You are on page 1of 10

A. PENGERTIAN 1.

Labio / Palato skisis merupakan kongenital yang berupa adanya kelainan bentuk pada struktur wajah (Ngastiah, 2005 : 167) 2. Bibir sumbing adalah malformasi yang disebabkan oleh gagalnya propsuesus nasal median dan maksilaris untuk menyatu selama perkembangan embriotik. (Wong, Donna L. 2003) 3. Palatoskisis adalah fissura garis tengah pada polatum yang terjadi karena kegagalan 2 sisi untuk menyatu karena perkembangan embriotik (Wong, Donna L. 2003) Beberapa jenis bibir sumbing : a. Unilateral Incomplete Apabila celah sumbing terjadi hanya di salah satu sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung. b. Unilateral complete Apabila celah sumbing terjadi hanya di salah satu bibir dan memanjang hingga ke hidung. c. Bilateral complete Apabila celah sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung. 4. Labio Palato skisis merupakan suatu kelainan yang dapat terjadi pada daerah mulut, palato skisis (subbing palatum) dan labio skisis (sumbing tulang) untuk menyatu selama perkembangan embrio (Hidayat, Aziz, 2005:21) B. ETIOLOGI 1. Faktor herediter 2. Kegagalan fase embrio yang penyebabnya belum diketahui 3. Akibat gagalnya prosessus maksilaris dan prosessus medialis menyatu 4. Dapat dikaitkan abnormal kromosom, mutasi gen dan teratogen (agen/faktor yang menimbulkan cacat pada embrio). 5. Beberapa obat (korison, anti konsulfan, klorsiklizin). 6. Mutasi genetic atau teratogen. C. PATOFISIOLGI 1. Kegagalan penyatuan atau perkembangan jaringan lunak dan atau tulang selama fase embrio pada trimester I. 2. Terbelahnya bibir dan atau hidung karena kegagalan proses nosal medial dan maksilaris untuk menyatu terjadi selama kehamilan 6-8 minggu. 3. Palatoskisis adalah adanya celah pada garis tengah palato yang disebabkan oleh kegagalan penyatuan susunan palato pada masa kehamilan 7-12 minggu. 4. penggabungan komplit garis tengah atas bibir antara 7-8 minggu masa kehamilan. D. MANIFESTASI KLINIS 1. Deformitas pada bibir 2. Kesukaran dalam menghisap/makan 3. Kelainan susunan archumdentis. 4. Distersi nasal sehingga bisa menyebabkan gangguan pernafasan.

c. Foto Rontgen b. Regurgitasi makanan. Setelah memperlihatkan penambahan berat badan yang memuaskan dan bebas dari infeksi induk. Gangguan komunikasi verbal 6. 7. MRI untuk evaluasi abnormal G. keras dan faramen incisive. orbodantis. Terjadinya atitis media 3. Pada Labio skisis a. Tergantung dari berat ringan yang ada. Perbedaan asal ini dapat diperbaiki kembali pada usia 4-5 tahun. b.dokter anak. Perubahan harga diri dan citra tubuh yang dipengaruhi derajat kecacatan dan jaringan paruh. saluran nafas atau sistemis. Kesukaran dalam menghisap/makan. 8. Ada rongga pada hidung. palato lunak. Penatalaksanaan MedisPenatalaksanaan bibir sumbing adalah tindakan bedah efektif yang melibatkan beberapa disiplin ilmu untuk penanganan selanjutnya. maka tindakan bedah maupun ortidentik dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan fisik c. Pada kebanyakan . Pertumbuhan dan perkembangan terhambat 7. Distorsi pada hidung b. Aspirasi 4. KOMPLIKASI 1. Tampak sebagian atau keduanya c. Pada Palati skisis a. Distress pernafasan 5. Adanya celah pada bibir 8. E. PENATALAKSANAAN 1. serta hasil akhir tindakan koreksi kosmetik dan fungsional menjadi lebih baik. Pemeriksaan Diagnosis a. Tampak ada celah pada tekak (unla). Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh atitis media rekureris sekunder akibat disfungsi tuba eustachius. Pemeriksaan prabedan rutin (misalnya hitung darah lengkap 2. Teraba ada celah atau terbukanya langit-langit saat diperiksadn jari e.Biasanya penutupan celah bibir melalui pembedahan dilakukan bila bayi tersebut telah berumur 1-2 bulan. Pemeriksaan Laboratorium a. Adanya kemajuan teknik bedah. Distorsi hidung d. Resiko infeksi saluran nafas 6. Gangguan bicara 2. dokter THT.5. Masalah gigi 9. F. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1.

Perawatan Pra-Operasi: 1) Fasilitas penyesuaian yang positif dari orangtua terhadap bayi. bentuk danderajat cerat yang cukup besar. Perawatan Pasca-Operasi 1) Tingkatkan asupan cairan dan nutrisi yang adequate a) Berikan makan cair selama 3 minggu mempergunakan alat penetes atau sendok. 2) Tingkatkan penyembuhan dan pertahankan integritas daerah insisi anak. b) Lanjutkan dengan makanan formula sesuai toleransi.kasus. c) Arahkan cairan ke sebalah dalam gusi di dekat lidah. f) Akhiri pemberian susu dengan air. e) Tunjukkan sikap penerimaan terhadap bayi. pembedahan pada hidung hendaknya ditunda hingga mencapi usia pubertas. 2) Berikan dan kuatkan informasi pada orangtua tentang prognosis dan pengobatan bayi. . maka sebuah balon bicara dapat dilekatkan pada bagian belakang geligi maksila sehingga kontraksi otot-otot faring dan velfaring dapat menyebabkan jaringanjaringan bersentuhan dengan balon tadi untuk menghasilkan penutup nasoporing. c) Lanjutkan dengan diet lunak d) Sendawakan bayi selama pemberian makanan. c) Diskusikan tentang pembedahan d) Berikan informasi yang membangkitkan harapan dan perasaan yang positif terhadap bayi. Penta laksanaan Keperawatan a. d) Sendawkan bayi dengan sering selama pemberian makan e) Kaji respon bayi terhadap pemberian susu. Waktu optimal untuk melakukan pembedahan langit-langit bervariasi dari 6 bulan – 5 tahun. perbaikan harus disesuaikan bagi masing-masing penderita. maka pada saat pembedahan. 4) Tingkatkan dan pertahankan kepatenan jalan nafas a) Pantau status pernafasan b) Posisikan bayi miring kekanan dengan sedikit ditinggikan c) Letakkan selalu alat penghisap di dekat bayi b. a) Tahap-tahap intervensi bedah b) Teknik pemberian makan c) Penyebab devitasi 3) Tingkatkan dan pertahankan asupan dan nutrisi yang adequate. 2. a) Bantu orangtua dalam mengatasi reaksi berduka b) Dorong orangtua untuk mengekspresikan perasaannya. Karena celah-celah pada langit-langit mempunyai ukuran. a) Fasilitasi menyusui dengan ASI atau susu formula dengan botol atau dot yang cocok. Jika perbaikan pembedahan tertunda hingga berumur 3 tahun.Monitor atau mengobservasi kemampuan menelan dan menghisap. b) Tempatkan bayi pada posisi yang tegak dan arahkan aliran susu ke dinding mulut.

menelan.a) Bersihkan garis sutura dengan hati-hati b) Oleskan salep antibiotik pada garis sutura (Keiloskisis) c) Bilas mulut dengan air sebelum dan sesudah pemberian makan. pola pertumbuhan. cdema. PENGKAJIAN 1. hindari jangan kontak dengan alat-alat tidak steril. berat/panjang bayi saat lahir. d) Hindari memasukkan obyek ke dalam mulut anak sesudah pemberian makan untuk mencegah terjadinya aspirasi. PATHWAY KEPERAWATAN Etiologi : Faktor herediter Kegagalan fase embrio Akibat gagal prosesus maksilaris dan prosesus nasalis untuk menyatu Kegagalan penyatuan Kegagalan penyatuan pada Susunan palato Proses nasal medial dan maksilaris Timbul celah pada garis tengah palato Terbentuknya bibir dan hidung Labiopalatoskisis Pre Operasi Pasca Operasi Koping keluarga tidak efektif Kerusakan komunikasi verbal Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Resiko Aspirasi Nyeri Resiko infeksi ASUHAN KEPERAWATAN A. Kaji asupan cairan dan nutrisi bayi c. Palpasi dengan menggunakan jari f. riwayat otitis media dan infeksi saluran pernafasan atas. f) Pantau tingkat nyeri pada bayi dan perlunya obat pereda nyeri. b. labiotalatos kisis dari keluarga. Kaji tingkat nyeri pada bayi 3. d. h) Monitor keutuhan jaringan kulit i) Perhatikan posisi jahitan. Kaji tanda-tanda infeksi e. pertambahan/penurunan berat badan. Inspeksi kecacatan pada saat lahir untuk mengidentifikasi karakteristik sumbing. e) Pantau tanda-tanda infeksi pada tempat operasi dan secara sistemik. 2. bernafas. Pengkajia Keluarga . Pemeriksaan Fisik a. riwayat keturunan. g) Perhatikan pendarahan. Riwayat Kesehatan Riwayat kehamilan. Kaji kemampuan hisap. drainage. missal alat tensi H.

Kaji kesiapan orangtua terhadap pemulangan dan kesanggupan mengatur perawatan di rumah.h atau hurud berdesis sepeti s. sh. Radiasi . Pengertian Labioschizis terdiri dari dua pengertian yaitu: 1.t. Tanda dan gejala 1. Celah langit-langit sehingga bisa menyebabkan terjadinya aspirasi dan tidak tecukupinya pembeian makanan. Pergerakan kedua cuping hidung pad waktu bicara ketidakmampuan bersiul berkumurkumur meniup lilin atau meniup sebuah balon C. Obat-obatan (terutama Cortikosteroid) 3. Kaji reaksi orangtua terhadap operasi yang akan dilakukan d. Palatoschizis (sumbing langit-langit mulut) adalah bagian lateral palatum gagal bertemu satu sama lain sehingga tidak terjadi pernyataan (fusi) digaris tengah. Patofisiologi 1. Kegagalan tulang maxilaris dan naasalis untuk tumbuh bersama dan menyatu menyebabkan menetapnya celah.. Faktor Genetik 2.d. 2. kadang sampai lubang hidung. Palatoschizis Bagian lateral dari palatum gagal bertemu processus nasalis sehingga tidak terjadi penyatuan digaris tengah. B. bisa uni-lateral atau bi-lateral 2. Penyebab Labioschizis dikarenakan: 1. Dengan demikian rongga mulut berhubungan dengan rongga hidung. c 3.b. kesulitan mengeluarkan kata-kata atau suara ekplosif sehingga p. Palatum dan bibit sebelah atas dibentuk oleh processus maxilaris yang bertemu dengan processus nasalis yang tumbuh kebawah. Cacat in terjadi pada minggu kelima masa gestasi (dalam kandungan). Labioshizis (bibir sumbing) adalah suatu celah yang membentang dari bibir atas kadang. e. Adanya celah bibir pada tulang rawan cuping hidung 2. Derajat palatum yang ringan hanya mengenai palatum mole saja. Observasi infeksi bayi dan keluarga b. Kaji tingkat pengetahuan keluarga Ega Gatul 03 April jam 22:29 Laporkan Panji Pratikno 03 April jam 21:13 Laporkan LABIOPALATO SCHISIS A. Kaji harga diri / mekanisme kuping dari anak/orangtua c. Labioshizis Orifisio oralis primer dimodifikasi menjadi mulut dengan hidung oleh procesus maxilaris lateralis yang terbentuk dan kemudian tumbuh kearah medial. keadaan ini menimbulkan patoschizis dengan demikian rongga mulut berhubungan dengan rongga hidung.a. Kelainan seperti tersebut diatas bisa terjadi Labioschizis saja atau Palatischizis saja bahkan bisa kedua-duanya.

Pengaruh makanan 7. Perubahan seksual karena faktor keturunan Palatum (langit-langit) terdiri dari 2 bagian yaitu : 1. Hb lebih dari 10 gr % dan usia lebih dari 10 minggu. tahap sewaktu operasi dan tahap setelah operasi. 2. Manajemen terapi Terdapat tiga tahap penanganan labiopalato schisis yaitu tahap sebelum operasi. Pemeriksaan penunjang 1. 2. Selain itu celah pada bibir harus direkatkan dengan menggunakan plester khusus non alergenik untuk menjaga agar celah Ega Gatul 03 April jam 22:30 Laporkan pada bibir menjadi tidak terlalu jauh akibat proses tumbuh kembang yang menyebabkan menonjolnya gusi kearah depan (protrusio pre maksila) akibat dorongan lidah pada prolabium .4. Plester non alergenik tadi harus tetap direkatkan sampai waktu operasi tiba. Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium dilakukan bila anak mau dilakukan tindakan medis operasi dan untuk mengetahui kelainan bila ada faktor yang mencolok. asupan gizi yang cukup dilihat dari keseimbangan berat badan yang dicapai dan usia yang memadai. D. Patokan yang biasa dipakai adalah rule of ten meliputi berat badan lebih dari 10 pounds atau sekitar 4-5 kg . Pemeriksaan radiologis E. Palatum lunak Lipatan lengantung yang dapat bergerak dan tediri atas otot jaringan fibrus dan selaput lendir. Ketika bayi belum mencapai rule of ten ada beberapa nasehat yang harus diberikan pada orang tua agar kelainan dan komplikasi yang terjadi tidak bertambah parah. Pada tahap sebelum operasi yang dipersiapkan adalah ketahanan tubuh bayi menerima tindakan operasi. Tahapan selanjutnya adalah tahapan operasi. Hypoxia In-Uteri 5. Misalnya memberi minum harus dengan dot khusus dimana ketika dot dibalik susu dapat memancar keluar sendiri dengan jumlah yang optimal artinya tidak terlalu besar sehingga membuat bayi tersedak atau terlalu kecil sehingga membuat asupan gizi menjadi tidak cukup. Penyakit ibu saat mengandung 6. Palatum Keras Tersusun atas tajuk-tajuk palatum dari arah depan tulang maxilaris dan dua tulang palatum. jika dot dengan besar lubang khusus ini tidak tersedia bayi cukup diberi minum dengan bantuan sendok secara perlahan dalam posisi setengah duduk atau tegak untuk menghindari masuknya susu melewati langit-langit yang terbelah. karena jika hal ini terjadi tindakan koreksi pada saat operasi akan menjadi sulit dan secara kosmetika hasil akhir yang didapat tidak sempurna. pada saat ini yang diperhatikan adalah soal kesiapan tubuh si bayi menerima perlakuan operasi. hal ini hanya bisa diputuskan oleh seorang ahli bedah Usia optimal untuk operasi bibir sumbing (labioplasty) adalah usia 3 bulan Usia ini dipilih mengingat pengucapan bahasa bibir dimulai pada usia 5-6 bulan sehingga jika koreksi pada bibir lebih dari usia tersebut maka pengucapan huruf bibir .

Banyaknya penderita bibir sumbing yang datang ketika usia sudah melebihi batas usia optimal untuk operasi membuat operasi hanya untuk keperluan kosmetika saja sedangkan secara fisiologis tidak tercapai. sudah ada mekanisme kompensasi memposisikan lidah pada posisi yang salah. mungkin diinginkan perbaikan kecil pada bagian merah bibir. Hidung dan bibir Mungkin diperukan perbaikan deformitas cupung hidung biasanya cacat pada pendataran cuping hidung pada sisi sumbing. b. tetapi pada kebanyakan kasus pelru dilakukan opeasi “Flap aringeal” yaitu peningkatan flap mucos dan oto pada dinding faring posterior dan melekatkanya . Labioschizis Labioschizis sebenarnya tidak ada jaringan yang hilang. Insisi direncanakan untuk membentuk bibir utuh yang terlihat nomal. Bila gusi juga terbelah (gnatoschizis) kelainannya menjadi labiognatopalatoschizis. tindakan speech teraphy pun tidak banyak bermanfaat 1. Prosedur perbaikan tambahan a. Prinisip-prinsip umum perbaikan a. b. Operasi yang dilakukan sesudah usia 2 tahun harus diikuti dengan tindakan speech teraphy karena jika tidak. Pendekatan kedua belah digaris tengah 2. masalahnya adalah bagaimana membentuk kembali jaringan bibir yang tersedia yang ada tetapi terpisah. biasanya dokter bedah yang menangani akan memberikan instruksi pada orang tua pasien misalnya setelah operasi bibir sumbing luka bekas operasi dibiarkan terbuka dan tetap menggunakan sendok atau dot khusus untuk memberikan minum bayi. koreksi untuk gusi dilakukan pada saat usia 8 – 9 tahun bekerja sama dengan dokter gigi ahli ortodonsi Tahap selanjutnya adalah tahap setelah operasi. setelah operasi suara sengau pada saat bicara tetap terjadi karena anak sudah terbiasa melafalkan suara yang salah. Operasi untuk langit-langit (palatoplasty) optimal pada usia 18 – 20 bulan mengingat anak aktif bicara usia 2 tahun dan sebelum anak masuk sekolah. Jika palatumnakan mencukupi tetapi pada kebanyakan kasus dipelukan suatu operasi pemanjangan palatumnya cukup panjang. Palatum dan faring Pemendekan palatum karena tidak memadainya penutup angelo faringeal yang merupakan sebab utama dari suara sengau. Tujuannya untuk meno belahan tersebut dan untuk memastikan panjang dari patahan mole untuk penutupan velofaringeal yang baik.. Pada kasus -kasus ringan cukup dengan prosedur”V-Y”. Palatoschizis Dalam memperbaiki paltoschizis tidak perlu mendapatkan perstuan tulang. penatalaksanaanya tergantung dari tiaptiap jenis operasi yang dilakukan. tetapi hanya memindahkan kedua dan mucoperisteum paatum ke garis tengah dan menyatukan.sudah terlanjur salah sehingga kalau dilakukan operasi pengucapan huruf bibir tetap menjadi kurang sempurna. fungsi bicara tetap terganggu seperti sengau dan lafalisasi beberapa huruf tetap tidak sempurna. Dismping itu bibir atas dan maksia kurang lubang mka rotasi bagian sentral bagian bibir atas menghasilkan kemajuan nyata. Pada kasus labiochizis bilateral serta pebaikan hidung karena kulumeta hidung memendek dan ujung hidung tertarik kebawah. dan pada saat bersaman memperbaiki deformitas cuping hidung.

deformitas gigi yang mencolok. kesadaran akan menurun dan pada proses pembedahan akan terdapat resiko perdarahan. . A cleft is a fissure or opening—a gap. Pra Bedah Pengkajian keperawatan pada pasien pra bedah. saya akan cantumkan. Pasca Bedah Pengkajian pada pasien pasca operasi adalah data terdapatnya luka operasi pada bgian bibir bagian atas. pada klie adalah adanya bibir atas dan palatum terbelah universal atau bilateral. Kelainan bicara 4. orang tua tidak bias merawat anaknya. anak mengalami keterbatasan gerak. Intra bedah Pada pengkajian data intra bedah pada klien adalah klien mengalami resiko gangguan homeostasis karena adanya tindakan anestesi.pada permukaan atas palatum mole yang telah dibedah untuk mempersiapkannya. yang biasanya berlokasi tepat dibawah hidung. Respiratory distress BAB II. which can also occur together as cleft lip and palate. are variations of a type of clefting congenital deformity caused by abnormal facial development during gestation. It is the non-fusion of the body's natural structures that form before birth. Komplikasi yang bisa terjadi : 1. 3. PENGKAJIAN 1. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN LABIOPALATOSCHISIS A. kemudian anak tidak dapat menghisap makanan/putting susu ibu. Otitis media berulang 2. orang tua menyatakan tidak dapat merawatnya. Aspirasi 5. anak tidak dapat menghisap. karena kebiasaan orang googling pasti diarahkan juga ke wikipedia) Cleft lip (cheiloschisis) and cleft palate (palatoschisis) (colloquially known as harelip). Celah bibir (biasa disebut secara 'Bibir sumbing') adalah suatu ketidaksempurnaan pada penyambungan bibir bagian atas. terjadi kesulitan bicara. tangan selalu bergerak kemulut. Celah langit-langit adalah suatu saluran abnormal yang melewati langit-langit mulut dan menuju ke saluran udara di hidung. Orang tua merasa sedih karena kelahiran anaknya yang cacat. Pegeseran lengkung maksila seta mal posisi geligi 3. menurut Wikipedia (seperti biasa. Ega Gatul 03 April jam 22:31 Laporkan Definisi singkat Celah Bibir (Cleft Lips) dan Celah Langit-langit (Cleft Palate) adalah suatu kelainan bawaan yang terjadi pada bibir bagian atas serta langit-langit lunak dan langit-langit keras mulut. 2.

bisa dilebih disudutkan lagi lebih ke aspek. Menurut salah satu literatur. Etiologi (Penyebab dan Pencetus) Penyebab kasus kelainan ini disebabkan dua faktor utama. asam flufetamat. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses kehamilan. faktor-faktor yang mempengaruhi seorang ibu pada masa kehamilan. Lingkungan Untuk faktor ini.Nah kesimpulannya. asetosal atau aspirin sebagai obat analgetik.. Oleh karena itu penggunaan obat-obatan tersebut harus dalam pengawasan yang ketat dari dokter kandungan yang berhak memberikan resep tertentu.. aminoglikosid. diazepam. ibu profen dan penisilamin. faktor gizi diduga berperan sangat besar terjadinya kelainan itu. 1 anak kemungkinan mengalami kasus kelainan bibir sumbing. sulfonamide.Sp. indometasin. herediter (genetik) ataupun lingkungan (yang mempengaruhi). Soemantri. lebih karena faktor obatobatan yang bisa bersifat teratogen semasa kehamilan (misalnya. pada beberapa kasus. Dengan demikin misalnya dari seorang ibu menghasilkan 4 orang anak.. Herediter Faktor ini biasanya diturunkan secara genetik dari riwayat keluarga yang mengalami mutasi genetik (Hukum Mendel berlaku ---> googling lagi ya nanti. kasus celah bibir dan langit-langit ini merupakan kelainan pertumbuhan perkembangan bagian dari wajah dan rahang (terutama rahang atas). tentunya kebutuhan informasi dari anamnesa sangat . faktor penyebab paling dominan diduga zinc "(koran PR). kortikosteroidm. Dekan FKG Unpad Prof. Oleh karena itu. Di NTT misalnya. Schroder mengatakan bahwa 75% dari faktor keturunan yang menimbulkan celah bibir adalah resesif dan hanya 25% bersifat dominan.drg. Faktor lain adalah nutrisi. Karena pada saat ini proses pembentukan jaringan dan organ-organ dari calon bayi. malnutrisi pada ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya kelainan ini. ifampisin. Usia kehamilan yang rentan saat pertumbuhan embriologis adalah trimester pertama (lebih tepatnya 6 minggu pertama sampai 8 minggu).). Faktor lain yang bisa menjadi pencetus adalah.Ortho mengatakan bahwa "Di Indonesia. 2. fenasetin. 1..Ekky S.penting sekali saat proses anamnesa (tanya jawab) dengan pasien untuk menanyakan soal apakah ada riwayat keturunan dari keluarga soal kelainan ini. penyakit infeksi. Dari banyaknya faktor penyebab. dan juga paparan radiasi. antihistamin sebagai anti emetik-mual muntah).

Untuk itulah ada juga Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit (YPPCBL) dengan misi yang sangat mulia. Unilateral . terapi yang dapat dilakukan adalah pembedahan (operasi) dan rekonstruksi (bila hasil operasi mencacat wajah). tapi memang tidak menutup kemungkinan juga dilakukan oleh Bedah Plastik. Biasanya bidang disiplin ilmu yang dapat melakukan prosedur ini adalah Spesialis Bedah Mulut. bila terdapat celah pada satu sisi Bilateral .1 Gedung Cleft Center-RSGM FKG Unpad Kec. Klasifikasi Kelainan Ada beberapa macam kelainan yang terjadi oleh karena itu. didaerah Sekeloa Selatan No. bila terdapat dua celah langsung pada kedua sisi Complete . Bahkan untuk golongan masyarakat yang tidak mampu. masih banyak cerita mitos yang berkembang soal terjadinya kelainan ini.Coblong Kota Bandung 40132 . Celah terbentuk tidak sempurna hanya sebagian kecil saja Pada bibir disebut dengan istilah Labioschizis. Untuk Info lebih lanjut bisa langsung menuju websitenya YPPCBL. dibuatkanlah klasifikasinya untuk mempermudah dipahami. Celah terbentuk sempurna hingga menembus dasar hidung ataupun bagian dari palatum lunak dan keras tidak menyatu Incomplete .dibutuhkan oleh praktisi ahli kasus kelainan ini (terutama juga dokter gigi) guna mendapatkan diagnosa yang tepat. sedangkan pada langit-langit (palatum) disebut dengan istilah Palatoschizis contoh kasus: Terapi Untuk mengatasi kelainan ini. operasi bisa dilakukan tanpa biaya sepeserpun. Lokasi juga di Bandung. Saat ini di Indonesia masih banyak kasus kelainan celah bibir dan langit-langit dan masih banyak tingkat pemahaman soal kasus ini di masyarakat sangat rendah untuk akses informasinya.