KURIKULUM TPA

DISUSUN OLEH :

KKN TEMATIK POSDAYA UPI

DESA GAJAH MEKAR KECAMATAN KUTAWARINGIN KABUPATEN BANDUNG 2009

0

YUGA DOKUMENTASI SEPTI PUBLIKASI FRANDY LOGISTK MARTIN KONSUMSI YUNI Y.SUSUNAN PENGURUS KKN POSDAYA DESA GAJAH MEKAR KECAMATAN KUTAWARINGIN KETUA SANDI SEKRETARIS SEKRE UUN BENDAHARA ENDAHARA KAMALAH KEAMANAN M. KEROHANIAN IKA KEBERSIHAN YUNI A DANA USAHA RINI 1 .

Oleh sebab itu disamping menyuruh kepada umat-Nya untuk mencari ilmu dunia. dirumah ibadah dan sekolah. tidak terkecuali tua muda. Mempelajari ilmu agama harus dimulai sejak dini. Kedekatan Islam lainnya dengan dunia pendidikan seperti tergambarkan dari pernyataan berikut ini “Islam i mengenal pendidikan dengan pengertian yang menyeluruh. Begitu juga ia mengenal pendidikan dalam pengertiannya yang utuh. laki laki-laki maupun perempuan semua diisyaratkan untuk mencari ilmu. karena itu sangat penting bagi orang tua untuk memperkenalkan putra-putrinya dengan ilmu agama sejak kecil.A. dengan pengertian bukan terbatas disekolah saja. dimasyarakat umumnya oleh tokoh tokohtokoh masyarakat. membuktikan keutamaan dalam menuntut ilmu. Dirumah dilakukan oleh orang tua. dengan pengertian ia berputar sekitar pengembangan jasmani. Dari kutipan hadits Nabi SAW “tuntutlah ilmu semenjak buaian sampai dengan liang lahat” dan “orang yang keluar untuk menuntut ilmu maka ia berada di jalan Allah (Sabilillah) sampai ia pulang”. latihan-latihan seperti witir. akal. maka penting bagi anak untuk mengenal lembaga Al-Qur’an pendidikan agama lainnya di luar rumah. PENDAHULUAN Islam adalah agama yang sangat menekankan umatnya untuk menuntut ilmu. Juga ia mengenal pendidikan seumurnhidup. emosi. dirumah ibadah diseleng kursus. dan akhlak. berupa majlis majlis-majlis ta’lim dan kursus-kursus. Ada 4 tempat penyelenggaraan pendidikan agama. seperti shalat. Seiring dengan perkembangan anak serta putrinya keterbatasan waktu orang tua dalam membimbing anaknya untuk lebih tahu secara mendalam tentang pendidikan agama terutama kemampuan anakdalam membaca Al Qur’an . membaca Al Al-Qur’an. Islam sendiri juga menyerukan umatnya untuk selalu menjaga n keseimbangan antara kehidupan di dunia dengan kehidupan di akhirat. mengenalnya. membaca latihan shalawat dan lain-lain. Allah juga mewajibkan atas mereka mempelajari ilmu agama untuk bekal Nya atas diakhirat kelak. dijalanan dan lain-lain. yaitu dirumah. tetapi meliputi segala yang mempengaruhi pelajar pelajar-pelajar dirumah. diselenggarakan dimesjid-mesjid terutama dalam bentuk ibadah khas. Selain mengisyaratkan pentingnya menuntut ilmu. 13 abad sebelum pendidikan modern lain. 2 . Ad dimasyarakat.

fakta dalam masyarakat mengidentifikasikan bahwa banyak orang islam khususnya usia remaja yang belum bisa islam membaca dan menulis Al-Qur’an. karena sukses atau gagalnya sebuah pembelajaran sangat tergantung pada metode yang Qur’an. menghafal surat Al-Qur’an. Sebab fungsi dan tujuan pendidikan islam adalah untuk memberdayakan atau berusaha menolong manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. terutama dalam hal pelajaran . materi Berbagai upaya terus dilakukan dalam proses pendidikan agama. pembelajarannya. karena lembaga pendidikan islam bukanlah lembaga yang beku. tetapi fleksibel. dimana anak akan diajarkan untuk lebih mendalami ( Qur’an). mengetahui metode gai metode-metode pengajaran yang dianggap kurang efektif menjadi metode pengajaran baru yang lebih efektif sesuai perkembangan zaman. Salah satu tujuan berdirinya lembaga lembaga-lembaga pendidikan agama seperti TPA TPA/TPQ ini membuktikan betapa pentingnya pendidikan agama. membaca Al-Qur’an. shalat. Qur’an. berkembang dan menutut kehendak waktu beku. 3 . Diperlukan suatu metode yang tepat dalam proses pembelajarannya. digunakan. surat-surat pendek serta doa sehari-hari dan lain sebagainya. Selain itu permasalahan juga terjadi pada kemampuan santri dalam hal penguasaan materi agama. ilmu agama khususnya kemampuan dalam membaca serta memahami isi Al Qur’an. adalah dilihat dari tujuan dan fungsi pendidikan agama itu sendiri yaitu lebih berat tanggung jawabnya bila dibandingkan dengan fungsi pendidikan pada umumnya. Permasalahan mengenai program pendidikan Al-Qur’an pasca TPQ dipandang perlu mengingat fakta dalam masyarakat menunjukkan bahwa hasil pendidikan TPQ masih banyak kekurangan dalam penguasaan materi ilmu Al AlQur’an dasar dan materi-materi keislaman lainnya. dan tempat. Selain itu motivasi lain berdirinya lembaga ini anak-anak.Seperti disebutkan diatas salah satu tempat penyelenggaraan pendidikan agama adalah di mesjid atau yang kini mesji dikenal dengan sebutan TPA( Taman Pendidikan Al-Qur’an). Selain itu. Kurikulum pendidikan nasional yang hanya mengalokasikan waktu 2 jam pelajaran setiap minggunya untuk pelajaran agama juga menjadi alasan berdirinya lembaga lembaga-lembaga pendidikan agama separti TPA/TPQ. apalagi ditengah kehidupan masyarakat kita yang semakin moderen dan canggih yang banyak membawa dampak negative terutama kepada anak anak. Permasalahan besar ini tidak akan terselesaikan hanya dengan mendirikan lembaga lembaga-lembaga pendidikan islam seperti TPA.

Namun demikian. 4 . di perjalanan. istilah ini lebih sering diartikan secara berbeda dari masa ke masa. yang tersebar di Indonesia pada umumnya serta di Aceh khususnya yang masih menerapkan metode tradisional dalam mengajari santrinya membaca Al-Qur’an. tempat bermain.” Definisi ini mengandung arti bahwa seseorang berpikir dan memberi makna pada pengalaman-pengalaman yang dilaluinya. Ia mengatakan bahwa pendidikan liberal lebih berorientasi pada bidang studi dan menekankan . mendefinisikan pendidikan mempunyai sebagai “rekonstruksi aneka pengalaman dan peristiwa yang dialami dalam kehidupan individu sehingga segala sesuatu yang baru menjadi lebih terarah dan bermakna.Dalam dunia pendidikan islam sendiri dikenal sebuah metode pembelajaran Al Al-Qur’an yaitu “metode iqra”. Atau mungkin pula diterjemahkan secara sederhana sebagai pertumbuhan dan perkembangan. atau di rumah. Namun tidak bisa kita pungkiri dari sekian banyak TPA Al Qur’an. lapangan olahraga. pendidikan B. Lebih jauh definisi tersebut mengandung arti bahwa pengalaman pendidikan seseorang terdiri dari segala sesuatu yang ia lakukan dari mulai lahir sampai ia mati. termasuk oleh ahli yang berbeda pula. Dalam hal ini di perlukan sebuah perubahan terhadap metode yang m Al telah ada dan mengantinya dengan metode baru yang lebih efektif dan efisie . Orang lain mungkin menerjemahkannya sebagai sejumlah pengalaman yang memungkinkan seseorang mendapatkan pemahaman dan pengetahuan baru yang lebih baik. John Dewey. Seseorang belajar dengan cara melakukan. Metode ini sudah lama diterapkan di TPA-TPA di Indonesia dan dianggap paling efektif karena memudahkan para ing santri untuk lebih cepat dalam belajar membaca Al-Qur’an. seorang pendidik yang mempunyai andil besar dalam dunia pendidikan. yang nantinya dapat membantu efisien. Morse (1964) membedakan pengertian pendidikan ke dalam istilah pen pendidikan liberal (liberal education) dan pendidikan umum (general ( education). tercapainya tujuan dari pendidika TPA itu sendiri. HAKEKAT PENDIDIKAN Istilah “Pendidikan” merupakan kata yang tidak asing lagi untuk hampir setiap orang. kelas. Kata kuncinya adalah melakukan atau mengerjakan. Pendidikan dapat terjadi di perpustakaan.

Tujuan utamanya adalah penguasaan materi pembelajaran secara subject centered). mengalami gangguan emosional.penguasaan materinya (subject centered). ). Setiap siswa diberi kebebasan untuk memilih materi pembelajaran yang au diinginkannya dan memperoleh pelatihan dari bidang kejuruan yang berbeda-beda. koordinasi. Pembelajaran secara individual pada dasarnya merupakan pembelajaran untuk semua siswa. pada jaman sekarang ini lebih menekankan pada pengembangan individu secara utuh. pendidikan modern lebih bersifat memperhatikan “pelakunya” dari pada bidang studi atau materinya. danoleh karena itu. termasuk program untuk embelajaran siswa yang mempunyai kelambanan dalam perkembangannya. 5 . Pengajar tidak hanya ecara memperhatikan perolehan akademisnya akan tetapi juga kemampuan bicara. dan siswa yang memiliki cacat fisik atau mental. Pemikiran pendidikan seperti ini sudah tidak bisa lagi diterapkan dalam konteks pendidikan jasmani sekarang ini. Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Kebanyakan sekolah sekarang ini menganut filsafat modern. Dengan kata lain pendidikan beda. Sementara itu. Pendidikan pada jaman sekarang lebih banyak menekankan pada pengembangan individu secara total.Para guru mencoba membantu setiap individu untuk belajar memecahkan masalah masalah-masalah baik emosional maupun fisikal yang dihadapi oleh setiap siswa. Tujuan utamanya adalah mencapai perkembangan individu secara menyeluruh sambil tetap memperhatikan perkembangan perilaku intelektual dan sosial individu sebagai produk dari belajarnya ( intelektua (child centered). pengertian pendidikan seperti ini dipandang bersifat tradisional. dan keterampilan sosialnya. mendalam dan bahkan jika mungkin sampai tuntas.

Doa untuk orang tua .Doa masuk dan keluar mesjid .Doa sebelum belajar . maka dapat memilih yang cocok (sesuai) untuk diterapkan .1 Pengenalan huruf-huruf tunggal pada huruf hijaiyah satu persatu 1.Senandung doa Al AlQuran . KURIKULUM TPA TUJUAN KURIKULER Santri memahami dan menghayati AlQuran sebagai Kitab Suci dan menjadikan kebiasaan serta kegemaran membaca Al-Quran. Santri mampu mengenal dan membaca huruf hijaiyah sesuai makhraj (tepat) 2.Takbiratul ihram dan doa Iftitah oa .Latihan menyimak dan melafadzkan Ke-1 Ke-1 Ke-2 Ke-2 Ke-3 .Surat Al= Ikhlas URAIAN . demonstrasi.Latihan tanya jawab.C.Latihan membaca huruf tunggal PROGRAM BULAN I (Pertama) PEKAN 4 Bulan METODE .Latihan menulis huruf tunggal .Surat Fatihah .Klasikal (menghafal bersama) dan privat Materi hafalan santri TK/ TPA Ke-4 Ke-4 Ke-4 6 . adzan serta melaksanakan sholat dengan baik dan benar TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS 1.2 Pengenalan huruf-huruf tunggal dalam Al-Quran 1. baik secara tadarus maupun tartil dengan cara yang fasih menurut kaidah ilmu tajwid dan dapat berwudhu.3 . Santri mampu menulis huruf tunggal dalam AlQuran (huruf hijaiyah) 3. Santri mampu menghapal 4 doa harian 2 bacaan sholat dan 2 surat pendek BAHAN PENGAJARAN POKOK BAHASAN 1. penugasan dengan cara bermain SARANA SUMBER Buku Iqra Jilid 1 dan peraga PENILAIAN Tes tulis Tes perbuatan Tugas observasi Tes Tertulis KETERANGAN Pada metode dan penilaian terdapat beberapa bentuk metode dan penilaian.Doa sebelum dan sesudah wudhu .

dan 1 4. Pengenalan bentuk huruf . bacaan shalat. 3 surah pendek. Surah An-Nashr Nashr 9. Surah Al-Falaq 8. KETERANGAN Pada metode dan penilaian terdapat beberapa bentuk metode dan penilaian. demonstra-si. Pengenalan tanda panjang 2.1. Tugas observasi. Bacaan ruku’ & sujud PROGRAM BULAN II (Kedua) URAIAN . Do’a kafaratul majlis 2.TUJUAN KURIKULER TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS 1. Do’a akan & bangun tidur 5. Santri diharapkan mampu menulis huruf sambung. Santri mampu membedakan bacaan panjang dan pendek 2. Do’a kelancaran bicara 3.1. Surah An-Naas 7.Latihan membaca .dan melafadzkan PEKAN 4 Pekan 4 Pekan Ke – 1 Ke – 2 Ke – 2 Ke – 3 Ke-1 & Ke-3 Ke – 3 Ke – 4 Ke – 4 Ke – 4 METODE -Latihan tanya jawab. BAHAN PENGAJARAN POKOK BAHASAN 1. 7 . 3. Tes perbuatan.huruf sambung 3.Latihan menulis . maka dapat memilih yang cocok (sesuai) untuk d-terapkan. penugasan dengan cara ber-main -Klasikal (menghafal bersama) dan .privat SARANA SUMBER Buku Iqra’ jilid 2 dan alat peraga Materi hafalan santri TKA / TPA PENILAIAN Tes tulis. Do’a meminta rahmat 4.Latihan menyimak . Do’a berpakaian 6.1. dan Tes tertulis. Santri mampu hafal 5 do’a harian.

1. 4 surah. Surah Al-Kafirun Kafirun 8. dan Tes tertulis. Do’a keluar rumah 2. 2. dan 2 bacaan shalat.Bermain SARANA SUMBER Buku Iqra’ jilid 3 dan alat peraga PENILAIAN Tes tulis. 1. Santri mampu mengenal tandatanda baca serta membacanya dengan fasih BAHAN PENGAJARAN POKOK BAHASAN 1. demonstrasi. Surah Al-Lahab Lahab 7. Tugas observasi. KETERANGAN Pada metode dan penilaian terdapat beberapa bentuk metode dan penilaian. Tes perbuatan. Pengenalan tanda – tanda baca Kasroh. Bacaan I’tidal 9. Do’a minta di tunjukan kebenaran 3. maka dapat memilih yang cocok (sesuai) untuk diterapkan. Dhomah.. Surah Al-Ma’un Ma’un 6. Do’a mensyukuri nikmat 4. Bacaan duduk . Santri mampu hafal 3 do’a. Surah Al-Kautsar Kautsar 5.Latihan menyimak dan melafadzkan Ke – 1 Ke – 1 Ke – 2 Ke – 2 Ke–2& Ke3 Ke – 3 Ke – 4 Ke – 4 Ke – 4 ~ Klasikal (menghafal bersama) dan privat Materi hafalan santri TKA / TPA 8 . 1. dan tanda panjang. URAIAN . penugasan dengan cara .Latihan membaca III PROGRAM METODE BULAN (Ketiga) PEKAN 4 Pekan ~ Latihan Tanya jawab. TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS 1.TUJUAN KURIKULER Santri memahami dan menghayati Al-Qur’an sebagai kitab suci dan menjadkan kebiasaan serta kegemaran membaca Al-Qur’an baik secara tadarrus maupun tartil dengan cara yang fasih serta mampu berdo’a dan beramal shaleh.

2.Pengenalan Nun 3.Pengenalan perbedaan Hamzah mati.Surah Al AlHumazah URAIAN .1.1. Qalqalah serta membacanya dengan fasih. Santri mampu mengenal tanda Tanwin. BAHAN PENGAJARAN POKOK BAHASAN 1. Tes perbuatan.Do’a Masuk & keluar WC 3. KETERANGAN Pada metode dan penilaian terdapat beberapa bentuk metode dan penilaian. 3 surah pendek.Bacaan Sshalawat 6. dan 2 bacaan shalat. Nun dan Sukun.Surah Al-Fiil .Latihan mebaca .TUJUAN KURIKULER TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS 1. penugasan dengan cara bermain -Klasikal (menghafal beersama) dan .dan melafadzkan PROGRAM BULAN IV (Keempat) PEKAN 4 Pekan Ke – 1 Ke – 1 Ke – 2 Ke – 2 Ke–2& Ke3 Ke – 4 Ke – 4 Ke – 4) METODE -Latihan Tanya jawab.Do’a akan & sesudah makan 4.Surah Al-Quraisy Quraisy 7. Pengenalan Qolqolah 4. Santri mampu hafal 3 do’a.Privat SARANA SUMBER ~Buku Iqra’ jilid 4 dan alat peraga Materi hafalan santri TKA / TPA PENILAIAN Tes tulis. Kaf mati. Do’a kebaikan dunia & akhirat 2.Latihan menyimak . dan Qaf mati 2. maka dapat memilih yang cocok (sesuai) untuk diterapkan.Bacaan Tasyahud 5.8. Pengenalan tanwin 2. demonstrasi. dan Tes tetulis. 9 . Tugas observasi. ‘Ain mati.

Surah Al-Ashr 5.Latihan membaca -Latihan menyimak dan melafadzkan PROGRAM BULAN V (Kelima) PEKAN 4 Pekan Ke – 1 Ke – 2 Ke – 3 Ke – 3 Ke – 4 Ke – 4 METODE .Surah Al-Qoriah Qoriah URAIAN .1. Tes perbuatan. maka dapat memilih yang cocok (sesuai) untuk diterapkan. Santri mampu hafal 2 doa. Begitu juga mampu berdo’a dan beramal shaleh.Privat SARANA SUMBER Buku Iqra’ jilid 5 dan alat peraga Materi hafalan santri TK/TPA PENILAIAN Tes tulis. bacaan panjang 5-6 harokat. penugasan dengan cara bermain . Doa akan & sesudah tidur 2. Pengenalan tanda waqaf 2.TUJUAN KURIKULER Santri memahami dan menghayati Al-Quran sebagai kitab suci dan menjadkan kebiasaan serta kegemaran membaca Al-Qur’an baik secara tadarrus maupun tartil dengan cara yang fasih menurut kaidah ilmu tajwid dan dapat melaksanakan wudhu.Klasikal (menghafal bersama) dan . Do’a naik kendaraan 3.Latihan Tanya jawab. Pengenalan Alif lam Qamariyah dan Alif lam Syamsiyah 2. Tugas observasi. Pengenalan bacaan dengung 4. 1 bacaan sholat. demonstrasi. 10 . adzan serta shalat dengan baik dan benar.1. 2. Pengenalan tanda panjang 5 – 6 harakat (Mad Far’i) 3. dan 3 surah pendek BAHAN PENGAJARAN POKOK BAHASAN 1.Surah At-Takatsur Takatsur 6. TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS 1. bacaan dengung. Bacaan do’a sebelum salam dalam shalat 4. Santri mampu membaca dan mengetahui tanda-tanda waqof. KETERANGAN Pada metode dan penilaian terdapat beberapa bentuk metode dan penilaian. dan Tes tetulis. Alif Qomariyah dan Alif Syamsiyah.

demonstrasi. 2. 2. Santri mampu mengenal bacaan-bacaan pendek gharib & bacaan awal-awal surah BAHAN PENGAJARAN POKOK BAHASAN 1. Surah Al-Qadr Qadr . Do’a setelah adzan 3. Santri mampu hafal 4 do’a.1. Tes perbuatan. Surah Al-‘Adiyat ‘Adiyat 7. Tes tetulis.TUJUAN KURIKULER TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS 1.Latihan menyimak dan melafadzkan Ke – 1 Ke – 1 Ke – 2 Ke – 2 Ke – 3 Ke – 3 Ke – 4 Ke – 4 -Klasikal (menghafal bersama) dan Privat Materi hafalan santri TK/TPA 11 . penugasan dengan cara bermain SARANA SUMBER Buku Iqra’ jilid 5 & 6 dan alat peraga PENILAIAN Tes tulis. Dzikir ba’da sholat 6. Dzikir ba’da shalat. Tugas observasi. Doa mendengar adzan 2.Pengenalan cara membaca awal surah URAIAN -Latihan membaca PROGRAM BULAN V/ VI (Kelima/Ke enam) PEKAN 4 Pekan METODE -Latihan tanya jawab. maka dapat memilih yang cocok (sesuai) untuk diterapkan. Do’a ketika sakit 4. Pengenalan bacaan pendek khusus 2. dan 3 surah pendek. dan Tes praktek KETERANGAN Pada metode dan penilaian terdapat beberapa bentuk metode dan penilaian. Do’a menjenguk orang sakit 5.1. Surah Al-Zalzalah Zalzalah 8.

48 : 28 – 29 13. Q. Saktah.Ke4 Ke-5Ke10 Ke-11 Ke-12 Ke-13 Ke15 Ke-11 Ke-12 Ke – 16 Ke – 17 Ke – 18 Ke-19 Ke-20 Ke-21Ke-22 Ke-23 Ke-24 Ke-25 Ke-26 Ke-27 Ke-28 Ke-29 Ke-30 Ke-31 Ke-32 Ke-33Ke-34 Ke-35 ~ Ke-36 Ke-5 sampai Ke-10 METODE ~ Privat. Tugas observasi.1. Pengenalan waqaf mu’anaqah 3.S. Mendengarkan bacaan atau menuntun / mencontoh bacaan ~ Klasikal (menghafal bersama) ~ Privat SARANA SUMBER Al-Qur’an. Q. Praktek Shalat (Fardhu & Sunnah ) URAIAN ~ Latihan membaca dan menyimak (Juz 1-30 ) ~ Menyimak. Ayat Kursi 3. Isymam. 2 : 284 – 286 9. Surah Al-‘Adiyat ‘Adiyat 8.1. Tes perbuatan. Tadarrus bit Tartil (Murattal). Surah Al-Bayyinah Bayyinah 4. Materi hafalan santri TKA/TPA PENILAIAN Tes tulis. 12 . Buku Qur’an. BAHAN PENGAJARAN POKOK BAHASAN 1.S. dan pemantapan hafalan doa dan bacaan shalat. Praktek Adzan & Iqamah 3. Surah Al-Insyirah Insyirah 6.S. pengenalan isymam 5. Imalah.XII (Ketujuh – Kedua belas) PEKAN 36 pekan (6 bulan) Ke-1. dan alat peraga. dan Tashil 2. Surah Al-‘Alaq ‘Alaq 5. melafadzkan serta memantapkan dan kemudian menyempurnakan target hafalan PROGRAM BULAN VII . TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS 1. 3 : 133 – 136 10. Tes tetulis. Begitu jugamampu berdo’a dan beramal shaleh. Surah At-Tiin 7.S. 16 : 65 – 69 11. Tadarrus Al Al-Qur’an 2. ~ Latihan praktek ibadah yang benar disertai dengan adanya bimbingan khusus. Pemantapan Do’a 2. Santri mampu tadarrus AlQur’an serta mampu membaca dan mengetahui tanda Mu’anaqah.S. 62 : 9 – 11 15. 23 : 1 – 11 12. Al Waqfu wal Ibtida’.1. Q. Q. Pengenalan tashil 2.S. tajwid praktis. Q. maka dapat memilih yang cocok (sesuai) untuk di-terapkan. Pengenalan saktah 4.TUJUAN KURIKULER Santri memahami dan menghayati Al-Quran sebagai kitab suci dan menjadkan kebiasaan serta kegemaran membaca Al-Qur’an baik secara tadarrus maupun tartil dengan cara yang fasih menurut kaidah ilmu tajwid dan dapat melaksanakan wudhu. Q. 55 : 1 – 16 14. Santri mampu hafal 5 surah pendek.S. dan tes praktek KETERANGAN Pada metode dan penilaian terdapat beberapa bentuk metode dan penilaian. Q. 9 ayat pilihan. Praktek Wudhu & Tayamum 2. Pemantapan bacaan Shalat 3. adzan serta shalat dengan baik dan benar.

Sandi Novian Kepala Desa Gajah Mekar. Hj. Ustd.LEMBAR PENGESAHAN Pimpinan TPA Nurul Huda. Oya Ursianah 13 . Ketua KKN Posdaya UPI. Husein .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful