BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Liberalisme bukanlah pembahasan yang sama sekali baru dalam konteks Keindonesiaan. Fenomena liberalisme ini adalah salah satu dari gerakangerakan pembaharuan. Kelompok liberalis menginginkan kebebasan sepenuhnya dan menuntut hak-hak inidividu sebebas-bebasnya untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan perkembangan zaman. Termasuk di dalamnya kebebasan dalam ritual dan konteks keagamaan, begitu pula dengan ajaran islam. Manusia tidak harus selalu bergantung pada Al Qur’an dan hadits, kaum liberal ini mengutamakan rasional mereka dalam pengambilan hukum syari’ah. Sehingga muncullah gerakan pembaharuan Islam agar dapat disesuaikan dengan keadaan zaman yang rasional dan sesuai dengan isu modernitas. Liberalisme dalam Islam, menurut kelompok Islam Progresif adalah keinginan menjembatani antara masa lalu dengan masa sekarang. Jembatannya adalah melakukan penafsiran-penafsiran ulang sehingga Islam menjadi agama yang hidup. Karena kita hidup dalam situasi yang dinamis dan selalu berubah, sehingga agar agama tetap relevan, menurut mereka, diperlukan sebuah cara pandang baru atau tafsir baru dalam melihat dan memahami agama. Beberapa konstalen di atas telah mendasari kami dalam pembuatan makalah ini. Selanjutnya akan kami bahas dan jabarkan lebih luas pada bab pembahasan. 1.2 Rumusan Masalah Adapun beberapa hal yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimaan Pengertian Liberal? 2. Bagaimana Akar dari Pemikiran Liberal berawal? 3. Bagaimana kemunculan Liberalisme dalam Agama? 4. Bagaimana Akar Istilah Liberalisme dalam Islam?

1

5. Bagaiman pemikiran Gerakan Liberalisme dalam Islam? 6. Bagaimana Sejarah Masuknya Pemikiran Liberalisme Islam di Indonesia? 7. Bagaimana pengaruh adanya Konsep Liberalisme dalam Islam? 8. Bagaiamana awal dari kemunculan Jaringan Islam Liberal? Semua permasalahan tersebut akan kami bahas lebih rinci selanjutnya pada bab pembahasan.

2

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Liberal dan Liberalisme Kata 'liberal', menurut Ensiklopedi Britannica (2001), diambil dari bahasa Latin liber. Kata ini pun, menurut Oxford English Dictionary, bermakna sesuai untuk orang bebas, murah hati dalam seni liberal (liberal arts). Salah satu rekaman pertama mengenai contoh kata 'liberal' muncul pada 1375 yang memang digunakan untuk memerikan liberal arts. Dengan terbitnya masa Pencerahan (Enlightenment), kata tersebut memperoleh penekanan positif secara lebih menentukan dengan makna "bebas dari prasangka yang dangkal" pada 1781 dan "bebas dari kefanatikan" pada 1823. Dan di pertengahan abad ke-19, kata 'liberal' mulai digunakan sebagai istilah yang sangat politis. Sebagai kata sifat, kata `liberal' sering dipakai untuk menunjukkan sikap anti feodal, anti kemapanan, rasional, bebas merdeka, berpikiran luas lagi terbuka, dan karena itu dianggap hebat.Ini terkait dengan penentangan untuk tunduk kepada kewibawaan apa pun,termasuk Tuhan, kecuali dirinya sendiri. Maka, jika ditelusur, liberalisme di Barat sejatinya berakar dari semangat perlawanan terhadap Tuhan dan agama. Di Eropa, semangat liberalisme sudah muncul sejak masa renaissance (Perancis); berasal dari kata "rinascita" (bahasa Italia) yang artinya: kelahiran kembali. Mulanya, istilah ini dikenalkan pertamakali oleh Giorgio Vasari pada abad ke-16 untuk menggambarkan semangat kesenian Italia mulai abad ke-14 sampai ke-16. Menurut Jacob Buchard, Renaissance, bukan sekedar kelahiran kembali kebudayaan Romawi danYunani kuno tetapi juga kebangkitan kesadaran manusia sebagai individu yang rasional, sebagi pribadi yang otonom, yang mempumyai kehendak bebas dan tanggung jawab. Setelah Renaissance, manusia telah meninggalkan zaman kegelapan abad Pertengahan yang didominasi kekuasaan dan nilai-nilai agama, tetapi telah

3

menjadi manusia yang bebas, rasional, mandiri, dan individual. Inilah yang konon disebut sebagai "prototipe manusia modern". Manusia modern adalah manusia yang sanggup dan mempunyai keberanian untuk memandang dirinya sebagai pusat alam semesta (antroposentris) dan bukan Tuhan sebagai pusatnya (teosentris). Manusia modern tidak lagi berpegang pada prinsip memento mori (ingatlah bahwa engkau akan mati) tetapi diganti dengan semboyan carpe diem (nikmatilah kesenangan hidup). Kata mereka: "Man can do all thing if they will." (Manusia dapat mengerjakan apa saja, asalkan mereka mau). (Tentang Renaissance dan manusia modern, lihat, Sutarjo Adisusilo, Sejarah Pemikiran Barat.1 Sedangkan liberalisme sendiri merupakan paham yang berusaha memperbesar wilayah kebebasan individu dan mendorong kemajuan sosial. Liberalisme merupakan tata pemikiran yang berlandaskan pada kebebasan manusia. Bebas, karena manusia mampu berpikir dan bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan. Dan ini berarti bahwa liberalisme adalah paham pemikiran yang optimistis tentang manusia. Dari pengertian liberalisme ini maka terlihat dua agenda besar yang diperjuangkannya, yaitu; (1) mengandalkan rasio dan kesadaran individu, dan (2) mengandalkan pembangunan mandiri masyarakat tanpa intervensi berlebihan dari negara. Dua agenda besar ini digulirkan dalam wacana Hak Asasi Manusia (HAM) dan masyarakat sipil (civil society).2  Pemikiran John Locke (1632-1704)3 John Locke, secara luas dipandang sebagai Bapak Liberalisme. Ia berperan penting dalam pengembangan filsafat liberal. Locke secara sepadu memerikan beberapa asas dasar pergerakan liberal di awalmulanya, seperti hak kepemilikan pribadi dan persetujuan dari orang yang diperintah.
1

Yudo Mahendro, Menimbang Liberalisme dalam Tradisi Taqlid, http://sosbud.kompasiana.com/2011/05/06/menimbang-liberalisme-dalam-tradisi-taqlid/, diunduh pada tanggal 14 Mei 2011
2

Rahman, Pengertian Liberalisme, http://www.itsfetriyannorrahman.co.cc/2010/07/pengertianliberalisme.html, diunduh pada tanggal 5 Mei 2011
3

Husaini, Adian, dan Hidayat, Nuim, Islam Liberal: Sejarah, Konsepsi, Penyimpangan, dan Jawabannya, (Jakarta: Gema Insani Press, 2002), hal 56

4

memberikannya hak "suara" dalam pendirian suatu pemerintahan. 5 . Hanya saja. Dan manfaat akan mengantarkan kepada kebahagiaan. untuk memahami kebebasan ini secara singkat adalah bebas dari paksaan kewibawaan apa pun yang menghilangkan sifat kemanusiaan. Setelah John Lock. bahwa pengatur menjadi ada di bawah persetujuan yang diatur. jika demikian maka tindakan seseorang menjadi tidak bermakna. Hal ini menjadi dasar pembenaran dalam memahami pengesahan pemerintahan politik sebagai hasil kontrak sosial. dan bahwa individu sebagai pribadi memiliki hak Dasar dari konsep-konsep Kontrak Sosial adalah dakwaan bahwa manusia secara alamiah bersifat bebas dan setara (lihat Two Treatises of Government). Sifat bebas dan setara ini begitu penting karena dapat diperluas ke ranah kehidupan lainnya. melainkan sebuah sarana. John Stuart Mill (1806-1873) dikenal juga sebagai seorang pemikir besar liberal yang juga sangat berpengaruh. ekonomi.Pembangun tradisi filsafat liberalisme ini menggunakan konsep hak alamiah dan kontrak sosial untuk menyatakan bahwa aturan hukum seharusnya menggantikan pemerintahan autokratik. Sifat bebas dan setara yang dimiliki manusia sejak awal kehidupannya. seperti budaya. Laki-laki kelahiran Pentonville ini melanjutkan filsafat utilitarianisme Jeremy Bentham. kebebasan. Hanya saja kekhasan Mill terletak pada konsep asas kemanfaatan (utility) dalam bingkai liberalisme. Sehingga. Gagasannya jelas memiliki kesamaan dalam penekanan tentang kebebasan individu. dan agama. mendasar untuk hidup. baik kualitatif dan kuantitatif. sebagai tujuan tindakan. bebas. Manfaat. dan kepemilikan. dan berkepemilikan. Tindakan manusia tidak hanya sesuatu yang tanpa tujuan. dilihat dari hasrat seseorang dan terdapatkriteria objektif yang mendasarkan dirinya pada nilai kemanfaatannya bagi manusia khususnya bagi keseluruhan manusia. Tujuan kebebasan dan tindakan insan adalah manfaat. Sebab. Pemerintahan bertujuan utama untuk melindungi hak-hak manusia seperti hak hidup. kebebasan bukanlah sebuah tujuan akhir.

com/manhaj/islam-dan- 6 . para pemikir liberal sejatinya berawal dari trauma terhadap "Tuhan" dan aturan-aturan agama yang pernah mendominasi masyarakat Barat di zaman Pertengahan. Islam dan Liberalisme. yang artinya: 4 Kholid Syamhudi. Padahal Allah berfirman. since the idea of God negates ourfreedom. jika filosof terkenal Perancis.tak heran. Sehingga menurut mereka manusia tu bebas berbuat. termasuk pemerintah. Dengan demikian liberalisme disini adalah sisi lain dari sekulerisme secara pengertian umum yaitu memisahkan agama dan membolehkan lepas dari ketentuannya. Mereka hanya dibatasi oleh undang-undang yang mereka buat sendiri dan tidak terikat dengan aturan agama. Mereka berpikir."  Asas Pemikiran Liberal4 Secara umum asas liberalisme ada tiga. Dari kebebasan inilah akan muncul kreativitas dan kemajuan sosial serta intelektual. Jean-Paul Sartre (1905-1980) memekikkan slogan yang menolak eksistensi Tuhan. diunduh pada tanggal 15 Mei 2011 http://ustadzkholid.Penekanan Mill terhadap aspek individualitas dari individu merupakan alasan terpenting keberadaan sebuah lembaga apa pun. Karena individualitas adalah susunan utama dari kebahagiaan manusia yang harus dijamin pemerintah. Sehingga manusia menjadi tuhan untuk dirinya dan penyembah hawa nafsunya serta bebas dari hukum ilahi dan tidak diperintahkan mengikuti ajaran ilahi. Jika ditelaah secara mendasar. it willstill necessary to reject him. berkeyakinan dan berhukum sesukanya tanpa batasan syari’at Allah. dengan membuang Tuhan dalam kebebasan mereka. Maka. a) Asas pertama: Kebebasan Yang dimaksud disini adalah setiap individu bebas dalam perbuatannya dan mandiri dalam tingkah lakunya tanpa diatur dari negara atau selainnya. maka merekaakan merasakan kebahagiaan. ide tentang Tuhan membatasi kebebasan manusia: "even if God existed. liberalisme/. Jika tidak. kebebasan. Sebab. Karena itu. kebebasan adalah hak manusia yang mendasar. yang tak lain adalah kebebasan. berkata. maka pemerintah tersebut harus diganti. individualis dan Aqlani (mendewakan akal).

maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui“. al-Jaatsiyah : 18] b) Asas kedua: Individualisme (Al-Fardiyah) Dalam hal ini ada dua pemahaman dalam Liberalisme:  Individual dalam pengertian ananiyah (keakuan) dan cinta diri sendiri. tiada sekutu baginya. Hal ini dapat tampak dari hal-hal berikut ini:  Kebebasan adalah hak-hak yang dibangun diatas dasar materi bukan perkara diluar dari materi yang dapat disaksikan dan cara mengetahuinya adalah dengan akal.dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. Sehingga -menurut mereka. c) Asas ketiga: Mendewakan Akal (Aqlaniyah) Dalam pengertian kemerdekaan akal dalam mengetahui dan mencapai kemaslahatan dan kemanfaatan tanpa butuh kepada kekuatan diluarnya. Pengertian inilah yang menguasai pemikiran eropa sejak masa kebangkitan eropa hingga abad keduapuluh masehi. yang artinya: “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu. Hakekatnya adalah menghilangkan komitmen agama. Rabb semesta alam. karena ia memberikan manusia hak untuk berkeyakinan semaunya dan menampakkannya serta tidak boleh mengkafirkannya walaupun ia 7 . hidupki dan matiku hanyalah untuk Allah.  Negara dijauhkan dari semua yang berhubungan dengan keyakinan agama. [QS. karena tidak mungkin mencapai hakekat sesuatu kecuali dengan perantara akal dari hasil percobaan yang ada. karena kebebasan menuntut tidak adanya satu yang pasti dan yakin.  Individual dalam pengertian kemerdekaan pribadi. pancaindra dan percobaan. [QS. Inilah pemahaman baru dalam agama liberal yang dikenal dengan Pragmatisme. Al-An'am: 162-163] dan firman Allah. ibadatku.“Katakanlah:”Sesungguhnya shalatku. Ini dinamakan ideologi toleransi (alMabda’ at-Tasaamuh).manusia sebelum melakukan percobaan tidak mengetahui apa-apa sehingga tidak mampu untuk memastikan sesuatu.

Http://Iskud.terbentuk untuk menjaga hak-hak asasi setiap orang. karena liberalisme menawarkan konsep kehidupan yang bebas dari pengawasan gereja dan raja. 2.Com/2009/10/16/Akar-Sejarah-Pemikiran-Liberal-Yang-Menyesatkan/.2 Akar Pemikiran Liberal5 Pemikiran liberal (liberalisme) adalah satu nama di antara nama-nama untuk menyebut ideologi Dunia Barat yang berkembang sejak masa Reformasi Gereja dan Renaissans yang menandai berakhirnya Abad Pertengahan (abad VXV). Hal ini menuntut negara terpisah total dari agama dan madzhab pemikiran yang ada. karena demokrasi juga diserukan oleh ideologi sosialisme-komunisme dengan nama “demokrasi rakyat”. Sumber hokum mereka dalam undang-undang dan individu adalah akal. yang secara harfiah berarti “bebas dari batasan” (free from restraint).Wordpress. Negara berkewajiban melindungi rakyatnya dalam hal ini. sebab negara -versi mereka. Disebut liberal. diunduh pada Tanggal 7 Mei 2011 8 . Ini jelas dibuat oleh akal yang hanya beriman kepada perkara kasat mata sehingga menganggap agama itu tidak ilmiyah dan tidak dapat dijadikan sumber ilmu. -Ta’alallahu ‘Amma Yaquluna ‘Uluwaan kabiran Undang-undang yang mengatur kebebasan ini dari tergelicir dalam kerusakan -versi seluruh kelompok liberal – adalah undang-undang buatan manusia yang bersandar kepada akal yang merdeka dan jauh dari syari’at Allah. Ideologi Barat itu juga dapat dinamai dengan istilah kapitalisme atau demokrasi. istilah demokrasi sering digunakan untuk menamai sistem politik atau pemerintahannya. Ini berkebalikan total dengan kehidupan Barat Abad Pertengahan ketika gereja dan raja mendominasi seluruh segi kehidupan manusia. Jika istilah kapitalisme lebih digunakan untuk menamai sistem ekonominya. yakni bentuk khusus demokrasi yang menjalankan fungsi diktatur proletar. 5 Shiddiq Al-Jawi. Akar Sejarah Pemikiran Liberal yang Menyesatkan. Namun monopoli istilah demokrasi untuk ideologi Barat ini sebenarnya kurang tepat.seorang mulhid.

Sekularisme inilah yang menjadi induk bagi lahirnya segala pemikiran dalam ideologi Barat. maka liberalisasi agama itu juga telah merambah kepada agamaagama hampir di seluruh dunia. yang lebih penting adalah memahami akar pemikiran liberal yang menjadi pondasi bagi seluruh struktur bangunan ideologi Barat. Begitu juga dengan liberalisasi dalam tubuh Kristen. termasuk Islam.blogspot. maupun liberalisme ekonomi. yang ketika itu sedang mendominasi masyarakat Barat.html. bergantung pada sudut pandang yang digunakan. ataupun agama. terutama terhadap agama Islam. ideologi Barat memang mempunyai banyak nama.com/2009/02/sejarah-liberalisme-dalam-agama. Sudah banyak teolog-teolog liberal yang bermunculan. Liberalisasi agama ini mula-mula muncul di Barat. Menurut Ahmad Al-Qashash dalam kitabnya Usus Al-Nahdhah AlRasyidah (1995:31) akar ideologi Barat adalah ide pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme). maka itu adalah salah satu bagian dari objek liberalisasi. Misalkan. Sejarah Liberalisme dalam Agama. liberalisme budaya. diunduh pada tanggal 8 Mei 2011 9 . Ketika itu sudah muncul gerakan Liberal Judaism (Yahudi Liberal) yang merupakan bagian lain dari sekte Yahudi sendiri. agama-lah yang kemudian menjadi aspek yang sangat berbahaya jika dipersandingkan dengan liberalisme. bahkan sudah menyebar di Indonesia.Walhasil. liberalisme politik. 2. Ada banyak objek atau aspek dari kehidupan ini yang telah dipersandingkan dengan liberalisme. Dalam agama Yahudi. Berbagai bentuk pemikiran liberal seperti liberalisme di bidang politik. ekonomi. yang pada gilirannya melahirkan pemisahan agama dari negara. yaitu sekularisme (fashl al-din ‘an al-hayah). Namun di antara sekian aspek tersebut. http://kajianislah. dengan objeknya adalah agama Kristen dan Yahudi. 6 Ekta Yudha Perdana. Tetapi seiring dengan adanya hegemoni peradaban Barat di era modern ini. liberalisasi sudah berkembang sejak abad ke19.3 Liberalisme dalam Agama6 Sebenarnya ketika membicarakan tentang liberalisme agama. semuanya berakar pada ide dasar yang sama. Namun.

perkembangannya terus menunjukkan angka sangat signifikan. minuman keras. Kini tinggal 10% saja yang dibaptis dan mau ke gereja. Ini diamini oleh Eric James. 10 . Herlianto. Jika yang demikian itu terjadi pada Islam. praktek perzinaan. Mau ke Mana?”. yang Kristen-nya 90%. dan harus mengikuti perkembangan sejarah. Dan hanya sekitar 3% yang rutin ke gereja tiap minggu. sudah menerima praktek homoseksual. Ia menghimbau kepada gereja agar memiliki toleransi terhadap praktek homoseksual. dalam bukunya yang berjudul “Gereja Modern. maupun pornografi. Karena standar kriminal yang mereka gunakan adalah standar kesepakatan dan kepantasan secara umum. Liberalisasi agama Islam artinya Islam adalah bagian dari sejarah dan harus mengikuti zaman. hanya setengahnya saja yang percaya pada dasar-dasar kepercayaan Kristen. Misalkan dari realita yang ada di Amsterdam. Agama adalah bagian dari sejarah. Sehingga semua ajaran-ajaran agama dapat berubah setiap saat dengan mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan nilai-nilai modern. Di sejumlah gereja di Eropa. adalah proses penempatan agama ke dalam bagian dari dinamika sejarah. Bagi masyarakat Barat. Agama dipaksa untuk tunduk kepada nilai-nilai modern. 46% penduduknya mengatakan bahwa agama sudah tidak diperlukan lagi. maka tidak ada lagi hal yang tetap atau tsawabit dalam Islam. Pada tahun 1987. Di Norwegia. dan mengizinkan perkawinan antara sesama laki-laki maupun sesama wanita. menurut laporan Institute for Public Opinian Research. menurut Adian Husaini. di Jerman. Nilai-nilai modernitas adalah dijadikan tolak ukur dalam proses liberalisasi agama. Perkembangan gereja-gereja di Barat sekarang ini sudah sangat memprihatinkan. Pasca munculnya pertama kali sekularisme dan liberalisme di Barat. tidak dianggap sebagai tindakan kriminal.Makna dari liberalisasi agama sendiri. seorang pejabat gereja Inggris yang menulis dalam bukunya “Homosexuality and a Pastoral Church”. ratusan tahun lalu 99% penduduknya beragama Kristen. Hal ini digambarkan sendiri oleh seorang aktivis Kristen asal Bandung. bukan nilai modern yang mengikuti agama.

Dari beberapa data di atas. Sekarang. “Islam modern”. penggunaan jilbab dilarang. maka tergambar sudah begitu parahnya arus liberalisasi dalam masyarakat Barat sekarang ini. “Islam tradisional”.Jika hal tersebut tidak mengganggu dan merugikan orang lain. Sehingga Turki yang dulunya kekuatan Islam Khilafah Utsmaniyah itu. perempuan juga mempunyai hak untuk menceraikan suaminya. Karena era modern sekarang memang mengusung jargon kebebasan. maka terjadilah Sekularisasi negara dengan mencontoh Barat. Beberapa hal penting yang perlu dicatat dari perombakan yang telah dilakukan al-Taturk seperti. 11 . Maka salah satu contoh dari hasil westernisasi dan globalisasi yang dilakukan Barat terhadap Islam itu adalah adanya penggunaan istilah-istilah seperti “Islam fundamentalis”. dan berbagai kata sifat lainnya yang pada akhirnya dipaksakan untuk membuntuti kata Islam. Kemudian lebih parah lagi adzan bahasa Arab diganti dengan bahasa Turki (bahasa lokal). Bentuk liberalisme semacam ini. bahasa Arab diganti dengan bahasa Barat. “Islam Liberal”. Melalui jalur inilah mereka menyebarkan budaya dan ideologinya. maka tindakan itu sah-sah saja. Ketika Islam di Turki dipimpin oleh Mustafa al-Tatruk. perubahan Hukum Syari’at Islam tentang perkawinan yang diganti dengan hukum Swiss. telah berubah menjadi sekuler. proses liberalisasi dalam agama Islam itu adalah hasil ketidakproporsionalan Barat terhadap Islam. Ini semua karena Barat sangat yakin akan keuniversalan pandangan hidupnya bagi seluruh umat manusia di dunia. ‘pembaharuan’ pemikiran di dunia Islam sebenarnya telah dimulai sejak awal keruntuhan Khilafah Utsmaniyah di Turki. Dalam Islam. mungkin bagi sebagian orang merupakan sebuah kewajaran di era modern. Barat memaksakan paham-paham mereka dan pandangan hidup mereka kepada Islam melalui jalur yang disebut dengan westernisasi dan globalisasi. Intinya semua identitas dan simbol-simbol Islam digantikan dengan identitas serta simbol dari Barat. Dalam hukum ini.

(Yogyakarta: Kreasi Wacana. Salah satu contohnya. tanpa ada rasa kritis dan filter. Secara worldview. penulis sampai pada kesimpulan bahwa Liberalisme adalah produk Barat yang saat ini dipaksakan untuk masuk ke dalam semua agama dan peradaban. maka mereka tidak akan menutup diri dari Islam. Istilah ini merujuk kepada sikap umum para pembaru Muslim dalam menghadapi kondisi umat Islam. sebenarnya belum tentu menjamin jika diterapkan pada kultur dan peradaban lain. Dari pemaparan ini semua. Barat memiliki anggapan adanya universalitas ideologinya di seluruh dunia. maka tirulah kami!” Liberalisme yang seolah menjadi sebab utama kemajuan Barat. dan bahkan dapat saling bertukar konsep dan sistem yang tidak bertentangan dengan pandangan hidup masing-masing. Maka tidak harus ada pemaksaan dalam konsep dan pandangan hidup. Maka sangat sulit untuk diterima akal seorang Muslim jika ada orang mengaku beragama Islam lantas meniru Barat secara membabi-buta sampai kepada akar-akarnya. Modernitas yang menjadi simbol Barat itu tidak lebih dari sekedar kulit luar yang bagus. yang menutupi substansinya yang busuk. dan tidak akan ada Islamofobia. pandangan Barat yang dikotomis. hal 75 12 . Kemujuan yang dicapai Barat dengan liberalisme dan sekularismenya itu hanyalah kemajuan semu. Barat dan Islam itu sangat berbeda jauh. Barat seakan mereka berkata. khususnya Islam.4 Akar Istilah Liberalisme Islam7 “Liberalisme Islam” atau “Islam liberal” adalah salah satu karakterisasi terhadap gerakan kebangkitan Islam yang dimulai sejak abad ke-19. 2. maka sebenarnya Barat dapat memahami worldview (pandangan hidup) Islam. “jika ingin maju. Dan jika Barat itu benar-benar konsisten dalam ke-liberalan-nya. Islam Ala Soekarno Jejak Langkah Pemikiran Islam Liberal Indonesia. 2003). khususnya dalam bidang pemikiran. dan sangat berbeda dengan Islam yang sifatnya tauhidi. Istilah “liberal” sendiri 7 Maslahul Falah.Padahal jika universalitas atau globalitas Barat itu dipahami secara adil. Dengan kemajuan teknologi dan modernitasnya itu.

Baik Smith.” Istilah “liberalisme Islam” secara lebih spesifik dan lebih “teknikal.” dan “Islam Protestan. Sarjana Barat pertama yang secara spesifik menggunakan istilah “liberalisme Islam” adalah Wilfred Cantwell Smith.” digunakan pada tahun 1980-an. Penulis lainnya yang menggunakan istilah “liberal” adalah Albert Hourani. Islamic Liberalism: A Critique of Development Ideologies. ahli Islam asal Kanada yang dikenal sangat simpatik.” “Islam aktif. Binder memiliki subyektifitas yang besar pada disiplin ilmu yang 13 . seperti “Islam dinamis. Kata ini digunakan Smith untuk merujuk kecenderungan intelektualisme dan humanisme dalam pemikiran Islam modern. jika disuruh memilih. dan dogmatis. Hourani memang tidak secara spesifik menggunakan istilah “Liberal Islam. Paling tidak sejak tahun 1950-an.” tapi istilah “Liberal Age” yang digunakannya dalam konteks pemikiran bangsa Arab juga mencakup pemikiran Islam secara umum.A.” Namun. Sarjana lainnya yang menggunakan istilah “Islam liberal” adalah Asaf A. Arabic Thought in the Liberal Age.baru digunakan belakangan. istilah “liberal” pada awalnya merujuk secara umum kepada makna “kebebasan. Fyzee memberika beberapa alternatif penamaan menyangkut fenomena pembaruan pemikiran Islam. dalam bukunya yang terkenal. Hourani.” “Islam progresif. maka “Islam Liberal. Di sini. maupun Fyzee menggunakan istilah “liberal” untuk merujuk sebuah kecenderungan umum para pembaru Muslim yang berusaha membebaskan diri mereka dari belenggu penafsiran pemahaman dan penafsiran agama yang kaku. penulis Pakistan. Smith menggunakan istilah ini dalam bukunya Islam in Modern History. dalam bukunya. Intelektualisme dan humanisme adalah inti dari gerakan liberalisme yang berkembang di dunia Barat. A Modern Approach to Islam. sempit. sarjana Inggris keturunan Palestina. khususnya ketika Leonard Binder menulis bukunya. ketika para sarjana di Barat mulai banyak menulis tentang fenomena modern kebangkitan Islam. Dalam buku ini.” adalah istilah yang layak dipertimbangkan. Fyzee. Sebagai ilmuwan politik.

yakni Ali Abd alRaziq dan Sayyid Qutb. di mana tema-tema filsafat politik semacam sekularisme. hak-hak warga negara. Karena kita hidup dalam situasi yang dinamis dan selalu berubah.” Batasan ini sangat penting. tapi karena ia memberikan batasan yang tegas antara Islam yang “liberal” dan Islam yang “tak-liberal. istilah “liberalisme Islam” yang sebelumnya bermakna “kebebasan” dalam pengertiannya yang umum mengerucut kepada liberalisme politik. bukan karena dia membuat makna “liberalisme” dalam Islam menjadi lebih spesifik ke arah politik. Abd al-Raziq adalah tipikal pembaru Muslim liberal. Menurut Binder. dan politis. karena sejak tahun 1970-an. Ia tidak lagi sepenuhnya memiliki karakter “liberal” seperti pada awal-awal era kebangkitan (dan karena ini Hourani menyebutnya sebagai “liberal age”). sehingga agar agama tetap relevan.5 Gerakan Liberalisme dalam Islam Liberalisme dalam Islam. Peran Binder dalam mempopulerkan istilah “liberalisme Islam” cukup besar. hubungan agama-negara. Binder mengambil contoh kontras dua tokoh Islam asal Mesir. menjadi tema sentralnya. mempertimbangkan budaya. karakter wacana kebangkitan Islam semakin kabur. sementara Qutb adalah tipikal Muslim “tak-liberal.” Dalam pemikiran politik. Jembatannya adalah melakukan penafsiran-penafsiran ulang sehingga Islam menjadi agama yang hidup. dan kebebasan sipil. Tafsir yang dimaksud adalah tafsir yang membebaskan. yaitu tafsir yang akan dijadikan pisau analisis untuk melihat problem kemanusiaan. Dalam bukunya tersebut.dimilikinya. diperlukan sebuah cara pandang baru atau tafsir baru dalam melihat dan memahami agama. Di tangan Binder. tapi juga muncul karakter baru yang lebih bersifat puritan. menurut mereka. demokrasi liberal. 14 . Binder menggunakan istilah “liberalisme Islam” dengan tekanan yang sangat kuat sekali pada pemikiran politik. tekstual. 2. menurut kelompok Islam Progresif adalah keinginan menjembatani antara masa lalu dengan masa sekarang. dan lebih mengerucut lagi kepada fenomena Liberalisme Barat.

dan pandangan ini mungkin berasal dari tradisi Sufi dan tasawuf Islam 2) Ciri Umum Beberapa ciri umum paham ini adalah: • • • Otonomi (kewenangan) individu untuk menafsirkan Al Quran dan hadits Pandangan yang lebih kritis terhadap berbagai teks agama serta pandangan tradisi dalam islam Persamaan Gender dalam semua aspek ritual agama 8 Abdul A’la.menghilangkan ketergantungan pada sebuah fase sejarah tertentu dan menjadikan doktrin agama sebagai sumber etis untuk melakukan perubahan. Aliran-aliran ini memiliki persamaan yakni berfalsafah yang bergantung kepada ijtihad. Mereka percaya bahwa ajaran mereka sejalan dengan ajaran Islam. Muslim yang menyebut diri mereka sebagai progresif bisa dikatakan mengamalkan Islam yang liberal karena mereka telah mencetuskan beberapa pemikiran liberal dalam Islam. Bukan Perpecahan Agama Fenomena ini adalah salah satu dari gerakan-gerakan pembaharuan dalam Islam bukannya satu usaha perpecahan agama. Mereka ini umumnya menyatakan ingin kembali pada hukum-hukum islam terdahulu dan tujuan asal etika dan pendekatan majmuk (pluralistik) kitab suci. hal 47 15 . Muslim yang berfikiran liberal tidak harus bergantung kepada interpretasi ulama tradisional tentang al Quran dan Hadits. dari Neomodernisme ke Islam Liberal. Fokus mereka kepada interpretasi individu dan etika. Mereka mengklaim percaya kepada rukun dasar dalam Islam seperti Rukun Iman dan Rukun Islam. Perbedaan utama mereka dengan aliran konservatif Islam adalah interpretasi aplikasi nilai-nilai inti Islam dalam kehidupan moden. 1) Pembaharuan.8 Fenomena pemikiran Islam yang liberal sebenarnya tidak begitu jelas sebagai satu aliran pemikiran yang merata. Jejak Fazlur Rahman dalam Wacana Islam di Indonesia. 2003). dibanding dengan maksud literal kitab suci. (Jakarta: Paramadina. Akan tetapi beberapa ahli berpendapat bahwa Islam progresif (modern) dan Islam liberal adalah dua aliran yang berbeda.

Maka dari itu. Mereka juga kritis dalam konsep wanita sebagai kepala negara dan wanita tidak seharusnya 16 . Mereka menganggap tafsiran hendaklah mempertimbangkan keadaan pada masa ini. ijtihad tidak bisa diimplementasikan pada persoalan-persoalan yang telah disinggung oleh nash (la ijtihada fi mauridin-nash). pakaian dan praktik Mengggalakkan penggunaan ijtihad dan fitrah 3) Pokok Pemikiran  Ijtihad (Penafsiran Ulang) Muslim liberal selalu menggugurkan tafsiran Quran yang mereka rasa terlalu konservatif. mengemukakan gagasan bahwa untuk meliberalisasi syari’at Islam. Metode yang tepat untuk digunakan adalah dengan mengaplikasikan hermeneutika menggunakan standar utama HAM dan hukum-hukum internasional. tidak bisa ditempuh dengan metode ijtihad. Sebab menurutnya. usaha untuk memodernkan syari’at Islam harus ditempuh dengan dekonstruksi.• • Pandangan yang lebih terbuka pada budaya modern termasuk dalam bidang adat istiadat. kepada tafsiran yang lebih sesuai dengan keadaan saat ini dan menyesuaikan dengan kehidupan modern. Abdullah Ahmad an-Na’im. di mana anak perempuan menerima kurang dari anak lelaki. karena hukum Islam banyak mengambil dari Hadits dan bukan dari teks Al Quran. seorang tokoh pemikir Islam Liberal dari Sudan dan sering dijadikan rujukan oleh para pemikir liberal di Indonesia. akibatnya terdapat banyak kerancuan dalam isu-isu hukum dalam islam.  Feminisme Muslim liberal bersifat kritis mengenai kedudukan wanita dalam tradisi masyarakat Islam terutama konsep poligami dan hak pewarisan harta pusaka.  Hak Asasi Manusia (Humanisme) Muslim liberal percaya bahwa Islam menggalakkan konsep persamaan dalam segenap aspek. menggugurkan bangunan metodologi syari’at dan aturan-aturan syari’at itu sendiri. Penggunaan Hadits dipersoalkan.

Para Muslim yang berpikir liberal ini juga menolak kewajiban seorang perempuan memakai hijab (jilbab).  Sekularisme Beberapa Muslim liberal lebih menyukai ide tentang demokrasi sekuler modern.  Ketergantungan pada Paham Sekuler Mereka ini selalu berpikir skeptis (tidak mudah percaya) terhadap kebenaran ilmu-ilmu yang berbaur dalam Islam seperti ekonomi Islam. Kristen. Mereka (kaum Liberal) lebih suka merujuk kepada hasil kerja para ahli ilmu pengetahuan dari Barat. dengan mengklaim bahwa memakai pakaian yang sopan itu sudah cukup baik untuk lelaki maupun perempuan. beberapa Muslim liberal setuju jika wanita menjadi imam dalam sholat dengan makmum lelaki dan perempuan. Gagasan jihad lebih difahami sebagai perjuangan dalam diri sendiri daripada perjuangan bersenjata.diasingkan dari lelaki dalam masjid. Gerakan Liberalisme dalam Islam.id/translate? hl=id&sl=ms&u=http://ms. yang memisahkan antara negara dan agama. sekaligus bertentangan dengan ide penyatuan antara agama dan politik. sejarah Islam dan filsafat Islam sebagai satu cabang ilmu.google. bahwa hukum-hukum dalam Al Quran itu diciptakan Tuhan untuk masyarakat pada masa-masa tertentu.org/wiki/Gerakan_liberalisme_dalam_Islam&ei=AyXRTcuT E8TorQej7vjCCg&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=3&ved=0CCcQ7gEwAjgU&prev=/sea rch%3Fq%3Dliberalisme%2Bislam%26start%3D20%26hl%3Did%26sa%3DN%26biw 17 . Penggunaan hukum Syariah islam diperdebatkan.  Toleransi dan Menolak Kekerasan Mereka lebih terbuka kepada dialog antara agama untuk menyelesaikan konflik dengan pemeluk agama lain (Yahudi. http://translate. Namum adapula dari mereka yang masih mengenakan jilbabs sebagai simbol menentang perlakuan terhadap perempuan sebagai objek seksual. sains Islam. dan akal harus digunakan untuk penyelesaian masalah dalam konteks terkini. yang seharusnya terpisah dari bidang ilmu utamanya. dll) dan mazhab-mazhab lain dalam Islam.co. Argumen mereka banyak menggunakan teori Muktazilah. Hindu.wikipedia.9 9 Reza Aslan. Budha. Mereka menganggap penyebaran cabangcabang ilmu ini sebagai propaganda Muslim konservatif.

Selanjutnya.com/2009/03/02/fenomena-islam-liberal-di-indonesia/. idiom-idiom keIslaman dan kearaban dihapuskan diganti dengan simbol.wordpress. sejumlah tokoh Islam menganjurkan dan menyerukan adanya pembaharuan Islam dengan mencontoh Barat. al-Tatruk dengan penuh kepongahan merombak total tatanan prinsipprinip Islam. Setelah itu semua. Ia juga mengganti Hukum Syari’at tentang perkawinan Islam dengan diganti hukum Swiss. Selain Turki. diunduh pada tanggal 8 Mei 2011 10 Brobram. pada 8 Mei 2011 Indonesia. Selanjutnya. Untuk mengapreasiasi kemajuan Barat itu. sempurnalah bekas khilafah ‘Utsmaniyah itu menjadi Republik Turki yang sekular.6 Sejarah Masuknya Pemikiran Liberalisme Islam di Indonesia10 kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di Barat telah membuat sebagian kalangan umat Islam terkagum-kagum dan mengalami shock culture. Pendek kata.2. diunduh 18 . identitas dan tradisi Barat. Fenomena Islam Liberal di http://kubanggajah. di mana perempuan punya hak cerai sama dengan laki-laki. Setelah berhasil mendelegitimasi kewenangan khalifah dan Pengadilan Khusus Agama (Islam). semua identitas. dan penggunaan bahasa Arab pun diganti dengan bahasa Barat. dunia Islam yang kecipratan dengan pembaharuan Islam adalah Mesir. Islam Turki di bawah komando Mustafa al-Tatruk didekontruksi sedemikian rupa seperti Barat. dan diganti dengan sekolah ala Barat. Dari situ terjadilah kontak masyarakat Mesir dengan budaya Barat. Pembaharuan di negeri Kinanah ini mulai terjadi ketika utusan Perancis Napoleon Bonaparte dan sejumlah ilmuan yang ikut rombongannya datang ke negeri itu. Yang lebih parah lagi adalah adzan bahasa Arab diganti dengan bahasa lokal (Turki). jilbab dilarang. Tak hanya itu. %3D1116%26bih%3D427%26prmd%3Divns. sekolah-sekolah agama (madrasah) dan perguruan tinggi agama dibubarkan. Pembaharuan pemikiran di dunia Islam dimulai ketika Khilafah Utsmaniyah di Turki diambang kehancuran.

Musthafa A. Di antara pembaharuan yang digaungkan al-Thahthawi adalah penyesuaian penafsiran/interpretasi syari’at dengan kondisi zaman modern. Dari sini pula muncul tokoh-tokoh sekular. Raziq. Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyahnya. khurafat serta bid’ah di masyarakat Indonesia telah membuat KH.  Merambah ke Indonesia Gaung dan gerakan pembaharuan di Mesir rupanya juga merambah ke Indonesia. dan lain-lainnya yang senada. Ahmad Dahlan untuk melakukan pembaharuan Islam di Indonesia. Tafsir al-Manar. pembaharuan yang digerakkan oleh mereka itu memakai pendekatan teologi atau pemikiran Mu’tazilah (rasionalisme). Portugis. Faktor-faktor inilah yang mendorong pembaharuan Islam oleh Kyai Dahlan bersama Muhammadiyahnya. pembaharuan Islam dimulai. di tengah perjalanan ia membaca karya ‘Abduh dan Ridla. Menurut Harun. maka diutuslah pelajar-pelajar Mesir untuk belajar di Paris dengan pengawasan imam. 19 . Sekembalinya dari pengembaraan dari negeri Barat pemikiran al-Thahthawi cukup berpengaruh dalam masyarakat Mesir saat itu. Sa’ad Zaghlul. barulah Jamaluddin al-Afghani datang ke Mesir. Ketika pendiri Muhammadiyah itu melakukan perjalanan ke Mekah untuk belajar di sana. Adalah Rifa’ al-Thahthawi (1803-1873) dari imam-imam yang diutus untuk belajar ke sana. Untuk kepentingan ini. sebagian ulama Mesir mendukung program pembaharuan model Barat itu. Pembaharuan yang dibawa al-Afghani selanjutnya dilanjutkan oleh Muhammad ‘Abduh dan muridnya Rasyid Ridla. Thaha Husein. Gagasan pembaharuan Kyai Dahlan sendiri merupakan pengaruh dari tokoh-tokoh Mesir.Seperti yang dialami Turki. Selain karena pengaruh Mesir. sebut saja misalnya. Sepulangnya dari menimba ilmu itu. Ahmad Dahlan prihatin sekaligus protes keras. dan menyuarakan hal yang serupa. rupanya Tafsir al-Manar telah menginspirasi KH. Melalui KH.liberal. ‘Ali Abdul Raziq. Setelah ia wafat. dan Belanda) dan parktik takhayul. penetrasi misi Katholik-Protestan dari penjajah (Spanyol. Ahmad Amin.

soal ru’yah al-Hilal. kendati nama IAIN sudah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). program liberalisasi pemikiran Islam segera ditabuh dan digulirkan. Kewajiban memakai buku-buku karya Harun itu berlangsung sampai kini di semua jurusan atau program studi. dalam pandangan Harun. Belasan tahun kemudian. Misalnya. patung. musik. bukunya yang berjudul Islam Rasional juga menjadi bacaan dan referensi ”wajib” di kalangan dosen dan mahasiswa IAIN. sekitar 1969. Menurut mantan muridnya di program Pascasarjana IAIN. ia kemudian bekerja di Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Untuk merealisasikan liberalisme. Tentunya keberhasilan Harun menggeser dan mengubah model pemikiran di lingkungan IAIN ketika itu tak lepas dari dukungan politik dari pemerintah Orde Baru. Harun memang dikenal gigih dan serius berkiprah di pendidikan tinggi. 20 . dan lain-lainnya. Ia punya dedikasi tinggi untuk mengawal dan membesarkan IAIN sebagaimana yang ia harapkan seperti lahirnya para pemikir liberal sekular di Mesir. IAIN Jakarta di bawah komandonya mewajibakan para mahasiswa membaca buku-buku karyanya. Ahmad Dardiri. Dr. justru Harun sendirilah yang dikenal sebagai lokomotif liberalisme di Indonesia melalui lembaga pendidikan tinggi. Filsafat Agama. tapi pada masalah cabang (furu’). Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Pembaharuan demikian berbeda dengan yang terjadi di Mesir dan Turki. Teologi Islam.Mukti ‘Ali menunjuk dia sebagai Rektor IAIN Syarif Hidayatullah. antara lain.Kendati begitu. gambar. tahlilan. Ketika pemerintah. pembaharuan yang disuarakan Muhammadiyah bukanlah pembaharuan yang prinsipil dan menyangkut hal-hal dasar (ushul). Maka di tangan Harun-lah UIN/IAIN/STAIN berhasil di-Mu’tazilahkan. Harun mempromosikan dan mensosialisasikan paham Mu’tazilah. dalam hal ini Menteri Agama (Menag) A. Sebagai orang yang pernah belajar di Mesir dan di Barat. kenduri. Harun sangat perhatian dengan mahasiswanya dalam berbagai hal. Setelah pulang dari Mesir.

Hampir seluruh UIN/ IAIN/ STAIN di seluruh Indonesia kini telah menjadi gerbong terbesar proyek liberalisasi pendidikan dan studi Islam. 21 . Misalnya. “Tidak apa-apa. seorang dosen ilmu Hadis di Prodi Tafsir Hadis UIN Jakarta juga mengaku tak ada persoalan dengan hal itu. dan lain-lain. Setelah berjalan selama hampir 40 tahun. Demikian pula mata kuliah Kajian Orientalis terhadap Al-Qur’an dan Hadits.“Bimbingan tesis ataupun disertasi betul-betul ia tangani dengan serius. Tentunya juga. Ini berbeda dengan Cak Nur yang kadang kurang serius dengan bimbingan tesis atau disertasi mahasiswa. Farid Essack. baik dari kalangan Muslim maupun Kristen. Tujuan pengajaran mata kuliah Hermeneutika dan Semiotika adalah “Mahasiswa dapat menjelaskan dan menerapkan ilmu Hermeneutika dan Semiotika terhadap kajian al-Qur’an dan Hadis. Hal ini dianggap strategis karena studi Al-Qur’an merupakan mata kuliah umum wajib yang harus diambil seluruh mahasiswa. Referensi dan sumber dua mata kuliah ini adalah para pengibar liberalisme Studi Al-Qur’an. entah karena tak paham tentang bahaya penerapan hermeneutika dalam studi Al-Qur’an atau karena alasan lain. Hans G. ” ujarnya. liberalisasi Islam akan mudah berjalan dan kena sasaran bila leberalisasi Studi AlQur’an diperkuat dan dikurikulumkan. liberalisasi lebih ditekankan pada studi teologi/ilmu Kalam.” Mahasiswa dapat menjelaskan dan menerapkan kajian orientalis terhadap al-Qur’an dan Hadits.” Sedangkan untuk Kajian Orientalis bertujuan. Gadamer. Waktunya tersita dengan kegiatan di luar IAIN. Norman Calder. maka saat ini fokusnya adalah pada studi Al-Qur’an. Itu bagus-bagus saja. Proyek liberalisasi Studi Al-Qur’an ini semakin gencar dan serius dengan dimasukanya mata kuliah Hermeneutika dan Semiotika di Program Studi Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. usaha Harun menemukan hasilnya. Pak Harun betul-betul serius untuk berkiprah di dunia pendidikan. Muhammad Arkoun. ” katanya. Bila di masa Harun.” Atas pengajaran mata kuliah Hermeneutika ini.

Kisah yang mirip dan serupa juga terjadi di UIN/IAIN/STAIN lainnya. disebutkan. Sabi’in. tapi juga oleh beberapa aktivis. juga karena mendapat kucuran dana berlimpah dari The Asian Foundation.Pengajaran Studi Al-Qur’an dengan metode Barat itu. Sebab. Mereka begitu ”gigih dan getol” mengkampanyekan liberalisme. menyebutkan. lembaga swadaya masyarakat (LSM). Mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal atas keimanan dan segala 22 . Inilah ironi Studi Al-Qur’an di perguruan tinggi (Islam) kita. Dalam disertasi aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) ini. Misalnya. Kasus liberalisasi Studi Al-Qur’an di Indonesia memang sangat ironis dan memprihatinkan. tak akan pernah disia-siakan oleh Allah. kini telah melahirkan banyak mahasiswa/i dan sarjana UIN/IAIN/STAIN yang meragukan. menghujat. percaya akan Hari Akhir. Laporan majalah pekanan GATRA edisi 7 Juni 2006. Ini adalah sebuah tindakan yang tak beradab dan tak terpuji. dan lain-lain – yang menyatakan hanya beriman kepada Allah. seorang dosen IAIN Surabaya di depan para mahasiswanya membuat adegan menginjak-injak lafaz Allah dengan kakinya tanpa merasa berdosa. bahkan melecehkan Al-Qur’an. untuk mempromosikan agendanya mereka menjalin kerjasama dengan beberapa media massa. para petinggi ormas Islam. lembaga penelitian. Padahal dia adalah pengampu mata kuliah Sejarah Peradaban Islam. Dengan dukungan dana yang relatif besar. Padahal dalam disertasi ini banyak penafsiran al-Qur'an yang mengabaikan dan memisahkan antara keimanan kepada Allah Swt dengan keimanan terhadap nabi Muhammad Saw. Moqsith Ghazali. ”secara eksplisit Al-Quran menegaskan bahwa siapa saja – Yahudi. proyek ini tidak hanya dilakukan oleh sejumlah akademisi. pengasuh pondok pesantren. selain ingin lepas dan bebas dari Syari’at Islam. dosen pembimbing tesis atau disertasi di UIN Jakarta sering mengolok-olok ketika ada mahasiswa/i dalam tesis/disertasinya mengutip ayat AlQur’an ataupun Hadis Nabi Saw. dan melakukan amal saleh. Nashrani. Kasus yang teranyar adalah tindakan tidak fair enam guru besar yang meluluskan disertasi Abd. dan sebagainya.

Nasaruddin Umar. Dr. Prof. Salman Harun. karena setiap agama lahir dalam konteks historis dan tantangannya sendiri. yakni Prof. Salman Harun. Prof. Bahkan mantan dekan Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta itu membuat kritik tertulis.” Disertasi berjudul. Komaruddin Hidayat. Dr. Nasaruddin Umar. Azyumardi Azra (Ketua Sidang dan juga Direktur Pasca Sarjana UIN Jakarta). Dr. non muslim juga bisa. amal seorang Yahudi. Salman khawatir disertasi ini akan memperkuat tuduhan sebagian kalangan bahwa UIN adalah tempat kristenisasi.Jawi (1813-1899) tentang bisa tidaknya non-muslim masuk surga. Mulyadhi Kartanegara. Dengan memperhatikan kesamaan tujuan ini. Perspektif Al-Quran tentang Pluralitas Umat Beragama dibimbing oleh Prof. semua agama terutama yang berada dalam rumpun tradisi abrahamik mengarah pada tujuan yang sama. Dr. Suwito. Dr. Dr. Walau begitu. Prof. Prof. Dr. Dr. Ia menyatakan. Kautsar Azhari Noer. hanya satu guru besar yang tidak meluluskan disertasi yang kontroversial ini. menjelaskan. Dr. yakni kemaslahatan dunia dan kemaslahatan akhirat. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Jakarta). ”Agama yang satu tak membatalkan agama yang lain. Konon baru kali ini di UIN Jakarta ada penguji yang sampai membuat kritik tertulis ketika menguji. Prof. Dr.” Jadi tanpa beriman kepada Rasulullah Muhammad. Zainun Kamal dan Prof. Salman menilai Abd. perbedaan eksoterik agama-agama mestinya tak perlu dirisaukan. Moqsith dinilai tak utuh mengutip Ibnu Katsir (1300-1373) Ia menambahkan.jerih payahnya. dua ulama itu berkesimpulan hanya Muslim yang masuk surga. Kristen dan Sabi'in sama kedudukannya dengan amal orang Muslim. Yang lebih parah lagi adalah ketika penulis membahas tentang ”Pengakuan dan Keselamatan Umat non-Muslim”.Moqsith salah memahami penggalan buku Nawawi Al. Bertindak sebagai penguji adalah Prof. Tapi Moqsith menyimpulkan. Orientalis modern William Montogomerry Watt. Prof. M.A (Dirjen Bimas Islam dan guru besar ilmu tafsir di UIN Jakarta) dan Prof. mereka yang disebut liberal adalah orang-orang Islam yang banyak memahami Islam 23 . Dr. Dari tujuh guru besar.

Oleh karena itu. Wahyu tidak hanya berhenti pada zaman Nabi Muhammad saja (wahyu verbal memang telah selesai dalam bentuk al-Qur’an). Muhammad adalah tokoh histories yang harus dikaji secara kritis karena beliau adalah juga manusia yang banyak memiliki kesalahan. pemikiran liberal sebenarnya lebih tepat disebut “Pemikiran Iblis” dari pada “Pemikiran Islam”. 2. Agama adalah urusan pribadi. jual-beli. tapi mereka masih mengaku sebagai Muslim (William Montogomerry Watt. Fundamentalisme dan Modernity in Islam). Hukum Tuhan itu tidak ada. zina. dan pernikahan itu sepenuhnya diserahkan kepada umat Islam sendiri sebagai penerjemahan nilai-nilai universal.dengan sudut pandang Barat dan melakukan kritik-kritik terhadap Islam baik secara implicit atau eksplisit. Hukum mencuri. Umat Islam tidak boleh memisahkan diri dari umat lain. Tapi wahyu dalam 24 . Produk hukum Islam klasik (fiqh) yang membedakan antara muslim dengan non muslim harus diamandemen berdasarkan prinsip kesederajatan universal manusia. 7. Kita tidak wajib meniru rasulllah secara harfiah. Karena itu larangan perkawinan antara wanita muslimah dengan pria non muslim sudah tidak relevan lagi 2.7 Penolakan Konsep Liberalisme Islam Ditinjau dari sudut kebahasaan penggandengan antara kata “Islam” dan “Liberal” itu tidak tepat. 4. sedangkan urusan Negara adalah murni kesepakatan masyarakat secara demokratis. sebab munusia adalah keluarga universal yang memiliki kedudukan yang sederajat. Ajaran islam dalam konsep liberalisme: 1. sedangkan liberal artinya bebas dalam pengertian tidak harus tunduk kepada ajaran Agama (al-Qur’an dan Hadis). 6. Sebab Islam itu artinya tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah. Rasulullah berhasil menerjemahkan nilai-nilai Islam universal di Madinah secara kontekstual. karena makhluk pertama yang tidak taat kepada Allah adalah Iblis. 5. Maka kita harus dapat menerjemahkan nilai itu sesuai dengan konteks yang ada dalam bentuk yang lain. 3.

dan semua suku bangsa. timur dan barat. 12. dan seterusnya. 9. maka Agama (Islam) juga harus berkembang dan berproses demi kebaikan manusia. yaitu untuk kebaikan manusia. melainkan juga bisa berupa agama. Karena semua temuan manusia adalah wahyu.bentuk temuan ahli fikir akan terus berlanjut. http://liberalisme. Agama adalah baju. Maka sangat konyol orang yang bertikai karena perbedaan baju (agama).Misi utama Islam adalah penegakan keadilan. semua agama. memelihara jenggot. Umat Islam tidak perlu memperjuangkan jilbab. Nilai Islami itu bisa terdapat di semua tempat. Akan tetapi.11 Dalam sejarah kemunculannya. Mereka adalah pemalas yang tidak mau berfikir. maka itu adalah fosil Islam yang sudah tidak berguna lagi. 8.com/2005/09/21/pemikiranislam-liberal/. sebab temuan akal juga merupakan wahyu karena akal adalah anugerah Tuhan. 11 Amanah. otoritarianisme (paham yang otoriter) itu saat ini tidak hanya berwujud negara. Orang yang beranggapan bahwa semua masalah dapat diselesaikan dengan syariat adalah orang kolot dan dogmatis 14. dan perbedaan agama sama dengan perbedaan baju. 11. Karena keadaan umat manusia itu berkembang. liberalisme adalah lawan dari fundamentalisme dan otoritarianisme yang berwujud lembaga negara. dan sebagainya. Kalau Islam itu diartikan sebagai paket sempurna seperti zaman rasulullah. tepatnya agama dalam wujud sekumpulan pemikiran-pemikiran Islam yang sudah dianggap baku. 13. Maka melihat Islam harus dilihat dari isinya bukan bentuknya. Islam adalah proses yang tidak pernah berhenti. yaitu penyerahan diri kepada Tuhan. maka umat Islam tidak perlu membuat garis pemisah antara Islam dan Kristen. Memperjuangkan tegaknya syariat Islam adalah wujud ketidakberdayaan umat Islam dalam menyelesaikan masalah secara arasional. 10.blogsome. Pemikiran Islam Liberal. semua agama mempunyai tujuan pokok yang sama. diuduh pada tanggal 9 Mei 2011 25 . menurut Dawam Raharjo.

kesetaraan jender. dari sejak Adam diciptakan ia dinyatakan lebih tinggi derajatnya daripada malaikat disebabkan akalnya. Budhy kemudian menyebutkan tiga madzhab Islam Liberal ketika berhadapan dengan syari’at. Untuk menghadapi persoalan kontemporer ini jangan lagi terikat pada paradigma lama dan pada teks yang tidak bisa berubah dan diubah (wahyu/al-Qur`an dan Sunnah). Ijtihad itu sendiri. Islam dari sejak awal mempunyai solusi umum atas problem kontemporer seperti pluralisme. Konsep ijtihad ini kemudian sering dilakukan oleh Khalifah ‘Umar ibn al-Khaththab. yang kemudian dilestarikan oleh kelompok Mu’tazilah dan filosof yang mempraktikkan liberalisasi pemikiran Islam. kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian. adalah bentuk liberalisme dalam Islam. dan lainnya. Dawam menegaskan bahwa penggunaan akal itu merupakan perintah Tuhan. feminisme.  Madzhab Islam Liberal Mengutip yaitu: Pertama. Maka dari itu liberalisme juga harus diarahkan kepada pemikiran-pemikiran Islam yang sudah dianggap memfosil ini. yang dipastikan tidak akan mampu menjawab fenomena-fenomena baru yang terjadi dalam kehidupan manusia. Kepada Mu’adz ibn Jabal yang diutusnya ke Yaman. Dalam hal ini maka liberalisasi. filsafat atau tasawuf yang biasa dilestarikan oleh para ulama dan berujung pada jargon “pintu ijtihad telah tertutup”. syari’ah jika dipahami dengan benar. antum a’lamu bi umuri dunyakum. HAM. sifatnya sudah liberal. menurut Dawam. melainkan hanya mengandalkan kemampuan akal budi manusia yang telah dianugerahkan Tuhan dan telah diperintahkan oleh-Nya untuk digunakan. . hak-hak asasi manusia. karena menurutnya. Bahkan kelompok yang 26 penjelasan Charlez Kurzman.baik itu dalam bidang fiqh. demokrasi. Menurut kelompok ini. Nabi saw memberikan restu kepadanya untuk melakukan ijtihad. sekularisme. Nabi saw sendiri pernah memberitahukan kepada seorang petani kurma di Madinah. liberal syari’ah (syari’ah yang liberal). merupakan sebuah kemestian agar Islam mampu menghadapi isu-isu kontemporer seperti demokrasi. kesetaraan agama-agama dan hubungan antar agama. kalam. menurut Dawam.

menurut Budhy. menurut Budhy. Sebab syari’at tidak langsung turun dari Allah. kelompok ini menilai bahwa syari’at Islam tidak banyak bicara mengenai isu-isu kontemporer. tetapi selalu merupakan penafsiran manusia atas apa yang diturunkan oleh Allah swt. demokrasi. termasuk persoalan-persoalan kontemporer seperti telah disebutkan di atas. silent syari’ah (syariat yang diam mengenai masalah itu). Bahkan menurut kelompok ini. kemaslahatan. penebusan tawanan perang. Berbeda terbalik dengan kelompok liberal syari’ah. Prinsip-prinsip etis yang dimaksud adalah etika keadilan. tetapi yang mengatur kehidupan sosial sekitar 500-an. interpreted syari’ah (syari’at yang perlu ditafsirkan ulang). ayat al-Qur`an berjumlah 6000-an. Bukti yang sering dijadikan dalil oleh mereka adalah penghargaan atas pluralitas agama. jika ada ayat-ayat yang bertentangan dengan prinsip-prinsip etis tersebut maka ayat-ayat itu harus dipahami berdasarkan prinsip etis itu atau kalau tidak bias. adalah kelompok Islam Liberal yang paling banyak dijumpai di negara Muslim. Selain itu ajaran syura yang menurut mereka merupakan implementasi dari demokrasi. Dalam perspektif Barat. HAM. al-Qur`an justru banyak bertentangan dengan nilai-nilai liberal. mereka menggunakan prinsip-prinsip etis al-Qur`an sebagai standar utamanya. dan masyarakat sipil sudah dipraktikkan oleh Nabi saw pada masyarakat Madinah waktu itu. Artinya. oleh karenanya harus dipikirkan secara kreatif. Kedua. Kelompok ini. Banyak sekali persoalan kehidupan yang tidak disinggung al-Qur`an. Ketiga.ini. dinyatakan batal sama sekali. Kelompok ini mengedepankan satu epistemologi yang menegaskan perlunya keragaman dalam menafsirkan teks-teks keagamaan. seperti diwenangkannya pemilikan budak. Dalam melakukan penafsiran. sering berapologi bahwa liberalisme dalam Islam sudah ada lebih dulu daripada liberalisme Barat. dan pemotongan organ tubuh pelaku kriminal. Bukti lainnya adalah khutbah wada’ yang menurut mereka memuat pesan-pesan humanis (kemanusiaan) dan egaliter (persamaan). Dan usaha untuk mencari otentisitas Islam lebih terlihat kesungguhannya pada golongan ini. golongan ini paling dekat dengan sensibilitas liberalisme Barat. 27 . Menurutnya. Di antara tokohnya adalah Harun Nasution.

sebab demokrasi sudah sesuai dengan ajaran Islam. perdamaian. dan etika kasih sayang. Metode yang tepat untuk digunakan 28 . jika al-Qur`an mengajarkan prinsip persaudaraan antara sesama anak Adam. hak waris pria yang lebih besar. Dengan prinsip-prinsip etis tersebut maka kelompok Islam Liberal menetapkan agenda perjuangan sebagai berikut: (1) Melawan teokrasi/Negara berbasis agama. hak kaum pria menceraikan istri. Prinsip yang mereka pegang adalah. Menurut mereka persoalan tentang keselamatan agama lain. kebebasan. Maka dari itu. mengemukakan gagasan bahwa untuk meliberalisasi syari’at Islam. Menurut mereka negara bukan persoalan yang harus berdasarkan syari’at yang abadi dan tidak bisa diubah. (2) Mendukung gagasan demokrasi. dikotomi darul-Islam dan darul-harb harus ditafsirkan ulang dengan standar HAM. persaudaraan. maka ayat-ayat al-Qur`an yang membeda-bedakan antara pemeluk Islam dan non-Islam dinyatakan batal disebabkan bertentangan dengan prinsip etis persaudaraan tersebut. sebab menurut mereka masyarakat yang terkekang adalah masyarakat yang mandek dan tidak mempunyai masa depan. Sebagai contoh. otoritas kesaksian hukum lebih besar pada pria. menggugurkan bangunan metodologi syari’at dan aturan-aturan syari’at itu sendiri. tidak bisa ditempuh dengan metode ijtihad. hukum murtad. (4) Memperjuangkan hak-hak non muslim.pembebasan. pemisahan gender. seorang tokoh pemikir Islam Liberal dari Sudan dan sering dijadikan rujukan oleh para pemikir liberal di Indonesia. Sebab menurutnya. (5) Memperjuangkan kebebasan berpikir dan kemajuan. Di antara syari’at yang akan mereka dekonstruksi (rusak) adalah poligami bagi kaum pria. jilbab/hijab. (3) Memperjuanngkan kesetaraan gender atau feminism. usaha untuk memodernkan syari’at Islam harus ditempuh dengan dekonstruksi. ijtihad tidak bisa diimplementasikan pada persoalan-persoalan yang telah disinggung oleh nash (la ijtihada fi mauridin-nash).  Salah Memahami Ijtihad Abdullah Ahmad an-Na’im. perempuan tidak boleh memimpin. menjadi religius dewasa ini harus bersifat interreligius (lintas agama).

yaitu: Pertama. Walaupun bisa dipaksa-paksakan tetap saja penafsiran semacam itu mengubah atau bahkan menghancurkan Negara Indonesia itu sendiri yang didasarkan pada Pancasila dan UUD ’45. Sementara fiqh adalah persoalan agama yang masih terbuka untuk ditafsirkan. Syari’ah adalah persoalan agama yang tetap. dan haram menikah dengan non-muslim.adalah dengan mengaplikasikan hermeneutika menggunakan standar utama HAM dan hukum-hukum internasional. murtad. Yang pertama kemudian diistilahkan dengan syari’ah. adzan shubuh menggunakan as-shalatu khairun minan-naum. Ibaratnya menafsirkan Pancasila dan UUD ’45 sebagai landasan untuk komunisme. jelas. Islam Liberal telah gagal memahami esensi dari ijtihad (berpikir menggunakan ra`yu/akal) yang mereka asumsikan sebagai bentuk liberalisasi pemikiran Islam. niyat dalam wudlu. itupun tidak dengan akal yang bebas. Jika yang masuk wilayah syari’ah ditafsirkan seenaknya atau liberal. maka bisa dipastikan itu adalah penafsiran yang salah fatal.  Merusak Konsep Wahyu 29 . dan yang kedua fiqh. Dari sini tergambar juga kegagalan mereka memahami karakteristik utama ajaran Islam yang membagi persoalan kehidupan manusia itu pada ushul (ajaran-ajaran pokok yang tidak ada peran ijtihad) dan furu’ (ajaran-ajaran cabang yang ada peran ijtihad). haramnya riba. Contohnya kewajiban shalat. hukum waris. dan jelas bertentangan dengan komunisme. Padahal sebagaimana diakui oleh an-Na’im. melainkan menggunakan dalil-dalil wahyu yang bisa dipertanggungjawabkan. Izin dari Nabi saw kepada Mu’adz untuk ber-ijtihad ditujukan pada sebuah persoalan yang tidak disinggung dalam al-Qur`an dan sunnah. Contoh. tidak ada penafsiran lain selain yang ditafsirkan oleh Nabi saw dan konsekuensinya disepakati oleh semua umat Islam. Pengakuan jujur dari Abdullah Ahmad an-Na’im di atas memberikan gambaran yang konkrit kepada kita letak kesesatan Islam Liberal. tarawih 11 atau 23 raka’at. dan lain sebagainya. ijtihad tidak bisa diberlakukan pada persoalan-persoalan yang telah dibahas tuntas oleh nash (teks wahyu [al-Qur`an atau hadits]). persoalan isbal (melabuhkan pakaian melebihi dua mata kaki).

bukan malah mendekonstruksinya seperti yang dilakukan hermeneutika.Kedua. Islam akan dan harus selalu mendasarkan ajarannya pada wahyu yang sifatnya utuh dan universal. tetap tidak dipandang sebagai sebuah istidlal (berdalil) yang benar jika konsep wahyunya tidak dianut dengan benar. penggunaan secara sadar hermeneutika untuk menafsirkan Islam dan ajarannya adalah sebuah kesalahan fatal metodologis. melainkan tetap setia pada wahyu dan ada aturannya. Walaupun mereka mengklaim tidak abai dari dalil-dalil syari’at. bukan pada akal bebas yang lepas dari patokan-patokan wahyu (hermeneutika) sebagaimana dikehendaki oleh liberalisme. dan tidak otomatis berlaku untuk zaman sekarang. dan senantiasa menggunakan dalil-dalil syari’at dalam membenarkan liberalismenya. hermeneutika adalah sebuah metodologi penafsiran yang berangkat dari keyakinan bahwa wahyu Allah swt itu tidak utuh dan tidak berlaku universal. Usaha kelompok Islam Liberal untuk senantiasa mencari “otentisitas” ajaran agama dalam menjustifikasi liberalisme inipun tidak serta merta bisa dinilai sebagai sebuah kebenaran. Apa bantahannya jika pada faktanya ulama seragam memahami kewajiban shalat. Sekadar untuk mengingatkan. qath’i-nya aturan bagi yang murtad. haramnya riba. Setiap penafsiran yang dikembangkan haruslah penafsiran yang memegang teguh konsep wahyu. oleh karenanya hanya berlaku untuk zaman itu saja. Kesalahan memahami wahyu seperti ini berdampak pada kesalahan memahami syari’ah yang diasumsikan sebatas penafsiran ulama atas wahyu. dan haram menikah dengan non-muslim. Yang bisa diambil dari wahyu adalah prinsip-prinsip etisnya— sebagaimana telah diuraikan oleh kelompok Islam Liberal di atas—bukan bunyi ayat/hadits itu secara leterlek/zhahir. Sebagian besar dari wahyu (al-Qur`an dan hadits) diproduksi oleh Nabi Muhammad saw disesuaikan dengan konteks zaman waktu itu. validnya hukum waris. Sebab implikasinya akan 30 . Pengunaan hermeneutika seperti ini dipastikan akan bertabrakan dengan konsep wahyu itu sendiri yang sifatnya pasti utuh dari Allah swt dan berlaku universal. Ini adalah bentuk yang jelas dari Islam sebagai “agama wahyu”. Padahal yang namanya penafsiran bukan berarti berdasar pada akal bebas dan tidak mengenal aturan.

mengabaikan prinsip mana yang qath’i (syari’ah) dan mana yang zhanni (fiqh). orang yang betul-betul yakin bahwa Allah Maha Mengetahui dan Bijaksana yang tidak mungkin salah dalam menetapkan hukum. Kalaupun dalih yang dijadikan argumentasinya adalah fakta beragamnya penafsiran para ulama. Dalam wacana demokrasi saja. dengan sendirinya tidak bisa diterima jika metodologi yang digunakannya adalah hermeneutika. sebab ayat-ayat tersebut dikonsep oleh Nabi saw sesuai dengan situasi bangsa Arab saat itu yang patriarkhis (mengunggulkan lelaki). Terhadap ayat-ayat yang qath’i seperti itu pasti dinilai hanya berlaku dalam konteks zaman itu saja. Oleh karenanya tidak berlaku untuk zaman ini yang sudah mengarah pada kesetaraan jender. hukum waris dianggap sebagai zhanni dan boleh diubah sesuai standar kesetaraan jender. sehingga apapun yang menamakan demokrasi walaupun pada faktanya bukan demokrasi harus bisa diakui sebagai demokrasi. Dalil yang dipakainya pasti dalil-dalil tentang adanya kesetaraan jender dalam Islam. tetap saja itu tidak bisa dijadikan alasan untuk memasukkan penafsiran yang salah. Padahal yang benar. Ayat-ayat seperti itu harus dipatuhi dengan sami’na wa atha’na bukan sami’na wa ‘ashaina. keinginan kelompok Islam Liberal untuk diakui sebagai bentuk penafsiran lain terhadap ajaran Islam di samping penafsiran-penafsiran yang sudah ada. Akan tetapi itu tidak berarti bahwa prinsip-prinsip “kebenaran yang sama” dari konsep demokrasi tidak ada. dengan mengabaikan dalil-dalil qath’i yang memestikan ditaatinya hukum waris walau ada perbedaaan berdasarkan jender (jenis kelamin). dan selanjutnya ajaran-ajaran yang qath’i akan dipukul rata sebagai zhanni. Demikianlah penafsiran khas liberalisme (hermeneutika) yang notabene liar. Maka dari itu. ayat-ayat yang tegas mengatur tentang waris sifatnya qath’i. sebagai perbandingan. Tentu tidak bisa seperti itu. Misalnya. tidak pernah sepi dari perbedaan dan bahkan pertentangan pendapat tentang apa dan bagaimana demokrasi itu.  Mendewakan Humanisme 31 . Dan itulah menurut Allah karakteristik orang berilmu.

pertama kali dikemukakan Protagoras (490-420 SM). paham-paham yang dilahirkan Barat di zaman modern bukanlah paham yang benar-benar modern (baru). HAM dan paham-paham turunannya lahir dari peradaban Barat yang renaissance. umat Islam dahulu 32 . melainkan paham-paham klasik yang dibangkitkan kembali. Jadi sebenarnya. pemikiran-pemikiran bebas era Yunani klasik yang terlahir kembali di zaman modern. Ketika Allah swt menyatakan bahwa Adam lebih mulia disebabkan ilmunya. Proses seperti ini disebut oleh al-Attas dan Mulyadhi Kartanegara sebagai islamisasi. sementara paham dari Tuhan (ajaran-ajaran wahyu) dimanusiakan. Satu hal saja mungkin yang membedakannya. itupun jika Islam Liberal betul-betul tulus merujukkannya pada dalil-dalil yang ada. Yang benar adalah Adam lebih mulia daripada malaikat disebabkan ilmunya. civil society sekuler. Uniknya. sehingga wahyu harus mengekor kepada HAM.Ketiga. melainkan dari sejak abad-abad pertama kelahiran Islam. Sebab yang mengandalkan akal dengan mengabaikan titah Allah yang tegas (wahyu). pluralisme. yang menjadikan manusia sebagai standar kebenaran dan merupakan asas dari HAM. Maksudnya. Padahal apa jaminannya bahwa HAM dan segala turunannya (liberalisme. ia diciptakan dari api sedang Adam dari tanah. Ini sekaligus menepis asumsi bahwa Adam mulia dibanding malaikat disebabkan akalnya. Contoh konkritnya adalah paham humanisme ini. feminisme) adalah nilai-nilai absolut yang tidak mungkin salah. terlahir kembali. Jadinya paham manusia dituhankan. Iblis tetap tidak menerima karena ia berdasar pada akal bahwa dirinyalah justru yang lebih mulia. bukan sebaliknya HAM yang tunduk pada wahyu. demokrasi sekuler. menjadikan HAM sebagai standar utama dalam kehidupan. Ini berarti bahwa interaksi umat Islam dengan modernitas tidak hanya terjadi pada zaman sekarang saja. Bukankah pemikiran manusia itu relatif? Pola pikir seperti itu sebenarnya sudah lama dikritik sebagai diabolisme (pemikiran gaya diabolos/iblis). Barat menyadari bahwa renaissance mereka terjadi berkat konstribusi umat Islam di masa kejayaan peradabannya yang menerjemahkan dan mengkaji ulang filsafat-filsafat Yunani untuk kemudian dikembangkan berdasarkan worldview (pandangan hidup) Islam. sekularisme. itu adalah Iblis.

Ibn Rusyd. al-i’tisham bil-kitab was-sunnah (berpegang teguh pada kitab dan sunnah. Terdapat juga Imam al-Ghazali yang menghantam para filosof dengan kitabnya. sementara umat Islam sekarang. 33 . Sebut misalnya Mu’tazilah. yang dinilai oleh “kaum liberal” saat itu sebagai rujukan yang tidak valid). khalq af’alil-’ibad (perbuatan manusia diciptakan. dan kitab-kitab sunnah lainnya. akhbar al-ahad (kedudukan hadits-hadits ahad. Ikhwanus-Shafa. menjadikan paham-paham yang dianggap modern itu sebagai landasan utama dan menundukkan wahyu di bawahnya (liberalisasi). Dalam sejarah perjalanannya memang banyak bermunculan kelompok-kelompok di intern umat Islam yang tidak melakukan islamisasi sebagaimana disinggung di atas. Para ulama hadits membantahnya lewat karya-karya kitab haditsnya. alqadr (taqdir). keduanya merupakan pembahasan tentang paham kebebasan manusia). Langkah para ulama tersebut dalam membela Islam dari pemikirpemikir muslim yang menyimpang diikuti juga oleh para ulama lainnya secara mayoritas atau jumhur. Akan tetapi mereka semua telah dari sejak awal dinyatakan menyimpang dari kaidah-kaidah Islam dan tidak dinyatakan sebagai bagian dari pemikiran Islam. yang liberal tentunya. Shahih Muslim. Tahafutul-Falasifah (kekacauan berpikir para filosof) dan Ibn Taimiyyah yang mengkritik “kaum liberal” dalam kitabnya Dar`u Ta’arudlil-’Aql wan-Naql (menepis anggapan bertentangannya antara akal dan naql/wahyu).ketika berinteraksi dengan modernitas menjadikan wahyu sebagai landasan utama dan menundukkan semua paham-paham yang lahir dari luar di bawah wahyu (baca: islamisasi). atau seperti dalam Sunan Abi Dawud yang khusus mencantumkan kitab as-sunnah yang kandungannya membantah ahlulahwa (kelompok yang senantiasa mengenyampingkan wahyu dengan mengutamakan akal). al-Farabi. seperti Shahih al-Bukhari. Sunan Abi Dawud. dihadapkan pada arus pemikiran yang mengutamakan akal dengan mengenyampingkan wahyu). Dalam Shahih al-Bukhari misalnya ada pembahasan tentang bad`il-khalq (awal mula penciptaan alam semesta/kosmologi yang merupakan tema sentral filsafat). dari kalangan filosofnya ada Ibn Sina.

prinsip masyarakat pasar bebas. sumber dan pokok-pokok ajarannya sendiri. Ibn Sina.Jadi. http://kurni."(QS 21:107) Dan sebagai satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah ta'ala: "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. teori dan pandangan hidup yang berbeda. terbantahlah sudah argument mereka untuk membenarkan liberalisme. MA menjelaskan prinsip-prinsip pemikiran ini.sch. Walhasil. hal 22 13 Abu Hamzah Agus Hasan Bashari. (Jakarta: Medika Pratama. Pertama. 48: 28) Sebagai rahmat bagi semesta alam: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu.smanda. Diantara firqah halikah adalah firqah Liberaliyah. Ibn Rusyd. Ketiga. 12 Nashruddin Syarief.8 Kemunculan Jaringan Islam Liberal13 Islam adalah dien al-haq yang diwahyukan oleh Allah ta'ala kepada Rasul-Nya yang terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam: "Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama.html. maka jelas saja itu adalah contoh yang salah. 2001).Kultural dan Politik Masyarakat. diunduh pada tanggal 9 Mei 2011 34 . Liberaliyah adalah sebuah paham yang berkembang di Barat dan memiliki asumsi. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. prinsip kontrak sosial.” (QS. meyakini eksistansi Pluralitas Sosio .id/news/opini/publicopinion/216-islam-liberal. kalau Islam Liberal hari ini berargumen bahwa Islam membenarkan liberalisme dengan mengambil sampel Mu’tazilah. Ibaratnya menyatakan perbuatan lacur sebagai bagian dari ajaran Islam dengan mengambil sampel seorang wanita pelacur yang masih shalat. dimensi." (QS 3:19) Islam adalah agama yang utuh yang mempunyai akar. “Dan cukuplah Allah sebagai saksi. Al-Farabi dan sekian filosof lainnya yang sudah dari sejak lama dinilai menyimpang. Dalam tesisnya yang berjudul “Pemikiran Politik Barat” Ahmad Suhelani. Kedua.12 2. Siapa yang konsisten dengannya maka dia termasuk Al-Jama’ah atau Firqah Najiyah (kelompok yang selamat) dan yang keluar atau menyimpang darinya maka dia termasuk firqaih-firqah yang halikah (kelompok yang binasa). Islam Liberal. Keempat. prinsip kebebasan individual. Membantah Argumen Islam untuk Liberalisme.

Rifa’ah Rafi’ al-Tahtawi (Mesir. akan tetapi yang mereka suarakan adalah bid’ah yang ditawarkan oleh orang-orang yang ingkar kepada Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Pada saat itu tampilah para ulama untuk mengadakan gerakan pemurnian. saling berhadaphadapan tidak mungkin bisa bertemu. 1818-1889) dan Ahmad Makhdun (Bukhara. kembali kepada al-Qur’an dan sunnah. Suatu penamaan yang “pas” dengan orang-orangnya atau pikiran-pikiran dan agendanya.Islam dan Liberal adalah dua istilah yang antagonis. menurutnya Islam harus mengikuti adat lokal suatu tempat sesuai dengan kebutuhan penduduknya. Ide ini terus bergulir. Aqa Muhammad Bihbihani (Iran. 17031762). Di India muncul Sir Sayyid Ahmad Khan (1817-18%) yang membujuk kaum muslimin agar mengambil kebijakan bekerja sama dengan penjajah Inggris. Pada saat ini muncullah cikal bakal paham liberal awal melalui Syah Waliyullah (India. Sementara Amir Ali (1879-1928) melalui buku The Spirit of Islam berusaha mewujudkan seluruh nilai liberal yang dipuja di Inggris pada masa Ratu Victoria. 1827-1897) memasukkan mata pelajaran sekuler kedalam kurikulum pendidikan Islam. Islam adalah pengakuan bahwa apa yang mereka suarakan adalah haq tetapi pada hakikatnya suara mereka itu adalah bathil karena liberal tidak sesuai dengan Islam yang diwahyukan dan yang disampaikan oleh Rasul Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Amir Ali memandang bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Pelopor Agung Rasionalisme. Hal ini juga terjadi dikalangan Syi’ah.  Asal-usul Jaringan Islam Liberal Islam liberal menurut Charless Kurzman muncul sekitar abad ke-18 dikala kerajaan Turki Utsmani Dinasti Shafawi dan Dinasti Mughal tengah berada digerbang keruntuhan. Pada tahun 1877 ia membuka suatu kolese yang kemudian menjadi Universitas Aligarh (1920). 1790) mulai berani mendobrak pintu ijtihad dan membukanya lebar-lebar. 1801-1873) memasukkan unsur-unsur Eropa dalam pendidikan Islam. Shihabuddin Marjani (Rusia. 35 . Namun demikian ada sekelompok orang di Indonesia yang rela menamakan dirinya dengan Jaringan Islam Liberal (JIL).

Lalu muncul Ali Abd. Nurcholis Madjid telah memulai gagasan pembaruannya sejak tahun l970-an. yang dituju oleh al-Qur’an adalah ideal moralnya karena itu ia yang lebih pantas untuk diterapkan. Lalu muncul Qasim Amin (1865-1908) kaki tangan Eropa dan pelopor emansipasi wanita. Ia mengatakan al-Qur’an itu mengandung dua aspek: legal spesifik dan ideal moral. Abduh (1849-1905) yang banyak mengadopsi pemikiran mu’tazilah berusaha menafsirkan Islam dengan cara yang bebas dari pengaruh salaf. menurutnya Islam tidak memiliki dimensi politik karena Muhammad hanyalah pemimpin agama. Lalu diteruskan oleh Muhammad Khalafullah (1926-1997) yang mengatatan bahwa yang dikehendaki oleh al-Qur’an hanyalah sistem demokrasi.l8). Dan ingin mempersatukan keanekaragaman pemikiran Islam dengan keanekaragaman pemikiran diluar Islam. 36 . filsafat dan linguistik. Lalu yang mendobrak sistem khilafah. yang mengarah kepada setiap manusia. yang kiranya merupakan inti setiap agama”. Di Al-Jazair muncul Muhammad Arkoun (lahir 1928) yang menetap di Perancis. Pada saat itu ia telah menyuarakan pluralisme agama dengan menyatakan: “Rasanya toleransi agama hanya akan tumbuh di atas dasar paham kenisbian (relativisme) bentuk-bentuk formal agama ini dan pengakuan bersama akan kemutlakan suatu nilai yang universal. Ahmad Wahid dan Abdurrahman Wachid. Raziq (1888-1966). Di Pakistan muncul Fazlur Rahman (lahir 1919) yang menetap di Amerika dan menjadi guru besar di Universitas Chicago. antropologi. Di Indonesia muncul Nurcholis Madjid (murid dari Fazlur Rahman di Chicago) yang memelopori gerakan firqah liberal bersama dengan Djohan Efendi. Ia menggagas tafsir konstekstual. tidak yang lain. penulis buku Tahrir al-Mar’ah.(Charless: xxi. satu-satunya model tafsir yang adil dan terbaik menurutnya.Di Mesir muncullah M. ia menggagas tafsir al-Quran model baru yang didasarkan pada berbagai disiplin Barat seperti dalam lapangan semiotika (ilmu tentang fenomena tanda). Intinya Ia ingin menelaah Islam berdasarkan ilmu-ilmu pengetahuan Barat modern.

Mereka menulis: “sudah tentu. Demikian asal-ususl Islam Liberal menurut Hamilton Gibb. Sebab pandangan keagamaan yang militan biasanya menimbulkan ketegangan antar kelompokkelompok agama yang ada. Karena itu ada yang mengatakan: “Cak Nur cuma meminjam pendekatan Kristen yang membidani lahirnya peradaban barat”. Yang dimaksud dengan Islam Fundamentalis yang menjadi lawan Jaringan Islam liberal adalah orang yang memiliki lima ciri-ciri. William Montgomery Watt. dalam waktu yang panjang. karena itu JIL bisa diplesetkan dengan “Jalan Iblis Laknat”. jika tidak ada upaya-upaya untuk mencegah dominannya pandangan keagamaan yang militan itu. Chanless Kurzman dan lain-lain. boleh jadi. akan mempunyai akibat buruk buat usaha memantapkan demokratisasi di Indonesia. Pandangan-pandangan kegamaan yang terbuka (inklusif) plural.  Misi Jaringan Islam Liberal Misi jaringan Liberal adalah untuk menghadang (tepatnya: menghancurkan) gerakan islam fundamentalis. yaitu: • Mereka yang digerakkan oleh kebencian yang mendalam terhadap Barat. Sebut saja antara Islam dan Kristen. Sedang paham sekuleris dalam bermasyarakat dan bernegara berakhir sanadnya pada masyarakat Eropa yang mendobrak tokoh-tokoh gereja yang melahirkan moto Render Unto The Caesar what The Caesar’s and to the God what the God’s (Serahkan apa yang menjadi hak Kaisar kepada Kaisar dan apa yang menjadi hak Tuhan kepada Tuhan). Hal ini jika benar terjadi. Akan tetapi kalau kita urut maka pokok pikiran mereka sebenarnya lebih tua dari itu. 37 .Lalu sekarang muncullah apa yang disebut JIL (Jaringan Islam Liberal) yang mengusung ide-ide Nurcholis Madjid dan para pemikir-pemikir lain yang cocok dengan pikirannya. Sedangkan paham pluralisme yang mereka agungkan bersambung sanadnya kepada lbn Arabi (468-543 H) yang merekomendasikan keimanan Fir’aun dan mengunggulkannya atas nabi Musa 'alaihis salam. pandangan-pandangan kelompok keagamaan yang militan ini bisa menjadi dominan. dan humanis adalah salah satu nilai-nilai pokok yang mendasari suatu kehidupan yang demokratis”. Paham mereka yang rasionalis dalam beragama kembali pada guru besar kesesatan yaitu Iblis la’natullah ‘alaih.

mengangkat kehidupan antara agama. salah seorang penggagas JIL yang juga dosen di Universitas Paramadina Mulya memperkenalkan empat agenda Islam Liberal. Mereka lebih menyukai atribut-atribut fasik dari pada gelar-gelar keimanan karena itu mereka benci kepada kata-kata jihad. mereka menjadikan masa lalu itu sebagai penuntun (petunjuk) untuk masa depan. emansipasi wanita dan Keempat kebebasan berpendapat (secara mutlak).  Bahaya Jaringan Islam Liberal Mereka tidak menyuarakan Islam yang diridhai oleh Allah SWT. Richard Nixon (Muhammad Imarah : 75)  Agenda dan Gagasan Jaringan Islam Liberal Dalam tulisan berjudul “Empat Agenda islam Yang Membebaskan. sistem kerajaan dan parlementer (demokrasi) sama saja. Sementara dari sumber lain kita dapatkan empat agenda mereka adalah: • • • • Pentingnya konstekstualisasi ijtihad Komitmen terhadap rasionalitas dan pembaruan Penerimaan terhadap pluralisme sosial dan pluralisme agama-agama permisahan agama dari partai politik dan adanya posisi non-sektarian Negara. agenda politik. Pertama. Allah SWT 38 .• • • • • Mereka yang bertekad mengembalikan peradaban Islam masa lalu dengan membangkitkan kembali masa lalu itu Mereka yang bertujuan menerapkan syariat Islam Mereka yang mempropagandakan bahwa islam adalah agama dan negara. salaf dan lainlainnya dan mereka rela menyebut Islamnya dengan Islam Liberal. tetapi menyuarakan pemikiran-pemikiran yang diridhai oleh Iblis. Demikian yang dilontarkan mantan Presiden Amerika Serikat. Luthfi AsySyaukani. Kedua. Menurutnya perlu pencarian teologi pluralisme mengingat semakin majemuknya kehidupan bermasyarakat di negeri-negeri Islam. Barat dan para Thaghut lainnya. Ketiga. sunnah. Menurutnya urusan negara adalah murni urusan dunia.

Mereka tidak mengikuti jalan yang ditempuh oleh Nabi dan para sahabatnya dan seluruh orang-orang mukmin. supaya penolakan mereka terkesan sopan dan ilmiyah mereka menciptakan “jalan baru” dalam menafsiri alQur’an. maka mereka melihat Islam dengan hati dan otak orang Barat.” Dan tafsir seperti ini juga diikuti juga di Indonesia. Bagi mereka pemahaman yang hanya mengandalkan pada ketentuan teks-teks normatif agama serta pada bentukbentuk Formalisme Sejarah Islam paling awal adalah kurang memadai dan agama ini akan menjadi agama yang historis dan eksklusif." (QS. Al-Hujurat 11) Mereka beriman kepada sebagian kandungan al-Qur’an dan meragukan kemudian menolak sebagian yang lain. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam. Mereka menyebutnya dengan Tafsir Kontekstual. Tafsir Hermeneutik. karena mereka merasa rendah berhadapan dengan budaya barat. Sebagai contoh. dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali. Mereka lupa bahwa sikap seperti inilah yang diancam oleh Allah: "Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya. (QS.berfirman: "Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman". Dia membantah dengan AlQur’an. Tafsir Kritis dan Tafsir Liberal." Orang-orang yang seperti inilah yang merusak agama ini. Mengapa demikian? Karena mereka bodoh terhadap 39 . Maka pantaslah mengapa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Yang paling saya khawatirkan atas kalian adalah orang munafik yang pandai bicara. An-Nisaa’ 115). Mereka mengklaim diri mereka sebagai pembaharu Islam padahal merekalah perusak Islam. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orangorang mu'min. mereka mengajak kepada Al-Qur’an padahal merekalah yang mencampakkan Al-Qur’an. sunnah. Musthofa Mahmud dalam kitabnya al-Tafsir al-Ashri li al Qur’an menafsiri ayat dengan “maka putuslah usaha mencuri mereka dengan memberi santunan dan mencukupi kebutuhannya. Mereka menolak paradigma keilmuwan dan syarat-syarat ijtihad yang ada dalam Islam.

Al-Baqarah 11-13).  Mereka memiliki basis pendidikan yang banyak melahirkan pemikirpemikir liberal. sebab mereka mengaku sebagai “pembaharu” bahkan “super pembaharu” yaitu neo modernis.Mereka tidak memiliki ulama dan tidak percaya kepada ilmu ulama. Kesamaan cita-cita mereka dengan cita-cita Amerika. Apabila dikatakan kepada mereka. begitu pula Muhammad Nashir (tokoh Masyumi) dan Yusuf Qardhawi (tokoh Ihwan al-Muslimin). Tidak akan mampu melakukannya kecuali seorang yang mukmin. 40 .  Mereka memecah belah umat Islam karena gagasan mereka adalah bid’ah dan setiap bid’ah pasti memecah belah. yaitu menjadikan Turki sebagai model bagi seluruh negara Islam. tetapi mereka tidak tahu. memang begitu berat jihad menahan lisan. sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan. "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang bodoh itu telah beriman." Ingatlah. "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh. padahal diam mereka adalab emas. memiliki media yang cukup dan jaringan internasional dan dana yang cukup." mereka menjawab. Rasyid Ridha yang salafi (revivalis) itupun dimasukkan kedalam kelompok liberal. Prof. Dr. tetapi mereka tidak sadar. (QS." (HR. Bukhari dan Muslim). "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman. Bahayanya adalah mereka tidak bisa diam. "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. Allah berfirman: Dan bila dikatakan kepada mereka. Esposito menegaskan bahwa Amerika tidak akan rela sebelum seluruh negaranegara Islam tampil seperti Turki.  Mereka tidak memiliki manhaj yang jelas sehingga gagasannya terkesan “asbun” dan asal “comot” Lihat saja buku Charless Kurzman. "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengucapkan yang baik atau hendaklah ia diam. Mereka lebih percaya kepada nafsunya sendiri. John L." mereka menjawab." Ingatlah.

Al-Anfaal 73)." (QS. niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu. Allah ta'ala berfirman: "Adapun orang-orang yang kafir. sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain.Ahlul batil selain menghimpun kekuatan untuk memusuhi ahlul haq. Sementara itu Ustadz Hartono Ahmad Jaiz menyebut mereka berbahaya sebab mereka itu “sederhana” tidak memiliki landasan keilmuan yang kuat dan tidak memiliki aqidah yang mapan. 41 .

yang secara harfiah berarti “bebas dari batasan” (free from restraint).BAB III PENUTUP 3. Dan ini berarti bahwa liberalisme adalah paham pemikiran yang optimistis tentang manusia. Ini berkebalikan total dengan kehidupan Barat Abad Pertengahan ketika gereja dan raja mendominasi seluruh segi kehidupan manusia. yang ketika itu sedang mendominasi masyarakat Barat. 3.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya mengenai Liberalisme Islam dapat disimpulkan bahwa: 1. Tetapi seiring dengan adanya hegemoni peradaban Barat di era modern ini. Bebas. Liberalisasi agama perama kali muncul di Barat. Liberalisme merupakan tata pemikiran yang landasannya adalah manusia yang bebas. maka liberalisasi agama itu juga telah merambah kepada agama-agama hampir di seluruh dunia. Istilah ini merujuk kepada sikap umum para pembaru Muslim dalam menghadapi kondisi umat Islam. karena liberalisme menawarkan konsep kehidupan yang bebas dari pengawasan gereja dan raja. 4. Istilah “liberal” sendiri baru digunakan belakangan. “Liberalisme Islam” atau “Islam liberal” adalah salah satu karakterisasi terhadap gerakan kebangkitan Islam yang dimulai sejak abad ke-19. khususnya dalam bidang pemikiran. 2. ketika 42 . Disebut liberal. Pemikiran liberal (liberalisme) adalah satu nama di antara nama-nama untuk menyebut ideologi Dunia Barat yang berkembang sejak masa Reformasi Gereja dan Renaissans yang menandai berakhirnya Abad Pertengahan (abad V-XV). karena manusia mampu berpikir dan bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan. Paling tidak sejak tahun 1950-an. liberalisme merupakan paham yang berusaha memperbesar wilayah kebebasan individu dan mendorong kemajuan sosial. dengan objeknya adalah agama Kristen dan Yahudi.

Sebab Islam itu artinya tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah. Liberalisme adalah sebuah paham yang berkembang di Barat dan memiliki asumsi. sedangkan liberal artinya bebas dalam pengertian tidak harus tunduk kepada ajaran Agama (al-Qur’an dan Hadis). meyakini eksistansi Pluralitas Sosio . 6. akan tetapi yang mereka suarakan adalah bid’ah yang ditawarkan oleh orang-orang yang ingkar kepada Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.Kultural dan Politik Masyarakat. Oleh karena itu. 8. Jembatannya adalah melakukan penafsiran-penafsiran ulang sehingga Islam menjadi agama yang hidup. Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyahnya. Ditinjau dari sudut kebahasaan penggandengan antara kata “Islam” dan “Liberal” itu tidak tepat. masyarakat pasar bebas. kontrak social. pembaharuan Islam dimulai. Prinsip pertama mereka adalah kebebasan individual. Suatu penamaan yang “pas” dengan orang-orangnya atau pikiran-pikiran dan agendanya. pemikiran liberal sebenarnya lebih tepat disebut “Pemikiran Iblis” dari pada “Pemikiran Islam”. diperlukan sebuah cara pandang baru atau tafsir baru dalam melihat dan memahami. Dari itu muncullah sekelompok orang menamakan dirinya dengan Jaringan Islam Liberal (JIL). Gaung dan gerakan pembaharuan di Mesir rupanya juga merambah ke Indonesia. 43 .para sarjana di Barat mulai kebangkitan Islam. banyak menulis tentang fenomena modern 5. Karena kita hidup dalam situasi yang dinamis dan selalu berubah. sehingga agar agama tetap relevan. 7. menurut mereka. teori dan pandangan hidup yang berbeda. menurut kelompok Islam Progresif adalah keinginan menjembatani antara masa lalu dengan masa sekarang. Liberalisme dalam Islam. karena makhluk pertama yang tidak taat kepada Allah adalah Iblis. Islam adalah pengakuan bahwa apa yang mereka suarakan adalah haq tetapi pada hakikatnya suara mereka itu adalah bathil karena liberal tidak sesuai dengan Islam yang diwahyukan dan yang disampaikan oleh Rasul Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Melalui KH.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful