Nama : Tegar Giri Suharseno

Nim : 3103121083

kelas : B-Reguler

Pengaruh Kebudayaan Luar terhadap Kebudayaan Indonesia
Kebudayaan Indonesia sudah ada semenjak dulu yaitu sekitar 2000 tahun yang lalu ketika terjadi perpindahan bangsa primitif untuk mencari tempat tinggal. Bangsa primitif tersebut adalah bangsa Austronesia. Semenjak itu pula terbentuklah kebudayaan di Indonesia. Mereka berkembang biak dan memiliki keturunan sampai saat ini. Indonesia memiliki keadaan geografis yang bermacam-macam mulai dari pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah dan sebagainya. Indonesia juga memiliki berbagai pulau dan kepulauan sehingga tujuan perpindahan bangsa Austronesia tersebut juga bermacammacam. Akulturasi adalah perubahan besar yang terjadi dalam kebudayaan sebagai akibat adanya kontak antar kebudayaan yangberlangsung lama. Hal itu terjadi apabila ada kelompok-kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda saling berhubungan secara langsung dan intensif. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya perubahan-perubahan besar pada pola kebudayaan pada salah satu kelompok atau keduanya. Perubahan kebudayaan akibat adanya proses akulturasi tidak mengakibatkan perubahan total pada kebudayaan yang bersangkutan, hal ini disebabkan karena ada unsur-unsur kebudayaan yang masih bertahan, masyarakatpun ada yang menerima sebagian atau mengadakan penyesuaian dengan unsur-unsur kebudayaan yang baru. Para sejarawan mengatakan bahwa bangsa Austronesia tersebutlah yang menjadi nenek moyang bangsa Indonesia dan bisa dikatakan kebudayaankebudayaan yang dibawa dan diciptakannya di negeri kita adalah yang dapat disebut sebagai Kebudayaan Indonesia, yang menjadi dasar bagi perkembangan selanjutnya sampai dewasa ini (Sutrisno, 1983:27). Menurut Sutan Takdir Alisjahbana dalam ceramahnya di Gedung Kebangkitan Nasional pada tahun 1975, menerangkan bahwa Kebudayaan Indonesia asli memiliki ciri-ciri yaitu, kepercayaan terhadap roh dan tenaga gaib meresapi seluruh kehidupan, nilai solidaritas menguasai masyarakat, pengaruh perhubungan darah pada suatu suku amat besar.

Kebudayaan Bacson-Hoabich. Mereka belum mengenal berbagai macam agama yang terstruktur dan memiliki sistem. politik. Belanda. Portugis.Implementasi kepercayaan terhadap roh dan tenaga gaib tersebut memiliki bermacam-macam bentuk seperti adanya sebuah cerita rakyat atau yang disebut sebagai mitos. Mereka hanya menjalani sesuai dengan adat mereka terlepas dari benar atau salah karena yang mereka mengerti adalah perintah dari seseorang yang memiliki otoritas. Kebudayaan tersebut berasal dari zaman Pleistosein 2 . Sejarah panjang perjalanan hidup masyarakat Indonesia ditandakan dengan banyaknya berhubungan dengan masyarakat asing seperti Cina. Pada tahap yang lebih lanjut yaitu sekitar 1500 tahun kemudian setelah menetapnya bangsa Austronesia ini. India. Inggris. Kebudayaan Sa Huynh terdapat di daerah Vietnam bagian Utara dan Selatan. Kebudayaan Dongson. Kebudayaan Sa Huynh. Masyarakat Dongson hidup di lembah Sungai Ma. dan Jepang. Persia.000 SM. Ada pada tahun 40. Pengaruh Kebudayaan Vietnam kebudayaan Kebudayaan asing merupakan salah satu faktor yang Masuknya tersebut yaitu membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Perincian dari masing-masing budaya bangsa tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kebudayaan Dongson.500 SM. berbagai ritual yang mendasari kehidupan bermasyarakat dan seni tradisional yang berguna sebagai penentu identitas suatu suku. dan Sungai Merah. sedang masyarakat Sa Huynh hidup di Vietnam bagian Salatan. Kebudayaan Bacson-Hoabich. agama. keberadaan mereka ternyata banyak meninggalkan unsur-unsur kebudayaan yang kemudian beberapa darinya diadopsikan dalam budaya lokal. Ca. Pada masa primitif ini bangsa Austronesia ini memiliki kepercayaan dinamisme dan animisme yang berbasiskan otoritas kaum tua yang biasanya dilakoni oleh para orang yang lebih tua dan orang yang dianggap sakti untuk menentukan nasib atau mengetahui jalan hidup. budaya sampai ekonominya. mulailah berdatangan berbagai pengaruh kebudayaan dari bangsa lain yang memiliki peradaban yang lebih maju mulai dari sisi kebudayaan.

Terdapat 2 jalur penyebaran kebudayaan tersebut: 1. Filipina. batu giling dari berbagai ukuran. antara 1800 dan 3000 tahun yang lalu. Proses migrasi ke tiga kebudayaan tersebut berlangsung antara 2000 SM-300 SM. BUDAYA BACSON-HOABINH • • Diperkirakan berasal dari tahun 10. Bentuknya ada yang lonjong. A. Batu kali yang berukuran lebih kurang satu kepalan dan seringkali seluruh tepiannya menjadi bagian yang tajam. • Di Indonesia. Jalur Timur. Mesolitikum (batu madya). Irian Jaya. kira-kira Awalnya masyarakat Bacson-Hoabinh hanya menggunkan alat dari tahun 7000 SM. yaitu di daerah Bacson pegunungan Hoabinh. Ditemukan pula alat-alat serpih.000 SM-4000 SM. alatalat dari tulang dan sisa-sisa tulang belulang manusia yang dikuburkan dalam posisi terlipat serta ditaburi zat warna merah • Ditemukan dalam penggalian di pegunungan batu kapur di daerah Vietnam bagian utara. dan kebudayaan Perunggu. dengan peninggalan berupa kapak persegi 2. Jawa (lembah Sungai Bengawan Solo). • Istilah Bacson-Hoabinh digunakan sejak tahun 1920-an untuk menunjukkan tempat pembuatan alat-alat batu yang memiliki ciri dipangkas pada satu/ dua sisi permukaannya. dan ada yang berbentuk berpinggang.akhir. segi empat. dengan ciri khas peninggalan kebudayaan kapak lonjong. hingga Myanmar (Burma) di barat dan ke utara hingga propinsi-propinsi Selatan. gerabah yang sederhana berupa serpihan-serpihan batu tetapi pada tahun 600 SM mengalami dalam bentuk batu-batu yang menyerupai kapak yang berfungsi sebagai alat pemotong. Sulawesi. Pada zaman perunggu. Ditemukan di seluruh wilayah Asia Tenggara.Neolithikum (batu halus). Jalur barat. 3 . Maluku. kapak lonjong ditemukan di Formosa. Menyebabkan menyebarnya migrasi berbagai jenis kebudayaan Megalithikum (batu besar). segitiga. alat-alat dari kebudayaan Bacson-Hoabinh dapat ditemukan di daerah Sumatera.

Kalimantan. merupakan bangsa yang daerah penyebarannya paling luas. meliputi Hindia Belakang. • Penyelidikan tentang persebaran kapak Sumatera dan kapak Pendek membawa kita melihat daerah Tonkin di Indocina dimana ditemukan pusat kebudayaan Prasejarah di pegunungan Bacson dan daerah Hoabinh yang letaknya saling berdekatan. BUDAYA DONG SON • Kebudayaan Dongson merupakan kebudayaan perunggu yang ada di Asia Tenggara. 1. Dimana kapak-kapak tersebut dikerjakan secara kasar. 3. yaitu proto-neolitikum (sudah diasah). B. Di daerah ini ditemukan segala macam alat-alat 4 . Selain itu ada jenis Mongoloid dan australoid. hal ini menunjukkan kebudayaan Proto Neolitikum. seorang ahli prasejarah bahwa Perancis Tonkin menyebutkan/ memberi nama alat-alat tersebut sebagai kebudayaan Bacson-Hoabinh. Bangsa Austronesia. Daerah ini merupakan pusat kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. merupakan bangsa yang memiliki kebudayaan yang lebih tinggi. Pada zaman Neolitikum bangsa ini tersebar ke seluruh Kepulauan Indonesia. yaitu Papua Melanosoid dan Europaeide. Dari daerah tersebut kebudayaan ini sampai ke Indonesia melalui Semenanjung Malaya (Malaysia Barat) dan Thailand.Nusa Tenggara. Diantara kapak tersebut terdapat jenis pebbles yaitu kapak Sumatera dan kapak pendek. merupakan percampuran dari bangsa Melanesoid dan Europaeide. Bangsa Mongoloid. Bangsa Papua Melanosoid. Bangsa ini memiliki kebudayaan Mesolitikum yang belum di asah (pebbles). • Mme Madeline Colani. • Alat-alat yang ditemukan di daerah tersebut menunjukkan kebudayaan Mesolitikum. Di Tonkin tinggal 2 jenis bangsa. Terdapat pula kapak yang sudah diasah tajam. Sulawesi sampai ke Papua (Irian Jaya). Indonesia hingga pulau-pulau di Samudera Pasifik. 2. Di Sumatera letaknya di daerah Lhokseumawe dan Medan. Penelitian tersebut menunjukkan merupakan pusat kebudayaan Asia Tenggara.

alat-alat dari besi serta kuburan dari masa itu. Nekara merupakan perlengkapan upacara persembahan yang dilakukan masyarakat prasejarah. sebelah barat daya Cina.perunggu. Jawa. dimana pada nekara tersebut terdapat hiasan mengenai sistem kehidupan dan kebudayaan saat itu. Di Indonesia nekara ditemukan di Selayar. • • Diperkirakan kebudayaan ini berlangsung pada tahun 1500 SM-500 SM. Bertempat di kawasan Sungai Ma. Moko (sejenis nekara yang bentuknya lebih kecil) ditemukan di Pulau Alor. sabit bercorong. merupakan tempat penyelidikan yang pertama. peralatan rumah tangga. • Kurang lebih 56 Nekara dapat ditemukan di beberapa wilayah Indonesia dan terbanyak nekara ditemukan di Sumatera. dan berbagai tempat di Indonesia. • Nekara yang penting ditemukan di Indonesia adalah nekara Makalaman dari Pulau Sangeang dekat Sumbawa dengan hiasan gambar orangorang berseragam menyerupai pakaian dianasti Han (Cina)/ Kushan (India Utara)/ Satavahana (India Tengah) • Selain nekara ditemukan juga benda-benda perunggu lainnya seperti patung-patung. Meskipun benda-benda perunggu telah ada sebelum tahun 500 SM terdiri atas kapak corong (corong merupakan pangkal yang berongga untuk memasukkan tangkai atau pegangannya) dan ujung tombak. Sulawesi Selatan. dan benda-benda kecil lainnya. • Kebudayaan Dongson di Indonesia diwujudkan melalui berbagai hasil kebudayaan perunggu. Dongson adalah nama daerah di Tonkin. peralatan bertani maupun perhiasan-perhiasan. 5 . Vietnam Di daerah tersebut pada tahun 1920 ditemukan alat-alat perunggu diperkirakan berkaitan dengan kebudayaan Yunan. Di Bali ditemukan nekara yang terbesar yaitu di daerah Pejeng. Hal ini menunjukkan bahwa kebudayaan Indonesia merupakan salah satu bagian dari kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. nekara. dan Maluku Selatan. mata panah. dan alat besi. ujung tombok bertangkai.

Contoh: Nekara Tipe Heger I memiliki kesamaan dengan nekara yang paling bagus dan tua di Vietnam. Pembawa kebudayaan ini adalah bangsa • Pendapat tentang kebudayaan Dongson. Kebudayaan Melayu Muda (Deutero Melayu) di masyarakat Bali Aga dan Lombok Melayu Tua (Proto Melayu) di Masyarakat Dayak C. dan candrasa. Masa ini telah terjadi tukar menukar dan perdagangan antar masyarakat dengan alat-alat gerabah dari perunggu sebagai komoditi barter. hewan dan pola geometris. sampai kepulauan Indonesia terbagi dalam 2 tahap: 1. 6 . Hal ini dikarenakan benda-benda logam yang ditemukan di wilayah Indonesia pada umumnya bercorak Dong Son.• Bagi Indonesia penemuan benda kebudayaan Dong Son sangat penting. dimana nekara ini memiliki lajur hiasan yang disusun mendatar bergambar manusia. Malaya. Kebudayaan Pedalaman 2. Selain itu. merupakan kebudayaan kapak sepatu. merupakan zaman batu tulis. nekara. Zaman Perunggu. Zaman Neolithikum. yaitu: 1. • Penyebaran kebudayaan Dongson tersebut menyebabkan terbaginya kebudayaan di Indonesia menjadi 2. sebagai objek dari simbol kemewahan dan alat-alat sakti yang dapat mendatangkan kekuatan gaib. berlangsung kurang lebih sejak 2000 SM. zaman kebudayaan kapak persegi 2. • Hal ini terlihat dari kesamaan corak hiasan dari bahan-bahan yang digunkan. • • Dari penemuan benda budaya Dong Son diketahui cara pembuatannya dengan menggunakn teknik cetak lilin. BUDAYA SA HUYNH • Kebudayaan Sa Huynh diperkirakan berlangsung tahun 600 SM-1 M. • Kebudayaan Dongson sampai ke Indonesia melalui jalur Barat yaitu Semenanjung Austronesia. kurang lebih sejak 500 SM. bukan mendapat pengaruh budaya logam dari Cina maupun India.

• Teknologi pembutan peralatan besi yang diperkenalkan ke daerah Sa Huynh berasal dari daerah Cina. Ditemukan pula manik-manik emas yang langka dan kawat perak serta manik-manik kaca dari batu agate bergaris dan berbagai manik-manik Carnelian (bundar. Orang-orang dipengaruhi oleh budaya India Champa tetapi akhirnya dikalahkan oleh penduduk Vietnam sekarang yang hanya merupakan kelompok minoritas hingga sekarang. dan kapak. Namun ada pula yang tidak bercorong seperti sabit.• Pada dasarnya merupakan kebudayaan yang mirip dengan Kebudayaan Dongson. Ditemukan 7 . kumparan tenun. cincin. lonceng. pisau bertangkai. Penguburan tersebut adalah adat kebiasan yang dibawa oleh orang-orang Cham ke kepulauan Indonesia sebab penguburan dengan cara ini bukan merupakan budaya Dong Son maupun budaya yang lain. • Orang-orang menggunakan Cham bahasa merupakan Austronesia kelompok dan masyarakat yang mempunyai kedekatan kebangsaan dengan masyarakat yang tinggal di kepulauan Indonesia. • Kebudayaan dalam bentuk tempayan kubur yang ditemukan di Sa Huynh memiliki persamaan dengan tempayan kubur yang ditemukan di Laut Sulawesi. • Kebudayaan Sa Huynh yang ditemukan meliputi berbagai alat yang bertangkai corong seperti sikap. • Kebudayaan Sa Huynh diketahui melalui penemuan kubur tempayan (jenazah dimasukkan ke dalam tempayan besar). seperti gelang . Karena peralatan yang banyak dipakai dalam kebudayaan Sa Huynh adalah dari kebudayaan Dong Son. berbentuk cerutu). dan bejana-bejana kecil. • • Budaya Sa Huynh ditemukan di kawasan pantai Vietnam Tengah keSelatan sampai lembah sungai Mekong. Budaya Sa Huynh ada di Vietnam bagian Selatan didukung oleh suatu kelompok • penduduk Cham yang pernah berbahasa Austronesia (Cham) mengembangkan peradaban yang yang diperkirakan berasal dari kepulauan Indonesia. dan gelang berbentuk spiral. Benda perunggu yang ditemukan di daerah Sa Huynh berupa beberapa perhiasan. tembilang.

yaitu: 1. selain itu terdapat gelanggelang dan perhiasan-perhiasan • Meskipun hubungan langsung dengan pusat-pusat pembuatan bendabenda perunggu di daerah Dong Son sangat terbatas terbukti dengan penemuan 7 buah nekara tipe Heger I di daerah Selatan Vietnam dari 130 nekara yang berhasil ditemukan hingga tahun 1990. serta lebur bersama-sama dengan kebudayaan asli yang telah lama hidup. pada waktu itu tersebar meliputi daerah yang cukup luas di Indonesia. Agama ini memiliki filsafat dan cara pemikiran tentang ketuhanan yang dekat dengan Bangsa Indonesia pada saat itu. pada sisi agama. Pengaruh kebudayaan India Bangsa India membawa pengaruh. Namun demikian terutama di pulau Jawa dan pulau 8 . Hinduisme dan Budhaisme. kebudayaan Hindu mempunyai Tuhan yang lebih konkrit berupa Dewa dan Dewi (Sutrisno. Pada perkembangan selanjutnya pengaruhnya juga merambah pada bidang filsafat dan politik. pertama-tama. Jika masyarakat Indonesia pada saat itu menganut animisme dan dinamisme yang agak kabur dalam ketuhanan. 2007:21) Pengaruh yang pertama kali menyentuh masyarakat Indonesia berupa pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha dari India sejak 400 tahun sebelum masehi. • Benda-benda perunggu yang tersebar ke wilayah Indonesia melalui 2 jalur.alat-alat dari perunggu seperti bejana kecil. Jalur darat : Muangthai dan Malaysia terus ke kepulauan Indonesia 2. Agama yang dibawa oleh Bangsa India adalah Hindu. Jalur laut : Menyeberang lautan dan terus tersebar di daerah kepulauan Indonesia 2. 1983:30) Tanda-tanda tertua dari adanya pengaruh kebudayaan Hindu di Indonesia adalah Batu-batu bertulisan yang ditemukan di jawa barat dekat kota Jakarta sekarang atau lebih ke pedalaman di daerah Sungai Cisadane dekat kota Bogor sekarang (koentjaraningrat.

1983:32). walaupun ada sedikit-sedikit perbedaan karena tentunya unsur budaya asli masih dipertahankan. 9 . beberapa film Indonesia ternyata banyak yang berorientasi pada sifat-sifat film India.Bali pengaruh agama Hindu dan Budha itu tertanam dengan kuatnya sampai saat ini. pengaruh cerita-cerita itu sudah dianggap sebagai bagian atau ciri dari kebudayaannya. Hal ini dapat dibuktikan dengan berkembangnya sistem pemerintahan kerajaan. musik dangdut yang demikian populer untuk lapisan masyarakat tertentu. bahkan pada beberapa sukubangsa seperti Sunda. Contohnya kerajaan Kutai dan terutama Majapahit yang menguasai hampir seantero raya Indonesia. Pengaruh kebudayaan Islam mulai memasuki masyatrakat Indonesia sejak abad ke 13. Karena kerajaan itu pula menyebarlah agama Hindu Cerita seperti Mahabharata atau Ramayana sangat populer sampai sekarang. atau Bali. Jawa. akan tetapi baru benar-benar mengalami proses penyebaran yang meluas sepanjang abad ke 15. yaitu antara bernyanyi dan menari. Jawa Timur pada tahun 1082 (Sutrisno. Pengaruh Kebudayaan Arab Bangsa Arab ini membawa agama Islam yang pada akhirnya akan menjadi Agama yang dominan di Indonesia. namun pengaruh agama Hindu tertanam kuat pada kepercayaan masyarakat Bali. Peninggalan keislaman yang pertama-tama ditemukan tercatat dalam bentuk batu bertulis huruf arab di Kota Gresik. 3. Bangsa India juga telah memiliki berbagai konsep yang lebih mapan dalam bidang ilmu dan filsafat dibandingkan dengan Bangsa Indonesia saat itu sehingga pengaruh yang diberikan sebegitu kuatnya. bisa dikatakan berakar dari kebudayaan India. Pengaruh agama Islam terutama memperoleh tanah tempat berpijak yang kokoh di daerah-daerah di mana pengaruh agama Hindu dan Budha tidak cukup kuat. Pengaruh yang paling menonjol dari agama Hindu bisa ditemukan pada masyarakat Bali.

dan yang kedua melalui penguasaan sentra-sentra kekuasaan di pulau Jawa oleh orang-orang Pribumi yang telah memeluk agama Islam. yaitu melalui mekanisme perniagaan yang dilakukan oleh orang-orang India dari Gujarat dan orang-orang Persia. Untuk orang-orang yang tinggal di daerah pesisir agak berbeda dengan orang-orang yang tinggal di pedalaman. dengan proses yang cukup rumit ini tidak mengherankan kalau kemudian terdapat beberapa perbedaan proses penyerapan agama Islam ini di Indonesia. bahkan menurut seorang peneliti Amerika tentang kebudayaan-kebudayaan di Indonesia. Pengaruh Hindu tidak bisa sepenuhnya hilang karena agama Hindu selaras dengan kepercayaan bangsa Indonesia primitif yaitu animisme dan dinamisme.Agama Islam dapat segera mempengaruhi pemikiran masyarakat Indonesia. dimana kepercayaan animisme-dinamisme bercampur dengan kepercayaan agama Hindu. Sementara itu Bali masih tetap merupakan daerah pengaruh agama Hindu. Mulai dari runtuhnya kerajaan Majapahit ini pengaruh agama Hindu berangsur-angsur menipis namun masih tetap ada. Islam juga memiliki toleransi terhadap sistem budaya yang ada dan juga menggunakannya sebagai media penyebaran agama Islam. untuk orang-orang yang telah kuat memeluk agama Hindu dan Budha agak berbeda dengan orang-orang yang lebih longgar darinya. suatu kepercayaan keagamaan yang bersifat sincretic dianut oleh sejumlah besar penduduk di kedua daerah tersebut. Di daerah Jawa tengah dan Jawa Timur. hal ini ditandai dengan munculnya berbagai kerajaan Islam seperti Demak yang segera mengambil alih kerajaan Majapahit. 10 . Seperti halnya budaya percaya terhadap hal gaib dan pada prakteknya bisa dilihat dengan adanya Selamatan dan Kejawen. dimana pengaruh agama Hindu dan Budha telah tertanam dengan cukup kuat. Harsoyo (1999) menyebutkan bahwa praktik penyebaran agama Islam itu melalui dua proses. Pengaruh reformasi agama Islam yang memasuki Indonesia pada permulaan abad ke 17 dan terutama pada akhir abad ke 19 itupun tidak berhasil mengubah keadaaan tersebut. Budha dan Islam. untuk yang menerimanya dari orang-orang Gujarat agak berbeda dengan pengaruh Persia. kecuali memperkuat pengaruh agama Islam di daerah-daerah yang sebelumnya memang telah merupakan daerah pengaruh agama Islam.

Setelah itu baru mulailah datang Bangsa Belanda yang juga ingin berdagang di Indonesia. Bangsa Eropa ini membawa kebudayaan barat yang bercorak positivisme dan humanisme. Pengaruh kebudayaan Barat mulai memasuki masyarakat Indonesia melalui kedatangan bangsa Portugis pada permulaan abad ke 16. 11 .Clifford Geertz (1982). kedatangan mereka ke tanah Indonesia ini karena tertarik dengan kekayaan alam berupa rempah-rempah di daerah kepulauan Maluku. maka pengaruh agama Katolik pun segera digantikan oleh pengaruh agama Protestan. yaitu agama Islam yang hidup pada kelompok bangsawan yang disebutnya sebagai Priyayi. Pengaruh Kebudayaan Barat. Mereka dapat menjajah Bangsa Indonesia karena pada masa itu teknologi dan politik Bangsa eropa lebih maju sehingga tekanan yang dilakukan bukan tekanan fisik saja melainkan juga mental. Orang-orang Portugis mendarat di Maluku untuk mengusahakan rempah-rempah sebagai komoditi dagangan utama (Sutrisno. rempah-rempah ini adalah sebagai barang dagangan yang sedang laku keras di Eropa pada saat itu. Islam yang hidup pada kelompok rakyat kebanyakan yang disebutnya sebagai Abangan. Pengaruh kebudayaan barat tersebut dimulai dari penjajahan fisik lalu menuju penjajahan pikiran. modern dan ilmu. Bangsa Eropa yang menjelajah di Indonesia adalah Bangsa Portugis pada abad ke-16. dan Islam yang hidup pada anggota-anggota kelompok pesantren sebagai pusat pengkajian agama Islam yang disebut Santri. 1983:34). Kedatangan Bangsa Eropa ini membuat Bangsa Indonesia sengsara karena mereka melakukan penjajah. 4. Ketika bangsa Belanda berhasil mendesak bangsa Portugis untuk meninggalkan Indonesia pada sekitar tahun 1600 M. dengan segera berhasil menanamkan pengaruh agama Katolik di daerah tersebut. Kebudayaan Indonesia yang bercorak mistisisme mengalami stagnansi pada masa ini karena tertekan oleh kebudayaan barat yang lebih mementingkan aspek materi. keberadaan agama Islam pada suatu masyarakat Jawa Tengah itu dilaksanakan menurut tiga lapisan masyarakat. Kegiatan misionaris yang menyertai kegiatan perdagangan mereka.

yaitu makin melemahnya nilai-nilai budaya sendiri. walau mungkin untuk sebagian besar masyarakat nilai-nilainya dianggap bertentangan. terjadilah saling mempengaruhi (interaksi) antara kebudayaan itu. dalam proses interaksi itulah akan timbul permasalahan tentang perubahan kebudayaan. karena orang ingin disebut modern maka mereka tidak segan-segan untuk meniru gaya hidup masyarakat Barat. Dalam konteks modernisasi.Dalam proses kontak antara unsur-unsur budaya yang satu dan budaya yang lain. 12 . Begitu juga apabila interaksi dengan budaya asing sangat kuat padahal sebenarnya tidak sesuai dengan kepribadian budaya bangsa kita. suatu keadaan yang sarat dengan peniruan gaya hidup asing.

Kebuadayaan india membawa pengaruh dari segi agama yaitu agama Hindu. Adaya pengaruh kebudayaan luar disebabkan karena adanya akulturasi. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya perubahan-perubahan besar pada pola kebudayaan pada salah satu kelompok atau keduanya. Bangsa primitif tersebut adalah bangsa Austronesia dan Para sejarawan mengatakan bahwa bangsa Austronesia tersebutlah yang menjadi nenek moyang bangsa Indonesia dan bisa dikatakan kebudayaan-kebudayaan yang dibawa dan diciptakannya di negeri kita adalah yang dapat disebut sebagai Kebudayaan Indonesia. dan kebudayaan Eropa. nekara. Bangsa India juga telah memiliki berbagai konsep yang lebih mapan dalam bidang ilmu dan filsafat dibandingkan dengan Bangsa Indonesia saat itu sehingga pengaruh yang diberikan sebegitu kuatnya. kebudayaan India. Kebudayaan Vietnam membawa pengaruh kemajuan teknologi pada masa prasejarah di Indonesia. Kebudayaan bangsa Indonesia telah mengalami akulturasi dari berbagai kebudayaan bangsa lain diantaranya pengaruh dari kebudayan Vietnam. 13 .Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa Kebudayaan Indonesia sudah ada semenjak dulu yaitu sekitar 2000 tahun yang lalu ketika terjadi perpindahan bangsa primitif untuk mencari tempat tinggal. kebudayan Arab. buktinya alat-alat dari Kebudayaan Vietnam seperti gerabah. Hal itu terjadi apabila ada kelompok-kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda saling berhubungan secara langsung dan intensif. Kebudayaan Arab ini membawa agama Islam yang pada akhirnya menjadi Agama yang dominan di Indonesia. Agama Islam dapat segera mempengaruhi pemikiran masyarakat Indonesia. yang menjadi dasar bagi perkembangan selanjutnya sampai dewasa ini. Akulturasi adalah perubahan besar yang terjadi dalam kebudayaan sebagai akibat adanya kontak antar kebudayaan yangberlangsung lama. Hal ini dapat dibuktikan dengan berkembangnya sistem pemerintahan kerajaan. hal ini ditandai dengan munculnya berbagai kerajaan Islam seperti Demak yang segera mengambil alih kerajaan Majapahit. alat-alat serpih dan pemotong yang tersebar di beberapa tempat di Indonesia. Contohnya kerajaan Kutai dan terutama Majapahit yang menguasai hampir seantero raya Indonesia.

Daftar Pustaka Geertz.com/2009/03/pengaruh-budaya-asing-bagi-budayabangsa-indonesia/ 14 .2007. Santri dan Priyayi Dalam Masyarakat Jawa. Sutrisno. Bangsa barat juga membawa dan menyebarkan agama Kristen di Indonesia selain itu kebudayaan barat yang lebih mementingkan aspek materi. Yogyakarta: Penerbit Liberty. Jakarta: Pustaka Jaya. Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia. Sedikit Tentang Strategi Kebudayaan Indonesia. modern dan ilmu.blog.friendster. Clifford . Koentjaraningrat . Situs Web http://aprillins.Pengaruh kebudayaan Barat mulai memasuki masyarakat Indonesia melalui kedatangan bangsa Portugis pada permulaan abad ke 16. Bandung : CV Putra A Bardin. Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial Harsojo . Slamet. Pengantar Antropologi. Jakarta : penerbit Djambatan.1999. 1983.com/2009/223/kebudayaan-indonesia-dan-pengaruh-bangsa-lain/ http://rinahistory. Abangan.1982.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful