Skenario : SAKIT PERUT BAGIAN KANAN: Skenario : SAKIT PERUT BAGIAN KANAN Seorang ibu , 35 tahun , datang ke rumah

sakit dengan keluhan sakit di daerah perut kanan dan menjalar sampai ke bawah 5 jam yang lalu . Sakitnya bersifat datang-datang . Penderita merasa mual tapi tidak sampai muntah , tidak ada demam . Kata Kunci: Kata K unci Ibu 35 tahun Sakit perut kanan Nyeri menjalar ke bawah Sejak 5 jam yang lalu N yeri kolik Mual tanpa muntah Tidak ada Demam Tabulasi Penyakit: Tabulasi Penyakit No penyakit nyeri mual Muntah (-) demam umur jk keterangan 1 Ureterolithiacis + ± + + dws L>W Ny . Kolik n¶ mnjalar 2 Nefrolitiasis dextra + + ± ± dws L>W 3:1 Ny . Menetap n¶ tdk menjalar 3 apendicitis + ± - - Semua umur L:W Ny . Intermiten n¶ mnjalar 4 kolelitiasis + ± + + dws Ny . Intermiten n¶ mnjalar 5 Penyakit saluran cerna + + - ± Semua umur L:W Ny . Kolik n¶ intermiten Ureterolithiasis: Ureterolithiasis Definition: Definition Terbentuknya batu pada saluran ureter. Terbentuknya batu ini biasanya terjadi pada calices ginjal yang kemudian bergerak turun ke ureter Etiology: Etiology adanya gangguan aliran urine, gangguan metabolik , infeksi saluran kemih , dehidrasi , ( idiopatik ) Stone Formation Theories: Stone Formation Theories Teori Inti Matriks Teori Supersaturasi Teori Presipitasi Teori Berkurangnya Faktor Penghambat Risk Factor: Risk Factor Intrinsik : Herediter Umur Jenis Kelamin Ekstrinsik : Geografis Iklim & Temperatur Asupan air & diet Pekerjaan Riwayat ISK Epidemiology: Epidemiology paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun Pada Pria, insiden mulai meningkat setelah usia 20, puncak antara 40 dan 60 tahun Pada Wanita, tingkat insiden tampaknya lebih tinggi pada akhir 20-an pada usia 50 P : W = 3 : 1 Slide 12: Formasi Batu di Ginjal Turun ke Ureter Obstruksi Peristaltik Ureter Penekanan Saraf Visceralis Reaksi Peradangan Retensi Urine Mual , muntah Perangsangan pada Saraf Pusat Nyeri Kolik Menjalar PATOMEKANIME ANAMNESIS: ANAMNESIS SEJAK KAPAN TERJADI? KALI KE BERAPA? WARNA URIN? NYERI SAAT BERKEMIH? RIWAYAT KELUARGA? RIWAYAT PENGGUANAAN OBAT? PENYAKIT TERDAHULU? KONSUMSI AIR PERHARI? JENIS MAKANAN? PENJALARAN NYERI? AKTIFITAS SEHARI-HARI? PEMERIKSAAN FISIK: PEMERIKSAAN FISIK INSPEKSI CARA JALAN KONDISI UMUM PASIEN PALPASI NYERI TEKAN PERKUSI NYERI KETOK PADA RCV PEMERIKSAAN PENUNJANG: PEMERIKSAAN PENUNJANG URINALISIS HEMATURIA MAKROSKOPI HEMATURIA MIKROSKOPI RADIOLOGI BNO IVP USG (BILA TDK MUNGKIN IVP) CISTOURETEROSCOPY PENATALAKSANAAN: PENATALAKSANAAN Medikamentosa Di tujukan kepada batu dengan ukuran dibawah 5 mm, dengan harapan batu akan keluar secara spontan Terapi juga ditujukkan untuk kerangi nyeri Memperlancar aliran urine dengan pemberian diuretikum Meminum banyak air supaya mendorong batu keluar saluran kemih . Slide 17: ESWL (extracorporeal shockwave lithotripsy) Alat ESWL adalah alat pemecah batu yang di perkenalkan pertama kali oleh Caussy pada 1980. Alat ini dapat memecah batu ginjal , batu ureter proksimal atau batu buli-buli tanpa melalui tindakan invasif dan tanpa pembiusan . Slide 18: Endurologi Tindakan Endurologi adalah tindakan invasif minimal untuk mengeluarkan batu saluran kemih yang terdiri atas memecah batu dan kemudian mengeluarknnya dari saluran kemih melalui alat yang dimasukkan langsung kedalam saluran kemih .

infeksi saluran kemih oleh mikroorganisme berdaya membuat urease (Proteus mirabilis). gangguan metabolisme.Slide 19: Beberapa tindakan Endurologi adalah PNL ( Percutaneous Nephro Litholapaxy ) Litotripsi Ureteroskopi atau Uretero-renoskopi Ekstraksi Dormia Slide 20: Bedah Laparoskopi Pembedahan ini untuk mengambil batu saluran kemih yang sedang berkembang . (R. mukoprotein dan beberapa peptida. sitrat. C ara ini banyak dipakaiuntuk mengambil batu ureter Bedah Terbuka pembedahan terbuka ini antara lain adalah : Pielolithotomi atau nefrolithotomi ureterolitotomi PROGNOSIS: PROGNOSIS Bisa berulang .Teori Nukleasi Batu terbentuk di dalam urine karena adanya inti batu sabuk batu (nukleus).com/konsultasi/ urologi/html. konsumsi makanan . b. Batu juga bisa tetap tinggal di ureter sambil menyumbat dan menyebabkan obstruksi kronik dengan hidroureter yang mungkin asimtomatik. dehidrasi.00). 1999 Hal 451). Tidak jarang terjadi hematuria yang didahului oleh serangan kolik. Banyak teori yang menerangkan proses pembentukan batu di saluran kemih. dan mukoprotein) merupakan kerangka tempat diendapkannya kristal-kristal batu. Partikel-partikel yang berada dalam larutan yang kelewat jenuh (supersaturated) akan mengendap di dalam nukleus itu sehingga akhirnya membentuk batu.Teori Matriks Matriks organik terdiri atas serum/protein urine (albumin. Batu ureter mungkin dapat lewat sampai ke kandung kemih dan kemudian keluar bersama kemih. Jika kadar salah satu atau beberapa zat itu berkurang. jaringan mati (nekrosis papil) dan multifaktor (www. Sjamsuhidajat. 07 Oktober 2003 Jam 09. serta pyoureter Payah ginjal Urinari vistula Cystitis Perdarahan Pencegahan: Pencegahan Pada umumnya : Menghindari dehidrasi dengan minum cukup air dan diusahakan produksi urin sebanyak 2-3 liter per hari Diet untuk membentuk zat-zat pembentuk batu Aktifitas harian cukup Pemberian medikasi mentosa Untuk mengurangi kambuhan : Rendah protein Rendah oksalat Rendah garam Rendah purin Ureterolithiasis adalah kalkulus atau batu di dalam ureter (Sue Hinchliff. globulin. frekuensi terpaparnya pembentuk batu . benda asing. .detikhealth. KOMPLIKASI: KOMPLIKASI Hidronephrosis Hidroureter Pyonephrosis / pyelonephritis . 1027). 2. Batu ureter pada umumnya berasal dari batu ginjal yang turun ke ureter. 1998 Hal.Penghambatan kristalisasi Urine orang normal mengandung zat penghambat pembentuk kristal.Etiologi Etiologi pembentukan batu meliputi idiopatik. Batu ureter juga bisa sampai ke kandung kemih dan kemudian berupa nidus menjadi batu kandung kemih yang besar. Karena t ergantung dari banyaknya konsumsi minum air. Beberapa teori pembentukan batu adalah : a. tetapi hingga kini masih belum jelas teori mana yang paling benar. c. Inti batu dapat berupa kristal atau benda asing di saluran kemih. dll . antara lain : magnesium. gangguan aliran kemih. akan memudahkan terbentuknya batu di dalam saluran kemih. pirofosfat.

Demikian pula telor sistosoma kadang berupa nidus batu (R. stasis. perut sebelah bawah. hal ini karena adanya pengaruh status gizi dan aktivitas pasien sehari-hari. Nyeri ini dapat menjalar hingga ke perut bagian depan. Pada kebanyakan penderita batu kemih tidak ditemukan penyebab yang jelas. 6. asam urat. Sjamsuhidajat. 2000 Hal 69). 1027). Angka kejadian penyakit ini tidak sama di berbagai belahan bumi. Jaringan abnormal atau mati seperti pada nekrosis papila di ginjal dan benda asing mudah menjadi nidus dan inti batu. Batu yang terletak di sebelah distal ureter dirasakan oleh pasien sebagai nyeri pada saat kencing atau sering kencing. daerah inguinal. Patofisiologi Komposisi batu saluran kemih yang dapat ditemukan adalah dari jenis urat. dan benda asing.Ultrasonografi ginjal (hidronefrosis) . 3. Batu urat pada anak terbentuk karena pH urin rendah (R. infeksi. Batu yang ukurannya kecil (<5 mm) pada umumnya dapat keluar spontan sedangkan yang lebih besar seringkali tetap berada di ureter dan menyebabkan reaksi peradangan (periureteritis) serta menimbulkan obstruksi kronik berupa hidroureter/hidronefrosis (Basuki. 1998 Hal. 1027). Batu fosfat dan kalsium (hidroksiapatit) kadang disebabkan hiperkalsiuria (tanpa hiperkalsemia). sedangkan di seluruh dunia rata-rata terdapat 1 ± 12 % penduduk menderita batu saluran kemih (Basuki. Insiden penyakit ini dapat menyerang penduduk di seluruh dunia tidak terkecuali penduduk di negara kita.Foto polos perut (90% batu kemih radiopak) d. 4.Air kemih 1)Mikroskopik endapan 2)Biakan 3)Sensitivitas kuman b. Di negara-negara berkembang banyak dijumpai pasien batu buli-buli sedangkan di negara maju lebih banyak dijumpai penyakit batu saluran kemih bagian atas. dan sampai ke kemaluan. sehingga menimbulkan kontraksi yang kuat dan dirasakan sebagai nyeri hebat (kolik).(Basuki. Batu fosfat amonium magnesium didapatkan pada infeksi kronik yang disebabkan bakteria yang menghasilkan urease sehingga urin menjadi alkali karena pemecahan ureum.Faal ginjal 1)Ureum 2)Kreatinin 3)Elektrolit c. 2000 Hal. Batu asam urin disebabkan hiperuremia pada artritis urika. Infeksi. sistin.Foto pielogram intravena (adanya efek obstruksi) e. 5. 1998 Hal. Faktor predisposisi berupa stasis. fosfat. di antaranya berkaitan dengan sindrom alkali atau kelebihan vitamin D. Tes Diagnostik a. 63). dan xantin. Manifestasi Klinis Gerakan pristaltik ureter mencoba mendorong batu ke distal. Sjamsuhidajat. Di Amerika Serikat 5 ± 10% penduduknya menderita penyakit ini. Batu oksalat kalsium kebanyakan merupakan batu idiopatik. oksalat. dan litiasis merupakan faktor yang saling memperkuat sehingga terbentuk lingkaran setan atau sirkulus visiosus. 2000 hal. 62). Batu campuran oksalat kalsium dan fosfat biasanya juga idiopatik.

Ureterolitotomi : mengambil batu di uretra. keterbatasan aktivitas / mobilitas sehubungan kondisi sebelumnya. 3). KONSEP DASAR KEPERAWATAN Proses keperawatan adalah suatu sistem perencanaan pelayanan asuhan keperawatan yang terdiri dari 5 (lima) tahap (Doenges.Endourologi 1). Pengkajian keperawatan pada ureterolithiasis tergantung pada ukuran. karena batu diharapkan dapat keluar spontan. d. 1998 Hal. . Cara ini banyak dipakai untuk mengambil batu ureter. pekerjaan di mana klien terpajan pada lingkungan bersuhu tinggi.ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsi) Alat ESWL adalah pemecah batu yang diperkenalkan pertama kali oleh Caussy pada tahun 1980.Medikamentosa Ditujukan untuk batu yang ukurannya < 5 mm. Batu dipecah menjadi fragmen-fragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih. Ureteroskopi atau uretero-renoskopi : memasukkan alat ureteroskopi per uretram guna melihat keadaan ureter atau sistem pielokaliks ginjal.f. Vesikolitotomi : mengambil batu di vesica urinaria 4). Ureterolitotomi : mengambil batu di ureter.Bedah terbuka : 1). Ekstraksi Dormia : mengeluarkan batu ureter dengan menjaringnya dengan keranjang Dormia.Analisis biokimia batu h.Pemeriksaan kelainan metabolik 7. Alat ini dapat memecah batu ginjal. Batu kemudian dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu.Pengkajian Pengkajian keperawatan merupakan pengumpulan data yang berhubungan dengan pasien secara sistematis. Litotripsi : memecah batu buli-buli atau batu uretra dengan memasukkan alat pemecah batu (litotriptor) ke dalam buli-buli. Dengan memakai energi tertentu. b. 1999 Hal 672). yaitu : 1. Pielolitotomi atau nefrolitotomi : mengambil batu di saluran ginjal 2). 4).Bedah Laparoskopi Pembedahan laparoskopi untuk mengambil batu saluran kemih saat ini sedang berkembang. atau batu buli-buli tanpa melalui tindakan invasif atau pembiusan. batu ureter proksimal. batu yang berada di dalam ureter maupun sistem pelvikalises dapat dipecah melalui tuntunan ureteroskopi atau uretero-renoskopi ini. Pecahan batu dikeluarkan dengan evakuator Ellik. 2). B. a. PNL (Percutaneous Nephro Litholapaxy) : mengeluarkan batu yang berada di saluran ginjal dengan cara memasukkan alat endoskopi ke sistem kaliks melalui insisi kulit. lokasi. Terapi yang diberikan bertujuan mengurangi nyeri.Aktivitas / istirahat Gejala : pekerjaan monoton. memperlancar aliran urine dengan pemberian diuretikum. Penatalaksanaan Medik a. dan etiologi kalkulus (Doenges. dan minum banyak supaya dapat mendorong batu keluar.Foto kontras spesial 1)Retrograd 2)Perkutan g. 2). c. 3). e.

Eliminasi Gejala : riwayat adanya ISK kronis. Nyeri / kenyamanan Gejala : episode akut nyeri berat. Intervensi : 1). survey biokimia. muntah e. fosfat. distensi vesica urinaria. antihipertensi. pucat. 2). ketidakcukupan intake cairan Tanda : Distensi abdominal. menggigil g. kalsium oksalat / fosfat. Makanan / cairan Gejala : mual / muntah. nyeri dapat digambarkan sebagai akut. lokasi tergantung pada lokasi batu. perubahan pola berkemih d. penurunan haluaran urine. Penyuluhan dan Pembelajaran Gejala : riwayat kalkulus dalam keluarga. scan CT. berhubungan dengan trauma jaringan Tujuan : Nyeri hilang atau terkontrol. allopurinol. Catat lokasi nyeri. diet tinggi purin. paratiroidisme.b. USG 2. penyakit ginjal. 1999 Hal 672) a. diare. berhubungan dengan trauma jaringan b. c. natrium bikarbonat. obstruksi oleh kalkulus) kulit hangat dan kemerahan. IVP. prognosis. Sirkulasi Tanda : peningkatan TD / nadi. nyeri tekan pada area abdomen f. foto Rontgen. Diagnosa Keperawatan Dari data-data yang didapatkan pada pengkajian.Nyeri (akut). Adapun diagnosa keperawatan yang umum timbul pada batu saluran kemih adalah (Doenges. rasa terbakar.Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) tentang kondisi.Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan diuresis pasca obstruksi i.Nyeri (akut). Jelaskan penyebab nyeri Rasional : memberi kesempatan untuk pemberian analgetik dan membantu meningkatkan . dan penyebaran Rasional : membantu mengevaluasi tempat obstruksi dan pergerakan kalkulus.Perubahan pola eliminasi berkemih (polakisuria) berhubungan dengan obstruksi mekanik c. kultur urine. tidak hilang dengan perubahan posisi atau tindakan lain Tanda : melindungi. lamanya intensitas. a. hebat. tidak mengenal sumber informasi 3. salah interpretasi informasi. ISK. hipertensi. (nyeri. Tanda : oliguria. dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpajan / mengingat. pengguna antibiotik. maka langkah selanjutnya adalah menyusun intervensi. demam. nyeri tekan abdomen. Pemeriksaan diagnostik Urinalisis. pemasukan berlebihan kalsium dan vitamin h.Intervensi Dari diagnosa yang telah disusun berdasarkan data dari pengkajian. hematuria. sistoureteroskopi. Keamanan Gejala : pengguna alkohol. tiazid. disusunlah diagnosa keperawatan. prilaku distraksi. piuruia. urine 24 jam. dorongan berkemih. penurunan / tidak ada bising usus .

. sehingga menyebabkan sensasi kebutuhan berkemih segera. Awasi pemasukan dan pengeluaran dan karakteristik urine Rasional : memberikan informasi tentang fungsi ginjal dan adanya komplikasi. catat adanya batu Rasional : penemuan batu memungkinkan identifikasi tipe dan jenis batu untuk pilihan terapi. Dorong peningkatan intake cairan Rasional : peningkatan hidrasi membilas bakteri. Selidiki keluhan kandung kemih penuh Rasional : Retensi urine dapat terjadi. dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpajan / mengingat. elektrolit Rasional : mengkaji hidrasi dan keefektifan / kebutuhan intervensi d.Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) tentang kondisi. tidak mengenal sumber informasi Tujuan : Memberikan informasi tentang proses penyakitnya / prognosis dan kebutuhan pengobatan Intervensi : 1). Awasi pemasukan dan pengeluaran Rasional : membandingkan keluaran aktual dan yang diantisipasi membantu dalam evaluasi adanya kerusakan ginjal 2). darah. Observasi tanda-tanda vital Rasional : indikasi hidrasi / volume sirkulasi dan kebutuhan intervensi 4).Perubahan pola eliminasi berkemih (polakisuria) berhubungan dengan obstruksi mekanik Tujuan : Mempertahankan fungsi ginjal adekuat Intervensi : 1).Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan diuresis pasca obstruksi Tujuan : Mencegah komplikasi Intervensi : 1). Tingkatkan pemasukan cairan sampai 3-4 liter / hari dalam toleransi jantung Rasional : mempertahankan keseimbangan cairan untuk homeostasis tindakan ³mencuci´ yang dapat membilas batu keluar. prognosis. / Ht. Bantu dengan ambulasi sesuai indikasi Rasional : mencegah stasis urine 5). 5). 3). 3). 2).koping klien. salah interpretasi informasi. menurunkan tegangan otot. Kaji ulang proses penyakit Rasional : memberikan pengetahuan dasar di mana klien dapat membuat pilihan berdasarkan . Lakukan tindakan nyaman Rasional : meningkatkan relaksasi. 4). Kolaborasi : awasi Hb. 3). dan meningkatkan koping. menyebabkan distensi jaringan 6). dan dapat membantu lewatnya batu 4). Kolaborasi : pemberian obat sesuai indikasi Rasional : mengurangi keluhan b. Tetapkan pola berkemih normal klien dan perhatikan variasi Rasional : kalkulus dapat menyebabkan eksibilitas saraf. Periksan semua urine. Kolaborasi : awasi pemeriksaan laboratorium Rasional : hal ini mengindikasikan fungsi ginjal c.

informasi 2). Long Barbara. EGC. Philadelpia Penn Sylvani..Implementasi Implementasi keperawatan merupakan tahap ke ekmpat dari proses keperawatan dimana rencana perawatan dilaksanakan. B. 2000 Robert Prihardjo. Jakarta. Introductory Nursing Care of Adults. hasil evaluasi yang diharapkan meliputi : a.Proses penyakit / prognosis dan program terapi dipahami C. Pada tahap ini perawat siap untuk melaksanakan intervensi dan aktivitas ± aktivitas yang telah dicatat dalam rencana perawatan pasien. Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. cetakan I. Pengkajian Fisik Keperawatan. Jakarta. Barbara. 1996 Doenges ME. Edisi Revisi. 1999 Marry Ann Matteson. 5. EGC.Komplikasi dicegah / minimal d. edisi 3.Evaluasi Evaluasi dilakukan untuk menilai tingkat keberhasilan pelayanan asuhan keperawatan yang telah dilakukan. EGC. Dasar-dasar Urolog . Jakarta. Yayasan IAPK Pajajaran. Jakarta. Kaji ulang program diet Rasional : diet tergantung tipe batu 4. Infomedika. 2000 Engram. Bandung. dkk. 1998 . volume I.Keseimbangan cairan dan elektrolit dipertahankan c. Dalam tahap ini. Pada penderita dengan ureterolithiasis.Nyeri hilang / terkontrol b. Rencana Asuhan Keperawatan. Perawatan Medikal Bedah . Jakarta . 1996 Wim de Jong dan Sjamsuhidayat. akan terlihat apakah tujuan yang telah disusun tercapai atau tidak. Sounder Company. Buku Ajar Ilmu Bedah. jilid 3. 1998 Hal 105). Agar implementasi perencanaan ini dapat tepat waktu dan efektif terhadap biaya. Basuki. EGC. Tekankan pentingnya peningkatan masukan cairan Rasional : pembilasan sistem ginjal menurunkan kesempatan pembentukan batu 3). CV. 1995 Purnomo. perlu mengidentifikasi prioritas perawatan pasien kemudian bila telah dilaksanakan memantau dan mencatat respon pasien terhadap setiap intervensi dan mengkomunikasikan informasi ini kepada penyedia perawatan kesehatan lainnya (Doenges. cetakan II.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful