You are on page 1of 15

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Dan Motivasi Melakukan Usaha Kandungan gizi ikan air tawar cukup tinggi hampir sama dengan ikan laut, sehingga dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah cukup. Protein ikan mengandung protein terutama terutama asam amino esensial. Kebanyakan protein ikan mengandung metionin dan lisin lebih tinggi dibanding dengan protein daging dan susu. Protein sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan sehingga sangat diperlukan dan dianjurkan untuk dikonsumsi anak-anak. Dibanding dengan negara lain Indonesia merupakan negara yang rendah dalam mengkonsumsi protein yaitu 19,4 kg per tahun. Ini sangat disayangkan sebab peranan gizi sangatlah penting bagi kesehatan. Untuk mengatasi masalah kurangnya konsumsi ikan laut yang relatif mahal maka perlu adanya pengembangan budidaya ikan air tawar yang lebih murah. Namun masalah tidak cukup sampai disini sebab ikan merupakan sumber makanan yang cepat membusuk. Bakteri dan perubahan kimiawi pada ikan dapat mempercepat pembusukan pada ikan mati.mutu olahan disini sangat bergantung pada mutu bahan mentahnnya. Sehingga perlu cara yang tepat untuk mengolah supaya tidak cepat mengalami pembusukan. Pengawetan yang dilakukan secara tradisional memiliki tujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan, sehingga tidak memberikan kesempatan pada bakteri untuk berkembang biak. Banyak cara untuk melakukan pengawetan ikan seperti penggaraman, pengasinan, pemindangan, peresapan dan peragian ikan. Abon ikan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan ikan. Pembuatann ya hanya dilakukan dengan cara dibumbui, direbusan dan digoreng. Produk yang dihasilkan juga enak, gurih, bau yang khas dan memiliki daya tahan yang lama. Sehingga kami memilih mecoba untuk mengolah beberapa jenis ikan menjadi abon ikan.

2. Justifikasi pemilihan obyek usaha. Jika kita mencermati keadaan gizi di Indonesia maka kita sebagai pelaku usaha terutama dalam bidang makanan maka kita harus memiliki inovasi produk makanan terutama makanan olahan yang cepat saji namun tetap menjaga kualitas

3. Pemilihan produk yang kami lakukan adalah mengingat kurangnya minat masyarakat terhadap ikan serta mahalnya ikan laut. Dengan adanya usaha ini diharapkan akan memberikan kemandirian secara finansial kepada mahasiswa sebab telah memiliki penghasilan. Namun masih ada ikan air tawar yang lebih murah harganya dibanding harga ikan laut. 3. Dengan adanya usaha ini diharapkan mampu memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Peningkatan gizi pada masyarakat dan penanaman konsumsi makanan sehat untuk hidup yang sehat pula.gizi. Maka kami memilih spesifik produk pada ikan lele. dan tahan lama. Ikan lele merupakan ikan air tawar yang murah dan mudah didapat. Maka kita sebagai mahasiswa mencoba terobosan baru untuk membuat inovasi produk makanan cepat saji. . Turut mencerdaskan kehidupan bangsa. 4. Melaksanakan salah satu tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Namun tingginya harga ikan terutama ikan laut membuat masyarakat berkurang minatnya untuk mengkonsumsi ikan laut. 2. Ikan merupakan salah satu makanan sehat yang kaya gizi terutama protein yang sangat diperlukan dalam masa pertumbuhan. sehat. Tujuan Usaha yang hendak dicapai Melihat fungsi dan manfaat ikan yang telah diuraikan dalam latar belakang dan motivasi pembuatan abon ikan diatas kita memiliki beberapa tujuan pelaksanaan usaha ini: 1. Sehingga akan menghasilkan produk yang bermutu dengan harga yang terjangkau.

NPWP Sebagai unit bisnis kami juga mendaftarkan perusahaan ke kantor pajak setempat. Legalitas Usaha Dari segi legalitas usaha terdapa beberapa dokumen yang diperlukan mengingat ini merupakan usaha yang bergerak dalam industri pengolahan makanan. Sesuai dengan undang-undang yang berlaku. NPWP merupakan nomer wajib pajak yang berfungsi sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang digunaka sebagai identitras perpajakan serta identitas bagi wajib pajak untuk memperoleh hakk serta kewajibannya. Badan hukum Pada usaha ini berupa CV sebab usaha yang saya bentuk ini berupa usaha mandiri yang dikelola dengan status kepemilikan serta modal dari diri sendiri bukan dari patungan sehingga seluruh kegiatan merupakan tanggungan dari pemilik. Terutama produk olahan ikan air tawar serta ikan laut. Penambahan modal dapat dilakukan dengan penanaman saham pada CV. c. Nama usaha Jenis organisasi Pemilik Alamat No HP : CV. sukoharjo : 085235253158 2.BAB II ASPEK UMUM DAN ORGANISASI 1. b. Nama unit usaha Unit usaha ini dinamakan ³Qurmud abon lele´ sebab merupakan usaha dalam bidang makanan olahan dengan bahan utama ikan lele. Sehingga badan hukum merupakan subjek hukum dan kekayaan modal terpisah. pucangan. kartasura. . Tanda daftar usaha dan surat ijin usaha Usaha pengolahan ikan ini memiliki ijin dari dinas perdagangan dan perindustrian serta sudah masuk kedalam daftar pelaku usaha makanan. Beberapa dokumen hukum yang diperlukan dalam produksi adalah: a. Qurmud Food Nusantara : CV yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan : Siti Nurul Jannah : krapyak.

Kebutuhan tenaga kerja Dalam menjalankan unit usaha abon ikan ini kami membutuhkan orang karyawan. Organisasi a. b.d. Tingkat jabatan Pimpinan. 7 karyawan bidang produksi. 2 kepala bagian. 1 karyawan keuangan b. Terdiri dari: 1 pimpinan. Bagan organisasi PIMPINAN MANAJER PERSONALIA MANAJER PEMASARAN MANAJER PRODUKSI MANAJER KEUANGAN KARYAWAN KARYAWAN KARYAWAN KARYAWAN Bagan ini dibuat untuk mempermudah kepemimpinanorganisasi serta pembagian kerja pada masing-masing di isi serta penugasan kepada masing -masing karyawan. Tingkat balas jasa . karyawan. Serti i t ehalalan Pada bidang aha ini angatlah enting adanya label halal ebab bergerak ada akanan. . manajer. e. kepala bagian. 1 karyawan personalia. Personalia a. A alagi Indonesia sebagai daerah emasaran merupakan masyarakat muslim. Bukti diri unit usaha kami juga memiliki bukti diri dalam kepemilikan usaha serta keterangan lainnya yang berhubungan dengan produksi abon ikan. manajer. 3.

Keterkaitan dengan produk lain termasuk perolehan bahan baku Produk ini merupakan hasil olahan pangan. Dengan adanya produk ini kita harapkan bagi yang tidak suka ikan akan menyukainya. Produk yang kami hasilkan merupakan produk sehat tanpa pengawet dan zat kimia lain. Jenis dan nama produk. Dengan menamai produk kami ³QURMUD´ ABON LELE. Sebab produk abon ikan ini memiliki karakteristik yang tidak memiliki rasa ikan sama sekali. 2. serta tidak perlu media penyimpanan lagi. Bahan utama yang akan kita buat dalam pembuatan produk ini adalah ikan lele serta produk sampingan lain terutama ikan tuna dan tongkol. Kapan saja bisa lansung dimakan tanpa diolah lagi. Kandungan gizi merupakan aspek terpenting yang kami andalkan. Abon ini juga cocok untuk menu apa saja seperti nasi goreng. Selain itu produk kami juga memiliki kelebihan-kelebihan yang lain seperti bebas pengawet dan bahan kimia yang dapat menggangu kesehatan sehingga produk yang kami hasilkan merupakan produk yang sehat dan higienis tidak lupa halal untuk dikonsumsi. Kekhasan dari olahan ini adalah gurih dan memiliki tekstur renyah. Berupa makanan olahan pangan dengan cara membuat abon. Karakteristik lainnya adalah produk ini langsung saji dan tahan lama. karakteristik produk Jenis produk yang kita hasilkan merupakan makanan olahan. Dengan produk kami memiliki perbedaan dengan abon-abon lainya yang biasanya berasal dari daging sedangkan produk kami menggunakan ikan sebagai bahan utamanya. Ataupun digunakan untuk lauk tanpa tambahan lain. . Rasa dan kualitas merupakan mutu yang mesti tetap terjaga kualitasnya 3. Keunggulan produk dibanding dengan produk lain di pasaran Produksi abon ikan ini merupakan salah satu makanan yang memiliki daya tahan lama. Karakteristik produk yang kami miliki adalah inovasi produk olahan pengawetan ikan.BAB II ANALISIS PRODUK 1. Sebab sudah mencukupi kebutuhan gizi.

Saat ini banyak wanita yang perannya tidak hanya sebagai ibu rumah tangga. Tahap kedua kita akan mencoba umtuk mencoba pemasaran kota lain. Kebutuhan dan keinginan konsumen. Potensi dan segmentasi pasar Kelompok konsumen dari abon ikan ini mulai dari ibu rumah tangga yang sibuk hingga para mahasiswa yang kost. Kesehatan yang kami miliki adalah dengan tidak mengandung bahan kimia sebab merupakan salah satu cara pengawetan denga cara tradisional. 2. Dengan adanya kesadaran akan dampak bahan kimia terhadap kesehatan maka banyak yang beralih menggunakan makanan sehat. Untuk tetap menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga salah satu cara adalah dengan menyediakan makanan ataupun produk-produk instan. Cakupan wilayah segmentasi: Geografi: Wilayah pemasaran awal dari produk ini adalah daerah kartasura terutama wilayah sekitar kampus IAIN Surakarta. Tidak salah jika makanan sipa saji kita anngap makanan sampah sebab minimnya asupan gizi. Karena pentingnya asupan gizi yang cukup. Untuk selanjutnya daerah pemasaran kami targetkan hingga karesidenan Solo untuk pengembangan pemasaran tahap pertama. Melihat keadaan ini maka kami membuat inovasi produk yang menggabungkan kesehatan dan kepraktisan. Sehingga kesan dari makanan itu hanya pengganjal perut tanpa ada penyerapan gizi dan menyebabkan tubuh kurang mendapat asupan gizi. Sebab abon ini dibuat sebagai salah satu makanan sehat namun siap saji.BAB III ANALISIS PASAR 1. Kepraktisan makanan ini adalah siap saji kapanpun dibutuhkan bisa langsung dimakan tanpa diolah lebih lanjut lagi. Kita juga menyadari bahwa dewasa ini produk-produk instan banyak mengandung bahan kimia yang sangat tinggi. Kebanyakan wanita memiliki mobilitas tinggi dengan aktivitas diluar rumah yang tinggi pula. Sekarang ini banyak jenis produk makanan siap saji namun kurang memiliki standar asupan gizi. Demografi: . Untuk menghindari penyakit yang tidak diinginkan.

000. Rp 7500. Target atau rencana penjualan satu tahun Target pasar untuk usaha abon ikan ini adalah 500 pak/minggu dengan harga @ Rp 5000. Selain itu cuaca saat ini yang tidak menentu juga mempengaruhi. Media promosi yang akan digunakan Media promosi yang digunakan untuk pemasaran abon ikan ini awalnya kita laksanakan dengan cara menyampaikan dari mulut ke mulut. Pesaing dan peluang pasar Usaha ini sangatlah bergantung dengan ada tidaknya ikan di pembudidaya karen a nantinya akan bekerjasama dengan pembudidaya ikan lele. menitipkan pada toko serta warung makan yang representatif. Sosial budaya: Dikelompokkan berdasarkan pasar. Mengingat nilai gizi yang terkandung pada ikan cukup tinggi. Serta tinggi rendahnya harga ikan. yaitu wanita karir yang memiliki mobilitas tinggi dan kalangan lain seperti mahasiswa yang tidak sempat untuk memasak. Persaingan pasar serta peluang pasar masih cukup terbuka untuk abon ikan ini. Sedangkan abon ikan yang kita buat ada beberapa macam: y y y Abon ikan lele Abon ikan tuna Abon ikan tongkol Loyalitas konsumen dapat kita lihat dari banyak dan seringnya konsumen membeli produk kami. Jadi abon ikan ini hanya akan memiliki pesaing lama yaitu abon sapi. Kami nilai loyalitas konsumen 2x dalam seminggu membeli produk kami. Strategi pemasaran yang akan diterapkan Strategi pemasaran yang kita ambil dalam memasarkan produk ini adalah dengan memberikan sampel produk yaitu dengan cara para calon pembeli dapat mencoba .000. 6. 3. 4. dan Rp 15. Rp 10. Sebab biasanya yang ada di pasaran hanyalah abon daging sapi. Untuk memperluas wilayah pasaran abon ikan ini nantinya kita menggunakan media internet untuk memperluas jaringan pemasaran serta melalui relasi di luar kota untuk membantu proses pemasarannya.Dikelompokkan sesuai dengan kesibukan masyarakat yaitu ibu rumah tangga yang sibuk dan mahasiswa yang kost. 5.

dahulu sebelum membeli supaya mereka yakin akan kualitas produk kami. Mengingat untuk saat ini pemasaran menggunakan media internet sangatlah efektif. Kemudian untuk lebih memperluas lagi kita akan menggunakan relasi keluarga dan kerabat dalam memasarkan produk kami. Strategi ini kami lakukan untuk daerah pemasaran yang relatif dekat. Untuk pemasaran yang online kita akan menggunakan sistem penjualan online yaitu dengan cara pembeli membayar dahulu ke rekening kita kemudian kita akan mengirim barang ke alamat pembeli. . Untuk memperlancar distribusi produk abon ikan ini kami akan melayani pesan antar untuk wilayah pemasaran daerah kartasura dan sekitarnya. Untuk perluasan daerah pemasaran kita akan menggunakan media online seperti jejaring sosial.

Kompor gas 1 buah 2. Baskom 5. Garam secukupnya 5. bahan penolong dan peralatan yang digunakan Bahan baku 1. Bawang putih 12 siung 4. Lengkuas 5 iris (per irisan 3mm) 7. Talenan/ tempat merajang 3. Pisau 2. Cabai 12. Bawang merah 20 siung 3. Bahan baku. Gula pasir secukupnya 11. Kain blancu 13. Minyak goreng 3sdm Alat: 1. Tabung gas 3 kg 2 buah . Daun jeruk 15 lembar 9. Alat penghancur bumbu/cobek 7. lele. Panci 6. Garpu 10. Penggorengan/wajan 9. Sereh 5 ruas 6. tongkol) 10 kg 2. Ikan segar (tuna.BAB III ANALISIS PRODUKSI/OPERASI 1. Keranjang plastik 8. Ember plastik 4. Alat untuk pengepresan Bahan penolong 1. Daun salam 20 lembar 8. Santan kental 8 gelas 10. Parutan 11. Kantong plastik 12.

jika di pegang terdengar suara kemerisik. aduk terus hingga kering. dan daun salam hingga airnya habis.3. Kemudian masukkan ikan sedikit demi sedikit bersama dengan parutan kelapa. 8. Pasokan bahan baku Pasokan bahan baku utama berupa ikan lele dapat kita peroleh dari pembudidayaan lele di daerah sukoharjo ataupun daerah panasan boyolali. Pisahkan ikan dari duri-durinya dengan menggunakan garpu. Serta memperluas jaringan pemasaran dengan cara memanfaatkan media online serta kolega diberbagai kota. 2. kemudian tumis bersama lengkuas tumis hingga harum kemudian masukkan santan. Rencana produksi selama 1 tahun Untuk satu tahun pertama ini kita akan memfokuskan dalam hal pencitraan produk. 5. . Panaskan terus sampai santan mendidih dan tinggal separuh saja. sereh. Dinginkan dan siap untuk dikemas. berbau harum serta berwarna coklat. kemudian cuci bersih. 7. Untuk yang rasa pedas dapat ditambahkan cabai yang dihaluskan bersama bumbu halus. Proses produksi/operasi Proses pembuatan abon ikan untuk semua jenis ikan adalah sama yaitu: 1. Plastik pengemasan 2. serta bagian kepala. Yaitu mencari pelanggan dengan tetap menjaga kualitas dan produk kami. Rebus atau kukus ikan dengan ditambahkan garam. ekor. Tanda abon ikan telah matang yaitu abon telah kering. Potong ikan untuk memudahkan proses perebusan. 6. Supaya ikan tetap kering masukkan ke dalam kain blancu kemudian ditekan 4. 4. Jika masih banyak minya tekan dengan alat pres dan tampung minyaknya. 3. 3. Haluskan bawang merah. Untuk ikan lele tidak perlu dibuang kulitnya. Pilih ikan yang masih segar dan kualitas bagus. 9. bawang putih dan garam. Setelah selesai tumbuk pelan-pelan supaya menjadi serat yang lebih halus lagi. buang isi perut. kulit. kemudian cuci kembali sampai bersih.

BAB IV ANALISIS KEUANGAN 1.00 2.000.00 13. c.500.00 130.911.00 untuk pembelian peralatan bahan baku.000. Total kebutuhan investasi awal sebesar Rp 2.500.00 1500.00 1000.00 10. Investasi yang diperlukan a. Penentuan harga pokok penjualan Biaya bahan baku: Ikan tuna 10kg @ Rp 25.000.00 Bawang merah ½ kg Bawang putih ½ kg Garam Sereh Lengkuas Daun salam Daun jeruk Santan kental Gula pasir Minyak goreng cabai Biaya bahan penolong Bahan bakar Air Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 250.00 Ikan tongkol 10 kg@ Rp 16. Modal kerja Modal kerja yang digunakan mencapai Rp 711.000.00 b.000.00 + .000.000.200.00 2000.000.00 Rp 30.000.00 160.00 Ikan lele 10kg @ Rp 13. Investasi tetap: Investasi ini mencapai Rp 1.000.00 30.000.00 10.000.00 1000.00 untuk mendanai aktiva lancar.000.00 Rp 10.00 1500.500.000.00 10.000.00 1500.000. Biaya pra operasi Biaya pra operasi sebesar Rp 1.00 + Rp 621.

920.000.000.500.00 Rp1.000.000.00 Rp2.500.00 + Rp711. Rencana Laporan Laba/Rugi Rp2.00 Rp200.00 Rp5. AKTIVA A.125.000.00/ons Abon ikan lele Rp 15.00 Rp1.000.00 Rp1. KEWAJIBAN DAN MODAL UTANG MODAL SENDIRI TOTAL KEWAJIBAN MODAL 4.00 Rp4.00 RENCANA NERACA AWAL DAN AKHIR TAHUN AWAL TAHUN AKHIR TAHUN KETERANGAN 1.Rp 40.00 Rp400.425.000.000.000.00 Rp2.5 kg 2. AKTIVA LANCAR KAS PERSEDIAAN BARANG TOTAL AKTIVA LANCAR B AKTIVA TETAP KOMPOR GAS TABUNG GAS BARANG PENDUKUNG LAIN TOTAL AKTIVA TETAP TOTAL AKTIVA 2.000.00 Rp600.300.00 Rp500.500.00 Rp7.000.000.000.000.00 Rp1.000.000.000.200.00/ons 3.00 .5 kg Rp 711.00 Biaya tenaga kerja Total biaya produksi Produk yang dihasilkan Abon ikan tuna Abon ikan lele Abon ikan tongkol Harga pokok penjualan Harga penjualan Abon ikan tuna Rp 25.000.500.00 2.00 Rp700.420.000. Rencana Neraca awal dan Neraca Akhir Tahun Rp 50.00 Rp450.000.000.00 Rp270.000.00 DAN Rp600.000.5 kg 2.000.00 Rp325.000.00/ons Abon ikan tongkol Rp 20.000.000.000.00 Rp3.00 Rp800.000.

000.00+ Rp 688.000.500.000.00 + Rp 150.00 Rp 60.240. Proyeksi biaya per tahun y y y y Pengadaan barang Gaji karyawan Biaya listrik Biaya lain-lain Total biaya pertahun Rp 33.000.200.00 Rp 2.00 Rp 24. Dengan metode payback period Payback period   š –ƒŠ— Arus cash flow = EAT + Depresiasi Aktiva tetap Rp 1.Biaya Pemasaran .00 Rp 1.00 Rp 72.000.500.00 - Rp 788.Biaya Administrasi & Umum Rp 100.00 Proyeksi keuangan a.500.RENCANA LAPORAN LABA RUGI Per 31 Desember Pendapatan dari penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Operasional: .000.00 =diperloeh dari total depresiasi Beban depresiasi Keuntungan bersih per tahun = omset per tahun-biaya operasional . Proyeksi pendapatan y y y Pendapatan perhari Pendapatan perbulan Pendapatan pertahun Rp 100.00 Rp 711.000.500.00 Rp 3.000.00 Rp 50.00 Depresiasi = Rp 2.600.500.000.00 Rp 50.800.000.000.000.000.00 b.000.500.00 Rp 1.000.000.000.000.00 Laba usaha Pendapatan lain-lain Laba bersih Rp 638.000.00 Perhitungan Kelayakan Usaha 1.

Rp 72.360.000.000.000.00 EAT = Rp 3.000.550.00 Rp 29.00 Rata-rata investasi Rp 2.900.000.480.00 Rp 3.00 Rp 3.000.000.00 Rp 3.000.00 Rp 3.300.000. Dengan rate of return Dengan membandingkan rata-rata EAT dengan rata-rata investasi per tahun Misalkan pendapatan pertahun sebagai berikut: TAHUN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 TOTAL PENDAPATAN Rp 3.455.00 Rp 2.000.00 Rp 2.480.600.000.000.00 ARR = = 20.200.00/2= Rp 1.000.911.500.000.00 2.00 Rp 3.800.00 Rp 3.370.Rp 60.000.000.00 Rp 3.00 Hari kerja pertahun di asumsikan 336 hari EAT = 30% x Rp 11.360.300.000.000.700.200.00 .00 = Rp 11.25% .000.750.400.00 Rata-rata EAT = Rp 29.

Peningkatan penghasilan bagi masyarakat sekitar. C.BAB IV ASPEK SOSIAL DAN LINGKUNGAN A. B. 4. Bagi usaha sejenis dapat meningkatkan daya saing 2. 2. Peningkatan gizi dengan konsumsi ikan. 3. . Dampak Terhadap Masyarakat Sekitar 1. Memberikan kepraktisan dalam konsumsi makanan sehari-hari bagi ibu rumah tangga yang sibuk. terutama untuk ibu-ibu rumah tangga. Bagi pembudidaya ikan terutama ikan lele akan semakin giat untuk memproduksi ikan. Untuk nelayan akan meningkatkan hasil tangkapannya. Penyerapan Tenaga Kerja Usaha pembuatan abon ikan ini memberikan kontribusi kepada penyerapan tenaga kerja sebanyak 16 orang sehingga mampu mengurangi pengangguran. Juga memberi tambahan penghasilan kepada ibu rumah tangga sekitar yang menganggur. Dampak Terhadap Industri Lain 1. Adanya lowongan pekerjaan baru. terutama pada karyawan. 3.