You are on page 1of 29

BAB II TELAAH PUSTAKA

2.1 Prinsip Dasar 2.1.1 Otot

Otot manusia dapat diklasifikasikan menjadi tiga katagori, yaitu otot skaletal atau striated yang berhubungan dengan gaya luar, otot jantung , dan otot polos. Otot skeletal yang bekerja di bawah kontrol system syaraf badan, sehingga dinamakan otot sadar (a voluntary muscle). Otot jantung dan otot polos dioperasikan oleh system syaraf otomatis Untuk kontraksi otot sadar diperlukan stimulan dari sistem saraf. Sistem syaraf pusat terdiri dari otak (brain) dan spinal cord. Spinal cord menghubungkan otak dengan tubuh. System syaraf tepi (peripheral nervous system) terdiri dari serabut syaraf (axon) yang membawa impuls dari dan ke sistem syaraf pusat. Unit penggerak (motor unit) adalah unit fungsional terkecil dari system otot-syaraf (neuromuscular system), seperti yang ditunjukan oleh Gambar di bawah ini :

Gambar 2.1 Otot dan System Syaraf

5

Kontraksi Otot Otot sadar memerlukan potensial aksi (action potensials) dari serabut syaraf untuk dapat berkontraksi. Ketika potensial aksi timbul, maka akan dilepaskan neurotransmitter acetyholine. Kemudian akan terjadi pengurangan polarisasi (depolarizes) antara penerima stimulan acetylcholine di dalam membran sel dari serabut otot dan membrane serabut otot. Hasil akhir dari proses ini adalah sebuah kontraksi serabut otot. Unit-unit motor akan aktif secara berulang-ulang. Untuk menaikkan gaya otot, unit-unit motor aktif menaikkan kecepatan penembakan (firing rates) dan menunda unitunit motor menjadi aktif. Kecepatan penembakan tergantung dari bermacam-macam faktor, seperti tingkatan kontraksi, ukuran otot, axonal damage, dll. Besar frekuensi penembakan dari unit-unit motor adalah di antara 5 – 50 Hz. Resting Membrane Potential. Dalam keadaan istirahat maka potensial dari dalam ke luar serabut otot kira-kira -90 mV. Hal ini disebabkan perbedaan konsentrasi dari ion dan akan menimbulkan transportasi ion (ion pumps). Muscle Fiber Action Potential. Ketika potensial aksi menjalar di sepanjang axon dari semua serabut otot, maka pada sambungan neuromuscular akan dikeluarkan neuro transmitter

acetylcholine. Transmitter ini yang menyebabkan potensial aksi pada serabut otot. Hal ini akan mengubah perbedaan potensial antara dalam dan luar serabut otot dari sekitar -90 mV menjadi sekitar 20 sampai 50 mV, sehingga terjadi kontraksi serabut otot. Potenial aksi ini akan menjalar dan diikuti menjalarnya epolarisasi pada membrane serabut otot. Signal yang dihasilkan akan dapat diukur jika

6

Dalam Noraxon paten dari sistem informasi dilakukan oleh keseluruhan sinyal secara efektif menjadi sebuah "emg hanya" komponen dan frekuensi rendah 7 .2 EMG Surface EMG merupakan pengambilan signal otot dari permukaan kulit. hal ini disebut a muscle fiber action potential (MFAP) Respon Uji Otot Sebuah tes untuk mengukur respon terhadap saraf otot stimulasi (aktivitas listrik dalam otot fiber). Frekuensi otot yang bisa disadap oleh signal EMG (electromyography) berkisar antara 20 Hz – 150 Hz Gambar 2. Signal ini rentan frekuensinya sangat rendah dapat timbul sebagai akibat dari gerakan artifact fenomena.1. Sinyal yang sungguh bebas dari kebisingan karena kulit atau kabel bergerak dan menawarkan dasar yang sangat stabil.sebuah serabut otot adalah aktif dalam suatu waktu.2 Respon Uji Otot 2. sistem EMG elektronik menggunakan teknik umpan balik untuk membatalkan perubahan frekuensi yang sangat rendah (dc ke pecahannya dari Hz) dalam memperoleh sinyal fisiologis.

Energi yang dapat dimanfaatkan sinyal terbatas 0 hingga 500 Hz frekuensi kisaran. Digunakan sinyal adalah mereka dengan energi 8 . Amplitudo sinyal berkisar 0-10 mV (puncak ke puncak) atau 0-1. dan penganalisaan setiap signal listrik dengan menggunakan bermacam-macam electode."motion artifact" komponen. Permukaan electromyography (sEMG) adalah rekaman dari otot tindakan dengan potensi permukaan kulit electrode. Elektromiograf mendeteksi potensial listrik yang dihasilkan oleh sel otot ketika otot ini aktif dan ketika sedang beristirahat. Elektromiografi adalah sebuah metode untuk pengukuran.5 mV (rms). sEMG digunakan oleh therapists fisik pada gerakan fungsi otot serta digunakan untuk distribusi probabilitas amplitudo pada waktu otot dibebani dan menganalisis gap pada waktu otot istirahat. Artifact komponen gerakan yang secara harfiah adalah subtracted dari keseluruhan sinyal yang memungkinkan hanya emg sinyal yang akan dioutputkan. Salah satu contoh fungsi dari sEMG adalah dalam bidang ergonomi. menampilkan. dengan energi yang dominan berada di kisaran 50-150 Hz. Karakteristik Sinyal EMG Itu mapan bahwa amplitudo dari sinyal EMG stokastik (acak) di alam dan dapat cukup diwakili oleh fungsi distribusi Gausian. Elektromiografi (EMG) adalah teknik untuk memeriksa dan merekam aktivitas sinyal otot. digunakan sebagai indikator otot rekrutmen. untuk menghasilkan rekaman bernama elektromiogram. EMG dilakukan dengan instrumen bernama elektromiograf.

Adapun susunan intrumen EMG dengan surface electrodes dapat dilihat pada gambar dibawah ini : 9 . yaitu needle electrodes. dan surface electrodes. fine-wire electrodes. Hal ini dikarenakan surface electrodes mudah pemasangannya juga tidak terlalu mengganggu aktivitas dari orang yang diteliti. Ada beberapa tipe elektrode yang digunakan untuk mengukur signal EMG.listrik di atas tingkatkebisingan. Gambar 2. Sebuah signal EMG berasal dari beberapa unit motor dan didefinisikan sebagai jumlah dari semua Motor unit action potential ( MUAP ) ditambah noise dan artefacts. Dalam pembuatan tugas ahir ini elektrode yang dibahas adalah surface electrodes.3 Frekuensi spektrum sinyal Pengukuran Signal EMG.

Tambahan unsur menyediakan sekitar konstan serta menjadi kulit artifak potensial. sistem penjangkaran elektrode dapat diatur dan didisain untuk menurunkan impedensi electrode pada kulit. dimana terdapat unsur baja tahan-karat.4 Susunan Instrumen EMG Dengan Surface Electrodes Elektroda Pasif dan Elektroda Aktif Elektrode pasif mempengaruhi suatu elektrode yang tidak menghubungkan ke sebuah cirkuit ( elektrode bystander ) pada konfigurasi elektromiografi karakteristik. Pada elektroda pasif sistem penjangkarannya tidak dapat di atur serta masih memiliki noise yang cukup tinggi. variasi serta artifak gerakan. jadi menghindari pengguaan penyangga ekstra. Electroda aktif menampilkan keistimewaan sistem penjangkaran yang dapat diatur dan fractionation penguatan biopotential diantara eflektrode dan penumpukan lokasi. Keistimewaan penguatan biopotential ada dua cara pemilihan : semi-ac-mode dengan -3 db luas bidang 0. fractionation penguatan biopotential dirancang dari amplifier op-amp pada elektrode.16–1000 hz. elektrode dipasang pada kulit dengan dua sisi alas lekat. Itu dicapai oleh tegangan electrode kulit yang meningkat dan berkurang peregangan kulit pergerakan penghubungnya.32–1000 hz dan ac-mode dengan luas bidang 0.Gambar 2. 4 mm di diameter. 10 .

1 Rangkaian Pre-Amplifier + V C 3 C9 R U 6 1 1 0 J C 1 1 1 O N 1 3 2 7 8 + - F I L T E R C O J N 3 1 A D 6 2 0 4 1 5 .V E R 3 7 0 2 C O M M E R 2 7 2 0 O N M O D E Gambar 2.2 Komponen Dasar 2.2. Right leg Driver digunakan untuk menimalkan rasio penolakan umum mode (CMRR) dari penguat instrumentasi.5 Rangkaian Pre-Amplifier Rangkaian Amplifier dipergunakan sebagai Elektoda aktif menggunakan ic AD 620 karena memiliki penguatan yang sangat besar serta memiliki inputan impedansi yang sangat tinggi .Dengan ratio signal to noise yang lebih tinggi (SNR).sedangkan IC OP-07 berfungsi sebagai rangkaian Right Leg Driver . Ic Ad 620 mempunyai gain sampai 1000 x hanya dengan memasang resistor pada kaki 1 dan 8.2.sehingga sinyal yang diperoleh dipastikan hanya memiliki informasi yang relevan dan sedikit dari arus intervensi atau data yang tidak relevan Seperti terlihat pada tabel di bawah ini : 11 .

2.Atau kita bisa menentukan gain dengan rumus : 2.2 Rangkaian Filter Rangkaian LPF (Low Pass Filter) adalah filter yang hanya melewatkan frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cut-off (Fc). Diatas frekuensi tsb outputnya mengecil (idealnya tidak ada) Rangkaian LPF dan serta respons frekuensinya ditunjukkan pada gambar berikut 12 .

6 Low Pass Filter Rumus : F = 1 / 2πRfC Rangkaian HPF Gambar 2. 7 k R 84 U O .C 4 1 5 0 n F V C C H P F R 74 .7 High Pass Filter PENGKONDISIAN SINYAL k k J 2 T P 3 1 13 . 7 k 2 P 3 2 0 7 7 1 + 6 R 6 6 8 E E R 3 2 2 C 3 1 5 0 n F 4 8 V Gambar 2.

Pada dasarnya rangkaian ofset tegangan merupakan rangkaian penjumlah yang dasar rangkaiannya adalah rangkaian inverting amplifier dan 14 + - 3 V C C + R 41 0 K 2 T L 0 6 8 1 6 ADC 3 4 5 J 1 in 2 p u t A D C U 1 . Rumus : F = 1 / 2πRfC2 2.8 Rangkaian Amplifier Rangkaian amplifier ini terdiri dari rangkaian non inverting dan rangkaian offset tegangan adjustment ini di fungsikan untuk mengatur outputan amplitudo misal jika output signal outputanny terpotong maka dapat diatur dengan cara memutar multiturn pada rangkaian tersebut.3 Rangkaian Ampllifier V J 8 T P 1 V U 3 2 O P 2 7 1 C C J 1 0 T P 2 R 1 1 0 k V E E 1 1 C 2 V E E C R 21 0 K R 130 K FILTER 1 0 7 4 8 V E E R 5 2 2 k R 7 1 0 K 7 1 R 1 1 4 .HPF (High Pass Filter) adalah jaringan yang melewatkan sinyal dengan frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi cut off (fc) dan menekan atau menindas sinyal dengan frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cut off (fc).2. 7 k Gambar 2.

Pada dasarnya nilai outputnya adalah jumlah dari penguatan masing masing dari inverting Pada rangkaian non inverting memiliki penguatan sebesar 12. Pada IC ADC 0804 memiliki waktu konversi 10 µs . ADC 0804 memiliki beberapa jalur input / output dan kontrol power supply +5V dan ground. D1. 8 outputan dengan memiliki nilai didasarkan bilangan berpangkat n = 2 n .)/2. IC konverter konvensional yang sering digunakan data tegangan analog ke data adalah ADC 0804. Vi+ dan Vi. dengan ketentuan Vref = ( Vi+ .…D7 ) tegangan referensi diatur untuk mengkodekan berapapun tegangan dari resolusi 8 bit. Yang dimaksud dengan 8 bit yaitu. Sebagai contoh apabila tegangan input Vi+ maksimal +5V maka Vref harus 15 .Vi.222 x.2.dengan demikian tegangan keluaran rangkaian ini akan satu fasa dengan tegangan inputnya .maka rumus rangkaian non-inverting amplifier adalah : 2. dimana pin yang digunakan sebagai data ( D0.4 Rangkaian ADC Analog Digital Converter ( ADC ) adalah sebuah rangkaian IC yang berfungsi untuk mengkonversikan data tegangan yang berupa tegangan Analog yang berasal dari sensor ke dalam bentuk data digital.merupakan jalur input tegangan analog diferensial sehingga data tegangan yang akan diproses oleh ADC digunakan untuk mengatur tegangan input pada Vi+ dan Vi-.hasil outputnya adalah dikalikan dengan penguatan seperti pada rangkaian inverting. penguat ini memiliki masukan yang dibuat melalui input non-inverting amplifier. D2.

diberi tegangan +2. . 4. 2. . Tegangan analog inputan diferensial. .I N U T A 5 J 1 2 C D 6 C O B B B B B B B B N 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 5 T R 4 8 7 6 5 4 3 2 1 2 P P P P P P P P P 1 1 1 1 1 1 1 1 . 2 P 3 .9 Rangkaian IC ADC 0804 Diskripsi Fungsi Pin ADC 0804 1. . agar data ADC dapat dibaca oleh sistem mikroprosessor maka pin RD harus mendapat logika low. 3 Gambar 2. . 5. Hal ini bertujuan pada saat inputan maksimal maka data digital juga dapat maksimal. 16 . 3.) merupakan input tegangan diferensial yang mengambil nilai selisih dari kedua inputan.5V. pulsa transisi high to low ada input write maka ADC akan melakukan konversi data tegangan analog menjadi digital. WR. bila konversi data analog – digital telah selesai maka INT akan mengeluarkan pulsa transisi high to low. 0 1 2 3 4 5 6 7 C C D 3 V 9 1 4 u+ F G N D G N D C 5 1 5 0 R p F 11 50 K 9 1 9 V C 4 C 1 2 3 A C R W D D D D R E F / D2 L K R D L K I N D D S D D R I N V C C /V R E F C 0 8 0 8 10 1 20 3 . INT. . RD. CS. agar ADC dapat aktif maka CS harus diberi logika low. . V V R 9 6 8 J C 3 R 1 4 1 0 K 2 C 0 7 E 1 K G N 6 D 7 C C C C V J 1 I N U P 5 + I N . input Vin ( + ) dan ( .

7 11.1 Pengaturan tegangan refernsi dan resolusi tegangan Vref/ 2 (V) Terbuka 2.76. Dengan Rssolusi terssebut maka data desimal dapat dihitung: Misal tegangan masukan 1 Volt maka akan menghasilkan data desimal .0 1.5 0–4 0–3 ( mV ) 19.8 Menentukan resolusi tegangan ADC Vin/155.6 17. tegangan referensi dapat diatur sesuai dengan input tegangan pada Vin ( + ) dan Vin ( . clock untuk ADC dapat diturunkan dari CPU Rc eksternal dapat ditambahkan untuk memberikan generator clock dari dalam. Vref = Vin/2.5 Jangkauan Masukan Resolusi Analog ( V ) 0–5 0 – 4.6. CLOCK. 7. Vref. maka Resolusi Tegangan Masukan : 3 / 255 = 11.76mV = 85 desimal. 1000mV / 11. Pengaturan tegangan referensi untuk jangkauan tegangan masukan analog. Tabel 2.). 17 . Bila sebuah ADC digunakan untuk tegangan dalam jangkauan 0 – 3V.25 2.6 15.

yang lain bersifat lebih umum akumulator. Unit Pengendali. seperti program counter dan code register. B register. antara lain :  Register Sebagai memori sementara didalam CPU. Perlengkapan yang dimaksud adalah CPU (Central Processing Unit) yang terdiri dari komponen yang saling berhubungan dengan komponen yang lain. Seperti pada keluarga MCS-51 ini memiliki kemampuan menyimpan data 8 bit.2. ALU (Arithmatic Logic Unit).  ALU (Arithmatic Logic Unit) 18 . Masingmasing mempunyai fungsi yang berbeda-beda.5 Rangkaian Microkontroller AT89S51 Gambar 2. Rangkaian integrasi tersebut memiliki perlengkapan single chip mikrokomputer. Diantaranya Register. Beberapa register mempunyai fungsi tertentu. Tiap-tiap komputer memiliki panjang kata yang merupakan karakteristik dari CPU.10 Rangkaian target AT89S51 IC Mikrokontroller AT89S51 adalah komponen produksi atmel berorientasi pada control dengan level logika CMOS.2. Komponen ini termasuk keluarga MCS-51.

Flash program memori ROM internal sebesar 4Kbyte. Kemampuan mengalamati memori program dan data maksimum 64 Kbyte eksternal. Dengan flash PEROM ini mikrokontroller mampu deprogram dan dihapus hingga 1000 kali. prosessor mengetahui apa yang dimaksud dengan intruksi. maka unit pengendali akan memberikan signal pada aksi yang dimaksud. Kemampuan kerja clock internal dari 0 hingga 24 MHz. Memori data RAM internal sebesar 128 Byte. Terdapat 2 buah timer/ counter yang dapat dipakai hingga 16 bit. Lima buah interupsi. Dapat diprogram per bit sehingga pemrograman akan lebih leluasa dan efektif 19 . tidak sampai pada operasi floating (angka mengambang). dengan kemapuan pendeteksi kesalahan. Port serial full duplex UART (Universal Asincronous Receive Transmit). Mode Idle (daya akan berkurang jika CPU dikehendaki stand by). yaitu 2 buah interupsi eksternal dan 3 buah interupsi internal. yaitu : 1.Dua buah tingkat prioritas interupsi. 0 Pengembalian ke mode normal setelah power down karena adanya interups.Empat buah I/O masing-masing 8 bit. 2.Dari namanya dapat diketahui bahwa ALU mampu menjalankan operasi aritmatika dan logika dengan bilangan-bilangan biner. Dalam keluarga MCS-51 operasi Alu datanya terbatas pada jumlah bilangan biner 8 bit. Mode Power Down (oscillator berhenti yang berarti daya akan berkurang karena intruksi yang dieksekusi menghendaki power down).Mode pengontrolan daya.

Ketika logika 1 dituliskan ke port 1. maka pin-pin ini dapat digunakan sebagai input yang ebrimpedansi tinggi. Port 0 juga menerima kode bit selama pemrograman flash. tiap pin dapat dilewatkan ke 8 input TTL. pin port 1 yang secara eksternal dipull low akan mengalir arus 1 L karena internal pull up. pin ini dipull high dengan menggunakan internal pull up dan dapat digunakan sebagai input. 20 . Pada mode ini P0 mempunyai internal pull up. maka mereka dipull high dengan internal pull up dan dapat digunakan sebagai input. Dan mengeluarkan kode bit selama verifikasi program.Dalam IC program AT89S51 terdapat beberapa port dan program-program lain. Port 2 output buffe dapat melewatkan 4 TTl input. Port 1 mempunyai buffer output yang dapat dihubungkan dengan 4 TTL input. Diantaranya adalah sebagai berikut: Port 0 Port 0 adalah 8 bit open drain bi-direction port I/O. Port 1 juga menerima address bahwa selama pemrograman flash dan verifikasi Port 2 Port 2 adalah 8 bit bi-directional port 1/0 dengan internal pull up. Ketika sebagai input. Port 0 dapat dikonfigurasikan untuk dimultiplex sebagai jalur data/address bus selama membaca program external dan memori data. Pada saat sebagai port out. Ketika logika 1 dituliskan ke port 2. Port 1 Port 1 adalah 8-bit open drain bi-directional port 1/0 dengan internal pull up. Ketika logika 1 dituliskan pada port 0.

ALE/PROG Pulsa Output Address Latch Enable digunakan untuk latching bit bawah dari address selama mengakses ke eksternal memori. Logika high pada pin ini akan mereset siklus mesin. ALE dapat diaktifkan selama instruksi MOVX atau MOVC. dan dapat digunakan untuk pewaktu eksternal atau pemberian pulsa. Ketika logika 1 dituliskan ke port 3 maka mereka akan dipull high dengan internal pull up dan dapat digunakan sebagai input.0 RXD (serial input port). Pin ini juga merupakan input pulsa program selama pemrograman flash.1 TXD (serial output port).2 INT0 (eksternal interrupt 0). P3. Jika dikehendaki.3 INT1 (eksternal interrupt 1). P3. operasi ALE dapat di disable dengan memberikan setting bit 0 dari SFR pada lokasi 8 EH. P3. tidak akan mempengaruhi jika mikrokontroller pada mode eksekusi eksternal. Dengan bit set. Operasi normal dari ALE dikeluarkan pada laju konstan 1/6 dari frekuensi oscillator. 21 . Port 3 juga mempunyai berbagai macam fungsi atau fasilitas.Port 3 Port 3 adalah 8 bit bi-directional port 1/0 dengan internal pull up. Output buffer dari port 3 dapat dilewati 4 input TTL. Port 3 juga menerima beberapa sinyal kontrol untuk pemrograman flash dan verifikasi. RST Input reset. Port Pin Alternate Function. Dengan mensetting ALE disabled. P3.

EA/VPP Eksternal Access Enable. P3. kecuali bahwa 2 aktifasi PSEN terlewati selama pembacaan ke memori data ekstrenal. P3.4 T0 (timer 0 eksternal input). XTAL 2 Output dari inverting oscillator amplifier 22 . EA harus diposisikan ke VCC untuk eksekusi program internal.5 T1 (timer 1 eksternal input). EA harus diposisikan ke GND untuk mengaktifkan divais unutk mengumpankan kode dari program memori yang dimulai pada lokasi 0000h sampai dengan FFFFh. Pin ini juga menerima tegangan pemrograman 12 Volt (VPP) selama pemrograman flash. PSEN diaktifkan 2 kali setiap siklus mesin.7 RD (eksternal data memori read strobe). P3. Ketika 8951 mengeksekusi kode dari program memori ekstrenal.6 WR (eksternal data memori write strobe).P3. PSEN Program store enabled merupakan sinyal yang digunakan untuk membaca program pada memori eksternal. XTAL 1 Input oscillator inverting amplifier dan input untuk internal clock untuk pengopersian 2.

Seperti contoh pada Gambar 2.3-6 Volt. dengan frekuensi pembawa 433. hasil akhir dari sinyal output modulasi amplitudo merupakan penjumlahan antara sinyal data berfrekuensi rendah dengan sinyal pembawa yang berfrekuensi tinggi.6 Modul Pemancar Penerima TLP/RLP 434A Gambar 2. Prinsip dasar modulasi amplitudo adalah menggabungkan antara data yang dikirim dengan frekuensi pembawa atau carrier. sehingga didapat sinyal akhir yang sesuai dengan frekuensi pembawanya tetapi memiliki bentuk sesuai dengan data yang kita kirimkan.11 TLP/RLP 434A Merupakan sebuah modul pemancar-penerima sederhana produksi Laipac Technology Inc. Dalam proses pengiriman data dari transmiter ke receiver ada dua prinsip teori yaitu : amplitudo modulasi dan amplitudo demodulasi.35.2. Penggunaan catu daya pemancar ini berkisar antara 2-12 Volt sedangkan catu daya penerima berkisar antara 3. 23 . Kecepatan maksimum pengiriman data modul ini mencapai 200 kbps [5].2.92 MHz.

hasil akhir dari sinyal output modulasi amplitudo merupakan pengurangan antara sinyal data berfrekuensi tinggi dengan sinyal penerima yang berfrekuensi tinggi.36. 24 .Prinsip dasar demodulasi amplitudo adalah pemisahan antara data yang dikirim dengan frekuensi penerima. Seperti contoh pada Gambar 2. sehingga didapat sinyal akhir berfrekuensi rendah sesuai dengan data yang kita terima.

13 dengan data digital yang kita miliki yaitu 1001 ditambah dengan sinyal pembawa sebesar 433.13 Prinsip Dasar Analog Amplitudo Demodulation (AM) Modul ini menggunakan modulasi digital yaitu sinyal informasi merupakan sinyal digital sedangkan gelombang pembawa merupakan sinyal analog. Modulasi digital yang digunakan adalah modulasi amplitudo gelombang pembawa atau disebut ASK (Amplitudo Shift Keying). tetapi dengan bentuk sinyal sesuai bit-bit yang kita kirimkan. 25 . Seperti contoh pada gambar 2.Gambar 2. maka didapatkan bentuk sinyal output dengan frekuensi sesuai frekuensi pembawa.92 MHz.

14 Modulasi Digital amplitudo Shift Keying (ASK) Besar daya yang dihasilkan pada RF output sebesar 500 mW. sedangkan supply power pada Transmiter ini adalah +5 Volt. 2.Gambar 2. Rumus dasar panjang gelombang : λ=c/f dimana c = cepat rambat gelombang diudara 300 m/dtk f = frekuensi sinyal data 26 . maka perlu diperhitungkan panjang antena pemancar.8 Antena RF Gambar 2.2. Panjang antena adalah sama dengan panjang gelombang sinyal dibagi 2.16 Penentuan Panjang Antena berdasarkan Panjang Gelombang Sinyal Untuk memperoleh hasil terbaik dalam peneriamaan data.

5 .IC ini merupakan salah satu jenis ram static. 7 1 2 3 U A B C G G G 0 6 C 2 C 7 O W M 4 Y Y Y Y Y Y Y Y 1 0 1 2 3 4 5 6 7 3 8 V C 1 2 2 A B L S 1 1 1 1 1 1 9 7 7 4 Gambar 2. . .15 Rangkaian Ram static Ms 6264 buatan dari Hitachi. R W E R A D I T E P P P 2 2 2 C 6 4 5 . . . .Sedangkan 74HC573 . Jadi informasi tidak akan hilang. .7 Rangkaian RAM static U P P P P P P P P A L E / P O 0 0 0 0 0 0 0 0 . . Berikut Data Sheet MS6264 dan 7HC573 .3-type. . 6 . . . . .2. . . G 0 1 2 3 4 5 6 7 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 3 D D D D D D D D 5 1 2 3 4 5 6 7 8 1 V C 5 7 3 Q Q Q Q Q Q Q Q 1 1 1 1 1 1 1 1 9 8 7 6 5 4 3 2 A A A A A A A A 0 1 2 3 4 5 6 7 A 0 A 1 A 2 A 3 A 4 A 5 A 6 A 7 P 2 P 2 P 2 P 2 C P C2 1 0 9 8 7 6 5 4 3 02 5 12 4 22 1 32 3 4 2 2 2 2 2 5 4 3 2 1 0 U A A A A A A A A A A A A A 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 S S E E S 6 2 6 4 1 2 D D D D D D D D 0 1 2 3 4 5 6 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 5 6 7 8 9 P P P P P P P P 0 0 0 0 0 0 0 0 . Yaitu ketika informasi disimpan tidak memerlukan clock atau timing stobe required. 0 1 2 3 4 5 6 7 A 1 T1 8 9 S L E 1 O E 2 0 7 V C 4 H C . 27 . . . Informasi ini akan tetap stabil selama catu daya dimatikan atau masih ada. .ic Octal D-type trasparate Latch. .Rumus panjang antena adalah : Panjang antena = λ /2 2. Kompatible dengan input TTL dan output langsung TTL.

Data Sheet MS 6264 Data Sheet 74HC573 28 .

2. Pada pembuatan modul ini nanti penulis akan mengkomunikasikan IC mikrokontroller dengan sebuah PC secara serial dengan memanfaatkan IC MAX 232.seri ini terletak pada pin no 9. 29 .9 Komunikasi Serial MAX 232 U 1 1 3 R 1 I N 8 1 1 R 2 I N 1 0 T 1 I N T 2 I N 1 3 4 5 2 6 C + 1 V C 0 C u F 1 + 1 C 0 2 u F V C C 1 k L E D R 1 D 2 C C C C V V M + 1 2 2 + A + C R 1 O R 2 O T 1 O T 2 O 1 2 U T 9 U 4T 1 U7 T U T O 1 6 2 7 3 8 4 9 5 N N E C T O R D B 9 T 1 I N + C 4 1 0 C 1 0 u F 3 + u F P X 2 3 2 1 Gambar 2. Gambar 2.10 pada Max 232 atau outputan Mikrokontroller.18 Seri TTL max 232 Seri TTL adalah dimana logika 1 dianggap mempunyai tegangan sebesar 5V DC.2. karena IC ini memang berfungsi untuk mengubah level tegangan TTL menjadi level tegangan ( RS 232 ) dan sebaliknya.17 Serial Communication RS 232 Seperti yang telah kita ketahui bahwa IC mikrokontroller dapat dikomunikasikan secara paralel dan secara serial.

19 Seri RS 232 Seri RS 232 adalah dimana tegangan TTL sudah diubah menjadi 10V DC.3 30 .Gambar 2.8 Max 232 atau input DB 9 pada no 2. seri ini terletak pada pin no 7.

Gambar 2.20 Pin out Max-232 dan koneksi tipikal rangkaian RS232 31 .

dan sebuah stop bit('1').Port serial pada AT89s51 dapat bekerja dalam 4 mode yaitu: Mode 0 Pada mode ini data serial masuk dan keluar melalui RxD. 11 bit ditransmisikan melalui TxD atau diterima melalui RxD: sebuah bit start ('0'). Baud rate dapat diprogram ke 1/32 atau 1/64 dari frekuensi oscilator. Baud rate mempunyai frekuensi tetap pada 1/12 dari frekuensi oscilator. TxD mengeluarkan clock shift. 8 bit data ditransmisikan dan diterima ( LSB first ). Pada kenyataannya mode 3 adalah sama dengan mode 2 kecuali baudrate dapat divariasi. pada PSW ) dapat dipindahkan ke TB8. Mode 1 Mode 2 Mode 3 32 . untuk contoh. sebuah programmable bit data ke 9. dan sebuah stop bit ( '1' ). Pada saat penerimaan. 8 data bit ( LSB first ). 8 bit data ( LSB first ) dan sebuah stop bit ( '1'). Baudrate dapat divariasi. Pada proses penerimaan. 10 bit ditransmisikan melalui TxD atau diterima melalui RxD: sebuah start bit ('0'). 11 bit ditransmisikan melalui TxD atu diterima melalui RxD: sebuah start bit ('0'). Pada saat mentransmisikan. stop bit akan diteruma pada RB8 pada spesial function register ( SCON ). dan bit stop diabaikan. bit data ke 9 ( TB8 pada SCON ) dapat ditandai dengan logika '1' atau '0'. bit ke 9 akan diterima pada RB8 in special function register SCON. 8 bit data ( LSB first ). sebuah data bit programmable. bit paritas ( P.

Komponen ini berfungsi sebagai komunikasi data serial RS 232 melalui port komunication RS 232.2. Borland Delphi adalah perangkat lunak untuk menyusun program aplikasi berdasarkan bahasa pemograman pascal.2.10 Perangkat Lunak (Pemograman Delphi) Pemograman merupakan suatu proses untuk mengimplementasikan algoritma dengan menggunakan suatu bahasa pemograman melalui perangkat lunak. Comport juga bisa mengatur banyaknya jumlah data yang keluar/masuk yang diinginkan lebih dari satu data maka pengaturan pada comport dilakukan dengan pemakaian bahasa count (counter) begitu juga data masuk dapat diatur. Pemograman delphi merupakan bahasa pemograman yang memberikan fasilitas pembuatan aplikasi visual. 33 . T.pola desain yang menarik setar diperkuat pemograman yang terstruktur. Bahasa pemograman adalah suatu media menyusun dan memahami serta juga sebagai alat komunikasi antara pemograman dengan komputer. Keunggulan bahasa pemograman ini terletak pada produktifitas.Comport adalah suatu komponen delphi yang difungsikan sebagai komunikasi serial port antara mikro dan delphi.kecepatan kompilasi.kwalitas penembangan perangkat lunak.