Hubungan Lingkaran Pinggang Dengan Tekanan Darah

Abstrak Berbagai laporan terkini melaporkan bahwa prevalensi obesitas di seluruj dunia baik di Negara berkembang maupun Negara yang sedang berkembang telah meningkat dalam jumlah yang mengkhawatirkan. Resiko ini akan meningkat pada obesitas dengan tipe sentral karena lebih cenderung mengarah ke sindroma metabolik yang lebih berbahaya. Tujuan penelitian ini dialakukan adalah untuk mengetahui pebandingan rasio lingkar pinggang dan pinggul dengan tekanan darah pada usia muda yang berumur 20-23 tahun. Desain penelitian ini adalah cross sectional study sengan tehnik simple random sampling. Sebanyak 90 respondenn yang terdiri daripada 45 orang mahasiswa laki-laki dan 45 orang perempuan. 23% respinden laki-laki adalah kelompok obesitas sentralis dan 73% adalah kelompok normal. Nilai rata-rata tekanan sistolik dan diastolik pada kelompok obesitas sentralis adalah lebih tinggi yaitu 79.17 (SD=6.91) dan 121.30 (SD=8.19). Uji hipotesa korelasi menunjukkan nilai p pada kelompok obesitas sentralis adalah 0.084. Manakala nilai p pada kelompok obesitas sentralis dan tekanan diastolic pula 0.062. 11.1% responden perempuan adalah kelompok obesitas sentralis dan 88.9% kelompok normal. Nilai rata-rata tekanan sistolik dan diastolic pada kelompok obesitas sentralis adalah paling tinggi yaitu 117.80 (SD=8.61) dan 77.20 (SD=4.27). Uji hipotesa korelasi menunjukkan nilai p pada kelompok obesitas sentralis dan tekanan sistolik adalah 0.151. Manakala nilai p pada kelompok obesyasa sentralis dan tekanan disatolik adalah 0.100. Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan tekanan sistolik dan diastolik dengan rasio lingkar pinggang pinggul apabila nilai (p>0.05) dan nilai r yang didapatkan untuk setiap variable adalah r<0.4. Hal ini bermakna hubungan yang sangat lemah didapatkan bagi hubungan RLPP dengan tekanan darah. Walaupun hasil; menunjukkan hubungan yang sangat lemah, seharusnya obesitas harus dihindarkan dengan mengamalkan gaya hidup sehat dan menurunkan faktor resiko mendapatkan sindroma metabolik. Kata kunci : Rasio lingkar pinggang dan pinggul (RLPPP), tekanan darah, usia muda, tekanan sistolik, tekanan diastolic

Latar Belakang Berbagai laporan terkini mengindikasikan bahwa prevalensi obesitas di seluruh dunia baik di negara berkembang maupun negara yang sedang berkembang telah meningkat dalam jumlah yang mengkhawatirkan. Hal tersebut dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius karena obesitas dapat memacu kelainan kardiovaskuler, ginjal, metabolik, prototombik,

Studi Farmingham (2007) memperlihatkan bahwa peningkatan lingkar pinggang merupakan prediktor sindroma metabolik yang lebih baik dibandingkan indeks massa tubuh. Dalam sebuah studi prospektif diungkapkan bahwa obesitas tubuh bagian atas (obesitas abdominal) berhubungan lebih kuat dengan intoleransi glukosa / diabetes melitus.Selain itu juga untuk memberikan informasi kepada tenaga kesehatan khususnya dan masyarakat pada umumny tentang alternatif pengukuran antropometri tubuh yaitu pengukuran rasio lingkar pinggang sebagai skreening obesitas yang mudah dan murah. Tipe obesitas menurut pola distribusi lemak tubuh dapat dibedakan menjadi obesitas tubuh bagian atas (upper body obesity) . yaitu apabila ditemukan kelebihan berat badan >20% pada pria dan >25% pada wanita karena lemak (Ganong W. dan gout dibandingkan obesitas tubuh bagian bawah (Boivin . Obesitas berhubungan erat dengan distribusi lemak tubuh. lingkar pinggang.penulis ingin memaparkan tentang keterkaitan antara Lingkaran Pinggang Dengan Tekanan Darah. Terdapat berbagai metode pengukuran antropometri tubuh yang dapat digunakan sebagai skreening obesitas. Obesitas merupakan peningkatan total lemak tubuh. Sedangkan obesitas adalah kondisi kelebihan lemak. Metode tersebut antara lain pengukuran indeks massa tubuh. Dalam studi Farmingham (2007) disebutkan bahwa hipertensi essensial.dan respon inflamasi.. hipertensi.(Sjostrom. pembahasan Obesitas Kelebihan berat badan adalah suatu kondisi dimana perbandingan berat badan dan tinggi badan melebihi standar yang ditentukan.. 2001).F. serta perbandingan lingkar pinggang dan lingkar panggul. hiperinsulinemia. lingkar panggul. Dalam penulisan ini. lingkar lengan. 2007). hipertrigliseridemia. 2001). 2003). 65% pada wanita dan 78% pada pria berhubungan langsung dengan peningkatan berat badan dan obesitas. Lingkar pinggang merupakan pengukur distribusi lemak abdominal yang mempunyai hubungan erat dengan indeks massa tubuh (Bell et al. baik di seluruh tubuh atau terlokalisasi pada bagian bagian tertentu. Jean Vague (2006) merupakan ilmuwan pertama yang mengemukakan adanya hubungan erat antara perbedaan morfologi tubuh atau tipe distribusi lemak tubuh dengan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan faktor risiko obesitas.

Klasifikasi IMT BB kurang (underweight) Normal BB lebih (overweight) Obesitas.9 25. lingkar pinggang. Tipe obesitas ini berhubungan lebih kuat dengan diabetes.5-24. Tipe obesitas ini berhubungan erat dengan gangguan menstruasi pada wanita (David. 2005).1 Klasifikasi IMT (International Diabetes Federation. dan retroperitoneal. Obesitas tubuh bagian bawah merupakan suatu keadaan tingginya akumulasi lemak tubuh pada regio gluteofemoral.0-34. Klasifikasi IMT dapat dilihat pada tabel di bawah ini.. IMT Metode yang sering digunakan adalah dengan cara menghitung IMT. kelas I Obesitas. yaitu BB/TB2 dimana BB adalah berat badan dalam kilogram dan TB adalah tinggi badan dalam meter (Caballero B. Obesitas tubuh bagian atas lebih banyak didapatkan pada pria. kelas II (kg/m2) <18. serta perbandingan lingkar pinggang dan panggul. Terdapat beberapa kompartemen jaringan lemak pada trunkal. Pengukuran Antropometri sebagai Skreening Obesitas Obesitas dapat dinilai dengan berbagai cara.9 30. intraperitoneal (abdominal).0-29. metode yang lazim digunakan saat ini antara lain pengukuran IMT (Index Massa Tubuh).9 . 2005). 2004).5 18. Sebuah studi menyatakan bahwa pengukuran lingkar leher juga dapat digunakan sebagai screening obesitas.0-39. Tipe obesitas ini lebih banyak terjadi pada wanita sehingga sering disebut “gynoid obesity”. hipertensi. Table 2. Obesitas tubuh bagian atas merupakan dominansi penimbunan lemak tubuh di trunkal . dan penyakit kardiovaskuler daripada obesitas tubuh bagian bawah. Berikut ini penjelasan masing-masing metode pengukuran antropometri tubuh: a.dan obesitas tubuh bagian bawah (lower body obesity). oleh karena itu tipe obesitas ini lebih dikenal sebagai “android obesity”.9 35. yaitu trunkal subkutaneus yang merupakan kompartemen paling umum..

peningkatan . Data yang diperoleh dari NHANES pada populasi orang Amerika Serikat memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan linier antara kenaikan rasio lingkar pinggang dan pinggul dengan tekanan darah sistolik dan diastolik serta tekanan nadi. Farmingham study (2007) melaporkan risiko terjadinya hipertensi sebesar 65% pada wanita dan 78% pada laki-laki berhubungan langsung dengan obesitas dan kelebihan berat badan. Sehinggga IDF (Internasional Diabetes Federation) mengeluarkan kriteria ukuran lingkar pinggang berdasarkan etnis (Alberti. tetapi IMT bukan merupakan indikator terbaik untuk obesitas Selain IMT. Wanita >90 Amerika Tengah Gunakan rekomendasi Asia Selatan hingga tersedia data spesifik Sub-Sahara Afrika Gunakan rekomendasi Eropa hingga tersedia data spesifik Timur Tengah Gunakan rekomendasi Eropa hingga tersedia data spesifik c.Obesitas ekstrim. Melayu.3 Rasio Lingkar perut dan pinggul Jenis Kelamin Wanita Pria Ukuran RLPP Normal <0. Lingkar Pinggang IMT memiliki korelasi positif dengan total lemak tubuh. Tabel 2.85 <0. Parameter penentuan obesitas merupakan hal yang paling sulit dilakukan karena perbedaan cutt of point setiap etnis terhadap IMT maupun lingkar pinggang. kelas III >40 b. dan Asia. Wanita >80 Jepang Pria >85 .Pria >90 . metode lain untuk pengukuran antropometri tubuh adalah dengan cara mengukur lingkar pinggang.2 Kriteria ukuran pinggang berrdasarkan etnis Negara/grup etnis Lingkar pinggang (cm) pada obesitas Eropa Pria >94 . Wanita >80 India China Pria >90 . Mekanisme penyebab utama terjadinya hipertensi pada obesitas diduga berhubungan dengan kenaikan volume tubuh.90 Hipertensi dengan Faktor Risiko Obesitas . Wanita >80 Asia Selatan Populasi China. 2005).Hipertensi pada Obesitas Berbagai penelitian epidemiologik telah membuktikan adanya hubungan yang kuat antara obesitas dan hipertensi. Rasio Lingkar Perut – Pinggul Tabel 2.

dan menurunnya resistensi vaskuler sistemik. peningkatan leptin. peningkatan insulin.peningkatan endotelin 1. Beberapa mekanisme lain yang berperan dalam kejadian hipertensi pada obesitas antara lain peningkatan sistem saraf simpatik.curah jantung. meningkatnya aktivitas renin angiotensin aldosteron (RAAS). serta menurunnya nitrit oxide (NO). terganggunya aktivitas natriuretic peptide (NP). peningkatan asam lemak bebas (FFA). .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful