Maj Ked Gi; Desember 2008; 15(2): 213-218

ISSN: 1978-0206

GIGI TIRUAN SEKSIONAL SEBAGIAN LEPASAN PADA PENGGANTIAN KEHILANGAN GIGI DAN lULANG ALVEOLAR RAHANG AlAS

Titik Ismiyati

8agian Prostodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

ABSTRAK

Hilangnya beberapa gigi anterior yang disertai tulang alveolar dapat menyebabkan terbentuknya daerah undercut.

Apabila dibuatkan gigi tiruan sebagian resin akrilik open face maka di daerah undercuttersebut tidak dapat tertutup sayap labial dengan baik, sisa makanan mudah masuk dan secara estetis kurang memuaskan, sedangkan apabila dibuatkan gigi tiruan sebagian secara close face, hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam pemasangan dan pelepasan gigi tiruan. Gigi tiruan seksional adalah gigi tiruan sebagian jenis auxiliary attachment, dipasang secara terpisah dan dikunci dalam mulut dengan suatu alat mekanik. Gigi tiruan seksional mempunyai dua bagian; pertama kerangka logam dengan cengkeram bagian posterior, kedua berupa elemen gigi anterior dan sayap labial resin akrilik beserta kunci. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan alternatif pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan pada penggantian kehilangan gigi anterior dan tulang anterior rahang atas dengan gigi tiruan seksional. Gigi tiruan seksional dapat menutup daerah undercut, mengembalikan faktor estetis dengan dibuatkan sayap resin akrilik pada bagian bukal, dan mudah dalam pemasangan dan pelepasan gigi tiruan oleh pasien. Maj Ked Gi; Desember 2008; 15(2): 213-218

Kata kunci: gigi tiruan seksional, gigi tiruan sebagian, tulang alveolar

ABSTRACT

The loss of several anterior teeth that were accompanied alveolar bones could cause the formation of the area undercut.

If was made acrylic resin removable partial denture open face then in the area undercut this could not be closed the labial wings well, food trap were easy to enter and aesthetically more unsatisfactory, where as if was made removable partial denture close face, this could cause the difficulty in the fitting and the removed of denture. Sectional denture was auxiliary attachment

, removable partial denture that were installed separately and were locked in the mouth with a mechanics implement. Sectional denture had two parts; first the frame denture with claps in the posterior, the second element of anterior teeth with extension of acrylic resin labial wings with the key. The purpose of the issue to give the alternative to making removable partial denture in the replacement anterior teeth and maxilla alveolar bone loss with sectional denture. Sectional denture could close the area undercut, returned the aesthetic factor with was made the buccal wings of acrylic resin, and was easy in the fitting and the removed of denture by the patient. Maj Ked Gi; Desember 2008; 15(2): 213-218

Key words: sectional denture, removable partial denture, alveolar bone

PENDAHUlUAN

Kehilangan beberapa gigi anterior dan struktur tulang alveolar pada rahang atas dapat disebabkan karena kecelakaan, pencabutan gigi anterior dengan pengambilan tulang alveolar, cleft palate. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya dukungan bibir dan pi pi sehingga ekspresi dan bentuk wajah akan berubah. Kesulitan untuk menentukan pilihan perawatan yang tepat pada kasus tersebut sering dijumpai dalam praktek. Pada umumnya gigi tiruan sebagian lepasan baru dapat dibuatkan pad a gigi anterior apabila pernbuatan gigi tiruan cekat merupakan kontra indikasi, karena estetis merupakan alas an utama pada pasien dengan kehilangan gigi anterior rahang atas. Prinsip estetis pada pembuatan gigi tiruan anterior berkembang menjadi faktor penting di dalam praktek rehabilitatif kedokteran gigi masa kini dan

berkaitan dengan penampilan yang harmonis dan alami. Seringkali kebutuhan akan estetis memotivasi pasien untuk mendapakan rehabilitasi gigi,1 sedangkan kenyamanan pasien dengan pemakaian gigi tiruan apabila gigi tiruan tersebut dapat memperbaiki fungsi pengunyahan ~ang berkaitandengan faktor retensi dan stabilisasl/"

Penentuan desain dari gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) resin akrilik dan kerangka logam merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan atau kegagalan gigi tiruan." Komponen-komponen gigi tiruan sebagian lepasan pada dasarnya terdiri dari basis gigi tiruan, konektor mayor, konektor minor, sandaran oklusal, direct retainer, indirect retalner.56 Desain harus didasarkan pada pengetahuan dan ketrampilan operator dan proses pembuatan desain harus memperhatikan faktorfaktor estetis, stabilisasi, retensi, oklusi, kenyamanan, mudah dibersihkan dan faktor biaya.

213

Titik I.: Gigi Tlruan Seksional Sebagian Lepasan Pada

Hilangnya beberapa gigi dan tulang alveolar, apabila dibuatkan gigi tiruan sebagian resin akrilik konvensional maka daerah undercut tidak tertutup dengan sayap labial atau bukal, Hal nu mengakibatkan pasien kurang nyaman dengan gigi tiruannya karen a tidak sesuai dengan yang diharapkan yaitu untuk memperbaiki estetis, disamping itu retensi dan stabilisasi juga kurang, Efek dari pemakaian gigi tiruan tersebut terdapat celah dan slsa makanan menumpuk pada celah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya karies dan kelainan jaringan periodontal pada gigi penyangga? Tetapi apabila dibuatkan gigi tiruan sebagian resin akrilik dengan sayap labial yang menutup seluruh daerah undercut, maka dapat menimbulkan kesulitan bagi pasien untuk memasang dan melepas gigi tiruannya.

Tujuan pembuatan GTS adalah menciptakan keharmonisan gigi tiruan denqan gusi, bibir dan wajah pasien. Bentuk bibir tergantung pada posisi gigi anterior yang disusun sesuai lengkung gigi asli

sehingga dapat mendukung bibir. Penyimpangan ).

garis tengah insisivus sentral atas terhadap garis tengah wajah menandakan adanya posisi gigi yang abnormal, hal ini dapat disebabkan oleh karena kehilangan satu atau beberapa gigi anterior atas

yang dapat disertai resobsi tulang alveolar atau susunan gigi yang tidak teratur," Fungsi yang lain

dari gigi tiruan adalah untuk menggantikan dukungan bibir dan pipi sehingga dapat mengembalikan bentuk wajah paslen."

Gigi tiruan seksional adalah gigi tiruan yang terdiri dari dua bag ian yang terpisah, pada pemakaiannya dua bagian tersebut disatukan didalam mulut dan dikunci dengan menggunakan alat mekanis.1,10,,' Bagian pertama gigi tiruan seksional adalah gigi tiruan kerangka logam dengan claps dlbaqian posterior, untuk meningkatkan retensi dan membantu penempatan anasir gigi dilengkapi dengan pasak pengarah (guide post; yang diletakkan pada daerah sadie, selain itu sepanjang sulkus labial dipasang spur. Bagian kedua gigi tiruan seksional adalah gigi tiruan resin akrilik dengan sayap labial, gigi tiruan ini termasuk gigi tiruan sebagian lepasan close face.

Gigi tiruan seksional adalah gigi tiruan yang terpisah antara bag ian satu dengan bagian kedua dan dalarn pemasangannya disatukan didalam mulut, oleh karena gigi tiruan ini dapat juga diindikasikan pada keadaan sadie gigi yang sempit dan gigi sebelah mesial dan distal sadie miring sehingga permukaan oklusal dan jaringan lunak sadie lebih besar daripada jarak horisontal antara kedua gigi disamping sadie.'

214

ISSN: 1978-0206

TINJAUAN PUSTAKA

Komponen-komponen GTSL kerangka logam terdiri dari: anasir gigi, basis gigi tiruan konektor mayor, konektor minor, sandaran, direct retainer, indirect retainer,5,6 sedangkan pada gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik terdiri dari basis/plat, klamer, dan anasir gigi. Bentuk serta aplikasi dari beberapa komponen tersebut tergantung pada desain gigi tiruan yang diinginkan dan ditetapkan oleh dokter gigi, setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti pada pasien serta pada model studi. Disamping itu untuk memudahkan pemasangan dan pelepasan gigi tiruan dilakukan tahap surveyor model.

Basis gigi tiruan dapat dibuat dari resin akrilik dan logam, masing-masing mempunyai keuntungan dan kekurangan. Resin akrilik lebih sering digunakan karena keuntungan bahan resin akrilik ringan, murah, warna sama dengan warn a gingival, mudah pembuatannya dan mudah dilakukan reparasi. Keuntungan basis gigi tiruan dari kerangka logam dapat dibuat bervariasi dan menutupi sedikit mungkin jaringan -Iunak mulut, dapat dibuat lebih tipis, dan tahan abrasi, stabll." Perlekatan basis resin akrilik terhadap kerangka logam terjadi karena adanya ikatan fisik.

Pembagian gigi tiruan sebagian lepasan berdasarkan memakai wing/sayap atau tanpa sayap ada 2 jenis yaitu gigi tiruan sebagian lepasan close face dan open tace.' Gigi tiruan sebagian lepasan close face yaitu gigi tiruan sebagian lepasan dengan sayap resin akrilik. Pembuatan sayap resin akrilik pada gigi tiruan close face tersebut bertujuan untuk memenuhi faktor estetis dan retensi yaitu sayap tersebut dapat menutup tulang alveolar disebelah bukal atau labial yang telah mengalami resorbsi, tetapi daerah undercut sebelah bukal atau labial yang tidak dibebaskan dapat menimbulkan kesulitan bagi pasien untuk memasang dan melepas gigi tiruannya. Gigi tiruan sebagian lepasan open face yaitu gigi tiruan sebagian tanpa adanya sayap. Hilangnya beberapa gigi anterior dan tulang alveolar, apabila dibuatkan gigi tiruan sebagian lepasan cara open face maka seluruh daerah undercut tidak tertutup dengan sayap resin akrilik disebelah labial. Hal ini dapat mengakibatkan estetis berkurang karena kehilangan dukungan sehingga ekspresi wajah akan berubah dan retensi serta stabilisasi berkurang, disamping itu adanya

celah yang mengakibatkan sisa makanan

menumpuk, sehingga dapat menyebabkan

terjadinya karies dan kelainan jaringan periodontal pad a gigi penyanqqa.'

Maj Ked Gi; Desember 2008; 15(2): 213-218

Gigi tiruan seksional (sectional denture) kerangka logam, adalah gigi tiruan sebagian jenis auxiliary attachment, dipasang oleh pasien secara terpisah dan dikunci di dalam mulut dengan alat mekanis berupa sekrup, split post, magnet dan bolt.1,1o,11 Gigi tiruan seksional diindikasikan untuk beberapa keadaan yaitu:1.10.11 1) Kehilangan gigi anterior dengan dukungan gigi disertai undercut. 2) Jarinqan periodontal yang rusak cukup banyak. 3) Pasien cleft palate dengan poslsi gigi tidak normal. 4) Pasien pasca bedah atau pencabutan dengan pengambilan tulang alveolar yang luas. 5) Pengganti clasp pada gigi anterior untuk mendapatkan retensi. Banyak keuntungan yang didapat dari penggunaan gigi tiruan seksional yaitu:1,10.11 1.) Undercut tidak perlu di block out sehingga tidak ada celah yang menyebabkan masuknya sisa makanan diantara gigi tiruan dan gigi penyangga. 2.) Menambah retensi dan stabilisasi gigi tiruan. 3.) Gigi penyangga tidak perlu dipreparasi. 4.) Gigi tiruan dapat dibuat untuk menutupi seluruh daerah undercut dan hanya sedikit menggunakan claps. 5.) Gigi tiruan dapat menggantikan gigi yang hi lang dan memperbaiki tulang alveolar. 6.) Gigi tiruan dapat dilepas dan dibersihkan oleh pasien.

Dari sekian ban yak keuntungan yang didapat dari gigi tiruan seksional terdapat beberapa kerugian antara lain:1.10.11 1) Pada pemakaian dalam waktu yang lama alat mekanis akan mengalami abrasi. 2) Diperlukan ketrampilan laboratorium. 3) Kegunaan tergantung adanya undercut yang sesuai disekitar gigi dan daerah saddle. 4) Gigi tiruan harus dirawat pasien dengan hati-hati untuk menghindari distorsi dan fraktur. 5) Biaya pembuatan relatif mahal

Kontruksi gigi tiruan seksional pad a gigi anterior terdiri dari dua bag ian; pertama terbuat dari kerangka logam dengan claps/klamer dibagian posterior. Klamer ini berfungsi untuk menahan gigi tiruan dibagian posterior dan membantu menahan gigi tiruan terhadap pergeseran anteroposterior. Bagian kedua berupa gigi tiruan resin akrilik dengan sayap labial dan kunci yang berfungsi untuk memungkinkan pasien memisahkan bagian pertama dan kedua gigi tiruan seksional, k,unci tersebut dapat berbentuk split post, sekrup, magnit, bolt.l1 Gigi tiruan seksional kerangka logam dengan kunci berupa boltterdiri dart: 1) Spurdengan lobang untuk tempat kunci (bolt hole) yang menempel pad a sulkus labials, 2) Guide post (pasak pengarah) terletak pada daerah sadie yang diletakkan sejajar dengan arah pemasangan elemen gigi tiruan, berfungsi untuk mencegah rotasi disekitar kunci yang menghubungkan sayap labial ketempatnya serta pasien tidak sulit memasang dan melepas gigi tiruan. 3) Bolt terdiri dari bolt barrel, bolt shank dan bolt boss yang ditutup oleh sayap labial dari bahan resin akrilik serta bolt handle dlluar resin akrilik. Gigi tiruan seksional kerangka logam dengan kunci

ISSN: 1978-0206

berupa bolt dapat memperbaiki segi estetis, susunan gigi dan oklusi.12

Gambar 1. Konstruksi gigi tiruan seksional. 12

A

1. Permukaan Palatal

2. Permukaan Labial

3. Bolt hole

4. spur

5. Guide post

B

6. Sayap Labial

7. Pontik

8. Stainless steel sIeve

Gambar 2. Hubungan kedua bagian gi~itiruan dan mekanisme pengunciannya. 0

Terdapat 2 metode untuk men~gabungkan gigi tiruan seksional pada gigi anterior;' 1.) PullenWarner bolt (PW. bo/~, alat ini lebih sering digunakan karena tidak sulit untuk memasang dan melepas gigi tiruan resin akrilik bag ian pertama dari kerangka log am bagian kedua. Bagian pertama dan kedua saling mendukung dan sama sekali tidak tergantung pada bolt dalam menahan gaya yang melepas gigi tiruan. Gerakan bolt dibatasi oleh slide facet yang digerinda tegak lurus terhadap sumbu panjang bolt handle. Bolt handle diputar 90° dari

215

Titik I.: Gigi Tiruan Seksional Sebagian Lepasan Pada

kedudukan terkunci dan kemudian ditarik keluar sejauh mungkin untuk mengeluarkan bolt shank. Pembuatan bolt shank dan handle menggunakan kawat cobalt chromium dengan diameter 1 - 3 mm. Posisi bolt tergantung pada: daerah saddle, derajat resorbsi tulang alveolar dan kontur jaringan lunak. Posisi ini dapat memudahkan pasien untuk menggerakkan bolt handle dan tidak terganggu oleh pergerakan bibir. Bolt dapat diletakkan secara horisontal, vertikal dan miring. Posisi horisontal merupakan posisi normal dan sering dipakai karena mudah untuk melepaskan. Posisi miring digunakan jika perlekatan attactment tidak dapat diletakkan secara normal. Posisi vertikal digunakan apabila kehilangan jaringan antara puncak residual ridge dan sulkus, pada posisi ini spur tidak dibutuhkan dan bolt boss langsung dimasukkan dalam bolt

rSSN: 1978-0206

hole. Bolt lebih sering digunakan pada gigi anterior, karena alat ini tidak sulit bag; pasien untuk memasang dan rnelepas.' 2.) Pallen-Warner split post, sering digunakan pada kasus cleft palate terdiri dari dua bagian, pertama berbentuk setengah lingkaran dengan permukaan datar, dan dikunci dengan cara fiksasi ke bolt. Diameter split post 1-5 mm, posisi diletakkan secara horisontal.

Keberhasilan gigi tiruan seksional

dipengaruhi oleh pengetahuan dasar, ketrampilan operator dan kerja sama yang baik dengan tehniker serta dari segi pasien diperlukan sikap yang kooperatif dan keadaan ekonomi pasien, karen a biaya untuk pembuatan gigi tiruan seksional memerlukan biaya yang mahal.

.. .. ,~

, ·.:i~~

Gambar 5. Kedua bagian gigi tiruan seksional dilihat dari palatal 10

216

Maj Ked Gi; Desember 2008; 15(2): 213-218

PEMBAHASAN

Pembuatan gigi tiruan seksional merupakan sebuah pertimbangan yang baik karena dinilai dapat menutup seluruh daerah undercut sehingga memperbaiki tulang alveolar yang hilang dengan sayap resin akrilik disebelah labial, dengan demikian akan tercipta suatu keharmonisan antara gigi tiruan dengan gusi, bibir dan walah.' Hal ini akan menjadi lebih baik daripada gigi tiruan sebagian lepasan open face. Tertutupnya daerah undercut akan mencegah menumpuknya makanan pada celah yang dapat mempermudah terjadinya karies dan kelainan jaringan periodontal pada gigi

penyangga.7•11 .

Gigi tiruanseksional kontruksinya terdiri dari dua bag ian yang dikaitkan menjadi satu di dalam mulut. Kaitan tersebut dapat menghasilkan gigi tiruan yang mempunyai retensi dan stabilisasi yang lebih baik. Disamping ltu akan mempermudah dalam pemasangan dan pelepasan gigi tiruan. Konstruksi gigi tiruan seksional pada bagian pertama terbuat dari kerangka log am dengan claps di bagian posterior, guide post pada daerah sadie untuk meningkatkan retensi dan membantu penempatan gigi, spur sepanjang sulkus labial dan mempunyai lubang untuk kunci (bolt hole). Apabila dilihat dari bahan yang terbuat dari logam, gigi tiruan tersebut dapat dibuat lebih tipis dibanding yang terbuat dari resin akrilik sehingga didalam pemakaiannya pasien akan merasa lebih ringan dan nyaman. Bahan logam yang bersifat rigid/kaku akan membuat basis gigi tiruan lebih stabil sehingga dalam pemakaiannya tidak mudah lepas. Pemberian claps pada kontruksi pertama gigi tiruan seksional yang diletakkan didaerah yang lebih posterior dari sadie gigi akan membuat gigi tiruan tersebut lebih retentif.

Gigi tiruan resin akrilik yang merupakan bagian kedua dari kontruksi gigi tiruan seksional dapat mengembalikan posisi gigi dari abnormal yang disebabkan karena kehilangan gigi anterior atas yang disertai kehilangan tulang alveolar ke posisi normal sehingga penyimpangan yang terjadi di garis tengah gigi Insisivus sentralis atas terhadap garis tengah wajah dapat kembali normal. Hal ini sesuai dengan salah satu indikasi pembuatan gigi tiruan seksional yaitu pada kasus kehilangan gigi anterior dengan dukungan gigi disertai undercu~ jaringan periodontal yang rusak cukup banyak. 8.1 Konstruksi gigi tiruan seksional bagian yang kedua adalah gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik close face yaitu gigi tiruan lepasan resin akrilik dengan diberi sayap labial yang dapat menutupi seluruh daerah undercut. Sayap disebelah labial selain dapat menutup undercut juga akan menambah estetis.

Alat mekanis sebagai kunci yang berfungsi untuk memungkinkan pasien memisahkan bag ian pertama dan kedua kontruksi gigi tiruan seksional terdapat berbagai macam bentuk yaitu split post,

ISSN: 1978-0206

sekrup, magnit dan bolt. Diantara alat mekanis yang sering digunakan pad a gigi anterior adalah bolt, karena alat ini tidak sulit bagi pasien untuk melepas dan memasang gigi tiruan, disamping itu pembuatan gigi seksional dengan kunci bolt dapat memperbaiki segi estetis terutama pada kasus tularig alveolar yang hilang.12 Posisi bolt yang diletakkan secara horisontal merupakan posisi normal yang sering dipakai karena memudahkan untuk melepas gigi seksional bagian pertama dan kedua.

Sebaiknya gigi tiruan seksional dibuatkan pada pasien yang sudah pernah memakai gigi tiruan lepasan yang merasa tidak nyaman atau kurang puas dengan gigi tiruan sebelumnya dan menginginkan gigi tiruan yang lebih baik. Keberhasilan pembuatan gigi tiruan seksional perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap dan cermat sebelum perawatan dimulai serta dipengaruhi oleh kooperatif pasien, ketrampilan operator serta laboratorium. 2,13

KESIMPULAN

Gigi tiruan seksional dapat menutup daerah undercut, mengembalikan faktor estetis estetis dengan dibuatkan sayap resin akrilik disebelah bukal, dan mudah dalam pemasangan dan pelepasan gigi tiruan oleh pasien.

DAFT AR PUSTAKA

1. Bates FJ: Partial Denture Construction.

Stonebridge Press. Bristol, 1970: 104 - 8

2. Laura Susanti: Gigi Tiruan dengan Kaitan Presisi tPrecission attachment) Sebagai Alternatif Perawatan pada Kasus Gigi Tiruan Sebagian Lepas. Jurnal KG UI Jakarta, 2000 (4):7-11

3. Johnson LD & Stratton JR: Fundamental of

Removable Prosthodontics. Quintessence

Publishing Co, Chicago, 1980 : 81, 287

4. Haryanto AG, Lusiana KB, Freddy S, Anton M, & Indra S: IImu GeNgi Tiruan sebagian Lepasan. Jilid 1, Hipokrates, Jakarta, 1991: 33, 134 - 239

5. Henderson D, Mc Givney PG, & Castleberry JD: Mc Cracken's Removable Partial Prosthodontics. 7 th ed. The C.V.Mosby Co, Saint Louis, 1985 : 149 - 67

6. Krol JA, Jacobson ET, & Finzen CF:

Remobable Partial denture design, 4 th ed. San Francisco, 1990: 31 - 43,59 - 63

7. Ling CB: Rare Earth Magnets as Losking Devices in sectional Denture. J.Prosthet.Dent. 1982,47 (3): 252-5

8. Gita R & Hardjanti I: Upaya Optimal Dalam Memperbaiki Estetika dengan Gigi Tiruan

217

Titik I.: Gigi Tiruan Seksional Sebagian Lepasan Pada

Lepas. Jurnal KPPIKG -UI XI, Jakarta, 1997. (4) : 160

9. Rachmani R: Problema Estetik dan Bicara pada Pemakaian Geligi Tiruan.. Majalah Ilmiah Kedoklern Gigi KG UI, Edisi Khusus Foril IV, FKG Usakti, Jakarta. 1993: 210 - 1

10. Preiskel WH: Kaitan - Kaitan Presisi Oi Dalam Kedokleran Gigi (lerj) ,Erlangga, Jakarta, 1981 : 202 - 53

218

ISSN: 1978-0206

11. Watt DM & MacGregor AR: Designing Partial dentures (terj). Hipokrates., Jakarta. 1992 : 73 -182

12. Fadriyanti 0: Gigi Tiruan Seksional Kerangka Logam dengan Bolt pada Kasus Kehilangan Alveolar Rahang Atas Untuk Memperbaiki Estetis. Karya Tulis /lmiah, Prosthodonsia, FKG,UGM, Yogyakarta, 2003: 12 -17,34

13. Owall B: Precision Attachment Retained Removable Partial Denture, J. Prosthet.Oent. 1991, 11 (6) : 243 - 57

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful