ETIOLOGI Tidak diketahui dengan pasti. Pre-eclampsia, the disease of theories (Zweifel, 1916).

Faktorpredisposisi: 1)Primigravida atau nullipara, terutama pada umur reproduksi ekstrem, yaitu remaja dan umur 35 tahun ke atas. 2)Multigravida dengan kondisi klinis : a)Kehamilan ganda dan hidrops fetalis. b)Penyakit vaskuler termasuk hipertensi esensial kronik dan diabetes mellitus. c)Penyakit-penyakit ginjal. 3)Hiperplasentosis : --Molahidatidosa,kehamilan ganda, hi drops fetalis, bay i besar,diabetes mellitus. 4)Riwayat keluarga pernah pre-eklamsia atau eklamsia. 5)Obesitas dan hidramnion. 6)Gizi yang kurang dan anemi. 7)Kasus-kasus dengan kadar asam urat yang tinggi, defisiensikalsium, defisiensi asam lemak tidak jenuh, kurang antioksidans. PATOGENESISBelum diketahui dengan pasti. Proses iskemik uteroplasenter menyebabkan vasospasmusarteriole/kapiler secara umumsehingga menimbulkan kelainan patologis pada organ-organvital. PRE-EKLAMSIA RINGAN Kriteria 1) Tekanan darah > 140/90 mmHg atau tekanan darah sistoliknaik > 30 mmHg atau kenaikan tekanan darah diastolik > 15mmHg tetapi < 160/110 mmHg. 2)Edema dan/atau3) Proteinuria, setelah kehamilan 20 minggu. Pencegahan Karena etiologi belum pasti, faktor predisposisi harusdihindari/diperkecil. Pemeriksaan antenatal harus teratur, clancukup istirahat dan diet yang sesuai.

terminasi keha-milan dilakukan pada kehamilan 37 minggu. TIDAK BOLEH DIBERIKAN DIURETIKUM ATAU ANTIHIPERTENSI. LewatTP dilakukan induksi partus. atau kalau dijumpaisalah satu atau lebih gejala PE berat.sedangkan wanita lain dengan tekanan darah 180/120 belumtentu menderita kejang. hematokrit.Pengobatan A.asam urat. Catatan : 1)Pre-eklamsia ringan bukan berarti risiko kurang terhadapibu dan janin.Sedativa : phenobarbital 3 x 30 mg per hari/oral atau diaze-pam 3 x 2 mg per hari/oral (7 hari). -Periksa ulang 1 x 1 minggu. 2)Kenaikan berat badan ibu ? 1 kg per minggu selama 2 kaliberturut-turut. -. urine lengkap (m. -.Pemeriksaan Laboratorium : Hb. fungsi hati.penderita dimasukkan ke golongan PE berat.s. 2)Tekanan darah saja tidak dapat dipakai sebagai parameteruntuk menentukan ringanberatnyapenyakit. . fungsi ginjal. sebab tekanan darah135/85 pun pada seorang wanita dapat menyebabkan kejang.u).Penderita baru dirawat : 1)Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan tidak menunjuk-kan adanya perbaikan gejalagejala pre-eklamsi. trombosit. -Makanan cukup protein. persalinannya ditunggu sampai 40 minggu. 3)Kalau setelah 1 minggu dirawat tidak jelas terjadi perbaikan. B. rendah karbohidrat.Penderita PE ringan yang tekanan darahnya turun selamaperawatan tetapi belum mencapai normotensif. 3)Sebaiknya pre-eklamsia ringan dirawat di rumah sakit jikafasilitas memungkinkan. -Roboransia (vitamin dan mineral).Rawat jalan : -Banyak istirahat (baring/tidur miring). rendah lemakdan garam. Persalinan : penderita PE ringan yang mencapai normotensif selamaperawatan. sebab pre-eklamsia ringan pun mungkin menjadipre-eklamsia berat atau eklamsia pada waktu yang singkat. -.

Prawirohardjo S. 1985. Penanganan preeklamsi dan eklamsi. Angsar MD dkk. Handaya S. 1985. Kongres Nasional IBI ke-IX. Preeclampsia. 6. 3. 198 Cermin Dunia Kedokteran. Pedoman penanganan hipertensi dalam kehamilan. 7. Edisi Khusus No. Mac Gillivray J. Obgin FK-USU/RSU. 1988. WB Saunders Co [ad. Ed I. 1983. William Obstetrics. 1992 PRE EKLAMPSIA RINGAN Posted on Juli 17. 1979. 17th Ed. Simanjuntak P. the hypertensive diseases of pregnancy. Preekaamsia dan eklamsia. 4. 2008 by kuliahbidan . 80. 5. Hypertensive disorders in pregnancy. Medical Committee Bag. 2. Pimgadi Medan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. Pedoman pengelolaan hipertensi dalam kehamilan di Indonesia. Pritchard JA et at. Simanjuntak P dkk. Satgas Gestosis POGI. Dr. Medan. Soetomo Surabaya. 1976. Simanjuntak P.Angsar MD. Pedoman diagnosis dan terapi RSUD Dr.

b. antihipertensi dan sedativum. Vitamin pre natal. e. Rawat inap (hospitalisasi) Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) : 1. Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu. Indikasi pre eklampsia ringan yang dirawat inap (hospitalisasi) a. Pengukuran produksi urin setiap 3 jam (tidak perlu dengan kateter tetap). Tes fungsi ginjal dengan pengukuran kreatinin serum. Pengukuran desakan darah setiap 4 jam kecuali ibu tidur. Hematokrit dan trombosit 2 kali seminggu. d. Di Indonesia tirah baring masih diperlukan. Pengamatan gerakan janin setiap hari b. kenaikan darah sistolik 30 mmHg atau lebih dan kenaikan darah diastolik 15 mmHg atau lebih.Gangguan visus . e. .Nyeri kuadran kanan atas perut . d. Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda pre eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau lebih. Pengamatan yang cermat adanya edema pada muka dan abdomen. 6. b. 4. 2. Kriteria diagnostik pre eklampsia ringan : 1. Pada dasarnya sama dengan terapi ambulatoar. NST 2 kali seminggu c. Pemeriksaan kesejahteraan janin a. Penimbangan berat badan pada saat ibu masuk rumah sakit dan penimbangan dilakukan tiap hari. Pengamatan dengan cermat gejala pre eklampsia dengan impending eklampsia : . d. c. Diet reguler : tidak perlu diet khusus. Pemeriksaan dan monitoring pada ibu a. Hasil tes laboratorium yang abnormal. 3. Proteinuria dipstick pada waktu masuk dan minimal diikuti 2 hari setelahnya. Tes fungsi hepar 2 kali seminggu. Proteinuria 300 mg/24 jam atau lebih jumlah urin atau dipstick +1 atau lebih. 5. Hipertensi yang menetap selama lebih 2 minggu. 3. dianjurkan ambulasi sesuai keinginannya. Desakan darah 140/90 – 160/110 mmHg. d. Pengelolaan obstetrik .Nyeri kepala frontal atau occipital. ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkan. Rawat jalan (ambulatoir) 2. 2. Adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat. Profil biofisik janin. tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik pre eklampsia tetapi perlu observasi yang cermat. Proteinuria yang menetap selama lebih 2 minggu. Ultrasound Doppler arteri umbilikalis. 2.Pre eklampsia ringan adalah sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endothel.Nyeri epigastrium 3. Tidak perlu restriksi konsumsi garam. Tidak perlu pemberian diuretik. b. c. bila NST non reaktif. 2. Pengelolaan pre eklampsia ringan dapat secara : 1. arteri uterina. c. Edema : lokal pada tungkai tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik kecuali anasarka. Terapi medikamentosa : 1. 4. Evaluasi pertumbuhan janin dengan USG setiap 3-4 minggu. Tidak mutlak harus tirah baring. asam urat dan BUN. Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) : 1. Pemeriksaan laboratorium a.

Bila serviks matang pada taksiran tanggal persalinan dapat dipertimbangkan dilakukan induksi persalinan. Bagian penyakit jantung 3. http://kuliahbidan. Bila penderita sudah inpartu Perjalanan persalinan dapat diikuti dengan grafik Friedman atau partograf WHO. b. Bagian lain atas indikasi. Bila penderita tidak inpartu . Update : 23 Februari 2006 Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. ke-2. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. . 2005. Bagian penyakit mata 2. Selama dirawat di rumah sakit dilakukan konsultasi pada : 1.Tergantung umur kehamilan : a. Ed. 2. Kehamilan dipertahankan sampai timbul onset partus.wordpress. kehamilan dapat dipertahankan sampai aterm.Umur kehamilan 37 minggu atau lebih 1.com/2008/07/17/pre-eklampsia-ringan/ .Umur kehamilan kurang 37 minggu Bila tanda dan gejala tidak memburuk.

Penambahan berat badan yang berlebihan bila terjadi kenaikan 1 Kg seminggu berapa kali. hiperlefleksia. terdapat edema dan sianosis. Teori yang sekarang dipakai adalah teori Iskhemik plasenta. jari tangan. dan muka. Pre eklamasi diikuti dengan timbulnya hipertensi disertai protein urin dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan (Ilmu Kebidanan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo. jari tangan dan muka. nerkosis ditemukan dalam berbagai alat tubuh. : protein urin positif 1. walaupun belum jelas bagaimana hal itu terjadi. yakni yang langsung disebabkan oleh kehamilan. oliguria (urine. Namun teori ini juga belum mampu menerangkan semua hal yang berhubungan dengan penyakit ini. Jakarta. Fak. Penimbunan fibrin dalam pembuluh darah merupakan faktor penting juga dalam patogenesis kelainan-kelainan tersebut. Perlu dikemukakan disini bahwa tidak ada perubahan histopatologik khas pada pre-eklamsi dan eklamsi. Fak. edema. edema umum. nyeri kepala. Media Aesculapius. Klasifikasi Pre-eklamsi Pre-eklamsia digolongkan menjadi 2 golongan : Pre-eklamsia ringan : kenaikan tekanan darah diastolik 15 mmHg atau >90 mmHg dengan 2 kali pengukuran berjarak 1jam atau tekanan diastolik sampai 110mmHg. hipertensi dan proteinuria.(Kapita Selekta Kedokteran. : kenaikan tekanan darah sistolik 30 mmHg atau > atau mencapai 140 mmHg. Edema terlihat sebagai peningkatan berat badan. infark. banyak teori yang coba dikemukakan para ahli untuk menerangkan penyebab. sebagian besar pemeriksaaan anatomik patologik berasal dari penderita eklampsi yang meninggal. merupakan kesatuan penyakit. UI Jakarta. Kenaikan BB > 1Kg/mgg. Patologi Pre-eklamsi ringan jarang sekali menyebabkan kematian ibu. UI Jakarta. gangguan kesadaran. (Ilmu Kebidanan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo. namun belum ada jawaban yang memuaskan. Mansjoer Arif. Oleh karena itu. 2000). kaki. Pada penyelidikan akhir-akhir ini dengan biopsi hati dan ginjal ternyata bahwa perubahan anatomi-patologik pada alat-alat itu pada pre-eklamsi tidak banyak berbeda dari pada ditemukakan pada eklamsi. Diagnosis pre-eklamsia ditegakkan berdasarkan adanya dua dari tiga gejala. Tekanan darah > 140/90 mmHg atau tekanan sistolik meningkat >30 mmHg atau tekanan diastolik >15 mmHg yang diukur setelah pasien beristirahat selama 30 menit.TINJAUAN PUSTAKA Definisi Pre-eklamsi dan eklamsi. Perdarahan. yaitu penambahan berat badan yang berlebihan. nyeri epigastrik. Perubahan tersebut mungkin sekali disebabkan oleh vasospasmus arteriola. gangguan penglihatan. 1998). Pre-eklampsia berat : tekanan diastolik >110 mmhg : protein urin positif 3. Etiologi Penyebab pre-eklamsi belum diketahui secara pasti. 1998). 5gr/L). Perubahan-perubahan pada organ : . pembengkakan kaki.

perdarahan dan nekrosis Menimbulkan nyeri kepala yang berat Paru-paru Berbagai tingkat edema Bronkopnemonia sampai abses Menimbulkan sesak nafas sampai sianosis Jantung Perubahan degenerasi lemak dan edema Perdarahan sub-endokardial Menimbulkan dekompensasio kordis sampai terhentinya fungsi jantung Aliran darah keplasenta Spasme arteriol yang mendadak menyebabkan asfiksia berat sampai kemaian janin . edema sekitar diskus optikus Ablasio retina (lepasnya retina) Menyebabkan penglihatan kabur Otak Spasme pembuluh darah arteriol otak menyebabkan anemia jaringan otak. trombosis pada lobus hati Rasa nyeri di epigastrium karena perdarahan subkapsuler Retina Spasme areriol.Perubahan hati Perdarahan yang tidak teratur Terjadi nekrosis.

Pada pre-eklamsi ringan gejala subjektif belum dijumpai. tetapi pada pre-eklamsia berat diikuti keluhan sebagai berikut : Sakit kepala terutama daerah frontal Rasa nyeri daerah epigastrium Gangguan penglihatan Terdapat mual samapi muntah Gangguan pernafasan sampai sianosis Gangguan kesadaran . dan terakhir terjadi proteinuria. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Ida Bagus Gede Manuaba. 1998). Gambaran Klinik Pre-Eklampsi Dimulai dengan kenaikan berat badan diikuti edema. (Ilmu Kebidanan. mengganggu pertumbuhan janin Perubahan ginjal Spasme arteriol menyebabkan aliran darah ke ginjal menurun sehingga fitrasi glomerolus berkurang Penyerapan air dan garam tubulus tetap terjadi retensi air dan garam Edema pada tungkai dan tangan.Spasme yang berlangsung lama. Jakarta : EGC. Pada kaki dan tangan. kenaikan tekanan darah. paru dan organ lain Perubahan pembuluh darah Permeabilitasnya terhadap protein makin tinggi sehingga terjadi vasasi protein ke jaringan Protein ekstravaskuler menarik air dan garam menimbulkan edema Hemokonsentrasi darah yang menyebabkan gangguan fungsi metabolisme tubuh dan trombosis.

Pada umunya pemberian diuretik dan anti hipertensi pada pre-eklamsia ringan tidak dianjurkan karena obat-obat tersebut tidak menghentikan proses penyakit dan juga tidak memperbaiki prognosis janin. Pada dasarnya penanganan terdiri dari penanganan medik dan obstetrik. Proteinuria pada pre-eklamsia jarang timbul sebelum TM ke 3. (Ilmu Kebidanan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo. Fak. Selain itu juga mengurangi kebutuhan volume darah yang beredar. penderita dibolehkan pulang. pemakaian obat-obatan tersebut dapat menutupi tanda dan gejala pre-eklamsia berat. Pencegahan Pre-Eklamsia Belum ada kesepakatan dalam strategi pencegahan pre-eklamsia. aliran darah ke ginjal juga elbih banyak. (Kapita Selekta Kedokteran.scribd. Penanganan obstetrik ditujukan untuk melahirkan bayi pada saat yang optoimal yaitu sebvelum janin mati dalam kandungan akan tetapi sudah cukup matur untuk hidup di luar uterus. Oleh sebab itu.pada keadaan muda atau bulan postpartum akan sangat berguna untuk membuat diagnosis. 1997). suplemen kalsium. walaupun penderita istirahat dengan pengobatan medik. sedangkan pada penyakit ginjal timbul lebih dulu. asapirin. penderita tetap tinggal dirumah sakit. magnesium dan lain-lain). protein +1 atau lebih. akan tetapi harus dipaksa lebih sering. Beberapa penelitian menunjukkan pendekatan nutrisi (diet rendah garam. antihipertensi. Selain itu. 1998). Jakarta : 2000) Penanganan Tujuan utama penanganan ialah : Pencegahan terjadi pre-eklamsia berat dan eklamsia Melahirkan janin hidup Melahirkan janin dengan trauma sekecil kecilnya. Pemberian fenobarbital 3 x 30mg sehari akan meningkatkan penderita dan dapat juga menurunkan tekanan darah. Dalam hal ini pengakhiran kehamilan dilakukan walaupun janin masih prematur. (Ilmu Kebidanan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo. dll) dapat mengurangi timbulnya pre-eklamsia. Pada umumnya indikasi untuk merawat penderita pre-eklamsi di rumah sakit ialah tekanan darah siscol 140 mmHg atau lebih dan atau tekanan darah diastol 90 mmHg.com/doc/15417765/Pre-Eklamsia-Ringan-PKK-II Preeklamsia – Hipertensi karena kehamilan Pengertian . retensi cairan dan proteinuria bertambah. persalinan tidak lama lagi. Fak. dengan istirahat biasanya tekanan darah turun dan adema berkurang. Tekanan pada ekstermitas bawah turun dan resobsi aliran darah tersebut bertambah. sampai persalinan cukup bulan atau > 37 minggu. diit tinggi protein. Untuk diagnosis penyakit ginjal saat timbulnya proteinuria banyak menolong.Diagnosis Pada umumnya diagnosis diferensial antara pre-eklamsia dengan hipertensi manahun atau penyakit ginjal tidak jarang menimbulkan kesukaran. tunggu dengan melakukan induksi persalinan. Kenaikan berat badan 1. Atau medikamentosa (teofilin. Bila keadaan janin mengizinkan. http://www. Karena biasanya hamil sudah tua. UI Jakarta.5 Kg atau lebih dalam seminggu berulang Penambahan edema berlebihan tiba-tiba Penanganan pre-eklamsia ringan Istirahat di tempat tidur masih merupakan terapi untuk penanganan pre-eklamsia. Mansjoer Arif … Media Aesculapius. Tekanan darah meningkat. Istirahat dengan berbaring pada posisi tubuh menyebabkan pengaliran darah ke plasenta meningkat. Pada hipertensi menahun adanya tekanan darah yang meninggi sebelum hamil. Bila hipertensi menetap. diuretic. Setelah keadaan normal. Beberapa kasus pre-eklamsia ringan tidak membaik dengan penanganan konservatif. UI Jakarta.

 Pemeriksaan darah. Kelelahan. Penyebab pasti terjadinya kasus preeklamsia tidak diketahui. dan ibu hamil berusia lebih dari 40 tahun · Ibu hamil yang sebelum kehamilannya memiliki penyakit darah tinggi atau penyakit ginjal Gejala-gejala preeklamsia Preeklamsia digolongkan preeklampsia ringan dan preeklamsia berat dan gejala serta tanda sebagai berikut: Preeklamsia ringan 1. Hal seperti ini juga disebut sebagai toxemia atau pregnancy induced hypertension (PIH). sakit di bagian perut. sakit kepala yang parah. mual/muntah. Ibu Hamil yang berisiko menderita Preeklamsia Berikut ini daftar ibu hamil yang memiliki resiko tinggi mengalami preeklamsia: · Baru pertama kali hamil · Ibu hamil yang ibunya atau saudara perempuannya pernah mengalami preeklamsia · Ibu hamil dengan kehamilan kembar. 6. 3. 5. tinggi. Keluhan ini muncul saat tekanan darah menjadi tidak normal. Tidak dapat melihat cahaya yang terang. 4. . Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam satu minggu.3 gr setelah kehamilan 20 minggu : partikel protein yang padat ditemukan dalam urin sesudah urin dididihkan . Tekanan darah diastole 90 atau kenaikan 15 mm Hg dengan interval periksaan jam. Sakit di perut bagian kanan atas. bersama dengan meningkatnya kadar protein di urin dan berbagai gejala umum lainnya seperti kaki bengkak. 4. Pre-eklamsia jika tidak ditangani dengan baik dapat membawa efek yang buruk untuk ibu dan janin yang sedang dikandung. tangan (menggunakan cincin yang terlalu ketat) Preeklamsia berat: 1. Pandangan kabur 3. 5. proteinuria (protein dalam urin) 0. ibu hamil usia remaja. Tekanan darah sistolik 140 atau kenaikan 30 mm Hg dengan interval pemeriksaan 6 Jam 2. proteinuria merupakan tanda bahwa peristiwa preeklamsia tersebut serius. selama kehamilan.Preeklamsia adalah suatu kondisi dimana tekanan darah meningkat selama masa kehamilan. Segera hubungi dokter bila mengalami pandangan kabur. Edema : pada wajah.  Pemeriksaan retina: untuk mendeteksi perubahan pada pembuluh darah retina. Pemeriksaan penunjang Pada pemerikasaan penunjang dilakukan sebelum kelahiran untuk menegakkan diagnosis dapat mencangkup:  Pemeriksaan spesimen urin mid-steam untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi urin. dan jarang sekali BAK. khususnya untuk mengetahui kada ureum darah (untuk menilai kerusakan pada ginjal) dan kadar hemoglobin. sebagai akibat dari kerusakan yang sebenarnya pada ginjal. Sedikit buang air kecil (BAK). Napas pendek dan cenderung mudah cedera. Preeklamsia paling sering ditemukan sesudah usia kehamilan 28 minggu. 7. Sakit kepala 2.

Kebanyakan ibu hamil yang menderita preeklamsia dapat melahirkan bayi yang sehat bila preeklamsia dapat dideteksi secara dini dan ditangani dengan perawatan teratur sebelum kelahiran. Contoh obat yang diberikan yaitu dengan penyuntikan sodium fenobarbital (200 mg setiap 8 jam). perdarahan otak. Ada faktor-faktor yang dapat penyebab terjadinya tekanan darah tinggi yang dapat dikontrol.com . · Mengurangi makan garam · Minum 8 gelas air per hari Dokter juga akan menyarankan untuk berbaring pada sisi kiri saat beristirahat. termasuk diantaranya: pemeriksaan ginjal. maka bayi tidak akan mendapatkan cukup oksigen dan makanan. Ini dapat mengakibatkan kelahiran dengan berat badan rendah. kerusakan mata. fungsi pembekuan darah. Hal ini akan meningkatkan aliran darah dan mengurangi beban pembuluh darah besar Bila mengidap preeklamsia berat. maka dokter mungkin akan menyarankan untuk mengeluarkan bayi sesegera mungkin. Pemeriksaan kadar human laktogen plasental (HPL) dan estriol di dalam plasma serta urin untuk menilai faal unit fetoplasental. Bahaya bagi ibu adalah gagal jantung. Bila seseorang mengidap preeklamsia sedang dan bayi belum berkembang secara penuh. gagal hati dan ginjal. Dokter juga dapat melakukan beberapa tes. dokter mungkin akan merekomendasikan agar melakukan hal-hal berikut ini: · Istirahat total ( bed-rest ) · Sering melakukan pemeriksaan sebelum kelahiran. dokter mungkin akan mengobatinya dengan memberikan obat-obat untuk menekan tekanan darah sampai perkembangan bayi cukup untuk dapat dilahirkan dengan selamat. dan bayi sudah dianggap sudah cukup berkembang. sodium fenitoin (100 mg setiap 8 jam) dan diazepam( 10 mg setiap 6 hingga 8 jam) dapat dilakukan dengan pemberian tunggal atau kombinasi. Preeklamsia dapat mempengaruhi bayi Preeklamsia dapat membuat plasenta tidak mendapatkan darah dalam jumlah yang cukup. Ikuti instruksi dokter mengenai diet dan olahraga diantaranya: · Gunakan sedikit garam atau sama sekali tanpa garam pada makanan anda · Minum 6-8 gelas air sehari · Jangan banyak makan makanan yang digoreng dan junkfood · Olahraga yang cukup · Angkat kaki beberapa kali dalam sehari · Hindari minum alkohol · Hindari minuman yang mengandung kafein · Dokter mungkin akan menyarankan untuk minum obat dan makan suplemen tambahan. Bila plasenta tidak mendapatkan cukup darah. tidak ada cara pasti untuk mencegah preeklamsia. dan penilaian dengan alat Doppler untuk mengukur efisiensi aliran darah ke plasenta. perdarahan hingga meninggal. Cara mencegah preeklamsia: Sampai saat ini. Pengobatan untuk preeklamsia Pengobatan yang dilakukan tergantung pada seberapa dekat tanggal perkiraan kelahiran. Daftar Pustaka : goggle. Bila sudah dekat dengan tanggal perkiraan kelahiran. Tujuan kunjungan adalah deteksi dini sehingga tidak perlu dirawat dan kondisi ibu-anak baik pada akhirnya. ada juga yang tidak. pemeriksaan dengan USG untuk melihat pertumbuhan janin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful