BAB 3 PENUTUP 3.

1 KESIMPULAN Komposit merupakan bahan restorasi yang diciptakannya untuk menggantikan bahan esthetic material silicate. Secara umum ada empat jenis resin komposit: macrofilled composite (komposit konvensional), small particle-filled composite, microfilled composite, hybrid composite, dan nanofilled composite. Komposisi resin komposit terdiri dari resin matrix, partikel inorganic filler, dan coupling agent, Activator-initiator system, pigmen, intiator, accelerator, inhibitor. Beberapa sifat komposit meliputi working time dan setting time, sifat mekanis, polymerization shrinkage, thermal properties, water sorption, stabilitas warna, dan radiopacitt. Proses polimerisasi terjadi dalam empat tahapan; Tahap aktivasi, inisiasi, propagasi, terminasi. Polimerisasi resin komposit dapat dilakukan secara kimia ataudilakukan dengan proses curing dengan inisiasi sinar (light-curing composites). Resin komposit dapat digunakan pada seluruh indikasi kelas I-VI dengan menyesuaikan dengan desain preparasi kavitas masing-masing,serta dapat digunakan untuk Direct veneer dan Sealant. Terdapat dua cara untuk memanipulasi resin komposit yaitu,dengan tehnik komposit sistem 1 pasta dan two paste composite / dual cured composite ( self cured ). Keuntungan utama dari komposit adalah aplikasi yang mudah serta setting time dapat diatur sesuai dengan keinginan kinis serta memiliki estetika yang baik. Resin komposit juga memiliki kekurangan tertentu yaitu , kekuatan rendah, mudah berubah warna, stain dan abrasi serta umur restorasi terkadang tidak panjang. Resin komposit juga dapat diaplikasikan dengan cara penggabungan dengan asam poliakrilat, yang bisa juga disebut dengan istilah kompomer. Kompomer adalah resin komposit dengan beberapa karakter glass ionomer. Kesamaan kompomer dan glass ionomer adalah bahwa keduanya mengandung acid-decomposable FAS glasses dan melepaskan fluoride. Kompomer terdiri atas partikel silicate glass yang dapat melepaskan fluoride, sodium bikarbonat, dan polyacid-modified monomer yang dicampurkan tanpa menggunakan air. Kegunaan kompomer disarankan untuk restorasi di area low stressbearing, akan tetapi boleh digunakan juga untuk preparasi kelas I dan kelas II. Keuntungan utama dari kompomer Keuntungan dari yaitu, kompomer yg pertama adalah dapat melepaskan ion fluoride, seperti GI, estetika yang sesuai dengan warna gigi, dan juga tersedia dalam bentuk normal dan flowable. Kompomer juga memiliki kekurangan, seperti modulus elastisitas kompomer lebih rendah daripada resin komposit dan tidak punya kemampuan untuk mengisi ulang fluoride topikal tersebut dari pasta gigi dan atau topical floride lainnya dan berarti kompomer mempunyai batasan efektifitasnya sama seperti GIC

Sehingga tidak asal menggunakannya yang justru akan merugikan penyusunan makalah konservasi ini hendaknya mencari sumber referensi yang lebih luas sehingga wawasan mengenai resin komposit semakin banyak yang didapat. .3.2 Saran Sangat diperlukan penentuan diagnosis yang jelas untuk menentukan rencana penggunaan resin komposit dan kompomer sebagai tumpatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful