JADUAL PENAWARAN UMUM TERBATAS III

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tanggal Efektif Tanggal Terakhir Perdagangan Saham dengan HMETD di: Pasar Reguler dan Negosiasi Pasar Tunai Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD di: Pasar Reguler dan Negosiasi Pasar Tunai Tanggal Pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas HMETD (Record Date) Periode Distribusi Sertifikat HMETD dan Formulir Periode Perdagangan HMETD Tanggal Pencatatan Saham Hasil HMETD dan Waran I di Bursa Efek Indonesia 13 s/d 19 November 2009 13 November 2009 13 November 2009 30 Oktober 2009 30 Oktober 2009 Periode Pelaksanaan Terlebih Dahulu (HMETD) Hak Memesan Efek 13 s/d 19 Novbember 2009

6 November 2009 11 November 2009 9 November 2009 12 November 2009 11 November 2009 12 November 2009

Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Pembelian Saham Tambahan Tanggal Penjatahan Periode Distribusi Saham dan Waran hasil Pelaksanaan HMETD secara elektronik Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Pembelian Saham Tambahan Periode Perdagangan Waran Pasar Reguler dan Negosiasi Pasar Tunai Periode Pelaksanaan Waran Akhir Masa Berlaku Waran

23 November 2009 25 November 2009 17 s/d 23 November 2009

26 November 2009 13 November 2009 s/d 10 Mei 2011 13 November 2009 s/d 13 Mei 2011 13 Mei 2010 s/d 13 Mei 2011 13 Mei 2011

PENAWARAN UMUM TERBATAS III (PUT III) INI MENJADI EFEKTIF SETELAH DISETUJUI RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PERSEROAN. DALAM HAL RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA TIDAK MENYETUJUI PENERBITAN HMETD, MAKA SEGALA KEGIATAN YANG TELAH DlLAKSANAKAN OLEH PERSEROAN DALAM RANGKA PENERBITAN HMETD SESUAI DENGAN JADWAL TERSEBUT DI ATAS DIANGGAP TIDAK PERNAH ADA. PT BANK AGRONIAGA Tbk BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI BAPEPAM TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL- HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.

PT BANK AGRONIAGA Tbk.
Bidang Usaha: Bergerak Dalam Bidang Usaha Perbankan Bekedudukan di Jakarta, Indonesia Kantor Pusat: Plaza GRI, Jl. HR. Rasuna Said Blok X2 No. 1 Jakarta 12950 Telepon: (021) 526570; Faksimili: (021) 526559 www. bankagro.co.id Jaringan Kantor: Dengan 7 (tujuh) Kantor Cabang Utama di Surabaya, Medan , Pekanbaru, Bandung, Semarang, Balikpapan dan Bandar Lampung, serta 3 (tiga) Kantor Cabang Pembantu di Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Medan serta 1 (satu) Kantor Kas DaluDalu, Riau PENAWARAN UMUM TERBATAS III (“PUT III”) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (“HMETD) DISERTAI DENGAN PENERBITAN WARAN SERI I
Penawaran Umum Terbatas III Kepada Para Pemegang Saham Dalam Rangka Penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya 1.040.632.622 (satu milyar empat puluh juta enam ratus tiga puluh dua ribu enam ratus dua puluh dua) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100,(seratus Rupiah) dan ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 100,- (seratus Rupiah) setiap saham dengan total nilai yang akan diperoleh Perseroan pada Penawaran Umum Terbatas III ini adalah sebesar Rp 104.063.262.200,- Setiap pemegang 160 (seratus enam puluh) saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 11 Novedmber 2009 pukul 16.00 WIB mempunyai 69 (enam puluh sembilan) Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Biasa Atas Nama yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham. Seluruh saham yang ditawarkan akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Setiap pelaksanaan 2 (dua) HMETD dalam rangka membeli 2 (dua) saham yang ditawarkan dalam PUT III ini akan memperoleh 1 (satu) Waran Seri I secara cuma-cuma, dimana 1 (satu) Waran dapat digunakan untuk membeli Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp 100,(seratus Rupiah) setiap saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 130,- selama periode Pelaksanaan Waran yaitu mulai tanggal 13 Mei 2010 sampai dengan 13 Mei 2011. Dengan demikian dalam PUT III ini akan diterbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 520.316.311 (lima ratus dua puluh juta tiga ratus enam belas ribu tiga ratus sebelas) Waran dengan total nilai yang akan diperoleh Perseroan adalah sebesar Rp 67.641.120.430 . Pemegang Waran tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham, termasuk hak atas dividen selama Waran tersebut belum dilaksanakan menjadi Saham Biasa Atas Nama. Bila Waran tidak dilaksanakan sampai habis periode pelaksanaannya, maka Waran tersebut menjadi kadaluwarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. Apabila saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh Pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada Pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya sebagaimana tercantum dalam dalam Daftar HMETD, secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam hal Pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan efek tersebut menjadi milik Perseroan dan akan dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya dimasukkan ke rekening Perseroan.

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN YAITU RISIKO KREDIT, APABILA DEBITUR/ COUNTERPARTY TIDAK MAMPU MEMBAYAR KEMBALI POKOK MAUPUN BUNGANYA, YANG PADA GILIRANNYA AKAN MEMPENGARUHI TINGKAT KOLEKTIBILITAS DAN PENDAPATAN PERSEROAN. JIKA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN TIDAK MELAKSANAKAN HAKNYA UNTUK MEMBELI SAHAM BARU YANG DITAWARKAN SESUAI DENGAN PORSI SAHAMNYA, MAKA KEPEMILIKAN PROPORSI SAHAMNYA DALAM PERSEROAN AKAN MENGALAMI PENURUNAN (DILUSI) SAMPAI DENGAN MAKSIMUM SEBESAR [30,25]% SETELAH PELAKSANAAN HMETD DAN MAKSIMUM SEBESAR [39,23]% SETELAH PELAKSANAAN WARAN SERI I. Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 29 September 2009

Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Efek sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas III dalam rangka penerbitan HMETD (selanjutnya disebut sebagai "PUT III") kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan selanjutnya disebut sebagai "BAPEPAM & LK") di Jakarta melalui surat No. 27/Dir.02/IX/2009 tanggal 28 September 2009, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan IX.D.1 BAPEPAM dan Peraturan No. IX.D.2 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-08/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu serta Peraturan No. IX.D.3 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No.Kep-09/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yang merupakan pelaksanaan dari UUPM. Perseroan, Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka PUT III bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua data, keterangan atau laporan serta kejujuran pendapat yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Negara Indonesia serta Kode Etik dan standar profesinya masing-masing. Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang turut serta dalam PUT III ini dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Perseroan sebagaimana didefinisikan dalam UUPM. Sehubungan dengan PUT III ini, setiap pihak yang terafiliasi tidak diperkenankan memberikan keterangan atau pernyataan apapun mengenai hal-hal yang tidak tercantum dalam Prospektus ini tanpa sebelumnya mendapatkan persetujuan tertulis dari Perseroan. Jika saham-saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas III ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh Pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada Pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya sebagaimana tercantum dalam daftar pemegang HMETD, secara proposional berdasarkan hak yang dilaksanakan. Apabila saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh Pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada Pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya sebagaimana tercantum dalam dalam Daftar HMETD, secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam hal Pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan efek tersebut menjadi milik Perseroan dan akan dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya dimasukkan ke rekening Perseroan. Dalam hal pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan efek tersebut menjadi milik PT Bank Agroniaga Tbk. dan akan dijual oleh Perseroan. serta hasil penjualannya dimasukan ke rekening Perseroan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum ("PP No.29") sebagai peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang No.10 tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.7 tahun 1992 tentang Perbankan ("Undang Undang Perbankan") diatur antara lain bahwa: 1. Jumlah kepemilikan saham Bank oleh Warga Negara Asing dan atau Badan Hukum Asing yang diperoleh melalui pembelian secara langsung maupun melalui Bursa Efek sebanyak-banyaknya adalah 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah saham Bank yang bersangkutan (Pasal 3); Pembelian saham oleh Warga Negara Asing dan atau Badan Hukum Asing melalui Bursa Efek dapat mencapai 100% (seratus persen) dari jumlah saham Bank yang tercatat di Bursa Efek (Pasal 4 ayat 1); Bank hanya dapat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek sebanyak-banyaknya 99% (sembilan puluh sembilah per sen) dari jumlah saham Bank yang bersangkutan (Pasal 4 ayat 2); Sekurang-kurangnya 1% (satu persen) dari saham Bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 2 yang tidak dicatatkan di Bursa Efek harus tetap dimiliki oleh Warga Negara Indonesia dan atau Badan Hukum Indonesia (Pasal 4 ayat 3) . Sejumlah 16.678.334 saham atau sebesar 1 % dari jumlah saham yang dikeluarkan dalam Perseroan yang merupakan milik Dana Pensiun Perkebunan tidak dicatatkan di Bursa Efek.

2. 3. 4.

Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham Perseroan dari PT Datindo Entrycom per tangal 31 Agustus 2009, jumlah kepemilikan saham oleh pemodal asing dalam Perseroan tercatat sebanyak 0 (nol) lembar atau 0 (nol) persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.

PUT III ini tidak didaftarkan berdasarkan peraturan perundang-undangan lain selain yang berlaku di Indonesia. Barang siapa di luar Indonesia menerima Prospektus ini dan/atau Sertifikat Bukti HMETD atau dokumen-dokumen yang berkaitan dengan PUT III ini, maka dokumen-dokumen tersebut tidak dimaksudkan sebagai suatu dokumen penawaran untuk membeli saham atau melaksanakan HMETD, kecuali bila penawaran tersebut, atau pembelian saham, maupun pelaksanaan HMETD tersebut tidak bertentangan atau bukan merupakan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara tersebut.

Perseroan telah mengungkapkan semua informasi yang wajib diketahui oleh publik dan tidak terdapat lagi informasi yang belum diungkapkan sehingga tidak menyesatkan publik.

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.................................................................................................................................................... i DEFINISI DAN SINGKATAN ......................................................................................................................... ii RINGKASAN ................................................................................................................................................ iv I. PENAWARAN UMUM TERBATAS III .................................................................................................1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS III .............................6 III. PERNYATAAN HUTANG ....................................................................................................................7 IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN .....................................................................11 V. RISIKO USAHA .................................................................................................................................24 VI. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ........................26 VII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN ........................................................................................27 1. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN.....................................................................................27 2. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN.................................................29 3. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN .........................................................32 4. SUMBER DAYA MANUSIA ..................................................................................................35 5. KETERANGAN MENGENAI PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM ..........36 6. KETERANGAN TENTANG PENYERTAAN SAHAM YANG DILAKUKAN PERSEROAN .......................................................................................................................38 7. HUBUNGAN KEPEMILIKAN, PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN DENGAN PEMEGANG SAHAM DAN ANAK PERUSAHAAN BERBENTUK BADAN HUKUM.................................................................................................................................45 8. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA ..................45 9. PERJANJIAN YANG DIANGGAP PENTING ANTARA PERSEROAN DENGAN PIHAK LAIN ..........................................................................................................................46 10. PERKARA HUKUM YANG DIHADAPI PERSEROAN .........................................................55 VIII. KEGIATAN USAHA PERSEROAN ...................................................................................................57 1. UMUM...................................................................................................................................57 2. KEGIATAN USAHA ..............................................................................................................58 3. PEMASARAN .......................................................................................................................63 4. PENGENDALIAN KEGIATAN USAHA.................................................................................64 5. TINGKAT KESEHATAN BANK ............................................................................................64 6. MANAJEMEN RISIKO DAN KEPATUHAN ..........................................................................68 7. TEKNOLOGI INFORMASI....................................................................................................68 8. PROSPEK USAHA ...............................................................................................................69 9. ASURANSI ...........................................................................................................................69 IX. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING .........................................................................................70 X. EKUITAS............................................................................................................................................72 XI. KEBIJAKAN DEVIDEN ......................................................................................................................74 XII. PERPAJAKAN ...................................................................................................................................75 XIII. LEMBAGA & PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM................................................................................................................................................77 XIV. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM.....................................................................79 XV. KETERANGAN TENTANG HMETD DAN WARAN SERI I ...............................................................85 XVI. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN SERTIFIKAT BUKTI HMETD.......................................95 XVII. INFORMASI TAMBAHAN..................................................................................................................96

PT. BANK AGRONIAGA Tbk.

i

Bank Agroniaga. Bursa Efek Indonesia. Arsitektur Perbankan Indonesia Automated Teller Machine Aktiva Tertimbang Menurut Resiko Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Rekomendasi hukum dan ketentuan perbankan kedua. sebagai penyempurnaan Basel I. Rekomendasi ini ditujukan untuk menciptakan suatu standar internasional yang dapat digunakan regulator perbankan untuk membuat ketentuan berapa banyak modal yang harus disisihkan bank sebagai perlindungan terhadap risiko keuangan dan operasional yang mungkin dihadapi bank. yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia. Bank Indonesia Base Lending Rate. tempat saham dicatatkan. BANK AGRONIAGA Tbk. yang diterbitkan oleh Komite Basel. Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Perkreditan Rakyat Capital Adequency Ratio Dana Pensiunan Perkebunan Giro Wajib Minimum Hari dimana Bursa Efek atau badan hukum yang menggantikannya menyelenggarakan kegiatan bursa efek menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan-ketentuan bursa efek tersebut. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu Kredit Ketahanan Pangan Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggotanya Komisaris PT. bursa efek sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 4 Undang-Undang Pasar Modal. suatu perseroan terbatas berkedudukan di Jakarta. Tbk Mariam Darus & Partners PT. Perusahaan yang laporan keuangannya dikonsolidasikan dengan Perseroan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.DEFINISI DAN SINGKATAN Afiliasi Anak Perusahaan API ATM ATMR BAPEPAM & LK Basell II : : : : : : : Pihak-pihak sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 1 Undang-Undang Pasar Modal. ii . Alpro Dinamika BEI : BI BLR BMPK BPR CAR DAPENBUN GWM Hari Bursa : : : : : : : : HMETD KKP KKPA Komisaris Konsultan Hukum Konsultan Penilai : : : : : : PT.

(Seratus Rupiah) per lembar saham dengan total harga saham sebesar Rp. yang akan diberikan kepada pemegang HMETD yang telah melaksanakan HMETD untuk membeli saham Perseroan dalam rangka PUT III. yang diselenggarakan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. lembaga yang bertugas mengadministrasikan penyimpanan Efek berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Efek pada Penitipan Kolektif. KUK LDR LPS Masyarakat : : : : NPL PDN Perseroan : : : PNM PPAP PSAK PTPN RUPS RUPSLB Saham : : : : : : : Saham Baru : SKBDN Waran : : PT.622 (satu milyar empat puluh juta enam ratus tiga puluh dua ribu enam ratus dua puluh dua) lembar saham. baik yang bertempat tinggal atau berkedudukan hukum di Indonesia maupun bertempat tinggal atau berkedudukan di luar wilayah hukum Negara Republik Indonesia.063. berkedudukan di Jakarta. Saham-saham atas nama yang ditawarkan dan dijual oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum yang dilakukan menurut Perjanjian Penjaminan Emisi Efek dan akan dicatatkan pada Bursa Efek.200.(Seratus empat milyar enam puluh tiga juta dua ratus enam puluh dua ribu dua ratus Rupiah).632.Undang Negara Republik Indonesia. 104. PT.262. Kredit Usaha Kecil Loan to Deposit Ratio Lembaga Penjamin Simpanan Perorangan dan/atau badan hukum.040. baik Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing dan/atau badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing. BANK AGRONIAGA Tbk. iii .311 (lima ratus dua puluh juta tiga ratus enam belas ribu tiga ratus sebelas). Non Performing Loans Posisi Devisa Net PT Bank Agroniaga Tbk. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Pekebunan Nusantara (Persero) Rapat Umum Pemegang Saham. dengan harga penawaran sebesar Rp. Saham yang akan dikeluarkan sebanyak 1.. Pemodalan Nasional Madani.316. suatu Perseroan Terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum dan Undang . suatu perseroan terbatas berkedudukan di Jakarta. Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri Waran yang akan diterbitkan sebanyak 520. Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan PT.KPMM KSEI : : Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Kustodian Sentral Efek Indonesia..100.

2003 tanggal 13 Januari 2003 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan dengan nomor TDP 090316538059 pada tanggal 29 Januari 2003. akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No.2003 tanggal 11 Agustus 2003.013/1989 tanggal 11 Desember 1989.2002 tanggal 24 Desember 2002 dan telah diterima sebagai Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar sesuai dengan surat Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia No. 2484/1989 dan 2485/1989 pada tanggal 3 Nopember 1989 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 1 tanggal 2 Desember 2002. Setelah dilakukan penyesuaian dengan UU Pasar Modal. Akta Pendirian dan Akta Perubahan tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. 27 tanggal 23 Oktober 1989 dibuat di hadapan Raden Soekarsono. Notaris Pengganti dari B.H. Perseroan memperoleh Surat Persetujuan Prinsip Pendirian PT Bank Agroniaga yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia melalui surat nomor S-242/MK.TH.H. C-24779 HT.Ay Mahyastoeti Notonagoro. Notaris di Jakarta (selanjutnya disebut “Akta Pendirian”) yang diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 3303. keduanya dibuat di hadapan Siti Rayhana. Notaris di Jakarta. iv . ijin mana berlaku sejak tanggal ditetapkannya Surat Keputusan tersebut. 96 tanggal 1 Desember 1989.01.01. dan dalam Tambahan Berita Negara No. S. Pernyataan Keputusan Rapat nomor 57 tanggal 30 April 2003.H.04. 612/Dir.01/I/2003 tanggal 3 Januari 2003.. dan telah didaftarkan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 17 Nopember 2003 dengan nomor TDP PT. anggaran dasar Perseroan diubah dalam aktaakta sebagai berikut: a. C-00544 HT.13/1989 tanggal 27 Pebruari 1989 perihal Persetujuan Prinsip Pendirian PT Bank Agroniaga. A. antara lain : Perseroan telah melakukan perubahan terhadap seluruh Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Undang-Undang No. Tambahan Berita Negara No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal serta peraturan pelaksanaannya dengan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Agroniaga No. 04/Dir.H.04. S. S..RINGKASAN Ringkasan di bawah ini memuat fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan. 27 tanggal 27 September 1989 yang dibuat di hadapan Raden Soekarsono.03/XII/2002 tanggal 24 Desember 2002 perihal Laporan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan No.TH.89 tanggal 28 Oktober 1989 dan telah didaftarkan di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No. 881/2003. 95 tanggal 27 Nopember 2002 j.01-TH. Notaris di Jakarta. Untuk memenuhi ketentuan Pasal 18 Peraturan Bank Indonesia No. BANK AGRONIAGA Tbk. dibuat dihadapan Martin Roestamy. Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan.R. Notaris di Jakarta (selanjutnya disebut “Akta Perubahan”). PENDAHULUAN Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No..04.HT. 1347/KMK. 2/27/PBI/2000 tentang Bank Umum.01. S.01.TH. akta tersebut telah dilaporkan kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan surat penerimaan laporan nomor C18792HT. yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih terperinci di dalam Prospektus ini. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang rupiah dan sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.o. Perseroan kemudian memperoleh ijin untuk beroperasi sebagai Bank Umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.. 9/2003 tanggal 31 Januari 2003. S. keputusan Rapat Umum Pemegang Saham di atas telah dilaporkan oleh Perseroan kepada Bank Indonesia sesuai dengan surat Perseroan No.. serta Surat Keputusan Bank Indonesia Nomor 22/1037/UPPS/PSbD tanggal 26 Desember 1989. Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. C2-10019. telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.H.01.

H. telah didaftarkan dalam Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 19 Mei 2008 dengan nomor TDP 09.38059 dan nomor agenda pendaftaran 570/RUB. Akta Pernyataan Keputusan Rapat nomor 62 tanggal 23 Mei 2007 dibuat dihadapan Siti Rayhana.867.04. pengganti dari B.03.338 (tiga ratus lima juta delapan ratus enam puluh tujuh ribu tiga ratus tiga puluh delapan) saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.. e. tanggal 21 Juni 2007. Sarjana Hukum.1.AY.03. yang berisi keputusan perubahan pasal 4 ayat (2) dan (3) berkenaan dengan pelaksanaan Right Issue II telah diterima sebagai Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar sesuai dengan surat Surat Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia nomor C.AY.03/XI/2003 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia nomor 12/2004 tanggal 10 Februari 2004.03/II/2005..AY. Notaris Pengganti dari B.AY. pengganti dari B.857.09. S. v .. (b) harga penawaran per saham adalah Rp 100.H. Notaris di Jakarta.H.. dibuat dihadapan dan oleh Siti Rayhana.03/VI/2008.090316538059 dan dengan nomor agenda pendaftaran 1329/RUB. antara lain memutuskan: (a) peningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan melalui Right Issue II sebanyak 513.(seratus Rupiah).10759 HT. masing-masing bernilai nominal sebesar Rp. telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia nomor 28/2005 tanggal 8 April 2005 serta dalam Tambahan Berita Negara nomor 285/2005 d. b. Notaris Pengganti dari B. BANK AGRONIAGA Tbk.(seratus rupiah) per saham. yang antara lain memutuskan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. Notaris di Jakarta. yang semula 2 (dua) tahun diubah dan diganti menjadi 3 (tiga) tahun.. Akta Pernyataan Keputusan Rapat nomor 9 tanggal 6 Desember 2005 sebagai pelaksanaan Right Issue II.03/V/2006 dan telah diumumkan dalam Berita Negara nomor 43 tanggal 30 Mei 2006 dan Tambahan Berita Negara nomor 550 Tahun 2006.01.(seratus rupiah). (b) harga penawaran per saham adalah Rp 100. Sarjana Hukum. Akta tersebut berisi perubahan tentang: (a) masa jabatan Direksi Perseroan dalam pasal 11 ayat 2. Tambahan Berita Negara nomor 123/2004.(seratus Rupiah). Notaris di Jakarta jo.H..R. Mahyastoeti Notonagoro.01. Mahyastoeti Notonagoro. (c) pembeli siaga adalah PT Panin Sekuritas Tbk c.09.TH.2004 tanggal 20 Juli 2004. Notaris di Jakarta. yang berisi keputusan perubahan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) berkenaan dengan pelaksanaan Right Issue I telah dilaporkan kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan surat penerimaan laporan nomor C-18072 HT.65. Sarjana Hukum. pengganti dari B. Mahyastoeti Notonagoro.38059 dan nomor agenda pendaftaran 570/RUB. S. (c) pembeli siaga adalah PT Panin Sekuritas Tbk dan PT Makinta Securities. Mahyastoeti Notonagoro. Sarjana Hukum. telah didaftarkan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 14 Pebruari 2005 dengan nomor TDP 09. perubahan kepengurusan dari Perseroan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan penerimaan pemberitahuan nomor W7-HT.38059 dan nomor agenda pendaftaran 156/RUB. yang semula 3 (tiga) tahun diubah dan diganti menjadi 4 (empat) tahun dan (b) masa jabatan Komisaris Perseroan dalam pasal 14 ayat 3. Akta Pernyataan Keputusan Rapat nomor 160 tanggal 29 April 2004 dibuat dihadapan Siti Rayhana. Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa nomor 33 tanggal 12 April 2005 dibuat dihadapan Siti Rayhana.04 TH.1. PT.1.AY. antara lain memutuskan menyetujui Right Issue I Perseroan dengan ketentuan: (a) peningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan melalui Right Issue sebanyak 305.03. pengganti dari B.100.65..128 (lima ratus tiga belas juta delapan ratus lima puluh tujuh ribu seratus dua puluh delapan) saham.01. Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa nomor 24 tanggal 9 Mei 2007 dibuat oleh Siti Rayhana.2006 tanggal 17 April 2006 dan telah didaftarkan di Kantor Pendaftaran Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 19 Mei 2006 dengan nomor TDP 09. Sarjana Hukum. Mahyastoeti Notonagoro. Notaris di Jakarta. Notaris di Jakarta.AY. Sarjana Hukum.. S.09.R. Sarjana Hukum.65. Sarjana Hukum.10-9001.R.09. f. Mahyastoeti Notonagoro.R. S.R.R. Akta Pernyataan Keputusan Rapat nomor 24 tertanggal 7 November 2003 dibuat dihadapan Siti Rayhana.

AH.(dua ratus empat puluh satu milyar tiga ratus enam juta seratus lima belas ribu enam ratus Rupiah).. BANK AGRONIAGA Tbk. yang memutuskan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) oleh Dapenbun sebanyak 64. Pernyataan Keputusan Rapat nomor 41 tanggal 16 Juli 2008 dibuat dihadapan Rusnaldy.02.38059 dan nomor agenda pendaftaran 1190/RUB.600.867.03/VIII/2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara nomor 69 tanggal 26 Agustus 2008 dan Tambahan Berita Negara nomor 15961 Tahun 2008. melalui surat No.R.09.03/VIII/2008 dan sedang dalam proses pengumuman dalam Berita Negara dan Tambahan Berita Negara. Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I Tahun 2003 telah menjadi Efektif. Notaris di Jakarta jo. Sarjana Hukum.01. Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik pada tanggal 21 Mei 2003 kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (“BAPEPAM”). Mahyastoeti Notonagoro. Sarjana Hukum.235 (dua ratus tiga puluh lima Rupiah).857.100.65.AH.Tahun 2009. tanggal 24 Juni 2009. Berdasarkan Surat Ketua BAPEPAM No.000 (enam puluh empat juta) lembar saham dengan nilai nominal Rp. pengganti dari B.061. JKT-007/LIST/BES/VIII/2003 tanggal 7 Agustus 2003.043. 473/Dir. telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan surat penerimaan pemberitahuan nomor AHU-AH. Sarjana Hukum.(seratus PT. atau sejumlah 1. dimana saham-saham Perseroan telah dicatatkan di Bursa Efek Surabaya pada tanggal 8 Agustus 2003. Sarjana Hukum. Notaris di Jakarta.09.03.09.01. Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sejumlah 305. Sarjana Hukum.(seratus rupiah) setiap saham dengan harga penawaran Rp.241. Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik Perseroan telah menjadi Efektif Selanjutnya Perseroan telah melakukan Pencatatan atas 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. S-27/8/PM/2003 tanggal 7 Nopember 2003.100.Tahun 2008.(seratus Rupiah) dengan harga pelaksanaan sebesar Rp.(seratus Rupiah) setiap saham. Pernyataan Keputusan Rapat nomor 51 tanggal 27 Maret 2009 dibuat dihadapan Siti Rayhana.01/X/2003 pada tanggal 9 Oktober 2003 kepada Ketua BAPEPAM.1.AY.65. vi .306.514.Tahun 2008 tanggal 1 Agustus 2008 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dibawah nomor AHU-0065780.156 (dua milyar empat ratus tiga belas juta enam puluh satu ribu seratus lima puluh enam) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp.g.AY. Sarjana Hukum. tanggal 1 Agustus 2008 dan Kantor Pendaftaran Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 12 Agustus 2008 dengan nomor TDP 09. h. Notaris di Jakarta.03. Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan nomor 70 tanggal 26 Juni 2008 dibuat oleh Rusnaldy.AH.01.R.10-08578 tanggal 24 Juni 2009 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dibawah nomor AHU-0036535.01.1.09. Berdasarkan surat Ketua BAPEPAM No. Mahyastoeti Notonagoro.115. Sebelum Penawaran Umum Terbatas III ini. pengganti dari B.128 (lima ratus tiga belas juta delapan ratus lima puluh tujuh ribu seratus dua puluh delapan) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100. sehingga meningkatkan modal ditempatkan dan disetor Perseroan menjadi 2.. Perubahan anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan surat keputusan nomor AHU-46794. Notaris di Jakarta jo. Perseroan juga telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas II Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sejumlah 513. dan Kantor Pendaftaran Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 8 September 2009 dengan nomor TDP 09.413.338 (tiga ratus lima juta delapan ratus enam puluh tujuh ribu tiga ratus tiga puluh delapan) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100. Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa nomor 12 tanggal 6 Maret 2009 dibuat oleh Siti Rayhana. S1565/PM/2003 tanggal 30 Juni 2003..000 (satu miliar lima ratus empat belas juta empat puluh tiga ribu) Saham Biasa Atas Nama berdasarkan Surat Persetujuan Pencatatan Awal Saham PT Bank Agroniaga Tbk dari PT Bursa Efek Surabaya dengan No..000. yang antara lain memutuskan perubahan seluruh anggaran dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007.38059 dan nomor agenda pendaftaran 1190/RUB.

015.578.221) (99.706) 36.963 (77.458) (9. DAPENBUN 2.924 2.432) 108. namun dapat disebutkan bahwa risiko usaha utama yang dihadapi Perseroan adalah risiko Kredit.055 23.826) 2.346 30.769. Risiko Operasional dan Tehnologi. apabila Debitor/Counterparty tidak mampu untuk membayar kembali baik pokok maupun bunganya.115.117) 2.678 2. yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja. B. S-757/PM/2005 tanggal 12 April 2005.662 2. Risiko Ekonomi dan Politik.669) (72. dengan angka pembanding untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007.478 94.800 241.113) 2.000 231.045. STRUKTUR PERMODALAN DAN KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM Struktur Permodalan dan Komposisi Pemegang Saham Perseroan berdasarkan Daftar Pemegang Saham per 31 Agustus 2009.000.413.718.973.439 2.486.01/III/2005 tanggal 14 Maret 2005 kepada Ketua BAPEPAM.804 237.639 2005 276.153 5.319.884. Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas II tersebut telah menjadi Efektif berdasarkan surat Ketua Bapepam No. adalah sebagai berikut : Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.446 2. Masyarakat dengan kepemilikan dibawah 5% Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel C.659) 109.371) (3.008) (51. RISIKO USAHA 6. Keterangan selengkapnya mengenai risiko usaha Perseroan terdapat dalam Bab V dalam Prospektus ini.010.Bersih Pendapatan Operasional – Bersih Laba (rugi) bersih Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas 143. Risiko lainnya yang dihadapi oleh Perseroan adalah Risiko Tingkat Bunga.374) (104.400 96.500 (lima ratus delapan tujuh ratus delapan belas ribu lima ratus) Saham Atas Nama berdasarkan surat persetujuan pencatatan awal saham tambahan PT Bank Agroniaga Tbk dari PT Bursa Efek Surabaya dengan No. Kebijakan Pemerintah dan Risiko Nilai Tukar Mata Uang. Perseroan juga menghadapi beberapa risiko yang disebabkan oleh beberapa faktor.288.127 3.171 (116. 31 Desember 2008 dan 2007.717) (4.551.10 3.606 2.075 (102.953) (5.737.938.844 600. Risiko Likuiditas.193 (167.761 4.939) (113.261 (235. dimana angka-angka tersebut diikhtisarkan dari Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 5 bulan yang berakhir pada 31 Mei 2009.851) (275.000.371 2.567.693.248.000 2.061.778) 40.366) (12. IKHTISAR KEUANGAN Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2009. 128/Dir.156 3. yang dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Efek Perseroan.200) (3.262 PT.90 100 Setiap bidang usaha selalu dihadapkan pada risiko yang dapat menghambat kelangsungan usahanya.rupiah) setiap saham dengan surat No. kecuali rasio 31 Mei 2009 31 Desember 2007 2006 344.404. BANK AGRONIAGA Tbk. D.202 235.000.567 2008 334. Persaingan.404 Pendapatan Bunga Beban Bunga Pendapatan (Beban) Bunga – Bersih Pendapatan Operasional Lainnya Beban Operasional Lainnya Beban Operasional Lainnya .297 3.185 263.901.346.754) (11.000.600 358.254 (55.586.855 86.013) 108.306. Suhartono dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.222 (143.706 361.371) (112.006 (224. JKT-025/LISTEMITEN/BES/IV/2005 tanggal 26 April 2005.248 4.465 241.800 231.939) (10. Selanjutnya Perseroan juga telah menyampaikan Pencatatan Saham yang timbul dari Pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu di Bursa Efek Surabaya sejumlah 508.800 9. vii . yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat kolektibilitas dan pendapatan Perseroan.547. dalam jutaan Rupiah.

546. Apabila seluruh HMETD yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III ini dilaksanakan menjadi saham oleh pemegang saham maka struktur permodalan dan kepemilikan saham dalam Perseroan sebelum dan sesudah pelaksanaan HMETD ini secara proforma adalah sebagai berikut : Sebelum Pelaksanaan HMETD Jumlah Nilai Jumlah Saham Nominal (Rp) Setelah Pelaksanaan HMETD Jumlah Nilai Jumlah Saham Nominal (Rp) % % Modal Dasar Modal Ditempatkan Disetor Penuh 1. Dalam pelaksanaan PUT III ini Perseroan memperoleh pernyataan dari Pemegang Saham Utama untuk membeli saham sesuai dengan haknya.64% 10.015.200 13. Seluruh saham yang ditawarkan akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.600 358.05% 6..901.1 3.55% 94.000.632.156 3.39% 0.05% 16.(seratus rupiah) setiap saham yang akan ditawarkan dengan harga Rp 100.200 96.622 (satu miliar empat puluh juta enam ratus tiga puluh dua ribu enam ratus dua puluh dua) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100.14% 0.306. Direksi atas nama Perseroan menawarkan kepada para Pemegang Saham dalam rangka Penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya 1..02% 17.678 2.99% 4.061.938.000. BANK AGRONIAGA Tbk.(seratus empat milyar enam puluh tiga juta dua ratus enam puluh dua ribu dua ratus Rupiah).44% -4.909.063.876 3.94% 16.377.800 254..000 600.884.547.58% 6. maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD dan/atau Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.67% 4. 6.567.39% 3.287.000 dan 2.000.46% 3.(seratus Rupiah) setiap saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 130.200.000 231.1 3.262.115.306..60% 12.9 100 3.622.478 94.800 9.(seratus rupiah) setiap saham sehingga memberikan hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk dalam hal pembagian dividen dengan Saham Biasa Atas Nama lainnya yang telah ditempatkan dan disetor.413. Setiap pemegang 160 (seratus enam puluh) saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 11 November 2009 pukul 16.460.222 331.000.54% 6.040.14% 3.9 100 Masyarakat dengan kepemilikan dibawah 5% Jumlah Modal Ditempatkan Dan Disetor Penuh Jumlah Saham Portepel dalam Apabila saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran umum Terbatas III ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD. PENAWARAN UMUM TERBATAS III Melalui Penawaran Umum Terbatas III ini.83% E.404.586.369.000..43% 3.778 2.31 Mei 2009 ROAA ROAE LDR CAR NPL Net NPL Gross -0. viii .15% 13.18% 2008 0.92% 31 Desember 2007 2006 3. Waran adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp 100.045. Saham Biasa Atas Nama yang ditawarkan kepada Pemegang Saham dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III seluruhnya berasal dari saham baru Perseroan yang memiliki nilai nominal yang sama yakni Rp 100. DAPENBUN 2.000.11% -1.00 WIB mempunyai 69 (enam puluh sembilan) Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Biasa Atas Nama yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham.14% 77.693.902 134.000.319.000.844 600.600 345.090.453.02% 77.54% 2005 1.59% 4.400 96.090.000 6.59% 5.58% 104..800 241.(Seratus tiga puluh Rupiah) yang dapat dilakukan selama periode Pelaksanaan Waran yaitu PT.(Seratus Rupiah) setiap saham dengan total nilai yang akan diperoleh Perseroan pada Penawaran Umum Terbatas III ini adalah sebesar Rp 104.319.693.602.630.23% 94.

602.778 2.000.909.200 13.453. termasuk hak atas dividen selama Waran tersebut belum dilaksanakan menjadi Saham Biasa Atas Nama. maka Waran tersebut menjadi kadaluwarsa.306.622. tidak bernilai dan tidak berlaku. 6.200 96.475 3.090.488. akan dipergunakan oleh Perseroan untuk modal kerja dalam rangka meningkatkan kredit yang diberikan.819.693.287. dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan Perseroan dalam tahun yang bersangkutan.128.008. pada tahun buku 2008 dan seterusnya manajemen Perseroan merencanakan untuk sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun membagikan dividen tunai PT.630.800 254. tingkat kesehatan Perseroan.598. maka struktur permodalan Perseroan sesudah dilaksanakannya PUT III secara proforma.147.316.010.D.974. Dan menerbitkan waran sebanyak-banyaknya 520.377.900 202. termasuk hak atas dividen.401.000 6.319.641.000.23 % (tiga puluh sembilan koma dua puluh tiga persen) setelah pelaksanaan HMETD dan Warran Seri I F. Sejak tercatat di Bursa Efek Surabaya pada tanggal 8 Agustus 2003. Apabila seluruh Waran ditawarkan dalam rangka PUT III ini dilaksanakan seluruhnya menjadi saham Perseroan.991. Pemegang Waran tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham.000.902 134.000. Perseroan pertama kalinya membayar dividen tunai kepada seluruh pemegang saham untuk tahun buku 2005.222 600.025.369. adalah sebagai berikut : Sebelum Pelaksanaan Warran Jumlah Nilai Jumlah Saham Nominal (Rp) Setelah Pelaksanaan Warran Jumlah Nilai Jumlah Saham Nominal (Rp) % % Modal Dasar Modal Ditempatkan Disetor Penuh 1.1 3.000. peraturan perundang–undangan yang berlaku tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. ix .000.000.400 15.881.460.430 [enam puluh tujuh milyar enam ratus empat puluh satu juta seratus dua puluh ribu empat ratus tiga puluh Rupiah).000.1 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.861.546.311 (lima ratus dua puluh juta tiga ratus enambelas ribu tiga ratus sebelas) waran yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 130.mulai tanggal 13 Mei 2010 sampai dengan 13 Mei 2011 dimana setiap pemegang 2 (dua) saham baru hasil pelaksanaan HMETD berhak untuk memiliki 1 (satu) Waran untuk membeli 1 (satu) saham baru. Bila Waran tidak dilaksanakan sampai habis periode pelaksanaannya.600 345.000 331.9 100 3.(seratus tiga puluh Rupiah) dengan total nilai yang akan diperoleh Perseroan adalah sebesar Rp 67. BANK AGRONIAGA Tbk.989. DAPENBUN 2. Dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan di atas. G.089 2.1 3. IX. KEBIJAKAN DIVIDEN Semua saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh termasuk saham baru dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal yang satu dengan yang lain.090.000 600.614 154.000 dan 3.876 3. Selanjutnya Perseroan merencanakan untuk membayar dividen tunai kepada seluruh pemegang saham sekurangkurangnya sekali dalam satu tahun..100 96. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dapat mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) sampai dengan maksimum 39.912. dapat menjual haknya kepada pihak lain sejak tanggal 13 November 2009 sampai dengan tanggal 19 November 2009 melalui Bursa Efek Indonesia atau dapat dilaksanakan di luar Bursa sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No.120. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS III Dana yang diperoleh dari hasil penjualan saham melalui Penawaran Umum Terbatas III ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi.500 397.90 100 Masyarakat dengan kepemilikan dibawah 5% Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Saham Portepel dalam Pemegang HMETD yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III ini.911 381.

sekurang-kurangnya 25 % dari Laba Bersih Setelah Pajak . secara umum masih merupakan peluang yang sangat besar dan menguntungkan untuk dijadikan sasaran utama penyediaan jasa perbankan. x . H. ditambah dengan upaya baik penguatan permodalan. Selain itu. Dengan keberhasilan yang telah dicapai hingga tahun 2007. di luar captive market terdapat pula peluang menguntungkan untuk upaya penyebaran risiko. BANK AGRONIAGA Tbk. STRATEGI DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN Captive market Perseroan yang sebagian besar bergerak di sektor agrobisnis. maka pada tahun– tahun mendatang diharapkan Perseroan dapat mencapai pertumbuhan yang lebih baik. PT. khususnya pada sektor– sektor yang memiliki keunggulan tersendiri. baik pendanaan maupun perkreditan dan konsep–konsep pelayanan corporate banking dan retail banking masih sangat relevan dengan situasi dan kondisi yang ada. peningkatan kondisi internal yang disertai strategi perluasan kantor cabang dan pengembangan strategi kebijakan yang relevan dengan situasi dan kondisi eksternal.

Jl.632.040. PENAWARAN UMUM TERBATAS III Penawaran Umum Terbatas III Kepada Para Pemegang Saham Dalam Rangka Penerbitan HMETD sebanyakbanyaknya 1. 1 . Balikpapan dan Bandar Lampung. RISIKO USAHA UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT. Seluruh saham yang ditawarkan akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.(Seratus Rupiah) setiap saham dengan total nilai yang akan diperoleh Perseroan pada Penawaran Umum Terbatas III ini adalah sebesar Rp 104.. Dalam hal pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan. tidak bernilai dan tidak berlaku. termasuk hak atas dividen selama Waran tersebut belum dilaksanakan menjadi Saham Biasa Atas Nama. Setiap pelaksana 2 (dua) HMETD dalam rangka membeli 2 (dua) saham yang ditawarkan dalam PUT III ini akan memperoleh 1 (satu) Waran Seri I secara cuma-cuma. HR. serta hasil penjualannya dimasukan ke rekening PT Bank Agroniaga Tbk.120. Bila Waran tidak dilaksanakan sampai habis periode pelaksanaannya.641.(seratus Rupiah) dan ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 100. PT. YANG PADA GILIRANNYA MEMPENGARUHI TINGKAT KOLEKTIBILITAS DAN PENDAPATAN PERSEROAN RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DIUNGKAPKAN PADA BAB V PROSPEKTUS INI. maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD dan/atau Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pemegang Waran tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham.. Semarang. Tangerang dan Medan dan 1 (satu) Kantor Kas di Dalu-Dalu. bankagro. dan akan dijual oleh PT Bank Agroniaga Tbk.200.622 (satu miliar empat puluh juta enam ratus tiga puluh dua ribu enam ratus dua puluh dua) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100. Medan . serta 7 (tujuh) Kantor Cabang Pembantu di Jakarta.(Seratus tiga puluh Rupiah) selama periode Pelaksanaan Waran yaitu mulai tanggal 13 Mei 2010 sampai dengan 13 Mei 2011.(seratus Rupiah) setiap saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 130.262. Pekanbaru. BANK AGRONIAGA Tbk. Dalam pelaksanaan PUT III ini Perseroan memperoleh pernyataan dari Pemegang Saham Utama untuk membeli saham sesuai dengan haknya. Riau. APABILA DEBITUR/COUNTERPARTY TIDAK MAMPU UNTUK MEMBAYAR KEMBALI BAIK POKOK MAUPUN BUNGA. Apabila saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran umum Terbatas III ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD. Rasuna Said Blok X2 No.co. maka hak atas pecahan efek tersebut menjadi milik PT Bank Agroniaga Tbk.(Seratus empat milyar enam puluh tiga juta dua ratus enam puluh dua ribu dua ratus Rupiah).063. Setiap pemegang 160 (seratus enam puluh) saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 11 November 2009 pukul 16. Bidang Usaha: Bergerak Dalam Bidang Usaha Perbankan Bekedudukan di Jakarta. PT BANK AGRONIAGA Tbk.id Jaringan Kantor: 7 (tujuh) Kantor Cabang Utama di Surabaya.430.316.00 WIB mempunyai 69 (enam puluh sembilan) Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Biasa Atas Nama yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham.. dimana 1 (satu) Waran dapat digunakan untuk membeli Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp 100. Dengan demikian dalam PUT III ini akan diterbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 520.. Bandung.311 (lima ratus dua puluh juta tiga ratus enam belas ribu tiga ratus sebelas) Waran dengan total nilai yang akan diperoleh Perseroan adalah sebesar Rp 67. Indonesia Kantor Pusat: Plaza GRI. maka Waran tersebut menjadi kadaluwarsa... 1 Jakarta 12950 Telepon: (021) 526570. Faksimili: (021) 526559 www.I.(Enam puluh tujuh milyar enam ratus empat puluh satu juta seratus dua puluh ribu empat ratus tiga puluh Rupiah).

Notaris di Jakarta (selanjutnya disebut “Akta Perubahan”).. 1 tanggal 2 Desember 2002. 56 tanggal 30 April 2003 j.2003 tanggal 13 Januari 2003 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan dengan nomor TDP 090316538059 pada tanggal 29 Januari 2003.H. akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. dan dalam Tambahan Berita Negara No. 27 tanggal 27 September 1989 yang dibuat di hadapan Raden Soekarsono. S-242/MK.01/I/2003 tanggal 3 Januari 2003.01..H. 612/Dir. (selanjutnya disebut “Perseroan”) adalah suatu Perseroan Terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia. 9/2003 tanggal 31 Januari 2003. Rapat Umum Pemegang Saham memutuskan antara lain untuk memberikan kuasa baru kepada Direksi Perseroan untuk melakukan pernyataan pendaftaran di Bapepam sebagai Perusahaan Publik tanpa penawaran umum dan pencatatan di Bursa Efek di Indonesia dan melakukan pencatatan saham apabila Perseroan telah menetapkan akan mengeluarkan saham baru.013/1989 tanggal 11 Desember 1989.PT BANK AGRONIAGA Tbk.H. Notaris Pengganti dari B. 04/Dir. didirikan pertama kali dengan nama “PT Bank Agroniaga” berdasarkan Akta Pendirian No.04. 96 tanggal 1 Desember 1989. C-24779 HT.HT.01-TH. 57 tanggal 30 April 2003. S.01.TH.2002 tanggal 24 Desember 2002 dan telah diterima sebagai Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar sesuai dengan surat Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia No. keduanya dibuat di hadapan Martin Roestamy. Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. S. Perseroan telah melakukan perubahan terhadap seluruh Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Undang-Undang No.. 2/27/PBI/2000 tentang Bank Umum. Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Agroniaga Tbk. ijin mana berlaku sejak tanggal ditetapkannya Surat Keputusan tersebut.TH.514. C2-10019. Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. Tambahan Berita Negara No.o.R. Perseroan memperoleh Surat Persetujuan Prinsip Pendirian PT Bank Agroniaga yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia melalui surat No. 1347/KMK. serta mengubah masa jabatan Direksi dan Komisaris Perseroan.Ay Mahyastoeti Notonagoro.01. Untuk memenuhi ketentuan Pasal 18 Peraturan Bank Indonesia No. 2484/1989 dan 2485/1989 pada tanggal 3 Nopember 1989 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.03/XII/2002 tanggal 24 Desember 2002 perihal Laporan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan No. Perseroan kemudian memperoleh ijin untuk beroperasi sebagai Bank Umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.. Akta Pendirian dan Akta Perubahan tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik pada tanggal 21 Mei 2003 kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (“BAPEPAM”)..H. Berdasarkan Surat Ketua BAPEPAM No. S. Notaris di Jakarta.043. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal (“UU Pasar Modal”) serta peraturan pelaksanaannya termasuk Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan dengan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Agroniaga No. keputusan Rapat Umum Pemegang Saham di atas telah dilaporkan oleh Perseroan kepada Bank Indonesia sesuai dengan surat Perseroan No. S. serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 881/2003.01.H.89 tanggal 28 Oktober 1989 dan telah didaftarkan di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No. S-1565/PM/2003 tanggal 30 Juni 2003.o. S. 2 .000 (satu miliar PT. No. Notaris di Jakarta (selanjutnya disebut “Akta Pendirian”) yang diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik Perseroan telah menjadi Efektif. keduanya dibuat di hadapan Siti Rayhana. 95 tanggal 27 Nopember 2002 j. 3303. Notaris di Jakarta. BANK AGRONIAGA Tbk. berkedudukan di Jakarta.13/1989 tanggal 27 Pebruari 1989 perihal Persetujuan Prinsip Pendirian PT Bank Agroniaga. Perseroan telah melakukan Pencatatan atas 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. atau sejumlah 1.04. 27 tanggal 23 Oktober 1989 dibuat di hadapan Raden Soekarsono. C-00544 HT.

413. Selanjutnya Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sejumlah 305.319.547.(seratus Rupiah) setiap saham.015.. adalah sebagai berikut: Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1. Berdasarkan surat Ketua BAPEPAM No. Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas II tersebut telah menjadi Efektif berdasarkan surat Ketua Bapepam No.678 2.000 Nilai Nominal Rp.857.061.388. BANK AGRONIAGA Tbk.000.800 9.800 241.90 100 Penawaran Umum Terbatas III Kepada Para Pemegang Saham Dalam Rangka Penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya 1.600 358.586.400 96.156 3.01/X/2003 pada tanggal 9 Oktober 2003 kepada Ketua BAPEPAM.938. 3 .000 2.. Biro Administrasi Efek Perseroan.338 (tiga ratus lima juta delapan ratus enam puluh tujuh ribu tiga ratus tiga puluh delapan) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100.100.(seratus Rupiah) dan ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 100.478 94.128 64. S-757/PM/2005 tanggal 12 April 2005.000 2.128 (lima ratus tiga belas juta delapan ratus lima puluh tujuh ribu seratus dua puluh delapan) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100.567.000 305.413.(seratus rupiah) setiap saham dengan surat No. Perseroan juga telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas II Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sejumlah 513. S-27/8/PM/2003 tanggal 7 Nopember 2003.045.000. Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I Tahun 2003 telah menjadi Efektif.514.10 3..000.lima ratus empat belas juta empat puluh tiga ribu) Saham Biasa Atas Nama berdasarkan Surat Persetujuan Pencatatan Awal Saham PT Bank Agroniaga Tbk dari PT Bursa Efek Surabaya dengan No. Masyarakat dengan kepemilikan dibawah 5% Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel 6.338 513. dimana saham-saham Perseroan telah dicatatkan di Bursa Efek Surabaya pada tanggal 8 Agustus 2003.867.930.857.622 (satu miliar empat puluh juta enam ratus tiga puluh dua ribu enam ratus dua puluh dua) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100. 128/Dir.000.693.. 473/Dir. Perseroan juga telah menyampaikan Pencatatan Saham yang timbul dari Pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu di di Bursa Efek Surabaya sejumlah 508. JKT-007/LIST/BES/VIII/2003 tanggal 7 Agustus 2003.040.01/III/2005 tanggal 14 Maret 2005 kepada Ketua BAPEPAM. DAPENBUN 2. Sebelum Penawaran Umum Terbatas III ini.844 600.901.156 2. 100 105 235 Tanggal Pencatatan di bursa 7 Agustus 2003 21 Nopember 2005 27 April 2005 24 Maret 2009 Tanggal Efektif 30 Juni 2003 7 Nopember 2003 12 April 2006 6 Maret 2009 Struktur Permodalan dan Komposisi Pemegang Saham Perseroan per 31 Agustus 2009 berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan yang dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom.115.632.000 231.043.061. Sebelum PUT III.000. Kronologis jumlah pencatatan saham Perseroan adalah sebagai berikut : Jumlah Saham Pencatatan Saham Perdana Penawaran Umum Terbatas I Penawaran Umum Terbatas II Penambahan Modal Tanpa HMETD Total Saham Total Saham Dicatatkan 1.306.884. melalui surat No. JKT-025/LISTEMITEN/BES/IV/2005 tanggal 26 April 2005. Perseroan telah mencatatkan saham-sahamnya di Bursa Efek di Indonesia.(Seratus Rupiah) setiap saham dengan total nilai yang PT.867.404.500 (lima ratus delapan tujuh ratus delapan belas ribu lima ratus) Saham Atas Nama berdasarkan surat persetujuan pencatatan awal saham tambahan PT Bank Agroniaga Tbk dari PT Bursa Efek Surabaya dengan No. 100 100 100 100 100 100 Harga Penawaran Rp.(seratus rupiah) setiap saham dengan harga penawaran Rp.718.

630.120.000.306. maka struktur permodalan Perseroan sesudah dilaksanakannya PUT III secara proforma.061.316.(Enam puluh tujuh milyar enam ratus empat puluh satu juta seratus dua puluh ribu empat ratus tiga puluh Rupiah).693.844 600. DAPENBUN 2.369.015. maka Waran tersebut menjadi kadaluwarsa.319.200 96.778 2..9 100 3. Saham Biasa Atas Nama yang ditawarkan kepada Pemegang Saham dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III seluruhnya berasal dari saham baru Perseroan yang memiliki nilai nominal yang sama yakni Rp 100.901.115.413.902 134.884.460.306.678 2. adalah sebagai berikut : PT.063.090.(seratus rupiah) setiap saham sehingga memberikan hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk dalam hal pembagian dividen dengan Saham Biasa Atas Nama lainnya yang telah ditempatkan dan disetor.000.567.800 9.akan diperoleh Perseroan pada Penawaran Umum Terbatas III ini adalah sebesar Rp 104.000.600 358. dimana 1 (satu) Waran dapat digunakan untuk membeli Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp 100. Apabila seluruh HMETD yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III ini dilaksanakan menjadi saham oleh pemegang saham.000 dan 2.453.1 3.319.156 3.909. 4 ..938.586.. Setiap pemegang 160 (seratus enam puluh) saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 11 November 2009 pukul 16. termasuk hak atas dividen selama Waran tersebut belum dilaksanakan menjadi Saham Biasa Atas Nama.000. tidak bernilai dan tidak berlaku Apabila seluruh Warran ditawarkan dalam rangka PUT III ini dilaksanakan seluruhnya menjadi saham Perseroan.000 600. Dengan demikian dalam PUT III ini akan diterbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 520.547.311 (lima ratus dua puluh juta tiga ratus enam belas ribu tiga ratus sebelas) Waran dengan total nilai yang akan diperoleh Perseroan adalah sebesar Rp 67.478 94.600 345.045.876 3.222 331.(seratus Rupiah) setiap saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 130.00 WIB mempunyai 69 (enam puluh sembilan) Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Biasa Atas Nama yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham.1 3.200.000.090.9 100 Masyarakat dengan kepemilikan dibawah 5% Jumlah Modal Ditempatkan Dan Disetor Penuh Jumlah Saham Portepel dalam Setiap pelaksanaan 2 (dua) HMETD untuk membeli 2 (dua) saham yang ditawarkan dalam PUT III ini akan memperoleh 1 (satu) Waran Seri I secara cuma-cuma. BANK AGRONIAGA Tbk. maka struktur permodalan dan kepemilikan saham dalam Perseroan sebelum dan sesudah pelaksanaan HMETD ini secara proforma adalah sebagai berikut : Sebelum Pelaksanaan HMETD Jumlah Nilai Nominal (Rp) Setelah Pelaksanaan HMETD Jumlah Nilai Nominal (Rp) Jumlah Saham % Jumlah Saham % Modal Dasar Modal Ditempatkan Disetor Penuh 1.(Seratus empat milyar enam puluh tiga juta dua ratus enam puluh dua ribu dua ratus Rupiah).287.430. 6.000. Pemegang Waran tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham.377.546.000 231.404.200 13.262.602..000.641.000. Bila Waran tidak dilaksanakan sampai habis periode pelaksanaannya.(Seratus tiga puluh Rupiah) selama periode Pelaksanaan Waran yaitu mulai tanggal 13 Mei 2010 sampai dengan 13 Mei 2011.800 241.693.000 6.622.400 96.800 254..

000 331.602.D.200 96.369. Perseroan atas nama Pemegang Saham akan mencatatkan sejumlah 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah saham yang telah Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan.287. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.488.000.401. Dengan demikian jumlah saham yang akan dicatatkan oleh Perseroan di PT Bursa Efek Indonesia menjadi sejumlah 3.222 600. DAPENBUN 2.598.934. maka total saham Perseroan adalah sebesar 3.200 13.008.000 dan 3. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dapat mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) sampai dengan maksimum 39.988 (tiga milyar sembilan ratus tiga puluh empat juta dua ratus enam puluh sembilan ribu sembilan ratus delapan puluh delapan) Saham Biasa Atas Nama atau 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan.912.1 3.377.269. dapat menjual haknya kepada pihak lain sejak tanggal 13 November 2009 sampai dengan tanggal 19 November 2009 melalui Bursa Efek Indonesia atau dapat dilaksanakan di luar Bursa sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No.778 2.693.000. BANK AGRONIAGA Tbk.902 134.876 3.090.974.500 397.000.1 3.100 96.010. PT.614 154.000.989.23 % (tiga puluh sembilan koma dua puluh tiga persen) setelah pelaksanaan HMETD dan Warran Seri I Apabila saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran umum Terbatas III ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD.000.400 15. Adapun saham yang tidak dicatatkan sejumlah 39.000.991.101 (tiga puluh sembilan juta tujuh ratus empat puluh satu ribu seratus satu) Saham Biasa Atas Nama atau 1% (satu persen) dari Jumlah Modal yang Ditempatkan dan Disetor Penuh adalah milik dari Dana Pensiun Perkebunan Perseroan berencana untuk mengeluarkan saham baru atau efek lainnya yang dapat dikonversi menjadi saham dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak Pernyataan Pendaftaran menjadi Efektif.306. 29 tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum. maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD dan/atau Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.900 202.089 (tiga milyar sembilan ratus tujuh puluh empat juta sepuluh ribu delapan puluh sembilan) saham.453. 5 .630.000 6.025.909.000.319.090.600 345.9 100 3. Dalam pelaksanaan PUT III ini Perseroan memperoleh pernyataan dari Pemegang Saham Utama untuk membeli saham sesuai dengan haknya.90 100 Masyarakat dengan kepemilikan dibawah 5% Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Saham Portepel dalam Pemegang HMETD yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III ini.089 2. 6.1 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.819.800 254.974.000. IX.460.010.000 600. Apabila seluruh HMETD yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III ini dilaksanakan menjadi saham oleh Pemegang HMETD dan seluruh Waran Seri I dilaksanakan menjadi saham Perseroan.475 3.881.Sebelum Pelaksanaan Warran Jumlah Nilai Jumlah Saham Nominal (Rp) % Setelah Pelaksanaan Warran Jumlah Nilai Jumlah Saham Nominal (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan Disetor Penuh 1.147.740.128.622.546.861.911 381.

PT. 6 . kecukupan modal merupakan salah satu persyaratan utama untuk setiap bank apabila ingin meningkatkan kegiatan pemberian kredit dan peningkatan aktiva produktif lainnya. Agenda penyelenggaraan RUPS tentang pengubahan penggunaan dana tersebut wajib disampaikan terlebih dahulu kepada BAPEPAM. Kep-27/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. Apabila Perseroan bermaksud melakukan perubahan penggunaan dana untuk suatu tujuan dan maksud yang tidak sesuai dengan yang diungkapkan dalam Prospektus. Lampiran Keputusan BAPEPAM No.II. maka rencana tersebut wajib disampaikan terlebih dahulu kepada Bapepam dengan mengemukakan alasan dan pertimbangannya dan mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham. BANK AGRONIAGA Tbk. dan menyampaikan hasil keputusan RUPS tersebut kepada BAPEPAM sebagaimana peraturan IX. Sampai dengan sekarang. akan dipergunakan oleh Perseroan untuk modal kerja dalam rangka meningkatkan kredit yang diberikan. Lampiran Ketua BAPEPAM nomor Kep-60/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 tentang Rencana dan Pelaksanaan RUPS.4. untuk setiap tambahan modal yang diperoleh oleh suatu bank akan memberikan fleksibilitas bagi bank tersebut dalam mengembangkan kegiatan perkreditan dan peningkatan aktiva produktif lainnya. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS III Sebagaimana ketentuan Bank Indonesia. Bank Indonesia masih menetapkan CAR minimum sebesar 8% dari jumlah ATMR.1. Perseroan akan melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas III ini secara berkala kepada BAPEPAM dan kepada RUPS Tahunan Perseroan. Dengan demikian.I. Dana yang diperoleh dari hasil penjualan saham melalui Penawaran Umum Terbatas III ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi. sesuai dengan Peraturan X. Selain itu atas dana hasil Penawaran Umum Terbatas I dan Penawaran Umum Terbatas II seluruhnya telah digunakan sebagaimana diuraikan dalam Prospektus dan telah dilaporkan kepada BAPEPAM sesuai dengan ketentuan yang berlaku.K.

Giro Saldo Giro per tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 268.349 120. 3. Tabungan Saldo Tabungan per tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 120.671.353 juta dan Tabungan atas Pihak Ketiga sebesar Rp 930 juta.248. Perseroan mempunyai Kewajiban sebesar Rp 2.611 juta.248.918 juta yang terdiri dari (A) Kewajiban seperti tertera dalam Neraca Perseroan sebesar Rp 2.287 3. KEWAJIBAN KARENA KOMITMEN DAN KONTINJENSI Kewajiban Komitmen-bersih Kewajiban Kontinjensi-bersih Jumlah Kewajiban Komitmen dan Kontinjensi Jumlah Kewajiban dan Kewajiban Komitmen dan Kontinjensi 268. 2.804 juta dan (B) Kewajiban karena Komitmen dan Kontinjensi sebesar Rp 423.780 61.589 7. 7 .349juta. BANK AGRONIAGA Tbk. KEWAJIBAN 1.804 410.671. Tingkat suku bunga rata – rata tahunan selama tahun berjalan adalah sebesar 2% . PERNYATAAN HUTANG Tabel dibawah ini menunjukkan posisi hutang Perseroan per tanggal 31 Mei 2009 yang angkaangkanya diambil dari Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja.658.114 2.114 juta dengan perincian sebagai berikut : dalam jutaan Rupiah A.351 juta.995juta dan Giro atas Pihak Ketiga sebesar Rp 7.495 juta dan Deposito Berjangka atas Pihak Ketiga sebesar Rp 1.424 512 2.918 A.283 1.7%.765 7. Pada tanggal 31 Mei 2009. Deposito Berjangka Saldo Deposito Berjangka per tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 1. Suhartono dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.305 423. Rincian Deposito Berjangka berdasarkan jangka waktu simpanan per tanggal 31 Mei 2009 adalah sebagai berikut : PT.617 199 120.III.809 12. yang terdiri dari Giro atas Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa sebesar Rp 260.658. KEWAJIBAN Giro Tabungan Deposito berjangka Simpanan dari bank lain Kewajiban segera lainnya Hutang pajak Pinjaman yang diterima Pinjaman subordinasi Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi Kewajiban lain-lain Jumlah Kewajiban B.589 juta terdiri dari Deposito Berjangka atas Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa sebesar Rp 47. Tingkat suku bunga rata – rata tahunan selama tahun berjalan adalah sebesar 2% .283juta terdiri dari Tabungan atas Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa sebesar Rp 119.3%.

00% .423 2.11. 4. Jumlah Kewajiban Segera Lainnya per tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 7.284 54. kas dan sundries. Simpanan dari bank lain berjangka waktu antara 1 hari hingga 30 hari.617 juta dengan perincian sebagai berikut: Keterangan Kewajiban rupa-rupa: Administrasi dan umum Pajak Kas dan sundries Giro dan tabungan Pinjaman dan deposito Personalia Jumlah Jumlah (Rp Juta) 3. 5.383 1.765 juta yang terdiri dari simpanan yang berbentuk deposito berjangka sebesar Rp 4.462 57 69 223 7.8. PT. Simpanan dari Bank Lain Saldo Simpanan dari Bank Lain per tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 7. pinjaman dan deposito.78%.617 6.038 juta. administrasi dan umum.09% .746 1.727 juta dan simpanan yang berbentuk giro sebesar Rp 3 . Hutang Pajak Posisi Hutang Pajak Perseroan per tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 199 juta yang terdiri dari: Keterangan Pajak penghasilan 21 Pajak penghasilan 23 Pajak penghasilan badan Pajak penghasilan lainnya Jumlah Jumlah (Rp Juta) 45 59 95 199 7. pengelolaan kredit likuiditas Bank Indonesia yang diperoleh Bank tersebut dialihkan ke PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Dengan dikeluarkannya UU No. giro dan tabungan.589 Tingkat suku bunga rata – rata tahunan selama tahun berjalan adalah sebesar 4.658. Kewajiban Segera Lainnya Kewajiban Segera Lainnya merupakan Kewajiban Rupa – Rupa (“KRR”) yang antara lain merupakan kewajiban personalia. juta yang merupakan deposito nasabah yang dijadikan jaminan atas Kredit Yang Diberikan dan garansi bank yang diterbitkan untuk kepentingan nasabah.00% .Jangka Waktu Kurang dari 1 bulan 1 bulan 3 bulan 6 bulan 12 bulan Jumlah Jumlah (Rp Juta) 175.00% untuk Deposit On Call dan 2.27% untuk Deposito Berjangka.11. 2/3/PBI/2000. Pinjaman Yang Diterima Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman likuiditas dari Bank Indonesia untuk membiayai pinjaman yang diberikan kepada Koperasi yang merupakan nasabah Perseroan untuk pembangunan kebun plasma kelapa sawit. Jumlah Deposito yang diblokir per tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 144. Simpanan dari Bank Lain tersebut memiliki tingkat suku bunga rata – rata tahunan selama tahun berjalan adalah sebesar 2. 8 . 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia No. BANK AGRONIAGA Tbk.614 393.522 230.423 804.110.

70% Tahun ke: 9 10 11 12 13 14 15 Periode Maret 2003 – Pebruari 2004 Maret 2004 – Pebruari 2005 Maret 2005 – Pebruari 2006 Maret 2006 – Pebruari 2007 Maret 2007 – Pebruari 2008 Maret 2008 – Pebruari 2009 Maret 2009 – Pebruari 2010 Tingkat bunga 9.PNM Jumlah Jumlah (Rp Juta) 44.00% Pinjaman tersebut berbentuk surat sanggup atas unjuk yang harus diperbaharui setiap tahun.50% 5. Saldo Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi per tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 512 juta.298 53 6.00% 9.575 1.00% 3.50% 3.424 juta.287 juta yang merupakan kredit likuiditas yang diperoleh Perseroan untuk membiayai pinjaman kepada koperasi dengan rincian sebagai berikut: Keterangan Kredit kepada koperasi Primer untuk Anggotanya (KKPA) Kredit Investasi (KI) Kredit modal kerja Primer untuk Anggotanya (KMKPA) . Pinjaman ini berjangka waktu 15 tahun terhitung dari tanggal 1 Maret 1995 dan akan berakhir pada tanggal 28 Februari 2010 dengan masa tenggang pembayaran selama 4 tahun.00% 5. Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi merupakan pembentukan cadangan umum kerugian komitmen dan kontinjensi yang ditetapkan sebesar 1% dari bank garansi dan sisa fasilitas pinjaman yang sudah jadi komitmen Bank.00% 9.078 3. Pinjaman Subordinasi Sesuai dengan surat Bank Indonesia tanggal 7 Juni 1995 No.780 juta.424 10. yang terdiri dari: Keterangan Kewajiban akseptasi Bunga yang masih harus dibayar Pendapatan ditangguhkan Provisi diterima dimuka Setoran jaminan tunai Penyisihan imbalan kerja karyawan Lain-lain Jumlah Jumlah (Rp juta) 39.80% 5.00% 7. Jumlah Pinjaman Subordinasi per tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 3.500 juta dari Bank Indonesia. Jumlah angsuran yang harus dilakukan pada tahun ke 5 sampai 10 (6 tahun) adalah Rp 1.287 8. 9. Perseroan menerima pinjaman subordinasi sebesar Rp 25.258 juta per tahun dan pada tahun ke 15 sebesar Rp 3. Kewajiban Lain-Lain Saldo Kewajiban Lain – Lain Perseroan per tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 61.50% 9. BANK AGRONIAGA Tbk.497 120.162 389 61.00% 7. PT.052 3.448 juta per tahun.50% 5. 28/178/UKU/Pmk. 9 . Pinjaman ini digunakan untuk melunasi hutang Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) kepada Bank Indonesia.50% 9.215 74. tahun ke 11 sampai 14 (4 tahun) sebesar Rp 3. Bunga pinjaman dibayar setiap triwulan dengan tingkat bunga per tahun sebagai berikut: Tahun ke: 1 2 3 4 5 6 7 8 Periode Maret 1995 – Pebruari 1996 Maret 1996 – Pebruari 1997 Maret 1997 – Pebruari 1998 Maret 1998 – Pebruari 1999 Maret 1999 – Pebruari 2000 Maret 2000 – Pebruari 2001 Maret 2001 – Pebruari 2002 Maret 2002 – Pebruari 2003 Tingkat bunga 0.391 9.00% 1.Jumlah Pinjaman Yang Diterima per tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 120.780juta.

Kewajiban karena Komitmen dan Kontinjensi Pada tanggal 31 Mei 2009. Manajemen menyatakan bahwa Perseroan tidak memiliki kewajiban baru setelah tanggal neraca sampai dengan tanggal laporan Akuntan dan kewajiban setelah tanggal laporan Akuntan sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran. Selain kewajiban dan hutang sebagaimana tersebut di atas. PT.809 juta dan kewajiban karena kontinjensi sebesar Rp 12. Perseroan memiliki kewajiban karena komitmen-bersih sebesar Rp 410. Manajemen sanggup untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya sesuai dengan persyaratan sebagaimana mestinya.B. Kewajiban Komitmen merupakan fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan. 10 .305 juta. sedangkan Kewajiban Kontinjensi merupakan Garansi yang Diterbitkan. Dengan adanya pengelolaan yang sistematis atas aktiva dan kewajiban serta peningkatan hasil operasi di masa yang akan datang. Perseroan tidak memiliki kewajiban kewajiban lain yang belum diungkapkan dalam Prospektus ini. BANK AGRONIAGA Tbk.

70% 41.992) (55.781 616.564 96.075 (102.458) 196 66 262 (11.939) (113.301 (141) 1.222 (55.bersih Pendapatan/ (beban) non operasional Laba penjualan aset tetap Lainnya – bersih Pendapatan/ (beban) non operasional .786 2.297 3.289 334.254 (22.543 334. dalam jutaan Rupiah 31 Desember 2008 2007 324. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN 1.962 230.371) 1.435) (14.806 469. BANK AGRONIAGA Tbk.04% 2. Jumlah penyaluran Kredit Usaha Mikro.221) (3.366) 6 (702) (696) (4. KEUANGAN Analisis keuangan ini disajikan berdasarkan angka-angka dari Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rasin Ichwan & Rekan dan Kantor Akuntan Publik Tasnim Ali Widjanarko dengan pendapat wajar tanpa pengecualian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 dan 2008.951 516. untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2009 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja. dengan tetap melakukan penyebaran risiko dengan memberikan juga perhatian lebih besar pada sektor usaha lainnya secara selektif.153 (52. UMUM Perseroan didirikan sejak tahun 1989 dimana pada waktu itu Pemerintah menerbitkan suatu kebijakan yang memberikan kemudahan untuk membuka usaha bank.956.463 10.346 108. Suhartono dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.043.245) (44.013 3.965) (32.450 42.754) (11.008 1.706 (224.005) (143.851) 109.062) Laporan Laba/ Rugi Pendapatan : Bunga Provisi dan komisi Jumlah pendapatan bunga Beban bunga dan lainnya Pendapatan bunga – bersih Pendapatan/ (beban) operasional lainnya Pendapatan operasional lainnya Beban operasional lainnya Beban umum dan administrasi Beban tenaga kerja Beban penyisihan penghapusan Jumlah beban operasional lainnya Beban operasional lainnya – bersih Pendapatan/ (beban) operasional . akan tetapi dengan kondisi perekonomian nasional yang akhir-akhir ini lebih menunjukkan keadaan yang kondusif dan situasi ekonomi yang relatif stabil inilah yang akan digunakan Perseroan untuk lebih maju dan secara konsisten fokus pada tujuan didirikannya Perseroan.778) 40.362 103.659) (235.356 819.008) (51.374) (112.90% Uraian Usaha Mikro Usaha Kecil Usaha Menengah Total UMKM Total Kredit Yang Diberikan Persentase UMKM terhadap KYD 31 Mei 2009 14.965.618 872.159 (3. mempunyai maksud untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan umum serta berperan menunjang terwujudnya industri agrobisnis yang semakin tumbuh dan berkembang dalam sistem perekonomian nasional. Kecil dan Menengah (UMKM): dalam jutaan Rupiah 31 Desember 2008 2007 298.688) (44.681 37.717) (4.196) PT.663 728.076 1.061 143.bersih Laba/ (rugi) sebelum pajak penghasilan 31 Mei 2009 140.417 9. Perseroan menyadari adanya tantangan di masa mendatang yang secara umum diperkirakan masih akan cukup berat.855 30.195) (31.IV.211) 4. 11 .581) (17.443 72.006 344.214) (116.

bersih Penyertaan .840 164 2.375 88.723.52 4.92 97.878.296 18.595 660.531 29.313.53) NERACA AKTIVA Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain . dan penempatan pada bank lain.bersih Surat -surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali .259 4.039.656 104.080 3.349 120.321 204.972 3.1.401 1.662 234.283 1.86 PT.339 2.498 123.441 % 88.bersih Aktiva tetap – bersih Aktiva lain-lain Aktiva pajak tangguhan JUMLAH AKTIVA KEWAJIBAN Giro Tabungan Deposito berjangka Simpanan dari bank lain Kewajiban segera lainnya Hutang pajak Pinjaman yang diterima Pinjaman subordinasi Kewajiban lain-lain Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi TOTAL KEWAJIBAN EKUITAS Modal saham Tambahan modal disetor Laba yang belum direalisasi atas surat-surat berharga dalam kelompok tersedia untuk dijual Cadangan tujuan Cadangan umum Saldo rugi JUMLAH EKUITAS 31 Mei 2009 11.302 7.639 1.63) (1.486.973.241 100 117 1. Laporan Laba/ Rugi A. Pendapatan bunga untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2009 (5 bulan) adalah sebesar Rp 143.057.964.866 98.837 5.013.939) (2.826) (1.091) (785) (1.084 10.997 1.Taksiran pajak penghasilan Beban pajak kini Manfaat/ (beban) pajak tangguhan Taksiran pajak penghasilan Rugi bersih Laba/ (rugi) per saham 2.133 6.513 120.906 695 117 1.117) (3.691 14.868 128.439 315.287 3.966 254.431 7.346. 12 .603. surat berharga dan tagihan lainnya. dengan perincian sebagai berikut : Uraian Pendapatan bunga Kredit Surat berharga dan tagihan lainnya Efek-efek yang dimiliki Penempatan pada bank lain Jumlah Pendapatan bunga Jumlah (Rp ‘000) 126.075 juta yang terdiri dari Pendapatan dari bunga sebesar Rp 140.260 2.737.320 128.245) 237.804 241.049 (14.994 2.209 7.424 512 2.906 695 117 6.348 (6.017 404 2.965 1.49 3.801 234.578.545 295 12.372 268.84) ( 881 ) 266 (615) (3.93 0.658.780 61.127 372.567 2008 dalam jutaan Rupiah 31 Desember 2007 12.050 1.879.144 151.312 111.248.465 58.bersih Penempatan pada bank lain Surat -surat berharga .013 140.365 7.765 7.614 295 12.044. Pendapatan Bunga Pendapatan Bunga Perseroan diperoleh dari kegiatan penempatan dana yang dikumpulkan dari masyarakat untuk ditempatkan dalam bentuk pemberian kredit.679 50. BANK AGRONIAGA Tbk.bersih Kredit yang diberikan .601) 235.061 juta.161 5.049 (5.038 34.078 (9.672 9.005 138.589 7.877) (5.404 1.013 juta dan Pendapatan dari Provisi dan Komisi sebesar Rp 3.361 295 12.046 30.306 9.617 199 120.568 2.223 1.128) 231.966 255.608 9.

605 60.836 juta pada tahun 2008.706 juta yang terdiri dari pendapatan dari Bunga sebesar Rp 334. Beban Bunga dan Beban Lainnya pada tahun 2007 sebesar Rp 235. dengan perincian sebagai berikut : Uraian Deposito Giro Pinjaman yang diterima Provisi dan komisi Tabungan Beban bunga efek Pinjman SBI Pinjaman subordinasi Jumlah Jumlah (Rp ‘000) 89. Beban Bunga dan Beban Lainnya Beban Bunga dan Pembiayaan Lainnya terdiri dari beban bunga Deposito. Pendapatan Bunga pada periode tersebut turun sebesar 4.11.851 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan karena kisaran tingkat suku bunga Deposito Berjangka per tahun mengalami penurunan menjadi 5. dimana beban bunga deposito memiliki jumlah terbesar yaitu 87.91% pada tahun 2006.254 143.565 1.763 2.12.834 juta pada tahun 2008.649 3.470 juta pada tahun 2006 menjadi Rp 20.424 102.292 juta pada tahun 2007.01 0.34% dari keseluruhan Beban Bunga dan Beban Lainnya.674 4. khususnya dalam bentuk Deposito Berjangka sebesar 15.417 juta dan pendapatan dari Provisi dan Komisi sebesar Rp 10. Tabungan. Pendapatan bunga untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 adalah sebesar Rp 344.778 juta.37 1. Beban Bunga dan Beban Lainnya untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2009 (5 bulan) adalah sebesar Rp 102. Selain itu.851 juta.044. mengalami penurunan sebesar 14.55 3.763.75% dibandingkan dengan tahun 2007 yang sebesar Rp 235. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh turunnya pendapatan bunga dari Kredit sebesar 13.180 juta dari Rp 45.684. Provisi dan komisi. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh turunnya pendapatan bunga dari Surat-Surat Berharga sebesar 55% atau Rp 25.17% pada tahun 2007. B.24% dibandingkan dengan tahun 2006 yang sebesar Rp 275.731 91. Giro. 13 .Provisi dan komisi Provisi pinjaman Provisi dan komisi SKBDN Komisi bank garansi Komisi transfer Komisi inkaso Komisi lainnya Jumlah provisi dan komisi Jumlah Pendapatan Bunga 3.659 juta.695 2.59 2.543 juta dan pendapatan dari Provisi dan Komisi sebesar Rp 9. turun sebesar Rp 11.830 % 87.190 juta atau turun 4.09 100.1% dibandingkan dengan periode sebelumnya.11.10 0.074.585 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 267.000.83% . Pinjaman subordinasi.723. penurunan tersebut juga diakibatkan oleh PT.777. penurunan tersebut juga diakibatkan oleh turunnya jumlah dana yang dikumpulkan dari masyarakat.93 0.00 Beban Bunga dan Beban Lainnya pada tahun 2008 sebesar Rp 224.688 3. dari Rp 2.000 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan karena kisaran tingkat suku bunga Deposito Berjangka per tahun mengalami penurunan menjadi 9.142 127.17% % pada tahun 2007 dari 10.12 0.843 9.62% -11.985.005 juta yang terdiri dari pendapatan dari Bunga sebesar Rp 324.365 juta pada tahun 2007 menjadi Rp 1.289 juta.679. BANK AGRONIAGA Tbk. Pinjaman yang diterima. Selain itu.061.70%.463 juta.34 4.76% atau Rp 42.31% .31% .750 juta dari Rp 310.435.89% pada tahun 2008 dari 9.04 2. Pendapatan Bunga pada periode tersebut turun sebesar 3.14 100 Pendapatan bunga untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp 334.58% dibandingkan dengan periode sebelumnya.

000 150.075 108. Pendapatan Bunga – Bersih pada tahun 2007 adalah sebesar Rp 108.000 juta pada tahun 2006 menjadi Rp 2. Beban Bunga dan Pendapatan Bunga . Pendapatan Bunga – Bersih pada tahun 2008 adalah sebesar Rp 109. seiring dengan menurunnya rata-rata tingkat suku bunga simpanan. meningkat tajam sebesar 628% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Pendapatan (Beban) Bunga .turunnya jumlah dana yang dikumpulkan dari masyarakat. Pendapatan Operasional Lainnya Pendapatan Operasional Lainnya merupakan pendapatan yang berasal dari Biaya Administrasi. PT.21% jika dibandingkan dengan tahun 2006 yang sebesar Rp 86.365 juta pada tahun 2007. Penjualan obligasi dan Lain-lain Pendapatan Operasional Lainnya untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2009 (5 bulan) adalah sebesar Rp 3.000 350. Pendapatan Operasional Lainnya pada tahun 2008 adalah sebesar Rp 30. Selisih (spread) suku bunga antara Pendapatan Bunga dan Beban Bunga Rata-Rata yang dialami Perseroan untuk tahun .bersih D.000 40.706 334.45% jika dibandingkan dengan tahun 2007 yang sebesar Rp Rp 108.855 juta.659 344. Pendapatan Bunga. Sewa safe deposit box.610 juta atau 26. Dividen.346 102.297 juta.061.61%. khususnya dalam bentuk Deposito Berjangka sebesar 0.297 143. 2008 dan 31 Mei 2009 400.000 250.079 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan penurunan jumlah beban bunga.006 31 Des 07 Pendapatan bunga 31 Des 08 Beban bunga 31 Mei 2009 Pendapatan bunga . Peningkatan tersebut dikarenakan adanya koreksi atas PPAP sebesar Rp 25.000 50.044.000 dalam jutaan Rupiah 300.Bersih untuk Periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007. BANK AGRONIAGA Tbk. meningkat sebesar Rp 22.tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007. Pendapatan Bunga – Bersih untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2009 (5 bulan) adalah sebesar Rp 40.81%.000 100.253 juta.851 224.84%. 2008 dan 31 Mei 2009 secara berturut-turut adalah 1.Bersih Pendapatan (Beban) Bunga – Bersih adalah selisih antara pendapatan bunga dan beban bunga.96% dan 6.250 juta. dari Rp 2. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan beban bunga dan beban lainnya yang lebih tinggi jika dibandingkan penurunan pendapatan bunga seiring dengan penurunan tingkat suku bunga deposito berjangka. 14 .778 235.346 juta naik sebesar atau 0.000 200.855 juta.222 juta.855 109. 4. C.

Pendapatan Operasional Lainnya pada tahun 2007 adalah sebesar Rp 4.153 juta, mengalami penurunan Rp 1.020 juta atau 19,69% jika dibandingkan dengan tahun 2006 yang sebesar Rp 5.170 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh turunnya pendapatan lain-lain. E. Beban Operasional Lainnya Beban Operasional Lainnya terdiri dari Beban Umum dan Administrasi, Beban Tenaga Kerja serta Penyisihan Aktiva Produktif. Beban Operasional Lainnya untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2009 (5 bulan) adalah sebesar Rp 55.008 juta. Beban Operasional Lainnya pada tahun 2008 sebesar Rp 143.939 juta naik sebesar 23,69% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh naiknya beban umum dan administrasi dan beban tenaga kerja sebesar masing-masing 5,14% dan 37,43%, dibandingkan dengan periode sebelumnya. Selain itu beban penyisihan dan penghapusan juga mengalami kenaikan sebesar Rp 12.800 juta atau 41% dibandingkan dengan tahun 2007 Beban Operasional Lainnya pada tahun 2007 sebesar Rp 116.374 juta, naik sebesar 11,50% jika dibandingkan dengan tahun 2006 yang sebesar Rp 104.371 juta. Kenaikan tersebut terutama diakibatkan karena meningkatnya beban penyisihan dan penghapusan sebesar 10% atau sebesar Rp 10.140 juta dari Rp 21.070 juta pada tahun 2006 menjadi Rp 31.214 miliar pada tahun 2007 F. Beban Operasional Lainnya – Bersih Beban Operasional Lainnya - Bersih merupakan selisih antara Pendapatan Operasional Lainnya dan Beban Operasional Lainnya. Beban Operasional Lainnya - Bersih untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2009 (5 bulan) adalah sebesar Rp Rp 51.754 juta . Beban Operasional Lainnya - Bersih pada tahun 2008 sebesar Rp 113.717 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp 1.490 juta atau 1.33% dibandingkan dengan tahun 2007 yang sebesar Rp 112.221 juta. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya outsourcing core banking. Beban Operasional Lainnya - Bersih pada tahun 2007 sebesar Rp 112.221 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp 13.020 juta atau 13,13% dibandingkan dengan tahun 2006 yang sebesar Rp 99.200 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh terjadinya kenaikan pada biaya umum dan administrasi, beban tenaga kerja dan pengingkatan beban penyisihan penghapusan masing-masing sebesar 1,44%, 3,56% dan 48,12%. Selain itu Pendapatan Operasional Lainnya pada tahun 2007 juga mengalami penurunan Rp 1.020 juta atau 19,69% jika dibandingkan dengan tahun 2006 yang sebesar Rp 5.170 miliar. G. Pendapatan/ Rugi Operasional – Bersih Laba/Rugi Operasional – Bersih merupakan selisih antara Pendapatan Bunga Bersih dan Beban Operasional Lainnya – Bersih. Perseroan mencatatkan Rugi Operasional – Bersih untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2009 (5 bulan) sebesar Rp 11.458 juta. Pada tahun 2008, Rugi Operasional – Bersih Perseroan adalah sebesar Rp 4.371 juta, meningkat sebesar 29,86% dibandingkan dengan tahun 2007. Pada tahun 2007, Perseroan mencatatkan Rugi Operasional – Bersih sebesar Rp 3.366 juta meningkat sebesar 74,02% dibandingkan dengan tahun 2006.
PT. BANK AGRONIAGA Tbk. 15

H. Laba Bersih Perseroan mencatatkan Rugi Bersih sebesar sebesar Rp 9.117 juta untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2009 (5 bulan). Pada tahun 2008, Rugi Bersih Perseroan adalah sebesar Rp 3.826 juta, mengalami penurunan sebesar Rp 2.100 juta atau -35,57% jika dibandingkan dengan tahun 2007 yang mencatat kerugian sebesar Rp 5.939 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya laba penjualan aktiva tetap. Pada tahun 2007, Rugi Bersih Perseroan adalah sebesar Rp 5.939 juta, mengalami penurunan Rp 4.170 juta atau -41.25% jika dibandingkan dengan tahun 2006 yang mencatat kerugian sebesar Rp 10.110 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya kenaikan Pendapatan Operasional – Bersih sebesar -194,02%. 1.2. NERACA A. AKTIVA Jumlah Aktiva Perseroan pada tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 2.486.371 juta dengan jumlah Aktiva Produktif – bersih sebesar Rp 2.211.268 juta atau turun 4,24% dari Rp 2.314.386 juta. Jumlah Aktiva Perseroan pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp 2.578.439 juta, turun sebesar Rp 394.210 juta atau 13,26% jika dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2007 yang sebesar Rp 2.973.127 juta. Penurunan tersebut terutama karena adanya penurunan Surat Berharga - bersih sebesar Rp 404.704 juta atau 61,28%, yaitu menjadi Rp 255.672 juta, dari posisi pada akhir tahun 2007 berjumlah Rp 660.375 juta. Aktiva Produktif - bersih mengalami penurunan sebesar Rp 333.589 juta atau 12,62%, yaitu menjadi Rp 2.309.399 juta dari Rp 2.642.989 juta. Jumlah Aktiva Perseroan pada tanggal 31 Desember 2007 adalah sebesar Rp 2.973.127 juta, turun sebesar Rp 37.476 juta atau 1,24% jika dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2006 yang sebesar Rp 3.010.606 juta. Penurunan tersebut terutama karena adanya penurunan Kredit yang Diberikan - bersih sebesar Rp 79.940 juta atau 4,08%, yaitu menjadi Rp 1.879.614 juta, dari posisi pada akhir tahun 2006 berjumlah Rp 1.959.554 juta. B. KEWAJIBAN Jumlah kewajiban Perseroan per tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 2.248.804 juta. Jumlah simpanan Deposito Berjangka pada tanggal tersebut adalah Rp 1.658.589 juta. Jumlah kewajiban Perseroan per tanggal 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp 2.346.800 juta. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar Rp 390.384 juta atau 14,25% dibandingkan dengan posisi per tanggal 31 Desember 2007 sebesar Rp 2.737.662 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya simpanan Deposito Berjangka sebesar Rp 320.528 juta (turun 15,68%) menjadi Rp 1.723.837 juta dari posisi Rp 2.044.365 juta pada tahun sebelumnya. Jumlah kewajiban Perseroan per tanggal 31 Desember 2007 adalah sebesar Rp 2.737.662 juta. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar Rp 31.540 juta atau 1,14% dibandingkan dengan posisi per tanggal 31 Desember 2006 sebesar Rp 2.769.202 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya simpanan Deposito Berjangka sesuai dengan kebijakan Perseroan, dimana sebaliknya terjadi kenaikan simpanan retail yaitu Tabungan menjadi Rp 120.568 juta (naik 89,00%) dari posisi Rp 63.792 juta pada tahun sebelumnya.

PT. BANK AGRONIAGA Tbk.

16

C. EKUITAS Jumlah Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Mei 2009 adalah sebesar Rp 237.567 juta , yang terutama terdiri dari Modal Ditempatkan dan Disetor sebesar Rp 241.306 juta (naik 1,50% akibat Penambahan Modal Tanpa HMETD). Saldo rugi mengalami kenaikan menjadi Rp (14.245) juta karena masih dalam periode 5 bulan. Jumlah Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp 231.639 juta. Ekuitas Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp 3.826 juta atau 1.62% dibandingkan posisi per tanggal 31 Desember 2007 yang sebesar Rp 235.465 juta, meskipun Rugi bersih membaik. Posisi saldo rugi membaik dari Rp (6.601) juta menjadi Rp (5.128) juta, sedangkan Cadangan Umum turun dari Rp 6.348 juta menjadi Rp 1.049 juta. Jumlah Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2007 adalah sebesar Rp 235.465 juta, yang terutama terdiri dari Modal Ditempatkan dan Disetor sebesar Rp 234.906 juta. Ekuitas Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp 5.938 juta atau 2,46% dibandingkan posisi per tanggal 31 Desember 2006 yang sebesar Rp 241.403 juta akibat menderita kerugian.
dalam jutaan Rupiah

Aktiva Kewajiban dan Ekuitas
3.500.000 3.000.000 2.500.000 2.000.000 1.500.000 1.000.000 500.000 31 Des 07 31 Dese 08 31 Mei 09 235.465 231.639 237.567 2.973.127 2.737.662 2.578.439 2.346.800 2.486.371 2.248.804

Aktiva

Kewajiban

Ekuitas

3.

PRINSIP-PRINSIP PERBANKAN YANG SEHAT

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, kondisi kesehatan perbankan selalu dimonitor oleh Bank Indonesia. Salah satu prinsip kesehatan yang perlu diperhatikan oleh manajemen bank adalah CAMEL yang terdiri dari Capital Adequacy, Asset Quality, Management, Earnings Sustainability dan Liquidity. 3.1. Kecukupan Modal (Capital Adequacy) Capital Adequacy Ratio (CAR) atau Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) merupakan salah satu indikator untuk mengetahui perkembangan usaha bank. Dengan tingkat CAR yang lebih tinggi dari ketentuan minimum, berarti bank tersebut mampu mengembangkan usaha lebih baik. Bank Indonesia menetapkan rasio kecukupan modal sampai akhir tahun 1998 adalah sebesar 4% dan sejak akhir bulan Desember 2001 adalah sebesar 8%. Posisi CAR Perseroan pada tanggal 31 Mei 2009, 31 Desember 2008, 2007 dan 2006 masing-masing berada pada tingkat 13,14%, 12, 46%, 17,27% dan 15,03% (dengan memperhitungkan resiko pasar). Pada tanggal 29 September 2003 Bank Indonesia mengeluarkan Surat Edaran No. 5/23/DPNP dimana terhitung akhir bulan Desember 2003, Bank wajib menghitung rasio CAR dengan
PT. BANK AGRONIAGA Tbk. 17

564 1.531 424 119.00 2007 Jumlah 2.070 2.27 0.41 12.93 1.72 17. risiko kredit.30) 283.36 0.02 4.650 8. dalam jutaan Rupiah 31 Mei 2009 31 Desember 2008 2007 Kurang Lancar Diragukan Macet Total NPL NPL (Gross) NPL (Net) 1.01 (0.05% 4.597 2.911 127.67% 3.862 3.3.14 % 231. sehingga apabila terdapat perubahan ketentuan dalam perbankan Indonesia.552 6.01 4.98 100.37 0.320 77. Kualitas Aktiva Produktif (Asset Quality) Tabel di bawah ini menunjukkan perkembangan Kualitas Aktiva Produktif Perseroan per 31 Mei 2009.879 4.19 0.57 0. 3.50 (0.357.27% Perseroan akan selalu memenuhi ketentuan Bank Indonesia termasuk dalam bidang permodalan.318 13.54 100. risiko pasar.680 1.92% 3.487.166 2.399 79.27 13.120 % 95. BANK AGRONIAGA Tbk.887 113.58 28.400.200 2.00 Tabel di bawah ini menunjukkan perkembangan Non Performing Loan (NPL) per 31 Mei 2009.312. Oleh karena itu Perseroan merupakan bank yang sehat dengan rasio CAR yang telah melebihi ketentuan Bank Indonesia. 31 Desember 2008 dan 2007 (dengan memperhitungkan pasar).12 4.849 % 94.54% 4.776.06 0.407.597 121.550 88.550 2.580 403 125.68 (0.643. risiko operasional.00 31 Desember 2008 Jumlah 2.11 2.59% 1.13 0. Perseroan berusaha menekan berbagai risiko yang dapat timbul dari kegiatan operasi perbankan termasuk pula risiko atas kredit yang telah diberikan dengan selalu berpegang teguh pada prinsip prudential banking dalam setiap kebijakannya dengan selalu memperhatikan peraturan-peraturan yang dikeluarkan PT. Manajemen Penilaian terhadap manajemen risiko meliputi kualitas manajemen risiko.531 424 119.46% 239.887 113. risiko pemilik dan pengurus.644.869 5.22 45. dalam jutaan Rupiah 31 Mei 2009 Lancar Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet Total Aktiva Produktif Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif Total Aktiva Produktif – Bersih Jumlah 2.06 0.memperhitungkan resiko pasar (market risk).30) 259.79 2.55 100.166 120. 18 . risiko hukum.72 24.480 % 94. Dalam mengikuti petunjuk tersebut di atas maka Perseroan telah dapat memenuhi kewajiban rasio kecukupan modal (CAR) yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia selama ini.816 2.085.911 2.265.2.30) 266.18% 3.816 2.580 403 125. Tabel dibawah ini menunjukkan modal dan rasio kecukupan modal (CAR) Perseroan pada tanggal 31 Mei 2009.78 0. 31 Desember 2008 dan 2007. 31 Desember 2008 dan 2007. manajemen akan segera menyusun perencanaan untuk memenuhi ketentuan tersebut serta memperhatikan peraturan pasar modal. dalam jutaan Rupiah 31 Mei 2009 31 Desember 2008 2007 Modal Modal inti Modal pelengkap Dikurangi: Penyertaan Jumlah Modal Aset Tertimbang Menurut Risiko CAR 241.699.894 6.025.

000. 19 . Dalam hal pemberian fasilitas kredit diluar kewenangan Komite Kredit maka Komite Kredit diharuskan meminta persetujuan dari Direktur yang membidangi dan/atau Direktur Utama.oleh Bank Indonesia. Disamping itu. Perseroan juga membentuk beberapa Komite untuk mengkaji dan membahas kinerja Perseroan serta kebijakan – kebijakan yang dari waktu ke waktu perlu dievaluasi. agar dalam pengembangan produk dan jalur distribusi dilakukan dengan biaya yang efisien juga pengembangan tersebut dapat diimplementasikan dan dipasarkan serta melakukan evaluasi sebelum memutuskan apakah suatu produk harus dihentikan atau dikembangkan.000 (satu milyar Rupiah). BANK AGRONIAGA Tbk. rekrutmen dan pengembangan karyawan dan termasuk sanksi-sanksi yang diterapkan atas pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan. yang antara lain adalah : a. merumuskan peraturan mengenai promosi dan mutasi. jenis kredit yang diprioritaskan serta segmen/ sektor usaha yang dipandang potensial. likuiditas. dan suku bunga dana dan kredit • Merekomendasikan ke Direksi untuk penetapan kebijakan asset dan kewajiban (Assets & Liabilities) dalam hal pemasaran produk. Tugas dan tanggung jawab dari Komite ALCO antara lain adalah : • Memantau situasi dan kondisi makro perekonomian dan moneter nasional serta perkembangan perbankan nasional • Memantau kinerja perbankan nasional yang bersumber dari data yang diterbitkan oleh Bank Indonesia.000. target pendanaan dan kredit. maka Manajemen melakukan koordinasi dengan bagian-bagian terkait. kepegawaian. biaya dan rencana kerja PT. Komite Kredit Kantor Pusat Perseroan membentuk Komite Kredit berdasarkan pertimbangan bahwa resiko yang terdapat dalam pemberian kredit harus diusahakan seminimal mungkin melalui penyaringan dan keputusan oleh suatu komite yang bersifat independen. Manajemen melalui Bagian Teknologi Informasi secara periodik menentukan arah serta rencana anggaran. seperti kebijakan perkreditan. untuk mengkaji dan membahas kinerja Perseroan serta kebijakan-kebijakan. • Memantau perkembangan produk perbankan. Komite ALCO Dalam rangka pengembangan aset dan kewajiban (Assets & Liabilities) bank yang dinamis. Dalam hal kebijakan perkreditan selama ini. Kebijakan kredit ini diperlukan untuk menentukan segmen pasar yang menjadi fokus Perseroan dalam melakukan pelemparan kredit. Perseroan membentuk Komite ALCO yang berfungsi membantu Direksi dalam proses perencanaan. Sedangkan untuk pengembangan teknologi informasi. Dalam bidang pemasaran. Perseroan juga sangat memperhatikan kesejahteraan karyawan. Selain itu. sehingga Manajemen melakukan koordinasi menyangkut karyawan atau kepegawaian untuk merumuskan peraturan mengenai remunerasi dan benefit. Manajemen merumuskan kebijakan pengembangan produk dan jalur distribusi dan memastikan bahwa pengembangan produk telah sesuai dengan visi Perseroan. Manajemen mendapatkan masukan dari Komite Kredit ditambah Kepala Bagian Kredit Kantor Pusat. untuk mengawasi jalannya kegiatan usaha Perseroan dalam rangka mempertahankan kesehatan Perseroan. b. tingkat solvabilitas dan pencapaian Net Interest Margin (NIM) yang optimal. dan teknologi informasi. Tugas dari Komite Kredit antara lain adalah mengevaluasi dan menyetujui atau menolak usulan pemberian fasilitas kredit langsung/tidak langsung sampai dengan nominal Rp 1. pengelolaan dan penetapan kebijakan dalam Assets & Liabilities Management. • Peninjauan kembali (review) target dan/atau penetapan suku bunga (range of pricing) untuk pembiayaan aset dan kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang.

Tabungan dan Deposito Berjangka. Oleh karena itu. Imbal Hasil Ekuitas Rata-rata pada tahun 2008 mengalami perbaikan karena rugi bersih tahun tersebut sebesar Rp (3. Bank diwajibkan untuk mempunyai Giro Wajib Minimum di Bank Indonesia sebesar 5% dari jumlah kewajibannya kepada pihak ketiga yang terdiri dari Giro. Sedangkan biaya-biaya yang menjadi beban Perseroan adalah akibat dari penempatan dana dari pihak ketiga berupa Giro. Imbal Hasil Aktiva Rata–rata Perseroan untuk periode 5 bulan yang berakhir 31 Mei 2009 dan tahun–tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar -0. Selain itu Perseroan mengembangkan produk dan jasa layanan transaksi yang dapat meningkatkan pendapatan komisi.826) juta membaik jika dibandingkan dengan tahun 2007 yang rugi sebesar Rp (5. yang diukur dari perbandingan antara laba bersih dalam satu periode dengan rata–rata jumlah aktiva. Sumber Pendapatan Perseroan berasal dari pendapatan bunga dan komisi atas jasa-jasa perbankan yang dimiliki Perseroan. -1. 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut : PT.64% dan -2. Berdasarkan data Perseroan. Tingkat rentabilitas Perseroan antara lain dapat diukur dengan : a. Rentabilitas (Earnings Sustainability) Pendapatan Perseroan terutama berasal dari pendapatan bunga yang sangat dipengaruhi oleh kualitas aktiva produktif yang dimiliki oleh Perseroan. Perseroan dalam jajaran pejabat senior juga ditunjang oleh orang-orang yang memiliki kapabilitas serta pengalaman luas dalam industri perbankan dan keuangan. yang diukur dari perbandingan antara laba bersih selama satu periode dengan rata–rata jumlah modal sendiri.43%.56%. 20 . Likuiditas (Liquidity) Likuditas perbankan antara lain diukur berdasarkan tingkat Giro Wajib Minimum (GWM) yang dipertahankan Perseroan. -0. kondisi dihitung hanya 5 bulan operasional. 3. Perseroan dalam mengelola aktiva produktif yang dimiliki selalu mengacu pada prinsip kehati-hatian (Prudent Banking). Sesuai dengan bidang usahanya dalam bidang perbankan. Untuk tahun 2009. Imbal Hasil Ekuitas Rata–Rata Imbal Hasil Ekuitas Rata–rata atau Return on Average Equity (ROAE) adalah kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih dari modal sendiri yang ditanamkan. b.4.939) juta. dan Maturity Gap. Sedangkan untuk periode 5 bulan tahun 2009 tidak dibandingkan karena hanya 5 bulan operasional. Rasio Pinjaman terhadap Dana Pihak Ketiga dan Modal (Loan to Deposit Ratio). Imbal Hasil Ekuitas Rata–rata Perseroan untuk periode 5 bulan yang berakhir 31 Mei 2009 dan tahun–tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar -4. Imbal Hasil Aktiva Rata-rata pada tahun 2008 mengalami perbaikan terutama karena rugi bersih sebesar Rp (3. Imbal Hasil Aktiva Rata–Rata Imbal Hasil Aktiva Rata–Rata atau Return on Average Asset (ROAA) adalah kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih dari aktiva yang dimiliki. BANK AGRONIAGA Tbk.939) juta.14% dan -0.826) juta membaik dibanding rugi bersih tahun 2007 Rp (5.49%. Perseroan berusaha untuk mempertahankan adanya positive spread bagi Perseroan. 3.20%.5. Perseroan memiliki manajemen yang ditunjang oleh para anggota Direksi Perseroan dan diawasi oleh jajaran anggota Komisaris Perseroan yang telah berpengalaman di bidang perbankan.dalam hal sistem teknologi informasi sesuai dengan pengembangan usaha Perseroan. Tabungan dan Deposito serta kewajiban – kewajiban segera lainnya. Saldo Giro pada Bank Indonesia dan rasionya terhadap jumlah dana pihak ketiga per 31 Mei 2009. Berdasarkan data Perseroan.

083) (1.591 414.765 124. diimbangi dengan upaya perkembangan penghimpunan dana pihak ketiga.000 1.853 1.342) (76.227. Mengupayakan deposito yang berjangka waktu lebih dari 3 bulan (6–12 bulan).053 7.286 6.933 7.204.269 237.915 0 Usaha-usaha yang akan dilakukan Bank dalam mengatasi perbedaan jatuh tempo aktiva dan kewajiban (maturity gap) yang ada.178.07% 31 Desember 2008 111.606) (920.475 39.555) (920. dimana Bank Indonesia menentukan posisi dibawah 110%.223 110.061.891 104.231 2.046 5.591 2.380 63.717 159. 21 PT.444 48.02%.31 Mei 2009 Giro pada Bank Indonesia Rasio terhadap Dana Pihak Ketiga 104. Namun pada kenyataannya Perseroan mempunyai kendala pada sumber pendanaannya yang lebih banyak pada pendanaan yang sifatnya jangka pendek (satu bulan).388 5.106 23.055 273.984 1. sehingga sisi penempatan dana yang dengan jangka waktu diatas 1 tahun tidak dapat dipenuhi oleh sumber dananya.391 9.711 298 298 345. 31 Desember 2008 dan 2007 yaitu sebesar 96.656 104.349 875.211 268.968 11.388 5.223 19.689) 407.269 305. .822 (243.369 23.656 104. BANK AGRONIAGA Tbk.349 120.102.907 (221.856 39.280 412.742 69.856 40.798 124.463 347.167 0 122.380 40.779 48.167 344.586 903.10%.120 1.965.388 339.236) (1.779 1.248.042 326. Dengan adanya pemantauan dan pengaturan pada maturity gap.369 359.796) 5.10% 2007 204.835 378.018 1.298.606) 347.786 (817.44% dan 77. 94.242 2.691 8.711 122.138.888 (13.531 157. karena bila rasio LDR terlalu kecil berarti Perseroan belum dapat menjalankan fungsi intermediasi di bidang keuangan.286 6.058.531 43.009 30. Hal ini terlihat dari posisi LDR Perseroan pada tanggal 31 Mei 2009.711 (55.391 21.537 4.280.000 61.106 336.460 1.335 325.376 344.606 56.765 250 1.454) 1. Ekspansi kredit tetap dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian.01% Dalam menjalankan operasinya.574. Berikut ini adalah tabel analisa jatuh tempo aktiva produktif dan kewajiban berbunga (maturity gap) : Jatuh Tempo >3-12 Bulan 0-1 Bulan AKTIVA Aktiva Produktif (Earning Assets) Giro pada Bank Lain Penempatan pada Bank Lain Surat Berharga Kredit yang diberikan Jumlah Aktiva Produktif (A1) Aktiva lainnya tidak berbunga Kas Giro pada Bank Indonesia Lain-lain Jumlah Aktiva Lainnya (A2) Jumlah Aktiva Rupiah (A) KEWAJIBAN Kewajiban (Interest Bearing Liabilities) Giro Tabungan Deposito Berjangka Simpanan dari bank lain Pinjaman Yang Diterima Jumlah kewajiban berbunga (B1) Kewajiban lainnya tidak berbunga Kewajiban Segera Lainnya Kewajiban Akseptasi Kewajiban Lain – Lain Jumlah Kewajiban Lainnya Tidak Berbunga (B2) Jumlah Kewajiban Rupiah (B) Selisih (A-B) Rupiah Akumulasi selisih (A-B) Rupiah Selisih (A1-B1) Rupiah Akumulasi selisih (A1-B1) Rupiah >1-3 Bulan >1-5 Tahun >5 Tahun Jumlah 30.703) 119.335 1.537 119. atau dengan kata lain Perseroan membiayai penyaluran dana jangka menengah keatas melalui sumber dana jangka pendek.283 903.355.681 2.840 4.178. Perseroan mengharapkan peningkatan kredit yang bersifat realistik dan konservatif untuk mengantisipasi agar tingkat Loan to Deposit Ratio (“LDR”) tetap dalam kriteria sehat berdasarkan peraturan Bank Indonesia.106) (284.989 2.621 326. antara lain dengan cara sebagai berikut: • • Pembentukan unit kerja khusus yang bertugas untuk mengerahkan sumber dana sektor retail.067 2.000 329.555) (817.798 4.271 7.014) (1.327 11. Perseroan telah berusaha agar tidak terjadi mismatch antara kewajiban yang jatuh tempo dengan jumlah aktiva yang jatuh tempo pada suatu periode yang sama.116.463 359 359 347.915 268. Perseroan terus berupaya untuk mengoptimumkan rasio LDR.531 5.551) (1.904 538.891 40.300.

Kekayaan Perseroan sebagian besar merupakan aktiva produktif yang memiliki kemampuan menghasilkan pendapatan guna memenuhi kewajiban – kewajibannya. 31 Desember 2008 dan 2007 menunjukkan angka yang relatif stabil dan masih mengindikasikan tingkat kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya dengan cukup baik.7.08%. Sedangkan BMPK untuk pihak yang terkait ditetapkan sebesar 10% dari modal Bank.60%. 12. Sedangkan pada posisi 31 Mei 2009 sebesar 75.• Melakukan personal approach secara intensif kepada para key person di deposan-deposan utama untuk meningkatkan dana yang ditempatkannya dan tidak memindahkannya ke bank lain. yakni antara lain dapat dilihat dari rasio-rasio sebagai berikut : • Jumlah kewajiban terhadap jumlah aktiva selalu berada di bawah 100%.14%. 3. Melambatnya pertumbuhan ekonomi domestik sebagai dampak dari krisis keuangan global akan semakin terlihat pada tahun 2009. Krisis tersebut telah memberi tekanan yang sangat berat terhadap makro ekonomi dan sektor keuangan nasional.46% dan 17. dan 92. Jumlah kredit yang diberikan – bersih terhadap jumlah aktiva mengalami kenaikan. Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) Batas Maksimum Pemberian Kredit (“BMPK”) adalah persentase perbandingan batas maksimum penyediaan dana atau pemberian pinjaman yang diperkenankan terhadap modal bank. Solvabilitas Secara umum rasio – rasio solvabilitas pada posisi 31 Mei 2009. Perseroan hingga saat ini tidak pernah melakukan pelanggaran terhadap BMPK yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/3/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 dimana pemberian kredit untuk pihak tidak terkait atau pihak lain maksimum adalah : a.25% pada 31 Desember 2008 dari 63. 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebesar 13. CAR Perseroan pada 31 Mei 2009. • Di sisi lain dalam membentuk aktiva produktif Perseroan tetap memelihara tingkat rasio permodalan (CAR) yang aman dan jauh diatas ketentuan CAR minimum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 8%. Namun pada triwulan ketiga tahun 2008 krisis Suprime mortgage telah mengakibatkan gejolak ekonomi global.90%. dengan pertumbuhan ekonomi terus meningkat dan laju inflasi cenderung menurun. Walaupun laju ekonomi masih didominasi pertumbuhan konsumsi tetapi pertumbuhan investasi juga mencapai pertumbuhan yang baik. 90. b. maka akan semakin PT. 25% dari modal untuk satu kelompok peminjam. BANK AGRONIAGA Tbk. 20% dari modal untuk satu peminjam. 31 Desember 2008 dan 2007 masing-masing sebesar 90.38%. Apalagi dengan kondisi ekonomi likuiditas yang masih ketat. 3. KONDISI PERBANKAN DI INDONESIA Ekonomi nasional dalam beberapa tahun ini berkembang cukup baik. yakni pada 31 Mei 2009. yaitu menjadi 76. 4. Bank sebagai lembaga intermediasi dan sebagai "follow the business " pasti terkena dampak langsung dari penurunan aktivitas sektor riil sehingga pertumbuhan kredit akan mengalami perlambatan.27% (memperhitungkan risiko pasar). Tingkat konsumsi masyarakat diperkirakan akan menurun sehingga berpengaruh pada menyusutnya sisi permintaan dan pada akhirnya akan menurunkan tingkat produksi industri. 22 .6.22% pada 31 Desember 2007. Hal ini menunjukkan setiap kewajiban Perseroan dijamin dengan kekayaan yang dimiliki Perseroan melebihi jumlah kewajibannya.

jasa dan karyawan. Indonesia masih mengalami pertumbuhan ekonomi seperti halnya beberapa negara Asia lain yaitu Cina dan India yang dampak krisis tersebut tidak terlalu besar. Sasaran penting jangka pendek lainnya adalah memelihara tingkat kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) agar tidak lebih dari 5% (net) terhadap total portofolio kredit Perseroan. maka Perseroan optimis bahwa pada tahun 2009. Komposisi DPK masih didominasi oleh deposito. Dengan kekuatan Perseroan di segmen captive market. BUMN/BUMD. total KYD selama tahun 2009 dapat tumbuh dengan tingkat yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk deposito. 3. BANK AGRONIAGA Tbk. konstruksi dan pertambangan. pensiunan dan rekanannya. dengan tingkat inflasi 2. yayasan dan koperasi.75% (y-o-y) pada kuartal ketiga tahun 2009. Sasaran utama penyaluran kredit meliputi sektor pertanian dengan mengutamakan perkebunan yang mencakup kegiatan industri pengolahan.memberikan tekanan pada sisi kredit. Dari jumlah tersebut sekitar 65%-nya dialokasikan pada sektor agrobisnis dan 35% selebihnya pada sektor lainnya. dana pensiun. serta kondisi politik dan keamanan yang baik membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 4%. jasa. namun demikian pertumbuhan tersebut akan sangat selektif terkait dengan berbagai peristiwa yang berkaitan dengan permasalahan di beberapa lembaga keuangan yang berpotensi meningkatkan persepsi risiko dalam masyarakat. Sementara itu DPK tahun 2009 diharapkan dapat tumbuh lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.67%. PT. Sektor agribisnis yang merupakan segmen utama dari Emiten mencatat bahwa harga komoditas CPO pada tahun 2008 lalu sempat mencatat rekor tertinggi hingga $1100 /metric ton pada bulan Maret 2008. 5. Demikian pula pelaksanaan Pemilihan Umum yang berlangsung lancar. PROSPEK USAHA Meskipun terkena dampak krisis ekonomi global karena runtuhnya sistem keuangan dunia akibat krisis subprime kredit perumahan di AS pada semester kedua tahun 2008.05%. NPL (net) dari tahun 2007 hingga Mei 2009 menunjukkan perbaikan dari 4. 23 . serta sektor-sektor lainnya seperti perdagangan umum. yaitu yang berhubungan dengan kegiatan agrobisnis terutama yang dilakukan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) karyawan. Di sisi lain. dan kini sudah pulih dengan harga $685/ MT pada Agustus 2009 (naik 71% dari kondisi terendah yaitu bulan Juni 2006 yang mencatat $400/ MT). namun simpanan dari sektor retail yaitu simpanan Tabungan akan meningkat baik dari jumlah penabung atau nilai nominalnya. pasar yang akan dituju meliputi korporasi/institusi. perusahaan swasta tertentu. asuransi. UMKM.59% (2008) menjadi 3. industri manufaktur. perkembangan jumlah dana dengan suku bunga yang relatif tinggi diperkirakan akan meningkat. multifinance / konsumer. namun terhempas karena krisis global hingga terendah mencapai $430 /MT pada bulan November 2008. perdagangan.

Di sisi lain penempatan dana khususnya dalam bentuk kredit bersifat jangka lebih panjang dan tidak dapat sewaktu-waktu diminta untuk dilunasi sehingga Perseroan akan mengalami masalah likuiditas yang berdampak terhadap kelangsungan kegiatan usaha Perseroan. yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat kolektibilitas dan pendapatan Perseroan. Perseroan juga harus menambah jumlah penyisihan penghapusan aktiva yang pada akhirnya akan berdampak kepada kinerja Perseroan. 24 . Risiko-risiko yang dihadapi oleh Perseroan adalah sebagai berikut : 1. Di samping itu risiko ini dapat mempengaruhi likuiditas Bank sehingga mengakibatkan Bank berupaya untuk mencari sumber dana baru yang lebih mahal dimana hal ini akan menurunkan kinerja Perseroan. 3. Risiko suku bunga timbul karena adanya perbedaan suku bunga (repricing gap) antara dana pihak ketiga yang diambil dengan penempatan yang dijalankan oleh Bank meliputi kredit. Selain hal tersebut. Risiko ini bisa timbul dari berbagai lini bisnis seperti kredit. RISIKO KREDIT Risiko kredit yang dihadapi Perseroan adalah apabila debitur/counterparty tidak mampu untuk membayar kembali baik pokok maupun bunganya. Risiko nilai tukar valuta asing timbul karena Perseroan memegang mata uang asing lainnya sebagai salah satu usaha yang dijalankan oleh Perseroan. sedangkan suku bunga penempatan tidak dapat serta merta meningkat. kegagalan sistem dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha dari Perseroan. masalah pembukuan dan pelaporan serta kemungkinan timbulnya risiko lain seperti risiko hukum dan reputasi. RISIKO LIKUIDITAS Risiko likuiditas merupakan risiko yang disebabkan ketidakmampuan Perseroan untuk menyelesaikan kewajiban pada saat jatuh tempo. Hal ini timbul akibat adanya kesenjangan jumlah dan jangka waktu antara sumber pendanaan yang umumnya berjangka pendek dengan penempatan (aktiva) yang umumnya berjangka panjang. kesalahan manusia. treasuri dan investasi serta pembiayaan perdagangan. termasuk juga transaksi derivatif. Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko usaha Perseroan antara lain meliputi penghimpunan dana masyarakat dan pemberian pinjaman. Kondisi ini akan mempengaruhi kinerja Perseroan apabila terjadi suatu perubahan yang mendadak pada suku bunga di pasar yang secara langsung akan meningkatkan suku bunga dana. 4.V. 2. Pelaksanaan kegiatan tersebut dapat mengakibatkan timbulnya dampak yang positif ataupun negatif bagi kelangsungan usaha Perseroan. RISIKO USAHA Dalam menjalankan kegiatan usahanya. sehingga adanya perubahan nilai tukar mata uang asing akan secara langsung mempengaruhi kinerja Perseroan. Sebagaimana umumnya bahwa sumber pendanaan bersifat jangka pendek. penempatan antarbank serta investasi lainnya. BANK AGRONIAGA Tbk. Risiko ini akan semakin tinggi apabila pemberian kredit dalam jumlah yang signifikan terkonsentrasi pada sekelompok perusahaan atau industri tertentu. Dalam hal ini kondisi tersebut dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat sehingga berdampak pada kesulitan dalam menghimpun pendanaan dan pada akhirnya dapat menurunkan kinerja usaha Perseroan. sehingga apabila dana pihak ketiga sebagai sumber dana Perseroan tidak diperpanjang (roll over) dan terjadinya penarikan dana dalam jumlah yang signifikan pada waktu yang serentak maka akan mempengaruhi kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban pada saat jatuh tempo. PT. Apabila hal-hal tersebut tidak berjalan dengan semestinya maka dapat mempengaruhi kinerja Perseroan dalam berbagai aktivitas seperti tingkat pelayanan jasa transaksi perbankan. RISIKO PASAR Risiko pasar timbul karena adanya pergerakan dari variabel pasar dalam portofolio yang dimiliki Bank yang dapat menimbulkan kerugian pada Bank. Variabel pasar ini adalah suku bunga dan nilai tukar. RISIKO OPERASIONAL Risiko operasional merupakan risiko yang disebabkan karena ketidakcukupan dan atau terjadinya kegagalan dari proses internal.

Hal ini akan mengakibatkan terjadinya deviasi dari sasaran yang telah ditetapkan oleh Perseroan sehingga diperlukan adanya penyesuaian kembali atas target yang telah ditetapkan sebelumnya. Bank mempunyai banyak sekali peraturan dan ketentuan yang harus dipenuhi. Semakin banyak risiko hukum yang terjadi pada Perseroan akan meningkatkan biaya dari Perseroan dan mempengaruhi reputasi Perseroan yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja Perseroan.5. RISIKO REPUTASI Risiko reputasi timbul karena adanya publikasi negatif terhadap jalannya operasi Perseroan atau adanya persepsi yang negatif terhadap Perseroan. BANK AGRONIAGA Tbk. Ketidakmampuan untuk memenuhi peraturan dan ketentuan dapat berakibat timbulnya denda dalam bentuk finansial bahkan dicabutnya ijin Peseroan. tetapi juga karena adanya tuntutan puhak lain akibat adanya transaksi operasional Perseroan yang tidak dapat memenuhi kepuasan nasabah. lemahnya pengambilan keputusan bisnis dan kurang responsnya terhadap perubahan eksternal. 25 . PT. Risiko ini tidak hanya timbul dalam aktivitas penyaluran kredit saja. Sebagai institusi yang sangat diregulasi. 6. 8. Hal ini akan mempengaruhi reputasi Perseroan yang pada akhirnya akan menurunkan tingkat kepercayaan nasabah kepada Perseroan. RISIKO KEPATUHAN Risiko kepatuhan timbul karena kegagalan Perseroan dalam memenuhi atau mengimplementasi ketentuan hukum dan perundangan. kurangnya pemenuhan terhadap hukum dan perundangan seperti kegagalan dalam memenuhi persyaratan hukum atau kontrak serta kelemahan dalam sisi jaminan. RISIKO HUKUM Risiko hukum merupakan risiko yang timbul karena lemahnya posisi hukum akibat adanya tindakan hukum. RISIKO STRATEGIK Risiko strategik timbul karena lemahnya penyusunan dan implementasi strategi. 7. Adanya ketidakpuasan dari nasabah terhadap tingkat pelayanan Bank baik secara langsung maupun melalui media lainnya akan meningkatkan komplain dari nasabah yang akan disampaikan melalui media massa.

26 . BANK AGRONIAGA Tbk. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank setelah perubahan adalah sebagai berikut : Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Independen Komisaris Independen Dewan Direksi Direktur Utama Direktur Operasional Direktur Kepatuhan : Kemas Muhammad Arief *) : Sjahfiri Gaffar : Lisa Andhani Wardhana : Roswita Nilakurnia *) : Joseph Siswanto : H.VI.S Sutomo Sunartadirja *) efektif setelah mendapat persetujuan Bank Indonesia PT. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 29 Juni 2009 telah dilakukan pengangkatan Bapak Kemas Muhammad Arief sebagai Direktur Utama dan Ibu Roswita Nilakurnia sebagai Komisaris Utama.

. 95 tanggal 27 Nopember 2002 j... PT.01-TH. Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.2002 tanggal 24 Desember 2002 dan telah diterima sebagai Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar sesuai dengan surat Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia No. Notaris di Jakarta. C-00544 HT. Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan. S.01.HT. Notaris di Jakarta (selanjutnya disebut “Akta Pendirian”) yang diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. BANK AGRONIAGA Tbk. 27 tanggal 23 Oktober 1989 dibuat di hadapan Raden Soekarsono. 04/Dir.04. Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Agroniaga Tbk. keduanya dibuat di hadapan Siti Rayhana. 2484/1989 dan 2485/1989 pada tanggal 3 Nopember 1989 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 2/27/PBI/2000 tentang Bank Umum. Notaris di Jakarta (selanjutnya disebut “Akta Perubahan”).H.H.01/I/2003 tanggal 3 Januari 2003. 9/2003 tanggal 31 Januari 2003. 1347/KMK. C2-10019.GBI/2006 tanggal 8 Mei 2006. 612/Dir. 96 tanggal 1 Desember 1989. keduanya dibuat di hadapan Martin Roestamy.03/XII/2002 tanggal 24 Desember 2002 perihal Laporan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan No. C-24779 HT. serta mengubah masa jabatan Direksi dan Komisaris Perseroan. 881/2003.Ay Mahyastoeti Notonagoro. No. 27 .013/1989 tanggal 11 Desember 1989 dan sebagai Bank Umum Devisa berdasarkan Keputusan Gubernur Bank Indonesia nomor 8/41/KEP. Rapat Umum Pemegang Saham memutuskan antara lain untuk memberikan kuasa baru kepada Direksi Perseroan untuk melakukan pernyataan pendaftaran di Bapepam sebagai Perusahaan Publik tanpa penawaran umum dan pencatatan di Bursa Efek di Indonesia dan melakukan pencatatan saham apabila Perseroan telah menetapkan akan mengeluarkan saham baru. S. kedua ijin tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkannya Surat Keputusan tersebut. 1 tanggal 2 Desember 2002. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal serta peraturan pelaksanaannya dengan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Agroniaga No. S. S.2003 tanggal 13 Januari 2003 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan dengan nomor TDP 090316538059 pada tanggal 29 Januari 2003. Tambahan Berita Negara No. Perseroan kemudian memperoleh ijin untuk beroperasi sebagai Bank Umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.01.VII.04. antara lain : Perseroan telah melakukan perubahan terhadap seluruh Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Undang-Undang No.TH.01. Perseroan memperoleh Surat Persetujuan Prinsip Pendirian PT Bank Agroniaga yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia melalui surat nomor S-242/MK. Notaris di Jakarta. 57 tanggal 30 April 2003. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No.TH. Untuk memenuhi ketentuan Pasal 18 Peraturan Bank Indonesia No. 56 tanggal 30 April 2003 j.H. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN 1. Notaris Pengganti dari B. dan dalam Tambahan Berita Negara No..H. telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.o.o. Akta Pendirian dan Akta Perubahan tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. S. 27 tanggal 27 September 1989 yang dibuat di hadapan Raden Soekarsono.13/1989 tanggal 27 Pebruari 1989 perihal Persetujuan Prinsip Pendirian PT Bank Agroniaga.89 tanggal 28 Oktober 1989 dan telah didaftarkan di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No. Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.H. 3303. akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. keputusan Rapat Umum Pemegang Saham di atas telah dilaporkan oleh Perseroan kepada Bank Indonesia sesuai dengan surat Perseroan No.R.01..

1.100.38059 dan nomor agenda pendaftaran 1190/RUB. 28 .09.500 Saham Biasa Atas Nama berdasarkan surat persetujuan pencatatan awal saham tambahan PT Bank Agroniaga Tbk dari PT Bursa Efek Surabaya dengan No. Mahyastoeti Notonagoro..043. S-757/PM/2005 tanggal 12 April 2005. Perseroan telah melakukan Pencatatan atas 99% (sembilan puluh sembilan persen) dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.01. Sebelum Penawaran Umum Terbatas III ini. sehingga meningkatkan modal ditempatkan dan disetor Perseroan menjadi 2.(dua ratus empat puluh satu milyar tiga ratus enam juta seratus lima belas ribu enam ratus Rupiah) sesuai dengan akta Pernyataan Keputusan Rapat nomor 51 tanggal 27 Maret 2009 dibuat dihadapan Siti Rayhana. S-1565/PM/2003 tanggal 30 Juni 2003. Perseroan juga telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas II Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sejumlah 513..R. Sarjana Hukum. atau sejumlah 1.514.235 (dua ratus tiga puluh lima Rupiah). tanggal 24 Juni 2009.03/VIII/2008 dan sedang dalam proses pengumuman dalam Berita Negara dan Tambahan Berita Negara. S-27/8/PM/2003 tanggal 7 Nopember 2003. pengganti dari B.115. pengganti dari B.600. BANK AGRONIAGA Tbk.000.09. Kemudian Perseroan melakukan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) oleh Dapenbun sebanyak 64.01. Berdasarkan surat Ketua BAPEPAM No.000 (satu miliar lima ratus empat belas juta empat puluh tiga ribu) Saham Biasa Atas Nama berdasarkan Surat Persetujuan Pencatatan Awal Saham PT Bank Agroniaga Tbk dari PT Bursa Efek Surabaya dengan No. dimana saham-saham Perseroan telah dicatatkan di Bursa Efek Surabaya pada tanggal 8 Agustus 2003. JKT-025/LIST-EMITEN/BES/IV/2005 tanggal 26 April 2005.(seratus rupiah) setiap saham pada tanggal 14 April 2005 kepada Ketua BAPEPAM. Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Terbatas II Tahun 2005 telah menjadi efektif. Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I Tahun 2003 telah menjadi efektif.R. Sarjana Hukum.(seratus Rupiah) dengan harga pelaksanaan sebesar Rp.867.65.000 (enam puluh empat juta) lembar saham dengan nilai nominal Rp. Notaris di Jakarta jo.Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik pada tanggal 21 Mei 2003 kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (“BAPEPAM”). Berdasarkan surat Ketua BAPEPAM No.156 (dua milyar empat ratus tiga belas juta enam puluh satu ribu seratus lima puluh enam) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. JKT-007/LIST/BES/VIII/2003 tanggal 7 Agustus 2003.413.AY. Sarjana Hukum. Selanjutnya Perseroan juga telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sejumlah 305. Sarjana Hukum.718.061.AH. Berdasarkan Surat Ketua BAPEPAM No. Notaris di Jakarta. telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan surat penerimaan pemberitahuan nomor AHU-AH. Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa nomor 12 tanggal 6 Maret 2009 dibuat oleh Siti Rayhana.306.AY.Tahun 2009..(seratus rupiah) setiap saham pada tanggal 9 Oktober 2003 kepada Ketua BAPEPAM. PT. Mahyastoeti Notonagoro.128 (lima ratus tiga belas juta delapan ratus lima puluh tujuh ribu seratus dua puluh delapan) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100. dan Kantor Pendaftaran Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 8 September 2009 dengan nomor TDP 09.241.857. sesuai dengan bukti pembayaran kepada Ditjend Administrasi Hukum UMum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia tanggal 19 Agustus 2009 melalui PT Bank Negara Indonesia.03.10-08578 tanggal 24 Juni 2009 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dibawah nomor AHU-0036535. Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik Perseroan telah menjadi Efektif. Selanjutnya Perseroan juga telah menyampaikan Pencatatan Saham yang timbul dari Pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PUT II) di di Bursa Efek Surabaya sejumlah 508.338 (tiga ratus lima juta delapan ratus enam puluh tujuh ribu tiga ratus tiga puluh delapan) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100.

2.169.000 (dua ratus lima puluh juta) saham.000. sehingga struktur modal dan komposisi pemilikan saham menjadi sebagai berikut: Modal Dasar : Rp 600. masingmasing saham bernilai nominal Rp 100.529. 94 tanggal 27 November 2002 j.000.01.000 61.(seratus rupiah).TH.000 14.000 30.690 (satu miliar lima ratus dua puluh sembilan juta tiga ratus tiga puluh enam ribu enam ratus sembilan puluh) saham yang masing-masing bernilai nominal Rp 100.000 (enam miliar) saham yang masing-masing bernilai nominal Rp 100.066.000 50. PT Dapenbun Nusantara 3.(enam ratus miliar rupiah) terbagi atas 6.03/XII/2002 tanggal 24 Desember 2002 perihal Laporan Perubahan Anggaran Dasar dan No.000 5.H.(enam ratus miliar rupiah).000 (enam miliar) saham.000 3.96 0.000. PT Jamsostek (Persero) 4.04.690 4. Tahun 2002 Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.000.000.000 447..000.000.486.000.000.000.000. S. S.000 934.. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN Perkembangan Kepemilikan Saham Perseroan mulai saat pendirian Perseroan sampai dengan diperolehnya pernyataan Efektif dari Bapepam atas Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik telah dimuat dalam Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik yang diterbitkan pada bulan Juli 2003.000.000.336. BANK AGRONIAGA Tbk. 881/2003.2002 tanggal 24 Desember 2002 dan telah diterima sebagai Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar sesuai dengan surat Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia No. S.27 1.01/I/2003 tanggal 3 Januari 2003.000 500.2003 tanggal 13 Januari 2003 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan dengan nomor TDP 090316538059 pada tanggal 29 Januari 2003.69 3. Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.H.000. Rapat menyetujui untuk meningkatkan modal dasar Perseroan dari sebesar Rp 250.(dua ratus lima puluh miliar rupiah) terbagi atas 250.(seratus rupiah).000.000. Perubahan struktur permodalan di atas telah dilaporkan Perseroan kepada Bank Indonesia sesuai dengan surat Perseroan No.000. Notaris Pengganti dari B.000 152.000.000. Berdasarkan Akta tersebut..000.000.529. Sehubungan dengan perubahan-perubahan Anggaran Dasar Perseroan tersebut di atas.669.(seratus lima puluh dua miliar sembilan ratus tiga puluh tiga juta enam ratus enam puluh sembilan ribu rupiah). terbagi atas 6..000.R.o.00 % Akta di atas telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No.331. C-24779 HT. 9/2003 tanggal 31 Januari 2003.. 94 tanggal 27 Nopember 2002 dibuat di hadapan Siti Rayhana.447.000 1. 612/Dir.98 100.000 50.. masing-masing saham bernilai nominal Rp 1. Notaris di Jakarta.000.Ay Mahyastoeti Notonagoro. Yayasan Sarana Wana Jaya 5.(seribu rupiah) menjadi sebesar Rp 600.000.933.01. 04/Dir.000.000. dan dalam Tambahan Berita Negara No.500. C-00544 HT.861. keduanya dibuat di hadapan Siti Rayhana.TH.000.(seratus rupiah). Dana Pensiun Perkebunan 2. disampaikan bahwa: 1... Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Rp 152.H.933.690 1.336. serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. Masyarakat degan kepemilikan di bawah 5 % Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel 6. Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Agroniaga No.663.01.000.000 93...000.04. komposisi kepemilikan pemegang saham menjadi sebagai berikut: Jumlah Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.10 32..310 Jumlah Nilai Nominal (Rp) 600. 29 .470. terbagi atas 1.475. Notaris PT.669. 1 tanggal 2 Desember 2002.

000.000 (tiga puluh juta) saham. 218/Dir-01/V/2003 tanggal 21 Mei 2003.01/X/2003 Perseroan juga telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sejumlah 305. 30 .Dana Pensiun Perkebunan.338 (tiga ratus lima juta delapan ratus enam puluh tujuh ribu tiga ratus tiga puluh delapan) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100. 473/Dir.. S.000. b.. Kepemilikan saham dalam Perseroan per tanggal 27 Nopember 2002 secara keseluruhan adalah sebagai berikut : .000. . adalah sebagai berikut : PT.PT Dapenbun Nusantara. .Yayasan Sarana Wana Jaya.000.. dengan nilai nominal atau sebesar Rp 3.867. sebanyak 14.486. Tahun 2003 Perseroan telah menyampaikan pendaftaran perusahaan publik kepada Bapepam dengan surat No.000 (sembilan ratus tiga puluh empat juta empat ratus tujuh puluh lima ribu) saham. Rapat menegaskan bahwa: a. S-27/8/PM/2003 tanggal 7 Nopember 2003 Dengan pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas I tersebut permodalan perseroan per tanggal 9 Desember 2003 yang dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Perseroan.(lima miliar rupiah).690 (empat belas juta delapan ratus enam puluh satu ribu enam ratus sembilan puluh) saham.(tiga miliar rupiah). dengan nilai nominal atau sebesar Rp 1..000 (lima ratus juta) saham. Kepemilikan saham dalam Perseroan oleh Koperasi dan Individu sejak pertama kali tercatat dalam Perseroan dan sampai saat ini adalah sejumlah 14.Pengganti dari B.169. Selanjutnya pada tanggal 9 Oktober 2003 dengan suratnya No. Berdasarkan Surat Pernyataan Perseroan dan Surat Pernyataan Pemegang Saham Pengendali Perseroan. sebanyak 50.000. dengan nilai nominal atau sebesar Rp 50.000.Kelompok Pemegang Saham Koperasi dan Individu.000. Notaris di Jakarta. . menegaskan bahwa Perseroan dan Para Pemegang Saham Pengendali Perseroan bertanggung jawab atas setiap dan seluruh klaim/gugatan pihak ketiga yang mungkin timbul dikemudian hari.447. dengan nilai nominal atau sebesar Rp 93..(lima puluh miliar rupiah).861. dengan nilai nominal atau sebesar Rp 5.R.(satu miliar empat ratus delapan puluh enam juta seratus enam puluh sembilan ribu rupiah). Pernyataan Pendaftaran termaksud telah mendapat pernyataan efektif dari Bapepam dengan No.(satu miliar empat ratus delapan puluh enam juta seratus enam puluh sembilan ribu rupiah). dengan nilai nominal atau sebesar Rp 1.. BANK AGRONIAGA Tbk.PT Jamsostek (Persero).169. .000.100.(seratus Rupiah) setiap saham.000 (lima puluh juta) saham. sebanyak 30.861.(sembilan puluh tiga miliar empat ratus empat puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah). keduanya tertanggal 27 Nopember 2002.H.000.AY. Pendaftaran perusahaan publik termaksud tidak disertai dengan penawaran umum saham sehingga permodalan perseroan tidak mengalami perubahan.500.475. sebanyak 934.486.000..(seratus rupiah) setiap saham dengan harga penawaran Rp. sebanyak 500..000.690 (empat belas juta delapan ratus enam puluh satu ribu enam ratus sembilan puluh) saham. dari setiap pihak dan semua pihak sehubungan dengan permasalahan yang menyangkut Anggaran Dasar dan perubahannya dimaksud. 2.000.000.000. Mahyastoeti Notonagoro..000.

479.H.795.13 1. Yayasan Sarana Wana Jaya 5. akta mana telah diterima sebagai Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar sesuai dengan surat Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia C-18072HT.000.000.800 416.H.000 3.326.000.921.800 234.74 100.. 105.593.349.000 30.828.000. terjadi peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Perseroan yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas I dari sebesar Rp 152.75 31. 31 .28 0. Dana Pensiun Perkebunan 2.402.000 14.01/III/2005 Perseroan telah menyampaikan kepada Bapepam Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas II Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sejumlah 513.000 3.204.164.000.63 0. PT Jamsostek (Persero) 4.219 50.000 118. Yayasan Sarana Wana Jaya 5.000 5. Dengan demikian struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Jumlah Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 1.900 5.000 152..000.000.800 55.Jumlah Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 1.(seratus lima rupiah).339. Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas II tersebut telah menjadi Efektif berdasarkan surat Ketua Bapepam No.300 50.75 30.400 64. Masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5 % Jumlah Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Saham Dalam Portepel 6.000.000 1.200 64..650.984.62 100.000 30.630.093. Masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5 % Jumlah Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Saham Dalam Portepel 6.304.00 % PT.028 4.000 1.933.115.000.938.972 Jumlah Nilai Nominal (Rp) 600.593.906.439.000.000 13.630.000.800 416. Masyarakat dengan kepemilikan dibawah 5 % Jumlah Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Saham Dalam Portepel 6.(seratus lima puluh dua miliar sembilan ratus tiga puluh tiga juta enam ratus enam puluh sembilan ribu rupiah) menjadi sebesar Rp 183.000.164.63 0.188.R.000. BANK AGRONIAGA Tbk. adalah sebagai berikut : Jumlah Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 1.000 1.795.000.000.TH. S.15 2.332. yang dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Perseroan.359.72 1.000 1.468.717. S.200 % 64.326.669.597.000.359.300 50.000 5.000 1.040 1.000.520.000.000 13.000.2004 tanggal 20 Juli 2004.061.(seratus rupiah) setiap saham dan dengan harga penawaran sebesar Rp.74 100. PT Dapenbun Nusantara 3.471.(seratus delapan puluh tiga miliar lima ratus dua puluh juta empat ratus dua ribu delapan ratus rupiah). PT Dapenbun Nusantara 3.000.000 1.188.857.597.000 183.000.828.800.128 (lima ratus tiga belas juta delapan ratus lima puluh tujuh ribu seratus dua puluh delapan) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100.15 2.835. PT Dapenbun Nusantara 3.284.000. Dana Pensiun Perkebunan 2.520.000.402.399 733. dibuat penyesuaian modal disetor dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. Notaris di Jakarta.028 4.284. PT Jamsostek (Persero) 4.479.402.156 3.. S-757/PM/2005 tanggal 12 April 2005.75 30.688 553.000 30.000.332.468.04.000.000 118.100. dibuat di hadapan Siti Rayhana.AY.304.00 Tahun 2004 Atas hasil pelaksanan Penawaran Umum Terbatas I pada tahun 2003 tersebut. 128/Dir.01.521.72 1.000.000. Notaris Pengganti dari B.22 2.972 Jumlah Nilai Nominal (Rp) 600.900 73.688 553.800 55.600 365.538 2.000.000. Struktur Permodalan dan Komposisi Pemegang Saham Perseroan setelah pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas II yakni berdasarkan Daftar Pemegang Saham per 9 Mei 2005 . 160 tanggal 29 April 2004.753. Yayasan Sarana Wana Jaya 5.004. Mahyastoeti Notonagoro. Dana Pensiun Perkebunan 2.204.000 183.844 Jumlah Nilai Nominal (Rp) 600.333.040 1.000.000 3. PT Jamsostek (Persero) 4.000.520.00 % Tahun 2005 Pada tanggal 14 Maret 2005 dengan surat No.835.

501.000. dan sedang dalam proses pengumuman dalam Berita Negara dan Tambahan Berita Negara.938.38059 dan nomor agenda pendaftaran 1190/RUB.000.650.13 1. Notaris di Jakarta jo.156 3. pengganti dari B. Notaris Pengganti dari B.061.306.01.000 1.000.906. Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa nomor 24 tanggal 9 Mei 2007 keduanya dibuat dihadapan Siti Rayhana. DAPENBUN 2.03/VIII/2008..03/VI/2008.400 96. 130.586.00 % Tahun 2009 Perseroan telah melakukan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat nomor 51 tanggal 27 Maret 2009 dibuat dihadapan Siti Rayhana.548. Notaris Pengganti dari B.10-9001.000.AY. Masyarakat dengan kepemilikan kurang dari 5 % Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Saham dalam Portepel 6..693.478 50.800 9. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat nomor 62 tanggal 23 Mei 2007 jo.938. pengganti dari B.800 234.000 3.115. telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan penerimaan pemberitahuan nomor W7-HT. telah didaftarkan dalam Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 19 Mei 2008 dengan nomor TDP 09.241.678 2.28 0.00 2.38059 dan nomor agenda pendaftaran 570/RUB. sehingga meningkatkan modal ditempatkan dan disetor Perseroan menjadi 2.AY.015. Sarjana Hukum. dan akta Pernyataan Keputusan Rapat nomor 8 tanggal 6 Maret 2008 dibuat dihadapan Siti Rayhana.09. Dana Pensiun Perkebunan 2.(seratus Rupiah) dengan harga pelaksanaan sebesar Rp.156 3.567..65.000 231.000. Notaris di Jakarta.10-08578 tanggal 24 Juni 2009 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dibawah nomor AHU-0036535. Notaris di Jakarta.567. Mahyastoeti Notonagoro.000.844 Jumlah Nilai Nominal (Rp) 600.000.600 365. BANK AGRONIAGA Tbk.061. Berita Acara PT.000.000.000 14. Mahyastoeti Notonagoro.061. sesuai dengan bukti pembayaran kepada Ditjend Administrasi Hukum UMum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia tanggal 19 Agustus 2009 melalui PT Bank Negara Indonesia.884.547.000 2.000. Penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan surat penerimaan pemberitahuan nomor AHU-AH.844 Jumlah Nilai Nominal (Rp) 600. Sarjana Hukum.000.404.R. Yayasan Sarana Wana Jaya 4.000 5.59 100.000 225. tanggal 21 Juni 2007.09.400 96.413.01. Sarjana Hukum.600 358.01.(seratus tiga puluh rupiah) per saham.Tahun 2009. Sarjana Hukum.R.09.901.000 2.678 2.65. sehingga susunan permodalan menjadi sebagai berikut: Jumlah Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.045.1. 32 .1. Sarjana Hukum.115.AY.000.115. dan Kantor Pendaftaran Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 8 September 2009 dengan nomor TDP 09.800 241.03.03. Sarjana Hukum. Masyarakat dengan kepemilikan dibawah 5% Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Saham Dalam Portepel 6.000.404.255.AY.AH. Mahyastoeti Notonagoro.156 (dua milyar empat ratus tiga belas juta enam puluh satu ribu seratus lima puluh enam) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. Notaris di Jakarta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa nomor 12 tanggal 6 Maret 2009 dibuat oleh Siti Rayhana.10 3.000 30.413.093.100.319. oleh Dapenbun sebanyak 64.306.000.235 (dua ratus tiga puluh lima Rupiah).Pada tanggal 8 Juli 2005 terjadi peralihan kepemilikan saham milik PT Dapenbun Nusantara kepada Dana pensiun Perkebunan melalui transaksi pasar tertutup di Bursa Efek Surabaya pada harga Rp. Sarjana Hukum.015. Dengan demikian struktur permodalan perseroan menjadi : Jumlah Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : 1. tanggal 24 Juni 2009.349.000 (enam puluh empat juta) lembar saham dengan nilai nominal Rp. Mahyastoeti Notonagoro.R.(dua ratus empat puluh satu milyar tiga ratus enam juta seratus lima belas ribu enam ratus Rupiah).045.R.600.90 100 % 3.000. Sarjana Hukum. PT Jamsostek (Persero) 3.478 94.884.

38059 dan nomor agenda pendaftaran 570/RUB. Sarjana Hukum. susunan Dewan Komisaris dan Direksi telah dicatat dalam administrasi pengawasan Bank Indonesia sesuai dengan Surat Bank Indonesia Nomor 10/37/DPB1/Rahasia tanggal 26 Februari 2008 telah dicatat dalam administrasi pengawasan Bank Indonesia. Ketua Komite Audit Bank Tiara di tahun 1995 – 1997. tanggal 5 Mei 2008.AY. sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan terakhir adalah sebagai berikut: Komisaris Komisaris Independen : Joseph Siswanto Komisaris Independen : H. 1975). Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2008. dan telah menjabat beberapa posisi antara lain Kepala Kantor Cabang Bank Indonesia (1986). tanggal 5 Mei 2008. Direktur Keuangan PTPN X – Lampung di tahun 1994 – 1996. Yang bersangkutan juga menjabat sebagai Ketua Komite Audit pada Perseroan. Memulai karir di PTPN (dahulu PPN) dan semasa karirnya di PTPN pernah menjabat sebagai Direktur Komersial dan Umum pada PTPN X . 1968).09. Sutomo Sunartadirdja Direktur Direktur Direktur Direktur : Kemas M. pengganti dari B. Pernah menjabat sebagai Komisaris Bank Pacific di tahun 1995 – 1997. Financial Management (LMFE-UI.09. telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dibawah nomor AHU0033423. Wardhana : Sjahfiri Gaffar Berikut ini adalah riwayat hidup singkat mengenai masing-masing anggota Komisaris dan Direksi: KOMISARIS Joseph Siswanto.Lampung pada tahun 1992 – 1994. Direktur Keuangan PTPN VII – Lampung di tahun 1996 – 2001.03. dan Komite Likuidtas dari Bank Pacific di tahun 1997 – 2008. Sarjana Hukum. Telah mengikuti beberapa pendidikan dan seminar antara lain Bank Auditing Course (Bank Indonesia.01. Notaris di Jakarta tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan penerimaan pemberitahuan nomor AHU-AH.10-10619.Tahun2008. Kepala Biro Pengawasan Private Foreign Exchange Bank Controller Bureau (1992). Seminar on Treasury Management (Bank of Thailand. Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2004. SESPIBI (Bank Indonesia.01.65. Program for Managerial Development (AIM.R.AH. Memulai karir di bidang perbankan pada Bank Indonesia sejak tahun 1968.S. 1995). 33 . Mahyastoeti Notonagoro. HS. 1986). Ketua Komite Audit Bank Mashill di tahun 1995 – 1997.1. BANK AGRONIAGA Tbk. 1988). Komisaris Independen 66 tahun.03/VI/2008. Semarang dan menyelesaikan pendidikan terakhir dari dari Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) dengan gelar Master of Business Administration (MBA). Warga Negara Indonesia. DIREKSI PT. Arief : Lisa A. Sutomo Sunartadirdja. Warga Negara Indonesia Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1967. Komisaris Independen 70 tahun. Head of Private Foreign Exchange Bank Control Affairs. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Tujuh Belas Agustus.Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa nomor 3 tanggal 5 Pebruari 2008 dibuat oleh Siti Rayhana. dan terakhir sebagai Direktur Utama PTPN VII – Lampung di tahun 2001 – 2004. dan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 19 Mei 2008 dengan nomor TDP 09. Head of Internal Control Affairs (1995).

Kpts. beliau adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Foreign Country Commerce (1989). Basic Marketing & Risk Model: Macro Economics & Money Market Institution (1989). lalu pada Bank Bali sebagai Board of Management (2000) dan pada Bank Commonwealth Jakarta sebagai Head of Operational (2004). Memulai karir di bidang perbankan pada Bank Rakyat Indonesia sejak tahun 1978. Operations Training Program (1993). Direktur 49 tahun. yang bersangkutan menjabat sebagai Direktur Pemasaran pada Perseroan. Warga Negara Indonesia Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan. Sjahfiri Gaffar. Sanwa BRI Finance di tahun 1993. Amerika Serikat. Amsterdam Netherland (1992). Warga Negara Indonesia Memperoleh gelar Sarjana Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Managers Guide to Managing Human Resources (1999). Telah mengikuti beberapa pendidikan baik di dalam dan di luar negeri antara lain Harvard Summer School (1985). beliau diangkat sebagai Direktur Operasional pada Perseroan. dan pada tahun 2009 diangkat menjadi Direktur Utama Perseroan.03/V/2008 tertanggal 27 Mei 2008. Pengalaman bekerja di Kantor Akuntan Publik Darmawan & Co (1987). Pada tahun 1989 menjabat sebagai Kepala Cabang BRI Tanjung Perak. dan terakhir memperoleh gelar Master of Businesses Administration (MBA) dari Drexel University Philadelphia. Surabaya. Irman A. beberapa posisi managerial di Bank Agro hingga ditunjuk menjadi Division Head Operasional pada tahun 2005. Uniform Customs and Practice Seminar (1992).01. Beliau telah dibekali beberapa training dan seminar keuangan dan perbankan seperti Intensive Seminar of EXIM Documentation (1984). Arief. Activity Orientation of BRI Finance (1991) dan lain-lain. Risk Management (2001). Direktur 58 tahun. Production/Operation/Reengineering Management (1995). Bandung. Sejak tahun 2007. Wakil Presiden Direktur PT. Kusrochjono (Profesional) 2. Selanjutnya beliau bekerja di Bank Papan Sejahtera pada Operational Support Unit (1996). Accounting Officer pada Bank Agro (1997). Bank Performance and Healthiness Assessor Training Course (2002) dan Leadership in Finance (2005). susunan Komite Audit sebagai berikut : Ketua Anggota : H. lalu pada Bank Tamara Bank sebagai tim manajemen (1999). 091C/Dir. BANK AGRONIAGA Tbk. General Manajer BRI New York di tahun 1994 dan sebagai General Manager BRI New York pada tahun 1994.S. Karirnya di perbankan dimulai pada Bank Niaga pada Exim & Exchange Department (1984) and lalu pada tahun 1990 pada Special Assignment exim transaction di Bank Niaga cabang Los Angeles (1990). Lisa A. Deputi Hubungan Luar Negeri BRI di tahun 1991. ditunjuk sebagai Direktur Kepatuhan pada Perseroan. . Accounting Manager di M&Y Apparel BV. Warga Negara Indonesia Lahir tahun 1953 di Jakarta. Pada tahun 1999 mejabat sebagai manajemen pada Bank Kusa Nasional dan menjadi Team Leader pada Bank Bali pada tahun 2000. Eko Suwandito Djojodipoero (Profesional) 34 PT. Sejak April 2007. Pada February 2008. Sutomo Sunartadirdja : 1. International Banking (1991). Direktur 56 tahun. Beliau telah dibekali beberapa training dan seminar keuangan dan perbankan seperti Credit Analyst (1998). Wardhana. Jakarta.Kemas M. Activity Orientation of BRI New York (1991). Bourse Game (1986). Berdasarkan surat keputusan Direksi PT Bank Agroniaga Tbk No.

01 53 13. h.45 143 31. Tunjangan Hari Raya (THR).00 450 100 31 Desember 2007 Jumlah Presentase 42 10.57 12 2. c.00 454 100 31 Desember 2008 Jumlah Presentase 42 9. g. Gaji yang kompetitif melebihi ketentuan Upah Minimum Propinsi sesuai dengan peraturan yang berlaku.00 82 20. Tunjangan makan siang.50 197 43. serta 7 kantor cabang pembantu (di Jakarta.41 238 52.66 9 1.00 97 21.36 143 31.36 99 24. Perseroan memiliki 454 karyawan yang tersebar di kantor pusat (di Jakarta).98 52 11. Berikut ini adalah komposisi karyawan Perseroan berdasarkan jenjang manajemen per tanggal 31 Mei 2009 : 31 Mei 2009 Jumlah Presentase 3 0. Program pelatihan dan pengembangan karyawan.74 6 1.49 55 13.38 236 52. b.44 195 43. SUMBER DAYA MANUSIA Per tanggal 31 Mei 2009.00 404 100 Pasca Sarjana Sarjana Sarjana Muda SMU SMP/SD Jumlah Berikut ini adalah komposisi karyawan Perseroan berdasarkan jenjang usia per tanggal 31 Mei 2009 : 31 Mei 2009 Jumlah Presentase 0 0.21 454 100 31 Desember 2008 Jumlah Presentase 0 0. Semarang. Bandung.89 0 0.98 404 100 < 21 Tahun 21 – 30 Tahun 31 – 40 Tahun 41 – 50 tahun > 50 Tahun Jumlah Berikut ini adalah komposisi karyawan Perseroan berdasarkan status kontrak per tanggal 31 Mei 2009 (tidak termasuk Direksi): 30 Mei 2009 Jumlah Presentase 54 11. Tunjangan cuti.89 143 31. f. di antaranya: a.54 108 23.08 454 100 31 Desember 2008 Jumlah Presentase 56 12. Balikpapan dan Bandar Lampung).33 450 100 31 Desember 2007 Jumlah Presentase 3 0. BANK AGRONIAGA Tbk.53 450 100 31 Desember 2007 Jumlah Presentase 37 9. Tunjangan jabatan dan insentif. Surabaya.78 54 12.82 404 100 Kontrak Tetap Jumlah PT.00 98 21.50 54 11. Untuk meningkatkan kinerja dan loyalitas sumber daya manusia.56 107 23.33 211 46.01 454 100 31 Desember 2008 Jumlah Presentase 4 0.25 215 47. Tunjangan kesehatan. Perseroan juga telah menerapkan besarnya gaji dan tingkat upah.37 0 0. Pekanbaru.47 394 87. d.89 7 1. Perseroan memberikan beberapa sarana dan fasilitas untuk menunjang kesejahteraan karyawan.84 10 2.44 137 30.45 54 13. e.12 404 100 Direksi Kepala Divisi Manager Supervisor Pelaksana Jumlah Berikut ini adalah komposisi karyawan Perseroan berdasarkan jenjang pendidikan per tanggal 31 Mei 2009 : 31 Mei 2009 Jumlah Presentase 42 9.4.92 400 88.61 89 22.40 185 45. Tangerang dan Medan).33 51 11.10 211 52.56 56 12. 35 . 7 kantor cabang (di Medan.39 50 11.03 198 49. yang telah memenuhi ketentuan Upah Minimum Propinsi sesuai dengan peraturan yang berlaku.18 367 90.00 0 0.79 123 30.23 450 100 31 Desember 2007 Jumlah Presentase 0 0. Tunjangan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).83 10 2.

Perseroan juga menyadari akan pentingnya peranan sumber daya manusia dalam kegiatan usaha Perseroan. customized service quality. Perseroan saat ini melakukan pengembangan sumber daya manusia seperti pengiriman beberapa karyawan sesuai tugas dan pekerjaannya untuk mengikuti pendidikan seperti sertifikasi Manajemen Risiko. information technology audit. S. berkedudukan di Jakarta berkantor pusat di Jl. RIWAYAT SINGKAT Dana Pensiun Perkebunan. Selanjutnya berkenaan dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun. Hayam Wuruk No.02 tanggal 30 Maret 2007 tentang Peraturan Dana Pensiun Perkebunan Direksi PT. BANK AGRONIAGA Tbk.04/1977 tanggal 22 November 1977. Dapenbun telah sah sebagai badan hukum berbentuk dana pensiun dengan diperolehnya pengesahan atas Peraturan DAPENBUN Perkebunan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusannya Nomor: Kep-554/KM. PT. dibuat di hadapan Abdul Latief.030/11/90 dan Kep-595/MEN/90 tanggal 14 November 1990 beserta perubahan-perubahannya. 88. Perkebunan Nusantara X (Persero) Pendiri Dana Pensiun Perkebunan. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dan tujuan DAPENBUN adalah menghimpun dan mengelola dana untuk mengusahakan kesinambungan penghasilan serta meningkatkan kesejahteraan Peserta di hari tua dengan menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti. (ii) Yayasan Dana Pensiun Perkebunan ini telah memperoleh pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. know your customer bekerjasama dengan PPATK.Disamping pengembangan jaringan kantor dan infrastruktur untuk mendukung peningkatan pelayanan terhadap nasabah.360/KMK. B. Perkebunan Nusantara X (Persero) Pendiri Dana Pensiun Perkebunan nomor XP-SURP/07. Program Pensiun Hari Tua karyawan Bulanan dan Harian Tetap PT Perkebunan berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Tenaga Kerja No. Training transaksi devisa. 5. (selanjutnya disebut DAPENBUN) adalah merupakan kelanjutan dari: (i) Yayasan Dana Pensiun Perkebunan yang didirikan berdasarkan Akta No. Oleh karena itu Perseroan selalu memperhatikan pengembangan sumber daya manusia dengan secara teratur melakukan pelatihan yang dilakukan baik secara internal maupun eksternal dalam rangka mewujudkan strategi usaha serta pengembangan usaha Perseroan di masa mendatang. terakhir berdasarkan Keputusan Direksi PT. Secara eksternal. Jakarta Pusat. 8 tanggal 8 Januari 1976. International Transaction and Trade Finance. KETERANGAN MENGENAI PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM DANA PENSIUN PERKEBUNAN A. Kelurahan Kebon Kelapa.. Implementasi multi currency.840/Kpts/HK. Peraturan DAPENBUN tersebut di atas telah mengalami telah mengalami beberapa perubahan. 36 . training bancassurance. Notaris di Jakarta.17/1997 tanggal 29 Oktober 1997 (selanjutnya disebut “Peraturan Dapenbun”). Peraturan DAPENBUN ini telah mendapat Pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan nomor KEP-193/KM. Atas penyesuaian tersebut.10/2007 tanggal 2 Oktober 2007 dan telah diumumkan dalam Berita Negara RI nomor 43 Tahun 2007. Tambahan Berita Negara tanggal 2 November 2007 No.H. Yayasan Dana Pensiun Perkebunan ini telah disesuaikan dengan undang-undang dimaksud menjadi Dana Pensiun dengan nama Dana Pensiun Perkebunan. 4 AX-BX.

BANK AGRONIAGA Tbk. Sesuai Pasal 8. .05 tanggal 23 April 2008 jo. XP-SURKP/07. .07 tanggal 1 Mei 2009 juncto nomor XPSURKP/09. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Perkebunan Nusantara X (Persero) selaku Pendiri Dana Pensiun Perkebunan nomor XP-SURKP/08. susunan Pengurus DAPENBUN adalah sebagai berikut: Direktur Utama Direktur Direktur : Roswita Nilakurnia. Peraturan DAPENBUN ini telah PT. QIA (masa jabatan sampai dengan 25 Juli 2010) Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Perkebunan Nusantara X (Persero) selaku Pendiri Dana Pensiun Perkebunan nomor XP-SURKP/09. MM (masa jabatan sampai dengan 25 Juli 2010) : Lukman Kudonarpodo. . jo Nomor XP-SURPKP/09. Perkebunan Nusantara X (Persero) Pendiri Dana Pensiun Perkebunan nomor XP-SURP/07.Iuran Peserta.02 tanggal 30 Maret 2007 tentang Peraturan Dana Pensiun Perkebunan Direksi PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) Pendiri Dana Pensiun Perkebunan. nomor XPSURKP/08.C. SH. Kekayaan DAPENBUN terpisah dari kekayaan Pendiri dan Mitra Pendiri. XP-SURKP/08. AK (masa jabatan sampai dengan tanggal 3 Maret 2011) : Haris Anwar. Soetidja Prawiradinata.04 tanggal 30 Maret 2009. 88. .Iuran Pemberi Kerja. Perkebunan Nusantara X (Persero) Pendiri Dana Pensiun Perkebunan nomor XP-SURP/07. H. MIR (masa jabatan sampai dengan 31 Maret 2012) : Syahfruddin Ali. Perkebunan Nusantara X (Persero) Pendiri Dana Pensiun Perkebunan.04 tanggal 23 April 2008 jo Nomor XPSURKP/09.03 tanggal 23 April 2008. 10 dan Pasal 11 Peraturan DAPENBUN berdasarkan. SE (masa jabatan sampai dengan tanggal 17 Mei 2014) : Drs. Fauzi Yusuf.Kekayaan yang dialihkan dari Yayasan Dana Pensiun Perkebunan (YDPP) . Muklis Muchtar. Peraturan DAPENBUN ini telah mendapat Pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan nomor KEP-193/KM. SH.10/2007 tanggal 2 Oktober 2007 dan telah diumumkan dalam Berita Negara RI nomor 43 Tahun 2007. SE (masa jabatan sampai dengan tanggal 3 Maret 2014) D.08 tanggal 25 Juli 2007 susunan Dewan Pengawas adalah sebagai berikut: Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota : Andi Punoko (masa jabatan sampai dengan 25 Juli 2010) : Ir Kusumandaru MBA (masa jabatan sampai dengan 25 Juli 2010) : Ir. Tambahan Berita Negara tanggal 2 November 2007 No.06 tanggal 1 Mei 2009.Hasil pengembangan dana. MSI (masa jabatan sampai dengan 31 Maret 2012) : Drs. kekayaan DAPENBUN adalah sebagai berikut : Kekayaan DAPENBUN berasal dari : . Keputusan Direksi PT.09 tanggal 30 Juni 2009.02 tanggal 30 Maret 2007 tentang Peraturan Dana Pensiun Perkebunan Direksi PT. KEKAYAAN DAPENBUN Berdasarkan Pasal 5 Keputusan Direksi PT. 9. 37 .Pengalihan Dana dari Dana pensiun lain.07 tanggal 25 Juli 2007 dan jo No. jo No.Kekayaan dari Program Pensiun Hari Tua karyawan Pelaksana yang dialihkan ke DAPENBUN. XP-SURKP/07.

mendapat Pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan nomor KEP193/KM.1.027 455.PT Sarana Agro Nusantara (PT SAN) E.PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) .670 4.414.PT Perkebunan Nusantara I (Persero) .095.585 29. Notaris di Jakarta.732 630.435.439 4. Kabupaten Kediri.027 5.Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) .PT Perkebunan Nusantara III (Persero) .PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) . Pendiri dan Mitra Pendiri DAPENBUN adalah sebagai berikut: (i) (ii) Pendiri DAPENBUN adalah PT Perkebunan Nusantara X (PERSERO) Mitra Pendiri adalah Pemberi Kerja yang ikut serta dalam DAPENBUN yaitu sebagai berikut: .01.01. 38 .10/2007 tanggal 2 Oktober 2007 dan telah diumumkan dalam Berita Negara RI nomor 43 Tahun 2007. Akta-akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.PT Perkebunan Nusantara II (Persero) .311.PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) . didirikan berdasarkan Akta PT BPR Toeloengredjo Agroloka No. berkedudukan di Kecamatan Paree. Notaris di Jakarta.792.411 4. Tambahan Berita Negara tanggal 2 November 2007 No. akta mana diubah dengan Akta Perubahan PT BPR Toeloengredjo Agroloka No.800 246. C2-1764.363 3. dahulu didirikan dengan nama PT BPR Toeloengredjo Agroloka (selanjutnya disebut “BPR Toeloengredjo”) adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia.072 364.186 29.PT Perkebunan Nusantara VI (Persero) . KETERANGAN TENTANG PENYERTAAN SAHAM YANG DILAKUKAN PERSEROAN PT. 88. S.777.PT Perkebunan Nusantara XIV (Persero) .PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) .685 226.519 6.431.606) 39.823.431. 6..681 283.253 225. S.216 Total Investasi Selisih Penilaian Investasi Aktiva Lancar di luar Investasi Aktiva Operasional Aktiva lain-lain Total Aktiva Kewajiban Aktuaria Selisih Kewajiban Aktuaria Kewajiban diluar kewajiban aktuaria Total Kewajiban Total Pendapatan Investasi Hasil Usaha Investasi Total Beban Operasional Hasil Usaha Setelah Pajak 2008 3.PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) . 26 tanggal 9 April 1991 dibuat di hadapan Adlan Yulizar.PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) . IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Tabel Ikhtisar Laporan Aktiva Bersih Dana Pensiun Perkebunan sebagai berikut: dalam jutaan Rupiah 31 Desember 2007 2.510 (204.414.566 (1.978) 57.PT Perkebunan Nusantara V (Persero) .H. PENDIRIAN PT Bank Perkreditan Rakyat Toeloengredjo Dasa Nusantara.H.. 43 tanggal 16 Mei 1991 dibuat di hadapan Adlan Yulizar.467 4. BPR TOELOLENGREDJO DASA NUSANTARA A.962 728.TH’91 PT.093 320.041 272.953 3. BANK AGRONIAGA Tbk.Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) .183) 1. Jawa Timur.618 (385.694 4.HT.PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) .

akta mana telah dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Penerimaan Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Perkreditan Rakyat Toeloengredjo Dasa Nusantara No.000 800. W10-HT.000.01. 45/1991/Kab tanggal 5 September 1991. 56 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. Deposito Berjangka. 39 .M. Sarjana Hukum. Notaris di Kabupaten Kediri. tabungan. : Dra. 218/BH.A Komisaris Independen : Drs. dengan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang berupa deposito berjangka.000 % 96.E. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No.E.. BIDANG USAHA Maksud dan tujuan BPR Toeloengredjo adalah menjalankan usaha Bank Perkreditan Rakyat. 3 tanggal 2 Juli 2007 dibuat dihadapan Paulus Bingadiputra. 61/BH.H.000.01. TDP 132816500046 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kabupaten Kediri No. TDP 132816500046 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kabupaten Kediri No.000.000.2005 tanggal 30 Mei 2005.000 200.13.28/09/2007 pada tanggal 18 September 2007.8 100 C. Direktur Direktur Utama Direktur : Herman Budianto. M.2 3. menempatkan dananya dalam bentuk Sertipikat Bank Indonesia (SBI). Sertipikat Deposito.000. H.10-839 tanggal 6 September 2007. Perseroan Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Saham dalam Portepel Jumlah Saham 1. M. BANK AGRONIAGA Tbk. 666 tanggal 15 Juli 2005.000 800. Titik Hernawati PT. memberikan kredit bagi pengusaha kecil dan/atau masyarakat pedesaan. Arifin.000 30.000 200. Notaris di Kabupaten Kediri di Gampengrejo. 1736 tanggal 18 April 1992 serta telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri Kediri di bawah No. struktur permodalan BPR Toeloengredjo adalah sebagai berikut : Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : 1.28/06/2005 pada tanggal 13 Juni 2005 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 31 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No.000. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN Susunan Komisaris dan Direksi BPR Toeloengredjo berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.TH. M. D.. adalah sebagai berikut: Komisaris Komisaris Utama : Drs. Budi Hidayat Komisaris Independen : Herry Soelistiono. Kopkar PT Perkebunan Nusantara X 2.000. akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Direksi/Komisaris PT Bank Perkreditan Rakyat Toeloengredjo Dasa Nusantara No. B. telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU Wajib Daftar Perusahaan dengan No.000 770. tentang perpanjangan jangka waktu pengangkatan Direksi dan Komisaris. STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. dan/atau bentuk lainnya yang disamakan dengan itu.tanggal 24 Mei 1991 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43 tanggal 7 April 2005 dibuat di hadapan Paulus Bingadiputra.B. C-14661 HT.04..M.000 770. S. dan/atau Tabungan pada bank lain. S. telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. S.13.000 30.000 Nilai Nominal (Rp) 1.

Notaris di Jakarta.01.2004 tanggal 1 Juni 2004 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan PT. Koperasi Karyawan PT Perkebunan Nusantara X (Persero) 2. 31 dan Tambahan Berita Negara No. S.91 tanggal 23 Mei 1991 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. tabungan.000 Nilai Nominal (Rp) 1. 1735 tanggal 18 April 1992 serta telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Sidoarjo tanggal 4 September 1991 di bawah No.01.3 100 C.17.000 670. didirikan berdasarkan Akta PT BPR Toelangan Agroloka No.000.000.000 30.000. 7 tanggal 3 Maret 2004 yang dibuat dihadapan Doktor Lanny Kusumawati.2004 tanggal 1 Juni 2004 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. BPR TOELANGAN DASA NUSANTARA A. struktur permodalan dan susunan pemegang saham BPR Toelangan adalah sebagai berikut : Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : 1. S.000 700. 28 tanggal 9 April 1991 dibuat di hadapan Adlan Yulizar.02.H. perubahan anggaran dasar (meliputi perubahan modal dasar.13.000 300.17/VII/2004 pada tanggal 9 Juli 2004.000. Sarjana Hukum.2131/PT-1991 dan No. W. Magister Humaniora.10. 510/94/BH. 7 tanggal 3 Maret 2004 yang dibuat dihadapan Doktor Lanny Kusumawati. dengan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang berupa deposito berjangka. TDP 13. 76 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. dan/atau Tabungan pada Bank lain.000 30. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN Susunan Komisaris dan Direksi BPR Toelangan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Toelangan Agroloka No. W. Jawa Timur.01. dahulu didirikan dengan nama PT BPR Toelangan Agroloka (selanjutnya disebut “BPR Toelangan”) adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia. dan/atau bentuk lainnya yang disamakan dengan itu.6.000.02. 40 .65. Sertipikat Deposito..000 700.000 300.000. nama perseroan) dan perubahan susunan pengurus. Akta dimaksud telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.H.01.10. Magister Humaniora. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No.000 % 95. Akta-akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.TH. Doktoranda.. 45 tanggal 16 Mei 1991 dibuat di hadapan Adlan Yulizar. Doktoranda. STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Toelangan Agroloka No.TH. akta mana diubah dengan Akta Perubahan PT BPR Toelangan Agroloka No. 10133 tanggal 23 September 2005. Notaris di Surabaya yang berisi penambahan modal disetor.00450 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kabupaten Sidoarjo No.000 700.TH.000. C-13670 HT.04. BIDANG USAHA Maksud dan tujuan BPR Toelangan adalah berusaha dibidang Bank Perkreditan Rakyat. dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. D. BANK AGRONIAGA Tbk. Deposito Berjangka. Notaris di Surabaya.2-132/PT-1991.10. Notaris di Jakarta. berkedudukan di Kecamatan Toelangan.1. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI). PT. akta mana telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. Kabupaten Sidoarjo.Um. C2-1748.Um. Sarjana Hukum. Perseroan Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Saham dalam Portepel Jumlah Saham 1.000 670. memberikan kredit bagi pengusaha kecil dan/atau masyarakat pedesaan.04.HT.2.7 4. C-13670 HT. B. PENDIRIAN PT Bank Perkreditan Rakyat Toelangan Dasa Nusantara.10.

MM.13. Budi Hidayat Komisaris Independen : Herry Soelistiono. 1754 pada tanggal 3 Pebruari 2003.000.000 187.PN/1992 tanggal 20 Pebruari 1992.000 812.HT. Koperasi Karyawan Ruwa Jurai PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) 2. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No.9 4.000 812. Kabupaten Ogan Komering Ilir. B.91 tanggal 23 Juli 1991 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 01/PT. 70 tanggal 24 Mei 1991 dibuat dihadapan Adlan Yulizar. TDP 13. Sumatera Selatan. akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. 510/94/BH. dibuat dibawah tangan. berkedudukan di Kecamatan Tanjung Batu.01. 45 tanggal 5 Juni 1992 dan Tambahan Berita Negara No.000.00450 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kabupaten Sidoarjo No. PT.TH.04. tanggal 23 Juni 2007 adalah sebagai berikut: Komisaris Komisaris Utama : Drs. Notaris di Jakarta.500 187.500 Nilai Nominal (Rp) 1. didirikan berdasarkan Akta PT BPR Cinta Manis Agroloka No. H. SE. 41 . 10133 tanggal 23 September 2005 jo.17. MBA Komisaris Independen : Drs. Sarjana Hukum. Arifin MM Direktur Direktur Utama Direktur : Ismail. BANK AGRONIAGA Tbk. STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa PT BPR Cinta Manis Agroloka No. Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT BPR Toelangan Dasa Nusantara tentang pergantian kepengurusan Komisaris.3. BBA : Yulia Maria Ninik Magdarina Sekar Koeshariani 6.1. BPR CINTAMANIS AGROLOKA A.000. H.2002 tanggal 20 September 2002 dan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Kayuagung tanggal 22 Oktober 2002 di bawah No. 2536 tahun 1992 serta telah didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Kayuagung No.000.000 35. Perseroan Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Saham dalam Portepel Jumlah Saham 1. PENDIRIAN PT Bank Perkreditan Rakyat Cinta Manis Agroloka (selanjutnya disebut “BPR Cinta Manis”) adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia.01. 76 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. Sarjana Hukum. 01/BH [tidak terbaca] 09/I/2003 pada tanggal 15 Januari 2003 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.000 777.1 100 PT. 20 tanggal 19 Agustus 2002 dibuat dihadapan Soekarno.TH.000 (%) 95. 18 dan Tambahan Berita Negara No. Notaris di Bandar Lampung. akta mana telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. adalah sebagai berikut : Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : 1.500 35. C2-3274.01.500.17/VII/2004 pada tanggal 9 Juli 2004 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.500. 01/PT/PN serta telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. TDP 060916500007 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kabupaten Ogan Komering Ilir No.500. C-18222 HT.65.000 777.sesuai UU Wajib Daftar Perusahaan dengan No.

C-13073 HT. 42 . Notaris di Jakarta. pendaftaran 044/BH/[tidakterbaca]/V/2006 pada tanggal 20 Mei 2006 serta telah diumumkan dalam Berita Negara No. Notaris di Ogan Komering Ilir dibuat atas dasar Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT BPR Cinta Manis Agroloka.C. : Syamsudin. akta mana diubah dengan Akta Perubahan PT BPR Tjoekir Agroloka No. BPR TJOEKIR DASA NUSANTARA A. 27 tanggal 9 April 1991 dibuat di hadapan Adlan Yulizar.HT..4. Notaris di Jakarta. didirikan berdasarkan Akta PT BPR Tjoekir Agroloka No. ST. susunan Komisaris dan Direksi BPR Cinta Manis adalah sebagai berikut : Komisaris Komisaris Utama : Drs.TH’91 tanggal 23 Mei 1991 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. berkedudukan di Kecamatan Diwek. dengan melaksanakan kegiatan usaha Bank Perkreditan Rakyat yaitu menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk deposito berjangka dan tabungan dan memberikan kredit bagi pengusaha kecil dan/atau masyarakat pedesaan. 644 tanggal 20 Juni 2006. telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dengan UU Wajib Daftar Perusahaan No. SE. dibuat dihadapan Wiwik Suwartutik Mulyadi. Direktur Direktur Utama Direktur 6. Sarjana Hukum. 49 Tambahan Berita Negara No. Jawa Timur. PT. Sapta Yoga Komisaris Independen : Budi Firman. BIDANG USAHA Bidang usaha BPR Cinta Manis adalah berusaha dibidang Bank Perkreditan Rakyat. : Budi Firman. S. 02 tanggal 4 Juni 2007 dibuat dihadapan Emmy Natalia. 19/1991/PT dan No.04. Notaris di Jombang. Akta-akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C21749. 1734 tanggal 18 April 1992 serta telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri Jombang di bawah No. 43 tanggal 23 Maret 2006. 44 tanggal 16 Mei 1991 dibuat di hadapan Adlan Yulizar.H. 20/1991/PT keduanya tanggal 9 September 1991.2006.01.01. PENDIRIAN PT Bank Perkreditan Rakyat Tjoekir Dasa Nusantara (selanjutnya disebut “BPR Tjoekir”) adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia. 31 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. telah dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan Penerimaan Laporan tanggal 5 Mei 2006 No.TH. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa PT BPR Cinta Manis Agroloka No. ST. Kabupaten Jombang. Sarjana Hukum. B. tanggal 21 Juni 2007. struktur permodalan dan pemegang saham BPR Tjoekir adalah sebagai berikut : PT. STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank Perkreditan Rakyat Tjoekir Dasa Nusantara No. yang dibuat dibawah tangan. TDP 132016500046 dan No. D. BANK AGRONIAGA Tbk. Sarjana Hukum.01.

memberikan kredit bagi pengusaha kecil dan/atau masyarakat pedesaan. PT. Arifin.000. C2-3280.000.000 30. SE. telah dilakukan pemberitahuan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Direksi dan Komisaris tanggal 6 September 2007 No.000 870. Notaris di Jombang.Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : 1. D.000 870.000. sertifikat deposito. dibuat dihadapan Wiwik Suwartutik Mulyadi. S. akta mana telah mendapat PT.HT. HT.000.01.TH. telah dilakukan pemberitahuan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan tanggal 29 Oktober 2007 No.000.HT. MM.101587.. B. didirikan berdasarkan Akta PT BPR Bungamayang Agroloka No. Sarjana Hukum. Henny Sulistyawati 6.7 3.000 900. Perseroan Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Saham dalam Portepel Jumlah Saham 1. STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa PT BPR Bungamayang Agroloka No. 80 tanggal 30 Juni 2007. H. 43 .04-1991 tanggal 9 Agustus 1991. Sarjana Hukum. H.000 900. menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI). dibuat dihadapan Wiwik Suwartutik Mulyadi.5. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN Susunan Direksi dan Komisaris BPR Tjoekir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank Perkreditan Rakyat Tjoekir Dasa Nusantara No. 45 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No.000 30.. Lampung.01.10-847.01. 13 tanggal 11 Mei 2007 dibuat dihadapan Iman Santosa. Budi Hidayat Komisaris Independen : Herry Soelistiono.000 Nilai Nominal (Rp) 1.000 100. adalah sebagai berikut: Komisaris Komisaris Utama : Drs. BPR BUNGAMAYANG AGROLOKA A. dengan melaksanakan kegiatan usaha menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang berupa deposito berjangka. C-UM. MBA Komisaris Independen : Drs.000. Notaris di Jombang.01. W10HT. Kabupaten Lampung Utara. dan/atau bentuk lainnya yang disamakan dengan itu.3 100 C. MM Direktur Direktur : Dra. berkedudukan di Kecamatan Sungkai Selatan. Notaris di Jakarta.000. deposito berjangka. tabungan. BANK AGRONIAGA Tbk. 02 tanggal 29 Oktober 2007. berisi perubahan susunan Komisaris jo. Kopkar PT Perkebunan Nusantara X 2. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank Perkreditan Rakyat Tjoekir Dasa Nusantara No. PENDIRIAN PT Bank Perkreditan Rakyat Bungamayang Agroloka (selanjutnya disebut “BPR Bungamayang”) adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia. 71 tanggal 24 Mei 1991 dibuat dihadapan Adlan Yulizar.H. Notaris di Bandar Lampung.H. dan/atau tabungan pada bank lain. BIDANG USAHA Bidang usaha BPR Tjoekir adalah berusaha dibidang Bank Perkreditan Rakyat. akta mana telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.000 % 96.000 100.01. 2535 tanggal 5 Juni 1992 serta telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri Kotabumi di bawah No. S.91 tanggal 24 Juli 1991 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.

TH.500 1.10-847 jo.000.H. Koperasi Karyawan Ruwa Jurai PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) 2.000 1. TDP 070316500058 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kabupaten Lampung Utara pada tanggal 20 Pebruari 2008. S.000 977. dibuat dihadapan Wiwik Suwartutik Mulyadi.000. telah dilakukan pemberitahuan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Direksi dan Komisaris tanggal 6 September 2007 No.persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. 39 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No.000 Nilai Nominal (Rp) 2. MM. MBA Komisaris Independen : Drs.000. C-01414 HT. Budi Hidayat Komisaris Independen : Herry Soelistiono.01. dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.01. Notaris di Jombang.000 977.. dengan melaksanakan kegiatan usaha Bank Perkreditan Rakyat dengan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk deposito berjangka dan tabungan serta memberikan kredit bagi pengusaha kecil dan/atau masyarakat pedesaan. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank Perkreditan Rakyat Tjoekir Dasa Nusantara No.H. SE. susunan Komisaris dan Direksi BPR Bungamayang adalah : Komisaris Komisaris Utama : Drs.01. H.000. W10-HT. Notaris di Jombang. C-UM. Henny Sulistyawati PT. 02 tanggal 29 Oktober 2007.000 % 97. telah dilakukan pemberitahuan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan tanggal 29 Oktober 2007 No.000 1. D.101587.000.000. struktur permodalan dan pemegang saham BPR Bungamayang adalah sebagai berikut: Keterangan Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : 1.500.500. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank Perkreditan Rakyat Tjoekir Dasa Nusantara No. BANK AGRONIAGA Tbk. dibuat dihadapan Wiwik Suwartutik Mulyadi.000.25 100 C. Perseroan Jumlah Modal Ditempatkan dn Disetor Penuh Jumlah Saham dalam Portepel Jumlah Saham 2. tanggal 26 Oktober 2007 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU Wajib Daftar Perusahaan dengan No.500 22.75 2.. 6233 tanggal 13 Mei 2008. 44 .000. Arifin. MM Direktur Direktur : Dra.2007. BIDANG USAHA Bidang usaha BPR Bungamayang adalah berusaha di bidang Bank Perkreditan Rakyat.HT.000.000 22.04. H. S. 80 tanggal 30 Juni 2007.000 1.

dikendalikan atau di bawah satu pengendali dan mempunyai hubungan sebagai pemegang saham utama dari Perseroan.022 47.7. HUBUNGAN KEPEMILIKAN.495.310 944.201.092 Dalam usahanya. BANK AGRONIAGA Tbk.438 2008 445. Arief D Sjahfiri Gaffar D Lisa A. Ikhtisar transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut : dalam ribuan Rupiah 31 Desember 2007 Uraian Kredit yang diberikan Giro Tabungan Deposito berjangka Jumlah 31 Mei 2009 859.181.286. Siswanto Perseroan DPP BPR TN BPR TO BPR TR BPR BG BPR CM KI HS Sutomo Sunartadirja KI Kemas M. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam menjalankan kegiatan usahanya.586 74. Perseroan melakukan transaksi tertentu dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa. Wardhana D - - - Keterangan: KU K KI DU D DPP BPR TN BPR TO BPR TR BPR BG BPR CM : : : : : : : : : : : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Independen Direktur Utama Direktur Dana Pensiun Perkebunan PT BPR Toelangan Dasa Nusantara (d/h PT BPR Toelangan Agroloka) PT BPR Toeloengredjo Dasa Nusantara (d/h PT BPR Toelongredjo Agroloka) PT BPR Tjoekir Dasa Nusantara (d/h PT BPR Tjoekir Agroloka) PT BPR Bungamayang Agroloka PT BPR Cinta Manis Agroloka 8. Pihak yang memiliki hubungan istimewa adalah pihak yang memiliki hubungan langsung atau tidak langsung.364 103.394 129.362 47. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN DENGAN PEMEGANG SAHAM DAN ANAK PERUSAHAAN BERBENTUK BADAN HUKUM Hubungan Kepengurusan dan Pengawasan Perseroan dengan Pihak Terafiliasi J. PT. 45 .000 68.871.427. mengendalikan. Perseroan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa seperti yang didefinisikan dalam PSAK nomor 7 tentang Pengungkapan Pihak-Pihak yang mempunyai hubungan istimewa.495.762 54.110.351.674 8. baik berupa transaksi yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan usaha Perseroan.705 57.049.690 7.713 2. Berdasarkan Laporan Keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Mei 2009 dan 31 Desember 2007 dan 2008.126.568 871.

Notaris di Jakarta.9. Kredit Likuiditas Investasi Guna Pemberian Kredit Kepada Koperasi Primer Untuk Anggotanya (KKPA) Tahun Anggaran 2004 berdasarkan Akte F nomor 013/KKPA Umum/PK/0204 tanggal 25 Pebruari 2004 juncto Akte F Perjanjian Tambahan nomor 287/KKPA Umum/PK-Induk/0105 tanggal 13 Januari 2005. PERJANJIAN YANG DIANGGAP PENTING ANTARA PERSEROAN DENGAN PIHAK LAIN Perjanjian Kredit Dimana Perseroan Sebagai Debitur Sampai dengan tanggal dikeluarkannya Laporan Uji Tuntas ini. Penerimaan Kredit dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (“PT PNM”) qq Bank Indonesia yaitu : a. PT. SH. Perjanjian Kredit No. Perjanjian Kredit dengan PT PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (“PT PNM”) yaitu : a. dengan rincian sebagai berikut : 1. d. 2. A. Pinjaman Subordinasi dari Bank Indonesia berdasarkan Surat Bank Indonesia nomor 28/178/UKU/PmK tanggal 7 Juni 1995 perihal Pinjaman Subordinasi. Kredit Likuiditas Investasi Dalam Rangka Kredit Kepada Koperasi Primer Untuk Anggotanya (KKPA) Tahun 2000 berdasarkan Akte F nomor 011/KKPAUmum/PK/1101 tanggal 28 Nopember 2001 yang telah diubah beberapa kali terakhir dengan Tambahan Akte F Perjanjian Tambahan nomor 082A/KKPA-UMUM/PK-LCU/0401 tanggal 18 April 2001 juncto Tambahan Akte F Perjanjian Tambahan nomor 084/KKPA-Umum/SPKInduk/1204 tanggal 7 Desember 2004. Kredit Likuiditas Investasi Dalam Rangka Kredit Kepada Koperasi Primer Untuk Anggotanya (KKPA) Tahun 2001 berdasarkan Akte F nomor 010/KKPAUmum/PK/1101 tanggal 30 Nopember 2001 juncto Tambahan Akte F Perjanjian Tambahan nomor 085/KKPA-Umum/PK-Induk/1204 tanggal 7 Desember 2004. BANK AGRONIAGA Tbk. e. c. Berdasarkan Akte F nomor 24/268/UKK/Kop/1 tanggal 21 Oktober 1991 yang telah diubah beberapa kali terakhir diubah dengan Akte F Perjanjian Tambahan nomor 015/KKPA-UMUM/PK/0700 tanggal 17 Juli 2000 dan Surat PT PNM nomor 628/PNMKP/SI/VII/2000 tanggal 17 Juli 2000 juncto Surat Persetujuan Kredit nomor 082/KKPAUmum/SPK-Induk/1204 tanggal 7 Desember 2004. 53 tanggal 17 Juni 2008 dibuat dihadapan Otty Hari Chandra Ubayani. SH. c. 54 tanggal 17 Juni 2008 dibuat dihadapan Otty Hari Chandra Ubayani. SH. b. b. Perseroan telah menandatangani perjanjian kredit dimana Perseroan bertindak sebagai debitur. Kredit Likuiditas Investasi Guna Pemberian Kredit Kepada Koperasi Primer Untuk Anggotanya (KKPA) Tahun Anggaran 2003 berdasarkan Akte F nomor 042/KKPAUmum/PK/0503 tanggal 7 Mei 2002 yang diubah dengan Tambahan Akte F Perjanjian Tambahan nomor 285/KKPA Umum/PK Induk/0105 tanggal 13 Januari 2005 juncto Akte F Perjanjian Tambahan nomor 087/KKPA-Umum/PK-Induk/1204 tanggal 7 Desember 2004. 46 . Perjanjian Kredit No. f. 3. Notaris di Jakarta. 55 tanggal 17 Juni 2008 dibuat dihadapan Otty Hari Chandra Ubayani. Kredit Likuiditas Investasi Guna Pemberian Kredit Kepada Koperasi Primer Untuk Anggotanya (KKPA) Tahun Anggaran 2002 berdasarkan Akte F nomor 017/KKPA Umum/PK/0202 tanggal 7 Pebruari 2002. Notaris di Jakarta. juncto Akte F Perjanjian Tambahan nomor 086/KKPA-Umum/PK-Induk/1204 tanggal 7 Desember 2004. g. Kredit Likuiditas Investasi Guna Pemberian Kredit Kepada Koperasi Primer Untuk Anggotanya (KKPA) Tahun 1999 berdasarkan Akte F nomor 012/KKPAUmum/PK/0401 tanggal 26 Nopember 2001 yang telah diubah beberapa kali terakhir dengan Akte F Perjanjian Tambahan nomor 081A/KKPA-UMUM/PK-LCU/0401 tanggal 18 April 2001 Juncto Akte F Perjanjian Tambahan nomor 083/KKPA-Umum/PK-Induk/1204 tanggal 7 Desember 2004. Perjanjian Kredit No.

Kredit Guna Pembiayaan Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Atas Nama Koperasi Perkebunan Karu Jaya Makmur. 3) Lantai XVI (enam belas) Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa Nomor 5 tanggal 2 April 2009 dibuat di hadapan Buniarti Tjandra. BANK AGRONIAGA Tbk. Kalimantan Barat berdasarkan Akta Perjanjian Kredit nomor 85 tanggal 20 Desember 2004 dibuat di hadapan Otty Hari Chandra Ubayani. Kredit Guna Pembiayaan Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Atas Nama Koperasi Perkebunan Taminses dan Koperasi Perkebunan Sawit Harapan Tani di Kabupaten Sanggau. Notaris di Jakarta . Notaris di Jakarta. Perseroan telah menandatangani perjanjian-perjanjian sewa dengan uraian sebagai berikut: 1. Sarjana Hukum.h. 47 . Koperasi Perkebunan Akat Berayak dan Koperasi Perkebunan Sama Taka di Kabupaten Pasir. Kalimantan Timur berdasarkan Akta Perjanjian Kredit nomor 84 tanggal 20 Desember 2004 dibuat di hadapan Otty Hari Chandra Ubayani. Koperasi Perkebunan Harapan Taka. PT. Notaris di Jakarta. i. Sarjana Hukum. 2) Lantai VIII (delapan) Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa Nomor 6 tanggal 2 April 2009 dibuat di hadapan Buniarti Tjandra.03/PERJ/AGR/026 /01. yang telah dirubah dengan Addendum Perjanjian Kredit nomor 038/KKPA UMUM/Add PK/1204 tanggal 13 Desember 2004. Notaris di Jakarta . Notaris di Jakarta. II (dua) dan VIII (delapan) Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Ruangan Perkantoran nomor D. B. yang telah dirubah dengan Addendum Perjanjian Kredit nomor 002/KKPA UMUM/Add PK/0405 tanggal 6 April 2005 dan Addendum Perjanjian Kredit nomor 003/KKPA Umum/Add PK/0405 tanggal 7 April 2005.03/PERJ/AGR/14/1. Koperasi Perkebunan Pasir Mulya Sejahtera. Kredit Likuiditas Investasi Guna Pemberian Kredit Kepada Koperasi Primer Untuk Anggotanya (KKPA) Tahun Anggaran 2005 berdasarkan Akte F nomor 290/KKPAUmum/PK-Induk/0105 tanggal 13 Januari 2005 juncto Akte F Perjanjian Tambahan nomor 044/KKPA Umum/PK-Induk/0606 tanggal 8 Juni 2006 . Sarjana Hukum. Sarjana Hukum. terakhir dengan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Ruangan Perkantoran nomor D. yang telah diubah dengan Addendum Perjanjian Kredit nomor 001/KKPA UMUM/Add PK/0405 tanggal 6 April 2005. Sarjana Hukum.IV/2009 tanggal 1 April 2009. Perjanjian Sewa Sampai dengan saat dikeluarkannya Laporan Uji tuntas ini. Sarjana Hukum. Kantor Pusat 1) Lantai I (satu). Kredit Investasi Dalam Rangka Kredit Kepada Koperasi Primer Untuk Anggotanya (KKPA) Guna Pembiayaan Proyek Kelapa Sawit Atas Nama Koperasi Unit Desa Sawit Trija berdasarkan Akta Perjanjian Kredit nomor 30 tanggal 16 Pebruari 2001 dibuat di hadapan Sugito Tedjamulja. Notaris di Jakarta. l. k.IV/2004 tanggal 1 April 2004 yang telah beberapa kali diperpanjang dan diubah. Sewa Bangunan / Ruangan untuk Kantor a. Kredit Guna Pembiayaan Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit atas nama Koperasi Perkebunan Akat Berayak di Kabupaten Pasir Kalimantan Timur berdasarkan Akta Perjanjian Kredit nomor 156 tanggal 19 Mei 2005 dibuat di hadapan Otty Hari Chandra Ubayani. j.

notaris di Pekanbaru. Kantor Cabang Balikpapan Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa nomor 8 tanggal 7 September 2005 dibuat di hadapan Hangky Ribowo. BANK AGRONIAGA Tbk.XII/2008 dan No.13/X/08/VIII/2009 tanggal 6 Agustus 2009 3. SH. Sarjana Hukum. 2) Capem Cik Ditiro Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Ruangan Perkantoran nomor D. dihadapan Nusyirwan Kota. Notaris di Balikpapan. Sarjana Hukum.IX. Notaris di Bandung. Kantor Pusat Departemen PT. 7. Notaris di Semarang. Kantor Cabang Surabaya Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa Nomor 22 tanggal 13 Maret 2009 yang dibuat dihadapan Haryo Bimo Bramantyo. notaris di Bandar Lampung.01/VIII/2007 tanggal 1 Agustus 2007 . Kantor Cabang Pekanbaru a. 3) Capem Pasar Minggu Berdasarkan Perjanjian Sewa Ruang Kantor. 4. SH.01. 5. Kantor Cabang Bandar Lampung Berdasarkan Akta Perjanjian nomor 22 tanggal 15 Mei 2008. pengganti dari dari Bambang Heru Djuwito. Sarjana Hukum. Notaris di Bekasi. Sarjana Hukum.BA/SP-87/DIR. Berdasarkan Perjanjian Kerja Sama nomor PKS. c. Perjanjian nomor BA/SP-41/Dir. b. Sarjana Hukum. Notaris di Surabaya. notaris di Bandung. Perjanjian Nomor PTPN.1625/Dirbiskom/0807. 6.BA/SP70/DIR. Kantor Cabang Bandung Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa nomor 6 tanggal 15 Agustus 2003 dibuat di hadapan Elly Rahardjo Royandi. Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa nomor 8 tanggal 11Agustus 2005 dibuat di hadapan Damar Susilowati. SH.526/HTH/XI/06 tanggal 2 Oktober 2006.02/XI/2008 tanggal 24 November 2008.O/X/SP/059/2008 dan No. dibuat di hadapan Mimin Rusli.01/XII/2008 tanggal 2 Januari 2008. 48 . Kantor Cabang Pembantu 1) Capem Jamsostek Berdasarkan Perjanjian Nomor 01 tanggal 7 Mei 2008 dibuat dihadapan Nurhasanah. Kantor Cabang Medan Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa nomor 84 tanggal 30 Juli 2004. Notaris di Medan jo surat Dewan Komisaris PTPN IV No. Kantor Cabang 1. c.DK/V/2009 tanggal 29 Mei 2009 jo Surat PT PN IV nomor 04. Kantor Cabang Semarang a. Perjanjian nomor 6 tanggal 4 Desember 2008 dibuat. b. dibuat dihadapan Ismarina.03/PERJ/108/30.b. 2. Sarjana Hukum. nomor BA/SP-56A/DIR. yang di diperpanjang dengan akta nomor 7 tanggal 25 Agustus 2008 dibuat di hadapan Lely Zulkarnain.01/X/2006 dan No.

6) Capem Bekasi Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa nomor 83 tanggal 22 Juli 2008 dibuat dihadapan Rosita Siagian. selaku Penyewa dan Djoko Budhi Setyawan selaku Pihak Yang Menyewakan. 2) Berdasarkan Perjanjian Nomor BA/SP-51A/Dir. Notaris di Balikpapan.IX/2007 tanggal 17 September 2007.02/VII/2008 tanggal 15 Juli 2008. Sarjana Hukum. 4) Capem Manggala Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa nomor 057/BP/MWB/VI/2009 tanggal 1 Juni 2009. dibuat di hadapan Raden Ayu Mahyasari Arizza Notonagoro. b. yang dibuat antara Perseroan selaku Penyewa dengan Agus Setyabudi selaku Pihak Yang Menyewakan. dengan nomor 1102/Leg. dibuat antara Novinsa Indra. Notaris di Bekasi. e. Sarjana Hukum. H. c. Sewa Rumah untuk Rumah Tinggal Dinas a. sebagaimana diubah dengan Addendum tanggal 17 September 2007 yang dilegalisasi oleh Mimin Rusli. dibuat di hadapan Mimin Rusli. Surabaya Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa Rumah tanggal 24 September 2007.Pertanian tanggal 31 Juli 2006. Notaris di Medan. Sarjana Hukum. Balikpapan Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa nomor 62 tanggal 15 Desember 2007. Fauzie Saleh selaku Pihak Yang Menyewakan. 7) Capem Plaza Medan Fair Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa nomor PMF-209 tanggal 30 Mei 2005 yang dibuat antara PT Anugrah Prima sebagai Pihak Yang Menyewakan dan Perseroan sebagai Penyewa yang telah dinotarilkan oleh Mimin Rusli.01.01. 5) Capem Tangerang Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa nomor 10 tanggal 7 April 2006. Kendaraan Bermotor Roda Empat a. dibuat di hadapan Raden Ayu Mahyasari Arizza Notonagoro. yang dibuat antara Perseroan selaku Penyewa dengan Drs. BANK AGRONIAGA Tbk. d. Jakarta 1) 6 (enam) mobil Toyota Kijang dan 2 (dua) mobil Vios PT. 49 . Notaris di Semarang. Bandar Lampung 1) Berdasarkan Perjanjian Nomor BA/SP-44/Dir. dibuat di hadapan Hangky Ribowo. Medan Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa nomor 3 tanggal 3 September 2007. SE. Sarjana Hukum. Semarang Berdasarkan Akta Perjanjian Kontrak Rumah nomor 4 tanggal 9 September 2005. Sarjana Hukum.02/VII/2008 tanggal 1 Agustus 2008. Sarjana Hukum. 2. Notaris di Tangerang. Sarjana Hukum. Notaris di Medan. Notaris di Tangerang diperpanjang dengan Akta Addendum Perjanjian Sewa Menyewa nomor 5 tanggal 3 April 2008. dibuat di hadapan Damar Susilowati. 3. Notaris di Medan.

14. yang telah diubah beberapa kali terakhir dengan Addendum III Terhadap Perjanjian Sewa Nomor 203. dan pemegang saham Perseroan. yang memuat : PT.14.2009 tanggal 23 Juni 2009. 50 . Reklame Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Mengenai Reklame Diatas Halte Bus dan Halte Bus nomor 09/SHELT/XI/07 pada tanggal 19 Nopember 2007 antara Perseroan sebagai Penyewa dengan Simon Lekatompessy sebagai Pihak Yang Menyewakan. salinan anggaran dasar dan/atau akta pendirian Perseroan. 4) 6 (enam) mobil Toyota Avanza Berdasarkan Perjanjian nomor 006. b. d. BANK AGRONIAGA Tbk.Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa nomor 218/KKA/XII/2007 tanggal 5 Desember 2007 antara Perseroan selaku Penyewa dan Koperasi Karyawan Agrobank selaku Pihak Yang Menyewakan. 4. Menyerahkan dokumen : a.A/SPj-SAR/LEG/XIII/2008 tanggal 20 Desember 2008 jo Amandemen No. 3) 1( satu) mobil Toyota Kijang Innova Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa nomor 315/KKA/XII/2005 tanggal 5 Desember 2005 antara Perseroan selaku Penyewa dan Koperasi Karyawan Agrobank selaku Pihak Yang Menyewakan. Pekanbaru Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa nomor 341a/KKA/X/2006 tanggal 9 Oktober 2006 antara Perseroan selaku Penyewa dan Koperasi Karyawan Agrobank selaku Pihak Yang Menyewakan. 6. salinan dokumen perizinan Perseroan. C. surat pernyataan dari direksi.1040126257/23. 5. surat keterangan tingkat kesehatan Perseroan yang dikeluarkan oleh LPP yang dilengkapi data pendukung. antara Perseroan selaku Penyewa dan PT Serasi Autoraya selaku Pihak Yang Menyewakan.AGRO tanggal 21 Pebruari 2005. Mesin Fotocopy Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Mesin Fotocopy nomor 118/D/MM/IV/2008 tanggal 23 April 2008 antara Perseroan selaku Penyewa dengan Mitra Mandiri sebagai Pihak Yang Menyewakan. b.06.AGRO Tanggal 21 Pebruari 2005 yang dibuat tanggal 3 Maret 2008 antara Perseroan selaku Penyewa dengan PT Sigmacipta Caraka (“Sigma”) sebagai Pihak Yang Menyewakan. c. 2) 2 (dua) mobil Toyota Vios Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa nomor 086a/KKA/V/2009 tanggal 11 Mei 2009 antara Perseroan selaku Penyewa dan Koperasi Karyawan Agrobank selaku Pihak Yang Menyewakan. Program Penjaminan Sesuai dengan Pasal 8 ayat (1) dan Pasal 9 Undang-undang nomor 24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bahwa setiap Bank yang melakukan kegiatan usaha di wilayah Indonesia wajib menjadi perserta LPS dan oleh karena itu Perseroan wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. komisaris. Peralatan Komunikasi Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Peralatan Komunikasi untuk Perseroan nomor 203.

02/V/2009 tanggal 25 Mei 2009. − kesediaan untuk melepaskan dan menyerahkan kepada LPS segala hak. Perjanjian nomor 002/PK-JCP/VIII/2008 tanggal 31 Agustus 2008. Perjanjian Kerjasama Maintenance ATM nomor BA/SP-08/DIR-01/V/2005. 2. 3. 6. Menyampaikan laporan secara berkala dalam format yang ditentukan. 3. PT Finnet Indonesia dan PT Telkom Indonesia Tbk. Nomor 062/PKS-002/Finnet-01/2009 dan No. komisaris dan pemegang saham Perseroan untuk memeatuhi seluruh ketentuan sebagaimana ditentukan dalam Peraturan LPS.017.01/III/2008 tanggal 27 Maret 2008 yang telah diubah dengan perjanjian nomor BA/SP-35/DIR. yang dibuat antara Perseroan dengan PT Intrias Mandiri Sejati (IMS). 2. BA/SP-32/Dir. BANK AGRONIAGA Tbk. nomor ATMDIR. berdasarkan perjanjian-perjanjian sebagai berikut : 1. informasi dan dokumen yang dibutuhkan dalam rangka penyelenggaraan Penjaminan. 4. Perseroan telah memenuhi kewajibannya sebagaimana yang telah disebutkan diatas dan mendapatkan 14 set stiker kepesertaan LPS ditempatkan di setiap kantor Perseroan (kecuali ATM). Perjanjian nomor IMS/PKS/065/I/2009 dan Nomor BA/SP-08/Dir. Membayar premi Penjaminan. 2. Perjanjian nomor 005-TE/SRW/III/2008 dan Nomor BA/SP-23/Dir. − kesediaan untuk bertanggung jawab secara pribadi atas kelalaian dan/atau perbuatan yang melanggar hukum yang mengakibatkan kerugian atau membahayakan kelangsungan usaha Perseroan.01/V/2008 tanggal 15 Mei 2008 yang dibuat antara Perseroan dengan PT SRW Asia. D. E.1% (satu perseribu) dari modal sendiri (ekuitas) Perseroan pada akhir tahun fiskal sebelumnya. yang dibuat antara Perseroan dengan JH Purnama. 1. Membayar kontribusi kepesertaan sebesar 0.− komitmen dan kesediaan direksi. 3. yang dibuat antara Perseroan dengan PT Wahana Andika Mandiri. dan Menempatkan bukti kepesertaan atau salinannya di dalam kantor Perseroan atau tempat lainnya. Perjanjian Nomor BA/SP-37/DIR.09 tanggal 29 Mei 2009 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Andalan Terampil Multisiss. Perjanjian Kerjasama Penyediaan dan Pengelolaan Tenaga kerja Perseroan telah mengadakan perjanjian dengan pihak lain untuk menyediakan tenaga kerja yang bekerja secara temporer guna mendukung kegiatan Perseroan dan perjanjian untuk pengembangan dan peningkatan pengelolan SDM. kepemilikan. 51 .05 tanggal 23 Mei 2005 yang telah beberapa kali diperpanjang dan diubah terakhir kali dengan Perjanjian Nomor ATM-DIR. yang dibuat antara Perseroan dengan Jasa Cendekia Partnership. Perjanjian BA/SP-BT/028/02/2009 tanggal 23 Pebruari 2009.012/DPMR/III/2006 tanggal 16 Maret 2006 perihal Stiker Kepesertaan LPS. Berdasarkan surat yang diberikan oleh LPS kepada Perseroan nomor S. PT. Perjanjian Nomor 193/HK.02/IV/2009. 4.01/I/2009 tanggal 22 Januari 2009. yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bina Talenta.02/VI/2009 dan Nomor 1201/MAN-ATM/V/09 tanggal 1 Juni 2009. yang dibuat antara Perseroan.015. Perjanjian Nomor BA/SP-38/DIR. 4. Memberikan data.810/COO-C0025000/2009. kepengurusan dan/atau kepentingan apabila Perseroan menjadi Bank Gagal dan diputuskan untuk diselamatkan atau dilikuidasi. 5. Perjanjian Kerjasama berkaitan dengan Pemeliharaan Program dan Software maupun layanan jasa perbankan Perseoan.

R. nomor BA/SP-11/DIR. Notaris di Jakarta.810/COO-C0025000/2009. Notaris di Jakarta. yang telah dilegalisasi nomor 718/WMK/SRH/VIII/2004 tanggal 31 Agustus 2004 oleh Siti Rayhana.AGN/AJ/000/2004 – nomor BA/SP-09/DIR. nomor Lintasarta 064/LA/PKS/000/2002. 52 PT.01/XII/2005 tanggal 16 Desember 2005 antara Perseroan dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (“Artajasa”).5. 7. Nomor 062/PKS-002/Finnet-01/2009 dan Nomor BA/SP-32/Dir. Notaris Pengganti dari Bandoro Raden Ayu Mahyastoeti Notonagoro.5. Sarjana Hukum.AGN-LA/AJ/000/2002 tanggal 1 Juli 2002. antara Perseroan selaku Pelanggan.69/HK. Perjanjian Berlangganan Jasa Jaringan ATM-Bersama berdasarkan Perjanjian nomor 040/PKS. 9. nomor Perseroan BA/SP-10/DIR/AKT/VII/2002. nomor 191. 10.810/KNS-25/2007.01. Perjanjian Kerjasama Tentang Jasa Layanan Uang Tunai berdasarkan Perjanjian nomor 040/PKS/Dir/VI/2006 tanggal 8 Juni 2006 jo nomor 044/PKS/Dir/VI/2007 tanggal 18 Juni 2007 jo nomor 028/PKS/Dir/VII/2009 dan BA/sP-41/Dir.01/II/2006 tanggal 7 Pebruari 2006 jo nomor 029/PKS/Dir/VII/2009 dan BA/SP-42/Dir. Perjanjian Penggunaan Sistim Kliring Nasional Bank Indonesia berdasarkan Perjanjian No. Sarjana Hukum. 12.02/VIII/2004 Tanggal 31 Agustus 2004 nomor BA/SP-53/Dir. 15.02/XII/2004 tanggal 23 Desember 2004 yang diubah dengan Addendum Pertama Perjanjian Berlangganan Jasa Jaringan ATM Bersama nomor 015A/PKS. Perjanjian Layanan SWIFT berdasarkan Basic Agreement nomor SB2006/AGTBIDJA/06 tanggal 2 Nopember 2006 yang dibuat antara Perseroan dengan Decillion Solution Pte Ltd (“Decillion”).AGRO tanggal 21 Desember 2006 antara Perseroan dan PT Sigma Cipta Caraka (“Sigma”).AY Mahyastoeti Notonagoro.AGRO .AGN/AJ/000/2005 . 14. nomor Artajasa 022/PKS. . Perjanjian Pemanfaatan Layanan Jasa Perbankan Untuk Penerimaan Pembayaran Jasa Telekomunikasi Dengan Sistem Host to Host. nomor BA/SP/DIR.AGRO . 11. 6.02/IV/2009 tanggal 28 Mei 2009 tentang Perjanjian Pengalihan yang dibuat antara Perseroan.14. BANK AGRONIAGA Tbk. Perjanjian Lisensi Program Aplikasi berdasarkan Perjanjian nomor 578. PT Finnet Indonesia dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (“Telkom”) . Perjanjian Jasa Otomasi Jaringan Perbankan berdasarkan Perjanjian nomor 00061/LA/OJP/93 tanggal 4 Pebruari 1993. Notaris Pengganti dari B.02/VII/2009 dan nomor 1397/MAN-ATM/VII/09 tanggal 31 Juli 2009 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Wahana Andika Mandiri.AGRO – Nomor BA/SP-04/Dir.01/XII/2006. 8. PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”) selaku Pihak Yang Mengalihkan dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (“Artajasa”) selaku Pihak Yang Menerima Pengalihan . Perjanjian Jasa Operasional Data Center berdasarkan Perjanjian Jasa Operasional Data Center nomor 138.02/VIII/2004 tanggal 31 Agustus 2004. Perjanjian Jasa Layanan Distribusi Warkat Kliring dan Dokumen berdasarkan Perjanjian nomor 06/006/Kejar/Dir.02/VIII/2004 tanggal 31 Agustus 2004. 13. yang telah dilegalisasi nomor 717/WMK/SRH/VIII/2004 tanggal 31 Agustus 2004 oleh Siti Rayhana. berdasarkan Perjanjian nomor PKS. dan telah beberapa kali diubah dengan perubahan terakhir Addendum II Terhadap Perjanjian Jasa Operasional Data Center Nomor 138. Sarjana Hukum.01. 7/ 81/ DASP tanggal 29 Juli tahun 2005.01.02/VII/2009 tanggal 3 Juli 2009 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Kelola Jasa Artha (“PT Kejar”).14. Perjanjian Kerjasama Fasilitas ATM berdasarkan Nota Kesepahaman tanggal 28 Agustus 2006 tentang Kerjasama Fasilitas ATM yang dibuat antara Perseroan dengan PT Graha Dana Abadi (“Granadi”).01/II/2007 tanggal 26 Pebruari 2007 tentang Pemanfaatan Layanan Jasa Perbankan Untuk Penerimaan Pembayaran Jasa Telekomunikasi Dengan Sistem Host to Host yang dibuat antara Perseroan dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (“Telkom”) junto Perjanjian Nomor 193/HK.02/VII/2009 tanggal 3 Juli 2009 dibuat antara Perseroan dengan PT Kelola Jasa Artha (“PT Kejar”).nomor BA/SP-03/Dir.nomor BA/SP-04/Dir.14.nomor BA/SP-20/DIR. Sarjana Hukum.01. Perjanjian Kerjasama Pemeliharaan (maintenance) ATM berdasarkan Perjanjian nomor BA/SP-45/DIR.

Surat Persetujuan Prinsip Penjaminan (SP3) Induk Atas Nama Karyawan PTPN V – Pekanbaru nomor 301/SP3/C. F. BANK AGRONIAGA Tbk. Perjanjian Penjaminan 1.0/KONTR/001/2008SL antara Perseroan dan PTPN IX.2007 tanggal 16 Agustus 2007 antara Perseroan sebagai Penerima Jaminan dan PT Asuransi Syari’ah Mubarakah sebagai Penjamin.9/KTR/001/2008 tanggal 10 Maret 2008 antara Perseroan dan PTPN VII. 3.0/PESWA/521/2003.Sertifikat Penjaminan nomor 003/SP/PKPI-II/00 tanggal 10 Pebruari 2000 antara Perseroan sebagai Penerima Jaminan dan PT Penjamin Kredit Pengusaha Indonesia sebagai Penjamin.Perjanjian nomor BA/SP-74B/DIR-01/XII/2008 tanggal 31 Desember 2008. 4.63/DIR.01/IX/2007. nomor 7.095 tanggal 14 Juli 2003 yang telah diubah beberapa kali terakhir berdasarkan perjanjian nomor BA/SP53 2. Perjanjian nomor BA/SP-01/DIR/VII/2003 . yang dibuat antara Perseroan dengan PT Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912.01/VIII/2006 tanggal 1 Agustus 2006 yang dibuat Perseroan sebagai Penerima Jaminan dan Perusahaan Umum Sarana Pengembangan Usaha sebagai Penjamin. H. Perjanjian Asuransi.4/III/2008 tanggal 5 Maret 2008 antara Perseroan sebagai Penerima Jaminan dan Perusahaan Umum Sarana Pengembangan Usaha sebagai Penjamin. 3.Surat Persetujuan Prinsip Penjaminan (“SP3”) nomor 082/SP3/ASM/VIII. Perjanjian Berlangganan Internet berdasarkan Surat nomor 008/LA/461/B/2007 tanggal 9 Juli 2007 dari PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”) kepada Perseroan yang ditindaklanjuti dengan Formulir Berlangganan yang ditandatangani tanggal 10 Juli 2007 oleh Perseroan. 3. Perseroan telah mengadakan perjanjian asuransi dengan pihak lain. terakhir tanggal 6 Mei 2009 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Asuransi Jasa Tania TBK. 2. Perjanjian nomor 79/KTR/002/2003 dan nomor BA/SP-08B/DIR/X/2003 tanggal 29 Oktober 2003 yang telah beberapa kali diubah terakhir berdasarkan perjanjian nomor nomor BA/SP13/DIR.01/I/2008.Perjanjian Kerjasama Penutupan Asuransi tanggal 20 Mei 2005 yang telah diubah beberapa kali.16. 2. Perjanjian nomor BA/SP-01/BIR/VII/03 dan nomor XX-KONTR/03.Perjanjian nomor 20/Sarana/VIII/2006. 17. G. yang dibuat antara Perseroan dengan PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera. PT.01/VI/2009 dan nomor: 054/BPAgro/PKS/VI/2009 tanggal 29-06-2009.01/III/2008.nomor PTPN.752/2007 tanggal 6 September 2007 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”). Perjanjian Kerjasama Kredit Ketahanan Pangan dan Energi Pengembangan Budidaya Tebu Rakyat (KKP-E TR) Perseroan telah mengadakan perjanjian kerjasama KKP-E TR dengan perusahaan perkebunan berdasarkan perjanjian-perjanjian sebagai berikut : 1.FON/NBD. Perjanjian Kerjasama tentang Program Asuransi Jiwa Kredit Plus PHK Bagi Debitur PT Bank Agroniaga Tbk nomor: BA/SP-04B/Dir.SL tanggal 28 Juli 2003 yang telah diubah beberapa kali terakhir berdasarkan perjanjian nomor BA/SP05A/DIR. nomor PTPNIX. . nomor TRI. Perjanjian Kerjasama Mandiri USD Direct Settlement berdasarkan Perjanjian nomor BA/SP.IX. nomor BA/SP-31/DIR. berdasarkan perjanjianperjanjian sebagai berikut : 1.

Dalam Rangka Kredit Ketahanan Pangan dan Energi Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Pendanaan nomor PKP-07/KKP-E/DP3/2007 tanggal 1 Nopember 2007 jo Perubahannya Nomor AMA-01/PKP-07/KKPE/DSMI/2009 tanggal 14 Juli 2009 antara Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah RI”) dan Perseroan. antara Perseroan dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk . Dalam Rangka Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Pendanaan nomor PKP-08/KPEN-RP/DP3/2007 tanggal 7 Desember 2007 antara Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah RI”) dan Perseroan .073 tanggal 24 Juli 2003 yang telah diubah beberapa kali terakhir berdasarkan perjanjian nomor BA/SP09/DIR. Duta Anggada Realty. Perjanjian Kerjasama Lainnya 1. Tbk (Penerima Jasa). PT. Perjanjian Pemberian Kredit Pensiunan berdasarkan Memorandum Kesepakatan Bersama tanggal 11 Juli 2007 tentang Pemberian Kredit Pensiunan & Fasilitas Payroll System antara Perseroan dan Persatuan Purnakaryawan Perkebunan Republik Indonesia (“P3RI”). antara Perseroan selaku Penjual dan PT Eurocapital Peregrine Securities selaku Pembeli.01/VI/2005 dan nomor XX-KONTR/05. 5. 2.086 tanggal 25 Maret 2008 dibuat antara Perseroan dengan PT PABRIK GULA RAJAWALI II (PGR II).01/XI/03 tanggal 17 November 2003 yang telah diubah beberapa kali terakhir dengan Nomor: BA/SP-22/DIR.018 dan Nomor: BA/SP-08a/DIR/xI/2003 dan Nomor:439/sPj/RNI. J. 4. 6. Perjanjian Jual Beli Piutang Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Piutang nomor 70 tanggal 28 Desember 2007. notaris di Jakarta. Penyaluran Dana Program Kemitraan & Bina LIngkungan serta Program Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta berdasarkan Nota Kesepahaman nomor: MOU/08/062009 dan No. Perjanjian Penyelesaian Service Charge nomor 001/LGL/DAR/IX/2009 tanggal 8 September 2009 yang dibuat antara PT. .065 tanggal 16 Mei 2005 antara Perseroan dan PTPN X.40/VI/2009 tanggal 17 Juni 2009. Perjanjian nomor BA/SP-03A/DIR/VII/03 dan nomor XX-KONTR/03.01/V/2005 dan nomor XX-KONTR/05. Tbk (“DUTA ANGGADA”) selaku Pemberi Jasa dan PT. Sarjana Hukum. 3. Perjanjian Jual Beli Piutang Atas Kredit PT Surisenia Plasmataruna a.01/IIII/2008 dan Nomor 08-KEU/BANEG/III/08. Perjanjian Pemberian Fasilitas dan Pemeliharaan nomor 7 tanggal 8 September 2009. yang dibuat antara PT. Tbk. yang dibuat antara Perseroan dengan PT Jamsostek Persero). Duta Anggada Realty. Perjanjian Pemanfaatan Layanan Program Pensiun PT Bank Agroniaga Tbk berdasarkan Perjanjian Pemanfaatan Layanan Program Pensiun PT Bank Agroniaga dengan Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk nomor 024/DPLK/X/2000 tanggal 18 Oktober 2000. Perjanjian Nomor XX-Kontr/005. 5. dibuat di hadapan Rusnaldy. I. Notaris di Jakarta. Perjanjian Kerjasama Pendanaan Dengan Pemerintah Republik Indonesia 1. BANK AGRONIAGA Tbk.4. BA/SP-40/Dir. Tbk (“DUTA ANGGADA”)dan PT. Bank Agroniaga. yang dibuat dihadapan Buniarti Tjandra. 07/DIR. Bank Agroniaga. SH. 54 2.047 tanggal 6 Juni 2005 antara Perseroan dan PTPN XI.

Perjanjian Jasa Administrasi Arsip Manajemen berdasarkan Perjanjian nomor MMI/RMS/087/XI/04 tanggal 21 Oktober 2004 yang diubah dengan Perubahan Perjanjian nomor ADD/MMI/RMS/087/XI/04 tanggal 29 Oktober 2007 antara Perseroan dan PT Multifiling Mitra Indonesia (“MMI”).01/V/2007 tanggal 2 Mei 2007 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Telekomunikasi Selular (“Telkomsel”). 11. 8. Shanghai Gemilang Medan dengan No.01/XII/2006 tanggal 20 Desember 2006 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Securicor Indonesia (“Securicor”). yang dibuat antara Perseroan dengan PT Piesta Penilai. BA/SP-17/Dir. BANK AGRONIAGA Tbk. 107/B. Perjanjian Pelaksanaan Lelang Eksekusi Jaminan a. Perjanjian Jasa Pengawasan Produksi TBS berdasarkan Perjanjian nomor 057/SPK/PP/II/2009 dan No. 9. Perjanjian Jasa Standar Angkutan Barang-barang Berharga berdasarkan Perjanjian nomor 1020/Cash-Agro/XII/06. Notaris di Jakarta. yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur. 2. 55 PT.01/VI/2008 tanggal 9 Juni 2008.01/IX/2008 tanggal 1 September 2008. c. 10. Perkara 481/PDT. . Perkara dengan Perseroan sebagai Penggugat 1. PT Balai Lelang Harmoni berdasarkan Perjanjian nomor BA/SP31/Dir. b.PST tanggal 27 September 2001. nomor BA/SP-24/DIR. dibuat antara Perseroan dan PT Bank Niaga Tbk.1. PERKARA HUKUM YANG DIHADAPI PERSEROAN Berdasarkan hasil pemeriksaan Konsultan Hukum.04/II/2009 tanggal 16 Pebruari 2009. PT Triagung Lumintu berdasarkan Perjanjian nomor BA/SP-36/Dir.05/CO-00/III/2007.JKT. Perjanjian Penyerahan Piutang Berdasarkan Akta Penyerahan Piutang nomor 71 tanggal 28 Desember 2007. 7. 10.JKT. Perseroan vs CV Batu Karang Teguh dan Sulihananto Halim Pranata dengan No. 13. Perseroan vs Rulianto Hadisoemarto dengan No. Selengkapnya. dengan perincian sebagai berikut : a. Transaksi Antar Bank berdasarkan Perjanjian Nomor 048/BPD-PST/PRJ/IX/2008 dan Nomor BA/SP-57/DIR.b. nomor BA/SP-50/DIR. Perjanjian Transaksi Dagang berdasarkan Master Participation Agreement – Trade Related Transactions yang ditandatangani tanggal 9 Agustus 2007 dan 20 Agustus 2007. 3.G/2008/PNMDN.04/IV/2009 tanggal 13 April 2009. PT Balai Lelang Star berdasarkan Perjanjian nomor BA/SP-28/Dir. Sarjana Hukum. antara Perseroan selaku Pihak Yang Menyerahkan dan PT Eurocapital Peregrine Securities selaku Pihak Yang Menerima Penyerahan. Perjanjian yang dianggap penting antara Perseroan dengan pihak lain tersebut di atas tercantum di dalam Laporan Uji Tuntas dari segi hukum yang disusun oleh Konsultan Hukum no.G/2001/PN. Perkara 539/PDT.PST tanggal 27 Oktober 1999. 12.4/MDP/IX/09 tanggal 14 September 2009. Perjanjian Kerjasama Penerimaan Pembayaran Tagihan kartu HALO dan Pengisian Ulang Pulsa Kartu Pra Bayar berdasarkan Perjanjian Kerjasama Penerimaan Pembayaran Tagihan kartuHALO dan Pengisian Ulang Pulsa Kartu Pra Bayar nomor 400/LG. Perseroan vs PT.04/IV/2009 tanggal 17 April 2009. dibuat di hadapan Rusnaldy.G/1999/PN. Perkara 549/PDT. sebagian besar perkara berkaitan dengan langkahlangkah Perseroan untuk melaksanakan haknya selaku kreditur dalam perjanjian kredit sebagai bagian dari proses pemberian kredit.

G/2007/PN. Perkara 38/PDT. 2. Parata Tobing dan RA. 7.PLW/2008/PN. Perseroan vs PT Alam Inti Kreasi dan Ir.EKS/APHT/2004/PN.BKS tanggal 20 Juli 2005.SHT/2007/PN.SBY tanggal 5 Nopember 2007. H. AGRO RAJAWALI PERKASA dkk dengan No.BDG tanggal 10 Agustus 2007.M. Selengkapnya.TK tanggal 17 Mei 2009. Eny Lestari. Perseroan vs PT Kawan Lama Timberindo. Anita Dian Ekawati.EKS/APHT/2008/ PN. H. Effendi. Ismil Hati.Ut. Fitria. 10. Perseroan vs Martawaty dkk dengan Nomor Penetapan 04/Eks. Jilly Semiwaty dengan No. H. Perkara dengan Perseroan sebagai Turut Tergugat. Perkara 65/Pdt.MDN/PN. Perseroan vs PT Pelayaran Samudera Persada dengan No.G/PLW/2007/PN.Mdn tanggal 13 Pebruari 2009. d. c.Jo.G/2008/PN. 9.HT/2006/PN.G/2007/PN. CV.G/2005/PN. Perkara 15/PDT.1.SH dengan No. 1.HT/2005/PN. Alfian. Eddy Setiawan. tanggal 14 Pebruari 2008. KHONG LIE HIONG dengan No.SBY tanggal 8 Januari 2008. Perseroan vs Nyonya Khoe Lie hiong dengan Nomor Penetapan 26/EKS/2007/68/EKS/HT/ 2007/PN. Perkara dengan Perseroan sebagai Terlawan. Atjep.TNG tanggal 5 Oktober 2006. Sjahrir Sjafruddin dan H. Rusdi. 4. 107/B. Penetapan 11/2009 Eks. Achmad Renno.JKT.Jkt. PT Pelayaran Samudra Andara Persada dan Perseroan dengan No. Perseroan dengan No. 1. Penetapan 50/PEN. tanggal 13 Juli 2009.TNG tanggal 21 Juni 2007. Penetapan 04/EKS.SBY. Perseroan vs CV. 3.No. 56 . 5. Penetapan 01/EKS. Perkara 02/PDT. Perkara 92/PDT. Jayadi. Penetapan 68/EKS/HT/2007/PN. 2.G/2008/PN.G/2009/PN. 4. Marhamah Mansur dengan No.SEL tanggal 4 Maret 2005. Penetapan 40/PEN.JKT. Perkara dengan Perseroan sebagai Pemohon Eksekusi Hak Tanggungan.b. Penetapan 38/PDT/EKS/2007/HT/PN. 2. Musonip Joyo Antonio.PLW/2009/PN. E. Harapan Jaya vs PT Union Yard. f.PSP tanggal 16 Juli 2007. Aminuddin Dahlan dengan No. Thoriq. Perseroan vs PT. PT Alam Inti Kreasi vs Perseroan dan Mochamad Aminuddin Dahlan No. Ersyad Erwansyah Sindapati dan Elies Johannita dengan No. PT. H. 3. Damsuri. Wong Shinta Dewi dan Goeij Eddy Chandra Gunawan vs Perseroan dengan No. Perkara 44/PDT. perkara-perkara tersebut di atas tercantum di dalam Laporan Uji Tuntas dari segi hukum yang disusun oleh Konsultan Hukum no. Rita Hartati dan Dra.TK tanggal 4 Desember 2006.PSP tanggal 23 Januari 2007.HT/2006/PN. Madlani S. Perseroan vs PT Tirta Citramas Lines. Mahyasari A.TK tanggal 4 Desember 2006. Siswadi dan Ani vs Perseroan.LP tanggal 23 Jui 2008. 6. Perkara dengan Perseroan sebagai Tergugat 1.4/MDP/IX/09 tanggal 14 September 2009. BANK AGRONIAGA Tbk. Perkara 455/Pdt. PT Surisenia Plasmataruna vs PT Dapenbun Investama. Ir. Ath. 1. M. Drs.UT tanggal 30 Mei 2007. 8. Soesilo. e. Notonagoro. Efendi bin Boer Dani dkk vs Perseroan dengan No. 3.106/2004 tanggal 1 April 2009. Perseroan vs PT Jasa Mapan Madani dengan No. Penetapan 18/EKS/2005/PN. MM selaku Komisaris PT Surisenia Plasmataruna vs Perseroan dengan No.TNG tanggal 3 Nopember 2008 Perkara dengan Perseroan sebagai Pemohon Eksekusi Grosse Akta Hipotek. 2. Perseroan vs Wong Shinta Dewi dengan No. SE. PT Dapenbun Nusantara dan Perseroan dengan No. Perkara 13/PDT. Koesnodewo Thedjoisworo vs. Perkara 233/PDT. Penetapan 52/EKS. H. Perseroan vs Musyarif Kamaludin dan Isni dengan No.MDN tanggal 13 Maret 2008.

UMUM Perseroan adalah suatu Perseroan Terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia. 113. didirikan berdasarkan Akta Pendirian No..VIII. 79. Notaris di Jakarta yang diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. (L) RE Martadinata No. Sudirman No.89 tanggal 28 Oktober 1989 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.01-TH. Jalan Jend. 3.2 B2 No. Jl.R. 30 Medan Emplasement Perkebunan PT Hutaean. Jalan Jend. Yani No.H. H. 104 B-C. 24CD Medan Jalan Jend. Semarang dan Balikpapan. Gatot Subroto No. Jakarta 12950. Jakarta 12930 Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Wing C Lantai 3. dibuat di hadapan Raden Soekarsono.013/1989 tanggal 11 Desember 1989 dan sebagai Bank Devisa berdasarkan Keputusan Gubernur Bank Indonesia nomor 8/41/KEP. Jakarta 12950 Jalan Panglima Sudirman No. 3303 serta telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 3 November 1989 di bawah nomor 2484/1989 dan 2485/1989. Bandung. BANK AGRONIAGA Tbk. Perseroan telah memiliki jaringan operasi sebanyak 6 (enam) kantor cabang dan 7 (tujuh) kantor cabang pembantu yang tersebar di wilayah Jakarta. 1. Jalan R. Jakarta Gedung Departemen Pertanian Gedung E Lantai Dasar.01. Jl. Kantor–kantor operasional Perseroan selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Status Operasional Kantor Pusat Kantor Cabang Kantor Cabang Kantor Cabang Kantor Cabang Kantor Cabang Kantor Cabang Kantor Cabang Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu Kantor Kas Lokasi Plaza GRI. Bandung Jalan A. Jalan H. Riau Status Kepemilikan Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Periode Sewa 31-03-2010 03-11-2014 30-08-2014 31-10-2017 01-09-2013 09-09-2010 20-09-2010 14-07-2013 31-12-2009 30-04-2013 31-05-2010 31-07-2011 27-05-2011 22-08-2013 03-10-2010 01-20-2011 Dari jumlah kantor Perseroan di atas perkembangannya dapat diringkas seperti yang terlihat pada tabel berikut ini : 31 Mei 2009 Kantor Pusat Kantor Cabang Kantor Cabang Pembantu Kantor Kas Jumlah 1 7 7 1 16 31 Desember 2008 1 7 7 1 16 2007 1 6 7 1 15 2006 1 6 7 14 2005 1 4 7 12 PT. Notaris di Jakarta. 165. Jakarta Jalan Merdeka Raya No. Medan. 1347/KMK.R. 14 No. 197. Bekasi Plaza Medan Fair Lt. Perseroan memperoleh Surat Persetujuan Prinsip Pendirian yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan melalui surat nomor S-242/MK. Tangerang Ruko Bekasi Mas Blok A No. Jalan Teuku Cik Ditiro No. Pekanbaru. 96 tanggal 1 Desember 1989 Tambahan Berita Negara No. Akta Pendirian dan Akta Perubahan ini telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. Pekan Baru Jalan Laks. Perseroan kemudian memperoleh izin untuk beroperasi sebagai bank umum berdasarkan persetujuan Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 319. Saat ini Perseroan berkantor pusat di Plaza GRI. 14.M.. 57 . 27 tanggal 23 Oktober 1989 dibuat dihadapan Raden Soekarsono.37. 51 Surabaya Jalan Imam Bonjol No. 231. Sudirman No. S.GBI/2006 tanggal 8 Mei 2006 tentang Penunjukan PT Bank Agroniaga Tbk Sebagai Bank Umum Devisa. Rasuna Said Blok X-2 No.H. C2-10019.13/1989 tanggal 27 Februari 1989 perihal Persetujuan Prinsip Pendirian PT Bank Agroniaga. Bandar Lampung Wisma Jasa Tania. berkedudukan di Jakarta. Tangerang. Dalu-dalu. 6. Jalan Gatot Subroto Kav. S. Harsono No. Semarang Jalan Jend.HT. 27 tanggal 27 September 1989. Surabaya. 1. Gatot Subroto. Achmad Yani. Jakarta Gedung Jamsostek. KEGIATAN USAHA PERSEROAN 1. Rasuna Said Blok X-2 No. Balikpapan Jalan Raden Intan No. Rokan Hulu.

Perkembangan dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun Perseroan sejak tahun 2005 adalah sebagai berikut : PT. Bandung Jalan Jend. Tabungan dan Deposito Berjangka. Gatot Subroto No. Kuningan Gedung Jamsostek. Bekasi Jalan R. Jalan Gatot Subroto Kav. Di bawah ini akan dirinci lebih jauh mengenai kegiatan usaha utama Perseroan selaku bank yang terdiri dari penghimpunan dana.Selain kantor cabang dan cabang pembantu.3 Ruko Bekasi Mas Blok A No. Balikpapan Jalan Raden Intan No. Deposito Berjangka Simpanan berjangka dengan jangka waktu 1. Perseroan selalu mengutamakan kebutuhan nasabah. 58 . Achmad Yani. Mata uang yang digunakan adalah dalam Rupiah. penempatan dana serta pendapatan imbal jasa (fee based income).R. memberikan rasa aman dan memberikan suku bunga yang saling menguntungkan kedua belah pihak. dengan melakukan kegiatan usaha sebagai penghimpun dana masyarakat yang kemudian disalurkan dalam bentuk pemberian kredit kepada perseorangan maupun perusahaan. Jl.319. di mana dana-dana tersebut dihimpun dalam bentuk Giro. Rekening Giro Bentuk simpanan dana pihak ketiga yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek dan bilyet giro dengan jasa giro yang menarik.2 B 2 No. Dalam menghimpun dana masyarakat. Perseroan menawarkan beberapa produk seperti : 1. 2. Jalan H. Kuningan Granadi Building. Gd. Jl.30 Plaza Medan Fair Lt.6 dan 12 bulan dengan bunga yang bersaing. Tanjung Karang Kota Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Bekasi Bandung Pekanbaru Surabaya Medan Medan Semarang Balikpapan Bandar Lampung Jumlah ATM 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2. Tabungan Bentuk simpanan dana pihak ketiga yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat selama jam kas buka Tabungan. Sudirman No. Medan Plaza Medan Fair. 51. KEGIATAN USAHA Perseroan memulai kegiatan operasi perbankan sebagai bank umum sejak tanggal 11 Desember 1989. Harsono No.E. Selain itu Perseroan juga melaksanakan transaksi antarbank serta kegiatan-kegiatan investasi melalui penempatan pada instrumen-instrumen yang aman dan menguntungkan. 113.14. Sudirman No.R. Jend.74 Departemen Pertanian. PENGHIMPUNAN DANA Kegiatan operasional perbankan Perseroan selain didanai dari modal sendiri dan pemupukan laba. Surabaya Jalan Imam Bonjol 24 C-D. Jl. Martadinata No.M.3. 37 Jalan Jend. Rasuna Said. Departemen Pertanian Gd. Dalam menghimpun dana masyarakat. 165. bagi Perseroan tidak menjadikan negative spread dan bagi nasabah dijamin keamanannya. No. 6. Semarang Jalan Jend. Pekan Baru Jalan Panglima Sudirman No. R. juga diperoleh terutama dari penghimpunan dana masyarakat serta dana yang merupakan simpanan dari bank lain.Yani No.E. 3. Rasuna Said. Perseroan juga mengoperasikan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sebanyak 16 (enam belas) buah pada lokasi–lokasi sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Lokasi Plaza GRI. Jalan H. BANK AGRONIAGA Tbk. Lantai Dasar. A. 104 B-C. Di samping itu penghimpunan dana juga didapat dari Obligasi Repo serta Pinjaman dari Bank Indonesia dan PNM. 231.

157 216.979.36 2.73 69.07 19.16 79.577 230.094 % 56.Bersih 40.537.6 84.332 % 14.741 % 1. BANK AGRONIAGA Tbk.902 1.68 4.307. Deposito Berjangka merupakan jumlah terbesar dari total sumber dana yang dihimpun oleh Perseroan.333 44.412.82 11.396. Berikut ini disajikan tabel yang merinci perkembangan penempatan dan penyaluran dana dalam Aktiva Produktif Perseroan mulai tahun 2005 sampai dengan 31 Mei 2009 : dalam jutaan Rupiah 31 Mei 2009 Jumlah Tagihan kepada pihak ketiga Penempatan pada Bank lain-Bersih Surat-surat berharga-Bersih Kredit yang diberikan-Bersih Penyertaan-Bersih Komitmen dan Kontinjensi-Bersih Jumlah Aktiva Produktif .643 2.286.251 % 1.614 295 56.45 100 Giro pada Bank Lain Tujuan Perseroan dalam menempatkan dananya pada rekening giro di bank lain yaitu sebagai cadangan kas apabila sewaktu-waktu bank memerlukan dana tunai yang mendesak dan sebagai PT.00 19.105 1.959.00 0.00 2005 Jumlah 204.73 79.779 1.277 2.059 30.568 2.528 1.08 0.29 0.58 5.824.63 0.537.54 27.186 2.316.00 2007 Jumlah 372.284 54.966 314.46 13.02 100.673 137.12 100.589 2.00 1.00 Dari tabel tersebut di atas terlihat bahwa hingga 31 Mei 2009. 59 .00 0.614 393.78 25.144 2.016.797 430.746 2.658.979.368.723.349 120.221 % 13.332 66.008 1.46 7.57 100.095 % 13. Hal ini menandakan bahwa kepercayaan nasabah masih tetap tinggi dan menganggap Deposito Berjangka sebagai alternatif simpanan yang paling besar memberikan pendapatan bunga di samping faktor keamanan karena adanya program penjaminan dari Pemerintah.283 % 0.699.07 100 2006 Jumlah 12 20.450.997 1.996 52.879.115 2.20 2.969. Berikut ini adalah komposisi Simpanan Dana yang diklasifikasikan ke dalam jangka waktu penyimpanan dana dari masing-masing jenis Simpanan.187 63.545 295 59.00 3.792 2.595 748.25 2. efek-efek lainnya serta menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang dianggap mempunyai prospek yang baik.163.02 81.707 100.000 2.163.09 0.554 295 21.365 2.20 21.205 354.88 0.711 304.11 5.00 0.044.99 21.303 2.221 66.00 31 Desember 2008 Jumlah 315.99 14.047. Komposisi Sumber Dana Pihak Ketiga berdasarkan Jangka Waktu dalam jutaan Rupiah 30 Mei 2009 Jumlah 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan Total % 31 Desember 2008 Jumlah % 2007 Jumlah % 2006 Jumlah 1.721.220 176.53 72.88 81.28 13.483 523.498 123.46 8.072 1.524 417.445 % 14.651 % 0. berikut ini disajikan komposisi simpanan masyarakat berdasarkan jangka waktu.98 100.688.458 2.50 100 2007 Jumlah 14.443 79.829 1.513 120.559 242.23 100 1. dengan asumsi jangka waktu pengendapan Tabungan dan Giro adalah 1 bulan.538 % 64.75 80. Kredit diberikan melalui suatu proses studi kelayakan yang selektif dengan cara melakukan penelitian secermat mungkin sebelum dibawa ke Komite Kredit.64 0.144 33.00 0.197 % 0.579 204.85 11.00 2006 Jumlah 325.061.837 2.333 138.27 2.94 6.54 1.10 6.878.94 100 PENEMPATAN DANA Perseroan menempatkan dananya melalui Penempatan pada Bank Lain.97 100.347 295 84.91 100 2.538 % 10.445.67 19.55 100 31 Desember 2008 Jumlah 13.00 2.66 86.79 100 2005 Jumlah 29.16 81.68 100.000 2.54 8.047.35 100 2005 Jumlah 1.73 1.919 442.985 686.713 1.450.283 1.00 2. SBI.629 295 10.Perkembangan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga dalam jutaan Rupiah 30 Mei 2009 Jumlah Giro Tabungan Deposito berjangka Total 268.07 3.

secara otomatis dana tersebut akan ditransfer ke rekening Perseroan di Bank Indonesia. Per tanggal 31 Desember 2008. Selain itu. BANK AGRONIAGA Tbk. atau meningkat sebesar 4. baik yang dimiliki hingga jatuh tempo maupun yang tersedia untuk dijual.614 juta. Surat – Surat Berharga Perseroan melakukan kegiatan penempatan dana dalam bentuk Surat Berharga dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia. menurun 4. maka Manajemen mengeluarkan kebijakan untuk membatasi jumlah dana di rekening giro bank dimaksud hingga nilai tertentu dan apabila jumlah dana melampaui nilai tersebut. Beberapa kriteria dalam memilih dan menentukan bank counterparty untuk diberikan money market line adalah bank tersebut termasuk dalam program penjaminan pemerintah. Sebelum dilakukan penempatan dana pada bank counterparty. Selain itu suku bunga penempatan pada PUAB masih lebih tinggi dibandingkan suku bunga FASBI (SBI-harian). dan lain-lain. PT.51% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Obligasi Pemerintah serta Obligasi Korporasi.Bersih yang dimiliki Perseroan adalah sebesar Rp 304. jumlah Surat Berharga . juga untuk mengambil kesempatan dalam transaksi ‘trading’ guna mendapatkan keuntungan dari ‘spread/margin’.878. telah dikenal dan memiliki reputasi baik serta memberikan suku bunga yang optimal. Untuk periode yang berakhir opada tanggal 31 Mei 2009. Penempatan ke dalam surat–surat berharga tersebut memberikan kontribusi 3. oleh karena jasa giro pada bank lain relatif kecil. Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2009. Penempatan pada Bank Lain Perseroan dalam menempatkan dana pada Pasar Uang Antar Bank (PUAB) selain untuk meminimalisasi biaya dana yang timbul sebagai akibat dana yang belum disalurkan ke kredit. jumlah Kredit Yang Diberikan– Bersih adalah sebesar Rp 1.361 juta.554 juta.000 dalam bentuk SBI dan Rp 117.6% terhadap Pendapatan Bunga. jumlah Kredit Yang Diberikan – Bersih adalah sebesar Rp 1.Bersih Dalam rangka melakukan kegiatan utamanya. Perseroan menyalurkan dananya dalam bentuk Kredit Yang Diberikan. dilakukan analisa keuangan dan manajemen yang selanjutnya diajukan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan pembukaan money market line.545 juta.08% dibandingkan dengan periode 31 Desember 2006 yang tercatat sebesar Rp 1. Kredit yang Diberikan .964. 60 .902 juta.902 juta dalam bentuk Obligasi Pemerintah dan Obligasi Korporasi. jumlah Kredit Yang Diberikan – Bersih adalah sebesar Rp 1. yang terdiri dari Rp 187.48% dibandingkan pada periode 31 Desember 2008. Dengan pertimbangan sisi positif seperti telah diuraikan di atas maka keberadaan rekening giro pada bank lain untuk masa mendatang akan tetap dipertahankan dan dijaga agar tetap dalam jumlah yang minimal sesuai dengan kesepakatan.jembatan guna mempermudah nasabah Perseroan yang berada di luar wilayah kliring Perseroan dalam melakukan transaksi. Besarnya money market line ditentukan oleh perhitungan yang telah ditetapkan dan tidak melebihi BMPK Perseroan serta untuk sementara waktu jangka waktu penempatan dana tidak lebih dari 1 minggu. Sedangkan per tanggal 31 Desember 2007. turun sebesar 4.959. seperti membayar angsuran kredit.879.

di mana pembayarannya dapat dilakukan dengan cara diangsur (angsuran berjangka) atau pelunasannya pada saat jatuh tempo. 61 .000 272.000 1.043.902 751. Pinjaman Investasi : Merupakan pinjaman yang diberikan dalam rangka memenuhi kebutuhan investasi yang penarikan atau pelunasannya dapat dilakukan sesuai dengan perjanjian dan selalu disertai dengan surat aksep. 2006.454 1.076 6.lain Jumlah Kredit yang diberikan Penyisihan penghapusan kredit Jumlah Kredit .355 245.044 113.964.017. 2007. untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005.407 504.956. 7.669 227.450 2.338 (76. untuk 6.433 159.477 26.923 1.966 119. di mana penarikan dan pelunasannya dapat dilakukan setiap saat.878 10. Pinjaman Kredit Program Kredit Program terdiri dari : a. Pinjaman Sindikasi : Merupakan kredit yang diberikan dalam rangka sindikasi atau secara bersama-sama membiayai suatu proyek besar di mana dananya ditanggung oleh lebih dari satu bank.427 1. Inti Plasma 5.708) 1. Pinjaman Lainnya : Merupakan pinjaman yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan yang lain-lain yang tidak dapat digolongkan pada kelompok/jenis di atas.427 247.862.136) 1. 4. BANK AGRONIAGA Tbk. Pinjaman Karyawan : Merupakan pinjaman yang diberikan khusus kepada karyawan Perseroan dalam memenuhi kebutuhannya untuk konsumtif atau sifatnya urgent (kredit ini lebih merupakan kebijaksanaan Perseroan dengan tingkat suku bunga lebih rendah daripada kredit komersial).076 (78.Jenis-jenis fasilitas kredit yang ditawarkan Perseroan adalah : 1. 2.899) (37.052 323.361 PT.878.715) 1.234 541.908 3.906 5.850 268.735 27.681 (87.358 457.554 1. 2008 dan 31 Mei 2009 : Perkembangan Penyaluran Kredit berdasarkan Sektor Ekonomi dalam jutaan Rupiah 31 Desember 2007 2006 2005 838.257 384. Pinjaman Konsumsi : Merupakan pinjaman yang diberikan dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumtif/keperluan untuk dipakai seperti kendaraan.164 142.630 31 Mei 2009 Pertanian/perkebunan Jasa Bisnis Perdagangan Perindustrian Jasa Sosial Konstruksi Pengangkutan dan Komunikasi Pertambangan Lain .064 592. Kredit Kepada Koperasi Primer untuk Anggotanya (KKPA) b.687 865.879.807 5. Tabel berikut ini merinci jumlah Kredit yang Diberikan Perseroan berdasarkan sektor ekonomi.bersih 707.786 1.539 45.421 1.824.971 365. perumahan dan lainnya.877 7.614 1.876 26.648 58. Pinjaman Modal Kerja : Merupakan pinjaman yang diberikan sehubungan dengan kebutuhan modal kerja jangka pendek yang diberikan dalam bentuk fasilitas pada rekening koran debitur.545 2008 855. 3.643 84. Kredit Ketahanan Pangan c.389 114.778 6.836) (57.069 9.868 404.731 2.570 7.019 1.959.965.809 2.

715) % 17.975 1.043.1 14.546 613.4 20.715) 1.351 138.120.811 1.017.554 % 52.545 1.636 336.481 943.4 24.7 17.540 350.63 100 2005 Jumlah 266.043.60 21.964.824.203. Perseroan berusahameningkatkan kegiatan-kegiatan lain yang menghasilkan Provisi dan Komisi Transfer dan Inkaso .4 100 31 Desember 2008 Jumlah 57.223 2.614 % 48.368 1.333 1.708) 1.Perkembangan Penyaluran Kredit berdasarkan Jangka Waktu dalam jutaan Rupiah 31 Mei 2009 Jumlah < 1 tahun 1 – 3 tahun 3 – 5 tahun > 5 tahun Jumlah Kredit Penyisihan Penghapusan Jumlah kredit – bersih 130.300 471. Arranger Sindikasi Kredit.068 1.093 2.545 % 6. juga Perseroan memperoleh Pendapatan Operasional Lainnya dari kegiatan jasa–jasa Perbankan.058 365.8 44.630 % 27.223.81 100 20.681 (87.567 2.48 100 2006 Jumlah 203.965.900) 1.251 1.361 % 2.8 23.565 182.3 9. Pembayaran PLN.660 2.905 212. Safe Deposit Box.017.72 57.1 17.454 (57.964.883 1.879.539 414.048 479.288 484.33 27.81 59.136) 1.907 1.62 23.454 (57.10 29.320 39.018 226.042.9 51.4 16.454 (57.9 20.779 590.076.361 % 42.752 1.9 2.6 17.878.2 100 Perkembangan Penyaluran Kredit berdasarkan Segmen Usaha dalam jutaan Rupiah 31 Mei 2009 Jumlah Konsumer Komersil Korporasi Jumlah Kredit Penyisihan Penghapusan Jumlah kredit – bersih 404.513 2.061.9 28. ATM. 62 .354 869. Komisi dan Pendapatan Operasional lainnya: PT.9 17.5 100 2005 Jumlah 1.0 4.133.956.879.554 % 10.266 366.5 100 2007 Jumlah 152.91 100 2007 Jumlah 271.5 3.899) 1.1 19.956.862.2 30.965.136) 1.824. maka selisih antara pendapatan bunga dan beban bunga akan semakin kecil.450 (76.043.934 404.715) 1.1 47.27 60.0 100 2006 Jumlah 79.3 23.708) 1.836) 1.883 426.478 1.315 275.681 31 Desember % 2008 Jumlah 360.163.136) 1.076 (78. Penerbitan Bank Garansi.900) 1.8 20.286 2.824.614 % 13.616 250.879.450 (76.959.9 46.836) 1.878.466 53.558 1.46 58.964.862.650 297.300 349.89 26.0 17.9 10.170 78.356 327.862.361 Pendapatan Provisi dan Komisi dan Pendapatan Operasional Lainnya Dengan kecenderungan tingkat persaingan yang semakin ketat. BANK AGRONIAGA Tbk.338 (37.7 35.450 (76.3 9.990 541.5 100 2005 Jumlah 515.6 12.338 (37.677 524. Payroll.836) 1.076 (78.643 425.624 628. Dalam menghadapi keadaan ini.966 518.891 1.959.5 100 31 Desember 2008 Jumlah 861.7 17.493 1.6 100 Sesuai dengan ragam produk pemberian kredit.956.8 29.017.987 79.681 (87.878.700 353.374 946.708) 1.076 (78.965.827 187. Selain dari Pendapatan Bunga Aktiva Produktif.926 449.8 100 2007 Jumlah 941.561 1.883 1.2 12. Pembayaran Tagihan Telkom.2 7.959.630 % 14.7 26.9 100 2006 Jumlah 1.86 57. Berikut ini adalah tabel pendapatan Provisi.545 % 46.630 % 60.554 % 3. maka di bawah ini adalah tabel perkembangan penyaluran kredit berdasarkan jenis kredit yang dimiliki Perseroan adalah sebagai berikut : Perkembangan Penyaluran Kredit berdasarkan Jenis Kredit dalam jutaan Rupiah 31 Mei 2009 Jumlah Modal Kerja Investasi Program pemerintah Sindikasi Konsumsi dan lain-lain Jumlah Penyisihan Penghapusan Jumlah bersih 906.338 (37.614 % 7.496 555.68 100 (87.

nasabah adalah faktor terpenting dalam menunjang keberhasilan usaha. supplier dan lain–lain. 2. yaitu Sumber Daya Manusia. yaitu Perusahaan perkebunan milik negara dan related captive market. sehingga keberadaan Perseroan dalam sistem perbankan dan sistem moneter nasional berperan aktif membantu pemerintah dalam proses percepatan dan pengembangan kegiatan agrobisnis dan kegiatan ekonomi lainnya atas dasar kemanfaatan dan kemaslahatan bersama. rekanan. Pengelolaan kegiatan operasional perbankan secara profesional dengan karakter dan budaya perusahaan yang kokoh serta dilaksanakan secara efektif /efisien guna mencapai tingkat rentabilitas yang optimal serta peningkatan daya saing secara sehat.477 3. pengembangan dan kestabilan perekonomian nasional. Kontribusi agrobisnis terbukti cukup signifikan dalam pertumbuhan. Menghasilkan produk. 3.750 10. Adapun pasar sasaran yang dituju Perseroan adalah perusahaan–perusahaan agrobisnis dengan skala UKM dan besar. koperasi dan petani binaan PTPN. BANK AGRONIAGA Tbk. jasa dan pelayanan perbankan dengan mutu yang semakin meningkat secara dinamis untuk menunjang pengembangan agrobisnis.463 dalam jutaan Rupiah 31 Desember 2007 2006 2005 9. organisasi. hal inilah yang mendorong Perseroan untuk menciptakan strategi pemasaran yang efektif dan efisien untuk meningkatkan daya saingnya.31 Mei 2009 Provisi pinjaman Provisi dan komisi SKBDN Komisi bank garansi Komisi transfer Komisi inkaso Komisi lainnya Jumlah 3.289 9. Oleh karena itu Perseroan berusaha untuk lebih meningkatkan jasa perbankan dengan memberikan pelayanan yang prima dan berkualitas serta menciptakan berbagai produk dan jasa pelayanan perbankan yang lebih maju sehingga Perseroan dapat lebih meningkatkan daya saingnya terhadap bank-bank lain. seperti misalnya koperasi karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Perseroan memiliki fokus usaha pada captive market. PT. PEMASARAN Perseroan menyadari bahwa ketatnya persaingan yang dihadapi sektor perbankan semakin hari semakin terasa. Pemasaran dan Operasional.354 8. Selain itu Perseroan juga menetapkan sasarannya pada sektor–sektor yang dipandang memiliki prospek ke depan yang bagus dan menguntungkan. Filosofi sebagai Mitra Utama Agrobisnis diterapkan oleh Perseroan sebagai lembaga keuangan dengan pangsa utama agrobisnis. serta memberdayakan sumber dana dan sumber daya guna pengembangan secara dinamis bagi keberhasilan usaha.001 61 3.714 10.900 9. senantiasa memegang teguh prinsip kehati-hatian.886 689 471 390 28 9.061 2008 7. khususnya nasabah atas produk. jasa dan pelayanan perbankan yang terbaik untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat pada umumnya dan nasabah pada khususnya secara aman dan menguntungkan. Arah kebijakan yang telah diuraikan di atas sangatlah tergantung dari pelaksanaan strategi Perseroan yang diterapkan pada 3 pilar sebagai pondasinya.419 68 58 107 322 277 237 60 1. patuh dan taat pada peraturan yang berlaku. Dengan pulihnya perekonomian di masa yang akan datang maka Perseroan akan memperluas penyaluran kredit kepada nasabah-nasabah baru. yaitu sebagai berikut : 1. 63 . sistem dan teknologi serta senantiasa meningkatkan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat. Bagi Perseroan. Mengembangkan kemampuan manajerial.

Rapat kerja tersebut bertujuan untuk mengetahui posisi Perseroan pada tahun sebelumnya serta rencana kerja tahun berikutnya melalui pembahasan secara bersama-sama antara manajemen Kantor Pusat dengan seluruh cabangnya. 64 . dan Tidak Sehat untuk nilai 0 . Berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia No. implementatif dan akan memperoleh komitmen dari semua tingkatan manajemen untuk digunakan sebagai pedoman kerja. Di samping itu SKAI harus mampu mengidentifikasikan segala kemungkinan untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan dana serta meningkatkan kegiatan yang ada di Perseroan.<66. sehingga tidak perlu PT. Rentabilitas (Earnings) dan Likuiditas (Liquidity). Bank Indonesia menggolongkan ke dalam predikat Sehat untuk total nilai 81 . akuntansi. Manajemen (Management). 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 mengenai Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Internal Bank (SPFAIB). Cukup Sehat untuk total nilai 66 . Kredit Usaha Kecil (KUK) dan Posisi Devisa Neto (PDN) sebagai tambahan kriteria perhitungan. Perhitungan tingkat kesehatan Bank ini diadopsi dengan beberapa modifikasi dari ketentuan Bank for International Settlements (BIS). Kurang Sehat untuk nilai 55 .100. kualitas Aktiva Produktif (Asset). TINGKAT KESEHATAN BANK Bank Indonesia mewajibkan bank-bank untuk menilai tingkat kesehatan setiap bulan dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. Perseroan beserta jajaran manajemen selalu mengikuti prinsip kehati-hatian dalam melakukan kegiatannya (prudent banking) selaras dengan ketentuan yang digariskan oleh Bank Indonesia. 30/277/KEP/DIR tangal 18 Maret 1998. Perseroan secara periodik menyelenggarakan budget meeting untuk mengetahui kinerja Perseroan sebulan terakhir dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil due diligence Bank Indonesia. Secara konsisten. PENGENDALIAN KEGIATAN USAHA ALCO (Asset Liabilities Committee) adalah sebuah komite yang dimiliki oleh Perseroan yang mempunyai tugas untuk mengevaluasi posisi aset dan kewajiban Perseroan serta menjaga keselarasan posisi dana dan kredit Perseroan.<55. pelaksanaan dan pemantauan atas hasil audit. Komite ini mempunyai anggota yang terdiri dari para kepala unit kerja yang bertanggung jawab terhadap keseimbangan posisi aset dan kewajiban Perseroan sebagai antisipasi terhadap kondisi perekonomian.4. Pada setiap akhir tahun anggaran diadakan Rapat Kerja yang melibatkan seluruh jajaran manajemen Perseroan. operasional dan kegiatan lainnya melalui pemeriksaan secara on-site (pemeriksaan di kantor pusat) dan pemantauan secara off-site (pemeriksaan di kantor cabang). Berdasarkan perhitungan tingkat kesehatan. pada tahun 1999 hanya 74 bank swasta nasional yang tetap beroperasi tanpa mengikuti Program Rekapitalisasi Perbankan dari Pemerintah. Untuk mewujudkan sistem perbankan yang sehat dan mengamankan kegiatan usahanya maka Perseroan telah menerapkan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank (SPFAIB) sesuai dengan ketetapan Bank Indonesia. 5.<81. BANK AGRONIAGA Tbk. tugas SKAI adalah membantu Direktur Utama dan Dewan Komisaris dengan menjabarkan secara operasional perencanaan. Disamping itu Bank Indonesia menambahkan faktor-faktor Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Dari Rapat Kerja ini diharapkan terbentuk kerangka strategi dan langkah kerja yang konkrit. serta memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang dikaji kepada semua tingkatan manajemen. sehingga Perseroan dapat menjaga tingkat kesehatannya dengan baik. 30/2/UPPB tanggal 30 April 1997 dan diperbaharui dengan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. Perseroan termasuk salah satu bank yang berhasil dikelompokkan ke dalam kategori A. Dalam melaksanakan hal ini Auditor Intern mewakili pandangan dan kepentingan profesinya dengan membuat analisis dan penilaian di bidang keuangan. 30/11/Kep/Dir tanggal 30 April 1997 dan terakhir dengan Surat Edaran No. Oleh karena itu penilaian tingkat kesehatan Bank ini sering disebut berdasarkan CAMEL PLUS. Perhitungan tingkat kesehatan ini mempertimbangkan aspek-aspek Modal (Capital). Berdasarkan SPFAIB tersebut Perseroan juga telah membentuk Dewan Audit dan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yaitu satuan kerja yang melaksanakan fungsi audit internal.

40% 15.94% 17. Berikut ini posisi CAR Perseroan per 31 Desember 2005.404 113.14% 2008 8% 12. 2002.46% 12. Berdasarkan perhitungan tingkat kesehatan CAMELS. Berdasarkan keputusan Direksi Bank Indonesia No. BANK AGRONIAGA Tbk.327 8.mengikuti Program Rekapitalisasi Perbankan tersebut. 2006.57% Kualitas Kredit yang Diberikan Dalam hal pemberian kredit. Perseroan mendasarkan pada prinsip kehati-hatian yaitu dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.658.992 3.307 43. 2008 dan 31 Mei 2009 : 31 Mei 2009 Minimum CAR CAR sebelum memperhitungkan risiko kredit dan risiko pasar CAR setelah memperhitungkan risiko kredit dan risiko pasar 8% 13.27% 15.913. 2008 dan 31 Mei 2009 sebagai berikut : 31 Mei 2009 NILAI PREDIKAT 3 Cukup baik 2008 3 Cukup Baik 31 Desember 2007 2006 3 3 Cukup Baik Cukup baik 2005 2 Baik Rasio Kecukupan Modal (CAR) Agar tetap memelihara tingkat kecukupan modal seiring dengan perkembangan usaha bank.0 6.729. faktor-faktor penilaian Tingkat Kesehatan Bank selain CAMEL juga memperhitungkan faktor sensitivitas terhadap risiko pasar sehingga faktor-faktor penilaian menjadi CAMELS.4 2007 Jumlah 1.4 0. Kurang Baik untuk nilai 4 dan Tidak Baik untuk nilai 5. Cukup Baik untuk nilai 3.101 % 85.1 PT. Hal ini dapat dilihat dari komposisi kredit menurut kolektibilitas dan persentase penyisihan penghapusan terhadap total kredit yang diberikan seperti tersaji pada tabel berikut : dalam jutaan Rupiah 30 Mei 2009 Jumlah Lancar Dalam Perhatian Khusus 1.03% 2005 8% 16. 5/182/DpwBI/PwB14 tanggal 15 Desember 2003.830. 2007. Bank Indonesia memberikan panduan tentang kewajiban kecukupan modal. Bank Indonesia menggolongkan ke dalam predikat Sangat Baik untuk nilai 1.49 Sehat Sehat 2000 95.2001 dan 2000 adalah sebagai berikut : Periode Nilai Predikat 2003 84.1 2005 Jumlah 1.29 93.05% 15. PBI No. Untuk itu Perseroan selalu memelihara Kualitas Aktiva Produktif (KAP) yang telah diterapkan. Sebagai bank yang berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian tersebut Perseroan selalu selektif dalam pemberian pinjaman. Baik untuk nilai 2. 2007.37 Sehat 31 Desember 2002 2001 82.824. 65 .564 % 93.7 2. 2006. Posisi tingkat kesehatan Perseroan per tanggal 31 Desember 2005.7 31 Desember 2008 Jumlah 1.46% 31 Desember 2007 2006 8% 8% 17.34 Sehat Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004.450 13.5/12/PBI/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang KPMM Bank Umum yang memperhitungkan resiko pasar dan mewajibkan bank-bank untuk memiliki perbandingan antara jumlah modal dengan aktiva tertimbang menurut risiko minimum 8%.3 0. Posisi tingkat kesehatan Perseroan per tanggal 31 Desember 2003.917 % 89.9 0.14% 13.680 % 92.879 % 93.2 2006 Jumlah 1.

milik WNI. memiliki kekayaan bersih maksimum Rp 200 juta tidak termasuk tanah dan rumah yang ditempati. atau PT. bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki. 2008 dan 31 Mei 2009 : dalam jutaan Rupiah 31 Desember 2007 2006 2005 .887 113.956.00 15.42% 3.043.956.630 4.85% 76.900 2.3 100 4.043.531 423 119.965.017.1 0.00 50.00 50.285 1.Kurang Lancar Diragukan Macet Jumlah Penyisihan Penghapusan Jumlah Kredit – Bersih NPL .87% 37.899) 1. Penyisihan Penghapusan Kredit Sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.192 87.50 50.816 2. Melakukan monitoring secara intensif atas pembayaran debitur baik pokok atau bunga.00 100.00 12.545 6. 3. c.3 0.879.00 100.8 3.454 1.454 (57.067 70.900 37.02% 31 Mei 2009 Kredit diberikan Cadangan Awal Penambahan Penerimaan Kembali Kredit Yang Dihapusbukukan Penghapusan Cadangan Akhir Persentase 1.957 6.836 1.751 18.75 3. dan d.05% 0. memiliki hasil penjualan tahunan tidak lebih dari Rp 1 miliar.8 100 Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor : 3/25/PBI/2001 tentang Penetapan Status Bank dan Penyerahan Bank Kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional.708 2.83% 3.836 3. BANK AGRONIAGA Tbk.361 6. 31/148/KEP/DIR tanggal 12 Nopember 1998.076 (78.614 6.959.15% 10.338 (37.715 8.Gross NPL .00 100.625 2.580 403 125.261 2.00 30 Juni 2001 s/d seterusnya 1.15% 3.167 2. dikuasai. Dalam hal ini Perseroan selalu berupaya untuk mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia yang antara lain dengan melakukan perbaikan kualitas Kredit Yang Diberikan melalui strategi teknis yang meliputi : 1.00 30 Juni 2000 s/d 30 Nopember 2000 0.93% 57.4 100 26. 30/4/KEP/DIR tanggal 4 April 1997.338 57.965.936 20.99% 0. Manajemen merealisasikan penghapusan atas kredit yang telah bermasalah. 2006. kredit yang diperhitungkan sebagai Kredit Usaha Kecil (KUK) diantaranya adalah kredit yang diberikan kepada nasabah usaha kecil dengan plafon kredit keseluruhan maksimum Rp 350 juta untuk membiayai usaha yang produktif.136 4.1 5. yang memenuhi kriteria sebagai berikut : a.862. Bank Indonesia melakukan pengawasan secara intensif (Intensive Supervision) kepada bank – bank yang memiliki kredit bermasalah (non-performing loan) secara neto lebih dari 5% (lima perseratus) dari total kredit.00 10.421 2008 2.862.715 3.3 3.708) 1. Melalui monitoring kondisi keuangan Debitur melalui laporan keuangan yang disampaikan.665 14.8 100 1.017. 2007.7 100 5. tingkat penyisihan penghapusan kredit adalah sebagai berikut : Kualitas Lancar Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet 31 Desember 1999 s/d 31 Mei 2000 0.878.836) 1. atau b.0 6.1.50 50.911 1.450 (76.1 0.1 7.875 4.50 7.811 61.974 156.2 0. 2.450 2.54% 4.00 Berikut ini adalah tabel penyisihan penghapusan kredit yang diberikan oleh Perseroan dari 31 Desember 2005.879 Manajemen mengambil kebijakan membentuk cadangan penghapusan Kredit yang Diberikan untuk mengantisipasi kredit yang berpotensi bermasalah dan segera setelah cadangan terbentuk.59% 0.075 76.00 31 Desember 2000 s/d 30 Mei 2001 0.87% 0. 66 .00 5.964.681 78.136) 1.708 30.681 (87.715) 1. Berdasarkan Surat Keputusan Bank Indonesia No.43% 78.Net 1.824.52% 1. Melakukan kunjungan ke lokasi usaha.0 6.554 12.00 100.597 1.

681 25.338 34.454 1.603 2005 282.065 646.611 20% 53. Walaupun demikian. 67 .962 10% 23.043. Perseroan memonitor LDR ini secara berkala.74% 29. 7/14/DPNP. BANK AGRONIAGA Tbk. Perseroan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. 2007.925 273.86% 26.363 20% 56.495 2. Bank Indonesia melakukan pembatasan atas persentase kredit bank yang dapat disalurkan kepada debitur atau grup debitur yang terkait maupun tidak terkait. Sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia no.208 537. termasuk koperasi.313 10% 28. berbentuk usaha orang-perorangan.dalam jutaan Rupiah 266. terhitung sejak tanggal 1 Januari 1998 sanksi atas tidak dapat dipenuhinya kewajiban pemberian KUK ditunda untuk waktu yang belum ditentukan.35% Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) Sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 31/52/DIR/UK tanggal 11 Desember 1998. Posisi LDR yang dipertahankan Perseroan berturut-turut per tanggal 31 Desember 2005.756 20% 53.408 10% 26. 2006.914 1. 2003.berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau usaha besar.076 31. atau badan usaha yang berbadan hukum. Bank tidak diperbolehkan untuk menyalurkan kredit kepada pihak terkait maupun tidak terkait melebihi persentase modal bank sesuai dengan tabel berikut : Periode Sampai dengan 31 Desember 2001 Sampai dengan 31 Desember 2002 Mulai dari 1 Januari 2003 Mulai dari 18 April 2005 • Individu • Kelompok Terkait 10% 10% 10% 10% Tidak Terkait 30% 25% 20% 20% 25% Berikut ini adalah Batas Maksimum Pemberian Kredit yang ditetapkan Perseroan sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia : 31 Mei 2009 Modal (dalam jutaan Rupiah) BMPK kepada pihak terkait : .965.70% 2008 20% 640.017.302 20% 54.956. 2004. Berikut ini adalah tabel penyaluran KUK yang dilakukan Perseroan dari tahun dari 31 Desember 2005.545 20% 47. tanggal 18 April 2005.853 10% 26.dalam persentase .725 10% 27. Perseroan tetap berupaya untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dengan tetap menyalurkan KUK.511 31 Desember 2007 2006 283. badan usaha yang tidak berbadan hukum. 2008 dan 31 Mei 2009: dalam jutaan Rupiah 31 Desember 2007 2006 2005 20% 20% 20% 584. Perseroan tidak ada pelampauan atau pelanggaran BMPK selama tahun 2001 sampai dengan 2005. PT. atau e. Rasio antara Pinjaman dengan Dana Pihak Ketiga (LDR) Dalam menjalankan operasinya Perseroan mengharapkan peningkatan kredit yang bersifat realistik dan konservatif.222 2008 267.091 Dalam menetapkan besarnya BMPK.62% 31 Mei 2009 Batas Minimum KUK KUK Yang diberikan Jumlah Kredit Yang Diberikan Persentase (%) 20% 505. setelah sebelumnya Bank Indonesia membatasi LDR bagi bank maksimum 110%.dalam jutaan Rupiah BMPK kepada pihak tidak terkait .dalam persentase .119 1.862.450 2.

13% 5% 6.925 204.07% 7.2002.093 204.925 114. Saat ini Perseroan menggunakan sistem AlphaBits dari PT. 2004.691 183. MANAJEMEN RISIKO DAN KEPATUHAN Perseroan telah membentuk komite manajemen risiko untuk meminimalisir risiko yang dihadapi oleh Perseroan dengan ruang lingkup pekerjaan secara lengkap yang meliputi tahapan identifikasi risiko.10% 82. Tahap kedua.046 5. Sigma.. Mampu memberikan kontribusi secara material dalam upaya Perseroan untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas. 1999 dan 2001 : dalam jutaan Rupiah 31 Desember 2007 2006 2005 114. Direksi Perseroan bertanggung jawab untuk menentukan tingatan dari dampak kerugian finansial dan tingkat kemungkinan terjadinya risiko.046 111.26% 2005 110% 94.02% 2008 110% 94. 7. Meningkatkan kualitas dan kuantitas secara berkesinambungan terhadap teknologi informasi.05% Giro Wajib Minimum (Reserve Requirement) Untuk mempertahankan likuiditas yang sehat. sekaligus sebagai alat yang efektif untuk menghimpun dana. Berikut ini adalah Giro Wajib Minimum Perseroan per 31 Desember 2005. Perseroan melakukan dua tahapan yaitu pertama. 2003. Bank Indonesia mensyaratkan cadangan wajib minimum berupa persentase dari dana pihak ketiga.531 104.531 5. PT. BANK AGRONIAGA Tbk. mengidentifikasi segmen pasar mana yang diharapkan dapat menghasilkan pendapatan yang tinggi dan Perseroan bersedia mengambil risiko kredit maupun risiko pasar dari segmen tersebut disamping juga harus menentukan jumlah modal yang akan terkena risiko. TEKNOLOGI INFORMASI secara berkesinambungan dan Perseroan menyadari pentingnya peranan teknologi informasi pengembangan teknologi informasi memiliki sasaran antara lain : - Memudahkan dan meningkatkan pelayanan kepada nasabah bank.23% 5% 6% 6% 31 Mei 2009 Giro pada Bank Indonesia Jumlah Rasio terhadap dana pihak ketiga Ketentuan Minimum 104. 68 . Dapat lebih bersaing dengan bank-bank lainnya dalam hal teknologi informasi. Bank Indonesia mewajibkan bank umum untuk menjaga Giro Wajib Minimum dalam bentuk rekening tanpa bunga pada Bank Indonesia sebesar minimum 5% dari Dana Pihak Ketiga dalam rupiah bukan bank dan 3% dari Dana Pihak Ketiga dalam valuta asing termasuk bank di Indonesia. pengukuran risiko.691 183. pemantauan risiko dan pengendalian risiko. dan 2000. dan 2001 adalah sebagai berikut : 31 Mei 2009 Batas Maksimum LDR LDR Yang Dipelihara Bank 110% 96. Penerapan prioritas dan cara pengendalian risiko dimulai dengan pemetaan risiko yang melekat pada produk dan aktivitas Perseroan (Inherent risk) melalui analisis terhadap besar potensi kerugian finansial dan kemungkinan terjadinya risiko. 2002.51% 6. Sesuai dengan surat keputusan Direksi Bank Indonesia No. Dalam melaksanakan tugasnya Komite Manajemen Risiko telah menyusun komposisi portofolio. 30/89A/KEP/DIR tanggal 20 Oktober 1999.093 8.11% 5% 2008 111. Meningkatkan profit yang diterima Perseroan dengan memanfaatkan keterpaduan yang terintegrasi antara modul CRM dengan modul Risk Management.44% 31 Desember 2007 2006 110% 110% 77. menentukan nasabah atau counterparty dan transaksi yang mencerminkan gambaran khusus yang berhubungan dengan berbagai faktor risiko.

penyediaan produk pendanaan dan kredit secara inovatif. baik itu untuk Produk Aktiva maupun Simpanan. khususnya dalam kegiatan penghimpunan dana serta melakukan perubahan dominasi segmentasi nasabah kredit dengan meningkatkan segmen komersial. Pada tahun ketiga. Komersial. PROSPEK USAHA Stabilitas ekonomi yang terasa semakin kondusif. di mana struktur yang dimaksud adalah Korporasi. 9. Pada tahun pertama. peningkatan penyebaran risiko terhadap ragam nasabah melalui memperbanyak sektor swasta. di mana customer base didominasi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selain masyarakat. BANK AGRONIAGA Tbk. Perbankan Komersial. Seiring dengan penerapan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) oleh Bank Indonesia mulai tahun 2004 mengenai pengelompokan bank menjadi 4 kategori. 69 . meningkatkan pendapatan fee. Perseroan merubah segmentasi sektor yang dibiayai melalui sektor yang terkait dengan Agrobisnis yang lebih ditekankan pada pemberian kredit jenis Kredit Modal Kerja. Individual / Perbankan Konsumer. mengembangkan struktur nasabah baik nasabah penyimpan maupun peminjam. tanpa memperhatikan sektor lainnya guna penyebaran risiko kredit. ritel dan individu. Secara umum sektor agrobisnis masih merupakan sektor yang prosepktif dan captive market dimana PT Perkebunan Nusantara dan para rekannya serta kelompok pemegang saham masih merupakan sasaran utama yang mendukung pertumbuhan usaha Perseroan. Perseroan akan menjalani masa transisi terlebih dahulu yang diperkirakan akan memakan waktu selama 3 tahun ke depan. Jenis Nasabah yaitu Nasabah Korporasi. Dalam mempersiapkan keberadaan Perseroan di masa yang akan datang sebagai langkah menghadapi kondisi sebagaimana diuraikan di atas. penerapan teknologi informasi guna mendukung upaya peningkatan mutu layanan perbankan. ASURANSI Perseroan mengasuransikan aktiva yang dimiliki berupa uang tunai dan kendaraan serta kredit yang diberikan dalam jumlah pertanggungan yang memadai. Korporasi Ritel terpadu. maka Perseroan telah menetapkan posisi yaitu sebagai Mitra Utama Agrobisnis yang tentunya sebelum mencapai posisi tersebut. Korporasi – Perbankan Ritel (kombinasi). melakukan segmentasi skala usaha yaitu tercapainya kesimbangan antara pembiayaan kepada Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap Korporasi. Pada tahun kedua. Perseroan akan menambah jaringan kantor dengan memfokuskan pada upaya mencakup wilayah–wilayah yang memiliki prospek usaha dalam meningkatkan kinerja baik untuk melempar dana (sisi aktiva) maupun kegiatan penyerapan dana (liabilities). Perseroan akan melakukan penambahan jaringan kantor dan pelayanan yang meluas ke basis–basis agrobisnis.8. Individual. melakukan segmentasi kepemilikan usaha yaitu tercapainya keseimbangan antara sektor publik dan sektor swasta. melakukan penyebaran risiko melalui bauran pemasaran terhadap jenis nasabah dari setiap jenis produk yang dimiliki Perseroan. Perseroan mengasuransikan sebagian besar aktivanya kepada PT Asuransi Jasa Tania yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan dimana Dana Pensiun Perkebunan sebagai pemegang saham Perseroan juga merupakan pemegang saham pada PT Asuransi Jasa Tania Tbk. bagi Perseroan adalah suatu kesempatan untuk melangkah maju. PT. akan tetap konsisten untuk memberikan kontribusi penyaluran kreditnya kepada sektor agrobisnis. termasuk jasa-jasa yang menghasilkan pendapatan fee. maka Perseroan akan termasuk dalam kategori bank dengan fokus. Ritel.

371 268.658.078 (9.692 80.bersih Surat -surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali .868 128.446 204.474 183.346 30.578.659) 109.963 (77.187 63.010.840 164 2.287 3.241 100 117 1.713 1.639 31 Desember 2007 2006 9.171 (116.855 86.374) (104.770 213 2.401 1.723.117) (3.084 10.761 4.994 2.008) (51.706) 36.644 1.778) 40.281 114.792 2.495 263.812 16.320 128.431 7.075 (102.498 123.432) 108.209 7.706 361.312 111.321 204.638 16.925 3.392 (5.567 2008 12.906 695 117 6.679 50.261 (235.439 315.996 52. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Tabel berikut menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan pada tanggal 31 Desember 2005 dan 2006 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja & Rekan serta Salam Rauf & Partner dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.202 234.113) (2.306 9.bersih Penyertaan .366) (12.159 (3.296 18. Sedangkan untuk ikhtisar data keuangan tanggal 31 Desember 2007 dan 2008 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rasin Ichwan & Rekan serta Tasnim Ali Widjanarko dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.017 404 2.964.837 5.840 103 2.044.371) 1.245) 237.554 295 17. dalam jutaan Rupiah NERACA AKTIVA Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain .939) (113.606 325.669) (72.866 98.906 695 117 6.371) (112.106 59.424 512 2.545 295 12.804 241.200) (3.672 58.746 1.906 695 117 1.568 2.513 120.128) 231.193 (167.608 9.297 3.007) 23. yang telah disajikan kembali dimana koreksi penyajian kembali tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja.966 255.941 4.717) (4.144 151.013) 108.387 2.bersih Pendapatan operasional lainnya Beban operasional lainnya Beban operasional lainnya – bersih Pendapatan operasional bersih Pendapatan/(beban) non-operasional –bersih Laba sebelum pajak penghasilan Taksiran pajak penghasilan Laba bersih Laba/ (rugi) bersih per saham 31 Mei 2009 143.061.973.283 1.006 (224.348 (662) 241.004 8.221) (99.223 1.691 14.940 1.505) (1.656 104.972 3.53 2005 276.879.906 695 117 1.737.589 68.851) (275.133 6.211) (615) (3.107 12.288.346.289 20. 70 .115 56.038 34.754) (11.554 22.654 13.049 (5.997 1.bersih Aktiva tetap – bersih Aktiva lain-lain Aktiva pajak tangguhan JUMLAH AKTIVA KEWAJIBAN Giro Tabungan Deposito berjangka Simpanan dari bank lain Kewajiban segera lainnya Hutang pajak Pinjaman yang diterima Pinjaman subordinasi Kewajiban lain-lain Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi TOTAL KEWAJIBAN EKUITAS Modal saham Tambahan modal disetor Laba yang belum direalisasi atas surat-surat berharga dalam kelompok tersedia untuk dijual Cadangan tujuan Cadangan umum Saldo rugi JUMLAH EKUITAS 31 Mei 2009 11.801 234.953) (696) (552) (4.829 60.595 660.046 30.062) (13.589 7.959.127 372.404 1.080 3.bersih Kredit yang diberikan .769.826) (1.765 7.248.601) 235.531 29.005 138.662 234.375 88.IX.721.492 210.924 PT.055 (125) 35.63) 31 Desember 2007 2006 344.259 4.bersih Penempatan pada bank lain Surat -surat berharga .930 (12.050 1.348 (6.465 8.985 617.779 3. BANK AGRONIAGA Tbk.049 (14.835 124.260 2.614 295 12.222 (143.339 2.84) 2008 334.404 2005 6.617 199 120.486.318 3.102 2.153 5.551.196) 2.248 4.147 204.049 26.966 254.349 120.878.939) (10.262 dalam jutaan Rupiah LAPORAN LABA/ RUGI Pendapatan bunga Beban bunga dan lainnya Pendapatan bunga .780 61.093 5.824.365 7.361 295 12.185 234. Suhartono pada posisi tanggal 31 Mei 2009 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.573 442.254 (55.458) 262 (11.877) 3.630 295 16.

737.02% 1013.09% 10.66% 3.10% 92.27% 82.91% 85.12% 33.52% 100.66% 63.25% 89.17% 71.04% 3.51% 91.446 2.973.371 2.36% -3.66% 2.22% 88.551.05% 3.10% 4.57% 15.54% 4.185 263.05% 4.59% 100.22% -1.31-Dec 31 Mei 2009 Rasio Solvabilitas Jumlah Kewajiban terhadap jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban terhadap jumlah Ekuitas Jumlah Kredit yang Diberikan-Bersih terhadap Jumlah Aktiva Jumlah Aktiva Produktif-Bersih terhadap Jumlah Aktiva Jumlah Simpanan terhadap jumlah Aktiva Kredit Bermasalah terhadap Total Kredit .Gross .578.43% 3.60% 1.38% -7.15% -0.54% 4.81% 47.99% 16.72% -0.00% 4.80% -0.98% 1147.59% 0.79% 3.00% 90.13% 65.15% 10.117) 2.00% 4.07% 99.52% 103.20% -2.41% 79.37% -0.59% 38.51% 4.346.10% 3. BANK AGRONIAGA Tbk.96% 47.639 4.85% 44.18% 23.26% 13.96% (5.37% 6.439 2.40% 13.49% (9.94% 2008 2007 2006 2005 PT.248.Net Aktiva produktif yang Diklasifikasikan terhadap Total Aktiva Produktif Rasio Operasional Pendapatan Bunga-Bersih terhadap jumlah Aktiva rata-rata Pendapatan Bunga-Bersih terhadap jumlah Ekuitas rata-rata Pendapatan Bunga-Bersih terhadap jumlah Aktiva Produktif-Bersih rata-rata Beban Operasional Lainnya-Bersih terhadap rata-rata jumlah Aktiva Beban Operasional Lainnya-Bersih terhadap rata-rata jumlah Ekuitas Beban Operasional Lainnya-Bersih terhadap rata-rata jumlah Aktiva Produktif-Bersih Laba Bersih terhadap rata-rata jumlah Aktiva Laba Bersih terhadap rata-rata jumlah Ekuitas Laba Bersih terhadap rata-rata jumlah Aktiva Produktif-Bersih Laba Sebelum Pajak Penghasilan/Pendapatan Bunga Laba Bersih terhadap Pendapatan Bunga Rasio Pertumbuhan Pendapatan Bunga-Bersih Pendapatan (beban) Operasional-Bersih Laba Bersih Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas Rasio Likuiditas Kredit yang Diberikan terhadap Dana Pihak Ketiga dan Modal (LDR) Penyisihan Penghapusan Kredit/Kredit yang Diberikan Rasio Kecukupan Modal (CAR) 96.465 3.202 241.68% 869.567 4.59% 12.93% -0.113) 3.07% 3.47% 4. 71 .769.262 -0.924 2.55% 89.486.44% 3.00% 5.010.826) 2.74% -2.19% 84.47% 4.00% 12.02% 3.58% 16.83% 3.939) 2.00% 6.83% -6.67% 100.68% (3.96% -1.26% 4.71% 83.08% 1162.404 5.80% 1.13% -1.03% 100.29% 87.99% 100.60% 91.78% 111.55% -0.00% 4.804 237.09% 88.288.606 2.51% -0.01% 8.70% 46.18% 93.45% 1046.03% 82.46% 1.18% -1.26% 3.127 2.48% 3.32% 31.13% 76.14% 94.56% 6.53% (10.03% 21.662 235.65% 91.81% 1.34% -3.32% 4.800 231.92% 3.14% -0.41% -3.18% 3.46% 77.03% 94.67% 17.60% 75.17% 3.05% 100.

(seratus Rupiah) dan ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 100.413. dan 31 Mei 2009.(Seratus tiga puluh Rupiah) yang dapat dilakukan selama periode Pelaksanaan Waran yaitu mulai tanggal 13 Mei 2010 sampai dengan 13 Mei 2011 dimana setiap pemegang 2 (dua) saham baru hasil pelaksanaan HMETD berhak untuk memiliki 1 (satu) Waran untuk membeli 1 (satu) saham baru.061. BANK AGRONIAGA Tbk.000.(seratus Rupiah) setiap saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 130...465 Perseroan telah mengajukan Pernyataan Pendaftaran kepada Ketua Bapepam & LK dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III kepada para Pemegang Saham dimana setiap pemegang pemegang 160 (seratus enam puluh) saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 11 November 2009 pukul 16.639 234. maka Waran tersebut menjadi kadaluwarsa.120.000.567 234.. Pemegang Waran tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham. Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2009 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja..(Seratus tiga puluh Rupiah) dengan total nilai yang akan diperoleh Perseroan adalah sebesar Rp 67.906 695 117 6..906 695 117 1. Dan menerbitkan waran sebanyak-banyaknya 520.. tidak bernilai dan tidak berlaku.430.(Seratus Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham. Ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 dan 2008 berasal dari Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rasin Ichwan & Rekan dan Kantor Akuntan Publik Tasnim Ali Widjanarko dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.241 100 117 1. termasuk hak atas dividen selama Waran tersebut belum dilaksanakan menjadi Saham Biasa Atas Nama.156 saham Tambahan modal disetor Cadangan tujuan Cadangan umum Laba yang belum direalisasi atas surat berharga yang tersedia untuk dijual Saldo laba (rugi) JUMLAH EKUITAS 31 Mei 2009 241.049 (14.316.348 0 (6. Seandainya PUT III diasumsikan terjadi pada tanggal 31 Mei 2009.306 9.128) 231. EKUITAS Tabel berikut menggambarkan Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2007.641.049 (5. Bila Waran tidak dilaksanakan sampai habis periode pelaksanaannya.per saham Modal Dasar – 6.(Enam puluh tujuh milyar enam ratus empat puluh satu juta seratus dua puluh ribu empat ratus tiga puluh Rupiah). Waran adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp 100. 72 . maka struktur ekuitas Perseroan secara Proforma pada tanggal tersebut adalah sebagai berikut : PT. 2008. Suhartono dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.311 (lima ratus dua puluh juta tiga ratus enambelas ribu tiga ratus sebelas) waran yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 130.601) 235. dalam jutaan Rupiah 31 Desember 2008 2007 Uraian Modal Saham – nilai nominal Rp100.000 saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh – 2.X.245) 237.00 WIB mempunyai 69 (enam puluh sembilan) Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100.

031 15.245) 409.245) 237.per saham dengan harga pelaksanaan Rp 130 per saham.610 397. Proforma Ekuitas per 31 Mei 2009 setelah PUT III serta pelaksanaan (exercise) Waran Seri I menjadi saham 241. dengan nominal Rp100.311 saham dengan nilai nominal Rp100.622 saham dengan nilai nominal Rp100.851 100 117 1.040.401 24.dalam jutaan Rupiah Tambahan modal disetor/ Agio Saham Laba yang belum direalisasi atas suratsurat berharga Saldo Laba/ (rugi) Modal Disetor Cadangan tujuan Cadangan umum Jumlah Ekuitas Posisi Ekuitas menurut Laporan Keuangan pada tanggal 31 Mei 2009.241 100 117 1.per saham dan harga penawaran Rp 100 per saham Proforma Ek uitas per 31 Mei 2009 setelah PUT III Diasumsikan setelah pelaksanaan (exercise) Waran Seri I menjadi saham sebanyak-banyaknya 520.241 100 117 1..per saham PUT III sejumlah 1.316..631 52.306 9.049 (14..049 (14.049 (14.567 104.369 9.063 345.273 PT.632. 73 . BANK AGRONIAGA Tbk.245) 341.

2008 Dividen Tunai per saham Prosentase Dividen Tunai terhadap Laba Bersih 2007 2006 2005 Rp. BANK AGRONIAGA Tbk. 5. Dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan di atas pada tahun buku 2008 dan seterusnya manajemen Perseroan merencanakan untuk sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun membagikan dividen tunai sekurang–kurangnya 25 % dari Laba Bersih Setelah Pajak termasuk kepada pemegang saham hasil PUT III ini. Sejak tercatat di Bursa Efek Surabaya pada tanggal 8 Agustus 2003. KEBIJAKAN DEVIDEN Semua saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh termasuk saham baru dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal yang satu dengan yang lain.XI. tingkat kesehatan Perseroan.per saham 44. Perseroan pertama kalinya membayar dividen tunai kepada seluruh pemegang saham untuk tahun buku 2005.33 % 2004 PT. dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan Perseroan dalam tahun yang bersangkutan.. termasuk hak atas dividen. 74 . Selanjutnya Perseroan merencanakan untuk membayar dividen tunai kepada seluruh pemegang saham sekurangkurangnya sekali dalam satu tahun. peraturan perundang–undangan yang berlaku tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

atas bunga obligasi dan dividen yang diterima wajib pajak orang pribadi yang berasal dari saham atau sekuritas. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan UndangUndang No. 10 tahun 1994. Penyetoran tambahan pajak penghasilan dilakukan oleh Perseroan atas nama pemilik saham pendiri dalam jangka waktu selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah saham tersebut diperdagangkan di Bursa Efek.5% (lima per seribu) dari nilai saham perusahaan pada saat Penawaran Umum Perdana. telah ditetapkan sebagai berikut : 1. juncto Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. dipotong Pajak Penghasilan Pasal 23 sebesar 10% (sepuluh persen) dari jumlah bruto. Atas penghasilan yang yang diterima atau diperoleh oleh orang pribadi dan badan dari transaksi penjualan saham di Bursa Efek dipungut pajak penghasilan sebesar 0. koperasi. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Undang-Undang Pajak Penghasilan No.. atau Badan Usaha Milik Daerah. kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% (dua puluh lima persen) dari jumlah modal yang disetor. 41 tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek dan Surat Edaran Direktorat Jendral Pajak No. Pemilik saham pendiri dikenakan tambahan pajak penghasilan yang bersifat final sebesar 0. yayasan atau organisasi sejenis atau Badan Usaha Milik Negara. 3.4/1997 tanggal 20 Juni 1997 perihal Pelaksanaan Pemungutan PPh atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek.42/1995 tanggal 21 Pebruari 1995 perihal Pengenaan Pajak Penghasilan atas Penghasilan Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek (seri PPh Umum No.1% (satu per seribu) dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan dan bersifat final.XII. 36 Tahun 2008. 2. badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah yang menerima dividen. Dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan dan.. penerima dividen atau pembagian keuntungan yang diterima oleh perseroan terbatas sebagai wajib pajak dalam negeri. baik yang diperdagangkan di Pasar Modal maupun tidak. 14 tahun 1997 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. Dividen yang dibayarkan kepada Wajib Pajak Dalam Negeri bentuk usaha tetap diporong sebesar 15 % dari jumlah bruto sebagaimana ditaur dalam Pasal 23 ayat 1 dan 1(a) Undang-Undang No. 2. SE-07/PJ... 36 Tahun 2008 . Dividen yang dibayarkan kepada wajib pajak luar negeri akan dikenakan tarif sebesar 20% (dua puluh persen) atau tarif yang lebih rendah dalam hal pembayaran dilakukan kepada mereka yang merupakan PT. dengan ketentuan bilamana Wajib Pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan sebagaimana tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak. 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan. PERPAJAKAN Pajak Penghasilan atas dividen saham dikenakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia juga tidak termasuk sebagai objek pajak penghasilan sepanjang seluruh syarat-syarat di bawah ini terpenuhi : 1. 75 . Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Bagi perseroan terbatas. Dalam hal ini. pemilik saham pendiri untuk kepentingan perpajakan dapat menghitung final atas dasar anggapannya sendiri bahwa sudah ada penghasilan. besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinggi 100% (seratus persen) atau sebesar 30% dari penerimaaan brutonya. maka penghitungan pajak penghasilannya dilakukan berdasarkan tarif pajak penghasilan yang berlaku umum sesuai pasal 17 Undang-Undang No. Pemilik saham diberikan kemudahan untuk memenuhi kewajiban pajaknya berdasarkan perhitungan sendiri sesuai dengan ketentuan di atas. BANK AGRONIAGA Tbk. Sesuai dengan Pasal 23 ayat 1 Undang-Undang No. yang terutang atau dibayarkan kepada wajib pajak dalam negeri orang pribadi dalam tahun 1995 dan seterusnya. Namun apabila pemilik saham pendiri tidak memanfaatkan kemudahan tersebut. 41 tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek. 36 Tahun 2008 (berlaku Efektif 1 Januari 2009) mengenai Perubahan Keempat Atas Undang-undang No. 3 juncto SE-06/PJ. Penyetoran pajak penghasilan yang terutang dilakukan dengan cara pemotongan oleh penyelenggara Bursa Efek melalui perantara pedagang efek pada saat pelunasan transaksi penjualan saham.

penduduk dari suatu Negara yang telah menandatangani suatu perjanjian penghindaran pajak berganda dengan Indonesia. CALON PEMBELI SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM TERBATAS III INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI PEMBELIAN. PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN SAHAM YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM TERBATAS III INI. 36 Tahun 2008 . dengan memenuhi pasal 26 Undang-undang No. BANK AGRONIAGA Tbk. PT. 76 .

Prof.H. 021-7208096 Ruang lingkup tugas Notaris selaku profesi penunjang dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III antara lain menyiapkan dan membuat akta-akta dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III. sesuai dengan peraturan jabatan Notaris dan Kode Etik Notaris. KONSULTAN HUKUM MARIAM DARUS & PARTNERS th Menara Kuningan Unit 7E.R. Kav. NOTARIS B. Rasuna Said. S. Hasil pemeriksaan tersebut dimuat dalam laporan pemeriksaan segi hukum. Di dalam standar tersebut. LEMBAGA & PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM Profesi Dan Lembaga Penunjang Pasar Modal yang membantu dan berperan dalam Penawaran Umum Terbatas III ini adalah sebagai berikut : AKUNTAN PUBLIK KANAKA PURADIREDJA. Kebayoran Baru Jakarta 12130 Tel.XIII. BANK AGRONIAGA Tbk. yang menjadi dasar dari pendapat hukum yang diberikan secara obyektif dan mandiri. 7 Floor Jl. Radio IV No. 77 .R. SUHARTONO The Royal Palace Jl. Dalam hal ini. 5 Jakarta 12940 Tel. Audit yang dilakukan Akuntan Publik meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian buktibukti pendukung dalam pengungkapan laporan keuangan. standar profesi dan peraturan pasar modal yang berlaku. 021-831 3861 Fax. 021 30040134 Fax. Akuntan Publik bertanggungjawab penuh atas pendapat yang diberikan terhadap laporan keuangan yang diauditnya. 021 30040157 Tugas dan kewajiban pokok Konsultan Hukum selaku profesi penunjang dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III ini adalah melakukan pemeriksaan atas fakta yang ada mengenai Perseroan dan keterangan lain yang berkaitan sebagaimana yang disampaikan oleh Perseroan ditinjau dari segi hukum. 021-7255335 Fax. Akuntan Publik diharuskan untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar diperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material. sesuai dengan kode etik. Soepomo 178A-C 29 Jakarta 12810 Tel. 1. Dr. MAHYASTOETI NOTONAGORO. 021-8313871 Fungsi utama Akuntan Publik di dalam Penawaran Umum Terbatas III ini adalah untuk melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.AY. Jl. diantaranya membuat akta-akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan dan Perjanjian-perjanjian sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas III. PT. H.

BANK AGRONIAGA Tbk. PT. menerima permohonan pelaksanaan HMETD. antara lain menentukan Daftar Pemegang Saham Perseroan (DPS) yang berhak atas Hak Memesan Efek Terlebih dahulu (HMETD). 78 . 8 Tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal.BIRO ADMINISTRASI EFEK PT DATINDO ENTRYCOM Puri Datindo .Wisma Sudirman Jl. Para Profesi dan Lembaga Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III ini menyatakan tidak ada hubungan afiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Perseroan sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang No. mendistribusikan sertifikat bukti HMETD atau HMETD dalam bentuk elektronik ke dalam penitipan kolektif di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). melaksanakan proses penerbitan dan pendistribusian saham dalam bentuk warkat maupun dalam bentuk elektronik ke dalam penitipan kolektif di KSEI serta melaksanakan proses pengambilan uang pemesanan pembelian saham. Jend. 021-5709026 Ruang lingkup tugas Biro Administrasi Efek (BAE) dalam Penawaran Umum Terbatas III ini. melakukan proses penjatahan atas pemesanan pembelian saham tambahan. 021-5709009 Fax. dan melakukan rekonsiliasi dana atas pembayaran permohonan tersebut dengan bank yang ditunjuk oleh Perseroan. Sudirman Kav 34-35 Jakarta 10220 Tel.

Selanjutnya Anggota Bursa/Bank Kustodian melakukan permohonan atau instruksi pelaksanaan (exercise) melalui sistem CBEST sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh KSEI. Notaris Pengganti B.. yaitu Pemegang Saham yang HMETD-nya tidak djual atau pembeli/pemegang HMETD terakhir yang namanya tercantum di dalam Sertifikat Bukti HMETD atau dalam kolom endosemen pada Sertifikat Bukti HMETD atau pemegang HMETD yang tercatat dalam penitipan Kolektif KSEI.H. Anggota Bursa/Bank Kustodian harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : (i) (ii) Pemegang HMETD harus menyediakan dana pelaksanaan HMETD pada saat mengajukan permohonan tersebut. S. 3. 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Biasa Atas Nama baru dengan nilai nominal Rp 100. HMETD akan didistribusikan secara elektronik melalui rekening efek Anggota Bursa atau Bank Kustodian masing – masing di KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Bursa setelah tanggal DPS yang berhak atas HMETD.XIV. IX. Dalam melakukan instruksi pelaksanaan. SH. Pemesan dapat terdiri dari perorangan dan/atau Lembaga/Badan Hukum Indonesia/Asing sebagaimana dalam UndangUndang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. .00 WIB. Kecukupan HMETD dan dana pembayaran atas pelaksanaan HMETD harus telah tersedia di dalam rekening efek pemegang HMETD yang melakukan pelaksanaan. b.(seratus Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat pengajuan pemesanan pembelian saham. 2.R..D. Pemegang Saham yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI. Untuk memperlancar serta terpenuhinya jadwal pendaftaran pemegang saham yang berhak maka bagi pemegang saham yang akan menggunakan haknya untuk memperoleh HMETD disarankan untuk mendaftar sebelum batas akhir pendaftaran pemegang saham yaitu tanggal 11 November 2009 pukul 16. PENDAFTARAN PEMESANAN PEMBELIAN HMETD a. Mahyastoeti Notonagoro.. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM Saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas III ini diterbitkan berdasarkan Hak memesan Efek Terlebih Dahulu sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No. Pemegang Saham yang sahamnya tidak dimasukkan dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI. sebagaimana termuat dalam Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksana dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III PT Bank Agroniaga Tbk No. yaitu tanggal 12 November 2009 pukul 16. 79 PT. 30 tanggal 16 September 2009 yang dibuat dihadapan Siti Rayhana.(seratus rupiah) setiap saham. BANK AGRONIAGA Tbk. Pemesan yang berhak untuk membeli saham baru adalah para pemegang HMETD yang sah. Perseroan telah menunjuk PT Datindo Entrycom sebagai Pelaksana Pengelolaan Administrasi Saham dan sebagai Agen Pelaksana yang bertugas pula menyampaikan Surat Kolektif Saham hasil pemesanan kepada para pemesan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III. dengan harga penawaran Rp 100. Para pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI yang akan melaksanakan HMETDnya wajib mengajukan permohonan pelaksanaan melalui Anggota Bursa/Bank Kustodian yang ditunjuk sebagai pengelola efeknya. PEMESAN YANG BERHAK Para Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 11 November 2009 pukul 16.1.Ay. DISTRIBUSI SERTIFIKAT BUKTI HMETD a.00 WIB. 1. Notaris di Jakarta.. Perseroan akan menerbitkan Sertifikat Bukti HMETD atas nama Pemegang Saham.00 WIB berhak untuk mengajukan pembelian saham baru dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III ini dengan ketentuan bahwa setiap pemegang saham yang memiliki 160 (seratus enam puluh) saham berhak memperoleh 69 (enam puluh sembilan) HMETD.

atau fotokopi Anggaran Dasar dan lampiran susunanDireksi/Pengurus yang berhak mewakili (bagi lembaga/Badan Hukum). HMETD hanya dianggap telah dilaksanakan pada saat pembayaran tersebut telah terbukti diterima dengan baik (in good funds) di rekening Perseroan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam syarat-syarat pembelian.Asli Surat Kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank Kustodian untuk mengajukan permohonan pelaksanaan HMETD dan melakukan pengelolaan efek atas Saham Baru dalam penitipan Kolektif di KSEI atas nama pemberi kuasa.Asli Formulir Penyetoran Efek yang diterbitkan oleh KSEI yang telah diisi dan ditandatangani dengan lengkap.Satu hari kerja berikutnya KSEI akan menyampaikan Daftar Pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI yang melaksanakan haknya dan menyetorkan dana pembayaran pelaksanaan HMETD tersebut ke rekening Bank Perseroan. Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindah-bukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan dari bank tempat menyetorkan pembayaran. Para pemegang HMETD dalam bentuk warkat/Sertifikat Bukti HMETD yang akan melaksanakan HMETD nya harus mengajukan permohonan HMETD kepada BAE yang ditunjuk Perseroan. b.00 – 15. PEMESANAN SAHAM TAMBAHAN Pemegang Saham Yang Berhak yang HMETD-nya tidak dijual atau Pembeli/Pemegang HMETD terakhir yang namanya tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD atau pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI dapat memesan Saham Baru melebihi porsi yang ditentukan sesuai dengan jumlah hak yang dimilikinya dengan mengisi kolom yang telah disediakan pada Formulir Pemesanan Pembelian Saham Pemegang HMETD dalam penitipan Kolektif di KSEI dan pemegang HMETD dalam bentuk warkat/Sertifkat Bukti HMETD yang menginginkan Saham Baru hasil pelaksanaannya dalam bentuk elektronik harus mengajukan permohonan kepada BAE Perseroan melalui Anggota Bursa/Bank PT. Asli Surat Kuasa yang sah (jika dikuasakan) bermaterai Rp 6. 4. 3. Asli Sertifikat Bukti HMETD yang telah ditandatangani dan diisi lengkap. 80 . maka hal ini dapat mengakibatkan penolakan pemesanan.(enam ribu Rupiah) dilampiri dengan fotokopi KTP/Paspor/KITAS dari Pemberi dan penerima kuasa.00 WIB). Saham baru hasil pelaksanaan HMETD akan didistribusikan ke masing-masing Rekening Efek pemegang HMETD yang bersangkutan yang melaksanakan haknya oleh KSEI.. 5.000. jika pemegang Sertifikat Bukti HMETD tidak menginginkan saham hasil pelaksanaannya dimasukkan dalam penitipan kolektif di KSEI. Apabila pemegang HMETD menghendaki Saham Baru hasil pelaksanaan dalam bentuk elektronik maka permohonan pelaksanaan kepada BAE harus diajukan melalui Anggota Bursa atau Bank Kustodian yang ditunjuk dengan menyerahkan dokumen tambahan berupa: . 4. Saham baru hasil pelaksanaan akan didistribusikan selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja setelah permohonan pelaksanaan diterima dari KSEI dan dana pembayaran telah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Perseroan. 2. Bilamana pengisian Sertifikat Bukti HMETD tidak sesuai dengan petunjuk/syarat pemesanan saham yang tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD dan Prospektus. Pendaftaran dapat dilakukan mulai tanggal 13 November 2009 sampai 19 November 2009 pada hari dan jam kerja (Senin – Jumat pukul 9. BANK AGRONIAGA Tbk. Fotokopi KTP/Paspor/KITAS yang masih berlaku (unntuk perorangan). dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut: 1. Perseroan akan menerbitkan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD dalam bentuk fisik Surat Kolektif Saham. Pendaftaran Pelaksanaan HMETD dilakukan di Kantor BAE Perseroan. .

Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar.Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan dari Bank tempat menyetorkan pembayaran. Bagi pemegang HMETD dalam penitipan Kolektif di KSEI.Kustodian. .Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan dari Bank tempat menyetorkan pembayaran.Fotokopi KTP/Paspor/KITAS yang masih berlaku (untuk perorangan). . Pemegang HMETD dalam bentuk warkat/Sertifikat Bukti HMETD yang menginginkan Saham Baru hasil penjatahannya tetap dalam bentuk warkat/fisik Surat Kolektif Saham harus mengajukan permohonan kepada BAE Perseroan dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut : .000. . c. . . .Fotokopi KTP/Paspor/KITAS yang masih berlaku (untuk perorangan) atau fotokopi Anggaran Dasar dan lampiran susunan Direksi/Pengurus yang berhak mewakili (bagi Lembaga/Badan Hukum). atau fotokopi Anggaran Dasar dan lampiran susunan Direksi/Pengurus yang berhak mewakili (bagi Lembaga/Badan Hukum).Asli instruksi pelaksanaan (exercise) yang telah berhasil (settled) dilakukan melalui CBEST yang sesuai atas nama pemegang HMETD tersebut (khusus bagi pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI yang telah melaksanakan haknya melalui sistem C-BEST). a.. Sedangkan pemegang HMETD dalam bentuk warkat yang tetap menginginkan Saham Baru hasil pelaksanaan dalam bentuk warkat/fisik Surat Kolektif Saham dan Surat Kolektif [Waran Seri I] dapat mengajukan sendiri permohonannya kepada BAE Perseroan.(enam ribu rupiah) dilampiri dengan fotokopi KTP/Paspor/KITAS dari Pemberi dan Penerima Kuasa. Bagi Pemegang HMETD dalam bentuk warkat/Sertifikat Bukti HMETD yang menginginkan Saham Baru hasil penjatahannya dalam bentuk elektronik harus mengajukan permohonan kepada BAE Perseroan melalui Anggota Bursa/Bank Kustodian dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut: . . mengisi dan menyerahkan FPPS Tambahan yang telah didistribusikan kepada BAE Perseroan melalui Perusahaan Efek/Bank Kustodian yang menjadi partisipan KSEI dengan melampirkan dokumen sebagai berikut : . PENJATAHAN PEMESANAN TAMBAHAN Penjatahan Pemesanan Tambahan akan dilakukan pada tanggal 25 November 2009 dengan ketentuan sebagai berikut : PT. BANK AGRONIAGA Tbk. Pemesanan yang tidak memenuhi petunjuk sesuai dengan ketentuan pemesanan dapat mengakibatkan penolakan pemesanan.Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar. 5. .Asli Formulir Penyetoran Efek yang dikeluarkan KSEI yang telah diisi lengkap untuk keperluan pendistribusian Saham Baru hasil pelaksanaan oleh BAE Perseron. .Asli surat kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank Kustodian untuk mengajukan permohonan pemesanan pembelian Saham Baru tambahan dan melakukan pengelolaan efek atas Saham Baru hasil penjatahan dalam penitipan kolektif di KSEI dan kuasa lainnya yang mungkin diberikan sehubungan dengan pemesanan pembelian Saham Baru tambahan atas nama pemberi kuasa.Asli surat kuasa yang sah (jika dikuasakan) bermaterai Rp 6. Pembayaran atas Pemesanan Tambahan tersebut dapat dilaksanakan dan harus telah diterima pada rekening bank yang ditetapkan Perseroan selambat-lambatnya pada tanggal 23 November 2009 dalam keadaan baik (in good funds). 81 .Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan dari Bank tempat menyetorkan pembayaran.Asli Formulir Penyetoran Efek yang dikeluarkan KSEI yang telah diisi lengkap untuk keperluan pendistribusian Saham Baru hasil pelaksanaan oleh BAE Perseroan. b.

Bila jumlah seluruh saham yang dipesan. 8. Persyaratan pembayaran tidak terpenuhi. 7. kepada pemesan sebagai tanda Bukti Pemesanan Pembelian Saham untuk kemudian dijadikan salah satu bukti pada saat mengambil Saham Baru. BANK AGRONIAGA Tbk. Pembayaran dapat disetor ke rekening Perseroan yaitu : PT Bank Agroniaga Tbk. atau pemindahbukuan (transfer) dengan mencantumkan nama pemesan dan Nomor Sertifikat Bukti HMETD. pembayaran dilakukan pada hari pemesanan yang mana pembayaran tersebut harus diterima dengan baik (in good funds) dalam rekening Perseroan paling lambat tanggal 23 November 2009 Segala biaya bank dan biaya transfer yang timbul dalam rangka pembelian saham menjadi beban pemesan. Pemberitahuan mengenai pembatalan pemesanan saham akan diumumkan bersamaan dengan pengumuman penjatahan atas pesanan yaitu pada tanggal 25 November 2009 Hal-hal yang dapat menyebabkan dibatalkannya pemesanan saham antara lain : a. c. termasuk pemesanan saham tambahan melebihi jumlah seluruh saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas III ini maka kepada pemesan yang melakukan pemesanan saham tambahan akan diberlakukan sistem penjatahan secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta pemesanan saham tambahan. PERSYARATAN PEMBAYARAN Pembayaran Pemesanan Pembelian Saham dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III harus dibayar penuh pada saat pengajuan pemesanan secara tunai atau cek. PT. Bagi pemegang HMETD dalam penitipan Kolektif KSEI akan mendapat konfirmasi atas permohonan pelaksanaan HMETD (exercise) melalui C-BEST dari KSEI melalui Pemegang Rekening KSEI. Untuk pembelian saham tambahan. Pengisian Sertifikat Bukti HMETD atau SBR tidak sesuai dengan petunjuk/syarat-syarat pemesanan saham yang tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD/SBR dan Prospektus. b. Atas Nama : Rekening Penawaran Umum Terbatas III No. 82 . - 6. Tidak terpenuhinya persyaratan kelengkapan dokumen permohonan. PEMBATALAN PEMESANAN SAHAM Perseroan berhak untuk membatalkan pemesanan saham secara keseluruhan atau sebagian dengan memperhatikan persyaratan yang berlaku.- Bila jumlah seluruh saham yang dipesan termasuk pemesanan saham tambahan tidak melebihi jumlah seluruh saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas III ini maka seluruh pesanan atas saham tambahan akan dipenuhi. Pemesanan akan dibatalkan jika persyaratan pembayaran tidak dipenuhi. BUKTI TANDA TERIMA PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM Perseroan melalui BAE Perseroan yang menerima pengajuan pemesanan pembelian Saham Baru akan menyerahkan Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham yang telah dicap dan ditandatangani. Rekening : 26142 Bila pembayaran dilakukan dengan cek atau pemindahbukuan atau bilyet giro maka tanggal pembayaran dihitung berdasarkan tanggal setelah pembayaran diterima dengan baik (in good funds) dan telah nyata ada dalam Rekening Bank Perseroan. wesel atau bilyet giro.

Pemesan tidak dikenakan biaya bank maupun biaya transfer untuk jumlah yang dikembalikan tersebut. Bagi pemesan saham dalam Penitipan Kolektif KSEI maka uang pemesanan akan dikembalikan kedalam rekening efek yang melakukan permohonan tersebut oleh KSEI.00 WIB). maka pemesan dapat memberikan kuasa kepada orang yang ditunjuk dengan melampirkan surat kuasa bermeterai Rp 6. Asli surat kuasa yang sah (bagi Lembaga/Badan Hukum) bermaterai Rp 6. PENYERAHAN SURAT KOLEKTIF SAHAM PENGKREDITAN KE REKENING EFEK HASIL PELAKSANAAN HMETD DAN Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD bagi pemesan yang melaksanakan HMETD sesuai dengan haknya melalui KSEI akan dikreditkan pada Rekening Efek dalam 2 (dua) hari kerja setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima dari KSEI dan dana pembayaran telah diterima dengan baik di rekening Perseroan.Jumat pukul 09. Uang pengembalian hanya dapat diambil dengan menunjukkan KTP asli atau bukti jati diri lainnya dan menyerahkan Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham.00 15. Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD bagi pemegang HMETD dalam bentuk warkat yang melaksanakan HMETD sesuai haknya akan mendapatkan SKS atau Saham dalam bentuk warkat selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja setelah permohonan diterima oleh BAE Perseroan dan dana pembayaran telah diterima dengan baik oleh Perseroan.000. 83 . Sedangkan bagi pemegang saham yang sahamnya belum tercatat dalam Penitipan Kolektif. atau Fotokopi Anggaran Dasar (bagi Lembaga/Badan Hukum) dan susunan Direksi Komisaris atau Pengurus yang masih berlaku. 10..(enam ribu Rupiah) dilengkapi dengan fotokopi KTP/Paspor/KITAS dari Pemberi dan Penerima Kuasa. Asli Bukti Tanda Terima Pemesanan Saham..9.15. Adapun Saham Baru hasil penjatahan atas pemesanan Saham Baru tambahan bagi pemegang saham yang sahamnya tercatat dalam Penitipan Kolektif di KSEI akan didistribusikan dalam bentuk elektronik dalam Penitipan Kolektif di KSEI selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja setelah Tanggal Penjatahan. PT. Besar bunga atas keterlambatan pengembalian uang pemesanan saham tersebut dihitung sebesar rata-rata deposito 1 (satu) bulan sesuai dengan maksimum bunga deposito Bank Indonesia. Perseroan tidak memberikan bunga atas keterlambatan pengembalian uang pemesanan saham apabila keterlambatan tersebut disebabkan oleh pemesan yang tidak mengambil uang pengembalian sesuai dengan waktu yang ditentukan.000.Jumat) antara pukul 09.00 WIB mulai tanggal 26 November 2009 . SKS baru hasil pelaksanaan HMETD dapat diambil pada setiap hari kerja (Senin .(enam ribu rupiah) dan fotokopi KTP pemberi dan penerima kuasa serta menunjukkan aslinya. BANK AGRONIAGA Tbk. Pengambilan dilakukan di BAE Perseroan dengan menunjukkan/menyerahkan dokumen – dokumen sebagai berikut : Asli KTP/Paspor/KITAS yang masih berlaku (untuk perorangan). PENGEMBALIAN UANG PEMESANAN Dalam hal tidak terpenuhinya sebagian atau seluruhnya dari pemesanan saham yang lebih besar daripada haknya atau dalam hal terjadi pembatalan pemesanan saham maka pengembalian uang oleh Perseroan akan dilakukan selambat-lambatnya pada tanggal 25 November 2009 dan dapat diambil di kantor BAE Perseroan pada hari dan jam kerja (Senin . Bila pemesan berhalangan untuk mengambil sendiri. Pengembalian uang pemesanan saham yang melampaui 2 (dua) hari kerja setelah Tanggal Penjatahan atau setelah tanggal diumumkannya pembatalan Penawaran umum Terbatas III berdasarkan bukti pembayaran oleh Perseroan akan disertai bunga yang diperhitungkan mulai hari kerja kedua setelah Tanggal Penjatahan atau setelah tanggal diumumkannya pembatalan Penawaran Umum Terbatas III sampai dengan tanggal pengembalian uang.00 .

PT. maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD dan/atau Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 84 . Apabila saham yang ditawarkan dalam rangka PUT III ini setelah memenuhi seluruh permintaan pemesanan saham Tambahan ternyata terdapat sisa saham yang tidak diambil bagian maka saham tersebut tidak akan dikeluarkan dan tetap dalam portepel.11. BANK AGRONIAGA Tbk. Dalam pelaksanaan PUT III ini Perseroan memperoleh pernyataan dari Pemegang Saham Utama untuk membeli saham sesuai dengan haknya. ALOKASI TERHADAP HMETD YANG TIDAK DILAKSANAKAN Apabila saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran umum Terbatas III ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD.

00 WIB. 104. termasuk tetapi tidak terbatas pada ketentuan perpajakan dan ketentuan di bidang Pasar Modal termasuk peraturan Bursa serta peraturan PT. 3. 2. dimana setiap 1 (satu) Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1(satu) saham baru Perseroan yang dikeluarkan dari portepel dengan nilai nominal Rp 100 (seratus rupiah) setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 130.(seratus tiga puluh Rupiah) setiap sahamnya. KETERANGAN TENTANG HMETD Saham yang ditawarkan dalam PUT III ini diterbitkan berdasarkan HMETD yang akan dikeluarkan Perseroan kepada pemegang saham yang berhak. Setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal [tgl] 9bulan] 2009 pukul 16. dimana setiap 1 (satu) HMETD akan memberikan hak kepada pemegangnya untuk memesan 1 (satu) Saham Biasa Atas Nama Perseroan.(seratus empat milyar enam puluh tiga juta dua ratus enam puluh dua ribu dua ratus Rupiah) yang merupakan saham baru dari portepel dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. yaitu mulai tanggal 13 November sampai dengan 19 November 2009.200. A. Pemegang HMETD yang hendak melakukan perdagangan wajib memiliki rekening pada Perusahaan Efek atau Bank Kustodian yang telah menjadi Pemegang Rekening Efek di KSEI. 85 .632. Pada setiap 2 (dua) saham baru hasil pelaksanaan HMETD tersebut melekat 1 (satu) Waran Seri I.00 WIB berhak mendapatkan HMETD. BANK AGRONIAGA Tbk.262.00 WIB yang memiliki 160 (seratus enam puluh) Saham berhak atas 69 (enam puluh sembilan) HMETD. HMETD dapat diperdagangkan selama masa perdagangan melalui pengalihan kepemilikan HMETD dengan system pemindahbukuan HMETD antar Pemegang Rekening Efek di KSEI. KETERANGAN TENTANG HMETD DAN WARAN SERI I Saham yang ditawarkan dalam PUT III ini terdiri dari sebanyak 1.. Perdagangan Sertifikat Bukti HMETD Pemegang HMETD dapat memperdagangkan Sertifikat Bukti HMETD yang dimilikinya selama periode perdagangan Sertifikat Bukti HMETD. Perdagangan HMETD harus memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.. Setiap pemegang 160 (seratus enam puluh) saham lama akan mendapatkan 69 (enam puluh sembilan) HMETD. yang HMETD-nya tidak dijual atau pembeli/pemegang HMETD terakhir yang namanya tercantum di dalam kolom endosemen Sertifikat HMETD. Pemegang HMETD Yang Sah Para Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam DPS pada tanggal 11 November 2009 pukul 16..(seratus Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Para pemegang HMETD dalam penitipan Kolektif KSEI sampai dengan tanggal terakhir periode perdagangan HMETD.622 (satu milyar empat puluh juta enam ratus tiga puluh dua ribu enam ratus dua puluh dua) Saham Biasa Atas Nama dengan Nilai Nominal Rp 100 (seratus Rupiah) setiap saham yang ditawarkan dengan Harga Penawaran Rp 100 (Seratus Rupiah) setiap saham sehingga seluruhnya berjumlah Rp. dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Biasa Atas Nama yang ditawarkan dengan Harga Penawaran Rp 100. 1.XV.040. Penerima HMETD Yang Berhak Para Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal 11 November 2009 pukul 16.063.

Bentuk dari Sertifikat Bukti HMETD Bagi Pemegang Saham yang sahamnya belum dimasukkan dalam penitipan kolektif di KSEI. Pecahan HMETD Sesuai dengan Peraturan IX. Sebagai contoh. Ilustrasi di bawah ini diharapkan dapat memberikan gambaran umum untuk menghitung nilai HMETD: Diasumsikan harga pasar satu saham = Rp a Harga Saham Penawaran Umum Terbatas III = Rp b Penawaran Umum Terbatas III dengan perbandingan = c : d (pemegang c lembar saham lama mempunyai hak membeli d lembar saham baru) (Rp a x c) + (Rp b x d) Harga Teoritis Saham Baru = ( c + d) = Harga HMETD per saham 6. sertai tidak dapat diperdagangkan dalam bentuk fotokopi. jumlah HMETD yang dapat digunakan untuk membeli saham. Nilai HMETD Nilai HMETD yang ditawarkan oleh Pemegang HMETD yang sah akan berbeda-beda dari Pemegang HMETD yang satu dan yang lainnya. tetapi tidak menjamin bahwa hasil perhitungan nilai HMETD yang diperoleh adalah nilai HMETD yang berlaku di pasar. Bukti kepemilikan HMETD untuk pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI akan diberikan oleh KSEI melalui Anggota Bursa atau Bank Kustodian.1 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu maka atas pecahan HMETD tersebut harus dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan kedalam rekening Perseroan. BANK AGRONIAGA Tbk. 8. jumlah saham yang dibeli. Perseroan akan menerbitkan Sertifikat Bukti HMETD yang mencantumkan nama dan alamat Pemegang HMETD. Bila pemegang HMETD mengalami keragu-raguan dalam mengambil keputusan. sebaiknya berkonsultasi dengan penasihat investasi. berdasarkan permintaan dan penawaran dari pasar yang berlaku. atau penasihat profesional lainnya. = Rp e Rp e – Rp b PT. jumlah pemesanan tambahan saham. jumlah harga yang harus dibayar. 4.KSEI. kolom endosemen dan keterangan lain yang diperlukan. Lain-lain Segala biaya yang timbul dalam rangka pemindahan HMETD menjadi beban Pemegang Sertifikat Bukti HMETD atau calon Pemegang HMETD. Sertifikat Bukti HMETD ini tidak dapat ditukarkan dengan uang atau apapun pada Perseroan. jumlah saham yang dimiliki. perhitungan nilai HMETD di bawah ini merupakan salah satu cara untuk menghitung nilai HMETD. 86 .D. Penggunaan Sertifikat Bukti HMETD Sertifikat Bukti HMETD ini adalah untuk memesan saham yang ditawarkan oleh Perseroan. 5. 7.

Adapun salinan selengkapnya dapat diperoleh atau dibaca di kantor Perseroan dan kantor Pengelola Administrasi Waran Seri I pada setiap hari dan jam kerja. 1. BANK AGRONIAGA Tbk. Notaris di Jakarta.B. Saham hasil pelaksanaan adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan sebagai hasil pelaksanaan Waran Seri I dan merupakan saham biasa atas nama yang telah disetor penuh Perseroan yang menjadi bagian dari modal Saham Perseroan serta memberikan kepada pemegangnya yang namanya dengan sah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham yang mempunyai hak-hak yang sama dengan hak-hak Pemegang Saham Perseroan lainnya.316. SH. Setiap pemegang Waran Seri I berhak untuk membeli 1 (satu) saham biasa atas nama pada Harga Pelaksanaan Waran Seri I selama Jangka Waktu Pelaksanaan Waran Seri I PT. d.. Keterangan mengenai Waran Seri I di bawah ini merupakan rangkuman dari Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri I.(seratus tiga puluh Rupiah). Mahyastoeti Notonagoro. alamat dan jumlah Waran Seri I serta hal-hal lainnya sehubungan dengan Waran Seri I tersebut. e. SH. dimana di didalamnya tercatat nama. namun bukan merupakan salinan selengkapanya dari keseluruhan ketentuan dan persyaratan yang tercantum di dalam Akta tersebut..R. Definisi a. 130. Notaris Pengganti B. Waran Seri I ini diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang saham baru Perseroan hasil pelaksanaan HMETD . KETERANGAN TENTANG WARAN SERI I Waran Seri I yang diterbitkan Perseroan sebanyak sejumlah 520. Mahyastoeti Notonagoro. 2.H. harus dibayar pada waktu melakukan pelaksanaan Waran Seri I sebesar Rp. satu dan lain dengan memperhatikan ketentuan KSEI yang berlaku. b. 87 .. Harga Pelaksanaan Waran Seri I berarti harga setiap saham hasil pelaksanaan Waran Seri I yang ditetapkan. Jangka Waktu Pelaksanaan Waran Seri I berarti jangka waktu melakukan Pelaksanaan Waran Seri I yaitu setiap hari Kerja terhitung sejak 6 (enam) bulan setelah Tanggal Pencatatan Waran Seri I di Bursa Efek Indonesia sampai dengan 12 (dua belas) bulan berikutnya yaotu tanggal 13 Mei 2011. Perseroan telah menunjuk PT Datindo Entrycom sebagai Pengelola Pelaksanaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan Waran Seri I sesuai dengan Akta No 30 tanggal 16 September 2009 yang dibuat di hadapan Siti Rayhana.Ay..R. Hak atas Waran Seri I Para pemegang HMETD yang telah melaksanakan HMETD dengan ketentuan setiap pelaksanaan 2 (dua) HMETD akan memperoleh secara Cuma-Cuma 1 (satu) Waran Seri I sebagai insentif.. Notaris di Jakarta. Waran Seri I tersebut diterbitkan berdasarkan Akta Pernyataan Penerbitan waran Seri I PT Bank Agroniaga Tbk No 31 tanggal 16 September 2009 yang dibuat dihadapan Siti Rayhana. c. Surat Kolektif Waran Seri I berarti bukti akan kepemilikan sejumlah Waran Seri I dengan kelipatan tertentu yang diterbitkan oleh Perseroan. Notaris Pengganti B. S. untuk membeli Saham Hasil Pelaksanaan sesuai dengan syarat dan kondisi serta Penerbitan Waran Seri I dan dengan memperhatikan Peraturan Pasar Modal dan ketentuan Kustodian Sentral efek Indonesia (KSEI) yang berlaku. Waran Seri I berarti Surat Kolektif Waran Seri I atau Bukti Kepemilikan yang merupakan tanda bukti yang memberikan hak kepada pemegangnya yang pertama kalinya merupakan Pemegang Saham yang berasal dari Saham yang ditawarkan/dijual melalui Penawaran umum.Ay. S.311 (Lima ratus dua puluh juta tiga ratus enam belas ribu tiga ratus sebelas) Waran Seri I Atas Nama.H.

PT. Setiap perubahan Penerbitan Waran Seri I harus dilakukan dengan akta yang dibuat secara notariil dan perubahan tersebut mengikat Perseroan dan Pemegang Waran Seri I dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Penerbitan Waran Seri I dan Syarat Dan Kondisi. 88 . Hak untuk membeli saham Setiap Pemegang 1 (satu) Waran Seri I yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Waran Seri I berhak untuk membeli 1 (Satu) saham baru Perseroan dengan cara melakukan Pelaksanaan Waran Seri I pada Hari Kerja selama Masa Berlaku Pelaksanaan dengan membayar Harga Pelaksanaan harga Rp 130.. 6. kecuali Jangka Waktu Pelaksanaan. dengan ketentuan sebagai berikut: a.(seratus tiga puluh Rupiah) atau harga pelaksanaan baru bila terjadi penyesuaian. c. Waran Seri I terdaftar dan tercatat serta dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 13 November 2009 sampai dengan tanggal 13 Mei 2011. Jangka waktu Waran Seri I tidak akan diperpanjang. BANK AGRONIAGA Tbk. Jangka Waktu Waran Seri I Jangka waktu Waran Seri I adalah 18 (delapan belas) bulan kalender yang dihitung sejak tanggal pencatatan Waran Seri I yang paling awal di Bursa Efek Indonesia yaitu tanggal 13 November 2009 sampai dengan 13 Mei 2011. Peraturan Pasar Modal dan Ketentuan Kustodian Sentral Efek Indonesia. 7. Perseroan telah menunjuk Biro Administrasi efek yaitu PT Datindo Entrycom sebagai Pengelola Administrasi Waran Seri I berdasarkan Perjanjian Pengelolaan Administrasi Waran Seri I yang bertugas untuk melakukan pencatatan pada Pemegang Waran Seri I di dalam buku Daftar Pemegang Waran seri I. terhitung sejak tanggal pencatatan Waran Seri I pada Bursa Efek Indonesia. 5. Perseroan dapat mengubah Penerbitan Waran Seri I. Bentuk Waran Seri I Waran Seri I yang diterbitkan Perseroan adalah Waran Seri I Atas Nama dan sebagai bukti kepemilikan awal adalah dalam bentuk Formulir Konfirmasi Penjatahan yang kemudian diadministrasikan secara elektronik di KSEI.3. yaitu tanggal 13 November 2009 sampai dengan tanggal 10 Mei 2011. Perseroan wajib mengumumkan setiap perubahan Penerbitan Waran Seri I dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia berperedaran luas dan salah satunya beredar di tempat kedudukan Perseroan selambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sebelum ditandatangani perubahan penerbitan Waran Seri I dan bilamana selambatnya dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari kalender setelah pengumuman tersebut lebih dari 50% (lima puluh persen) pemegang saham Waran Seri I tidak menyatakan keberatan secara tertulis atau tidak memberikan tanggapan secara tertulis kepada Perseroan. Pemberitahuan Atas perubahan Isi Pernyataan Waran Seri I Dengan memperhatikan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. maka Pemegang Waran Seri I dianggap telah menyetujui usulan perubahan tersebut. b. Masa Perdagangan Waran Seri I Masa perdagangan Waran Seri I adalah setiap hari bursa. 4. Persetujuan Pemegang Waran Seri I yang mewakili lebih dari 50% (lima puluh persen) dari Waran seri I.

wajib untuk menyerahkan Dokumen Pelaksanaan kepada Pengelola Administrasi Waran Seri I : (i) Formulir Pelaksanaan dilekatkan pada setiap Surat Kolektif Waran Seri I dengan memperhatikan ketentuan KSEI (ii) Bukti Pembayaran Harga Pelaksanaan adalah bukti dibayarnya Harga Pelaksanaan oleh Pemegang Waran Seri I kepada Perseroan. c. terhitung 6 (enam) bulan setelah tanggal pencatatan yaitu tanggal 13 Mei 2010 sampai dengan tanggal 13 Mei 2011. Pelaksanaan Waran Seri I dapat dilakukan di kantor pusat Pengelola Administrasi Waran Seri I. serta Pemegang Waran Seri I tidak dapat menuntut ganti rugi maupun kompensasi berupa apapun dari Perseroan. para Pemegang Waran Seri I yang bermaksud untuk melaksanakan Waran Seri I nya menjadi saham baru. b.8. Pengelola Administrasi Waran Seri I wajib menyerahkan bukti telah diterimanya Dokumen Pelaksanaan (selanjutnya akan disebut “Bukti Penerimaan Dokumen Pelaksanaan”). b. BANK AGRONIAGA Tbk. Pada Tanggal Pelaksanaan. Dalam jangka waktu 1 (satu) hari kerja setelah Pengelola Administrasi Waran Seri I menerima Dokumen Pelaksanaan. 9. Pemegang Waran Seri I yang tidak menyerahkan Dokumen Pelaksanaan selama masa Pelaksanaan tidak berhak lagi melaksanakan Pelaksanaannya Waran Seri I menjadi saham. Prosedur Pelaksanaan Waran Seri I a. Atas penyerahan Dokumen Pelaksanaan. setiap Pemegang Waran Seri I dapat melakukan Pelaksanaan Waran Seri I menjadi saham baru yang dikeluarkan dari saham portepel yang dipegangnya menjadi Saham Hasil Pelaksanaan berdasarkan syarat dan ketentuan dalam Akta Penerbitan Waran Seri I. Dalam 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal penerimaan Dokumen Pelaksaaan. Pengelola Administrasi Waran Seri I meminta konfirmasi dari bank dimana Perseroan membuka rekening khusus mengenai pembayaran atas Harga Pelaksanaan telah diterima dengan baik (in good funds) dan meminta persetujuan Perseroan mengenai dapat atau tidaknya Waran Seri I dilaksanakan dan Perseroan pada hari kerja selanjutnya harus sudah memberikan persetujuan kepada Pengelola Administrasi Waran Seri I mengenai hal-hal tersebut diatas. Pemegang Waran Seri I memiliki hak untuk menukarkan sebagian atau seluruh Warannya menjadi saham baru. 89 . Masa Berlaku Pelaksanaan Masa berlaku pelaksanaan adalah setiap hari kerja. Waran Seri I yang diterbitkan Perseroan menjadi tidak bernilai. Sesudah melampui masa berlaku Pelaksanaan. pemegang Waran berhak untuk tidak menukarkan Warannya menjadi saham baru karena secara teoritis. c. Pengelola Administrasi Waran Seri I akan melakukan penelitian terhadap kelengkapan Dokumen Pelaksanaan serta kebenaran tentang terdaftarnya Pemegang Waran Seri I dalam Daftar Pemegang Waran Seri I. a. Dokumen pelaksanaan yang telah diterima oleh Pengelola Administrasi Waran Seri I tidak dapat dibatalkan dan ditarik kembali. setiap Waran Seri I yang belum dilaksanakan menjadi tidak bernilai dan tidak berlaku untuk keperluan apapun dan Perseroan tidak lagi memiliki kewajiban untuk menerbitkan saham baru. Pada jam kerja yang umumnya berlaku selama Jangka Waktu Pelaksanaan. Pengelola Administrasi Waran Seri I akan memberikan konfirmasi kepada Pemegang Waran Seri I PT. Pada Hari Kerja berikutnya. Jika harga pasar saham Perseroan menjadi lebih rendah dari harga pelaksanaannya.

Untuk keperluan penerimaan atas pembayaran harga pelaksanaan dan biaya-biaya lain sehubungan dengan Pelaksanaan Waran. i.mengenai diterima atau ditolaknya permohonan untuk melakukan pelaksanaan. para Pemegang Waran Seri I dapat menukarkan Bukti Penerimaan Dokumen Pelaksanaan sengan Saham Hasil Pelaksanaan kepada Pengelola Administrasi Waran Seri I dan Pengelola Administrasi Waran Seri I wajib menyerahkan Saham Hasil Pelaksanaan kepada Pemegang Waran Seri I yang bersangkutan. Dalam hal pelaksanaan sebagian jumlah Waran Seri I yang diwakili dalam Surat Kolektif Waran Seri I. h. Perseroan membuka rekening khusus dan apabila terjadi perubahan rekening khusus maka Perseroan melalui Pengelola Admistrasi Waran Seri I akan memberitahukan kepada Pemegang Waran Seri I sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam syarat dan kondisi dalam hal Pemberitahuan Kepada Pemegang Waran Seri I. penyesuaian dimaksud berlaku efektif sesuai dengan Syarat dan Kondisi Pemberitahuan Kepada Pemegang Waran Seri I. Pengelola Waran Seri I selanjutnya menerbitkan Surat Kolektif Waran Seri I baru atas nama Pemegang Waran Seri I dalam jumlah yang sesuai dengan Waran Seri I yang belum atau tidak dilaksanakan berdasarkan ketentuan dalam Syarat dan Kondisi Prosedur Pelaksanaan Waran Seri I. ataupun setoran tunai (in good funds) kepada rekening Perseroan dengan perincian sebagai berikut: PT Bank Agroniaga Tbk. d. Saham Hasil Pelaksanaan yang dimiliki oleh pemegangnya yang sah memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham lainnya yang telah dikeluarkan oleh Perseroan. Apabila terjadi penyesuaian terhadap rasio Pelaksanaan Waran Seri I sebagaimana diatur dalam Syarat dan Kondisi Penyesuaian Harga Pelaksanaan dan Jumlah Waran Seri I. e. bank transfer. Setelah Tanggal Jatuh Tempo apabila Waran Seri I tersebut masih belum dilaksanakan maka Pemegang Waran Seri I tersebut tidak dapat menuntut ganti rugi maupun kompensasi berupa apapun kepada Perseroan. pemindahbukuan. Selambat-lambatnya 4 (empat) hari kerja setelah Pengelola Administrasi Waran Seri I menerima persetujuan Perseroan. Pembayaran Harga Pelaksanaan Waran Seri I Pemegang Waran Seri I yang akan melaksanakan Waran Seri I menjadi Saham Biasa dapat melakukan pembayaran harga pelaksanaan dengan cek. Perseroan berkewajiban untuk menanggung segala biaya sehubungan dengan pelaksanaan Waran Seri I menjadi saham baru dan pencatatatan saham hasil pelaksanaan pada Bursa Efek Indonesia. terlebih dahulu harus diadakan pemecahan atas sertifikat tersebut maka pemecahan atas sertifikat tersebut menjadi biaya Pemegang Waran Seri I yang bersangkutan. 10. Atas Nama: Rekening Penawaran Umum Terbatas III No. BANK AGRONIAGA Tbk. Pemberitahuan tersebut disampaikan dalam jangka waktu tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kalender sejak diterimanya fakta-fakta yang menyebabkan penyesuaian tersebut. semua biaya bank yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan Waran Seri I menjadi saham ini menjadi tanggungan Pemegang Saham Waran Seri I. PT. bilyet giro. Perseroan wajib segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengelola Administrasi Waran Seri I mengenail rasio Pelaksanaan Waran Seri I (berikut pernyataan singkat mengenai fakta-fakta sehingga diperlukannya penyesuaian tersebut). 90 . f. g. Rekening: 26142 Dalam hal ini.

11.

Penyesuaian Harga Pelaksanaan dan Jumlah Waran Seri I Harga pelaksanaan Waran adalah sebesar Rp 130,- (seratus tiga puluh Rupiah) setiap saham. Apabila Perseroan melakukan tindakan-tindakan yang mengakibatkan perubahan jumlah modal, harga pelaksanaan dan jumlah Waran Seri I, sehingga Waran Seri I dapat mengalami perubahan dimana harga pelaksanaan baru dan jumlah Waran Seri I baru dapat menjadi pecahan. Dalam hal ini, Perseroan akan melakukan pembulatan ke bawah. Penyesusaian harga pelaksanaan dan jumlah Waran Seri I akan dilakukan sehubungan dengan hal-hal di bawah ini : a. Perubahan nilai nominal saham Perseroan pemecahan nilai nominal (stock split) akibat penggabungan, peleburan,

Harga nominal baru setiap saham Harga pelaksanaan baru = ------------------------------------------------------ X A Harga nominal lama setiap saham

Harga nominal lama setiap saham Jumlah Waran Seri I baru = ------------------------------------------------------ X B Harga nominal baru setiap saham A = harga pelaksanaan Waran Seri I yang lama B = jumlah awal Waran Seri I yang beredar Penyesuaian tersebut mulai berlaku pada saat dimulai Perdagangan di Bursa Efek dengan nilai nominal yang baru yang diumumkan di dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang memiliki peredaran luas. b. Pembagian saham bonus atau saham dividen, konversi atau efek lainnya yang dapat dikonversi menjadi saham, penggabungan atau peleburan.
C Harga pelaksanaan baru = ----------------- x Z (C + D) (C + D) Jumlah Waran Seri I baru = ------------------- x Y C

C D

= =

Z Y

= =

jumlah saham yang disetor penuh dan beredar sebelum pembagian saham bonus, saham dividen. jumlah saham baru yang disetor penuh dan beredar yang merupakan hasil pembagian saham bonus atau saham dividen atau penambahan saham akibat konversi, penggabungan atau peleburan. Harga Pelaksanaan Waran Seri I yang lama Jumlah awal Waran Seri I yang beredar

Penyesuaian tersebut mulai berlaku pada saat saham bonus atau saham dividen mulai berlaku efektif yang akan diumumkan di dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang memiliki peredaran luas. c. Pengeluaran saham baru dengan cara penawaran umum terbatas
(E – F) Harga Waran Seri I baru = ----------------- x Z E E Harga Pelaksanaan baru = ------------------- x Y (E – F) PT. BANK AGRONIAGA Tbk. 91

E F

= =

G H Z Y

= = = =

Harga Pasar sebelum pengeluaran pengumuman penawaran umum terbatas Harga Teoritis right untuk 1 (satu) saham yang dihitung dengan formula (E-G) (H+1) Harga pembelian 1 (satu) saham berdasrkan hak dan memesan efek terlebih dahulu (Right) Jumlah saham yang diperlukan untuk memesan tambahan 1 (satu) saham degan hak memesan efek terlebih dahulu (right) harga Pelaksanaan Waran Seri I yang lama Jumlah awal Waran Seri I yang beredar

Jika harga teoritis saham setelah pengeluaran saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu lebih rendah dari nilai nominal, maka harga pelaksanaan Waran baru adalah sebesar nilai nominal saham yang akan diterbitkan sebagai hasil pelasanaan Waran. Penyesuaian ini berlaku efektif 1 (satu) setelah tanggal penjatahan pemesan saham Tambahan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas. 12. Status Waran Seri I Pemegang Waran Seri I tidak memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan dan menerima dividen dalam bentuk apapun, tidak berhak atas saham bonus yang berasal dari agio dan saham dividen yang berhasal dari kapitalisasi laba, serta hak-hak lain yang terkait dalam saham biasa Perseroan sepanjang Waran Seri I yang dimilikinya belum dilaksanakan menjadi saham. 13. Status Saham Hasil Pelaksanaan Waran Seri I Saham hasil pelaksanakan yang dikeluarkan oleh portepel Perseroan atas pelaksanaan Waran Seri I diperlakukan sebagai saham yang disetor penuh dan merupakan bagian dari modal saham Perseroan. Dengan demikian, Pemegang Saham hasil pelaksanaan yang sah akan memiliki hak yang sama dan sederajat dengan Pemegang Saham Perseroan lainnya. Pencatatan saham Hasil Pelaksanaan Waran Saham Seri I dalam Daftar Pemegang Saham dilakukan pada tanggal pelaksanaan. 14. Daftar Pemegang Waran Seri I Pengelola Administrasi Waran Seri I telah ditunjuk Perseroan untuk melakukan pencatatan Daftar Pemegang Waran Seri I yang didalamnya tercantum nomor Surat Kolektif Waran Seri I, nama dan alamat para Pemegang Waran Seri I serta hal-hal lainna yang dianggap perlu. Pengelola Administrasi Waran Seri I juga bertugas untuk melaksanakan pengelolaan administrasi Waran Seri I dalam kaitannya dengan transaksi perdagangan Waran Seri I di Bursa yang mencakup pengalihan dan pencatatn hasil transaksi termasuk diantaranya pelaksanaan Waran Seri I untuk kepentingan Perseroan. 15. Pengelola Administrasi Waran Seri I Perseroan telah menunjuk Pengelola Administrasi Waran sebagai berikut: PT DATINDO ENTRYCOM Puri Datindo - Wisma Sudirman Jl. Jend Sudirman Kav 34-35 Jakarta 10220 Telp.: (021) 5709009 Fax.: (021) 5709026
PT. BANK AGRONIAGA Tbk. 92

Dalam hal kaitan ini, Pengelola Administrasi Waran Seri I bertugas untuk melaksanakan pengelolaan administrsasi Waran Seri I sehubungan dengan transaksi perdagangan Waran Seri I di Bursa yang mencakup pengalihan dan pencatatan hasil transaksi termasuk diantaranya pelaksanaan hak Waran Seri I demi kepentingan Perseroan. 16. Peralihan Hak atas Waran Seri I Pemegang Waran Seri I dapat mengalihkan hak atas Waran SeriI I dengan melakukan jual beli di Bursa, setiap orang dapat memperoleh hak atas Waran Seri I dan dapat didaftarkan sebagai Pemegang Waran Seri I dengan mengajukan bukti-bukti yang sah mengenai hak yang diperolehnya dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Setiap orang yang memperoleh hak atas Waran Seri I karena hibah maupun warisan akibat kematian dari Pemegang Waran Seri I atau sebab-sebab lain yang mengakibatkan pengalihan kepemilikan Waran Seri I menurut hukum, dapat mengajukan permohonan pengalihan secara tertulis dengan mengunakan formulir pengalihan kepada Perseroan melalui Pengelola Administrasi Waran Seri I yang akan bertindak untuk dan atas nama Perseroan, untuk mendaftarkan diri sebagai Pemegang Waran Seri I dengan mengajukan bukti-bukti sehubungan denga haknya atas Waran Seri I dan dengan membayar biaya administrasi dan biaya lainya yang dikeluarkan untuk pengalihan Waran Seri I. Penyerahan dokumen yang masih kurang harus dilengkapi selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal pengajuan permohonan, dengan memperhatikan Peraturan Pasar Modal yang berlaku. Apabila terjadi peralihan hak atas Waran Seri I yang dikarenakan hal-hal tersebut diatas yang mengakibatkan kepemilikan Waran Seri I oleh beberapa orang dan/atau badan maka kepada orang atau pihak atau badan hukum yang memiliki secara bersama-sama tersebut berkewajiban untuk menunjuk secara tertulis salah seorang diantara mereka sebagai wakil mereka bersama dan hanya nama wakil tersebut yang akan dimasukan ke dalam Daftar Pemegang Waran Seri I dan wakil ini akan dianggap sebagai pemegang yang sah dari Waran Seri I yang yang bersangkutan dan berhak untuk melaksanakan dan menggunakan semua hak yang diberikan kepada Pemegang Waran Seri I . Pengelola Administrasi Waran Seri I hanya dapat melakukan pendaftaran pada daftar Pemegang Waran Seri I apabila telah menerima dokumen pendukung dengan baik dan disetujui oleh Perseroan dengan memperhatikan peraturan Pasar Modal yang berlaku. Pendaftaran peralihan hak atas Waran Seri I hanya dapat dilakukan oleh Perseroan melalui Pengelola Administrasi Waran Seri I yang akan bertindak untuk dan atas nama Perseroan dengan memberikan catatan mengenai peralihan hak tersebut didalam Daftar Pemegang Waran Seri I berdasarkan akta hibah yang ditandatangani oleh kedua belah pihak atau berdasarkan surat-surat lain yang cukup membuktikan adanya peralihan hak atas Waran Seri I tersebut, semuanya dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Peralihan hak atas Waran Seri I harus dicatat dengan baik didalam Daftar Waran Seri I maupun pada Surat Kolektif Waran Seri I yang bersangkutan dan hanya dapat berlaku setelah pendaftaran dari peralihan tersebut tercatat di dalam Daftar Pemegang Waran Seri I yang bersangkutan. 17. Penggantian Surat Kolektif Waran Seri I Apabila Surat Kolektif Waran Seri I mengalami kerusakan atau karena hal-hal lain yang ditetapkan oleh Perseroan dan atas Pengelola Administrasi Waran Seri I dinyatakan tidak dapat di Pakai lagi, pemegang Surat Kolektif Waran Seri I yang bersangkutan harus mengajukan permintaan tertulis kepada Perseroan atau kepada Pengelola Administrasi Waran Seri I. Perseroan, melalui Pengelola Administrasi Waran Seri I, akan memberikan penggantian Surat Kolektif Waran Seri I yang sudah tidak dapat dipakai lagi dengan yang baru, dimana Surat Kolektif Waran Seri I yang asli harus dikembalikan kepada Perseroan melalui Pengelola
PT. BANK AGRONIAGA Tbk. 93

maka perusahaan yang menerima penggabungan Perseroan atau perusahaan yang merupakan hasil peleburan dengan Perseroan berkewajiban untuk bertanggung jawab dan tunduk kepada syarat-syarat dan ketentuan Waran Seri I yang berlaku. Hukum yang berlaku Seluruh perjanjian sehubungan dengan Waran Seri I ini berada dan tunduk dibawah hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia. Penggabungan. Surat Kolektif Waran Seri I yang baru akan diterbitkan dengan terlebih dahulu menyerahkan bukti-bukti sah yang cukup dan dengan memberikan jaminan-jaminan yang dianggap perlu Pengelola Administrasi Waran Seri I dan diumumkan di Bursa Efek dengan memperhatikan Peraturan Pasar Modal. Peleburan dan Likuidasi Jika selama masa berlaku pelaksanaan Perseroan melakukan penggabungan atau peleburan dengan perusahaan lain. Apabila Surat Kolektif Waran Seri I hilang atau musnah. Apabila Perseroan melakukan likuidasi atau dibubarkan. PT. BANK AGRONIAGA Tbk. 19. Perseroan berkewajiban menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada BAPEPAM & LK dan Bursa Efek sehubungan dnega pengeluaran Surat kolektif Waran Seri I yang hilang atau rusak. semua biaya yang berhubungan dengan pengeluaran penggantian Surat Kolektif Waran Seri I yang hilang atau rusak ditanggung oleh mereka yang mengajukan permohonan penggantian Surat Kolektif Waran Seri I tersebut. Perseroan dan atau Pengelola Administrasi Waran Seri I berhak menentukan dan meminta jaminan-jaminan sehubungan dengan pembuktian dan penggantian kerugian pihak yang mengajukan permintaan penggantian Surat kolektif Waran Seri I dan hal-hal lain yang dianggap perlu untuk mencegah kerugian yang akan diderita Perseroan. Dalam hal ini. 18.Administrasi Waran Seri I untuk kemudian dimusnahkan. 94 . kepada Pemegang Waran Seri I yang belum melakukan pelaksanan atas Waran Seri I akan diberikan kesempatan untuk melakukan pelaksanaan Waran Seri I sampai dengan tanggal yang ditetapkan kemudian oleh Perseroan.

Sedangkan bagi HMETD yang masih berbentuk warkat/Sertifikat Bukti HMETD dapat diambil di kantor BAE pada setiap hari kerja mulai pukul 09. HMETD dalam bentuk elektronik akan didistribusikan kedalam rekening efek KSEI atau didistribusikan kepada Pemegang Saham melalui Pemegang Rekening KSEI. 95 .Wisma Sudirman Jl. Biro Administrasi Efek PT DATINDO ENTRYCOM Puri Datindo . BANK AGRONIAGA Tbk. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN SERTIFIKAT BUKTI HMETD Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan akan tersedia untuk diambil mulai tanggal 12 November 2009 di kantor Biro Administrasi Efek (BAE) oleh para Pemegang Saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada tanggal 11 November 2009. PT.00 WIB sampai pukul 16.: (021) 5709009 Fax.: (021) 5709026 Informasi mengenai Penawaran Umum Terbatas III ini telah diiklankan pada 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran luas dan terbit di tempat kedudukan Perseroan.00 WIB mulai tanggal 12 November 2009 dengan menyerahkan dokumen jati diri yang sah. Jend Sudirman Kav 34-35 Jakarta 10220 Telp.XVI.

Wisma Sudirman Jl.: (021) 5709026 PT.: (021) 5262570 .: (021) 5262559 Biro Administrasi Efek PT DATINDO ENTRYCOM Puri Datindo . Fax.R.XVII. INFORMASI TAMBAHAN Para pihak yang menginginkan penjelasan mengenai Penawaran Umum Terbatas III ini atau menginginkan tambahan informasi dapat menghubungi : PT BANK AGRONIAGA Tbk. Jend Sudirman Kav 34-35 Jakarta 10220 Telp. 1 Jakarta 12950 Telp. HR Rasuna Said Blok X2 No.: (021) 5709009 Fax. 96 . PLAZA G.I Jl. BANK AGRONIAGA Tbk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful