Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.

com 1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dewasa ini menuntut moralitas dan paham kebangsaan yang tinggi, sebab ilmu dan pengetahuan yang tidak dibarengi dengan tingkat keimanan dan moralitas yang tinggi menyebabkan pendidikan kehilangan esensinya sebagai wahana

memanusiakan manusia. Banyak orang memiliki kecerdasan yang luar biasa dan prestasi yang gemilang secara akademik namun tidak memberikan manfaat yang berarti dalam lingkungan masyarakatnya, bahkan menjadi racun yang sangat membahayakan bagi eksistensi budaya dan nilai-nilai kemanusiaan karena iman dan moralitasnya rendah. Tidak sedikit kasus amoral terjadi yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah maupun oleh para ilmuwan, baik melalui layar televisi maupun media masa. Bagaimana seorang anak SMP memperkosa rekannya sendiri, membunuh, kecanduan obat-obat terlarang, minum-minuman keras, bunuh diri dan lain sebagainya. Hal ini menggambarkan bahwa pendidikan yang dilakukan selama ini belum menyentuh ranah kesadaran siswa. Pelajaran Agama dan PPKn serta pesan-pesan moral yang disampaikan oleh guru di depan kelas, tidak mampu menjiwai setiap gerak langkah siswa dalam kehidupan masyarakatnya. Hal ini tentunya, disebabkan oleh keringnya pembelajaran yang dirasakan siswa, materi-materi pelajaran agama dan PPKn dianggap sebagai pelajaran tambahan yang harus dihapal, kemudian ditagih disaat

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com 2

ujian. Setelah ujian selesai, materi itupun segera menghilang tanpa bekas. Yang lebih parah lagi, sekolah kita selama ini terkesan sebagai lembaga pengekangan, tidak ubahnya seperti penjara, dimana anak-anak didik dikekang dengan aturan yang serba ketat dan materi pelajaran yang begitu padat. Hampir tidak ada gagasan ataupun ide yang berasal dari siswa dapat berkembang dan menjadi perhatian. Dampaknya, ketika anak-anak selesai ujian nasional, mereka ramairamai mencoret baju, berteriak dijalanan dan ngebut-ngebutan. Seolah-olah mereka mau mengatakan “hore… kita sudah bebas dan lepas dari semua pengekangan”. Inilah sebenarnya cerminan pendidikan kita dewasa ini. Apabila situasi ini dibiarkan, maka bisa jadi masyarakat kita akan menjadi masyarakat yang rusak, masyarakat yang tidak memiliki nilai-nilai budaya yang harus dijunjung tinggi, masyarakat yang melupakan jati dirinya sendiri. Masyarakat yang cerdas dari sisi keilmuan, namun tidak memiliki kemampuan untuk mengerti dan memahami orang lain bahkan masyarakat yang tidak tahu dari mana asalnya. Di sinilah kita akan melihat masyarakat kita pada kondisi yang sangat memperihatinkan, karena jauh dari nilai-nilai agama dan budaya yang ada. Untuk itu, peranan guru sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai Ilahiah dan moralitas itu sedini mungkin, tentunya melalui pembelajaran yang memberikan ruang gerak yang lebih luas kepada siswa untuk mampu memahami diri dan orang lain disekitarnya serta mampu memahami dan menjiwai ajaranajaran agama yang sifatnya doktrinal secara baik dan benar. Guru hendaknya mampu berperan sebagai pembimbing untuk menuntun siswa memulai proses belajar, memimpin siswa agar hasil proses belajar sesuai dengan tujuan pengajaran, serta sebagai fasilitator dalam mempersiapkan kondisi

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com 3

yang memungkinkan siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Hal ini dapat dilakukan oleh para guru mulai dari pemilihan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi pendidikan Agama dan PPKn serta karakteristik pebelajar, dan pemilihan strategi yang tepat dalam menimplementasikan pembelajaran Agama dan PPKn di Kelas. Terdapat semacam sinyalemen, bahwa harapan tumbuhnya sifat kreatif dan antisipatif para guru Agama dan PPKn dalam praktek pembelajaran untuk pemahaman siswa dewasa ini masih belum optimal. Hal ini, tampak terjadi mulai dari bangku pendidikan formal yang paling rendah hingga perguruan tinggi. Semua ini diduga sebagai salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas dan kuantitas proses dan produk pembelajaran Agama dan PPKn. Kualitas proses pembelajaran Agama dan PPKn dapat dilihat dari pelaksanaan pembelajaran yang tidak lebih dari kegiatan pembelajaran yang bersifat rutinitas, dimana materi pembelajaran tidak sampai menyentuh kesadaran siswa, melainkan hanya sekadar sebagai syarat kelulusan ujian sekolah yang materi ajarannya harus dihafal sesuai dengan buku teks. Hasil pembelajaran ini, jelas tidak memberikan arti apa-apa dalam pembangunan moral dan mental siswa sebagaimana yang diharapkan dalam tujuan pembelajaran. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, faktor proses merupakan inti dari proses pendidikan formal di sekolah yang di dalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen pengajaran. Komponen-komponen itu dapat dikelompokkan dalam tiga kategori utama yaitu: guru, isi materi, dan siswa. Interaksi antara ketiga komponen utama tersebut melibatkan sarana dan prasarana seperti: model dan metode pembelajaran yang digunakan, media, dan penataan

blogspot. Ada dua hipotesis yang dapat diutarakan sebagai penyebabnya. Dengan asumsi itu para guru memfokuskan diri pada upaya mentransfer pengetahuan ke dalam kepala para siswanya (Sadia. sehingga mereka mengajarkan pendidikan Agama dan PPKn dengan bercerita tentang isi buku Agama dan PPKn. Rendahnya prestasi belajar siswa dalam bidang Agama dan PPKn yang ditunjukkan oleh NUAS/NUAN siswa yang mengindikasikan bahwa pengelolaan pembelajaran Agama dan PPKn belum optimal sehingga menyebabkan rendahnya prestasi belajar pada bidang pelajaran dimaksud. Selama ini pengajaran Agama dan PPKn berdasarkan asumsi bahwa pengetahuan dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke pikiran siswa. Pertama.Authorized by: www. dan kedua pemahaman guru terhadap materi pendidikan Agama dan PPKn serta pembelajarannya masih rendah. bermain peran.com 4 lingkungan tempat belajar. Berdasarkan hasil survey dan wawancara dengan beberapa orang guru yang mengajar Agama dan PPKn di sekolah mengengah pertama (SMP) kecamatan Suralaga kabupaten Lombok Timur. Penggunaan metode ceramah pada pembelajaran Agama dan PPKn di SMP menduduki rangking pertama dari delapan metode yang digunakan: ceramah. sehingga tercipta situasi belajar mengajar yang memungkinkan tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. diskusi. Guru memahami pendidikan Agama dan PPKn hanya sebagai bidang ilmu yang dibukukan (body of knowledge). dan . eksperimen. tanya jawab. fasilitas pembelajaran Agama dan PPKn yang ada di sekolah sangat terbatas. 1997:1). diperoleh informasi bahwa pembelajaran Agama dan PPKn selama ini pada umumnya lebih banyak dilakukan dengan metode ceramah.forumpenelitian. karya wisata. demonstrasi.

Setiap tujuan menuntut pula suatu model bimbingan untuk terciptanya situasi belajar tertentu. Agar penciptaan lingkungan ini mencapai hasil yang optimal.com 5 proyek (Subagia. baik dilakukan guru maupun siswa agar terjadi proses belajar mengajar yang kondusif (Joyce & Weil. Untuk itu. hal itu tidak akan mencukupi tuntutan luasnya pelajaran yang . Pemberian tugas (resitasi) merupakan salah satu metode pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. 2000). Dengan padatnya isi materi pelajaran akan sangat menyita waktu siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tersebut. 2001).blogspot. Dengan kemampuan ini guru dapat memilih metode yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.Authorized by: www. Oleh karena itu. bila hanya menggunakan seluruh jam pelajaran yang ada untuk tiap mata pelajaran. Mengajar dalam prakteknya merupakan suatu proses penciptaan lingkungan. Untuk mengatasi keadaan tersebut guru perlu memberikan tugas-tugas di luar jam pelajaran.forumpenelitian. 1980). Menurut Arends (1997) dalam suatu proses belajar mengajar. tidak ada suatu model ataupun metode pembelajaran yang paling baik. Disebabkan. Setiap proses belajar mengajar menuntut upaya pencapaian suatu tujuan tertentu. dan selanjutnya pemahaman tentang hal ini dapat dipraktekkan dalam kegiatan praktis yaitu mengajar (Ali. dalam proses pembelajaran Agama dan PPKn sangat diperlukan penerapan berbagai metode pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan. guru hendaknya perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai model dan metode pembelajaran agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. guru harus memahami berbagai konsep dan teori yang bertalian dengan proses belajar mengajar.

2007. sebagai selingan untuk variasi teknik penyajian ataupun dapat berupa pekerjaan rumah. 1997:137). Pembelajaran dengan metode ceramah bermedia merupakan cara belajar yang paling tradisional.K.Authorized by: www. dan (d) jenis tugas yang berkaitan langsung dengan upaya perbaikan mutu. 2006:148).com 6 diharuskan. 2006 dalam Tirta dan Gani. dan 3) menyusun kriteria keberhasilan (Setiyono. (c) kesesuaian tugas-tugas yang diberikan dengan kemampuan kognitif. Langkah-langkah dalam menyusun penugasan yaitu: 1) mengidentifikasi pengetahuan & keterampilan yang harus dimiliki.. (Roestiyah N. cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai teknik kuliah. dengan cara menentukan (a) jenis pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan. sosial dan afektif yang hendak dicapai. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. 2001: 132). 2) merancang tugas-tugas untuk assesmen kinerja. 96). merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan (Ahmadi dan Prasetya. mereka akan belajar manakala ada guru yang memberikan materi pelajaran melalui ceramah. (b) kompleksitas tugas yang diberikan.blogspot. . dengan cara menentukan: (a) jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas.forumpenelitian. (b) pengetahuan dan keterampilan bernilai tinggi yang harus dipelajari. Demikian juga dengan siswa. dan (c) cara menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari dalam kehidupan nyata di masyarakat. Dengan demikian perlu diberikan tugas-tugas. sehingga guru ada yang berceramah berarti ada proses belajar dan tidak ada guru berarti tidak ada belajar (Sanjaya. seperti yang tercantum dalam kurikulum.

Berdasarkan uraian di atas akan diungkapkan dampak penerapan metode pemberian tugas dan metode ceramah bermedia terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Agama dan PPKn di SMPN 1 Suralaga dan SMPN 1 Sukamulia kabupaten Lombok Timur. sikap. 2) Tahap pelaksanaan. dan lingkungan sosial lainnya.com 7 Pembelajaran dengan metode ceramah dapat juga dikatakan pengajaran yang sebenarnya bersifat teacher center.blogspot.Authorized by: www. pada tahap ini ada tiga langkah yang dilakukan yaitu: langkah pembukaan. minat. motivasi. dan mempersiapkan alat bantu. penyajian.forumpenelitian. pada tahap ini guru merumuskan tujuan yang ingin dicapai. masyarakat. Metode ceramah dirancang secara khusus untuk mengembangkan cara belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan deklaratif dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Identifikasi Masalah Proses dan hasil pembelajaran Agama dan PPKn dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. dan kemampuan-kemampuan kognitif. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam menggunakan metode ceramah adalah: 1) Tahap persiapan. . Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas muncul beberapa masalah yang dapat diidentifikasi. dan mengakhiri/menutup ceramah. menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan. sekolah. Faktor internal siswa meliputi kondisi fisiologis dan kondisi psikologis. dan kondisi panca indera. Faktor kondisi fisiologis meliputi kesehatan jasmani dan kebugaran fisik. pengajaran ini menuntut guru untuk menjadi model yang baik bagi siswanya (Kardi. 2000). B. bakat. Faktor eksternal siswa dapat berupa faktor keluarga. sedangkan aspek psikologis meliputi intelegensi.

. identifikasi masalah. biaya dan kemampuan peneliti. 4. Pemahaman warga sekolah (kepala sekolah. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah. 2.com 8 1. D.blogspot. 3. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama dan PPKn belum bisa dijadikan tolok ukur mengenai sikap dan perilaku siswa di luar sekolah/lingkungan masyarakatnya.Authorized by: www. C. dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut. Sosialisasi dinas P dan K kabupaten mengenai kurikulum tingkat satuan pendidikan masih kurang. Kemampuan ekonomi masyarakat untuk mendukung proses pembelajaran yang bermutu/berkualitas dari segi fasilitas dan sumber daya sangat minim. Kemampuan guru dalam menggunakan berbagai macam metode pembelajaran di kelas masih sangat terbatas. dan pembatasan masalah. 5. Kesadaran masyarakat dan sekolah tentang pentingnya pelajaran Agama dan PPKn dalam menciptakan manusia yang bermoral dan cerdas secara akademik dan spiritual masih lemah. 6.forumpenelitian. maka penelitian ini dibatasi pada perbedaan hasil belajar Agama dan PPKn sebagai akibat penerapan metode pemberian tugas dan metode ceramah bermedia. serta adanya kendala-kendala lain berupa: keterbatasan waktu. guru. Batasan Masalah Mengingat faktor-faktor yang terkait dalam proses belajar mengajar sangat kompleks. dan siswa) mengenai perubahan kurikulum masih rendah.

forumpenelitian. Secara operasional tujuan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. F. 1.blogspot.Authorized by: www. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama dan PPKn antara yang diajar dengan metode pemberian tugas dan yang diajar dengan metode ceramah bermedia. Pertama manfaat langsung yang memberikan dampak langsung pada . Manfaat/Kegunaan Penelitian Secara umum ada dua manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini. Apakah metode pembelajaran pemberian tugas dan ceramah bermedia berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran PPKn dan Agama di SMPN 1 Suralaga dan SMPN 1 Sukamulia? 2. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama dan PPKn karena pengaruh metode pembelajaran yang digunakan.com 9 1. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama dan PPKn antara yang diajar dengan metode pemberian tugas dan yang diajar dengan metode ceramah bermedia? E. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran pemberian tugas dan ceramah bermedia terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran PPKn dan Agama di SMPN 1 Suralaga dan SMPN 1 Sukamulia 2.

Masalah tersebut berupa fakta empiris rendahnya kemampuan siswa dalam menganalisis dan memahami situasi dan kondisi sosial lingkungan hidup mereka sehari-hari sebagai akibat dari tidak tersentuhnya kesadaran pribadi dan kolektif siswa dalam proses pembelajaran di sekolah. pemecahan masalah secara kolaboratif.Authorized by: www.blogspot. diskusi.1 Manfaat praktik Hasil pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan dan metode ceramah bermedia yang teruji secara empirik keunggulan dan kelayakannya akan memberikan manfaat besar sebagai metode pembelajaran sains yang berorientasi perubahan mental. berpikir kritis dan kreatif. menjadi sepenuhnya pada diri siswa. adalah manfaat teoretik yang memiliki akses jangka panjang dalam pengembangan teori pembelajaran.com 10 pembelajaran.forumpenelitian. Selama ini. Manfaat lain yang diharapkan secara praktik dalam penelitian ini adalah memberikan ruang kepada siswa untuk melakukan perubahan sekaligus menilai kebiasaan mereka belajar di sekolah. F. Kedua. mengaitkan konsep dengan fenomena dunia nyata dan mengintegrasikannya ke dalam pengetahuan yang telah dimiliki.2 Manfaat teoretik Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pijakan teoretik pemecahan masalah belajar Agama dan PPKn yang dialami siswa SMP di sekolah. mereka belajar di sekolah lebih mendominasi aktivitas mendengar dan mencatat akibat dari metode yang diterapkan guru berupa “tutur dan kapur”. Hal ini juga berakibat pada kurangnya rasa . Dengan demikian terjadi perubahan tanggung jawab belajar dari dominasi guru. F. Namun belajar dengan fasilitas metode penugasan akan melibatkan aktivitas-aktivitas membaca.

Oleh karena itu. sehingga pembelajaran cenderung lebih monoton (satu arah) atau dapat dikatakan pembelajaran Agama dan PPKn yang dilakukan oleh guru selama ini sifatnya masih teacher centered (berpusat . Manfaat teoretis/kegunaan hasil penelitian ini secara teoretik diharapkan dapat berguna bagi guru khususnya guru Agama dan PPKn di SMP dalam mengelola proses pembelajaran yang lebih menekankan kepada keterlibatan siswa secara penuh dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam kurikulum pembelajaran. menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran Agama dan PPKn dengan menggunakan media elektronik dan non elektronik masih terbatas.blogspot. G.forumpenelitian. diperlukan serangkaian metode yang disimulasikan yang dapat diterapkan sebagai metode alternatif dalam pencapaian pemahaman.com 11 kebersamaan dalam ikatan persaudaraan/kebangsaan dan lemahnya nilai-nilai agama dalam praktek kehidupan sehari-hari siswa. Penerapan metode penugasan diharapkan dapat memberikan ruang gerak bagi siswa untuk dapat memahami lingkungan sosial mereka baik dalam lingkup yang kecil (keluarga) dan pada lingkup yang lebih luas (masyarakat dan negara). dan hasil belajar yang optimal. Asumsi Penelitian Dari beberapa teori (das sein) dan kenyataan yang terjadi di lapangan (sekolah-das sollen) selama ini.Authorized by: www. Ternyata metode ceramah belum bisa menjawab secara optimal persoalanpersoalan tersebut.

mereka (siswa) sebenarnya sudah memiliki kemampuan awal sebagai dasar pijakan mereka dalam mengungkap masalah-masalah pembelajaran yang terkait dengan kehidupan mereka sehari-hari. Penggunaan metode pembelajaran dibatasi pada metode penugasan dan metode ceramah bermedia pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Suralaga dan SMP Negeri 1 Sukamulia. Namun. . Padahal bila dilihat dari sisi siswa sendiri. Penerapan kedua metode inilah yang akan dilihat hasil/pengaruhnya dalam menunjang keberhasilan belajar Agama dan PPKn siswa.forumpenelitian.Authorized by: www. H. diam. Tentunya.com 12 pada guru) siswa hanya duduk. keberagaman ini juga akan menentukan tingkat penguasaan bahan ajaran. siswa dengan kehidupan sosial dan keagamaannya tinggal dikembangkan oleh guru sesuai dengan materi/bahan ajar yang diberikan di kelas. bukan berarti siswa yang memiliki kemampuan lebih akan memiliki kesempatan yang lebih besar dalam proses belajar mengajar daripada siswa yang memiliki kemampuan rendah. Artinya.blogspot. Semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dan memperoleh hasil belajar yang tinggi. mencatat lalu mengulang-ulang kembali pelajaran tersebut di saat ujian sekolah. kemampuan awal dan hasil belajar siswa juga sangat beragam tergantung pada konteks lingkungan sosial yang tempatinya. dengan demikian siswa lebih mudah/lebih cepat memahami materi pelajaran karena dikaitkan dengan kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian Penelitian yang akan dilakukan ini mencakup proses dan hasil belajar mengajar dengan penerapan metode pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran Agama dan PPKn di kelas.

2 Definisi Operasional Definisi operasional masing-masing variabel penelitian ini adalah sebagai berikut.Authorized by: www. Metode Penugasan Penugasan atau assignment sebagaimana yang diharapkan dalam kurikulum berbasis kompetensi dan kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah yang bersifat divergent. 1) Variabel Terikat Variabel terikat pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama Islam (Y1) dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn (Y2) 2) Variabel Bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode penugasan yang dikenakan pada kelompok eksperimen I sedangkan pada kelompok eksperimen II menggunakan metode ceramah bermedia.forumpenelitian. Langkah-langkah dalam menyusun penugasan yaitu: 1) mengidentifikasi pengetahuan & keterampilan yang harus dimiliki. atau tidak hanya mengandalkan pada satu jawaban benar saja. I.1 Variabel Penelitian Pada penelitian eksperimen ini melibatkan beberapa variabel yang dapat dikelompokkan sebagai berikut.com 13 I. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Untuk menghindari terjadinya kesalahan penafsiran terhadap variabelvariabel penelitian yang terlibat dalam penelitian ini. 1. Yaitu suatu tugas yang dapat dikerjakan dengan menggunakan berbagai aletrnatif jawaban. dengan cara menentukan (a) .blogspot. maka berikut diuraikan variabel penelitian dan definisi operasional variabel-variabel yang dimaksud. I.

namun dalam hal ini dibarengi dengan penggunaan alat bantu (media) pembelajaran berupa gambar atau slide yang telah disiapkan oleh guru sebelumnya. Hasil Belajar Agama Islam . Metode Ceramah Bermedia Metode ceramah bermedia yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran yang lebih menitikberatkan kepada keberadaan guru sebagai pentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa didik. mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik. 3) membimbing pelatihan.com 14 jenis pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan.forumpenelitian. 2) mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan. 3. 2. sosial dan afektif yang hendak dicapai. Tahapan yang dilakukan dalam pembelajaran dengan metode ceramah bermedia adalah: 1) menyampaikan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan siswa. 4) memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapannya.blogspot.Authorized by: www. (c) kesesuaian tugas-tugas yang diberikan dengan kemampuan kognitif. (b) kompleksitas tugas yang diberikan. dan 3) menyusun kriteria keberhasilan. 2) merancang tugas-tugas untuk assesmen kinerja. dan (d) jenis tugas yang berkaitan langsung dengan upaya perbaikan mutu. dan (c) cara menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari dalam kehidupan nyata di masyarakat. dengan cara menentukan: (a) jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. (b) pengetahuan dan keterampilan bernilai tinggi yang harus dipelajari.

forumpenelitian.blogspot. Hasil belajar ini akan diukur dengan menggunakan tes awal dan tes akhir yang dibuat sendiri oleh peneliti. dan data yang diperoleh berupa data interval. Hasil Belajar PPKn Hasil belajar PPKn adalah tingkat penguasaan kognitif siswa terhadap materi pelajaran PPKn yang dinyatakan oleh skor yang diperoleh siswa dalam tes akhir (post test) yang diukur dengan tes prestasi belajar sains. 4. .Authorized by: www.com 15 Hasil belajar agama Islam adalah hasil/prestasi belajar yang ditunjukkan dengan satuan nilai yang diperoleh siswa selama proses pembelajaran Agama Islam sekaligus merupakan performance kerja siswa dalam kurun waktu tertentu.

Menurut filsafat konstruktivisme. keterampilan dan penanaman sikapsikap tertentu dari guru kepada peserta didik. Dalam menyampaikan pesan tertentu kepada peserta didik. Sistem lingkungan dalam proses belajar akan saling mempengaruhi antar komponen seperti tujuan instruksional yang ingin dicapai.Authorized by: www. Mereka membangun makna ketika guru memberikan permasalahan . seorang guru dapat mengembangkan belajar anak dengan menyediakan lingkungan belajar untuk memfasilitasi temuan si anak.forumpenelitian. bentuk kegiatan yang dilaksanakan serta sarana dan prasarana belajar mengajar yang tersedia. Jadi mengajar adalah suatu aktivitas profesional yang melibatkan berbagai komponen dalam menyampaikan pesan tertentu dari guru kepada peserta didik. guru dan peserta didik yang memainkan peranan senada dalam hubungan sosial tertentu. Davis (dalam Sumantri dan Permana. siswa memahami dunianya dengan cara menghubungkan antara pengetahuan dan pengalamannya dengan apa yang sedang dipelajarinya. Sementara itu. Raka Joni (1986: 3) merumuskan pengertian mengajar sebagai pencipta suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Hakikat Belajar Mengajar Sumantri dan Permana (1999) menyatakan mengajar adalah kegiatan penyampaian pesan berupa pengetahuan.blogspot.com 16 BAB II LANDASAN TEORETIK A. 1999) mengungkapkan bahwa pengertian mengajar sebagai suatu aktivitas profesional yang memerlukan keterampilan tingkat tinggi dan mencakup pengambilan keputusan. materi yang diajarkan.

(McLaughin dan Vogt.blogspot. Selanjutnya. kerangka belajar kontruktivisme adalah suatu kegiatan aktif yang berlangsung secara kontinyu dimana pebelajar menggunakan informasi yang berasal dari lingkungannya untuk mengkonstruksi interpretasi pribadinya dan makna-makna berdasarkan pengetahuan awal dan pengalamannya. Mereka mempertahankan gagasan atau pengetahuan naif ini secara kokoh sebagai kebenaran. mendorong inkuiri. 2002). dalam Dantes. menghargai sudut pandang siswa. Pandangan konstruktivisme sebagai filosofi pendidikan mutakhir menganggap semua peserta didik mulai dari usia TK sampai dengan perguruan tinggi memiliki gagasan atau pengetahuan sendiri tentang lingkungan dan peristiwa atau gejala alam di sekitarnya. Hal ini terkait dengan pengetahuan awal yang sudah terbangun dalam wujud “schemata” (struktur kognitif) dalam benak siswa (Depdiknas. Guru tidak dapat mendoktrinasi gagasan yang ada di dalam pikirannya supaya peserta didik mau mengganti dan memodifikasi gagasan mereka sesuai dengan keinginan sang guru. dan informasi dari sekitarnya. Salah satu sasaran pembelajaran agama dan PPKn adalah membangun gagasan moralitas dan kebangsaan setelah peserta didik berinteraksi dengan lingkungan. 2005).forumpenelitian. peristiwa.Authorized by: www. menyusun kegiatan pembelajaran dari konsepkonsep utama. dan menilai hasil belajar siswa. Oleh karena itu. . meskipun gagasan atau pengetahuan ini naif atau kadang-kadang salah.com 17 yang relevan. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa inti kegiatan pendidikan adalah memulai pelajaran dari “apa yang diketahui siswa”. 2004). Driver & Bell (dalam Kariasa dan Suastra. Von Glaserfield (1989) menyatakan bahwa konstruksi makna adalah proses adaptasi dimana tidak melibatkan penemuan dari realitas ontologi.

memodifikasi dan mempertajam gagasannya (Depdiknas.Authorized by: www. strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. yaitu: (1) pengaktifan pengetahuan yang sudah ada. (3) menyadarkan agar siswa menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. 2003) dalam pandangan kontruktivisme. (4) kegiatan praktis lain yang memberi peluang. (1) diskusi yang menyediakan kesempatan agar semua peserta didik mau mengungkapkan gagasan. 2002). melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu konsep tersebut direvisi dan dikembangkan. baru kemudian memperhatikan detailnya. Sementara itu. (3) demonstrasi. Selanjutnya Zahorik (dalam Nurahdi. Tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan (1) membuat informasi bermakna dan relevan bagi siswa. dan penelitian sederhana. (3) pemahaman pengetahuan dengan cara menyusun konsep sementara (hipotesis). dan (5) melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. kondisi belajar yang sesuai dengan filosofi kontruktivisme antara lain. peserta didik untuk mempertanyakan.forumpenelitian. (2) pemerolehan pengetahuan dengan cara mempelajari secara keseluruhan dulu.com 18 Dengan demikian. 2003) menekankan bahwa dalam praktek pembelajaran kontruktivisme ada 5 unsur pokok yang harus diperhatikan. (2) memberi kesempatan kepada siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. dan peragaan prosedur ilmiah. Sejalan dengan itu (Nurahdi.blogspot. . (2) pengujian. arsitek peubah gagasan peserta didik adalah peserta didik itu sendiri. (4) mempraktekkan pengalaman tersebut.

.com 19 Menurut Suparno (1997: 66). Ciri mengajar konstruktivisme adalah sebagai berikut: Driver dan oldham dalam Matthew yang dipaparkan oleh Suparno (1997) 1) Orientasi. Guru kontruktivisme tidak pernah akan membenarkan ajarannya dengan mengklaim bahwa” ini satu-satunya yang benar”. diperlukan beberapa kegiatan yang perlu dikerjakan dan juga beberapa pemikiran yang perlu disadari oleh guru. Murid diberi kesempatan untuk mengembangkan motivasi dalam mempelajari suatu topik. agar peran dan tugas guru dapat berjalan optimal. Karena murid harus membangun sendiri pengetahuan mereka.forumpenelitian. Guru perlu mempunyai pemikiran yang fleksibel untuk dapat mengerti dan menghargai pemikiran siswa. 1997). Di dalam kehidupan sosial mereka tidak dapat berkata lebih daripada “ ini adalah jalan terbaik untuk situasi ini.Murid diberi kesempatan untuk mengadakan observasi terhadap topik yang hendak dipelajari. seorang guru harus melihat mereka bukan sebagai lembaran kertas putih kosong atau tabula rasa. Pengetahuan yang mereka punya adalah dasar untuk membangun pengetahuan selanjutnya. Bahkan anak SD kelas 1 pun telah hidup beberapa tahun dan menemukan suatu cara yang berlaku dalam berhadapan dengan lingkungan hidup mereka. antara lain: 1. Tujuan dan apa yang akan dibuat di kelas sebaiknya dibicarakan bersama sehingga siswa sungguh terlibat 3. Guru perlu mengerti pengalaman belajar mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa 4. karena kadang siswa berpikir berdasarkan pengandaian yang tidak diterima guru. Mereka sudah membawa “pengetahuan awal”. ini adalah jalan terefektif untuk soal ini sekarang” Von Glasersfeld (dalam Suparno.blogspot. Diperlukan keterlibatan dengan siswa yang sedang berjuang dan kepercayaan terhadap siswa bahwa mereka dapat belajar 5. Guru perlu banyak berinteraksi dengan siswa untuk lebih mengerti apa yang sudah mereka ketahui dan pikirkan 2.Authorized by: www.

3) Restrukturisasi ide. Ini terjadi bila dalam diskusi itu idenya bertentangan dengan ide lain atau idenya tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan teman-teman. membuat poster. Kalau dimungkinkan. ataupun poster.Authorized by: www. Ide atau pengetahuan yang telah dibentuk oleh siswa perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi yang dihadapi. Dari pengetahuan awal dan pengalaman yang ada peserta didik menggunakan informasi yang berasal dari lingkungannya dalam rangka mengkonstruksi interpretasi pribadinya serta makna-makna. 5) Review. Makna ini dibangun ketika guru memberikan permasalahan yang relevan dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah ada sebelumnya. menulis. Terkait dengan hakikat belajar mengajar. Murid dibantu untuk mengungkapakan idenya secara jelas dengan berdiskusi. seseorang perlu merevisi gagasannya entah dengan menambahkan suatu keterangan ataupun mungkin dengan mengubahnya menjadi lebih lengkap. Dapat terjadi bahwa dalam aplikasi pengetahuannya pada situasi yang dihadapi sehari-hari. Berhadapan denga ide-ide lain. 4) Penggunaan ide dalam banyak situasi. Murid diberi kesempatan untuk mendiskusikan apa yang diobservasikan. c) Mengevaluasi ide barunya dengan eksperimen. dan lain-lain. seseorang dapat terangsang untuk merekonstruksi gagasannya kalau tidak cocok atau sebaliknya. . Hal ini akan membuat pengetahuan murid lebih lengkap bahkan lebih rinci dengan segala macam pengecualiannya. pada dasarnya semua peserta didik memiliki gagasan atau pengetahuan awal yang sudah terbangun dalam wujud skemata. menjadi lebih yakin bila gagasannya cocok.com 20 2) Elicitasi. bagaimana ide itu berubah.forumpenelitian. dalam wujud tulisan. proses belajar mengajar berpusat pada siswa. mendorong inkuiri untuk memberi kesempatan kepada siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. Dalam hal ini ada tiga hal a) Klarifikasi ide yang dikontraskan dengan ide-ide orang lain atau teman lewat diskusi ataupun lewat pengumpulan ide. Untuk membangun makna tersebut.blogspot. gambar. b) Membangun ide yang baru. ada baiknya bila gagasan yang baru dibentuk itu diuji dengan suatu percoban atau persoalan yang baru.

dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Lebih lanjut. dengan cara menentukan (a) jenis pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan. (b) pengetahuan dan keterampilan bernilai tinggi yang harus dipelajari.Authorized by: www. Mulyana dan Permana (1999: 42) mendefinisikan metode pembelajaran sebagai suatu rencana atau pola yang dapat digunakan membentuk kurikulum.com 21 B. Langkah-langkah dalam menyusun penugasan yaitu: 1) mengidentifikasi pengetahuan & keterampilan yang harus dimiliki. Dari ketiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. metode pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasi pengalaman belajar untuk mencapai tingkat belajar tertentu. Yaitu suatu tugas yang dapat dikerjakan dengan menggunakan berbagai aletrnatif jawaban. merancang bahan-bahan pengajaran dan membimbing pengajaran di kelas.blogspot. atau tidak hanya mengandalkan pada satu jawaban benar saja. dan (c) cara menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari dalam kehidupan nyata di . Metode Penugasan dalam Pembelajaran Terdapat beberapa definisi mengenai metode pembelajaran. Joyce dan Weil (1986:1) mendefinisikan metode pembelajaran sebagai suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman melaksanakan pembelajaran di kelas. Sedangkan Udin (1997: 78) menyatakan.forumpenelitian. Penugasan atau assignment sebagaimana yang diharapkan dalam kurikulum berbasis kompetensi dan kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah yang bersifat divergent.

96).com 22 masyarakat. mereka bisa menunjukkan kemampuan maupun ketidakmampuan terhadap persoalan yang dihadapi. sosial dan afektif yang hendak dicapai. Tugas Kelas Tugas kelas dapat diberikan dalam berbagai bentuk. (c) kesesuaian tugas-tugas yang diberikan dengan kemampuan kognitif. sebab dengan mengerjakan tugas. tugas proyek. quiz dan tugas-tugas lainnya. dengan cara menentukan: (a) jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas.Authorized by: www. Penugasan yang bersifat divergent ini akan mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif. Melalui tugas ini diharapkan guru bisa mengetahui sejauh mana para siswa telah menguasai suatu kompetensi tertentu. Sebagai akibatnya para lulusan kurang luwes dalam menyikapi berbagai persoalan.blogspot. dan (d) jenis tugas yang berkaitan langsung dengan upaya perbaikan mutu. 1. dan 3) menyusun kriteria keberhasilan (Setiyono. karena seolah-olah segala persoalan yang ada hanya bisa didekati dengan satu penyelesaian saja. . Tugas kelas sekaligus dapat dijadikan sebagai feedback bagi para siswa. 2) merancang tugas-tugas untuk assesmen kinerja. (b) kompleksitas tugas yang diberikan. Metode penugasan ini dapat berbentuk tugas di kelas (lembar kerja). Pada saat inilah sebenarnya peran guru sebagai motivator dan direktor akan nampak. tugas portofolio. tugas rumah dan lain-lain. misalnya dalam bentuk Lembar Kerja Siswa (LKS). 2007. Hanya sayangnya penugasan seperti ini belum banyak dirancang oleh para guru. 2006 dalam Tirta dan Gani.forumpenelitian.

metode. dan bila memungkinkan bisa diselesaikan di dalam kelas (bila hal-hal yang pokok telah disiapkan di rumah sebelumnya). Tugas ini harus diselesaikan di luar kelas. maka teknik portofolio dipandang sebagai assesmen yang bersifat othentik penilaian yang paling sesuai. cassette. Tugas rumah ini biasanya merupakan pengayaan dari pelajaran yang telah diajarkan pada satu kali tatap muka. Tugas Rumah Tugas rumah atau dikenal sebagai pekerjaan rumah (PR). Tugas Portofolio Tugas portofolio merupakan salah satu bentuk metode penugasan nonformal yang dapat digunakan untuk kegiatan assesmen. foto dan lainlain yang disimpan dalam file atau folder. 3.forumpenelitian.Authorized by: www. untuk dikumpulkan dan dibahas pada pertemuan yang akan datang. 4. melakukan penelitian sederhana. baik dalam bentuk CD. Kegiatannya yaitu berupa pengumpulan berkas atau dokumen dari masing-masing karya peserta didik. yang berupa beberapa soal sebagai latihan. file.blogspot. Tugas rumah biasanya membahas tentang materi-materi yang secara umum telah dibahas pada pertemuan sebelumnya. membuat metode dan lain-lain.com 23 2. print-out. Tugas proyek ini bisa dilakukan dalam berbagai bentuk bisa membuat makalah. Karena kemampuan tugas portofolio ini dalam mendokumentasikan proses maupun produk peserta didik. Tugas Proyek Tugas proyek adalah sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. .

Diadakannya pameran karya para siswa tersebut sekaligus juga berfungsi sebagai reinforcement yang selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan selfesteem para peserta didik. 101). baik dalam bentuk karya seni dan sastra. Pada saat pameran para siswa diberi kepercayaan untuk menampilkan karya terbaik mereka. dan c) portofolio penilaian (Setiyono.blogspot. seperti kepala seolah. . maupun dalam bentuk karya-karya ilmiah lainnya. Para tamu biasanya dipandu oleh anak-anak untuk mendapatkan keterangan tentang karya terbaik yang telah berhasil mereka buat. masyarakat atau komite pendidikan. Portofolio pameran biasanya cenderung berupa produk akhir. orang tua. dewan pendidikan atau pemerhati pendidikan. Harapannya dengan mengenal metode-mode ini para guru bisa memilih dan mengembangkan metode portofolio yang sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.com 24 Jenis-jenis Portofolio Setidaknya dalam metode penugasan portofolio menurut O’Malley & Pierce yang dapat dikembangkan yaitu: a) portofolio pameran.forumpenelitian. b) portofolio koleksi. Portofolio Pameran Portofolio jenis ini berupa sekumpulan hasil karya peserta didik yang dianggap paling baik terbagus untuk dipamerkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan kemajuan belajar peserta didik. Di negara maju seperti Inggris dan Amerika kegiatan pameran seperti ini biasanya secara rutin diselenggarakan diakhir waktu tertentu (akhir semester).Authorized by: www. Fungsi portofolio pameran layaknya sebagai barang pajangan untuk dipamerkan kepada publik. 2004 dalam Tirta dan Gani. 2007.

Agar diperoleh gambaran tentang kemajuan suatu siswa. maka guru dapat menggunakan portofolio ini untuk mengamati proses kemajuan pembelajaran anak. guru harus memonitor perkembangan tugas-tugas siswa melalui konferensi dan observasi. Agar portofolio ini benar-benar memberikan hasil yang otentik. Portofolio jenis ini tidak saja memfokuskan pada refleksi proses tetapi juga produk pembelajaran. Sekaligus portofolio koleksi dapat difungsikan sebagai fungsi diagnostik.blogspot. Dengan demikian portofolio penilaian dapat digunakan oleh guru sebagai alat penilaian (sebagai fungsi sumatif) dan sekaligus juga dapat digunakan untuk membantu siswa dalam merefleksikan apa yang telah mereka pelajari. Portofolio Penilaian Berbeda dengan dua jenis portofolio sebelumnya. Untuk itu.Authorized by: www. penilaian guru. dan kesimpulan tentang proses dan hasil karya siswa. karya belum jadi. .forumpenelitian. maka portofolio ini harus berisi produk akhir yang dilengkapi dengan sekumpulan bukti proses. portofolio jenis ini lebih bersifat formatif. Mengingat fungsi dan sifatnya yang spesifik tersebut. penilaian sendiri oleh siswa. Portofolio koleksi disebut juga dengan working folders karena isinya menunjukkan proses perkembangan draft awal dari suatu karya. outline.com 25 Portofolio Koleksi Portofolio koleksi berisi kumpulan hasil karya siswa yang terkait dengan tugas-tugas harian. dan produk akhir. portofolio penilaian merupakan seleksi dari sekumpulan karya siswa terbaik untuk diases.

Dalam pembelajaran ini peran guru sangat dominan. termasuk pengembangan emosional dan keterampilan. Sedangkan dampak pengiring yang didapat dari metode ini berupa keterampilan proses keilmuan. serta toleransi terhadap ketidaktentuan. Guru dituntut agar dapat menjelaskan materi ajar dengan baik dan memberi petunjuk mengenai hal-hal yang akan dilakukan oleh siswa dalam proses pembelajaran.forumpenelitian. Unsur yang paling penting adalah reinforcement atau penguatan. metode ini juga termasuk dalam lingkup pembelajaran langsung yang menitikberatkan diri pada teori pembelajaran behavioristik. memunculkan semangat kreatif. adanya kemandirian atau otonomi dalam belajar.Authorized by: www. C. Metode pembelajaran langsung didasarkan atas teori belajar behavioristik. Penguatan berfungsi untuk . dapat dilihat bahwa metode penugasan akan memberikan dampak instruksional berupa strategi di dalam melakukan penalaran aktif. Dengan demikian metode penugasan tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual tetapi seluruh potensi yang ada.blogspot. Pembelajaran langsung dalam hal ini metode ceramah merupakan pembelajaran yang terpusat pada guru (teacher center). Metode Ceramah Bermedia Metode ceramah merupakan salah satu metode yang umumnya digunakan oleh guru dalam pembelajaran. Aspek yang mendorong S-R adalah kebutuhan dan stimulus kemudian muncul respon.com 26 Dari uraian di atas. Paradigma behaviorisme memandang belajar sebagai perubahan tingkah laku yang didasarkan kepada unsur stimulus–respon (S-R).

sedangkan konsekuensi yang tidak menyenangkan akan melemahkan. Keempat. Demikian selanjutnya sehingga siswa dirangsang terhadap setimulus tertentu untuk menimbulkan respons. bahwa prilaku berubah menurut konsekuensi-konsekuensi langsung. unsur penguatan (reinforcement). unsur dorongan.blogspot. S R Hubungan langsung (koneksi) (Dantes. unsur stimulus. Beberapa prinsip yang melandasi teori prilaku adalah (1) Konsekuensikonsekuensi. siswa merasakan adanya kebutuhan sesuatu dan dorongan untuk memenuhi kebutuhan ini. Ketiga. bahwa konsekuensi-konsekuensi yang mengikuti perilaku akan lebih mempengaruhi perilaku dari pada konsekuensi-konsekuensi .com 27 memotivasi siswa agar ia merasakan adanya kebutuhan untuk melakukan tugas pelajaran melalui respons yang diberikan dalam tugas itu. siswa diberikan stimulus yang selanjutnya akan dapat menyebabkan siswa memberikan respons. 1999) Proses stimulus-stimulus ini terdiri dari beberapa unsur. unsur respon. Pertama. unsur ini diberikan kepada siswa agar siswa merasakan adanya kebutuhan untuk memberikan respons lagi. sedangkan yang melemahkan disebut hukuman (Punishers). Prilaku menyenangkan akan memperkuat.forumpenelitian. siswa memberikan suatu reaksi (respons) terhadap stimulus yang diterimanya dengan jalan melakukan suatu tindakan yang dapat dilihat. Kedua. Proses S-R dapat bertahap-tahap hingga perilaku itu terjadi.Authorized by: www. Konsekuensi yang menyenangkan biasanya disebut reinforser. (2) Kesegeraan (immediacy).

di antaranya: (1) materi pelajaran dibentuk dalam unit-unit kecil dan diatur berdasarkan urutan yang logis sehingga siswa mudah mempelajarinya. Pengetahuan deklaratif menyatakan pengetahuan tentang sesuatu. (2) dalam proses belajar siswa ikut berpartisipasi aktif di dalamnya. Fase persiapan dan motivasi yang diikuti dengan presentasi materi ajar atau demonstrasi tentang keterampilan tertentu yang diberikan oleh guru. Guru memberikan .blogspot. (3) tiap-tiap respons perlu diberi umpan balik secara langsung sehingga siswa dapat segera mengetahui apakah respons yang diberikan telah benar atau belum. Metode pengajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan deklaratif. prinsip-prinsip teori behaviorisme sebagaimana dinyatakan Hartley dan Davies (dalam Soekamto. (3) Pembentukan (shaping). misalnya dalam mengkaji masalah-masalah sosial.com 28 yang lambat datangnya. bahwa dalam mengajarkan keterampilan-keterampilan baru atau perilaku-perilaku dengan memberikan reinforsemen pada para siswa dalam mendekati perilaku akhir yang diinginkan (Dahar.Authorized by: www. 1997: 19) banyak dipakai. Pelajaran ini termasuk juga pemberian kesempatan kepada siswa untuk melakukan pelatihan dan pemberian umpan balik (feed back) terhadap keberhasilan yang telah dilakukan. (4) setiap kali siswa memberikan respons yang benar maka ia perlu diberi penguatan. 1988: 30-32). Dalam metode ceramah tugas guru adalah membantu siswa memperoleh pengetahuan secara deklaratif. Fase pembelajaran pada metode pembelajaran langsung antara lain. Dalam pendidikan. guru mengawali pelajaran dengan tujuan dan latar belakang pembelajaran serta memotivasi siswa untuk menerima penjelasan yang diberikan oleh guru secara langsung.forumpenelitian.

Murah dalam hal ini dimaksudkan proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap. dengan demikian tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit. metode pembelajan ceramah bermedia dapat diterjemahkan sebagai metode pembelajaran yang menuntut guru untuk menjelaskan materi ajar dengan baik dan memberi petunjuk mengenai halhal yang akan dilakukan oleh siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan alat bantu (media) sebagai penunjang pembelajaran. berbeda dengan metode yang lain seperti demonstrasi atau peragaan. Artinya. Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. 5) Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur menjadi lebih sederhana.blogspot. komponen penerima pesan (siswa). dan komponen pesan itu sendiri yang biasanya berupa materi pelajaran. guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang mana perlu ditekankan sesuai kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Kadang-kadang dalam proses pembelajaran terjadi kegagalan komunikasi. yaitu komponen pengirim pesan (guru). oleh karena sepenuhnya kelas merupakan tanggung jawab guru yang memberikan ceramah. materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokokpokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat. materi pelajaran atau pesan . Dalam suatu proses komunikasi selalu melibatkan tiga komponen pokok.com 29 kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan atau keterampilan yang telah dipelajari (Arends. Artinya. 3) Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan. Artinya. 4) Melalui ceramah. memang ceramah hanya mengandalkan suara guru. guru dapat mengontrol keadaan kelas. 1) Ceramah merupakan metode yang ’murah’ dan ’mudah’ untuk dilakukan. 2) Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. 1997: 67). (Sanjaya. 2001:148) Kaitannya dengan hal tersebut di atas. Sedangkan mudah.Authorized by: www. Ada beberapa alasan mengapa metode ceramah sering digunakan oleh para guru maupun instruktur diantaranya.forumpenelitian.

forumpenelitian.blogspot. dalam Sanjaya. secara umum media itu meliputi orang. slide. atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan. artinya tidak seluruh materi pelajaran dapat dipahami dengan baik oleh siswa. mengubah sikap siswa. keterampilan dan sikap. televisi. skill. Namun demikian. dan lain sebagainya. lebih para lagi siswa sebagai penerima pesan salah menangkap isi pesan yang disampaikan. maka guru dapat menyusun strategi pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar. media bukan hanya berupa alat atau bahan saja. bahan. Untuk memahami peranan media dalam proses mendapatkan pengalaman belajar bagi siswa. majalah dan sebagainya. 2001:163) menyatakan: ”A medium conceived is any person. media dalam pengertian ini media bukan hanya alat perantara seperti tv. Gerlach dan Ely (1980.com 30 yang disampaikan guru tidak dapat diterima oleh siswa dengan optimal. tetapi meliputi orang atau manusia sebagai sumber belajar atau juga berupa kegiatan semacam diskusi. Dengan demikian. buku. material or event that establishs condition wich enable the learner to acquire knowledge. yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan. and attitude”. 2001:163) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio. bahan cetakan. koran. simulasi. akan tetapi hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. karya wisata. Jadi menurut Gerlach dan Ely.Authorized by: www. Rossi dan Breidle (1966 dalam Sanjaya. radio. seminar. atau untuk menambah keterampilan. Edgar dan Dale melukiskannya dalam sebuah krucut yang . Untuk menghindari semua itu. peralatan.

Abstrak Verbal Lambang Visual Visual Radio Film Televisi Televisi Konkrit Karyawisata Demonstrasi Pengalaman melalui Drama Pengalaman melalui Benda Tiruan Pengalaman langsung Bagan 1: Kerucut pengalaman Edgar Dale (Sanjaya.com 31 kemudian dinamakan kerucut pengalaman (cone of experience) sebagaimana digambarkan berikut ini. contohnya melalui pengalaman langsung. Semakin konkrit siswa mempelajari bahan pengajaran. . semakin abstrak siswa memperoleh pengalaman. Sebaliknya.forumpenelitian.blogspot.Authorized by: www. maka semakin sedikit pengalaman yang akan diperoleh siswa. contohnya hanya mengandalkan bahasa verbal. maka semakin banyaklah pengalaman yang diperoleh siswa. 2001:166) Kerucut pengalaman yang dikemukakan oleh Edgar Dale itu memberikan gambaran bahwa pengalaman belajar yang diperoleh siswa dapat melalui proses perbuatan atau mengalami sendiri apa yang dipelajari. proses mengamati dan mendengarkan melalui media tertentu dan proses mendengarkan melalui bahasa.

Prestasi Belajar Salah satu tugas dari seorang guru adalah mengadakan evaluasi. Prestasi belajar merupakan hasi dari suatu usaha. Kekuatan yang paling penting dalam pengajaran menggunakan metode ceramah bermedia adalah reinforcement yang berfungsi memotivasi siswa agar dapat merasakan adanya kebutuhan untuk melakukan tugas pelajaran melalui respon yang diberikan dalam tugas itu. Dalam keadaan ini ceramah bermedia dapat digunakan agar lebih memberikan pengetahuan yang konkret dan tepat serta mudah dipahami. keterampilan. D.com 32 Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan komponen media pengajaran dalam sistem proses belajar mengajar mempunyai fungsi yang sangat penting. prestasi belajar merupakan hasil perubahan tingkah laku yang meliputi tiga ranah yaitu: kognitif. sikap serta nilai-nilai.forumpenelitian. 1988:62).Authorized by: www.blogspot. kemampuan. Raka Joni (1977:26) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah kegiatan belajar siswa untuk memperoleh pengetahuan. Sedangkan menurut Bloom (1971:7). Gambaran prestasi belajar siswa dapat dinyatakan dengan angka dari 0 sampai dengan 10 (Suharsimi Arikunto. sebab tidak semua pengalaman belajar dapat diperoleh secara langsung. Informasi ini sangat berguna untuk memperjelas sasaran dalam pembelajaran Prestasi belajar adalah suatu kemampuan aktual yang dapat diukur secara langsung dengan tes. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa. afektifm dan psikomotor. dan sikap siswa . salah satunya adalah prestasi belajar siswa. Pendapat lain mengemukakan bahwa prestasi belajar mencerminkan sejauhmana siswa telah dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada setiap bidang studi.

.forumpenelitian. Itu sebabnya prestasi belajar menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. aplikasi.Bloom. sikap. serta nilai-nilai dapat diukur tinggi rendahnya dengan jalan memberi tugas-tugas kepada siswa yang relevan dengan sasaran yang diinginkan. dan evaluasi. Hasil belajar yang berupa pengetahuan. pemahaman. indeks prestasi studi. sintesis. Kerangka Berpikir Sebagaimana telah diuraikan dalam deskripsi teoretis. bahkan pengertiannya satu dengan yang lain saling melengkapi. dan predikat keberhasilan (Saifuddin Azwar. prestasi belajar siswa pada pelajaran Agama dan PPKn merupakan tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan dalam pembelajaran Agama dan PPKn. Prestasi belajar siswa merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran.blogspot. dan sikap. analisis. prestasi belajar diartikan sebagai tes prestasi terbatas pada ranah kognitif saja.Authorized by: www. Hasil belajar yang diperoleh siswa dalam suatu mata pelajaran dinyatakan dalam bentuk nilai yang disebut prestasi belajar. Dengan demikian.com 33 dalam menyelesaikan suatu hal di bidang pendidikan (Zainal Arifin. Dalam penelitian ini. dapat dikatakan bahwa prestasi belajar merupakan kemampuan aktual yang dapat diukur dan berwujud penguasaan ilmu pengetahuan. E. ranah kognitif terdiri dari: pengetahuan. keterampilan. tidak ada kontradiksi makna. 1989:40). 1996:44). Prestasi belajar juga merupakan indikator tercapai tidaknya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. angka kelulusan. dan nilai-nilai yang dicapai oleh siswa sebagai hasil dari proses belajar di sekolah. Dari definisi tersebut di atas. Menurut Benjamin S. keterampilan. Di samping itu prestasi belajar dapat dioperasionalisasikan dalam bentuk indikatorindikator berupa nilai rapor.

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com 34

Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Agama Islam dan PPKn dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti: interaksi yang terjadi di dalam kelas, model dan metode pembelajaran serta media yang digunakan guru, sarana dan prasarana yang tersedia, kemampuan siswa, dan sebagainya. Ini berarti bahwa model dan metode pembelajaran dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Agama Islam dan PPKn. Model dan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi ajar dan situasi kelas memungkinkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Sehubungan dengan itu seorang guru selalu berusaha agar prestasi belajar siswanya meningkat, sehingga guru mencoba menerapkan berbagai model dan metode pembelajaran dalam mengajar. Metode pemberian tugas merupakan salah satu bentuk intensifikasi dari pendekatan keterampilan proses dengan mengetengahkan gejala sosial yang terjadi dilingkungan masyarakat siswa sebagai bahan atau materi ajar yang disesuaikan dengan materi ajar yang ada dalam buku teks. Metode pemberian tugas memberikan kondisi kepada siswa sebagai pebelajar untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri sehingga menemukan suatu konsep yang harus mereka pelajari melalui suatu proses tahap-tahap baik yang dilakukan secara individual maupun secara berkelompok. Proses atau tahapan-tahapan yang dilalui dalam pembelajaran dengan metode pemberian tugas adalah: 1) mengidentifikasi pengetahuan & keterampilan yang harus dimiliki, dengan cara menentukan (a) jenis pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan; (b) pengetahuan dan keterampilan bernilai tinggi yang harus dipelajari; dan (c) cara menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari dalam kehidupan nyata di masyarakat; 2) merancang tugas-tugas

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com 35

untuk assesmen kinerja, dengan cara menentukan: (a) jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas; (b) kompleksitas tugas yang diberikan; (c) kesesuaian tugas-tugas yang diberikan dengan kemampuan kognitif, sosial dan afektif yang hendak dicapai; dan (d) jenis tugas yang berkaitan langsung dengan upaya perbaikan mutu; dan 3) menyusun kriteria keberhasilan. Metode pembelajaran ini memberikan dua kelebihan pokok. Pertama, pembelajaran Agama dan PPKn dikaitkan langsung dengan pengalaman anak sehari-hari. Hal tersebut dapat membuat materi pelajaran menjadi lebih bermakna karena anak menemukan hubungan antara pengetahuan yang dipelajari di sekolah dengan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, pembelajaran Agama dan PPKn yang dilakukan sesuai dengan mengkaji gejala dan masalahmasalah sosial sesuai dengan tujuan pembelajaran, yaitu menjadikan manusia pebelajar yang memiliki tingkat intelegensi dan moralitas yang tinggi. Dalam metode pembelajaran ceramah bermedia guru lebih menekankan bagaimana seorang guru agar dapat menjelaskan materi ajar dengan baik dan dapat memberi petunjuk mengenai hal yang harus dilakukan oleh siswanya. Pada metode pembelajaran ini kurang memperhatikan gagasan-gagasan yang dimiliki siswa sebelumnya. Dalam hal ini guru hanya berusaha menyajikan atau mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilannya langkah demi langkah agar dapat dipahami oleh siswa. Hal ini mengakibatkan gagasan-gagasan yang dimiliki siswa tidak berkembang. Pembelajaran yang hanya berorientasi pada menirukan petunjuk dari seorang guru cenderung mematikan kreatifitas siswa sehingga banyak ide-ide cemerlang dari siswa yang tidak tersalurkan.

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com 36

Dari kedua metode pembelajaran tersebut, tentunya akan mendapatkan hasil belajar yang berbeda karena prestasi belajar merupakan hasil perubahan tingkah laku dari apa yang diajarkan. Berdasarkan uraian di atas, diduga prestasi belajar siswa yang mengikuti metode pembelajaran pemberian tugas lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan menggunakan metode ceramah bermedia.

F. Hipotesis Berdasarkan permasalahan dan kerangka berpikir yang didasari deskripsi teori serta didukung oleh kajian empirik yang relevan, hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. 1. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama dan PPKn antara yang diajar dengan metode pemberian tugas dan yang diajar dengan metode ceramah bermedia 2. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn yang diajar dengan metode pemberian tugas lebih baik dibandingkan dengan siswa diajar dengan metode ceramah bermedia. 3. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama yang diajar dengan metode pemberian tugas lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan metode ceramah bermedia. Berdasarkan hipotesis penelitian di atas, hipotesis statistiknya dirumuskan sebagai berikut. 1. H 0 : µM1 = µM 2 H1 : µ M 1 ≠ µ M 2 H 0 : µ PPKn 1 ≤ µ PPKn 2 H 1 : µ PPkn1 φ µ PPKn 2

2.

forumpenelitian.Authorized by: www.blogspot. H 0 : µ Agama1 ≤ µ Agama 2 H 1 : µ Agama1 φ µ Agama 2 Keterangan: µM1 = Rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama dan PPKn yang diajar dengan metode pemberian tugas.com 37 3. µM 2 = Rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama dan PPKn yang diajar dengan metode ceramah bermedia µ PPKn1 = Rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn yang diajar dengan metode pemberian tugas µ PPKn 2 = Rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn yang diajar dengan metode ceramah bermedia µ Agama1 = Rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn yang diajar dengan metode pemberian tugas µ Agama2 = Rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn yang diajar dengan metode ceramah bermedia .

Pretes digunakan untuk melihat apakah kedua kelompok yang dijadikan sampel penelitian sebelum perlakuan setara atau tidak. Rancangan ini dipilih karena eksperimen dilakukan di kelas tertentu dengan kelas yang telah ada. 2001: 44).Authorized by: www. Dalam menetapkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan secara acak terhadap kelas yang ada.1 Kelompok Eksperimen Kontrol Pretes T1 T1 Ubahan Bebas X _ Postes T2 T2 Rancangan Tes awal Tes akhir Kelompok kontrol tanpa acak Dimana T1 = Tes awal. Rancangan ini dilakukan pada subyek kelompok tidak dilakukan acak (Sudjana dan Ibrahim. T2 = Tes akhir. Rancangan eksperimen ditunjukkan seperti Gambar 3. Sementara itu.forumpenelitian. Untuk menguji hal ini digunakan uji-t.blogspot.com 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Dalam menentukan subyek untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak memungkinkan mengubah kelas yang telah ada. penggunaan metode pembelajaran yang dibedakan atas penggunaan metode penugasan untuk kelompok eksperimen dan metode ceramah . dan X = Perlakuan. dengan rancangan eksperimen tes awal tes akhir kelompok kontrol tanpa acak. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi). Dengan demikian randomisasi tidak bisa dilakukan.

Menentukan dan menyampaikan pengetahuan dan keterampilan bernilai tinggi yang harus dipelajari 3. Menjawab pertanyaan siswa 8. Tabel 3. Menjelaskan cara menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari dalam kehidupan nyata di masyarakat 4.forumpenelitian.1 Kegiatan Guru dan Siswa dalam Pelaksanaan Perlakuan Metode Pemberian Tugas No Tahap Kegiatan Guru Kegiatan Siswa 1 Mengidentifika si pengetahuan & keterampilan yang harus dimiliki 1. Kegiatan guru dan siswa untuk kedua metode pembelajaran yang digunakan diiktisarkan dalam Tabel 3.blogspot. Membimbing dan mengarahkan kriteria siswa dalam menyusun kriteria 1. Bertanya kepada guru untuk menggali informasi 2. Mengemukakan pertanyaan/ masalah yang dapat memotivasi siswa untuk mengemukakan pendapatnya Merancang 1. Memeriksa tampilnya masalah 7. Menyampaikan kesesuaian tugas-tugas yang diberikan dengan kemampuan kognitif. Menentukan jenis pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan 2.Authorized by: www. 3 1. Menyampaikan kompleksitas tugas yang diberikan 3. Meminta siswa berusaha untuk mengumpulkan data informasi sebanyak-sebanyaknya tentang masalah yang mereka hadapi 5. Menyiapkan informasi yang dibutuhkan siswa 6. Menuliskan prosedur yang diberikan guru 3.2 berikut.com 39 bermedia untuk kelompok kontrol. 5. Melakukan diskusi untuk merumuskan langkah-langkah penyelesaian masalah berkenaan dengan tugas yang diberikan guru 3.1 dan Tabel 3. Menentukan jumlah waktu yang tugas-tugas dibutuhkan untuk untuk assesmen menyelesaikan tugas kinerja 2. Menjawab pertanyaan guru sesuai dengan pengetahuan awal yang mereka miliki 2 1. Menuliskan jenis pengetahuan dan keterampilan yang akan dipelajari 2. sosial dan afektif yang hendak dicapai 4. Menetapkan langkah-langkah penyelesaian masalah dari jawaban siswa untuk dikaji lebih lanjut Menyusun 1. Siswa mendiskusikan apa . Menyampaikan langkah-langkah penyelesaian berkenaan dengan tugas yang diberikan guru. Menyajikan situasi yang saling bertentangan.

No 1 Tabel 3. Demontrasi Pengetahuan Mendemonstrasikan pelajaran sesuai bahan Memperhatikan Demonstrasi dengan yang dilakukan guru dan . yang disampaikan guru berdasarkan pengalaman awal yang dimiliki.com 40 keberhasilan keberhasilan yang akan dicapai melalui proses pembelajaran 2. Pembelajaran Hal ini dilakukan dengan Dilanjutkan dengan mencatat memberi penjelasan tentang tujuan pembelajaran materi pelajaran 2. Menulis kriteriakriteria keberhasilan yang akan dicapai dalam tugas yang diberikan Menyiapkan alat dan bahan secara berkelompok Secara berkelompok melakukan langkahlangkah penyelesaian masalah yang diberikan dalam tugas Bertanya seputar masalah dan proses penyelesaian masalah sosial dan keagamaan yang dilakukan. Meminta siswa untuk menyiapkan alat/bahan untuk mengerjakan tugas yang diberikan sesuai dengan masalah sosial dan agama yang diberikan dalam buku panduan/praktikum. tentang materi pelajaran. Menganalisis kesesuaian langkah penyelesaian masalah dengan kriteria yang telah ditetapkan.blogspot. 5. Menyampaikan kriteria keberhasilan yang telah disepakati bersama siswa. 4. 6. 3. 2. 3.Authorized by: www.forumpenelitian.2 Kegiatan Guru dan Siswa dalam Pelaksanaan Perlakuan Metode Ceramah Bermedia Tahap Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Penyampaian Mempersiapkan siswa untuk Mendengarkan penjelasan guru Tujuan belajar dan memotivasi siswa.

com 41 3. atau keterampilan Membimbing latihan dan pemberian umpan balik petunjuk dalam buku teks mempelajari buku teks Masing-masing kelompok berdiskusi dan menanyakan kepada guru apabila ada langkah-langkah yang belum dipahami Masing-masing kelompok mengerjakan tugas yang sudah disiapkan oleh guru/yang sudah ada di buku teks. (2) mortalitas (3) lokasi. (9) regresi. dan implementasi (Fraenkel and Wallen.Authorized by: www.blogspot. guru yang mengajar di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol diberikan pelatihan tentang pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan dan metode ceramah bermedia. Pengontrolan validitas internal meliputi: (1) karakteristik subyek. untuk mencoba latihan tugas sesuai buku teks. Pengontrolan validitas internal ini dilaksanakan agar hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan hasil belajar PPKn siswa dapat dinyatakan sebagai hasil perlakuan eksperiman dan hasil eksperimen dapat digeneralisasikan pada kondisi yang sama di luar perlakuan. 4. Untuk meyakinkan bahwa rancangan penelitian layak untuk pengujian hipotesis dilakukan pengontrolan validitas internal. (6) sejarah. . 1993: 222-230). (5) pengukuran. Membimbing pelatihan kepada masing-masing kelompok dan mengulang penyampaian mengenai materi pelajaran apabila ada kelompok yang belum paham Memberikan Menyuruh masing-masing kesempatan kelompok untuk mengerjakan kepada siswa tugas latihan. Pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan jadwal pelajaran yang ada di sekolah tempat pelaksanaan perlakuan. (4) instrumen. (7) kematangan. Kemudian mendengarkan penjelasan guru yang dilanjutkan dengan membuat tugas secara individu. untuk melihat tingkat pemahaman siswa Sebelum menerapkan metode penugasan dan metode ceramah bermedia.forumpenelitian. (8) sikap.

3. Instrumentasi Pengaruh instrumentasi dikontrol dengan menggunakan alat pengumpul data yang valid dan reliabel 5. Pengaruh perbedaan prilaku ini dikontrol dengan hanya membandingkan tes akhir dari masing-masing kelompok.forumpenelitian. demikian juga fasilitas pembelajaran yang ada di kelas relatif sama. Karakteristik Subjek Kelompok yang dijadikan subjek penelitian merupakan kelompok yang setara dalam hal penyebaran siswa yang berkemampuan tinggi. Lokasi ini terkontrol karena jumlah siswa untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama. Tes awal dilaksanakan untuk melihat kesetaraan kedua kelompok sebelum perlakuan dan menggunakan tes yang berbeda dengan tes akhir. Mortalitas Mortalitas atau kehilangan anggota sampel yang menjadi peserta eksperimen akibat alasan tertentu. sedang. 4.com 42 1. 2.blogspot. Mortalitas dikontrol dengan absen yang ketat selama perlakuan berlangsung. Pengukuran Perbedaan prilaku yang ditunjukkan oleh tes awal dan tes akhir dapat diakibatkan oleh kejadian di luar perlakuan. . dan rendah secara merata.Authorized by: www. membuat siswa lebih sensitif dan responsif terhadap materi yang dipelajari. Lokasi Lokasi tempat eksperimen dan fasilitas penunjang lainnya dapat mempengaruhi hasil penelitian. Tes awal dapat membuat siswa sadar tentang apa yang akan dipelajari.

Authorized by: www. Faktor sejarah dikontrol dengan pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol secara acak.com 43 6. Kematangan Kematangan terjadi karena perubahan subjek penelitian sesuai dengan perjalanan waktu.blogspot. Implementasi Pengaruh implementasi adalah kejadian tidak terduga yang dapat menguntungkan salah satu kelompok.forumpenelitian. subjek penelitian tidak sampai mengalami perubahan fisik maupun mental yang dapat mempengaruhi hasil belajar pendidikan agama Islam dan PPKn siswa. Faktor kematangan dikontrol dengan pemberian perlakuan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama tetapi masih memenuhi persyaratan penelitian. 8. Untuk meminimalisasi bias yang terjadi . Regresi Regresi statistik muncul karena adanya skor-skor yang ekstrem dalam penelitian. dalam hal ini hasil belajar pendidikan agama Islam dan hasil belajar PPKn siswa. 9. Pengaruh regresi statistik dikontrol dengan menguji kesetaraan secara statistik terhadap kedua kelompok sebelum perlakuan dimulai melalui tes kesetaraan kelompok. Dengan demikian. 7. Sejarah Sejarah adalah kejadian-kejadian khusus yang bukan disebabkan oleh perlakuan eksperimen tetapi dapat mempengaruhi respon subjek. Pengaruh implementasi dikontrol dengan menggunakan pengajar yang setara untuk kedua kelompok baik dari segi pendidikan maupun pengalamannya.

.. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII yang ada di SMPN 1 Suralaga dan SMPN 1 Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Pengambilan sampelnya menggunakan teknik random sampling....... B. Langkahlangkah penentuan sampel adalah sebagai berikut: pertama. kelas VIII yang ada di SMPN 1 Suralaga dan SMPN 1 Sukamulia. dipilih dua kelas secara random sebagai kelompok eksperimen dan kontrol.....forumpenelitian.. dari dua kelas tersebut dirandom lagi untuk mendapatkan mana kelompok yang akan dijadikan sebagai kelompok eksperimen (kelas yang diajar dengan menggunakan metode penugasan) dan mana kelompok yang akan dijadikan sebagai kelompok kontrol (kelas yang diajarkan dengan menggunakan metode ceramah bermedia).blogspot.. Dari hasil undian yang menjadi kelompok eksperimen adalah Kelas . Kedua. dari .Authorized by: www.com 44 akibat perlakuan guru dikontrol dengan melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah disusun.dan yang menjadi kontrol adalah kelas .. tahun ajaran 2007/2008. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilaksanakan di SMPN I Suralaga dan SMPN 1 Sukamulia Kabupaten Lombok Timur.

2002) dengan rumus: t= S x1 − x 2 1 1 − − n n 1 + 1 2 2 2 S2 = Keterangan: (n1 − 1). Metode Pengumpulan Data dan Instrumen Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam menjawab permasalahan yang telah diajukan. s1 + (n2 − 1).forumpenelitian. s 2 n +n 2 −2 _ X 1 = rata-rata skor hasil tes pada kelompok eksperimen _ X 2 = rata-rata skor hasil tes pada kelompok kontrol S = simpangan baku gabungan skor hasil tes kedua kelompok S1= simpangan baku skor hasil tes kelompok eksperimen S2 = simpangan baku skor hasil tes kelompok kontrol n1 = jumlah siswa kelompok eksperimen n2 = jumlah siswa kelompok kontrol Kriteria pengujian: jika t-hitung < t-tabel pada derajat kebebasan n1 + n2 -2 dan taraf signifikansi 5%.blogspot.Authorized by: www. C. maka kelompok dinyatakan setara (tidak berbeda secara signifikan).com 45 Untuk mengetahui kesetaraan kedua kelompok yang terpilih digunakan instrumen tes kesetaraan kelompok. Selanjutnya untuk menguji ada tidaknya perbedaan rata-rata skor hasil tes kesetaraan kelompok digunakan uji-t (Sudjana. . maka dilakukan pengumpulan data dengan instrumen.

C.2 Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data sebelumnya dilakukan uji coba instrumen untuk menguji validitas item dan menghitung reliabilitas alat ukur. Uji coba dilakukan dengan melibatkan siswa kelas VIII sebanyak 160 siswa di SMPN 1 Selong.Authorized by: www. rpbis = Keterangan : Xp Xt SDt p q ( Xp − Xt ) SDt p q = rata-rata testee yang menjawab butir soal dengan benar = rata-rata skor total untuk semua testee = simpangan baku total semua testee = proporsi testee yang dapat menjawab benar butir soal yang bersangkutan = 1-p .forumpenelitian.blogspot. 1) Validitas Butir Tes Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan PPKn Untuk mengetahui validitas butir tes hasil belajar digunakan korelasi point biserial ( rpbis ) dengan rumus sebagai berikut. C.1 Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi: (1) hasil belajar pendidikan agama Islam dan (2) hasil belajar PPKn yang dikumpulkan dengan metode tes.com 46 Metode pengumpulan data dan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

Tes hasil belajar diujicobakan terhadap 160 siswa kelas VIII di SMPN 1 Selong. Metode Analisis Data Data hasil pengukuran dianalisis secara bertahap sesuai dengan variabel masing-masing untuk menjawab permasalahan penelitian. dengan rumus sebagai berikut. D.Authorized by: www. Dengan menggunakan lima jenjang kualifikasi.forumpenelitian.com 47 Kriteria butir soal dalam kategori valid jika r pbis hitung > r pbis tabel pada taraf signifikansi 5%.Richardson 20 (K-20). Kualifikasi dideskripsikan atas dasar skor rerata ideal (Mi) dan simpangan baku ideal (SDi). 2  k   SDt − ∑ ( pq )  KR – 20 =   2  SDt  k − 1     Keterangan: k = banyaknya butir soal P = proporsi peserta tes yang menjawab benar q = 1-p Semua butir tes hasil belajar pendidikan agama Islam dan PPKn siswa yang valid selanjutnya dihitung Reliabilitasnya dengan menggunakan rumus Kuder-Richardson 20 (KR-20) melalui program Microsoft Excel. Setelah itu dianalisis dengan program Microsoft Excel 2) Reliabilitas Tes Hasil Belajar Reliabilitas tes hasil belajar dihitung dengan rumus Kuder. D.blogspot. maka digunakan analisis univariat. . maka kriterianya dapat disusun seperti Tabel 3.1 di bawah ini.1 Deskripsi Data Untuk mendeskripsikan kualitas hasil belajar siswa.

5 SDi) (Mi – 0.5 SDi) s/d (Mi + 0.forumpenelitian. 1990:72). Selanjutnya dilakukan pengujian asumsi untuk mengetahui apakah data yang tersedia dapat dianalisis dengan statisitik parametrik atau tidak.5 SDi) s/d (Mi + 1.blogspot.5 SDi) s/d (Mi – 0.2 Uji Persyaratan Analisis Dalam penelitian ini diasumsikan bahwa hasil belajar Agama (Y1) dan hasil belajar PPKn (Y2) tidak berkorelasi secara signifikan.Authorized by: www. Berkaitan dengan statistik yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian ini maka uji asumsi yang dilakukan meliputi uji normalitas.5 SDi) (Mi – 1. 1) Pengujian Normalitas .5 Sdi) (Mi + 0. uji homogenitas dan uji korelasi antar variabel tergantung (Nurosis.3 Pedoman Konversi Kecendrungan Data Hasil Belajar siswa Pelajaran Agama dan PPKn No 1 2 3 4 5 Keterangan : Mi = rata-rata ideal = 1 2 pada Kriteria > (Mi + 1.5 Sdi) Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah ( skor maksimum ideal + skor minimum ideal ) SDi = simpangan baku ideal = 1 6 ( skor maksimum ideal – skor minimum ideal ) D.5 SDi) < (Mi – 1.com 48 Tabel 3. uji linieritas.

2) Pengujian Homogenitas Uji homogenitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama. Uji normalitas sebaran data menggunakan bantuan SPSS-10 for Windows melalui Steam and leaf plot (Nurosis.forumpenelitian. dengan menggunakan lajur Deviation from Linierity.com 49 Pengujian normalitas dilakukan untuk meyakinkan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.blogspot. sedangkan untuk . sehingga uji hipotesis dengan statistik dapat dilakukan.05 dan dalam hal lain sebaran data tidak berdistribusi normal. Pengujian linieritas adalah untuk mengetahui bentuk hubungan antara variabel dependent (terikat) dan idependent (bebas). Kriteria pengujian data berdistribusi normal jika angka signifikansi yang diperoleh dalam Kolmogorov-Smirnov lebih dari 0. 3) Pengujian Linieritas dan Korelasi Sebelum dilakukan uji korelasi terlebih dahulu dilakukan uji linieritas dan uji regresi linier.all.Authorized by: www. Linieritas diuji melalui uji F. Keriteria pengujian: data memiliki matriks varians-kovarian yang sama (homogen) jika signifikansi yang dihasilkan dalam uji Box’s M dan uji Levene’s lebih dari 0. 1998: 375).05 dan data tidak berasal dari populasi yang homogen jika signifikansi yang dihasilkan dalam uji Box’ M dan uji Levene’s kurang dari 0. 1990:74-75) dan uji KolmogorovSmirnov.05. Pengujian homogenitas dilakukan dengan uji kesamaan varian-kovarian menggunakan SPSS-10 for windows melalui uji Box’s M untuk uji homogenitas secara bersama-sama dan dengan uji Levene’s untuk uji homogenitas secara terpisah (Hair. at.

.05. Persamaan regresi adalah Y = a + bX dengan: a = konstanta ∧ ∧ Y = prestasi belajar siswa pada pelajaran Agama Islam dan PPKn b = arah regresi X = metode pembelajaran Kriteria pengujian: metode regresi bisa dipakai untuk menguji prestasi belajar siswa pada pelajaran Agama Islam dan PPKn jika angka signifikansi yang dihasilkan lebih kecil dari 0. 4) Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan dengan uji analisis varian (ANAVA) 2 x 2 faktorial (satu jalur).com 50 melihat keberartian arah regresinya melalui lajur Linierity. Analisisnya dilakukan dengan bantuan program SPSS10 for Windows.blogspot.05 maka dinyatakan bentuk regresinya linier. Kriteria pengujian adalah: (a) uji linieritas pada lajur Deviation from Linierity. Desain uji hipotesis yang akan dilakukan mengikuti tabel berikut. jika signifikansi yang dihasilkan lebih kecil dari 0. Analisisnya dilakukan dengan bantuan program SPSS10 for Windows. jika angka signifikansi yang dihasilkan lebih besar dari 0.forumpenelitian.Authorized by: www. Uji regresi dilakukan melalui uji regresi linier sederhana melalui uji F.05. Kriteria pengujian: data berkorelasi jika angka signifikansi yang dihasilkan kurang dari 0. Pengujian korelasi metode pembelajaran dengan hasil belajar siswa pada pelajaran agama Islam dan PPKn dilakukan menggunakan bantuan SPSS10 for Windows melalui uji korelasi Pearson.05 maka dinyatakan arah regresi berarti. (b) uji keberartian arah regresi pada lajur Linierity.

Jika hasil uji ANAVA signifikan.. n AB 2 Dalam ∑ X tot ∑X tot (∑ X ) −∑ AB N − JK A − JK B …. N Kriteria pengambilan keputusan: Jika F hitung > F tabel. …. (∑ X ) − (∑ X ) ∑ A tot …. rumus yang digunakan adalah: . …. …… ….... …..Authorized by: www. …… …. Fh …. A2 = PPKn) B = Metode Belajar (B1 = Pemberian Tugas... Antar B ( X ) − (∑ X ) ∑∑ 2 B tot nA N 2 ….. …. ….. …… ….. dengan derajat kebebasan (dk = a-1... N-a) dan taraf signifikansi 5% maka H0 ditolak dan H1 diterima.... …..4: Rancangan ANAVA 1 Jalur (Faktorial 2 x 2) Mata Pelajaran (A) A1 (AGAMA ISLAM) Metode Belajar (B) Pemberian Tugas (B1) Ceramah Bermedia (B2) A1B1 A1B2 A2 (PPKn) A2B1 A2B2 Keterangan: A = Mata Pelajaran (A1 = Agama Islam. selanjutnya dilakukan uji lanjut dengan uji t-Scheffe untuk menguji hipotesis kedua dan ketiga. 2 Total 2 (∑ X ) − tot n AB 2 …... Inter AB ( X ) − (∑ X ) ∑∑ 2 AB tot nB N 2 ….. ….com 51 Tabel 3. Ftab 5% 1% …… …. …… ….forumpenelitian. B2 = Ceramah Bermedia) Y = Hasil Belajar Data yang dihasilkan dalam penelitian tersebut kemudian dihitung menggunakan program SPSS10 for Windows. artinya hipotesis pertama sudah terjawab bahwa terdapat perbedaan.blogspot.. Tabel Ringkasan Anava 1 Jalur (2x2 faktorial) SV Antar A 2 JK Db 2 MK …. ….

dimana db t = db dalam Kriteria pengambilan keputusan: Tolak H0 jika t hitung > t tabel dengan taraf kebebasan (dk = db dalam) dan taraf signifikansi 5%.blogspot.forumpenelitian.com 52 ti− j = Xi− X j 2 xMK d n − − . Sebaliknya terima H0 jika t hitung < t tabel dengan taraf kebebasan (dk = db dalam) dan taraf signifikansi 5%. Hasil perhitungan dengan cara manual ini akan disandingkan dengan hasil pengujian menggunakan bantuan program SPSS10 for windows. .Authorized by: www.

data penelitian ini dideskripsikan berdasarkan kelompok data sebagai berikut. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen pre-test post-test kelompok kontrol tanpa acak dengan menggunakan Anova satu jalur (2x2 faktorial) sebagai alat analisis datanya. 1 Deskripsi Data hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn dan Agama di SMPN 1 Suralaga Tabel 4.forumpenelitian.1: Data Penelitian di SMPN 1 Suralaga No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Kelompok A1 Y1 Y2 18 21 24 20 21 20 21 17 21 23 17 20 18 15 23 20 20 19 18 21 20 19 21 Kelompok A2 Y1 Y2 17 18 23 19 19 18 20 17 18 20 16 20 17 14 20 18 20 18 16 20 18 17 18 18 19 23 21 23 23 22 21 20 22 19 18 21 18 24 22 21 21 15 21 21 21 17 16 17 19 20 19 22 24 20 19 18 17 18 20 17 20 21 20 18 14 18 22 19 17 .Authorized by: www. DESKRIPSI DATA Data yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn sebagai hasil perlakuan antara penerapan metode ceramah bermedia dan metode pemberian tugas. Oleh karena itu.blogspot.com 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.

blogspot.848485 Keterangan: A1 : Metode Pemberian Tugas A2 : Metode Ceramah Bermedia Y1 : Hasil Belajar PPKn Y2 : Hasil Belajar Agama 2. Data Hasil Penelitian di SMPN 1 Sukamulia No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kelompok A1 Y1 Y2 17 20 21 23 19 15 16 23 20 16 17 20 18 15 22 20 Kelompok A2 Y1 Y2 16 18 20 21 16 15 15 19 16 15 15 20 15 14 20 18 20 20 24 23 23 23 25 22 20 22 19 18 21 18 24 22 19 17 20 21 20 19 23 20 19 20 17 18 20 17 20 21 .01863 4.201928 4.061661 4.074866 21 16 18 20 24 19 21 19 18 19 16 34 19 2.Authorized by: www.590909 18 20 15 17 24 18 21 18 19 20 19 34 18.com 54 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 N Ratarata SD Varian 19 21 18 20 25 20 18 20 18 21 18 34 19.250446 23 18 17 21 26 21 22 21 20 21 16 34 20.36451 5.forumpenelitian.5 2.85294 2.52941 2.

229055 20 14 14 15 18 17 18 18 16 15 15 15 19 15 20 18 20 20 34 17. Berdasarkan rata-rata ideal dan standar deviasi ideal tersebut.495808 6.5 SDi) (Mi + 0.49 Sangat Tinggi Tinggi .228482 4.5 SDi ) >19.05882 2.687032 7.2 Tabel 4.5 SDi) s/d (Mi + 1.966132 20 18 14 18 22 19 17 21 16 18 20 24 19 21 19 18 19 16 34 19.forumpenelitian.79412 2. Analisis Data SMPN 1 Suralaga Variabel hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn diukur dengan tes dengan jumlah pertanyaan 26 butir soal.49 15.220143 21 21 15 21 21 21 17 23 18 17 21 26 21 22 21 20 21 16 34 20.16 – 19.2 Klasifikasi Hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn Interval Kualifikasi No Kriteria 1 2 > (Mi + 1.04146 4.blogspot. Analisis Data 1. sehingga diperoleh rata-rata ideal = 13.167558 B.com 55 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 N Ratarata SD Varian 20 15 16 16 23 21 20 16 19 17 16 18 20 16 20 19 23 24 34 18.11765 2.33. dan standar deviasi ideal = 4. dengan skor minimum ideal = 0 dan skor maksimum ideal = 26.Authorized by: www.85294 2. skor hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn dapat diklasifikasikan sebagai tertera dalam Tabel 4.

0.16 6.5 SDi ) < (Mi .51 Sedang Rendah Sangat Rendah Hasil pengukuran terhadap variabel hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn memberikan hasil seperti dalam Tabel 4.53.0.3.forumpenelitian.25 Ceramah Bermedia 34 18. Hal ini berarti rata-rata hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn yang mengikuti metode pemberian tugas sangat tinggi dan ratarata hasil belajar siswa yang menggunakan metode ceramah bermedia tergolong tinggi.53 2.5 SDi) s/d (Mi .blogspot.51 – 10. Tabel 4.5 SDi) s/d (Mi + 0.83 <6.5 SDi) 10. 1) Data hasil belajar pada Pelajaran PPKn Siswa yang mengikuti Metode Pemberian Tugas dan Ceramah bermedia .02 4.5 SDi ) (Mi .3 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Skor hasil belajar Siswa pada Pelajaran PPKn Statistik Metode Pembelajaran Pemberian Tugas N 34 19.85 2.1.85. sedangkan untuk kelompok siswa yang mengikuti metode ceramah bermedia mempunyai rata-rata 18.06 4.83 –15. Hasil Pengukuran variabel hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn untuk setiap kelompok data dapat dideskripsikan sebagai berikut.1.Authorized by: www.com 56 3 4 5 (Mi . untuk kelompok siswa yang mengikuti metode pemberian tugas mempunyai rata–rata 19.07 X SD SD2 Pengukuran hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn.

Authorized by: www. dengan variasi perolehan skor pada kelompoknya sebesar 4.22 dan 4.05 dan simpangan baku 2. .68 sedangkan hasil belajar siswa yang menggunakan metode ceramah bermedia mempunyai rata rata 17. Hal ini berarti rata-rata hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn yang mengikuti metode pemberian tugas tergolong sangat tinggi. Hal ini berarti rata-rata hasil belajar siswa pada pelajaran Agama yang mengikuti metode pemberian tugas dan metode ceramah bermedia tergolong tinggi.23. untuk kelompok siswa yang mengikuti metode pemberian tugas adalah 20. untuk kelompok siswa yang mengikuti metode pemberian tugas mempunyai rata-rata 19.04. Hal ini berarti rata-rata hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn yang mengikuti metode pemberian tugas dan metode ceramah bermedia tergolong tinggi. 2.06.com 57 Pengukuran hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn. untuk kelompok siswa yang mengikuti metode pemberian tugas adalah 18.25.forumpenelitian.49 sedangkan hasil belajar siswa yang menggunakan metode ceramah bermedia mempunyai rata rata 19. Sedangkan hasil belajar siswa pada pelajaran Agama.79 dengan simpangan baku 2. Analisis Data SMPN 1 Sukamulia Pengukuran hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn.75 dengan simpangan baku 2. dengan variasi perolehan skor pada kelompoknya sebesar 7.11 dan simpangan baku 2.17.blogspot.96.23 dan 4.85 dan simpangan baku 2. dengan variasi perolehan skor pada kelompoknya sebesar 6.

231 34 .2 Pengujian Persyaratan Analisis 1. Lilliefors Significance Correction Keterangan: Y1.177 .00 2. Uji Normalitas 1.119 34 . This is a lower bound of the true significance.blogspot.216 .6.200* a Y1 Y2 X 1.com 58 4.00 Statistic . 1 = Data Hasil Belajar pada pelajaran PPKn untuk kelompok siswa yang diajar dengan metode pemberian tugas Y1.00 2.951 .948 . 1 = Data hasil belajar siswa pada pelajaran Agama untuk kelompok siswa yang diajar dengan Metode pemberia tugas Y2.952 . yang diajarkan dengan Metode Pemberian tugas dan Metode ceramah bermedia.forumpenelitian.Authorized by: www. Hasil uji normalitas disajikan pada Tabel 4. 2 = Data hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn untuk kelompok siswa yang diajar dengan metode ceramah bermedia Y2.00 1.968 Shapiro-Wilk df 34 34 34 34 Sig. a.000 .171 34 .6 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Uji Normalitas Data Hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dan Agama yang diajar dengan metode Pemberian tugas dan ceramah bermedia SMPN 1 Suralaga Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig. 2 = Data hasil belajar siswa pada pelajaran Agama untuk kelompok siswa yang diajar dengan Metode ceramah bermedia .240 . Tabel 4. . .024 .486 *.162 34 .1 Uji Normalitas Data SMPN 1 Suralaga Uji normalitas dilakukan terhadap kelompok data hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dan Agama.013 .

871 66 66 66 63.010** .00 2.2 Uji Normalitas Data SMPN 1 Sukamulia Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.127 34 . Dengan demikian.180 34 .007 .939 . secara keseluruhan sebaran data hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn dan Agama berdistribusi normal.933 .618 .663 **.957 .Authorized by: www.00 1. Uji Homogenitas 2. .920 .006 .964 .975 Shapiro-Wilk df 34 34 34 34 Sig.150 34 .211 df1 1 1 1 1 1 1 1 1 df2 66 66 65. .007 .418 .933 .003 . This is an upper bound of the true significance.00 Statistic .875 .00 2.blogspot. 1.937 66 Sig.007 . Dengan demikian.648 Y1 Y2 Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean .022 . a.000 . .05.939 .051 .001 .forumpenelitian.1 Uji Homogenitas Data SMPN 1 Suralaga Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic .181 a Y1 Y2 X 1.205 34 .com 59 Hasil pengujian normalitas seperti tertera dalam Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai-nilai statistik Shapiro-Wilk semua menunjukkan angka signifikansi yang lebih besar dari 0. Lilliefors Significance Correction Hasil pengujian normalitas seperti tertera dalam Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai-nilai statistik Shapiro-Wilk semua menunjukkan angka signifikansi yang lebih besar dari 0.05.251 . secara keseluruhan sebaran data hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn dan Agama berdistribusi normal 2.996 .006 .

390 . 2.982 . Uji homogenitas dilakukan terhadap kelompok data hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn dan Agama yang diajar dengan metode pemberian tugas dan ceramah bermedia.blogspot.762 .com 60 Uji homogenitas ini dimaksudkan untuk menguji bahwa setiap kelompok yang akan dibandingkan memiliki variansi yang sama.311 .102 66 Y1 Y2 Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Sig.996 dan Y2 memiliki signifikansi 0.forumpenelitian.618 Dengan demikian berarti bahwa matrik varians-kovarians pada variabel hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn dan Agama adalah homogen.480 .480 .021 66 66 66 62.504 .325 .386 .405 . .750 .504 . Pada tabel di atas tampak bahwa Based on Mean untuk Y1 memiliki signifikansi 0. Dengan demikian perbedaan yang terjadi dalam uji hipotesis benar-benar berasal dari perbedaan antara kelompok. bukan akibat dari perbedaan yang terjadi di dalam kelompok.762 1.041 .386 .2 Uji Homogenitas Data SMPN 1 Sukamulia Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic .703 df1 1 1 1 1 1 1 1 1 df2 66 66 62.Authorized by: www.

forumpenelitian.blogspot. 1. Rumusan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.Authorized by: www. PENGUJIAN HIPOTESIS Pengujian hipotesis bertujuan untuk menjawab hipotesis penelitian. Hipotesis pertama Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode pembelajaran pemberian tugas dan ceramah bermedia terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dan Agama di SMPN 1 Suralaga dan SMPN 1 Sukamulia Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode pembelajaran pemberian tugas dan ceramah bermedia terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dan Agama di SMPN 1 Suralaga dan SMPN 1 Sukamulia 2.com 61 C. Hipotesis kedua Ho : Tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dan Agama antara siswa yang diajar dengan metode pemberian tugas dan metode cemarah bermedia pada siswa kelas VIII di SMPN 1 Suralaga dan SMPN 1 Sukamulia Ha : Terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dan Agama antara siswa yang diajar dengan metode pemberian tugas dan metode cemarah bermedia pada siswa kelas VIII di SMPN 1 Suralaga dan SMPN 1 Sukamulia .

. Error of the Estimate 1. Pengujian Hipotesis SMPN 1 Suralaga 1.500 382. Sedangkan nilai signifikansi yang diperoleh pada tabel adalah 0.2 Pengujian hipotesis kedua ANOVA Sum of Squares 29.Authorized by: www.735 304.779 274.250 344. 328 untuk pelajaran Agama.281 Std. Model Summary Adjusted R Square .8083 Model 1 R .779 4.009 Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa F hitung = 7.291 a.10% dan dapat juga dikatakan bahwa metode pembelajaran dapat mempengaruhi hasil belajar siswa sebesarn 29. ini berarti bahwa nilai probabilitas yang diperoleh lebih kecil daripada nilai signifikansi yang telah .540a R Square .220 F 7.750 df 1 66 67 1 66 67 Y1 Y2 Between Groups Within Groups Total Between Groups Within Groups Total Mean Square 29.515 38. Predictors: (Constant).009.154 Sig.291 atau dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran dapat memprediksikan hasil belajar siswa sebesar 29.blogspot.154 untuk mata pelajaran PPKn dan 7. Y2 1.009 7.250 5.forumpenelitian.com 62 1.328 .10% sisanya adalah pengaruh dari faktor lain yang tidak diteliti.163 38.1 Pengujian hipotesis pertama Berdasarkan hasil analisa diperoleh hasil bahwa harga R square 0. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut.

004 .010 Std.Authorized by: www. Predictors: (Constant).forumpenelitian. Error of the Estimate 2. .191 Sig.981 .1 Pengujian hipotesis pertama Berdasarkan hasil analisa diperoleh hasil bahwa harga R square 0. maka Ho diterima. Pengujian Hipotesis SMPN 1 Sukamulia 2.721 6.779 343.868 df 1 66 67 1 66 67 Y2 Y1 Between Groups Within Groups Total Between Groups Within Groups Total Mean Square 47.868 54. Model Summary Adjusted R Square . 2.088 390.147 456.40% dan dapat juga dikatakan bahwa metode pembelajaran dapat mempengaruhi hasil belajar siswa sebesarn 2.779 5.721 402.198 54.blogspot. Y1 2.com 63 ditetapkan yaitu sebesar 5% atau 0.2 Pengujian hipotesis kedua ANOVA Sum of Squares 47.093 F 9. Berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan metode pembelajaran terhadap hasil belajar PPKn dan hasil belajar Agama Siswa. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut.40% sisanya adalah pengaruh dari faktor lain yang tidak diteliti.024 atau dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran dapat memprediksikan hasil belajar siswa sebesar 2.156 .003 8.05.024 a.4038 Model 1 R R Square a .

191 untuk mata pelajaran PPKn dan 8. maka Ho diterima. Sedangkan nilai signifikansi yang diperoleh pada tabel adalah 0.003 dan 0.004.com 64 Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa F hitung = 9.05.blogspot.981 untuk pelajaran Agama.forumpenelitian.Authorized by: www. ini berarti bahwa nilai probabilitas yang diperoleh lebih kecil daripada nilai signifikansi yang telah ditetapkan yaitu sebesar 5% atau 0. Berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan metode pembelajaran terhadap hasil belajar PPKn dan hasil belajar Agama Siswa .

blogspot. dalam proses pembelajaran seperti ini guru hanya sebagai fasilitator yang memfasilitasi proses pembelajaran bagi peserta didik. Keuntungannya adalah : Para peserta didik menggunakan keahlian seperti sintesis (menyatukan) dan analisis § Peserta tersebut terlibat secara aktif . Metode pemberian tugas didasarkan pada dasar pemikiran/alasan bahwa semakin banyak tanggung jawab yang diemban oleh peserta untuk proses belajar mereka sendiri. maka semakin efektif pelatihan atau pendidikan tersebut.com 65 BAB V PEMBAHASAN A. Hal ini terjadi karena siswa bebas mengeksplorasikan pengetahuannya melalui tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Selain itu juga.Authorized by: www.forumpenelitian. Dengan metode pemberian tugas siswa termotivasi untuk belajar lebih giat karena merasakan adanya kebebasan untuk mengeluarkan ide-idenya dalam mengungkap permasalahan-permasalahan yang diberikan oleh guru. PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS TERHADAP HASIL BELAJAR PPKn DAN AGAMA Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis dapat dinyatakan bahwa baik di SMPN 1 Suralaga dan SMPN 1 Sukamulia masing-masing terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar PPKn dan Agama. faktor persaingan untuk berusaha menjadi yang terbaik dari sekian siswa menjadikan proses pembelajaran lebih hidup dan tidak gersang seperti yang biasa terjadi diruang kelas yang penuh dengan tekanan.

dll. Hal ini dikarenakan dalam setiap proses pembelajaran guru tidak bisa menyampaikan materi hanya dengan jalan membagi-bagi buku atau tulisan-tulisan yang berisikan tes ataupun keterangan-keterangan yang menyangkut isi bahan ajaran. Metode ceramah bermedia juga baik untuk meningkatkan daya ingat siswa. § Proses pembelajaran relatif memakan banyak waktu sesuai dengan jumlah bahan yang dihadapi B.blogspot.forumpenelitian. .com 66 § § § Peserta berinteraksi dengan dan belajar dari satu sama lain Tidak diperlukan bahan-bahan belajar dalam jumlah banyak Para peserta dapat bekerja dalam suatu lingkungan yang sama dengan dunia nyata § Beberapa metode pembelajaran dapat digunakan Beberapa kelemahannya adalah: § § Pembelajaran mungkin dapat — atau terlihat — lebih mahal Tahapan instruksi lebih didasarkan pada kelompok daripada peserta secara individual § § Peran instruktur tidak didefinisikan secara jelas Terdapat kebutuhan untuk fasilitas tambahan untuk memungkinkan kelompok bekerja. PENGARUH METODE CERAMAH BERMEDIA TERHADAP HASIL BELAJAR PPKN DAN AGAMA Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis dapat dinyatakan bahwa baik di SMPN 1 Suralaga maupun di SMPN 1 Sukamulia masingmasing terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode ceramah bermedia terhadap hasil belajar PPKn dan Agama Siswa.Authorized by: www.

com 67 Walaupun memang.forumpenelitian.blogspot. Dimana guru memposisikan diri sebagai sosok yang maha tahu dan siswa mendengarkan dengan baik apapun yang disampaikan oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas. .Authorized by: www. metode ceramah bermedia ini sama saja dengan ceramah-ceramah yang diberikan oleh guru selama ini.

. dimana siswa dijadikan sebagai subyek belajar dalam proses belajar mengajar bukannya sebagai obyek yang siap menerima apapun yang disampaikan guru di dalam kelas. Guru PPKn dan Agama lebih banyak membuka dan membaca informasi terbaru mengenai program pembelajaran lebih khususnya menyangkut metode pembelajaran PPKn dan Agama melalui internet.forumpenelitian. Terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode pemberian tugas dan ceramah bermedia terhadap hasil belajar PPKn dan Agama Siswa Kelas VIII di SMPN 1 Suralaga dan SMPN 1 Sukamulia. SIMPULAN Dari hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian sebagaimana diungkap pada bab sebelumnya. Tidak Terdapat Perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode pemberian tugas dan metode ceramah bermedia pada mata pelajaran PPKn dan Agama di kelas VIII di SMPN 1 Suralaga dan Sukamulia.Authorized by: www. Dengan demikian juga proses pembelajaran akan semakin lancar. Sehingga apa yang disampaikan di dalam kelas nantinya match (sesuai) dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa. perlu dilakukan telaah kritis terhadap kebutuhan belajar siswa. 2. buku dan koran. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Untuk itu disarankan agar: 1.blogspot. B.com 68 BAB VI SIMPULAN DAN SARAN A. SARAN-SARAN Agar hasil belajar siswa menjadi lebih baik.

com 69 2. guru sebaiknya menjadi fasilitator. dan atau saudara bagi peserta didik yang selalu siap memberikan arahan ketika siswa menemukan masalah dalam proses berpikirnya . Siswa sebaiknya dibiasakan untuk berpikir mandiri dan menyelesaikan masalahnya sendiri melalui media pembelajaran yang sudah disediakan oleh guru maupun orang tua di rumah.forumpenelitian.Authorized by: www. kawan.blogspot. Dalam hal ini.

Strategi Belajar Mengajar. 1997. Classroom Instruction and Management. Arikunto. New York: McGraw-Hill Book co. Suharsimi. Saipul. 1972. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Belajar Untuk Hidup Dunia Pendidikan Hari Ini dan Hari Esok. etc. Bloom. Mizan Publika. Jakarta: PT.t. Sinar Baru Algesindo Offset. Bumi Aksara. Penterjemah Arief Furchan. Depdikbud Kab.forumpenelitian. Syaiful Bahri dan Azwan Zain. Dimiyati dan Mudjiono. Jakarta: Bhratara Karya Aksara. Jakarta : Proyek Publikasi dan Sosialisasi Pendidikan. 2000. Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Azwar. 2005. Lombok Timur. Pengantar Psikologi Intelegensi. Djamarah. New York: McGraw-Hill Book Co. Selong: Depdikbud. 2002. Lombok Timur. Jakarta: PT.al. Suharsimi dan Cepi Safruddin Abdul Jabar. Donald. Saifuddin. 2004. Teori-teori Belajar. 2002. 1999. Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoretis Praktis Bagi Praktisi Pendidikan. 2004. B. 1971. Jakarta: Bumi Aksara. Selong: Depdikbud. Rencana Strategik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2003 – 2007. Surabaya: Usaha Nasional. Handbook on Formative and Summative Evaluation of Student Learning. Anam. M. ________. t. Jakarta: Rineka Cipta Faure. Depdikbud Kab. Arends.com 70 DAFTAR PUSTAKA Ali. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. et. Jakarta: Rineka Cipta. Lucy Cheser Jacobs & Asghar Razavieh. Indikator kinerja dewan pendidikan dan komite sekolah. Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2004 – 2008. Bandung. 2002. Arikunto. 1989.S. . Ary.blogspot. Jakarta: Erlangga. Edgar.Authorized by: www. 2001. Belajar dan Pembelajaran. 2003. Indra Djati Sidi Dari ITB Untuk Pembaruan Pendidikan. Ratna Wilis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Dahar. Richard.

Increasing Equity and Increasing School Performance— Conflicting or Compatible Goals?. 2001.edu/epaa/v12n10/ Riduwan & Akdon. Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. 1971. Menggugat Pendidikan Fundamentalis Konservatif Liberal Anarkis. Gulo. 2002. 1993. McGraw-Hill Book Company. 1993. 1984. 1987. Surabaya: UNESA-Press. S. Paulo. Penerjemah Omi Intan Naomi. and Strategies in the Planning. Inc. Design.Nur. Psichologycal Testing. J. Knapp Publisher.asu. 2006. Jalal. Ivan Illich. Guilford. Jakarta: National Education Planning. T. Wallen. Jeanne M. Ditjen Pendidikan Tinggi Depdikbud. California: http://epaa. Singapore: McGraw-Hill. Fasli & Dedi Supriadi. _________. Muhammad Kamal. Jakarta.blogspot. 1986. New York. 2000. H. Lingkaran Studi Indonesia (LSI).Inc. James. Strategi Belajar Mengajar. Fundamental Statistics in Pshycology and Education. Stephen & William B. Rumus dan Data Dalam Aplikasi Statistika Untuk Penelitian (Administrasi Pendidikan-Bisnis-Pemerintahan-Sosialkebijakan-ekonomi-Hukum-Manajemen-Kesehatan). Alfabeta. 1956. Cetakan ke VI. New York. M. Jack R. New Jersey. Jakarta: Grasindo Hassan . Inc. Educational Evaluation. Handbook in Research and Evaluation A Collection of Principles. Suatu Tinjauan Pengantar. Freire. How to Design and Evaluatif Research in Education.Authorized by: www. Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Fraenkel. 1973. Jakarta .com 71 Fernandes. Popham. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. McGraw-Hill Book Company. Allyn Bacon. dkk. Michael. Inc. and Evaluation of Studies in Education and the Behavioral Sciences. W. Model of Teaching. Isaac.J. Erich Fromm.X. Boston Powers. Pengajaran Langsung. Evaluation and Curriculum Development. 2004. Kardi. Joyce & Weil. Evaluation of Educational Programs. 2006. Prentice-Hall. Joni. Methods. California: Robert R. W. Strategi Belajar Mengajar. 1986.P. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. and Norman E. Alih bahasa Ahmadie Thaha. Raka.forumpenelitian. Modernisasi Indonesia: Respon Cendekiawan Muslim.

Yogyakarta: Kanisius. 2005. New Jersey. Slameto. I Made dan Agus Abdul Gani.R.forumpenelitian. Disertasi (Tidak dipublikasikan). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Bandung: Sinar Baru. Sukmadinata. Jakarta: Rineka Cipta. Nurul. Suparno. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan.A. 1995. 1996. 2001. H. Anas. Jakarta: Rineka Cipta. KBK dan Daya Dukungnya.blogspot. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. 2004. Paradigma baru pendidikan nasional. Metode Penelitian Pendidikan. Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Universitas Jember. 1997. Bandung: PT. Sumantri. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional . Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan TeoriAplikasi. Sudijono. Sudjana dan Inda Ibrahim. Bandung: Program Pascarsarjana IKIP Bandung. Jakarta: PT. Measurement And Evaluation in Psychology and Education. Bumi Aksara. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2006. 1977. Prentice-Hall. 1999. Jakarta: Proyek pendidikan Guru Sekolah Dasar.com 72 Sadia.Authorized by: www. Tirta. Tilaar. Remaja Rosdakarya. RajaGrafindo Persada. Zuriah. Inc. Paul. Mulyani dan Johar Permana. Strategi Belajar Mengajar. 2006. 2007. Jakarta: PT. Thorndike. Robert M. “Pengembangan Model Belajar Konstruktivis dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama (SMP)”. I Wayan. Nana Syaodih. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi.

...................com 73 DAFTAR ISI Halaman Judul .......................................................................................... Batasan Masalah ..... 33 F... 38 B..................................................................................................................................................................... Metode Ceramah Bermedia ...... Desain Penelitian............................................................................iv BAB I: PENDAHULUAN .... 53 ......... 12 I...................................................................... 46 C.... 38 A............................................................................................ Metode Analisis Data ........ 8 E.............. Prestasi Belajar........ 9 F................. Latar Belakang Masalah......... Manfaat/Kegunaan Penelitian................... 47 D.................................................................... 47 D.................ii Kata Pengantar .... 45 C...........................................................................................................1 Metode Pengumpulan Data ...................... 8 D................ Asumsi Penelitian ..1 Deskripsi Data ................ 16 A......................... Rumusan Masalah ....................... 11 H..........................i Halaman Pengesahan ...................................................................................................................................................................................... Tujuan Penelitian .......................................... 21 C............. Identifikasi Masalah ............................................................... 13 BAB II: LANDASAN TEORETIK. Kerangka Berpikir.............................................................................. 44 C................................ 1 B.....................................blogspot. Hipotesis ..................................... Metode Pengumpulan Data dan Instrumen ................................................................................................................... Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian... 32 E.....................................Authorized by: www................................................ 46 D.............. Hakikat Belajar Mengajar....................................................................................................................... 9 G..................................................................................... 7 C..................................................... 48 DAFTAR PUSTAKA ....................................... 1 A... Populasi dan Sampel ............................................................................................ 36 BAB III: METODE PENELITIAN . 26 D.................... Variabel Penelitian dan Definisi Operasional.......................................................................................iii Daftar Isi .............................2 Instrumen Penelitian ................................ 16 B.............................................................................................................................................................................................2 Uji Persyaratan Analisis.........................................................forumpenelitian........................ Metode Penugasan dalam Pembelajaran ......

blogspot.com 74 .forumpenelitian.Authorized by: www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful