You are on page 1of 10

Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011

ANALISIS PENGUKURAN PERCEPATAN GRAVITASI PADA GERAK
BANDUL DENGAN SUDUT BESAR
(BANDUL FISIS)
Imaniar Bintasari. (083184224) dan Aprilia Kumala Sari (083184238)
Jurusan Fisika, FMIPA, UNESA
ABSTRAK
Eksperimen yang berjudul”Analisis Pengukuran Percepatan Gravitasi Pada Gerak Bandul Dengan
Sudut Besar (Bandul Fisis)”. Metode yang dilakukan dengan mengubah jarak antara titik acuan ke
titik sumbu (h) dalam berbagai sudut sebesar 30°;45°;55°;60°;65°;75°;90° dengan l= 0,93m,
kemudian mengukur waktu bandul sebanyak lima kali osilasi. Dari waktu yang ditempuh bandul
selama berosilasi ditentukan nilai periodenya yang nantinya dipergunakan dalam mencari grafik
hubungan antara h vs T
2
. Melalui analisa grafik dan perhitungan didapatkan grafik hubungan h
terhadap T
2
, Nilai T mula- mula besar kemudian lama kelamaan akan turun/semakin kecil ketika
mencapai nilai minimum kemudian nilai T akan bertambah besar kembali dan ketika nilai h
mendekati nilai titik pusat massa, nilai T sangatlah besar, nilai percepatan gravitasi (g) dimana
nilainya sangatlah kecil,ini mungkin dikarenakan sudutyang kita gunakan adalah sudut besar dan
semakin kecil nilai Tm
2
,maka semakin besar nilai percepatan gravitasinya dan semakin besar sudut
simpangannya, maka semakin besar pula nilai percepatan gravitasinya. Didapatkan taraf
kelinieritasan sebesar R=0,207. Mungkin hal ini disebabkan terdapat kesalahan pada saat praktikum
ketika mengayunkan bandul tidak bersamaan dengan saat penekanan stopwatch.
I. PENDAHULUAN
Pada dasarnya pengukuran percepatan
gravitasi bumi dapat dilakukan dengan
beberapa cara salah satunya adalah dengan
menggunakan bandul fisis dan dengan bandul
matematis. Dimana pada bandul matematis
merupakan sebuah ayunan pendulum sedehana
yang merupakan bola pejal yang digantungkan
dengan sebuah tali yang di ayunkan pada sudut
kurang dari 10
0
, namun pada eksperimen kali
ini tidak digunakan ayunan matematis namun
menggunakan ayunan fisis, dimana tali yang
lentur pada bandul matematis diganti dengan
batang besi kaku yang berlubang dengan jarak
tertentu. Kemudian digantung pada sebuah
pasak yang terdapat busur pada pangkalnya,
busur ini berguna untuk menentukan sudut yang
akan digunakan sebagai titik bandul yang
berayun pertama kali. Eksperimen ini bertujuan
untuk mencari pengaruh jarak titik acuan
dengan pusat rotasi terhadap periode getaran,
nilai percepatan gravitasi yang diperoleh dari
grafik hubungan Tm
2
dengan hm, serta
pengaruh sudut simpangan terhadap percepatan
gravitasi. Sehingga judul dari eksperimen ini
adalah ”Analisis Pengukuran Percepatan
Gravitasi Pada Gerak Bandul Dengan Sudut
Besar (Bandul Fisis)”
II. DASAR TEORI
Benda tegar bermassa yang digantungkan
sehingga benda tersebut dapat berayun dalam
bidang vertikal terhadap sumbu yang melalui
benda tersebut disebut bandul fisis
Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011
Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011
Gambar 1. Bandul fisis untuk mengukur
percatan gravitasi.
Pada gambar tersebut, bandul fisis
dapat disimbangkan dengan sudut sebesar θ
dari posisi setimbangnya dengan W sin θ
sebagai gaya yang menyebabkan gerak. h
adalah jarak antara titik poros hingga pangkal
batang besi,sedangkan l adalah jarak antara titik
poros hingga titik pusat massa. Jika batang besi
disimpangkan sebesar θ kemudian dilepaskan
maka batang besi akan bergerak secara
harmonik dan berlaku :
τ = F.l
τ = - l . W sin θ
τ = - l . m.g. sin θ
τ = - m.g.l. sin θ ( 1 )
Karena pada keadaan ini juga terjadi gerak
rotasi, maka juga akan berlaku persamaan :
τ = I.α ( 2 )
2
2
dt
θ d
I. τ ·
( 3 )
Dimana, I = Mk
2
+ Ml
2

I = M ( k
2
+ l
2
)
Jika simpangan yang digunakan kecil,maka sin
θ = θ , sehingga dengan mensubstitusikan
persamaa 3 ke persamaan 1,dapat diperoleh :
τ = - m.g . l sin θ
(4) 0
. .
. .
. . .
. . . ) (
2 2 2
2
2 2 2
2
2 2 2
2
2
2
2 2
·
+
+
+
− ·
+
− ·
− · +
l k
l g
dt
d
l k
l g
dt
d
Ml Mk
l g m
dt
d
l g m
dt
d
Ml Mk
θ θ
θ θ
θ θ
θ
θ
Persamaan 4 sama dengan
0
2
2
2
· + θ ω
θ
dt
d

maka :
(5)
.
4
. 4
. 2
.
2 2
2 2
2 2 2
2
2 2
2
2 2
2
l g
l k
T
l k
l g
T
l k
l g
T
l k
l g
+
·
+
·
+
·
,
`

.
|
+
·
π
π
π
ω
Dengan l = L – h, maka persamaan diatas
menjadi
]
]
]


− +
·
) (
) (
4
2 2
2 2
h l g
h l k
T π
misal
a
g
·
2

, maka :
) (
) (
.
2
2
h l a
h l
k a
T − +

·
(6)
Adapun hubungan antar T
2
dengan h dapat
digambarkan sebagia berikut :
Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011
Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011
Gambar 2. Grafik hubungan h terhadap T
2
Bila h → l, maka T
2
→ ∼
Bila h ≠ l, maka akan mempunyai nilai
minimum Tm
2
yang dapat diperoleh dari :
0
2
·
dh
dT
maka :
0 1
) (
0 1
) (
0
) (
0 ) 1 ( ) )( 1 ( ) 1 (
0 ) (
) (
2
2
2
2
2
2
2 2
2
· −

·
]
]
]



· −

· − + − − −
·
]
]
]

− +


hm l
k
hm l
k
a
a
hm l
ak
a hm l ak
hm l a
h l
ak
dh
d
(8)
) (
2 2
k l h
hm l k
hm l k
m
− ·
− ·
− ·
Substitusi persamaan 8 ke persamaan 5 :
Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011
T
m
2
h
m
Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011
l g
l k
Tm
.
4
2 2
2 2
+
· π
)] ( [
)] ( [
2
) (
) (
2
2 2
2 2
k l l g
k l l k
Tm
h l g
h l k
Tm
− −
− − +
·

− +
·
π
π
(9) ........ ..........
2
2
.
2
2 2
g
k
Tm
k g
k k
Tm
π
π
·
+
·
Sehingga percepatan gravitasi diperoleh dengan
persamaan :
2
2
2 4
Tm
k
g
π
·
Maka dapat diperoleh :
2
2
8
Tm
k
g
π
·
..................................................(10)
θ 1
θ

2
4
2 /
0
x
d
g
k
Tm
n
+
·

( 11 )
Jika sudut θ diperhitungkan, maka nilai g dapat
diperoleh melalui persamaan :
]
]
]

+ + + · ..... .
2
θ
s in
64
9
.
2
θ
si n
4
1
1
2
8
3 4 2
2
m
k
m
k k
Tm
g
π
( 12 )
III. METODE EKSPERIMEN
Untuk menentukan besarnya percepatan
gravitasi dengan menggunakan bandul fisis
diperlukan alat dan bahan sebagai berikut :
batang logam berlubang, beban dari logam,
stopwatch, busur derajat dan stand. Dengan
gambar rancangan percobaan sebagai berikut.:
Gambar 3.Rancangan Percobaan.
Dengan variabel manipulasi ialah sudut baling-
baling (θ ) dengan sudut sebesar
30°;45°;55°;60°;65°;75°;90° serta jarak antara
titik acuan ke titik sumbu (h) sebesar 0,35m,
0,49m, 0,64m, 0,74m dan 0,92m , Variabel
respon yaitu waktu yang diperlukan bandul
bergetar(t) yang nantinya berpengaruh pada
periode (T), dan variabel kontrol ialah
banyaknya jumlah getaran (n) yaitu sebanyak 5
kali.
Dengan langkah percobaan sebagai
berikut : Menimbang batang besi kaku,
kemudian mencari titik pusat massa, merangkai
alat seperti gambar 3, kemudian mengayunkan
bandul agar dapat berosilasi bebas dan
sempurna. Lalu mengukur panjang (h).
Menyimpangkan bandul fisis sebesar θ , seperti
gambar 3 dan mengukur waktu (t) setiap lima
kali getaran untuk satu sudut simpangan.
Kemudian menentukan periodenya (T).
Mengubah sudut simpangan sebanyak 7 kali
Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011
Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011
untuk h yang pertama. Lalu mengubah h
sebanyak 5 kali dan mengulang langkah
tersebut untuk h dan θ yang berbeda.
IV. ANALISIS DATA
Dari data yang diperoleh, dibuat grafik
hubungan antara h dengan T
2
sebagai berikut:
Gambar 4. Hubungan h terhadap T
2
Melalui analisis grafik hubungan antara
jarak titik acuan ke titik sumbu (h) Vs kuadrat
periode (T
2
) didapatkan persamaan kuadrat
c bx ax y
2
+ + ·
. Dari persamaan kuadrat
c bx ax y
2
+ + ·
, dapat dicari nilai h
minimum
dan T
minimum
2
. Nilai h
min
(h
m
) melalui persamaan
2a
b
h
m
− ·
dan nilai T
min
2
(T
m
2
) melalui
persamaan
4a
D
T
2
m

·
dengan
4ac b D
2
− ·
Dari nilai h
m
kita dapat menghitung nilai
m
h l k − ·
, dengan k = jari-jari girasi dan l =
jarak sumbu ke pusat massa. Bagian kanan
kurva yang diperoleh semakin ke atas atau lebih
tinggi dari kurva bagian kiri. Hal ini
disebabkan h yang digunakan semakin
mendekati l, namun kami tak memperoleh nilai
tak berhingga karena h yang digunakan tidak
sama dengan l.
Analisis yang telah diuraikan di atas,
diasumsikan bahwa sinθ ≈ θ. Berikut ini akan
diuraikan hasil percobaan untuk menjelaskan
pengaruh sinus setengah sudut simpangan (sin
θ/2) terhadap nilai percepatan gravitasi (g).
Sebelum mengetahui hubungan antara θ dengan
g dalam bentuk grafik, kita menentukan nilai
percepatan gravitasi melalui persamaan 13,
yaitu :
g=8π2k T21+14k2sinθ2+964k4sin3θ2+…
Dalam persamaan di atas, digunakan deret
namun yang kami gunakan hanya dua suku
pertama, yaitu 1+14k2sinθ2 . Karena suku
ketiga dan seterusnya akan bernilai sangat kecil
yang dapat disebut faktor koreksi. Sehingga,
g=8π2k T21+14k2sinθ2
Adapun hasil yang diperoleh dengan
menggunakan persamaan di atas dapat
ditunjukkan dalam lampiran 3. Berdasarkan
data tersebut diperoleh nilai g rata-rata, dimana
semakin besar sudut simpangan yang
digunakan, maka semakin kecil nilai percepatan
gravitasi rata-rata yang diperoleh. Adapun nilai
sin θ2 dengan g dapat dituliskan dalam tabel
berikut :
Dari data diatas di dapatkan grafik hubungan θ2
terhadap g diatas dapat diperoleh nilai g sebagai
berikut ini:
Gambar 5. Hubungan g terhadap θm/2
Dalam grafik dapat diketahui persamaan
garisnya, yaitu :
y = ax + b
0,096= a dan 6,107 = b
Dalam kasus ini y = g dan x = sin θ2
sehingga ,
g = a sin θ2 + b
9,8 = a sin θ2 + b
Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011
Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011
sinθ2= 9,8 - ba
θ = 38,46⁰
Jadi, pada sudut simpangan 38,46⁰
dapat diperoleh nilai percepatan gravitasi
sesuai teori yaitu 9,8 m/s2.
V. DISKUSI
Melalui analisa grafik dan perhitungan
didapatkan nilai percepatan gravitasi (g)
dimana nilainya sangatlah kecil. dan taraf
kelinieritasan sebesar R= 0,189. Hal ini
dikarenakan penekanan stopwatch yang
terkadang kurang tepat saat melepaskan
bandul maupun berhentinya bandul terhadap
osilasi yang telah ditentukan. Serta
terkadang bandul tidak bergerak secara
harmonis yang menjadi kendala eksperimen
kami. Semakin besar sudut θ dan h, maka
semakin besar nilai T dan ketika bandul fisis
mulai diayunkan dengan θ dan h yang
berbeda, nilai T mula- mula besar kemudian
lama kelamaan akan turun/semakin kecil,
ketika mencapai nilai minimum kemudian
nilai T akan bertambah besar kembali dan
ketika nilai h mendekati nilai titik pusat
massa, nilai T sangatlah besar.
VI. KESIMPULAN
Dari percobaan yang kita lakukan dan
melihat hasil data, dapat kami simpulkan
bahwa:
1. Dari grafik yang kita peroleh dari hubungan
h terhadap T
2
, Nilai T mula- mula besar
kemudian lama kelamaan akan
turun/semakin kecil ketika mencapai nilai
minimum kemudian nilai T akan bertambah
besar kembali dan ketika nilai h mendekati
nilai titik pusat massa, nilai T sangatlah
besar.
2. Nilai percepatan gravitasi (g) yang
diperoleh dari eksperimen ini
menunjukkan bahwa semakin kecil nilai
Tm
2
maka semakin besar pula nilai g
yang dihasilkan.
3. Semakin besar nilai sudut simpangan maka
semakin besar nilai percepatan gravitasi (g)
yang dihasilkan.
DAFTAR PUSTAKA
– Boas, Marry L.1983.Mathemathical
Methods in Physicals sciences (secon
edition). Kanada: John Willey &
Sons.Inc
– Freedman, Roger A & Young, Hugh
D.2002. Fisika Universitas Edisi ke
sepuluh jilid 1. Jakarta: Erlangga.
– Greiner, Walter.2004. Classical
Teorytical Physics. New York:
Verlag.Inc
– Sarojo, Ganijanti Aby.2002. Mekanika.
Jakarta: Salemba Teknika
Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011
Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011
Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011
Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011
LAMPIRAN
Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011
No θ° h(cm) r(cm) t1 t2 t3 t4 t5
1
30
35 58 9.42 9.44 9.67 9.54 9.58 9.53
2 49 44 9.13 9.13 9.10 9.08 9.12 9.11
3 64 29 9.18 9.00 9.03 9.20 9.13 9.11
4 74 19 10.93 10.98 10.99 11.02 11.4 11.06
5 92 1 22.10 23.15 24.10 23.35 24.35 23.41
1
45
35 58 9.45 9.40 9.04 9.13 9.45 9.29
2 49 44 9.28 9.02 9.13 9.10 9.09 9.12
3 64 29 10.17 9.81 9.40 9.80 9.27 9.69
4 74 19 11.38 11.61 11.16 11.38 11.61 11.43
5 92 1 24.25 24.34 24.06 24.35 24.34 24.27
1
55
35 58 9.58 9.36 9.31 9.35 9.54 9.43
2 49 44 9.49 9.45 9.36 9.63 9.54 9.49
3 64 29 9.85 9.49 9.90 9.72 9.72 9.74
4 74 19 11.29 11.52 11.52 11.43 11.2 11.39
5 92 1 25.21 25.11 25.31 24.54 24.84 25.00
1
60
35 58 9.54 9.99 9.58 9.40 9.49 9.60
2 49 44 9.27 9.22 9.23 9.20 9.18 9.22
3 64 29 9.90 10.21 9.94 9.58 9.85 9.90
4 74 19 11.48 11.29 11.38 11.34 11.11 11.32
5 92 1 24.79 24.75 25.01 25.21 24.93 24.94
1
65
35 58 10.11 10.07 10 10.31 10.46 10.19
2 49 44 9.52 9.75 9.96 9..82 9.55 9.70
3 64 29 9.98 9.96 10.3 10.47 10.18 10.18
4 74 19 11.52 11.98 12.02 11.41 11.8 11.75
5 92 1 25.92 25.49 25.86 26.09 25.65 25.80
1
75
35 58 10.13 10.34 10.45 10.31 10.69 10.38
2 49 44 10.3 10 10.05 10.36 10.1 10.16
3 64 29 10.29 10.3 10.13 10.4 10.43 10.31
4 74 19 12.21 11.96 12.09 12.1 11.86 12.04
5 92 1 26.19 26.04 26.52 26.84 26.82 26.48
1
90
35 58 9.85 9.72 10.03 10.08 10.08 9.95
2 49 44 10.26 10.31 10.22 10.31 10.35 10.29
3 64 29 10.8 10.35 10.57 10.75 10.66 10.63
4 74 19 11.15 11.97 12.01 12.1 12.01 11.85
5 92 1 28.02 28.03 27.49 27.35 28.01 27.78
sin θ2 g(m/s2)
0,650 6,17
0,487 6,44
0.699 6,56
0,988 6,58
0,883 6,23
0,197 6,01
0,850 7,47
Tabel 1
Tabel 2
Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011
Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011
Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011
Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011
θ(
0)
L (m) a B c g(m/s
2
)
30 0,93 3116 -3239 869,5 6,17
45 0,93 3266 -3355 888,7 6,44
55 0,93 3511 -3621 958,6 6,56
60 0,93 3515 -3632 963,1 6,58
65 0,93 3791 -3933 1048 6,23
70 0,93 3990 -4140 1104 6,01
90 0,93 4393 -4537 1191 7,47
No
θ° hm(m) k(m) k
2
(m
2
) Tm(s) g
1
(m/s
2
) g
2
(m/s
2
) g(m/s
2
)
1 30 0,52 0,41 0,17 5,27 6,14 0,03 6,17
2 45 0,51 0,42 0,18 5,20 6,37 0,07 6,44
3 55 0,52 0,41 0,17 5,00 6,47 0,09 6,56
4 60 0,52 0,41 0,17 4,99 6,48 0,10 6,58
5 65 0,52 0,41 0,17 5,28 6,12 0,11 6,23
6 75 0,52 0,41 0,17 5,49 5,89 0,12 6,01
7 90 0,52 0,41 0,17 4,42 7,32 0,15 7,47
Tabel 3
Tabel 4

l =− Mk 2 + Ml 2 g . Jika batang besi disimpangkan sebesar θ kemudian dilepaskan maka batang besi akan bergerak secara Dengan menjadi harmonik dan berlaku : g. maka : rotasi.l k + l2 2 2 g.m. sehingga dengan mensubstitusikan persamaa 3 ke persamaan 1.θ .g.g.sedangkan l adalah jarak antara titik poros hingga titik pusat massa.g .θ . W sin θ τ = . m. l sin θ ( Mk 2 + Ml 2 ) d 2θ dt 2 d 2θ dt 2 d 2θ dt 2 d 2θ = −m.l .dapat diperoleh : τ = . Pada gambar tersebut.θ + 2 2 = 0 (4) k +l Persamaan 4 sama dengan Gambar 1. Bandul fisis untuk mengukur percatan gravitasi.l   = 2 2 k +l  g.Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011 Jika simpangan yang digunakan kecil.l . sin θ τ = .l dt 2 m. maka juga akan berlaku persamaan : 2 4π =a τ = I.l. I = Mk2 + Ml2 I = M ( k2 + l2 ) (6) T2 = a.θ . maka persamaan diatas τ = F.l τ = .l =− 2 2 k +l g .g . 2 dt Dimana.m. bandul fisismaka : dapat disimbangkan dengan sudut sebesar θ dari posisi setimbangnya dengan W sin θ d 2θ + ω 2θ = 0 2 dt ω2 =  2π  T 4π 2 T2 sebagai gaya yang menyebabkan gerak. h adalah jarak antara titik poros hingga pangkal batang besi.l l = L – h. sin θ (1)  k 2 + (l − h) 2  T 2 = 4π 2    g (l − h)  Karena pada keadaan ini juga terjadi gerakmisal .maka sin θ = θ .α (2) g (3) d 2θ τ = I.l.k 2 + a (l − h) (l − h ) Adapun hubungan antar T2 dengan h dapat digambarkan sebagia berikut : Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011 .g .l = 2 2 k +l k2 + l2 T 2 = 4π 2 (5) g.

Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011 hm Tm 2 Gambar 2. Grafik hubungan h terhadap T2 Bila h → l. maka akan mempunyai nilai minimum Tm2 yang dapat diperoleh dari :  d  ak 2 + a(l − hm) = 0  dh  (l − h)  (−1)ak 2 (−1)(l − hm)− 2 + a (−1) = 0 ak 2 −a = 0 (l − hm) 2  k2  a − 1 = 0 2  (l − hm)  2 k −1 = 0 (l − hm) 2 dT 2 =0 dh maka : k 2 = (l − hm) 2 k = l − hm hm = l − k (8) Substitusi persamaan 8 ke persamaan 5 : Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011 . maka T2 → ∼ Bila h ≠ l.

75°..92m ........ 0..... Dengan variabel manipulasi ialah sudut balingbaling (θ ) dengan sudut sebesar 30°..74m dan 0. dan variabel kontrol ialah banyaknya jumlah getaran (n) yaitu sebanyak 5 n/2 g= 4π 2 2k Tm 2 8π 2 k g= Tm 2 Tm = 4 2k g ∫ 0 dθ 1+ x θ Dengan langkah percobaan sebagai berikut : Menimbang batang besi kaku.. Menyimpangkan bandul fisis sebesar θ . + .l 2 2 k 2 + (l − h) 2 Tm = 2π g (l − h) k 2 + [l − (l − k )]2 Tm = 2π g[l − (l − k )] Tm = 2π Tm = 2π k2 + k2 g .(10) 0...... (T)..... 0..35m.. kemudian mencari titik pusat massa. (9) g Sehingga percepatan gravitasi diperoleh dengan persamaan : Gambar 3.... Kemudian menentukan periodenya (T)......60°. k s in .. Mengubah sudut simpangan sebanyak 7 kali Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011 ( 12 ) III.: k2 + l2 Tm = 4π g ..64m...... Maka dapat diperoleh : .65°. Variabel respon yaitu waktu yang diperlukan bandul bergetar(t) yang nantinya berpengaruh pada periode ( 11 ) kali. busur derajat dan stand... beban dari logam..k 2k ..90° serta jarak antara titik acuan ke titik sumbu (h) sebesar 0. sempurna.. stopwatch.....45°...Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011 Untuk menentukan besarnya percepatan gravitasi dengan menggunakan bandul fisis diperlukan alat dan bahan sebagai berikut : batang logam berlubang.... Dengan gambar rancangan percobaan sebagai berikut..49m.. merangkai alat seperti gambar 3... seperti Tm2  4 2 64 2  gambar 3 dan mengukur waktu (t) setiap lima kali getaran untuk satu sudut simpangan....Rancangan Percobaan.. .. kemudian mengayunkan bandul agar dapat berosilasi bebas panjang dan (h).. Lalu mengukur Jika sudut θ diperhitungkan..55°... maka nilai g dapat diperoleh melalui persamaan : 8π 2  1 2 θm 9 4 3 θm  g= k 1 + k sin + ... METODE EKSPERIMEN .

107 = b Dalam kasus ini y = g dan x = sin θ2 sehingga . Karena suku ketiga dan seterusnya akan bernilai sangat kecil yang dapat disebut faktor koreksi. Dari persamaan kuadrat pertama. Melalui analisis grafik hubungan antarayaitu : jarak titik acuan ke titik sumbu (h) Vs kuadrat g=8π2k T21+14k2sinθ2+964k4sin3θ2+… periode (T2) didapatkan persamaan kuadratDalam persamaan di atas. dengan k = jari-jari girasi dan l = Gambar 5. ANALISIS DATA yang telah diuraikan di atas. maka semakin kecil nilai percepatan gravitasi rata-rata yang diperoleh. dibuat grafikθ/2) terhadap nilai percepatan gravitasi (g).8 = a sin θ2 + b mendekati l. . Hubungan h terhadap T2 percepatan gravitasi melalui persamaan 13. Sehingga. Hubungan g terhadap θm/2 D = − 4a D = b 2 − 4ac k = l − hm jarak sumbu ke pusat massa. Lalu mengubah hAnalisis tersebut untuk h dan θ yang berbeda. yaitu y = ax + bx + c 2 1+14k2sinθ2 .Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011 untuk h yang pertama. yaitu : y = ax + b 0. hubungan antara h dengan T2 sebagai berikut: Sebelum mengetahui hubungan antara θ dengan g dalam bentuk grafik. IV. dimana semakin besar sudut simpangan yang digunakan. sebanyak 5 kali dan mengulang langkahdiasumsikan bahwa sinθ ≈ θ. Adapun nilai persamaan dengan sin θ2 dengan g dapat dituliskan dalam tabel berikut : Dari data diatas di dapatkan grafik hubungan θ2 b hm = − 2a Tm 2 terhadap g diatas dapat diperoleh nilai g sebagai Dari nilai hm kita dapat menghitung nilaiberikut ini: . namun kami tak memperoleh nilai tak berhingga karena h yang digunakan tidak sama dengan l.096= a dan 6. Berdasarkan dan nilai Tmin2(Tm2) melalui data tersebut diperoleh nilai g rata-rata. Bagian kanan kurva yang diperoleh semakin ke atas atau lebih tinggi dari kurva bagian kiri. g = a sin θ2 + b 9. dapat dicari nilai hminimumg=8π2k T21+14k2sinθ2 y = ax + bx + c 2 Adapun hasil yang diperoleh dengan dan Tminimum2. Berikut ini akan diuraikan hasil percobaan untuk menjelaskan pengaruh sinus setengah sudut simpangan (sin Dari data yang diperoleh. disebabkan h yang digunakan Hal ini semakin Dalam grafik dapat diketahui persamaan garisnya. kita menentukan nilai Gambar 4. Nilai hmin (hm) melalui persamaanmenggunakan persamaan di atas dapat ditunjukkan dalam lampiran 3. digunakan deret namun yang kami gunakan hanya dua suku . Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011 .

Mekanika. Jakarta: Salemba Teknika 1.189.2002. Semakin besar nilai sudut simpangan maka semakin besar nilai percepatan gravitasi (g) yang dihasilkan. DISKUSI dapat diperoleh nilai percepatan gravitasi Melalui analisa grafik dan perhitungan didapatkan nilai percepatan gravitasi (g) dimana nilainya sangatlah kecil.8 . maka semakin besar nilai T dan ketika bandul fisis mulai diayunkan dengan θ dan h yang berbeda. – Greiner. Serta terkadang bandul tidak bergerak secara harmonis yang menjadi kendala eksperimen kami. Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011 .2004. Jakarta: Erlangga.46⁰ 2. Fisika Universitas Edisi ke sepuluh jilid 1.2002.Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011 sinθ2= 9.1983.ba θ = 38. Hugh D.46⁰ dari eksperimen ini menunjukkan bahwa semakin kecil nilai Tm2 maka semakin besar pula nilai g yang dihasilkan. DAFTAR PUSTAKA Jadi.8 m/s2. Teorytical Verlag. pada sudut simpangan sesuai teori yaitu 9. dapat kami simpulkan bahwa: – Boas. Ganijanti Aby. Dari grafik yang kita peroleh dari hubungan h terhadap T2. ketika mencapai nilai minimum kemudian nilai T akan bertambah besar kembali dan ketika nilai h mendekati nilai titik pusat massa. Nilai percepatan gravitasi (g) yang diperoleh 38. VI. nilai T mula.mula besar kemudian lama kelamaan akan turun/semakin kecil ketika mencapai nilai minimum kemudian nilai T akan bertambah besar kembali dan ketika nilai h mendekati nilai titik pusat massa. Hal ini dikarenakan penekanan stopwatch yang terkadang kurang tepat saat melepaskan bandul maupun berhentinya bandul terhadap osilasi yang telah ditentukan.mula besar kemudian lama kelamaan akan turun/semakin kecil. KESIMPULAN Dari percobaan yang kita lakukan dan melihat hasil data. nilai T sangatlah besar. nilai T sangatlah besar. V. Marry L. Semakin besar sudut θ dan h.Inc Walter.Inc – Freedman. Classical York: New – Sarojo.Mathemathical Methods in Physicals sciences (secon edition). 3. dan taraf kelinieritasan sebesar R= 0. Kanada: John Willey & Sons. Roger A & Young. Nilai T mula. Physics.

Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011 Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011 .

19 9.80 11.13 9.75 10.21 10.85 10.13 12.3 10.60 9.58 9.35 t5 9.47 11.99 9.49 9.43 11.10 9.38 24.699 2 0.02 9.54 9.16 10.01 9.850 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 90 75 65 60 55 45 g(m/s2) 6.44 35 6.58 9.13 10.31 10.61 24.42 9.96 11.63 11.36 10.56 58 49 6.03 10.31 9..90 11.31 10.72 11.41 26.4 24.45 10.36 9.45 9.75 9.84 9.39 25.17 r(cm) h(cm) 6.31 9.81 11.1 10.25 9.53 9.80 10.29 10.27 9.43 24.72 11.44 9.70 10.96 26.38 24.54 9.08 9.4 12.48 24.12 9.18 10.45 9.54 9.18 11.3 12.35 9.98 25.72 10.02 t2 9.74 11.49 t4 9.883 30 0.54 9.84 10.40 9.85 11.10 9.47 92 35 49 64 74 92 35 49 64 74 92 35 49 64 74 92 35 49 64 74 92 35 49 64 74 92 35 49 64 74 92 1 58 44 29 19 1 58 44 29 19 1 58 44 29 19 1 58 44 29 19 1 58 44 29 19 1 58 44 29 19 1 t1 9.55 10.29 24.29 25.93 10.01 74 19 7.40 9.90 11.96 10.650 No θ° 0.20 9.75 25.43 9.13 9.36 9.52 9.66 12.95 10.52 25.35 10.15 9.58 9.988 3 0.21 11.04 9.86 26.17 11.05 10.01 28.90 11.8 25.11 9.16 24.06 9.2 24.09 26.86 10.26 10.58 11.67 9.54 9.10 9.02 25.13 9.69 10.3 11.23 29 6.13 11.31 9.41 9.34 10 10.29 12.85 11.49 9.58 44 64 6.57 12.06 23.08 10.49 10.13 9.46 9.28 10.08 10.18 11.29 9.27 11.32 24.04 26.34 9.07 9.11 11.35 9.11 24.19 9.20 11.38 10.34 9.98 23.99 24.00 9.03 10.22 10.15 28.18 9.79 10.52 25.75 12.21 26.04 9.97 28.98 11.49 9.35 11.43 24.487 1 0.52 25.61 24.48 9.8 11.12 9.1 27.31 12.78 Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011 .11 9.1 26.09 10.09 9.49 11.03 t3 9.00 10.93 22.34 25.197 4 0.31 10.01 27.23 9.22 10.11 9.69 11.35 9.10 9.21 9.02 23.94 10.92 10.82 10.85 27.01 10 9.52 10.27 9.38 25.Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011 Tabel 1 Tabel 2 LAMPIRAN sin θ2 0.40 11.65 10.35 9.45 9.63 9.22 9.82 10.94 11.

Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011 Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011 .

Eksperimen Fisika 2 (MK3) 2011 θ( 0) 30 45 55 60 65 70 90 Tabel 3 L (m) a B c g(m/s2) 0.01 7.23 6.41 k2(m2) 0.37 6.48 6.00 4.42 0.17 0.18 0.28 5.41 0.09 0.51 0.89 7.15 g(m/s2) 6.01 7.49 4.6 963.17 6.58 6.20 5.44 6.27 5.12 5.03 0.52 0.99 5.23 6.52 k(m) 0.93 0.42 g1(m/s2) 6.14 6.56 6.07 0.17 6.93 0.1 1048 1104 1191 6.11 0.93 0.47 6.17 0.52 0.17 0.41 0.93 0.41 0.52 0.58 6.12 0.93 0.32 g2(m/s2) 0.17 0.52 0.93 3116 3266 3511 3515 3791 3990 4393 -3239 -3355 -3621 -3632 -3933 -4140 -4537 869.52 0.47 Dipresentasikan di Laboratorium Fisika pada tanggal 24 Mei 2011 .17 0.93 0.41 0.10 0.7 958.56 6.47 Tabel 4 No 1 2 3 4 5 6 7 θ° 30 45 55 60 65 75 90 hm(m) 0.17 Tm(s) 5.5 888.41 0.44 6.