MANAJEMEN DIRI:UPAYA MEMBANGUN KARAKTER

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia (QS. Ar-Ra¶ad [13]:11). Iftitâh Bismillâh. Sejak 2004, seperti air hujan, mahasiswa baru (MABA) dari Indonesia datang membanjiri lembah Sungai Nil. Jumlahnya mencapai 1054. Tahun berikutnya pun demikian. Peningkatan drastis pada dua tahun (2004-2005) itu, satu sisi membahagiakan, karena jumlah kader ummat dan bangsa yang akan mengeluarkan Indonesia dari krisis multidimensi semakin banyak. Namun di sisi lain menyedihkan, setelah natijah imtihân turun, banyak yang rasib. Muncullah sebuah kesimpulan, bahwa secara kuantitas Masisir besar, namun secara kualitas kecil. Ini pula yang membuat Departemen Agama (Depag) RI, tahun ini (2006), mengeluarkan kebijakan untuk menyeleksi, lewat testing di perguruan tinggi Islam di beberapa propinsi, terhadap semua CAMABA, baiknya jalur Depag maupun ³Terjun Bebas´ dan mensyaratkan adanya ³uang bekal´ (living cost) sebesar US$. 2500,(25 juta rupiah). Terlepas dari polemik dan pro-kontra Masisir terhadap kebijakan Dapag yang dianggap ³sepihak´ dan ³sangat mendadak´ tersebut, yang jelas peningkatan jumlah MABA perlu kita respon dengan proaktif dan bijaksana. Sebab, persoalannya, tidak hanya masalah akademis saja, tapi masalah patologi sosial ²penyakit masyarakat (baca: Masisir)² yang muncul akibat ³penumpukan´ emigran; ketidakseimbangan antara kedatangan MABA dengan kepulangan mahasiswa lama. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini, saya ingin mengajak diskusi Anda dan para MABA yang dianggap sebagai ³persoalan´ (problem) agar berubah menjadi solusi dari masalah (problem solver). Ada empat pembahasan yang akan kita diskusikan di sini, (1) fenomena kehidupan Masisir sebagai upaya identifikasi sekaligus mencari akar masalah Masisir; (2) Manajemen Diri sebagai tawaran solusi dari persoalan Masisir; (3) Tujuh Prinsip dan Kiat Praktis Manajemen Diri sebagai bentuk konkrit dari Manajemen Diri itu; dan terakhir, (4) Manajemen Waktu sebagai pelengkap untuk menjelaskan salah satu prinsip dari 7 prinsip yang saya rumuskan. Fenomena Kehidupan Masisir Ada sebuah fenomena kehidupan Masisir, yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir di berbagai kalangan, yaitu ³pembusukan karakter´. Maksudnya adalah menggunakan kebanyakan waktu ²minjam istilah Stephen R. Covey² ³untuk hal-hal yang tidak mendesak dan tidak

masih banyak peran lainnya. Di luar peran itu. Selama di Mesir. ingin talaqqi dengan seorang syaikh. (2) yang sering muncul dalam acara-acara Masisir sebagai pembicara dan dalam media massa Masisir sebagai penulis hanya berputar kepada beberapa orang saja. misalnya karena ia menjadi TKI atau TKW. tapi peran mereka tidak hanya demikian. Dengan definisi ini meskipun mereka memiliki peran lain ²sebagai suami. ada yang mendaftarkan diri di lembaga pendidikan di Mesir ²baik Al-Azhar maupun yang lainnya² dengan tujuan untuk mendapatkan iqâmah (visa). kalau pun ia tidak ikut imtihân. (3) budaya diskusi. Sebaliknya. dan lain-lain² kalau tujuan utama mereka memperoleh gelar kesarjanaan. Misalnya. Masisir ²dalam tulisan ini² adalah para mahasiswa-mahasiswi yang tinggal di Mesir dengan tujuan untuk menyelesai jenjang pendidikan kesarjanaan (strata 1 sampai strata 3) pada lembaga pendidikan ²Al-Azhar atau yang lainnya² di Mesir. realitasnya adalah budaya membaca sangat rendah. maka ia tidak akan mafshûl (dropt out). bukan peran-peran yang lainnya. jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang aktif di organisasi atau komunitas lainnya. Mereka hanya mengikuti imtihân (ujian) agar nama mereka tidak tercoret dari lembaga pendidikan itu. jika waktu Masisir tidak banyak terkuras untuk membangun budaya ilmiah. aktivis. yaitu (1) budaya membaca ²menela¶ah. budaya menulis sangat lemah. Betul. Sebelum melangkah lebih jauh. serta perbuatan berdasarkan ilmu. Sebagai civitas akademika. ada yang berperan sebagai isteri. ia hanya menunggu tamat isterinya yang sedang kuliah di Mesir dan mencari nafkah untuk keluarganya. Ada yang berperan sebagai suami bagi isterinya yang sedang kuliah. majalah.penting´. mengkaji. (2) budaya menulis karya tulis ilmiah. Ini dapat terukur dari tiga hal. jurnal. baik itu buku. Covey² untuk hal-hal yang tidak mendesak dan tidak penting. dan karya ilmiah Masisir masih sangat minim. waktu mereka banyak terbuang ²meminjam perkataan Stephen R. dan (4) pola pikir. bergadang malam suntuk ketika musim panas. (3) setiap ada lomba Karya Tulis Ilmiah. maka terpakai untuk apa? Wallahu µalam. karena orang yang ia tunggu tidak sampai tiga tahun. jurnal. isteri. Namun. bahkan film forno. Ada juga yang sama sekali tidak mengikuti ujian. serta tidak ada hubungannya dengan Mahasiswa/i Indonesia Mesir (selanjutnya dibaca: Masisir) sebagai civitas akademica. Jadi. mental. tidur seharian di musim dingin. dan seterusnya. bahwa Masisir yang kita maksud adalah Masisir berperan sebagai civitas akademika. businessman. Ia hanya mendampingi suaminya menyelesaikan studi. perlu kita sepakati bersama. Mereka tidak kuliah. meneliti² karya-karya ilmiah. Artinya. Mengapa demikian? Sebab. (4) buku. menonton TV atau film ³Korea´ belasan episode. Indikator dari keempat hal tersebut dapat dilihat dari: (1) Masisir yang aktif di kelompok kajian (Studi Club) atau Senat Fakultatif. status mereka adalah mahasiswamahasiswi. pesertanya sangat sedikit. main beragam ³game´ atau Play Station (PS) tak mengenal waktu. inilah yang kita sebut Masisir sebagai civitas akademika. dan (5) dalam intraksi sosial dan menghadapi persoalan belum mencerminkan sebagai ilmuan. dan budaya diskusi sangat susah. bahkan . Lantas. membaca Kho Ping Kho berseri-seri. seharusnya yang terbangun di Masisir adalah budaya ilmiah. maupun media tulisan ilmiah lainnya. buletin. Menurut pengamatan saya.di lapangan.

dari sekian banyak Masisir itu. untuk menguatkan bahwa apa yang saya sampaikan kepada Anda berdasarkan data dan fakta. Bahkan. ngobrol di telpon berjam-jam. Betapa sering Masisir yang mengadu. sekali lagi. mulailah hidup bermakna! Sebab. e-mail-email. Hati saya ikut tercabik-cabik. seburuk apapun situasi dan kondisi di luar sana. tiba-tiba. atau ³main internet´ tak ada tujuan yang jelas. Kondisi inilah yang melahirkan Tim Pemerhati Intraksi Masir (TPIM) yang mengundang pro-kontra Masisir. 9 Oktober 2005. telpon di rumah saya berdering. apalagi fitnah. Apa yang Udo lakukan. saya menemukan faktanya. membuat Anda terkejut dan kecewa. main gaple sampai Shubuh. Hanya saja. pacaran jama¶i dan pegang-pegang tangan). nangkring di sûq sayyarât. chatting. Bagaimana pandangan Udo terhadap akhwat yang suka main ke rumah laki-laki sendirian? (2). ³Oooi. Di ujung sana. Saya dekatkan gagang telpon ke telinga. bila Udo serumah dengan laki-laki yang didatangi akhwat itu? (3) Bagaimana supaya adik-adik kelasnya yang serumah tidak mengikuti kebiasaan jelek akhwat itu? (4) Bagaimana solusi dari semua itu? Saya. searching. minimal harus ada dua orang. Na¶ûdzubillâh min dzâlik! Manajemen Diri adalah Solusi. Inilah contoh pembusukan karakter secara individu ²bisa dilakukan sendirian. tidak akan memaparkan jawaban saya di sini. Sebagian memahami pacaran itu suatu kemestian sebelum nikah. bahkan rihlah berduaan ke objek wisata Mesir. saat saya menjawab empat pertanyaan itu. Kisah nyata ini saya ceritakan. saya dengar akhwat itu menangis. maka akan memberikan manfa¶at. napa Masisir kok jadi gini???´ batin saya berteriak. SMS-an dan chatting tak kenal waktu. mungkin fenomena atau realitas di atas. bahkan ada yang sering meninggalkan sholat lima waktu. bahkan mencampuradukan dengan al-haq. istilah mereka ³pacaran Islami´. Akhirnya. Mereka sering jalan berduaan. . kebablasan. Ada lagi pembusukan karakter secara sosial ²tidak bisa dilakukan sendirian. di bulan suci Ramadlan tahun lalu. Misalnya. tapi ia tidak mau memperkenalkan siapa dirinya. Tanpa menafikan betapa banyaknya Masisir yang baik dan komitmen menjaga µiffah (kehormatan diri). dengan fenomena di atas. perbuatan munkar (al-munkar). namun tidak bisa kita pungkiri juga. tepatnya hari Ahad. apabila Anda respon secara proaktif. dan seterusnya. saya masih ingat. berduaan dalam saqoh. Ia mengajukan empat pertanyaan: (1). khalwah (berdua-duaan di tempat sepi) dan ikhtilâth (percampuran tanpa uzur syar¶i. Bukan satu atau dua kali.ada perlombaannya. dalam Al-Quran disebut perbuatan keji (al-fahsya¶). terdengar suara akhwat: ³Betul ini rumah Udo Yamin? Boleh aku bicara dengannya?´ Saya membetulkan bahwa saya adalah Udo Yamin. Bukan fiktif. Tentu saja. Yang jelas. Akhwat itu ingin minta nasehat saya. sebab bukan tempatnya. meskipun hampir 100% kuliah di Al-Azhar ²yang nota benenya mempelajari Islam² mereka melakukan kehidupan yang tidak Islami. bagi Anda sebagai mahasiswa baru (MABA). karena miris melihat temannya sudah tidak lagi mengindahkan norma-norma Islam dalam berintraksi dengan lawan jenis. dalam istilah Al-Quran. jangan berlarut-larut dalam rasa kecewa itu. Bahkan.

dhamîr (hati nurani). maka manajemen diri ²yang saya maksud² adalah sebuah proses merubah ³totalitas diri´ ²intelektual. Yang kita sebut diri. Untuk merubah diri itu. maka Allah Swt. Wahbah az-Zuhaily meriwayatkan perkataan Ibnu Abbas: ³Al Fatihah adalah inti dari Al Quran. akan membantu kita. seperti yang dinyatakan Andre Gide. Dan basmalah ²bismillâhirrahmânirrahîm² adalah inti dari surat Al-Fatihah!´ Tentu saja kesimpulan sahabat nabi yang mendapat gelar dari Khalid Muhammad Khalid ²penulis Rijâlu Haula Rasûl (Darul Muqatham. ³Saya berpikir. maka saya ada´? Apakah diri itu adalah apa yang kita rasakan. ³Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. (1) penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. dan gerakan kita dalam ruang dan waktu. Kata ³diri´ (anfûs) ²jamak dari nafsun² dalam Al-Quran banyak maknanya. emosional. arti pertama yang relevan dan perlu kita eksplorasi lebih lanjut. ³Saya merasa. dan fisik² kita agar apa yang kita inginkan (sasaran) tercapai. Apalagi. apabila ³anfûs´ Masisir tidak berubah. pribadi. sebuah keniscayaan Anda ²termasuk saya. fisik yang bisa kita lihat dan sesuatu yang tak terlihat yang menggerakan fisik (hati. maka saya ada´? Apakah diri itu adalah perbuatan. Akan tetapi. makna yang terakhirlah yang kita maksud dengan ³diri´ itu. manajemen ²merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka. manakala kita mulai dari diri kita sendiri (baca lagi firman Alllah diawal tulisan ini). bahwa ego (diri) adalah suatu kesatuan perasaan-perasaan ²mental² kehidupan personal dan merupakan bagian dari sistim pemikiran. yaitu. dan syahshiyah (pribadi) atau ³totalitas manusia´ dimana terpadu jiwa-raga manusia. Selanjutnya. atau jargon yang diucapkan oleh Rene Descartes. pikiran. adalah totalitas manusia sebagai perpaduan dari jasad dan ruhani. perpaduan antara intelektual. Apa itu manajemen diri? Secara sederhana. ³Aku berbuat. maka itulah saya´. tindakan. Sebaliknya. Berangkat dari makna dua kata ²³manajemen´ dan ³diri´² di atas. atau pernyataan Aristoteles. ³Saya memberontak. Dengan kata lain. diantaranya: rûh (nyawa). Schwarz bahwa ³Kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita´.´ Atau. Allah Swt pun tidak akan merubahnya. Nah. harus terlebih dahulu merubah diri. apakah diri itu adalah gabungan dari semua itu? Wallâhu a¶lâmu. Diri adalah totalitas dari pemikiran.seharusnya membangkitkan nurani Anda untuk merubahnya. sebagaimana dalam konsep ³ego´ Muhammad Iqbal. spiritual. jinsun (jenis). seperti yang dikatakan David J. ungkapan Nurcholis Madjid. dan (2) pimpinan yang bertanggungjawab atas jalannnya perusahaan dan organisasi. Dan. seperti ucapan Albert Camus. keinginan. kita butuh alat yang kita sebut dengan ³manajemen diri´. 1998). emosional. individu. Tujuh Prinsip dan Kiat Praktis Manajemen Diri Dalam kitab At-Tafsîr al-Munîr fî al-¶Aqîdah wa as-Syarî¶ah wa al-Manhaj (Darul Fikri. sebelum merubah Masisir. dan fisik. 1994)² sebagai ³Kiai Umat´ adalah benar. Al-Ustadz Dr. sejak kecil beliau sering bersama rasulullah Saw. 2001)² memiliki dua arti. Suatu hal yang mustahil Masisir akan berubah. maka aku ada´? Apakah diri itu gabungan dari pikiran dan perasaan kita. dan beberapakali beliau menepuk- . spiritual. apa arti ³diri´ atau ³saya´? Apakah yang kita sebut ³diri´ itu adalah akumulatif dari pikiran kita. kebiasaan kita. jiwa). Dalam kajian kita saat ini.

secara aktif. maka semakin bermakna aktivitas kita. yaitu merenungi diri sejenak. yang diwartakan oleh Imam Bukhari. As-Sab¶u Al-Matsâni. dan untuk-Nya semata. semakin jauh kita dari-Nya. Sebaliknya. Dan benih itu bernama niat. Manajemen diri Islami berpusat kepada Allah Swt. apapun yang kita lakukan harus kita niatkan atas nama Allah. Ar-Ruqiyah. yaitu menyingkirkan seluruh wujud di luar diri dan kemudian. itu sangat tergantung pada benih yang kita tabur. jika surat Al-Fatihah inti Al-Quran dan Al-Quran adalah sebagai prinsip hidup kita. atau dari yang lainnya? Apakah karena merasa iri dengan prestasi dan apa yang orang lain raih? Apakah hanya sekedar ingin mendapatkan pekerjaan? Apakah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. Al-Kâfiyah. dan Al-Hamdu² yang disepakati oleh ulama. adik-kakak. dan untuk mencari ridla-Nya? Ayat pertama ²Bismillâhirrahmânirrahîm (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang)² dari surat Al-Fatihah ini. maka sudah barang tentu dalam surat AlFatihah ada prinsip hidup. Di sinilah. apakah mau mencari prinsip itu atau tidak? Bukankah dalam µulûmi al-Qurân (ilmu-ilmu Al-Quran). Prinsip 1: Awali Dengan Basmalah ³Sesungguhnya (hasil) setiap amal perbuatan´. yaitu Fâtihah Al-Kitâb. teman. ³tergantung dengan niat. Al-Asâs. apakah niat kita ketika hendak melaksanakan manajemen diri? Apakah hanya sebatas ingin meraih pujian dari ortu. Ummu Al-Kitâb dan Ummu Al-Quran. Atau. mari kita renungkan bersama makna yang tersimpan dalam surat AlFatihah dan kita kaitkan dengan pembahasan kita saat ini. kita telah mempelajari tentang manthûq (arti tersurat) dan mafhûm (arti tersirat)? Lantas. AshShalâh. karena-Nya. Al-Qurân Al-µAdhîm. mengajarkan kepada kita. dalam bukunya Self Digesting (MLC. Al-Fatihah memang sebagai pembuka dan induk dari Al-Quran. Semakin ikhlas niat kita. Tapi. Nah. minjam istilah Kang Hernowo. sabda nabi Muhammad Saw. Ummu Al-Kitâb. bertanya tentang . pernahkah kita memikirkan makna ² baik tersurat maupun tersirat² yang terkandung di dalamnya? Oke. (Allah-sentris).nepuk punggungnya sambil berdo¶a: ³Ya Allah. perbedaan antara manajemen diri Islami dengan konsep manajemen diri Barat. Tinggallah kemauan kita. Asy-Syifa¶. Al-Wâfiyah. termasuk prinsip-prinsip untuk manajemen diri. apa arti tersirat dalam surat Al-Fatihah? Setiap hari kita minimal membaca surat Al-Fatihah sebanyak 17 kali sehari-semalam dalam sholat. sedang konsep manajemen diri lain berpusat kepada manusia (antroposentris).´ Begitu pula dengan buah yang akan kita petik dari menajemen diri. Dengan demikian. maka apa yang kita lakukan akan kehilangan makna. Ummu Al-Quran. berikanlah ilmu agama yang mendalam dan ajarakan kepadanya ta¶wil (Al-Quran)!´ Dari dua belas nama surat Al-Fatihah ²Fâtihah Al-Kitâb. 2004)² melaksanakan Komunikasi-Internal Diri. Iyya. Langkah praktis dari prinsip 1 ini adalah: Carilah waktu dan tempat yang kondusif untuk melakukan ³Majlis Iman´ seperti yang sering dilakukan oleh sahabat nabi ²Ibnu Rawahah². ada tiga nama yang menguatkan kesimpulan Ibnu Abbas tersebut.

jantung. tapi ia sedang memotong cabang pohon tempatnya berpijak. dan sikap kita terhadap masa lalu itu. Allah masih memberi kesempatan kepada kita untuk mengubah apa yang bisa kita ubah dan menerima apa yang tidak bisa kita ubah. perasaan. ada yang tidak menerima kenyataan pengalaman hidup yang pahit. negara. Seburuk apapun yang kita miliki ²ortu. Nah. maka mulailah melangkah dan ucapkan ³Bismillâhirrahmanirrahîm´. sabda nabi Muhammad Saw. biarkanlah ia berlalu dan jangan merasa terbelenggu. ucapkan dengan tulus: ³Al-hamdulillâhi rabbi alµâlamîn!´ (Segala Puji Bagi Allah Tuhan Semesta Alam) atas semua nikmat dari Allah ²otak. Artinya. ia mengaku anak ningrat dan ortunya sudah lama meninggal. yang kita tanyakan kepada batin kita kali ini adalah niat kita: Apa tujuan saya melakukan manajemen diri? Dengarkan semua jawaban yang muncul dalam hati nurani. atau masih ada keraguan. ortu kita. terimalah apa adanya yang tidak bisa kita ubah. dan seluruh anggota tubuh lainnya² yang masih berfungsi sampai detik ini. kaki. Segala upaya ia lakukan agar melupakan pengalaman itu. Kita harus bersyukur terhadap nikmat dari Allah. mata. Maka ubahlah terhadap hal-hal yang bisa kita ubah! Sebaliknya. rumah. yaitu apa saja yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan. kita harus mampu membedakan. Sekelabu apapun masa lalu. . Alias respon kita. Padahal masa lalu tidak mungkin bisa kita ubah. Selanjutnya. adik-kakak. telinga. padahal kedua orang tuanya masih ada di kampung bertarung dengan lumpur di sawah. Yang kita ubah. Bahkan. ia terbelenggu dengan masa lalu. dan mana yang tidak bisa kita ubah dalam diri kita.keberadaan diri. jika jawabannya: ³TIDAK´. Lalu. tangan. ³Iman itu´. Paling tidak. Sebaliknya. Kesempatan menghirup udara detik ini adalah nikmat yang terbesar untuk kita syukuri. kampung halaman. Sebaliknya. ia akan jatuh oleh kebohongan itu. Di hadapan teman-temannya. Hari demi hari. dan seterusnya. hingga mendengarkan nuranimu berkata: ³YA!´. tapi pikiran. Itu bukan langkah ke arah kemajuan. semua pengalaman hidup kita. tutup dengan sebuah pertanyaan: ³Apakah saya melakukan hal ini karena Allah?´ Bila nurani Anda mengatakan ³YA´ dan tidak ada keraguan sama sekali. Atau. yaitu berupa apa saja yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. mana yang bisa kita ubah. tidak bisa kita lupakan. bukan masa lalu itu. daerah. maka ulang perenungan ini dari awal. Maka dalam melihat diri harus dengan kaca mata iman. Yang bisa kita lakukan adalah berdamai atau menerima masa lalu itu apa adanya.. kebiasaan kita. Contoh yang kita bisa ubah adalah pikiran. perasaan. ada yang tidak mengakui ortunya orang kampung. Misalnya. Gunakan detik ini dan detik berikutnya untuk merubah diri. kita harus bersabar atas setiap musibah yang menimpa kita. Yang tidak bisa kita ubah adalah hari lahir kita. Prinsip 2: Terimalah Diri Apa Adanya Salah satu ciri utama muslim adalah beriman sesuai dengan ajaran Allah dan rasul-Nya. dan seterusnya. lambat laun tapi pasti. ³setengahnya berada pada syukur dan separonya lagi ada pada sabar´. dst² terimalah apa adanya.

sebagai bukti menyambungkan kasih sayang kepada-Nya. aktifkan ³suara nurani´ (bashîrah/conscience) dalam dirimu. Sebalik. dan mana yang tidak bisa Anda ubah! Dari data dirimu itu. Wajar. Maka itu merupakan kebaikan bagi dirinya. harta. tenaga. bila kita mampu meraih sesuatu sesuai dengan keinginan. ia bersyukur. Sebaik apapun yang kita berikan ²waktu. Sehat. Maka sebelum memohon petunjuk kepada Allah Swt. jika Allah Swt. tidak ada bedanya antara sehat dan sakit. mengulangi kalimat: ³Arrahmânirrahim´. Jika ia mendapatkan nikmat. ³Allah menciptakan rahmat menjadi seratus bagian. dan manusia dengan cara menyambungkan tali kasih sayang kepada-Nya (hablum minallâh) dan kepada manusia (hablum minannâs).´ Dalam riwayat Imam Muslim. Maka itu merupakan kebaikan bagi dirinya. Sakit. ³gunakanlah´ (use it) apa yang Anda bisa ubah sebagai bahan pelajaran untuk merubah diri atau melejitkan potensi diri. maka kita akan sabar. hingga seekor kuda mengangkat kaki dari anaknya karena khawatir menginjaknya. hadis itu ada lanjutannya. sedangkan kita sendiri enggan memberikan yang terbaik untuk-Nya dan mereka.´ Istikharah adalah mendiskusikan persoalan kepada Allah Swt. syukur. Pelajari dan catatlah.Intinya. maka kita akan bersyukur. Wajar jika nabi bersabda: ³Sungguh sangat mengagumkan orang yang beriman. maka hanya seper-sekian dari satu persen (1%) nikmat-Nya. kecuali hanya pada orang yang beriman. ia bersabar. mana yang bisa Anda ubah.´ . semuanya menjadi kebaikan. Bersyukurlah! Sedangkan yang tidak bisa Anda ubah. berikanlah yang terbaik untuk Allah Swt. maka semua itu tidak pernah mampu membalas apa kasih sayang-Nya kepada kita. yang dituturkan oleh Imam Malik. Bagi orang beriman. Dan sebanyak apapun rahmat yang kita terima di dunia ini. dan seterus² untuk mengabdi kepada Allah Swt.´ (Muslim & Ahmad) Langkah praktis prinsip 2 ini adalah: Lakukan lagi Majlis Iman Ibnu Rawahah: Merenunglah sejenak! Gunakan ³kesadaran diri´ (yaqdzah/self awarness) untuk melihat apa yang telah (pengalaman hidup) dan apa yang sedang terjadi (kondisi hidup) pada dirimu. yaitu ³maka bila datang hari kiamat Allah menyempurnakan rahmat-Nya (99 rahmat di sisi-Nya) menjadi seratus rahmat dengan tambahan rahmat ini (rahmat dunia). Lalu. pikiran. Sedangkan musyawarah mendiskusikan masalah kepada manusia. Keduanya bertujuan ingin mencari solusi terbaik dari apa yang kita hadapi. dan manusia memberikan yang terbaik untuk kita. Namun sayang.. terkadang kita begitu menginginkan Allah Swt. sabar. Dan itu terjadi. Apabila ditimpa musibah. Segala urusannya adalah baik baginya. dan minta pendapat kepada manusia. keduanya tetap mendatangkan rasa bahagia. maka abaikanlah (lose it)! Dan bersabarlah! Prinsip 3: Berikanlah Yang Terbaik ³Tidak pernah akan rugi orang yang beristikharah. ³dan tidaklah menyesal orang yang bermusyawarah. ³kemudian menetapkan 99 bagian di sisi-Nya dan menyempurnakan satu bagian inilah semua makhluk saling mengasihi.´ ujar Imam Bukhari menyampaikan hadis dari nabi.´ petuah nabi Muhammad Saw. dengan kaca mata iman. jika mendapatkan sesuatu yang tidak kita inginkan.

minta bantuan kepada Allah Swt. apa buktinya imanmu itu?´ Dengan mantap Harits menanggapi: ³Diriku menjauhi dunia. sekarang saya baru percaya.Dan sebaik dan sebanyak apa pun yang kita berikan kepada manusia. kita akan mudah berhubungan dengan manusia. aku shaum. Setelah sholat wajib itu kita perbaiki. rasulullah Saw. Covey. ya rasulallah!´ Rasulullah Saw. Bertanyalah dan pintalah kepada Allah. maka hidup kita akan semakin baik. Maka. mengajak kita untuk membayangkan ³yaumi ad-dîn´ (hari pembalasan). Sebaliknya. maka berdiskusilah kepada orang yang paling Anda percayai dan ahli dalam persoalan yang Anda hadapi.a. pertahankanlah!´ Kemudian rasulullah memberitahukan bahwa Harits telah sampai kepada yang menjadi tujuan hidupnya.´ sapa nabi Muhammad Saw. Kuncinya.. bila hubungan kita dengan Allah. terutama sesuatu yang membingungkan kita. mengumpulkan yang tercerai-berai darinya dan dunia mendatanginya dalam keadaan hina. lalu beliau bersabda: ³Barangsiapa yang ingin melihat ahli surga.a. Dan buatlah rencana untuk menjalin hubungan lebih erat kepada Allah dan manusia. bila selama ini kita lalai melaksanakan kewajiban kepada Allah. jika diri kita berantakan? Langkah praktis prinsip 3 ini adalah: Pertama. saya dalam keadaan beriman. maka cepatlah taubat.´ ³Hai Harits. dengan cara-Nya. ³Allah akan menjadikan kekayaan dan rasa cukup dalam hatinya. Allahlah yang membukakan hati manusia untuk membalas atas kebaikan kita (baca: QS. maka lakukan sholat istikharah.´ pesan rasulullah Saw. maka Allah akan menjadikan kefakiran di hadapannya. Lantas. bagaimana kita mmelakukan manajemen diri. Allah akan menjawab pertanyaan dan permintaan kita. terutama sholat lima waktu. bahkan dengan diri kita sendiri kita tidak harmonis. itu tak mampu menggerakan manusia untuk membalas kebaikan kita. Bila hubungan kita dengan Allah sudah harmonis. seakan-akan telah melihat para ahli surga yang saling datang berkunjung. Allah Swt. terputus. . Ceritakan keinginanmu untuk merubah diri dan mintalah pendapatnya. maka kita akan sulit harmonis dengan manusia. Dan aku seolah-olah telah melihat µArsy Tuhanku dengan begitu jelas. Aku juga. Insya Allah. setelah kita minta fatwa dari hati nurani dan Allah. yaitu sholat dua raka¶at untuk meminta sesuatu kepada Allah. maka coba perhatikan Harits!´ (HR. dalam kesempatan lain. kepada Harits bin Malik r.. kembali bertanya: ³Setiap perkataan itu ada hakikatnya. sekali lagi. Malamnya aku bergadang (qiyamullail). baru yakin seraya bersabda: ³Hai Harits. Al-Anfâl [8]: 63). sedangkan siangnya. Semakin jelas hari pembalasan itu dalam hati dan pikiran kita. Prinsip 4: Lihatlah Impian ³Barang siapa menjadikan akhirat sebagai impiannya. Ini adalah prinsip lebih dahsyat dari prinsip ³Mulai dengan Akhir dalam Pikiran´ ² Merujuk Pada Tujuan Akhir² milik Stephen R. cara me-manajemen diri. tanpa bantuan Allah Swt. Thabrani) ³Mâliki yaumi ad-dîn´ (Yang menguasai hari pembalasan). maka insyâ Allâh. mencerai-beraikan urusannya dan dunia tidak datang kepadanya kecuali yang telah disempitkan kepadanya. Dan barang siapa menjadikan dunia sebagai impiannya.. ³gimana keadaanmu pagi ini?´ Harits menjawab: ³Pagi ini. sedangkan ahli neraka meliuk-liuk kelaparan!´ Mendengar curhat Harits bin Malik r. Nah. Kedua.

membangun diri kita untuk riya¶. Yasin [36]: 65 atau Fushshilat [41]: 20-21). bahwa kaki. rasul. dan nenek. Mengetahui. dan benda-benda yang kita miliki banyak merekam kebaikan atau keburukan? Apakah tatkala matahari beberapa senti di atas kepala kita. paman. Seperti Harits bin Malik di atas. bibi. rasul-Nya. adik. telinga. sebab Allah Maha Melihat. maka akan bertemu dengan Allah dalam surga. jika kita mampu membayangkan semua kejadian di akhirat nanti. bisa melewati ³shirâth al-mustaqîm´. maka akan bersama syetan dalam neraka. timbangan kejelekannya berat. Sedangkan Stephen R. tidak bisa melewati ³shirâth al-mustaqîm´. kita termasuk orang yang mendapat naungan cahaya dari Allah atau bukan? Apakah ketika air keringat meluap sebatas lutut. kulit kita akan bicara jadi saksi atas semua perbuatan kita di hadapan Allah Swt. manusia. Langkah praktis prinsip 4 ini adalah: Gunakan imajinasi (fikrah/imagination) untuk memvisualisasikan (menggambarkan dalam pikiran) saat di alam akhirat. kakak. (1) keluarga dekat ²anak. Visualisasi berpusat kepada Allah ini lebih menyentuh hati dan menggerakan jiwa untuk berbuat baik. kita termasuk yang mendapat pertolongan Allah atau bukan? Ketika manusia berbondong-bondong meminta syafa¶at kepada nabi. benda-benda. Bagi yang mendapatkan buku catatan dengan tangan kanan. hidung. sebab mereka tidak setiap detik menyertai kita. dan beberapa tahun yang akan datang (5. sambutan (penilaian) dari perwakilan empat komponen itu tidak pernah akan objektif. lalu mengapa kita tidak mampu membayangkan impian hidup kita beberapa tahun yang akan datang? Ingat. (2) perwakilan teman. 10. apa yang kita inginkan dalam sambutan keempat perwakilan itu? Setelah saya coba visualisasi pemakaman tersebut. diri sendiri. dada. alam kubur. Saat memvisualisasikan akhirat. 35 tahun). bahkan sampai menenggalamkan kepala. mata. bahkan seluruh anggota tubuh kita. menjelaskan semua kejadian pada hari pembalasan ini. mulai dari malaikat. dan (4) dari gereja atau ormas. kakek. sebab berpusat kepada manusia (antroposentris). pertama. ia suruh kita membayangkan. manusia. berat timbangan kebaikannya banyak. (3) dari tempat kerja. sepupu. tangan. apakah kita termasuk orang . keponakan. dan seterusnya. bertanyalah kepada dirimu: ³Apakah saya termasuk orang bisa menatap wajah Allah atau tidak? Apakah saya ahli surga atau neraka? Apakah saya selamat melintasi shirâth al-mustaqîm atau terjatuh? Apakah buku amalan saya hasil catatan malaikat Raqib dan Atid lebih banyak memuat kisah iman dan amal shaleh atau kekafiran dan kemaksiatan? Apakah ³rekaman perbuatan´ saya yang dilakukan oleh Allah. bagi yang mendapatkan buku catatan dengan kanan kiri. apalagi semua saksi akan dihadirkan. Jauh berbeda dengan cara Al-Quran dan hadis mengajak kita membayangkan hari akhirat. Sebaliknya. detik-detik menjelang kematian. yang saya rasakan adalah. Lalu. dan Mendengar semua yang kita lakukan. semuanya adil. dan seterusnya. dan kedua. Allah dan rasul-Nya. Di sana ada empat kelompok manusia yang akan memberikan sambutan.Dalam Al-Quran dan hadis. Covey ²dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People² mengajak kita membayangkan upacara pemakaman. Nah. salah satu ciri orang sukses adalah dapat melihat sesuatu sebelum segala sesuatu itu terjadi. (baca: QS. Perhitungan pada hari itu. orang beriman.

kalau begitu² akan membuka tindakan syetan. dan seluruh manusia? Apakah menjelang kematian saya berada di tengah-tengah orang saya cintai atau bukan? Apakah ketika mati saya dalam keadaan dekat dengan Allah atau tidak? Apakah saat nyawa dicabut. teman. atau tidak? Apakah di alam kubur saya diperlihatkan keindahan surga atau justru kepedihan neraka? Dan seterusnya. jangan bilang: ³Andaikan saya melakukan ini.´ sabda nabi Muhammad Saw. Andaikan saya melakukan itu. misalnya 25 tahun ²bayangkan berdasarkan peran: ³Sebagai hamba Allah: Apakah ketika itu pemikiran. Lantas. pasti deh akan begitu!´ tetapi katakan: ³Inilah taqdir Allah. nenek-kakek.´ (HR. apakah saya menjadi buah tutur yang baik atau bukan? Sewaktu memvisualisasikan beberapa tahun yang akan datang. mengapani. pasti deh akan begini.. perasaan. dan tidakkan saya sesuai dengan Al-Qur¶an dan As-Sunnah atau tidak? Apakah saya termasuk orang istiqamah dengan tuntutan iman atau tidak? Apakah ibadah saya ikhlas dan sesuai dengan contoh nabi? Apakah akhlak saya Islami atau bukan? Sebagai pribadi: ³Apakah saya telah mengoptimalkan potensi diri saya atau belum? Apakah saya berbahagia atau tidak? Apakah diri berkembang atau tidak? Sebagai anak: ³Apakah saya termasuk berbakti atau tidak? Apa yang telah saya berikan untuk kedua ortu saya? Apakah saya sering mendo¶akan ortu atau tidak? Sebagai ortu: ³Berapa anakkah yang saya miliki? Apakah saya telah menjadi ortu yang baik atau bukan? Apa yang telah saya berikan terhadap anak saya? Sebagai pekerja: ³Apakah saya memiliki pekerjaan tetap atau tidak? Apa jenis pekerjanan saya? Di mana saya bekerja? Berapa gaji saya? Sebagai anggota masyarakat: ³Apakah kontribusi saya terhadap masyarakat? Apakah masyarakat menyukai saya atau tidak? Begitu seterusnya. menyolatkan. anak. dan menguburkan saya atau tidak? Setelah saya meninggal. Jika ada sesuatu yang menimpamu. seorang pengemis datang kepada Nabi Muhammad Saw. Muslim) Suatu hari. apakah saya meninggalkan anak sholeh yang memandikan. bibi-paman. sebab kata ³berandai-andai´ ²kalau begini. pasangan hidup. Prinsip 5: Temukan Potensi dan Peluang Diri ³Mukmin yang kuat. mengapa beliau tidak memberi pengemis itu sesuatu? Baik kita lanjutkan kisah ini. apa yang Dia kehendaki pasti terjadi!´. ibu-bapak. tapi tidak Nabi beri.. Seriuslah terhadap sesuatu yang bermanfa¶at bagimu dan minta bantuan kepada Allah. . saya mengucapkan dua kalimat syahadat atau tidak? Ketika saya meninggal. serta jangan bersikap lemah. ³lebih baik dan lebih Allah cintai dari pada mukmin yang lemah.yang menerimanya atau justru ditolak nabi karena kita tidak pernah mengikuti cara hidupnya? Dan seterusnya. Padahal kita tidak meragukan kedermawan Nabi. adik-kakak. Ia minta sedekah. Ketika memvisualisasikan diri dalam alam kubur: ³Apakah saya bisa menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir? Apakah di alam kubur saya termasuk orang yang mendapat nikmat atau tersiksa? Apakah amal perbuatan saya akan menjelma jadi penghibur atau penyiksa? Apakah kuburan saya termasuk dilapangkan oleh Allah Swt. Tatkala memvisualisasikan detik-detik menjelang kematian: ³Apa yang telah aku lakukan untuk diri sendiri. Walaupun keduanya tetap memiliki kebaikan ²potensi.

³Pergilah ke hutan dan carilah kayu bakar. dan di sisi lain. Tapi kita perhatikan pertanyaan beliau: ³Apa yang Anda miliki?´ Ini sebuah pertanyaan yang menuntut kita untuk hidup mandiri (independensi) ²dan ini inti dari manajemen diri² seperti yang dikatakan oleh Stephen R. ³Bawa kedua barang itu ke sini!´ Lantas. ³Siapa yang mau membeli barang ini?´ tanya Nabi. Nabi pun mengedarkan pandang dan bertanya lagi. bila kita masih menggantungkan diri kepada makhluk-Nya. Nabi menawarkan barang itu kepada para sahabatnya. apakah sudah berjalan sesuai dengan yang dimaksud. Kita pun semakin banyak beribadah kepada-Nya. Saya tidak akan membicarakan 6 hal itu. Jiwa yang terjajah. ³Siapa yang berani membayar lebih?´ Lalu. (4) memerintahkan agar menginvestasikan sisa uang untuk membeli alat yang dapat digunakan untuk mencari nafkah. separuhnya lagi untuk beli kampak. hingga pada tingkat tertentu rasa ketergantungan kita terhadap makhluk-Nya ²manusia². (3) menyisihkan separoh hasil lelang untuk keperluan keluarganya. Covey. (2). seraya berpesan. dan jangan perlihatkan dirimu selam tujuh hari sebelum kamu berhasil!´ Dari kisah itu. Salah seorang sahabat mengajukan harga. merasa kuat di hadapan manusia. rasa ketergantung terhadap-Nya juga akan semakin besar. (5) melalui cara investasi modal. ³Saya berani beli lima dirham!´ Maka tanya beliau lagi. Pengakuan untuk menyembah dan minta tolong. maka kemandirian itu hilang. Hasil lelang ini. Inilah . Mengawasi pelaksanaan anjuran atau perintah tersebut. antara lain. Mempelajari posisi dan mendudukan masalah sesuai dengan porsinya. Buahnya adalah kekuatan diri. (1). (6). setengahnya untuk keperluan rumah tangga pengemis. Sebab. Maka ungkapan kita dalam surat Al-Fatihah ayat 5 ²³Iyyâka na¶budu wa iyyâka nasta¶în´ (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan)² merupakan sebuah afirmasi (penguatan) terhadap diri agar kita hidup mandiri.. Pengemis itu menjawab: ³Saya hanya punyai selembar permadani dan sebuah nampan. Ibadah itu akan mengembangkan seluruh potensi diri kita. sahabat yang lain memberikan harga lebih. ³Siapa yang berani membayar lebih?´ Akhirnya. produksi dapat digalakkan dan pembangunan dapat ditingkatkan. tidak pernah akan mengalami perkembangan. Saat itu pula. semata. Dua perasaan itu bersatu dalam diri kita: satu sisi merasa lemah di hadapan Allah.³Apa yang Anda miliki?´ tanya Nabi. ada enam strategi Nabi dalam membantu orang supaya hidup mandiri. Mengundang para sahabatnya dan menganjurkan untuk bergotong royong meringankan beban saudaranya dengan jalan membeli barangnya. sebuah isyarat bahwa betapa lemahnya kita di hadapan Allah Swt. Nabi perintahkan. akan muncul rasa kuat di hadapan manusia.´ Beliau berkata lagi. Bila sudah demikian. kunci utama untuk melakukan kemandirian itu adalah dengan menggantungkan diri sepenuhnya hanya kepada Allah Swt. barang itu dilelang seharga 15 Dirham. Dan menurutku. kita tidak pernah mandiri. tidak kepada makhluk-Nya. Semakin kita merasa lemah di hadapan-Nya. maka diri kita akan terjatuh dalam perilaku menghambakan diri kepada selain-Nya. akhirnya berubah menjadi keterjajahan. Semua ini adalah sarana yang tepat untuk memecahkan problem ekonomi.

apa adanya tanpa imbuhan. Mereka tidak menutupi kelebihan dan kekurangan dirinya. sekolah. Makna rahmatan lil µalamin adalah ketika kita mampu memberikan manfa¶at kepada manusia dan inilah manusia yang paling Allah cintai: ³Sejatinya. arahkan pertanyaan nabi ke sesuatu ³di luar´ dirimu ²keluarga. kekurangan. Bila kita yakin akan bertemu dengan Allah di surga dan sudah tergambar di benak kita di dunia ini. Iman itu keyakinan. apa yang kita lihat lewat kekuatan majinasi ini. Pada bagian atas kolom itu. Prinsip 6: Rumuskan Cara Meraih Impian ³Iman itu bukan sekedar angan-angan kosong. kesempatan. Orang yang suka menutupi kelebihannya. Orang tawadhu adalah orang yang melihat dirinya secara objektif. orang yang tawadhu adalah orang yang mensyukuri kelebihannya dengan cara memberikan apa yang ia miliki untuk membantu orang lain dan orang tawadhu adalah orang yang bersabar atas kekurangan dirinya dengan cara belajar dari siapa saja yang memiliki apa yang ia butuhkan. Sambil bertanya. apapun sasaran kamu itu. ambillah pulpen dan kertas. Tulis empat kolom besar di kertas itu. Langkah praktis prinsip 5 ini adalah: Anda pernah mempelajari konsep problem solving SWOT (Strength. maka tercapai atau tidaknya. maka akan muncul sifat tawadhu¶ (QS. Snyder ²ahli psikologi dari Universitas of Kansas² harapan. itulah yang disebut nabi dengan angan-angan kosong atau khayalan. Opportunity. kesempatan (opportunity) dan rintangan (treatment). dst. bukan buah bibir. menegaskan kepada kita. seluruh makhluk adalah satu keluarga Allah. nanti akan Anda butuhkan sebagai bahan melaksanakan langkah praktis prinsip selanjutnya. dan Treatment)? Nah. Jadi.´ . inilah yang disebut C. Sekadar yakin tanpa tindakan. yaitu kemampuan kita untuk menggabungkan dua hal yang berbeda dalam diri kita secara bersamaan dan keduanya membuahkan kebaikan. Abu Ya¶la) Maka bila makna surat Al-Fatihah ayat 5 kita hayati betul. Keyakinan akan bertemu dengan Allah. tergantung dengan usaha. dan peluang. Tulislah jawabanmu dalam empat kolom sesuai dengan katagori: kekuatan. Sebaliknya. ini tanda ia kurang percaya diri dan rendah diri. Weakness. lingkungan.´ Hadis yang diceritakan oleh Dailami ini. akhirnya ia akan sombong.. ini tanda ia terlalu percaya diri.´ (HR. orang yang suka menutupi kelebihannya. ³tapi tertancap dalam hati dan dibuktikan dengan tindakan. Simpan hasilnya. misalnya. akhirnya mereka akan jadi manusia putus asa. luangkan waktumu untuk mengajukan pertanyaan nabi itu kepada dirimu sendiri: ³Apa yang kamu miliki?´ Arahkan pertanyaan ini ke ³dalam´ dirimu. sebuah impian harus ada tindakan nyata untuk meraihnya. Sedangkan keyakinan disertai tindakan. inilah impian. kelebihan (strength) dan kekurangan (weakness) yang kamu miliki. harapan adalah ³yakin bahwa kamu mempunyai kemauan maupun cara untuk mencapai sasaran kamu. Manajemen diri itu kita arahkan untuk menjadi rahmatan lil âlamîn. masukan empat kata itu. Perhatikan. Al-Furqan [25]: 63).´ tutur nabi Muhammad Saw. Menurutnya.R.salah satu ciri manajemen diri Islami. Perhatikan. Orang paling dicintai oleh Allah adalah orang yang paling banyak memberikan manfa¶at terhadap keluarga-Nya. Lalu.

Dalam Al-Quran. yaitu Islam. tahunan (shaum dan zakat fitrah). kemalasan. orang yang menyakini pluralisme agama: semua agama benar dan jalan menuju surga. bila kita mampu menjalankan ajaran Islam itu dengan baik. kita butuh petunjuk ³jalan lurus´ atau Islam. Diantara kita. keterpecahan pribadi (split personality). Ini menunjukan jalan kebenaran itu hanya satu. kemampuan kita untuk sholat lima waktu tepat waktu dan di masjid. kita memerlukan juknis (petunjuk teknis) atau juklak (petunjuk pelaksana). untuk meraih impian surga. akan mendatangkan rasa percaya diri. Anda buat pernyataan misi pribadi. Langkah praktis prinsip 6 ini adalah: Gabungkan hasil langkah praktis prinsip 5 dan 6 dalam bentuk naskah hidup yang tertulis di atas kertas. Ya. Sedangkan jalan menuju al-bâthil (kesesatan) memakai kata jama¶ (plural). dan menggugah. Di sinilah surat Al-Fatihah ayat 6: ³Ihdinash shirâth al-mustaqîm´ (Tunjukilah kami jalan yang lurus). baik secara pribadi maupun sosial. shaum Senin-Kamis). Al-An¶am [6]: 153). Inilah yang disebut visi. terjemahkan visi dan misi itu dalam bentuk target hidup. maka akan semakin bagus kita melaksanakan manajemen diri. Nah. dan integritas. Karena semua ajaran Islam mengajak kita untuk hidup disiplin. banyak yang memimpikan masuk surga. hidup bermakna. dan akhirnya. Petunjuk. semangat. baca: QS. jelas. manakala ada kesenjangan antara impian dengan tindakan. terjemahkan visi ini dalam tujuan hidupmu secara global. komitmen. seperti hidup bersih. ini akan membangun berbagai karakter baik dalam diri kita. menemukan maknanya. Dalam bertindak. buatlah . sebagus dan sebesar apapun impian kita. bulanan (shaum ayyâm al-bidh: puasa 13. pagi dan sore. tapi dalam kehidupan sehari-hari tidak sungguh-sungguh menempuh jalan menuju surga. sedangkan jalan kesesatan itu sangat banyak dan tidak terhitung. Atau. Islam diturunkan oleh Allah di muka bumi ini untuk menjadi petunjuk bagi manusia dalam menjalani hidup ini. Covey. keputus-asaan. kita lebih mudah lagi dalam mengelola hidup dan merencanakan masa depan. Begitu juga dengan ajaran Islam lainnya. kata ³shirath´ (jalan) ²murâdif (sinonim) dari kata ³sabîl´ (jalan)² selalu dalam bentuk mufrad (tunggal) dan selalu berkaitan dengan al-haqq (kebenaran). disusul dengan sasaran target ²baik yang wajib maupun sunnah² yang berskala waktu seumur hidup (haji). disiplin. maka kecil kemungkinan akan tercapai. Misalnya. Biasanya. tapi cara menjadi orang sukses itu tidak kita lakoni. integritas. bila kita tidak mampu menerjemahkannya dalam bentuk sasaran atau target. harian (sholat lima waktu). Lalu. dan seterusnya. selalu mendidik kita untuk meraih kesuksesan pribadi dan publik seperti yang dikemukakan oleh Stephen R. Pertama. maka akan melahirkan tidak percaya diri. dalam bahasa Al-Qurannya adalah ³hidâyah´. Selanjutnya. Ya. Sebaliknya. Ajaran Islam begitu canggih dalam menjelaskan cara untuk meraih impian surga. kehilangan arah hidup (disorientasi). Dari semua yang telah Anda visualisasikan pada prinsip 5 simpulkan dalam satu kalimat yang pendek. Islam mengajarkan kita untuk membuat misi pribadi berupa dua kalimat syahadat. mingguan (sholat Jum¶at. sekecil apapun tindakan yang kita target dan itu dapat kita raih. Dari sana. yaitu kata ³as-subul´ (sebagai contoh. harapan. dan 15 bulan hijriyah). bahkan skala detik (dzikir). Lalu. atau sering kita sebut dengan misi.Nah. 14. Maka sangat keliru. mengimpikan jadi orang sukses.

meskipun kita tidak tahu. ³Aku rasa. Maka jangan kalian menyiksaku dengan sebuah dugaan. Mereka masukkan yang jantan ke dalam betina agar berbuah. sedangkan jalan kafir itu sangat banyak. dan tersesat. Karena dari kegagalan itu kita akan memiliki pengalaman. ³Aku bersama rasulullah Saw.´ Thalhah berkata. Inilah jalan keimanan. rasulullah Saw. ketika Thomas Alfa Edison 1000 kali gagal dalam percobaannya.blue print hidup yang menggambarkan keinginanmu dalam kurun waktu tertentu. kita boleh mencoba sesuatu. Lebih lengkap lagi. dalam ayat 7 surat Al-Fatihah ini. dan ash-shâlihîn (baca: (QS. sebab mereka mengetahui kebenaran tapi tidak mau mengamalkannya. Sekarang keluarlah. setelah itu nabi bersabda: ³Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian!´ Jadi. Lalu. bertanya. ³Lalu mereka diberitahu tentang hal itu dan mereka akhirnya meninggalkannya. kita membaca: ³Shirâthalladzîna an¶amta µalaihim.. kepada kita lewat Imam Tirmidzi. Ani-Nisa [4]: 69). hal itu tidak akan berhasil. Islam hanya satu. tapi saya telah menemukan 1000 cara yang salah!´ Dari prinsip 1 sampai 6 lebih terfokus pada diri sendiri. asy-syuhadâ. kita harus mempelajari mana jalan keimanan yang akan membawa kita menuju surga. ³Apa yang sedang mereka perbuat?´ Jawab para sahabat. Dan ³adhadhâllîn´ (Yang Tersesat) adalah orang Nashrani (Kristen) karena mengamalkan sesuatu tanpa mengetahui kebenarannya. Berdasarkan keterangan Ibnu Katsir. kita dengarkan cerita Thalhah bin Abdullah. Nah. sebaliknya mana jalan kekafiran yang akan menjerumuskan kita ke jurang neraka. ³Mereka sedang mengawinkan pohon kurma. maka ambillah. ia berkata: ³Saya tidak gagal. Allah menceritakan tentang jalan orang mendapatkan ni¶mat Allah. Allah menceritakan jalan orang yang mendapat murka Allah Swt. ghairil maghdhûbi µalaihim wa ladhdhâllîn´ (yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka. menegaskan bahwa yang dimaksud dengan ³almaghdûbi´ (yang dimurkai Allah) adalah orang Yahudi.´ ujar Thalhah mulai bercerita. Kita harus menempuh jalan keimanan dan menjauhi jalan kekafiran. Rasulullah Saw. lihat apa yang terjadi pada orang lain. ³melewati sekelompok orang yang berada dipucuk pohon-pohon kurma. maka lakukanlah. diberitahu tentang hal itu dan beliau bersabda: ³Jika hal itu bermanfa¶at bagi mereka. Prinsip 7: Belajarlah dari Pengalaman ³Bukanlah orang cerdas kecuali pernah tergelincir. jalan kebenaran. bukan pula orang yang bijak kecuali berpengalaman´ pesan nabi Muhammad Saw. Dan dalam riyawat Imam Muslim. jauh lebih baik daripada gagal untuk mencoba. Konon. begitu juga jalan iman itu tunggal. Karena gagal setelah mencoba. Karena sesungguhnya aku tidak akan pernah berdusta tentang urusan dunia kalian´. bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat). ash-shiddiqîn. Ini sebuah isyarat bahwa nabi sepakat dengan metode belajar trial and error ²berani mencoba meskipun nanti bisa jadi salah² dalam menjalani hidup ini. Dalam ayat terakhir surat Al-Fatihah.´ Kemudian rasulullah Saw. Dalam hal . Akan tetapi jika aku menginformasikan sesuatu dari Allah. Jadi. yaitu jalan para nabi.´ Lalu nabi bersabda. apakah itu akan berhasil atau gagal. Untuk kesuksesan akhirat. Karena sesungguhnya aku hanya memperkirakan saja.

dalam menguraikan prinsip itu. Setelah itu.keimanan. Allah telah berlepas tangan dari orang kafir dan memberikan ³ar-rahim´-Nya hanya kepada orang beriman saja. maupun situasi zaman. Sebab. masih ada satu lagi hal penting untuk kita diskusikan di sini. negara. terutama dengan prinsip keenam ²Rumuskan Cara Meraih Impian. Manajemen Waktu Baik. Adapun untuk kesuksesan duniawi. Di sini. Pelajari pengalaman hidup orang yang sukses dan orang gagal. cara sukses yang ditemukan oleh orang kafir ini adalah hikmah yang hilang dari orang yang beriman. setelah sekian kali gagal. dan seterusnya. Orang kafir menanam cabe. (2). tidak akan pahit. orang kafir rajin belajar akan cerdas. yaitu pedes. beliau adalah profil orang yang sukses melaksanakan ajaran Al-Quran termasuk tentang kecerdasan. atau idola² dalam melaksanakan manajemen diri yang paling berhasil adalah Nabi Muhammad Saw. Maka Imam Tirmidzi meriwayatkan sabda nabi: ³Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Stephen R. Sebab. tidak membedakan antara orang beriman dan orang kafir. baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi! Sebelum mempelajari yang lain. baik itu kisah para nabi dan rasul maupun kisah para musuh Allah Swt. Bagi saya ³role model´ ²contoh. Setelah Anda benar-benar memahami seluruh kehidupan nabi Muhammad Saw. baik itu berhubungan dengan diri mereka sendiri. yang pertama dan utama adalah pelajari tarîkh Nabi Muhammad Saw. keluarga. Orang beriman menanam cabe. Pelajari sebab-sebab kesuksesan dan kegagalan mereka. Nah. Gunakan ³Jurnal pribadi´ atau ³Diary´ (Catatan Harian) untuk mencatat seluruh pengalaman itu. Buatlah sinopsis biografi tokoh yang sedang Anda pelajari. Karena sifat ³ar-rahmân´ Allah Swt. maka mereka akan menemukan cara sukses. hubungan antara keduanya sangat erat. panutan. kita mempelajari pengalaman siapa saja ²terutama untuk diri sendiri. Itulah 7 prinsip melejitkan manajemen diri yang saya tawarkan. hukum kausalitas tetap berlaku. saya lebih banyak mengutip hadis. Beliau orang yang sukses di dunia dan di akhirat. mau tidak mau kita harus belajar dari pengalaman orang yang beriman. Karena. masyarakat. .. Sengaja. Bila orang kafir banyak mencoba. baru pelajari kisah-kisah yang ada dalam Al-Quran. Lakukan dengan pola pengalaman berstruktur (structured experiences) ²dengan daur (perputaran)² lima hal ini: melakukan²mengungkapkan² mengolah/menganalisa²menyimpulkan²menerapkan kembali/eksprimen. baik itu kesuksesan maupun kegagalan. Rasanya akan sama. meskipun dari orang kafir. yaitu Manajemen Waktu. Dimana saja ia menemukannya.. Wallahu a¶lâmu bish shawâb. Covey menjelaskan dengan sangat menarik tentang ³tiga generasi manajemen waktu´. maka ambillah. Pelajari setiap pengalaman pribadi. orang beriman tapi malas akan bodoh.´ Langkah praktis prinsip 7 ini adalah: (1). misal umur sekian ia lahir. umur sekian meraih prestasi ini. tidak akan manis. pelajari para tokoh-tokoh dunia baik zaman dulu maupun zaman kini. Dalam buku ³First Think First´ (Dahulukan Yang Utama).

Ini ditandai dengan penanggalan dan buku agenda atau catatan mengenai janji pertemuan atau kegiatan yang akan kita lakukan. Generasi ini ditandai dengan catatan-catatan singkat atau checklist (daftar kegiatan). dan menuliskannya kembali keesok harinya yang belum kita capai. Bagaimana solusinya? Perlu generasi keempat ²generasi yang merengkah semua kekuatan tiga generasi itu. Di malam hari kita coret daftar kegiatan yang telah kita lakukan. menghadiri acara atau rapat. menentukan deadline. Generasi ini ditandai dengan bervariasi sarana perencanaan dan pengorganisasian ²baik elektronik maupun kertas² dengan formulir terperinci bagi perencanaan harian. Maka tidak sedikit. kesenjangan antara ³hasil´ dengan ³apa yang kita rasakan´. baik itu dalam buku. telah mereka raih justru muncul ³rasa cemas´ tidak siap menghadapi masyarakat. Waktu kita banyak kita manfa¶atkan untuk memperjelas nilai-nilai dan prioritas-prioritas kita. pemrioritas. sekaligus menyingkirkan kelemahan-kelemahan² adalah jawabannya. Daftar ini kita bawa kemana-mana agar kita tidak lupa. dan penjadwalan kegiatankegiatan maupun peristiwa-peristiwa yang akan datang. untuk meraih nilai-nilai tersebut. memperjelas nilai dan penetapan tujuan² namun. generasi ketiga. tanggungjawab pribadi. pencapaian dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan. kita beranjak dari manajemen waktu menuju kepemimpinan hidup (life leadership). menurut saya. membersihkan rumah. baik pengalaman menjadi peserta pelatihan manajemen waktu dan melaksanakannya maupun ³pengamat´ terhadap manajemen waktu yang digunakan Masisir. Dan.Menurutnya. dan pendek. dan kontrol atau pengendalian´. perencanaan. Generasi ini adalah generasi efisiensi. adalah manajemen waktu yang berdasarkan diri pada ³perencanaan dan persiapan´. tetapi sambil berusaha memperhatikan hal-hal yang harus kita beri waktu untuk kita kerjakan ²membaca muqarar. menuliskan komitmen kita. Generasi kedua. Nah. maka cara kita memanfa¶atkan waktu berada dalam salah satu dari keempat cara ²empat kuadran² berikut ini: . menengah. Kita memberikan prioritas pada kegiatan kita secara harian. Generasi ini menganjurkan kita untuk ³Ikut Arus´. generasi pertama. Kita buat janji. dan mencatat seluruh kegiatan kita. merencanakan ke depan. tiga generasi itu memang meningkatkan efektivitas dalam hidup kita ²misalnya. Generasi ini didasarkan pada paradigma ³ke-pentingan-an´ ²dahulukan yang utama. mencuci. ³rasa tertekan´ karena mendapat predikat sarjana tapi ³merasa´ ²bahkan memang kenyataan² ilmu sangat minim. namun ketika gelar Lc. maupun komputer atau network. pada dasarnya masih bercokol kesenjangan antara ³apa yang sungguh sangat penting´ bagi kita dan ³cara kita memanfa¶atkan waktu´ Lebih parahnya lagi. Dengan kata lain. Masisir yang ³cepat´ menamatkan studi sebagai salah satu buah manajemen waktu. skala prioritas. Dalam batasan tertentu. ³bingung´ untuk kemana. adalah generasi berdasarkan reminder (sarana yang akan mengingatkan kita bagaimana kita harus memanfa¶atkan waktu kita). dengan pertanyaan ini: ³Apa yang kumaui?´ Kita membuat master plans ²tujuan jangka panjang. efisiensi. dan seterusnya. Berkaitan dengan paradigma ini. ternyata berputar pada tiga generasi tersebut. adalah generasi ³perencanaan.

Kwadran IV ini bukan merupakan sarana pertahanan hidup yang sesungguhnya. sehingga sering ³melarikan diri´ ke Kwadran IV untuk bertahan hidup. Kwadran IV dikhususkan bagi kegiatan-kegiatan yang ³tidak mendesak´ dan ³tidak penting´. dan menjalin hubungan dengan cara mendengarkan orang lain secara jujur dan penuh perhatian. Ini merupakan kwadran tipuan. Memang. kita menangani tuan rumah menagih sewa rumah dengan marah-marah. Bunyi ³mendesak´ itu menciptakan ilusi seakan-akan itu penting. Ini Kwadran Pemborosan. kita akan terkubur hidup-hidup. Dalam kwadran ini. Hal-hal macam apakah yang terdapat dalam Kwadran IV ini? Hal-hal yang di situ tidak harus merupakan hal yang bersifat rekreatif. Perencanaan. Menerima telpon. Pengabaian kwadran itu akan memperluas dan menambah hal-hal pada kwadran I. atau ngobrol semalam suntuk dan tidur seharian. kebiasaan nonton film. Ini kwadran kualitas. mempersiapkan diri untuk rapat atau presentasi penting. Kwadran II tidak menguasai kita. dan menciptakan krisis yang lebih mendalam bagi orang yang terkuras tenaga dan perhatiannya di sana. atau krisis-krisis yang lain. Inilah kwadran Kepemimpinan Pribadi. Tetapi. Dari sinilah saya memunculkan istilah ³pembusukan karakter´ Masisir. kita sesungguhnya sama sekali tidak perlu berada di situ. Tetapi membaca serilal Kho Ping Ho yang membuat kita semacam ³kecanduan´. karena rekreasi dalam arti yang sesungguhnya dari re-kreasi ²dari bahasa Latin: re-cratio (harfiah: penciptaan kembali)² merupakan kegiatan Kwdran II yang amat berharga. memberikan kekuasaan atau wewenang (mendelegasikan) kepada orang lain. memproduksi. Di sinilah kita melakukan perancanaan jangka panjang. kwadran ini adalah pembusukan. Kalau kita mengabaikannya. mengejar deadline makalah atau tulisan. tetapi tidak penting´. Intinya. memanfa¶atkan pengalaman dan kemampuan penilaian kita untuk menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan. Kita memenuhi prioritas dan harapan orang lain. Tetapi kenyataannya. Tetapi kita tidak begitu babak belur karena terus terjerembab dalam Kwadran I dan III. dan upaya penanggulangan menghindarkan banyak hal sehingga tidak menjadi sesuatu yang mendesak. memperluas cakrawala pikir kita. Di sinilah kita mengatur. sehingga menciptakan stress. Kwadran III hampir meruapakan bayang-bayang dari kwadran I. meningkatkan kemampuan kita untuk berbuat. dan itu mengira bahwa sungguh di Kwadran I. Ikhtitâm . dan meningkatkan keahlian kita melalui bacaan dan pengembangan ³karir´ terus-menerus. pantas disebut ³pemborosan waktu´. hanya penting bagi orang lain. kuliah istitsna-i. dan mencakup ³hal-hal yang mendesak. ³kabakaran jenggot´. kitalah yang menguasainya. Kaudran II mencakup kegiatan yang ³penting tetapi tidak mendesak´.Kwadran I mewakili hal-hal yang ³mendesak´ (urgent) dan ³penting´ (importance). merancang bagaimana kita hendak membantu teman kita dalam kesulitan. Sebaliknya. rapat. persiaan. dan kunjungan masuk dalam katagori ini. kita perlu menyadari bahwa banyak kegiatan penting menjadi ³mendesak´ karena ³penundaan´ atau karena kita tidak cukup melakukan ³antisipasi´ ²penanggulangan² dan perencanaan. kalau pun itu penting. memperbaiki kompor rusak. mengantisipasi dan menanggulangi masalah-masalah.

bukan masalah orang lain (the other). Sebagai insan akademis muslim. saya ingin menegaskan kembali bahwa manajemen diri adalah sebuah keniscayaan bagi kita yang ingin merubah diri sendiri dan merubah Masisir ke arah lebih baik. sudah seharusnya kita tidak ³melahap´ atau ³membeo´ begitu saja konsep manajemen diri yang berkembang ²terutama dari Barat². pertama. maka ia tetap di bumi. ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Bila tidak.Ali Imran[3]:110)² yang akan membangun masyarakat madani (civil society) di Indonesia. Kedua.maka arus itu membawa buih yang mengembang. sudah saatnya. Orang menyangka ³air´ (berilmu). maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya. (Qs. kita ³mendesain´ dinamika Masisir sebagai proses merubah logam menjadi sesuatu yang berharga dan istimewa. ³pembusukan karakter´ ini adalah persoalan kita bersama (we-ness) .Sebagai pamungkas. butuh kerja kolektif (µamal jama¶i) untuk menyelesaikannya. maka tunggulah. akan tercipta para ³Generasi Buih´. agar Masisir menjadi creative minority ²saya sedikit agak berbeda dengan Toynbee dalam mendefinsikan kata ini. Oleh sebab itu. Ar-Ra¶ad [13]:17) . Dengan kata lain.Demikianlah Allah membuat perumpamaanperumpamaan. adapun yang memberi manfaat kepada manusia.al-Baqarah[2]:249) tapi mereka adalah pribadi-pribadi yang terbaik untuk memperbaiki manusia. sehingga mudah terbawa arus dan tidak memiliki manfa¶at atau menjadi sampah masyarakat).Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Jadi. ternyata hanya ³buih´ (tidak berilmu. manajamen diri yang saya maksud tak lain adalah sebuah upaya membangun karakter Islami dalam diri kita dengan mengambil hal-hal yang baik dari manajemen diri kontemporer. akan tetapi bagaimana kita ³menyinari´ manajemen diri yang ada dengan ³cahaya´ Islam. (QS. akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya. menurut saya creative minority adalah ³thaifatun liyatafaqquhû fiddîn´ (Qs. Wallâhu a¶lâmu bish shawâb. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit.Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasaan atau alat-alat.at-Taubah[9]:122) meskipun jumlah mereka sedikit (Qs. Adapun buih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful