Percobaan gravimetri untuk batu kapur Diposkan oleh eckho_chem's.alias eko cahyono http://eckhochems.blogspot.

com/2010/04/percobaangravimetri-penentuan-kalsium.html tgl 04 februari 2011 jam 20.00 wib hari jumat

3.1 Latar B3.1 Latar Belakang Teori Kandungan suatu unsur atau ion dalam suatu cuplikan dapat dianalisis dengan cara gravimetr i dengan merubah unsur atau ion tersebut ke dalam suatu bentuk senyawa yang mudah larut dengan penambahan suatu pereaksi pengendap. Beberapa kation dan anion dapat dianalisis dengan cara ini. Tetapi tiap kation maupun anion mempunyai cara-cara khusus yang terkandung pada sifat endapan yang diperoleh. Untuk analisis gravimetri reaksinya harus stoikiometri. Mudah dipisahkan dari pelarutnya, rumus kimianya diketahui dengan pasti dan cukup satbil dalam penyimpanan. Berikut ini akan ditetpkan kadar kalsium dalam batu kapur.

3.2. Alat-alat yang dipakai - Beaker gelas - Pengaduk - Corong - Erlenmeyer - Penangas - Kaki tiga - Gelas ukur - Tabung reaksi 3.3 Bahan-bahan - Batu kapur - HCl encer - Amonium oksalat - Asam oksalat - H2O - MM/MO 3.4 Cara Kerja 1. Timbang dengan teliti contoh batu kapur yang telah dihaluskan + 0,2000 g 2. Larutkan dengan asam klorida encer hingga contoh larut sempurna (hati-hati terbentuk gas). 3. Panaskan di atas penangas air hingga suhu 70o-80oC. 4. Endapkan dengan amonium oksalat (asam oksalat) hingga sempurna. 5. Panaskan kembali di atas penangas air +1 jam, kemudian saring dengan kertas saring yang telah diketahui bobot kosongnya. 6. Cuci endapan hingga bebas klor dan sulfat (Test Kualitatif). 7. Panaskan di dalam oven pada suhu 100-110oC selama 1 jam. 8. Dinginkan dalam eksikator, kemudian ditimbang. 9. Ulangi pekerjaan pada point terakhir di atas sampai diperoleh bobot tetap. 3.5 Penimbangan / Perhitungan Berat Contoh : «««««««««.. Berat kertas saring + endapan : «««««««««.. Berat kertas saring kosong : «««««««««.. Berat endapan : «««««««««.. 3.6 Kesimpulan :

Gravimetri Selasa, 27 April 2010 eko cahyono http://www.dokterkimia.com/2010/04/gravimetri.html 04 februari 2011 jam 20.15 wib hari jumat
Judul : Penentuan Kalsium Dalam Batu Kapur Tujuan : Mahasiswa Memahami Dan Menguasai Toeri Analisis Gravimetri Terutama Pada Batu Kapur. Dasar Teori Kandungan suatu unsur atau ion dalam suatu cuplikan dapat dianalisis d engan cara gravimetri dengan merubah unsur dan ion tersebut kedalam suatu bentuk senyawa yang mudah larut dengan penambahan suatu pereaksi pengendap. Beberapa kation dan anion dapat dianalisis dengan cara ini. Tetapi tiap kation maupun anion mempunyai cara-cara khusus yang terkandung pada sifat endapan yang diperoleh. Untuk analisis gravimetri reaksinya harus stoikiometeri mudah dipisahkan dari pelarutnya. Rumus kimianya diketahui dengan pasti dan cukup stabil dalam penyiapan. Metode gravimetri untuk analisa kuantitatif didasarkan pada stokiometri reaksi pengendapan, yang secara umum, dinyatakan dengan persamaan : aA + pP Aa Pp Dimana a = koefisien reaksi setara dari reaktan analitik (A) p = koefisien reaksi dari reaktan pengendap (P) Aa Pp = rumus molekul dari zat kimia hasil reaksi yang tergolong sulit larut (mengendap). Misalnya = pengendapan ion Ca2+ dengan menggunakan reaktan pengendap ion oksalat C2O42 dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut : O Rx yang menyertai pengendap = Ca2+ + C2O42- (5) ORx yang menyertai pengeringan =CaC2O4(5) CaO(5)+CO2(9)+CO(9) Agar pembuatan kuantitas analit dalam metode gravimetri mencapai hasil yang mendekati nilai sebenarnya, harus dipenuhi criteria berikut: a)proses pemisahan / pengendapan analit dari komponen lainya berlangsung sempurna. b)Endapan analit yang dihasilkan diketahui dengan tepat memposisinya dan memiliki tingkat kemurnian yang tinggi, tidak bercampur dangan zat pengatur. Langkah-langkah dalam analisa gravimetri adalah sebagai berikut : a)Cuplikan ditimbang dan dilarutakan sehingga partikel yang akan diendapkan dijadikan ion ionnya. b)Ditambahkan pereaksi agar terjadi endapan. c) Proses pemisahan endapan / penyaringan endapan. d)Mencuci endapan, cairan pencuci, cara mengerjakan pencucian, cara memeriksa kebersihan dan mengeringkan endapan. e)Mengabukan kertas saring dan memijarkan endapan. f)Menghitung hasil analisa. Analisa titrimetri merupakan satu bagian utama kimia analisis dan perhitungan nya berdasarkan hubungan stoikiometri sederhana dari reaksi-reaksi kimia. Analisis titrimetri didasarkan pada reaksi kimia sebagai berikut: aA + tT hasil dengan a adalah molekul analit A yang bereaksi dengan t molekul pereaksi T sampel. Pereaksi T, yang disebut titran, ditambahkan sedikit demi sedikit, biasanya dari dalam buret, dalam bentuk larutan yang konsentrasinya diketahui. Pereaksi T ini disebut larutan standar dan konsentrasinya ditetapkan oleh suatu proses yang disebut standardisasi. Penambahantitran diteruskan sampai sejumlah T yang secara kimia setara dengan A, sehingga dikatakan telah tercapai titik ekivalensi dari titrasi itu. Untuk mengetahui akhir penambahan titran digunakan suatu zat yang disebut indikator, yang menandai kelebihan titran dengan perubahan warna. Perubahan warna ini dapat atau tidak dapat tepat pada titik ekivalensi. Titik dalam titrasi pada saat indikator berubah warna disebut titik akhir. Tentu saja diinginkan agar titik akhir sedekat

Selama bertahun-tahun digunakan istilah analisa volumetri bukannya titrimetri. sehingga endapan lebih murni. Istilah titrasi merujuk ke proses pengukuran volume titran yang diperlukan untuk mencapai titik ekivalensi. Kemurnian endapan Endapan yang telah terjadi akan mengandung zat-za pengatur dan itu akan bergabtung pada sifat endapan dan pada kondisi kondisi dimana endapan itu terjadi. Menyaring dan mencuci endapan Endapan yang disaring dikotori oleh zat-zat yang mudah larut dan harus dihilangkan dengan cara pencucian endapan. Bila proses pertumbuhan kristal lambat. maka zat pengatur akan larut dan kristal yang terjadi lebih besar dan murni. Berat analit A = berat andapan P x faktor gravimetri Sehingga : % A = Presentase berat analit A terhadap sampel dinyatakan dengan persamaan : % A = x 100% Beberapa rumus faktor gravimetric Analit yang ditetapkan : Cl Bentuk endapan : Ag Cl Nilai factor : Ar Cl : mr Ag Cl Atau faktor gravimetri = Metode gravimetri bukanlah metode analisis yang spesifik. Hasil kali dari endapan P dengan faktor gravimetri sama dengan berat analit. Dalam analisa gravimetri harus selalu diupayakan agar terdapat endapan yang murni dan partikel-partikelnya cukup besar sehinggamudah disaring dan dicuci.mungkin ke titik ekivalensi. Metode gravimetri dapat juga digunakan untuk analisis kuantitatif bahan organik tertntu seperti k olesterol. Hal ini terjadi dengan campuran garam yang sukar larut. Postpresipitasi yaitu terjadinya endapan kedua pada permuk aan endapan pertama. Dimana faktor gravimetri adalah jumlah berat analit dalam 1gr berat endapan. 2. Kopresipitasi juga dapat terjadi secara oklusi yaitu zat-zat asing masuk kedalam kristal pada proses pertumbuhan kristal. Kopresipitasi tidak dapat dihilangkan dengan pencucian dan untuk mengatasinya dengan endapan itu di larutkan kembali dan kemudian di endapakan kembali dank arena ion yang berkontaminasi sekarang konsentrasinya lebih rendah. pada cerea dan loktosa pada produk susu. sehingga dapat digantikan dengan metode instrumen modern spektruskopi dan kloromedografi. biasanya endapan di degrasi (didegest) atau dimatangkan yaitu dengan endapan dibiarkan kontak dengan larutan induknya selama beberapa jam pada temperature 60-70oC. yang menyebabkan terjadinya kontraminasi dapat terjadi karena adsorpsi pada permukaan kristal yang berbeda dengan larutan. 1). Yang menjadi dasar pada pencucian adalah : a)dapat melarutkan zat pengotor dengan baik tetapi tidak melarutkan endapan b)dapat mencegah terjadinya peptisasi pada waktu pencucian c)dapat menyebabkan pertukaran ion-ion yang teradsorpsi diganti oleh ion lain yang pada . Dalam menghitung hasil analisa dibutuhkan faktor gravimetri. Proses pengendapan dalam analisis gravimetri Partikel hasil proses pengendapan ditentukan oleh proses nukleasi dan pembentukan nukleus. Tetapi dari titik pandang yang teliti. dan jika luas permukaannya besar maka juml zat yang terdsopsi bertambah banyak. lebih disukai istilah ´titrimetriµ karena pengukuran volume tidaklah terbatas pada titrasi. Untuk mendapatkan endapan yang besar dan murni. Dengan memilih indikator untuk menghimpitkan kedua titik itu merupakan salah satu aspek yang penting dari analisis titrimetri. Misalnya dalam analisis-analisis tertentu orang mungkin mengukur volume gas.

08% . 3.ditambahkan asam oksalat (C2H2O4) panaskan kembali diatas penangas air ± 1 jam disaring dengan kertas saring yang teah diketahui berat kosong nya .7941 gr = 0.pemanasan dapat menguap d)endapan yang terjadi dapat disaring den gan kertas saring bebas abu.0806 x 0. Pemijaran untuk merubah endapan itu kedalam suatu senyawa kimia yang rumusnya diketahui dengan pasti Alat Dan Bahan AlaBahan Batu KHCl Encer Asam Oksalat MM/MO Prosedur Kerja dihaluskan ditimbang dengan teliti ± 0. Penyaring dan Pemanasan endapan.08 gr/mol % Ca dalam CaCO3 = Berat endapan x fg x 100% Berat contoh = 0.1 M hingga larut sempurna dipanaskan diatas penangas hingga suhu 70°.2000 = 20.Untuk mencari endapan rata-rata Berat endapan = Berat endapan 1 + berat endapan 2 + berat endapan 3 3 .12 Endapan 3 Berat contoh = 0.4 Mr CaCO3 100.8945 gr ² 0. Pengeringan endapan untuk menghilangkan air dan zat yang mudah menguap.1004 x 0.8945 gr Beratkertas saring kosong = 0.2000 = 16.1004 gr Mencari fg = Ar Ca = 40.2000 gr dilarutkan dengan HCl encer 0.80° s . dikeringkan.Endapan dicuci dengan aquades sampai bebas clor dan sulfat Air cucian diuji kualitatif cuci endapan hingga klor dan SO42-endapan dipanaskan dalam oven suhu 100-110oC selama ± 1 jam didinginkan dalam Desikator ditimbang = 0. Endapan yang terjadi disaring.2000 gr Berat kertas saring+endapan= 0.4 x 100% 0. diabukan. dan dipijarkan sampai beratnya konstan. dicuci.7941 gr Berat endapan = Berat kertas saring+ endapan ² berat kertas kosong = 0.08 gr/mol = 0. cawan penyaring dengan asbes atau penyaring gelas.4 x 100% 0.

1m dan HCl 0.0806 + 0.2000 = 21.1078 gr .Mencari fg = Ar Ca = 40.8983-0. Endapan itu disaring dengan kertas saring yang diketahui bobotnya.8043 gr = 0.1m terdapat endapan putih banyak mengandung anion Cl - . Dan endapan itu dicuci dengan menggunakan aquades berulang -ulang sehingga tinggal endapanya.1 m sampai larut sempurna (tidak terbentuk gas) kemudian dipanaskan sampai 1 70-80oc dipanaskan air dan ditambahkan amonium oksalat (NH4)2CO3 1 ml kemudian dipanaskan lagi selama 1 jam setelah itu terbentuk endapan.9783 gr ² 0.8028 gr Berat endapan 1+ kertas saring = 0.(berat kertas saring kosong 3) = 0.32% Pembahasan Dalam percobaan ini digunakan analisis gravimetri kandungan suatu unsur atau ion dalam suatu cuplikan dapat dianalisa dengan cara gravimetri dengan merobah unsur atau ion tersebut kedalam suatu bentuk senyawa yang mudah larut dengan penambahan pereaksi pengendap.8215 gr Berat kertas saring kosong 3 = 0.1004 ) gr 3 = 0. Endapan tersebut dapat dicuci dengan diuji kualitatif dengan menggunakan pereaksi pengendap BaCl2 untuk menghilangkan anion klor dan AgNo3 0.9767gr ² 0. dimana batu kapur yang digunakan dalam kaput tulis atau kapur gunung.56% Berat kertas saring kosong 1 = 0.9767 gr Berat endapan 1+ kertas saring = 0. HNO3 0.4 x 100% 0.08 gr/mol = 0.1552 gr Berat endapan 3 = (berat kertas saring + endapan) .08 gr/mol Mr CaCO3 100.1m dan HNO3 0.8983 gr Berat endapan 1+ kertas saring = 0. ternyata setelah dicuci larutan BaCl2 yang terjadi endapan putih yang menandahkan kapur tulis banyak mengandung anion SO4-2 sebaliknya ditambahkan larutan AgNO3 0.8043 gr Berat kertas saring kosong 2 = 0.1424 + 0. Langkah yang harus pertama dilakukan adalah sediakan kapur tulis yang telah dihaluskan dengan lumpang dan alu kemudian ditambahkan larutan HCl 0.094 gr Berat endapan 2 = (berat kertas saring + endapan) ² (berat kertas saring kosong 2) = 0.1078 x 0.8028 gr = 0.1 m untuk menghitungkan anion SO4 di dalam endapan tersebut.2000 gr Berat endapan 1 = (berat kertas saring + endapan) ² (berat kertas saring kosong 1) = 0.4 % Ca dalam CaCO3 = Berat endapan x fg x 100% Berat contoh = 0.9783 gr Perhitungan & Penimbangan Berat contoh = 0.hal ini dilakukan pada percobaan ini adalah akan ditetapkan atau menentukan kadar kaslium dalam batu kapur.1m.1755 gr Berat endapan rata-rata = Mencari faktor gravimetri = % Ca dalam CaCO3 = = Jadi.= ( 0.8215 gr = 0. Ca dalam CaCO3 adalah 28. Setelah diuji kualitatif.

Pada saat penambahan HCl encer pada endapan pertambahan zat pengotor mengendap bersama sama endapan ynag di inginkan.+ 2Ag + Ag2+ CO3 Endapan larut dalam asam nitrat.pada pemambahan Agno3 dan HNO3. Kemudian dimasukkan kedalam gelas kimia dan ditambahkan larutan 0. asam klorida encer : terjadi penguraian dengan berbuih.2000 gr. AgNO3. Endapan larut dalam asam mineral dan asam karbonat. air cucian diuji secara kualitatif dengan menambahkan pereaksi pengendap BaCl2. lalu dipanaskan kembali. Setelah diuji.Berikut ini reaksi-reaksi yang terdapat pada percobaan ini : 1. stelah itu didinginkan di dalam eksikator kemudian ditimbang. Setelah setelah itu.1m HCl 0.1m agar terjadi endapan. Endapan tersebut dicuci dengan aquades berulang-ulang dengan menggunakan botol semprot.Pengeringan endapan untuk menghilangkan air dan zat yang mudah menguap 2. Tujuan dilakukan pengeringan dan pemijaran (pemanasan) adalah : 1. Proses pemijaran dilakukan karena analisis gravimetri reaksinya harus stoki metri mudah o dipisahkan dari pelarutnya rumus kimia diketahui dengan pasti dan cukup stabil dalam . Setelah itu langkah berikutnya menyaring dn mencuci endapan.CaCO3 + H2O CO2 + Ba2+ + 2OH. Karena terbentuknya perak oksida. larutan Barium klorida (kalsium klorida) : terjadi endapan putih barium (atau kalsium) karbonat : CO32-+Ba2+ BaCO3 CO32-+Ca2+ CaCO3 Hanya karbonat-karbonat normal yang bereaksi hydrogen kabonat tidak bereaksi.Pemijaran untuk merubah endapan itu kedalam suatu senyawa kimia yang rumusnya diketahui dengan pasti.1 m. Pada saat penambahan Hcl encer terbentuk endapan pertama. HNO3 dan HCl masing-masing mempunyai konsenrtrasi 0. BaCO3 + 2H+ Ba2+ + CO2 + H2O BaCO3 + CO2 + H2O Ba2+ 2HCO33 Larutan praknitrat = endapan putih perak karbonat: CO32.BaCO3 + H2O HCl encer + kapur terjadi kekeruhan yang dihasilkan menunjukan adanya karbonat. hal yang sama terjadi jika campuran dididihkan : Ag2CO3 Ag2O + CO2 Ketika kapur tulis dihaluskan ditimbang dengan berat 0.dengan menambahkan larutan BaCl2 dan Hcl positif mengandung anion Cl. Kekeruhan itu berlahan-lahan hilang akibat terbentuknya hydrogen karbonat yang larut CaCO3 + CO2 Ca2++ 2HCO32. da dalam ammonia Ag2CO3 + 2H+ 2Ag + + CO2 CO2 Ag2CO3 + 4NH3 2 [Ag (NH3)2]+ + CO32Endapan menjadi kuning atau coklat dengan penambahan reagen yang berlebuhan. dipanaskan diatas pemanas air dengan suhu ± 70 -80oc kemudian ditambahkan larutan (NH4)2CO3. karena karbon dioksida dilepaskan : CO32 + 2H+ CO2 + H2O Gas ini dapat identifikasi dari sifatnya yang mengarahkan air kapur (air burit) : CO2 + CO2+ + 2OH. sedangkan pada pengendapan kedua zat pengotor mengendap setelah selesainya pengendap atau terjadinya endapan kedua pada permukaan endapan pertama. air cucian dicuci berulang-ulang dengan menggunakan larutan BaCl2 samapai tidak terdapat zat pengotor. ternyat positif mengandung anion SO42. Setealah itu endapan yang tersisah pada kertas saring dikeringkan di dalam oven ± 100oC. sedangkan pada penambahan (NH4)2 CO3 terbentuk endapan kedua.

Bahan Ajar Dasar. . Astin. Untuk mengetahui akhir penambahan titran digunakan suatu zat yang disebut indikator. DAFTAR PUSTAKA Teaching. yang menandai kelebihan titran dengan perubahan warna. endapan.32%. Analisa titrimetri merupakan satu bagian utama kimia analisis dan perhitungannya berdasarkan hubungan stoikiometri sederhana dari reaksi-reaksi kimia. Tentu saja diinginkan agar titik akhir sedekat mungkin ke titik ekivalensi. Kurang teliti dalam membaca suhu pada termometer. biasanya dari dalam buret. sehingga dikatakan telah tercapai titik ekivalensi dari titrasi itu. Kurang teliti dalam mencampurkan larutan c. Edisi Kelima. Team. dalam bentuk larutan yang konsentrasinya diketahui. Kesimpulan Dari hasil pembahasan atau praktikum yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu : bahwa di dalam batu kapur terdapat kalsium yang ditentukan secara analisis gravimetri metode pengendapan dengan 28. Istilah titrasi merujuk ke proses pengukuran volume titran yang diperlukan untuk mencapai titik ekivalensi. Tetapi dari titik pandang yang teliti. Perubahan warna ini dapat atau tidak dapat tepat pada titik ekivalensi. 2008. Jakarta : Erlangga P. Modul Praktikum Dasar-dasar Kimia Analitik.1992. Dengan memilih indikator untuk menghimpitkan kedua titik itu merupakan salah satu aspek yang penting dari analisis titrimetri. Selama bertahun-tahun digunakan istilah analisa volumetri bukannya titrimetri. lebih disukai istilah ´titrimetriµ karena pengukuran volume tidaklah terbatas pada titrasi.co. Jr dan Al Underwood. Kemungkinan Kesalahan a.Lukum. Kurang teliti dalam hal penimbangan baik kertas saring. Analisis titrimetri didasarkan pada reaksi kimia sebagai berikut: aA + tT hasil dengan a adalah molekul analit A yang bereaksi dengan t molekul pereaksi T sampel. UNG : Gorontalo Day RA. Penambahan titran diteruskan sampai sejumlah T yang secara kimia setara dengan A. d. Kurangnya konsentrasi prakiktkan selama proses praktikum berlangsung b. ditambahkan sedikit demi sedikit. UNG : Gorontalo http://images. Pereaksi T ini disebut larutan standar dan konsentrasinya ditetapkan oleh suatu proses yang disebut standardisasi. Pereaksi T.penyimpanan. Misalnya dalam analisis-analisis tertentu orang mungkin mengukur volume gas.dasar Kimia Analitik.id . Titik dalam titrasi pada saat indikator berubah warna disebut titik akhir.google. Analisis Kimia Kuantitatif. 2005. yang disebut titran.

4° C.GEOGRAFI Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu kabupaten yang ada di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul 1. Nglipar. Wilayah Kabupaten Gunungkidul dibagi menjadi 18 Kecamatan dan 144 desa. Suhu udara Kabupaten Gunungkidul untuk suhu rata-rata harian 27. 2007 by via-melia. KarangMojo. Masing-masing DAS itu terdiri dari beberapa Sub DAS. 1431 dusun. 82 desa masuk klasifikasi Swakarya dan desa 62 desa masih Swadaya. sedangkan wilayah Gunungkidul selatan mempunyai awal hujan paling akhir. POTENSI DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL http://gunungkidulkab.85 %. Wonosari.2°C dan suhu maksimum 32. sedangkan bulan kering berkisar antara 4 ± 5 bulan.36 km2 atau sekitar 46. Di Kabupaten Gunungkidul terdapat 2 Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu Opak ± Oyo dan Dengkeng. Sebelah Timur :Kabupaten Wonogiri (Propinsi Jawa Tengah). Semanu. 3114 RW. Patuk. .PEMERINTAHAN Kabupaten Gunungkidul terdiri dari 18 kecamatan. Kecamatan yang ada di Gunungkidul antara lain : Kecamatan Panggang.go.7° C. Ngawen. Rongkop. Gedangsari.485.50 wib December 12th.CURAH HUJAN Curah hujan rata-rata Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2005 sebesar 2145 mm/tahun dengan jumlah hari hujan rata-rata 115 hari per tahun. dan 7077 RT. Suhu minimum 23. Kelembaban tertinggi terjadi pada bulan Januari ± Maret. Letak geografi : 110O 21¶sampai 110O 50 BUJUR TIMUR 7O 46¶sampai 09 LINTANG SELATAN Batas Wilayah Kabupaten Gunungkidul: Sebelah Barat : Kabupaten Bantul dan Sleman (Propinsi DIY). dengan jarak ± 39 km. tetapi lebih dipengaruhi oleh musim. Saptosari.friendster. Paliyan. Puncak curah hujan dicapai pada bulan Desember ± Pebruari. Kota Wonosari terletak di sebelah tenggara kota Yogyakarta (Ibukota Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta). Kelembaban nisbi ini bagi wilayah Kabupaten Gunungkidul tidak terlalu dipengaruhi oleh tinggi tempat. 3. Musim hujan dimulai pada bulan Oktober ± Nopember dan berakhir pada bulan Mei-Juni setiap tahunnya.tentang gunung kidul http://via-melia. Tanjungsari. Bulan basah 4 ± 6 bulan.com/ 04 februari 2011 jam 20. dengan Ibukotanya Wonosari. Tepus. Kelembaban nisbi di Kabupaten Gunungkidul berkisar antara 80 % . Playen. dan Semin. Sebelah Utara : Kabupaten Klaten dan Sukoharjo (Propinsi Jawa Tengah). Ponjong. Sebelah Selatan : Samudera Hindia 2. Dari 144 desa.63 % dari luas wilayah Propinsi Daerah Istimewa YogyAkarta. 144 desa.Wilayah Kabupaten Gunungkidul Utara merupakan wilayah yang memiliki curah hujan paling tinggi dibanding wilayah tengah dan selatan. Purwosari. Girisubo.blog.id/?mode=detail_menu&id=98 Kondisi Umum Kondisi Umum Kabupaten Gunungkidul 1. sedangkan terendah pada bulan September.

4. hutan.859 jiwa. membentang sepanjang sekitar 65 Km dari Kecamatan Purwosari sampai Kecamatan Girisubo.81% dari jumlah penduduk yang bekerja. tambang serta potensi pariwisata.699 laki-laki. tras. makanan. Untuk mutasi Penduduk adalah lahir Tahun 2005 sebanyak 2.186 perempuan dan 371.4.235 umat Katholik. Sedangkan yang berusaha dengan dibantu buruh tetap.616 Jiwa sedangn usia SMP ( 13 -15 Tahun )sebanyak 40. serta upaya kaderisasi kepada generasi muda Perkembangan pembangunan di bidang spiritual dapat dilihat dari banyaknya sarana peribadatan masing-masing agama.621 juta rupiah dengan kontribusi terbesar diberikan oleh sektor pertanian yaitu sebesar 35.792umat Kristen. Sumberdaya alam tambang yang termasuk golongan C berupa : batu kapur. perikanan dan peternakan . kaolin dan pasir kuarsa. KEPENDUDUKAN Jumlah Penduduk akhir Tahun 2005 adalah sebanyak 756. Pertanian yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul sebagian besar adalah lahan kering tadah hujan (± 90 %) yang tergantung pada daur iklim khususnya curah hujan. Untuk sektor budaya. 5. sedangkan pertumbuhan penduduk adalah 1. datang 239 jiwa. mati 1.296 orang .885 jiwa yang tersebar di 18 kecamatan dan 144 desa. Bahkan juga tampak adanya upaya untuk menggali kembali budaya dan kesenian yang hampir punah.014 orang. Lahan sawah beririgasi relatif sempit dan sebagian besar sawah tadah hujan.27%.443 umat Budha. 7. Kabupaten Gunungkidul juga mempunyai panjang pantai yang cukup luas terletak di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia. Kondisi kehidupan dan aktivitas budaya dan kesenian di Kabupaten Gunungkidul secara umum masih berjalan baik.POTENSI Kabupaten Gunung Kidul mempunyai beragam potensi perekonomian mulai dari pertanian. Untuk penduduk berdasarkan usia adala sebagai berikut Usia 0-4 Tahun ( balita ) sebanyak 56.PENDAPATAN REGIONAL Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Gunungkidul atas dasar harga berlaku tahun 2005 sebesar 3. Dilihat dari status pekerjaanu utama. bentonit. hotel dan restoran dengan sumbangan sebesar 14. Sedangkan jumlah penduduk di Kabupaten Gunungkidul pada akhir tahun telah mencapai 759.547 jiwa. dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu Kecamatan Wonosari dengan 78.957 Jiwa.989 umat Hindu.006.853. Ditinjau dari jumlah pemeluk agama. dan pergi 591 Jiwa. 6.968 jiwa. yaitu 387.40 % kemudian disusul sektor perdagangan.626 umat Islam. dan 2. Potensi hasil laut dan wisata sangat besar dan terbuka untuk dikembangkan. pengolahan hasil pertanian yang semuanya sangat potensial untuk dikembangkan.38%. 10. Potensi lainnya adalah industri kerajinan. zeolit.052 jiwa. 14. Secara keseluruhan jumlah penduduk perempuan lebih banyak daripada penduduk laki-laki. masih sangat sedikit yaitu sekitar 1. terlihat dari upaya dan kegiatan masyarakat untuk mempertahankan dan mengembangkan budaya dan kesenian yang ada. pada tahun 2005 di Kabupaten Gunungkidul tercatat 726. usia SMA 16-18 tahun . industri. flora dan fauna. batu apung. kalsit. Usia SD 7-12Tahun adalah sebanyak 75. SOSIAL BUDAYA Penduduk Kabupaten Gunungkidul berdasarkan hasil registrasi pertengahan tahun 2005 berjumlah 758. sebagian besar penduduk Kabupaten Gunungkidul bekerja sebagai pekerja keluarga sekitar 31. TK( 5-6 Tahun sebanyak 24.189 jiwa. dengan kepadatan penduduk 510 jiwa/KM2.

Di sepanjang garis pantai tersebut terdapat tempat-tempat yang dapat didarati oleh perahu nelayan.418 kg. terong : 577. kubis : -.80 ton. salak : 2. Potensi perikanan darat di kabupaten Gunungkidul terdapat di kecamatan bagian utara maupun selatan wilayah Gunungkidul. kacang panjang : 366.10 ton. sungai : 3. kacang merah : 4. padi gogo : 11.00 ton.10 ton. Subsektor Perikanan Potensi perikanan di kabupaten Gunungkidul terbagi menjadi budidaya dan perikanan tangkap.80 ton.87%.80 ton.50 ton.00 ton. dan penciptaan ketahanan pangan. Kedelai : 2.411. peran sector pertanian (tanaman pangan.769. POTENSI WILAYAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki potensi wilayah yang cukup beragam. a. Masih merupakan sektor andalan.850. cempedak : -. ubi jalar : 1. nila dan lain-lain.50 ton. kacang hijau : 438. kangkung : 260.077 Jiwa dan usia muda 0-14 Tahun sebanyak 181 667 jiwa dan usia pemuda antara 15-24 Tahun sebanyak 116.40 ton. bawang putih : 0.84 ton.15 ton.40 ton. cabe/lombok : 1.60 ton. Subsektor Tanaman Pangan Hortikultura Produksi tanaman pangan yang terdiri dari padi sawah : 51.40 ton.97 ton.30 ton. Sector pertanian berperan cukup besar dalam pembangunan daerah Kabupaten Gunungkidul.137. Budidaya perikanan darat dibagin utara dilakukan dengan membuat kolam-kolam yang kemudian diberi bibit ikan antara lain ikan lele.70 ton.267 jiwa . wader dan lain-lain. jagung : 146.081. sorghum : 351. perikanan dan kehutanan). ikan . pisang : 6.90 ton.10 ton.14 ton. Produksi sayur-sayuran yang terdiri dari bawang merah : 309.328.850.290. peternakan.45 ton.267.80 ton. sukun : 1. perkebunan.70 ton.60 ton.80 ton.40 ton. tomat : 121. Wilayah selatan tersebut berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan memiliki garis pantai sepanjang + 70 Km yang membentang dari barat ke timur yang bermula dari kecamatan Purwosari sampai dengan Kecamatan Girisubo. Untuk wilayah bagian selatan kegiatan perikanan darat dilakukan dengan memanfaatkan telaga-telaga tersebut ditebari bibit-bibit ikan seperti ikan nila. baik peran langsung terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).30 ton. rumput laut : 66.40 ton.63 ton. potensi-potensi tersebut meliputi: 1. sawah : 929 kg. sirsak : 326.600 kg.80 ton.532. belimbing : 164.50 ton. penyediaan lapangan kerja.282 kg.sebanyak 40. melinjo : 5.839.20 ton. jambu biji : 1. Petsai/sawi : 538. b. telaga: 43.033. melinjo : 5.540. Hal ini tercermin dari mata pencaharian masyarakat Gunungkidul yang 69% bertumpu pada sector pertanian serta dilihat dari kontribusi sector pertanian terhadap PDRB paling tinggi bila dibandingkan dengan sector-sektor lainnya yaitu 37.650. kacang tanah : 47. srikoyo : 54. maupun peran tidak langsung melalui penciptaan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan hubungan sinergis dengan subsektor dan sector lain. pepaya : 1. jambu air : 707. Produksi buah-buahan yang terdiri dari alpokat : 10 ton.033. mangga : 6. Selain potensi perikanan darat di wilayah selatan juga terdapat potensi perikanan laut.019.500 kg.70 ton. hortikultura.098 kg. sawo : 2. pete : 2.635. ubi kayu : 699. Potensi Agribisnis Sesuai dengan karakteristik wilayah Kabupaten Gunungkidul. Perikanan Laut yang terdiri dari ikan laut : 580.11 ton.570. ketimun : 174. jeruk : 48. bayam : 653.50 ton.95 ton.10 ton. durian : 11. rambutan : 51. Perikanan budidaya yang terdiri dari kolam : 80.55 ton. nangka : 3. sumber pendapatan masyarakat. markisa : 27.

Hutan rakyat di Kabupaten Gunungkidul umumnya merupakan hutan produksi berperan dalam peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memberikan lapangan kerja bagi maslyarakat perdesaan.258 ekor. Potensi untuk pengembangan hutan karya di Kabupaten Gunungkidul seluas 50.888.083 ton. Kelapa : 6.816 kg. Semarng dan beberapa kota lain di luar Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.119 ha. yang terdiri dari Hutan Negara seluas 13.395 ekor. ekowisata. kakao. Perkebunan Kabupaten Gunungkidul memiliki beberapa komoditas unggulan perkebunan yang apabila dikelola dengan baik memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. 3. kambing sebanyak 123.hias : 18. kakao : 86. dan lain-lain. sedangkan kawasan hutan negara sangat terbatas luasnya. itik sebanyak 9.750 ekor Benih ikan yang terdiri dari BBI : 1. Keberadaan jenis tegakan hutan di Kabupaten Gunungkidul sangat bervariasi yaitu jenis tegakan jati. Hutan rakyat di Kabupaten Gunungkidul memiliki peran yang penting dalam konservasi lahan bagi lahan pertanian di Kabupaten Gunungkidul. Adapun produksi hasil ternak Kabupaten Gunungkidul hingga akhir tahun 2004 adalah : daging sebesar 2.27 %) dari luas wilayah. KPI/UKR : 1.144 hektar dan saat ini luasan hutan rakyat baru mencapai 16.539 ekor.058 ton.999 ton.210 ekor dan burung puyuh sebanyak 203.436 ekor. Jumlah populasi ternak Kabupaten Gunungkidul hingga akhir tahun 2004 adalah : sapi potong sebanyak 108. Berdasarkan fungsinya Hutan Negara terdiri : Luas Hutan Berdasarkan Fungsi Hutan di Kabupaten Gunungkidul Fungsi Hutan Luas (hektar) Hutan Lindung 721 Hutan Penyangga 2. Beberapa komoditas perkebunan di Gunungkidul meliputi: jambu mete. kelapa.750. mahoni. Tembakau : 364. domba sebanyak 11. Berikut ini jumlah produksi komoditas tersebut hingga tahun 2004 adalah sebagai berikut : jambu mete : 448. kerbau sebanyak 249 ekor.755 ha dan Hutan Rakyat seluas 16.885 Hutan Produksi 10.600 Ha yang berupa tanah AB yang direkomendasikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta untuk dikukuhkan menjadi Hutan Negara melalui surat Gubernur DIY Nomor 552/0211 tanggal 20 Januari 1999. 2. ayam buras 1.300 ekor. 4. Pengelolaan hutan negara yang diarahkan lebih pada fungsi konservasi sehingga memiliki peran sangat strategis untuk mendukung ekonomi wilayah (bioregion).896 ekor. Adapun jumlah produksi hasil hutan tersebut hingga tahun 2004 adalah sebagai berikut : . kayu putih.703 kg dan telur 949. akasia.982 ton.335 ekor.250. ayam ras petelur sebanyak 10.000 ekor. Kabupaten Gunungkidul juga memiliki Hutan Cadangan seluas 1. ayam ras pedagng sebanyak 181.119 hektar. Peternakan Kabupaten Gunungkidul merupakan gudang ternak bagi propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.149 Hutan Peneliltian dan Pendidikan (Wanagama I) 625 Disamping itu. pusat penelitian dan pendidikan (Wanagama I) dan ekonomi masyarakat. lainnya/BBI Bejiharjo : 1.656. sonokeling. Kehutanan Luas hutan kabupaten Gunungkidul 24.000. dan tembakau.629. Hewan ternak yang ada terutama sapi potong dan kambing.293. sebagian besar dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat kota Yogyakarta dan sekitarnya bahkan dikirim pula ke Jakarta.000 ekor.000 ekor.5 ha atau (16.

Potensi Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi energi sumber daya mineral alam cukup beragam yaitu bahan galian golongan C yang melipuiti : kelompok batu gamping. Kukup. pasir kuarsa. Krakal. blok.609. hutan. 6. industri besar dan sedang sebanyak 9 unit usaha. Sampai saat ini pengusahaan sektor pertambangan di Kabupaten Gunungkidul selain diusahakan oleh perusahaan swasta.622 m3. Keberadaan industri kecil dan rumah tangga tersebut merata di hampir semua kecamatan di Gunungkidul. Di Kabupaten Gunungkidul terdapat 19 pantai yang sangat indah yang didukung dengan pasir putihnya. breksi batu apung dan batu setengah mulia (kalsedon).782 m3 . Potensi Pariwisata Sektor pariwisata adalah salah satu sektor andalan di Kabupaten Gunungkidul. kaolin.293 unit usaha. Kayu Sonokeling : 1. Dari berbagai potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena . Indutri kecil dan rumah tangga Kabupaten Gunungkidul dalam kegiatan produksinya mengandalkan atau memanfaatkan potensi sumber daya lokal seperti produk-produk pertanian. Industri kecil ini terbasis pada hasil pertanian. Kabupaten Gunungkidul juga memiliki potensi energi alternatif yang prospektif untuk dikembangkan antara lain energi surya. Sektor pariwisata memiliki peran yang sangat strategis untuk menggerakan pembangunan ekonomi wilayah karena keberadaannya memiliki multiplier effect yang luar biasa dan mampu menggerakan sektor-sektor lain. dan Siung. zeolit. baik bentang alam bawah permukaan maupun bentang ala yang ada di permukaan. adapun bentang alam yang ada di permukaan meliputi bentukan positif yang berwujud bukit-bukit kapur yang unik dan bentukan negatif yang berwujud lembah-lembah karst. Beberapa pantai telah dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi obyek wisata yaitu antara lain Pantai Baron. gelombang. tanah. desa-desa budaya dan wisata yang memiliki berbagai macam atraksi tradisional. tras. Sundak. Industri kecil dan rumah rumah tangga Kabupaten Gunungkidul cukup tangguh. sebagian masih merupakan usaha pertambangan rakyat yang diusahakan secara berkelompok dan belum terorganisasi dengan baik. Ngobaran. Kayu Mahoni : 6.765.Bentang alam karst bawah permukaan meliputi goa-goa karst dengan segala hiasannya. Selain obyek wisata alam dijumpai pula obyek wisata budaya yang meliputi peninggalan sejarah dan purbakala seperti Situs Megalitikum Gunung Bang dan Sokoliman.467. perkebunan. hasil hutan dan pertambangan. Hingga saat ini keberadaan potensi energi alternatif tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. pasir dan kerikil. industri kecil sebanyak 5. terutama industri kecil dan rumah tanggal.483. Potensi pariwisata di Kabupaten Gunungkidul terdiri dari obyek wisata alam dalam hal ini obyek wisata pantai. dan sungai bawah permukaan. Keberadaan industri kecil dan rumah tangga tersebut memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Berdasarkan data tahun 2004 jumlah industri rumah tangga Gunungkidul sebanyak 13. dan angin. hal lini terbukti dengan tetap eksisnya kegiatan mereka meskipun krisis ekonomi melanda negara kita beberapa tahun yang lalu. Gunungkidul juga memiliki kawasan karst yang unik dan bentang alamnya sangat indah.782 m3. gunung dan segala keunikan yang dimiliki alam Gunungkidul seperti keunikan kawasan karst.604 unit. split. 5.Kayu jati : 51. seperti sektor jasa dan sektor industri. Potensi Industri Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi industri cukup beragam. pertambangan dan lain-lain. dan Kayu Akasia : 1. 7. produk bahan tambang dipasarkan dalam bentuk produk alami yang belum melalui prosessing. Selain potensi kbahan galian golongan C.295 m3 . Drini.

090 m3 Batugamping Terumbu Keras (Bedes) : 17. Kelompok Kaolin : 4. Kelompok Pasir dan Kerikil Pasir Urug : 2. Kelompok Pasir Kuarsa : 3. Kelompok Zeolit : 55.000 m3 Batu Pasir : 1. Kelompok Tanah Lempung Hasil Pelapukan Batu Gamping : 1.509 m3 2.290. Kelompok Split Andesit : 7.007. Samil berwisata dapat menambah ilmu pengetahuan.018.697.231 m3 6. disamping itu juga aksesibilitas sosial ekonomi yang belum dapat mendukung serta kondisi infrastruktur yang belum memadai. juga penangkaran rusa.017.054 m3 8.050.000.884. tingkat aksebilitas dari kawasan ini sangat baik karena dilalui oleh jalan penghubung utama antara Yogyakarta dengan kota Wonosari.000 m3 10. sarana komunikasi.250 m3 7. Berikut ini potensi bahan galian dan cadangannya di Kabupaten Gunungkidul : 1. Kelompok Batu Setengah Mulia (Kalsedon) : 38.837. Hutan Bunder Rest Area terletak di Kawasan Hutan Bunder yang berada 30 KM dari Yogyakarta.069 m3 lempung Hasil Pelapukan Tras : 411.241 m3 3.923.322. Dengan demikian maka lokasi tersebut merupakan tempat yang sangat strategis sebagai persingahan dan peristirahatan sementara ( Stopover) bagi wisatawa yang akan melakukan perjalanan ke dan dari obyek wista Alam Utama.972.777. Demikian pula perjalanan wisata dari Yogyakarta ke obyek wisata utama di pantai selatn Gunungkidul ( Baron.560 m3 4. Keberadaan Rest Area ini untuk melengkapi obyek dan daya tarik wisata ang sudah ada sebelumnya yaitu Hutan Wanagama.banyaknya kendala dan permasalahan seperti rendahnya penguasaan teknologi.229.269. Kelompok Batugamping Batugamping Terumbu Lunak (Keprus): 83.058. Pada saat ini di Hutan Bundrt terdapat budidaya tanaman minyak kayu putih .951 m3 Batu Pasir (Tufan) : 3.686.026 m3 Breksi Andesit : 1.000 m3 Kantor INKOM Pemkab Gunungkidul @2006 Wisata Alam WISATA ALAM KABUPATEN GUNUNGKIDUL 1. Kelompok Blok Batu Apung (Fragmen Lepas & Breksit): 2.569 m3 Batugamping Berlapis Halus (Kalsilutit) : 42.Krakal) dan ke Wonogiri ( Waduk Gajah Mungkur ) serta ke Pacitan ( Goa Gong ) lewat selatan juga melalui kawasan huan Bunder .Kawasan nimlayak dikembangkan sebagai lokasi wisata berkemah yang nyaman USAHA MAKANAN Kripik Tempe Krpik tempe Gadungsari .Kukup.571.193.167 m3 9. dan lemahnya permodalan.045. Kelompok Tras : 9. penyulingan minyak kayuputih.107 m3 Batugamping Berlapis Kasar (Kalkarenit) : 308. sutera alam.000 m3 5. informasi pasar.

gua. Salah satu upaya pengendalian kerusakan fungsi lingkungan pada ekosistem karst Kabupaten Gunungkidul adalah penataan dan penertiban kegiatan usaha pertambangan. dan peralatan yang digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga. Kedelai yang melimpah di kabupaten Gunung Kidul telah dikembangkan menjadi keripik tempe oleh beberapa industri rumah tangga yang diantaranya terdapat di Dusun Gadungsari No 179 RT 08/12. dalam waktu 2 hari. Hal ini bertujuan . Asam amino yang terkandung dalam proteinnya tidak selengkap protein hewani. zeolit.Yogyakarta dengan luas 1. breksi batuapung. serta kaolin dan feldspar. keanekaragaman hayati. keripik tempe. dan belum merambah ke daerahdaerah lainya di kabupaten Gunung Kidul. Hasil olahannya dapat berupa makanan seperti keripik.36 Km2 yang terdiri atas 18 Kecamatan. kacang tanah. koro. Kacang-kacangan dan umbi-umbian cepat sekali terkena jamur (aflatoksin) sehingga mudah menjadi layu dan busuk. susu. ´Kalau Anda ke Wonosari jangan lupa membeli keripik Tempe tradisional Ny.I. jumlah keripik hasil industri Ny. Gang Kecelung Wonosari Gunung Kidul milik Ny.485. Ny. Kedelai dapat diolah menjadi: tempe. Sunarsih. sekaligus meningkatkan perekonomian rakyat. Untuk mengatasi masalah ini. Bahan galian pertambangan potensial yang terdapat di zona utara dan tengah meliputi : batupasir tufan. antara lain : air sungai bawah tanah. Kendala yang umum dihadapi oleh industri kecil seperti ini adalah dalam hal pemasaran. menciptakan lapangan pekerjaan yang baru. Sunarsih. terutama untuk mendukung kegiatan industri.5000. Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada umumnya merupakan proses yang sederhana. namun penambahan bahan lain seperti wijen. Namun demikian. telaga. dan zona selatan (Perbukitan Karst Gunung Sewu). zona tengan (Ledok Wonosari). Zona selatan (Perbukitan Karst Gunung Sewu) merupakan salah satu warisan dunia yang keberadaannya sangat langka.00 (isi 20 biji). industri ini tetap bertahan. dan mineral (bahan tambang). kecap. kelapa dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber protein dan lemak nabati yang sangat penting peranannya dalam kehidupan. dan lain-lainnya. dan bahan bangunan. Potensi pertambangan bahan galian terdapat hampir seluruh kecamatan tersebut. baik di zona utara (Perbukitan Baturagung). Hanya menggunakan bahan dasar kedelai pilihan. Sunarsih dan ibu-ibu lain yang bergelut dalam bidang ini berharap agar hasil industri rumah tangga bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat di Kabupaten Gunung Kidul dan sekitarnya sehingga bisa meningkatkan hasil produksinya. Pertambangan & Energi POTENSI PERTAMBANGAN DAN BAHA GALIAN Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu wilayah kabupaten di provinsi D.KERIPIK TEMPE WONOSARI Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai. batugamping kalkarenit.´ begitu pesan singkat seorang ibu yang telah 34 tahun menekuni industri rumah tangga ini. masih saja terdapat hambatan untuk mengembangkan usaha keripik ini. kerajinan. Pada kawasan karst ini menyimpan berbagai potensi. Kelima jenis bahan galian tersebut mempunyai potensi dan prospek yang baik. serta minuman seperti bubuk dan susu kedelai. Daerah pemasarannya hanya terbatas di Wonosari saja. tahu. bahan tersebut perlu diawetkan. Walapun dengan jumlah pekerja yang terbatas. Secara bertahap kegiatan usaha pertambangan bahan galian diarahkan ke zona utara dan tengah. tahu dan tempe. yang dikelompokkan menjadi 12 kelompok bahan galian tambang. dan rencananya akan dicanangkan oleh pemerintah pusah sebagai kawasan konservasi. Sunarsih yang siap untuk dipasarkan sejumlah 2000 biji dengan harga per bungkus Rp. biji kecipir. jagung atau menir adalah sangat baik untuk menjaga keseimbangan asam amino tersebut. dengan tetap memperhatikan kaidah atau arahan dalam rencana tata ruamg yang berlaku.

Bahan galian ini banyak dijumpai di wilayah Perbukitan Baturagung dan Ledok Wonosari.Kecamatan Semanu (Desa Pacarejo.Kecamatan Gedangsari (Desa Ngalang. meubel. Mulo. Jurangjero. Baleharjo. Watusigar. Ngawis. * Bahan tahan api.Kecamatan Nglipar (Desa Pilangrejo dan Natah) . Hargomulyo.Kecamatan Karangmojo (Desa Karangmojo) . * Bahan aditif dan subtitusi pada tanah pertanian. dan abrasif. Kemenjing. batu hias. patung atau relief dinding).Bahan galian ini banyak dijumpai di wilayah Perbukitan Baturagung dan Ledok Wonosari. Tancep. yaitu : . perkerasan jalan. Dalam rangka mewujudkan kegiatan usaha pertambangan yang berwawasan lingkungan.Kecamatan Nglipar (Desa Kedungkeris. Siraman. karet. pasta gigi.Kecamatan Wonosari (Desa Wunung.241 m3.untuk mendukung fungsi ekosistrm karst yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai Kawasan Geowisata. kulit.509 m2. jamur. Duwet. telah diterbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 11 tahun 2003 tentang Usaha Pertambangan Bahan Galian.024. Karangsari. dan Katongan) .050. Sampang. Kampung. dan Jatiayu) .Kecamatan Semin (Desa Candirejo. * Bahan ornamen. giring. kondensasi. dan panas. Bahan galian ini banyak dijumpai di wilayah Perbukitan Baturagung dan Ledon Wonosari. pembersih. * Bahan batubata ringan dan genteng. * Bahan isolator temperatur tinggi. * Bahan saringan air. Kalitekuk.884. * Bahan pemoles. Kalitekuk. dan bahan penggosok.Kecamatan Ngawen (Desa Beji. tegel. Karangtengah. dan keramik.777. Nglipar. kimia. * Bahan perkerasan jalan. penggosok.269. Pulutan. * Bahan membuat arca. serta * Bahan penjernih minyak goreng. plastik. Bulurejo. Kegiatan usaha pertambangan bahan galian di Kabupaten Gunungkidul saat ini dilakukan oleh sebagian besar penambang rakyat dan beberapa pengusaha.Kecamatan Semin (Desa Candirejo. Sumberejo. Jumlah cadangan untuk seluruh Kabupaten Gunungkidul sebesar 2. BATUGAMPING KALKARENIT Jenis bahan galian ini merupakan bahan bangunan ringan dan bahan industri kerajinan bantuan (ornamen). dan Mertelu) . kaca. Semanu. Kemenjing. yaitu : . dan Ngeposari) BATU PASIR TUFAN Bahan galian ini merupakan bahan pondasi bangunan ringan. Pundungsari. dan Watusigar0 . dan Piyaman) . * Bahan industri cat. logam.Kecamatan Ponjong (Desa Tambakromo dan Sawahan) BREKSI BATUAPUNG Jenis bahan galian yang satu ini mempunyai banyak fungsi. pencuci pada industri konveksi. Jurangjero. dan umpak.291 m3. Semin. yaitu : * Bahan beton struktur ringan.Kecamatan Karangmojo (Desa Bejiharjo. Jumlah cadangan untuk seluruh Kabupaten Gunungkidul sebesar 308. dan Bendung) . Karangrejek. Gari. Jumlah cadangan untuk seluruh Kabupaten Gunungkidul sebesar 3. Sumberejo dan Bendung) . yaitu : . Wareng. elektronik. dan Sambirejo) .Kecamatan Ngawen ( Desa Kampung. kosmetik. dan industri kerajinan batuan (ornamen. Serut. Rejosari. * Bahan untuk urug.

dan industri kosmetik. Persyaratan Permohonan Izin 1.Kecamatan Gedangsari (Desa Sampang dan Serut) . dan Tegalrejo) .Pemberian Kuasa Pertambangan. dan Candirejo) ZEOLIT Zeolit merupakan jenis bahan galian yang mempunyai banyak kegunaan. dan Kalitekuk) . yaitu : .Bahan ornamen atau batu hias. Watusigar.Surat pernyataanpersetujuan pemilik tanah.Bahan campuran pakan ternak.Daftar nama anggota kelompik apabila diusahakan secara berkelompok . Semin.Bahan pondasi bangunan. dan pengganti batubata. Watugajah. Prosedur Permohonan Izin Permohonan Izin Pertambangan Rakyat atau Kuasa Pertambangan diajukan secara teknis kepada Kepala Dinas Perekonomian Kabupaten Gunungkidul.Fotokopi Izin Gangguan apabila kegiatannya berupa pengolahan. Jumlah cadangan untuk seluruh Kabupaten Gunungkidul sebesar 55. Jumlah cadangan untuk seluruh Kabupaten Gunungkidul sebesar 4. dengan mengisi formulir yang telah disediakan serta dilengkapi persyaratan yang diperlukan. yaitu : .Bahan untuk meningkatkan keasaman tanah. serta . Gedangrejo.000.Kecamatan Patuk (Desa Ngoro-oro dan Terbah) .Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon .000 bagi kegiatan eksploitasi . karet.840. yaitu : .Informasi mengenai lingkungan lokasi pertambangan . dan Jatiayu) . pemurnian atau penjualan . . yang selanjutnya diserahkan kepada Petugas UPTSA. . Bahan galian ini banyak dijumpai di wilayan perbukitan Baturagung. perkerasan jalan.Kecamatan Gedangsari (Desa Hargomulyo.500 m3.Kecamatan Ngawen (Desa Kampung.Kecamatan Semin (Desa Karangsari.Kecamatan Ngawen (Desa Tancep) PERIZINAN PERTAMBANGAN Dasar Hukum Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 11 tahun 2003 tentang Usaha Pertambangan Bahan Galian.Kecamatan Ponjong ( Desa Umbulrejo) KAOLIN & FELSPAR Kaolin dan felspar merupakan jenis bahan galian untuk industri keramik. . dan ubin. Syarat-syarat permohonan Izin Pertambangan Rakyat : .Kecamatan Semin (Desa Karangsari.Bahan pengembang dan pengisi dalam industri kertas. Jenis Izin Izin usaha pertambangan terdiri atas : . Bahan galian ini banyak dijumpai di wilayah Perbukitan Baturagung. industri cat. apabila tanah lokasi pertambangan tersebut bukan milik sendiri . Pundungsari. dan . .Izin Pertambangan Rakyat.000 m3.Bahan industri semen puzzoland. .Peta lokasi pertambangan dengan skala sekecil-kecilnya 1 : 10. cat maupun lem. Pundungsari.Bahan pengikat kotoran dalam pengolahan limbah.Penyerap. Mertelu. plastik. dan katalis dalam bentuk tepung dan butiran.Kecamatan Karangmojo (Desa Karangmojo.. dan Sambirejo) . penukar kation. .

terdapat tipologi karst lain yaitu (1) karst terbuka (2) karst tertutup (3) karst tertutup tanah (4) karst terpendam (5) karst tropik dan (6) karst permafrost. Tipologi karst dapat dibedakan menjadi (1) holokarst yang berkembang sempurna(2) merokarst yang berkembang kurang sempurna dan (3) platform karst yang ditandai oleh banyaknya kelurusan dan struktur patahan. stabilitas sumberdaya alam dan lingkungan serta sumberdaya ruangnya Potensi Kawasan Karst sebagai Asset Pembangunan . sungai bawah tanah juga banyak dijumpai. tower dan cone karst. pariwisata.Surat Pernyataan kesanggupan tenaga ahli . dan non renewable ecosystem serta decoratif landscape resourcess dengan fragilitas tinggi terhadap risiko kerusakan lingkungan. yang terus berkembang pada lokasi yang tak sesuai dengan kualitas karstnya akan berdampak negatif pada kerusakan ekologisnya.Rekomendasi dari Dinas Teknis apabila lokasi pertambangannya di sungai. dolin. Sebagai sumberdaya lingkungan hidup pemanfaatan kawasan karst di Kabupaten Gunungkidul mengarah pada pemenuhan kebutuhan manusia . sedangkan kenampakan endokarst seperti goa.Persetujuan pengelolaan lingkungan hidup (AMDAL) atau UKL/UPL .namun kurang diimbangi kegiatan pelestarian ekosistem alamiahnya yang merupakan asset dunua (world herritage). Kawasan karst di Kabupaten Gunungkidul memiliki karakteritik yang spesifik. spektakuler. pemukiman. 2.wordpress.com/category/pikir-pikir-sambil-ngupil/04 februari 2011 jam 21. 2010 at 11:17 amhttp://handiri. uvala.Studi kelayakan kegiatan eksploitasi KARST SEBAGAI ASSET DAERAH KABUPATEN GUNUNG KIDUL Oktober 24.Peta wilayah pertambangan yang dimohon dengan skala sekecil-kecilnya 1:10. unik.Surat pernyataan persetujuan pemilik tanah apabila taanah lokasi pertambangan tersebut bukan milik sendiri .00 wib Istilah karst aslinya dari kata krst yang berasal dari bahasa Yugoslavia yang dipakai untuk menyebut semua kawasan batugamping yang telah mengalami pelarutan. perkebunan.Referensi Bank Pemerintah dan/ atau Fiskal . Kegiatan pertanian.000 .Salinan akta pendirian perusahaan dan perubahan-perubahannya bagi Badan Hukum . Syarat-syarat permohonan Kuasa Pertambangan Eksploitasi .Fotokopi Kartu Tanda Pendududk (KTP) pemohon .. Berdasarkan klasifikasi karst tersebut kawasan karst gunungsewu termasu tipe holokarst tropik dan relatif terbuka (sedikit vegetasi) Kenampakan eksokarst nempak masih dapat diamati seperti lapies. Hal ini dimaksudkan agar dapat dijaga nilai nilai geo-biodiversitas.pertambangan.Fotokopi bukti kepemilikan tanah . peternakan. Selain klasifikasi karst tersebut. lembah kering. Sebagai asset daerah perlu dikembangkan manfaat potensi yang ada berdasarkan pada zonasi kelas karst.

Potensi Sumberdaya Lahan : Potensi kesesuaian lahan di kawasan karst sangat terbatas peruntukannya karena pembatas ketersediaan air. mata air dan air dari sungai bawah tanah. Keberadaan telaga memberikan sumbangan yang tidak kecil sebagai sumber air di kawasan karst. Sumberdaya manusia (human resources)yang adaftif dari aspek ekologis. dengan batas alamiah eksokrast berupa batas kenampakan morfologis. mineral.sehingga daerah ini sangat meluluskan air. air. yaitu : Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah barat Sebelah timur : Cekungan Wonosari. tanah dan medan. Pemunculan airtanah secara alami dapat berupa mata air (Spring) ataupun berupa rembesan (Seepage). Dataran Aluvial Merapi : Pegunungan Sewu di Kabupaten Wonogiri Melihat batas alamiah tersebut di atas dapat diperkirakan luasannya kurang lebih mencakup 741. Berdasarkan analisis potensi kawasan karst di Kabupaten Gunungkidul dapat di bedakan menjadi : 1. Potensi air yang ada di daerah karst dan potensial dimanfaatkan meliputi air hujan. Kondisi topografi yang berbukit serta banyak rekahan-rekahan meyebabkan proses solusional berlangsung insentif oleh kerja aliran air permukaan langsung masuk ke dalam tanah dan batuanyang membentuk aliran bawah tanah dan atau telaga. Pegunungan Baturagung : Samudra Hindia : Cekungan Wonosari. Sumberdaya buatan (man made resources) meliputi sarana dan prasarana kehidupan Sebagai gambaran umum deskripsi potensi utama kawasan karst yang mendukung kehidupan dan pembangunan daerah adalah sebagai berikut : 1. Oleh karena itu. ekonomi dan sosiokultur yang khas 5. satuan medan. di daerah ini tidak terdapat sungai-sungai besar yang dapat dimanfaatkan. zona inti dan sub inti karst 3. Telaga karst (karst lake)di Kabupaten Gunung Kidul dapat diketahui bahwa umumnya memiliki bentuk dan luas yang tidak sama. 2. Sumberdaya alam (natural resources)yang meliputi lahan.01 km2.Kawasan karst di Kabupaten Gunungkidul terletak antara 7o5¶56´ LS sampai 8o12¶40´ LS dan 110o19¶33´ BT sampai 110o49¶50´ BT. Bila pengeluarannya tidak terpusat membentuk suatu bidang tersebut dengan rembesan . Sumberdaya ruang(spatial resources) meliputi ruang bawah permukaan (goa dan sungai bawah tanah) dan ruang dekat permukaan ( konfigurasi bentang lahan) 4. Potensi Sumberdaya Air : Tipe karst Gunung Sewu merupakat aset dunia (world Heritage)di daerah iklim tropik memiliki struktur kekar (joint) yang sangat berkembang . Mata air adalah pemusatan pengeluaran air tanah yang muncul pada permukaan tanah sebagai arus dari aliran air (Tolman). Sumberdaya lingkungan (ecological resources) yang meliputi lingkungan eksokars dan endokarst yang berada di zona pantai. Potensi kawasan karst yang spesifik dan unik mempengaruhi kondisi dinamika lingkungan hidup dan karakteristik makhluk hidup yang ada termasuk manusia. tumbuhan dan hewan 2. air permukaan .

Potensi Sumberdaya mineral : Kawasan karst pada umumnya memiliki potensi sumberdaya mineral yang memiliki prospek baik untuk ditambang. Kawasan karst pada umumnya memiliki potensi sumberdaya mineral yang memiliki prospek baik untuk ditambang. selanjutnya terangkut melewati dan sebagian teredapkan pada lahan berbatu gamping. sungai bawah tanah juga banyak dijumpai. Kawasan karst di Kabupaten Gunungkidul memiliki karakteritik yang spesifik. dan non renewable ecosystem serta decoratif landscape resourcess dengan fragilitas tinggi terhadap risiko kerusakan lingkungan. Selain klasifikasi karst tersebut. Lempung hasil pelapukan batu gamping dijumpai di banyak lokasi wilayah Kecamatan Ponjong. KARST SEBAGAI ASSET DAERAH KABUPATEN GUNUNG KIDUL Istilah karst aslinya dari kata krst yang berasal dari bahasa Yugoslavia yang dipakai untuk menyebut semua kawasan batugamping yang telah mengalami pelarutan. tower dan cone karst. uvala. . Lempung yang terbentuk adalah monmorilonit dan ilit. Besarnya kualitas SiO2 terpacu pula oleh mineral penyusun batuan lainnya yang tererosi ke selatan. lembah kering. Kemudian curah hujan akan mengalami kenaikan pada Bulan Oktober hingga bulan Desember. Kali Suci dan Kali Serpeng yang kemudian menjadi sungai bawah tanah. misalnya sistem Ngobaran atau mungkin juga sistem Sundak . diantaranya sub sistem Bribin. Lempung yang terbentuk adalah monmorilonit dan ilit. 3. Besarnya kualitas SiO2 terpacu pula oleh mineral penyusun batuan lainnya yang tererosi ke selatan. spektakuler.(Seepage) Pola sebaran hujan yang terjadi umumnya pada bulan Januari merupakan bulan dengan curah hujan tertinggi dan selanjutnya bulan Juli merupakan awal bulan kering. dolin. yaitu Sungai Tegoan. Di kawasan karst ini terdapat pula tiga buah pintu masuk sungai bawah tanah perennial. selanjutnya terangkut melewati dan sebagian teredapkan pada lahan berbatu gamping. Berdasarkan klasifikasi karst tersebut kawasan karst gunungsewu termasu tipe holokarst tropik dan relatif terbuka (sedikit vegetasi) Kenampakan eksokarst nempak masih dapat diamati seperti lapies. Lempung hasil pelapukan batu gamping dijumpai di banyak lokasi wilayah Kecamatan Ponjong. Kondisi pola hujan ini berpengaruh pada kegiatan manusia dan kehidupan tumbuhan dan hewan yang ada. Tipologi karst dapat dibedakan menjadi (1) holokarst yang berkembang sempurna(2) merokarst yang berkembang kurang sempurna dan (3) platform karst yang ditandai oleh banyaknya kelurusan dan struktur patahan. unik. Namun kegiatan penambangan dapat berdampak pada memburuknya lingkungan hidup bila tidak dikelola dengan baik. terdapat tipologi karst lain yaitu (1) karst terbuka (2) karst tertutup (3) karst tertutup tanah (4) karst terpendam (5) karst tropik dan (6) karst permafrost. Keterdapatan aliran air sungai bawah tanah terbentuk oleh adanya sistem sungai bawah tanah yang bermuara di Baron (system Baron) dan mungkin masih ada sistem-sistem lain tetapi masih belum dapat dipastikan . sedangkan kenampakan endokarst seperti goa. Sistem Baron ini sendiri masih dapat dipilah-pilah menjadi beberapa sub sistem yang lebih kecil. Namun kegiatan penambangan dapat berdampak pada memburuknya lingkungan hidup bila tidak dikelola dengan baik.

dengan batas alamiah eksokrast berupa batas kenampakan morfologis. Sumberdaya lingkungan (ecological resources) yang meliputi lingkungan eksokars dan endokarst yang berada di zona pantai.namun kurang diimbangi kegiatan pelestarian ekosistem alamiahnya yang merupakan asset dunua (world herritage).Sebagai sumberdaya lingkungan hidup pemanfaatan kawasan karst di Kabupaten Gunungkidul mengarah pada pemenuhan kebutuhan manusia . Berdasarkan analisis potensi kawasan karst di Kabupaten Gunungkidul dapat di bedakan menjadi : 1. perkebunan. Sumberdaya alam (natural resources)yang meliputi lahan.sehingga daerah ini sangat meluluskan air. Potensi Sumberdaya Air : Tipe karst Gunung Sewu merupakat aset dunia (world Heritage)di daerah iklim tropik memiliki struktur kekar (joint) yang sangat berkembang . Sumberdaya buatan (man made resources) meliputi sarana dan prasarana kehidupan Sebagai gambaran umum deskripsi potensi utama kawasan karst yang mendukung kehidupan dan pembangunan daerah adalah sebagai berikut : 1. tumbuhan dan hewan 2. yang terus berkembang pada lokasi yang tak sesuai dengan kualitas karstnya akan berdampak negatif pada kerusakan ekologisnya. zona inti dan sub inti karst 3. mineral. air. 2. Hal ini dimaksudkan agar dapat dijaga nilai nilai geo-biodiversitas. yaitu : Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah barat Sebelah timur : Cekungan Wonosari. tanah dan medan. Pegunungan Baturagung : Samudra Hindia : Cekungan Wonosari. peternakan. Sumberdaya ruang(spatial resources) meliputi ruang bawah permukaan (goa dan sungai bawah tanah) dan ruang dekat permukaan ( konfigurasi bentang lahan) 4.01 km2. ekonomi dan sosiokultur yang khas 5. stabilitas sumberdaya alam dan lingkungan serta sumberdaya ruangnya Potensi Kawasan Karst sebagai Asset Pembangunan Kawasan karst di Kabupaten Gunungkidul terletak antara 7o5¶56´ LS sampai 8o12¶40´ LS dan 110o19¶33´ BT sampai 110o49¶50´ BT. pariwisata. pemukiman. satuan medan. Kegiatan pertanian. Dataran Aluvial Merapi : Pegunungan Sewu di Kabupaten Wonogiri Melihat batas alamiah tersebut di atas dapat diperkirakan luasannya kurang lebih mencakup 741. Potensi kawasan karst yang spesifik dan unik mempengaruhi kondisi dinamika lingkungan hidup dan karakteristik makhluk hidup yang ada termasuk manusia. Sumberdaya manusia (human resources)yang adaftif dari aspek ekologis. Sebagai asset daerah perlu dikembangkan manfaat potensi yang ada berdasarkan pada zonasi kelas karst.pertambangan. Potensi Sumberdaya Lahan : Potensi kesesuaian lahan di kawasan karst sangat terbatas peruntukannya karena pembatas ketersediaan air. Oleh karena itu. di daerah ini .

Lempung hasil pelapukan batu gamping dijumpai di banyak lokasi wilayah Kecamatan Ponjong. Keberadaan telaga memberikan sumbangan yang tidak kecil sebagai sumber air di kawasan karst. Kemudian curah hujan akan mengalami kenaikan pada Bulan Oktober hingga bulan Desember. Namun kegiatan penambangan dapat berdampak pada memburuknya lingkungan hidup bila tidak dikelola dengan baik. selanjutnya terangkut melewati dan sebagian teredapkan pada lahan berbatu gamping. Kawasan karst pada umumnya memiliki potensi sumberdaya mineral yang memiliki prospek baik untuk ditambang. Potensi Sumberdaya mineral : Kawasan karst pada umumnya memiliki potensi sumberdaya mineral yang memiliki prospek baik untuk ditambang. yaitu Sungai Tegoan. Bila pengeluarannya tidak terpusat membentuk suatu bidang tersebut dengan rembesan (Seepage) Pola sebaran hujan yang terjadi umumnya pada bulan Januari merupakan bulan dengan curah hujan tertinggi dan selanjutnya bulan Juli merupakan awal bulan kering. air permukaan . Lempung yang terbentuk adalah monmorilonit dan ilit. misalnya sistem Ngobaran atau mungkin juga sistem Sundak .tidak terdapat sungai-sungai besar yang dapat dimanfaatkan. selanjutnya terangkut melewati dan sebagian teredapkan pada lahan berbatu gamping. Mata air adalah pemusatan pengeluaran air tanah yang muncul pada permukaan tanah sebagai arus dari aliran air (Tolman). mata air dan air dari sungai bawah tanah. Namun kegiatan penambangan dapat berdampak pada memburuknya lingkungan hidup bila tidak dikelola dengan baik. Sistem Baron ini sendiri masih dapat dipilah-pilah menjadi beberapa sub sistem yang lebih kecil. Telaga karst (karst lake)di Kabupaten Gunung Kidul dapat diketahui bahwa umumnya memiliki bentuk dan luas yang tidak sama. Kondisi topografi yang berbukit serta banyak rekahan-rekahan meyebabkan proses solusional berlangsung insentif oleh kerja aliran air permukaan langsung masuk ke dalam tanah dan batuanyang membentuk aliran bawah tanah dan atau telaga. . Di kawasan karst ini terdapat pula tiga buah pintu masuk sungai bawah tanah perennial. Kondisi pola hujan ini berpengaruh pada kegiatan manusia dan kehidupan tumbuhan dan hewan yang ada. diantaranya sub sistem Bribin. Keterdapatan aliran air sungai bawah tanah terbentuk oleh adanya sistem sungai bawah tanah yang bermuara di Baron (system Baron) dan mungkin masih ada sistem-sistem lain tetapi masih belum dapat dipastikan . Potensi air yang ada di daerah karst dan potensial dimanfaatkan meliputi air hujan. Kali Suci dan Kali Serpeng yang kemudian menjadi sungai bawah tanah. Besarnya kualitas SiO2 terpacu pula oleh mineral penyusun batuan lainnya yang tererosi ke selatan. Besarnya kualitas SiO2 terpacu pula oleh mineral penyusun batuan lainnya yang tererosi ke selatan. Lempung yang terbentuk adalah monmorilonit dan ilit. Pemunculan airtanah secara alami dapat berupa mata air (Spring) ataupun berupa rembesan (Seepage). Lempung hasil pelapukan batu gamping dijumpai di banyak lokasi wilayah Kecamatan Ponjong. 3.

Ini menciptakan speleothem seperti stalagmit dan stalaktit. yang merupakan mineral metastable karena pada kurun waktu tertentu dapat berubah menjadi kalsit (CaCO3). Batu kapur dapat berwarna putih susu.asp?xdir=Batukapur&commId=35&comm=Batu%20kapur/gamping 04 februari 2011 jam 21.10 wib Batu kapur (bahasa Inggris: limestone) (CaCO3) adalah sebuah batuan sedimen terdiri dari mineral calcite (kalsium carbonate). tetapi dalam jumlah kecil adalah Siderit (FeCO3). tergantung keberadaan mineral pengotornya. Mineral karbonat yang umum ditemukan berasosiasi dengan batu kapur adalah aragonit (CaCO3). Penggunaan batu kapur sudah beragam diantaranya untuk bahan kaptan.Batu kapur http://id. Mineral lainnya yang umum ditemukan berasosiasi dengan batu kapur atau dolomit. abu tua.10 wib Batu kapur (Gamping) dapat terjadi dengan beberapa cara. foraminifera atau ganggang.wikipedia.org/wiki/Batu_kapur 04 februari 2011 21. Sumber utama dari calcite ini adalah organisme laut. atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. kertas. abu muda. Sebagian besar batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik.id/data/Batukapur/ulasan. jenis ini berasal dari pengendapan c angkang/rumah kerang dan siput. Sebagian besar cadangan batu kapur Indonesia terdapat di Sumatera Barat . dan magnesit (MgCO3). industri karet dan ban. dan lain-lain. ankarerit (Ca2MgFe(CO3)4). atau secara kimia.tekmira. yaitu secara organik. bahan campuran bangunan. Batu kapur membentuk 10% dari seluruh volume batuan sedimen BATU KAPUR/GAMPING http://www. coklat bahkan hitam.go. Organisme ini mengeluarkan shell yang keluar ke air dan terdeposit di lantai samudra sebagai pelagic ooze (lihat lysocline untuk informasi tentang dissolusi calcite). Bentuk yang lebih jauh terbentuk dari Oolite (batu kapur Oolitic) dan dapat dikenali dengan penampilannya yang granular. secara mekanik. Calcite sekunder juga dapat terdeposi oleh air meteorik tersupersaturasi (air tanah yang presipitasi material di gua). Potensi batu kapur di Indonesia sangat besar dan tersebar hampir merata di seluruh kepulauan Indonesia.esdm.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful