TUGAS INVENTORI REVIEW SALAH SATU ALAT TES INVENTORI

DISUSUN OLEH :

Disusun oleh : Dimas Aji Yudhatama (08013127)

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2011

Secara umum MMPI/MMPI-2 dapat digunakan untuk : • • • • • Evaluasi pasien gangguan jiwa untuk membantu status kesehatan mentalnya. Selama beberapa dekade dengan beragam penelitian sampai pada MMPI-2 (termasuk MMPI-2 RF atau diistilahkan MMPI-3) penggunaan MMPI bervariasi dalam mendiagnosa kesehatan mental dengan beragam setting termasuk konteks di luar kesehatan mental secara umum misal alat seleksi karyawan. Padahal selain penggunaan secara klinis. Dari 1000 item yang disajikan dengan menggunakan criterion keying test construction. alat ini dari dulu sudah diakui untuk mengukur fit and proper test oleh psikiater terhadap klien yang akan menduduki jabatan termasuk calon presiden RI yang dilakukan oleh psikiater dari RSPAD. Pada tahun 1972 Butcher dan Dahlstrom mengawali revisi MMPI menjadi MMPI-2 dan penelitian terus berlanjut sampai awal era 1990-an. program mendeteksi penggunaan alkohol atau obat terlarang. Alat menilai simptom untuk menentukan perawatan yang sesuai. Pada tahun 19401943 MMPI disusun menggunakan sampel yang meluas baik jumlah item dan pengetesan kepada sejumlah orang normal. Jadi alat ini tidak selamanya digunakan untuk mendiagnosa gangguan klinis saja namun dapat melihat gambaran untuk kepribadian terutama dinamika psikologis yang terkait dengan aspek kesehatan jiwa secara umum.MMPI (Minnesota Multifase Personality Inventory) Sejarah dan Perkembangan Seorang psikolog bernama Starke Hathaway dan seorang psikiater bernama McKinley adalah orang yang pertama kali berupaya mengembangkan inventori dengan perspektif berbeda mengenai asesmen kepribadian menggunakan metode empiris untuk mengembangkan pengukuran permasalahan klinis secara objektif. Awal terciptanya MMPI banyak digunakan sebagai alat kontemporer di bidang psikologi untuk mengukur kesehatan mental dengan didasarkan pada praktek kesehatan secara umum. . Jawaban dari pertanyaan tes MMPI sangat mudah dengan pilihan YA. Evaluasi efek dari perawatan atau terapi. terutama di Indonesia sebagai alat resmi diagnosa gangguan jiwa oleh psikiater dan di bidang psikologi kalah populer alat inventori ini dengan alat-alat tes lain. Kemungkinan besar karena alat ini dianggap hanya untuk mengukur gangguan jiwa dan jumlah item yang dirasa cukup banyak sehingga para psikolog cenderung mengabaikan. TIDAK atau TIDAK TAHU. secara empiris item valid dipilih untuk menyusun konstruk MMPI. Alat menilai pasien untuk melakukan perencanaan perawatan. Popularitas MMPI sampai saat ini masih sangat dipercaya. Alat penelitian epidemilogi menggunakan kriteria kepribadian.

%T. Fb. pejabat lain dan jabatan-jabatan lain yang penting untuk dilihat kesehatan jiwanya. tentara. DEP. Sc. F. Hy. K. ASP. %F) • Konsistensi dan non-content related responding (VRIN. Alat penelitian genetika kepribadian. Pt. pemadam kebakaran. Evaluasi kesehatan mental tersangka (alat forensik kesehatan mental). 1. Evaluasi kesehatan mental orang tua. FAM. Skala ini tidak mementingkan daya beda tiap kelompok. 3. calon bupati-gubernur-presiden. OBS. Skala Klinis Delapan dari sepuluh skala tradisional MMPI dikembangkan untuk membedakan antara kelompok klinis spesifik (Hs. pilot. S. HEA) • External Aggressive Tendencies (ANG. Berikut berbagai skala yang ada di MMPI. Fp) 2. D. kekhususan yang diterapkan pada Supplementary Scales adalah spesialisasi skala dan kegunaan hanya pada konteks .• Alat penilai kepribadian untuk posisi publik seperti polisi. Dengan alasan ini maka Content Scales memiliki validitas muka yang cukup tinggi dan agak membingungkan dengan isinya. Skala Validitas Skala ini didesain untuk mengevaluasi protokol skala validitas. Pd. Skala Supplementary Dengan tidak adanya batasan yang jelas pada supplementary scales (dibandingkan dengan skala tambahan yang telah dibuat). Tiga tipe protokol validitas pada MMPI-2 adalah : • Kerjasama dalam tes (?. FRS. Ma). Content scales dapat dibedakan dalam empat area topik umum. Skala dalam MMPI Terdapat beberapa skala MMPI dengan beragam desain kegunaan. Skala Content Content scales dibentuk dari skala basic sepuluh item yang dipilih untuk tiap skala yang berhubungan dengan kesamaan tema. TRIN) • Akurasi(L. B. CYN. 4. WRK. • • • • • Alat penelitian psikologi terutama menentukan perbedaan kriteria kepribadian. yaitu : • Internal Symptomatic Behaviours or Distress (ANX. TRT). TPA) • Negative Self-Views (LSE) • General Problem Areas (SOD. Alat penelitian dengan konteks budaya yang berbeda. Pa. Skor T dari delapan skala dibuat rata-rata untuk menggeneralisir elevasi rerata profil.

asumsi salah dan lemahnya skala psikometri. 9. GF. APS. Stabilitas dan perbandingan dibutuhkan banyak literatur penguasaan codetype ini. • Profil dengan beda antara 5 – 9 poin tiap skala memiliki definisi dan taraf keyakinan tinggi. Titik potong MMPI adalah 70. and AAS. Kita tidak yakin dengan pendekatan ini karena banyak kelemahan. peserta rehabilitas dll). O-H. Es. Skor skala supplementary umumnya adalah A. dan pengguna MMPI-2 harus mengerti ketika membaca literatur MMPI. PK. Akan menjadi overlap dengan tema content scale. . Elevation Skala dipertimbangkan melalui elevasi jika Skor T sesuai atau melebihi titik tertentu. Skala Psychopathology-5 adalaha sekumpulan skala baru yang diadopsi mulai tahun 2001. GM. Codetype dikembangkan dari skala basic yang menunjukkan skala elevasi (puncak) atau 2 skala tertinggi (two-point). 5. akan tetapi pengujian critical item dapat juga penting sebagai informasi tambahan melalui analisa item. Fb dan Fp atau mengadopsi nilai lebih tinggi untuk alasan psikometris seperti VRIN dan TRIN. atau tiga skala tertinggi (threepoint). pelajar-mahasiswa. kelompok critical item adalah cara-cara lain skala content. Re. Hampir semuanya skala MMPI-2 titik potong adalah 65. Definisi Profil Laporan Forensik MMPI-2 secara formal melalui kriteria stabilitas profil atau definisi: • Profil dengan beda 10+ poin antar skala dapat diinterpretasi dengan taraf meyakinkan. MDS. Code-type Analisa codetype dasar dari interpretasi tradisional MMPI/MMPI-2. MAC-R. Sementara. Banyak skala supplementary dikembangkan dengan konteks populasi khusus (kerusakan otak. 6. Content. atau Supplementary ke kelompok yang lebih kecil dan lebih homogen hubungan isinya. Mt. 7. Subscales Subscales adalah pemecahan skala Basic. karena tidak ada alat psikometrik yang dikembangkan untuk membuat norma critical item. Kelompok Critical Item Dengan banyak cara. Dengan membuat kekhususan kita berusaha mengingat bahwa skala supplementary hanya digunakan ketika menghadapi situasi khusus dan sesuai dengan hipotesa yang dibutuhkan. narapidana dll) atau situasi (terapi pernikahan. • Profil dengan beda < 5 poin memiliki definisi dan taraf keyakinan yang rendah. 8. ada beberapa skala yang menggunakan titik potong seperti F. PS. R. Do.khusus. Kekhususan utama adalah tidak ada data normatif yang mendukung untuk critical item ini.

1. Skala content overlap D. . yaitu gangguan psikis yang dimanifestasikan terhadap simptom psikis. Pasien mengembangkan gangguan psikis menjadi keluhan fisik yang sering diistilahkan sebagai keluhan hipokondrial. Kelebihan dan Kekurangan MMPI/MMPI-2 Kelebihan • • • • • • • • • • • • 2. • • • • • • • • • • Item yang banyak Interview klinis terstruktur Psikolog/Psikiater tidak perlu mengadministrasikan tes Inventori Laporan Diri Pilihan hanya ya/tidak Sejarah panjang dengan literatur penelitian yang sedemikian banyak Inventori kepribadian yang paling banyak digunakan di dunia Diterjemahkan (dan dibuat norma ulang) ke berbagai bahasa. 1. waktu terbatas atau kerjasama dengan testee tidak memungkinkan lagi Kekurangan Item yang banyak Interview klinis terstruktur Klien/testee harus menjalankan tes Inventori Laporan Diri Pilihan hanya ya/tidak Sejarah panjang dengan literatur penelitian yang sedemikian banyak Isi berorientasi mendalam pada psikopatologi Dibutuhkan kemampuan baca. Interpretasi Skala Klinis Hypochondriasis (Hs) Didefinisikan sebagai gejala gangguan somatoform. paling tidak klien/testee lulus SMP Lembar jawab ‘memusingkan’ dan cenderung susah digunakan. Lebih dari 250 skala atau sistem yang saat ini dikembangkan dengan variasi Terdapat skala yang secara eksplisit mengevaluasi validitas pelaksanaan tes Dapat diadministrasikan dalam bentuk “short form (370 Item awal)” ketika Versi tes yang secara khusus didesain untuk remaja dan dan dewasa. setting klinis yang berbeda-beda.C.

sering pula merasakan tegang dan sensitif meskipun terhadap hal-hal yang sepele. mereka kurang responsif dan dengan cepat ingin menghentikannya apabila terapis dianggap kurang memberikan perhatian atau dukungan. . lambat dalam beraktivitas dan sering merasa lemah dan capek. kurang antusias terhadap sesuatu dan kurang ambisius. Terlihat dari ekspresi verbal ia kurang efektif. Orang dengan skor tinggi tidak dilaporkan adanya perasaan tidak berharga atau lemah dalam beraktivitas. pemalu. hambatan dalam kepercayaan dirinya dan sering merasa cemas terhadap hal-hal kecil yang terjadi. Dengan skor tinggi. Banyak dari mereka menunjukkan 2. mereka sering menuntut sesuatu yang tidak objektif kepada orang lain dan terkadang menunjukkan kekerasan meskipun secara tidak langsung. Mereka akan sering mengeluh.Dengan skor Hs tinggi menunjukkan perhatian terhadap kondisi tubuh yang berlebih dari gangguan-gangguan yang muncul. Depression (D) Hampir keseluruhan orang dengan skor D tinggi mengalami gangguan depresi dan depresi manik. gejala kronis dan lemah atau lesu secara umum. Ia merasa kesehatannya menurun. Gangguan tersebut meluas terhadap gejala somatis tidak jelas yang bervariatif seperti gangguan epigastrik. merasa tidak puas dengan orang lain dan secara umum merasa kurang bahagia. seseorang akan tampak kurang efisien meskipun tanpa penurunan kemampuan. Pada terapi. Karena terlalu peka. Banyak pula yang mengalami kecemasan dan tegang. Aktivitas yang terlihat kurang dan tampak ia seorang yang membosankan. Ia tampak sebagai orang yang kurang agresif. Hubungan interpersonal yang dilakukannya tidak lancar dan orang lain merasa bisa merasa sedih dengan keluhan-keluhan kronis yang dideritanya. pertahanan diri kuat. ingin diperhatikan dan kritis terhadap orang lain. Mereka menunjukkan sinisme terhadap hidup. karena kecenderungan mereka menjaga jarak dengan kontak yang terjadi secara psikis khususnya hubungan emosional yang mendalam.Penelitian menunjukkan mereka dengan kondisi Hs tinggi adalah orang yang pesimis. Mereka cenderung meyakini pengobatan medis dan kurang percaya apabila gangguannya adalah psikis. Dalam terapi. fatig. Mereka diindikasikan sebagai orang yang terhambat dan pesimis dengan masa depannya. Sifat yang muncul biasanya mementingkan diri sendiri. Menjauhkan diri secara sosial mungkin saja terjadi. Digambarkan pasien mengalami perasaan sedih atau tidak bahagia. Ia sangat mengkritisi diri sendiri dan merasa bersalah dengan seringkali tanpa alasan jelas. berorientasi diri sendiri dan narsistik. pasien dengan nilai Hs tinggi menunjukkan kecemasan yang lebih sedikit dibandingkan dengan gangguan lain.

Secara sosial mereka terlibat namun tidak disertai dengan ketulusan. aktif berkomunikasi dan antusias. Tidak banyak dilaporkan muncul delusi. Respon terhadap terapi cukup baik dimana mereka cenderung mengikuti tanpa dorongan membantah dari terapis. apalagi terapis yang memiliki intensitas tinggi terhadap perhatian dan dukungan kepada klien. Mereka dapat akrab. Ia menuntut perhatian dan afeksi yang tinggi dari orang lain. otot lemah. mereka kurang dapat merespon terhadap insight diri sendiri karena resistensi yang tinggi terhadap nasihat psikologis yang diberikan. Skor tinggi juga disertai sifat tidak dewasa secara mental. . Orang dengan profil ini menunjukkan pengingkaran atau menekan konflik yang ada dan seringkali gagal dalam menyelesaikannya secara baik dan wajar. Orang dengan skala tinggi tidak menunjukkan kemarahan atau ketidaksukaan secara terbuka namun dilakukan secara tidak langsung dari hubungan interpersonal yang terjalin. Meski dapat mengikuti terapi dengan antusias. Skala ini dipahami dari munculnya simptom somatis dari penampilan kepribadian yang menunjukkan ketidakmampuan secara efektif dalam menghadapi stressor (tekanan). pegal-pegal pada bahu. Mereka dapat bertindak namun dengan cara yang tidak wajar dan menunjukkan sedikit perhatian terhadap kepentingan orang lain. kekanak-kanakan atau infantil dan berorientasi pada diri sendiri. Pasien dengan tipe ini sulit mengikuti terapi dengan baik karena kecenderungan pengingkaran yang tinggi dan kecenderungan melihat dirinya pada posisi yang benar. Pada saat muncul kecemasan atau ketakutan. tegang atau depresi.keraguan dalam berpikir atau berperilaku. Mereka menunjukkan ketidakmampuan mendapatkan insight terhadap sebab-sebab dari gangguan yang berdampak pada rendahnya motivasi atau perasaan untuk mencoba mencari jalan keluar. Hysteria (Hy) Orang dengan skor tinggi pada skala ini menunjukkan simptom fisik yang tidak jelas seperti sakit kepala. 3. Mereka cenderung lambat untuk mengetahui sebab-sebab permasalahan sehingga untuk tipe pasien seperti ini akan lebih sesuai menggunakan “direct advice” dibandingkan dengan terapi yang berorientasi pada “insight-oriented”. detak jantung tidak normal atau simptom fisik lain yang tidak jelas dengan tidak adanya diagnosa medis yang menunjukkan gangguan pada fisik. Mereka akan kesulitan dalam mengambil keputusan. Ia juga narsistik dan egosentris. halusinasi atau kecurigaan berlebih. simptom akan muncul berbarengan dengan adanya stressor dan secara tiba-tiba akan menghilang. namun seringkali disertai sedikit gangguan kecemasan. Mereka memanipulasi hubungan yang terjalin dengan orang lain untuk kebutuhan dirinya sendiri.

hiperaktif dan tindakannya spontan dalam kelompok. Mereka seringkali menghentikan treatmen tanpa ada perubahan. perilaku buruk dalam bekerja atau hubungan perkawinan yang kurang harmonis. agresif. yang dapat direfleksikan dari pengalamannya seperti kurang berprestasi dirinya di sekolah. Hubungan yang terjalin biasanya bersifat kasar. toleransi terhadap frustasi rendah dan seringkali bereaksi terhadap impulsifitasnya. Psychopatic Deviate (Pd) Orang dengan skor tinggi menunjukkan karakteristik perilaku anti-sosial. Mereka akan cenderung menyalahkan orang lain terhadap masalahnya. Prognosis pada treatmen buruk. lemah dalam mengambil keputusan dan akan mengambil resiko terhadap hal-hal yang secara umum tidak dilakukan oleh orang lain. suka pamer. ketegangan dalam hubungan keluarga dan tindakan berlebih dengan tanpa pertimbangan konsekuensi atau akibat yang akan dihasilkan. depresi maupun simptom psikotik. dimana pasien cenderung menunjukkan insight pada perilakunya karena tidak menunjukkan penyesalan atau kekhawatiran dari perilakunya selama ini. sinis. termasuk perilaku membangkang terhadap figur otoritas.4. namun hubungan yang terjalin tidak bertahan lama karena berorientasi pada diri sendiri. Mereka tampak pintar dan percaya diri meskipun aktivitasnya tanpa tujuan jelas. Tindakan tidak direncanakan dengan baik. Bermasalah dengan hukum mungkin saja terjadi. aktif berbicara. Mereka cenderung didiagnosa sebagai gangguan kepribadian terutama perilaku anti-sosial atau kepribadian pasif-agresif. Mereka seringkali bertindak sangat agresif dan sering mengajak berkelahi. Selain itu pasien akan cenderung menyalahkan orang lain dan menggunakan intelektualisasi daripada menghadapinya sebagai tanggung jawab diri. hura-hura dan tidak sensitif dengan kebutuhan orang lain. Mereka tidak belajar dari pengalaman. Hubungan yang dijalin secara sosial tidak tulus dan menggunakannya untuk kepentingan diri sendiri. egois dan narsistik. . mudah bergaul. membangkang dan terkadang pendendam. Mereka akan dipandang sebagai kurang dewasa. Meskipun dapat membuat kesan pertama yang menyenangkan dan mudah akrab. kekanak-kanakan. Mereka bertindak secara impulsif tanpa dilakukan pertimbangan matang. keras. Mereka juga tidak membangun kehangatan dalam berinteraksi. Biasanya mereka tidak disertai gangguan kecemasan. Mereka terkesan hedonis. Secara individu akan tampak ekstrovert. dan akan mengulangi perilaku negatif tersebut meskipun seringkali mendapatkan imbalan buruk berupa teguran atau hukuman.

Skor < 35 menunjukkan dirinya “macho” dengan orientasi tinggi terhadap maskulinitas. Dengan skala Mf rendah pada laki-laki menunjukkan keterbatasan pada intelektualitasnya dan kurang tertarik terhadap budaya. tergantung dan tenang dengan orientasi jauh dari agresivitas. Mereka akan cenderung menyukai aestetik dan artistik melebihi laki-laki pada umumnya. Mereka digambarkan sebagai orang yang ambisius. Skor antara 70-79 terlihat sebagai figur sensitif. Mereka ingin menunjukkan dirinya secara fisik kuat. Mereka memiliki ketertarikan luas terhadap budaya. Mereka cenderung bertindak praktis dan non-teoritis. teratur dan dapat mengambil keputusan dengan baik. Mereka cenderung kreatif. kompetitif. Penelitian menunjukkan mereka menunjukkan intelegensi tinggi dan dapat melakukan aktivitas kognitif dengan baik. sehingga mereka akan . sikapnya meyakinkan. Orang lain melihat pasif. Pada analisa klinis dapat menunjukkan kebingungan peran seksual atau permasalahan pada penyesuaian jenis kelamin. peka terhadap orang lain. Laki-laki dengan pendidikan tinggi menunjukkan skor tinggi dibandingkan dengan laki-laki dengan pendidikan rendah. Mereka kurang fleksibel dalam bertindak dan memiliki pendekatan permasalahan yang tidak original. Mereka cenderung penurut terhadap situasi konflik untuk menghindari konfrontasi. berpikir jernih. pintar.5. keingintahuannya tinggi dan imajinatif. Masculinity-Femininity (Mf) Kecenderungan skala ini lebih melihat peran gender dan bukan skala psikopatologis. Mereka bersosialisasi dengan baik. gagah dan agresif. insight dan toleran. ketertarikan terhadap pencarian ragu sensasi dengan ketegangan adrenalin melalui aktivitas fisik. toleran dan dapat mengekspresikan kehangatan kepada orang lain. petualangan dan cenderung vulgar Mereka sebenarnya tampak maskulinitasnya dan merasa perlu bukti dengan ketertarikan dan perilaku maskulin-nya. Mereka juga cenderung menghindari aktivitas yang membutuhkan pemikiran tinggi dan tidak suka mendiskusikan hubungan interpersonal yang dijalin. dan terkadang tenang dan pasif dalam menjalin hubungan interpersonal. Laki-laki Dengan skor > 80 memperlihatkan individu memiliki konflik terhadap identitas seksual dan merasa tidak aman dengan peran maskulin. dalam Mereka menjalin menunjukkan hubungan.

curiga dan responsif terhadap reaksi orang lain. Mereka menunjukkan ketegaran dan lebih kuat secara fisik dibandingkan wanita pada umumnya. Ia dapat dikatakan ultra-feminist. Dengan skor moderat (65-79) menunjukkan predisposisi paranoid kalo tidak memunculkan simptom atau gangguan delusi. olah raga atau aktivitas-aktivitas rutin harian. Mereka tampak curiga. Mereka cenderung kurang sadar terhadap nilainilai sosial dan kurang ter-insight dari motif-motif yang dimiliki. Mereka memiliki sensitivitas berlebih. gangguan pikir. Mereka cenderung menggantungkan pada figur laki-laki atau figur yang lebih maskulin dalam mengambil keputusan atau bertindak. Jika pasien akan melakukan rasionalisasi terhadap kesulitannya dan menyalahkan kepada orang lain permasalahan dirinya sendiri. agresif. tertarik dengan aktivitas feminin. berjaga-jaga dan memungkinkan untuk bereaksi kasar. tenang. percaya diri dan akan mudah bertindak meskipun terkadang kurang perasa atau kurang akrab. dominan. Pasien dengan kondisi ini memiliki prognosis buruk terhadap terapi karena tidak suka . Penelitian menunjukkan skala rendah pada perempuan tidak diterapkan untuk kalangan yang berpendidikan tinggi. Perempuan Skor > 70 akan menolak perilaku atau peran tradisional wanita. Orang dengan skor > 80 secara jelas dapat menunjukkan perilaku psikotik. Mereka biasanya menunjukkan amarah dan rasa tidak suka. Mereka menunjukkan pertentangan atau ketidaksukaan karena telah menerima kesalahan dimana orang lain bersekongkol melawan dirinya. pasif. Mereka akan mudah bergaul. Mereka terkesan aktif dan kompetitif. hobi. Pasien biasanya menggunakan mekanisme pertahanan diri proyeksi dan sering didiagnosa sebagai schizophrenia paranoid atau keadaan paranoid. tidak suka atau menentang terhadap orang lain. Mereka menganggap memiliki nasib buruk dalam kehidupannya. Mereka meyakini orang lain memanfaatkannya.resisten dengan terapi psikologis. Paranoia (Pa) Skala ini digunakan untuk melihat simptom atau karakteristik kepribadian dengan gangguan paranoid. cenderung tertarik dengan aktivitas maskulin yang sering dilakukan oleh laki-laki dalam pekerjaan. Mereka menunjukkan sikap moral yang tinggi dan rigid. Skor < 35 menunjukkan wanita dengan figur dan peran feminis. energik. menentangnya atau melakukan sesuatu terhadap dirinya. delusi persekusi atau delusi grande atau kedua-duanya dan delusi keyakinan seperti ideas of reference. pendiam dan cerewet dalam berinteraksi sosial.

Pasien dengan skor tinggi menunjukkan kecemasan. obsesif dan kompulsif hampir setiap waktu. tidak kompromis. Mereka merasa terancam dan takut. Seringkali pasien menganggapnya sakit jantung. Terkadang simptom fisik menyertainya terutama pada detak jantung. terlalu teratur dalam aktivitasnya. Mereka cenderung ragu dalam mengambil keputusan karena melihat terlalu banyak kemungkinan dari situasi yang dihadapi. Umumnya rigid dalam pendekatan interpersonal. • Skor 80-90 . Mereka merasa tidak nyaman dengan kondisi sekarang dan akan termotivasi dengan treatmen psikologis. Perlu dipertimbangkan terkadang pasien memiliki kecenderungan schizophrenia dan terkadang pula menunjukkan perilaku anti-sosial. Schizophrenia (Sc) Skala ini menunjukkan kompleksitas intepretasi dan memiliki cakupan luas sebelum melakukan diagnosa secara tepat. Orang lain melihat dirinya ragu-ragu dan khawatir dengan terlalu banyak introspeksi diri.untuk mendiskusikan permasalahannya dan sulit terbuka.Terkadang muncul kekacauan atau distorsi kepentingan masalah yang disebabkan terlalu bereaksi terhadap hal-hal kecil. Insight sulit dimunculkan namun masih memungkinkan. kaku dengan interaksi hubungan yang ada. Kecenderungan intelektualitas dan rasionalisasinya adalah kurang produktif. Pasien akan lebih lama bertahan dengan treatmen psikologis yang diberikan namun lambat. inferior. tegang dan kegelisahan. Mereka sulit membuka diri untuk membangun hubungan dalam treatmen. kurang percaya diri dan sering terpaku dengan keragu-raguan. Dalam berkonsentrasi sulit. atau istilah lainnya “lambat tapi pasti”. moralistik dan kaku. Mereka akan mudah sekali khawatir dan sangat cemas meskipun terhadap masalah kecil. Pada kondisi lain dapat pula diasosiasikan terhadap gangguan psikis parah dengan perilaku kurang terkendali atau mengangsingkan diri secara sosial dengan tidak adanya pengalaman pikir yang buruk. Merasa tidak aman. Manifestasi rigid ditampilkan dengan tidak adanya basa-basi dalam bertindak. Pasien tampak sangat mengkritisi diri sendiri. Mereka terkesan perfeksionis. Resistensi terhadap terapi muncul karena kekakuannya (rigid). pemalu dan sulit bergaul dengan lingkungan sosial. Psychastenia (Pt) Skala ini mudah dilihat sebagai pengukuran kecemasan dan gangguan penyesuaian diri secara umum.

. Mania (Ma) Skala ini berusaha menunjukkan manik atau perilaku hipomanik. sulit menjalin kontak atau hubungan dengan terapis dan pada terapi jangka pendek akan tidak efektif karena keluasan masalah yang diderita pasien. dan terkadang mengalami halusinasi. Mereka merasa terasingkan dari kondisi sosial. Terdapat 3 kelompok definisi. Pertimbangan keputusan perilaku yang buruk tampak dalam dirinya. Perasaan inferioritasnya tinggi.Individu dengan range skor ini dapat secara yakin menunjukkan perilaku psikotik. Pasien dengan tipe seperti ini biasanya merespon situasi dengan salah dalam waktu lama. tidak terkontrol perilakunya dan mengalami disorientasi. impulsif dan kekanak-kanakan. Mereka memiliki ketidakwajaran pikir atau sikap dengan delusi keyakinan (salah satunya ideas of reference). Mereka menghindar diri. Individu seperti ini menunjukkan kecenderungan bingung. Mereka akan bersikap kasar dan agresif dengan caracara atau perilaku yang tidak wajar. Terkadang disertai pula halusinasi atau delusi grande. yaitu: • Skor > 80 Individu dalam kategori ini menunjukkan perilaku mengganggu. hiperaktif. menarik diri terhadap kondisi sosial yang dianggap tidak dapat menerima dirinya. keras kepala.berenergi dan antusias. tidak beradaptasi dan perilaku aneh. Treatmen yang dilakukan banyak bersifat jangka panjang dan berorientasi directive-therapy dengan memperhatikan mental pasien. perilaku eksentrik. termasuk perilaku over-acting. pemalu. merasa terisolasi dan salah dimengerti oleh orang lain. Terapi jangka panjang dapat efektif jika terapis menyediakan situasi atau keadaan yang dapat diterima sehingga tidak menutup kemungkinan pasien tipe ini dapat mempercayai terapis. Aktivitasnya meluas. Namun pada umumnya prognosis buruk karena pasien sulit mendapatkan insight. bingung dengan peran seksual. tidak puas dengan kehidupannya. Pasien akan menggeneralisasi stress atau depresi dengan menjauhkan diri dengan cara berkhayal atau berfantasi. Mereka menghindar dari orang lain dan tampak sebagai orang yang aneh. Treatmen psikologis dapat beragam hasilnya mempertimbangkan cara terapi yang harus dilakukan harus tepat. • Skor 65-79 Skor dengan range ini menunjukkan gaya hidup schizoid. percepatan bicara dan terkadang gejala yang cukup lama gangguan pikir inkoheren atau flight of idea. menjauhkan diri dan tidak akrab. gangguan afeksi dengan melibatkan gangguan mood.

Mereka mudah berbicara dengan banyak orang. Banyak dari mereka tidak dapat secara teratur mengikuti terapi karena perhatian terhadap aktivitas lain yang menarik seringkali mengganggu dirinya dalam mengikuti proses terapi secara rutin. Kesan pertama dalam pergaulan tampak pintar. Pada saat tertentu mereka memiliki periode depresi. Mereka menunjukkan ide atau aspirasi yang tidak realistis dan terkadang grande. hangat dan bersahabat dan berusaha menunjukkan kesan pertama yang menyenangkan. Mereka merasa kesulitan beraktivitas rutin dan kemampuan detailnya rendah. Keinginan dan aktivitasnya banyak namun sulit untuk berhasil sampai tujuan yang diharapkan. Mereka menunjukkan ketertarikan di berbagai bidang dan terkadang tidak realistis dengan ketertarikannya. Mereka cenderung akan menolak intepretasi yang diberikan terapis yang berdampak kesulitan mendapatkan insight diri. gangguan dalam kerja atau sekolah dll. Pada saat tertentu dan tidak lama mereka akan menunjukkan kebosanan dan merasa tidak suka secara cepat. • Skor 65-79 Skor dengan kondisi seperti ini perlu berhati-hati dalam mengintepretasikan karena individu cenderung normal dengan tidak adanya gangguan afeksi. Pada skor tunggal cenderung perilakunya manipulatif demi kepentingan dirinya sendiri. termasuk dorongan seksual. Mereka menunjukkan kepercayaan diri. kreatif. tidak realistis dan mencampuradukkan kebenaran dan kebohongan pada pembicaraannya. Terkadang sering bermasalah dengan hukum atau sosial karena dorongan impulsif-nya menjadikan tindakan yang dilakukan bebas dengan sedikit atau tidak menghargai nilai-nilai etis atau norma yang berlaku. menunjukkan antusiasme namun kurang tulus. cerdas. sosial dan menyenangkan dihadapan orang lain. Mereka terkadang terlalu bergairah dalam beraktivitas namun kurang melihat tujuan dari aktivitasnya. Treatmen dengan skor ini membutuhkan treatmen medis untuk mood-nya.Mengalami gangguan pikir dan kurang dapat mengatur energi dengan baik. energetik dan banyak berbicara. sopan. Banyak yang menghentikan terapi di tengah jalan dan banyak pula yang bersifat kasar dan agresif terhadap terapis. Terkadang pada tahap tertentu menunjukkan kurang stabil. Dapat dilihat mereka karakteristiknya adalah over-aktif. agresif dan kekerasan terhadap objek atau orang lain. Psikoterapi yang dibangun terkadang sering diganggu akibat ulah dari perilakunya misalkan masalah hukum. . mereka sulit melihat keterbatasan dirinya. menghibur dan hangat. Mereka cenderung menunjukkan secara berlebih keyakinan diri dan tingkat kepentingannya. Mereka seringkali memutarbalikkan fakta. Sifat pribadinya terbuka.

Skala ini sifatnya unidimensional dan dapat diinterpretasikan pada tataran skor. Mereka cenderung pada mood dan memiliki episode cemas atau depresi. Social Introversion (SI) Skala ini mengukur intraversion atau ekstraversion. terbuka dan mudah bergaul. Mereka sangat nyaman bila sendiri atau dengan segelintir teman dekatnya. Treatmen psikologis dengan skor tinggi dalam kategori sulit. Cepat bosan dan capek seringkali dirasakannya. sopan dan antusias mekipun kurang tulus. sangat mengendalikan diri sendiri dan cenderung pasif dalam berinteraksi dengan orang lain bahkan tidak ekspresif. menarik. mereka sosial. dimana skor tinggi berarti cenderung introversion dan skor rendah cenderung ekstraversion. Terkadang menunjukkan episode tertentu yang sensitif. karena mereka sulit atau terhambat mengekspresikan perasaannya. Apabila mengikuti terapi seringkali bolos atau dengan cepat menghentikan proses terapi. Terlalu sensitif terhadap reaksi dari orang lain. Mereka senang dalam situasi sosial dengan menunjukkan karakteristik yang menyenangkan. Mereka tampak sangat serius. Tempo yang ditunjukkan lambat. kurang bergairah. berhati-hati sampai ragu-ragu. rutin dan sulit dimotivasi dalam treatmen. Pada konteks interpersonal. . banyak ketidaktertarikan aktivitas dalam sosial dan cenderung pendiam. Ada kecenderungan tidak menyukai rutinitas dan perhatian terhadap detail rendah. Banyak janji-janji akhirnya diingkari karena terlalu banyak aktivitas dan sifatnya setengah-setengah. konvensional dan penurut terhadap otoritas yang ada. Terkadang ketidaktulusannya ditunjukkan dengan berbicara bohong atau tidak realistis. tidak original dalam pendekatan terhadap masalah dan seringkali mendapatkan kesulitan dalam mengambil keputusan meskipun terhadap hal-hal kecil. Pada skala ini pasien tidak tertarik dengan treatmen psikologis karena “merasa menyenangkan”. • Skor < 35 Orang dengan skor seperti ini terlihat kurang berenergi. Skor >65 memiliki sifat sangat malu dalam pergaulan sosial dan tertutup pribadinya.Keterbatasan melihat dirinya sendiri dan merasa terlalu yakin terhadap apa yang akan diraih menjadikan realitasnya terhadap tujuan berbeda jauh dengan apa yang ada dalam pikirannya. dalam kondisi “asik-asik aja” dan resisten terhadap intepretasi psikologis. kurang berpartisipasi secara sosial. mudah frustasi. Terkadang mereka tidak nyaman dengan lawan jenis dan sulit dimengerti. agresif dan kasar.

Tampak dirinya mudah bergaul. impusif dan berorientasi pada kesenangan pribadi. Mereka terkesan spontan dan ekpresif dalam bersikap dan senang dengan situasi kompetitif. sopan dan banyak bicara.seringkali hambatan komunikasi oral dan terutama rigid dan tidak fleksibel dalam kondisikondisi tertentu. senang ngobrol atau berkecimpung dalam kelompok. Apabila skor <= 45 menunjukkan sangat sosial dan terbuka. . Dorongan untuk dikelilingi orang banyak tinggi dan banyak menghabiskan waktu dengan kongkow. Dengan skor sangat rendah dapat berarti kurang dewasa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful