You are on page 1of 11

Tugas II Ilmu Lingkungan

PEMANASAN GLOBAL

Disusun Oleh :

FACHZI ISM AIL D411 07 127

JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

bagi pejuang lingkungan hidup merupakan momen untuk mendesak masuknya isu lingkungan hidup dalam agenda tetap nasional dan mengingatkan manusia akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup. Isu dunia tentang lingkungan yang terhangat saat ini adalah masalah pemanasan global (global warming) dan akibat-akibatnya bagi kehidupan manusia. masyarakat dunia khususnya masyarakat peduli lingkungan memperingatinya sebagai Hari Bumi. Peringatan yang pertama kali dilakukan pada 22 April 1970 di Amerika Serikat atas prakarsa seorang senator yang bernama Geylord Nelson itu. . BAB II PERMASALAHAN MASALAH Karerna alasan tersebut kami mencoba untuk menuliskan makalah tentang pemansasan global yang sedang terjadi pada saat ini.BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Setiap tanggal 22 April. penulis mohon maaf dan tolong dibenarkan terima kasih. yang ditinjau dari segi umum/ilmiah dan berdasarkan agama khususnya pandangan umat islam tentang pemanasan global (ditinjau dari akibat pemanasan global. mengapa terjadi pemanasan global dan cara pencegahan pemanasan global) Apa bila ada kekurangan atau kesalahan dalam penulisan.

0 derajat celcius atau temperature rata-rata global telah meningkat sekitar 0. methan.BAB III PEMBAHASAN Sebagian besar para ilmuawan telah mencapai suatu kesepakatan mengenai fenomena yang terkenal dengan nama pemanasan global dan telah menjadi sorotan utama masyarakat dunia sekarang. jika ini terjadi.6 derajat celcius (33 derajat F) diabandingkan dengan masa sebelum industri. nitrat oksida dan CFC dilepaskan ke atmosfir bumi dalam jumlah yang sangat besar dan dengan konsekuensi yang sangat besar.5 sampai 2. Kenaikan itu terjadi pada suhu minimum dan maksimum disiang hari maupun malam hari antara 0. telah terjadi kenaikan suhu minimum dan maksimum bumi antara 0. konsentrasi gas rumah kaca akan lebih tinggi dan mencapai dua kali lipat dari sebelum era industri pada tahun 2100. tetapi ketika temperature permukaan bumi meningkat 4 derajat C. Menurut laporan panel antara pemerintahan antar perserikatan bangsabangsa/IPCC. peningkatan ini sebenarnya cukup untuk mengakhiri zaman Es. Perubahan iklim sudah tidak . Angka tersebut sepertinya kecil dan tidak berarti. Para ilmuawan mengatakan bahwa abad paling dalam millennium terakhir adalah abad ke-20. kenaikan suhu durasinya lama dan polanya kontinu sehingga menguras totalitas energi.5 derajat. Kenaikan suhu secara execeptional sangat mencemaskan dibandingkan dengan bencana seperti banjir dan kekeringan karena kenaikan suhu tidak tergantung dari musim dan bersifat lintas batas sehingga efek distruksinya besar.5-1. dengan peningkatan 4 derajat celcius di daratan. Jika emisi gas-gas berbahaya ini terus meningkat sesuai dengan kecenderungan yang terjadi. Selama setengah abad sekarang ini. dan sebagian besar diantaranya terjadi pada abad ke-20. Hal ini akan mengakibatkan meningkatnya temperature rata-rata global sebesar 2. Selain dari itu.5 derajat celcius. Saat ini. sekalipun polanya saat itu acak tetapi magnitude banjir besar terjadi pada musim hujan dan magnitude kekeringan ekstrem terjadi pada puncak musim kemarau. gas rumah kaca CO2. tidak mengehrankan jika tinggi lautan selama abad ke-20 adalah sekitar 10 cm. ketinggian lautan sudah meningkat karena blok-blok es di lautan mulai mencair. maka konsentrasi gas rumah kaca akan lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi selama jutaan tahun terakhir ini. Berbeda dengan banjir dan kekeringan.

dan kekeringan. bahkan akan menimbulkan ketidakseimbangan dan ketidak adilan antar Negara. Industri transportasi. ahli pertanian. Oleh karena itu. Begitu pula distribusi dan dampaknya. resiko resiko yang dihadapi manusia naik tajam. pemerintah hingga individu harus mengerem peningkatan pemanasan global. Laju pemanasan global yang tidak terkendali akan makin mempercepat pencairan es dikutub dan meningkatkan permukaan air laut secara drastic. Dampaknya. Intinya. Kemudian menimbulkan sedimentasi yang menutup permukaan terumbu karang. semua pihak harus menyatakan perang melawan pemanasan global dengan perannya masing-masing. gangguan cuaca berupa badai yang kian meningkat intensitasnya serta ancamannya. Namun. Sifat perubahan Iklim tentu tidak mengenal batas Negara. menyebabkan naiknya suhu permukaan bumi lima tahun mendatang berupa kegagalan panen. kawasan pulau kecil dan pesisir makin tenggelam. Negara-negara industri adalah penyumbang terbesar gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim. . Tidak hanya mengarah pada kerusakan harta benda atau lingkungan. kelangkaan air. 10 April 2007. sudah meluas pada aspek keamanan pangan. berkurangnya ketersediaan air. Pemanasan global seperti dilaporkan 441 pakar Intergovernmental panel on Climate change. naiknya permukaan air laut dan dampak buruk lainnya. sedangkan Negara yang sedang berkembang yang sedikit konstribusinya dalam fenomena pemanasan global ini justru terkena dampak yang nyata. aktifis lingkungan. ketersediaan air bersih. kesehatan masyarakat. Fenomena tersebut juga akan memicu tingkat keasaman terumbu karang yang menimbulkan pemudaran (bleaching) hingga kepunahan ekosistem tersebut akibat sedimentasi dan intensitas cahaya matahari yang berkurang. Diperkirakan asia akan mengalami dampak yang paling parah. tetapi juga mengancam jiwa manusia.lagi nmenyangkut kepentingan lingkungan hidup. India akan mengalami kelangkaan air dan 100 juta rumah warga pesisir akan tergenang. produksi pertanian tiongkok dan banglades akan anjlok 30 persen. Pemanasan global telah memicu peningkatan suhu bumi yang mengakibatkan melelehnya es di gunung dan kutub.

Variasi musin terhadap factor resiko kardiovaskular. penumpukan kolesterol di dinding pembulu darah. Institut Karolinska di Swedia. Colorado pada bulan juli dan Agustus tahun 1993 sampai denggan 1997. yang menyatakan bahwa apabila pemanasan global tidak dapat dikontrol. seperti tekanan darah. Namun demikian. Sebagian besar kematian terjadi pada usia lanjut dan menderita penyakit jantung.000 kematian pada saat itu. maka tubuh akan memproduksi keringat agar terjadi penguapan pada permukaan tubuh. Ia merujuk pada gelombang panas yang menyerang di kawasan eropa pada tahun 2003. akan menimbulkan masalah kardiovaskular di tahun-tahun mendatang. di Denver. Selama proses tersebut. Karat akan mudah terjadi pada temperature yang lebih panas.Pemanasan global menjadi salah satu isu panas yang diangkat di pertemuan ilmiah tahunan European Society Cardiology di Wina akhir September 2007. atau lebarnya variasi harian. dingin. Dr Karin Schenk-Gustafsson dari Departemen Kardiologi. memperlihatkan peningkatan temperature berkaitan dengan peningkatan insidens serangan jantung pada mereka yang berusia lebih dari 65 tahun. Apabila suhu lingkungan mengalami peningkatan. Mengutip laporan yang dipublikasikan di Environmental Health Perspectives Agustus 2003. sehingga peningkatan suhu tubuh dapat di cegah. Sebenarnya tubuh manusia memiliki kemampuan pengaturan agar menjaga suhu tetap stabil pada kisaran fisiologis. bahkan dengan yakin menyatakan bahwa bila mana terjadi peningkatan suhu beberapa derajat celcius dalam tempo 50 tahun kedepan. pembuluh darah akan . ibarat proses akarat di mobil. berdasarkan data rekam medik dari beberapa rumah sakit dilaporkan terjadi kematian sebanyak 35. ketua Departemen kardiologi di Universitas Johns Hopkins. profil lipid. Gordon Tomaselli. DR. namun demikian manakah yang berdampak paling buruk terhadap jantung kita. Di Prancis saja terjadi hamper 15. Sependapat dengan pemikiran tersebut. dan factor pembekuan darah telah banyak diketahui. temperature panas. akan terjadi peningkatan insiden penyakit kardiovaskular. demikian juga dengan aterosklerosis. menganalogikan proses aterosklerosis.000 orang pada dua minggu pertama bulan Agustus.

Para ahli klimatologi amerika sudah memprediksikan bahwa penyebab dari global warming adalah karena bumi menyeraplebih banyak energi matahari dari pada yang di pantulkan. salah satu anggota tim peneliti dari NASA. sehingga sulit untuk meramalkan dampaknya dikemudian hari. Di samping itu. “Tapi kami tahu berapa besar energi yang diserap lautan dari . para pakar kesehatan menyatakan bahwa terlalu banyak variable yang tidak diketahui yang mengaitkan antara pemanasan global dengan penyakit jantung koroner atau aterosklerosis. keluar keringat berlebihan akan menyebabkan terjadinya hemokonsentrasi yang pada akhirnya mempermudah kecenderungan terjadi gumpalan darah.mengalami vasodilatasi (pembesaran diameter lumen) untuk mengirim darah lebih banyak ke kulit tubuh. Kedua hal tersebut merupakan kombinasi yang dapat membahayakan orang usia lanjut yang pada umumnya menderita penyakit jantung koroner atau penderita lemah jantung. dibandingkan peningkatan temperature sendiri. Harus diakui. dimana temperature lebih dingin. bahwa hingga saat ini belum ada satupun penelitian membuktikan bahwa cuaca yang panas secara langsung dapat meningkatkan kecenderungan menderita aterosklerosis. karena Anda harus mendeteksi variabel tertentu dari sekian banyak variabel. Data tersebut semakin menguatkan pendapat para ahli tersebut Para peneliti juga membandingkan energi tang masuk armosfer dengan energi yang di pantulkan ke angkasa. Berbagai laporan telah memperlihatkan bahwa perubahan iklim memiliki potensi besar untuk menimbulkan masalah kardiovaskuler. Menurut mereka perbedaanya sangat_sangat fantastik 1 dibanding 7 Kesimpulan ini diambil dengan menggunakan stimulasi komputer mengenai data data pemanasan pada permukaan buni dan laut. tekanan nadi akan bertambah (takikardi) untuk mempertahankan curah jantung. Ini sangat sulit di lakukan karena itu para peneliti menggunakan suhu permukaan laut “Mengukur perubahan secara langsung sulit dilakukan. Penurunan tekanan darah berarti pengurangan suplai oksigen ke otot jantung. factor polusi atau kualitas udara lingkungan akibat pemanasan global akan lebih banyak memegang peran untuk terjadinya masalah kardiovaskular.” kata Gavin Smith. sedangkan peningkatan denyut nadi adalah peningkatan demand. Tampaknya. Namun demikian. Sebagai akibatnya.

Caranya dengan memonitor suhu permukaan laut dari ribuan pelampung (buoys) yang tersebar di berbagai lokasi. maka kenaikan temperatur karena pemanasan global hingga tahun 2100 akan mengakibatkan mencairnya es di kutub dan menghangatkan lautan. Penyebabnya adalah efek rumah kaca yang terbentuk oleh lapisan gas karbon dioksida. penyerapan energi sudah terlalu besar sehingga peningkatan suhu bumi sebesar setengah derajat celcius tidak dapat dicegah kecuali manusia menghentikan produksi gas rumah kaca. dan zat pencemar lainnya. arus. lapisan tersebut menyerap radiasi panas yang dipantulkan bumi yang seharusnya dilepaskan ke ruang angkasa. sekitar 4000 pulau akan tenggelam. Hewan dan tanaman akan bermigrasi ke arah kutub yang lebih dingin dan spesies yang tidak mampu berpindah akan musnah. hasil pengolahan data memperlihatkan bahwa selama ini terjadi ketidakseimbangan di atmosfer. Kekeringan tanah ini akan merusak tanaman bahkan menghancurkan suplai makanan di beberapa tempat di dunia. Dari simulasi tersebut tampak bahwa atmosfer bumi menyerap energi 0. butuh energi yang besar untuk menghasilkan perubahan di permukaan bumi. laut. Berdasarkan laporan Nasa. lebih dari energi yang dilepaskan kembali.500 pulau di Indonesia. yang mengakibatkan meningkatnya volume lautan serta menaikkan permukaannya sekitar 9 – 100 cm (4 – 40 inchi).85 watt per meter persegi (secara keseluruhan setara dengan 7 triliun bola lampu 60 watt). Menurut Gavin Schmidt. DAMPAK PEMANASAN GLOBAL Jika tidak segera diatasi. Meskipun demikian penyerapan energi telah berjalan dalam rentang waktu yang lama. Didukung pemahaman kami tentang atmosfer.pengukuran selama puluhan tahun melalui satelit maupun peralatan yang ditempatkan langsung. gas. angin.” lanjutnya. Diantara 17. tetapi tanah juga akan lebih cepat kering. Beberapa daerah dengan iklim yang hangat akan menerima curah hujan yang lebih tinggi. menimbulkan banjir di daerah pantai. Data-data yang diambil dari berbagai tempat dimasukkan dalam komputer dan merepresentasikan model iklim yang kompleks meliputi aktivitas atmosfer. . bahkan dapat menenggelamkan pulaupulau.

merupakan sebuah proses di mana atmosfer memanaskan sebuah planet. sehingga jumlah populasi akan cepat naik. Mengganasnya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk kemudian seolah menyebabkan jenis penyakit baru. namun intensitasnya tinggi.Di Indonesia sendiri.451 juta ton menjadi 44. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM). Selain gas CO2 . sudah beberapa kali ini kita mengalami musim kemarau yang panjang.000 hektar sawah dipusokan dan produksi gabah nasional menurun drastis dari 46. Namun hingga Desember 2006 hujan belum juga turun. yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO2 ). Pada tahun 2006. Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi .6 juta hektar hutan habis di Kalimatan Timur akibat kebakaran tahun 1983. EFEK RUMAH KACA Efek rumah kaca. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2 ) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Hampir 3.127 juta ton pada tahun 1990. Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca. 1987 dan 1991. tanda-tanda perubahan iklim akibat pemanasan global telah lama terlihat. batubara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Musim kemarau tahun 1991 juga menyebabkan 40. Keterlambatan itu juga disertai dengan pendeknya periode hujan. Akibatnya banjir melanda Jakarta dan sekitarnya. akibat pemanasan global terlihat dengan terlambatnnya musim penghujan yang seharusnya sudah turun pada Oktober 2006. kemarau panjang menyebabkan kebakaran hutan yang luas. nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2 ) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4 ) dan khloro fluoro karbon (CFC). Tahun 1982-1983. pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824. Pemanasan Global juga mengakibatkan siklus perkawinan dan pertumbuhan nyamuk (dari telur menjadi larva dan nyamuk dewasa) akan lebih singkat. Misalnya.

udara panas tersebut naik dan posisinya digantikan oleh udara sejuk. Permukaan bumi yang menjadi panas menghangatkan udara yang tepat diatasnya. Karena menjadi ringan. MENGURANGI EFEK RUMAH KACA Satu sisi. manusia mulai melakukan pembakaran batu bara.8 derajat Celcius sedikitnya pada akhir abad ini. suhu global Bumi bisa meningkat sampai 5. minyak dan gas bumi untuk menghasilkan bahan baker dan listrik. Dunia masih mempunyai kesempatan realistis hingga 2010 guna menghindari sebagian dari bencana meluas akibat pemanasan global (global warming). Proses pembakaran energi dari bumi ini ternyata menghasilkan gas buangan berupa CO2.Proses Efek Rumah Kaca berawal dari sinar matahari yang menembus lapisan udara (atmosfer) dan memanasi permukaan bumi. Otomatis kadar lapisan gas rumah kaca yang menahan dan memantulkan kembali udara panas ke bumi menjadi semakin banyak. Pernyataan ini diperkuat pula oleh laporan lain dari NASA Goddard Institute for Space Studies yang mengatakan. Namun. Oleh karena itu. Efek Rumah kaca dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan alam. Tanpa Efek Rumah Kaca maka bagian bumi yang tidak terkena sinar matahari akan menjadi sangat dingin seperti di dalam freezer lemari es (18°C) Mekanisme yang sebenarnya menguntungkan kehidupan di bumi ini berbalik menjadi sebuah ancaman tatkala manusia memasuki era industrialisasi (abad ke-18). Efek Rumah Kaca yang berlebihan akibat aktifitas manusia akan berubah menjadi ancaman untuk kehidupan manusia itu sendiri. ambang CO2 meningkat dari angka satuan 280 ppmv (/parts per million by . maka diperlukan usaha yang sungguhsungguh untuk menguranginya sehingga mencapai keseimbangannya kembali. Michael Oppenheimer dan Brian O’Neill. Sebuah laporan yang dikeluarkan di Cina pada tahun yang sama menyatakan ramalan. Bumi pun semakin panas. Demikian disampaikan dua peneliti lingkungan dari Universitas Princeton dan Universitas Brown. Untuk menunjang proses industri. di AS dalam suatu kajian yang dimuat Journal Science. ketika manusia menyadari bahwa aktifitasnya telah mengakibatkan Efek Rumah Kaca yang berlebih.

Di bawah tanah atau penyimpanan air tanah Bawah tanah atau air bawah tanah bisa digunakan untuk menyuntikkan emisi CO2 ke dalam lapisan bumi atau ke dalam lautan. Mengingat pentingnya tumbuhan dalam menyerap CO2 . 2. Dengan memompakan CO2 kedalam tempat-tempat penyimpanan minyak di perut bumi akan membantu mempermudah pengambilan minyak atau gas yang masih tersisa. maka perlunya memelihara pepohonan dan menanam pohon baru lebih banyak lagi .Menyembunyikan karbon yang juga membantu mencegah karbon dioksida memasuki atmosfer atau mengambil CO2 yang ada. Para ilmuwan mempelajari cara-cara untuk membatasi pemanasan global. Penyimpanan di dalam tumbuhan hidup. dalam kajian yang lain dikatakan.membatasi emisi CO2 Tehnik yang efektif untuk membatasi emisi karbon ada dua yakni mengganti energi minyak dengan sumber energi lainnya yang tidak mengemisikan karbon dan yang kedua penggunaan energi minyak sehemat mungkin. Lapisan garam dan batubara yang dalam juga bias menyembunyikan karbon dioksida.volume/) pada tahun 1850 menjadi 360 ppmv pada tahun 2001. Kombinasi karbon dari CO2 dengan hidrogen diperlukan untuk membentuk gula sederhana yang disimpan di dalam jaringan. Hal ini bisa menutupi biaya penyembunyian karbon. Menyembunyikan karbon dapt dilakukan dengan dua cara: 1. 2. Padahal. Kunci utamanya adalah: 1. ambang CO2 di atmosfer harus dicegah untuk tidak melebihi ambang 450 ppmv. Lapisan bumi yang dapat digunakan adalah penyimpanan alami minyak dan gas bumi di tambang-tambang minyak. Tumbuhan hijau menyerap CO2 dari udara untuk tumbuh.

Pemanasan Global merupakan dampak negatif dari aktifitas manusia yang tidak diatur berdasarkan syariat Allah 3. Republika edisi 12 Maret 2007 – Atasi Pemanasan Global dengan Energi Alternatif . Kapitalisme yang mendasari aktifitas manusia tersebut telah terbukti merusak keseimbangan alam dan tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut 4. Khilafah adalah institusi satu-satunya harapan seluruh manusia yang akan mampu mengatasi pemanasan global dan menyelamatkan kehidupan seluruhnya. DAFTAR PUSTAKA 1. tumbuhan dan hewan 2. Jawa Pos edisi Selasa 10 April 2007 – Fenomena Pemanasan Global dan Pengaruhnya di Indonesia 2. Majalah Suara Hidayatullah edisi April 2007 – Ihwal : Bumi Semakin Mencemaskan 3.BAB IV KESIMPULAN 1. Pemanasan Global telah mengancam kehidupan manusia. Nurhadi – Surabaya Post edisi 24 April 2006 – Ancaman Pemanasan Global 4.