PEMBINAAN DISIPLIN KELAS BAGI SISWA TAMAN KANAK-KANAK OLEH JAMRIDAFRIZAL,S.AG.S.S.M.

HUM

A. Pentingnya Pembinaan Disiplin Kelas
Kemampuan anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, merupakan modal dasar yang sangat penting bagi kehidupan yang sukses di masa depan. Berkaitan dengan hal ini, peran guru membantu anak menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga anak merasa bahagia dan mampu menerima dirinya (self acceptance). Pembiasaan disiplin pada diri anak penting karena dengan berdisiplin dapat memantapkan peran sosial anak. Rua (2003) mengemukakan bahwa rahasia keberhasilan adalah kedisiplinan. Orang yang terlatih disiplin akan lebih besar kemungkinannya meraih keberhasilan ketimbang orang yang tidak disiplin. Tujuan dari disiplin adalah membentuk perilaku anak, yang sesuai dengan peran yang ditentukan lingkungan atau kelompok sosialnya. Untuk itu dalam penanaman disiplin ini perlu peran orang tua di rumah maupun guru di sekolah. Di rumah orang tua dan anggota keluarga lainnya merupakan model yang ditiru anak dalam pembentukan disiplin diri. Selain itu arahan-arahan dan bimbingan orang tua merupakan pedoman anak bertingkah laku agar dapat melakukan penyesuaian diri di lingkungannya. Begitu pula halnya di sekolah, seluruh personil sekolah adalah model bagi anak, sedangkan arahan dan bimbingan serta aturan-aturan di sekolah umumnya dan aturan guru dalam kelas khususnya dapat membentuk perilaku anak dan mantapnya pembentukan perannya dalam lingkungannya. Dalam pendisiplinan anak, khususnya disiplin anak di TK banyak aspek-aspek yang berkaitan, di antaranya adalah menyangkut peran orang tua dan guru dalam pendisiplinan anak, penyesuaian diri anak dan penerimaan lingkungan pada anak. Namun dalam tulisan ini hanya dilihat dari aspek rasional dan pengertian disiplin, elemen-elemen penting disiplin dan teknik-teknik pendisiplinan anak serta bentuk penerapan disiplin di TK.
B. Pengertian Disiplin

Disiplin dapat dikatakan sebagai alat pendidikan bagi anak, sebab dengan disiplin anak dapat membentuk sikap teratur dan mentaati norma aturan yang ada. Untuk itu disiplin sudah bisa dibiasakan dalam kehidupan anak sejak usia dini. Disiplin berkaitan pula dengan motivasi, karena dengan adanya disiplin anak terdorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan tertentu untuk mencapai apa yang

Pembiasaan hidup disiplin pada diri anak baik di rumah maupun di sekolah akan berpengaruh positif bagi anak dalam perkembangannya. Dalam hal ini disiplin telah merupakan suatu aturan yang datang dari dalam diri sebagai suatu aturan tentang suatu hal yang wajar dilakukan anak dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin dikatakan pula suatu bentuk latihan bagi anak. pembimbing dan pengarah anak dalam berperilaku yang baik yang diterima lingkungannya. Disiplin diartikan pula sebagai kontrol. sehingga perlunya dilakukan tindakan pendisiplinan dengan cara menghukum. karena dalam penerapan disiplin banyak berpegang kepada aturan-aturan untuk melihat dan menilai perilaku anak. Dengan adanya latihan ini menjadikan timbulnya disiplin diri sendiri. baik orang tua. maupun teman-temannya. Untuk itu peran orang dewasa. ia harus didisiplinkan. Jika ternyata perilaku tersebut menyimpang dari aturan yang ditetapkan maka dilakukan tindakan disiplin. Dengan demikian konsep tentang disiplin disamakan dengan hukuman. Seperti pernyataan anak itu sering merusak alat-alat sekolah. Dalam penanaman disiplin anak dilatih untuk mengontrol diri dalam berperilaku agar sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan. Pada awalnya disiplin memang dirasakan sebagai suatu aturan yang mengekang kebebasan anak. maka lama kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan yang baik menuju kearah disiplin diri sendiri (self discipline}. Artinya disiplin tidak lagi merupakan suatu yang datang dari luar dirinya yang memberikan keterbatasan tertentu. Dalam tindakan kontrol ini akan dilihat apakah perilaku anak sesuai atau berpedoman kepada aturan yang ditetapkan. Pengertian disiplin sebagai hukuman adalah karena tindakan pendisiplinan mengarah kepada perilaku-perilaku anak yang menyimpang. Dalam kehidupan sehari-hari kata disiplin diartikan banyak orang dengan sudut arti yang berbeda. Selain itu disiplin dapat pula membantu anak mengembangkan hati nurani dari dalam diri yang membantunya dalam membuat keputusan dan mengendalikan tingkah lakunya. Akan tetapi bila aturan tersebut dirasakan sebagai suatu yang memang seharusnya dipatuhi secara sadar untuk kebahagiaan diri anak dan kebaikan bersama. apakah itu keluarga. dan ada pula yang mengartikan sebagai bentuk pelatihan. guru. Ada yang mengartikan kata disiplin sama dengan hukuman. pelaksanaan fungsi kontrol. .diharapkan orang lain darinya. dalam arti ia harus dihukum karena telah melakukan pengrusakan. Dalam hal ini guru dan orang tua dapat menjadi model. maupun guru berperan penting dalam menanamkan pembiasaan disiplin ini pada anak. yang ditandai dengan adanya kesadaran anak dan kemampuan dalam pengendalian diri sendiri.

Rimm (2003) mengemukakan bahwa tujuan disiplin pada anak adalah mengarahkan anak agar mereka belajar mengenai hal-hal baikyang merupakan persiapan bagi masa dewasa. Dalam hal ini yang menyampaikan ajaran itu adalah orang tua dan guru. rasa kesetiaan. sedangkan dalam agama disebut juga dengan ajaran. dan moral pada anak yang dapat diterima kelompoknya. saat mereka sangat tergantung kepada disiplin diri. Karena itu di sekolah guru haruslah secara aktif dan terus menerus berusaha. Disiplin kelas yang terbentuk dengan baik akan mendukung kelancaran proses pembelajaran anak. Pengendalian diri berarti menguasai tingkah laku diri sendiri dengan berpedoman norma-norma yang jelas. Bagi anak tujuan jangka pendek dari disiplin ialah membuat anak supaya terlatih dan terkontrol. berhasil. Santoso (2002) menyatakan disiplin merupakan kesadaran akan sikap dan perilaku yang sudah tertanam dalam diri seseorang sesuai dengan tata tertib yang berlaku dalam suatu keteraturan secara berkesinambungan pada suatu tujuan atau sasaran yang telah ditentukan. Inti dari disiplin ialah untuk mengajar. atau seseorang yang mengikuti ajaran.Jika ditinjau dari arti katanya disiplin berasal dari bahasa latin discipline berarti pelajaran. dengan secara bertahap melakukan pengembangan dan pengendalian disiplin pada anak sehingga anak mampu melakukan pengarahan diri sendiri kelak. Di dalam penataan perilaku anak. Dengan demikian disiplin yang diterapkan pada anak diharapkan dapat mengajarkan tingkah laku. Disiplin sebagai pelajaran diberikan kepada orang yang mau belajar (disciple) yang artinya orang yang belajar atau yang secara sukarela mengikuti ajaran yang disampaikan kepadanya. maka secara dini banyak hal-hal yang baik secara berangsur ditanamkan pada anak seperti. Di dalam kelas terciptanya disiplin pada diri anak. Anak adalah orang yang belajar mengenai cara-cara hidup agar menjadi manusia yang berguna. standar-standar dan aturan-aturan yang sudah menjadi milik sendiri. dengan mengajarkan mereka bentuk-bentuk tingkah laku yang pantas dan yang tidak pantas atau yang masih asing bagi mereka. Diharapkan. Dalam pengetahuan disiplin berarti ilmuyang dipelajari. Dalam hal ini disiplin kelas dapat diartikan . dan penuh kasih sayang. akan merupakan salah satu syarat untuk terciptanya suasana yang kondusif bagi berlangsungnya pembelajaran yang efektif bagi anak. kelak disiplin diri akan membuat mereka hidup bahagia. ketaatan terhadap tertib hidup atau aturan hidup sehari-hari. untuk memainkan peranan yang makin kecil dari pekerjaan pendisiplinan itu. Sedangkan tujuan jangka panjang dari disiplin adalah untuk perkembangan pengendalian diri sendiri dan pengarahan diri sendiri (self control and self direction) yaitu dalam hal mana anak dapat mengarahkan diri sendiri tanpa pengaruh dan pengendalian luar.

(c) disiplin sebaiknya dikaitkan dengan imbalan/ penghargaan. Untuk jangka panjang aturan merupakan suatu sikap atau perbuatan yang mesti ditanamkan atau dikuatkan secara berulang-ulang untuk waktu yang lama. mematuhi aturan dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. ganjaran (hadiah). dan (d) disiplin harus konsisten. meletakkan bekal. Aturan merupakan suatu tuntutan terhadap anak untuk berperilaku tertentu sesuai dengan batas-batas yang digariskan. misalnya: mau menerima pekerjaan dan menyelesikannya dengan baik. Di dalam kelas guru dapat memberitahu anak tentang apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan anak di kelas dan di lingkungan sekolah. Contoh: Tidak ribut waktu belajar. aturan. konsisten. Penerapan aturan dalam pembentukan perilaku anak dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan yang terwujud dalam beberapa aspek berikut: (1) gerakan. Elemen-elemen Disiplin Yang termuat didalamnya sebagai berikut : (a) disiplin harus merupakan petujuk atau pegangan bagi tingkah laku seseorang. menjawab. masuk dan keluar kelas. sehingga dapat diterima sesuai situasi dan kondisi sekolah dan kelas. duduk ditempat duduk yang telah ditentukan. menggambar. berani. punya rasa ingin tahu yang besar. baik pada guru maupun sesama teman. Aturan merupakan elemen penting dalam pembinaan disiplin anak. cermat. . (2) berbicara. hati-hati. sikap dan pengertian anak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diberlakukan di dalam kelas. meletakkan tas. khususnya sanksi negatif. Pemberian aturan bertujuan agar adanya pedoman bagi anak dalam bertingkah laku. membereskan mainan setelah dipakai. C. mengacungkan tangan. (3) pekerjaan anak. (b) disiplin harus disertai sanksi. misalnya berjalan. misalnya: bertanya. hukuman.suatu kesadaran. duduk. mengeluarkan pendapat. menerima dan mengantar buku ke depan. Atas dasar rambu-rambu penerapan disiplin di atas maka penerapan disiplin pada anak haruslah meliputi empat elemen penting yang harus diperhatikan yaitu. tenang. menulis.

misalnya menjaga kebersihan dan memelihara kerusakan alat-alat belajar dan alat-alat untuk bermain. Hindari pengarahan yang samar dan subjektif. sebelum belajar anak harus berdoa. Schaefer (1996) memberikan garis-garis pedoman yang dapat menolong guru dalam penerapan disiplin pada anak. Diharapkan tuntutan tersebut diharapkan tidak melanggar atau menyalahi kebutuhan-kebutuhan anak untuk beristirahat. tenang dan rapi dalam bertindak. misalnya menjaga keamanan diri waktu bekerja dan bermain. Contoh. maka ia berkata. Adalah lebih baik untuk menguatkan lima aturan dengan pelaksanaannya seratus persen. (6) ruang. (7) bahan-bahan/alat-alat. serta mengikuti aturan dalam berpakaian. yaitu: 1. Jangan guru berkata. Buatlah aturan-aturan yang masuk akal Waktu memberikan suatu tuntutan terhadap seorang anak. dan kesanggupan anak. Berhematlah dengan pembatasan-pembatasan Dalam membuat aturan-aturan haruslah lebih dahulu yakin bahwa semua aturanaturan anda adalah penting atau sangat diperlukan untuk anak. (8) perilaku sosial. 2. Penerapan aturan yang efektif perlu dilakukan guru dengan memahami hakekat anak. menciptakan keakraban. misalnya menjaga kebersihan ruangan kelas dan tempat bermain. santai dan belajar. . (5) keselamatan. misalnya dalam berinteraksi bersikap tenggang rasa. tingkat perkembangan. dengan nada suara yang mendorong dan menguatkan. dan (9) berpakaian. Contoh. yaitu dengan berpakaian seragam. " Di dalam kelas supaya tenang !" 3. sabar. sopan santun. misalnya membiasakan anak untuk menampilkan pekerjaannya dengan bersih. tapi katakan.(4) penyajian. "Nurul kumpulkan dan letakkan mainan ditempat yang sudah disediakan setelah dipakai". dan aturan itu sendiri. daripada sepuluh aturan yang pelaksanaannya hanya lima puluh persen. menyimpan alat permainan setelah digunakan. dan mengembangkan sosialisasi. guru Ani melihat Nurul yang telah memakai mainan tapi tidak dikumpulkan. Jelas dan spesifik Sampaikanlah pada anak aturan dalam suatu kata yang ringkas. bersikap tertib. misalnya berpakaian bersih dan rapi. "Saya ingin kamu tidak ribut dalam kelas". serta menyimpan alat/bahan tesebut ditempat yang sudah ditentukan. perhatikan fisik. dan teratur. menghormati orang lain. tolong menolong. bertanggung jawab. rapi.

8. karena anak sukar untuk merubah kegiatan mereka yang sedang mereka lakukan. Contoh. Bangunlah hubungan tinibal balik Aturan akan diikuti oleh anak kalau guru mempunyai hubungan yang akrab dengan anak sehingga mereka merasakan bahwa guru sangat menaruh perhatian terhadap keinginan-keingan mereka. dan mengenali dan memahami perasaan-perasaan anak. Secara bertahap Guru sebaiknya jangan menuntut anak untuk melakukan suatu aktivitas secara kompleks tanpa melalui tahapan-tahapannya. Harapkanlah kerelaan Ada suatu kecenderungan dari guru untuk memperoleh apa yang diharapkan dari anak. 9. maka anak dengan penuh kerelaan akan mau melakukannya. 5. memastikan tugas itu telah dilaksanakan. Konsisten atau jalankan terus aturan-aturan itu Dalam memberikan suatu perintah pada anak. Berilah tenggang waktu Berikanlah pada anak suatu peringatan lebih dulu tentang batas waktu. dengan demikian kesannya lebih bersifat menyuruh.4. Kalau guru mengharapkan anak untukjrientaati aturan-aturan yang layak. "bukan mengatakan. atau mengajak bukan melarang. Berkatalah dengan nada menunjukkan dan bersifat menentukan Sampaikanlah perintah dengan suatu cara yang positif. Tiga tahap yang harus dipahami tersebut adalah. 6. maka diharapkan positif pula sikap anak terhadap aturan itu. "jangan berkata seperti berteriak!". "Anak-anak kalau pekerjaannya selesai kumpulkan karena lima menit lagi kita istirahat". yaitu letakkan lebih banyak tekanan dalam pemberitahuan kepada anak mengenai apa yang akan dilakukanya. dimana anda tidak bermaksud menjalankannya dengan sepenuhnya. "Boby bicaralah dengan suara yang lembut. anak akan bersedia membereskan meja bila sebelumnya sudah bertangung jawab memindahkan dan menyimpan alat pelajaran ditempatnya. Jika sikap guru positif terhadap aturan. terlebih dahulu pastikan banwa anda akan menjalankan aturan itu secara konsisten. menentukan suatu batas waktu untuk penyelesaian perintah-perintah anda. Contoh. . Contoh. 7. Buanglah setiap aturan.

Tinjauan berkala Aturan-aturan yang diterapkan pada anak perlu ditinjau dan ditimbang lagi secara teratur. Contoh. 11. Karena itu berilah anak-anak pengalaman dalam membuat suatu keputusan dan mengatur tingkah laku mereka sendiri. seringkali lebih baik untuk mengajukan suatu pertanyaan daripada memberikan suatu perintah. 16. menurut kamu apa yang kamu lakukan jika ingin ke luar kelas. Anak haruslah mengatakan aturan itu secara keseluruhan. makin sedikit perintah yang anda berikan akan makin baik". Ingatlah. untuk selanjutnya anak akan mengingat dan mentaatinya. guru mengatakan pada anak. " Taruh lagi buku itu ke meja depan!". 15. Berikan contoh anak yang mentaati peraturan dan menyampaikan kepada keluarga mengapa ia dipuji dan dihargai. 12. Pengaruh umpan balik Jika perintah atau pengarahan guru sukar bagi anak. Mendesak Jika anak lupa akan suatu aturan maka janganlah ingatkan dia. Dalam membuat aturan-aturan bicarakanlah bersama untuk melakukan kompromi. Makin besar anak haruslah makin sedikit aturan-aturan. 13.10. 14. Tingkatkanlah pengaturan diri sendiri Bagi anak. daripada mengatakan kepada anak . "Letakkan kembali buku itu!". Biarkan anak untuk mengajukan suatu pilihan dan memberikan pertimbangan Makin banyak anak-anak diikutsertakan dalam menentukan suatu aturan makin banyak mereka menyetujui aturan yang diberikan. . Pujian Usahakanlah untuk tersenyum dan menghargai anak-anak karena menuruti aturan-aturan. " Yana. analisislah apakah anak mengerti dengan menggunakan umpan balik. Contoh. bila Ibu sedang berbicara di depan kelas?". lebih baik guru mengatakan. tetapi bertanyalah "Apakah aturan tentang membanting pintu?". Berilah suatu pilihan Perintah-perintah dimana seorang anak diberi kebebasan untuk memilih cenderung mengahasilkan sedikit perlawanan.

Penerapan hukuman dimaksudkan agar anak dapat menghentikan perilaku-perilaku yang tidak dapat diterima oleh kelompok sosialnya. Alasannya adalah karena mereka mengalami pertambahan otonomi atau kebebasan. 18. 20. kamu dapat bermain kalau kamu sudah selesai belajar" jadi bukan mengatakan. apa yang sedang kamu kerjakan?". "Silahkan istirahat sebentar". guru yang memberi perintah akan menolong anak untuk menghindari perasaan diawasi atau dimandori. "Budi. 17. "Tidak. Permintaan Jangan memberi perintah. namun belum tentu anak akan dapat melakukan semua aturan itu dengan baik. guru melihat Budi yang sedang mencoret meja. biasanya guru berkata tidak.Contoh. maka sebagai gantinya sarankanlah suatu alternatif. Dalam hal ini sebaiknya .pembatasan terhadap tingkah laku mereka hendaklah secara bertahap dikurangi. Pengurangan secara bertahap Secara ideal. Hukuman merupakan stimulus yang tidak menyenangkan bagi anak. maka garis-garis pedoman di atas perlu dipahami oleh guru dalam penerapan aturan pada anak yang diasuhnya. seiring dengan makin besarnya anak. pembatasan. Makin tanggap guru terhadap permintaan seorang anak. 19. Hal ini merupakan suatu tanda atau peringatan kepada anak bahwa perbuatannya bukan saja tidak pantas. Buatlah suatu plus dari pada suatu minus Jika anak meminta untuk melakukan sesuatu yang tidak disenangi karena situasi yang tidak mengizinkan. Ketidakpastian tindakan guru akan dirasakan oleh anak sehingga mereka akan menolak untuk melakukan apa yang dikehendaki guru. Keyakinan Pastikanlah bahwa guru mempunyai keyakinanr dalam melakukan sesuatu. tetapi guru sendiri mengetahui dan menyadarinya. Untuk itu perlu suatu ketegasan dalam bentuk sanksi-sanksi tertentu terhadap pelanggaran aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Contoh. sebagai gantinya ajukanlah permintaan." Ya Joko. maka makin mudahlah anak menuruti permintaan-permintaan guru. kamu tidak boleh bermain sekarang ". Misalnnya. guru bertanya. Untuk efektifnya penerapan aturan itu pada anak di TK. Walaupun anak sudah diberi tahu tentang aturan-aturan.

anak harus merapikan susunan bangkunya sebelum pulang. anak akan menguji suatu aturan yang baru itu dan cenderung memprotes. konsistensi membuat anak menghargai aturan dan figur otoritas. pertama. Konsistensi pada anak oleh guru. Ganjaran (hadiah) merupakan stimulus yang diberikan pada anak yang menunjukkan perilaku yang diharapkan dan dicapainya prestasi tertentu. Tidak dapat tidak.dalam menetapkan aturan anak diikutsertakan. mengeluh atau reaksi emosional lainnya. Ketiga. Kedua. misalnya anak akan menghargai dan menghormati gurunya. aturan. Guru harus mengenali dan memahami perasaan-perasaan anak. Biarkanlah anak anda menyatakan atau mengeluarkan perasaan-perasaannya. Untuk itu Schaefer (1996) mengemukakan langkah-langkah dalam mewujudkan konsistensi aturan pada anak. Hal ini termasuk pencegahan terhadap anak untuk melakukan kegiatan lain atau kegiatan rutin lainnya. hukuman dan ganjaran kepada anak. ___ Kegiatan yang ditetapkan untuk dilakukan anak perlu ditentukan batas waktu untuk melaksanakannya. . Contoh. apabila ia melakukan pelanggaran. juga harus memperhatikan keadaan anak. Setelah adanya batas waktu penyelesaian tugas guru perlu untuk memastikan bahwa tugas yang diberikan telah dilaksanakan. Dengan demikian anak akan mengetahui konsekwensi tertentu. konsistensi dapat meningkatkan motivasi. Bantulah mereka untuk mengenal dan mengakui perasaanperasaannya. (c) kenali dan pahamilah perasaan-perasaan anak. misalnya mencegah anak pergi keluar kelas sebelum tugasnya diselesaikan. aturan yang konsisten mempercepat anak untuk mempelajarinya. Dalam keadaan anda menunjukkan keprihatinan terhadap perasaanperasaan dan keinginan anak. konsisten mempunyai nilai pendidikan. Buatlah batas waktu itu dari suatu kejadian. guru haruslah mencegah untuk terlibat dalam suatu perdebatan dengan seorang anaky ang dilanda emosi tentang kegunaan aturan itu. yaitu: (a) tentukan suatu batas waktu untuk penyelesaian perintah-perintah. (b) pastikanlah tugas itu telah dilaksanakan. misalnya anak yang selalu mendapat hadiah setiap menunjukkan perilaku tertentu sehingga anak termotivasi untuk mempertahankan tingkah laku tersebut. Konsisten amat diperlukan dalam penerapan disiplin. Alasan pentingnya konsistensi adalah karena. Pada umumnya hadiah dapat mempunyai pengaruh yang positif pada diri anak karena dengan pemberian hadiah akan mendorong anak untuk semakin memperbaiki perilakunya dan meningkatkan kemung-kinan-nya untuk mengulang kembali perilaku tersebut atau mencapai prestasi yang telah pernah diraihnya. mi-salnya.

Dalam hal ini anak tidak diberikan kesempatan untuk belajar bagaimana mengendalikan perilaku mereka sendiri. tidak luwes dan sulit melakukan penyesuaian diri dengan kelompoknya. walaupun anak sering tidak paham mengapa harus berperilaku seperti itu.Perdebatan dalam keadaan seperti itu tidak ada gunanya. Penerapan hukuman pada anak bertujuan untuk memperkuat kepatuhan anak akan aturan-aturan yang telah ditetapkan. bahkan anak bisa tumbuh menjadi seorang yang licik dalam segala tindak tanduknya. patuh. Namun kadang-kadang terlihat adanya larangan-larangan tidak masuk akal masih digunakan guru untuk mengendalikan perilaku anak. tapi kadang kala bisa juga terkesan tidak terlalu kaku. dua kali kepada anak dan kemudian dapat mengabaikan setiap protes lebih lanjut yang dilancarkan oleh anak. Bila anak melakukan pelanggaran terhadap aturan tesebut. Kepribadian anak menjadi kaku. Pengekangan pada anak sangat menonjol sekali terlihat dalam penerapan disiplin dengan teknik otoriter ini. bila anak bertingkah laku sesuai dengan aturan. Satu kelebihan dari teknik ini adalah guru mencoba memahami keinginan-keinginan anak. pujian. Teknik ini dibedakan berdasar-kan bagaimana aturan diterapkan pada anak. Pengekangan terkesan kaku sekali. pengekakangan pada anak agak kurang ditonjolkan. Teknik otoriter Dalam teknik ini disiplin ditegakkan secara kaku. permisif. Guru punya otoritas yang sangat tinggi dalam menetapkan perilaku yang harus ditampilkan. namun pengaturan terhadap perilaku anak tetap ada. Untuk itu guru perlu menerangkan alasan-alasan dari aturan itu sekali. Namun jika kesalahan dan pelanggaran terlanjur dilakukan. . dan demokratis. D. Anak dalam setiap tindakannya dibayangi oleh perasan takut berbuat salah. anak harus berperilaku sesuai dengan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pada disiplin otoriter yang tidak terlalu kaku. karena kesalahan dan pelanggaran dari aturan yang ditetapkan akan berakibat hukuman. tenang menjadi anak yang manis. Teknik Pembinaan Disiplin Ada tiga macam teknik yang sudah dikenal dalam pembinaan disiplin yaitu teknik otoriter. Dalam penerapan tehnik ini hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali penguatan positif seperti senyuman. dan anak tidak diperbolehkan membuat membuat keputusan sendiri. maka anak akan dihukum. maka untuk melindungi diri anak akan berbohong. Dalam pengekangan yang kaku. Penerapan teknik disiplin ini dapat menjadikan anak berperilaku yang diinginkan. 1. tapi anak secara diam-diam menaruh rasa tidak puas terhadap tokoh otoritasnya yang memberikan aturan-aturan kepada anak dalam berperilaku.

Teknik demokratis Penerapan teknik disiplin demokratis menekankan pada pemberian kesempatan pada anak untuk tumbuh dan berkembang secara wajar. sehingga membuat anak merasa puas. Di sinilah letak kearifan guru dalam menanamkan disiplin. Anak diperbolehkan untuk melakukan apa saja. namun dalam penentuan keputusan anak akan dibantu oleh guru. Teknik permisif Teknik permisif ini merupakan lawan dari teknik otoriter. sehingga anak merasa tidak takut dan melakukan tindakan berdasarkan kemauan sendiri. Untuk itu guru harus bersikap tegas dan punya banyak pengalaman dan pengetahuan tentang apa-apa yang harus dilakukan anak sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya. yang menunjukkan bahwa ia mempunyai kelebihan dan kekuasaan terhadap anak yang dihadapinya. Pola pengasuhan yang serba membolehkan ini dapat menimbulkan kesulitan bagi anak untuk memutuskan sesuatu karena tidak ada patokan sama sekali dalam berperilaku. Untuk itu guru sering memberikan menggunakan penjelasan. Teknik ini tidak mengarahkan anak untuk berperilaku yang sesuai dengan aturan dan kebiasaan yang ada dalam kelompoknya. kecuali kalau guru mempunyai kemampuan yang cukup dalam mengelola menguasai kelas. Hal ini mengakibatkan tumbuhnya rasa cemas. 3. Teknik disiplin demokratis dapat mengembangan kendali diri pada anak. dan takutyangberlebihan. 2. Dasar pemikiran dari teknik ini adalah mengembangkan kendali tingkah laku sehingga anak mampu melakukan hal yang benar tanpa harus diawasi dengan ketat. . mandiri. karena sedikit sekali pengawasan yang diberikan guru pada anak. Pada teknik ini guru memberikan kebebasan kepada anak dalam mengembangkan perilakunya. diskusi dan mengemukakan alasan-alasan dalam mengajarkan anak berperilaku. Dalam penerapan teknik ini anak berhak untuk mengeluarkan pendapat. dan ramah. Sebaliknya anak akan menjadi agresif. dan inisitif. Teknik ini jika diterapkan pada anak dalam kelas terkadang dapat menimbulkan kekacauan. Anak biasanya menjadi seorang yang dapat diajakbekerja sama.Dalam penerapan teknik ini guru harus mempunyai kewibawaan dan otoritas terhadap anak. kreatif. usul. Dalam penerapan teknik disiplin ini guru bisa saja berpindah dari satu teknik ke teknik yang lain. Dalam hal ini campur tangan guru yang berlebihan dianggap suatu hambatan bagi anak dalam menentukan segala tindakannya dalam berperilaku. Pemahaman anakyang masih rendah dan minimnya pengalaman dan pengetahuan mereka membuat mereka bingung untuk berperilaku yang pantas. percaya diri.

Jika pekarangan sekolah memungkinkan. Berbaris memasuki ruangan kelas. dan (g) dapat memuaskan anak. dan (e) mengajarkan orang untuk bekerjasama. terutama yang usia pubertas. (f) guru atau orang tua mempunyai hubungan dengan anak yang hangat dan bersahabat. E. mengendalikan diri dengan tenang dan bersikap ra-mah pada orang lain. mulai de-wa-sa. sehingga menjalin kerjasama. dalam kegiatan pembelajaran berlangsung. Sebelum masuk keruangan kelas anak berbaris di depan kelas. se-lama istirahat/makan/bermain dan sesudah pelajaran berakhir. Alasannya adalah: (a) karena anak diajak ber-bincang-bincang. . sebab anak merasa diberi kepercayaan dan peluang untuk meng-atur tingkah lakunya. Namun demikian banyak orang cenderung ber-pendapat bahwa dalam menanamkan disiplin pada anak pendekatan demokratis yang paling baik. Dengan kata lain. baik diprogram guru maupun secara spontan. maka sebelum memasuki ruang-an kelas anak bersenam dan berolahraga kecil sambil menyanyi dan menari. (b) tenggang rasa terhadap keadaan orang lain. Beberapa bentuk perilaku yang diharapkan dari anak dalam aktivitas ini adalah: (a) untuk selalu tertib dan patuh pada per-aturan.Ketiga teknik di atas mempunyai kelebihan dan kekurangannya. jadi tidak ada teknik mana yang lebih baik dibandingkan dengan teknik lainnya. (d) dapat membina penyesuaian pribadi dan sosial yang baik. penerapan disiplin kelas harus dilakukan guru se-belum pembelajaran dimulai. bertukar pikiran dan beradu argumentasi. (b) norma kedisipinan dapat dikaji ulang. Penerapan Disiplin Kelas Pembinaan perilaku untuk anak TK dilakukan melalui pembiasaan pe-rilaku. (c) tidak ada hukuman. yang dimulai se-be-lum kegiatan pembelajaran berlangsung dan sampai berakhirnya pem-bel-ajaran. kemudian dilanjutkan dengan penyampaian beberapa pe-san-pesan yang bersifat membimbing dan mengarahkan anak keperilaku yang diharapkan. 1.

gigi. an-tara lain: (a) sopan dan santun. telinga dan lain-lain. Mengucapkan salam bila bertemu dengan orang lain Pada waktu mengucapkan salam diharapkan perilaku anak. (h) menjaga kebersihan badan. (c) berani dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar. (i) berbaris dengan rapi. rambut. dan (f) mematuhi peraturan/tata tertib. (e) berani dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar. (c) rapi dalam bertindak. (j) bediri tegap pada saat berbaris. datang tepat waktu/tidak ter-lambat. . (e) bersikap tertib. Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan Pada waktu berdoa diharapkan anak berperilaku. 2. (d) berani dan mempunyi rasa ingin tahu yang besar. dan (g) mengembangkan sosialisasi. termasuk kerapihan dan keber-sihan kuku. 3. dan (k) tolong menolong sesama teman dalam merapikan pakaian. dan tenang dalam berdoa. (d) mau menerima dan menyelesaikan tugas. antara lain: (a) memusatkan perhatian dalam jangka waktu tertentu. (e) menciptakan suasana keakraban.(c) sabar me-nunggu giliran. (f) mela-tih keberanian. (d) meng-hormati orang lain. (b) berlatih untuk selalu tertib dan patuh pada peraturan. (g) mau memakai pakaian seragam. (b) menunjukkan reaksi dan emosi yang wajar. (f) berpakaian bersih dan rapi.

(f) menjaga kebersihan lingkungan. (k) mengucapkan terima kasih dengan baik. (b) tolong. (f) mengurus diri sendiri. berpakaian dan bekerja. (c) berani dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar. (n) menjaga keamanan diri. Dalam kegiatan pembelajaran Dalam kegiatan pembelajaran. 5. (1) membuang sampah pada tempatnya. (j) meminta tolong dengan baik.4. berpakaian dan bekerja. diharapkan anak berperilaku: (a) rapi dalam bertindak. (g) mengendalikan emosi. (h) menjaga keamanan diri. (h) sabar menunggu giliran. (b) berlatih untuk selalu tertib dan patuh pada peraturan.menolong sesama teman. . (e) bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. (m) menyimpan alat permainan setelah digunakan. (i) dapat membedakan milik sendiri dan orang lain. (c) rapi dalam bertindak. dan (j) tenggang rasa terhadap keadaan orang lain . (d) merasa puas atas prestasi yang dicapai dan ingin terus meningkatkan. (o) mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. (i) sopan. (g) tenggang rasa terhadap keadaan orang lain. Waktu Istirahat/Makan/Bermain Pada waktu istirahat/makan/bermain diharapkan anak berperi-laku: (a) berdoa sebelum dan sesudah kegiatan.

memelihara dan mengembalikan kondisi sehingga lingkungan belajar efektif. (r) tidak berebut mainan. Pengelolaan kelas yang efektif menuntut kemampuan guru dalam menciptakan. Tapi dalam kasus-kasus tertentu barangkali guru tidak dapat memberikan respons saat itu saja melainkan perlu menerapkan serangkaian kegiatan untuk penyelesaian masalah pelanggaran disiplin itu. dan (i) memanggil orang tua. . dimana respon guru saat itu tidak efektif lagi dalam mengatasi masalah disiplin kelas.(p) mau dan dapat makan sendiri. (a) memberikan hormat kepada guru yang akan meninggalkan kelas. 6. (f) memindahkan tempat duduk. Dalam masalah tertentu. diharapkan anak berperilaku. Oleh karena itu guru perlu menyediakan prosedur dan bentuk penerapan disiplin kelas bagi anak dalam kelas. saat anak terlambat. (b) berjalan mendekati. (b) berdoa sesudah selesainya kegiatan pembelajaran. (s) menjaga kebersihan dan kesehatan. mengganggu kelas dan menciplak. Dalam beberapa hal bentuk pelanggaran disiplin barangkali guru cukup hanya memberikan respons tertentu pada saat anak melakukan pelanggaran seperti. (q) mau membersihkan dan merapikan tempat makan. Kemudian dengan mem-perhatikan kondisi anak maka penerapan disiplin juga harus memperhati-kan aspek perkembangannya. (c) meneliti tempat duduknya agar tidak ada barang yang ketinggalan. (e) mendiskusikan masalahnya. maka guru perlu menempuh tindakan dan prosedur berikut: (a) menatap dengan seksama. dan (d) mengantri saat ke luar kelas. (d) meminta supaya menghentikan perilakunya. (g) menentukan hukuman. Waktu pembelajaran berakhir (pulang) Pada waktu pembelajaran berakhir. (h) menulis surat untuk orang tua. (c) memanggil ke depan.

guru memberikan peng-hargaan. mendekat pada anak sambil tersenyum. Namun ada cara yang efektif untuk mendisiplin anak tesebut adalah dengan penggunaan pendekatan yang positif. bukan menentangnya. dengan contoh. dan bayak pula metode yang efektif yang dapat dipakai. Sudah menjadi tanggung jawab guru seharusnya untuk lebih menekankan aspek positif yang dimiliki anak daripada aspek negatif. persuasi. maka guru dapat melalui kontak pandang. menepuk bahu anak dan mengacungkan jembol untuk keberhasilan anak. yang menyakiti anak secara fisik dan kejiwaan. Tek-nik-teknik pendidikan bersifat menghukum seperti ini merendahkan harga diri anak sebagai manusia. adalah jika guru dalam mengajar anak cara-cara berperilaku yang baik. me-nimbulkan ketakutan yang sangat. teladan. Contoh-contoh dari cara menghukum seperti itu ialah: hinaan. dan hadiah. tetapi tidak semua guru dapat memahaminya dengan baik. tapi kemudian akan merusak jiwa anak juga. dukungan. Dalam suatu pendekatan yang positif. . dorongan. dan (c) selalu ada ada suatu hubungan yang dekat dengan anak. guru akan lebih meman-dang dan memperlakukan anak sebagai teman dari pada sebagai seorang lawan. Cara-cara negatiiseperti ini kadang-kadang efektif juga untuk semen-tara menghentikan perilaku anak yang tidak baik. "Ibu guru senang sekali kalau anak-anak bisa saling tolong-menolong". yang bersifat hukuman. Banyak cara dapat dikemukakan guru melalui kata-kata. bentakan. kecemasan dan perasaan salah. "Ibu sangat senang. pukulan dan sebagai-nya. Pendekatan yang negatif. maka cara yang positif inilah yang lebih efektif. akan menghilangkan harga diri anak. pujian. dorongan dan peneriman anak sebagai dirinya. misalnya.Banyak penelitian ilmiah tentang bagaimana mengajar anak untuk berdisiplin. Dibandingkan dengan cara yang negatif. karena anak-anak telah menunjukkan usa-ha yang sungguh-sungguh dalam membuat patung-patung atau taman-taman di bak pasir ini". sokongan. dan ungkap-an. Untuk itu dalam penerapan disiplin haruslah memperhatikan kriteria tetentu: (a) menghasilkan suatu keinginan perorangan atau pertumbuhan diri anak. karena itu haruslah dihindari. ejekan. Di samping dengan kata-kata. seperti hu-kum-an dan omelan. Sebagai hasil anak akan merasa bahwa guru bersama dia. (b) tetap terpelihara harga diri anak. sesalan. Pendekatan yang positif dalam pendisiplinan anak.

T. ed. Washington : NAEYC Depdikbud. Rajawali Bauer M. Jakarta: CV. (1985). Effective Teaching Methods. New York: Me GrawHill Book Company Bolla. Jakarta: Depdiknas Bredekamp. Abu dkk. Keterampilan Mengelola Kelas. (1998).K. Sue. New Jersey: Prentice-hall. Developmentally Appropriate Practice in Early Childhood Program Serving Children from Birth Through Age 8. (1970). (1992). Harold W. Borich. Metodik Khusus Program Pembentukan Perilaku di Taman Kanak-Kanak. (1985). Jakarta Dunne. Managing Classroom to Facilitate Learning. Regina. Inc Gordon. (1996). Terjemahan Anwar Yasin. Padang: UNP Press .A. Sapona H.DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Anne. Jhon I.Guru yang Efektif : Cora Mengatasi Kesulitan dalam Kelas : Alih Bahasa Mudjito. Jakarta: Rajawali Hadiyanto (2000). Ricard dan Ted Wragg. Jakarta: Rineka Cipta Arikunto. Thomas. Boston: Allyn Bacon Bernard. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Gary. (1996). Suharsimi. Pembelajaran Efektif. (1984). Mental Health in the Classroom. (1987). Pengelolaan Kelas dan Siawa (Sebuah Pendekatan Evaluatif). Wardani. Raka Joni dan G. (1991). D. Pengelolaan Pengajaran. ManajemenPeserta Didik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful