BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Semua negara mengakui bahwa Demokrasi sebagai alat ukur dari politik. Kehendak rakyat adalah dasar utama kewenangan

keabsahan

pemerintahan menjadi basis tegaknya system politik demokrasi. Demokrasi meletakkan rakyat pada posisi penting, hal ini karena masih memegang teguh rakyat selaku pemegang kedaulatan. Negara yang tidak memegang demokrasi disebut negara otoriter. Negara otoriterpun masih mengaku dirinya sebagai negara demokrasi. Ini menunjukkan bahwa demokrasi itu penting dalam kehidupan bernegara dan pemerintahan. Dalam realitanya perkembangan sistim ketatanegaraan mulai berkembang dari teori-teori para filsuf kuno yang banyak di adopsi oleh bangsa-bangsa yang ada di seluruh dunia. Setiap Negara menganut system ketatanegaraan. Salah satu contohnya adalah sistem pemerintahan demokrasi. Salah satu sistem pemerintahan klasik yang sudah ada sejak dulu kala. Sejak zaman Yunani kuno yang kemudian dikembangkan oleh para penganut aliran-aliran yang sependapat dengan pembuat sistem pemerintahan tersebut. Demokrasi sebagai dasar hidup bernegara pada umumnya memberikan pengertian bahwa pada tingkat terakhir rakyat memberikan ketentuan dalam masalah-masalah pokok yang mengenai kehidupannya, termasuk dalam menilai kebijaksanaan tersebut menentukan kehidupan rakyat. Dengan demikian Negara demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Demikian juga dengan perkembangan HAM di dunia ini. Perjalanan panjang HAM yang sudah melalui banyak lika-liku yang naik turun. Perspektif sejarah dan sosial-kultural gagasan tentang HAM sebenarnya telah berlangsung selama berabad-abad. . Di dalam konstitusi-konstitusi Negara-negara demokrasi modern setelah itu perlindungan HAM menjadi isi pokoknya sehingga dapat disimpulkan bahwa

konstitusi sebenarnya merupakan instrument utama bagi perlindungan HAM sebab setiap pemerintahan kekuasaannya dibatas oleh konstitusi. Di dalam ilmu politik dan hukum tata Negara konstitusi memang memiliki fungsi untuk membatasi kekuasaan pemerintah agar tidak tampil secara sewenang-wenang. 1.2 Rumusan Masalah a. Apa pengertian demokrasi ? b. Bagaimana demokrasi di Indonesia serta pelaksanaannya? c. Apa pengertian hak asasi manusia? d. Bagaimana perkembangan hak asasi manusia di Indonesia? e. Bagaimana hubungan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia? 1.3 Tujuan a. Untuk mengetahui pengertian demokrasi, b. Untuk mengetahui demokrasi di Indonesia serta pelaksanaannya, c. Untuk mengetahui pengertian hak asasi manusia, d. Untuk mengetahui perkembangan hak asasi manusia di Indonesia, e. Untuk mengetahui hubungan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia.

BAB 2. PEMBAHASAN

arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu. Hal ini menjadi wajar. dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR. dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18.1 Pengertian Demokrasi Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. oleh rakyat dan untuk rakyat. Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif. yaitu demos yang berarti rakyat.2. Kata “demokrasi” berasal dari dua kata. . bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara. keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Namun. untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. selain sesuai hukum dan peraturan. Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara. Di bawah sistem ini. sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif.

namun oleh sebagian warga yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum. Kedaulatan rakyat yang dimaksud di sini bukan dalam arti hanya kedaulatan memilih presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung. Banyak negara demokrasi hanya memberikan hak pilih kepada warga yang telah melewati umur tertentu. misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri . tidak semua warga negara berhak untuk memilih (mempunyai hak pilih). banyak keputusan atau hasil-hasil penting. Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab. Walapun perannya dalam sistem demokrasi tidak besar. sebagai tokoh impian ratu adil. Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain. Suatu pemilihan presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung tidak menjamin negara tersebut sebagai negara demokrasi sebab kedaulatan rakyat memilih sendiri secara langsung presiden hanyalah sedikit dari sekian banyak kedaulatan rakyat. dan yang tak memliki catatan kriminal (misal. misalnya umur 18 tahun. misalnya pemilihan presiden suatu negara. bukan sistem pemerintahan yang bagus. Sebagai tambahan. narapidana atau bekas narapidana). suatu pemilihan umum sering dijuluki pesta demokrasi. Pemilihan umum tidak wajib atau tidak mesti diikuti oleh seluruh warga negara. Ini adalah akibat cara berpikir lama dari sebagian masyarakat yang masih terlalu tinggi meletakkan tokoh idola.Selain pemilihan umum legislatif. Padahal sebaik apa pun seorang pemimpin negara. masa hidupnya akan jauh lebih pendek daripada masa hidup suatu sistem yang sudah teruji mampu membangun negara. bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. tetapi dalam arti yang lebih luas. diperoleh melalui pemilihan umum. Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat.2 Macam-macam demokrasi a. pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak azasi manusia. d) kepartaian.1. yaitu kegiatan politik untuk memilih anggota-anggota parlemen. misalnya melalui pemilihan wakil-wakil rakyat untuk parlemen secara bebas dan rahasia. b) perwakilan. 2. Menurut Abraham Lincoln (Presiden AS ke-16). yaitu bahwa partai politik adalah media atau sarana antara dalam praktik pelaksanaan demokrasi b. tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut. Azas-azas pokok demokrasi dalam suatu pemerintahan demokratis adalah: a.1. dan b. c) pemilihan umum. c. 2. Adanya tanggung jawab dari pelaksana kegiatan pemerintahan. kehendak dan kepentingan rakyat diatur dan ditetapkan dalam konstitusi. misalnya pembagian/ pemisahan kekuasaan eksekutif. yaitu bahwa prinsip-prinsip kekuasaan.1 Ciri-ciri pokok pemerintahan demokratis a. setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable). dengan ciri-ciri tambahan: a) konstitusional. yaitu bahwa pelaksanaan kedaulatan rakyat diwakilkan kepada beberapa orang. demokrasi adalah pemerintahan dari. legislatif dan yudikatif. pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan. tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat. Pemerintahan berdasarkan kehendak dan kepentingan rakyat banyak. Adanya pemisahan atau pembagian kekuasaan. Demokrasi ditinjau dari cara penyaluran kehendak rakyat: . by the people and for the people). Intinya. oleh dan untuk rakyat (Democracy is government of the people.

3) musyawarah tidak akan efektif. Pada masa itu.a) Demokrasi langsung Dipraktikkan di negara-negara kota (polis. Dengan demikian. yaitu: pemilihan secara langsung dan pemilihan bertingkat. tetapi parlemen tetap dikontrol oleh pengaruh rakyat dengan sistem referendum (pemungutan suara untuk mengetahui . Tipe demokrasi perwakilan berlainan menurut konstitusi negara masing-masing. Sistem pemilihan ada dua macam. sehingga sulit menghasilkan keputusan yang baik. city state) pada zaman Yunani Kuno. kemudian orang-orang yang terpilih itu memilih anggota-anggota parlemen. pemerintah dapat mengetahui – secara langsung pula – aspirasi dan persoalan-persoalan yang sebenarnya dihadapi masyarakat. yang dipilih rakyat adalah orang-orang di lingkungan mereka sendiri. Sedangkan pada pemilihan bertingkat. c) Demokrasi perwakilan dengan sistem referendum Dalam sistem demokrasi ini rakyat memilih para wakil mereka untuk duduk di parlemen. b) Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan Sistem demokrasi (menggantikan demokrasi langsung) yang dalam menyalurkan kehendaknya. Tetapi dalam zaman modern. 2) tidak setiap orang memahami persoalan-persoalan negara yang semakin rumit dan kompleks. demokrasi langsung sulit dilaksanakan karena: 1) sulitnya mencari tempat yang dapat menampung seluruh rakyat sekaligus dalam membicarakan suatu urusan. rakyat memilih wakil-wakil mereka untuk duduk dalam parlemen. Aspirasi rakyat disampaikan melalui wakil-wakil mereka dalam parlemen. setiap warga negara yang berhak secara langsung memilih orang-orang yang akan duduk di parlemen. seluruh rakyat dapat menyampaikan aspirasi dan pandangannya secara langsung. Pada pemilihan secara langsung.

seperti Rusia. kebebasan dan hak-hak azasi manusia di bidang politik diabaikan. Polandia dan Hongaria dengan ciri-ciri: a) sistem satu (mono) partai. Hak milik pribadi tidak diakui. penerapan azas free fight competition (persaingan bebas) dalam bidang ekonomi menyebabkan kesenjangan antara golongan kaya dan golongan miskin kian lebar. . bahkan mudah dihilangkan. Sistem ini digunakan di salah satu negara bagian Swiss yang disebut Kanton. Maka. 2. Kepentingan umum pun diabaikan. semua orang dianggap memiliki derajat dan hak yang sama. yaitu otoritas penguasa dapat dipaksakan kepada rakyat. Demokrasi ini sering disebut demokrasi Timur. Demokrasi formal/ liberal sering pula disebut demokrasi Barat karena pada umumnya dipraktikkan oleh negara-negara Barat. Demokrasi Formal (Demokrasi Liberal) Demokrasi formal menjunjung tinggi persamaan dalam bidang politik tanpa disertai upaya untuk mengurangi atau menghilangkan kesenjangan rakyat dalam bidang ekonomi. b. partai penguasa (sebagai representasi kekuasaan negara) akan menjadikan segala sesuatu sebagai milik negara. Namun karena kesamaan itu. yaitu partai komunis (di Rusia). Untuk mengurangi perbedaan dalam bidang ekonomi. Demokrasi material menimbulkan perkosaan rohani dan spiritual. Dalam sistem demokrasi yang demikian. Cekoslowakia. Kaum komunis bahkan menyebutnya demokrasi kapitalis karena dalam pelaksanaannya kaum kapitalis selalu dimenangkan oleh pengaruh uang (money politics) yang menguasai opini masyarakat (public opinion). demi persamaan dalam bidang ekonomi. b) sistem otoriter. Demokrasi Material (Demokrasi Rakyat) Demokrasi material menitikberatkan upaya-upaya menghilangkan perbedaan dalam bidang ekonomi sehingga persamaan dalam persamaan hak dalam bidang politik kurang diperhatikan.3 Demokrasi ditinjau dari titik berat perhatiannya a.1. karena berkembang di negara-negara sosialis/ komunis di Timur.kehendak rakyat secara langsung).

Para menteri yang menjalankan kekuasaan eksekutif diangkat atas usul suara terbanyak dalam sidang parlemen. Negara-negara Barat banyak menggunakan demokrasi parlementer sesuai dengan masyarakatnya yang cenderung liberal.c) sistem perangkapan pimpinan. Ciri khas demokrasi ini adalah adanya hubungan yang erat antara badan eksekutif dengan badan perwakilan rakyat atau legislatif. Mereka wajib menjalankan tugas penyelenggaraan negara sesuai dengan pedoman atau program kerja yang telah disetujui oleh parlemen. tetapi diperlukan pembatasan untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat. d) sistem pemusatan kekuasaan di tangan penguasa tertinggi dalam negara. Demokrasi parlementer lebih cocok diterapkan di negara-negara yang menganut sistem dwipartai: partai mayoritas akan menjadi partai pendukung pemerintah dan partai minoritas menjadi oposisi. Belgia.4 Demokrasi ditinjau dari hubungan antaralat perlengkapan negara a. sesuai dengan konstitusi negara masing-masing. Persamaan derajat dan hak setiap orang tetap diakui.1. yaitu pemimpin partai merangkap sebagai pemimpin negara/ pemerintahan. Selama penyelenggaraan negara oleh eksekutif disetujui dan didukung oleh parlemen. Demokrasi Gabungan Demokrasi ini mengambil kebaikan dan membuang keburukan demokrasi formal dan material. dan Indonesia (pada masa UUDS 1950) dengan pelaksanaan yang bervariasi. Pelaksanaan demokrasi ini bergantung pada ideologi negara masing-masing sejauh tidak secara jelas kecenderungannya kepada demokrasi liberal atau demokrasi rakyat. 2. Demokrasi perwakilan dengan sistem parlementer Demokrasi sistem parlementer semula lahir di Inggris pada abad XVIII dan dipergunakan pula di negara-negara Belanda. . Prancis. maka kedudukan eksekutif akan stabil. Penyimpangan oleh seorang menteri pun dapat menyebabkan parlemen mengajukan mosi tidak percaya yang menggoyahkan kedudukan eksekutif. c.

tanpa campur tangan dari badan eksekutif maupun legislatif. b . 6. Kelebihan demokrasi perwakilan bersistem parlementer: 1. sehingga kebijakan politik negara pun labil. eksekutif tidak dapat menyelesaikan program kerja yang telah disusunnya. terdapat pembagian kekuasaan (distribution of powers) antara badan eksekutif dengan badan legislatif dan kerja sama di antara keduanya. 5. kebijakan politik pemerintah yang dianggap salah oleh rakyat dapat sekaligus dimintakan pertanggungjawabannya oleh parlemen kepada kabinet. pemerintah yang dianggap tidak mampu mudah dijatuhkan dan diganti dengan pemerintah baru yang dianggap sanggup menjalankan pemerintahan yang sesuai dengan keinginan rakyat. pengaruh rakyat terhadap politik yang dijalankan pemerintah sangat besar. karena pergantian eksekutif yang mendadak. 3. menteri-menteri yang diangkat merupakan kehendak dari suara terbanyak di parlemen sehingga secara tidak langsung merupakan kehendak rakyat pula. 4. Demokrasi perwakilan dengan sistem pemisahan kekuasaan . menteri-menteri akan lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas karena setiap saat dapat dijatuhkan oleh parlemen. Kelemahan demokrasi perwakilan bersistem parlementer: 1. kedudukan badan eksekutif tidak stabil. sering terjadi pergantian kabinet. 2.Dalam demokrasi parlementer. karena dapat diberhentikan setiap saat oleh parlemen melalui mosi tidak percaya. mudah mencapai kesesuaian pendapat antara badan eksekutif dan badan legislatif. 7. Sedangkan badan yudikatif menjalankan kekuasaan peradilan secara bebas. 2. pengawasan rakyat terhadap kebijakan pemerintah dapat berjalan dengan baik. 3.

Demokrasi ini berpangkal pada teori pemisahan kekuasaan yang dikemukakan oleh para filsuf bidang politik dan hukum. Kelebihan demokrasi perwakilan bersistem pemisahan kekuasaan: 1. pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan programnya tanpa terganggu oleh adanya krisis kabinet. yang membagi kekuasaan negara ke dalam tiga bidang. kekuasaan eksekutif oleh Presiden dan kekuasaan yudikatif oleh Mahkamah Agung. 3. Ketiga cabang kekuasaan itu harus dipisahkan. Menurut Montesquieu. ketiga bidang itu harus dipisahkan. . pengawasan rakyat terhadap pemerintah kurang berpengaruh. Di negara itu. 4. yaitu eksekutif. Ketiga badan tersebut berdiri terpisah dari yang lainnya untuk menjaga keseimbangan dan mencegah jangan sampai kekuasaan salah satu badan menjadi terlampau besar. memodifikasi teori Locke itu dalam teori yang disebut Trias Politica pada bukunya yang berjudul L’Esprit des Lois. sehingga pemerintahan dapat berlangsung relatif stabil. Kesederajatan itu menjadikan ketiganya dapat berperan saling mengawasi (check and balance). Teori Montesquieu disebut teori pemisahan kekuasaan (separation du puvoir) dan dijalankan hampir sepenuhnya di Amerika Serikat. Charles Secondat Baron de Labrede et de Montesquieu (1688-1755) asal Prancis. Untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan kekuasaan. pemerintah selama masa jabatannya tidak dapat dijatuhkan oleh parlemen. eksekutif (kekuasaan melaksanakan undang-undang) dan yudikatif (kekuasaan mengatasi pelanggaran dan menyelesaikan perselisihan antarlembaga yang berkaitan dengan pelaksanaan undang-undang). baik organ/ lembaganya maupun fungsinya. legislatif dan federatif. Kelemahan demokrasi perwakilan bersistem pemisahan kekuasaan: 1. kekuasaan legislatif dipegang oleh Kongres. mencegah terjadinya kekuasaan yang absolut (terpusat pada satu orang). Pelopornya adalah John Locke (1632-1704) dari Inggris. 2. sistem check and balance dapat menghindari pertumbuhan kekuasaan yang terlampau besar pada setiap badan. kekuasaan negara dibagi menjadi: legislatif (kekuasaan membuat undang-undang).

Kelemahan demokrasi perwakilan dengan sistem referendum: 1. 4. c. maka persoalan itu dapat diserahkan keputusannya kepada rakyat tanpa melalui partai. misalnya tentang perubahan konstitusi. Demokrasi perwakilan dengan sistem referendum Demokrasi ini merupakan gabungan antara demokrasi perwakilan dengan demokrasi langsung. Sedangkan mengenai hal lain. pembuatan undang-undang/ peraturan relatif lebih lambat dan sulit.2. sehingga pendapatnya tidak harus sama dengan pendapat partai/ golongannya. Dalam negara yang menganut demokrasi ini parlemen tetap ada. sejumlah rakyat meminta diadakan referendum. proses pengambilan keputusan memakan waktu yang lama. keputusan parlemen tidak dapat diberlakukan tanpa persetujuan rakyat. Referendum obligator adalah pemungutan suara rakyat yang wajib dilaksanakan mengenai suatu rencana konstitusional. apabila terjadi pertentangan antara badan organisasi negara. yaitu referendum obligator dan referendum fakultatif. pada umumnya keputusan yang diambil merupakan hasil negosiasi antara badan legislatif dan eksekutif sehingga keputusan tidak tegas. Ada dua macam referendum. Kelebihan demokrasi perwakilan dengan sistem referendum: 1. . 3. Referendum fakultatif baru perlu dilakukan apabila dalam waktu tertentu setelah undangundang diumumkan pemberlakuannya. Sedangkan referendum fakultatif merupakan pemungutan suara rakyat yang tidak bersifat wajib dilakukan mengenai suatu rencana konstitusional. keputusan parlemen dapat langsung diberlakukan sepanjang rakyat menerimanya. adanya kebebasan anggota parlemen dalam menentukan pilihannya. 2. Jadi. tetapi kinerjanya dikontrol secara langsung oleh rakyat melalui referendum. pengaruh rakyat terhadap kebijakan politik negara kurang mendapat perhatian. Perubahan konstitusi tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan rakyat. ciri khas demokrasi perwakilan dengan sistem referendum adalah bahwa tugas-tugas legislatif selalu berada di bawah pengawasan seluruh rakyat karena dalam hal-hal tertentu. Referendum ini bersifat wajib karena menyangkut masalah penting.

5 Prinsip-prinsip Demokrasi a. Terjaminnya hak asasi manusia oleh undang-undang 2. b. Prinsip demokrasi yang didasarkan pada konsep di atas (rule of law). membuat pihak luar termasuk Asosiasi Internasional Konsultan Politik (IAPC). pada umumnya rakyat kebanyakan tidak berpengetahuan cukup untuk menilai atau menguji kualitas produk undang-undang. Meski pada awalnya banyak yang meragukan pelaksanaan demokrasi di Indonesia. c. Ia menilai. kenyataannya demokrasi di Indonesia saat ini telah berusia 10 tahun dan akan terus berkembang.1. keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi yag tidak banyak disadari itu.5 Demokrasi di Indonesia Bisa dikatakan bahwa Indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat demokrasi di kawasan Asia. c. berkat keberhasilan mengembangkan dan melaksanakan sistem demokrasi. membuka mata bangsa Indonesia. b. Kedudukan yang sama dalam hukum. Penghormatan terhadap supremasi hukum.2. Indonesia juga bisa menjadi contoh. Pri Sulisto. Sebagian orang pernah berpendapat bahwa demokrasi . Prestasi tersebut juga menjadikan Indonesia sangat berpotensi mengantar datangnya suatu era baru di Asia yang demokratis dan makmur. Tingkat persamaan (kesetaraan) tertentu antara warga negara. bahwa pembangunan sistem demokrasi dapat berjalan seiring dengan upaya pembangunan ekonomi. bahwa keberhasilan tersebut merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Keterlibatan warga negara dalam pembuatan keputusan politik. 2.1. Tingkat kebebasan atau kemerdekaan tertentu yang diakui dan dipakai oleh para warga negara. Tidak adanya kekuasaan yang sewenang-wenang. antara lain sebagai berikut : a. Menurut Ketua Asosiasi Konsultan Politik Asia Pasifik (APAPC). keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi bisa menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan Asia yang hingga saat ini beberapa di antaranya masih diperintah dengan ‘tangan besi’. d.

Keraguan tersebut bahkan menyerupai kekhawatiran yang dapat membuat Indonesia chaos yang dapat mengakibatkan perpecahan.6 Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia (Masa Orde Lama. Periode 1959-1965 (Orde Lama) . Hal tersebut tentunya bisa terjadi bila demokrasi dapat mencegah korupsi dan penumpukan kekayaan hanya pada elit tertentu. 2. Orde Baru. badan eksekutif terdiri dari Presiden sebagai kepala negara konstitusional (constitutional head) dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Anwar Ibrahim. Periode 1945-1959 Demokrasi Parlementer Demokrasi pada masa ini dikenal dengan sebutan demokrasi parlementer. Sementara itu. Mereka juga pernah mengatakan bahwa negara Indonesia terlalu besar dan memiliki persoalan yang kompleks. Hal ini ditunjukkan dengan melemahnya persatuan bangsa. 3. sistem ini ternyata kurang cocok diterapkan di Indonesia.tidak akan berlangsung lama di Indonesia. Meskipun sistem ini dapat berjalan dengan memuaskan di beberapa negara Asia lain. mantan wakil perdana menteri Malaysia. karena masyarakatnya belum siap. menyebutkan bahwa demokrasi telah berjalan baik di Indonesia dan hal itu telah menjadikan Indonesia sebagai negara dengan populasi 4 besar dunia yang berhasil melaksanakan demokrasi. Sistem ini kemudian diperkuat dalam Undang-Undang Dasar 1949 (Konstitusi RIS) dan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950. dan Orde Reformasi) Perkembangan demokrasi di Indonesia dari segi waktu dapat dibagi dalam empat periode. Sistem parlementer ini mulai berlaku sebulan setelah kemerdekaan diproklamasikan. Hal ini juga membuat Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia yang telah berhasil menerapkan demokrasi. Dia juga berharap agar perkembangan ekonomi juga makin meyakinkan sehingga demokrasi bisa disandingkan dengan kesuksesan pembangunan. yaitu : 1.1. Dalam UUDS 1950.

Transisi demokrasi merupakan fase krusial yang kritis karena dalam fase ini akan ditentukan ke mana arah demokrasi akan dibangun. Habibie. dan meluasnya peranan ABRI sebagai unsur sosial politik. Bergulirnya reformasi yang mengiringi keruntuhan rezim tersebut menandakan tahap awal bagi transisi demokrasi Indonesia. dominannya peranan ABRI.J. dan inkorporasi lembaga nonpemerintah 4. Periode 1998-sekarang( Reformasi ) Orde reformasi ditandai dengan turunnya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatan presiden kemudian diisi oleh wakil presiden. Dengan demikian. monolitisasi ideologi negara. sesuai dengan kodratnya (Kaelan: 2002). campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik dan publik. 3. pembatasan peran dan fungsi partai politik. Rusli Karim. Ing.2 Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia. kekeliruan yang besar dalam Demokrasi Terpimpin Soekarno adalah adanya pengingkaran terhadap nilai-nilai demokrasi yaitu absolutisme dan terpusatnya kekuasaan hanya pada diri pemimpin. Periode 1965-1998 (Orde Baru) Demokrasi Pancasila Ciri-ciri demokrasi pada periode Orde Lama antara lain presiden sangat mendominasi pemerintahan. Ir. berkembangnya pengaruh komunis. rezim Orde Baru ditandai oleh. masa mengambang. Menurut M. . tidak ada ruang kontrol sosial dan check and balance dari legislatif terhadap eksekutif. Syafi’i Ma’arif. Turunnya presiden Soeharto disebabkan karena tidak adanya lagi kepercayaan dari rakyat terhadap pemerintahan Orde Baru. DR. birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik. B. demokrasi terpimpin sebenarnya ingin menempatkan Soekarno seagai “Ayah” dalam famili besar yang bernama Indonesia dengan kekuasaan terpusat berada di tangannya.Demokrasi Terpimpin Pandangan A. dalam Teaching Human Rights. Prof. United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa HAM adalah . Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB). Selain itu. terbatasnya peran partai politik. 2.

2. etnis. agama. dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu: 1. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis. (Mansyur Effendi. yaitu : 1. 1994). yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.hak-hak yang melekat pada setiap manusia. dan dilindungi oleh negara. ras. pemerintah dan setiap orang. hukum. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia” 2. John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. dijunjung tinggi. dibeli ataupun diwarisi. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM (Mansyur Fakih. 3.2 Perkembangan Pemikiran HAM Perkembangan Pemikiran HAM dibagi dalam 4 generasi. 2003).2.1 Ciri Pokok Hakikat HAM Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas. Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. 2. . HAM tidak bisa dilanggar. Generasi pertama berpendapat bahwa pemikiran HAM hanya berpusat pada bidang hukum dan politik. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin. pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.2. HAM tidak perlu diberikan. Fokus pemikiran HAM generasi pertama pada bidang hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan situasi perang dunia II.

totaliterisme dan adanya keinginan Negara-negara yang baru merdeka untuk menciptakan sesuatu tertib hukum yang baru. Selain itu program pembangunan yang dijalankan tidak berdasarkan kebutuhan rakyat secara keseluruhan melainkan memenuhi kebutuhan sekelompok elit. karena banyak hak-hak rakyat lainnya yang dilanggar. Perkembangan pemikiran HAM dunia bermula dari: Magna Charta Pada umumnya para pakar di Eropa berpendapat bahwa lahirnya HAM di kawasan Eropa dimulai dengan lahirnya magna Charta yang antara lain memuat pandangan bahwa raja yang tadinya memiliki kekuasaan absolute . Dalam pelaksanaannya hasil pemikiran HAM generasi ketiga juga mengalami ketidakseimbangan dimana terjadi penekanan terhadap hak ekonomi dalam arti pembangunan ekonomi menjadi prioritas utama. Generasi keempat yang mengkritik peranan negara yang sangat dominant dalam proses pembangunan yang terfokus pada pembangunan ekonomi dan menimbulkan dampak negative seperti diabaikannya aspek kesejahteraan rakyat. ekonomi. 2. sosial. 4. hak ekonomi dan hak politik. Pemikiran HAM generasi keempat dipelopori oleh Negaranegara di kawasan Asia yang pada tahun 1983 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut Declaration of the basic Duties of Asia People and Government. politik dan hukum dalam suatu keranjang yang disebut dengan hak-hak melaksanakan pembangunan. sedangkan hak lainnya terabaikan sehingga menimbulkan banyak korban. Pada masa generasi kedua. Generasi ketiga menjanjikan adanya kesatuan antara hak ekonomi. Generasi kedua pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial. budaya. politik dan budaya. hak yuridis kurang mendapat penekanan sehingga terjadi ketidakseimbangan dengan hak sosial-budaya. Generasi ketiga sebagai reaksi pemikiran HAM generasi kedua. Jadi pemikiran HAM generasi kedua menunjukan perluasan pengertian konsep dan cakupan hak asasi manusia. 3.

Dalam kaitan itu berlaku prinsip presumption of innocent. hak kebebasan dari ketakutan. dimana ketentuan tentang hak lebih dirinci lagi sebagaimana dimuat dalam The Rule of Law yang antara lain berbunyi tidak boleh ada penangkapan tanpa alasan yang sah. a) The American declaration Perkembangan HAM selanjutnya ditandai dengan munculnya The American Declaration of Independence yang lahir dari paham Rousseau dan Montesquuieu. kemudian ditahan dan dituduh.(raja yang menciptakan hukum. sehingga tidak satupun bangsa berada dalam posisi berkeinginan untuk melakukan serangan terhadap Negara lain ( Mansyur Effendi. Mulailah dipertegas bahwa manusia adalah merdeka sejak di dalam perut ibunya.1994). artinya orang-orang yang ditangkap. sehingga tidaklah logis bila sesudah lahir ia harus dibelenggu. hak kebebasan memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran agama yang diperlukannya. sampai ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan ia bersalah. hak kebebasan dari kemiskinan dalam Pengertian setiap bangsa berusaha mencapai tingkat kehidupan yang damai dan sejahtera bagi penduduknya. . berhak dinyatakan tidak bersalah. tetapi ia sendiri tidak terikat dengan hukum yang dibuatnya). pengurangan persenjataan. c) The Four Freedom Ada empat hak kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. yang meliputi usaha. menjadi dibatasi kekuasaannya dan mulai dapat diminta pertanggung jawabannya dimuka hukum(Mansyur Effendi. pada tahun 1789 lahirlah The French Declaration (Deklarasi Perancis). b) The French declaration Selanjutnya.1994).

dijelaskan bahwa Negara Indonesia yang dicita-citakan dan hendak dibangun adalah Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat atau Negara demokrasi. berlaku konstitusi Republik Indonesia Serikat 3. . berlaku UUD 1945 2. Bangsa Indonesia sejak awal mempunyai komitmen yang sangat kuat untuk menjunjung tinggi HAM. oleh karena itu bangsa Indonesia selalu berusaha untuk menegakkannya sejalan dan selaras dengan falsafah bangsa Pancasila dan perkembangan atau dinamika jamannya. Komitmen kuat tentan HAM sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 kemudian dijabarkan ke dalam pasal-pasal atau batang tubuh UUD 1945. berlaku Kembali UUD 1945 2. HAM adalah salah satu tiang yang sangat penting untuk menopang terbangun tegaknya sebuah Negara demokrasi. Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 merupakan piagam HAM pertama Indonesia yang lahir lebih dahulu dibanding pernyataan HAM se dunia oleh PBB pada tanggal 10 Desember 1948. maka UUD 1945 mengimplementasikan ke dalam pasal-pasalnya tentang hak-hak asasi manusia. Periode 5 Juli 1959 sampai sekarang.2. Periode 18 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949. yaitu: 1.3 Perkembangan pemikiran HAM di Indonesia Pemikiran HAM periode sebelum kemerdekaan yang paling menonjol pada Indische Partij adalah hak untuk mendapatkan kemerdekaan serta mendapatkan perlakukan yang sama hak kemerdekaan. Periode 17 Agustus sampai 5 Juli 1959.2. Sejak kemerdekaan tahun 1945 sampai sekarang di Indonesia telah berlaku 3 UUD dalam 4 periode. Sesuai dengan jiwa dan semangat Pembukaan UUD 1945 yang mengamanatkan hendak dibangunnya Negara demokrasi tersebut. Diantaranya terdapat dalam beberapa pasal yakni pasal 28A sampai pasal 28 J. Periode 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950.3 Hubungan Demokrasi Dan Hak Asasi Manusia Dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat. berlaku UUD 1950 4.

3. Untuk itu perlu adanya ketetapan MPR yang khusus memuat tentang HAM. pemantauan. Tap MPR yang dimaksudkan sebagai HAM terbaru itu adalah ketetapan No. penelitian dan mediasi tentang hak asasi manusia. Penghormatan. 4. PENUTUP 3. BAB 3. XVII/MPR/1998. dilakukan oleh komisi nasional hak asasi manusia yang ditetapkan oleh Undang-undang. Selain itu juga terbentuknya UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak asasi manusia merupakan salah satu bentuk perkembangan dari pengakuan HAM di Indonesia. Menugaskan kepada Presiden Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk meratifikasi berbagai instrument Perserikatan Bangsa-bangsa tentang Hak asasi manusia sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. maka dipandang belum cukup apabila tentang HAM hanya sebagai mana tercantum dalam piagam HAM yang ada selama ini. Lahirnya ketetapan MPR No. oleh karena itu Tap tersebut menegaskan bahwa: 1. berbangsa dan bernegara.1 Kesimpulan . Menugaskan kepada Lembaga-lembaga Tinggi Negara dan seluruh aparatur Pemerintah untuk menghormati.Namun dengan adanya berbagai pelanggaran HAM yang begitu banyak. XVII/MPR/1998 dimaksudkan untuk memperkuat dan memantapkan komitmen bangsa akan pentingnya perlindungan HAM sebagaimana telah diatur dalam Pembukaan dan UUD 1945. 2. pengkajian. pengakan dan penyebarluasan hak asasi manusia oleh masyarakat dilaksanakan melalui gerakan kemasyarakatan atas dasar kesadaran dan tanggungjawab sebagai warga Negara dalam kehidupan bermasyarakat. mengakkan dan menyebarluaskan pemahaman mengenai hak asasi manusia kepada seluruh masyarakat. Pelaksanaan penyuluhan.

1. 2. Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. .

co.forum-politisi.php?id=547 DAFTAR ISI .com/demokrasi-dan-politik/pengertian-demokrasi/ http://ruhcitra.com http://hitsuke.blogspot.org/berita/article.forum-politisi.Demokrasi demokrasi/.blogspot.[25 september 2010].com www.DAFTAR PUSTAKA Anonim.php?id=547 http://organisasi.org/berita/article.cc/2009/01/sejarah-perkembangan-ham. [Serial online].wordpress.wordpress.com http://id. Dan Politik.org.com/2008/11/09/demokrasi/ http://www.2009.com/2008/11/09/demokrasi/ http://www.wordpress.http://sakauhendro.wikipedia.com/demokrasi-dan-politik/pengertianhttp://ruhcitra.com http://sakauhendro.com http://komunitasmahasiswa.blogspot.wordpress.com http://bluecryztal.info.com http://chaplien77.org.irchan.

..................................................................................................................2 Pembelajaran Biologi ..............................3 2.............4 Pengertian................................................................................................................................................................................ ........4 ...................................................... .. 9 Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI ...............................3 ........................................................2 2........2.................... 6 Pembelajaran Kooperatif tipe TAI....................... PENDAHULUAN.. 14 BAB 2......2.......................Halaman HALAMAN JUDUL.................................................................................................1 2..........................................2.....................................12 Aktivitas Belajar................................................................................... TINJAUAN PUSTAKA.................... 1 Latar Belakang Rumusan Masalah Batasan masalah Tujuan Manfaat ..............................3 2.................................................... 13 Hasil Belajar Fisika......................................................................... 6 2......................................................................................... i DAFTAR ISI ....................6 Unsur – unsur Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI............... ii BAB 1....................1 2 3 ..................6 2..1 2.............................................................................................................

.............................2.......................3 Wawancara.............3 3.. .................. 15 Materi Pelajaran.........5 2................................................................................................................4............... 17 Jenis dan Desain Penelitian.. 24 3.............................................. 21 3.1 3........................................ 18 Prosedur Penelitian.......................................1 Observasi....................21 3................................................................................... METODE PENELITIAN....................... 24 3...4....2 Dokumentasi......................... 17 3...........2 Perencanaan Siklus............ 16 BAB 3............ .................. 25 3.................................................................................5.............................................................21 3................. 17 Definisi Operasional............................. 24 3.........................................25 Tekhnik Analisis Data....................................................................................................... 25 3.....................4 Tempat dan Waktu Penelitian................................6 Ketuntasan Hasil Belajar.................................................................5...............................5 Tekhnik dan Instrumen Pengumpulan Data...5........................................1 Observasi Awal......................................6 ..........................4 Tes .....................2 3........................................................5.................................................................................................................

........................... ....................................................DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................26 ............................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful