BAB II

TINJAUAN TEORITIS

2.1. Beton Ringan Beton ringan didapat dari pencampuran bahan-bahan agregat halus dan kasar yaitu pasir, batu kerikil (batu apung) atau bahan semacam lainnya, dengan menambahkan secukupnya bahan perekat semen, dan air sebagai bahan pembantu, guna keperluan reaksi kimia selama proses pengerasan dan perawatan beton berlangsung. Agregat halus dan kasar disebut sebagai bahan susun kasar campuran merupakan komponen utama beton. Nilai kekuatan serta daya tahan (durability) beton merupakan fungsi dari banyak faktor, diantaranya ialah nilai banding campuran dan mutu bahan susun, metode pelaksanaan pengecoran, pelaksanaan finishing, temperature, dan kondisi perawatan pengerasannya. Nilai kuat tariknya hanya berkisar 9%-15% saja dari kuat tekannya (Dipohusodo, Istimawan 1994).Menurut SNI.T-08-1991-03 kuat tekan beton minimal adalah 17,5 MPa. Menurut( Mulyono.T, 2004) secara umum beton dapat dibedakan atas 2 kelompok yaitu : 1. Beton berdasarkan kelas dan mutu beton. Dapat dibagi 3 seperti yang tercantum dalam table 2.1 dibawah ini:

Tabel 2,1 Kelas dan Mutu Beton Pengawasan Kelas Mutu Tujuan Terhadap Mutu Kekuatan Agregat tekan

Universitas Sumatera Utara

Pada mutu B1. Pengawasan mutu hanya dibatasi pada pengawasan ringan terhadap mutu bahan-bahan. dan K225. K175. b.T. K 125. Untuk pelaksanaannya tidak diperlukan keahlian khusus. Mutu kelas I dinyatakan dengan Bo. c. Beton kelas II adalah Beton untuk pekerjaan-pekerjaan strukturil secara umum. Pelaksanaannya memerlukan keahlian yang cukup dan harus dilakukan di bawah pimpinan tenaga-tenaga ahli. K175 dengan keharusan untuk memeriksa kekuatan tekan beton secara kontinu dari hasil-hasil pemeriksaan benda uji. pengawasan mutu hanya dibatasi pada pengawasan terhadap mutu bahanbahan sedangkan terhadap kekuatan tekan tidak disyaratkan pemeriksaan.I II Bo B1 K 125 K 175 K 225 125 175 225 >225 200 250 300 >300 Non strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Ringan Sedang Ketat Ketat Ketat Ketat Tanpa Tanpa Kontinu Kontinu Kontinu Kontinu III K>225 ( Mulyono. Pelaksanaannya memerlukan keahlian khusus dan harus dilakukan dibawah pimpinan tenaga-tenaga ahli. sedangkan terhadap kekuatan tekan tidak disyaratkan pemeriksaan. Beton kelas I adalah beton untuk pekerjaan-pekerjaan non strukturil. Disyaratkan adanya laboratorium beton dengan peralatan yang lengkap yang dilayani Universitas Sumatera Utara . Beton kelas II dibagi dalam mutu-mutu standar B1. Pada mutu-mutu K125. Beton kelas III adalah beton untuk pekerjaan-pekerjaan strukturil yang lebih tinggi dari K225. 2004) a.

Ferro-Cement Ferro-Cement adalah suatu bahan gabungan yang diperoleh dengan cara memberikan suatu tulangan yang berupa anyaman kawat baja sebagai pemberi kekuatan tarik dan daktil pada mortar semen. Beton Berat Beton berat adalah beton yang dihasilkan dari agregat yang mempunyai berat isi lebih besar dari beton normal atau lebih dari 2400kg/m3. melakukan pengawasan mutu beton Menurut Mulyono. c. pondasi. Beton Normal Beton normal adalah beton yang menggunakan agregat pasir sebagai agregat halus dan kerikil sebagai agregat kasar dan mempunyai berat jenis beton antara 2200kg/m3-2400kg/m3 dengan kuat tekan sekitar 15-40 MPa.2 MPa. Beton Ringan Agregat yang digunakan untuk memproduksi beton ringan merupakan agregat ringan juga. dengan kekuatan tekan umur 28 hari lebih besar dari 17. Untuk menghasilkan beton berat digunakan agregat yang mempunyai berat jenis yang besar.Berdasarkan jenisnya beton dapat dibagi atas 6 jenis yaitu: a. residu batu bara dan banyak lagi hasil pembakaran vulkanik. e.T. b. slates. lempung. jembatan. residu slag. Beton Massa (Mass Concrete) Dinamakan beton massa karena digunakan untuk pekerjaan beton yang besar dan masif misalnya untuk bendungan. Universitas Sumatera Utara . d.oleh tenaga-tenaga ahli yang dapat secara kontinu. Berat jenis agregat ringan sekitar 1900kg/m3 atau berdasarkan kepentingan penggunaan strukturnya berkisar antara 14401850kg/m3 . Agregat yang digunakan umumnya merupakan hasil pembakaran shale. kanal. 2004 bahwa beton dapat dibagi atas 6 jenis yitu: 2.

2. 2. Zat aditif. 2004). c. 2003).2. Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi b.1. Kelebihan: a. Beton Serat (Fibre Concrete) Beton Serat (Fibre Concrete) adalah bahan komposit yang terdiri dari beton dan bahan lain berupa serat. Serat dalam beton ini berfungsi mencegah retakretak sehingga menjadikan beton lebih daktil daripada beton normal. Universitas Sumatera Utara . Kelebihan dan kekurangan beton. Tahan terhadap temperatur tinggi d. Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi. Kekurangan: a. Sikament-NN tidak berisi reduktor air. 1. Daya pantul suara yang besar (Mulyono. Mampu memikul beban yang berat c.M C 494 -92 Type F) Sikament-NN adalah suatu campuran terpadu yang dirancang untuk mengurangi tingkat transmisi moisture melalui beton. b. 2. d. Bebas dari chlorida ( complies with A.T. Bentuk yang dibuat sulit untuk diubah.Sikament-NN Sikament-NN merupakan zat aditif yang sangat efektif untuk memproduksi beton encer dengan cairan super plasticizer yang berfungsi ganda sebagai pengurangan kadar air dan untuk membantu tegangan awal. T. Biaya pemeliharaan yang kecil.S. 2. akselarator. entraining udara atau bahan kimia surfactant yang dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan ketika digunakan bersama dengan campuran secara normal yang digunakan pada beton ( Sika Indonesia. Berat.f.

kemudian mengalami transportasi secara horizontal dan terakumulasi sebagai batuan piroklastik. panel bersemen tipis dan cladding. 2003). Peningkatan tegangan awal dan kekuatan beton (Sika Indonesia. SikaFume berguna untuk meningkatkan kekedapan. dan biasanya disebut juga sebagai batuan gelas vulkanik silikat.3. 2. SikaFume SikaFume merupakan zat aditif generasi terbaru dari teknologi silica fume yang berbentuk tepung. Batu Apung Batu apung adalah jenis batuan yang berwarna terang. dan dinding dan pondasi tangki rendering Indonesia. Batuan ini terbentuk dari magma asam oleh aksi letusan gunung api yang mengeluarkan materialnya ke udara. mengandung jumlah sel yang banyak Universitas Sumatera Utara . blok beton dan batu bata. 3. mengandung buih yang terbuat dari gelembung berdinding gelas. Peningkatan permeabilitas air dalam campuran beton.2. Peningkatan waktu kerja dan jangka waktu lebih panjang. Batu apung mempunyai sifat vesikular yang tinggi. tangki. ( Sika 2.2. 2. kekekalan atau daya tahan tekanan tegangan untuk beton. Terdapat lebih dari 95% partikel SiO2 yang berukuran kurang dari satu micron (Sika Indonesia. silo dan kolam. 1. terowongan.Sikament–NN dapat digunakan untuk beton kedap air seperti dinding landasan dan lantai. 2003). pipa. Peningkatan durability yang sangat besar. SikaFume dapat membuktikan karakteristik mempengaruhi beton yang diikuti. 2003). 4. Peningkatan kestabilan beton. SikaFume dapat digunakan dengan sangat amat efektif untuk memproduksi beton yang berkualitas tinggi. 5.

K2O. Sifat kimia dan fisika batu apung antara lain yaitu: mengandung oksida SiO2. vulkanik. dan tridimit. Aluminium Oksida (Al2O3). distribusi ukuran partikel dan material asalnya. Sedangkan mineral-mineral yang terdapat dalam batu apung adalah feldspar. Besi Oksida (Fe2O3) dan Magnesium Oksida (MgO). dan tekanan terhadap api sampai dengan 6 jam. T. tidak dapat mengikat dan mengeras di dalam air akan tetapi dapat mengikat dan mengeras di udara. sebagian untuk membentuk klinkernya yang kemudian dihancurkan dan ditambah dengan gibs (gypsum) dalam jumlah yang sesuai (Mulyono. dan Cl. Didasarrkan pada cara pembentukan. Semen Semen (cement) adalah hasil industri dari perpaduan bahan baku batu kapur/gamping sebagai bahan utama dan lempunung/tanah liat atau bahan pengganti lainnya dengan hasil akhir berupa padatan berbentuk bubuk (bulk). berat jenis 0.8 gr/cm3. Contoh : kapur Universitas Sumatera Utara . misalnya : Pulau Sumatera dan Jawa. konduktifitas panas rendah. new ardante. pH 5. Sifatnya menyatu dengan semen. hantaran suara rendah (sound transmission). Al2O3. bobot isi ruah 480-960 kg/cm3. cinter dan scoria. obsidian. yaitu: sub-areal. batu pung diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. sedangkan lempung/tanah liat adalah bahan alam yang mengandung senyawa: Silika Oksida (SiO2). hilang pijar (Los of Ignition) 6%.67%. dan pada umumnya terdapat sebagai bahan lepas atau fragmen-fragmen dalam breksi gunung api. bahan baku tersebut dibakar sampai meleleh. Na2O. CaO. MgO. Untuk menghasilkan semen.(berstruktur selular) akibat ekspansi buih gas alam yang terkandung didalamnya. Kuat tekannya rendah. Batu kapur/gamping adalah bahan alam yang mengandung senyawa Calcium Oksida (CaO). kristobalit. Batu apung banyak dijumpai di Indonesia.4. Jenis batuan lainnya yang memiliki struktur fisika dan asal tebentuknya sama dengan batu apung adalah pumicit. SO3.yang mengeras atau membantu pada pencampuran dengan air. 1. dan hasil endapan ulang (redeposit). peresapan air (water absorbtion) 16. sub-aqueous. 2. TiO2. Semen non-hidrolik. tanpa memandang proses pembuatannya. Fe2O3. rasio kuat tekan terhadap beban tinggi. kuarsa. 2004).

4.Agregat Universitas Sumatera Utara . Hidrasi dari Semen Semen yang digunakan untuk pembuatan beton dalam penelitian ini adalah semen portland tipe I yang merupakan campuran silikat kalsium. Tipe I.5. semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan awal yang tinggi dalam fase permulaan setelah pengikatan terjadi. Tipe III.S and Andrew. 1985) 2.2.4. Tipe V. semen Portland yang dalam penggunaannya tidak memerlukan persyaratan khusus seperti jenis-jenis lainnya. 2.4. Contoh : semen Portland. semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan yang tinggi terhadap sulfat.1.2. Jenis-jenis Semen Portland Semen Portland dapat dibagi atas 5 tipe yaitu: 1. Tipe IV. 2. semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi yang rendah. L. semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. Semen hidrolik. aluminium. Reaksi hidrasi kimia: Aluminium kalsium : Ca3Al2O6+6H2O Silikat kalsium : Ca2SiO4+xH2O Ca3Al2(OH)12 Ca2SiO4. 5. (Shiroku Saito. mempunyai kemampuan untuk mengikat dan mengeras di dalam air.1985) 2. semen Terak.P. Tipe II.xH2O (Ferdinand. kalsium dan dapat berhidrasi bila diberi air (semen tidak mengeras karena pengeringan tetapi oleh karena reaksi hidrasi kimia yang melepaskan panas). 3.

Walaupun fungsinya hanya sebagai pengisi. 2.M. yang dapat mempengaruhi ikatannya dengan pasta semen.Agregat kasar Agregat kasar adalah agregat yang semua butirannya tertinggal di atas ayakan 4. Sifat yang paling penting dari suatu agregat (batu-batuan. Agregat kasar mengandung butir-butir pipih hanya dapat dipakai.Kandungan agregat dalam campuran beton biasanya sangat tinggi. dan lain-lain) ialah kekuatan hancur dan ketahanan terhadap benturan. Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak berpori. agregat inipun menjadi penting. Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1% (ditentukan terhadap berat kering). Pada umumnya yang dimaksud dengan agregat kasar adalah agregat dengan besar butir lebih dari 5 mm. Murdock L. b. Yang diartikan lumpur adalah bagian-bagian yang dapat Universitas Sumatera Utara .5. pasir.70% dari berat campuran beton. tetapi karena komposisinya yang cukup besar. a. kerikil. porositas dan karakteristik penyerapan air yang mempengaruhi daya tahan terhadap proses pembekuan dan agresi kimia serta ketahanan terhadap penyusutan (Brook K.1.J.1982). 1991). Jenis-jenis Agregat Berdasarkan ukuran butiran nominal yang diisyaratkan oleh SNI T-15-1991-03 agregat dapat dibagi 2 yaitu : 1. apabila jumlah butir-butir pipih tersebut tidak melampaui 20% dari berat agregat seluruhnya.8 mm ( ASTM C33. Agregat kasar yang baik dan memenuhi syarat untuk digunakan sebagai campuran dalam pembuatan aspal beton harus mempunyai sifatsifat yaitu: Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil sebagai hasil desintegrasi alami dari batuan-batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari pecahan batu. Komposisi agregat tersebut berkisar 60% .

b. Agregat halus untuk beton dapat berupa pasir alam sebagai hasil desintegrasi alami dari batuan-batuan atau berupa pasir buatan yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah batu. Agregat halus tidak boleh mengandung bahan-bahan organis terlalu banyak yang harus dibuktikan dengan percobaan warna dari Abrams-Harder (dengan larutan NaOH). Kekerasan dari butir-butir agregat kasar diperiksa dengan bejana penguji dari Rudeloff dengan beban penguji 20t. Agregat halus harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras. c. Yang artinya dengan lumpur adalah bagian-bagian yang dapat melalui ayakan 0. d. seperti terik matahari dan hujan. Agregat kasar tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat merusak beton. seperti zat-zat yang reaktif alkali. Apabila kadar lumpur melampaui 1%. c. maka agregat kasar harus dicuci.063 mm. Agregat halus yang baik dan memenuhi syarat untuk digunakan sebagai campuran dalam pembuatan beton harus mempunyai sifat-sifat yaitu : a. Butir-butir agregat halus harus bersifat kekal. d.melalui ayakan 0.8 mm (ASTM C33. 1982). Universitas Sumatera Utara . Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% (ditentukan terhadap berat kering).063 mm. e. Apabila kadar lumpur melampaui 5% maka agregat halus harus dicuci. Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam besarnya . 2. artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh-pengaruh cuaca.Agregat Halus Agregat halus adalah agregat yang semua butirannya menembus ayakan berlubang 4.

2. Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai agregat halus untuk semua mutu beton. A. kecuali dengan petunjuk-petunjuk dari lembaga pemeriksaan bahan-bahan yang diakui. klorida dan bahan lainnya.e. Menaruh beton dalam ruangan lembab. Air yang keruh sebelum digunakan harus diendapkan minimal 24 jam atau jika dapat disaring terlebih dahulu. 2.Jika hal ini terjadi. beton akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat. yang dapat merusak beton. 2.Air Kekuatan dan mutu beton umumnya sangat dipengaruhi oleh jumlah air yang dipergunakan. Perawatan ini dilakukan agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan. serta stabilitas dari dimensi struktur. Sebaiknya digunakan air yang dapat digunakan untuk diminum. Perawatan beton dengan cara pembasahan yaitu: 1.7. Air yang digunakan untuk campuran beton memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1. Perawatan (Curing ) Beton Perawatan dilakukan setelah beton mencapai final setting. Perawatan tidak hanya dimaksud untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi tapi juga dimaksud untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton. artinya beton telah mengeras. Universitas Sumatera Utara . Menaruh beton dalam genangan air. ketahanan terhadap aus. Perawatan beton ada 2 cara yaitu dengan cara penguapan dan pembasahan. asam alkali. 2. kekedapan terhadap air.6 . bahan padat sulfat. Tidak boleh mengandung minyak.

2004). kuat tekan (compressive strength). yaitu pada saat beban maksimum bekerja seperti gambar di bawah ini. N/cm2 Pada mesin uji tekan benda diletakkan dan diberikan beban sampai benda runtuh. B. Kuat tekan beton dapat dihitung dengan rumus : P= ………………………………………………….1) Dengan : F = gaya maksimum dari mesin tekan. 2. 4. Perawatan dengan uap yaitu perawatan dengan tekanan rendah dan perawatan dengan tekanan tinggi ( Mulyono Tri. yaitu pada saat beban maksimum bekerja. Karakteristik beton yang diukur meliputi. pasir. 6. Karakterisasi Beton Ringan Beton dibuat dari campuran : semen.cm2 P = kuat tekan.1. Menaruh beton dalam air. Campuran beton kemudian dicetak dan dirawat (curing) selama 28 hari. 2. Pada mesin uji tekan benda diletakkan dan diberikan beban sampai benda runtuh.(2. Universitas Sumatera Utara . Menyirami permukaan beton secara kontinu. 5.8.3.8. permeabilitas. densitas dan absorbs. zat aditif dan kerikil (batu apung). Menyelimuti permukaan beton dengan air. N A = luas penampang yang diberi tekanan. Menyelimuti permukaan beton dengan karung basah. Kuat Tekan (Compressive Strength) Pemeriksaan kuat tekan beton dilakukan untuk mengetahui secara pasti akan kekuatan tekan beton ringan pada umur 28 hari yang sebenarnya apakah sesuai dengan yang direncanakan atau tidak.

J. 1991). pencetakan dan perawatan. memperhitungkan informasi dasar pada bagian dalam porositas beton yang relatif berhubungan langsung dengan penyerapan.2) Dimana : Pr = Nilai Permeabilitas ( gr/menit) Aaw = Massa awal (gr) Aak = Massa akhir (gr) Universitas Sumatera Utara .(2. Pasta semen yang telah mengeras tersusun atas banyak pertikel. Murdock L.………. Permeabilitas Beton Ringan Permeabilitas merupakan kemampuan pori-pori beton ringan dilalui oleh air. penyusunan. dan perawatan beton (Brook K.1 Sampel Kuat Tekan F = Gaya tekan (N) A =luas penampang (cm2) p = l = t = 15 cm 2. metode persiapan beton. Air memiliki viskositas yang tinggi namun demikian dapat bergerak dan merupakan bagian dari aliran yang terjadi (Neville. dihubungkan antar permukaan yang jumlahnya relatif lebih kecil dari total permukaan partikel yang ada. 1995). Faktor yang mempengaruhi kekedapan adalah kualitas material. Permeabilitas benda uji beton dihitung dengan rumus: Pr = ( Aaw – Aak)/ 30 menit………………….F A t p l Gbr 2.M. Pengujian permeabilitas beton untuk mengetahui pengaruh variasi semen dan agregat atau pengaruh banyaknya ragam operasi pencampuran beton.8.. daya angkat dan lain-lain. ketahanan terhadap pembekuan. saluran kapiler.2.

. Densitas (density) Densitas merupakan ukuran kepadatan dari suatu material atau sering didefenisikan sebagai perbandingan antara massa (m) dengan volume (v).. (2.(2.... Untuk pengukuran densitas dan penyerapan air Archhimedeas.Daya serap air ( Water Absorbtion) Daya serap air adalah kemampuan beton ringan untuk menyerap air ketika direndam dalam air hingga memiliki massa jenuh.....8....... Untuk menghitung besarnya penyerapan air oleh beton ringan dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : WA = X 100%......... Besarnya penyerapan air ini dapat dihitung....3... Rumus untuk menghitung besarnya densitas adalah sebagai berikut : ρ= Dengan ρ = densitas (g/cm3) Wg = massa benda dalam air (g) Wb = massa basah dari perendaman (g) Ws = massa kering (g) Wk = massa penggantung (g) 2.…….4..3) beton digunakan metode Dengan : Mk = Massa sampel kering (kg) Mj = Massa jenuh air (kg) WA = Daya serap air (%) Universitas Sumatera Utara .......... Untuk pengukuran densitas beton digunakan metode Archimedes...... artinya hingga beton ringan tidak mampu menyerap lagi karena sudah penuh..4) …………………………….2........8........