LAPORAN HASIL KUN1UNGAN

KE PT. PINDAD (Persero)
(Aspek Iklim Kerja yang Diduga Berpengaruh Terhadap Kesehatan Tenaga Kerja)


Disusun oleh:
KELOMPOK 4
Asep Tami AriI Ilhami, dr.
Devina Nurul Octaviani, dr.
Eva Fieldiana Sari, dr.
Nastiti Utami, dr.
Novanty Alida, dr.
Septy Deborah Suyono, dr.
Triadi Utama, dr.
Yanvatra Bayu, dr.





KEMENTRIAN TENAGA KER1A DAN TRANSMIGRASI R.I.
BALAI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KER1A(K3)
BANDUNG
2011

ii

KATA PENGANTAR

Segala puii dan syukur penulis paniatkan kehadirat Allah SWT. karena
atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan tepat pada
waktunya. Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas di Pelatihan
Hiperkes bagi Dokter/Dokter Perusahaan.
Laporan dengan iudul 'LAPORAN HASIL KUN1UNGAN KE PT.
PINDAD (Persero) (Aspek Iklim Kerja yang Diduga Berpengaruh Terhadap
Kesehatan Tenaga Kerja)¨ merupakan hasil observasi yang dilakukan di PT.
PINDAD (Persero), Bandung, Jawa Barat.
Dalam penulisan laporan ini penulis menyadari masih banyak terdapat
kekurangan dan kelemahan yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan
pengalaman penulis. Oleh sebab itu, demi bertambahnya wawasan dan
pengetahuan penulis dalam penyusunan karya ilmiah dikemudian hari, penulis
dengan lapang dada meneima segala kritik dan saran yang membangun dari
semua pihak.
Dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak
langsung dalam penulisan laporan ini.
Selain ucapan terima kasih, penulis iuga ingin menyampaikan permohonan
maaI kepada semua pihak apabila selama pembuatan makalah ini, penulis banyak
melakukan sesuatu yang tidak berkenan.

iii

Semoga amal ibadah kebaikan dan bantuan yang diberikan kepada penulis
mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Akhirnya dengan
segala kerendahan hati penulis berharap makalah ini dapat berguna bagi siapa saia
yang membacanya.

Bandung, Mei 2011

Penulis


iv

DAFTAR ISI


Halaman
KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ............................................................................................ viii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1
1.2 IdentiIikasi Masalah ................................................................................... 2
1.3 Tuiuan Observasi ....................................................................................... 2
1.4 ManIaat Observasi ..................................................................................... 3
1.5 Metodologi Observasi ................................................................................ 3
1.6 Lokasi dan Waktu Observasi .................................................................... 3
1.6.1 Lokasi Observasi ................................................................................. 3
1.6.2 Waktu Observasi ................................................................................. 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 5
2.1 Pengertian Higiene Perusahaan Iklim Keria................................................ 5
2.2 Iklim Keria Panas
1
..................................................................................... 6

v

2.3 Iklim Keria Dingin
1
.................................................................................... 7
2.4 EIek terhadap Kesehatan ............................................................................ 8
2.5 Nilai Ambang Batas (NAB) ..................................................................... 10
2.6 Pengendalian Iklim Keria ......................................................................... 12
BAB III HASIL PENGAMATAN ..................................................................... 14
3.1 ProIil Perusahaan ..................................................................................... 14
3.2 IdentiIikasi Potensi Bahaya ...................................................................... 21
3.3 Hasil Pengukuran dan Pengamatan ........................................................... 21
3.3.1 Hasil Wawancara Masalah Kesehatan yang Berkaitan dengan Iklim
Keria Panas ........................................................................................ 23
3.4.1 Pengendalian secara Teknik............................................................... 24
3.4.2 Pengendalian Administrasi ................................................................ 24
3.4.3 Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) ............................................ 25
BAB IV PEMBAHASAN .................................................................................. 27
4.2 Permasalahan Kesehatan Pada Tenaga Keria PT. Primarindo Asia
InIrastruktur ........................................................................................... 28
4.3 Pengendalian ............................................................................................ 28
4.3.1 Pengendalian Teknis.......................................................................... 28
4.3.2 Pengendalian AdministratiI ............................................................... 29
4.3.3 Penggunaan APD .............................................................................. 30

vi

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............... Error! Bookmark not defined.
5.1 Kesimpulan ................................................ Error! Bookmark not defined.
5.2 Saran .......................................................... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 33



vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Heat Stress Area Monitor ............................................................... 11



viii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Standar Iklim Keria di Indonesia ........................................................ 11
Tabel 3.1 Hasil Pengukuran lapangan ................................................................ 22
Tabel 3.2 Hasil Wawancara Masalah Kesehatan yang Berkaitan dengan Iklim
Keria Panas ........................................................................................ 23
Tabel 3.3 Pengendalian Teknis .......................................................................... 24
Tabel 3.4 Pengendalian Administrasi ................................................................. 25
Tabel 3.5 Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) ............................................. 26
Tabel 4.1 Hasil Pengukuran Lapangan ............................................................... 27


1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Higiene perusahan, ergonomi, kesehatan dan keselamatan keria (Hiperkes)
merupakan hal yang meniadi perhatian banyak pihak di era industri seperti
sekarang ini. Hiperkes pada dasarnya merupakan penggabungan dari dua disiplin
ilmu yang berbeda, yaitu medis dan teknis yang meniadi satu kesatuan sehingga
mempunyai tuiuan yang sama yaitu menciptakan tenaga keria yang sehat dan
produktiI.
1
Istilah Hiperkes menurut Undang-undang tentang ketentuan pokok
mengenai tenaga keria yaitu lapangan kesehatan yang dituiukan kepada
pemeliharaan-pemeliharaan dan mempertinggi deraiat kesehatan tenaga keria,
dilakukan dengan mengatur pemberian pengobatan, perawatan tenaga keria yang
sakit, mengatur persediaan tempat, cara-cara dan syarat yang memenuhi norma-
norma hiperkes untuk mencegah penyakit baik sebagai akibat pekeriaan, maupun
penyakit umum serta menetapkan syarat-syarat kesehatan bagi tenaga keria.
1
Beberapa Iaktor yang berhubungan secara langsung dengan higiene
perusahaan adalah Iaktor Iisik, Iaktor kimia, Iaktor biologi, Iaktor psikologi.
Faktor Iisik dapat berupa radiasi, kebisingan, getaran, penerangan dan iklim keria.
Sedangkan Iaktor kimia berupa zat-zat yang digunakan dalam suatu perusahaan
baik itu gas, uap, pelarut organik, maupun debu. Faktor biologi yang dihubungkan
dengan higiene perusahaan lebih dititikberatkan pada mikroorganisme penyebab
2



penyakit seperti bakteri, iamur, dan virus yang sering diiumpai dalam sebuah
industri.
1
Makalah ini akan membahas lebih dalam mengenai Iaktor Iisik iklim di
PT. PINDAD (Persero).

1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diidentiIikasi beberapa masalah
sebagai berikut:
1. Bagaimanakah gambaran iklim keria lingkungan industri pada PT.
PINDAD (Persero)?
2. Masalah iklim keria apakah yang terdapat pada PT. PINDAD (Persero)?
3. Apakah pengendalian yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang
berkaitan dengan iklim keria di PT. PINDAD (Persero)?

1.3 Tujuan Observasi
1. Mengetahui gambaran iklim keria lingkungan industri pada PT. PINDAD
(Persero).
2. Mengetahui masalah iklim keria yang terdapat pada PT. PINDAD
(Persero).
3. Mengetahui pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah
iklim keria PT. PINDAD (Persero)



3



1.4 Manfaat Observasi
1. Bagi perusahaan, hasil observasi ini dapat diiadikan bahan masukan dalam
upaya peningkatan kineria atau produktivitas karyawan perusahaan yang
telah berialan dan mendapat rekomendasi solusi untuk kendala yang
dihadapi di lapangan.
2. Bagi dokter peserta pelatihan, rangkaian kegiatan observasi ini dapat
diiadikan pengalaman dan pelaiaran untuk kegiatan ilmiah lain pada
umumnya dan kegiatan Hiperkes pada khususnya.
3. Bagi masyarakat, hasil observasi ini dapat diiadikan acuan untuk
mengetahui proIil perusahaan secara umum dan meniadi bahan
pertimbangan dalam mencari lapangan pekeriaan.

1.5 Metodologi Observasi
Observasi ini menggunakan metode studi deskriptiI. Data yang dikumpulkan
dalam penyusunan laporan adalah dengan cara observasi langsung, melakukan
pengukuran Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB), dan wawancara langsung.
Obiek studi ini adalah lingkungan keria dan tenaga keria di beberapa bagian
tempat produksi PT. PINDAD (Persero)

1.6 Lokasi dan Waktu Observasi
1.6.1 Lokasi Observasi
Lokasi observasi pada kesempatan kali ini adalah PT. PINDAD (Persero),
Bandung, Jawa Barat.
4



1.6.2 Waktu Observasi
1. Penentuan iudul : 18 Mei 2011
2. Pembuatan kuisioner : 18 Mei 2011
3. Observasi lapangan : 20 Mei 2011
4. Pengumpulan data : 20 Mei 2011
5. Pengolahan data : 21 Mei 2011
6. Penyusunan laporan : 22 Mei 2011


5

BAB II
TIN1AUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Higiene Perusahaan Iklim Kerja
Faktor Iisik merupakan komponen yang terdapat di lingkungan keria
seperti kebisingan, penerangan, iklim keria, getaran dan radiasi, yang biasanya
mempengaruhi tenaga keria. Faktor Iisik yang diteliti dalam penelitian ini adalah
iklim keria.
Kemaiuan teknologi dan proses produksi dalam industri, telah
menimbulkan suatu lingkungan keria yang mempunyai iklim / cuaca tertentu yang
disebut iklim keria, yang dapat berupa iklim keria panas dan iklim keria dingin.
Dalam Keputusan Mentri Tenaga Keria No. KEP-51/Men/1999 Pasal 1
Ayat 5 Iklim keria adalah hasil perpaduan antara suhu, kelembaban, kecepatan
gerakan udara dan panas radiasi dengan tingkat pengeluaran panas dari tubuh
tenaga keria sebagai akibat pekeriaannya. Menurut Suma`mur PK, iklim keria
adalah kombinasi dari suhu udara, kelembaban udara, kecepatan gerakan dan suhu
radiasi. Kombinasi keempat Iaktor tersebut bila dihubungkan dengan produksi
panas oleh tubuh dapat disebut dengan tekanan panas. Indeks tekanan panas
disuatu lingkungan keria adalah perpaduan antara suhu udara, kelembaban udara,
kecepatan gerakan udara, dan panas metabolisme sebagai hasil aktivitas
seseorang.
Suhu tubuh manusia dapat dipertahankan secara menetap oleh suatu sistem
pengatur suhu (svstem thermoregulator). Suhu menetap ini adalah akibat
6


keseimbangan diantara panas yang dihasilkan didalam tubuh sebagai akibat
metabolisme dan pertukaran panas diantara tubuh dengan lingkungan sekitar.
Dari suatu penyelidikan diperoleh hasil bahwa produktivitas keria manusia
akan mencapai tingkat yang paling tinggi pada temperatur sekitar 24 deraiat
Celsius sampai 27 deraiat Celsius.

2.2 Iklim Kerja Panas
1

Iklim keria panas merupakan meteorologi dari lingkungan keria yang
dapat disebabkan oleh gerakan angin, kelembaban, suhu udara, suhu radiasi dan
sinar matahari. Panas sebenarnya merupakan energi kinetik gerak molekul yang
secara terus menerus dihasilkan dalam tubuh sebagai hasil samping metabolisme
dan panas tubuh yang dikeluarkan kelingkungan sekitar. Agar tetap seimbang
antara pengeluaran dan pembentukan panas maka tubuh mengadakan usaha
pertukaran panas dari tubuh ke lingkungan sekitar melalui kulit dengan cara
konduksi, konveksi, radiasi dan evaporasi.
(1) Konduksi, merupakan pertukaran diantara tubuh dan benda-benda
sekitar dengan melalui sentuhan atau kontak. Konduksi akan
menghilangkan panas dari tubuh apabila benda-benda sekitar lebih
dingin suhunya, dan akan menambah panas kepada tubuh apabila
benda-benda sekitar lebih panas dari tubuh manusia.
(2) Konveksi, adalah petukaran panas dari badan dengan lingkungan melalui
kontak udara dengan tubuh. Pada proses ini pembuangan panas terbawa
oleh udara sekitar tubuh.
7


(3) Radiasi, merupakan tenaga dari gelombang elektromagnetik dengan
paniang gelombang lebih paniang dari sinar matahari.
(4) Evaporasi, adalah keringat yang keluar melalui kulit akan cepat
menguap bila udara diluar badan kering dan terdapat aliran angin
sehingga teriadi pelepasan panas dipermukan kulit, maka cepat teriadi
penguapan yang akhirnya suhu badan bisa menurun.

Lingkungan keria panas dapat diklasiIikasikan meniadi sebagai berikut:
1

1. Lingkungan panas lembab ditandai dengan temperatur bola kering
yang tinggi disertai tekanan uap air yang tinggi.
2. Lingkungan panas kering ditandai dengan temperatur bola kering
mencapai 40
0
C disertai beban panas radiasi tinggi.
Terdapat beberapa contoh tempat keria dengan iklim keria panas
diantaranya :
1. Proses produksi yang menggunakan panas, misalnya peleburan,
pengeringan, pemanasan
2. Pekeriaan yang langsung terkena sinar matahari, misalnya pekeriaan ialan
raya, bongkar muat, nelayan, petani
3. Tempat keria dengan ventilasi udara kurang

2.3 Iklim Kerja Dingin
1

Pengaruh suhu dingin dapat mengurangi eIisiensi keria dengan keluhan
kaku atau kurangnya koordinasi otot. Kondisi semacam ini dapat meningkatkan
tingkat kelelahan seseorang.
8


Terdapat beberapa contoh tempat keria dengan iklim keria dingin
diantaranya di pabrik es, kamar pendingin, laboratorium, ruang computer dan
lain-lain.
Masalah kesehatan yang berhubungan dengan iklim dingin, yaitu :
O hilblains : Bagian tubuh yang terkena membengkak, merah,
panas dan sakit diselingi gatal. Penyakit ini diderita akibat bekeria
ditempat dingin dengan waktu lama dan akibat deIisiensi besi.
O %rench foot : Kerusakan anggota badan terutama kaki akibat
kelembaban atau dingin walau suhu diatas titik beku. Stadium ini
diikuti tingkat hvperthermis yaitu kaki membengkak, merah, dan
sakit. Penyakit ini berakibat cacat semetara.
O rosbite . Akibat suhu rendah dibawah titik beku, kondisi sama
seperti trenchIoot namun stadium akhir penyakit frosbite adalah
gangrene dan bisa berakibat cacat tetap.

2.4 Efek terhadap Kesehatan
EIek panas terhadap kesehatan dipengaruhi oleh usia, ienis kelamin,
obesitas, keseimbangan air dan elektrolit, serta kebugaran.Ada 2 cara tubuh
untuk menghasilkan panas yang terdiri dari panas metabolisme dimana tubuh
menghasilkan panas pada saat mencerna makanan, bekeria dan latihan, kemudian
panas lingkungan dimana tubuh menyerap panas dari lingkungan sekeliling,
berupa panas matahari atau panas ruangan.
Apabila tubuh terpapar cuaca keria panas, secara Iisiologis tubuh akan
berusaha menghadapinya dengan maksimal, dan bila usaha tersebut tidak berhasil
9


akan timbul eIek yang membahayakan. Karena kegagalan tubuh dalam
menyesuaikan dengan lingkungan panas maka timbul keluhan-keluhan seperti
kelelahan, ruam panas, heat cramps. heat exhaustion. dan heat stroke, yang dapat
diielaskan sebagai berikut :
O Ruam panas ( pricklv heat ), dapat teriadi dilingkungan panas, lembab dimana
keringat tidak dapat dengan mudah menguap dari kulit. Keadaan ini dapat
mengakibatkan ruam yang dalam beberapa kasus menyebabkan rasa sakit
yang hebat. Prosedur untuk mencegah atau memperkecil kondisi ini adalah
beristirahat berulang kali ditempat yang dingin dan mandi secara teratur untuk
memastikan dengan seksama kekeringan pada kulit.
O Kelelahan. Orang bekeria maksimal 40 iam/minggu atau 8 iam sehari. Setelah
4 iam keria seseorang harus istirahat, karena teriadi penurunan kadar gula
dalam darah. Tenaga keria akan merasa cepat lelah karena pengaruh
lingkungan keria yang tidak nyaman akibat tekanan panas. Cara yang terbaik
mengatasi kondisi ini dengan memindahkan pasien ketempat dingin,
memberikan kompres dingin, kaki dimiringkan keatas dan diberi banyak
minum.
O Heat cramps, dapat teriadi sebagai akibat bertambahnya keringat yang
menyebabkan hilangnya garam natrium dari dalam tubuh, sehingga bisa
menyebabkan keiang otot, lemah dan pingsan. Kondisi ini biasanya melebihi
dari kelelahan karena panas. Kondisi ini dapat diobati melalui meminum
cairan yang mengandung elektrolit seperti calcium. sodium and potassium.
O Heat exhaustion, biasanya teriadi karena cuaca yang sangat panas terutama
bagi mereka yang belum beradaptasi tehadap udara panas. Penderita biasanya
10


keluar keringat banyak tetapi suhu badan normal atau subnormal, tekanan
darah menurun, denyut nadi lebih cepat.
O Heat stroke, teriadi karena pengaruh suhu panas yang sangat hebat, sehingga
suhu badan naik, kulit kering dan panas (AM Sugeng Budiono, 2003: 37).
Kondisi ini harus diatasi melalui mendinginkan tubuh korban dengan air atau
menyelimutinya dengan kain basah. Segera mencari pertolongan medis.

2.5 Nilai Ambang Batas (NAB)
Di Indonesia, parameter yang digunakan untuk menilai tingkat iklim keria
adalah Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB). Hal ini telah ditentukan dengan
Keputusan Menteri Tenaga Keria Nomor: Kep-51/MEN/1999, Tentang Nilai
Ambang Batas Faktor Fisika Di Tempat Keria, pasal 1 ayat 9 berbunyi :
ndeks suhu Basah dan Bola (Wet Bulb Globe %emperature ndex) vang
disingkat SBB adalah parameter untuk menilai tingkat iklim keria vang
merupakan hasil perhitungan antara suhu udara kering. suhu basah alami dan
suhu bola`.
1

Untuk mengetahui iklim keria di suatu tempat keria dilakukan pengukuran
besarnya tekanan panas salah satunya dengan mengukur ISBB atau Indeks Suhu
Basah dan Bola (Tim Hiperkes, 2004), macamnya adalah:
1. Untuk pekeriaan diluar gedung
ISBB ÷ 0,7 x suhu basah ¹ 0,2 x suhu radiasi ¹ 0,1 suhu kering
2. Untuk pekeriaan didalam gedung
ISBB ÷ 0,7 x suhu basah ¹ 0,3 x suhu radiasi

9./7./.3 .2.3 50708-.  .9:3..3 /.9.3 905. 5: /.9 /.9 203008. .9 5. $%  ..3 0. .4907. 503:8 /.547.9.3. %!%#  $0.547.8 7.9 . 8..5.8 / !0.3 3 /8:8:3 :39: 20203: 8..703.3 8::7 503:8 5.9: 9:. .

5.25.3 .38:3 2..7.3 /.:5:3 9/.3 503:8  0 80-.3 / !%  ! !078074 .. 07.3 .5.:.502-:.7 2.3 2.3 .3 /.:./.33   $0.:.3:.7  503:8 /03.. 80. 202-.3 40 0907-.8 . /02:/..80.. 80../.3 3 503:8 203.33203.547. 2.3 /.2503:8. 20302./.9   .-. . .3 80.547..3 /.3 ./.-0703. 20.8 05.3 .8 503:8:.3 9072. .39072.547..38:3/.3 503:8-..5.8 4-807.7..2.3.9:.  03.3808:.- 9:  /02 -079.3 .-.:.3 50309.3 503:8 /.2 503:8:3.39: -.3.7.3 /80-.3 .3..2 503:8.8 -.3 %03.3 50309.3..32./..3  .3 :/: ! # $ &&  !%  ! !078074  850207.8.802:. 79 /.9 0:7.5.3 /.5. .35072443..3 90.39/..  207:5..3 8.5.9.9  503:8 33 203:.3 202-.3:3 /.8.3    .7:%07...5 080.. .3 503.3 .105.9. 0703/...7.3/:3 .07503.3 /03.5.9.3 002.3/:.2-. 5... 802:.2.4907!07:8. 907/.3.7 802:....

 /.3.3/-07..39:..9 .52.3 80.3/:3 0   !03:8     ..7.-.3.3/...0703/.8. $%  73.9503:8-07.5.9.3-.5. .-.0-.2.  $024.7 ..9-07:3. .3..8..   .5..3202-.3/.305./.3 -075.3/.3 5../. /03.503:8 203/..

8/.9..8    4. !&&   .3 -807.2.8 -807..!..8  %&!&$%   !03079.9: -807.8    4..3 %!%#  %#$ ...8.3030!07:8. %#% .   %::.9 -807..3   /0391..3207.. %## .8..9: -807.31.8   .8   . %#$   .8    .3..   207.70..8   094/44 -807.  .3.

.   .%03.8!03::7.3.8      !0303/.8.3!03..!./.07.897:9:7   !0303/.9./.8...3/23897.%03    !0303/..  207.8...9.3!..3/.3207..33    10907.8!49038..3    .3    !0303/.3   .73/48.  ..7.9!03/:37 !   '!$   !072.3080..2.9.9..380.3/23897.2-.3.5080.080..8    !0303/.  $!%   !741!07:8.9.3/03.307..3.3%038    !0303/.3..9..8    !03:3.91    !03:3.7.. 317.32 07...3.!% !72.3!   .3   /0391.

 '$!&$# 7747442.7.7349/0130/   $.3 7747442.3 7747442.7349/0130/   0825:.7349/0130/  %#!&$%     .  .

43947     .2-. %##  .  .7 0.9$9708870.

9.3%038  %./3/4308.8  %.8.3.9.8  %.-0 !0303/.3   .307.3/03.9!03/:37 !   %..7.5..8!03::7.-0 !03:3.3.3  %.  %.5.-0 !0303/.8.-0 $9.-0 .3/.3.3..-0 .080..!.3...32 07.  .3.3. %#%  %.3/23897.3.7207.8!03::7.-0 ..

9:.7.947 18  1..7.94718/.9. 50708  207:5..7. .947 2.3/.3 2.3 080.947 -44  1. .947 5844  ...2.2.3 030 507:8...3./.  !&&   .9-07:5.3 803.903.9.3 /9::.3 9025.3 903.947 2.9 8. 5020.38:3 /03.9 . 5. 3/:897 805079 80.3 05./...3 5020.7..3 203.5.3 20203: 3472.9-. / 07.9 .3 09039:.9.7./.  0-07.3 /03. 07.5. .20309.95007.9.9080./853 2:.3 20250793 /07.39038 .7.3/.. 9::.0.3.7/:.3 8./ 8.947 ./.9:7 50780/.3 -.9: 20/8 /.3 0- /99-07./.3 -07-0/.-:3. 1.3 . .3 80.  /.5. 07.947-44.9.3 /03.5 50.9: .9:2:28079.9.9.9 080. 50708 203:7:9 &3/.3 /:3..2 8:.3080.3820 5030-. 07.3207...3 074342 080.3 -.3 2.9: 08.3 030507:8.3 8.3 -07:-:3..7.33 507085.3-.3 1.9: 507:8..207:5.80-. 1. . . 07.  1.3 .-.:.-   .3 544 20303.7.3 80..3 /.70.3503.9: 203.7..3 5.3 :3/.3203.3 50307. 903.307.  $0/.9  .3903..8..5..3 8.9.3 .9:..3 09..3/.9:7502-07.503.3 9039.3 903.3. /.35034-./ 507.. .3 574/:91  89..9. 3472.38.. 27447. 2025:3.3  507.:5:3/0-: .3..07.50708:39:203.. -07:5.9 . ...3 203.8 :.3 .59.7:947.9.:5:3 503.9  203.9 /.3 030 507:8.. .7.8 0-83./.73.3 /.7.3/:-:3.

 50303/.. .9.2 80-:./.3 907/../.8.5....8. 80-..82.8.5. 207.5.2-.5.:....220303..:50303/.7.3.3 -07.3 /.8.!% ! !078074    5. 07/. ..8.3907/.3 . !%  ! !078074    . /.: 2.9 5. 3:3...2-.33/:8975. !%  ! !078074    0309.8...8-0-07./.!% ! !078074       . 2 07.3207. .7..!% ! !078074    0309.8.9.-07:9   .3 8073 /:25.3 2 07.80-/../!% ! !078074    %::./.9//0391...2.7-0.3202-.3/03.8 2.95.3207..207.947182/ !% ! !078074    /0391.5.  503./.:.9.3 3/:897 5.2:7  /.9.8..3 .2. 3/:897 .907  .8 2.9.3/.1.3 :39: 203.3 -807.7:8 ..:..3.3.9 805079 -..3/.3:39:203.3:3.7.3.5.8   0309.9/.

38:3  20..2 503:8:3.38:3  -0 89:/ 3 .8 5..9    ./.:8:83.9 /.3 503.3.. .9.3-.. .3 .. / -0-07.32./.9..9. :2:23.: 574/:9./.8 3 /.9.9.8.3 .3/:3 ./..9.7.507:8.2 :5..3..3/:25:.30. 4-807.3 .8/. /.8 4-807.8 3 /.5. /03...5. 5033.5. 07.3 503::7.3507085.9/.9 -807..83/.9.3 :39: 20309.3.3 2.35007.9.3 50.3 903.7. $  /.3 90.5.8 .8   4./.. 2.3 .3 07..3/..././..7.8 4-807..7.3 203./ -.8 84:8 :39: 03/.3 .3 :39: 0.9  .   ./.8 -807./. :2:2 /..3.7.84-807.. 3 ..2.5.3 3/08 $:: ...3 /...3 4-807./.5..3 /.3 0.547. ..3 .3 203/..:.3 4.8 4..83203:3.3    094/44 -807.3 . /4907 508079.7.9 704203/.8 ..8   ..3 50792-.    .8:. 3:3.3 507:8..3 80..7... 08025.31. 50..3 /.: 5741 507:8.9. -.7. -07.3 2094/089://087591 .3 5.3 307.3 /.2203.3/.3 9025./.3  7.9574/:8!% ! !078074     4.5..8 -807.3 .3.9: -807..9 /. .. /.3....:.8..5/.3    . !%  ! !078074  ....

547.   !03:8:3.3.8   !03039:.9: -807.3/.9.3      !03:25:.3.3/.3    .9..3:84307    -807.   !034..    ..3:/:  0  0   0   0  0  0    !02-:.5.9.8.

.307. ..3.07.250309.32025:3.:.  ./.9:3:3. 202503.7.3 /.2 3/:897  90...3030!07:8.9 / 3:3..3  50307. 805079 0-83.2. 2032-:.3 7.3 -.94718.38:.3207.3 574808 574/:8 /.3 4254303 .  02.7:903.33.8.3 907/./.3 07..   %&!&$%   !03079.3  2 07.947 18 207:5. 207.3/909/.8  ..  09.3 90344 /.3..5.

/33  ...3/. 4  ! .3 /80-:9207.207.3207.3..5.8/.3 0397 %03. 07.2 05:9:8.9-07:5. ..:..5.9079039:.

03.

-.307. ./.9 1.3 :/. 002-.3.7.3 5.9:3:3.-.-.8  42-3.05.8 5075./. !.8 808047.9 5007.3.8 40 9:-: /.3 07.3.3 :/.9.9   . /:-:3.3 07.3 90.8 209.3 5.8  3/08 90...9  2 07.8 ../:.7./.3:/. .05.7.38:: 7.3 5.-4820 80-.8 7.3  $::9:-:2.. .5408:.8/.3:8.947 90780-:9 -.3 5. ..20309..  03:7:9 $:2.9.9.3.3.7.-.9:7 8:: 88902 9072470:.5./..7.5075.9./:.7.9 /80-:9 /03.33.3.9/5079.8 /03.42-3..7.8 /8:.8 /.  /.9 5030:.9:88902 503.3 574/:8 5. 2:7 !  2 07. 8::  002-..947  $:: 20309.7 9:-: 903..39.3:/.39. 002-..3 /03. . 0.3 .  .5 3 .3  0.3..8.3 5..3 93.05. /.7.8:::/.3.-./. .9.5.3./.. 07.8 0025.7.  0.3/.78:::/./.380.7.3. 80-.307.

908:8    207. 5030:.7.29:-:80-.  43/:8 .3 20.8.8 2..5 802-.!. 9:-: 203.253 209.5.7. -03/. 809.547.3./.3 .807.9 08:88.3 /.3 /.3 .8  2 07.574/:9. 40:/. 809.8 /. 43/:8 43.3.7./.3.33  002-./. 240: .3 .8/.7  /07.33:3.-.9:5030/..9.3 809.3:8.3 .3 83.7 9:-: 0 3:3.-.7.3 20904744 /...3 :8./.  8:: 7..5748083502-:. 207:5.9 /80-.7 /03.35..907:8 20307:8/.3. 9:-: ..3 /.7 20.9.:/.7.   43.3 /../. 5079:.9.33:3.-.3 502-039:.3 .-.35079:. .3.3 40 07.8    43/:8  207:5.8-.3 93 5..7..3 5.8/..3 /.: 8039:.7.9:-:/03.8/.8 9:-: .5.3 5...73.30. -03/.7-.79:-:   .3  8:: :/.  0802-.3 //.25.3.3 203.3 5.9 ./..39:-: !.7 0- /33 8::3.3 203.809.39.3.3 0307 309 07..8 80-03.-4820 /.320. 5. .3 809..08 7.39.3 07.2 9:-: 80-.7 909.7.9:7 809.-4820/.3/03.. -03/.3.78:.7.3 03:3.3.3 5.3.8 8.3:8.7  .3. .7  !.509:.3 -03/. -03/.  /.39.3 80.5.7.7 2.39.7.2.8 05.8.08 .3. 5.3 /0:.7. 5.79:-:2.35./03.8 .3809.5..7 9:-: .: :9 /03.7 3:3../.7.35.: 439.70-5..3 5079:.8 207:5.8 /.7. 902507. .8907-.3/50740.9 209.-.: 439./..8/.7.3.2-.. 93..809.3 5..8 /. -03/.3.3. 9:-: /.3 203./07.3.3 /.7  .

 /03.8 02-.05. /03.9 2033..900.5 -.8 /5072:.8/.8.3 509.3 907/.3.-07:9    3:3.5.3.87. 5.7 -.3.35.3 5.3 5./80-.3042-.3:.   !74808 574/:8 .5. 447/3.3.8.9:7 -4..783.- /9..9 203:7.: :7.5. 073 203.9.05.9 203:..3   !007./.5.7    ..5.3/.3 902507.33 803.33  !03.:7.9 -0-07.5. /.73.: .5..: :9 .9.307.893   %07/.. /8079.5007.2 3 /.907.3   %025.33.4394 9025.7.72:.3-8.3 902507.7: 8:: /33 /.3.3 93.3 .39.3.3808047.72.    #.3   207..9.30-5.3 073 /..203:7:3    3:3.3203.7 20. 500-:7.81.393/8079.3.38:390703.9 907.547. 073 .7.3.3.3 0:.3/.3 . /03.8.3..8 /.5. ..3 7..3.3 903.9/.8::-.3./03.3.393    3:3.7..8  .8 073 /9..3 203:3. 907.3.9 . .8  28.9 07.9.9 .. /03.3 502.3   ..3.3.9 30.-0-. /:.3 .7.8:/.3/.90.72.3 009742. 073.7.309 /03.7 042-.. -43.5.3 5.3 :9  2.9:7 -4./.8 4949  43/8 802.3.039./ 5005.8  207:5.3.3 2 07.3 5./..3 018038 07..3.3 0:.7 28.3 5. :/./.3  503073.83./ 503:./.3.5.

-..3.-07.3 8003  -07:5.2.87:.1449 3. 805079 9703..5.9 50790728 .3 8.9 8:: 703/.-../:2 3 /:9 93./.3.93//079.. /-.3/03.3.9..9.7.947:2  7:..9 1748-90 .7.3 907:9.2.9 !03. -.-4820 /2.9.3 907/7 /.8 907.3.3 10 5.3.5.7./:2 . 99 -0:  43/8 8.-07.3  /. 9:-: 9075.93-07.85.5    10907. /33 /.8.../.  O 748-90  -.9.7 3:3.980209./03. /03.  . 9:-: 203. . ./.9:.  038 0.3..3-07:-:3.9.3 2 07.9 07.3 009749  8079.3 .3.8  80.82. /9025.37030/.32/33 ..:5.3 9:-: .8 .2.2:3 89.8.82.3.7 503/33  .9: . 18448 9:-: .3.9/018038-08  O %703.. 0-:.-.. /.38.3 .9. 9:-: :39: 203.3 ..425:907 /.  /.3.8.9/33/03.23  4-089.  %07/.2. . 5.-.-..3.3 02:/.  5.3  5.3..9-007.2.5 080.3 5.8 99 -0:  $9.3.3-.53.:..-.3 90703.9/803.5.3 -007.32.-7 08  .7 .7./.9: O -.3.7 /.3 .3..7. 9:-: 20307.3 /503./..9 002-./.  207.8 3:3.3 . / 5.4394 9025.7: 40 :8.073.9.7 503.9 -0-07.9203.9.3  .8 209.8  .3-8.8/.39.3.3.8.3.3. 202-03..9..35.080..8  0802-.349.: 8:: /. 07./.-.3 /2.38  ./. 202-03. .90780-:99/.7 5. 1449  07:8.9909.3 ..7.8 /.3. !03.9.-47.5..3 5.  207.:8.5 5.: /33 .9.3 -07:8.203.5080.

32.25.8 0.3 202-.5.7.8 2. 92-: 0:.3 7:. 43/8 3 .3 92-: 010 .9 9/. .258 0.9 203.3/.-07:9 O #:..703./.9.5.380-..89. -07897.-/2.8.3 2:/.3 3:3. 203:.3 /.5 /./.8 57.8 02-.3.9 . 0. /.3.3808.3/80.2.35.0.5./9025.3 /03.5.9.9 /.  .3  7.5.2 ..9907. .25.9  !7480/:7 :39: 203..30.7 :9  0..3/33/.3 9:-: /.-.0.. 073...:8943 /..3.2.9 /0. 8.989740 .2. .: 2025070...90.907.8:8 2030-.3  ..9.9:7:39: 202.7./.3 805079 00.3 7.82.3 5.8.3-007..9 /03.9-07:.//3:3..3..35.:9  O 00.3 7:.-.3/03.3 0:.2 -0-07.0073.3 3 /.3 0-.3.3.2 20308:.9...

9 /4-.7.7: 3:3. 2030-.8 43/8 3 /03..2 9:-:  803.3 43/83-.890.3.3 425708 /33  ..3.3..703.2 /.3203.9 .2-. /273.. 907. 503./.59.3 . .7 00.200- /.3 .5. 907.3 .34949 02. . 23:2  O 0.5:/...9 907.33.3538.3 5.39/.7 $090./ .-.8 /.  %03.88:2  O 0. /.7 :..7.9  .703.3 0.  . 203. .9.2 07.3 .8 .3..7. 5.-.7:8 897.9 .3 /-07 -.3...30.:2 84/:2.2070.2 3..3 8. -8.3.8.3./.7 /. .307.990.703.7.9  20. .7.35.3.8 907:9.9 -079..   .3.: 2023:2 .3/549./.:.9 /33  202-07.3.3./.8  43/8 3 /.2.8.23:. 808047.9 0.9. -..3.:. 3./ 503:7:3.3/:3009749805079..3 207.-.3 2030-. 073.5. .8.803 09025.2.9 0.05.5.9 5.8.3 2023/.3907-..-.258  /.7.280..:8943  -.97:2 /.-./ 80-.3.9. 07.8 !03/079.703. .3-0:2-07.

3.8.7.9  O 0.8   3/4308.38. $007.3 05:9:8.:203/33.3 5.  :9 073 /..: 20302:93./0-.9.  90.3 4.3.3 3472.7 073.9.203.7:8:: 5.   0:.9 803./. 07../.9207.3 03907 %03..3.39:-:47-. 5.: 8:-3472. 4247 05 .2-..5 8:: -.3. 8:: -.3. .703. $  .7.3/03.9 -. 909. .7.7:8/.3.3.8 20. 3/08 $:: .9.75079443./. /.20907. 3 90.05.3 /03.8  $:03 :/434      43/83. /9039:.8 .3.320/8    .3 /.3:39:203.3/:3.989740 907.9././03.203:7:3 /03:93.3 3.8.503.9 0-.93.3-.

.

/.70/:3 $ 8::-... 5.  %039.20/:3 $ 8::-. . 5.39.7.3..907. 93./.%025.3503::7..3 203::7 $ ..3 /83. .:.9-07-:3 3/08 8:: .73.23. /.3 . 8:: :/.3 . 2-.90.9 $ .3//.907.  8::7.34./..7.9478.9 2 07.8.9:3./8:..3.  8::7.3 -08.: 3/08$:: .8./. /03.3 .9:9025.8.8./.9:70 3/0  .7.8./. %250708   2.  &39:20309.3 8::-4.8  8::073  &39:5007..9.3..8.8.3 207:5..3/:.3 5.8.  &39:5007.88..2 /... 073  8:: -.:207.3 4.8 5079:3.8  . 09 :- 4-0 %02507.20907 :39: 203.9.

38 .56 x 45 mm Senapan mesin y y SPM2 peluru kaliber 5.56 x 45 mm SS2 peluru kaliber 5. PINDAD (Persero) juga merupakan tempat hidupnya lebih dari 30 jenis spesies burung. PINDAD (Persero) telah sukses memproduksi berbagai senjata ringan yang sudah digunakan TNI dan Polri. Lingkungan Alam Disaat meningkatkan unjuk-kerja perusahaan. h.56 x 45 mm SM3 peluru kaliber 5. PINDAD (Persero) juga menyadari untuk tetap selalu mengusahaan agar ramah te rhadap lingkungan alam sekitar. misalnya: Senapan serbu y y SS1 peluru kaliber 5. Senjata PT. PT. Sekitar 60% dari luas perusahaan selalu dijaga kehijauannya termasuk oleh berbagai pepohonan langka.56 x 45 mm Pistol y y y P1 peluru kaliber 9 x 19 mm Parabellum P2 peluru kaliber 9 x 19 mm Parabellum R1 peluru kaliber . lingkungan PT. Sesuatu hal yang sangat menarik adalah selain sebagai lingkungan kerja yang harmonis dengan alam sekitarnya. Produksi 1.18 g.

Kendaraan militer y y y y y y y PINDAD ANOA 4x4 (Kendaraan taktis ARMOURED PERSONAL CARRIER) PINDAD ANOA 6x6 [1] PINDAD ANOA CANON [2] Combat VEHICLE Water Cannon M1W-40 Kendaraan RPP-M Special function Vehicles 3. Produksi non-militer a.7 x 99 mm Lainnya y Meriam Pindad ME-105 105mm Howitzer 2.19 y R2 peluru kaliber .38 gun) £¢ Pistol mitraliur / (Submachi y y PM1 peluru kaliber 9 x 19 mm Parabellum PM2 peluru kaliber 9 x 19 mm Parabellum Riffl ) ¤ ¥¤ Senapan runduk / (Snip y y y SPR-1 [2] peluru kaliber 7. Mesin Industri & Jasa Lini produk Air brake prods o Air reservoir .62 x 45 mm SPR-2 peluru kaliber 12.7 x 99 mm [3] SPR-3 peluru kaliber 12.

20 o o o o o o o o o Brake cylinder Compressor set Dual chamber air dryer Dummy coupling Isolating cock distributor valve Operating valve Pipe brake coupling Slack adjuster Peralatan kelautan o o o o o o o Naval seat Jasa Steering gears Towing winch Kelautan Tuna long line equipment Crane Dbl drum mooring winch Electric anchor winch lain-lain o o o o o Generator alternator (elektronika) Vacuum Circuit Breaker (elektronika) Laboratorium (Multi-industri) Palm Oil Refinery and Mill Plant (multi industri-EPC) Motor traksi (Transportasi) .

biologi dan psikologi. berupa faktor fisik. Hasil Pengukuran pada PT. Alat dipaparkan kurang lebih selama 6 menit sebelum pembacaan. 3. Faktor fisik diantaranya adalah panas.2 Identifikasi Potensi Bahaya Paparan yang diterima seorang tenaga kerja di PT. kimia. Observasi kali ini mengamati faktor fisik sebagai salah satu potensi bahaya. Potensi bahaya yang berhubungan dengan iklim kerja adalah panas. Alat yang digunakan untuk mengukur adalah Heat Stress Area Monitor dengan merk QUESTENT buatan Amerika.21 o o o o Perlengkapan rel kereta Produk-produk cor Produk-produk stamping Produk-produk tempa 3. getaran. dan penerangan. bising. PINDAD (Persero). Pengukuran dilakukan di satu titik dimana tenaga kerja selalu melakukan aktivitas bekerja.3 Hasil Pengukuran dan Pengamatan Pengukuran iklim kerja dilakukan di bagian pengelasan bagian tempa besi dan peleburan. Namun. PINDAD (Persero) didapatkan sebagai berikut : . PINDAD (Persero) yang telah diobservasi pada kunjungan lapangan PT. pada kesempatan ini hanya akan dibahas mengenai iklim kerja.

8 28.0 ºC untuk beban sedang (bagian tempa dan cor pada mesin (-) dan roll rantai).28 09. Divisi tempa & cor (beban sedang) a. Mesin (-) c.6 24.0 29.1 Hasil Pengukuran lapangan No Lokasi Ta (0C) 1.22 09.1 22.7 23.22 DATA PENGUKURAN IKLIM KERJA y y y Nama Perusahaan : PT.5 28. Mesin pembengkokk b.0 24. Sedangkan pada bagian pengecoran di mesin .7 24.8 28.3 27.2 69% 66% 25.3 5 mnt 5 mnt 5 mnt 3 mnt 09. PINDAD (Persero) Tanggal Alamat : 20 Mei 2011 : Jl.5 5 mnt 3 mnt 09.50 Nilai ambang batas untuk iklim kerja seperti yang tersaji pada tabel 3. 517 Bandung 40284 Bandung Jawa Barat y y y Nama Alat Merk/ Buatan Model/ Tipe : Heat Stress Area Monitor : QUESTENT/ Amerika : 34 Tabel 3.3 23.9 22. 28.5 24.42 09. Jendral Gatot Subroto No. tercantum bahwa NAB pada pekerja yang bekerja terus menerus dalam 8 jam adalah 26.1.7 27.0 27.0 27. 27.0 26. Mesin potong besi Divisi cor (beban berat) a.35 2.7 73% 69% 69% 70% 25. Peleburan b.3 23.7ºC untuk beban kerja sedang (bagian tempa dan cor pada mesin pembengkok dan potong besi). Mesin roll-rantai d.15 09.8 28.7 23. Pengecoran Tw (0C) Tg (0C) Parameter RH (%) Lama Pengukuran (menit) Waktu Pengukuran ISBB (0C) 26.

1 Hasil Wawancara Masalah Kesehatan yang Berkaitan dengan Iklim Kerja Panas Wawancara yang telah dilakukan pada tenaga kerja PT.3 ºC. Mesin Peleburan b. Mesin Pemotong Besi KELELAHAN PANAS STROKE KARENA PANAS - - - + + + - 2. PINDAD (Persero) bagian pengelasan. Mesin (-) c. Mesin Roll Rantai d. Mesin Pembengkokka n b. Pengukuran beban kerja tidak dilakukan.2 Hasil Wawancara Masalah Kesehatan yang Berkaitan dengan Iklim Kerja Panas BAGIAN RUAM PANAS DEHIDRASI KRAM KARENA PANAS 1. 3. Mesin Pengecoran - - + - + + - - + + - . Ruang Pengecoran a.3. dikarenakan ketidaksediaan alat dan keterbatasan waktu. namun diasumsikan beban kerja pada tenaga kerja di bagian tempa dan cor adalah beban sedang. bagian cor adalah berat. Divisi Tempa dan Cor a. penempaan besi dan peleburan dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3.23 peleburan adalah 28 ºC juga pada mesin pengecoran 27.

4. Masalah kesehatan yang dialami pekerja di bagian tempa dan cor adalah ruam kelelahan karena panas. Hasil yang didapatkan seperti pada tabel di atas.1 Pengendalian secara Teknik Pengendalian secara teknik yang diamati dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 3. Pengecoran + - - + - - 3.2 Pengendalian Administrasi Pengendalian administrasi yang diamati dapat dilihat pada tabel berikut ini : .3 Pengendalian Teknis BAGIAN VENTILASI ISOLASI FAN LOCAL EXHAUSTER GENERAL EXHAUSTER - 1. administratif dan penggunaan alat pelindung diri. Tempa dan Cor 2. 3. Masalah kesehatan yang dialami pekerja di bagian pengecoran adalah ruam panas dan kelelahan karena panas. pengendalian secara 3.4 Upaya Pengendalian Upaya pengendalian dapat dibedakan menjadi teknik.24 Wawancara dilakukan pada satu orang tenaga kerja di setiap bagian.4.

3 Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Alat pelindung diri (APD) merupakan seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi sebagian. Mesin (-) c. . atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja. Mesin Roll Rantai d. Mesin Peleburan b. Mesin Pengecoran + + + + + + + + + + + + + + + + 3.4 Pengendalian Administrasi BAGIAN AKLIMA TISASI Ketersesiaan Minum Pengaturan Lama Kerja dan Istirahat Pemeriksaan Kesehatan 1. Penggunaan APD yang digunakan di PT. Mesin Pembengkokkan b. Tempa dan Cor a.4. PINDAD Persero di bagian tempa dan cor. Mesin Pemotongan Besi 2. Ruang Pengecoran a. dan pengecoran dapat dilihat pada tabel berikut ini .25 Tabel 3.

A 1.5 Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) APD 1.D Helm Googles Baju Khusus Apron Gloves Sepatu Masker Ear Plug + + + + + + + + + + + + + + + - 2.B 1.26 Tabel 3.C 1.B - + + + + + + + Catatan : 1a 1b 1c 1d 2a 2b : Mesin Pembengkokkan : Mesin (-) : Mesin Roll Rantai : Mesin Pemotong Besi :Mesin Peleburan : Mesin Pengecoran .A + - 2.

7ºC untuk beban kerja sedang.0ºC untuk beban kerja ringan. Divisi Tempa (beban sedang) y Lokasi 1 y Lokasi 2 y Lokasi 3 y Lokasi 4 Divisi Cor (beban berat) y Lokasi 1 (peleburan) y Lokasi 2 (pengecoran) Lama pengukuran Waktu pengukuran 25.42 09.7 24.22 09.3 25. dan 25 ºC untuk beban kerja berat.5 5 mnt 5 mnt 5 mnt 3 mnt 5 mnt 3 mnt 09. tercantum bahwa NAB pada pekerja yang bekerja terus menerus dalam 8 jam adalah 30.35 09.28 09. Hasil tersebut didapatkan dengan waktu .5 24. 26. sedangkan divisi cor.50 2. Hasil pengukuran seperti tersaji pada tabel 4.1 Identifikasi Potensi Bahaya Tabel 4.1. sedangkan pada divisi cor bagian peleburan ISBB melebihi batas NAB.15 09.1.27 BAB IV PEMBAHASAN 4. dilakukan pengukuran pada 4 lokasi yang berbeda.0 24. Nilai ambang batas untuk iklim kerja seperti yang tersaji pada tabel 2.1 Hasil Pengukuran Lapangan No Lokasi ISBB (oC) 1. yaitu bagian peleburan dan pengecoran memiliki beban kerja berat.6 24. Divisi tempa memiliki beban kerja sedang. didapatkan bahwa ISBB di divisi tempa dan di divisi cor bagian pengecoran tidak melebihi NAB.

1 Pengendalian Teknis Tabel 3. namun pengaturan ventilasi tersebut dirasakan belum optimal karena jumlah ventilasi yang kurang. 4. Pengaturan ventilasi diharapkan dapat mengurangi panas yang ada di ruangan dengan mengalirkan udara keluar ruangan kerja sehingga suhu udara di dalam ruangan dapat berkurang.3 menunjukan bahwa pengendalian teknis yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan adalah dengan cara mengatur ventilasi.3. sedangkan pada divisi cor terdapat ventilasi dan general exhauster. Jarak yang dekat dengan sumber panas seperti pada divisi cor. Pada divisi tempa terdapat ventilasi dan kipas angin. Masalah kesehatan yang dialami pekerja di seluruh divisi adalah kelelahan akibat panas dan di divisi cor adalah ruam karena panas. menyebabkan tenaga kerja memiliki kemungkinan untuk kontak dengan sumber panas. Primarindo Asia Infrastruktur Wawancara dilakukan pada beberapa orang tenaga kerja di setiap bagian. sehingga jendela tersebut tidak . yaitu hanya dari pintu. 4. pemasangan kipas angin dan general exhauster. Hal ini menyebabkan pasien terkena ruam akibat panas.28 pengukuran selama 3-5 menit dan jumlah pengukuran yang dilakukan sebanyak satu kali.2 Permasalahan Kesehatan Pada Tenaga Kerja PT.3 Pengendalian 4. Adapun jendela di ruang kerja terletak di bagian atas ruangan dan merupakan jendela mati atau jendela yang tidak bisa dibuka.

.29 membantu dalam pengaturan ventilasi. Selain itu.2 Pengendalian Administratif Berdasarkan tabel 3. Hal ini disebabkan belum adanya kebijakan dari perusahaan tentang aklimatisasi. Air minum telah disediakan oleh pihak perusahaan di divisi tempa untuk memudahkan para pekerja mengambil air minum dan mencegah dehidrasi selama mereka bekerja. jumlah yang masih kurang. terdapat pula kipas angin yang diletakkan di dekat tenaga kerja yang terpapar langsung oleh panas. Atap ruangan yang terbuat dari seng dan panas yang dihasilkan dari mesin juga menambah iklim panas dalam ruangan. namun hal ini dirasakan kurang efektif karena proses peleburan dan pengecoran menghasilkan suhu yang terlalu tinggi sehingga ruangan masih terasa panas. Pihak perusahaan juga telah memasang general exhauster di divisi cor yang dimaksudkan untuk mengalirkan udara panas dari hasil peleburan dan pengecoran. Namun letak yang jauh. dan tidak adanya waktu untuk mengambil air minum menyebabkan keengganan para tenaga kerja untuk minum ketika mereka mengerjakan pekerjaannya.4 dapat dijelaskan bahwa pengendalian administratif berupa aklimatisasi tidak dilakukan pada ruangan kerja yang memiliki ISBB melebihi NAB. namun jumlahnya hanya sedikit dan diletakkan sedikit jauh dari tenaga kerja. Hal ini kurang efektif untuk mengurangi panas ruangan. 4. sehingga tenaga kerja yang ingin minum harus keluar ruangan kerja terlebih dahulu.3. Pada divisi cor tidak disediakan air minum.

Penggunaan APD ini tidak berhubungan dengan paparan terhadap suhu ekstrim. padahal para tenaga kerja rentan terkena hasil peleburan dan pengecoran yang memiliki suhu tinggi.3. .30 Pada perusahaan ini juga terdapat pengaturan waktu kerja dan istirahat. para tenaga kerja hanya diperbolehkan 30 menit terapapar sumber panas. namun lebih kepada perlindungan para pekerja terhadap jenis pekerjaannya. Pada divisi cor tidak ditemukan adanya baju khusus. Khusus untuk divisi cor pada bagian peleburan dan pengecoran. namun waktunya tidak ditentukan. setelah 30 menit tenaga kerja boleh keluar atau beristirahat. 4.3 Penggunaan APD Berdasarkan tabel 3.5 dapat dijelaskan bahwa tidak semua pekerja di ruangan yang dikunjungi menggunakan APD.

5. Gambaran iklim kerja di lingkungan industri pada PT. Berdasarkan hasil wawancara dengan pekerja. 3. Pelaksanaan pengendalian secara paripurna untuk mencegah masalah kesehatan yang terjadi pada para pekerja yang bekerja di lingkungan iklim panas karena tidak optimalnya hal-hal sebagai berikut : Isolasi sumber panas Local exhaust Optimalisasi aklimatisasi Pengaturan waktu kerja dan istirahat setiap jam Penggunaan APD berupa pakaian khusus dan apron . administratif dan APD.1 Kesimpulan 1. permasalahan iklim kerja yang terdapat pada PT.2 Saran 1.31 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.PINDAD PERSERO ISBB di divisi tempa dan di divisi cor bagian pengecoran tidak melebihi NAB. Pengendalian yang dilakukan untuk mengatasi masalah iklim kerja di PT.PINDAD PERSERO adalah dengan pengendalian teknis. 2.PINDAD PERSERO adalah ruam panas dan kelelahan karena panas. namun pada pelaksanaannya belum tercapai seluruhnya. sedangkan pada divisi cor bagian peleburan ISBB melebihi batas NAB dengan pengukuran ISBB selama lima menit sebanyak satu kali pengukuran.

. Perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan khusus untuk masalah iklim kerja yang terdapat pada PT PINDAD PERSERO.32 2.

Surabaya : Balai Hiperkes Dan Keselamatan Kerja Jawa Timur. PK. Budiono Sugeng. Pusparini Adriana.W.. Tekanan Panas. Jusuf. Setijoso.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta: PT. 4. PINDAD (Persero): 2011 33 . 1996.Toko Gunung Agung.(1987). Profil Perusahaan PT. 2. Bunga Rampai Hiperkes dan KK. Semarang:Badan Penerbit UNDIP Semarang. 2003. Haryuti.A. Siswanto. 3. Higiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja. Suma¶mur PK.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful