You are on page 1of 30

LBM 2 modul Sistem Kesehatan Nasional ADMINISTRASI KESEHATAN/MANAJEMEN KESEHATAN 1.

Definisi Suatu proses yg menyangkut perencanaan,pengarahan, pengawasan, pengkoordinasian dan penilaian terhadap sumber, tatacara dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan thd kesehatan, perawatan kedokteran serta lingkungan yang sehat dengan jalan menyediakan dan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan yang ditujukkan kepada perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat (Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip-Prinsip Dasar, soekidjo Notoatmojo) 2. fungsi manajemen kesehatan P1 fungsi perencanaan, yang pada hakekatnya mencakup unsur-unsur fungsi

administrasi lainnya yang melengkapi proses perencanaan yang sebenarnya, seperti fungsi-fungsi pengambilan keputusan, pemahaman masalah, penetapan prioritas, peramalan, penganggaran, dll. P2 penggerakan pelaksanaan. Fungsi-fungsi lainnya dapat dimasukkan dalam

kelompok P2 antara lain pengorganisasian, staffing, pengkoordinasian, panggajian, komunikasi, kepemimpinan, dll. P3 pengarahan, pengendalian, dan penilaian. Fungsi-fungsi lainnya dapat dimasukkan dalam kelompok P3 antara lain pengawasan, pencatatan-pelaporan, supervisi, dan mungkin ada beberapa hak lagi lainnya, yang intinya bermaksud sebagai pemantauan pelaksanan upaya yang sedang dikerjakan agar tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan. (Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar) 3. unsur-unsur pokok manajemen kesehatan masukan (input) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan administrasi, terdiri dari:

-

Sumber (recources) adalah segala sesuatu yang dapat dipakai untuk menghasilkan barang/jasa, dibedakan atas:  sumber tenaga, terdiri atas tenaga ahli (skilled) seperti dokter, dokter gigi, bidan, perawat, dan tenaga tidak ahli (unskilled) seperti pesuruh, penjaga malam, dan pekerja kasar lainnya.  Sumber modal, terdiri dari modal bergerak (working capital) seperti uang, giro, dan modal tidak bergerak (fixed capital) seperti bangunan, tanah, dan sarana kesehatan.  Sumber alamiah adalah segala sesuatu yang terdapat di alam yang tidak termasuk sumber tenaga dan sumber modal.

-

Tata cara (procedures) adalah berbagai kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran yang dimiliki dan yang diterapkan.

-

Kesanggupan (capacity) keadaan fisik, mental, dan biologis tenaga kesehatan

A. Menurut Koontz dan Donnells Manusia (man) Modal (capital) Manajerial (managerial) Teknologi (technology)

B. Pembagian Lainnya Ada yang 4 : Manusia (man) Uang (money) Sarana (material) Metoda (method) Ada yang 6: Manusia (man)

-

Uang (money) Sarana (material) Metoda (method) Pasar (market) Mesin (machinery)

proses (process)/fungsi administrasi adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses ini merupakan ytanggungjawab pimpinan. keluaran (output)/health services adalah hasil dari suatu pekerjaan administrasi. Saat ini, pelayanan kesehatan dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu pelayanan kedokteran (medical services) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public health services). sasaran (target) adalah kepada siapa keluaran yang dihasilkan, yakni upaya kesehatan tersebut, ditujukan. Dibedakan atas 4 macam yaitu perseorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Dapat berupa sasaran langsung (direct target group) dan sasaran tidak langsung (indirect target group). dampak (impact) adalah akibat yang ditimbulkan oleh keluaran. Untuk administrasi kesehatan, dampak yang diharapkan adalah meningkatnya derajat kesehatan. Peningkatan derajat kesehatan ini dapat dicapai bila kebutuhan (needs) dan tuntutan (demands) perseorangan, keluarga, kelompok, dan atau masyarakat terhadap kesehatan, pelayanan kedokteran serta lingkungan yang sehat dapat terpenuhi. Kebutuhan kesehatan : bersifat objektif dan karena itu untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok, dan atau masyarakat, upaya untuk memenuhinya bersifat mutlak. Sebagai sesuatu yang bersifat objektif, maka munculnya kebutuhan kesehatan sangat ditentukan oleh masalah kesehatan nyata yang ditemukan dalam masyarakat.

-

Tuntutan kesehatan : bersifat subjektif, oleh karena itu pemenuhan tuntutan masyarakat hanya bersifat fakultatif (tercapai atau tidaknya tuntutan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok, dan atau masyarakat tidak menentukan tercapai/tidaknya kehendak untuk meningkatkan derajat kesehatan)

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar) 4. batasan manajemen kesehatan y the accomplishing of a predetermined objectives through the effort other people atau: manajemen adalah pencapaian tujuan2 yang telah ditentukan dengan menggunakan orang lain. (Robert D.Tery). y manajemen adalah the process, by which the excution of given purpose is put in to operation and supervised atau: manajeman adalah proses di mana pelaksanaan dari suatu tujuan diselenggarakan dan diawasi. (encyclopasdia of social science). y getting things done throngh the effort of people, and that function breaks down in to at least 2 major responsibilities, one of which is planning, the other control (manajemen adalah membuat tujuan tercapai melalui kegiatan-kegiatan orang lain dan fungsi-fungsinya dapat dipecah sekurang-kurangnya 2 tanggung jawab utama, yakni perencanaan dan pengawasan). y Management is the process under taken bay one or more persons to coordinate the activities of ither persons to achieve results not attainable bay any one persons acting alone, atau: manajemen adalah suatu proses yang dilakukan oleh satu orang atau lebih untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan orang lain guna mencapai hasil tujuan yang tidak dapat dicapai oleh hanya satu orang saja (Evancevich, 1989) (Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip-Prinsip Dasar, soekidjo Notoatmojo)

5. ruang lingkup manajemen kesehatan y kegiatan administrasi

kegiatan utama yang dilakukan pada administrasi tidak lain adalah melaksanakan fungsi administrasi itu sendiri, mulai dari fungsi perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan sampai dengan fungsi pengawasan. y objek dan subjek administrasi

objek dan subjek administrasi adalah sistem kesehatan yang menurut WHO (1984) berarti suatu kumpulan dari berbagai faktor yang komplek dan saling berhubungan yang terdapat pada suatu negara dan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok, serta masyarakat pada setiap saat yang dibutuhkan. Sistem kesehatan dibedakan menjadi 2 subsistem yaitu subsistem pelayanan kesehatan dan subsistem pembiayaan kesehatan. (Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar) 6. tujuan administrasi kesehatan Tujuan utama dari diterapkannya administrasi kesehatan ialah agar kebutuhan dan tuntunan masyarakat terhadap kesehatan, perawatan kedokteran dan lingkungan yang sehat dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya. (Pengantar Administrasi Kesehatan, edisi ke 2, Dr. Azrul Azwar)

PERENCANAAN PROGRAM KESEHATAN 1. batasan perencanaan program kesehatan Perencanaan adalah suatu proses menganalisis dan memahami sistem yang dianut, merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus yang ingin dicapai, memperkirakan segala kemampuan yang dimiliki, menguraikan segala kemungkinan yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, menganalisis efektifitas dari berbagai kemungkinan tersebut, menyusun perincian selengkapnya dari kemungkinan yang terpilih, serta mengikatnya dalam suatu sistem pengawasan yang terus menerus

sehingga dapat dicapai hubungan yang optimal antara rencana yang dihasilkan dengan sistem yang dianut (Levey dan Loomba) (Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar) 2. unsur-unsur perencanaan a. rumusan misi uraian yang tercantum dalam misi mencakup ruang lingkup yang sangat luas, antara lain latar belakang, cita-cita, tujuan pokok, tugas pokok, serta ruang lingkup kegiatan organisasi. Dalam praktek sehari-hari, uraian tentang misi ini sering tercantum dalam latar belakang. b. rumusan masalah syarat rumusan masalah yang baik: harus mempunyai tolak ukur, mencakup apa masalahnya, siapa yang terkena masalah, dimana masalah ditemukan, bilamana masalah terjadi, berapa besar masalahnya bersifat netral dalam arti tidak mengandung uraian yang dapat diartikan sebagai menyalahkan orang lain, menggambarkan penyebab timbulnya masalah, dan ataupun cara mengatasi masalah. c. Rumusan tujuan umum dan tujuan khusus Tujuan umum Syaratnya :  Jelas keterkaitannya dengan misi organisasi  Jelas keterkaitannya dengan masalah yang ingin diatasi  Menggambarkan keadaan yang ingin dicapai Tujuan khusus Syaratnya:  Jelas keterkaitannya dengan misi organisasi  Jelas keterkaitannya dengan masalah yang ingin diatasi  Menggambarkan keadaan yang ingin dicapai 

Mempunyai tolak ukur (apa masalah yang ingin diatasi oleh rencana kerja yang akan dilaksanakan, siapa yang akan memperoleh manfaat bila rencana kerja dilaksanakan, dimana rencana kerja akan dilaksanakan, berapa besarnya target yang akan dicapai, berapa lama rencana kerja akan dilaksanakan) d. Rumusan kegiatan Kegiatan yang dimaksudkan adalah kegiatan yang dapat mengatasi masalah yang dihadapi, serta dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ditinjau dari peranannya dalam mengatasi masalah serta mencapai tujuan dibedakan atas:  Kegiatan pokok Bila kegiatan tersebut bersifat mutlak dan merupakan kunci bagi keberhasilan rencana  Kegiatan tambahan Bila kegiatan tersebut bersifat fakultatif, artinya bila kegiatan tersebut tidak dilaksanakan tidak akan menentukan keberhasilan suatu rencana, namun bila dilaksanakan maka pelaksanaan rencana akan lebih sempurna. Pembagian secara praktis:  Kegiatan persiapan (preparation activities)  Kegiatan pelaksanaan (implementation activities)  Kegiatan penilaian (evaluation activities) e. Asumsi perencanaan Dibedakan atas 2 macam: Asumsi perencanaan yang bersifat positif adalah uraian tentang berbagai faktor penunjang yang diperkirakan ada dan yang berperanan dalam memperlancar pelaksanaan rencana. Contohnya:  Adanya kerjasama yang baik dengan berbagai instansi pemerintah dan institusi masyarakat.  Tersedianya tenaga pelaksana yang terampil dengan jumlah yang cukup  Tingginya kemampuan masyarakat membiayai pelayanan kesehatan.

-

Asumsi perencanaan yang bersifat negatif adalah uraian tentang berbagai faktor penghambat yang diperkirakan ada dan yang berperan sebagai kendala pelaksanaan rencana. Contohnya:  Keadaan alam dan lingkungan yang sulit  Dedikasi tenaga pelaksana yang kurang  Tingkat pendidikan penduduk yang rendah.

f. Strategi pendekatan Secara umum, strategi pendekatan berkisar antara 2 kutub utama yaitu Pendekatan institusi Pada strategi ini, pendekatan yang dilakukan sangat memerlukan dukungan legalitas, dan karena itu kelazimannya sering menerapkan prinsip-prinsip kekuasaan dan kewenangan. Keuntungan dari strategi ini adalah dapat mempercepat pelaksanaan program. Kekurangannya adalah hasil yang dicapai tidak langgeng, karena seolah-olah ada pemaksaan. Pendekatan komunitas Pada strategi ini , pendekatan yang dilakukan bertujuan untuk menimbulkan kesadaran dalam diri masyarakat sendiri melalui program komunikasi, informasi dan edukasi supaya masyarakat mau melaksanakan berbagai kegiatan yang telah direncanakan secara mandiri. Keuntungannya: perubahan yang akan dicapai bertahan lama, karena berasal dari kesadaran sendiri. Kerugiannya: waktu untuk melaksanakan program lebih lama. Strategi pendekatan yang dipandang sesuai adalah kombinasi dari keduanya secara serasi dan seimbang. g. Kelompok sasaran Kelompok sasaran langsung anggota masyarakat yang memanfaatkan langsung

program kesehatan, contoh : bayi untuk program imunisasi dasar, atau ANC untuk ibu hamil

-

Kelompok sasaran tidak langsung

kelompok sasaran antara contoh: ibu-ibu

untuk program imunisasi dasar bayi. Program ini tidak akan berhasil jika ibu-ibu tidak diikutsertakan. h. Waktu Faktor yang mempengaruhi jangka waktu : kemampuan organisasi dalam mencapai target jika kemampuan organisasi dalam mencapai target cukup, waktu yang dibutuhkan akan lebih singkat strategi pendekatan yang akan diterapkan jika strategi yang digunakan strategi pendekatan komunitas, waktu yang dibutuhkan lama. Bila strategi pendekatan institusi, akan lebih singkat. Uraian tentang jangka waktu tersebut dalam disusun dalam diagram GANTT CHART i. j. Organisasi dan tenaga pelaksana Biaya

k. Metoda penelitian dan kriteria keberhasilan Metoda yang digunakan sebaiknya yang berdasarkan data. Untuk itu uraian metoda pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, serta interpretasi data yang akan dipergunakan. Pengelompokkan kriteria keberhasilan: Kriteria keberhasilan unsur masukan sarana sesuai dengan rencana Kriteria keberhasilan unsur proses terselenggaranya penyuluhan kesehatan misalnya tersedianya tenaga, dana, dan

sesuai dengan rencana, terselenggaranya pertemuan dengan masyarakat sesuai rencana Kriteria keberhasilan unsur keluaran berhasil menurunkan angka komplikasi

sesuai dengan target yang telah ditetapkan. (Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

3. ciri-ciri perencanaan yang baik bagian dari sistem administrasi dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan berorientasi pada masa depan mampu menyelesaikan masalah mempunyai tujuan bersifat mampu kelola

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

4. aspek perencanaan program kesehatan y Hasil dari pekerjaan perencanaan (outcome of planning)

Disebut juga dengan rencana (plan), yang dapat berbeda antara satu pekerjaan perencanaan dengan pekerjaan perencanaan lainnya. Hasil pekerjaan perencanaan yang dilakukan oleh organisasi yang bergerak dalam bidang kesehatan adalah rencana kesehatan (health plan). Sedangkan hasil pekerjaan perencanaan yang dilakukan oleh organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan adalah rencana pendidikan (educational plan). y Perangkat perencanaan (mechanic of planning)

Adalah satuan organisasi yang ditugaskan dan atau yang bertanggung jawab menyelenggarakan pekerjaan perencanaan. Sama halnya dengan hasil, perangkat perencanaan juga dapat berbeda antara satu pekerjaan perencanaan dengan pekerjaan perencanaan lainnya. Pada suatu organisasi yang besar dan komplek, perangkat perencanaan ini mungkin satu biro khusus. Sedangkan pada suatu organisasi yang kecil dan sederhana, mungkin hanya dijabat hanya oleh beberapa orang staf saja. y Proses perencanaan (process of planning)

Adalah langkah-langkah yang dilaksanakan pada pekerjaan perencanaan. Berbeda halnya dengan hasil dan perangkat, proses perencanaan ini pada dasarnya adalah sama untuk berbagai pekerjaan perencanaan. Untuk dapat menghasilkan suatu rencana yang baik, sebaiknya langkah-langkah yang ditempuh adalah sama. (Pengantar Administrasi Kesehatan, edisi ke 2, Dr. Azrul Azwar)

5. manfaat perencanaan program kesehatan Manfaat yang dapat diperoleh jika organisasi memiliki sebuah perencanaan. mereka akan mengetahui : 1. Tujuan yang ingin dicapai organisasi dan cara mencapainya 2. Jenis dan struktur organisasi yang dibutuhkan 3. Jenis dan jumlah staf yang diinginkan, dan uraian tugasnya. 4. Sejauh mana efektifitas kepemimpinan dan pengarahaan yang diperlukan 5. Bentuk dan standar pegawasan yang akan dilakukan.

6. proses perencanaan program kesehatan analisa keadaan dan masalah penentuan prioritas dan penyebab masalah perumusan tujuan dan sasaran perumusan arah, kebijaksanaan dan langkah kegiatan penyusunan kebutuhan sumber daya penyusunan rencana operasional dasar-dasar rencana penelitian

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Budioro. B) a. Mengidentifikasikan kegiatan Kegiatan pertama yang harus dilakukan adalah mengientifikasikan berbagai kegiatan yg perlu dilakukan untuk mencapai tujuan yg telah ditetapkan. Kegiatan yang diidentifikasikan sebaiknya hanya yg bersifat pokok saja (mollar activities) dalam arti apabila tidak dilaksanakan akanmenyebabkan tidak tercapainya tujuan yg telah ditetapkan b. Menentukan sumber daya Kegiatan ke2 yg dilakukan adalah menentukan jumlah dan jenis sumber daya yg diperlukan utk melaksanakan kegiatan yang telah diidentifikasi. Sumber daya tersebut banyak macamnya. Secara umum dibedakan atas 3 macam yakni:

- Tenaga (man) - Modal (money) - Sarana (material) Hitung sumber daya tersebut untuk setiap kegiatan yg dinyatakan dan unit tertentu misalnya orang/jam, dana/orang, bahan/jam c. Mengubah sumber daya dalam bentuk uang Kegiatan ketiga yg dilakukan adalah mengubah sumber daya yg diperlukan ke dalam bentuk uang. Kegiatan ini dikenal dengan nama pembentukan biaya, yg pelaksanaanya tdk sederhana. Berapakah besarnya honor yang pantas utk seorang pekerja kasar? Berapa pula untuk tenaga ahli? Berapa sebenarnya bahan baku yang diperlukan? Utk memudahkan pekerjaan biasanya dipergunakan biaya unit baku (standart unit cost) yg dihitung berdasarkan harga masa lalu ditambah dengan perkiraan kenaikan harga pada masa datang. d. Menyusun dan menyajikan rencana anggaran Kegiatan keempat yg dilakukan adalah menyusun dan menyajikan rencana anggaran yg telah disusun ke dalamformat baku yg telah disepakati. Untk indonesia susunan anggaran pemerintah tertuang dalam Daftar Usulan Projek (DUP) e. Mengirimkan untuk persetujuan Kegiatan kelima yg dilakukan adalah mengirimkan rencana anggaran yg telah disusun kepada pihak2 yg berwenang memberikan persetujuan. Kadang2 diperlukan beberapa revisi. Untuk indonesia anggaran pemerintah yg telah disetujui disebut dengan nama Daftar Isian Projek (DIP). (Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip-Prinsip Dasar, soekidjo Notoatmojo)

7. macam-macam perencanaan ditinjau dari jangka waktu berlakunya rencana a. perencanaan jangka panjang 12-20 tahun b. perencanaan jangka menengah 5-7 tahun c. perencanaan jangka pendek 1 tahun

-

ditinjau dari frekuensi penggunaan a. digunakan 1 kali bila rencana yang dihasilkan hanya dapat dipergunakan 1

kali saja, bisa sengaja dilakukan atau karena memang sudah tidak dapat digunakan lagi, misal oleh karena perubahan keadaan lingkungan b. digunakan berulang kali/perencanaan standar bila rencana yang dihasilkan

dapat digunakan lebih dari 1 kali. Menurut Newman, perencanaan seperti ini dapat digunakan bila situasi dan kondisi lingkungan normal serta tidak terjadi perubahan yang terlalu mencolok ditinjau dari tingkatan rencana a. perencanaan induk bila rencana yang dihasilkan lebih menitikberatkan

pada aspek kebijakan, punya ruang lingkup yang amat luas serta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. b. perencanaan operasional bila rencana yang dihasilkan lebih

menitikberatkan pada aspek pedoman pelaksanaan yang akan dipakai sebagai petunjuk pada waktu melaksanakan kegiatan. c. perencanaan harian bila rencana yang dihasilkan telah disusun secara rinci,

biasanya disusun untuk program yang telah bersifat rutin. ditinjau dari filosofi perencanaan a. perencanaan memuaskan bila filosofi yang dianut pada waktu melakukan

perencanaan tidak terlalu mementingkan kepentingan golongan, melainkan kepuasan semua pihak yang terlibat b. perencanaan optimal bila filosofi yang dianut pada waktu melakukan

perencanaan sangat mementingkan pencapaian tujuan. Perhatian lebih diutamakan pada bagian-bagian yang produktif. c. perencanaan adaptasi bila filosofi yang dianut pada waktu melakukan

perencanaan cenderung berupaya untuk selalu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. ditinjau dari orientasi waktu

a. perencanaan berorientasi masa lalu-kini/ameliorative planning bila rencana yang dihasilkan semata-mata bertitk tolak dari pengalaman yang pernah diperoleh pada masa lalu saja, biasanya dilakukan apabila menghadapi keadaan darurat serta waktu yang dimiliki sangat singkat, misal:dalam keadaan wabah. b. perencanaan berorientasi masa depan bila rencana yang dihasilkan

memperhitungkan perkiraan-perkiraan yang akan terjadi pada masa yang akan datang  perencanaan redistributif sekalipun orientasinya masa depan, tetapi rencana yang disusun tidak atas kajian masa depan yang terlalu mendalam.  Perencanaan spekulatif tentang masa depan, sifat spekulasi sangat dirasakan. Kajian sekalipun mungkin dilakukan dengan

mempergunakan data, tetapi terlalu berani.  Perencanaan kebijakan perencanaan yang sangat berorientasi pada

masa depan, serta disusun atas kajian yang seksama dan mendalam terhadap berbagai data yang tersedia. ditinjau dari ruang lingkup a. perencanaan strategik bila rencana yang dihasilkan menguraikan dengan

lengkap kebijakan jangka panjang yang ingin diterapkan, tujuan jangka panjang yang dicapai, serta rangkaian dan pentahapan kegiatan yang akan dilakikan. Umumnya sulit diubah. b. perencanaan taktis bila rencana yang dihasilkan hanya mengandung uraian

tentang kebijakan, tujuan, serta kegitan jangka pendek saja. Perencanaan ini mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi dan kondisi. c. perencanaan menyeluruh bila rencana yang dihasilkan mengandung uraian

yang bersifat menyeluruh mencakup seluruh aspek dan ruang lingkup berbagai kegiatan yang akan dilakukan.

d. perencanaan terpadu

bila rencana yang dihasilkan jelas menggambarkan

keterpaduan antar kegiatan yang akan dilakukan, dan atau dengan kegiatan lain yang telah ada. (Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

PENGORGANISASIAN PROGRAM KESEHATAN 1. batasan pengorganisasian  Pengorganisasian adalah pengelompokan berbagai kegiatan yang diperlukan untuk melaksanakan suatu rencana sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan memuaskan.  Pengorganisasian adalah pengaturan sejumlah personil yang dimiliki untuk memungkinkan tercapainya suatu tujuan yang telah disepakati dengan jalan mengalokasikan masing-masing fungsi dan tanggungjawabnya.  Pengorganisasian adalah pengkoordinasian secara rasional berbagai kegitan dari sejumlah orang tertentu untuk mencapai tujuan bersama melalui pengaturan pembagian kerja dan fungsi menurut penjenjangannya secara

bertanggungjawab.

2. langkah-langkah pengorganisasian memahami tujuan yang ingin dicapai memahami kegiatan yang akan dilakukan mengelompokan kegiatan yang akan dilakukan menetapkan hirarki kelompok kegiatan yang akan dilakukan membentuk struktur organisasi menetapkan penanggungjawab dari kelompok kegiatan melakukan penilaian berkala untuk penyempurnaan

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

3. tujuan pengorganisasian

-

dengan mengelompokkan dan membagi berbagai jenis tugas yang telah direncanakan pelaksanaannya menjadi lebih mudah dan lancar.

-

Pengorganisasian juga mengatur wadah atau organisasi sehingga pimpinan dapat membimbing, membina, mengawasi, dan mengendalikan bawahannya dengan lebih mudah

-

Dengan mengelompokan berbagai tugas dan membagikannya kepada anggota organisasi sesuai dengan kedudukan dan kemampuan atau kapasitasnya masingmasing, diharapkan berfungsinya the right man on the right place.

-

Dapat mengarahkan upaya organisasi secara keseluruhan untuk secara terkoordinasi berupaya mencapai tujuan organisasi yang telah direncanakan secara efektif dan efisien sebagaimana yang diinginkan dengan adanya proses pengadministrasian yang baik.

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Budioro. B)

4. prinsip pengorganisasian y y y y mempunyai pendukung (follower, member) mempunyai tujuan baik umum (goal) atau khusus (objectives) mempunyai kegiatan yang jelas dan terarah mempunyai pembagian tugas antar job description disebut prinsip bagi habis tugas y mempunyai perangkat organisasi dengan sebutan satuan organisasi

(departemens sub ordinates) y mempunyai pembagian dan pedelegasian wewenang (delegation of authority) disebut prinsip pengecualian y mempunyai kesinambungan kegiatan, kesatuan perintah (unity of common) dan arah (direction) bersifat continue, flexible, sederhana. Prinsipnya scalar principle. Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip-Prinsip Dasar, soekidjo Notoatmojo)

5. unsur pokok pengorganisasian hal yang diorganisasikan a. kegiatan pengaturan berbagai kegiatan yang ada dalam rencana

sedemikian rupa sehingga terbentuk satu kesatuan yang terpadu, yang secara keseluruhan diarahkan untuk mencapat tujuan yang telah ditetapkan. b. tenaga pelaksana mencakup pengaturan struktur organisasi, susunan

personalia serta hak dan wewenang dari setiap tenaga pelaksana, sedemikian rupa sehingga setiap kegiatan ada penanggungjawabnya. proses pengorganisasian menyangkut pelaksanaan langkah-langkah yang harus

dilakukan sedemikian rupa sehingga semua kegiatan yang akan dilaksanakan serta tenaga pelaksana yang dibutuhkan, mendapatkan pengaturan yang sebaikbaiknya, serta setiap kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut memiliki penanggungjawab pelaksanaannya. hasil pengorganisasian terbentuknya suatu wadah (entity) yang pada dasarnya

merupakan perpaduan antara kegiatan yang akan dilaksanakan serta tenaga pelaksana yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Wadah yang terbentuk ini dikenal dengan organisasi. (Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

6. macam-macam pengorganisasian a. organisasi lini Jika dalam pembagian tugas serta wewenang terdapat perbedaan yang nyata antara satuan organisasi pimpinan dengan satuan organisasi pelaksana. Peranan pemimpin sangat dominan, segala kendali ada di tangan pemimpin, serta dalam melaksanakan kegiatan yang diutamakan adalah wewenang dan perintah. Keuntungan: pengambilan keputusan cepat, kesatuan arah dan perintah lebih terjamin, pengawasan dan koordinasi lebih mudah

Kerugian : keputusan diambil oleh satu orang, dibutuhkan pemimpin yang berwibawa dan berpengetahuan luas yang tidak mudah ditemukan, unsur manusiawi sering terabaikan. b. organisasi staf jika dalam organisasi dikembankan satuan organisasi staf yang berperan sebagai pembantu pimpinan. Staf yang dipilih adalah mereka yang ahli dan berasal dari berbagai spesialisasisesuai dengan kebutuhan. Keuntungan: keputusan dapat lebih baik, karena dipikirkan oleh para ahli Kerugian: pengambilan keputusan lebih lama menghambat kelancaran program c. organisasi lini dan staf jika dalam organisasi di samping tetap ditemukan satuan organisasi pimpinan juga dikembangkan satuan organisasi staf. Peranan staf tidak hanya terbatas pada pemberian nasihat tetapi juga diberikan tanggungjawab melaksanakan kegiatan tertentu. Keuntungan: keputusan yang diambil lebih baik, tanggungjawab pimpinan berkurang dan karena itu dapat memusatkan perhatian pada masalah yang lebih penting, pengembangan bakat dapat dilakukan sehingga mendorong tanggungjawab kerja yang tinggi. Kelemahannya: pengambilan keputusan lebih lama serta jika staf tidak mengetahui batas-batas wewenangnya dapat menimbulkan kebingungan pelaksana. (Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar) PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN 1. macam-macam pelaksanaan  Jika ditinjau dari media yang digunakan o Komunikasi visual, seperti surat kabar, majalah, pameran, poster, leaflet. o Komunikasi audio, seperti radio, kaset, telepon. o Komunikasi audio visual, seperti film, televisi, drama, ceramah, sandiwara.  Jika ditinjau dari hubungan sumber dan sasaran disiplin dan

o Komunikasi langsung atau tatap muka (face to face communication) seperti wawancara, ceramah, konferensi diskusi. o Komunikasi tidak langsung (indirect communication) seperti surat menyurat, surat kabar, majalah, buku, poster dan leaflet.  Jika ditinjau dari umpan balik yang diperoleh o Komunikasi dua arah (two way communication) di mana sasaran turut mengemukakan pendapatnya. o Komunikasi satu arah (one way communication) di mana sasaran hanya sebagai pendengar saja.  Jika ditinjau dari simbol yang dipergunakan o Komunikasi lisan, simbol yang dipergunakan adalah kata-kata yang diucapkan. o Komunikasi tulisan, simbol yang dipergunakan adalah huruf. o Komunikasi syarat, simbol yang dipergunakan adalah isyarat tertentu seperti gerakan anggota badan, tanda-tanda tertentu.  Jika ditinjau dari suasana atau lingkungan berlangsungnya komunikasi o Komunikasi formal, yang dilakukan dalam suasana resmi misalnya pertemuan, rapat. o Komunikasi informal, yang dilakukan dalam suasana tidak resmi, misalnya ketika sedang jalan berduaan, sedang berdarmawisata. (Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip-Prinsip Dasar, soekidjo Notoatmojo)

PENILAIAN PROGRAM KESEHATAN 1. jenis penilaian penilaian pada tahap awal program penilaian ini dilakukan pada saat merencanakan suatu program dengan tujuan utamanya adalah untuk meyakinkan bahwa rencana yang akan disusun benarbenar telah sesuai dengan masalah yang ditemukan, dalam arti dapat menyelesaikan masalah tersebut.

-

penilaian pada tahap pelaksaan program penilaian dilakukan pada saat program sedang dilaksanakan dengan tujuan utama untuk mengukur apakah program yang sedang dilaksanakan tersebut telah sesuai dengan rencana atau tidak, atau apakah telah terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dapat merugikan pencapaian tujuan dari program tersebut. Umumnya bentuk penilaiannya berupa pemantauan (monitoring), dan penilaian berkala (periodic evaluation)

-

penilaian pada tahap akhir program penilaian ini dilakukan pada saat program telah selesai dilaksanakan dengan tujuan utama secara umum dapat dibedakan 2 macam yaitu untuk mengukur keluaran serta untuk mengukur dampak yang dihasilkan. Penilaian keluaran lebih mudah daripada penilaian dampak karena penilaian dampak diperlukan waktu yang lama.

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

2. langkah-langkah penilaian MAC MAHON a. menentukan macam ruang penilaian b. pemahaman program c. melaksanakan penilaian menarik dan dan lingkup AUDIE KNUTSON a. pemahaman program b. mengembangkan rencana penilaian dan melaksanakannya c. menarik kesimpulan LEVEY DAN LOOMBA a. menetapkan tujuan penelitian b. melengkapi ukur c. mengembangkan model, dan penilaian d. melaksanakan rencana, program WHO a. menentukan hal yang dinilai

tolak b. melengkapi keterangan c. memeriksa hubungan keterangan dengan penilaian tujuan

kesimpulan

penilaian e. menjelaskan derajat keberhasilan f. menarik kesimpulan dan

d. menilai kecukupan keterangan e. menetapkan kemajuan program f. menetapkan efektifitas program g. menetapkan efisiensi program h. menetapkan dampak program i. menarik kesimpulan dan menyusun saran

menyusun saran

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar)

3. batasan dan ruang lingkup penilaian program kesehatan batasan penilaian adalah suatu cara belajar yang sistematis dari pengalaman yang dimiliki untuk meningkatkan pencapaian, pelaksanaan, dan perencanaan suatu program melalui pemilihan secara seksama berbagai kemungkinan yang tersedia guna penerapan selanjutnya (WHO) Ruang lingkup DENISTON GEORGE JAMES ROEMER - status kesehatan BLUM pelaksanaan

kelayakan - upaya program

program program program - efisiensi program

kecukupan program efektifitas program

penampilan - kualitas program - kuantitas program ketepatan - sikap masyarakat - sumber program - biaya program

program kriteria - efektifitas program - efisiensi program - keabsahan hasil - sistem pemenuhan

- efisiensi program

(Pengantar Administrasi Kesehatan, Azrul Azwar) Untuk kepentingan praktis, ruang lingkup penilaian tersebut secara sederhana dapat dibedakan atas empat kelompok saja yakni : a. Penilaian terhadap masukan b. Penilaian terhadap proses c. Penilaian terhadap keluaran d. Penilaian terhadap dampak SISTEM KESEHATAN 1. Batasan y Sistem ialah gabungan dari elemen-elemen yang saling dihubungkan oleh suatu proses atau struktur dan berfungsi sebagai satu kesatuan organisasi dalam upaya menghasilkan sesuatu yang telah ditetapkan (Ryans) y Sistem ialah suatu struktur konseptual yang terdiri dari fungsifungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai satu unit organik untuk mencapai keluaran yang diinginkan secara efektif dan efisien (John McManama). y Sistem ialah kumpulan dari bagian-bagian yang berhubungan dan membentuk satu kesatuan yang majemuk, dimana masing-masing bagian bekerja sama secara bebas dan terkait dalam mencapai sasaran kesatuan dalam suatu situasi yang majemuk pula. y Sistem ialah suatu kesatuan yang utuh dan terpadu dari pelbagai elemen yang berhubungan serta saling mempengaruhi yang dengan radar dipersiapkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Jadi yg dimaksud Sistem Kesehatan adalah suatu gabungan, suatu kumpulan dan atau suatu kesatuan dari pelbagai elemen dan atau bagian yang ada hubungannya dengan kesehatan, yang kesemuanya berfungsi dan bergerak dalam satu derap yang sama dalam upaya mencapai suatu tujuan yang sama pula yakni terciptanya keadaan yang sehat bagi perorangan, kelompok dan ataupun masyarakat. Untuk Indonesia batasan tentang Sistem Kesehatan yang dikenal dengan nama Sistem Kesehatan Nasional (SKN) telah ditetapkan melalui SK Menteri Kesehatan RI No. 99a/Mek.Kes./SK/11/1982. Disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Sistem Kesehatan Nasional ialah suatu tatanan yang mencerminkan upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan mencapai derajat kesehatan yang optimal sebagai pewujudan kesejahteraan umum seperti yang dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

2. Ciri2 dari uraian Elias M.Awad dan A Shode dan Dan Voich JR, dapat dibedakan atas empat macam: y Terapan bagian atau elemen yang satu sama lain saling berhubungan dan mempengaruhi yang kesemuanya membentuk satu kesatuan. y Fungsi yang diperankan oleh masing2 bagian atau elemen yang membentuk satu kesatuan tersebut adalah dalam rangka mengubah masukan menjadi keluaran yang direncanakan y Semuanya bekerjasama secara bebas namun terkait, dalam mekanisme

pengendalian yang mengarahkannya agar tetap berfungsi sebagaimana yang telah direncanakan y Tidak tertutup terhadap lingkungan.

3. Unsur y organisasi pelayanan Suatu sistem kesehatan yang baik harus memiliki kejelasan dalam

pengorganisasian upaya kesehatannya (organization of services). Kejelasan yang

dimaksud disini menunjuk kepada jenis, bentuk, jumlah, penyebaran, jenjang serta hubungan antara satu upaya kesehatan lainnya. Jika kejelasan yang seperti ini tidak dimiliki, maka sistem kesehatan tersebut tidaklah sempurna. y organisasi pembiayaan Suatu sistem kesehatan yang baik harus memiliki kejelasan of dalam

pengorganisasian Kejelasan yang

pembiayaan dimaksud

kesehatannya menunjuk

(organization pada jumlah

finances).

disini

penyebaran,

pemanfaatan serta mekanisme pembiayaan upaya kesehatan yang berlaku y mutu pelayanan dan pembiayaan Syarat terakhir yang harus dipenuhi oleh suatu sistem kesehatan yang baik ialah terjaminnya mutu pelayanan dan pembiayaan kesehatan (quality of services and finances). Mutu yang dimaksud disini ialah diastu pihak, yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap kesehatan, dan dipihak lain yang sesuai pula dengan situasi dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

4. Jenjang a. suprasistem suprasistem adalah lingkungan dimana sistem tersebut berada. Lingkungan yang dimaksud disini juga berbentuk suatu sistem tersendiri,yang kedudukan dan peranannya lebih luas. Sistem yang lebih luas ini mempengaruhi sistem tetapi tidak dikelola oleh sistem b. sistem sistem adalah sesuatu yang sedang diamati yang menjadi objek dan subyek pengamatan c. subsistem subsistem adalah bagian dari sistem yang secara mandiri memebentuk sistem pula. Subsistem yang mandiri ini kedudukan dan peranannya lebih kecil dari sistem

5. Macam2 Pengertian sistem secara umum dapat dibedakan atas dua macam yakni :

y

system sebagai wujud dibedakan atas dua macam 1. system sebagai suatu wujud kongkrit Pada bentuk ini, sifat dari bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk sistem adalah konkrit dalam arti dapat ditangkap oleh panca indera 2. system sebagai suatu wujud abstrak Pada bentuk ini, sifat dari bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk sistem adalah abstrak dalam arti tidak dapat ditangkap oleh pancaindera

y

system sebagai suatu metode 1. rumusan system kesehatan menurut who 1984

system kesehatan adalah kumpulan dari berbagai faktor yang komplek dan saling berhubungan terhadap dalam suatu negara yang di perlukan untuk memenuhi kebuutuhan dan tuntutan kesehtan perseorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat pada setiap saat yang di butuhkan. 2. Sistem kesehatan nasional menurut SK menteri kesehatan RI no.99a/ Menkes/ SK/ 1982 Sistem kesehtan nasional adalah suatu tatanan yang mencerminkan upaya bangsa indonesia untuk meningkatkan kemampuan mencapai derajat kesehtan yang optimal sebagai perwujudan kesejahteraan umum seperti uang di maksudkan dalam pembukaan UUD 1945 3. Sistem kesehatan yang dikemukakan oleh WHO (1984) : Sistem kesehatan adalah kumpulan dari berbagai faktor yang komplek dan saling berhubungan yang terdapat dalam suatu negara, yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat pada setiap saat yang dibutuhkan. 6. pendekatan y Batasan pendekatan sistem:

1. Pendekatan sistem adalah penterapan suatu prosedur yang logis dan rasional dalam merancang suatu rangkaian komponen2 yg brhubungan sehingga dapat berfungsi sebagai salah satu kesatuan mencapai tujuan yang telah ditetapkan (L.james harvey) 2. Pendekatan sistem adalah suatu strategi yang menggunakan metoda analisa , desain dan manajemen utk mencapai tujuan yg telah ditetapkan secara efektif dan efisien 3. Pendekatan sistem adalah penerapan dari cara berpikir yg sistematis dan logis dalam membahas dan mencari pemecahan dan suatu masalah atau keadaan yang dihadapi

y

Prinsip pokok pendekatan sistem dalam pekerjaan administrasi dapat dimanfaatkan untuk 2 tujuan : a. Untuk membentuk sesuatu, sebagai hasil dari pekerjaan administrasi b. Untuk menguraikan sesuatu yang telah ada dalam administrasi

Untuk tujuan ini biasanya dikaitkan dengan kehendak utk menemukan masalah yg dihadapi, utk kemudian diupayakan mencarikan jalan keluarnya yang sesuai

y

Jika pendekatan sistem dapat dilaksanakan, akan diperoleh beberapa keuntungan, antara lain: a. Jenis dan jumlah masukan dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan, dengan demikian penghamburan sumber, tata cara dan kesanggupan yang sifatnya selalu terbatas, akan dapat dihindari b. Proses yang dilaksanakan dapat diarahkan untuk mencapai keluaran sehingga dapat dihindari pelaksanaan kegiatan yang tidak diperlukan c. Keluaran yang dihasilkan dapat lebih optimal serta dapat diukur secara tepat dan objektif d. Umpan balik dapat diperoleh pada setiap tahap pelaksanaan program

Secara singkat keuntungan yang diperoleh adalah dapat diperhitungkannya berbagai kemungkinan yg tersedia sehingga dengan demikian nantinya tidak ada sesuatu yg sebenarnya amat penting sampai luput dari perhatian

Kerugiannya adalah dapat terjebak ke dalam perhitungan yang terlalu rinci , sehingga mempersulit pengambilan keputusan dan dengan demikian masalah yang dihadapi tidak akan dapat diselesaikan

7. Analisa sistem adalah penilaian yang berupa kajian terhadap setiap kumpulan elemen atau bagian yang ada di dalam sistem. Langkah analisis sistem : a. Penguraian sistem sehingga menjadi jelas bagian hubungannya satu dengan yang lain. b. Merumuskan masalah yang dihadapi. c. Lakukan pengumpulan data atau informasi. d. Kembangkan model model sistem yang baru. e. Lakukan uji coba. f. Terapkanlah model sistem yang terpilih dan lakukanlah pemantauan dan penilaian berkala sesuai yang diperlukan. bagian yang dimiliki serta

8. Bentuk pokok y Monopoli Pemerintah Pada bentuk ini pemerintah amat dominan dan memonopoli semua upaya kesehatan. Disini pelayanan kesehatan swasta tidak dikenal karena semua upaya kesehatan dikelola oleh pemerintah. Bentuk seperti ini ditemukan misalnya di banyak negara sosialis y Dominasi pemerintah Pada bentuk ini peranan pemerintah tetap dominan tetapi tidak memonopoli semua upaya kesehatan. Pihak swasta dibenarkan ikut menyelenggarakan upaya kesehatan, tetapi peranannya tidak begitu besar. Bentu seperti ini ditemukan di banyak negara yang sedabg berkembang seperti Indonesia

y

Dominasi swasta Pada bentuk ini peranan pemerintah hanya terbatas pada upaya kesehatan yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak sedangkan upaya kesehatan lainnya diserahkan kepada pihak swasta dan pihak swasta ini mendominasi upaya kesehatan tersebut. bentuk seperti ini ditemukan misalnya di banyak negara liberal.

9. Faktor yang mempengaruhi : 1) Peran unsur pembentuk sistem kesehatan y Pemerintah Policy maker, yang bertanggungjawab dalam merumuskan berbagai

kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan kesehatan y y Masyarakat Health consumer, mereka yang memanfaatkan jasa pelayanan kesehatan Penyedia pelayanan kesehatan Health provider, yang bertanggung jawab secara

langsung dalam memnyelenggarakan berbagai upaya kesehatan. 2) Pemanfaatan sumber, tata cara dan kesanggupan y Sistem kesehatan yang telah memanfaatkan kemajuan ilmu dan teknologi secara optimal. Bentuk seperti ini ditemukan terutama di negara2 yang telah maju y Sistem kesehatan yang baru saja disentuh oleh kemajuan ilmu dan teknologi. Bentuk yang seperti ini ditemukan terutama di negara2 yang sedang berkembang y Sistem keehatan yang sama sekali belum disentuh oleh kemajuan ilmu dan teknologi. Bentu yang seperti ini, secara teoritis mungkin masih ditemukan di negara2 yang sangat terbelakang sekali. 3) Unsur pokok sistem kesehatan y y y Organisasi pelayanan Organisasi pembiayaan Mutu pelayanan dan pembiayaan

4) Subsistem dalam sistem kesehatan y Subsistem pelayanan kesehatan

y

Subsistem pembiayaan kesehatan

Kepemimpian dan Motivasi Sulastomo manajemen kes Gede mangun jaya manajemen kes PUSKESMAS 1. Definisi : Pusat Kesehatan Masyarakat, suatu organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan kesehatan pda masyarakat dalam suatu wil.tertentu. Unit Pelayanan Kesehatan Primer bersifat promotif dan preventif, dilakukan oleh puskesmas. Kuratif dan rehabilitatif tanggungjawab RS.

2. Macam2 puskesmas : y y y Puskesmas tipe A : dipimpin oleh dokter penuh Puskesmas tipe B : dipimpin oleh dokter tidak penuh Puskesmas tipe C : dipimpin oleh tenaga paramedis (perawat, atau bidan senior).

3. Peran puskesmas Secara fungsional puskesmas berperan sbg berikut : y Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. y Sebagai pembina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat. y Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya. 4. Kedudukan puskesmas Menurut SKN, puskesmas dalam urutan hirarki pelayanan kesehatan berkedudukan pada tingkat fasilitas pelayanan kesehatan pertama (primary health care) dan merupakan perangkat Pemda tingkat II dan bertanggung jawab langsung baik secara teknis maupun administratif kepada kepala dinas kesehatan daerah tingkat II yang bersangkutan.

5. Manajemen puskesmas y Melaksanakan fungsi fungsi manajemen seperti P1 (perencanaan), P2 (pelaksanaan), P3 (pengarahan pengawasan dan penilaian) y Dengan dukungan sumber daya seperti tenaga, dana, peralatan, teknologi, informasi, DLL yang biasanya terbatas, dan karena itu harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien. y y Untuk dapat menghasilkan kegiatan2 pokok yang telah ditetapkan. Agar tercapai target dan sasaran yang telah direncanakan.

6. Komponen manajemen puskesmas y y Perencanaan tingkat puskesmas (PTP) yang dahulu terkenal dengan micro planning Penggerak dan pelaksanaannya melalui kegiatan mini lokakarya dalam bentuk pertemuan dan rapat kerja berkala y Pemantauan melalui sistem pencatatan dan pelaporan terpadu puskesmas (SP2TP) dan sekarang berubah menjadi sistem pencatatan dan pelaporan puskesmas (SP3) y Starifikasi puskesmas, suatu upaya untuk melakukan penilaian prestasi kerja puskesmas dengan mengelompokkan menjadi 3 yaitu strata I (baik), II (sedang), III (kurang).