http://vernacular.edu2000.org/content/view/351/388/ Written by Anindhita N.

Sunartio Akulturasi dalam Keragaman Arsitektur Rumah Nias Abstrak Nias adalah salah satu kepulauan di ujung Barat Indonesia dengan pulau terbesarnya adalah pulau Nias. Memiliki karakter alam yang indah dan menjadi daerah tujuan wisata budaya, pulau Nias dikenal dengan kekayaan kultur megalitiknya. Berbagai bentuk batu megalit yang diukir dan didirikan di depan rumah mengekspresikan pesan dan mengabadikan peristiwa tertentu. Keragaman dan keunikan arsitektur pulau Nias juga dikagumi karena budaya arsitekturnya yang tinggi. Arsitektur hunian vernakular di Pulau Nias selama berabad-abad telah memperlihatkan kekayaan budaya suku bangsa Nias, sekaligus memperlihatkan keterkaitan yang erat antara masyarakat dengan lingkungan sekitar mereka. Arsitektur Vernakular di Nias mengintegrasikan berbagai faktor seperti iklim, topografi, sejarah, sosial ekonomi, budaya regional dan kepercayaan. Secara geografis arsitekturnya terbagi menjadi 3 bagian, yaitu arsitektur Nias Utara, Tengah dan Selatan dengan berbagai variannya. Namun yang lebih dikenal umum adalah arsitektur di Nias bagian Selatan, sementara itu terdapat beberapa ragam arsitektur vernakular lain yang tidak kalah pentingnya di pulau ini. Kondisi geografis pulau dan sejarahnya yang panjang dalam kehidupan bahari nusantara menunjukkan adanya pertemuan budaya yang akhirnya melahirkan akulturasi arsitektur masyarakat di Nias. Salah satu contohnya adalah jejak akulturasi antara arsitektur Nias, Aceh dan Melayu pada bangunan hunian di Nias Utara yang belum banyak ditelaah. Kearifan lokal arsitektur vernakular sangat kaya dan kreatif dalam merespon kondisi lokal setempat, termasuk iklim, kondisi geologis dan geografis. Salah satu keunikannya terlihat dalam bagaimana bangunan rumah mengantisipasi gempa yang sering terjadi di pulau ini. Perkembangan bentuk, kecermatan sistem struktur dan konstruksi serta penggunaan material bangunan menunjukkan kemampuan suatu masyarakat mengadaptasikan keunikan bentuk dan norma-norma setempat terhadap pengaruh luar yang masuk lewat pelayaran dan perdagangan. Tulisan ini mencoba merepresentasikan analisis tentang akulturasi budaya yang terjadi pada arsitektur rumah Nias, dan kaitannya dengan isu keberlanjutan arsitektur vernakular di tempat ini. Diharapkan kita dapat menarik intisari dan memanfaatkannya untuk mengembangkan arsitektur Nias khususnya dan arsitektur Indonesia pada umumnya. Kata Kunci: Nias, Arsitektur, Vernakular, Akulturasi http://www.pda-id.org/library/index.php?menu=library&act=detail&Dkm_ID=20050251 RUMAH OVAL TAHAN GEMPA DI NIAS UTARA

Deskripsi Sumber: Kompas: Minggu, 27 Februari 2005 http://www.kompas.com/kompas-cetak/0502/27/desain/1575999.htm Rumah oval tahan gempa di Nias Utara Evawani Ellisa Subyek 20091551 Arsitektur tradisional -- Indonesia -- Sumatera Utara Isi: ARSITEKTUR vernakular ternyata sering memberi inspirasi bagi sejumlah arsitek besar, mulai dari Frank Lloyd Wright hingga penggagas "estetika mesin" Walter Gropius. Ketika merancang kapel Notre Dame dâ Huit di Ronchamp yang kemudian menjadi salah satu mahakarya yang legendaris, arsitek Perancis Le Corbusier terinspirasi oleh contoh-contoh bangunan vernakular yang memenuhi buku sketsanya. FRANK Lloyd Wright menunjukkan kekaguman terhadap para perancang bangunan vernakular melalui definisinya tentang arsitektur vernakular sebagai bangunan yang dibuat oleh mereka yang benar-benar tahu tidak ada yang lebih bijak daripada menyelaraskan karya rancang bangun dengan lingkungan dan kebutuhan. Para "arsitek" yang hanya mengandalkan logika sederhana namun otentik ini, menurut Wright, jauh lebih unggul dibandingkan dengan mereka yang menjadi arsitek melalui jalur formal. Yang terakhir ini dalam berkarya sering tak mampu melepaskan diri dari pengaruh gaya atau kecenderungan arsitektur pada zamannya. Pluralitas etnis di wilayah Nusantara merupakan berkah karena kondisi ini memberi kekayaan khazanah arsitektur vernakular yang barangkali keragamannya tak tertandingi negara mana pun. Uniknya, keragaman itu tetap dijalin satu benang merah, yaitu ketahanan mereka terhadap ancaman bencana gempa. Snouck Hurgronje, antropolog Belanda, dalam observasinya terhadap hunian masyarakat Aceh masa kolonial melaporkan, seorang pencuri akan menggoyang bangunan untuk memastikan apakah penghuni rumah yang akan menjadi calon korban tidur nyenyak. Bila penghuninya berteriak, "Siapa itu?" maka sang pencuri pun akan memutuskan membatalkan aksinya. Laporan Hurgronje memberi gambaran kepada kita bahwa barangkali zaman dahulu nenek moyang kita tidak

pulau seluas Bali yang secara geografis merupakan daerah rawan gempa sebagaimana wilayah Aceh. di Nias kolong tidak menjadi ruang positif yang berfungsi sebagai tempat menenun. Kolom-kolom diagonal. walaupun tidak bereaksi ketika digoyang-goyang sebagaimana dahulu rumah di Aceh. desa di Nias Utara. rangkaian balok dipasang membujur sekeliling tubuh bangunan. jalin-menjalin untuk menopang bangunan berdenah oval dengan kantilever mengelilingi seluruh sisi lantai denah. PENGGUNAAN kolong memang bukan satu-satunya di Nias. Rumah-rumah vernakular di Nias. Balok kayu ataupun batu besar sengaja diletakkan di sela. yaitu kolom struktur utama yang berdiri dalam posisi tegak dan kolom penguat yang terletak dalam posisi silang-menyilang membentuk huruf X miring.sela kolom penguat sebagai pemberat untuk menahan bangunan dari terpaan angin. kolong di samping mengemban fungsi struktur juga menciptakan ruang yang cukup efektif untuk menyiasati masalah kelembapan yang ditimbulkan iklim tropis. jejak-jejak kearifan para arsitek zaman dahulu juga masih bisa ditemui di Sihareâ o Siwahili. atau memelihara ternak. Bagaikan sabuk. sirip-sirip tiang dinding berjarak 80 sentimeter dipasang berjajar dengan posisi miring ke arah luar. Di beberapa wilayah Nusantara. Di antara sirip-sirip dipasang dinding pengisi dari lembaran papan. secara bijak dirancang dengan prinsip tahan gempa. tanpa titik awal maupun akhir. desa ini bisa dicapai dengan kendaraan hanya dalam waktu 30 menit melalui jalan aspal yang relatif mulus. Kolong juga dapat menghindari kontak langsung penghuni dengan tanah yang cenderung becek saat hujan. menyimpan barang. melainkan benar-benar mengemban fungsi struktural. Kolom-kolom ini berukuran cukup besar sehingga kekokohannya bukan saja mampu mempertinggi angka keamanan bangunan terhadap gempa. Berbeda dari kawasan desa tradisional di Nias Selatan yang memerlukan waktu dan tenaga ekstra untuk mencapai lokasi mereka dari Gunung Sitoli. tetapi secara psikologis juga memberi perasaan aman bagi penghuninya sebab di atas kolom . Berbeda dari daerah lain. Sedangkan ujung atas kolom tegak dihubungkan dengan balok penyangga melalui sambungan sistem pasak yang kemudian ditumpangi balok-balok lantai di atasnya. Di Nias.sepanik kita saat ini ketika mengalami peristiwa gempa bumi. Di bagian kaki bangunan kolom-kolom terbagi menjadi dua jenis. Di atas sabuk bangunan.

di seluruh kawasan Asia Tenggara rumah Nias Utara adalah karya arsitektur vernakular paling ekspresif dalam menampilkan kesan monumentalitasnya. sebuah rumah tampak sendirian berdiri anggun di atas bukit dikelilingi oleh hijau pepohonan. Sistem denah terbuka juga membuat rumah vernakular ini sangat adaptif dengan kebutuhan masyarakat masa kini sebab pemilik rumah dapat leluasa menggunakan berbagai perabot modern di dalamnya. Sedangkan di bagian pinggir bangunan. atap bangunan juga mengikuti bentuk lantai yang oval. Pola paling umum adalah membagi ruang menjadi empat bagian. salah satu bagian atap dapat berfungsi sebagai sky light. Denah dengan pola open lay out memudahkan penghuni mengatur tata ruang sesuai selera. Di bagian tengah bangunan. Bentuk oval membuat rumah-rumah berdiri bebas satu sama lain. Di ruang duduk dan dapur. Kenyamanan ruang cukup terjaga karena elemen rumah dirancang secara cerdik menggunakan prinsip arsitektur tropis. cukup dengan cara mendorongnya ke arah luar lalu menopangnya dengan tongkat dari dalam. Ukurannya cukup lebar sehingga udara dan cahaya alam bebas menerobos masuk ke dalam rumah. Di beberapa tempat. RUMAH Nias Utara bukan saja menampilkan kesan monumental. menyatakan. kolom-kolom dari kolong yang menjulang ke atas menembus lantai hingga bubungan atap bertugas mendukung struktur atap. tetapi juga berperan sebagai wadah bertinggal yang leluasa dan nyaman. Di Sihareâ o Siwahili. variasi rumah akan terlihat dari proporsi keseluruhannya. kolom berhenti di atas ruang hunian dan membentuk jurai atap. bilah dinding papan bisa diganti jerajak untuk menciptakan bukaan. beberapa rumah terletak berderet dengan bubungan menghadap ke arah jalan. Bukaan dengan posisi miring mampu mengatasi tempias air hujan. Misalnya ada rumah yang . Walaupun secara prinsip bentuknya sama. pakar antropologi arsitektur tradisional dari National University of Singapore.berdiri dengan megah bangunan berskala besar dengan atap menjulang. Sebagaimana dinding. Dari bangku ini penghuni memandang bebas ke arah luar. Di tempat-tempat yang diinginkan. cukup dengan meletakkan dinding penyekat bersilangan tegak lurus satu sama lain di tengah ruangan. Dinding miring memungkinkan privasi karena seluruh kegiatan di balik rumah tidak tampak dari luar walaupun jerajak dibiarkan terbuka sepanjang hari. Daun sagu yang dianyam pada sebilah bambu menghasilkan lembaran yang dirangkai sebagai penutup atap. Roxana Waterson. Di ruang duduk lantai di sepanjang dinding umumnya sengaja ditinggikan dan sebuah bangku diletakkan menempel sepanjang dinding.

Titik berat rancangan adalah memenuhi kebutuhan bertinggal. jujur. mungkin mereka tak akan mampu bertahan dari terjangan tsunami.php?t=3929603&page=2 Sumber: . Besar kemungkinan.us/showthread. dan tidak rumit. Rumah di Nias adalah potret tradisi nenek moyang suku Nias yang secara rasional menyiasati ancaman sekaligus potensi alam dalam membina bangunan. inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa mereka memilih daerah perbukitan sebagai lokasi meletakkanrumah ovalmereka. sikap pengekangan diri yang melebur dengan keberanian berekspresi.memiliki atap lebih tinggi atau lebih curam. Hasilnya. Walaupun rumah oval di Nias Utara terbukti tahan gempa.kaskus. tetapi nilai estetika justru lahir dari logika bahan serta konstruksi dan geometri yang sederhana. Ada juga rumah dengan lengkungan elips nyaris sempurna dibandingkan dengan rumah lainnya. Para arsiteknya tentu sangat menyadari kekerdilan mereka sebagai manusia. sementara yang lain memiliki ukuran lebih besar. Evawani Ellisa Pengajar Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia http://www.

com/kompas-cetak/0502/27/desain/1575999. arsitek Perancis Le Corbusier terinspirasi oleh contoh-contoh bangunan vernakular yang memenuhi buku sketsanya.kompas. Laporan Hurgronje memberi gambaran kepada kita bahwa barangkali zaman dahulu nenek moyang kita tidak sepanik kita saat ini ketika mengalami peristiwa gempa bumi. menurut Wright. "Siapa itu?" maka sang pencuri pun akan memutuskan membatalkan aksinya. Para "arsitek" yang hanya mengandalkan logika sederhana namun otentik ini. Pluralitas etnis di wilayah Nusantara merupakan berkah karena kondisi ini memberi kekayaan khazanah arsitektur vernakular yang barangkali keragamannya tak tertandingi negara mana pun. pulau seluas Bali yang secara geografis merupakan daerah rawan gempa sebagaimana wilayah .Kompas: Minggu. yaitu ketahanan mereka terhadap ancaman bencana gempa. Ketika merancang kapel Notre Dame dâ Huit di Ronchamp yang kemudian menjadi salah satu mahakarya yang legendaris. 27 Februari 2005 http://www. seorang pencuri akan menggoyang bangunan untuk memastikan apakah penghuni rumah yang akan menjadi calon korban tidur nyenyak. keragaman itu tetap dijalin satu benang merah. mulai dari Frank Lloyd Wright hingga penggagas "estetika mesin" Walter Gropius. Di Nias.htm Rumah oval tahan gempa di Nias Utara Evawani Ellisa Subyek 20091551 Arsitektur tradisional -. Bila penghuninya berteriak. dalam observasinya terhadap hunian masyarakat Aceh masa kolonial melaporkan. Uniknya.Indonesia -. Snouck Hurgronje. antropolog Belanda. FRANK Lloyd Wright menunjukkan kekaguman terhadap para perancang bangunan vernakular melalui definisinya tentang arsitektur vernakular sebagai bangunan yang dibuat oleh mereka yang benar-benar tahu tidak ada yang lebih bijak daripada menyelaraskan karya rancang bangun dengan lingkungan dan kebutuhan. Yang terakhir ini dalam berkarya sering tak mampu melepaskan diri dari pengaruh gaya atau kecenderungan arsitektur pada zamannya.Sumatera Utara Isi: ARSITEKTUR vernakular ternyata sering memberi inspirasi bagi sejumlah arsitek besar. jauh lebih unggul dibandingkan dengan mereka yang menjadi arsitek melalui jalur formal.

walaupun tidak bereaksi ketika digoyang-goyang sebagaimana dahulu rumah di Aceh. yaitu kolom struktur utama yang berdiri dalam posisi tegak dan kolom penguat yang terletak dalam posisi silang-menyilang membentuk huruf X miring. Di bagian tengah bangunan. Di bagian kaki bangunan kolomkolom terbagi menjadi dua jenis. Sedangkan ujung atas kolom tegak dihubungkan dengan balok penyangga melalui sambungan sistem pasak yang kemudian ditumpangi balok-balok lantai di atasnya.sela kolom penguat sebagai pemberat untuk menahan bangunan dari terpaan angin. Berbeda dari daerah lain. atap bangunan juga mengikuti bentuk lantai yang oval. tetapi secara psikologis juga memberi perasaan aman bagi penghuninya sebab di atas kolom berdiri dengan megah bangunan berskala besar dengan atap menjulang. di seluruh kawasan Asia Tenggara rumah Nias Utara adalah karya arsitektur vernakular paling ekspresif dalam menampilkan kesan monumentalitasnya. di Nias kolong tidak menjadi ruang positif yang berfungsi sebagai tempat menenun. Rumah-rumah vernakular di Nias. Di beberapa wilayah Nusantara. Kolom-kolom diagonal. sirip-sirip tiang dinding berjarak 80 sentimeter dipasang berjajar dengan posisi miring ke arah luar. desa ini bisa dicapai dengan kendaraan hanya dalam waktu 30 menit melalui jalan aspal yang relatif mulus. rangkaian balok dipasang membujur sekeliling tubuh bangunan. kolong di samping mengemban fungsi struktur juga menciptakan ruang yang cukup efektif untuk menyiasati masalah kelembapan yang ditimbulkan iklim tropis. Berbeda dari kawasan desa tradisional di Nias Selatan yang memerlukan waktu dan tenaga ekstra untuk mencapai lokasi mereka dari Gunung Sitoli. Kolom-kolom ini berukuran cukup besar sehingga kekokohannya bukan saja mampu mempertinggi angka keamanan bangunan terhadap gempa. secara bijak dirancang dengan prinsip tahan gempa. Sedangkan di bagian pinggir bangunan. Sebagaimana dinding. Di antara sirip-sirip dipasang dinding pengisi dari lembaran papan. menyatakan. Kolong juga dapat menghindari kontak langsung penghuni dengan tanah yang cenderung becek saat hujan.Aceh. pakar antropologi arsitektur tradisional dari National University of Singapore. tanpa titik awal maupun akhir. Daun sagu yang dianyam pada sebilah bambu menghasilkan . jalin-menjalin untuk menopang bangunan berdenah oval dengan kantilever mengelilingi seluruh sisi lantai denah. melainkan benar-benar mengemban fungsi struktural. Balok kayu ataupun batu besar sengaja diletakkan di sela. jejak-jejak kearifan para arsitek zaman dahulu juga masih bisa ditemui di Sihareâ desa di Nias Utara. Bagaikan sabuk. atau memelihara ternak. PENGGUNAAN kolong memang bukan satu-satunya di Nias. o Siwahili. kolom berhenti di atas ruang hunian dan membentuk jurai atap. kolom-kolom dari kolong yang menjulang ke atas menembus lantai hingga bubungan atap bertugas mendukung struktur atap. Roxana Waterson. Di atas sabuk bangunan. menyimpan barang.

Pola paling umum adalah membagi ruang menjadi empat bagian. Kenyamanan ruang cukup terjaga karena elemen rumah dirancang secara cerdik menggunakan prinsip arsitektur tropis. . Dari bangku ini penghuni memandang bebas ke arah luar. bilah dinding papan bisa diganti jerajak untuk menciptakan bukaan. Di tempat-tempat yang diinginkan. Bukaan dengan posisi miring mampu mengatasi tempias air hujan. Di ruang duduk lantai di sepanjang dinding umumnya sengaja ditinggikan dan sebuah bangku diletakkan menempel sepanjang dinding. cukup dengan meletakkan dinding penyekat bersilangan tegak lurus satu sama lain di tengah ruangan. Dinding miring memungkinkan privasi karena seluruh kegiatan di balik rumah tidak tampak dari luar walaupun jerajak dibiarkan terbuka sepanjang hari. Denah dengan pola open lay out memudahkan penghuni mengatur tata ruang sesuai selera. Sistem denah terbuka juga membuat rumah vernakular ini sangat adaptif dengan kebutuhan masyarakat masa kini sebab pemilik rumah dapat leluasa menggunakan berbagai perabot modern di dalamnya. tetapi juga berperan sebagai wadah bertinggal yang leluasa dan nyaman. RUMAH Nias Utara bukan saja menampilkan kesan monumental.lembaran yang dirangkai sebagai penutup atap.

Di beberapa tempat. Misalnya ada rumah yang memiliki atap lebih tinggi atau lebih curam. Para arsiteknya tentu sangat menyadari kekerdilan mereka sebagai manusia.pda-id.org/library/index. Ada juga rumah dengan lengkungan elips nyaris sempurna dibandingkan dengan rumah lainnya. beberapa rumah terletak berderet dengan bubungan menghadap ke arah jalan. sikap pengekangan diri yang melebur dengan keberanian berekspresi. senantiasa mengikuti tradisi ini. sebagai tanda keberanian. Walaupun secara prinsip bentuknya sama. Di ruang duduk dan dapur. Masyarakat yang ada di bagian selatan Pulau Nias mengelompok antara 30-40 keluarga dalam satu bangunan tempat kediaman yang besar. cukup dengan cara mendorongnya ke arah luar lalu menopangnya dengan tongkat dari dalam. . jujur. Tumpukan batu-batu setinggi 1. Sedangkan penduduk yang tinggal di bagian utara Pulau Nias lebih terpencar. Evawani Ellisa Pengajar Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia sumber: http://www. Pulau yang menjadi objek wisata seperti Bali itu memiliki tradisi unik berupa upacara ''loncat batu''. kekesatriaan. Rumah di Nias adalah potret tradisi nenek moyang suku Nias yang secara rasional menyiasati ancaman sekaligus potensi alam dalam membina bangunan. tetapi nilai estetika justru lahir dari logika bahan serta konstruksi dan geometri yang sederhana. Besar kemungkinan. dan kampungnya seperti benteng dengan pagar-pagar pengaman yang tinggi. Bentuk oval membuat rumah-rumah berdiri bebas satu sama lain. dan tidak rumit. Walaupun rumah oval di Nias Utara terbukti tahan gempa. sebuah rumah tampak sendirian berdiri anggun di atas bukit dikelilingi oleh hijau pepohonan. sementara yang lain memiliki ukuran lebih besar. dalam satu rumah terdapat satu atau beberapa keluarga. inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa mereka memilih daerah perbukitan sebagai lokasi meletakkanrumah oval mereka.d. salah satu bagian atap dapat berfungsi sebagai sky light.wikimedia.org/ Ciri Khas Pulau Nias memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. Dalam tradisi ini penduduk laki-laki Nias yang dewasa atau menginjak dewasa. variasi rumah akan terlihat dari proporsi keseluruhannya. Hasilnya. Titik berat rancangan adalah memenuhi kebutuhan bertinggal.Ukurannya cukup lebar sehingga udara dan cahaya alam bebas menerobos masuk ke dalam rumah.50 s. Di Sihareâ o Siwahili.php?menu=library&act=detail&gmd=Artikel&Dkm_ ID=20050251&start=20 sumber gambar: commons. 2 meter harus diloncati. mungkin mereka tak akan mampu bertahan dari terjangan tsunami. kedewasaan.

Di pinggir jalan dibuat saluran air. Bentuk rumah kepala adat. Batu-batu besar untuk perkerasan diberi tatahan ukiran. dinding . diperkeras dengan batu. Tak terkecuali dengan rumah tradisional Nias. bentuk denahnya bujur telur. Kekhasan rumah tradisional Nias terletak pada bentuk atapnya. setelah bagian atas permukaannya diratakan. Konstruksi rumah penduduk Nias terbuat dari kayu-kayu yang keras dan kokoh. Melihat adanya penggunaan unsur-unsur batu untuk menata lingkungan pemukiman dan adanya upacara loncat batu di Nias. Denah Rumah Semua rumah tradisional di Nusantara ini memiliki kekhasan karena dibangun sesuai dengan kondisi alam lingkungan di mana dia berada. sehingga orang bisa masuk ke kolong rumah. yang juga terbuat dari bahan batu. Rumah dengan tipe Moro. atapnya sangat dominan dibandingkan dengan rumah-rumah lainnya. dapat diduga bahwa penduduk Nias saat ini masih mewarisi kbudayaan zaman batu. tetapi berisi garis lengkung.Bentuk dan denah rumahnya terdiri dari tipe Moro dan tipe Gomo. Sedangkan rumah tipe Gomo. denahnya hampir berbentuk bujur sangkar. Hal lain yang sangat khas di lingkungan perumahan orang Nias adalah jalan utama merupakan sumbu kampung di depan rumah kepala adat. Tiang-tiangnya tinggi.

Rumah kepala adat Nias bentuknya tinggi.bangunan. seperti penduduk yang tinggal di daerah kepulauan pada umumnya. sehingga memperlihatkan kewibawaan. Sedangkan rumah penduduk biasa. . ada di luar dindingbangunan. ada 3 buah. Karena rumah Nias dibangun seperti rumah panggung. disangga 8 buah tiang utama. meskipun tidak begitu menjolok. Sedangkan tiang-tiang untuk menyangga balok nok. Untuk aktivitas mandi dan peturasan. atap bangunannya lebih rendah dan dindingnya agak miring seperti dinding perahu. dan denahnya. Denah rumah Nias tipe Moro berbentuk bujur telur. Secara umum rumah tradisional Nias dibangun seperti rumah panggung. Warisan jiwa bahari tersebut masih dapat dilihat di beberapa unsur pada bangunan tempat tinggalnya. yang memiliki tiang-tiang bangunan dengan konstruksi kayu yang kuat dan kokoh. Melihat bentuk bangunan tradisional Nias seperti ini. dapat diduga bahwa penduduk Nias juga mewarisi budaya bahari.

. Di dalam rumah Nias tipe Moro dilengkapi bangku panjang. Mengingat kawasan barat Pulau Sumatera sangat rawan terhadap gempa. Rumah tipe ini pada prinsipnya memiliki kesamaan unsur dengan rumah tipe Moro. tempat perapian dan tempat mengintip ke luar. tetapi dindingnya berbentuk lengkung. maka konstruksi bangunan tradisional Nias yang terbuat dari kayu-kayu keras dan kokoh. Berguru pada Alam Melihat banyak bangunan berdinding bata dan konstruksi beton yang rubuh saat gempa di Nias baru-baru ini.maka interior bangunannya dihubungkan oleh pintu yang dilengkapi tangga menuju ke kolong yang berhubungan dengan ruang luar. ruang untuk tuan rumah. sebab kondisi geologinya berada di antara lempengan Benua Eropa-Asia yang juga saling tekan menekan di dasar laut dengan lempeng Benua Indo-Australia tanpa dirasakan manusia. ruang duduk dan dapur. nampaknya perlu diterapkan kembali. berkaitan dengan fungsi keamanan. sering disebut Omballata. hanya saja rumah tipe Gomo dilengkapi kamar besar. Sedangkan rumah tipe Gomo yang memiliki denah hampir berbentuk bujur sangkar.

html NIAS dengan dua wajah arsitekturnya Diposkan oleh theo on Rabu. Rumah-rumah tradisional di Nias Utara dengan ibukota Gunung Sitoli mempunyai bentuk denah oval.nl http://theodocyruz. sedang selatan adalah daerah kering dan berbukit-bukit. Satu rumah biasanya untuk satu keluarga dan ditandai .id/balipostcetak/2005/4/3/ars2. dan pohon-pohon besar menjadi pelengkap tiang dan balok raksasa dari rumah Nias sebagai corak khas dari bangunan terbaik Nias. 25 Maret 2009 Pulau Nias berada pada pantai barat Sumatera. Hal ini dapat dimaklumi.balipost. NiasUtara -ovalGaya Rumah berbeda dengan jelas antara utara dan yang selatan. sehingga rumah yang dibangun bisa sesuai dengan kondisi alam lingkungan di mana dia berada. merupakan daerah yang berhutan lebat dan bergunung-gunung.html sumber gambar: http://collectie. Pada atap bangunan terdapat jendela (attic) yang dapat dibuka dari dalam dan ada tangga untuk naik. dan dataran subur di mana padi dan kelapa ditanam.blogspot. dataran rendah di utara adalah daerah rawa bakau yang dihuni buaya. penduduk yang menghuni pulaupulau besar dan kecil di seluruh Nusantara ini telah belajar dari alam lingkungannya bagaimana seharusnya membangun.Konstruksi bangunan tradisional kayu memang bukan monopoli penduduk Nias saja tetapi ada di seluruh Nusantara. rumah panggung satu lantai dengan jendela terbuka yang mengelilingi salah satu sisi bangunan. karena pada saat pulau-pulau di seluruh Nusantara mulai dihuni. Dinding terbuat dari kayu dengan atap daun nipah.com/2009/03/nias-dengan-dua-wajah-arsitekturnya.co. bahan bangunan kayu paling mudah didapat penduduk.tropenmuseum. * gede mugi raharja sumber: http://www. Selain itu. Tambalan hutan perawan tinggal di tengah-tengah pulau.

kolom berhenti di atas ruang hunian dan membentuk jurai atap. tanpa titik awal maupun akhir. menyatakan. Kolong juga dapat menghindari kontak langsung penghuni dengan tanah yang cenderung becek saat hujan. sirip-sirip tiang dinding berjarak 80 sentimeter dipasang berjajar dengan posisi miring ke arah luar. Di bagian tengah bangunan.sela kolom penguat sebagai pemberat untuk menahan bangunan dari terpaan angin. Sedangkan ujung atas kolom tegak dihubungkan dengan balok penyangga melalui sambungan sistem pasak yang kemudian ditumpangi balok-balok lantai di atasnya. di seluruh kawasan Asia Tenggara rumah Nias Utara adalah karya arsitektur vernakular paling ekspresif dalam menampilkan kesan monumentalitasnya. di Nias kolong tidak menjadi ruang positif yang berfungsi sebagai tempat menenun. kolom-kolom dari kolong yang menjulang ke atas menembus lantai hingga bubungan atap bertugas mendukung struktur atap. kolong di samping mengemban fungsi struktur juga menciptakan ruang yang cukup efektif untuk menyiasati masalah kelembapan yang ditimbulkan iklim tropis. rangkaian balok dipasang membujur sekeliling tubuh bangunan. menyimpan barang. Di atas sabuk bangunan. pakar antropologi arsitektur tradisional dari National University of Singapore. dengan ukuran rumah yang hampir sama. atau memelihara ternak. Untuk yang berstatus sosial lebih tinggi. melainkan benar-benar mengemban fungsi struktural. tetapi secara psikologis juga memberi perasaan aman bagi penghuninya sebab di atas kolom berdiri dengan megah bangunan berskala besar dengan atap menjulang. Kolom-kolom diagonal. Rumah-rumah vernakular di Nias Utara ini. jalin-menjalin untuk menopang bangunan berdenah oval dengan kantilever mengelilingi seluruh sisi lantai denah. Bagaikan sabuk. rumahnya lebih besar dan lebih banyak memakai ornamen. Sebagaimana dinding. Berbeda dari daerah lain. atap bangunan juga mengikuti bentuk lantai yang oval. Daun sagu yang dianyam pada sebilah bambu menghasilkan lembaran yang dirangkai sebagai penutup atap. . Balok kayu ataupun batu besar sengaja diletakkan di sela. Sedangkan di bagian pinggir bangunan. Di bagian kaki bangunan kolom-kolom terbagi menjadi dua jenis. yaitu kolom struktur utama yang berdiri dalam posisi tegak dan kolom penguat yang terletak dalam posisi silang-menyilang membentuk huruf X miring. secara bijak dirancang dengan prinsip tahan gempa. walaupun tidak bereaksi ketika digoyang-goyang sebagaimana dahulu rumah di Aceh. Di beberapa wilayah Nusantara. Kolom-kolom ini berukuran cukup besar sehingga kekokohannya bukan saja mampu mempertinggi angka keamanan bangunan terhadap gempa. Penggunaan kolong memang bukan satu-satunya di Nias.oleh sebuah batu megalith dengan bentuk yang beragam antara satu rumah dengan rumah lainnya. Roxana Waterson. Pola permukimannya berbentuk linier dengan jarak yang agak berjauhan antar rumah. Di antara sirip-sirip dipasang dinding pengisi dari lembaran papan.

tetapi rencana minimal adalah suatu penataan batu-batu tapak yang melapisi jalan utama menuju rumah. menjauh dari laut. Walaupun rumah pada setiap baris terpisah. sehingga karenanya paling terpelihara dan Omo Sebuanya terbesar di seluruh Nias. Desa Bawomatoluo sebagai contoh ditemukannya pertimbangan orientasi menurut empat penjuru atau corak geografis yang telah dikesampingkan oleh konsep desa sebagai mikrokosmos. Desa inilah yang paling terkenal. mereka semua dihubungkan bersama-sama oleh tembok pemisah dan oleh suatu koridor tengah (yang bisa jadi bermanfaat sebagai rute jalan keluar ketika desa diserang). Tataruang desa bermacam-macam.seperti hili dan bawo. Nias Selatan Bawömataluo (bukit matahari) adalah desa baru yang selesai dibangun pada 1865 di tanah yang baru sebagai ganti desa Orahili yang dibakar Belanda di tahun 1860. dan para budak. Desa Bawömataluo. bersilangan satu sama lain dalam wujud T . Rumah-rumah tradisional di daerah ini menghadap ke dalam pulau. Hal ini dimungkinkan karena secara geografis Nias selatan lebih memungkinkan untuk membuat desa yang lebih besar. melengkapi dan mengorganisir sekitar pusat desa.NiasSelatan -persegi panjangRumah-rumah berbentuk segi panjang. rakyat biasa. Interior bangunan lebih banyak menggunakan kayu. dibanding dengan Nias tengah. Satu dari batu berikutnya yang ditempatkan adalah fuso newali atau batu pusar . Desa dikembangkan selama beberapa tahun. antara bangsawan. sedangkan eksteriornya lebih banyak menggunakan batu. dan nama dari banyak desa menyertakan kata-kata bukit atau gunung . Peletakan batu pertama. . Tinggi dan telah didukung jalan masuk. dengan suatu hirarki sosial lebih terperinci. Pola permukiman berbentuk cluster/berkelompok. pada sudut persimpangan dua jalan disebut batu banua atau batu desa . Rencana dasar dari dua jalan utama.

Tujuh kepala manusia telah digunakan untuk menyucikan desa ini. seperti yang mereka temukan di dalam omo sebua. adalah bale. pembukaan jendela dibentuk seperti baris irisan. Monumen Batu dan menhir berbagai macam dipusatkan di tengah-tengah desa. dengan begitu batu adalah pusar keduanya. Lebih rendah dari jalan lebih kecil serta lebih sedikit adalah rumah rakyat biasa yang juga mengesankan.satu dikuburkan di puncak dan alas dari tiap tangga rumah dan satu di bawah fuso newali. penataan tangga batu yang curam menurun dari atas ke dalam desa. Pilihan pada kayu yang tahan lama. Tangga ini dihias sempurna dengan motif ukiran. pada sudut persimpangan. dan terletak di atas batu. Dua hal pertama adalah struktur untuk bangunan rumah kepala desa (omo sebua) dan rumah dewan (bale). yang dihanguskan Belanda. Rumah kepala desa diletakkan mendominasi pusat persimpangan. Di akhir luar jalan. 2010 . desa dan tentang alam semesta. Seperti mengepakkan atap dan ditopang dari dalam dengan tongkat untuk ventilasi dan pencahayaan ke dalam. Tiang-tiang rumah yang sangat besar. Tingkatan tersebut pada pintu masuk yang berlawanan dengan yang lainnya. dengan rumah kepala desa yang paling besar dari semua.com/kolom-kang-pao-2/omo-hada-rumah-tradisional-tahan-gempa-warisanlangka-dunia Omo Hada Rumah Tradisional Tahan Gempa Warisan Langka Dunia Posted by harri pao on May 1st. dan di sini pesta sering diadakan. Hampir berseberangan. satu untuk laki-laki dan yang lain untuk para wanita. Segalanya di desa. dan di sini jalan lebih luas. semua dengan jelas menunjukkan perbedaan strata sosial. tataruang. Kepala-kepala juga di bungkus tergantung pada bubungan atap rumah kepala desa. kedua-duanya vertikal dan diagonal. sehingga newali berarti antara langit dan jalan . dan pengaturan rumah. yang dipisahkan oleh suatu teras bertingkat yang diaspal lebar/luas menata tugu batu prasejarah.Sama halnya banua mempunyai arti ganda antara desa dan langit . dan jalan pertama dibangun agar dapat menyediakan pandangan luas sampai padanya. membuat rumah yang sangat solid. Sebagian besar rakyat biasa memakai atap dari daun rumbia pohon sagu. yang diupayakan melalui saluran air dan pipa-pipa. Ada dalam dua tingkat. suatu bangku atau rak memanjang di sekitar tepi dinding memungkinkan dari dalam untuk duduk dan melihat keluar melalui bukaan ini. Dinding keluar secara kantilever. gaya. Di dalam rumah. http://blogodril. sedang pintu masuk ketiga disediakan bagi warga desa yang lain. rumah para bangsawan lebih besar skalanya. yang telah digunakan sebagai tempat pertemuan. Pusat desa juga lebih tinggi. Yang terpanjang dan yang berpotongan pada bagian atas dari lokasi lama desa Orahili. menurun menuju suatu batu pemandian yang disediakan bagi kepala desa.

lebih fleksibel. Struktur rumah tradisional yang berbahan kayu menghasilkan kemampuan meredam getaran/guncangan lebih efektif. Teknik pasak pada sambungan kayu membuat balok-balok kayu tidak patah ketika terjadi gempa. Karena rangka utamanya (core frame) terdiri dari batu (umpak). Rumah panggung di daratan Sumatera. Rumah Tradisional: Omo Hada Desa-desa tradisional di Nias biasanya ditata mengikut pola bentuk. Kolom-kolom tegak dihubungkan dengan kolom-kolom penguat atau balok-balok penyangga melalui sambungan sistem pasak. antara lain: 1. . menyerupai huruf x miring. Minahasa. misalnya: Omo Hada di Nias. Sumbawa. Jajaran rumah ini saling berhadapan satu sama lain. hampir semua rumah tradisional Indonesia fleksibel dan stabil terhadap gempa. karena balok-balok penyangga ini yang dapat berputar bebas seperti engsel pada jarak tertentu. kolom utama. dan juga stabil. Kolom-kolom inilah yang berfungsi untuk menahan beban lateral yang bergerak horizontal ketika terjadi gempa.Menurut Marco Kusumawijaya. Alor dan Papua. Joglo di Jawa dan rumah tradisional lain di Bali. Hal ini disebabkan oleh beberapa ciri-ciri rumah tradisional. Meskipun arsitektur rumah tradisional nampak berbeda-beda antara satu etnis dengan etnis lain di wilayah Nusantara. sebagai orang yang paling dihormati dan dipatuhi. arsitek dan pengamat tata kota (Sinar Harapan. namun ciri-ciri struktur tahan gempa tersebut umumnya dapat dijumpai di setiap rumah tradisional tersebut. Rumah rumah kepala suku atau raja. biasanya terletak paling ujung. 3.U. Nopember 2008). diapit oleh sederetan rumah yang sejajar tempat para pejabat kampung yang lebih rendah tingkatannya dan warga biasa tinggal. dan kolom-kolom penguat. Kolom utama umumnya berdiri tegak dan diantaranya terdapat kolom-kolom penguat yang bersilangan. menurut berbagai pustaka yang saya baca. Kolom rumah memiliki tumpuan sendi dan rol atau ikatan antara balok kayu yang saling mengunci tanpa dipaku. Struktur rumah tradisional tidak sekaku struktur rumah beton. 2.

sebagai salah satu warisan langka di dunia atau World Endangered Heritage yang terdapat di Indonesia (2006. Sebagaimana dinding. http://www. Oleh karena kekayaan tradisi dan arsitektur vernakular rumah adat yang otentik ini. eliptis sempurna dan oval agak benjol! Dua jenis rumah dapat dijumpai yaitu rumah untuk warga biasa atau Omo Pasisir dan rumah adat/tradisional yang dikenal sebagai Omo Hada.goethe. 2004. Candi Tanah Lot di Beraban Bali (2000). Yang membedakan rumah satu dan lainnya hanya proporsi bangunannya saja. Luas rumah ini sekitar 9 x 24 meter persegi dengan ketinggian rumah dapat mencapai: 24 meter. sebagai berikut: Kolom-kolom tegak dan diagonal menopang sekaligus melindungi rumah dari ancaman gempa.htm. Khasanah arsitektur Indonesia menjadi sangat beragam dan kaya setara dengan pluralitas suku-suku di wilayah Nusantara. kolom-kolom dari kolong yang menjulang ke atas menembus lantai hingga bubungan atap. atap bangunan juga mengikuti bentuk lantai yang oval. retrieved: 12/April/2010. Rumah-rumah Oval Tahan Gempa di Nias Utara. maka Omo Hada di Nias telah ditetapkan oleh World Monuments Fund (WMF) yang bermarkas di New York. namun keragaman ini dijalin oleh suatu kearifan tradisional (indigenous knowledge) dalam hal beradaptasi terhadap ancaman bencana alam. 2002. atap tinggi dan atap rendah. Di bagian tengah bangunan. Warisan Langka Dunia Di depan rumah adat setempat seringkali dijumpai menhir . kolomkolom berhenti di atas ruang hunian dan membentuk jurai atap. yaitu: ketahanannya terhadap gempa! Referensi: 1.di Yogyakarta (2004) dan Kotagede di Yogayakarta (2008). Struktur rumah berbahan kayu. yaitu: Borobudur di Jawa Tengah (1996). sebagai peninggalan tradisi Megalithic di Nias. hampir serupa di seluruh desa di Nias. batu Harefa atau daro-daro dapat dijumpai tegak berdiri di depan rumah adat mereka. Sedangkan di bagian pinggir bangunan. Berjajar tegak nampak bebas satu sama lain. Rumah yang diperkirakan telah berumur lebih dari 200 tahun. Sama seperti tempat lainnya. Selain itu.de/ins/id/lp/prj/art/arc/pla/ess/id740620. Staf Pengajar Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia dalam artikelnya: Rumah-rumah oval tahan gempa di nias utara .Arsitektur rumah tradisional berbentuk oval. kolom utama berupa batang kayu gelondongan dengan batang-batang kayu lebih kecil sebagai penguatnya dan atap berupa lembaran-lembaran anyaman daun nipah. Kokoh dan Megah! Struktur tahan gempa rumah tradisional Nias digambarkan oleh Evawani Ellisa. Daun nipah yang dianyam pada sebilah bambu menghasilkan lembaran-lembaran yang dirangkai sebagai penutup atap. Evawani Ellisa. Omo Hada inilah yang menjadi tempat tinggal raja atau kepala suku (tuhenori/salawa). beberapa diantaranya dikelilingi rimbunan pepohonan. . 2000). Keberadaannya menunjukkan bahwa pemiliknya mempunyai status sosial yang tinggi.seperti: kecil dan besar. Tamansari. bertugas mendukung struktur atap. masih berdiri tegak meskipun beberapa kali gempa bumi yang tergolong dahsyat menguncang Nias.

dan pohon-pohon besar menjadi pelengkap tiang dan balok raksasa dari rumah Nias sebagai corak khas dari bangunan terbaik Nias. digunakan tidak hanya untuk membuat perhiasan bangsawan. tawanan perang dan para budak dengan Kerajaan Aceh di Sumatra Utara pada abad 19. meskipun tidak ada emas yang berasal dari Nias sendiri. dibentengi. dan pada tahun 1822 orang Inggris melaporkan ada sekitar 1500 budak dalam satu tahun diekspor dari Nias Selatan. Rumah Tradisional Tahan Gempa.info/index. dan dataran subur di mana padi dan kelapa ditanam. retrieved: 12/April/2010.civilengunhas. Emas merupakan faktor lain dalam perdagangan.2. http://nunikjunara.php?option=com_content&task=view&id=38&Itemid=35. http://web. Tambalan hutan perawan tinggal di tengah-tengah pulau. Ardy Arsyad. sedang selatan adalah daerah kering dan berbukit-bukit. dan diasumsikan sebagai arti penting suatu sistem gengsi dan ekonomi lokal. Perdagangan budak telah menjadi suatu faktor penting perekonomian di awal abad 17. Siapa yang memimpin angkatan perang adalah yang mampu memperoleh kekayaan melalui perdagangan. tetapi juga untuk pembayaran pada pasangan pengantin (perempuan). merupakan daerah yang berhutan lebat dan bergunung-gunung. . Anak-anak Nias dan tiang penyangga rumah mereka Desa dibangun. 2009. Emas diperoleh dari Sumatra.com/2008/11/01/hello-world/ arsitektur nusantara By nunikjunara JELALAH ARSITEKTUR NIAS Pulau Nias berada pada pantai barat Sumatera. dan dikendalikan oleh ketua-ketua adat yang kuat.wordpress. dataran rendah di utara adalah daerah rawa bakau yang dihuni buaya.

Kultur daerah yang Tengah mencampur ke dalam Nias Utara. rumah panggung satu lantai dengan jendela terbuka yang mengelilingi salah satu sisi bangunan. Nias Utara. Para bangsawan disebut Si ulu . pedang. Nias bisa dibagi menjadi tiga area budaya. Perang mendahului pengolahan tanah. artinya yang di atas . tombak dan tameng dikerjakan sebelum membuat alat-alat rumah tangga dan ladang. a. Sengketa dan perang antar desa memang umum karena pada umumnya pendirian desa yang baru dimulai dari perebutan status sosial di desa yang lama. Lowalani. Rakyat biasa disebut dengan dunia bawah dan mempunyai dewa. kata desa adalah banua. Rumah-rumah tradisional di Nias Utara dengan ibukota Gunung Sitoli mempunyai bentuk denah oval. menduduki bagian atas. namun dalam tatanan moral tradisional mereka. Menempa parang. dewa dunia bagian atas dan warna kuning keemasan. Ia dan keturunannya bakal mendapatkan segala prefilese atas statusnya itu. Membangun sistem pertahanan didahulukan sebelum mengerjakan ladang. menjadi pejuang berada di tingkat utama. dimana bisa juga berarti dunia ataupun langit atau nirwana. Tradisi Sosial Budaya Nias Dalam bahasa Nias. Nias Utara dengan ibukota Gunung Sitoli Rumah Nias berdenah oval Gaya Rumah berbeda dengan jelas antara utara dan yang selatan. Pola Permukiman di Nias Secara umum. Dinding terbuat dari kayu dengan atap daun .Unit emas merupakan ukuran yang digunakan dalam pertukaran dengan barang berharga lain seperti babi (dan masih digunakan sampai sekarang). Lature Dano dengan warna merah. Mereka punya kebiasaan yang berhubungan dengan pemikiran Nias tentang dunia bagian atas. menjadi bangsawan (Si ulu). Meskipun mereka umumnya adalah petani. Tengah dan Selatan. Dengan membelot dan mendirikan desa yang baru maka sekelompok orang ini mengalami mobilisasi vertikal. Desa adalah sebuah refleksi/cerminan dari kosmos (alam raya). dan pusat dari desa itu. dan rumah mereka serta monumen batu lebih tinggi dari rumah rakyat biasa.

sirip-sirip tiang dinding berjarak 80 sentimeter dipasang berjajar dengan posisi miring ke arah luar. kolom-kolom dari kolong yang menjulang ke atas menembus lantai hingga bubungan atap bertugas mendukung struktur atap. Rumah-rumah vernakular di Nias Utara ini. Bagaikan sabuk. Di antara sirip-sirip dipasang dinding pengisi dari lembaran papan. kolong di samping mengemban fungsi struktur juga menciptakan ruang yang cukup efektif untuk menyiasati masalah kelembapan yang ditimbulkan iklim tropis. dengan ukuran rumah yang hampir sama. tetapi secara psikologis juga memberi perasaan aman bagi penghuninya sebab di atas kolom berdiri dengan megah bangunan berskala besar dengan atap menjulang. Denah dengan pola open lay out memudahkan penghuni mengatur tata ruang sesuai selera. di seluruh kawasan Asia Tenggara rumah Nias Utara adalah karya arsitektur vernakular paling ekspresif dalam menampilkan kesan monumentalitasnya. Tata Ruang Rumah Nias Utara Rumah Nias Utara bukan saja menampilkan kesan monumental. Pada atap bangunan terdapat jendela (attic) yang dapat dibuka dari dalam dan ada tangga untuk naik. rumahnya lebih besar dan lebih banyak memakai ornamen. atau memelihara ternak. yaitu kolom struktur utama yang berdiri dalam posisi tegak dan kolom penguat yang terletak dalam posisi silang-menyilang membentuk huruf X miring. Untuk yang berstatus sosial lebih tinggi. menyatakan. menyimpan barang. walaupun tidak bereaksi ketika digoyang-goyang sebagaimana dahulu rumah di Aceh. Di bagian tengah bangunan. pakar antropologi arsitektur tradisional dari National University of Singapore. melainkan benar-benar mengemban fungsi struktural. Sedangkan di bagian pinggir bangunan. kolom berhenti di atas ruang hunian dan membentuk jurai atap. tetapi juga berperan sebagai wadah bertinggal yang leluasa dan nyaman. di Nias kolong tidak menjadi ruang positif yang berfungsi sebagai tempat menenun.sela kolom penguat sebagai pemberat untuk menahan bangunan dari terpaan angin. Kolom-kolom ini berukuran cukup besar sehingga kekokohannya bukan saja mampu mempertinggi angka keamanan bangunan terhadap gempa. . secara bijak dirancang dengan prinsip tahan gempa. Berbeda dari daerah lain. Kolom-kolom diagonal. Di beberapa wilayah Nusantara. Penggunaan kolong memang bukan satu-satunya di Nias. Sedangkan ujung atas kolom tegak dihubungkan dengan balok penyangga melalui sambungan sistem pasak yang kemudian ditumpangi balok-balok lantai di atasnya. Sebagaimana dinding. Kolong juga dapat menghindari kontak langsung penghuni dengan tanah yang cenderung becek saat hujan. Roxana Waterson. Balok kayu ataupun batu besar sengaja diletakkan di sela. Pola permukimannya berbentuk linier dengan jarak yang agak berjauhan antar rumah. Satu rumah biasanya untuk satu keluarga dan ditandai oleh sebuah batu megalith dengan bentuk yang beragam antara satu rumah dengan rumah lainnya. Daun sagu yang dianyam pada sebilah bambu menghasilkan lembaran yang dirangkai sebagai penutup atap. rangkaian balok dipasang membujur sekeliling tubuh bangunan. tanpa titik awal maupun akhir. Di atas sabuk bangunan.nipah. Di bagian kaki bangunan kolom-kolom terbagi menjadi dua jenis. atap bangunan juga mengikuti bentuk lantai yang oval. jalin-menjalin untuk menopang bangunan berdenah oval dengan kantilever mengelilingi seluruh sisi lantai denah.

Desa inilah yang paling terkenal. rakyat biasa. Bukaan dengan posisi miring mampu mengatasi tempias air hujan. cukup dengan cara mendorongnya ke arah luar lalu menopangnya dengan tongkat dari dalam. Hasilnya. sehingga karenanya paling terpelihara dan Omo Sebuanya terbesar di seluruh Nias. Interior bangunan lebih banyak menggunakan kayu. b. dan para budak. variasi rumah akan terlihat dari proporsi keseluruhannya. Dinding miring memungkinkan privasi karena seluruh kegiatan di balik rumah tidak tampak dari luar walaupun jerajak dibiarkan terbuka sepanjang hari. Walaupun secara prinsip bentuknya sama. Di ruang duduk lantai di sepanjang dinding umumnya sengaja ditinggikan dan sebuah bangku diletakkan menempel sepanjang dinding. bilah dinding papan bisa diganti jerajak untuk menciptakan bukaan. Ukurannya cukup lebar sehingga udara dan cahaya alam bebas menerobos masuk ke dalam rumah. Di tempat-tempat yang diinginkan. inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa mereka memilih daerah perbukitan sebagai lokasi meletakkanrumah ovalmereka. Pola permukiman berbentuk cluster/berkelompok. dan tidak rumit. Di beberapa tempat. sebuah rumah tampak sendirian berdiri anggun di atas bukit dikelilingi oleh hijau pepohonan.Pola paling umum adalah membagi ruang menjadi empat bagian. sementara yang lain memiliki ukuran lebih besar. Misalnya ada rumah yang memiliki atap lebih tinggi atau lebih curam. sedangkan eksteriornya lebih banyak menggunakan batu. Walaupun rumah oval di Nias Utara terbukti tahan gempa. Titik berat rancangan adalah memenuhi kebutuhan bertinggal. Bentuk oval membuat rumah-rumah berdiri bebas satu sama lain. antara bangsawan. Kenyamanan ruang cukup terjaga karena elemen rumah dirancang secara cerdik menggunakan prinsip arsitektur tropis. salah satu bagian atap dapat berfungsi sebagai sky light. Bawömataluo Bawömataluo (bukit matahari) adalah desa baru yang selesai dibangun pada 1865 di tanah yang baru sebagai ganti desa Orahili yang dibakar Belanda di tahun 1860. Dari bangku ini penghuni memandang bebas ke arah luar. dengan suatu hirarki sosial lebih terperinci. Di ruang duduk dan dapur. Di Sihare o Siwahili. Ada juga rumah dengan lengkungan elips nyaris sempurna dibandingkan dengan rumah lainnya. cukup dengan meletakkan dinding penyekat bersilangan tegak lurus satu sama lain di tengah ruangan. Hal ini dimungkinkan karena . Rumah di Nias adalah potret tradisi nenek moyang suku Nias yang secara rasional menyiasati ancaman sekaligus potensi alam dalam membina bangunan. Besar kemungkinan. Para arsiteknya tentu sangat menyadari kekerdilan mereka sebagai manusia. jujur. beberapa rumah terletak berderet dengan bubungan menghadap ke arah jalan. Sistem denah terbuka juga membuat rumah vernakular ini sangat adaptif dengan kebutuhan masyarakat masa kini sebab pemilik rumah dapat leluasa menggunakan berbagai perabot modern di dalamnya. sikap pengekangan diri yang melebur dengan keberanian berekspresi. mungkin mereka tak akan mampu bertahan dari terjangan tsunami. Nias Selatan dengan ibukota Teluk Dalam Rumah-rumah berbentuk segi panjang. tetapi nilai estetika justru lahir dari logika bahan serta konstruksi dan geometri yang sederhana.

semua dengan jelas menunjukkan perbedaan strata sosial. bersilangan satu sama lain dalam wujud T . tetapi rencana minimal adalah suatu penataan batubatu tapak yang melapisi jalan utama menuju rumah. pembukaan jendela dibentuk seperti baris irisan. membuat rumah yang sangat solid.secara geografis Nias selatan lebih memungkinkan untuk membuat desa yang lebih besar. Segalanya di desa. adalah bale. Lebih rendah dari jalan lebih kecil serta lebih sedikit adalah rumah rakyat biasa yang juga mengesankan. menjauh dari laut. menurun menuju suatu batu pemandian yang disediakan bagi kepala desa. pada sudut persimpangan. seperti yang mereka temukan di dalam omo sebua. dengan begitu batu adalah pusar keduanya. yang diupayakan melalui saluran air dan pipa-pipa. Kepala-kepala juga di bungkus tergantung pada bubungan atap rumah kepala desa. yang telah digunakan sebagai tempat pertemuan. Desa Bawomatoluo sebagai contoh ditemukannya pertimbangan orientasi menurut empat penjuru atau corak geografis yang telah dikesampingkan oleh konsep desa sebagai mikrokosmos. Tangga ini dihias sempurna dengan motif ukiran. penataan tangga batu yang curam menurun dari atas ke dalam desa. Tiang-tiang rumah yang sangat besar.satu dikuburkan di puncak dan alas dari tiap tangga rumah dan satu di bawah fuso newali. pada sudut persimpangan dua jalan disebut batu banua atau batu desa . Walaupun rumah pada setiap baris terpisah. Tingkatan tersebut pada pintu masuk yang berlawanan dengan yang lainnya. Dua hal pertama adalah struktur untuk bangunan rumah kepala desa (omo sebua) dan rumah dewan (bale). desa dan tentang alam semesta. Sama halnya banua mempunyai arti ganda antara desa dan langit . Ada dalam dua tingkat. Tinggi dan telah didukung jalan masuk. dan di sini pesta sering diadakan. yang dihanguskan Belanda. Pilihan pada kayu yang tahan lama. sedang pintu masuk ketiga disediakan bagi warga desa yang lain. Desa dikembangkan selama beberapa tahun. sehingga newali berarti antara langit dan jalan . Pusat desa juga lebih tinggi. Satu dari batu berikutnya yang ditempatkan adalah fuso newali atau batu pusar . dengan rumah kepala desa yang paling besar dari semua. Yang terpanjang dan yang berpotongan pada bagian atas dari lokasi lama desa Orahili. dan pengaturan rumah. Di akhir luar jalan. satu untuk laki-laki dan yang lain untuk para wanita. Rumah-rumah tradisional di daerah ini menghadap ke dalam pulau. dan jalan pertama dibangun agar dapat menyediakan pandangan luas sampai padanya. melengkapi dan mengorganisir sekitar pusat desa. dibanding dengan Nias tengah. Hampir berseberangan. gaya. dan terletak di atas batu. Peletakan batu pertama.seperti hili dan bawo. mereka semua dihubungkan bersama-sama oleh tembok pemisah dan oleh suatu koridor tengah (yang bisa jadi bermanfaat sebagai rute jalan keluar ketika desa diserang). Sebagian besar rakyat biasa memakai atap dari daun rumbia pohon sagu. Rencana dasar dari dua jalan utama. Rumah kepala desa diletakkan mendominasi pusat persimpangan. dan di sini jalan lebih luas. Tujuh kepala manusia telah digunakan untuk menyucikan desa ini. Monumen Batu dan menhir berbagai macam dipusatkan di tengah-tengah desa. Di dalam rumah. . Tataruang desa bermacam-macam. Dinding keluar secara kantilever. kedua-duanya vertikal dan diagonal. tataruang. suatu bangku atau rak memanjang di sekitar tepi dinding memungkinkan dari dalam untuk duduk dan melihat keluar melalui bukaan ini. rumah para bangsawan lebih besar skalanya. Seperti mengepakkan atap dan ditopang dari dalam dengan tongkat untuk ventilasi dan pencahayaan ke dalam. yang dipisahkan oleh suatu teras bertingkat yang diaspal lebar/luas menata tugu batu prasejarah. dan nama dari banyak desa menyertakan kata-kata bukit atau gunung .

yang dilapisi oleh batu-batu alam berselang seling dengan rumput hijau.Bawogosali Desa Bawogosali terletak di Nias Selatan. pemilik rumah di sini bebas mengekspresikan tampilan rumahnya melalui ketinggian bangunan. MT (ITS). Hilimondregeraya Desa Hilimondregeraya terletak lebih tinggi dari desa Bawogosali. namun di bawahnya telah dimanfaatkan menjadi sebuah ruangan. dimana tidak ada tempat khusus untuk membuang hajat. Ada yang memanfaatkan kolong di bawah rumah panggung sebagai gudang penyimpan padi ataupun kandang babi. hanya bentuk atapnya masih sama semua. Ada dugaan. Semakin tinggi letaknya. Yang menjadi permasalahan untuk permukiman disini adalah sanitasi. Stabilitas itu juga didukung oleh sistem penyangga yang miring seperti huruf V . Selain itu. Rangkaian panjang itu menjamin stabilitasnya dari goyangan gempa. Foto-foto: Koleksi Wahyu Setiawan. Mereka biasanya menggunakan semak-semak di belakang deretan rumah-rumah ini. Attic jendela yang terbuka pada atap bukan sekedar bukaan biasa. Rumah-rumah berdinding kayu dengan atap hampir semua menggunakan atap seng. Sebagian rumah masih berupa panggung. dengan lebar jalan yang mula-mula kecil menjadi semakin lebar ke atas dan berakhir pada suatu ruang terbuka dimana sebelumnya terdapat Oma Sebua yang terbesar di desa ini. rumah adat Nias masa kini semakin memendek karena semakin sulit mencari kayu ukuran besar sebagaimana dipersyaratkan oleh adat. Gambar di sebelah kiri memperlihatkan perbedaan ketinggian antara rumah satu dengan sebelahnya. suatu inovasi khas Nias dengan kayu berukuran besar. disini dijumpai lebih banyak cluster dari permukiman rumah tradisional Nias. Yang menarik dari permukiman di sini adanya permainan kontur pada ruang luarnya. bahan penutup atapnya maupun warna-warna eksterior rumah mereka. namun sebagian tidak. clusternya semakin banyak. Di sini rumah-rumah dijumpai secara cluster/berkelompok dengan penataan rumah yang linier/berimpit satu sama lain sepanjang kiri dan kanan jalan yang menanjak. Dinding banyak menggunakan kayu dengan atap dari daun nipah dan seng. repro Indonesian Herritage . Rumah-rumah terangkai atas unit-unit rumah yang berimpitan satu dengan lainnya secara linier.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful