Tafsir Surat al-Fath

Keutamaan Perjanjian Hudhaibiyyah 1. = Yang dimaksud dengan Fath dalam ayat ini yaitu Hudhaibiyyah (nota kesepahaman perdamaian kaum muslimin dengan kaum musyrikin Quraisy), ALLAH SWT menjanjikan kemenangan yang lebih besar lagi setelahnya yaitu Fathul Makkah, berkata Imam Az-Zuhri: Tidak ada kemenangan yang lebih besar dari tercapainya Shulhu (perdamaian) Hudhaibiyyah, dan kemenangan dalam ayat ini disebutkan dalam bentuk fi¶il-madhi (menunjukkan wajib/pasti atasnya). 2. = Bahwa jihadmu di Hudhaibiyyah tersebut wahai Muhammad SAW (yang di kemudian hari akan menyebabkan peristiwa Fathu Makkah) itu menyebabkan turunnya maghfirah dan pahala yang besar bagi kalian, ayat ini juga menjadi dalil bahwa jihad menjadi wasilah turunnya ampunan ALLAH SWT[1]. Dan ada juga syawahid atas hadits ini[2]. 3. = Secara balaghah ayat ini menunjukkan bahwa antara keduanya ada banyak tingkatan dosa-dosa manusia, yang keseluruhannya akan diampuni semuanya oleh ALLAH SWT, ayat ini juga menjadi dalil adanya ke-ma¶shum-an di kalangan para Nabi AS, yaitu pengampunan semua dosa baik besar maupun kecil. Dan penyebutan dosa Nabi SAW di sini sebagian mufassir menafsirkannya sebagai pahala para Al-Abrar dan kekurangan dari para muqarrabin (bukan sebagaimana dosa-dosa kita)[3] . 4. = Yaitu disempurnakan ni¶mat-NYA, melalui pengampunan dosa-dosa-mu wahai Muhammad serta akan tingginya bendera Islam di bawah kakimu kelak, sehingga berkumpulnya dunia (kekuasaan politik) dan akhirat (ibadah mahdhah) pada dirimu (wahai Muhammad). 5. = Yaitu tegaknya kemenangan di atas jalan yang lurus, juga tegaknya agama ini (yaitu Dinul Islam), penyampaian risalah-NYA dan tegaknya semua syi¶arsyi¶ar Islam tersebut. Imam Az-Zamakhsyari menyatakan bahwa jihad mendatangkan 4 manfaat: 1) Turunnya maghfirah, 2) Disempurnakan ni¶mat ALLAH SWT, 3) Diberi hidayah ke jalan yang lurus, 4) Pertolongan ALLAH SWT dan kemenangan. 6. = Yaitu pertolongan dan kemenangan yang tiada kekalahan lagi setelahnya dan kemuliaan yang tiada kehinaan lagi setelahnya, maka pribadi Nabi SAW disifati dengan kemenangan besar menunjukkan lil-mubalaghah (berlebihan). Yaitu tersebarnya Islam dan penaklukan bangsa-bangsa dari Timur sampai ke Barat yang belum pernah diberikan kepada Nabi AS yang manapun sebelumnya. Kesimpulan: Perjanjian Hudhaibiyyah ini menghasilkan banyak manfaat bagi kaum mu¶minin: 1. Pengakuan dari kaum musyrikin atas eksistensi kaum muslimin dalam masalah politik dan hubungan internasional yang seimbang dan setara, saling menghormati dan menghargai hak dan kewajiban masing-masing. 2. Pemisahan kaum beriman dari orang-orang munafik, dari keraguan mereka yang terus-menerus dan penyelisihan mereka kepada kebijakan qiyadah tertinggi (Nabi SAW). 3. Perdamaian antara kaum muslimin dengan orang-orang musyrikin, yang dikemudian hari memberikan maslahat yang amat besar¬ yaitu lebih dapat mengajak

sepanjang ia halal dan thoyyib serta tidak berlebih-lebihan maka hal tersebut tidak boleh dicela dan hukumnya tidaklah mengapa. berdasarkan hadits sebagai berikut: Dari Majma¶ bin Jariyyah Al-Anshari RA berkata: kami menyaksikan perjanjian Hudhaibiyyah bersama Nabi SAW. 5. waLLAHu a¶lam. 2. Jadi jangan pula ada pemahaman ekstrem yang melarang menikmati harta dan perhiasan duniawi bagi mujahid. Lalu Majma¶ berkata: Lalu setelah itu Khaibar dibagikan kepada Ahli Hudhaibiyyah (yang ikut ber jihad). selain ampunan ALLAH SWT dan Jannah kelak. 7. maka bertanya seseorang: Ya RasuluLLAH. demi Dzat yang diriku berada ditangan-NYA. apakah itu berarti kemenangan? Beliau SAW menjawab: Ya. maka Nabi . lalu jihad. Menambahkan Imam Al-µAyni Al-Hanafi ±rahimahuLLAH.menyebutkan dalam syarah-nya bahwa jumlah mereka ada 1400 orang[7].dalam syarah-nya terhadap hadits ini: Keberangkatan nabi SAW dari Madinah adalah pada hari Senin awal bulan Dzulqa¶dah tahun ke-6 Hijrah. Ujian bagi kaum muslimin terkait ketaatan mereka kepada qiyadah dan ketsiqahan mereka kepada janji ALLAH SWT dan kebenaran manhaj dakwah Nabi SAW. menyusun kekuatan kaum muslimin sehingga pada akhirnya mampu mengalahkan kekuasaan politik mereka (kaum musyrik). Lalu adakah ayat atau hadits yang mengisyaratkan tentang Fathu-Makkah? Maka aku jawab ada. pujian ALLAH SWT kepada beliau dan tingginya derajat beliau SAW disisi ALLAH SWT. adalah juga harta dan perhiasan dunia bagi orang yang berjihad. dan hadits Nabi SAW: La hijrata ba¶dal Fath (tidak ada hijrah setelah Fath Makkah)[8]. dan wajibnya orang beriman untuk memperhatikan dan mengikuti semuanya. yang memberikan hasil yaitu datangnya kemenangan yang hakiki yaitu ad-diin (keagamaan) dan ad-daulah (politik dan pemerintahan). namun kami (para sahabat RA. Salah Satu Bentuk Kemenangan Yang Dijanjikan Ada Yang Berupa Harta Dunia (Fathu-Khaibar) Salah satu bentuk nashrun minaLLAH dalam jihad bagi para mujahid. semuanya adalah urusan ALLAH SWT. saat itu ada 1500 orang yang di antaranya 300 penunggang Kuda. Maka hendaklah kita tidak salah dalam hal ini. dimulai dengan pembinaan keimanan. beliau keluar dengan tujuan umrah tapi dihalangi oleh kaum musyrikin untuk sampai ke Makkah. 6.mereka kepada Al-Islam. 1. maka saat kami pergi darinya turun QS Al-Fath:12. 4. di antaranya seperti Ummu Salamah RA[6].) menganggap Al-Fath adalah Bay¶aturRidhwan yaitu Hari Hudhaibiyyah«[4]´ Berkata Imam Ibnu Hajar ±rahimahuLLAH. maka terjadilah perjanjian damai bahwa mereka akan masuk Makkah di tahun berikutnya[5]. lalu siyasah (politik). Jadi jelaslah bagi kita bahwa makna Al-Fath dalam ayat ini adalah ShulhuHudhaibiyyah bukan Fathu-Makkah sebagaimana dikira oleh sebagian orang.dalam syarah-nya pula atas hadits ini bahwa jumlah kaum muslimin yang ikut saat itu antara 1400 sampai 1600 orang. Keutamaan Nabi SAW. Tidak terpisahnya urusan agama dan politik. yaitu ayat: Idza Ja¶a nashruLLAAHi wal fath. Sabab-Nuzul Surah Dari Abu Ishaq dari Al-Barra¶ RA berkata: ³Kalian menganggap Al-Fath (kemenangan dalam ayat ini) ialah Fathu-Makkah. sebagai tanda kebenaran dan totalitas keimanannya kepada manhaj RasuluLLAH SAW. dan ikut serta pula banyak sahabiyyah.. Sementara Al-Kasymiry ±rahimahuLLAH. memang Fathu-Makkah termasuk kemenangan. Urutan tegaknya Daulah Islamiyyah.

di antaranya sikap kompromistis Nabi SAW dengan kaum musyrikin Makkah di bawah ini. seperti Bani Najjar dan sebagainya.´ Maka demi ALLAH Khalid tidak menyadari keberadaan mereka sampai mereka dikejutkan oleh debu hitam beterbangan dari pasukan Nabi SAW yang mengejar mata-mata Quraisy. saat datang waktu shalat Zhuhur maka seluruh kaum muslimin melakukan shalat berjama¶ah di belakang Nabi SAW. sehingga sampai di jalan bukit. Menggunakan Cara dan Sarana Sesuai dengan Orang/Kelompok yang Dihadapi Nabi SAW tidak bersikap kaku dalam melakukan lobi-lobi dan teknik berdiplomasi dengan lawan politiknya yaitu kaum kuffar Quraisy. 5. maka ambillah jalan kanan. yaitu ketika beliau SAW mengetahui posisi kaum musyrikin dibawah pimpinan Khalid bin Walid sudah amat dekat dengan mereka[11]. tetapi ada yang menahannya disini yaitu Dzat yang menahan Gajah Abrahah dari Rumah itu (baituLLAAH). maka orang-orang pun berkata: Hall. Dengan Turunnya Syariat Shalat-Khauf Di Tengah-Tengah Peperangan Nabi SAW menunaikan shalat Khauf (shalat ditengah-tengah pertempuran) bersama para shahabatnya di daerah Asfan[10]. lalu datanglah Jibril membawa ayat[13] sehingga mereka melakukan shalat dengan aturan shalat Khauf. DEMI ALLAAH! TIDAKLAH MEREKA MEMINTA SEBUAH RENCANA KEPADAKU YANG MANA MASIH MENGAGUNGKAN HAK ALLAAH PADANYA KECUALI PASTI AKAN AKU BERIKAN KEPADA MEREKA.SAW membaginya menjadi 18 bagian[9]. maka mereka semua bersiap akan shalat. hal ini tertolak oleh beberapa dalil..´ Lalu Nabi SAW menyentak Untanya dan Qaswa langsung bangkit[15]. jika kita serang tadi niscaya mereka akan dapat dikalahkan.. tiba-tiba Unta beliau SAW itu menderum (mogok).!! (bunyi yang diucapkan orang Arab jika Unta tidak mau berjalan).!! Hall. melihat perubahan cara tersebut berkatalah Khalid dalam hatinya: ³Tahulah aku bahwa orang-orang ini ada pembelanya. Sebelum Terjadinya Hudhaibiyah Nabi SAW Bersabda: Siap Menerima Rencana Orang-Orang Musyrik Apabila Masih ada Pengagungan ALLAH SWT di dalamnya Ada sebagian orang yang menganggap strategi mengalah dan berkompromi dengan kaum musyrikin hanya terjadi saat Nabi SAW di Makkah saja dan telah di-mansukh saat Nabi SAW telah hijrah dan mulai memiliki sedikit kekuasaan di Madinah. karena bagi kaum muslimin shalat lebih mereka cintai dari nyawa mereka dan anak-anak mereka. Tidak Terpisahnya Antara Urusan Politik Dengan Ibadah. karena siapakah yang memberi tahu orang-orang ini tentang taktik yang aku baru rencanakan dalam hatiku untuk menyergap mereka saat mereka lalai?´ 4. lalu mereka berkata: Qaswa (nama Unta Nabi SAW) menderum (mogok)! Maka Nabi SAW bersabda: ³Qaswa tidak menderum dan itu bukan kebiasaannya. maka berkatalah Khalid dalam hatinya: ³Sungguh mereka tadi lalai. melainkan beliau SAW .´ Saat tiba waktu shalat Ashar. sebagai berikut: Dari Mushawwir bin Makhramah dan Marwan berkata: Nabi SAW keluar saat Hudhaibiyah hingga sampai di suatu jalan beliau SAW bersabda: ³Khalid bin Walid ada di Ghanim di barisan terdepan Quraisy. Dalam kitab Al-Imta¶ ada tambahan sebagai berikut [12]: Saat pasukan Khalid sampai ke dekat posisi kaum muslimin maka ia menempati posisi antara kaum muslimin dan arah Kiblat. 3. yang kemudian berakhir dengan terjadinya kompromi Hudhaibiyah yang juga merupakan fakta koalisi kaum muslimin dengan beberapa Kabilah Musyrikin[14]. setelah selesai mereka kembali menempati posisinya.

´ Lalu saat ia datang para sahabat menyambutnya sambil menggiring unta-unta mereka sambil ber-talbiyyah. sebagai berikut[19]: Ma¶mar berkata: Az-Zuhry berkata dalam sebuah hadits: Maka Suhail bin Amr datang lalu berkata: Berikan kertas tulislah antara kami dan kalian sebuah perjanjian. melihat itu orang tersebut langsung kembali sambil berkata ke pasukannya: SubhanaLLAH! Tidak sepantasnya mereka dilarang memasuki BaituLLAH! Aku melihat unta-unta telah ditandai dan diberi nama (untuk Qurban).menggunakan berbagai sarana dan cara yang sesuai dengan tokoh yang akan dihadapinya (apakah latar-belakangnya tentara. jika ia berbicara mereka semua diam mendengarkan dan mereka tidak berani lama memandang kepadanya. tangannya berusaha memegang janggut Nabi SAW. karena itu menurutku mereka tidak boleh dilarang masuk Ka¶bah[18]! 6. Dan sungguh ia telah menawarkan pada kalian usul yang baik maka terimalah![17] Maka seorang dari Bani Kinanah berangkat untuk menggantikannya berdiplomasi. Maka iapun pulang dan berkata pada kaumnya: Hai kaumku! Demi ALLAH aku telah menjadi duta bagi para Raja. dalilnya sebagai berikut [16]: Saat Nabi SAW di Hudhaibiyah Quraisy mengirim Urwah bin Mas¶ud untuk berdiplomasi dengan Nabi SAW. Ini yang diputuskan oleh Muhammad RasuluLLAH. pengusaha. adalah kesediaan beliau SAW mengorbankan beberapa masalah yang mungkin oleh sebagian orang dianggap prinsip dan bahkan merupakan masalah µaqidiyyah.. seperti penggantian kata µBismiLLAAHir Rahmaanir Rahiim¶ dengan bismiLLAAH versi mereka yaitu µBismikaLLAAHumma¶ dan kalimat µMuhammad RasuluLLAH¶ dengan penolakan mereka terhadap kerasulan Nabi SAW sehingga menjadi hanya µMuhammad bin AbduLLAAH¶ saja. Kaisar. sebagaimana kami menulis! Maka Nabi SAW bersabda: ³Tulislah bismikaLLAHumma.. maka kami tidak akan menghalangimu ke baituLLAH dan tidak memerangimu! Maka tulis saja Muhammad . namun Nabi SAW tetap menerima perjanjian tersebut. Digantinya Penulisan Basmalah Menurut Al-Qur¶an dan Penyebutan Rasulullah dengan Penulisan Menurut Tradisi Musyrikin Klimaks dari sikap kompromi Nabi SAW dalam diplomasi dengan kaum musyrikin tersebut. tapi demi ALLAH! Aku belum pernah melihat seorang Rajapun yang dimuliakan oleh para pengikutnya seperti sahabat Muhammad kepadanya. apabila ia memerintah mereka segera berlari mengerjakannya dan jika berwudhu maka seolah-olah mereka hampir berbunuhan mendapat sisa wudhu¶nya. lalu bersabda: ³Tulislah BismiLLAHir Rahmanir Rahim. Maka Nabi SAW memanggil penulis. informal leader. maka Nabi SAW bersabda: ³Ia adalah si Fulan. dan tiap kali ia berbicara dengan Nabi SAW.´ Maka Suhail menyela lagi: Demi ALLAH! Kalau sekiranya kami tahu engkau adalah RasuluLLAH. Kisra dan Najasyi. namun tiap kali itu pula Mughirah bin Syu¶bah RA memukul tangan tersebut dengan gagang pedang sambil berkata: Jauhkan tanganmu dari wajah RasuluLLAH SAW! Demikianlah terjadi berkali-kali. dan sebagainya) dengan tujuan mengoptimalkan diplomasi politik yang dilakukannya dengan kaum musyrikin tersebut.´ Suhail menyela: Adapun Ar-Rahman maka demi ALLAH aku tidak mengetahuinya! Maka tulis saja: BismikaLLAHumma. maka giringlah unta-unta kita ke hadapannya. maka Urwahpun mulai memperhatikan semua sahabat Nabi SAW dan berkata: Demi ALLAH! Tidaklah ia berdahak kecuali selalu jatuh pada telapak tangan seseorang dari mereka dan mereka menggosokkannya ke wajah atau kulitnya. dan ia adalah orang yang sangat menghormati Unta untuk Kurban.

demi maslahat yang jauh lebih besar di kemudian hari.bin AbdiLLAH. Ia telah keluar hijrah dari Makkah. sebagai berikut: Sahl bin Hanif berkata: Tuduhlah diri-diri kalian sungguh aku telah melihat kami pada perjanjian Hudhaibiyah (perjanjian antara Nabi SAW dengan Kaum Musyrikin). maka ia menghempaskan dirinya di hadapan kaum muslimin. baiklah tulislah Muhammad bin AbdiLLAH. 7. Lalu kata Umar RA: lalu mengapa kita memberikan kehinaan pada agama kita (dengan berdamai dengan mereka) sehingga kita pulang padahal ALLAH belum . Maka Umar RA datang dan berkata: Bukankah kita berada dalam kebenaran dan mereka dalam kebathilan? Jawab Nabi SAW: Benar.. dan mengorbankan hal yang sudah qath¶iy dalam ahkam-syariah. Dan ia telah disiksa dengan penyiksaan yang berat di jalan ALLAH SWT. Dampak Shulhu-Hudhaibiyah Terhadap Ke-Tsiqah-an di Kalangan A¶dha Bahkan di Kalangan Sebagian Qiyadah Langkah-langkah yang ditempuh oleh qiyadah yaitu nabi SAW saat itu dianggap sangat kontroversial oleh kaum muslimin. padahal aku telah datang dalam keadaan muslim?! Tidakkah kalian perhatikan apa yang aku dapatkan dari penyiksaan mereka. dan Ash-Shiddiq-lah yang menegur Umar RA agar tetap memegang teguh ra¶yul qiyadah µulya yaitu Nabi SAW. Dikorbankannya Sebagian Hak Kaum Muslimin Demi Maslahat yang Lebih Besar Bagi Jama¶ah Di Kemudian Hari Bahkan konsekuensi dari kompromi yang dilakukan oleh Nabi SAW dengan musyrikin Quraisy adalah terhapusnya hak pada sebagian kaum muslimin. yang mungkin bagi sebagian orang yang berfikir pendek maslahat tersebut dianggap hanya bersifat spekulatif. Maka nabi SAW bersabda: ³Demi ALLAH.´ Maka Az-Zuhry berkata: Semua itu disebabkan sabdanya sebelumnya: DEMI ALLAH! TIDAKLAH MEREKA MEMINTA SEBUAH RENCANA KEPADAKU YANG MANA MASIH MENGAGUNGKAN HAK ALLAH PADANYA KECUALI PASTI AKAN AKU BERIKAN KEPADA MEREKA. sebagai berikut[20]: Setelah ditulisnya nota-kesepahaman tersebut bersabda nabi SAW: ³Hendaklah kalian membiarkan kami ke baituLLAH sehingga kami bisa Thawaf padanya?´ Maka Suhail menjawab: Demi ALLAH! Janganlah sampai orang-orang Arab mengatakan kami mendapat tekanan. Tanya Umar RA: Bukankah korban-korban dari kita masuk ke Jannah dan korban-korban dari mereka masuk ke Naar? Jawab beliau SAW: Benar. sekiranya kami melihat akan ada pertempuran pasti kami akan berperang. sesungguhnya aku ini adalah RasuluLLAH sekalipun kalian mendustakanku. Suhail lalu menambahkan: Dan hendaklah tidak ada yang datang dari kami kepadamu. bahkan oleh sebagian qiyadahnya yang selevel Umar bin Khattab RA. 8. tidak pasti. tetapi datanglah tahun depan saja. Abu Jandal berkata: Duhai segenap kaum muslimin! Apakah aku akan dikembalikan lagi kepada kaum musyrik. Maka ditulislah hal tersebut. sekalipun ia dalam agamamu melainkan harus engkau kembalikan pada k ami! Maka kaum muslimin berseru: SUBHANALLAH! BAGAIMANA MUNGKIN MEREKA DIKEMBALIKAN PADA ORANG MUSYRIK PADAHAL MEREKA DATANG SEBAGAI MUSLIM?! Pada saat itu masuklah Abu Jandal (anaknya Suhail) melompat-lompat dalam keadaan dirantai. Lalu Suhail berkata: Ya Muhammad! Ini adalah yang pertama aku tuntut darimu supaya dikembalikan pada kami. sehingga ia tidak bisa menerima sikap qiyadah-µulya dan bertanya kepada qiyadah yang lain yaitu Ash-Shiddiq RA.

sehingga mereka semua mengikuti beliau SAW[23]. sebagai berikut: Di antara nota kesepahaman tersebut adalah menghentikan peperangan selama 10 tahun. lalu siapapun orang Quraisy yang menyeberang kepada Nabi SAW tanpa seizin walinya harus dikembalikan pada Quraisy. Serta Dicapainya Pakta-Koalisi dengan Musyrikin yang Netral Salah satu hasil yang fenomenal dari peristiwa Hudhaibiyah adalah terjadinya pakta kesefahaman (MOU) antara harakah Islamiyyah di masa tersebut dengan kelompok dua kelompok non-muslim yang berbeda secara diametral. apakah itu berarti kemenangan? Jawab beliau SAW: Ya. 9. Maka demi ALLAH. lalu Umar RA berkata: Wahai RasuluLLAH. Maka Umar RA menjadi tenang[22]. bukankah kita berada dalam kebenaran dan mereka dalam kebathilan? Jawab Abubakar RA: Wahai Ibnul Khattab. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim dengan tambahan: lalu turunlah ayat AlQur¶an (Al-Fath) kepada Nabi SAW. Salah Satu Point Perjanjian Hudhaibiyah Adalah Ditandatanganinya Pakta Perdamaian dengan Kelompok Musyrikin Penentang. sesungguhnya aku adalah RasuluLLAH dan DIA tidak akan pernah menyia-nyiakan aku selamanya. diantaranya dengan Bani Khuza¶ah. Lalu turunlah surat ini[21]. Lalu Umar RA pun kembali dalam keadaan kesal. namun mereka masih loyal dengan qiyadah-¶ulya yaitu Nabi SAW. Munculnya Kelompok yang Berbeda Ijtihad Hal lainnya yang merupakan pelajaran dari peristiwa Hudhaibiyah adalah munculnya kelompok kaum muslimin yang tidak siap dengan kebijakan operasional mainstream harakah Islamiyyah. yang pertama adalah pakta perdamaian antara harakah Islamiyyah dengan kelompok penentang yaitu kafir Quraisy dan yang kedua adalah dengan pakta koalisi dengan kelompok musyrikin yang netral. lalu ia bertemu dengan Abu Bashir (tokoh muslim lainnya yang ditawan oleh Quraisy dan juga meloloskan diri). sehingga Nabi SAW meminta pendapat istrinya Ummu Salamah yang menasihati beliau SAW agar memulai menyembelih dan bercukur. 10. apalagi juga dengan gagalnya umrah mereka ini demikian mengguncangkan. sehingga sampai saat Nabi SAW memerintahkan untuk melakukan tahallul (mencukur rambut ba¶da Thawaf dan Sa¶i) sampai 3 kali mereka diam dan tidak segera melaksanakannya. maka tidaklah orang Quraisy yang masuk Islam dan melarikan diri kecuali menemui Abu Bashir hingga terbentuklah sebuah kelompok besar (sekitar 70 orang[25]). sesungguhnya beliau adalah utusan ALLAAH dan ALLAH tidak akan menyia-nyiakan beliau selamanya. tidaklah mereka mendengar adanya kafilah Quraisy yang keluar ke Syam kecuali mereka hadang dan dibunuhnya lalu diambil hartanya. perbedaan yang terjadi hanya karena tekanan kondisi yang mereka alami belaka. sebaliknya jika ada pihak muslimin yang menyeberang ke Quraisy maka .memberikan keputusan? Jawab Nabi SAW: Wahai Ibnul Khattab. lalu beliau SAW mengutus orang kepada Umar RA dan membacakan kepadanya. sebagai berikut[24]: Maka ia (perawi) berkata: Abu Jandal bin Suhail kemudian lepas dari para penawannya. Peristiwa perdamaian dengan kaum musyrikin dan mengalahnya kaum mu¶minin dalam banyak point-point perjanjian ini. selama masa itu tidak boleh ada peperangan. dan ia tidak bisa bersabar sehingga ia pergi menemui Abubakar RA seraya berkata: Wahai Abubakar. kemudian mereka membentuk kelompok sendiri (sempalan). Maka orang-orang Quraisy menyurati Nabi SAW dan bersumpah dengan nama ALLAH dan menyambung silaturrahim yang isinya agar orang-orang Quraisy yang datang kepadanya dijamin keamanannya dan memasukkan Abu Bashir dan teman-teman-nya kembali ke Madinah[26].

pada tahun ke-6 atau ke-7 Hijrah. Atau juga sabdanya: Setelah penaklukan Makkah tidak boleh lagi ada seorang Quraisy yang dibunuh sampai Hari Kiamat[34]. Dan perlu dicamkan bahwa peristiwa Fathu Makkah yang luar biasa besar ini terjadi karena Nabi SAW membela mitra koalisinya yaitu Bani Khuza¶ah (yang musyrik) yang telah dizhalimi oleh Bani Bakr (salah satu mitra koalisi kafir Quraisy)[35]. kebejatan moral. untuk memimpin dunia di dalam kedamaian dan kasih-sayang Islam. sehingga pada akhirnya mampu eksis mengalahkan penindasan. Dan pengiriman Amr bin µAsh ke Jaifar dan Abd Al-Jalandi penguasa Omman. kejadian tersebut terjadi 8.. Dalam hadits lainnya . kediktatoran. kemiskinan. Siapapun yang mau berkoalisi pada pihak Muhammad SAW dipersilakan.tidak akan dikembalikan.000 pasukannya. Tahun itu Nabi SAW tidak boleh umrah dan memasuki Makkah.. kesewenang-kesewenangan. kedua pihak tidak boleh menyembunyikan niat jahat[27]. Pengiriman Salith bin Amr Al-Amiri RA ke Haudzah bin Ali Raja Yamamah. menarik simpati publik. 12.5 tahun dari kedatangannya ke Madinah[36]. yaitu sebagai berikut[31]: Pengiriman delegasi yaitu Amr bin Umayyah Adh-Dhamri RA ke Najasyi raja Habasyah. tapi tidak boleh membawa senjata dan tidak boleh lebih dari 3 hari saja[30]. kejadian selengkapnya saat detik-detik bersejarah penaklukan makkah tersebut adalah sebagai berikut: Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA: Sesungguhnya Nabi SAW keluar pada bulan Ramadhan dari Madinah bersama 10. Pengiriman Al-A¶la bin Hadhrami RA ke Mundzir bin Sawa¶ Raja Bahrain. membangun harmoni dengan berbagai lapisan masyarakat. Terjadinya Kemenangan Besar Harakah Islamiyyah Yaitu Fathu-Makkah Hal terakhir setelah pakta perdamaian dan koalisi tersebut adalah memberikan kesempatan kepada harakah Islamiyyah untuk menyebarkan dakwah. Pengiriman Dhihyah bin Khulaifah Al-Kalby RA ke Kaisar (Hiraclius) Raja Byzantium Romawi Timur. membuka diplomasi dengan berbagai negara. maka Bani Khuza¶ah berkoalisi dengan Nabi SAW sementara Bani Bakr berkoalisi dengan Quraisy[29]. Pengiriman Syuja¶ bin Wahb Al-Khuzaimah RA ke Al-Harits bin Abi Syammar AlGhassani Raja Damsyik. melakukan konsolidasi internal. Globalisasi Islam ke Seluruh Penjuru Dunia Hal lainnya yang merupakan perkembangan harakah Islamiyyah adalah dimulainya komunikasi Harakah Islamiyyah dengan berbagai negara di dunia. korupsi. Pengiriman AbduLLAAH bin Hudzafah As-Sahmi RA ke Kisra¶ Raja Persia. 11.. Pengiriman Hathib bin Abi Baltha¶ah RA ke Juraij bin Matta yang bergelar Muqauqis Raja Iskandaria Mesir. tidak boleh lagi terjadi peperangan setelah itu[33]. menyibakkan citra tidak baik yang disematkan oleh para musuh. dan siapapun yang mau berkoalisi dengan pihak Quraisy juga dipersilakan. yang dicirikan dengan dikirimnya para delegasi harakah ke berbagai negara untuk melakukan diplomasi dan penyampaian missi Islam. Bahkan kepada para musuhpun sang pemimpin tertinggi harakah yaitu Nabi SAW bersabda: Kami akan bersabar dan kami tidak akan menghukum kalian[32]. dan hendaklah diingat bahwa ini semua dilakukan oleh harakah Islam saat sebelum terjadinya Fathu Makkah. pada akhir tahun ke-6 Hijrah atau dalam riwayat lain di bulan Muharram tahun ke-7 Hijrah. tidak boleh melakukan pencurian dan tidak boleh berkhianat[28]. Atau juga sebagaimana sabdanya: Makkah adalah tanah haram. melainkan baru dibolehkan pada tahun depannya.

Ahmad. faliLLAAHil hamdu wal minah« Catatan Kaki: [1] Bahkan diriwayatkan oleh Syaikhan. maka tidak seorang pun yang mengerti suatu pembicaraan. Bab Ghazwah Al-Hudhaibiyyah. Maka jawab Abu Sufyan: Apa masalahku dengan Bani Ghiffar? Lalu lewatlah pasukan besar yang lain. Tirmidzi. kitab Al-Maghazi. maka berkatalah Aisyah RA: Wahai RasuluLLAAH! Masihkan anda berbuat begini padahal ALLAAH SWT sudah mengampuni semua dosa anda yang terdahulu maupun akan datang?! Jawab beliau SAW: Wahai Aisyah. lalu ia diajak berdiskusi tentang Islam kecuali ia pun masuk kedalamnya. namun paling sedikit jumlahnya diantara mereka nampak RasuluLLAH SAW bersama para shahabatnya. lalu mereka bisa berunding dan bertemu. tiba-tiba lewatlah suatu kelompok besar maka tanya Abu Sufyan: Wahai Abbas. sesungguhnya hanya dalam 2 tahun itu. bendera Nabi SAW dipegang oleh Az-Zubair bin Awwam RA[37]. siapakah mereka ini? Jawab Abbas: Ini adalah kabilah Bani Ghiffar. di-shahih-kan oleh Imam Ibnu . akan tetapi manusia waktu itu berfikir singkat hingga tidak mengetahui rencana Muhammad SAW dengan RABBnya.disebutkan: Saat pasukan kaum muslimin bergerak maka Nabi SAW memerintahkan Al-Abbas RA agar mengajak Abu Sufyan melihat di tempat lewatnya para pasukan (untuk melihat betapa besar kekuatan harakah Islamiyyah saat itu). XXV/500 [7] Faydhul-Bari. tidakkah pantas aku menjadi hamba yang pandai bersyukur?! [4] HR Bukhari. XIV/38 [5] Fathul-Bari. Berkata Abubakar Ash-Shiddiq RA: Tidak ada satupun kemenangan dalam Islam yang lebih besar dari kemenangan Hudhaibiyah. XI/474 [6] µUmdatul-Qari. maka beliau SAW bersabda: Sungguh turun suatu ayat untukku yang lebih kucintai dari dunia dan seisinya. ia bertanya lagi: Wahai Abbas siapakah mereka ini? Jawab Abbas: Ini adalah kabilah Juhainah. maka berkata orang-orang Yahudi: Bagaimana kita akan mengikuti laki-laki yang ia sendiri tidak mengetahui apa yang akan dilakukan ALLAAH pada dirinya?! Maka ALLAAH SWT menurunkan ayat ini. sampai lewatlah suatu pasukan yang demikian menakjubkannya. Demikianlah lewat pula Bani Sa¶d bin Hudzaim. Komentar Imam Az-Zuhri: Tidak pernah ada kemenangan dalam Islam melebihi kemenangan dalam pakta Hudhaibiyah. akan tetapi setelah terjadinya pakta kesefahaman. maka bagaimana kami ya RasuluLLAAH? Maka turunlah ayat: [2] Berkata Ibnu Abbas RA: Saat turun ayat . [3] Ada hadits shahih riwayat Muslim dan Ahmad dari Aisyah RA: Adalah Nabi SAW jika shalat berdiri sampai pecah-pecah kakinya. Lalu lewatlah suatu kelompok yang paling mengesankan. lihatlah benderanya. Maka mereka berkata: Sungguh telah turun ayat yang menjelaskan tentang ni¶mat ALLAAH SWT padamu. orang terlalu tergesa-gesa sedangkan ALLAH SWT tidak pernah tergesa-gesa. atau bahkan lebih banyak lagi. Al-Hakim dari Anas RA: Turun pada Nabi SAW ayat ini. kata Abu Sufyan: Lalu siapakah mereka ini? Jawab Abbas: Ini adalah kaum Anshar yang dipimpin oleh Sa¶d bin Ubadah. karena peperangan hanya akan menyebabkan pergesekan antara manusia. sejumlah besar orang telah masuk Islam sebanyak jumlah seluruh orang Islam sebelumnya. VI/168 [8] Riwayat Sai¶d bin Manshur dari Asy-Sya¶biy. Selesai Bi-IdzniLLAAH. maka perang pun mereda dan manusia merasa aman terhadap sesamanya. hingga segala sesuatu mencapai targetnya[38].

An-Nihayah fi Gharibil Hadits. Imta¶ul Asma¶. Bab Ghazwah Hudhaibiyah. III/257. VI/275. III/412 dengan sanad shahih [35] Al-Bidayah wan Nihayah Ibnu Katsir. Sirah Ibnu Hisyam. Adz-Dzahaby mengomentarinya: Muslim tidak meriwayatkan bagi Majma¶ dan tidak pula bagi bapaknya. Al-Maghazi Al-Waqidi. III/308. Imta¶ul Asma¶. lih. Kitab Al-Maghazi. hal. III/338. Tarikh At-Thabari. I/304. XXVI/70 [23] HR Bukhari. AbduRRAZZAQ. Al-Ishabah. XIV/72. III/327 [28]Ibid. Al-Muqrizi. Tafsir Ibnu Katsir. IV/45. II/394. IV/279. 2731 dan 2732. Tarikh At-Thabari. VIII/283 [21] HR Bukhari. V/135. II/392 dan III/380 [29] Sirah Ibnu Hisyam. silakan baca tulisan saya di millist dan website ini dengan judul: Koalisi Politik di Masa Nabi SAW [15] HR Bukhari. XXVI/101. 215. I/380 [13] QS An-Nisa¶. XI/478 [9] Ibnu Jarir. I/304 [26] Ibid [27] Ibnul Atsir. Ibnu Jarir. Tirmidzi. XI/315 dan XVI/142 [22] HR Muslim. II/98. di beberapa tempat dalam shahih-nya: X/77. Kitab Al-Maghazi. II/459. X/400 [32] HR Ahmad. Siyar A¶lami Nubala¶ Adz-Dzahabi. IV/325 dari riwayat Ibnu Ishaq dengan sanad hasan. 4280 [38] Al-Muqrizi. II/288. [10] HR Abu Daud. I/401 [30] HR Ahmad. hadits no. II/141. II/73. Thabaqat Ibnu Sa¶d. Ibnu Hajar menyebut secara pasti bahwa hal ini terjadi di Hudhaibiyyah (Al-Fath. Ibnu Jarir. Juga Sirah Ibnu Hisyam. Mu¶jam Ash-Shaghir At-Thabrani. III/83 ia berkata: Hasan Shahih. I/258.Hajar dalam Al-Fath. ia menyatakan mendengar sendiri riwayat ini [31] Al-Muqrizi. II/789. V/342 [25] Al-Muqrizi. IV/331. III/486. haditsnya shahih (lih. V/329 hadits no. Sunan Al-Kubra. 2731 [16] Ibid [17] Al-Fath. I/548. I/296 . namun keduanya adalah tsiqah. lih. Kitabu Shalah. IV/400 [36] HR Bukhari. 4276 [37] Ibid. Ahmad. ia berkata: Shahih sesuai syarat Muslim. XXVI/71. IV/324 [18] Ibid [19] Ibid [20] Riwayat ini disebutkan secara musnid-muttashil dalam Shahih Bukhari. Musnad Ahmad. Al-Hakim. hadits no. Al-Mustadrak. Imta¶ul Asma¶. Ahmad. Al-Amwal Az-Zanjawaih. no. Fathu Makkah fi Ramadhan. III/412 dengan sanad yang hasan [34] HR Muslim. Juga syarah-nya dalam Al-Fath. VII/423) [11 Ini berdasarkan pendapat yang menyatakan perang Dzatu Riqa¶ setelah perang Khaibar dan inilah yang lebih shahih waLLAAHu a¶lam [12] Imta¶ul-Asma¶. sementara sisanya dalam Al-Fath. VI/275 [24] HR Ahmad. Musnad Abu Ya¶la. IV/102 [14] Untuk kajian lebih mendalam mengenai dalil-dalil hal ini. Ahmad. VII/294). IV/361-362 [33] HR Tirmidzi.

Alat pendidikan Islam yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam dengan demikian maka alat ini mencakup apa saja yang dapat digunakan termasuk di dalamnya metode pendidikan Islam. sitem atau ketertiban dalam mengerjakan sesuatu. Apabila seluruh faktor telah dipandang baik terkecuali faktor metode alat ini. Selanjutnya yang disebut metode pendidikan Islam disini adalah jalan. Pengertian Metode Dan Alat Pendidikan Islam Metode berasal dari bahasa latin ³meta´ yang berarti melalui idan ³hodos´ yang berarti jalan atau ke atau cara ke. ) Artinya: ³Kami para Nabi. Apabila timbul permasalahan di dalam Pendidikan Islam. Misalnya dalam segi apa dari masalah metode dan/atau alat apa? Memang masalah metode ini sangat penting. Rasulullah SAW bersabda: ). Oleh karena itu metode dan alat pendidikan ini harus searah dengan Al-Qur an dan As-Sunah atau dengan kata lain tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur an dan A-Sunah. Metode dan alat pendidikan Islam yaitu cara dan segala apa saja yang dapat digunakan untuk menuntun atau membimbing anak dalam masa pertumbuhannya agar kelak menjadi manusia berkepribadian muslim yang diridai oleh Allah. karena itulah Rasulullah mengajarkan kemampuan dan perkembangan anak didik. maka kita harus dapat mengklasifikasikan masalah yang kita hadapi itu ke dalam faktor-faktor yang ada. atau cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan Islam kepada anak didik agar terwujud kepribadian muslim. Dalam bahasa arab metode disebut ³Tariqah´ artinya jalan. cara. Sedangkan menurut istilah ialah suatu sistem atau cara yang mengtur suatu cita-cita Sedangkan pendidikan Islam yaitu bimbingan secara sadar dari pendidik (orang dewasa) kepada anak yang masih dalam proses pertumbuhannya berdasarkan normanorma Islami agar berbentuk kepribadian menjadi kepribadian muslim. 2.´ . berbicara kepada mereka sesuai dengan kemampuan akalnya.MAKALAH AGAMA ISLAM TENTANG ALATALAT DALAM PENDIDIKAN ISLAM 13 Jun 2008 Tinggalkan sebuah Komentar by eidelweis in MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ALAT-ALAT DALAM PENDIDIKAN ISLAM 1. Berhasil atau tidaknya pendidikan Islam ini dipengaruhi oleh seluruh faktor yang mendukung pelaksanaan pendidikan Islam ini. diperintahkan untuk menempatkan seseorang pada posisinya. Pentingnya Metode Dan Alat Pendidikan Islam Metode dan alat pendidikan Islam mempunyai peranan penting sebab merupakan jembatan yang menghubungkan pendidik dengan anak didik menuju kepada tujuan pendidikan Islam yang terbentuknya kepribadian muslim. maka kitapun harus pandai memperinci dan mengklasifikasikan ke dalam klasifikasi masalah metode pendidikan yang lebih kecil dan terperinci lagi.

walaupun diakui metode yang digunakan ada kekurangannya. Kesemuanya menjadi wewenang manusia untuk mendalami. 3. adalah merupakan scientific yang dimiliki dan dikembangkan manusia. Dalam memutuskan sesuatu hendaknya selalu memiliki kesatuan pandangan dan tidak berselisih paham yang dapat membawa pertentangan bahkan pertengkaran Dalam suatu Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Ahmad Abu Daud. manusia diperintahkan untuk mengkaji. serahkanlah ia kepadaku. berilah kabar-kabar yang menggembirakan dan jangan sekali-kali engkau memberikan kabar yang menyusahkan sehingga mereka lari menjauhkan diri darimu. Menggembirakan dan tidak menyusahkan c. Jenis-Jenis Metode Dan Alat Pendidikan Islam Apabila umat Islam mau memperlajari pelaksanaan pendidikan Islam sejak jaman silam sampai sekarang ternyata para pendidik itu telah mempergunakan metode pendidikan Islam yang bermacam-macam. maka kamu lebih mengetahui akan urusan duniamu itu. Tirmizi dan lainlain dan Muaz disebutkan bahwa Rasulullah SAW menyambut gembira terhadap sikap sahabatnya (Muaz) sewaktu beliau memanggil untuk diutus sebagai qadli ke . saling taatlah kamu dan jangan berselisih yang dapat merenggangkan kamu. Bersabda´ Jika ada urusan agamamu. Artinya: ³Mudahkanlah. tetapi dengan cara serta gaya yang menarik. hal ini diserahkan kepada kaum muslimin untuk memilih metode mana yang cocok dan yang tepat untuk digunakan. Sebaliknya. pendidikan dan lain sebagainya. Terhadap nash yang sudah jelas.´ (Al-Hadits) Dari Hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa dalam menyelenggarakan kegiatan untuk kesejahteraan hidup manusia termasuk di dalamnya penyelenggaraan (metode) pendidikan Islam mendasarkan kepada prinsip: a. Sedangkan yang belum jelas maksudnya.(Al-Hadits) Dari Hadits di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan dalam menyampaikan materi dan bahan pendidikan Islam kepada anak didik harus benar benar disesuikan dengan keadaan dan kemampuan anak didik. kedokteran. Prinsip-prinsip lain yang dapat dijadikan dasar dalam pengembangan atau penggalian kesejahteraan hidup manusia di dunia yaitu sabda Rasul: . meneliti dan berusaha untuk memecahkannya. Memudahkan dan tidak mempersulit b. Kita tidak boleh mementingkan materi atau bahan dengan mengorbankan anak didik. teknologi.´ Berbagai macam ilmu sperti antropologi. kita harus mengusahakan dengan jalan menyusun materi tersebut sedemikian rupa sesuai dengan taraf kemampuan anak. Pada dasarnya Islam tidak menggariskan secara jelas mengenai metode pendidikan Islam ini. maka umat Islam tinggal melaksanakannya. janganlah engkau persulit. mengembangkan bahkan menemukan hal-hal baru yang selama ini belum ada tetapi yang perlu diingat agar pertemuan baru tersebut tidak boleh bertentangan dengan sumber pokok ajaran Islam yaitu Al-Qur¶an dan Hadits Rasul. psikologi. botani. Islam menjelaskan bahwa ajaran dalam kitab suci ada dua macam yaitu yang sudah jelas nashnya dan belum jelas apa yang dimaksdu nash tersebut. ilmu kimia. Berkenaan dengan masalah itu Rasulullah SAW. Jika ada urusan keduniaanmu.

´ (HR.000 jiwa dari jumlah seuruhnya yang berjumlah 800 juta jiwa. Dari kegiatan dan usaha yang dilakukan oleh umat Islam selama ini terutama di bidang pendidikan Islam ternyata mereka telah melaksanakan berbagai kegiatan antara lain: a. Rasulullah bersabda: ³Kalau tidak kamu dapati baik dalam kitabullah maupun sunah Rasul?´ Muaz menjawab ³Saya akan berijtihad (berusaha) dengan pikiran saya´. ia belum dapat memilih sendiri terhadap masalah yang dihadapi.Yaman. maka Rasulullah menepuk dada (karena girang) sambil berkata ³Alhamdulillah. bersabda: Artinya: ³Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah berumur tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan sembahyang itu maka pukul ia. yaitu bilamana kebebasan yang diberikan itu disalahgunakan seperti ia berbuat semaunya sendiri. Tuhan telah memberi petunjuk utusan Tuhan kepada apa yang ridhoi Rasulullah). mayoritas adalah komunis walaupun diakui pula bahwa di daerah itu terdapat warga negara yang beragama Islam berjumlah + 80. Rasulullah SAW. sampai-sampai ia meninggalkan .´ Dalam Al-Qur¶an surat Al-Hasyr ayat 2 dikatakan: 2: ) ) Artinya: ³Maka ambilah itibar (pelajaran) wahai orang ± orang yang mempunyai pandangan.000. Mendidik Dengan Cara Memberikan Kebebasan Kepada Anak Didik Sesuai Dengan Kebutuhan Tindakan ini dilakukan berkat adanya sabda Nabi Muhammad SAW: ) . Melihat dan menerima pendapat atau ilmu dari siapapun asalkan ilmu tersebut mendatangkan keuntungan dan kemanfaatan bagi kehidupan manusia dan ilmu tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda: Artinya: ³Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina´ Kita semuanya mengetahui bahwa negara RRC. sebab anak adalah masih dalam proses pertumbuhan dan belum memiliki kepribadian yang kuat. Tetapi dari Hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa Islam selalu menuntut umatnya untuk menuntut ilmu tanpa harus dibatasinya oleh agama. Tirmizi) Dari Hadits tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua (pendidik) harus dapat bersikap tegas sesuai dengan kebutuhan.´ Islam menganjurkan kepada umatnya agar mempunyai pandangan luas. daerah dan subjek ilmu yang dipelajari.´ (HR Muslim) Pemberian kebebasan itu tentunya mutlak (tidak terbatas) melainkan dalam batasbatas tertentu sesuai dengan kebutuhan.« ) Artinya: ³Tidak seorangpun yang dilahirkan kecuali menurut fitrahnya. karena ini memerlukan petunjuk guna memilih alternatif dari beberapa alaternatif yang ada.

Mendidik Anak Dengan Pendekatan Perasaan Dan Akal Pikiran Setiap orang cinta dan sayang kepada anak keturunanya dan berusaha dengan segala kemampuannya untuk mendidik anaknya agar kelak menjadi orang yang baik dan berguna. Setiap amanah haruslah dijaga dan dipelihara. Demikian pula pendidikan terhadap anak. Dan perasaan secara sekaligus Metode pendidikan ini menekankan segi pikiran yang tajam dan perasaan yang halus. Karena itulah maka para Nabi dari zaman ke zaman selalu berdoa agar mereka dikaruniai anak yang saleh dan dapat melanjutkan perjuangannya. berlomba-lomba dalam mencari kebajikan. maka pendidik harus berusaha keras untuk meluruskan perbuatan salat itu. b. anak adalah amanah Tuhan kepada ibu bapak. . Berdoa: 100 : ) ) Artinya: ³Ya Tuhanku! Anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. orang tua berusaha supaya anaknya menjadi orang baik dalam masyarakat. informal maupun non formal pendekatan yang lebih mengena dan lebih tepat yaitu secara akal dan perasaan.´ Metode pendidikan ini menuntut kepada pendidik sekali waktu membiarkan anak didiknya untuk berkembang sesuai dengan fitrahnya. Hakikat dan fungsi amanah tentang pemeliharaan anak itu mengandung arti dan nilai yang lebih jauh lebih luas daripada amanah-amanah yang lainnya. dapat memberi manfaat untuk dirinya sendiri dan mendatangkan manfaat kepada orang lain Untuk menuntun anak agar tumbuh dan berkembang sebagaimana tersebut di atas. Cara mendidik demikian disebut: Artinya: ³Metode pendidikan demokrasi yang luwes. baik dalam pendidikan formal. Cinta dan kasih itu adalah sedemikian rupa sehingga setiap orang tua dengan rela mengorbankan segala apa yang ada pada mereka untuk kepentingan anaknya. As-Saffat: 100) Menurut ajaran Islam. jika diperlukan ia diperbolehkan memukul anaknya. yang tidak terdapat pada hubungan-hubungan yang lain. terbawa oleh pertalian darah dan turunan (biologis) dipertautkan oleh satu ikatan atau (unsur) yang paling erat dengan anaknya.salat. Nabi Ibrahim As. mengawasi dan membatasi anak agar tidak terjerumus kepada perbuatan salah dan sekali waktu pula berada di tengah-tengah anak didik agar dapat memacu. Dilihat dari sudut sosiologisnya. menimbulkan semangat beramal. Setiap orang tua. Metode pendidikan demikian itu di dalam bahasa arab disebut: Artinya: Metode pendekatan yang mencakup akal. Sebab di dalamnya terjalin dan melekat secara langsung kepentingan manusia.´ (QS. Hubungan itu disebut naluri (instink) Tiap-tiap orang tua mempunyai naluri cinta dan kasih kepada anaknya. dan setiap pemeliharaan mengandung unsur kewajiban dan tanggung jawab terhadap pemeliharaan yang telah dilakukannya. sekali waktu menguasai. maka pendekatan yang dilakukan ialah dengan jalur akal emosi/perasaan. baik dilihat dari segi biologis maupun dari segi sosiologis.

umat Islam telah menyelenggarakan pendidikan formal. dengan menggunakan akal itu disebut dalam AlQur¶an sampai 29 kali. Mahkamah aqliyah. namun diharapkan keberhasilan pendidikan sesuai dengan yang dicita-citakan. Dengan pendidikan formal ini membawa keuntungan yang sangat besar. mereka dibebaskan sebagai tawanan dan kembali ke negerinya. Rasulullah sendiri seringkali mengajarkan wahyu yang diterimanya dari Allah (lewat malaikat Jibril) kepada para sahabat di rumah Arqam ibnu Arqam. taqwa kepada Allah dan hidup bahagia di dunia dan akhirat. Attahrim: 6) Pendidikan di dalam keluarga umumnya dilakukan secar informal yaitu pendidikan yang telah menggunakan perencanaan. sebab sasaran.´ Allah berfirman: 6: )« ) Artinya: ³Hai orang-orang yang beriman : Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu««´ (OS.c. kemudian perkembangannya baik fisik maupunn akal dan ilmunya ataupun mental spriritual. Pada saat-saat tertentu metode ini sangat baik digunakan. mengetuk akal pikiran untuk memecahkan segala sesuatu. Di antara tawanan itu banyak yang pandai membaca dan menulis. Pada waktu perang Badar ada beberapa orang musuh (kaum Quraisy) yang tertawan oleh kaum muslimin. pikiran 18x. Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada tawanan yang pandai tulis baca untuk menebus dirinya dengan mengajarkan tulis baca kepada 10 orang anakanak Madinah. yang semuanya dengan menggunakan kata-kata yang dapat diikuti oleh orang-orang awam dan dapat dijadikan bahan penyelidikan secara ilmiah oleh para sarjana Berhakim kepada akal dan ilmu. Rasulullah bersabda: Artinya: ³Perhatikanlah anak-anak kamu dan bentuklah budi pekertinya sebaik-baiknya. tetapi kesemuanya dilakukan dengan santai tanpa dibatasi oleh tempat maupun waktu. kurikulum. Madarasah Diniyah atau non klasikal (non madrasah) seperti pesantren. menyatakan bahwa ada 3 macam asas dasar yang dipakai Al-Qur¶an untuk menamkan pendidikan. Sesudah itu umat Islam mengambangkan pendidikan formal dalam berbagai tingkat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak kaum muslimin. ingatan (zikir) sampai 267x. pemikiran yang mendalam (fih) 20x dan ilmu sampai 800 x (termasuk khusus kata-kata ilmu 105x). Setelah anak-anak itu pandai membaca dan menulis. Di dalam tingkat ini Al-Qur¶an menyadarkan setiap akal manusia untuk memikirkan asal usul dirinya. Mendidik Anaka Secara Informal Islam memerintahkan kepada umatnya untuk mendidik anaknya agar kelak menjadi manusia yang saleh. yaitu: 1. . Sesudah itu dibawanya ke alam cakrawala yang luas terbentang ini. Dewasa ini pendidikan sudah semakin berkembang dan meluas baik dilaksanakn dengan sistem madrasah (klasikal) seperti madrasah. Dan lain sebaginya. mulai dari awal kejadiannya. d. sebab pendidikan menjadi lebih baik. Mendidik Anak Secara Formal Sejak permulaan perkembangan Islam. Ustadz Muhammad Said Ramadhan Al-Buwythi dalam bukunya yang berjudul AlManhajut tarbawi farid Fil quran. jam pelajaran dan lain-lain. materi yang diberikan dan tujuan yang hendak dicapai jelas.

b) Peraaan penahan. rasa sedih (berbuat kedzaliman) dan seumpamanya dan c) Perasdaan kekaguman. yaitu: a) Syahidan (penggerak perasaan-perasaan) b) Mubasysiran (pembaa berita gembira). menimbulkan kesan yang mendalam kepada anakanak/pemuda-pemuda yang kita didik. menurut manusia berhukum kepada akal dan ilmunya. yaitu rasa takut (berbuat kejahatan). Al-Qisas Wat Tarikh. harapan harat yang benar dan seumpamanya. yaitu rasa gembira. Pendidkan melalui keteladanan 2. Pendidkan melalui hukuman 4. adalah jalan yang terpendek untuk menanamkan suatu karakter kepada anak-anak/pemuda-pemuda. yaitu rasa hormat dan kagum. lebih mudah meresapkan kepada anak mereka. Sebab itu sebagai Pendidik Tertinggi maka Tuhan menyebutkan dalam Surat Al-Fatah ayat 8 bahwa Nabi Muhammad adalah memiliki sifat utama. Membangkitkan rangsangan perasaan ±perasaan. Menemph jalan ini.154 x. Dengan mengemukakan berbagai cerita/peristiwa. rasa bakti dan pengabdian. menggunakan cerita-cerita dan pengetahuan sejarah. dan c) Naziran (pembawa peringatan untuk menahan dari kejahatan) Menurut Muhammad Qutb di dalam bukunya Minhajut tarbiyah islamiyah menyatakan bahwa teknik atau metode pendidikan Islam itu ada 8 diataranya 1. Pendidkan melalui kekosongan 8. Dan perasaanperasaan itu terbagi kepada: a) Peraaan pendorong. dan lain sebagainya Memberikan perangsang terhadap perasaan-perasaan ini menurut tempat dan waktunya yang tepat. Al-Isarah Al Widaniyah memberikan perangsang kepada perasaan-perasaan. 2. rasa cinta. Pendidkan melalui cerita 5. Pendidkan melalui kekuatan 7. yaitu cerita dan sejarah. berbagai cerita yang disebut oleh Al-Qur¶an menghidupkan sejarah-sejarah lama untuk memberanikan hat manusia untuk jaman yang dihadapnya dan masa-masa depan terbentang untuk diisi dengan pendidikan kepada anak-anak/pemuda-pemuda. Pendidkan melalui cerita cerita . Pendidkan melalui kebiasaan 6. 3.sehingga berjumlah: 1. dan membuka lembaran-lembaran sejarah di masa lampau. Pendidkan melalui nasihat 3. Tuhan mengajak manusia supaya bercermin kepada fakta dan data di masa dahulu itu untuk melihat dirinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful