BAB I KASUS

STATUS Nomer rekam medic: 27-29-83 I. Identitas pasien 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama Umur Alamat Pekerjaan Agama : Nn. Khusnul Maharani : 24 tahun : Mutiara view B6-2 : Belum Menikah : Pegawai swasta : Muslim

Status Perkawinan

Jenis Kelamin : Perempuan tanggal masuk : 16-4-2010

Anamnesis didapatkan dari Auto Anamnesis II. Keluhan Utama Kecelakaan lalu lintas III. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke UGD, dari RSAB dengan keluhan kecelakkan lalu lintas. Tidak ada pingsan, tidak ada mual muntah. Terdapat luka robek pada daerah tumit kaki kanan. IV. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien tidak mempunyai riwayat alergi obat. Tidak ada riwawat diabetes, dan tidak ada riwayat hipertens V. Riwayat Hidup Pribadi dan Kebiasaan Pasien tidak pernah minum minuman beralkohol, tidak pernah merokok, makan teratur, rajin berolahraga.

1

PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran : compos Mentis Keadaan umum : sakit sedang Tanda Vital Tensi : 120/80 Nadi RR 1. tegang • • • • telinga • 2. 3. • wheezing -/• 4. 5. Jantung : S1-S2 reguler, Murmur -/-, Gallop -/Abdomen: BU (+), frekuensi BU (+) normal Ekstremitas: akral hangat (+) pada kedua lengan dan tungkai. Kekuatan Thorax: Paru : Suara nafas vesikuler +/+ , Ronchi -/-, Mulut: bibir tidak kering, lidah tidak kotor. Leher: Kelenjar getah bening tidak teraba membesar Rambut: belum tumbuh Mata: CA -/-, SI -/Hidung: discharge (-), deviasi septum (-) Telinga: discharge (-), tidak ada kelainan bentuk pada : 84 x/m : 22 x/m

Suhu : 36,3C Kepala: bentuk kepala makrocephali, deformitas (-), Ubun-ubun besar

motorik belum dapat dinilai.

STATUS LOKALIS Pedis dextra Look Feel Move : oedem (+), deformitas (+), VL kalkaneus, hiperemis(+), darah (+) : nyeri tekan (+), hangat (+), odema (+) : pergerakan aktif terbatas karena nyeri

2

0) (N : 35. muntah.0-50. urin lengkap BJ pH leukosit epitel RESUME Seorang wanita datang ke IGD dengan rujukan dari RSAB dengan diagnosis kerja multiple fraktur ankle joint dextra terbuka. Pada pemeriksaan status lokalis pedis dextra didapatkan : Look Feel : oedem (+).0-18.0) (N : 150.500 : 13. VL kalkaneus.5 g/dl : 31.000) .000) (N : 11. OS mengaku kecelakaan lalu lintas pada hari yang sama OS datang ke IGD. darah lengkap Leukosit Hb Ht Trombosit BT CT 3.000/mm3 : 8’30 : 2’30 (N : 3500-10. tidak ada pingsan ketika kecelakaan. hangat (+).Pergerakan pasif terbatas karena nyeri PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. odema (+) 3 : 1.000-390. hiperemis(+). darah (+) : nyeri tekan (+). deformitas (+).005 :8 : 0-1 :+ : 12. Rontgen pedis dextra 2. tidak ada keluhan pusing dan tidak ada mual.3% : 246.

Move : pergerakan aktif terbatas karena nyeri Pergerakan pasif terbatas karena nyeri Pada foto rontgen pedis dextra ( 16-4-2010) DIAGNOSIS KERJA Fr terbuka Tibialis 1/3 distal dextra Fr neck calcaneus pedis dextra Fr. Ankle pedis dextra PENATALAKSANAAN debridement ORIF IVFD RL + remopain + Nov / 8 j Sharox 3 x750 mg PROGNOSIS Ad vitam Ad fungsionam Ad sanationam : bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam 4 .

darah (+) : nyeri tekan (+). hiperemis(+). VL kalkaneus.BAB II ANALISA KASUS Pada kasus ini. ditemukan : Foto : pedis dextra Kesan : . odema (+) : pergerakan aktif terbatas karena nyeri Pergerakan pasif terbatas karena nyeri Dari pemeriksaan penunjang yang berupa foto rontgen pedis dextra.fraktur 1/3 distal tibia . deformitas (+).fraktur maleolus media . diagnosis yang diambil adalah dari pemeriksaan status lokalis pedis dextra didapatkan data : Look Feel Move : oedem (+). hangat (+).fraktur calcaneus 5 .

Inspeksi (Look) Seluruh pakaian yang melekat pada ekstremitas pasien harus dilepaskan dari tungkai. Luka harus diperiksa ukurannya. mengenai pembuluh darah. dan hangat pada perabaan. maka tungkai yang sakit di bandingkaan dengan yang sehat. a. Untuk melihat apakah ada udem di bagian tungkai. bisa diduga adanya fraktur dari tulang. lokasinya. Deformitas Deformitas sering menunjukkan level dari fraktur. Membandingkan dengan tungkai yang kontralateral. Fraktur tulang panjang yang paling sering terjadi adalah fraktur pada tibia Pemeriksaan fisik pada fraktur tibia Pasien yang mengalami fraktur tibia merasakan nyeri di tungkai setelah mengalami kecelakaan. apakah ada reduksi atau manipulasi yang dilakukan pada ekstremitas. Warna 6 . dan derajat kontaminasinya. c. dan riwayat medis pasien harus didapatkan dengan lengkap saat terjadi fraktur. Informasi mengenai mekanisme trauma dan waktu terjadinya. memar. Gambaran dari ekstremitas tersebut harus dicatat adakah luka terbuka. bengkak. Beratnya udem juga memperlihatkan tingkat keparahan dari cidera. sering diikuti oleh kerusakan jaringan lunak dengan berbagai macam derajat. b. otot dan persarafan.BAB III TINJAUAN PUSTAKA FRAKTUR TIBIA Fraktur adalah terputusnya kontinuitas dari tulang. Dari adanya kelainan bentuk.

poplitea. Palpasi langsung Jika terasa nyeri dan krepitasi pada palpasi. maka harus direncanakan untuk irigasi dan debridemant. Terkadang pasien merasa sakit pada bagian ini saat pemeriksaan. perlu diperiksa apakah di bawah luka tersebut ditemukan fraktur terbuka. Warna yang kemerah-merahan menunjukkan oksigenasi darah di kapiler baik. Pulsasi Jangan lupa untuk meraba A. pulselessness. dorsalis pedis.Warna dari ekstremitas memberikan informasi mengenai perfusi dari tungkai. paralysis. 7 . paresthesia. ankle. A. kemungkinan ada fraktur. dan ujung kaki. Jika ada luka terbuka yang jaraknya jauh dari fraktur terbuka. tibialis posterior. Warna yang keabu-abuan menunjukkan penurunan dari oksigenasi jaringan. Gerakan (Move) Perhatikan saat fleksi. Sehingga perlu pemeriksaan serial dan perhatian pada ekstremitas yang mengalami cidera. Selain itu pada foto rontgen harusmencakup bagian distal dari femur dan ankle. Sindroma kompartemen Bisa muncul di awal cidera maupun kemudian. pallor. Sindroma kompartemen terdiri dari: pain. dan A. yang berarti terdapatnya luka terbuka. ekstensi dari lutut. Berikut ini adalah gambar foto fraktur diafisis tibia dengan sinar rontgen. Palpasi (Feel) a. PEMERIKSAAN RADIOLOGI Evaluasi radiologi dari fraktur tibia adalah dengan sinar rontgen pada posisi anteroposterior dan lateral. b. Fraktur Terbuka Jika terdapat fraktur terbuka. dan ini dilakukan setelah luka dibersihkan dengan antiseptik dan harus dengan instrumen steril.

Orthopaedic Trauma Association juga membagi fraktur tibia berdasarkan pemeriksaan radiografi. biasanya lebih dari 10 cm dan mengenai periosteum. dari atas ke bawah memperlihatkan tipe spiral. tranversal. segmen. 8 . : fraktur dengan gangguan vaskular dan memerlukan penanganan terhadap vaskularnya agar vaskularisasi tungkai dapat normal kembali. Selain klasifikasi di atas. dari sebelah kiri ke arah bawah menunjukkan fraktur tipe simpel. bending.Gambar radiologi faktur tibia KLASIFIKASI Klasifikasi dari fraktur tibia bermanfaat untuk memperkirakan kemungkinan penyembuhan dari fraktur dalam menjalankan penatalaksanaannya. bending. oblik. Gambar yang di tengah memperlihatkan fraktur tipe wedge. Tipe wedge. terbagi 3 grup. Tipe kompleks. terbagi 3: spiral. dan fragmen. Fraktur tipe ini dapat disertai kemungkinan komplikasi. Masing–masing grup terbagi lagi menjadi 3 yaitu: 1. terbagi 3: spiral. Tipe simple. 2. yang terdiri dari spiral. : luka dengan kerusakan jaringan yang luas. yaitu: simple. wedge dan kompleks. contohnya: luka tembak. oblik dan transversal. dan iregular. terbagi 3: spiral. Gambar di bawah menunjukkan klasifikasi fraktur berdasarkan radiografi. 3. dan fragmen. Sistem klasifikasi yang sering digunakan pada fraktur terbuka adalah sistem yang dibuat oleh Gustilo sebagai berikut Tipe I Tipe II Tipe IIIa : lukanya bersih dan panjangnya kurang dari 1 cm. Tipe IIIb Tipe IIIc : luka dengan tulang yang periosteumnya terangkat. : panjang luka lebih dari 1 cm dan tanpa kerusakan jaringan lunak yang luas.

pasien harus di evaluasi dengan pemeriksaan rontgen tiap 6 atau 8 minggu. .Pemendekan . yaitu6: a.Fraktur dengan sindroma kompartemen . 2.Gambar sebelah kanan menunjukkan fraktur tipe kompleks. Relatif . memiliki 2 indikasi. jika adanya: . segmen dan ireguler. Imobilisasi Imobilisasi dengan menggunakan bidai. Reduksi Reduksi adalah terapi fraktur dengan cara mengantungkan kaki dengan tarikan atau traksi.Fraktur terbuka yang merusak jaringan lunak.Fraktur tibia dan fibula dengan level yang sama 9 . juga mengurangi nyeri. 3. rehabilitasi ankle. sehingga memerlukan operasi dalam penyembuhan dan perawatan lukanya. Program penyembuhan dengan latihan berjalan.Cidera vaskuler sehingga memerlukan operasi untuk memperbaiki jalannya darah di tungkai . Operatif Penatalaksanaan Fraktur dengan operasi. memperkuat otot kuadrisef yang nantinya diharapkan dapat mengembalikan ke fungsi normal. Absolut .Cidera multipel. Pemeriksaan dalam masa penyembuhan Dalam penyembuhan. dari atas ke bawah menunjukkan fraktur tipe spiral.Bidai dapat dirubah dengan gips dalam 7-10 hari. yang diindikasikan untuk memperbaiki mobilitas pasien. atau dibiarkan selama 3-4 minggu.Fraktur tibia dengan fibula intak . b. PENATALAKSANAAN Non Operatif 1.

Dibawah ini merupakan gambar dari fiksasi eksternal tipe standar: Fiksasi Interna Standar b. Keuntungannya adalah dapat digunakan untuk fraktur ke arah proksimal atau distal. Standar Fiksasi eksternal standar dilakukan pada pasien dengan cidera multipel yang hemodinamiknya tidak stabil. Ring Fixators Ring fixators dilengkapi dengan fiksator ilizarov yang menggunakan sejenis cincin dan kawat yang dipasang pada tulang. Fiksasi eksternal a. dan dapat juga digunakan pada fraktur terbuka dengan luka terkontaminasi. sehingga menghindari kemungkinan trauma tambahan yang dapat memperlambat kemungkinan penyembuhan.Adapun jenis-jenis operasi yang dilakukan pada fraktur tibia diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Dengan cara ini. Cara ini baik digunakan pada fraktur tertutup tipe kompleks. luka operasi yang dibuat bisa lebih kecil. Di bawah ini merupakan gambar pemasangan ring fixators pada fraktur diafisis tibia: 10 .

Ring Fixators c. Keuntungan penatalaksanaan fraktur dengan cara ini yaitu gerakan sendinya menjadi lebih stabil. Keuntungan cara ini adalah mudah untuk meluruskan tulang yang cidera dan menghindarkan trauma pada jaringan lunak. Intramedullary nailing Cara ini baik digunakan pada fraktur displased. ORIF d. Open reduction with internal fixation (ORIF) Cara ini biasanya digunakan pada fraktur diafisis tibia yang mencapai ke metafisis. Intramedullary nailing 11 . baik pada fraktur terbuka atau tertutup. Kerugian cara ini adalah mudahnya terjadi komplikasi pada penyembuhan luka operasi.

Kaku sendi lutut.Trauma pembuluh darah besar. Komplikasi lanjut . normal terjadi union dalam empat bulan . . terutama jika luka terkontaminasi dan debridemen tidak memadai.Delayed union. . Bagian posterior. . putusnya nervus tibia dan pada crush injury dari tibia. KOMPLIKASI 1. 2.Infeksi. trauma kecepatan tinggi dan fraktur dengan interposisi jaringan lunak di antarafragmen. Hal ini disebabkan oleh adanya adhesi periartikuler atau adhesi intramuskuler. .Emboli lemak. sering didapatkan pada penderita muda dengan fraktur femur. ujung frakmen tulang menembus jaringan lunak dan mencederai arteri femoralis.Non-union.Trauma saraf. .Amputasi Amputasi dilakukan pada fraktur yang mengalami iskemia. bila terjadi pergeseran kembali kedua ujung fragmen. Fraktur yang tidak menyatu memerlukan bone grafting dan fiksasi interns. terjadi apabila mobilisasi dilakukan sebelum terbentuk union solid FRAKTUR KALKANEUS Anatomi Kalkaneus merupakan bagian yang terbesal dari tulang tarsal. dapat terjadi perdarahan sebanyak 1-2 liter walaupun fraktur bersifat tertutup .Refraktur. trauma saraf dapat terjadi pada nervus isciadikus atau cabangnya nervus tibialis dan nervus perineus komunis. Mempunyai 3 bagian. . mal union juga menyebabkan pemendekan pada tungkai sehingga diperlukan koreksi osteotomi. merupakan penopang 12 .Syok. Malunion. middle dan posterior. Komplikasi dini . lazim terjadi pada fraktur pertengahan batang femur. yaitu anterior. setelah fraktur femur biasanya terjadi kesulitan pergerakan pada sendi lutut.Trombo emboli pada penderita yang berbaring lama.

Akan tetapi dalam sejumlah kecil kejadian. Fraktur yang tidak melibatkan sendi ( fraktur ekstra-artikular). Jenis fraktur Fraktur pada kalkaneus. tanda. meskipun bagian anterior dan middle lebih menahan beban yang lebih per unit area. Paling serin. dapat melibatkan sendi atau tidak melibatkan sendi. compretion. Fraktur yang tidak melibatkan sendi ( fraktur intra-artikular ) adalah jenis fraktur yang berat. Elevasi (menjaga kaki agar berada diatas jantung) berguna untuk mengurangi bengkak. seperti dari tangga. ice. elevation) . Perawatan non bedah RICE( rest. pembengkakan di daerah tumit.yang terutama. dan pembengkakan di tumit). Rest. dan mennyababkan kerusakan pada kartilago ( jaringan penghubung antara dua tulang). Mekanisme Fraktur Kebanyakan fraktur lakkaneus adalah hasil dari peristiwa traumatis.tandanya karena traumatik antara lain tiba2 nyeri ditumit dan ketidakmampuan untuk menahan beban pada kaki. bisa disebabkan karena overuse atau traumatik. tulang cenderung terpecah menjadi fragmen-fragmen. memar dari tumit dan di pergelangan kaki. mengistirahatkan ari trauma kaki. Imobilisasi 13 . Sedangkan gejala karena overuse adalah sakit di aerah tumit yang biasanya berkembang secara perlahan ( sampai beberapa minggu). Es mengurangi bengkak dan rasa sakit. jatuh dari ketinggian. Karena alasan ini fraktur pada kalkaneus merupakan trauma yang berat. Kalkanaeus sering dibandingkan dengan telur rebus. karena memiliki tempurung yang keras dan tipis di luar dan tulang spons yang lembut didalam. Ketika kulit terluar rusak. Pengobatan 1. fraktur kalkaneus disebabkan oleh penggunaan yang berlebihan atau stress yang berulang pada tumit kaki.

Pemasangan ORIF pada fraktur calcaneus. Ketiga ligamen tersebut disebut juga sebagai ligamen deltoid. dibentuk oleh 3 tulang. Tibiocallcaneal. Bagian posterior dibatasi oleh tulang tibia yang melengkung yang disebut malleolus posterior. Kecuali itu. fibula. Bagian dinding medial sendi berupa tulang malleolus lateralis. gejalanya sering sama tengan keseleo. 14 . persendian pergelangan kaki merupakan sendi yang kuat karena terdapatnya ligamen-ligamen yang menghubungkan antara tulang di daerah tersebut. hingga reduksi terbuka. ligamen talar dan ligamen tibionavikular. Komplikasi Komplikasi yang tersering adalah cacat yang kronis karena rasa sakit. yaitu dari tulang tibia. FRAKTUR PERGELANGAN KAKI Anatomi Sendi anatomi sendi pergelangan kaki. Pemeriksaan karena fraktur pada pergelangan kaki. Komplikasi pada pemasangan ORIF antara lain infeksi. pemeriksaan yang lengkap diperlukan untuk menghindari kesalahan diagnosis. Perawatan bedah Beberapa pendekatan bedah tersedia untuk perawatan fraktur kalkaneus.2. mulai dari fiksasi perkutan. Antara malleolus lateral dan tulang tarsal dihubungkan oleh ligamen caneofibular dan ligamen taloibular. rasa sakit. sulit dibuat karena anatomi yang kompleks dan kehadiran cancellous bone yang merupakan tulang lunak ( yang tidak dapat dengan skrup fiksasi) dan juga tingginya insiden infeksi luka pasca operasi. Antara malleolus medialis dengan tulang-tulang tarsal dihubungkan oleh ligamen. dan talus. bengkak.

Nilai gerakan aktif dan pasif dari sendi ankle. kulit yang melepuh dan nekrosis dari trauma awal. Ketidakmampuan untuk menahan beban berat badan. Biasnya merupan patah tulang yang stabil Tipe B menggambarkan fraktur oblik dari maleolus lateral dengan atau tanpa pecah dari syndesmosis tibiofibular dan cedera medial ( fraktur di medial maleolus dan deltoid cedera. • • • • • • • • Periksa dengan hati-hati terhadap adanya luka terbuka Nilai status neurovaskular kaki dan pergelangan kaki. Tipe c menunjukkan patah tulang fibula yang tinggi dengan pecahnya ligamentum tibiofibular dan patah melintang dari maleolus medial. Fraktur ini desebabkan karena rotasi internal dan adduksi. terutama di sepanjang maleolus medial dan lateral dan jga di bagian posterior. Terkadang disertai dengan fraktur oblik dari maleolus medial. arteri tibialis posterior. Klasifikasi Danis – weber mengklasifikasikan menurut lokasi fraktur dan tampilan dari fibula. Bandingkan dengan ekstremitas yang baik Periksa denyut nadi. Pada pilon fraktur sering terbuka dan sering terjadi pengelupasan kulit. membutuhkan operasi. pembengkakan ( terutama di perimalleolar). Biasnya dapat disertai kompresi pada spinal ( terutama L1) dan fraktur ipsilateral atau kontralateral dari 15 . Tipe A menggambarkan frktur fibula avulsion yang melintang. nyeri pada tulang. untuk kondisi dari proksimal fibula dan pada metatarsal. hiperemis. Periksa denyut arteri dorsalis pedis Periksa capillary refill Palpsi untuk menemukan nyeri pada tulang. merupakan indikasi dari fraktur. Edema. Periksa ipsilateral lutut dan kaki terutama. Pilon fraktur Merupakan fraktur metafisis distal tibia yang dikombinasikan dengan gangguan kubah talus. dapat menyebabkan tadi trauma tertutup menjadi trauma terbuka.• Indikator yang menunjukan fraktur antara lain deformitas. Pada beberapa derajat fraktur.

Fraktur pilon sering merupakan comminuted dan fraktur terbuka.calcis. karena itu sering menimbulkan cacat jangka panjang..os. Insiden tertinggi terjadi pada remaja. 16 . Fraktur Maisonneuve dihubungkan dengan gangguan partial atau komplit dari syndemosis. Fraktur Maisonnneuve Fraktur Tillaux Fraktur Tillaux menjelaskan Selter-Harris (SH) tipe III cedera dari epifisis tibial anterolateral yang disebabkan oleh eversi dan rotasi lateral pergelangan kaki. tibial proximal. pelvis atau acetabulum. Pilon fraktur Fraktur Maisonneuve Merupakan fraktur pada proximal fibula dan bersamaan dengan fraktur malleolus medial atau gangguan dari ligamentum deltoideus.

triamaleolar. maka secepat mungkin fraktur harus segera ditanganin sesegaera mungkin dengan fixator eksternal. Fraktur Cotton Disebut juga trimalleolar A. • Jika neurovaskular dari ekstremitas tersebut terganngu. fraktur melibatkan maleolus medial. PENATALAKSANAAN • • Evaluasi trauma multisistem. lateral dan posterior. Fraktur tidak stabil mencakup fraktur –dislolaksi. fraktur bimaleolus. yang melibatkan minimal 2 elemen dari cincin pergelangan kaki. Tentukan apakah fraktur pergelangan kaki tersebut merupakan fraktur stabil atau tidak stabil. Merupakan fraktur yang tidak stabil dan membutuhkan perhatian segera dari otopedi. opern reduction dan internal reduksi (ORIF) • Patah tulang terterbuka harus dijaga dari kontaminasi dengan menutup luka. dan dengan pergeseran talus yang signifikan. Merupakan fraktur yang tidak stabil dan memerlukan perhatian yang mendesak dari ortopedi. 17 .Fraktur Tillaux Fraktur Pott Disebut juga fraktur bimalleolar.

• Pada anak-anak fraktur pergelangan kaki yang melibatkan lempeng pertumbuhan. Fraktur malleolus medial dapat dengan reposisi tertutup. Pada bimaleolus. Sudeck atrophy. dipasang interal fiksasi. Bila hasil reposisi jelek. Dengan pemasangan screw. Bila berhasil baik dipertahankan dengan immobilisasi gips. sianosis dan edema. Untuk hal ini harus dilakukan tindakan operasi. dibawah lutut selama 8 minggu. maka harus dipikirkan kemungkinan terjadinya interposisi periosteum antara kedua fragmen. membutuhkan perhatian mendesak untuk emasangan ORIF. dapay menyebabkan deformitas yang kronis dengan gangguan pertumbuhan. dapat mengikuti fraktur. atrofi otot. yang merupakan sejenis reflek sympathetic dystrophy (RSD). trimalleolar dan fraktur pilon. 18 .• Pada fraktur lateral maleolus yang sederhana dapet dilakukan pemasangan splint di UGD. Gambaran klinisnya termasuk rasa sakit yang kompleks. Prognosis Fraktur terbuka yang kompleks dengan kerusakan jaringan lunak mempunyaio prognosis yang lebih buruk dibandingkan fraktur pergelangan kaki yang tertutup. • Berikan analgesik Komplikasi • • 20-40 % yang mengalami fraktur pergelangan kai mengalam traumatic arthritis.

120. Ankle frakture. Buku Ajar Ilmu Bedah. Sjamsuhidajat R. Newton CD.DAFTAR PUSTAKA 1. 1997. 840-841. Fraktur Batang femur. Jakarta: EGC. Buku ajar ortopedi dan fraktur.ivis.medscape. Etiology. Apley dan Solomon. 2005.kalbefarma. Classification. Iskyan Kara.1995 4. Edisi 2. http://www. Djuantoro.com/cdk_041.com/article/824224-overview. and Diagnosis of Fracture. Penerbit Widya Medika.htm 19 . 3. Jong W. MD.org 2. http://emedicine. http://www. 5. Cermin Dunia Kedokteran No.

20 .

21 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful