PENERTIBAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS ANAK, SEBUAH TATALAKSANA SERUPA PEMBERIAN ASAM MEFENAMAT PADA KASUS INFARK MIOKARD

AKUT DENGAN ELEVASI ST

(Esai sebagai salah satu syarat mengikuti Kompetisi Esai Scientific Atmosphere Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, 2011)

oleh : Enggar Sari Kesuma Wardhani 04091001013

FAKULTAS KEDOKTERAN PENDIDIKAN DOKTER UMUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2011

imbalan. Palembang. meski memang tugas seorang dokter tak lepas dari mengurangi penderitaan pasiennya. pembaca sekalian. Penulis merasa ada yang kurang dari kebijakan pemerintah dalam menangani fenomena bertambahnya anak jalanan dan pengemis di kotakota besar. Akhirnya. serta masyarakat luas terutama dalam hal menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Penulis berpendapat kebijakan pemerintah itu tidak mengatasi sampai ke kausa masalah itu sendiri. untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat Penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan di kemudian hari. Januari 2011 Penulis 2 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak. rekan-rekan Penulis sebagai tempat bertukar pendapat. Penulis dan temanteman civitas akademika FK Unsri selalu diingatkan oleh Bapak/Ibu dosen untuk melihat kausa sebuah penyakit dan mengobati kausa itu sedini mungkin. serta karunia Nya kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan dan bantuannya yang tidak ternilai. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan berkat.KATA PENGANTAR Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat. serta orang-orang yang telah membantu Penulis menyelesaikan esai ini. terkhusus pada blok Kardiovaskular yang baru 2 minggu yang lalu Penulis lewati. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan esai ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. sebuah Tatalaksana Serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut. Maka dari itu Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua Penulis yang senantiasa memberikan support kepada Penulis. Sebagai seorang manusia biasa. Penulis berharap semoga esai ini dapat bermanfaat bagi diri Penulis sendiri. rahmat dan karunia-Nya-lah Penulis dapat menyelesaikan penyusunan esai ini dengan baik. Judul ini terinspirasi dari skenario tutorial yang biasa diberikan oleh dosen Penulis di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Penulis tentu tidak dapat membuat esai ini tanpa bantuan dari orang lain. pada narasumber Penulis yang namanya tergabung dalam lampiran catatan kaki dan daftar pustaka. Berangkat dari situlah. Esai ini berjudul Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST .

At a glance: STEMI Infark Miokard Akut dengan elevasi ST (ST elevation myocardial infarction = STEMI) merupakan derajat tertinggi sindrom koroner akut yang dapat dikenali dengan keluhan nyeri luar biasa pada bagian dada yang dirasakan menjalar maupun tidak selama lebih dari 30 menit.2 Untuk kasus gawat darurat satu ini. SEBUAH TATALAKSANA SERUPA PEMBERIAN ASAM MEFENAMAT PADA KASUS INFARK MIOKARD AKUT DENGAN ELEVASI ST Enggar Sari Kesuma Wardhani Siang itu Saya tengah mencari literatur menarik sebagai sumber referensi dalam pembuatan esai yang saat ini ada di hadapan Anda. dan beberapa detik kemudian berpuluh berita tentang mereka muncul. Dua di antaranya adalah: Jelang Lebaran Polisi Razia Anjal. Laju mortalitas kasus STEMI adalah sebesar 30% dengan lebih dari separuh kematian terjadi sebelum pasien mencapai rumah sakit. Kegiatan non-kausatif ini dapat dianalogikan dengan tindakan seorang dokter yang hanya memberikan analgesik perifer pada kasus segawat Infark Miokard Akut dengan elevasi ST. Hal ini umumnya terjadi jika aliran darah koroner menurun secara mendadak setelah oklusi trombus pada plak aterosklerotik yang sudah ada sebelumnya. Terlihat bahwa razia anjal (anak jalanan) dan gepeng (gelandangan dan pengemis) tak memberikan efek jera. Saya mengetik kata “anak jalanan” pada mesin pencari di sebuah surat kabar online. pedoman penatalaksanaan dilakukan berdasarkan ACC/AHA 2009 dan ESC 2008 yang salah satunya adalah mengurangi/menghilangkan nyeri dada.PENERTIBAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS ANAK. dan judul-judul lainnya yang serupa tiap tahun. bukan kausatif. Komplikasi STEMI yang dapat timbul diantaranya disfungsi ventrikular dan gangguan hemodinamik yang merupakan penyebab utama kematian di rumah sakit. Ini menjurus pada kenyataan bahwa penertiban gelandangan dan pengemis anak hanyalah sebuah tatalaksana simptomatik perbaikan kesejahteraan sosial. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST . 3 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak. Jelang Ramadhan Satpol PP Razia Gepeng dan Anjal1.

(3) antagonis dan agonis-opioid... Adzan subuh membangunkan. Tujuan penciptaannya adalah menceritakan getirnya perjuangan anak jalanan. Pemberian asam mefenamat (analgesik) sebagai satu-satunya tatalaksana kasus STEMI tak hanya memperparah prognosis pasien. hingga Sang Raja Dangdut Rhoma Irama. Penggalan puisi di atas termasuk salah satu karya tersebut. oleh Ariwanto Aslan)4 Berbagai karya seni terinspirasi oleh gelandangan dan pengemis anak. Karena itulah ACC/AHA 2009 dan ESC 2008 merumuskan lima tatalaksana umum pada kasus STEMI. terdapat tiga kelompok obat penghilang nyeri: (1) Analgesik nonopioid. Hal serupa pun terjadi sebagai akibat penertiban gelandangan dan anak jalanan. tapi tidak mengobati bagian tubuh yang nyeri tersebut. (2) analgesik opioid.7 Ditilik dari hak dan kewajiban anak. Data terkini menyebutkan sekitar 232 Ribu anak di Indonesia menjadi gelandangan5 dari total kurang lebih 238 Juta jumlah penduduk Indonesia. (Pengamen Kecil. kami mencari kerja di atas bis kota Adzan ashar memanggil. namun juga meningkatkan resiko berulangnya serangan ini. kami hitung receh yang ada Di kantong celana yang bolong Untuk membeli nasi. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST . Mengintip kehidupan gelandangan dan pengemis anak . kami semangat membuka mata Adzan zhuhur bergema.3 Asam mefenamat. kami mengais belas kasih anda Adzan magrib terdengar. gelandangan dan pengemis anak.6 Jelaslah ini menyiratkan bahwa kemiskinan bukan sekadar angka.Secara umum. berikut hasil rumusan pertemuan internasional tahun 2007: 4 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak.. mengisi perut yang kosong .. Sebagai seorang dokter: apakah kita mengobati jantung yang rusak. atau sakit yang disebabkan oleh kerusakan jantung tersebut? Jawabannya tentu: dua-duanya. yang Saya kutip disamping puluhan puisi-puisi dengan tema serupa. yang telah disinggung pada judul merupakan analgesik kelompok pertama dengan mekanisme kerja menghambat impuls nyeri sampai ke otak. mulai dari band God Bless yang bergenre rock.

(d) UU No. terjadi peningkatan kekerasan fisik dan seksual yang dialami anak jalanan. (b) UU No. Masih banyak “Babe-Babe” lainnya yang tak tersentuh oleh ranah hukum. (e) UU No. 3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak. is not such an environement.“Every child has a right to grow up in a nurturing environment where they can realise their full potential. Depok Jawa Barat. 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.10 Dewasa ini. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. ditemukan di Kampung Lio. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST . bahkan Kota Batu. Manding. 138. bahwa di kampung Desa Pragaan Daja Sumenep yang dikategorikan sebagai Kampung Pengemis. 5 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak.10 Profesi pengemis tersebut mereka tekuni di luar kampung. Selain kekerasan. dan (h) UU No. diduga terlibat dengan sindikat perdagangan anak untuk dijadikan sebagai anak jalanan dan sebagai profesi pengemis.00 WIB. 1 tahun 2000 tentang Pengesahan ILO Convention No. yakni: (a) Pasal 34 dan Pasal tentang HAM di Pasal 28A UUD 1945. ternyata sebagian besar warganya (termasuk anak-anak) mengemis di Pengarangan. (f) UU No.9 Fenomena itu hanyalah puncak gunung es.” Plan International (2007:1) Berbagai hak dan kewajiban serta perlindungan anak diatur dalam berbagai undang-undang. Often objects of pity and fear. siapa yang tak mengenal Kampung Pengemis yang jumlahnya kian hari kian bertambah. with the risks it poses. hampir seluruh kepala keluarganya di desa ini.8 Sebagaimana dilansir dalam vivanews. Hal ini dibenarkan oleh berita yang dilansir dari psikologizone. Saya mendapati bahwa mini bus itu berasal dari kabupaten yang bertetangga dengan Palembang. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. (g) UU No. 183. The street. 20 tahun 1999 tentang Pengesahan ILO Convention No. Kecamatan Pancoran Mas. (c) UU No. sekurang-kurangnya terdapat 8 pasal. 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Sebut saja kasus mutilasi berantai dan sodomi yang dilakukan Baekuni alias Babe (46) terhadap anak jalanan asuhannya sendiri yang masih lekat dalam ingatan kita. Inilah yang menjelaskan peristiwa pengangkutan anak jalanan dengan Mini Bus yang Saya saksikan pukul 22. street children are boys and girls using street as their source of livelihood or home. di Simpang Polda Palembang beberapa bulan lalu. Dari nomor polisinya.

datang lagi cobaan buat mereka. sebagai salah satu pencegahan peningkatan jumlah anjal dan gepeng. Cak To (nama samaran) adalah salah satunya. dan kemiskinan yang menyiksa seringkali mebuat gelandangan dan pengemis anak stres. Upaya instan dan pendekatan represif yang dilakukan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan anak jalanan dinilai tidak efektif. Dulu Saya sempat kagum pada pengamen cilik. Lahan pencarian mereka diambil. dia sekarang punya dua sepeda motor. Ini dikarenakan tingginya tingkat stress serta kurangnya sarana rekreasi. Sebagai balasannya. Penanganan yang dilakukan pemerintah lebih sering bersifat sementara dan dengan tindak 6 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak. Mereka berusaha keluar dari permasalahan tersebut dengan “ngelem”. Hidup sudah susah. tampaknya kurang berhasil. bagaimana mungkin mereka lebih update dengan lagu-lagu terbaru ketimbang Saya. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST . berkarir sebagai pengemis. upah hasil mengemis dan mengamen itu tak diserahkan pada orang tua ataupun bos. rendahnya penghargaan dari masyarakat. Tingginya tingkat kekerasan baik fisik maupun psikis. menyebabkan hubungan suami-istri dijadikan sarana rekreasi satu-satunya. Tetapi memuaskan diri di arena dingdong. warnet. Belakangan ini Saya baru menyadari. dengan tujuan memberikan pencitraan kasihan. dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. dan empat rumah. Besar di keluarga pengemis. Kali ini datangnya dari Kepolisian yang katanya melindungi rakyat yang tertindas.Upaya pemerintah menekan angka kelahiran warga miskin. Pencegahan konsepsi dengan KB kurang diminati karena paradigma negatif mereka mengenai efek samping dari KB. si bayi yang digendong selalu diam. Tak kalah berbahayanya adalah pemberian obat tidur dosis tinggi pada bayi/anak yang digendong ketika mengemis. sebuah mobil gagah. Tenyata mereka telah dilatih oleh sang bos. dan tertidur di pangkuan ibunya. meskipun dampak jangka panjangnya sangat membahayakan. Ada pula yang dibelikan rokok dan minuman doping yang mereknya pun tak terdaftar di BPOM. maupun rental playstation. sang bos mendapat bagian dari jerih payah mereka. Dari jalur minta-minta itu. Efek halusinasi itu membuat mereka terbebas dari permasalahan hidup sementara waktu. Bukan ditabung.11 Seringkali.

seorang dokter akan memberikan morfin. Tatalaksana kausatif: Lihat dari akar masalah 7 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak. sehingga jumlah anak jalanan ini pun berkurang. penertiban gelandangan dan anak jalanan hanya mengobati gejala. serta penanganan yang kontinu dan konsisten. Mengapa Asam Mefenamat? Sakit gigi dan nyeri haid merupakan keluhan yang tak asing ditelinga kita. morfin merupakan pilihan utama karena manfaatnya yang beragam. atau satu tahun. tak satupun menyebutkan asam mefenamat sebagai penghilang nyeri untuk kasus sekelas serangan jantung. maupun dipelintir. (2) Terdapat sumber ketakutan lain. apakah asam mefenamat pun adalah solusi pereda nyeri pada kasus serangan jantung? Serangan jantung menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa.14 Seiring dengan populernya kedua penyakit tersebut. Meski termasuk golongan opium. terbakar. tertimpa benda berat. tapi tidak kausatif. bahwa pembinaan tidak cukup dengan hanya memberikan sesuatu yang bersifat materi. diperas.kekerasan yang menimbulkan trauma. Bahkan angka kejadiannya pun lebih dari 50%. difikirkan dan dievaluasi bahwa pengertian pembinaan itu tidak cukup satu hari. Pembinaan perlu berdasar dari akar permasalahannya. nama asam mefenamat sebagai solusinya pun terangkat. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST .13. Namun. yang dapat menyebabkan ketergantungan. yaitu dari orang tua dan preman tempat mereka menyetor hasil pendapatan. Namun efek ini bersifat sementara. Dari puluhan sumber yang Saya kumpulkan. Penertiban bagi anak jalanan tersebut menambah tekanan beban mental dan kejiwaannya.2 Maka. Penertiban gelandangan dan pengemis anak ini oleh Satpol PP tentu memberikan efek ketakutan bagi mereka.12 Penertiban gelandangan dan pengemis anak sama halnya pemberian asam mefenamat pada serangan jantung. tepat bila dianalogikan dengan pemberian asam mefenamat. satu minggu. Pada kasus ini. dengan dosis 2-4 mg per 5-15 menit. Perlu ditinjau kembali. dengan sensasi seperti tertusuk-tusuk. merujuk pada kegiatan penertiban gelandangan dan pengemis anak yang makin marak ini. dikarenakan (1) Penertiban tak memberikan jalan keluar bagi anak jalanan dari masalah yang mereka hadapi. Dapat dikatakan.

(e) memperoleh uang dari hasil berjualan dan mengamen. (g) jarang bertemu orang tua. Dilihat dari profil anak jalanan. yang diwariskan dari sang orang tua yang juga memiliki profesi serupa. Hal ini jugalah yang harus kita terapkan dalam maraknya fenomena kasus gelandangan dan pengemis anak di kota besar. (f) uang yang diperoleh digunakan untuk membantu keluarga. (c) memperoleh makanan dengan cara membeli sendiri. (b) tempat tinggal mereka di rumah. yaitu: (a) sebagian besar anak jalanan melakukan aktifitas berjualan di jalan. Pembangunan perkotaan Pembangunan pedesaan Kesenjangan Urbanisasi Kesulitan pemukiman Kesulitan pekerjaan GEPENG Gangguan ketertiban Stabilitas nasional Gangguan keamanan Cita-cita nasional (Gambar 1. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST . (h) sering mendapat kesulitan 8 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak. oleh Saptono Iqbali15) Gambar berikut menggambarkan cikal-bakal gelandangan dan pengemis anak. Akar masalah dari fenomena ini diawali dengan krisis ekonomi dan pembangunan yang tak merata. (d) lama tinggal di jalan dalam satu hari di atas 12 jam. terdapat beberapa kecenderungan.Sistem pembelajaran Fakultas Kedokteran di Indonesia yang telah mengacu pada KBK telah mendidik calon-calon dokter untuk selalu concern pada akar masalah dalam menetapkan tatalaksana yang tepat di setiap penyakit yang ditemui. termasuk kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST. Model Perumusan Masalah Gepeng.

polisi misalnya. (j) meminta tolong pada saudaranya ketika mengalami kesulitan sebagai pihak yang dianggap paling dekat.16 Mengacu pada kedua profil tersebut. (4) belum adanya payung kebijakan mengenai anak yang turun ke jalan baik dari kepolisian. (e) pernah mendapat penyuluhan tentang usaha bersama tetapi tidak pernah mengikuti kegiatan tersebut karena berpandangan bahwa kegiatan tersebut tidak membantu perekonomian keluarga. memandang bahwa payung kebijakan yang dapat digunakan untuk menangani anak jalanan belum ada. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST . (i) kurang betah tinggal di rumah. (3) rendahnya pendidikan orang tua menyebabkan mereka tidak mengetahui fungsi dan peran sebagai orang tua dan juga tidak mengetahui hak-hak anak. (f) bekerja di sektor non-formal dengan pendapatan tidak tetap. Mereka sulit untuk 9 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak. dan (6) lembaga-lembaga organisasi sosial belum berperan dalam mendorong partisipasi masyarakat menangani masalah anak jalanan. Pemda maupun Departemen Sosial menyebabkan penanganan anak jalanan tidak terkoordinasi dengan baik.16 Dilihat dari profil keluarga anak jalanan. (d) bersikap mendukung bila anaknya sekolah. Kalangan aparat hukum. (5) peran masyarakat memberikan kontrol sosial masih sangat rendah. (c) bersikap mendukung anaknya bekerja di jalan. dapat dirumuskan permasalahan anak jalanan adalah sebagai berikut:16 (1) anak jalanan turun ke jalan karena adanya desakan ekonomi keluarga sehingga justru orang tua menyuruh anaknya untuk turun ke jalan guna mencari tambahan ekonomi keluarga. (2) rumah tinggal yang kumuh membuat ketidakbetahan anak berada di rumah sehingga perumahan kumuh menjadi salah satu faktor pendorong untuk anak turun ke jalan. Secara umum masyarakat memandang bahwa masalah anak jalanan merupakan masalah yang sangat kompleks bahkan ia membentuk sebuah lingkaran yang berujung yang sulit dilihat ujung pangkalnya. dan (g) menempati rumah dengan status sewa atau tanah Negara. terdapat beberapa kecenderungan. (b) jumlah anaknya 3-4 orang.di rumah. yaitu (a) sebagian besar keluarga anak jalanan orang tuanya menikah.

Maka akan saya jawab.melakukan tindakan hukum berhubung tidak adanya undang-undang khusus mengenai anak jalanan seperti misalnya Perda. Perpu atau yang lainnya sehingga dirasa sulit untuk mengadakan pencegahan agar anak-anak tidak berada di jalan. Kesejahteraan adalah suatu hal yang bisa diukur secara kuantitatif. yang justru membahayakan bagi dirinya sendiri.9 Selanjutnya tokoh agama berpandangan bahwa munculnya masalah anak jalanan merupakan wujud dari tidak optimalnya pengelolaan zakat baik zakat mal. “tujuan hidup saya adalah bahagia. “Enggar. sedangkan kebahagiaan merupakan suatu yang abstrak namun penting. kalangan akademisi memandang bahwa masalah anak jalanan merupakan masalah yang berkaitan dengan bagaimana hubungan antara pemerintah kota dengan daerah penyangga. Menurut mereka.” Sejahtera dan bahagia mungkin dianggap sama oleh sebagian pihak. Mereka mengharapkan agar dana zakat dapat dikelola sebaik mungkin agar disalurkan kepada mustahik dan dapat dimanfaatkan sebaiksebaiknya oleh mereka.16 Gagasan tatalaksana kausatif: Kesejahteraan dan Kebahagiaan Apabila semua orang ditanya apa keinginanmu? Mereka akan mensejajarkannya dengan kemewahan. Pemda DKI. Bekasi. namun sesungguhnya hal tersebut berbeda. adalah model pemberdayaan anak jalanan melalui jaringan sistem yang ada mulai dari anak jalanan itu sendiri. Ketidakbahagiaan itulah alasan mengapa sebagian besar anak jalanan “ngelem”. Gagasan Saya terkait penatalaksanaan fenomena maraknya gelandangan dan pengemis anak adalah menciptakan kedua hal tersebut dalam model multi-system based. misalnya. Multi-system based. aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memandang bahwa penanganan anak jalanan harus dilakukan dengan melibatkan institusi sekolah.16 Disamping itu. dan pemberdayaan keluarga dengan memberikan modal usaha keluarga. apa keinginanmu?”. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST . dan lainnya. Terakhir. zakat fitrah. dan kesejahteraan. dan daerah penyangga lainnya. keluarga anak 10 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak. juga harus mengalokasikan dana pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat di Tangerang. rumah singgah. Jika saya disodori pertanyaan semacam itu. penanganan masalah anak jalanan harus melibatkan juga aparat pemerintah pada daerah penyangga. bebas finansial.

dan memberikan penyuluhan berupa penyuluhan tentang keberfungsian keluarga. Sekaligus meningkatkan taraf hidup keluarga. Kini mereka telah menelurkan album nasyid pertamanya tahun 2006 dan merumahkan beberapa anggota mereka pada tahun 2009. community base. Beberapa contoh pendirian perkumpulan ini membawa pada kesuksesan anggotanya. para pemerhati anak. Community base adalah model pemberdayaan melalui komunitas anak jalanan itu sendiri dimana mereka membentuk sebuah ikatan/perkumpulan tertentu yang memiliki visi kemandirian. Institutional base adalah model pemberdayaan melalui pemberdayaan lembaga-lembaga sosial di masyarakat dengan menjalin networking melalui berbagai institusi baik lembaga pemerintahan maupun lembaga sosial masyarakat. peningkatan kualitas tempat tinggal keluarga sehingga si anak betah tinggal di rumah. seperti Sanggar Anak Matahari yang berhasil menelurkan hiburan teatrikal bertajuk “Getirnya Anak Jalanan” dan menjadi kompetisi juara 1 kompetisi teater untuk umum pada event Soul and Humanity yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UNISMA Bekasi.16 Model ini terdiri dari family based. Family base adalah model dengan memberdayakan keluarga anak jalanan melalui beberapa metode yaitu pemberian modal usaha. memberikan tambahan makanan. masyarakat. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST .16 Hal ini dapat mengatasi rendahnya pendidikan orang tua yang menyebabkan mereka tidak mengetahui fungsi dan peran sebagai orang tua dan juga tidak mengetahui hak-hak anak.jalanan.9 Ini merupakan tindak lanjut dari community base dengan perhatian dari institusi baik negeri. akademisi. Sebagai contoh adalah Yayasan Pelita yang mengelola sebuah rumah singgah di DKI Jakarta telah melatih 60 anak jalanan untuk dapat berkarya. 30 Maret 2010 lalu. dan institutional base. Dalam model ini diupayakan peran aktif keluarga dalam membina dan menumbuhkembangkan anak jalanan. aparat penegak hukum serta instansi terkait lainnya. swasta. salah 11 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak.17 Sanggar Anak Matahari adalah himpunan anak jalanan yang diawali dari 5 orang yang semua bermula dari emperan toko Sentra Niaga Bekasi. maupun rumah tangga.

terkait pengakuan dan peningkatan harga diri oleh masyarakat disamping peningkatan kesejahteraan. Selain itu. dan institusi dalam menangani masalah tersebut.satunya membuat sandal. Dari tiga aspek tersebut. diharapkan dapat menciptakan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi anak jalanan dan mengurangi angka gelandangan dan pengemis anak. komunitas. Inilah yang dikatakan hanya mengobati gejala (seperti rasa nyeri jantung diberikan obat penghilang nyeri). walau beresiko terkena razia kembali. 12 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak.18 Institutional base tak hanya berupa dukungan materiil seperti di atas. seperti mengajarkan apa yang baik. namun tidak mengobati penyebab (kerusakan jantung). sudah sepantasnya kita berpikiran holistik dengan mencari akar masalah dan mempertimbangkan berbagai aspek terkait fenomena ini. Hal ini dikarenakan beban ekonomi yang tak terselesaikan sehingga mereka harus kembali ke jalan. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST . Siapa bilang anak jalanan tak dapat bersaing? Beberapa ajang pencari bakat di layar kaca justru menempatkan mereka di posisi pertama pilihan pemirsa. penyelenggaraan bantuan pendidikan berupa penyuluhanpenyuluhan terkait permasalahan yang mereka hadapi. Tindakan kasar dari pada Polisi Pamong Praja justru berefek buruk bagi psikologi anak jalanan tersebut. Ini berpengaruh terhadap peningkatan kebahagiaan mereka. Sebagai seorang manusia. Aris dan Windra Indonesian Idol. Multi-system base adalah gagasan yang diambil dengan melibatkan aspek keluarga. Mbah Surip pun dulunya adalah seorang pengamen di Amerika Serikat. Salah satu hal yang dapat dilakukan mahasiswa seperti Saya adalah menyelenggarakan lomba-lomba bersifat umum sebagai media edukasi kompetitif bagi anak jalanan. Bahkan Alm. namun juga bisa berupa dukungan moril. dan tak cukup memberikan efek jera kepada mereka. Penutup: Obatilah jantungnya. jangan cuma sakitnya! Seringkali penertiban gelandangan dan pengemis anak dilakukan karena keresahan masyarakat dan para pelaku lalu lintas terhadap prilaku mereka. sebut saja Klantink dalam Indonesia Mencari Bakat. Dalam sehari mereka mampu memproduksi 25 pasang sandal yang terbuat dari spons. dan apa yang buruk pun penting dilakukan mengingat kurangnya kontrol pendidikan dari pihak keluarga terhadap anak jalanan.

com pada 20 Januari 2011 Siswanto. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2009.vivanews.com. Kemiskinan Bukan Sekadar Angka! Diakses melalui www. Ariwanto. Depkes 2004.ums. Ardyan. Maj. 77 Persen Orang Indonesia Malas Gosok Gigi. Orang Miskin Sebaiknya Membatasi Jumlah Anak. Tapi Tidak Dibunuh.com pada 23 Januari 2011 Alim. 2010. 2010. Anak Jalanan Senen Mampu Produksi Sandal. Bos Pengemis Tinggal Nikmati Hidup.lib. Dalam: Patofisiologi Volume II. Dalam: Jorok. Januari 2006 diakses melalui http://asic. Vol. Skripsi: ”PENGEMIS ANAK” (Tinjauan Yuridis-Empiris Tentang Perlindungan Hukum Pengemis Anak di Boyolali).wordpress. Idrus.com pada 23 Januari 2011 Anonim. Diakses melalui aliyyya.vivanews. Mei. 2009.duniaesai. Pdf diunduh di www. Diakses melalui www.com pada 20 Januari 2011 Fitra.com pada 22 Januari 2011 Dedi. Mary S. Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST. Herlin Bahri. 2010.unud. Dan Lorraine M. Mutilasi Berantai Babe: Babe Juga Sodomi Anak Asuh. Anak Jalanan Berprestasi dari Kota Bekasi.psikologizone. Diakses melalui harjasaputra.policy. No.ac.” KOMPAS. Dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Fenomena Kampung Pengemis.id pada 22 Januari 2011 Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga.multiply. Pengamen Kecil. E. Wilson.com pada 20 Januari 2011 13 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak.unair.vivanews. 232 Ribu Anak Indonesia Jadi Gelandangan.scribd. diakses pada 20 Januari 2010 Alwi.DAFTAR PUSTAKA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Metro. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST .id pada 19 Januari 2011 Amelia.hu/suharto/NaskahPDF/AnakJalanan. Dismenore: Tinjauan Terapi pada Dismenore Primer. 2007. 2009 Hartwig. Damianus. Nyeri. 2005 Aslan. Interna Publishing: Jakarta. Diakses melalui etd. “Anak Jalanan dalam Lingkar Kekerasan. Diakses melalui debuh.ac.diakses dari metro. Diakses melalui news. Masalah Anak Jalanan. 2010. Saptono.com pada 19 Januari 2011 Muryati. Bambang. Diakses melalui www.id pada 20 Januari 2011 Harjasaputra. 1. 5.detiknews.okezone. Diakses melalui Jawa Post pada 19 Januari 2011 Muhammad Taufikul Basari.pdf pada 22 Januari 2011 Widjanarko. Diakses melalui ejournal.com pada 20 Januari 2011 Siswanto. Muhammad Baitul.eprints. 2008.ac. Diakses melalui www. Studi Kasus Gelandangan – Pengemis (Gepeng) Di Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem. ECG: Jakarta. 2010. Kedokt. Diakses dari metro. 29 Agustus 2006 dalam Penanganan Anak Jalanan:Meretas Indikator Keberhasilan. 2007.com tanggal 19 Januari 2011 Rohmat.com pada 22 Januari 2011 Iqbali.

Museumku Malang (2007) 4. Proposal Riset: Efektivitas Daun Jati Belanda (Guazauma Olmifulia) dalam Jamu Tradisional sebagai Terapi Penurun Berat Badan Segala Usia termasuk Penderita Obesitas (2011) 14 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak. Lematang 3 No. Proposal Riset : Efek Konsumsi Kafein dalam Mempersingkat Durasi Menstruasi pada Wanita di Kelurahan Lebong Gajah Palembang (2009) 5. Ampas Kayu.id Karya-karya ilmiah yang pernah dibuat : 1. Efektivitas Sistem Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) bagi Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Kusuma Bangsa Palembang (2006) 2. Leaf-Masking as One Second Action for Acute Respiratory Tract Infection on Highly Erupted Volcanic Areas (2010) 8. Museumku Sayang.DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama lengkap Jenis Kelamin Tempat dan tanggal lahir NIM Jurusan Institusi Alamat Rumah No. 180 RT. 50 RW. dan Air sebagai Media Tanam Semangka (Citrulus vulgaris L) (2007) 3. Proposal PKM-M : Pembuatan Mitlas (Mini Atlas) sebagai Media Edukasi Preventif Kusta pada Desa Suka Pindah dan Plaju (2010) 7. Pengaruh Pemberian Sekam. Efek Penggunaan Bahan-Bahan Konvensional sebagai Terapi Pertolongan Pertama Kasus Kecelakaan Rumah Tangga (2010) 6.13 Kelurahan Lebong Gajah Kec. Telp E-mail : Enggar Sari Kesuma Wardhani : Perempuan : Palembang. 29 Agustus 1992 : 04091001013 : Pendidikan Dokter Umum : Universitas Sriwijaya : Jl. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST . Sematang Borang Palembang – Sumatera Selatan 30163 : 0711 9246294 / 0856 646 77510 : enggarwardhani@yahoo.co.

First Position of Paper Competition IMSeF (Indonesian Medical Students’ Scientific Festical) AMSA Indonesia (2010) “Leaf-Masking as One Second Action for Acute Respiratory Tract Infection on Highly Erupted Volcanic Areas” 15 | Penertiban Gelandangan dan Pengemis Anak. 30 besar Seleksi Nasional untuk IChO (International Chemistry Olympiad) ke-41(2008) 3. sebuah Tatalaksana serupa Pemberian Asam Mefenamat pada Kasus Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST . Medali Perak Olimpiade Sains Nasional Bidang Kimia (2008) 2.Penghargaan-penghargaan ilmiah : 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful