MAKALAH LIPID ASAM LEMAK, GLISERIDA, DAN FOSFOLIPID

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Proses Penggolahan Pangan Disusun oleh : Kelompok : III Kelas : 2009-B Rio Adiguna Suseno (L0C009053) Antariksa Lazimul Adab (L0C009056) Dwi Amalia Nursifa (L0C009057) Nur Indah Lanjarsari (L0C009066) Endro Tri Cahyo (L0C009092)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011

Lemak dan minyak dalam bentuk trigliserol sebagai sumber penyimpan energi. minyak. minyak ikan (fish oil). lipid yang sangat bervariasi struktur dan fungsinya. dll. lipid majemuk (compound lipid).mulai dari volatile sex pheromones sampai ke karet alam. . dan insulator organ-organ tubuh.BAB I PENDAHULUAN Secara umum senyawa yang disebut lipid biasanya diartikan sebagai suatu senyawa yang dalam pelarut tidak larut dalam air. namun larut dalam pelarut organik. pigmen. dan fosfatidilserin. dan lipid turunan (derived lipid). Lipid seperti lilin (wax). contohnya yaitu fosfatidiletanolamin (sefalin). kombinasi dengan karbohidrat (glikolipid). steril ester dan fosfolipid). Beberapa jenis lipid berfungsi sebagai sinyal kimia. dan hormon. lemak susu (milk fat). maupun sifat-sifat kimianya. Bedanya. Lipid berperan penting dalam komponen struktur membran sel. Klasifikasi lipid ke dalam lipid majemuk karena lipid tersebut mengandung asam lemak yang dapat disabunkan. sumber penghasilnya. kandungan asam lemaknya. Berdasarkan sumbernya. juga sebagai vitamin. eter. contohnya benzena. dan kloroform. lipid terbagi ke dalam lipid sederhana (simple lipid). pada fosfolipida satu asam lemaknya digantikan oleh gugus fosfat yang mengikat gugus alkohol yang mengandung nitrogen. trigliserida. sedangkan lipid sederhana tidak mengandung asam lemak dan tidak dapat disabunkan. Fosfolipida memiliki struktur seperti trigliserida. fosfatidilkolin (lesitin). Steroid tidak mengandung asam lemak dan tidak dapat dihidrolisis. lemak. kombinasi dengan protein (lipoprotein). Berbagai kelas lipid dihubungkan satu sama lain berdasarkan komponen dasarnya. Berdasarkan komponen dasarnya. Kebanyakan lipid ditemukan dalam kombinasi dengan senyawa sederhana lainnya (seperti ester lilin. lapisan pelindung. Suatu lipid tersusun atas asam lemak dan gliserol. dan fosfolipid adalah ester yang jika dihidrolisis dapat menghasilkan asam lemak dan senyawa lainnya termasuk alkohol. lipid dikelompokkan sebagai lemak hewan (animal fst).

Kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Lipoprotein bertugas mengangkut lemak dari tempat pembentukannya menuju tempat penggunaannya. hormon seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi pencernaan ). Ikatan antara lemak (kolesterol. dan fosfolipid) dengan protein ini disebut Lipoprotein (dari kata Lipo=lemak. Apabila sel membutuhkan energi. dan air (H2O). Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida. Berikut ini struktur Lipid . maka lemak tersebut harus dibuat larut dengan cara mengikatkannya pada protein yang larut dalam air. yang berarti juga tidak larut dalam plasma darah. dan protein). Pada umumnya lemak tidak larut dalam air. karbondioksida (CO2). Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang sehat). trigliserida. Agar lemak dapat diangkut ke dalam peredaran darah. Trigliserida adalah suatu ester gliserol. enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah.Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida.

terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh Gliserida. benzen dan ester. Hal ini membuat kebanyakan lipid bersifat tidak larut dalam air dan tampak berminyak atau berlemak. namun larut dalam pelarut organic seperti kloroform. Suatu molekul dikatagorikan dalam lipid karena : • Mempunyai kelarutan yg rendah di dlm air • Larut dalam pelarut organik (eter. Hormon mengatur komunikasi antar sel. H. Asam lemak adalah asam organik berantai panjang yang mempunyai atom karbon dari 4 sampai 24.1 Lipid Lipid adalah suatu senyawa yang tidak larut dalam air. Suatu lipid tersusun atas asam lemak dan gliserol.BAB II PEMBAHASAN 2. terdiri atas sfingolipid. Asam lemak memiliki gugus karboksil tunggal dan ekor hidrokarbon nonpolar yang panjang. Berbeda dengan karbohidrat dan protein. terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida (fosfolipid) Lipid kompleks. terdiri atas lipoprotein dan glikolipid Non gliserida. O Fungsi Lipid Ada beberapa fungsi lipid diantaranya : • • • • • Sebagai penyusun struktur membran sel Lipid berperan sebagai pengatur aliran-aliran material dalam sel Sebagai cadangan energi Lipid disimpan sebagai jaringan adiposa Sebagai hormon dan vitamin. lipid bukan merupakan suatu polimer. sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis. Jenis-jenis Lipid Terdapat beberapa jenis-jenis lipid yaitu : • • • • Asam lemak. Asam lemak adalah komponen unit pembangun pada hampir semua lipid. steroid dan malam . Lipid sebagian besar tersusun atas asam lemak. kloroform) • Terdiri dari C.

Bersama-sama dengan gliserol. Asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. semakin mudah membeku dan juga semakin sukar larut. dan dalam air terdisosiasi sebagian. Umumnya berfase cair atau padat pada suhu ruang (27° Celsius). Secara alami.1 Asam Lemak Asam lemak merupakan sekelompok senyawa hidrokarbon yang berantai panjang dengan gugus karboksilat pada ujungnya. Asam lemak merupakan asam lemah. Adapun rumus dari asam lemak adalah CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH. asam lemak bisa berbentuk bebas (karena lemak yang terhidrolisis) maupun terikat sebagai gliserida. Asam lemak jenuh bersifat lebih stabil (tidak mudah bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh.Pada makalah ini yang akan dibahas adalah asam lemak dan gliserida 2. merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipida pada makhluk hidup.1. Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi). Semakin panjang rantai C penyusunnya. sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya. . Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya.

Diet rendah lemak dilakukan untuk menurunkan asupan energi dari makanan. Banyak spesies tanaman menyimpan lemak pada bijinya (biasanya pada bagian kotiledon) yang ditransfer dari daun dan organ berkloroplas lain. Asam lemak tak jenuh dianggap bernilai gizi lebih baik karena lebih reaktif dan merupakan antioksidan di dalam tubuh. Berbeda dengan tumbuhan. serta menghindarkannya dari kontak langsung dengan udara. asam lemak yang dibiarkan terlalu lama akan turun nilai gizinya. Pada bagian lain tumbuhan dan pada sel hewan (dan manusia). jarak. atau keton. Karena mudah terhidrolisis dan teroksidasi pada suhu ruang.Nilai gizi Asam lemak mengandung energi tinggi (menghasilkan banyak ATP). serta sedikit epoksi dan alkohol (alkanol). ikatan ganda semakin mudah bereaksi. asam lemak diproduksi di kloroplas. yang mampu membuat sendiri kebutuhan asam lemaknya. Dalam asam lemak dapat terjadi ketengikan. Pengawetan dapat dilakukan dengan menyimpannya pada suhu sejuk dan kering. Karena itu kebutuhan lemak dalam pangan diperlukan. Karena itu. raps/kanola. asam lemak dibuat di sitosol. hewan kadang kala tidak mampu memproduksi atau mencukupi kebutuhan asam lemak tertentu. asam lemak Omega-3 dan Omega-6 (asam lemak esensial) lebih bernilai gizi dibandingkan dengan asam lemak lainnya. kelapa sawit. Proses esterifikasi (pengikatan menjadi lipida) umumnya terjadi pada sitoplasma. kelapa. Posisi ikatan ganda juga menentukan daya reaksinya. Asam lemak yang harus dipasok dari luar ini dikenal sebagai asam lemak . Ketengikan terjadi karena asam lemak pada suhu ruang dirombak akibat hidrolisis atau oksidasi menjadi hidrokarbon. Beberapa tanaman penghasil lemak terpenting adalah kedelai. jagung dan zaitun. alkanal. Proses biokimia sintesis asam lemak pada hewan dan tumbuhan relatif sama. kapas. Biosintesis asam lemak Pada daun hijau tumbuhan. kacang tanah. Bau yang kurang sedap muncul akibat campuran dari berbagai produk ini. Beberapa minyak nabati (misalnya α-linolenat) dan minyak ikan laut banyak mengandung asam lemak esensial (lihat macam-macam asam lemak). Semakin dekat dengan ujung. dan minyak (atau lemak) disimpan pada oleosom.

yang menempatkan protein-protein tersebut ke lokasilokasinya pada membran. yang memanjangkan palmitil-ACP (16C) menjadi stearil-ACP (18C). Kompleks-enzim asilsintase III (KAS-III) memadukan malonil-ACP (3C) dan asetil-KoA (2C) menjadi butiril-ACP (4C) melalui empat tahap (kondensasi. sementara KAS-IV hanya mencapai 10C. asam lemak merupakan unit penyusun fosfolipid dan glikolipid. Pemanjangan lebih lanjut hanya terjadi bila terdapat KAS-II di kloroplas. banyak protein dimodifikasi oleh ikatan kovalen asam lemak. menghasilkan oleil-ACP. Molekul-molekul amfipatik ini merupakan komponen penting bagi membran biologi. reduksi) yang masing-masing memiliki enzim tersendiri. derivat asam lemak berperan sebagai hormon dan cakra intrasel. Keempat. Enzim Δ9-desaturase kemudian membentuk ikatan ganda. . Enzim tioesterase lalu melepas gugus ACP dari oleat. dehidrasi. menggunakan malonil-KoA. Biosintesis asam lemak alami merupakan cabang dari daur Calvin. yang memproduksi glukosa dan asetil-KoA.esensial karena organisme yang memerlukan tidak memiliki cukup enzim untuk membentuknya. 2C setiap tahapnya. oleat keluar dari kloroplas untuk mengalami perpanjangan lebih lanjut. reduksi. KAS-I melakukan pemanjangan hingga 16C. Mulai dari 8C. Proses berikut ini terjadi pada daun hijau tumbuhtumbuhan dan memiliki sejumlah variasi. yang dapat berupa pembentukan ikatan ganda atau esterifikasi dengan gliserol menjadi trigliserida (minyak atau lemak). Fungsi Asam Lemak Asam lemak memiliki empat peranan utama. asam lemak merupakan molekul bahan bakar. oleh KAS-I atau KAS-IV. Asam lemak bebas ini kemudian dikeluarkan dari kloroplas untuk diproses lebih lanjut di sitoplasma. Kedua. Pemanjangan selanjutnya dilakukan secara bertahap. Selanjutnya. Ketiga. Pertama. di setiap tahap pemanjangan gugus ACP dapat dilepas oleh enzim tioesterase untuk menghasilkan asam lemak jenuh bebas dan ACP.

Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1.tumbuhan. jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak disebut trigliserida.2 Gliserida Gliserida adalah ester yang terbentuk dari gliserol dan asam lemak. Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak).2.1 GliseridaNetral (Lemak Netral) Gliserida netral merupakan ester antara asam lemak dan gliserol. serin. pada manusia atau hewan terdapat pada telur. Gliserol memiliki tiga gugus hidroksil (-OH) yang dapat ter-ester-ifikasi oleh satu. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid. atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. fosfatidiletanolamina. Fosfatidil kolin adalah komponen utama lesitid. paru-paru. ginjal. Lipid dapat mengandung gugus fosfat. dan tersusun dari asam lemak jenuh. yang juga merupakan sumber kolin dalam sintesis asetilkolin dalam kolinergik neuron. .1. Gugus yang diikat oleh asam fosfatidat ini antara lain kolin.1. Pada umumnya fosfolipid terdapat dalam sel hewan. 2. digliserida dan trigliserida. Dengan demikian senyawa yang termasuk fosfolipid ialah fosfatidikolin. Senyawa-senyawa dalam fosfogliserida ini dapat dipandang sebagai derivat asam alfa fosfatidat. dan jantung.2. 2. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida. Pada tumbuhan fosfolipid terdapat pada kedelai. otak. dan inositol.2 Fosfolipid Fosfolipid merupakan suatu gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk ester asam fosfat. Lemak umumnya diperoleh dari hewan.1.etanolamina. dan manusia. pankreas. fosfatidilinositol. digliserida dan asam lemak.2. namun sering terurai oleh enzim alami lipase menjadi monogliserida. berwujud padat pada suhu ruang. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu rantai asam lemak. hati. dan tersusun dari asam lemak tak jenuh. berwujud cair pada suhu ruang. dua atau asam lemak dan membentuk monogliserida. Trigliserida adalah kandungan tertinggi dalam minyak nabati dan lemak hewan. Oleh karena itu fosfolipid merupakan fosfogliserida. Sedangkan minyak umumnya diperoleh dari tumbuhan. 2. fosfatidilserin.

Struktur fosfolipid utama Fosfolipid terdiri atas empat komponen: • asam lemak. Beberapa fungsi biologik lainnya antara lain adalah sebagai surfaktan paru-paru yang mencegah perlekatan dinding alveoli paru-paru sewaktu ekspirasi. Fungsi Fosfolipid Fungsi dari fosfolipid antara lain sebagai bahan penyusun membran sel dan sebagai agen emulsi.Gambar. Pada posisi ketiga dari kerangka gliserol di tempati oleh gugus fosfat yang terikat pada amino alkohol. dan • suatu kerangka. Bagian kepala karena bermuatan bersifat hidrofilik atau larut dalam air. • alkohol yang mengandung nitrogen. Contoh penting dari lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid. Bagian kepala memiliki muatan positif dan negatif serta bagian ekor tanpa muatan. Molekul fosfolipid dapat dipandang terdiri dari dua bagian. Fosfolipid memiliki kerangka gliserol dan 2 gugus asil. . Fosfolipid digolongkan sebagai lipid amfipatik. yaitu kepala dan ekor.1. • gugus fosfat. 2. sedangkan bagian ekor bersifat hidrofobik atau tidak larut dalam air.3 Lipid Kompleks Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain.

kelarutan lipid ditentukan oleh sifat kepolaran pelarut. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid.2. Dalam uji ini. Uji Kualitatif lipid a. Jadi asam lemak bergabung dengan molekul-molekul non gliserol. Uji Kelarutan Lipid Uji ini terdiri atas analisis kelarutan lipid maupun derivat lipid terdahap berbagai macam pelarut.2.4 Lipid Non Gliserida Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol. kolesterol dan malam. uji akrolein digunakan untuk menguji keberadaan gliserin atau lemak.2. Hal tersebut karena lipid memiliki sifat nonpolar sehingga hanya akan larut pada pelarut yang sama-sama nonpolar. maka bagian gliserol akan terdehidrasi ke dalam bentuk aldehid tidak jenuh atau dikenal sebagai akrolein (CH2=CHCHO) yang memiliki bau seperti lemak terbakar dan ditandai dengan asap putih. Berikut reaksi yang terjadi pada uji akrolein: panas KHSO4 Trigliserida Akrolein c. Asam lemak jenuh dapat dibedakan dari . Uji Akrolein Uji kualitatif lipid lainnya adalah uji akrolein.1. Dalam uji ini terjadi dehidrasi gliserol dalam bentuk bebas atau dalam lemak/minyak menghasilkan aldehid akrilat atau akrolein. Uji Ketidakjenuhan Lipid Uji ketidakjenuhan digunakan untuk mengetahui asam lemak yang diuji apakah termasuk asam lemak jenuh atau tidak jenuh dengan menggunakan pereaksi Iod Hubl. steroid. Apabila lipid dilarutkan ke dalam pelarut polar maka hasilnya lipid tersbut tidak akan larut. tetes demi tetes pereaksi Iod Hubl dimasukkan ke dalam tabung sambil dikocok dan perubahan warna yang terjadi terhadap campuran diamati. 2. 2. Analisa Lipid Terdapat berbagai macam uji yang berkaitan dengan lipid yang meliputi analisis kualitatif maupun kuantitatif.1. Asam lemak yang diuji ditambah kloroform sama banyaknya. Iod Hubl ini digunakan sebagai indikator perubahan. Tabung dikocok sampai bahan larut. Menurut Scy Tech Encyclopedia (2008). b. Setelah itu. Ketika lemak dipanaskan setelah ditambahkan agen pendehidrasi (KHSO4) yang akan menarik air.

Floroglusinol ini berfungsi sebagai penampak bercak.asam lemak tidak jenuh dengan cara melihat strukturnya. Minyak yang akan diuji dicampurkan dengan HCl. Tabung dikocok perlahan dan dibiarkan beberapa menit. HCl yang ditambahkan akan menyumbangkan ion-ion hidrogennya yang dapat memecah unsur lemak sehingga terbentuk lemak radikal bebas dan hidrogen radikal bebas. kolesterol kemudian teroksidasi . e. Prinsip uji ini adalah mengidentifikasi adanya kolesterol dengan penambahan asam sulfat ke dalam campuran. Setelah itu. Uji Ketengikan Uji kualitatif lipid lainnya adalah uji ketengikan. kertas digantungkan di dalam erlenmeyer yang berisi minyak yang diuji. Dalam uji ini. maka lapisan kolesterol di bagian atas menjadi berwarna merah dan asam sulfat terlihat berubah menjadi kuning dengan warna fluoresens hijau. maka molekul air berpindah dari gugus C3 kolesterol. Selanjutnya. Uji Lieberman Buchard Uji Lieberman Buchard merupakan uji kuantitatif untuk kolesterol. Mekanisme yang terjadi dalam uji ini adalah ketika asam sulfat ditambahkan ke dalam campuran yang berisi kolesterol. Kolesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan volume yang sama ditambahkan asam sulfat. Uji Salkowski untuk kolesterol Uji Salkowski merupakan uji kualitatif yang dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kolesterol. diidentifikasi lipid mana yang sudah tengik dengan yang belum tengik yang disebabkan oleh oksidasi lipid. Apabila dalam sampel tersebut terdapat kolesterol. Asam sulfat berfungsi sebagai pemutus ikatan ester lipid. Warna merah yang kembali pudar menandakan bahwa terdapat banyak ikatan rangkap pada rantai hidrokarbon asam lemak. Reaksi positif ketidakjenuhan asam lemak ditandai dengan timbulnya warna merah ketika iod Hubl diteteskan ke asam lemak. sebuah kertas saring dicelupkan ke larutan floroglusinol. Sebanyak 10 tetes asam asetat dilarutkan ke dalam larutan kolesterol dan kloroform (dari percobaan Salkowski). d. asam sulfat pekat ditambahkan. f. Setelah itu. lalu warna kembali lagi ke warna awal kuning bening. Asam lemak tidak jenuh memiliki ikatan ganda pada gugus hidrokarbonnya. Kedua bentuk radikal ini bersifat sangat reaktif dan pada tahap akhir oksidasi akan dihasilkan peroksida. Serbuk CaCO3 dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan segera ditutup.

(2) ekstraksi dengan eter . dan fospolipid. asam lemak bebas. oxidase dan peroxidase dalam precursor chromogen. 2. Untuk menentukan kadar lemak total dalam makanan. kolestrol. triacylglycerols. jaringan tissue manusia dan fluida 1. gravimetris. Sedangkan HPLC digunakan untuk memisahkan lipida non-volatil yang memiliki berat molekul tinggi. dan kromatografi. Kromatografi gas digunakan untuk melarutkan dan menghitung lipida seperti triasilgliserol dan turunan-turunan FAME. menentukan kandungan lipida dengan menggunakan TLC dan metode enzimatis. mono. SEC dan HP-SEC digunakan untuk memisahkan produk hidrolitik. yaitu (1) hidrolisis dengan asam atau basa.2. the Nutrition and Labeling Education membutuhkan tahapan sebagai berikut. dan (3) konversi asam lemak ke metil ester asam lemak (FAME) kemudian menghitung kadar FAME dengan kromatografi gas. Metode ini dikembangkan oleh Johan Kjeldahl pada tahun 1883. Uji Kuantitatif Lipid Untuk menganalisa kandungan lemak dalam makanan dapat dilakukan dengan cara volumetris. Metode ini terdiri .membentuk 3. Saat ini. kromatografi cairan (LC) dan kromatografi yang memiliki unjuk kerja baik seperti HPSEC dan HPLC.2.5-kolestadiena. kromatografi lapisan tipis (TLC). Metode ini sesuai untuk menentukan fospolipida hewan. metode Kjeldahl digunakan untuk menentukan kandungan pasti protein dalam makanan. TLC sangat sesuai untuk memisahkan ester kolestrol. oksidasi dan pemanasan lemak. Metode Analisis Protein Metode Kjeldahl Metode Kjeldahl dalam analisis kimia adalah metode yang digunakan untuk penentuan senyawa nitrogen secara kuantitatif dalam substansi kimia. Warna hijau ini menandakan hasil yang positif. Reaksi positif uji ini ditandai dengan adanya perubahan warna dari terbentuknya warna pink kemudian menjadi biru-ungu dan akhirnya menjadi hijau tua. Kromatografi yang dapat dipakai seperti kromatografi gas (CG). Enzim yang digunakan adalah enzim hidrolase. kromatografi ekslusi (SEC). di. Produk ini dikonversi menjadi polimer yang mengandung kromofor yang menghasilkan warna hijau.

atas pemanasan substansi dengan asam sulfat. Jumlah amonia yang muncul (jumlah nitrogen yang muncul dalam sampel) ditentukan dengan cara titrasi balik.Dekomposisi kimia sampel menjadi lengkap ketika medium berubah menjadi bersih dan tidak berwarna (sangat gelap). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: Degradasi: Protein + H2SO4 → (NH4)2SO4(aq) + CO2(g) + SO2(g) + H2O(g) Pembebasan amonia: (NH4)2SO4(aq) + 2NaOH → Na2SO4(aq) + 2H2O(l) + 2NH3(g) Perolehan amonia: B(OH)3 + H2O + NH3 → NH4+ + B(OH)4– Titrasi Balik: B(OH)3 + H2O + Na2CO3 → NaHCO3(aq) + NaB(OH)4(aq) + CO2(g) + H2O Bromokresol Bromokresol hijau adalah pencelup yang tergolong ke dalam triarilmetana dan sering digunakan sebagai indikator pH dan pewarna bagi jejak DNA pada elektroforesis gel agarose. kedua padatan tersebut mengion dan memberikan bentuk monoanionik yang berwarna kuning. Metode Kjeldahl yang berkembang saat ini sudah terotomatisasi dan menggunakan katalis spesifik seperti merkuri oksida atau tembaga sulfat untuk mempercepat dekomposisi. Dalam larutan. Amonia bereaksi dengan asam dan setelah itu dititrasi dengan natrium karbonat dan pH indikator yang digunakan adalah metil jingga. dimana dekomposisi asam organik oleh oksidasi akan membebaskan nitrogen yang tereduksi sebagai amonium sulfat. Bromokresol dapat digunakan dalam bentuk asam bebas (padatan coklat cerah) atau dalam bentuk garam natrium (padatan hijau tua). Produk akhir kemudian dia bil dan dicampurkan bersama dengan asam borat. Larutan kemudian disuling dengan natrium hidroksida (ditambahkan dalam jumlah yang sedikit) yang mengubah garam amonium menjadi amonia. Metode Reduksi Karbohidrat Metode Somogyi-Nelson Metode Nelson/Somogyi merupakan yang terbaik biladigunakan untuk uji aktivitas enzim karena memberikan respon pewarnaan stoikiometri dengan oligosakarida . Selanjutnya monoanionik dideprotonasi pada pH tinggi untuk memberikan bentuk dianionik (biru) yang ditabilkan oleh resonansi. Bromokresol juga bias digunakan sebagai inhibitor protein transpor prostaglandin E2. Pada tahap ini kalium sulfat ditambahkan untuk meningkatkan titik didih dari 169oC menjadi 189oC. 2.

Fehling Fehling adalah salah satu metode reduksi yang digunkana untuk mengidentifikasi gula pereduksi. Penambahan pereaksi fosfomolibdat akan melarutkan Cu2O dan warna larutan menjadi biru tua. kemudian enediol ini dengan ion kupri (Fehling A) membentuk ion kupro dan campuran asam-asam. Prinsip pengukuran kadar glukosa darah dengan metode Folin Wu adalah ion kupri akan direduksi oleh gula dalam darah menjadi kupro dan mengendap menjadi Cu2O. Gula reduksi adalah gula yang dapat mereduksi Fehling menjadi tembaga oksida yang mengendap berwarna merah merah (ion kupri tereduksi menjadi ion kupro). Larutan Fehling A mengandung ionkupri CuSO4. sedangkan Fehling B mengandung campuran alkali (NaOH dan KNaC4H4O6). banyaknya Cu2O yang terbentuk berhubungan linier dengan banyaknya glukosa di dalam darah.homolog dengan berbagai derajat polimerisasi sehingga memberikan pengukuran yang benar dari ikatan-ikatan glikosida yang terpotong yang menunjukkan aktivitas enzimnya Metode Follin Wu Metode ini digunakan dalam analisis kuantitatif gula dalam darah. Filtrat yang berwarna biru tua yang terbentuk akibat melarutnya Cu2O karena oksida Mo dapat diukur kadar glukosanya dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 660 nm. Selanjutnya ion kupro dalam suasana basa akan membentuk kupro hidroksidayang dalam keadaan panasa akan mendidih dan mengendap menjadi endapan kupro oksida (Cu2O) yang berwarna merah bata . karena ada oksida Mo. Gula reduksi dengan alkali (Fehling B) akan bereaksi membentuk enediol. Dengan demikian.

sebagai hormon dan vitamin. sebagai cadangan energi.BAB III KESIMPULAN Lipid merupakan suatu senyawa yang tidak larut dalam air. Fosfolipid merupakan suatu gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk ester asam fosfat yang berfungsi sebagai bahan penyusun membran sel dan sebagai agen emulsi. . Jenis-jenis lipid yaitu : asam lemak (asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh). pengatur aliran-aliran material dalam. Gliserida merupakan ester yang terbentuk dari gliserol dan asam lemak yang terdiri dari gliserida netral dan fosfolipid. lipid kompleks (lipoprotein dan glikolipid). namun larut dalam pelarut organic dan berfungsi sebagai penyusun struktur membran sel. gliserida (gliserida netral dan fosfogliserida / fosfolipid). steroid dan malam). non gliserida (sfingolipid. Asam lemak merupakan sekelompok senyawa hidrokarbon yang berantai panjang dengan gugus karboksilat pada ujungnya.

wordpress.html http://bokep4gratis.id/2010/02/asam-lemak.blogspot.com/2010/06/02/metabolisme-lipid/ .org/wiki/Asam_lemak http://id.web.html http://zaifbio.DAFTAR PUSTAKA http://id.org/wiki/Gliserida http://biologipedia.blogspot.com/2010/08/nilai-gizi-asam-lemak-mengandungenergi.html http://www.com/2011/01/fosfolipid.wikipedia.wikipedia.membuatblog.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful