sebagai pelindung kepala bila hujan. Tidak hanya umbi talas yang dapat dipergunakan.1 Daun Talas sebagai Pengemas Makanan Alami. Permukaan daunnya ditumbuhi rambut-rambut halus yang menjadikannya kedap air karena air akan mengalir langsung meninggalkan permukaan daun. meter pelepahnya bermacam-macam. Bila daun Talas dipolesi minyak kelapa asli rasa makanan akan lebih gurih dan tidak lengket pada daun 15 .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Ia merupakan salah satu tanaman palawija yang penting. tetapi daun talas bisa digunakan sebagai pembungkus makanan. Talas adalah salah satu jenis tanaman yang sudah dikenal luas dalam masyarakat kita. Daun talas mempunyai struktur atau karakteristik yang lebar sehingga sangat cocok jika di gunakan sebagai pengemas makanan. Daun talas berbentuk perisai besar dengan tangkai panjang dan besar.

Setelah daun yang sudah bersih. Hal lain yang menyebabkan daun talas mudah dibersihkan adalah permukaan daun alas yang lebar serta lapisan lilin yang terdapat pada daun talas yang menyebabkan kotoran-kotoran tidak mudah melekat pada permukaan daun. daun talas tersebut siap digunakan sebagai sebagai pengemas makanan. kemudian dibersihkan. Daun talas yang baru dipetik. Membersihkan daun talas. Daun talas memiliki keunggulan tersendiri dari daun-daun lainnya.1. cukup dengan lap yang basah. Buntil merupakan Kebanyakan pengemasan makanan makanan buntil. Daun talas selain digunakan sebagai pengobatan alternatif. daun talas tersebut tidak perlu melalui proses penjemuran. juga dapat digunakan sebagai pengemas makanan. Alasan menggunakan daun talas sebagai pengemas buntil tidak lain karena daun talas mempunyai permukaan dau yang sangat lebar. Setalah daun siap. dijemur selama + 1-2 menit. Contoh makanan yang saat ini sudah dikemas dengan daun talas adalah Buntil. yang sudah dipisahkan dari batangnya. Bila daun talas digunakan sebagai pengemas jajanan Bali seperti sumping. 4. kemudian pangkal daun dipotong untuk memisahkan tulang daun yang keras yang terdapat pada pangkal daun. Daun talas memiliki lapisan lilin yang 16 .4.2 Keunggulan Daun Talas sebagai Pengemas Makanan. Daun talas hanya dipotong sesuai dengan keiinginan dan jenis makanan. Selain digunakan untuk pengemas juga bisa langsung di makan karena talas mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi. khas buntil daun magelang. menggunakan talas sebagai kemasan daun talas. Daun talas dapat dijadikan pengemas makanan alami dan higienis karena daun talas mudah untuk dibersihkan. Setelah daun layu.1 Pengolahan Daun Talas Sebagai Pengemas Makanan.

daun talas juga kedap terhadap minyak. alami dan ramah lingkungan ke kalangan masyarakat luas. sehingga kandungan makanan tidak mudah hilang. tidak mungkin akan selalu menggunakan daun pisang sebagai pengemas makanan. pengemas makanan alami juga akan menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini terjadi karena adanya prinsip gaya kohesi dan adhesi. Tanpa di sadari. Selain menjaga kesehatan. Seperti yang kita ketahui. daun talas juga dapat dimanfaatkan sebagai pengemas makanan daripada terbuang dengan sia-sia. yaitu gaya tarik menarik antar molekul yang sejenis dalam hal ini gaya tarik antar molekul air lebih besar daripada gaya tarik menarik molekul air dengan molekul lapisan lilin pada daun talas. Keunggulan lain dari daun talas sebagai pengemas makanan adalah dapat dengan mudah dicari. daun talas juga tidak kalah dengan daun pisang. Karena tanaman talas dapat tumbuh di daerah-daerah tropis seperti Indonesia. Selain daun talas mudah dicari. kebanyakan masyarakat hanya menggunakan daun pisang sebagai pengemas makanan alami. Permukaan daun talas yang lebar. kebanyakan orang hanya menggunakan atau hanya memanfaatkan umbi talas.menyebabkan daun tersebut kedap air. Alasan para peneliti menggunakan talas sebagai bahan pembuatan bio-plastik. tidak jika penggunaan kemasan daun pisang diseimbangkan dengan penggunaan daun talas sebagai pengemas makanan guna menanambah pengemas organik. Tetapi. karena keunggulan talas yang memiliki lapisan lilin yang kedap air. 17 . Selain daun talas kedap air. Hal tersebut menjadikan makanan tidak mudah mengalami fermantasi (basi). daun talas juga mudah untuk dibudidayakan sendiri. Di kalangan masyarakat sekarang. Oleh karena itu. Jika dibandingkan dengan daun pisang. Dimana gaya kohesinya lebih besar dari pada adhesinya. juga menjadi keunggulan tersendiri sebagai pengemas makanan. Dewasa ini sedang dilakukan penelitian nanoteknotogi penggunaan daun talas sebagai bio-plastik.

1 Kesimpulan Dari data yang telah dijabarkan. Daun talas mempunyai karakteristik tersendiri sebagai pengemas makanan.BAB V PENUTUP 5. Daun talas mempunyai keunggulan-keunggulan dalam pengemasan makanan. 2. 5. dapat ditarik kesimpulan. Pembudidayaan tanaman talas bertujuan meningkatkan produksi daun talas. Alternatif lain pengemas makanan organik selain daun pisang.2 Saran 18 . Penggunaan plastik sebagai pengemas makanan tidak baik bagi kesehatan dan tidak baik bagi lingkungan. Pengolahan daun talas sebagai pengemas makanan dapa dilakukan dengan cara yang sederhana. bahwa : 1. 4. 3. 6. yaitu dapat menggunakan daun talas. 5.

diakses tangga 8 Agustus 2010 19 . Teknologi Pangan Jilid 2. Sri Rini Dwi.2008.htm.Adapun saran yang disampaikan penulis adalah : 1.blogspot.wordpress.Jakarta:Kanisus http://warihnugroho.html.Budi Daya Talas. DAFTAR PUSTAKA Ari. Rahmat Rukmana. 2.Jakarta:Dektorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.com/2008/04/budi-daya-talas. Ir. Diakses tanggal 6 Agustus 2010 file:///D:/camp%20rock/Tugas/talasl.com/2009/01/27/umbi-umbian-talas/. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kandungan daun talas yang lebih lengkap. Diakses tanggal 1 Agustus 2010 http://bukabi.1998. Perlu adanya sosialisasi guna menyebarluaskan kegunaan daun talas sebagai pengemas makanan di kalangan masyarakat luas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful