BAB II PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA 2.1.

Pengertian Pengolahan Bahan Pustaka Pengolahan bahan pustaka telah dilakukan orang sejak zaman dahulu kala, dalam upaya mempermudah para pemakai perpustakaan menggunakan koleksi perpustakaan. Sistem dan cara-cara pengolahan bahan pustaka mengalami perkembangan. Hal itu mengikuti perkembangan jumlah, jenis bahan pustaka, frekuensi, dan ruang lingkup pemakai bahan pustaka . Kegiatan pengolahan bahan pustaka merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilakukan oleh suatu perpustakaan sebelum melakukan kegiatan pelayanan kepada pengguna atau merupakan serangkaian pekerjaan yang dilakukan sejak bahan pustaka diterima perpustakaan sampai dengan siap di pergunakan oleh pemakai. Kegiatan pengolahan bahan pustaka bertujuan untuk memudahkan penemuan kembali bahan pustaka dan agar semua koleksi dapat ditemukan /ditelusur dan juga agar dapat dipergunakan dengan mudah oleh pemakai, Pengolahan merupakan pekerjaan yang berurutan, mekanis, dan sistematik. Pengolahan data dilakukan dengan manual dan komputerisasi. Pengolahan bahan pustaka merupakan langkah yang harus dilakukan dalam suatu perpustakaan, sejak bahan pustaka datang ke perpustakaan sampai saat siap untuk dimanfaatkan atau dipinjam oleh pemakai. Menurut teori yang diperoleh setiap bahan pustaka yang masuk menjadi milik perpustakaan, oleh karena itu bahan pustaka tersebut harus diolah terlebih dahulu agar siap pakai. Adapun ruang lingkup pengolahan bahan pustaka ini sangat luas, karena meliputi berbagai jenis bahan pustaka dan berbagai aspek pengolahan

2.2.

Tujuan dan Fungsi Pengolahan Bahan Pustaka

2.2.1. Tujuan Pengolahan Bahan Pustaka Setelah mengetahui pengertian dari pengolahan bahan pustaka dan menyadari pentingnya pengolahan bahan pustaka dalam perpustakaan maka kita harus mengetahui tujuan utama dari pengolahan bahan pustaka. Adapun tujuan utama dari pengolahan bahan pustaka ialah :

Universitas Sumatera Utara

karena Pengolahan merupakan pekerjaan yang berurutan. Fungsi Pengolahan Bahan Pustaka Pengolahan bahan pustaka memiliki fungsi sebagai prosedur yang mengolah koleksi bahan pustaka. dan penempatan b.2. no panggil kartu buku katalog yang disejajarkan menurut sistem tertentu f. mempermudah pengaturan. maka dibutuhkan system pengelolaan dengan baik dan sistematis yang biasa disebut dengan kegiatan pengolahan (processing of library materials) atau pelayanan teknis (technical service). Oleh karena itu setiap bahan pustaka atau informasi yang dibutuhkan oleh pengguna sedapat mungkin harus disediakan oleh perpustakaan. terpenuhinya informasi sebagai kelengkapan sumber informasi. suatu perpustakaan akan menjadi lebih berstruktur. agar semua koleksi dapat ditemukan /ditelusur dan dipergunakan dengan mudah oleh pemakai. 2. teridentifikasinya semua koleksi dengan rapi dan baik e. Disamping itu perpustakaan harus mampu menjamin bahwa setiap informasi atau koleksi yang berbentuk apapun mudah diakses oleh semua masyarakat yang memerlukan. Prinsip-Prinsip Pengolahan Bahan Pustaka Dalam pengolahan bahan pustaka terdapat beberapa prinsip menjadi pedoman dalam melakukan pengolahan bahan pustaka. tersedianya sarana penelusuran d. 2. 2.2. penataan. Universitas Sumatera Utara . mekanis dan sistematik. dengan adanya pengolahan bahan pustaka. seperti label. Adapun prinsip-prinsip pengolahan bahan pustaka adalah sebagai berikut: a. untuk mempermudah pemakai mengatur koleksi yang ada agar siap pakai dan berdaya guna secara optimal. membantu mempermudah penelusuran oleh pemakai c. konsisten Dari penjelasan tersebut maka dapat disimpulakan bahwa dengan mematuhi prinsip-prinsip diatas maka pengolahan bahan pustaka akan berjalan dengan baik dan teratur. Agar informasi atau bahan pustaka di perpustakaan dapat dimanfaatkan atau ditemukan kembali dengan mudah.1.3.

Apabila yang diterima sudah dapat dipastikan sesuai untuk perpustakaan. dan pada halaman yang di anggap rahasia.1 Inventarisasi Inventarisasi adalah kegiatan pencatatan data-data fisik buku kedalam sarana pencatatan. asal perolehan. Setiap ekslempar bahan pustaka mempunyai satu nomor induk. persegi panjang atau bentuk-bentuk lainya. adapun uraian kerja pengolahan bahan pustaka di perpustakaan ialah: 2. Universitas Sumatera Utara . pada halaman akhir. Adapun bentuk stempel Kepemilikan. Adapun informasi lain yang perlu dicatat dalam buku induk adalah judul. yaitu dengan cara memberi stempel/cap pada buku dan membubuhkan nomor induk pada tempat tertentu yang disediakan. bahasa. Stempel Milik Perpustakaan Semua buku yang sudah masuk ke perpustakaan perlu dibubuhi stempel Kepemilikan. yang berupa lembaran lepas.4. nomor induk. bagian yang tidak ada tulisan atau gambar. baik bahan pustaka yang berasal dari pembelian maupun dari hadiah.4. tukar-menukar. jumlah ekslempar. maupun buku dan sering disebut buku induk. Adapun langkah-langkah menginventarisasi buku adalah : 1. Bahan pustaka yang telah diterima di perpustakaan perlu dicek terlebih dahulu sebelum dilakukan katalogisasi. Tempat-tempat yang perlu dibubuhi stempel yaitu : dibalik halaman judul. pengarang. sumbangan ataupun sumber lainnya. Tahapan Pengolahan Bahan Pustaka Pengolahan bahan pustaka adalah kegiatan yang dilaksanakan setelah bahan pustaka tersebut selesai diproses oleh tim pengadaan atau penerimaan. dan judul (Rohanda : 2008). kartu. perlu segera dilakukan pemberian jati diri terhadap buku tersebut.2. Pemberian Stempel Buku a. bulat telur. tidak ada ketentuan yang mengikat apakah bulat.

setiap buku perlu pula dibubuhkan stempel inventarisasi. Nomor induk adalah nomor urut buku yang sudah ada dari nomor satu sampai nomor terakhir menunjukkan nomor buku. Stempel ini dibubuhkan pada halaman bakik judul tanpa mengganggu teks yang ada. 1994 : 20 2. Contoh Stempel Inventarisasi : Tanggal Terima Asal dari Harga : : : Tanda Buku Nomor Induk Tgl Inventarisasi : : : Sumber : Eryono. tetapi juga pemberian nomor berdasarkan klasifikasi (call number). yang harus disusun di rak buku harus diberikan nomor. Pemberian Nomor Buku Setiap buku yang akan menjadi koleksi perpustakaan. tanda buku dan tanggal pendaftarannya pada buku induk perpustakaan. nomor induk buku. atau setiap awal tahun dimulai kembali dengan nomor yang baru. Stempel Inventarisasi Disamping stempel Kepemilikan.contoh gambar stempel Kepemilikan : Milik Perpustakaan Sumber : Eryono. Universitas Sumatera Utara . Kolom nomor induk Setiap buku didaftar pada buku induk dan memperoleh nomor induk yang berasal dari nomor urut pendaftaran pada kolom nomor induk. Stempel Inventarisasi berisi kolom data asal perolehan buku. Nomor induk pendaftaran dapat dimulai dengan nomor satu dan seterusnya secara urut tanpa memperbaharuinya setiap tahun. 1994 : 20 b. Adapun hal-hal yang dicatat dalam buku induk adalah a. Pemberian nomor tidak hanya nomor induk saja.

Kolom tahun terbit Kolom ini diisi dengan tahun penerbitan buku. Misalnya jika diketahui buku dengan nomor induk tertentu hilang. Tetapi perlu dijaga agar buku yang diterima secepatnya didaftar pada buku induk. Universitas Sumatera Utara . Kolom judul buku Judul buku yang ditulis dalam kolom ini adalah judul yang tercantum dalam halaman judul secara lengkap. kolom ini dikosongkan saja. Yayasan. Dalam menuliskan nama penerbit tidak perlu mencantumkan jenis badan seperti PT. maka perlu dicatat dalam kolom keterangan. e. Kolom asal/sumber Kolom ini diisi dari mana buku diterima (berasal). Kolom tahun terbit Kolom ini diisi dengan nama badan yang menerbitkan buku. Jika judul terlalu panjang dapat dipersingkat. Company. Pencatatan tanggal lengkap dengan bulan dan tahunnya. h. titipan siapa. Buku dari cetakan ulang dicatat tahun copyright dan tahun cetak ulang. i. Kolom jumlah halaman Kolom ini diisi dengan jumlah halaman yang terdapat pada buku tersebut k. dicantumkan nomor jilidnya pada kolom ini dengan angka romawi. g. Cara menuliskan nama orang pada prinsipnya seperti cara menuliskan nama pada tajuk d. dan sebagainya. Kolom keterangan Kolom ini diisi dengan hal-hal lain yang dianggap perlu. dengan memotong bagian yang kurang penting. Buku yang tidak berjilid. dan seterusnya. j. Kolom penerbit Jilid tertentu dalam buku berjilid. Kolom nama pengarang Kolom ini diisi dengan nama pengarang buku baik perorangan atau badan. f. misalnya hadiah dari siapa. c. Kolom harga buku Kolom ini diisi dengan harga yang tercantum di buku atau harga pembelian. Penerbit. baik badan pemerintah maupun badan swasta. Kolom tanggal pendaftaran Kolom ini diisi ketika suatu buku didaftar.b.

seperti nama pengarang. penerbit dan subjek. Menurut Gober “Katalogisasi atau pengatalogan adalah proses pembuatan katalog. penentuan tajuk subjek.5cm. terbacakan komputer. Katalog komputer (OPAC) yaitu. c. kartu katalog berukuran 7. diantaranya adalah : a.2. Universitas Sumatera Utara . judul. Ada beberapa macam bentuk katalog sesuai dengan perkembangan perpustakaan. dan klasifikasi. dimana dalam katalog dicantumkan data penting yang terkandung di dalam bahan pustaka. judul buku.” Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa katalogisasi merupakan proses pengambilan keputusan yang menuntut kemampuan menginterpretasikan dan menerapkan berbagai standar sehinga hal-hal penting dari bahan pustaka terekam menjadi katalog. katalog berkas. baik ciri fisik maupun isi intelektual. Kegiatannya meliputi pembuatan deskripsi bibliografi. katalog buku b. Katalog kartu yaitu.4.2 Katalogisasi Pengatalogan merupakan sarana yang efisien membantu pengguna perpustakaan dalam memperoleh dokumen. dan subyek yang terkandung di dalamnya secara taat asas dan juga memberikan petunjuk dimana setiap karya pengarang yang dimiliki perpustakaan itu disimpan. kemudian kartu katalog dijajarkan dalam laci d. merupakan katalog kumpulan kertas.5cm x 12. Adapun Fungsi dari katalog yaitu mencatat setiap karya pegarang yang dimiliki perpustakaan dari segi nama pengarang.

1992. Karena itu pengatolog harus mengenali dengan baik bagian-bagian sebuah buku. 1 DAERAH SUMBER INFORMASI UTAMA Judul dan pernyatan bertanggung Halaman judul jawab. dan lain-lain”. Berikut ini akan dipaparkan tabel dari sumber informasi utama dan tanda baca pada sebuah deskripsi bibliografi. judul.. pengarang tambahan. 2. Sumber Informasi Utama No. penerbit. bibliografi. 239 p. Registrasi : 9302422* 9302423 <2 Eks>. Menurut Arief (2004:78) “Deskripsi bibliografi adalah data-data yang terdiri dari pegrang. tempat terbit.—Jakarta : Rineka Cipta.1 Pra D Prakoso. Djoko Dasar-dasar ilmu kedokteran Kehakiman/ Djoko Prakoso rdejgezfh [and] I Ketut Murtika.2. 1 No. vii. ISBN : 979-518-214-2 1. tahun terbit. judul seragam. : Ilus. anak judul.—cet.jumlah halaman.2. sumber informasi Tabel 1. halaman lain. kolofon Halaman judul Universitas Sumatera Utara . I Ketut Lokasi : KPS. 2 3 4 Edisi Data khusus (tidak dipakai) Terbitan dan pubikasi Halaman judul.1 Deskripasi Bibliografi Deskripsi bibliografi disebut juga katalogisasi deskriptif yang merupakan aspekaspek fisik dari bahan pustaka yang diolah. 1.4.Contoh dari bentuk katalog : 614. 21cm. MEDICAL JURISPRUDENCE Murtika. edisi.

TANDA BACA UNSUR Judul sebenarnya Judul paralel Judul lain/anak judul Pernyataan tanggung jawab Pernyataan tanggung jawab kedua dan selanjutnya 2 Edisi .halaman lain kolofon 5 6 Deskripsi fisik Seri Terbitan tersebut Halaman judul seri Halaman buku Monograf Kulit buku Bagian dari publikasi 7 8 Catatan Nomor standar dan harga Sumber apa saja Sumber apa saja Sumber : www.multiply.com 2. DAERAH 1 Judul dan pernyatan = : / .-/ . Tanda baca penggunaan tanda baca diberikan pada tabel 2 dibawah ini Tabel 2. Pernyataan edisi Pernyataan tanggung jawab Pernyataan tanggung jawab kedua dan selanjutnya bertanggung jawab. sesuai dengan edisi 3 Data dipakai) 4 Terbitan dan pubikasi .gober31.-- Universitas Sumatera Utara .Tanda baca No.-Tempat terbit Nama penerbit Tahun terbit khusus (tidak .

penghimpun. tidak terbatas pada pernyataan pengarang.-: . al.. penerjemah. 7 Catatan : : 8 Nomor standar dan harga : Sumber: www. + Jumlah halaman Pernyataan ilustrasi Tinggi buku Lampiran Pernyataan seri Pernyataan anak seri Nomor seri Bibliografi Indeks ISBN 6 Seri . dan sejenisnya.multply. judul yang terlalu panjang boleh disingkat dengan menghilangkan bagian akhir dan diganti dengan tanda tiga titik (. adakalanya ditambahkan anak judul sebagai keterangan judul yang lain untuk memperjelas judul resmi.5 Deskripsi fisik : . iii. Untuk pernyataan pengarang yang lebih dari tiga pengarang dicatat hanya pengatang utama disertai tanda : [et. Perincian Unsur a. gelar. judul sebenarnya disalin seperti yang tercantum pada halaman judul. dan lainnya yang terdapat pada halaman judul tanpa menyertakan keterangan jabatan.) ii.gober31. tetapi dapat pula meliputi editor. penggambar. adalah judul resmi yang diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Daerah judul dan pernyataan tanggung jawab i. Pernyataan penanggung jawab. judul paralel.] Universitas Sumatera Utara .com 3..

iii. seperti disertasi. pernyataan illustrasi. Daerah penerbitan dan distribusi Daerah ini terdiri dari tempat terbit. judul asli dari buku terjemahan dicatat disini ii. Nomor seri dan ISSN (Internasional Standart Serial Number) dan terbitan yang merupakan bagian dari beberapa seri (ditulis dalam tanda kurung).b. tempat terbit dinyatakan dengan [s. maka penerbit dinyatakan dengan [s. tesis atau skripsi iii. ii. Unsur-unsur yang sering diperlukan diantaranya adalah: i.l. Tempat terbit adalah nama kota tempat penerbit. Daerah seri Daerah ini terdiri dari judul seri. Tahun terbit dinyatakan dengan tahun masehi.] (sine nomine). Bibliografi dan indek Universitas Sumatera Utara . Daerah catatan nomor daerah ini terdiri dari judul seri. f. namun tidak dicantumkan dalam daerah lain yang sudah ditentukan. Judul asli. h. pernyataan anak seri (sub seri).] (sine loco). Nomor seri dan ISSN dan terbitan yang merupakan bagian dari beberapa seri (ditulis dalam tanda kurung). Daerah deskripsi fisik Daerah ini terdiri atas jumlah halaman atau jumlah jilid. Bentuk karya akademis. g. jika tempat terbit tidak diketahui. Jika nama penerbit tidak diketahui. pernyataan anak seri (sub seri). ukuran dan lampiran serta tambahan.n. dan tahun terbit i. nama penerbit. Daerah data khusus Pernyataan daerah ini tidak digunakan untuk monograf tercetak d. standar dan harga Daerah ini mencakup segala sesuatu yang dianggap penting. jika tahun terbit tidak diketahui digunakan tahun copyright atau tahunnya diperkirakan diberi tanda plus minus atau tanda tanya (?) e. Penerbit adalah nama badan yang menerbitkan buku tersebut. Daerah Edisi Pernyatan edisi disalin sesuai dengan yang tercantum pada bahan pustaka c.

Keterangan Ilustrasi 3. jumlah halaman buku. penerbit. Tajuk subjek ditentukan dengan cara memperhatikan judul buku. Imprit.2 Menentukan Tajuk Entri Utama Tajuk entri utama biasanya nama engaran baik nama perorangan maupun nama badan.4. Uraian dalam pembuatan tajuk meliputi : a. melainkan judul buku. yang terdiri atas tempat terbit.2. Pembuatan Deskripsi Fisik 1. e. Dalam penentuan tajuk adalah memilih kata utama dari tajuk dan susunan kata dalam tajuk. yaitu siapa saja yang terlibat dalam kepengarangan buku. Keterangan seri bagi buku berseri c. Edisi atau cetakan 4. pembuatan pokok pada judul dan penanggung jawab 1. Pembuatan nomor panggil (call number). Pembuatan Jejakan Pembuatan jejakan ialah petunjuk untuk membuat tajuk-tajuk tambahan yang diperlukan. yaitu badan yang bertanggung jawab terhadap kepengarangan buku.3 Menentukan Tajuk Subjek Penentuan tajuk sujek adalah satu kegiatan menentukan isi atau subjek pustaka dalam bentuk kata.2. dan tahun terbit b. Dalam halhal tertentu tajuk entri utama tidak berupa nama pengarang. 2. Pembuatan Cacatan Pembuatan catatan digunakan untuk hal-hal penting yang tidak termuat dalam daerah judul dan penanggung jawab d. Universitas Sumatera Utara . Pembuatan nomor panggil digunakan untuk nomor panggil pada bahan pustaka 2. 3. baik yang berupa angka Romawi kecil maupun angka Arab. daftar isi.4. Penentuan tajuk subjek berguna untuk mengetahui masalah yang akan dibicarakan dalam suatu terbitan dan untuk memudahkan bahan pustaka yang membahas suatu pokok masalah tertentu yang sedang dicari oleh penguna.2. Judul dan pengarang aspeknya 2. Keterangan kepengarangan. pendahuluan dan yang lainya.

Sebagaimana dengan yang dikemukakan oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Nasional Republik Indonesia(2004 : 60) dalam Widari (2008 : 8) bahwa pedoman tersebut adalah sebagai berikut : 1. Sear Lists Subject Headings 3. disamping edisi lengkap DDC juga tersedia dalam bentuk “edisi ringkas”. 2. Minimal setiap sepuluh tahun DDC keluar dengan edisi revisi terbarunya.000 judul.Dalam penentuan tajuk subjek ada beberapa pedoman yang dapat digunakan oleh perpustakaan. Diantara beberapa sistem klasifikasi tersebut. Library of Congress Classification (LCC). Selain itu terdapat beberapa sistem pengklasifikasian dengan berpedoman dengan skema klasifikasi. Bagan Universitas Sumatera Utara . Tahun 1876 menerbitkan DDC edisi pertama dengan judul “A Classification and Subject Index for Cataloging and Arranging The Book and Pamphlet of a Library”. Untuk komunikasi dengan warta (newsletter) dengan judul DC & (Decimal Classification Added. notes and Decisions). terpopuler dan terbanyak pemakainya di seluruh dunia. Massachusetts. Dia adalah seorang mahasiswa dari Amherst College. Universal Decimal Classification (UDC). DDC merupakan sistem klasifikasi yang tertua. Colon Classification (CC). Secara umum DDC terdiri dari : 1.3 Klasifikasi Persepuluhan Dewey Dewey Decimal Classification (DDC) atau klasifikasi persepuluhan Dewey di ciptakan oleh seorang berkebangsaan Amerika yang bernama Melvil Dewey (18511932).4. Ada beberapa jenis skema klasifikasi antara lain. Pada tahun 2003 telah terbit edisi ke 22. Dewey Decimal Classification (DDC). Edisi ringkas dimaksudkan untuk digunakan pada perpustakaan yang memiliki koleksi kurang dari 20. Medical Subject Heading (MES) Untuk mencapai keseragaman dalam penentuan tajuk subjek maka perpustakaan berpedoman kepada daftar tajuk subjek sehingga penentuan tajuk subjek dapat dilakukan secara konsisten. dan lain-lain. library of Congress Subject Headings 2.

dan ilmu jaringan tubuh Universitas Sumatera Utara . Contoh ada kelas 600 sebagai berikut : 610 – Ilmu Kedokteran 611 – Anatomi. fungsi sel-sel.contoh kelas 600 dapat dirinci sebagai berikut : 600 – Ilmu Terapan 610 – Ilmu Kedokteran 620 – Teknik 630 – Pertanian dan Teknologi 640 – Ekonomi Rumah Tangga 650 – Manajemen 660 – Tehnik Kimia 670 – Produksi 680 – Produksi yang Lebih Khusus 690 – Bangunan Selanjutnya setiap divisi dapat dirinci menjadi 10 seksi yang merupakan subordinasi. sehingga menghasilkan kelas sebagai berikut : 000 – Karya Umum 100 – Filsafat 200 – Agama 300 – ilmu Sosial 400 – Bahasa 500 – Ilmu Murni 600 – Ilmu Terapan 700 – Kesenian 800 – Kesusastraan 900 – Sejarah. baik disebut “persepuluhan” karena Dewey membawa untuk kelompok yang paling global maupun mengembangkan masing-masing kelompok selanjutnya.Sistem klasifikasi Dewey sistem pengelompokan. Pada uraian tersebut diketahui bahwa pada tahap pertama dalam sistem klassifikasinya membagi pengetahuan manusia itu menjadi 10 kelompok. Biografi dan Geografi Selanjutnya setiap kelas utama dapat dibagi menjadi 10 divisi yang merupakan subordinasi dari padanya. Kesepuluhan kelompok itu masing-masing diberi notasi dan merupakan kelas utama dan masig-masing diberi notasi.

Indeks DDC Salah satu kelebihan DDC sebagai suatu sistem klasifikasi adalah tersedianya indeks.28 721.3 758. 2.7 Universitas Sumatera Utara . Etnik. dan Kebangsaan (T5) 6) Tabel Bahasa (T6) 7) Tabel Orang-orang/profesi (T7) 3. Suku. Contoh indeks relatif untuk subjek “Arsitekur” terdapat sebagai berikut: Arsitektur Abad pertengahan Dekorasi Gambar Konstruksi Seni lukis 720 723 729 720.612 – Psikologi 613 – Kesehatan dan Keamanan 614 – Ilmu Hukum kedokteran 615 – Ilmu Farmasi dan Pengobatan 616 – Ilmu Penyakit 617 – Jenis-Jenis Cabang Ilmu Kedokteran 618 – Cabang Ilmu Kedokteran Lainnya Selanjutnya dapat dibagi lagi secara desimal apabila dikehendaki. Indeks ini sangat membantu dan bermanfaat jika seseorang melakukan proses klasifikasinya. Tabel-tabel Pembantu Selain tabel utama. DDC mempunyai 7 buah tabel pembantu yaitu : 1) Tabel Subdivisi Standar (T1) 2) Tabel Wilayah (T2) 3) Tabel Bentuk Sastra (T3) 4) Tabel Bentuk Bahasa (T4) 5) Tabel Ras.

Dengan demikian katalog berbentuk buku tidak luwes. Keuntungan dari katalog berbentuk buku ialah dapat dicetak sesuai dengan kebutuhan. catalog berbentuk mikro (microform catalog) dalam Hasugian (2003). mudah menyimpannya.5 cm. dapat diletakkan pada berbagai tempat. Biaya pembuatan katalog berbentuk buku cenderung lebih mahal karena bentuk dan jumlah cantumannya sering berubah. misalnya terputus aliran listrik.1 Katalog Tercetak Katalog perpustakaan tercetak tediri dari berbagai bentuk fisik antara lain. Penggunaan katalog kartu tidak dipengaruhi faktor luar. katalog kartu disusun secara sistematis pada laci katalog. Sulit menggunakannya jika berada pada jumlah yang besar. katalog berbentuk buku (book catalog). Keuntungan dari katalog kartu ialah bersifat praktis. karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran kartu yang ada. katalog berbentuk kartu (card catalog). terutama katalog kartu. Sehingga perpustakaan meninggalkannya dan kemudian secara bertahap beralih ke bentuk katalog yang lain. terutama bila melakukan penelusuran melalui entri yang sama. Universitas Sumatera Utara . dan mudah disebarluaskan ke perpustakaan lain. Kelemahan dari katalog berbentuk buku ialah cepat usang dan ketinggalan jaman. sehingga setiap kali penambahan buku baru di perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah. karena harus memilah-milah jajaran kartu sesuai urutan indeksnya.4. 2.. mudah menanganinya.5 x 12. Entri katalog berbentuk buku dapat ditemukan dengan cepat. Katalog kartu masih banyak digunakan pada berbagai jenis perpustakaan di Indonesia hingga saat ini. Katalog Kartu Katalog kartu adalah bentuk katalog perpustakaan yang semua deskripsi bibliografinya dicatat pada kartu berukuran 7. atau setidak-tidaknya membuat suplemen.4. Katalog Buku Katalog berbentuk buku telah lama digunakan di perpustakaan.4. bentuknya ringkas dan rapi.4 Katalog 2. 1. berarti katalog sebelumnya harus diperbaharui kembali. sehingga pengguna sering harus antri menggunakannya. Kelemahannya ialah satu laci katalog hanya menyimpan satu jenis entri saja. Hal itu terjadi karena setiap perpustakaan memperoleh buku baru. katalog tersebut sering juga disebut katalog tercetak (printed catalog). dan kemungkinan rusak sangat kecil terkecuali misalnya perpustakaan terbakar.2.

COM dibuat pada salah satu bentuk microfilm atau microfiche. yaitu format katalog dimana data bibliografis disimpan atau dimasukkan ke dalam tengara (tag) yang telah ditentukan. katalog online berfungsi sebagai sebuah sarana penelusuran koleksi suatu perpustakaan. Bentuknya ringkas dan mudah menyimpannya. Penyimpanan itu berdampak terhadap proses temu balik dan pertukaran data bibliografis. dan ada juga yang tetap menyebutnya dengan OPAC. Semua pendekatan dapat dilakukan pada katalog online. Katalog memberikan informasi bibliografis serta suatu buku di perpustakaan. baik menggunakan perangkat lunak komersial. dan terbukti bahwa biaya pemeliharaannya lebih murah dari pada katalog kartu. Katalog berbetuk mikro semakin terkenal sejalan dengan pengembangan Computer-Output Microform (COM).4. banyak pelanggan menemukan versi microfiche yang tidak menyenangkan digunakan. Selain itu ada juga perpustakaan yang menyebutnya dengan katalog Akses Umum Talian. Universitas Sumatera Utara . Contoh katalog online adalah Online Public Access Catalog (OPAC).2 Katalog Online Katalog online merupakan sistem katalog perpustakaan yang menggunakan komputer. Online Public Access Catalog (OPAC) dibuat dengan menggunakan format MARC (Machine Readable Catalogue). disingkat KAUT. Pangkalan data biasanya dirancang dan dibuat sendiri oleh perpustakaan.4. Katalog dalam bentuk mikro lebih murah dibandingkan dengan katalog berbentuk buku.3. 2. Katalog Mikro Bentuk fisik perpustakaan lainnya ialah katalog mikro. ada perpustakaan yang menyebutnya dengan istilah katalog talian. Dengan demikian terdapat keseragaman format sehingga segulung pita magnetik berisi data buku. Sesuai dengan namanya. Namun disisi lain. katalog online dan katalog terpasang. Sampai saat ini Online Public Access Catalog (OPAC) belum terumuskan dalam bahasa Indonesia secara pasti. bahkan dapat mencari melalui dua kata yang ada pada judul dengan jarak kata tertentu. Online Public Access Catalog (OPAC) merupakan suatu sistem temu balik informasi berbasis komputer untuk menelusuri koleksi perpustakaan. Katalog online ini dapat menelusuri bahan perpustakaan dengan titik cari (access point) dengan segala aspek pendekatan pada data katalog.

Sedangkan lembaran tanggal kembali ditempelkan pada halaman buku bagian depan ataupun belakang berguna untuk mengetahui tanggal berapa buku tersebut akan dikembalikan ke perpustakaan. tiga huruf nama pengarang utama dan satu huruf pertama judul. Universitas Sumatera Utara . Dengan demikian dalam penyusunan buku di rak selalu diperhatikan nomor panggil buku karena fungsinya sebagai petunjuk tempat dan nomor urut dimana nomor urut ditempatkan.4. Penyusunan ada dua cara. terlebih dahulu diisi dengan nomor penempatan buku yang memuat keterangan nomor klas.5 cm dari bawah dalam posisi buku berdiri. 2.2. Dengan kata lain pelabelan merupakan suatu pekerjaan memberi perlengkapan pada buku yang terutama juga untuk dipergunakan sebagai alat dalam perlengkapan dalam tugas perpustakaan dalam melayani peminjaman dan pengembalian buku. Penyusunan. disusun berurutan sesuai dengan nomor klas buku. penataan. Penempatan tetap Penempatan tetap ialah buku yang sudah ditempatkan tidak akan berubah lokasinya.5 Pelabelan dan Penyampulan Pelabelan dilakukan untuk memudahkan pengguna mengenali bahan pustaka. Hal ini dilakukan agar buku terlihat bersih dan rapi. dan lembaran tanggal kembali. Dengan kata lain penyusunan buku adalah kegiatan menempatkan buku-buku yang sudah selesai diolah dan telah dilengkapi dengan label di dalam rak/lemari.6 Penyusunan Buku Penyusunan buku merupakan kegiatan menempatkan buku yan sudah selesai diolah dan telah dilengkapi degan label di dalam rak buku. 2. yaitu : 1. Label tersebut kemudian ditempelkan pada punggung buku kira-kira 2. Disamping itu ada kegiatan lain yang harus dilakukan yakni penyampulan buku. Penempatan relatif Penempatan relatif ialah buku bisa bergeser sesuai dengan kebutuhan. buku diatur sesuai dengan sandi buku yang merupakan kode kelompok subjek/isi buku. dan penempatan koleksi pada rak buku dipergunakan oleh pengunjung perpustakaan.4. Dengan demikian sebelum label ditempelkan pada punggung buku. Pelabelan merupakan kegiatan pemasangan kelengkapan bahan pustaka sebagai identitas buku seperti label buku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful