MAKALAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

NAMA : BAEHAQI ALANAWA NO REG: 5215097021 PRODI : PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Bimbingan Konseling merupakan suatu kegiatan bantuan dan tuntunan yang diberikan kepada individu pada umumnya, dan siswa pada khususnya di sekolah. Menurut Sertzer dan Stone, bimbingan merupakan proses membantu orang perorangan untuk memahami dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya. Sedangkan konseling sendiri berasal dari kata latin ³Consilum´ yang berarti ³dengan´ atau ³bersama´ dan ³mengambil atau ³memegang´. Maka dapat dirumuskan sebagai memegang atau mengambil bersama.¶ Pada bimbingan dan konseling di Indonesia, pelayanan konseling dalam sistem pendidikan Indonesia mengalami beberapa perubahan nama. Pada kurikulum 1984 semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (BP), kemudian pada Kurikulum 1994 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling (BK) sampai dengan sekarang. Layanan BK sudah mulai dibicarakan di Indonesia sejak tahun 1962. Namun BK baru diresmikan di sekolah di Indonesia sejak diberlakukan kurikulum 1975. Kemudian disempurnakan ke dalam kurikulum 1984 dengan memasukkan bimbingan karir didalamnya. Perkembangan BK semakin mantap pada tahun 2001 dan sampai saat ini terus berkembang

kenakalan-kenakalan di luar batas. Sebagai sebuah sistem. E. bimbingan dan konseling ini menjadi sebuah simbol yang sering tidak berfungsi secara optimal. Eli Weaper. Carlr. Pada waktu yang sama para ahli yang juga mengembangkan program bimbingan ini diantaranya. seorang konselor di Detroit mulai memberikan layanan konseling pendidikan dan pekerjaan di SMA. Pada saat itu pekerjaan-pekerjaan konselor masih ditangani oleh para guru. merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah sistem pendidikan. Gerakan bimbingan disekolah mulai berkembang sebagai dampak dari revolusi industri dan keragaman latar belakang para siswa yang masuk kesekolah-sekolah negeri. Tahun 1898 Jesse B. bimbingan dan konseling dalam pandangan siswa menjadi semacam ´polisi sekolah´ yang akan bertindak jika siswa melanggar tata tertib sekolah. seperti perkelahian. kehadirannya diperlukan dalam upaya pembimbingan sikap perilaku siswa terutama dalam menghadapi perubahan-perubahan dirinya dari anak-anak menuju jenjang usia yang lebih dewasa. Frank Parson dikenal sebagai ³Father of The Guedance Movement in American Education´.Pada bimbingan dan konseling di Dunia Internasional Sampai awal abad ke-20 belum ada konselor disekolah. warga sekolah lainnya seperti kepala sekolah. Akibatnya. Kamite tersebut bergerak untuk membantu para pemuda dalam menemukan kemampuan-kemampuan dan belajar tentang bimbingan menggunakan kemampuan-kemampuan tersebut dalam rangka menjadi seorang pekerja yang produktif. Davis. dan para staf . Bimbingan dan konseling yang dahulu dikenal dengan nama Bimbingan dan Penyuluhan (Guideance and Conseling). yang bertujuan membantu pemuda dalam memilih karir uang didasarkan atas proses seleksi secara ilmiyah dan melatih guru untuk memberikan pelayanan sebagai koselor. Frank Parson. guru-guru. Pada tahun 1907 dia memasukkan program bimbingan di sekolah tersebut. Eli Weaper pada tahun 1906 menerbitkan buku tentang ³memilih suatu karir´ dan membentuk komite guru pembimbing disetiap sekolah menengah di New York. Pada hampir semua sekolah. serta hal-hal lain yang berada di luar batas kewajaran. Di sisi lain. Mendirikan biro pekerjaan tahun 1908 di Boston Massachussets. penyalahgunaan obat terlarang. fungsi bimbingan dan konseling hanya muncul jika seorang siswa menghadapi permasalahan yang memang krusial. Pada kenyataannya.G Will Amson. Rogers.

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu. Pengertian Bimbingan dan Konseling  Definisi Bimbingan Dalam mendefinisikan istilah bimbingan. Guru adalah jabatan yang memerlukan keahlian khusus. pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan. Jika suatu jabatan fungsional dilakukan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan dan keprofesian yang benar. baik anak-anak. Itulah yang terjadi dalam ruang lingkup bimbingan dan konseling di tingkat sekolah dasar pada dewasa ini. Oleh karena itu. Meskipun demikian. para ahli bidang bimbingan dan konseling memberikan pengertian yang berbeda-beda. Menurut Abu Ahmadi (1991: 1). Terlepas dari predikat guru bimbingan dan konseling. memahami lingkungan. remaja. Sikap. Jenis pekerjaan ini seharusnya tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar lingkup pendidikan. perilaku dan pemikiran seorang guru harus tercermin dalam idealismenya. atau . mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. pemahaman atas jabatan guru penting artinya dalam rangka mengabdikan dirinya terhadap nusa. BAB II PEMBAHASAN A. Demikian pula halnya dengan jabatan fungsional guru bimbingan dan konseling yang sesungguhnya hanya dapat dilaksanakan secara optimal oleh mereka yang memang memiliki latar belakang kependidikan seperti itu. dan penyimpangan penafsiran di luar batas kewajaran yang seharusnya. maka sangat besar kemungkinannya terjadi penyimpangan peri-laku. bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri. Hal senada juga dikemukakan oleh Prayitno dan Erman Amti (2004: 99).sekolah lain selalu menunjuk guru bimbingan dan konseling jika didapati adanya siswa yang memiliki permasalahan atau terlibat kasus tertentu. penyimpangan kegiatan. pada dasarnya guru adalah jabatan profesional yang harus dipertanggungjawabkan secara profesional pula. bangsa dan negara.

membimbing. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri. ataupun membantu´. keadaannya sekarang.´  Definisi Konseling Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya. Sementara Bimo Walgito (2004: 4-5). (Tolbert. yang_menyatakan: ³Guidance is process of helping individual through their own effort to discover and develop their potentialities both for personal happiness and social usefulness. agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya. Sesuai dengan istilahnya. maka secara umum bimbingan dapat diartikan sebagai suatu bantuan atau tuntunan. mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri. demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. menyediakan situasi belajar. mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya. menuntun. dalam Prayitno 2004 : 101). Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan dimana proses pemberian .´ ³Bimbingan adalah suatu proses membantu individu melalui usaha sendiri untuk menentukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial.orang dewasa. Chiskolm dalam McDaniel. Definisi bimbingan yang pertama dikemukakan dalam Year¶s Book of Education 1955. Istilah konseling berasal dari bahasa Inggris ³to counsel´ yang secara etimologis berarti ³to give advice´ (Homby: 1958:246) atau memberi saran dan nasihat. dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94). Secara etimologis kata bimbingan merupakan terjemahan dari kata ³Guidance´ berasal dari kata kerja ³to guide´ yang mempunyai arti ³menunjukan.

(Prayitno. ditujukan agar peserta didik mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut. mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup. Dari semua pendapat di atas dapat dirumuskan dengan singkat bahwa Bimbingan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada. 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. 1997:23). mengenal lingkungan. Jones (Insano. meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya.bantuan itu berlangsung melalui wawancara dalam serangkaian pertemuan langsung dan tatap muka antara guru/konselor dengan klien itu mampu memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap dirinya. sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal. Sebagai manusia yang normal di dalam setiap diri individu selain memiliki hal-hal yang positif tentu ada yang negatif. sehingga ia dapat mencapai kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang. sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.  Tujuan Bimbingan dan Konseling Dalam hubungan ini pelayanan bimbingan dan konseling diberikan kepada siswa ³dalam rangka upaya agar siswa dapat menemukan pribadi. Pribadi yang sehat ialah apabila ia mampu menerima dirinya sebagaimana adanya dan mampu . Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi. dan merencanakan masa depan´. mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dan mampu mengarahakn dirinya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki ke arah perkembangan yang optimal.

yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui orang lain. keluarga dan masyarakat (Prayito. minat. maka akan mampu berdiri sendiri sebagai pribadi yang mandiri. Apabila kemampuan mewujudkan diri ini benarbenar telah ada pada diri seseorang. B.mewujudkan hal-hal positif sehubungan dengan penerimaan dirinya itu. Betapa pentingnya asas-asas bimbingan konseling ini sehingga dikatakan sebagai jiwa dan nafas dari seluruh kehidupan layanan bimbingan dan konseling. Asas Bimbingan Konseling Penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling selain dimuati oleh fungsi dan didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu. maupun lingkungan fisik dan menerima berbagai kondisi lingkungan itu secara positif dan dinamis pula.asas bimbingan dan konseling tersebut adalah : 1. bidnag karir. juga dituntut untuk memenuhi sejumlah asas bimbingan. Apabila asas-asas ini tidak dijalankan dengan baik. Pemenuhan asas-asas bimbingan itu akan memperlancar pelaksanaan dan lebih menjamin keberhasilan layanan/kegiatan. maka penyelenggaraan bimbingan dan konseling akan berjalan tersendat-sendat atau bahkan terhenti sama sekali. intelegensi dan kemungkinan-kemungkinan yang dimilikinya. 1998: 24). Dalam hal ini. Asas. baik yang menyangkkut bidang pendidikan. baik lingkungan sosial dan ekonomi. maupun bidnag budaya. serta mengurangi atau layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri. Melalui perencanaan masa depan ini individu diharapkan mampu mawujudkan dirinya sendiri dengan bakat. Asas Kerahasiaan (confidential). sedangkan pengingkarannya akan dapat menghambat atau bahkan menggagalkan pelaksanaan. guru mengaburkan hasil . lingkungan budaya yang sangat sarat dengan nliai-nilai dan norma-norma. Dan perlu pula diingat bahwa diri haruslah sejalan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan ditujukan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengabil keputusan tentang masa depan dirinya. yaitu asas yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan. bebas dan mantap. Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan ditujukan agar peserta mengenal lingkungannya secara objektif.

Asas Kekinian. yaitu asas yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan dapat berpartisipasi aktif di dalam penyelenggaraan/kegiatan bimbingan. baik dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. 2. yaitu asas yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (peserta didik/klien) hendaknya selalu bergerak maju. serta mewujudkan diri sendiri. 3. Guru pembimbing (konselor) berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (klien). Asas Keterbukaan. Asas keterbukaan ini bertalian erat dengan asas kerahasiaan dan dan kekarelaan. Agar peserta didik (klien) mau terbuka. dengan ciri-ciri mengenal diri sendiri dan lingkungannya. tidak monoton. 4.pembimbing (konselor) berkewajiban memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Asas Kesukarelaan. yaitu asas yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. yaitu asas yang menghendaki agar obyek sasaran layanan bimbingan dan konseling yakni permasalahan yang dihadapi peserta didik/klien dalam kondisi sekarang. yaitu asas yang menunjukkan pada tujuan umum bimbingan dan konseling. Guru Pembimbing (konselor) perlu mendorong dan memotivasi peserta didik untuk dapat aktif dalam setiap layanan/kegiatan yang diberikan kepadanya. mampu mengambil keputusan. 7. guru pembimbing (konselor) terlebih dahulu bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Guru Pembimbing (konselor) berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan seperti itu. Kondisi masa lampau dan masa depan dilihat sebagai dampak dan memiliki keterkaitan dengan apa yang ada dan diperbuat peserta didik (klien) pada saat sekarang. Asas Kemandirian. dan terus . 6. Asas Kegiatan. Asas Kedinamisan. yaitu asas yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (klien) mengikuti/ menjalani layanan/kegiatan yang diperuntukkan baginya. mengarahkan. yaitu peserta didik (klien) sebagai sasaran layanan/kegiatan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi individu-individu yang mandiri. 5. Guru Pembimbing (konselor) hendaknya mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling bagi berkembangnya kemandirian peserta didik.

10. yaitu asas yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. 11. peraturan. serta kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik (klien) untuk maju. Demikian pula. dan memberikan rangsangan dan dorongan. . baik norma agama.berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. atau ahli lain. Guru pembimbing (konselor)dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. melalui segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling ini harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (klien) dalam memahami. Profesionalitas guru pembimbing (konselor) harus terwujud baik dalam penyelenggaraaan jenis-jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling dan dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. dan kebiasaan ± kebiasaan yang berlaku. Dalam hal ini. yaitu asas yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana mengayomi (memberikan rasa aman). 9. Asas Kenormatifan. para pelaksana layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling lainnya hendaknya tenaga yang benar-benar ahli dalam bimbingan dan konseling. Asas Keahlian. yaitu asas yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (klien) kiranya dapat mengalih-tangankan kepada pihak yang lebih ahli. Asas Keterpaduan. Asas Tut Wuri Handayani. 12. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. 8. dapat mengalih-tangankan kasus kepada pihak yang lebih kompeten. saling menunjang. yaitu asas yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada norma-norma. guru-guru lain. Asas Alih Tangan Kasus. sebaliknya guru pembimbing (konselor). Bahkan lebih jauh lagi. adat istiadat. hukum. harmonis dan terpadukan. mengembangkan keteladanan. ilmu pengetahuan. kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait dengan bimbingan dan konseling menjadi amat penting dan harus dilaksanakan sebaik-baiknya. menghayati dan mengamalkan norma-norma tersebut. baik yang berada di dalam lembaga sekolah maupun di luar sekolah. Dalam hal ini. yaitu asas yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselnggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional.

kemampuan mengerti dan menerima diri orang lain. belajar menerima dirinya. Bimbingan pekerjaan telah masuk sekolah dan setiap siswa di sekolah lanjutan tungkat pertama dan atas menerima bimbingan karir. Departemen tenaga kerja di negara ini telah memplopori bimbingan pekerjaan bagi kaum muda agar mereka memiliki bekal untuk terjun ke masyarakat. Bimbingan Pribadi Bimbingan pribadi merupakan batuan yang diberikan kepada siswa untuk embangun hidup pribadinya. pemilihan jurusan. seperti motivasi. Bimbingan Pekerjaan Bimbingan pekerjaan merupakan kegiatan bimbingan yang pertama. gaya hidup. perkembangan nilai-nilai moral / agama dan sosial dalam diri. yaitu membantu para siswa sebagai diri untuk belajar mengenal dirinya. serta membantunya untuk memecahkan masalah pribadi yang ditemuinya. mengambangkan kemampuan dan kesanggupan secara optimal dalam pendidikan atau membantu agar para siswa dapat sukses dalm belajar dan mampu menyesuaikan diri terhadap semua tuntutan sekolah. persepsi tentang diri. pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME . Dalam bimbingan pribadi ini dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut : 1. Ketepatan bimbingan ini lebih terfokus pada pengembangan pribadi. Jenis Bimbingan dan Konseling Jenis ± jenis bimbingan di bedakan menjadi tiga. yang dimulai oleh Frank Parson pada tahun 1908 di Boston. yaitu : 1. mengatasi masalah belajar. Konsep Parson sangat sederhana. yaitu sekedar membandingkandan mengkombinasikan antara hasil analisis individual dan hasil analisis dunia kerja 3. cara belajar yang efektif.Bimbingan Pendidikan (Educational Guidance) Dalam hal ini bantuan yang dapat diberikan kepada anak dalam bimbingan pendidikan berupa informasi pendidikan. lanjutan sekolah.C. 2. dan belajar menerapkan dirinya dalam proses penyesuaian yang produktif terhadap lingkunganya. Amerika Serikat.

merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. . pendidikan lanjutan). baik melalui lisan maupun tulisan secara efektif 7. dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berargumentasi secara dinamis. Berikut uraianya : 1. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai. Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru. sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Layanan Pembelajaran. Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangan untuk kegiatankegiatan yang kreatif dan produktif. merupakan layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar. Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu. 2. Pemantapan kemampuan mengambil keputusan. 3. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. 5. Selain jenis ± jenis dalam bimbingan. dalam bidang pribadi.2. kreatif dan produktif. Pemantapan pemahaman tentang kelamahan diri dan usaha penanggulanganya. 4. sosial. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranya masa depan 3. yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. Layanan Informasi. belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Pemantapan kemampuan berkomunikasi. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan. pergaulan. karier. Layanan Orientasi. 6. terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari. Pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang diambilnya. juga terdapat beberapa jenis-jenis layanan dalam bimbignan dan konseling. untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu.

Layanan Konseling Perorangan. merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Layanan Penempatan dan Penyaluran.4. kegiatan ko/ekstra kurikuler. serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok.  Diperlukannya konselor pendidikan y Kehidupan demokrasi: Guru tidak lagi menjadi pusat dan siswa tidak hanya menjadi peserta pasif dalam kegiatan pendidikan. program latihan. . jurusan/program studi. Layanan Bimbingan Kelompok. magang. 5. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. merupakan layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial. kelompok belajar. merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas. Layanan Konseling Kelompok. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan pengembangan 7. minat dan segenap potensi lainnya. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. Guru hanya membantu siswa untuk dapat mengambil keputusannya sendiri. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat. Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. merupakan layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial. serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. 6.

yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. y Masa perkembangan: Seorang individu mengalami perkembangan dalam berbagai aspek dalam dirinya dan perubahan tuntutan lingkungan terhadap dirinya. serta memilih dan mengambil keputusan karir. potensi. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis. Pengembangan karir. 4. dinamis. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. 3. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam: 1. Diperlukan penyesuaian diri untuk menghadapi perubahan-perubahan tersebut. D. siswa harus bisa mengantisipasi keadaan tersebut. industri juga berkembang dengan pesat. dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah. y Perkembangan industri: Seiring dengan perkembangan teknologi yang cepat.y Perbedaan individual: Pembelajaran yang umumnya dilakukan secara klasikal kurang memperhatikan perbedaan siswa dalam kemampuan dan cara belajarnya sehingga beberapa siswa mungkin akan mengalami kesulitan. . bakat. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. Pengembangan kehidupan sosial. 2. Demikian pula dengan berbagai norma hidup yang ada di dalamnya. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan. Pengembangan kehidupan pribadi. Setiap orang harus bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan tersebut. Untuk memiliki karier yang baik. Pengembangan kemampuan belajar. berkeadilan dan bermartabat. minat. wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. y Perkembangan norma hidup: Masyarakat berubah secara dinamis. menilai bakat dan minat. Tugas Guru Bimbingan dan Konseling Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas. tanggungjawab.

guru . guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa tugas sebagai guru hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat. masyarakat dan konsuler.  Perlunya Bimbingan dan Konseling di sekolah Jika ditinjau secara mendalam.ingatan. setidaknya ada tiga hal utama yang melatarbelangi perlunya bimbingan yakni tinjauan secara umum.guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa tugas sebagai guru hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat.guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua. Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi . memori dan pola berpikir anak . Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua. sosio kultural dan aspek psikologis.perkembangan . Orang tua. latar belakang perlunya bimbingan berhubungan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional.perkembangan . yaitu: meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan . Secara umum. Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang memperbaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan .Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua.Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi . memori dan pola berpikir anak. guru . Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa.ingatan. masyarakat dan konsuler. Orang tua.guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua.

Di samping itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok belajar. berbudi pekerti luhur. bekerja keras. Dalam berbagai teknik bimbingan khususnya dalam teknik . minat. dan (5) masalah belajar E. memilih jurusan sekolah. Fungsi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Sugiyo dkk (1987:14) menyatakan bahwa ada tiga fungsi bimbingan dan konseling. dan lain-lain.ciri kepribadiannya. Hal tersebut semakin diperparah dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. mandiri. (4) masalah penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku. memilih jenis sekolah sambungan ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat. tangguh. sementara laju lapangan pekerjaan relatif menetap. (2) masalah perbedaan individual. Menurut Tim MKDK IKIP Semarang (1990:5-9) ada lima hal yang melatarbelakangi perlunya layanan bimbingan di sekolah yakni: (1) masalah perkembangan individu. cita-cita dan ciri. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. yaitu: a. Untuk mewujudkan tujuan tersebut sudah barang tentu perlu mengintegrasikan seluruh komponen yang ada dalam pendidikan. yang melatarbelakangi perlunya proses bimbingan adalah adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sehingga berdampak disetiap dimensi kehidupan. Fungsi penyaluran ( distributif ) Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program-program pendidikan yang ada di sekolah. (3) masalah kebutuhan individu. b. berdisiplin. Fungsi penyesuaian ( adjustif ) Fungsi penyesuaian ialah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. Bila dicermati dari sudut sosio kultural. salah satunya komponen_bimbingan.bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. berkepribadian. bertanggung jawab.

Sikap dan tingkah laku seseorang sebagai pencerminan dari segala kejiwaannya adakah unik dan khas.konseling. Bimbingan pada prinsipnya diarahkan pada suatu bantuan yang pada akhirnya orang yang dibantu mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri. Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan dirinya secara optimal. kebutuhan dan minat (Sugiyo. b. Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan data tentang ciri-ciri. Keunikan ini memberikan ciri atau merupakan aspek kepribadian seseorang. c. Fungsi adaptasi ( adaptif ) Fungsi adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan pribadi siswasiswa. Dalam suatu proses bimbingan orang yang dibimbing harus aktif . sikap dan tingkah laku seseorang. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi para siswanya. cita-cita. Tiap individu mempunyai perbedaan serta mempunyai berbagai kebutuhan. 1987:14)  Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling di Sekolah Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan (Prayitno. sebagai berikut: a. d. c. kebutuhan minat dan kemampuan serta kesulitan-kesulitan siswa kepada guru. Sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan bakat. siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan kesulitankesulitannya. Oleh karenanya dalam memberikan bimbingan agar dapat efektif perlu memilih teknik-teknik yang sesuai dengan perbedaan dan berbagai kebutuhan individu. Sehingga proses bimbingan pada prinsipnya berpusat pada orang yang dibimbing. mempunyai bayak inisiatif. Berikut ini prinsipprinsip bimbingan konseling yang diramu dari sejumlah sumber. 1997:219). . dalam memberikan layanan perlu menggunakan cara-cara yang sesuai atau tepat. Prinsip bimbingan adalah memperhatikan keunikan.

Prinsip ini sebagai tahap evaluasi dalam layanan bimbingan konseling nampaknya masih sering dilupakan. Kegiatan Bimbingan Konseling Berdasakan Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling (2004) dinyatakan bahwakerangka kerja layanan BK dikembangkan dalam suatu program BK yang dijabarkan dalam 4 (empat) kegiatan utama. i. Pada tahap awal dalam bimbingan pada prinsipnya dimulai dengan kegiatan identifikasi kebutuhan dan kesulitan-kesulitan yang dialami individu yang dibimbing. Prinsip referal atau pelimpahan dalam bimbingan perlu dilakukan. g. Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh seorang petugas yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang bimbingan. Untuk menangani masalah tersebut perlu diserahkan kepada petugas atau lembaga lain yang lebih ahli. Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan.e. Proses bimbingan pada prinsipnya dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang dibimbing serta kondisi lingkungan masyarakatnya. Maksud penilaian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program bimbingan. di samping untuk menilai tingkat keberhasilan juga untuk menyempurnakan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling (Prayitno. h. f. F. yakni: . Ini terjadi apabila ternyata masalah yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah (petugas bimbingan). Di samping itu ia mempunyai kesanggupan bekerja sama dengan petugas-petugas lain yang terlibat. Program bimbingan dan konseling di sekolah harus sejalan dengan program pendidikan pada sekolah yang bersangkutan. Padahal sebenarnya tahap evaluasi sangat penting artinya. Program bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya senantiasa diadakan penilaian secara teratur. 1997:219). j.

konseling kelompok. Layanan responsif adalah layanan bimbingan yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan yang dirasakan sangat penting oleh peserta didik saat ini. Hal itu dilaksanakan melalui pengembangaan profesionalitas. (8) bidang perilaku sosial. dan konsultasi. penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis. Tujuan utama dari layanan ini untuk membantu siswa memantau pertumbuhan dan memahami perkembangan sendiri. masyarakat yang lebih luas. d. karir. dan (9)bidang kehidupan lainnya. hubungan masyarakat dan staf. (6) bidang tata tertib SD. (4) bidang pribadi. konsultasi dengan guru. c.dan kehidupan sosial dan pribadinya. (3)bidang sosial. b. (2) bidang belajar. (7) bidang narkotika dan perjudian. 1990) Kegiatan utama layanan dasar bimbingan yang responsif dan mengandung perencanaan . adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan memantapkan. manajemen program. Dukungan sistem. Strategi yang digunakan adalah konseling individual. Isi layanan responsif adalah: (1) bidang pendidikan.a. Layanan ini lebih bersifat preventik atau mungkin kuratif. memelihara dan meningkatkan progam bimbingan secara menyeluruh. Layanan dasar bimbingan Layanan dasar bimbingan adalah bimbingan yang bertujuan untuk membantu seluruh siswa mengembangkan perilaku efektif dan ketrampilan-ketrampilan hidup yang mengacu pada tugastugas perkembangan siswa SD. staf ahli/penasihat. (5) bidang karir. Layanan perencanaan individual adalah layanan bimbingan yang membantu seluruh peserta didik dan mengimplementasikan rencana-rencana pendidikan.

yaitu: a. guru harus mampu merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa. . (5) layanan referal/melimpahkan ke pihak lain. e. guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan dalam pendidikan dan pengetahuan. g. guru sebagai pencetus ide dalam proses belajar-mengajar. guru diharapkan sebagai pelaksana cara mengajar informatif. Oleh karena itu peranan guru kelas dalam pelaksanaan kegiatan BK sangat penting dalam rangka mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Motivator. Sardiman (2001:142) menyatakan bahwa ada sembilan peran guru dalam kegiatan BK. b. (2) layanan informasi. f. guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar-mengajar. (3) layanan penempatan. Peran Guru Kelas dalam Kegiatan Bimbingan Konseling di Sekolah Implementasi kegiatan BK dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sangat menentukan keberhasilan proses belajar-mengajar. dan (6) layanan penilaian dan tindak lanjut (Nurihsan. yakni: (1) layanan pengumpulan data. laboratorium. c. 2005:21). dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum. silabus. Fasilitator. Director. jadwal pelajaran dan lainlain. menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas) sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar-mengajar. Transmitter. Informator. Inisiator. Organisator.individual serta memiliki dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan BK. studi lapangan. d. guru sebagai pengelola kegiatan akademik. (4) layanan konseling. G. guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.

orang tua murid. dan juga guru haruslah sinergi dalam membantu masalah-masalah yang timbul dalam rangka upaya agar siswa dapat menemukan pribadi. maupun bidnag budaya. bidnag karir. Bimbingan disini suatu proses membantu individu melalui usaha sendiri untuk menentukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial. Mediator. keluarga dan masyarakat. Bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan ditujukan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengabil keputusan tentang masa depan dirinya. sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak. Evaluator. BAB IV PENUTUP Kesimpulan Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling ditujukan untuk membimbing dan mengarahkan individu melalui usahanya sendiri untuk menentukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kegahagiaan pribadi serta bertujuan agar individu dapat mengembangkan dirinya secara optima/sesuai dengan potensi yang dimilikinya. guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa.h. i. makadari itu peran dari sekola. DAFTAR PUSTAKA . guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya. dan merencanakan masa depan. mengenal lingkungan. baik yang menyangkkut bidang pendidikan.

2009.wikipedia. buku: DASAR ± DASAR KONSELING tinjauan teori dan praktek Penulis: Drs.D http://id.Pd. Ph.. M. Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas: Jakarta.com/ .Depdiknas. Abu Bakar M Luddin.wordpress.org/wiki/Konselor_pendidikan http://ilmupsikologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful