You are on page 1of 117

Prof ..Dr. H.M.

Rasjidi

EMH\TKUUAH

AG\MA
,

.,
.
".

;.a.w ..
;

.

.
..

~ '
.

EMPAT KULIAH AGAMAISLAM pada Perguruan Tinggi

PROF. DR. H.M. RASjIDI

EMPAT KULIAH AGAMAISLAM
pada Perguruan Tinggi

~w wjP'~ Pcnerbit dan Penyebar Buku-buku Jakarta, Indonesia 1974

EMPAT KULIAH

AGAMA ISLAM

Pada Perguruan Tinggi Oleh : Prof. Dr. RM. Rasjidi Cetakan ke-4, P.T. Bulan Bintang, Jakarta, 1985 Diterbitkan pertama kali oleh N.V. Bulan Bintang, Jakarta, 1974

P.T. Bulan Bintang, Pcnerbit dan Penyebar Buku-buku J alan Kramat Kwitang 1(8, Jakarta A IIf\flO ta Ikatan Penerbit Indonesia

10420, Indonesia

I Ililt ('Ipla dilindungi Undang-undang '/1\ H2 H3 85 04037 H5.000
1111111111\ IIltlll

P('rcctakan

P.T. Magenta Bhakti

Guna, Jakarta

KATA

PENGANTAR

Pendidikan agama dari Sekolah Dasar sampai Universitas telah menjadi keputusan MPRS No. 11 tahun 1960 tertanggal pada tanggal 13 Desember 3 Desember 1960 dan diumumkan 1960. Semenjak itu Pendi.dikan agama telah berjalan di perguruan Pemerintah, walaupun dengan perbedaan-perbedaan baik mengenai kualitas maupun kuantitasnya berhubung dengan keadaan-keadaan setempat. Say a sendiri mendapat tugas sebagai Ketua Badan Pendidikan Agama di Universitas Indonesia semenjak saya menggabungkan diri dalam Universitas tersebut sebagai Guru Besar Hukum dan Lembaga-lembaga Islam di FaIwltas Hukum (dahulu dan ilmu-ilmu sosialJ pada tanggal 1 Sl'ptember 1966. Pengalaman saya sebagai pengajar mata kuliah Pendidikan If.i(lllta di Fakultas Psychologi dan Kedokteran menunjukkan hll/I \\1(1 para mahasiswa pada umumnya sangat kritis dan mereka (/,111/,lJIenerima sesuatu approach yang bersifat tradisional. Maka ,,,/III" lJIinggu pertama saya sajikan bagi mereka itu pandangan1IIIIItllI/lj:(11l filosofis serta aspek-aspek keagamaan yang kita rasakan If" ,1/ Indonesia. SIII'II berusaha untuk menyajikan uraian yang obyektif ,I"/'II( 111/lIf.:kin, akan tetapi karena tiap orang beragama ber1 i~/( (1'1 at (involedJ 11/1 atau engage, maka diharap dari semua Ii/I. l'III/f: !il'rkepentingan untuk melapangkan dada. 1/,1111/1(1// saya mudah-mudahan buku keell yang saya beri Jut 'Jllillil( Kllliah Agama Islam" dapat dipergunakan oleh II/I/III/I/I'\\'(1 sebagai pengantar kepada pengetahuan Agama

hII/,I'tI/S

1<)74.

DAFTARISI

Kata Pengantar Fasal Pertama : Apakah Agama Masih Diperlukan? - Tingkatan Teo1ogi - Tingkatan Metafisik - Tingkatan Positif Apakah Semua Agama ltu Sarna? Pengelompokan Agama-agama di Dunia - Ke1ompok-ke1ompok Agama

5 7 10 11 13 24 48 50

Fasal Kedua Fasal Ketiga

Agama-agama Alamiyah 53 - Agama Hindu 53 - Agama Hindu sesudah Budha 57 - Agama Budha 68 - Perbedaan antara Agama Budha dan Hindu 70 - Mahayana dan Hinayana. 72 - Agama Kong Hu eu 72 Fasal Keempat: Agama Islam adalah Agama Samawi Terakhir 75 . - Agama Nasrani 81 - Sejarah Agama Nasrani 87 - Sejarah Trinitas 89 - Perjanjian Baru 97 - Agama Islam 98 Pedoman Untuk Hidup Beragama Dalam Lampiran 105 Masyarakat 111 Kepustakaan 112 Daftar Nama-nama dan Istilah

FASAL PERTAMA APAKAH AGAMA MASIH DIPERLUKAN?

Dari sejarah f11safat Yunani kita dapat mengetahui bahwa semenjak 2300 tahun yang lalu sudah ada orang-orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan. Mereka itu mengatakan bahwa alam initerdiri dari atom-atom yang berlainan susunannya serta masing-masing mempunyai daya gerak membelok; maka dari bentrokan atom-atom tersebut terjadilah segala macam kejadian di alam ini. Tetapi pada zaman modem ini telah terjadi hal-hal yang menjauhkan manusia dari agama secara lebih jauh lagi, lebih menonjol, dalam segi-segi penghidupan yang sem.ua orang dapat melihatnya dengan nyata, baik dalam lingkungan kelompok maupun dalam lingkungan bangsa. Kemajuan pengetahuan dalam abad 16 dan 17 telah mendorong beberapa ahli ilmu pengetahuan untuk menafsirkan ke,. adaan alam dan kejadian-kejadiandi dalamnya secara mekanis, dengan daya alam itu sendiri dan tidak memerlukan adanya Tuhan. Karena kemajuan ilmu pengetahuandan teknologi manusia dapat menguasai alam secara lebih menyeluroh dan lebih efektip, sehingga segala perhatian manusia itu hanya diarahkan kepada alam tempat mereka hidup. Di Inggeris semenjak abad 16 ada aliran "empiricism" yang mengatakim bahwa segala sesuatu pengetahuan harus didasarkan kepada panca indra. Thomas Hobbes (1588-1679) mengatakan
7

bahwa dasar pemikiran ilmu pengetahuan adalah "mechanistic materialism", yakni bahwa yang ada dalam alam ini adalah materi dan eara bergabung dan berpisahnya adalah secara mekanis, tidak memerlukan adanya Zat yang Maha Kuasa, yang bukannya alam ini. Perlu juga kita menyebut John Lock (1632-1704). Ia mengatakan bahwa fikiran manusia itu merupakan Tabula Rasa (papan tulls kosong). Dan segala pengetahuan yang mengisinya ada1ah berasa1 dari kesan-kesan yang diperoleh melalui panca indra (sense perception). Abli pikir Inggris yang ketiga yang perlu kita sebut adalah David Hume (1711-1776) yang fikirannya dianggap sebagai puncak penjelmaan "empiricism" masa sebelumnya serta mengandung dasar-dasar untuk aliran "positivistic naturalism" yang nanti akan kita bicarakan. Pokok pemikiran David Hume adalah bahwa kita tidak berhak mengatakan sesuatu hal, jika hal terse but tidak dapat dibuktikan dengan panea indra. Ia mengatakan bahwa sesungguhnya tidak ada yang kita namakan sebab. Timbulnya kata sebab adalah karena kita - secara berulang-ulang - menyaksikan berlangsungnya sesllatu kejadian yang disusul oleh sllatu kejadian lain. Jika umpamanya kita selalu menyaksikan bahwa peristiwa A terjadi setelah terjadinya peristiwa B, maka kita mengambil kesimpulan bahwa peristiwa B adalah sebab dati peristiwa A. Filsafat Perancis pada abad 18 banyak dipengaruhi oleh filsafat Inggris seperti tersebut di atas. Para ahli fikir Perancis cenderung untuk menganggap bahwa hasil ilmu pengetahuan itu mut1ak, oleh karena sebelum ada ilmu pengetahuan modem manusia banyak berkecirnpung dalam ilmu metafisika atau pemikiran-pemikiran abstrak yang be.rsifat dogmatis. Perlu diakui bahwa banyak pemikir Perancis pada abad 18, seperti Fontenelle (1657 - 1757), Montesquieu (1689 - 1757), Voltaire (1694-1778), Condillac (1715-1780) 1ebih cenderung
8

kepada "deism" dan bukannya "atheism". "Deism" berarti .~T---""'-'percaya kepada Zat yang Maha Agung, tetapi yang tidak mempunyai kekuasaan terhadap alam dan manusia. sedang "atheism" berarti mengingkari adanya Tuhan sarna sekali. Tetapi di antal'a filos'Of-filosof Perancisabad 18 terdapat nama-nama yang masyhur dengan pendirian atheis seperti La (1709-1751), d'Holbach (1723-1789) dan Cabanis Mettrie (1757 -1804). Pendirian mereka pada umumnya adalah menentang ~dual~eJ. yakni kepercayaan akan adanya badan dan nyawa begitu juga adanya alam di satu pihak dan Tuhan di lain pihak. Gambaran ringkas di atas melukiskan keadaan-keadaan di Inggris dan Perancis sekitar abad-abad 17 dan 18, yang menjadi latar belakang pandangan sekuler Barat tentang manusia dan alam. Kcadaan-keadaan itu dapat disimpulkan dalam 3 unsur, yaitu: a) b) c) kepercayaan penuh kcpada metodc ilmu pcngctahuan, kehilangan kepercayaan Kepada agama (yang dimaks'ud adalah agama yang dikcnal di Barat. yakni agama Kristen). serta makin bertambah mcrcsapnya paham matcrialisrnc.yakni pendapat yang mengatakan bahwa yang ada hanyalah benda (materie), karena dapat disadari (kngan panca-indra. sedangkan jiwa tidak demikian.

Ketiga unsu.r ini yang pada abad 18 tclah tersiar luas di Bara t, mendorong timbulnya aliran positiyismc di abad 19. Penganjur dan pemimpin terbesar aliran positivisme pada abad 19 adalah ahli pikir Perancis yang bernama August Comte (1795-1857) yang patung marmarnya didirikan di salah satu. pin tu Universitas Paris. Perlu diinga t bah wa karangannya yang berjudul "Cours de la Philosophie Positive" (Kuliah Filsafat Positip) yang ditulis dalam enam jilid .telah diselesaikan pada tahun 1842, setahun sesudah buku "The Essence of Christianity" (Sari Agama Kristen), karangan Feuerbach, disiarkan. Kedua bu.. ku tersebut, ditambah dengan filsafat Karl Marx mengenai 9

"Historical Materialism'.', filsafat Darwin (1809-1882) tentang evolusi, serta filsafat Huxley (1825-1895) dan Spencer (18201903), semua itu telah mempengaruhi perkembangan "positive naturalism" yang menjadi ciri khas bagi pertengahan kedua abad 19. Yang pokok dalam filsafat August Comte adalah teorinya mengenai perkembangan cara berpikir manusia melalui 3 tingkatan yang ia namakan '1a loi des trois etats", yang dapat kita jelaskan sebagai berikut: Manusia telah mengalami cara berfikimya : a) 3 tingkatan perkembangan dalam

Pada permulaan ia selalu berfikir secara adaan itu dinamakan '~etat theologique", teologi.

ketuhanan. Keatau tingkatan

b) c)

Kemudian ia meningkat kepada tingkatan kedua, yaitu "etat metaphisique" atau tingkatan metafisik. Akhirnya manusia sampai kepada tingkatan tertinggi, yakni "etat positive" atau tingkatan positip. Teologi

Tingkatan

Dalam tingkatan yang terendah ini, yaitu tingkatan teologi, manusia belum mempl.l;nyai fikiran tentang sebab musabab kejadian-kejadian dalam alam ini. Manusia khawatir kalau terjadi wabah penyakit menular, khawatir kalau ada gempa bumi, khawatir kalau terjadi banjir, takut kalau tanamannya habis diserang hama dari sebagainya. Ia selalu hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran. Ia tidak dapat berbuat apa-apa, karena tidak tahu apa yang harus diperbuat. Satu-satunya tindakan yang ia lakukan adalah mohon kepada Tuhan agar Tuhan menjauhkannya dari penyakit, menghindarkannya dari banjir dan gempa, dan melindungi tanamannya. Pendeknya ia menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan yang Maha Kuasa, entah Tuhan. itu merupakan arca, atau pohon besar atau kekuatan yang tak dapat dilihat, entah arwah nenek moyangnya, atau lain-lain benda.
10

Tingkatan

Metafisik

Setelah lama, berabad-abad, dalam tingkatan teologi seperti terse but di atas, a}shirnya manusia menemukan keberanian dalam dirinya. Ia merasa bahwa kekuatan yang menimbulkan penyakit atau banjir atau gempa bumi atau hama tanaman, semua itu dapat dieegah agar tidak berbuat jahat atau mengganggu; adapun earanya ialah dengan memberikan sajian-sajian. Untuk mengambil negeri kita Indonesia, berikut : l) eontoh tentang kiranya dapat hal-hal yang terjadi di saya sebu tkan sebagai

2)

Sampai sekarang terutama di kampung-kampung dan di desa-desa untuk seorang wanita hamil tujuh bulan biasa diadakan upaeara "tingkeb", yakni mandi dengan air dari tujuh sumur. Maksudnya agar kandungannya selamat, jika nanti sudah tiba waktunya, akan lahir sebagai bayi yang sehat. Setelah bayi lahir, maka di bawah (di kolong) ambeIi (tempat tidurnya) ditaruh bermaeam-maeam sajian : ada lampu keeil dengan minyak kelapa dan seutas tali untuk sumbu, dinyalakan siang malam. Minyak kelapa itu ditaruh dalam mangkok kedl dari tanah. Oi samping itu ditaruh sebilah pedang atau pisau mainan yang kedl dari bambu. Ada pula sebuah payung mini dari kertas dalam keadaan terbuka, karena memang tak dapat ditutup. Ada lagi. hasil bumi yang merupakan obat-obatan seperti dlingo dan bengle, ada pula sebutir ubi yang digambat dengan arang dan kapur sirih seperti kepala orang dengan mata yang terbuka lebar. Semua diletakkan di kolong tempat tidur si anak dan ibu selama 5 minggu. Adapun maksudnya ialah untuk inenjauhkan segala penyakit dan gangguan arwah jahat. Jika ada penyakit hendak menyerang anak itu, si penyakit akan mundur kembali, karena sudah ada obat-obat berupa dlingo dan bengle yang menjaganya. Jika ada ruh jahat yang hendak mengganggu iapun terpaksa membatalkan maksudnya, ketakutan melihat pedang (dari bambu) dan kepala penjaga' 11

yang seram yang menatapnya itu selalu tcrlindung dengan panas. 3)

dengan mata melotot. Anak payung kecil dari hujan dan

Setelah umur 35 hari maka diadakan selamatan "selapanan", bcrupa nasi tumpeng yang dibagi-bagikan kcpada para tetangga.

Contoh lain tcntang cara manllsia bcrfikir pada tingkatan Ji Indonesia pada metaflsik, ialah kcbiasaan yang dilakukan . saat dimulai pembangunan sebuah gedllng b~sar. Scbelum pckerjaan dimulai. lebih dahulll diadakan selamatan dan upacara penanaman kepala kerbau Tujllannya ialah agar gedung yang akan dibangun itu akan senantiasa berdiri dengan kokoh dan sen talls3. Contoh lainnya lagi ialah yang kita lihat di desa-desa pada saat-saat scbclum penanaman padi. Agar tanaman padinya dapat terhindar dari bahaya hama dan pada musim panen nanti sawah-sawahnya memberikan hasil yang scbesar-besamya, maka para petani mengadakan sclamatan nasi tumpeng untuk dipcrscmbahkan kepada Dewi Sri, Ratu Padi, kadang-kadang disertai dengan pertunjukan wayang kulit. Maksudnya· semua itu adalah untllk memuaskan Dewi Sri sehingga bcrkenan melindungi dan mcmbiarkan padi mereka itu tumbuh dengan segar dan subur sampai berbuah dan diambil hasilnya. Tiga contoh tersebut di atas adalah contoh cara manusia berfikir dalam tingkatan metafisik, dengan tujuan mempengaruhi kekuatan gaib agar bersikap baik terhadap manusia. Pengalaman menunjukkan bahwa kadang-kadang tanaman padi tersebut dapat hidup subur dan hasH panen yang memuaskan. Tetapi sering terjadi pula bahwa tanaman padi itu rusak karena banjir atau diserang hama tikus atau belalang, sehingga petani menderita kerugian besar dan menghadapi bahaya kelaparan. Kadang-kadang, meskipun sebuah gedung sudah diselamati dan diberi landasan kepala kerbau, .1 a 2 tahun setelah selesai pembangunannya gedung itu mulai menunjukkan keretakan di: 12

sana sini, di dinding-dindingnya atau di lantainya hingga perlu diselidiki, siapakah yang suka makan semen, pemborong atau kepala kerbau yang telah ditanam. Adapun bayi yang semenjak masih dalam kandungan ibunya telah dijaga dengan perhatian sebesar-besamya sampai lahir dan mencapai umur 35 hari, tidak jarang bayi tersebut gagaI menikma ti umur panjang, karena terserang bermacam-macam penyakit anak kecil. Tmgkatan Positip ketiga dan

Sekarang marilah kita beralih ke tingkatan tertinggi, yaitu tingkatan positip.

Dalam tingkatan positip, manusia telah mendapatkan pengetahuan yang cukup untuk menguasai alam. Jika pada tingkatan pertama, manusia selalu takut dan khawatir, dan dalam tingkatan kedua manusia berusaha mempengaruhi kekuatan-kekuatan alam, tetapi kadang-kadang berhasil dan kadang-kadang tidak, maka dalam tingkatan positip manusia telah banyak sekali memahami alam,tentang peraturan-peraturan atau hukum-hukumnya,sehingga akhimya kekuatan-kekuatan alam - meskipun belum seluruhnyadapat ditundukkan dan dimanfaatkan untuk keperluan manusia. Kita ambit contoh-contoh yang kita sebutkan dalam tingkatan metafisik. Pertama ten tang ibu yang mengandung da.n bayi yang dalam kandungan. Dalam tingkatan positip manusia tidak memerlukan selamata.n, tingkeban untuk si ibu, manusia tidak pula memerlukan sajian-sajian, lampu minyak kelapa, pisau bambu dan sebagainya. Sekarang, seorang perempuan hamil pergi ke dokter ahli kandungan yang akan memeriksanya setiap bulan atau setiap dua minggu sekati dan memberi resep obat yang menjadikan ia dan kandungannya sehat. Dokter dapat pula memberi ancer-ancer, kapan kira-kira ia akan ~elahirkan, sehingga ia dapat lebih dahulu memesan tempat di bagian bersalin dari rumah sakit kota itu. Jika saat melahirkan sudah tiba, maka si ibu dijaga oleh dokter dan bidan-bidan dengan alat-alat yangserba cukup. Biasa13

nya tidak ada kesukaran, dan si ibu dan si bayi diberi perawatan yang cukup, oOOt dan mak<1l1an yang sesuai. Kita melihat bayibayi itu dibiarkan tidllr scndiri dibiarkan menangis; bayi diberi susu ibunya pada waktu tertentu. Kita tidak melihat lampu minyak kelapa, tidak melihat payung-payungan, pisau-pisauan atau pedang-pedatlgan, atau kepala manusia yang dibuat dari ubi yang digambar. Semua itu tidak terdapat di rumah bersalin. Namun demikian si ibu, si bapa dan keluarga mereka merasa tcnlram, tidak takitt dan tidak khawatir. Setelah beberapa hari, lbll clan bayi pulang ke rumah dengan gembira. Pada waktu-waktu Imll'nlll ia pcrgi ke dokter anak untuk memeriksakan keadaan ki11'\'hllI1l11 L1l1lum si bayi. AllIlIgkllh bcdanya gambaran dllll lIHllIlISili di lingkat positip. K\'dllll 1I1~'I1J',Clwi pcmbangunan dcngan PCll<II1UJllUIl kcpala kcrbau. ditanam itu dua liga alau bcrapa rusak, jika semennya tidak cukup, manusia di tingkat metafisik

gedung yang harus didahului Biarpun kepala kerbau yang saja. gedung itu akan lekas jika fondasinya tidak kuat.

Oi negeri-negeri yang maju, di Eropa dan Amerika gedunggedung pencakar langit sampai puluhan tingkat sudah merupakan pandangan biasa. Oalam pembangunan gedung-gedung itu tidak ditanam kepala kerbau lebih dahulu, tetapi gedung-gedung itu kuat dan tahan berpuluh-puluh tahun, bahkan beberapa generasi manusia. Sekarang di Jakarta. khususnya di jalan Jendral Sudirman, sudah mulai didirikan gedung-gedung dari belasan tingkat dengan alat-alat dan bahan-bahan serba modem, tetapi kepala kerbau tak kunjung ketinggalan. Mudah-mudahan· syarat kekuatan dan keamanan tidak dikendorkan sedikitpun. Ketiga tentang tan~man padi: Oi Amerika Utara orang menanam padi atau gandum dengan menggunakan areal yang luasnya beribu-ribu hektar. Mereka tidak mempunyal tenaga manusia banyak, sehingga mereka harus memakai alat-alat mekanis modern. Sebagai ganti cangkul mereka mempergunakan traktor. 14

Mereka memakai kapal terbang kecil untuk menyebar benih, begitu juga untuk menyemprot anti hama yang sering mengancam tanaman mereka. Pada waktu panen, agar hasil ladang yang beribu-ribuhektar luasnya itu dapat dipetik selekas mungkin, maka digunakan mesin-mesin khusus, yang sambil berjalan dapat sekaligus memetik dan menggiling. Dengan teknik yang modern itu, maka hasil gandum dan padinya itu melimpah-limpah, jauh melebihi apa yang dibutuhkan oleh penduduk Amerika Utara sendiri. Sisanya diekspor, bahkan kadang-kadang diberikan kepada negara-negara yang ditimpa bencana kelaparan. Orang-orang Amerika Utara itu tidak mengadakan selamatan untuk Dewi Sri. Tetapi karena pengetahuan mereka yang luas ten tang pertanian dan meteorologi, maka mereka. mempunyai kekayaan yang melimpah dati hasil pertanian. Contoh-contoh tersebut kita tambah dengan sebuah contoh ten tang penaklukan alam di Negara Bagian California, Amerika Serikat. Sesungguhnya bagian Selatan dari daerah, yang sekarang dinamakan California itu dengan kota-kotanya yang masyhur seperti San Francisco dan Los Angeles dahulunya adalah suatu daerah yang kering dan tandus. Sepanjang perba tasannya dengan Nevada di sebelah tenggara ada sungai Colorado yang letaknya lebih rendah daripada dataran kering itu. Maka dibangunlah pompa besar yang menyedot air sungai itu dan kemudian di·salurkan ke seluruh daerah tandus tersebut. Akibat dari pemompaan air sungai Colorado itu, maka California menjadi gudang buah-buahan seperti apel, jeruk, anggur, buah arbei, buah per, semangka dah lain-lain yang jumlahnya melebihi keperluan dalam negeri Amerika Serikat, sehingga dapat diekspor kemana-mana. Pengikut-pengikut Marxismeakan mengatakan, bahwa hal itu membuktikan bahwa yang perlu bukan memberi interpretasi tentang alam, tetapi merobah alam itu sehingga dapat dimanfaatkan manusia. Orang California juga tidak melakukan
15

selamatan, yang dilakukan adalah penyelidikan ilmiah serta aplikasi penemuan-penemuan ilmiah itu dalam bidang kehidupan yang riil. Dengan contoh-contoh tersebut di atas, sepintas lalu teori August Comte ten tang tiga tingkatan itu terasa benar. Bukankah orang-orang sekarang telah sangat berbeda pendirian dengan orang yang dulu-dulu? Orang sekarang tidak lagi berfikir memohon kepada Zat Yang Maha Kuasa, akan tetapi memanfaatkan ilmu pengetahuan yang didapatnya dan percaya kepada diri sendiri. Bukankah dalam dunia modem sekarang segala lapangan kehidupan telah berobah lebih maju, lebih produktip dan lebih tedamin? Dengan perkataan lain: Bukankah August Comte itu memang benar dalam membentuk teori tiga tingkatan itu ? Dan jika ia benar, maka ini berarti bahwa manusia memerlukan Tuhan hanva pada tingkatan pertama, yaitu tingkatan teologi. Dalam tingkatan positip manusia tidak lagi memerlukan Tuhan, yakni sekarang ini pada zaman teknologi manusia cukup hidup dengan akalnya dan teknologinya, dan tidak memerlukan kepada Tuhan. Marllah kita selidiki soal ini lebih lanjut! Pada masa ini memang betul kita melihat rumah-rumah sakit penuh dengan penderita yang berkunjung agar mendapat pemeriksaan dokter serta obat. Akan tetapi masih banyak sekali penduduk kampung-kampung di kota Jakarta yang masih belum mau minta tolong kepada dokter. Saya pemah mempunyai seorang pembantu rumah tangga wanita yang sering sakit gigi. Tetapi ia tidak mau pergi ke dokter gigi, malahan ia pergi ke dukun di kampuJlg yang katanya mengobati giginya dengan mengusap pipinya dan mengeluarkan ulat-ulat kecil sebesar rambut. Ia pulang merasa sudah sembuh. Tetapi beberapa hari sesudah itu penyakitnya kambuh lagi. Akhirnya ia mau minum aspirin dan karena sakitnya tidak seberapa, maka sembuhlah giginya.
16

Orang yang melahirkan anak dengan pertolongan dukundukun, pada saat ini masih banyak sekali lebih banyak ,daripada mereka yang ditolong oleh bidan atau dokter. Bahkan akhir-akhir ini terasa adanya gejala untuk menghidupkan kembali kepercayaan-kepercayaan yang aneh-aneh seperti apa yang belum lama ini terjadi di lembaga-lembaga negara seperti DPR kita. Pada tanggal I Muharam, yang oleh suku Jawa dinamakan bulan Suro, di DPR telah diadakan sedekah bumi, yakni mempersembahkan buah-buahan seperti pisang dan kelapa, serta ayam hidup dan lain-lain hasil bumi. kepada Ibu Pertiwi, dengan permohonan agar kita sekalian dibiarkan hidup tentram di atas bumi ini. Perayaan itu disertai dengan iring-iringan yang membawa sebilah keris dengan segal a hotma t dan khidmat. Bukankah beri gambaran banyak orang istilah August keadaan-kcadaan yang saya sebutkan di-ata~ membahwa pada tingkat positip sekarang ini masih Ylng hidup dalam tingkatan teologi (menurut Comte) dan tingkatan metafisik ..

Dalam zaman yang tidak menentu seperti sekarang ini, banyak orang bingung. Yang saya maksudkan derigan zaman yang tidak menentu itu adalah zaman dimana pelaksanaan hukum masih dapat dipengaruhi oleh hal-hal lain di luar hukum, dimana persamaan perorangan terhadap hukum tidak dilaksanakan semestinya. Ada orang-orang yang terang-terang salah menurU t hukum, tetapi berdasarkan pertimbangan-pcrtimbangan tcrtentu mereka dibebaskan dari segala tuntutan. Sebaliknya ada orang yang jujut, bekerja sebagai seorang warga negara yang taat dan cinta kepada negara. akan tetapi karena kejujurannya itu menimbulkan kesulitan-kesulitan bagi oknum-oknum tertentu, maka ia dipersulit dan dimusuhi oleh oknum-uknum yang berkepentingan itu. Akibatnya bagi orang awam, mereka tidak tahu apa yang harus mereka kerjakan. Dalam keadaan semacam itu banyak orang yang pergi ke dukun, ke kuburan-kuburan orang-orang
17

besar dalam sejarah. Ada pula yang meneari jimat, penolak bahaya. Jimat-jimat itu ada yang berupa kertas dengan tulisan huruf Arab atau huruf Cina, ada pula yang berupa sepotong kulit "maean" dan sebagainya . .oi antara orang-orang yang melakukan hal-hal serna earn itu, banyak yang mempunyai kedudukan dalam masyarakat, dart ini berarti bahwa itu terpelajar. Bukankah tingkah-Iaku seperti tersebut diatas ini menunjukkan bahwa walaupun kita ini sudah sampai kepada tingkatan positip dan zaman teknologi, tetapi masih banyak orang-orang atasan yang hidup dalam tingkatan teologi dan metafisik? Dengan begitu A. maka dapatlah kita mengambil kesimpulan.

Bahwa teori August Comte ten tang tiga tingkatan itu tidak benar. Manusia tidak meningkat dari tingka tan teologi kemudian ke tingkatan metafisik dan sekarang dalam tingkatan tertinggi, tingkatan positip. Ketiga tingkatan itu tidak rnerupakan tingkatan evolusi. Dari bawah ke atas, akan tetapi rnerupakan maeam-maeam jenis mental manusia, sehingga kita sekarang di zaman modem dan di ibukota Negara Republik Indonesia ini dapat menyaksikan tingkatan teologi di samping tingkatan metafisik dan tingkatan positip. Ketiga-tiganya terdapat bersama sarna di beberapa tempat di Jakarta ini. Bahwa di samping teori tiga tingkatan itu rnenunjukkan adanya 3 maearn cara manusia berfikir sehingga tiga macam itu kita dapatkan sekarang b~rsama-sama, kita Juga rnendapatkan kasus-kasus perorangan yang hidup dalarn dua atau tiga tingkatan sekaligus. Ada seorimg profess.or di Universitas Indonesia atau pejabat tinggi di Departernen P & K, yang seharusnya ia hidup dalam tingkatan positip. Tetapi kita rnelihatnya pergi. ke dukun, rnengikuti suatu aliran kebatinan. Kasus serna earn ini tidak sedikit jurnlahnya. Kasus itu menunjukkan faham di sam ping fakta bahwa

B.

18

ketiga tingkatan itu sekarang ada secara berdampingan, maka tcrdapat pula orang-orang tertentu yang dapat hidup dal~ ,3 tingkatan itu sekaligus. Dengan begitu maka teoTi August tingka tan itu temya ta tidak benar. Comte tentang tiga

Satu hal yang dapat kita terima dari August Corote yaitu bahwa pada waktu ini teknologi merupakan satu aspek yang penting sekali. Pembangunan Negara tidak dapat diselenggarakan tanpa teknologi. Bidang Kesehatan, bidang Pertanian, bidang industri pcmbangun jalan lapangan terbang, Kereta api, perminyakan, pertambangan dan lain-lain sebagainya, semua itu tidak dapat ditingkatkan jika kita tidak mempergunakan teknologi. Universitas Indonesia mempunyai bagian Teknik, Kedokteran, Pertanian, Kedokteran Gigi, Psikologi dan semuanya itu menunjukkan aspek kehidupan modern. Akan tetapi apakah dengan kemajuan teknologi manusia tidak lagi memerlukan agama ? Inilah yang dikcsankan olch ketiga tingkatan yang diciptak~m oleh August Comte. Tetapi apakah begitu halnya ? Contoh yang paling menonjol adalah Negara Russia. Communismc a tau Marxisme Leninisme sangat mengagung-agungkat;l teknologi; sikap ini biasanya dinamakan scienticism. Dari semenjak masih kecil, anak-anak di Russia dididik untuk menghargai teknologi se-tinggi-tingginya. Sikap resmi dari Pemerintah Russia adalah memberi kebebasan propaganda anti agama dan tidak memberihbebasan propaganda untuk agama, selain beribadat di gereja-gereja dan satu dua masjid kuno. Regime Communist sudah 60 tahun lamanya memerintah dan Pemerintah Russia selalu mengatakan dillam siaran-siaran tulisan dan Radio bahwa di Russia sudah tidak ada agama lagi dan dengan hilangnya agama maka hilanglah segal a hambatan untuk kemajuan. Kita sekarang berada daiam tahun 1974. Di Russia; agama, meskipun telah menjadi sasaran anti agama yang kuat dan terus menerus selama lebih dari 60 tahun, masih tetap mempunyai 19

banyak pengikut, bahkan di beberapa tempat jumlah mereka mengalami pertambahan. Oi Uzbekisten yang dahulu merupakan daerah Islam yang penting dan dimana terdapat kuburan Imam Bukhari, yang mengumpulkan hadis Nabi dan kumpulan itu sekarang dinamakan Sahih ul Bukhari: (hadith-hadith sahih kumpulan Bukhari), di daerah tersebut sekarang Islam mulai lagi berkembang. Anak-anak muda bertanya-tanya: aku ini dari keturunan Islam, apakah Islam itu? Kepada pengajar-pengajar yang datang dari negara-negara Islam, mereka menyampaikan hasrat hatinya untuk mempelajari agam'a Islam Oi Moskow sendiri, gereja-gereja masih juga didatangi orang banyak yang tua-tua tetapi yang muda-muda juga ada., Jika di Russia, di mana Pemcrintahnya memerangi agama dengan segala cara, masih juga tetap ada agama, maka di tempat-tempat lain di negara-negaradi Eropa, di mana tidak ada usaha untuk mempersulit perkembangan agama, agama masih merupakan aspek yang penting bagi penghidupan manusia. Tetapi di samping gejala bahwa agama tetap ada dalam tingkatan positip, ada gejala lain yang sepintas lalu kelihatan meragukan. Oi Eropa, khususnya di Eropa Utara seperti Swedia, Norwegia, pada waktu ini terdapat gejala: Oechristianisasi, artinya proses meninggalkan agama Kristen. Agama Kristen di Eropa Utara begi tu lemah pengaruhnya terhadap masyaraka t, sehingga walaupun Pemerintah mem biayai .gereja,gereja dan menggaji pendeta-pendeta, tetapi gereja itu kosong. Banyak pcndeta-pendeta yang ingin mempopulerkan kehadiran ke gereja, dengan mengadakan daya penarik seperti dansa, minum-minum dan sebagainya. Usaha tersebut pada permulaannya agak menunjukkan sukses tetapi kemudian ternyata mengandung bahaya yang lebih besar, yaitu profanisasi atau menghilangkan rasa keagamaan dalam upacara-upacara di gereja. Gejala tersebut sepintas lalu kelihatan se-akan-akan menguatkan teori August Comte, bahwa agama tidak diperlukan lagi pada tingkatan positip dimana orang cukup berpedomankepada ilmu 20

pengetahuan. Tetapi gejala-gejala di Eropa tersebut sesungguhnya mempunyai latar belakang lain. Adapun keterangannya adaJah sebagai berikut : Semenjak permulaan abad 18 orang di Barat, di f:ropa sudah mulai mencemoohkan agama Kristen, Voltaire (1694-1778) seorang penulis Perancis adalah di antara orang-orang yang termasyhur dalam halini. Tulisan-tulisannya menentang bermacammacam hal yang ada hubungannya dengan agama Kristen.Sebagaimana kita semua mengetahui agama Kristen dibawa oleh Jesus Kristus atau dalam kata arabnya lsa al Masih artinya Isa yang diusap dengan minyak kasturi. Orang yang diu sap dengan minyak kasturi oleh pengikut-pengikutnya adalah orang yang dianggap Pemimpin atau Raja. Agama Kristen sesungguhnya merupakan reformasi dari agama Yahudi. Oleh karena itu yang dinamakan Kitab sucinya orang Kristen yakni Bibel terdiri dari Perjanjian Lama (Old Testament) yakni kitabnya orang Yahudi, dan Perjanjian Baru, yakni yang khusus kitab sucinya orang :Kristen. Perba'ldingan antara tebal kedua buku terse but kira-kira 3 : I. ladi kalau sese orang ingin mempelajari agama Kristen ia harus mempelajari agama Yahudi dahulu, yakni ia harus membaca Perjanjian Lama. PeIjanjian Baru tidak dapat berdiri sendiri. Dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa orang Yahudi adalah orang yang terpilih oleh Tuhan. Dalam Al Qur'an juga dikatakan begitu, tetapi yang dimaksud adalah orang-orang Jahudi pada zaman Nabi Ishak, Yakub dan anak-anaknya. Kemudian mereka selalu lupa kepada ajaran-ajaran Tuhan. Voltaire mengira bahwa disebutnya umat Jahudi sebagai umat yang terpilih itu adalah constatasi yang masih berlaku sampai sekarang. Maka ia mengatakan anggapan itu bohong belaka. Orang Yahudi adalah orang-orang biasa jika berkuasa, bersikap kejam dan jika sedang hina meringik-ringik minta bela's kasihan. Voltaire mengatakan bahwa isi dari Bibel banyak yang saling bertentangan 8atu dengan lainnya. Ia membuktikan dengan 21

contoh: Nabi Musa menceritakan ten tang dirinya dengan katakata Dia. Kalau betul ia yang berceritera mustinya ia memakai kata-kata Aku. Contoh lain: Nabi Musa mengatakan ia menulis dari seberang sungai Jordan. Padahal dalam sejarah tidak pemah Nabi, Musa menyeberangi sungai Jordan. Contoh ketiga: Nabi Musa menceriterakan riwayat meninggalnya. Ini adalah satu hal yang sangat ajaib, karena orang yang mati tidak sadar akan peristiwa kematiannya. Mengenai Perjanjian masalah-masalah Trinitas. dalam Perjanjian Lama yang diterjemahkan dari Jerome (342-420) ya'ni Baru, diantaranya Voltaire menyebutkan Soal Trinitas tidak pemah diterangkan dan disebutkan dalam Perjanjian Baru bahasa Greek kepada bahasa Latin oleh berabad-abad sesudah Nabi lsa wafat.

o

Sesungguhnya sebelum nienyerang akidah agama Nasrani, Voltaire sebagai seorang Perancis menyerang Gereja Katolik. Ja mengatakan: Tidak benar bahwa Geraja Katolik itu penjelmaan dat:i ajaran Bibel. Bibel mengajarkan orang supaya hidup dengan tidak memikirkan hari besok, dengan memberikan segala kekayaannya, akan tetapi Gereja menimbun kekayaan. Pengaruh dari tulisan Voltaire itu makin lama makin terasa, sehingga akhirnya orang tidak suka kepada agama Kristen, ban yak gereja yang kosong. Dengan mengesampingkan agama, serta menempatkan akal fikiran manusia sebagai suatu ukuran yang mutlak, maka terjadilah krisis bermacam-macam di benua barat. Tentang sex, tidak ada lagi pedoman, segala sesuatu berobah, yang dahulu dilarangdan dirasakan bertentangan dengan moral, sekarang dianggap wajar dan semua orang melakukan. Begitu juga mh:lm minuman keras, judi dengan segal a macamnya, dianggap oleh mereka sebagai suatu hal yang wajar. Keadaan yang semacam itu menyebabkan orang berfikir bahwa tujuan hidup manusia ini mencari uang dan kesenangan dengan segala jalan.

22

Akibatnya masyarakat menjadi suatu masyarakat yang pClIllh dengan pertentangan antara golongan dan golongan, dan allIum perorangan. Orang di Barat mulai mencari kembali suatu pegangall untuk hidup mereka. Ada yang menjadi biku Buddha, ada yang memuja-muja seorang muda dari Indfa yang mereka anggap keramat dan sebagainya. Segala macam gejala-gejala itu menunjuk· kan bahwa manusia, sesudah mencapai segala kebutuhannya dalam hidup, masih merasakan suatu hajat yang penting yang harus dipenuhi, yaitu tujuan hidup dan pegangan untuk hidup Tujuan dan pegangan hidup yang dicari itu sesungguhnya adalah agama, yang akan memberi petunjuk kepada manusia, apakah yang hams ia usahakan untuk memperolehnya dan bagaimana cara untuk memperolehnya. Fikiran manusia dapat memberikan pemecahan soal-soal hidup yang bersifat materiil. Tetapi manusia tidak hanya memerlukan segi materiil, segi spirituil tidak kurang pentingnya, dari segi materiil, malahan bagi orang yang sampai tingkat yang lebih sempurna, segi spirituil malah lebih penting daTi segi materiil. Keringkasan dari kuliah ini : Terhadap soal "Apakah agama masih diperlukan", kita memberi jawaban "bahwa agama tetap diperlukan". Bahkan lebih jauh manusia mencapai kemajuan, lebih terasa perlunya agama. Dengan tanpa agama, segala kemajuan manusia baik dari segi fikiran atau segi teknologi, bukannya akan tnemberi kebahagiaan kepada manusia, akan tetapi malah akan membinasakan manusia.

FASAL APAKAH

KEDVA

SEMVA AGA.1\1A ITV SAMA ?

Pada fasal p~rtama telah kita bicarakan apakah agarna itu perlu? Hasil dari pembahasan tersebut adalah bahwa agarna itu perlu dan tetap akan diperlukan, walaupun manusia telah rnencapai kemajuan teknologi bagaimanapun tingginya. Tibalah waktunya sekarang untuk membicarakan soal berikut: Oleh karena agarna itu tetap diperlukan dan kita rnelihat di hadapan kita bennacam-macam agarna, rnaka timbullah soal: Apakah semua agama itu sarna? Di tanah air kita Indonesia ini terdapat sesuatu pendapat yang tersebar luas meskipun tidak merata. Pendapat itu rnenyatakan, bahwa sernua agama itu sarna; tujuan agarna-agarna itu sarna, yaitu rnendorong kita untuk rnelakukan yang baik dan menghindari kejahatan, serta berhubungan denga:n Tuhan Yang Maha Kuasa. Hanya caranya berlainan. Orang Islam pada hari Jum'at pergi ke Mesjid, orang Kristen pada hari Ahad ke Gereja, sedangkan ordng Hindu mernuja di suatu candi, atau di ternpat yang sunyi jauh dari ternpat-tempat yang rarnai, rnelakukan rneditasi. Bukanhanya orang awam yang berpendapat sedemikian. Saya rnasih ingat kira-kira pada tahun 1955 rnendiang bekas Presiden Sukamo pemah rnernberi kuliah umum di Universitas Indonesia mengenai agama. 24

Berkata mendiang Sukarno: Saya akan mcnceriterakan kepada saudara-sa\ldara sekalian hikayat seekor gajah dan empat orang buta. Pada suatu han Sri Baginda sesuatu negara menyuruh mendatangkan gajah beliau di halaman Istana dan memerintahkan agar pada waktu yang sama mendatangkan pula ell1pat orang buta. Setelah gajah dan ke empat orang tunanetra itu tiba, maka Sri Baginda meminta supaya orang-orang tunanetra itu masingnasing menjawab pertanyaan: Apakah gajah itu? Untuk mcnjawab pertanyaan itu. mereka diperintahkan untuk sccara bergilir mendekati gajah itu dan meraba-meraba badannya. Orang but a pertama majll kemuka dan terpeganglah olehnya ekor si gajah yang dirabanya dan ujung sampai ke pangkalnya. Kemudian' ia berkata: Gajah menyerupai penghalau lalat, akan tetapi agak lunak dan panjang. Giliran orang buta kedua tiba. la majll ke de pan dan kebetulan yang dapat dipegangnya adalah kaki si gajah. Berkatalah ia: Gajah itu seperti bambu besar, meskipun agak lunak. Kemudian datanglah giliran orang buta ketiga. Setelah maju kemuka ia diperintahkan naik tangga, maka terpeganglah olehnya telinga gajah. Setelah dirabanya ia berkata: gajah itu seperti daun bcsar dan tebal. Akhirnya orang buta ke-empat mendapat giliran maju kedepan. Tangannya yang bergerak dengan agak ragu-ragu menyentuh belalai gajah, yang kcmudian dipegang dan diraba-rabanya. Kemudian ia berkata: Gajah itu seperti pipa karet yang besar. Berkata mendiang Sukarno: Nah, saudara-saudara. Siapakah yang benar diantara ke-empat orang buta itu? Jawabannya mudah: mereka semua benar, walaupun jawaban mereka berlainan. Begitulah, saudara-saudara, keadaan agama. Di Indonesia ada bermacam-macam agama, semuanya benar seperti jawabanjawaban orang-orang buta tentang gajah itu juga benar. Karena manusia itu kecil, ia tak dapat mengetahui segala sesuatu. Yang dapat dilihat atau difahami hanya sebagian atau satu dan beberapa segi alam wujud ini. 25

Begitulah kira-kira inti daripada kuliah umum mendiang Sukarno. Saya pernah membaca hikayat semacam ini dalam buku Prof. Glassenah yang berjudul: "Les Cinq Grandes Religions du Monde" (Lima Agama Besar di Dunia). Ada cara lain untuk memberikan gambaran bahwa agamaagama itu sarna. Karena pentingnya persoalan "Apakah semua agama itu sarna", dan mengenai soal ini pernah ditulis sebuah buku oleh seorang missionaris Dr. J. Verkuyl, maka di bawah ini saya kutipkan uraian beliau dalam bukunya, dari halaman 12 sampai 18, sebagai berikut : Dengan sangat indah Lessing menuliskannya dalam sandiwaranya yang termasyhur, yang berjudul: "Nathan der Weise" {Nathan, orang bijaksana). SaIl lakon itu terdapatdahm hikayat "Tri Kalpika" (tiga buah cincin) pada akhir babak kedua.Di sana Sultan Saladin, peran utama dalam sandiwara itu, bertanya kepada seorang Yahudi, yaitu Nathan yang bijaksana, agama manakah yang terbaik menurut pikiranp.ya, Agama Yahudi, Islam atau Kristen? Sebagai jawabnya menceriterakan. hikayat kepada Sri Sultan berikut : maka Nathan pun

Di masa dahulu kala dalam sebuah negeri Timur adalah seorang yang mempunyai sebentuk cincin yang sangat berharga, bertatahkan permata mutu manikam. Khasiat cincin itu ialah membuat sipemakai beroleh kasih sayang dari Allah maupun dari manusia. Karena itu tidaklah heran, bahwa orang itu berpesan kepada anak-cucunya, supaya jangan memberikan cincin itu kepada orang lain. Pada waktu matinya, cincin itu diserahkan kepada anaknya yang paling dikasihinya. "Maka kemudian adalah seorang bapa yang beranak tiga orang, dan kasihnya terhadap ketiga anaknya itu sarna, tidaklah di beda--bedakan sf"orang dari pada yang lain. Takkala ia maslh hidup, maka cincin itu dijanjikannya kepada fiap-tiap anaknya itu, dengan tidak setahu masing-masing.
26

Ketika dirasanya ball wa ajalnya sudah dekat, disuruh panggillah s~orang pandai emas, laJu dikatakannya supaya membuat dua bentuk cincin lagi yang tidak ada bedanya sedikit pun dari cincin yang asli itu. SeteJah selesai, maka diperlihatkanlah ketiga cincin itu kepada si ayah itu, dan ia sendiripun .tidak lagi dapat mengatakan. yang mana cincin yang asH, dernikianlah samanya rupa dan bentuk cincin-cincin itu. Dengan demikian ayah itu pun Juput daIi kesulitan yang dihadapinya. Maka dengan rahasia diberikannyalah ketiga masing-masing sebentuk cincin. Sepeninggal ayah itu nya itu masing-masing mengatakan, bahwa dialah punyai cincin yang asli. Dan seorangpun tak dapat siapa yang benar. "Demikian pulalah tidak dapat ditentukan, yang benar", kata Nathan itu pula. anaknyaitu ketiga anakyang rpemmengatakan, mana

agama

Saladin: "Bagaimana? Hendaklah jangan mempennainkan aku. Pada sangkaku, ketiga agama yang kusebut tadi dapat dibeda-bedakan yang satu dari pada yang lain, misalnya dalam hal pakaian, makanan atau minuman." Nathan: "Memang dapat di beda-bedakan, tetapi itu lahimya saja. Intisarinya tidaklah dapat di beda-bedakan, demikian pula dasar-dasamya. Bukankah semuanya berdasarkan sej~rah? Baik sejarah yang tertulis, maupun adat istiadat? Dan kita masingmasing percaya ak~n hal-hal yang diceriterakan oleh orang tua dan orang-orang lain kepada kita, yaitu orang-orang yang dengan perbuatannya telah menunjukkan kepada kita kasih dan setianya. Mungkinkah saya tidak percaya kepada ayahku, atau tuanku kepada ayah tuanku sendiri? Demikian pulalah halnya dengan orang-orang Kristen. Bukankah begitu? Bagaimana pendapat tuanku sen diri?" . Saladin.: "Tuan benar. Aku tidak tahu, apa yang hams a.ku katakan." Nathan: "Marl kita kembali kepada hikayat tadi."

Lalu Nathan meneeriterakan, bahwa ketiga anak itu kemudian pergi menghadap kepada seorang hakim minta pertimbangannya. Masing-masing bersumpah rnenerima cinein yang asli dari ayah almarhum, dan yang seorang lebih menyangsikan kejujuran kedua saudaranya yang lain, daripada sangsi akan perkataan ayah mendiang. Saladin: "Dan bagaimana Hakim itu? Karena aku ingin sekali mengetahui, apa yang tuan suruh katakan oleh hakim itu. Silahkan!" Nathan: "Kata hakim itu: Hanya ayahmu almarhum sajalah yang dapat mcngatakan siapa diantara tuan-tuan yang benar. Atau cinein itulah yang harus membuktikannya sendiri ... tunggu dulu. Kata tuan-tuan, cincin itu mengandung suatu khasiat. bahwa orang yang memakClinya akan dikasihi oleh Allah maupun oleh manusia dan ia akan mengasihi sesama manusia pula? Nah, dari cine in itulah kita nantikan jawab yang benar. Cincin yang tidak berkhasiat demikian, itulah yang palsu. Karena itu keputusan yang aku bClikan ialah, bialkanlah dulu pelkala ini seperti sekarang. Kalau tuan-tuan menerirna eincin itu masingmasing dari ayah almarhum, se.perti tuan-tuan katakan, anggaplah cincinmu itu sebagai cincin yang asH. Dan hendaklah masingmasing memperjoangkan kesejatian cincinnya dengan menyatakan kasih sayang terhadap segala manusia, dengan berbuat kebajikan terhddap sesama manusia dan berhati sabar, lagi pula berbakti kepada Allah. Kalau khasiat eincin tuan terbukti dengan jalan demikian, juga pad a anak-eueu tuan, aku persilahkan menghadap lagi kepada kursi pengadilan ini seribu tahun lagi. Maka kelak seorang hakim yang lebih bijaksana daripada aku ini akan mengadili tuan-tuan. Aku persilahkan tuan-tuan berangkat sekarang." Lalu. kata Nathan: sekiranya hakim yang sendiri jua .. ?" Saladin: "Aku? sehampa aku ini?" 28 "Wahai tuanku, Saladin, apa titah tuanku dimaksudkan itu tak lain dari tuanku

Aku yang tak lain dari debu saja? Seorang

Nathan: "Daulat tuanku menghiba demikian ?'.

Sultan

apa

sebabnyu

IUIIII

Saladin: "Oh, Nathan! Nathan! Seribu tahun dalam hikuyat mu itu belurnlah berakhir. Bukanlah aku hakim yang dimaksud itu. Kursi pcngadilannya bukan untukku. Pergilah, pergilah sekarang! Tetapi aku harap, tuan tetap menjadi kawan sahabat bagiku !" Demikianlah kisah "Tri Kalpika" itu. Apakah maksud Lessing? Lessing (1729 - 1781) hidup dalam masa, dalam mana orang-mang di Eropa tidak lagi begitu sadar akan intisari Kabar Kesalamatan dalam Yesus Kristus. Mereka hendak membuangnya atau menggantinya dengan yang lain. Injil Yesus Kristus mengatakan kepada kita, bahwa dengan dara mana pun juga kita tak kunjung dapat melepaskan diri kita sendiri melilinkan bahwa kita membutuhkan seorang Pelepas. Tetapi Lessing menganut suatu aliran, yang menyangka bahwa manusia itu dapat menjadi pelepasnya sendiri, asal saja ia berlaku kebaikan dan bahwa Tuhan akan menyerahkan mahkota kehidupan kekal kepada manusia yang bajik itu pada akhir hidupnya. "Sarna seperti ternan-ternan semasanya, misalnya Goethe dan Kant, Lessing berpendapat bahwa intisari agama Kristen terkandung dalam ketiga pekataan: Tuhan, kebajikan dan kehidupan kekal. Inti yang menurut dia sarna terdapat dalam Islam dan dalam agama Yahudi serta dalam semua agama-agama yang lain. Jadi maksud drama Lessing itu ialah: Hentikan sajalah segaia persoal-jawaban tentang agama mana yang mengandung kebenaran sesungguh-sesungguhnya. Karena tiap agama ada intibaiknya. Tiap-tiap agama adalah seruan kcpada manusia: pakailah cincinmu, usahakanlah supaya Tuhan dan orang-orang senang kepadamu dengan jalan berbuat yang baik. Biarkan orang Yahudi memeluk agama Yahudinya, orang Islam agama Islamnya, orang Hindu agama Hindunya, orang Kristen agama Kristennya.
29

Dan hendaklah mcreka bajikan, sehingga dia dikasihi

itu masing-masing berbuat keoleh Allah maupun man usia. banyak orang

Hingga kepada dewasa ini masih terdapat yang mengabdi kepada pandangan Lessing itu.

Terutama yang lazim disebut "Vrijmetselaars" teramat terpengaruh oleh pendapat-pendapat ini. Sayang sekali, bahwa gambaran yang diberi Lessing dari kekristenan dalam dramanya itu seratus persen salah. Intisari agama Kristen bukan terletak dalam perkataan-perkataan: Tuhan, kebajikan, kehidupan kekal, melainkan dalam perkataan-perkataan dosa dan pengampunan, dan oleh karena itu dalam: Jesus Kristus Yang Tersalib dan Yang Bangkit. Di lapangan sejarah agama yang bersifat ilmiah, maka Max Muller (1823-1900) seorang sarjana bahasa dan sejarah, dalam bukunya "Vorlesungen uber Religionswissenschaft" mengemukakan pendapat tentang persamaan hakiki daripada agamaagama itu. Menurut dia, tiap-tiap agama adalah benar, bahkan juga a~ama-agama suku. Katanya pula umat manusia sepanjang sejarahnya juga pernah mengalami suatu "masa kanak-kanak" Pada masa itu, umat manusia berbicara seperti kanak-kanak, cara berfikirnya pun secara kanak-kanak, akan tetapi sekalipun demikian, maka segala ucapannya pada masa itu benar juga. Bahkan sekarang pun dapat dikatakan,bahwa di sana-sini umat manusia itu belum melampaui "masa kanak-kanak" itu. Tanda-tanda dari cara berbicara secara kanak-kanak itu ialah kekejaman-kekejaman dan tindakan-tindakan yang mengerikan dalam agama-agama itu, demikian Max Muller. Tetapi, katanya pula, wujud dan hakekatnya adalah sarna, sebagaimana diucapkan oleh Hillel, rabbi Yahudi itu, yang berbunyi : "Hendaklah engkau menjadi manusia yang baik, hai anakku, hendaklah menjadi manusia yang baik, scbab kehendak Tuhan, itulah intisari segenap Taurat dan kitab segala nabi". Sejak Max Muller banyak sekali sarjana yang mengikuti jejaknya itu, dan mempelajari soal agama secara demikian.

30

Mengenai asal-usulnya agama-agama di dunia ada juga diantara mereka itu yang lain pendapatnya, akan tetapi dalam hal ini mereka setuju dengan dia, yaitu bahwa tiap-tiap agama di dunili ini berdasarkan beberapa ciri-ciri pokok, dan ciri-ciri itu sarna saja dalam semua agama. Kalau orang bertanya kepadanya: "Jadi apakah intisari agama-agama dunia ini?", maka mereka menjawab: "Intisarinya ialah, bahwa bilaseorang manusia hidup baik, maka pada akhir hidupnya Allah akan memberikan suatu pahala kepadanya, yaitu kehidupan yang kekal . Tiap-tiap agama menafsirkan intisari itu dengan caranya sendiri, tetapi dalam pada itu intisari itu tetap sarna. Hal menyamaratakan semua agama itu dengan carn yang menyoJok mata nampak pada "Parlemen agama-agama" yang diadakan dikota Chicago pada tahun J893. Ketika itu utpsanutusan dari berbagai-bagai agama berkumpul, dan di sanalah terdengar pendapat, bahwa "tembok pemi!lah antara berbagaibagai agama di dunia ini sebenamya sudah rnntuh". Hal-hal yang dubJ menjadi halangan untuk mempertemukan agama yang satu dengan yang lain, sekarang sudah lenyap, demikian kata mereka itu. Pada konperensi itu, maka Kon Fu Tse disamaratakan dengan Gautama Buddha dan Jesus Kristus dengan Nabi Muhammad, lalu mereka katakart, bahwa sebenamya berita yang disampaikan oleh nabi-nabi itu sarna saja. Pikiran, oahwa kesaksian tentang Jesus Kristus harns diakui sebagai suatu hal yang mutlak dan tak ada taranya, disebutnya pikiran seorang anak, dan kurang beradab. Kata mereka pula, orang--orang Kristen adalah seperti katak di bawah tern· purung. Sungguh picik pemandangan orang-orang Kristen, kalau mereka mengatakan, bahwa diluar Injil tidak ada kebenaran. Pengetahuan mereka tentang agama-agama lain di dunia ini sangat kurang, kata yang lain pula. Hendaklah mereka memperluas pandangannya dulu, tentukelak akan nyata pada mereka, bahwa Jesus bukanlah jalan keselamatan yang satu-satunya.
31

Seorang pembicara mengatakan: "Tiap-tiap agama-agama saya pandang sebagai mazhab dari agama yang satu itu. Saya sendiri tidak mau menganut sesuatu agama, melamkan hanya agama yang satu itu, yaitu agama yang setiap waktu dan dimanadimana tempat dipercaya oleh segala manusia. agama yang abadi, agama yang timbul dalam hati sanubari manusia". Dan seandainya kita tanyakan kepada orang itu, apakah yang dimaksudkannya dengan agama sedemikian itu, maka ia akan menjawab: Allah, kebajikan dan kehidupan kekal. Pada awal abad ini banyak orang fang berpendapat, bahwa masa sinkretisme telah lampau. Tetapi keanehan zaman dalam mana kita hidup sekarang ialah, bahwa sinkretisme itu timbul kembali dalam berbagai-bagai bentuk. Sebab-musababnya timbul berlainan dari dahulu. Dalain bentuk yang lama dan baru Baik rli Timur maupun di Barat. Salah sl:OIang jurubicara sinkretisme yang besar di Asia sekarang ini ialah Radhakrisnan, bekas presiden India. Radhakrisnan ini adalah seorang yang mempunyai pengetahuan yang dalam tentang agama Hindu, sedang di samping itu ia faham benar tentang humanisme Barat. Ia mencoba menyatukan agama Hindu dengan humanisme. Dalam hubungan ini ia antara' lain teIah menulis "The Hindu view of life" dan "Eastern Religions and Western Thought", "An Idealist view of Life". Pokok yang paling disukainya ialah: "Sarvaagama praamanya", artinya "kebenaran dan kewibawaan dari sef:aia agama". Dan yang dimaksurlkan ialah bahwa semua agama adalah pada hakekatnya sarna saja. Sebagai usaha l.1ntuk menyebarkan ajaran itu maka ia menganjurkan kepentingan suatu parlemen agama-agarna yang baru baik di Timur maupun di Barat. Ia menginginkan diadakannya suatu pariemen agama-agama dalam rangka PBB yang bertolak dari persarnaan dalam hakekat dari segala agama-agarna. Baik di Timur maupun di Barat gagasan yang dilancarkannya ini memperoleh sokongan yang besar. lni gampang dimengerti, karena gagasan ini memang serupa seperti suatu unpian yang indah. 32

Dialah yang di India dalam lapangan pendidikan mempunyai pengar\,lh yang besar sekali dengan sinkretismenya ini dan yang mencoba meruntuhkan iman orang-orang akan mutlaknya pcrnyataan Allah dalam Jesus Kristus. Dialah yang mempropagandakan pikiran supaya segala agama hendaknya mengadakan saling pengcrtian dan saling pcrtukaran pengalaman. J anganlah ada sua tll agama. yang Illcngajarkan bahwa hanya padanya sajalah terdapat kebenaran. Mcnurut dia meninggalkan sllatu agama lalu mcnganut agama lain lidak perlu dan tidak logis pula. Apakah sebcnarnya dasar atau latar bclakang ajaran sedemikian itu ? Radhakrisnan adalah seorang universalis. yan~ Tuhannya ialah Universllm (alam semesta). Dan siapa pllsat daripada univcrsum itll? Plisatnya ialah .... manusia.Menllrllt dia hakckat manllsia yang paling dalam ialah Tlihan. Itulah kebl'naran dan kcbl'naran ini. kata Radhakrisnan. ialah : T u h a n. Menurut dia semua agama itu adalah khusus alat, jalan, untuk mem bawa manusia kepada perwujudan sendiri. "Creeds

and dogmas, words and symbols have only an instrumental value ". Jadi yang dimaksudnya ialah bahwa perkataan-perkataan, lambang-laqlbang. dogma-dogma dan sebagainya adalah khuslls perkakas untllk meneapai rcalisasi daripada yang ilahi dalam diri kilO. karena rcalisasi Tuhan ialah rcalisasi daripada yang paling dalam diri kita. menurut dia. Berkenaan dengan itu diplljinya agama Hindu sebagai sllatll mozaik atau taman sari dari scgala macam 'instrumen' itu. Agama yang berbeda-beda itu, menurut dia. hanya bcrbeda dalam faktor-faktor historis dan geografis, bukan dalam hakekat. Tak ada agJma yang mengandung sesuatu yang mutlak. Semua agama rclatif dan instrumentalis dan maknanya ialah sebagai alat lIntuk mencapai tujuan.

33

Sebenarnya sinkretisme Radhakrisnan ini sangat berbahaya. la adalah suatu pengiaan terhadap bisikan iblis : "Kamu akan menjadi seperti Allah". (Kitab Kejadian 3: 5). Sinkretisme ini antroposentris secara radikal dan bukan teosentris. "Dalam rumah untuk agama-agama yang dibangun Radhakrisnan dalam mimpinya ini, banyak tempat untuk tern.,. pat-tinggal", demikianlah dikemukakan Kraemerl) dengan tepat, tetapi tidak untuk Tuhan, yang benar-benar Tuhan. Dalam pantheon agama-agama Radhakrisnan ini Jesus benar dipersilahkan masuk, tetapi sebagai salah satu dari antara sekian banyak ungkapan-ungkapan dan bukan sebagaimana adanya Dia, Pengantara satu-satunya antara Tuhan dan manusia. Beberapa tahun yang lalu saya mendengar Prof. Moses, seorang guru besar Kristen dari India, bercerita, bahwa atas inisiatif Radhakrisnan telah diedarkan di India poster-poster. Pada poster-poster itu nampak globe bumi ini. Di muka globe itu nampak salib Kristus, muka Buddha dan Krisna !. Maksudnya poster jelas! Dengan poster itu hendak ditcrangkan, bahwa Tuhan ialah Universum dan tiap agama adalah suatu instrumen untuk menangkap rahasia dari Universum itu dan rahasia itu ialah, bahwa inti sari dari Universum (makrokosmos) adalah manusia : Atman-Brahma. Barang siapa kehilangan ego-nya akan menemukan Tuhan dalam dirinya. ltulah seruan poster ini. Hikayat seekor gajah dan 4 orang ou~, serta hikayat Lessing tentang Tiga Buah Cincin secara ringkas tapi jelas memberikan gambaran tentang aliran yang ada di India, dimana terdapat bennacam-macam agama dan kepercayaan. Maka untuk mengurangi kemungkinan bentrokan antara satu agama dengan agama lain, ide-ide yang menggambarkan "semua agama itu
I) Kraemer atau Dr. Hendrik Kraemer adalah seorang missionaris besar. Ia mendapat g.e1ar Dr. dengan dissertasinya tentang mistik Jawa yang berjuduI : "Een JavaanlChe Primbon un de Zestiencte Eeuw" pada tabun 1921.

34

bertujuan sarna, hanya caranya yang berbeda-beda" disebarluaskan. Faham semacam di atas timbul pula di Eropa di zaman modern. Dalam periode renaissance sebagai periode yang menyambung abad pertengahan dan zaman modern, orang Masehi atau Nasrani telah berpaling daripada Injil ke arah peradaban pada zaman Romawi dan Yunani .. Faham terse but kemudian bertambah tersiar dengan kedatangan orang-orang Barat di negara-negara lain yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya, baik di Asia, Amerika atau Australia dan Afrika. Di negara-negara baru tersebut orang-orang Barat menemukan bangsa-bangsa yang sudah mempunyai agama mereka sendiri seperti agama Hindu, agama Buddha, serta agamaagama lain yang dipeluk oleh suku-suku primitif. Berdasarkan hasil penemuan-penemuan tersebut orang-orang Barat mengatakan bahwa setiap bangsa memeluk agamanya sendiri, dan dalam setiap agama terdapat hal-hal yang baik. Apakah begitu keadaan yang sesungguhnya, yakni bahwa semua agama itu sarna, hanya cara beribadatnya saja yang berlainan. Pada tahun 1967 saya menghadiri konferensi agama di Tokyo yang diadakan oleh Frederich Erbert Stiftung. Konperensi itu dihadiri oleh wakil-wakil berri1acam-macam kelompok keagamaan dari Asia.Di antara para peserta saya ingat ada seorang sosialis dari India. Dalam gilirannya berpidato antara lain ia mengatakan: "Saya ini tidak suka agama, oleh karena saya lihat di India bermacam-macam agama, yang ajaran-ajarannya tidak masuk akal dan bertentangan dengan maslahat bangsa India. Sebagai contoh, orang-orang India menganggap lembu itu suci, tidak boleh dipekerjakan di ladang dan dagingnya tidak boleh dimakan. Akibatnya kami hams menyediakan makanan bagi lembu-lembu tersebut, beratus-ratus hektar tanah ditanami rumput, pada waktu kami sendiri selalu kekurangan makanan dan sering bersandar kepada bantuaI1 negara-negara lain.

35

Padahal salah satu negara tetangga India yang terdekat ya 'ni Pakistan, kekurangan daging, dan seyogyanya kami mengirim temak ke Pakistan, karena dengan mengirim temak itu kami akan mendapat devisa asing yang sangat kami perlukan. Dengan begitu agama orang India telah merugikan masyarakat dua kali, yakni dengan hilangnya tanah-tanah luas yang hanya dipakai untuk lembu suci. dan dengan hilangny<! devisa karena tidak dapat mengekspor lembu. Oleh karena itu maka saya tidak beragama". Ketika saya mendengar pidato wakil India terse but, saya berfikir memang betul apa yang dirasakan oleh orang India tersebut, akan tetapi konklusinya terlalu jauh. Seyogyanya ia menyelidiki agama-agama lainnya di dunia dan mempelajarinya secara mendalam, kemudian mcmilih satu di antaranya dengan keyakinan yang mendalam. Berhubung karena hikayat gajah dan 4 orang buta. serta hikayat seorang bapak yang meninggalkan cincin pusaka kepada tiga orang anaknya itu mcrupakan hikayat India, saya akan menycbut satu contoh lagi dari India yang mcmberi gambaran kapada kita bahwa agama-agama itu tidak sarna. Dalam agama Hindu ada sistim Kasta;· ini berarti bahwa masyarakat Hindu dibagi dalam klas-klas: yang tcrtinggi adalah Kasta Brahman, yakni golongannya orang-orang ahli agama, yang kedua: Kasta Ksatria. yaitu kclompok tcntara atau orang-orcing yang berperang dan mcngangkat scnjata. yang ketiga: Kasta Waesya atau kclompoknya kaum pekcrja. yang kcempat: Kasta Sudra yang mcliputi rcikyat jelata dan hamba-hamba. kawin Anggauta dcngan dari sesuatu kasta tidak anggauta kasta lain. boleh bergaul. apalagi

Yang sangat mcnyolok di India ialah kcadaan kasta Sudra, karcna kasta ini dipandang sangat rendah, schingga makan-minum pun harus diantara mercka scndiri. Ada lagi golongan yang dinamakan "untouc"able" (pantang scntuh?), yang sentuhannya dianggap mcnodai yang mcnycntuh.

36

Mereka itu diserahi pekerjaan-pekerjaan yang paling rendah seperti membersihkan selokan-selokan,menyapu jalan. dan sebagainya. Majalah Time pemah memuat foto yang menggamb;ukan beberapa Ordng "untouchable" sedang menerima upah keda mereka. Oleh karena orang yang membayar tidak dibolehkan sampai menyentuh badan atau sebagian badan si untouchable. maka pembayaran dilakukan dengan cara mcnjatuhkan upah itu dari ketinggian 2 a 3 dm di tangan si "najis" itu yang dibuka siap untuk mencrimanya. Sistem kasta dalam agama Hindu mempakan pokok dasar. Tentu saja sistem kasta tersebut merupakan suatu anakronisme dalam abad 20 ini. Oleh karena itu maka Republik India dalam Konstitusinya yang demokratis itu tidak mcngakui adanya sistem kasta tcrsebut. Meskipun demikian, selama agama ·Hindu masih merupakan agama terbesar di India. sistem kasta itu akan tetap dipertahankan oleh para pengikut agama tersebut, sehingga penetapan penghapusannya di Konstitusi hanya akan merupakan tinta di atas kertas, dan menurut tanda-tandanya, untuk waktu yang masih lama. Orang-orang India yang ingin mCllibebaskan diri mereka dari belenggu sistem kasta. meninggalkan agama Hindu dan masuk agama Islam at au agama Katolik, yang tidak mengenal sistem kasta. Mereka itu hanya sedikit jumlahnya dan dengan keluar dari agama Hindu mereka dapat kesempatan untuk memperbaiki nasib mereka. Untuk mendapatkan gambaran bahwa agama-agama itu tidak sarna, marilah kita meninjau agama Katolik dalam soal perceraian. Adalah satu prinsip yang sangat penting bagi umat Katalik bahwa perkawinan antara seorang laki-Iaki dan seorang wanita itu dianggap ikatan untuk selama-lamanya yang tak mungkin dilepas kecuali oleh kematian. Hal semacam itu tidak terdapat dalam agama Islam, juga tidak dalam agama Protestan. Dengan pintu perceraian tertutup sama sckali bagi umat Katolik, maka bagi sepasang suami/isteri yang oleh karena 37

sesuatu sebab tidak lagi dapat hidup bersama, hanya terbuka satu jalan, yaitu apa yang dinamakan "berpisah badan" yang membolehkan mereka hidup sendiri-sendiri sedangkan status mereka sebagai suami/isteri akan tetap berdiri selama mereka masih hidup. Perpisahan badan sedemikian yang kebanyakannya disebabkan oleh adanya pertentangan watak antara suami/isteri, banyak menimbulkan bermacam-macam komplikasi dalam masyarakat. Bayangkan saja seorang wanita muda yang terpaksa memisahkan diri dari suaminya yang juga masih muda. Mereka tidak boleh bercerai dan ini berarti bahwa mereka itu tidak boleh kawin lagi. Karena hajat seks dari kedua pihak masih besar, maka terjadilah hubungan-hubungan di Juar perkawinan. Belum lama berselang, yaitu dalam majalah Time tanggal 27 Mei 1974, saya telahbaca sebuah berita yang menggambarkan betapa pentingnya soal perceraian itu bagi suami/isteri dan bagi masyarakat dimana mereka itu hidup dan yang oleh karenanya merupakan salah satu perbedaan prinsipiil an tara agama Katolik dan Islam. Secara ringkas, Time mengabarkan bahwa dalam minggu itu di jalan-jalan dan lapangan-Iapangan kota-kota Milan, Florence dan Roma telah terjadi demonstrasi oleh beribu-ribu orang yang memba wa bermacam - macam spanduk. Oi suatu tempat minum (bar) di jalan Veneto botol-botol minuman dan gelas-gelas dipecahkan dengan sotak ramai gembira. Penglepasan emosi seperti itu tidak diakibatkan oleh selesainya peperangan atau kemenangan gemilang kesebelasan kesayangan mereka, sebagaimana biasa terjadi. Tetapi pada hari itu yang menyebabkan meluapnya emosi mereka ialah dimenangkannya suatu referendum, yang dengan demikianmenetapkan terus berlakunya Undang-undang Perceraian Itali yang dalam bulan Oesember 1970 telah disahkan oleh Parlemen, tetapi yang oleh Gercja Katolik ditentang keras. Sebanyak 190.000 pastor dan biarawan dikerahkan untuk berkampanye mendukung pencabutan undang-undang tersebut,tetapi yang diperolehnya hanyalah 13. 188.184 suara, sedangkan pihak yang menginginkan agar undang- ' undang itu tetap dipertahankan berhasil mengumpulkan sebanyak

38

19.048.929 suara, suatu kemenangan besar dengan ke1ebihan kira-kira 6 juta suara. Paus Paul VI menyatakan rasa heran dan kesa1nya atas hasH referendum tersebut. Banyak orang mengatakan bahwa hasiI referendum tersebut menimbulkan suatu soa1 baru, yaitu soal ten tang kegunaan Konkordat (Perjanjian)antara Pemerintah Itali dan Vatikan pada tahun 1929, yang menyatakan bahwa agama Katolik adalah agama resmi lta1i. Gereja Katolik tetap me1arang perceraian, sedangkan agama Islam memperbo1ehkan perceraian dengan syarat-syarat tertentu. Agama Protestan yang muncu1 pada tahun 1517 juga mengizinkan perceraian. Da1am soa1 perceraian ini sungguh perbedaan an tara hukum Islam dan Katolik sangat menonjol sekali. Jika kita alihkan katan kepada soal-soal menemukan perbedaan perhatian kita dari soal-soal kemasyaraketuhanan atau teologi, maka kita akan yang sangat besar.

Dalam agama Islam, rukun Islam yang pertama adalah membaca syahadat yang berbunyi : "Asyhadu an la ilaha ilIa Allah wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah" yang berarti

"Aku percaya menyaksikan bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah':
Dalam Al-Qur-an ada suatu surat pendek yang sangat terkenaI dan dihafal oleh setiap orang Islam, yaitu surat Ikhlas yang artinya kira-kira : "Katakanlah, hai Muhammad, bahwa Tuhan

itu ialah Allah yang Maha Esa. fa adalah Zat yang kepadaNya kita semua menwhon, fa tidak melahirkan dan fa tidak dilahirkan dan tiada sesuatupun yang dapat menyamaiNya".
Dengan kalimat syahadat dan surat Ikhlas tadi, rasa Tauhid atau mengesakan Tuhan mendapat penegasan yang terang dalam Islam. Sebaliknya dalam agama Kristen, sebagaimana yang diujarkan oleh Gereja, Allah merupakan Trinitas yaitu Allah Bapak, Allah Anak dan Ruhul Kudus. Walaupun pengikut Ilgama Kristen <Ian Katolik selalu mengatakan agamanya adalah lI1onoteis (agama Tauhid yang hanya menyembah satu TufJ.an), 39

tetapi soal Trinitas ini tetap merupakan akidah ahiu keyakman orang Maseru. Mereka tidak memberikan keterangan yang mudah dimengerti dan selalu mengatakan bahwa hal tersebut adalah misteri atau rahasia yang manusia tidak akan dapat memahaminya. Dalam hal ini perlu dikatakan bahwa dalam agama Masehi ada suatu sekte yang terang-terang mengatakan bahwa Tuhan itu satu dan menolak keyakinan tentang Trinitas. Mereka itu disebut "unitarian" . Dari contoh-contoh tersebut di atas kita dapat menarik kesimpulan, bahwa agama-agama itu tidak sarna, bahkan ada yang bertentangan satu dengan lainnya. Jika kita menengok kepada sejarah, peperangan-peperangan yang terus-menerus akan kita dapatkan antara agama-agama.

Di antal'a peperangan agama, yang sangat masyhur, sangat besar dan sangat lama adalah Perang Salib. Dalam bahasa Inggris disebut "The Crusades". Perang SaJib merupakan rangkaian peperangan yang berlangsung dari abad II sampai abad 13, dalam 8 gelombang. Perang tersebut dilancarkan oleh orangorang Eropa beragama Kristen terhadap orang Islam di Timur Tengah, ketika Palestina, yang di dalamnya tel'letak tempattempat suci Kristen, dikuasai oleh bangsa Turki Seljouk. Gelombang Gelombang

1 : 1096-1099, 2 : 1147-1149,

atas

anjuran

Paus

Urbain

II.

atas anjuran dan pimpinan St. Bernard, Conrad III dan Louis VII (Raja Perancis)" atas anjuran Tyr) Guillaume (uskup

Gelombang Gelombang Gelombang Gelombang

3 4 5 6

1189-1192, 1202-1204, 1209-1221, 1228-1229,

dipimpin oleh Paus Boniface II dipimpin oleh Raja Jerusalem dan Raja Hongaria dipimpin oleh Frederick Muda Jerusalem

II, Raja

40

Celornbang

7

1248-1254,

dipimpin Perancis Mesir.

olch Louis tx Raja yang kena tawan di

;clorn bang 8

1270

dipimpin oleh Louis IX juga. la meninggal di Tunis pada waktu kota-kota Palestiria direbut oleh kaum Muslimin.

Jika kita t1apatkan juga hcrtahun-tahun.

membaca buku sejarah Eropa, kita akan menpeperangan agama yang sengit danberlangsung

Dengan timbulnya agama Protcstan pada tahun l517,yakni dengan pemberontakan yang dipimpin oleh seorang pendeta Jerman, Martin Luther (1483- 1546). maka Eropa menjadi dua kclompok, kelompok negara-negara Protcstan seperti Belanda, Inggris, Swedia dan kelompok negara-negara yang tetap beragama Katolik seperti Spanyol, Portugal dan Perancis. Perlu diterangkan di sini, bahwa di samping faktor-faktor kclainan agama ada pula faktor-faktor politik. Belanda berontak terhadap Spanyol dalam perjoangan melawan kelaliman ekonomi dan kemerdekaan beragama, selama perang 80 tahun (15-68-1648). Kemenangan Belanda adalah hasil keunggulan taktik William of Orange yang menghindarkan pertempuran secara besar-besaran dengan tentara Spanyol dan menitik beratkaI! pada gerak dan serbuan-serbuan kecil-kecilan tetapi cepat dan tepat. Pada waktu posisi tentara Belanda menjadi gawat dan mereka terancam kekalahan, tanggul-tanggul sungai dan kanal-kanal dije bol oJeh rakya t Belanda sendiri, sehingga airnya dengan deras membanjiri tanah-tanah yang diduduki oleh ten tara Spanyol dan memaksa mereka mundur kacau-balau. Di Perancis terjadi perang saudara karena agama. Raja Perancis pada waktu itu, Francois I (1515 -1547) berpendirian bahwa dalam negaranya harus hanya terdapat seorang Raja, satu agama dan satu hukum ("un Roi, une foi, une loi"). Oleh 41

karena itu orang Perancis "Huguenots" diperlakukan jumlah mereka senantiasa pada tahun 1560.

Protestan yang dalam sejarah disebut dengan tidak adil. Meskipun begitu bertambah, sampai menjadi 400.000

Pengganti Raja Francois I yang bernama Henry II meninggal dalam suatu lomba tombak berkuda. Anak-anaknya tidak adayang cakap. Mahkota kerajaan Perancis menjadi rebutan antara dua keluarga ningrat, yaitu di satu pihak, keluarga Bourbons yang beragama Protestan dan keturunan St. Louis, seorang Raja Perancis pada abad 13, dan di lain pihak, golongan Guises yang beragama Katolik dan keturunan Duke of Lo.-raine yang kuat. Peperangan meletus pada tahun 1562 dan berlangsung dalam 8 pertempuran. Oi tengah-tengah suasana perang agama itu ada suatu peperistiwa' yang patut dicatat. Catherine de Medici, Ratu Wali Perancis selama Masa remajanya Raja Charles IV adalah seorang politikus yang pandai, tetapi sangat impulsif (sans scrupules). la menghendaki politik jalan tengah antara Katolik dan Protestan. la terlibat dalam pembantaian 10.000 orang Protestan Perancis pada hari peringatan St. Bartholomew pada tanggal 24 Agustus 1572. Orang-orang terse but dipanggil untuk berpesta merayakan hari itu, tetapi kemudian mereka dikepung dan dibunuh. Kejadian yang mengerikan itu tak juga dapat menghancurkan kaum "Huguenots". Pada tahun 1589 seorang pangeran dari kalangan Bourbons, Henry de Navarre yang beragama Protestan, menjadi Raja Perancis dengan nama Henry IV. Raja Spanyol, kelompok Katolik dati keluarga Guise. Philip II, membantu Ratu Inggris, Elizabeth I, yang sedang berperang lawan Spanyol, mengirim 5.000 orang Inggris dan Scotland untuk membantu Raja Perancis, Henry IV. Oengan bantuan Inggris itu maka menanglah Raja Henry IV yang beragama Protestan. Perang saudara selesai pada tahun 1595. Perancis menanda tangani perjanjian perdamaian dengan Spanyol pada tahun 1598, yaitu perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Vervins. 42

Raja Henry IV kemudian mengakui fakta bahwa kebanyakan rakyatnya beragama Katolik, maka ia pun berpindah agama dari Protestan menjadi Katolik. Tetapi pada waktu bersamaan ia mengeluarkan dekrit yang masyhur, yaitu "The Edict of Nantes". Dekrit terse but merupakan dokumen penting, karena me.njamin kebebasan beragama bagi kaum "Huguenots" atau Protestan Perancis. Dengan dokumen terse but maka diakuilah kemungkinan adanya lebih dari satu agama dalam suatu ncgara. Karena pentingnya sejarah dan peradaban Eropa pada abad 20 ini, marilah kita meneruskan membaca sejarah perang agama di Eropa, yaitu apa yang disebut perang 30 tahun. Sebagai akibat daripada timbulnya agama Protestan yang dipimpin oleh Martin Luther, banyak pangeran-pangeran yang mengikuti Luther yaitu di Jerman Utara dan Tengah. Tetapi banyak juga yang tetap beragama Katolik Romawi, yaitu di Jerman Selatan. Majlis Kerajaan (Diet of the Empire) yang biasanya berkuasa sehingga Kaisar Jerman tidak dapat memutuskan sesuatu hal umum bagi Federasi Jerman, pada tahun 1529 diberitahu oleh Kaisar bahwa kemurtadan (heresy) harus dibrantas, dan misa harus dipelihara di seluruh Jerman. Hal itu berarti bahwa agama Luther dibatasi, sedang agama Katolik dibiarkan berkembang subur, walaupun di kerajaan-kerajaan kecil terdapat lebih banyak orang yang menganut agama Luther. Oleh karena perlakuan yang tidak adil itu, pemimpin-pemimpin agama Luther mengajukan protes(t). (Akibat peristiwa protes inilah maka agama yang mereka anut itu dinamakan Protestan). Kaisar kemudian mengumumkan bahwa ia akan membrantas kemurtadan. Para pangeran yang mengikuti Luther bersatu dalam League of Schmalkalden pada tahun 1531, dan akhirnya pecahlah perang saudara dari tahun 1546 sampai 1556. Perang saudara di akhiri dengan Perjanjian Perdamaian di Augsburg, yang berisikan hal-hal berikut:

43

I) 2)

Setiap Pangeran berhak Luther bagi rakyatnya.

memilih

antara

Katolik atau agama

Memberi hak kepada orang Protestan untuk tetap menguasai bckas milik gereja yang telah mercka ambil alih sebelum tahun 1552. Tidak mcmbenarkan timbulnya sekte barn selain Lutherian.

3) 4)

Mcwajibkan kepada semua uskup-uskup Katolik untuk mcnyerahkan hak milik (gereja) mereka, jika mereka mengikuti agama Luther. Perjanjian Augsburg mengandung kelemahan-

Akan tctapi kclemahan : I)

Maksud perjanjian tersebut adalah untuk membendung hilangnya milik-milik Gereja Katolik yang dikuasai oleh uskup-uskup yang menyeberang kepada agama Luther. Yang terjadi adalah sangat bertentangan dengan maksud tersebut: Uskup-uskup yang beralih agama dari Katolik menjadi Protestan tidak mau melepaskan tanah-tanah mereka kepada Gereja Katolik. Pangeran-pangeran yang memeluk agama Luther mengambil alih tanah-tanah kepunyaan Gereja Katolik yang berada di daerah mereka, padahal Perjanjian Augsburg tidak mengakui pengambil-alihan milik Gereja sesudah tahun 1552. Perjanjian Augsburg hanya mengakui agama Katolik dan agama Luther. Perjanjian tersebut tidak mengakui agama yang diba wa oleh Calvin, padahal agama Calvin ini telah banyak menjalar di Jerman.

2)

Dari uraian diatas dapat kita lihat bahwa sehab pertama peperangan 30 tahun itu adalah soal agama. Akan tetapi disam ping faktor agama nampak faktor lain yang penting, yaitu soal harta benda gereja dan soal kekuasaan politik. Persaingan antara Pengeran-pangeran yang berkuasa di daerah-daerah keeil menjadi hangat karena ditambah dengpn perselisihan ke agamaan.

44

Sebagai prolog perang 30 tahun dapat disebut terbe'ntuknya Liga pard Pangcran Protestan (Protestant League) pada tahun 1608, yang disusul oleh pembcntukan Catholic League pada tahun hcrikutnya (1609). Perang sesungguhnya mulai berkobar di Eropa Tirnur,. Bohemia yang sekardng disebtlt Checoslovakia. Orang-ordng Bohemia beragama Protcstan, walaupun Rajanya beragama Katolik. Tetapi ketika Ferdinand dari keluarga Habsburg, seorang Katolik fanatik, menjadi Pangeran, ia mengganggu kemerdekaan bcragama orang-orang Protestan, dan hal ini mengakibatkan pernberontakan tahun 1618. P ernberontakan berkernbang rnenjadi pcperangan saudara, yang kemudian menjalar di Jerman, Belanda, Denmark, Swedia dan Perancis. Kafdinal Richelieux, penasehat Raja Perancis, memainkan peranan penting. Walaupun ia seorang Kardinal Katolik, ia memberi bantuan secara rahasia kepada ordng-orang Protestan di Jerman, Denmark dan Swedia sampai tahun 1635 dan kemudian sccara terbuka. Semua itu karena Kardinal RicheJieux menjalankan politik untuk melemahkan keluarga Habsburg, musuh Raja Perancis. Akhirnya Peperangan 30 tahun itu berakhir dengan Perjanjian Westphalia yang ditanda-tangani pada bulan Oktober 1648. Perjanjian tersebu t antara lain mengakui Swiss dan Belanda sebagai negara merdeka. Yang penting bagi kita dalam fasal ini ialah bahwa Perjanjian Westphalia mengakui agama Kalvinis, serta menetapkan bahwa tanah-tanah bekas milik Gereja tetap berada di bawah kekuasaan orang yang menguasainya pada tahun 1624, baik ia pengikut agarna Katolik ataupun pengikut agarna Protestan. Segala uraian diatas membawa kita pada satu kesimpulan, yaitu bahwa sernua agama itu tidale sarna, bahwa agama-agama itu berbeda-beda satu dengan yang lain, rnalahan bahwa perbedaanperbedaannya itu kadang-kadang sedernikian prinsipilnya sehingga dapat mernbawa umat sesuatu agarna memusuhi bahkan rnemerangi urnat agama yang lain. Di samping itu, tinjauan 'iejarah

45

tersebut menyakinkan kita bahwa perbedaan-perbedaan dalam agama itu tidak dapat kita elakkan. Ini adalah realitas dunia yang telah kita lihat bersama di masa lampau dan yang kini sedang pula kita hadapi. Kita tak dapat menutup mata kita dan pura-pura bersikap bahwa perbedaan itu tak ada, karena sikap yang demikian itu pada suatu ketika dapat me~jernmuskan kita kembali dalam malapetaka yang mungkin lebih dahsyat daripada yang pernah dialami oleh umat manusia. Sebaik-baik sikap yang harns kita ambil ialah agar masingmasing agama menyadari benar-benar adanya perbedaan-perbedaan antara setiap agama di dunia ini. Konsekwensinya ialah, bahwa yang pokok dalam menghadapi perbedaan-perbedaan itu umat sesuatu agama harns bersikap toleran terhadap umat agama yang lain secara sungguh-sungguh, baik dalam kata maupun tindakan. Demikian, setelah hidup lama dalam permusuhan dan peperangan agama, manusia telah belajar bertoleransi, khususnya semenjak Deklit Nantes dan Peljanjian Westphalia. Bagi pemeluk agama Islam, soal toleransi ini terdapat dalam Al-Qur-an, surat Haj, ayat 39 dan 40 yang kira-kira artinya : "Tentu izin perang diberikan kepada orang yang telah diperangi, karena sesungguhnya mereka itu telah dirugikan. Sungguh, Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka itu. Yaitu orang-orang yang diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan, kecuali karena mereka berkata: Tuhan kami hanyalah Allah. Sekiranya Allah tidak menahan sekelompok manusia dengan kelompok yang lain, tentulah biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat Yahudi dan mesjid-mesjid yang didalamnya banyak disebut nama Allah, sudah dihancurkan. Sudah pasti, Allah akan menolong mereka yang menolong agamaNya. Sungguh Allah itv Maha Kuasa dan Perkasa': Dalam rangka toleransi antara lain telah ditentukan bahwa orang yang menyiarkan sesuatu agama, tidak diperbolehkan memakai paksaan, baik paksaan kasar maupun halus, ya'ni dengan mempergunakan daya penarik materiil. Dalam hal ini "Docu46

ments of Vatican II" dibawah judul "Religious Freedom" memuat sebagai berikut : "However, in spreading religious faith and in introducing religious practices, every one ought at all times to refrain from any manner of action which might seem to carry a hint of coercion or of a kind of persuasion that would be dishonourable or unworthy, especially when dealing with poor or uneducated people. Such a manner of action would have to be considered an abuse of one's own right and a violation of the right of others." Footnote: It is customary to distinguish between "Christian witness" Hod "proselytism" and to condemn the latter. This distinction is made in the text here. Proselytism is a corruption of Christian witness by appeal to hidden forms of coercion or by a style of propaganda unworthy of the Gospel. It is not the use but the ubuse of religious freedom". Artinya: "Meskipun begitu, dalam menyebarkan keyakinan ugama dan memperkenalkan praktek agama, semua orangharus menghindarkan tindakan yang memberi kesan sebagai paksaan ltau cara pembujukan yang tak layak dan hina, khususnya dalam menghadapi golongan orang fakir dan tak terpelajar. Tindakan scmacam itu dianggap sebagai penyalah gunaan hak si-pelaku dan pclanggaran hak orang-orang lain". Arti "Footnote" : "Biasanya kit a membedakan antara kcsaksian Kristen" dan 'proselytism', serta mengutuk yang akhir ioi. Proselytism adalah penyelewengan Kesaksian Kristen dengan memakai cara-cara paksaan yang tersembunyi atau dengan suatu cara propaganda yang tak layak bagi Injil. Proselytism bukan pcmakaian hak kemerdekaan beragama, akan tetapi penyalahgunaan hak tersebut".

47

F ASAL KETIGA PENGELOMPOKAN AGAMA-AGAMA DI DUNIA.

Dalam fasal pertama IOta telah membicarakan soal: Apakah agama itu masih perlu sekarang? dan fasal II kita telah mengupas soal: Apakah semua agama itu sarna? Kesimpulan dalam fasal pertama adalah bahwa agama itu tetap perlu dan akan tetap perlu dimasa yang akan datang. Sedangkan fasal kedua membawa IOta pada kesimpulan bahwa agama-agama itu tidak sarna, bahkan ada yang bertentangan yang satu dengan yang lain, apalagi jika faktor-faktor politik clan ekonomi ikut memainkan peranan. Tetapi sesungguhnya sampai sekarang ini kita belum membicarakan, apakah sebenarnya agama itu. Memang sengaja pembicaraan soal tcrsebut kami tunda sampai fasal III ini, karena untuk menemukan suatu definisi agama yang baik, untuk menemukan suatu judul umum, di bawah mana dapat dimasukkan semua fenomena-fenomena yang kita namakan agama itu sangat sulit dan memerlukan suatu kupasan khusus. Karena kesukaran memberi definisi agama. maka para sarjana mengalihkan persoalan dari definisi agama kepada definisi orang yang beragama. Mircea EIiade dalam bukunya "The Sacred and the Profane" mengatakan: "A Religious man is one who recognises the essential differences between the sacred and the profane and prefers the sacred". Artinya: "Seorang beragama ialah orang yang menyadari pcrbedaan-perbedaan pokok antara yang suci dan yang biasa (profane), serta mengutamakan yang 48

"revealed religions". "Natural religions" atau agama alamiyah, .dalah agama-agama yang timbul diantara manusia-manusia itu .odiri dan lingkungan dimana mereka hidup. Sedangkan "revealed ll'ligions" adalah agama-agama yang diwahyukan atau agama.gama sarna wi, yakni agama-agama yang diturunkan Allah agar lI1cnjadi petunjuk bagi manusia. Seeara konkrit, agama sarna wi Ida tiga, yaitu agama Yahudi, agama Nasrani dan agama Islam. Adapun agama-agama selain tiga itu dapat dinamakan agatna Ilamiyah. AGAMA - AGAMA ALAMIY AH Agnma Hindu Tersebut dalam bukunya Dr. Harun Hadiwiyono, ,)ckolah Tinggi Theologia "Duta Watjana" di Yogyakarta, hi)rikut : Rektor sebagai

"Scbenarnya agama Hindu itu bukan agama dalam arti yang hlnsa. Agama Hindu sebenarnya adalah suatu bidang keagamaan dan kebudayaan, yang meliputi zaman sejak kira-kira 1500 S.M. hlngga zaman sekarang. Dalam perjalanannya sepanjang abad,had itu, agamaHindu berkembang sambi! berobah dan terbagihagi, sehingga agama ini memiliki eiri-eiri yang bermaeam-macam, .ng oleh penganutnya kadang-kadang diutamakan, tetapi kadangklldang tidak diindahkan sarna sekali. Berhubung dengan itu, llIaka Gorinda Das mengatakan bahwa agama Hindu itu sesungguhoya adalah suatu proses antropologis, yang hanya karena nasib yang ironis saja diberi nama agama. "Dengan berpangkal kepada weda-weda yang mengandung Idat istiadat dan gagasan-gagasan salah satu atau beberapa suku bangsa, agama Hindu sudah berguling-guling terus sepanjang abad hlngga kini, sebagai suatu bola salju makin lama makin besar, karena menyerap semua adat-istiadat dan gaga san-gaga san bangsahangs a, yang dijumpainya di dalam dirinya. Tak ada satupun yang ditolak. Ia meliputi segala sesuatu dan menyesuaikan diri dengan ogala sesuatu. Tiap-tiap gagasan dapat mendapatkan makna
53

daripadanya. la memiliki aspek-aspek rohanidan jasmani, yang berlaku bagi umum dan berlaku bagi beberapa orang saja, yang subyektif dan obyektif, yang akali (rasionil) dan yang tak-akali (irrasionil), yang murni dan yang tak murni. Agama ini dapat diumpamakan sebagai tubuh yang sangat besar, yang memiliki segi banyak sekali dan tak teratur. Satu segi bagi hal-hal yang praktis, yang lain bagi benar-benar bersifat morll, sedang yang lain lagi bagi kebaktian yang tak dapat dikhayalkan, dan yang lain lagi bagi hal-hal yang melulu bersifat pertapaan, dan yang lain lagi yang nafsani, dan yang lain lagi bagi yang bersifat falsafah dan yang spekulatip". Karena pentingnya agama Hindu segi pengaruhnya dalam kebudayaan akan kita bicarakan secara terperinci. di Indonesia, yaitu dari Jawa, maka agama ini

Menurut para sarjana yang mempelajari sejarah agama Hindu, sejarah tersebut dapat dibagi sebagai berikut: I. Zaman Weda (Kitab Weda, ajaran). Periode ini dimulai sejak masuknya agama Aria di Punjab sampai waktu munculnya agama Buddha pada kira-kira tahun 50~ S.M. Zaman a) Weda ini dibagi dalam 3 periode: Zaman Weda Purba dari 1500 S.M. sampai 1000 S.M. Pada waktu itu bangsa Aria yang datang dari Utara masih berada di Punjab didaerah sungai Indus (Sindu) dan belum bertemu dengan peradaban India. Zaman Brahman, mulai ± tahun 1000 S.M. sampai 750 S.M. Pada zaman tersebut para kepala agama at au Brahman sangat berkuasa. Timbullah kitab-kitab baru dan pertemuan dengan peradaban India asH.

b)

±

e)

Zaman Upanishad dari 750 S.M. sampai 500 S.M. Pada zaman ini falsafat Hindu mulai berkembang dan pusat peradaban berpindah dari lembah sungai Indus ke lembah sungai Gangga.

54

11.

Zaman agama Buddha, ya 'ni mulai 500 S.M. sampai 300 S.M. Pada zaman ini timbullah agama Buddha dan akibatnya agama Hindu mengalami perobahan. Zaman agama Hindu, seperti yang dikenal sekarang, dimulai pada 300 S.M. sampai sekarang.

111.

Pada zaman Weda Purba, manusia percaya akan adanya :lllIm lain di samping Dunia ini, di mana "Para Dewa (yang baik) h~'rada di samping Para Rokh jahat". Kitab Rig Weda (Weda pujiplIjian) menyebutkan adanya 3 dewa, dewa langit, dewa bumi (1.1n dewa angkasa. Diantara dewa langit kita dapatkan Waruna, SlIrya, Wisnu, dan diantara dewa angkasa kita dapatkan Indra llilll Dewa Perang, Maruta (Dewa Taufan) dan Wayu (Dewa 1\ngin). Diantara dewa-dewa bumi kita dapatkan dewi Pertiwi (Ibu l'l'rliwi), dewa Agni atau dewa api. Dan diantara rokh jahat kita dllpatkan Raksa. Adapun praktek keagamaan pada zaman Weda Purba ialah \'sHjen; ada sesajen yang tetap dan dilakukan pada waktu terfi'ntu dan ada sajian yang diberikan pada waktu yang dianggap Ill'rtU. Ada pula upacara waktu istri mengandung, waktu istri IIwlahirkan, waktu bayi dicukur untuk pertama kali, waktu ia lIHdai belajar dan waktu ia menjadi dewasa, kawin dan akhirnya wllktu mati. Sesungguhnya dewa-dewa agama Hindu pada zaman Weda I'lIrba itu tak lain hanya personifikasi kekuatan-kekuatan alam. J)uwa Surya kemudian menjadi Matahari, lndra menjadi hujan. Selain sajian-sajian kepada kekuatan-kekuatan alam tersebut dl atas, agama Hindu cenderung kepada magi atau sihir, ya'ni 110nimbulkan kekuatan-kekuatan dengan daya mantera. Pada zaman Brahman (1000-750 S.M.), sajian-sajian atau k<>rban menjadi kbih penting. Sajian atau korban bukan sekedar Illltuk memohon kepada ,para dewa, akan tetapi sebagai alat IIlltuk memaksa dewa-dewa itu memberikan kekuasaan kepada Ipa yang melakukan sajian.

55

Para ahli agama atau Brahmana yang mengetahui seluk-beluknya sajian, menjadi orang yang penting dan berkuasa. Pada zaman Brahman inilah timbul sistem kasta: Brahman ahli agama, Ksatria ahli perang, Waisya pekerja,Sudra rakyat rendah dan hamba yang masing-masing tetap ada sampai sekarang. Para dewa~ewa sudah turun martabatnya. Kesaktian dapat diperoleh dengan sihir yang diketahui tehniknya oleh para Brahman. Ada dewa~ewa baru seperti Brahman dan Siwa, akan tetapi dewa~ewa tersebut merupakan ide yang abstrak. Dengan bertambah tingginya martabat sihir, maka sajian dan korban tidak lagi bersifat keagamaan. Kekuasaan sudah beralih kepada manusia, dan manusia tidak lagimerasakan ''berdosa''. Pada zaman Weda, periode terakhir, yakni periode Upanishad (750-500 SM.). Upanishad berarti duduk di bawah kaki guru untuk mendengarkan ajarannya. Pada zaman Upanishad ini, timbullah konsep-konsep Brahman, Atman, Karma, Samsara dan Moksa. Brahman berarti : sebab bagi adanya Dunia, atau lebih jelas lagi, sebab materiil bagi Dunia, sebagaimana emas merupakan sebab materiil bagi perhiasan emas. Brahman adalah sebagai garam yang sudah bercampur dengan air, air dicampur dengan garam terasa asin, karena di dalamnya sudah terdapat garam, sehingga garam itu terdapat di atas, di tengah dan di lapisan terbawah air itu. Demikian juga dalam Dunia ini Brahman ada di dalam segala sesuatu, meskipun tak nampak. Konsep Atman adalah pusat segala fungsi jasmani dan rohani. Dalam Upanishad terdapat suatu cerita, bahwa nafas hidup, mata, telinga, lisan, akal dan mani bertengkar, karena masing-masing merasa dirinya yang terpenting. Mereka minta wasit kepada dewa Brahman yang menasehati mereka supaya mereka satu demi satu secara bergilir meninggalkan badan merekaselama setahun. Mereka melakukan hal tersebut, sehingga manusia pada satu waktu hidup tanpa telinga, tanpa mata, tanpa akal dan seterusnya. Tetapi mereka tetap hidup. Ketika giliran nafas tiba untuk

56

III j". Darangkali contoh yang relevant untuk defrnisi ini pada IIli sckarang adalah soal seks. Manusia beragama memandang
h\lhllngan seks sebagai suatu hubungan yang penuh dengan arti dllll Illotivasi yang tinggi. Orang yang beragama menjauhi hubungIII st.:ks sampai ia dapat menikah at au mendapat jodoh. Dalam lll'lIlikahan dilakukan upacara-upacara yang sangat mengesankan, dl'lll'.an disaksikan oleh sebanyak ~mungkin keluarga, ternan dan kl'lIalan. Dengan pernikahan semacam itu, bukan hanya si laki-laki Il'l.dl diikat dengan si wanita dalam ikatan keluarga, tetapi juga kl'lllurga masing-masing telah terikat satu dengan yang lain, Scbaliknya orang yang tidak beragama menganggap hubungIII scks sebagai suatu fungsi biologis semata-mata, tanpa IIlcngandung unsur-unsur rohani, Emile Durkheim, sarjana Perancis yang mengarang buku Formes Elementaires de la Vie Religieuese" (Bentuk-bentuk llIcrnenter dalam kehidupan beragama) mencoba memberi definisi 11',ama sebagai berikut :
"lies

"Religion is an interdependent whole composed of beliefs wd rites (faiths and practices) rela ted to sacred things, unites ldherents in a single community known as a Church." Artinya: Agama itu adalah suatu keseluruhan yang bagian-bagiannya saling bcrsandar yang satu pada yang lain. terdiri dari akidah-akidah kcpercayaan) dan ibadat-ibadat, semuanya dihubungkan dengan hal-hal yang suci, dan mengikat pengikutnya dalam suatu masyarakat yang disebut Gereja. Definisi Durkheim ini mengandung kebenaran akan tetapi lidak seluruhnya. Karena ia hidup dikalangan orang Eropa yang bcragama Kristen, maka gambarannya tentang agama sangat dipengaruhi oleh agama Kristen, Perkataan Gereja (church) dalam definisinya mcnunjukkan bahwa ia hanya melihat kepada lingkungannya sendiri, yaitu masyarakat Kristen. The Oalam buku sosiologi karangan Ogburn dan Nimhoff dari Florida State University terdapat suatu usul deflOisi yang

49

lebih dapat ditcrima, yang bunyinya sebagai berikut: "Religion is a system of beliefs, emotional attitudes and practices by means of which a group of people attempt to cope with ultimate problems of human life". Artinya: Agama itu adalah suatu pola akidah-akidah (kepercayaan-kepercayaan), sikap-sikap emosionil dan praktek-praktek yang dipakai oleh sekelompok manusia untuk mencoba memecahkan soal-soal "ultimate" dalam kehidupan manusia usul definisi tersebut diatas mengandung : I) 2) 3) 4) unsur kepercayaan unsur emosi unsur sosial unsur yang terkandung dalam perkataan "ultimate" yang berarti, "yang sangat penting", "yang tak ada yang lebih penting daripadanya", atau "yang mutlak".

Tetapi, wal;lUpun definisi diatas,mengandung hal-hal yang tak terdapat dalam definisi-definisi lainnya, namun definisi tersebut belum terasa cocok dengan agama Islam. Definisi tersebut diatas memberi kesan seakan-akan agama itu hanya merupakan fenomena atau gejala-gejala sosial, sedangkan dalam agama Islam adalah pemberian Tuhan Yang Maha Esa sebagai petunjuk untuk manusia. Bagaimana pun kekurangan-kekurangan yang ada dalam definisi tersebut diatas, sedikitnya definisi tersebut telah menolong kita mendapatkan gambaran tentang apa yang dimaksud dengan agama. akan Arti agama selanjutnya, khususnya dapat dilihat dalam fasal IV. Agama yang mengenai Islam,

Kelompok-Kelompok

Seorang ahli teologi Kristen, yaitu Paul Tillich, mengatakan, bahwa agama adalah "the problem of ultimate concern" yang artinya: persoalan yang mutlak penting bagi diri seseorang. Oleh karena itu jika seorang sarjana membicarakan soal agama, ia

50

lldllk tlapat bersikap obyektif; ia sudah terikat dengan kepercaya 1I111ya,dengan kata lain, ia sudah terlibat (involved). Stephen Neil dalam bukunya "History of Christian Missions" ·.l'lnlu mengatakan bahwa agama Kristen adalah agama yang Il'l tinggi. Ini tentu saja tidak dapat diterima baik oleh pengikut Igllll1a Hindu atau Buddha. Islam ataupun Yahudi. Pcrkataan "Iower and higher religion" (agama rendah dan 1I',lIlna tinggi) selalu kita dapatkan daJam buku-buku tentang pl'l bandingan agama. Pada dasamya pengelompokan agallla dalam .lIpma rendah dan agarna tinggi, memang masuk akal. Kalau kita Illdillat sebagaian bangsa Indonesia yang hidup di pedalaman atau dlll'rah-daerah terpencil, kita dapatkan mereka menyembah pahon hl~sar, mereka menyimpan tulang-tulang nenek moyang mereka yang telah lama meninggal dunia Agama serupa itu memang It'hill rendah dari agama yang dianut oleh orang-orang terpeIajar, "l'perti agama Islam, agama Kristen atau agama Buddha. Akan il'tapi kata-kata '1ower" dan higher", lebih rendah dan lebih Illlggi, mungkin sekali dipakai orang secara tidak tepat, sehingga ill'l'tll'ti 'agama yang rendah dalam pandangan saya', atau 'agama ynng tinggi menurut penilaian saya'. Dengan begitu maka ptlndangan tersebut merupakan pand.mgan subyektif. Dalam fasal I telah saya muatkan kutipan dari buku "Samakah Semua Agama?", Dr. J. Verkuyl yang berjudul: yaitu tentang hikayat seseorang yang meninggalkan cincin kepada lil!a orang anakny.a, suatu hikayat yang ditulis oleh Lessing. Dalam membicarakan pengelompokan agama dalam Fasal III ini, say a juga akan mengutip lagi dari buku Dr. Verkuyl tersebut, sebagai berikut : Ki ta sebut sebagai contoh seorang sarjana yang terkenal, yaitu Ernst Troeltsch, yang bertahun-tahun lamanya menyelidiki hal

itu.
Menurut dia, maka alas piramide itu terdiri dari "agamaagarna suku" atau "agama-agama primitif'. Lapisan kedua terdiri dari "agama Taurat", misalnya agama Yahudi dan Islam. 51

Lapisan

betikut

adalah

agama kelepasan.

Lapisan paling bawah dari agama kelepasan itu terdiri dari agama Hindu dan Buddha; dan puncak piramide itu ialah agama Kristen. Agama-agama Taurat itu, demikian katanya, memberitakan juga adanya satu Allah yang berkehendak suci, tetapi dalam pada itu manusia itu disuruhnya mengatasi dan menaklukkan sendiri segala sesuatu di dunia ini yang mela wan kehendak Allah. Agama kelepasan yang bukan-Kristen menghapuskan batasbatas antara Allah dan dunia. Tetapi, katanya pula, agama Kristen memberitakan adanya Allah, yang menyatakan Perbuatan dan lradatnya dalam dunia ini, dan membuat manusia yang telah dibersihkan daripada dosanya itu bekerja di dunia ini untuk Kerajaan Allah. Dengan demikian agama Kristen dianggapnya sebagai puncak dan pertemuan segala agama yang lain. (buku "Samakah Semua Agama" halaman 28-29). Ada pula orang yang mengelompokkan agama menurut daerah-daerah. E.O. James yang menuHs buku "History of Religions" (Sejarah Agama-agama), membuat fasal-fasal tentang 'Agama di Timur Tengah Zaman Purba', 'Agama di Cina dan Jepang', 'Agama-agaml di India, Zoroastrisme dan Yudaisme', 'Agama-agama di Yunani dan Roma', 'Agama-agama Kristen dan Islam'. Dengan membaca judul fasal-fasal tersebut, kita mendapat kesan, bahwa E.O. James tidak selalu berpegangan kepada dasar geografis; disamping agama-agama di Timur Tengah, India, Yunani, Roma, Cina dan Jepang, ia membicarakan Zoroastrisme dan agama Yahudi dalam satu judul, dan agama Kristen dan Islam dalam satu judul lain. Selain cara-cara tersebut agama dalam dua kelompok, 52 diatas ada lagi pengelompokan yaitu : "natural religions", dan

11llllll1g~alkan tubuh, maka mata. telinga, akal dan lain-Iainnya Illi'lI10hon kepada nafas dengan sangat supaya jangan meninggalkan 111111111, karena mereka itu tak akan dapat hidup tanpa nafas. PI 1I,~1l1l bcgitu maka nafas mcndapat pengakuan bahwa diaIIV,tI,11i yang paling penting dalam kehidupan manusia. Brahman bagi alam semesta adalah seperti Atman bagi llhllllisia. Akhirnya keduanya menjadi satu: dalam Atmah ada

III,tlllllan.
t"lIl11dian

Konsep ketiga ialah Karma. Karma berarti perbuatan, berarti balasan. Artinya, sebagai tersebut dalam Upanislwd Sesuai dengan apa yang diperbuat seseorang, sesuai dengan 1t,"~11irnana tindakannya, demikianlah ia menjadi. Yang berbuat b,lIk nlcnjadi baik dan yang berbuat jahat menjadi jahat. Konsep keempat adalah samsara, yakni tentang bernlangnya ~l·l.dliran manusia. Seseorang lahir, menjadi dewasa, kemudian II lid i, kemudian lahir lagi, menjadi dewasa dan akhrrnya mati, hllllya untuk kembali dilahirkan lagi. Konsep kelima adalah Moksa (kelepasan). Manusia selalu dlkungkung oleh Samsara (kelahiran kembali), oleh karena ia llli:mpunyai bermacam-macam keinginan. Jalan kelepasan adalah· Illcnghilangkan kei~ginan tersebut. Orang yang bebas dari ke11I!?nan, ia akan tetap hidup dan menjadi Bralunan. Dari apa yang tersebut di atas, kita dapat mengikuti bahwa (Ialam agama Hindu periode Upanishad, manusia percaya kepada pantheisme. Tuhan adalah kehidupan daripada segala yang hidup. Selain daripada itu, agama Hindu Upanishad menjadikan hidup ini tak berarti. Kita hams melepaskan diri dati· segalaperbuatan, supaya kita mencapai tingkat Moksa atau kelepas;Jn. Agama Hindu sesudah Buddha

Pada zaman timbulnya agama Buddha (500-300 S.M.) ini, timbullah apa yang dinamakan Yoga. Yoga adalah. suatu cara untuk sampai kepada pengalaman mistik. Buku pegangan Yoga adalah Yoga Sutra yang dikarang oleh Patanjali pad a abad 5. 57

Karena keinginan-keinginannya, manusia tidak mengerti hakekat yang sebenamya. Keadaan semacam itu, yaitu tidak tahu hakekat, disebut "awidya". Orang dapat mencapai kelepasan jika ia mengganti awidya dengan widya (pengetahuan), yakni ia harus menang atas keinginannya. Siapa yang dapat melepaskan diri dari kehausan kepada benda-benda, ia menjadi tak bemafas (wairagya) dan tak akan memperdulikan kesenangan. Adapun agama Hindu setelah agama Buddha, yakni semenjak abad 3 S.M. sampai sekarang, dapat diuraikan secara ringkas sebagai berikut : A Dalam periode ini terbentuklah Trimurti (Tiga Serangkai), yakni Tiga Dewa: Brahma, Wisnu dan Siwa. Brahma sebagai Dewa yang menciptakan alam ini, Wisnu sebagai Dewayang memelihara dan Siwa yang merusak. Dewa Brahma digambarkan sebagai patung yang memiliki empat kepala. Wisnu digambarkan seperti memelihara empat tangan. Ia selalu menitis, artinya selalu menjelma menjadi binatang atau orang menu rut keadaan. Pernah ia menitis sebagai seekor ikan, seekor kura-kura, dan pernah pula menitis seperti Rama, Rajaputra dari Ayodya untuk mengalahkan musuhnya, Rawana; pernah menitis sebagai Kresna untuk mengalahkan musuhnya Pandawa, dan juga pernah menitis sebagai Buddha. Adapun Dewa Siwa, perusak itu, juga disembah sebagai Batara Guru, dan juga disembah sebagai Ungga (simbol kelamin lelaki). Dalam masa setelah agama Buddha ini, timbullah dua epik (syair kepahlawanan) Ramayana dan Mahabarata yang sampai sekarang disajikan kepada orang ramai dalam cerita wayang. Epik Ramayana ditulis oleh Walmiki, sedang Mahabarata ditulis oleh Wyasa. Untuk mengetahui isi cerita Ramayana dan Mahabarata, dibawah ini saya kutipkan dari karangan Dr. Harun Hadiwiyono sebagai belikut :

B.

58

II)

Ramayana

Kitab 1m ditulis oleh Walrniki. Agaknya kitab ini sudah Illvngalami sejarah yang berabad-abad sebelum mendapatkan 1ll'lItuknya yang terakhir. Barangkali cerita yang pokok ditulis lIit'h satu orang, sedang kemudian ditambah oleh banyak orang. I'lld•• akhir abad kedua M., kitab iIii sudah mempunyai bentuk YIIlIg tetap. Kitab ini menceritakan ten tang Rama. Bagian yang pokok till' i kitab ini dipandang sebagai adi-kawya, artinya: syair keJlodllawanan yang pertam·a. Dari bagian ini orang dapat memIH'lajari bagaimana orang harus bersikap terhadap orang-tuanya, .l's••manya dan orang bawahannya, juga bagaimana raja harus 1l11'lllcrintah atas kerajaannya, dan bagaimana suatu masyarakat dolp~1t hidup dalam kesejahteraan dan kerukunan. Isi kitab ini, yang dibagi menjadi tlilpat diringkas sebagai berikut : tujuh bagian (kanda),

Dasaratha. raja Ayodya, memutuskan untuk mempersembahhllil kurban, agar dianugerahi seorang putera. Pada waktu itu Ih'wa-dewa sedang mendapat banyak gangguan dari raja Rawana dud Langka. Oleh karena itu dewa Wisnu menitis sebagai anak Dasaratha, untuk membinasakan Rawana. Permaisuri Dasaratha YlllIg bernama Kausalya melahirkan anak, yang diberi nama Ramo. Dari isteri lainnya, Kaikey~ Dasaratha mendapatkan anak: Bharata lldang isteri ketiga, Sumitra, melahirkan Laksmana dan ,,",,'fll rughna. Sesudah Rama di dalam suatu sayembara dapat mematahkan hliSUT raja Janaka dari Wedeha, ia kawin dengan Sima, puteri
Janaka.

Ketika Dasaratha sudah tua, ia ingin mengundurkan diri dad pemerintahan, Rama akan dinobatkan menjadi penggantinya. Pada waktu persiapan-persiapan sedang diadakan, Kaikeyi melIuntut daripada raja Dasaratha supaya anaknya, Bharatalah yang dinobatkan menJadi raja, sesuai dengan janji raja dahulu, keUka Kaikeyi menyembuhkan raja daripada luka yang diderita59

nya dalam perang. Bagi Dasaratha tak ada jalan lain kecuali memenuhi tuntutan itu. Rama dibuang dari kerajaan untuk hidup di dalam hutan selama 14 tahun. Dengan disertai isterinya dan adiknya Laksmana, Rama meninggalkan Ayodya. Tetapi Bharata, karena tidak menginginkan menjadi raja, mencoba membujuk Rama untuk kembali memcgang pemerintahan. Namun usaha ini gagal. Rama memberikan terumpahnya kepada Bharata sebagai wakilnya untuk memerintah. Bharata terpaksa menyerah. Ia kembali ke Ayodya dan memerintah sebagai wakil Rama, hingga pada waktunya Rama kembali. Rama dengan isterinya dan adiknya mengem bara di hutan Dandaka (Dekhan). Beberapa waktu, datanglah para pertapa kepadanya mohon perlindungan tcrhadap raksasa-raksasa yang mengganggu hutan dan mengacaukan para pertapa itu. Rama membersihkan hutan itu dari gangguan-gangguan itu. Seorang raksasa perempuan, Surpanakka. sesudah cintanya ditolak oleh Laksmana dan dipotong hidungnya, minta pertolongan kepada kakaknya, Rawana. Dengan tipu musJihat, Sinta dapat dicuri oleh Rahwana. (Raksasa Marica berubah menjadi seekor kijang, untuk memisahkan Sinta daripada Rama dan Laksmana). Garuda Ja ta.Yu mencoba menolong Sinta dati tangan Rahwana tetapi gaga!. Rama dan Laksmana lalu mengembara mencaJi Sinta. Dalam pengembaraannya itu Rama dapat bersekutu dengan raja kera dari Kiskindya yaitu Sugriwa, sesudah Rama menolong Sugriwa merebut Kiskindya dari Walin, kakak Sugriwa. Atas petunjuk garuda Sampati, Rama dapat mengetahui bahwa Sinta dibawa lari ke Langka. Hanuman. kera putih yang sakti, diutuskeLangka. Ia mendaki gunung Mahendra dan meloncat ke Langka. Sampai di Langka, Hanuman. segera menemukan Sinta. Tetapi akhirnya Hanuman ditangkap dan dibakar. Namur.. api tak dapat memakan tubuhnya, bahkan kota Langka terbakar karenanya. 60

Rama dengan bantuan Sugriwa dan balatentara kera berkl'mas-kemas hendak menggempur Langka. Atas jasa Wibhisana . .l\llk Rahwana, yang menyeberang menolong Rama, kemenangan lhpcroleh Rama. Rahwana dapat dibunuh. Wibhisana dinobatkan /IIl'njadi Raja di Langka. Oleh karena Rama meragukan apakah Sinta selama itu 1Il1lsih setia kepadanya, maka Sinta dibakar, untuk mehguji ki'sctiaannya. Oleh karena Sinta dapat keluar clan api tanpa l'IlClai rambutpun terbakar, maka ia diterima kembali oleh l{lIma. Demikianlah Rama kembali ke Ayodya sebab waktu l'0mbuangannya sudah berakhir. Rama memerintah atas Ayodya. Rakyat Ayodya sebenarIIYu curiga atas kesucian Sinta selama di Langka itu. Hal itu ',tlll3ntiasa menjadi buah mulut rakyat. Oleh karena itu Rama ll'lpaksa membuang Sinta di hutan. Selama dalam pembuangan Il\l Sinta melahirkan dua orang anak, Kusi dan Lawa Mereka IIIl'njadi murid Walmiki. Pacla waktu Rama mengadakan kurban aswamedha. kedua 1I1l1k Sinta telpilih untuk membacakan kitab "Ramayana" yang dltulis oleh Walmiki. Karena itu akhirnya kedua anak itu chkcnal Rama, bapanya. Sinta dipanggil kembali ke Istana. Untuk Illcmbuktikan kepada rakya t bah wa ia suci, Sinta meminta supay a ch:wi Parthiwi menelannya. Hal itu terjadi, dan matilah Sinta (\ltelan bumi. Sesudah Rama menyerahkan kerajaannya kepada kedua Illnknya, ia kembaIi sebagai Wisnu ke surganya.
1m Bagian pertama dan terakhir dari kitab Ramayana aknya adalah tambahan yang diberikan orang kepada inti :rita itu. Bahasa dan gaya bahasanya berlainan sekali daripada bagian yang pokok. Selain daripada itu di bagian pertama kitab ni disebutkan tentang bangsa Yunani, Parti dan Skiti, sedang Iii bagian akhir kitab ini. Rama dipandang sebagai titisan Wisnu.

Keyakinan keagamaan yang terclapat di dalam bagian Ramayana yang pokok ialah pantheisme. 61

b)

Mahabharata

Bagian tertua dari kitab Mahabharata ini disusun oleh Wyasa. Bilamana hal itu terjadi, tak seorangpun yang mengetahuinya. Yang terang ialah, bahwa kitab ini sudah dikenal pada waktu agama Buddha timbul. Bentuk yang sekarang ini mungkin teljadi di antara abad kedua SM. dan abad kedua M. Kitab ini terdiri dari 18 bagian (parwa). Isi kitab ini menceritakan peperangan antara Kurawa dan Pandawa. Ceritanya dapat diringkaskan sebagai berikut: Ada dua saudara, anak Wyasa, yaitu Dhrtarastra. yang tua dan Pandu adiknya. Dhrtarastra ini buta, oleh karenanya adiknya yaitu Pandu, yang menjabat raja atas Hastinapura. Dhrtarastra ka win dengan Gandhari, yang mem berikan kepadanya lOO orang anak. Yang sulung bernama Duryodhana. Keturunan Dhrtarastra ini disebutKaurawa. Pandu kawin dengan dua orang puteri, yaitu Prtha atau Kunti dan Madri. Dengan perantaraan dewa Dharma, Bayu dan Indra, Kunti melahirkan tiga orang anak, yaitu Yudhisthira, Bhima dan Arjuna. Dengan perantaraan dewa Aswin, Madri melahirkan dua orang anak kembar, yaitu : Nakula dan Sahadewa. Kelima orang anak ini disebut Pandawa. Ketika Pandu wafat, anak-anaknya masih terlalu muda untuk menggantikannya sebagai raja Hastinapura. Oleh karena itu Duryodhana dinobatkan menjadi raja dengan perjanjian, bahwa kelak jika Pandawa sudah dewasa, kerajaan Hastinapura dikembalikan kepada Pandawa. Tetapi dari pihak Kaurawa tak ada maksud untuk mengembalikan kerajaan itu. Pada suatu ketika diadakan rapat antara Pandawa clan Kaurawa untuk membicarakan pengembalian kerajaan itu. Pada kesempatan ini diadakan perjudian antara Yudhistira dan Duryodhana, di bawahpimpinan patih Sakuni. Yudhisthira menderita kekalahan total. Ia memperjudikan segala miliknya, juga saudara-saudaranya dan dirinya sendiri serta isteri kelima saudara itu, Draupadi. 01eh karena itil Pandawa menjadi budak Kaurawa. Karena penganiayaan Kaurawa atas Pandawa, akhirnya atas 62

11'1111)hrlardstra, I I. d/ll:lln hutan.

Pandawa

dibuang

selama

12 tahun

lamanya

111111111.

l)cmikianlah selama 12 tahun Pandawa mengembara diPada akhir pembuangan itu mereka dengan menyamar 1111'111'.lIbdi kepada raja Wirata, yaitu; Draupadi menjadi tukang 1I11l1l1lk, Yudhisthira sebagai seorang Brahman, Arjuna sebagai peIIIYlIlIwanita, dan sebagainya. Sekalipun demikian penyamaran itu ddll1llya terbongkar juga. Raja Wirata bermaksud mcmbantu l'lllldnwa untuk mendapatkan kerajaannya kembali. Oleh karena II1I \II.:ngan bantuan banyak raja-raja, diantaranya Krsna, Pandawa 1I1111lglljukan permintaan kepada Duryodhana supaya diperkenanI· 1111 ll1embangun negaranya yang semula sudah dimilikinya yaitu Iluiraprastha. Tetapi permintaan ini ditolak oleh Duryodhana. t"'HllIa pihak lalu bersiap-siap untuk berperang. Sebelum perang dl.lIl1lai, Krsna bertind1k sebagai duta Pandawa untuk meng 11'.ll\kan pembagian negara menjadi dua, tetapi usul ini juga diIltlll k. Demikianlah perang tidak da pat dielakkan lagi. Perang 111'r1angsung 18 hari, dengan kekalahan total dipihak Kaurawa" .~lIl1c1ara100 itu semuanya gugur dalam perang, )\ama, anak Kunti, yang memihak Kaurawa.
(llama, anak Drona,

demikian

juga

Pada malam harinya, sesudah semua Kaurawa gugur, Aswamembalaskan dendam atas kematian ayahIlya. Ia masukke dalam kemah Pandawa dan membunuh Dhrstadyumna, pembunuh ayahnya, dan Srikandi, isteri Arjuna. Tctapi akhirnya 1a dapat ditangkap dan dibunuh oleh Pandawa. Sesudah diadakan ratapan oleh para istri pahlawan-pahlawan yang gugur, mayat-mayat dibakar, disusul dengan "selamatan" hagi yang mati. Yudhisthira dinobatkan sebagai raja atas Hastinapura. Ia IIlcngorbankan kurban aswamedha (kurban kuda), untuk menunjukkan bahwa ia adalah raja yang besar, yarig pemerintahannya sudah menjadi kokoh benar. Ketika Pandawa sudah tua, Pariksit, cucu Arjuna, dinobatkan menjadi raja atas Hastinapura. Pandawa mengasingkan diri

63

dari dunia ramai dan pergi menllju ke Himalaya. Dalam perjalanan itll secara berturllt-turut telal1 menmggal Drallpadi, karena dosanya "sanga t mencintai ArJuna' , kcmud1i1n rneninggaJ_ lah Sahadcwa disebabkan karena dosanya "merasa dirinya paling tampan dari saudara-saudaranya", lalll Nakub, disebabkan karena dosanya "menganggap dinnya sangat pandai", lalu Arjuna, discbabkan dosanya "mengJnggap dirinya pencmbak terulung", dan akhirnya Bhima, disi?babkan karcna ia senantiasa kurang sopan-santun dan gernar rnakan. Demikianlah ting.~pl Yudhisthira sendiri dengan anjingnya yang kcmudian mcnjelma sebagai dewa Dharma. Yudhisthira diperkenankan naik ke surga dengan tubuhnya. Di Surga ia mcliha t Duryodhana dlldllk ditakhta dengan dihadap oleh para Kaurawa, sedang para' Pandawa didapatinya di neraka. Karena jasa Yudhisthira maka akhirnya Pandawa dilepaskan dari neraka; dan Kaurawa dimasukkan keneraka. Kitab Mahabharata ini scbcnarnya mcmuat suatu sistim ajaran yang pantheistis dicampur dengan Jjaran dualistis dari Yoga, artinya ajaran dualisme yang me ngdkui adanya Tuhan. Di dalam Mahabharata ini terdapat bermacam-macam aliran, yang semuanya diakui kebenarannya, scbagai lImpamanya aliran agama Wisnu dan agama Siwa.

c)

flha.gawadgita

Kitab ini berarti : Nyanyian Tuhan. Agaknya kitab ini semula menjadi suatu kitab-pcgangan bagi pJra Bhagawata, yaitu penyembah Bhagawat. Bentuk yang- sekarang ini agaknya sudah mengaJami perubahan-pcrubahan. Bilamana kitab ini ditulis, tak dapat dikatakan dengan pasti. Mungkin pada abad kclima SM., tetapi mungkin juga pada abad ketiga SM., atau abad kedua SM. Kitab ini adalah bagia'n dari kitab Mahabharata, parwa yang keenam, Bismaparwa. 64 yaitu bagian

pokok kitab ini membicarakan pembicaraan Kresna de1'/.11111 Arjuna pada permulaan perang Bharatayudha. Pada waktu pi IIII1H akan dimulai. Arjuna ragu,agu, Kresna yang menjadi liNItYlI, memanggil Arjuna kembali kepada tugasnya sebagai IlllI11 Y1I, dengan menguraikan ajarannya, yang pokoknya mem1III1Iokan tentangBhakti, penyerahari diri.
IMi

~ucara singkat ajaran Bhagilwadgita

adalah sebagai berikut:

'I'lihan adalah dzat yang tidak dilahirkan, tanpa awal, dan Ia berlainan sekali daripada dunia yang fana III, Mubab ia adalah Paramatma (jiwa yang tertinggi). fa memiliki dllll Inbiat, yaitu tabiat yang lebih tinggi (para), yaitu jiwa yang 1I11'l1dllkung alam semesta ini, dan tabiat yang lebih rendah (IIPllrll), yang bersifat jasmani, yang terdiri dari segala sesuatu tcrmasuk praktri : bumi, air, api, angin budi, pengertian dan Ida ran diri.
Iltg rnaha kuasa.
1111-\

1l'(llpi perkembangannya

sendiri benda tidak bebas, tidak merdeka, ada di bawah pengawasan Tuhan. Tuhan IHlkt;rja pada benda dan berbuat dengan melalui benda. Pada 1I\IIIda itu ditempatkan benih, yang melahirkan segala sesuatu. I hlpat dikatakan, bahwa Tuhan adalah Bapa segala makhluk, "dang benda atau prakrti adalah ibu yang mengandungnya. Di sepanjang abad Tuhan ini, jika keadilan merosot dan Pl·rbuatan tak adil meraja-lela, menitis untuk melindungi yang Ill'l1ar membinasakan yang jahat, serta meneguhkan keadilan. Segala yang tampak ini dilahirkan dari prakrti, yaitu pada plIgi hari Brahma, dan akan dilebur pada malam hari Brahma. 'I'dapi penciptaan dan peleburan yang terus menerus itu tak Ilwmpengaruhi Tuhan.

Pada

dirinya

Baik benda(prakrti) maupun jiwa adalah l<ekal, tak berIIbah. Jiwa yang berdiam di dalam tubuh juga tak dipengaruhi olch segala macam pengaruh dan perbuatan benda. Jiwa perorang an itu adalah bagian daripada Tuhan. Ia berasal daripada 'I'uhan dan masuk ke dalam persekutuan dengan benda.

65

Tugas manusia ialah berbuat sedemikian rupa. hingga jiwa nya dapat kembal1 kepada asalnya. yaitu Tuhan. Tuhan bersikap kasih terhadap mereka yang mengenal akan Dia dan menyembahNya dengan seluruh hatinya. Tuhan melepaskan mereka yang lari kepadaNya' daripada segal a dosa. Jalan kelepasan ada tiga macam, yaitu : (1) Jnana-marga atau jalan kelepasan dengan melalui pengetahuan akan kebenaran yang tertinggi. (2) Bhaktimarga. yaitu jalan kelepasan dengan melalui kasih dan pemujaan akan Jiwa atau Purusa yang tertinggi. (3) Karma-marga atau jalan kclcpasan dengan penaklukan kehendak sendiri kepada tuiuan Tuhan. Kctiga jalan itu menuju kepada sa tu tujuan, yaitu kelepasan. Orang dapat mempcrolch kelepasan dengan melalui segala segi kcsadaran hidup. Tak ada perbedaan yang mutlak antara jalanjalan itu. Hal ini disebabkan oleh karena hidup itu tak terpisah-pisah. Tuhan adalah sat, cit dan ananda,. kenyataan, kebcnaran dan kebahagian. Dan Tuhan yang deniikian itu menyatakan dirinya scbagai : terang yang kekal, sebagai ma tahari pada tcngah hari, bagi orang-orang yang mencari pengetahuan, dan scbagai : keadilan yang keka/, kepada mereka yang bergumul bagi kebajikan dan akhimya sebagai : kasih dan keindaha,!, scrta kesucian yang kekal, kepada mereka yang mencari Tuhan dcngan kasih dari pemujaan. Sebagaimana Tuhan itu mempersatukan di dalam ditinya scndiri hikmat, kebaikan dan kesucian, qemikian jug<ilah manusia harus mcnuju kepada hidup rohani yang tak terpisah. Kelepasan terdiri dari persekutuan jiwa dengan Jiwa yang tcrtinggi, yaitu mcnyaksikan, mengalami dan menghayati hidup illahi. Persekutuan ini discbut : berada di dalam Brahman, tak bcraksi, dan lain-lain. 66

Dari uraian mengenai at as, kita dapat mengambil

agama Hindu sebagai tersebut kesimpulan scbagai berikut :

di-

I)

Mengenai

Ketuhanan

Agama Hindu mula-mula mengajarkan tentang adanya dewa yang banyak, dewa langit, dewa angkasa, dewa bumi dan lain-lain dan ini berarti politheisme. Tetapi dalam pada itu agama Hindu memberi ajaran akan adanya Dewa tertinggi. yaitu Brahman. (henotheisme) Karena agama Hindu itu, sebagai yang dikatakan oleh Gorinda Das, adalah suatu proses, maka Dewa tcrtinggi tersebut kemudian digambarkan sebagai asal segala kejadian, danberada dalam scmua yang ada. Dengan begitu agama Hindu mcnjadi panthcisme. Trimurti atau Tiga Serangkai : Brahman, Wisnu dan Siwa digambarkan sebagai aspek dari Brahman, atau Wisnu dan Siwa menjadi identik dengan Brahman. 2) Mengenai Terjadinya Alam. timbullah Pada zaman Upanishad (750-500 S.M.) anggapan bahwa dunia ini terjadi karena emanasi atau faidh dati Brahman. 3) Mengenai Manusia.

Sebagai salah satu dari yang ada, manusia juga berasal dati emanasi Tuhan. Bahwa dalam manusia itu ter· dapat Tuhan, hidupnya, nafasnya, segala anggauta oodannya merupakan tempat kekuatan ilahi. Manusia dan Tuhan adalah sarna.

4)

Mengenai Sikap Manusia Terhadap

Tuhan.

Dewa-dewa dapat dikerahkan untuk kcperluan manusia dengan jalan sajian-sajian dan mantra-mantra. Pada zaman Brahman (l 000- 750 S.M.) kasta Brahman-lah yang melakukan tehnik mempengaruhi Dewa-dewa tersebut dengan sajian-sajian <Ian mantra-mantra mereka.

67

Agama Buddha Berhubung karena agama Hindu dan Buddha dalam sejarah tanah air kita Indonesia merupakan suatu campuran yang tak dapat dipisahkan, maka di bawah ini kita membicarakan tentang agama Buddha. Agama Buddha dinisbahkan kepada Buddha, yaitu julukan bagi Pangeran Sidarta, pendiri agama terse but. Sidarta dilahirkan pada pertengahan abad 6 S.M. dari kalangan ningrat, Gautama, dari kasta Ksatria. Bapaknya adalah seorang raja, kepala suku Sakya di India Utara, 100 mil dari Benares, di kaki gunung Himalaya. Sidarta kawin sebelum umur 20 tahun dengan putri seorang raja yang berdekatan daerahnya, kemudian dapat anak seorang putra. Tetapi kemudian Sidarta meninggalkan istana untuk mencari jalan mengatasi penderitaan dan kejahatan yang ia lihat di sekelilingnya dan untuk mengungkap arti kehidupan manusia fa memakai jubah kuning sebagai yang dipakai para biksu dan menuju ke pegunungan Rajagaha dimana ia menemui dua orang Brahman yang hidup dalam gua. la belajar dari mereka, tetapi yang didapatkan hanya rasa mistik yang subyektif alam sunyi (realm of nothingness) sebagai puncak dan hasil hidup bermeditasi. Karena tidak puas dengan hasil tersebut, maka ia menuju ke hutan-hutan di Uruvela. Oi sana selama enam tahun ia mempraktekkan hidup yang sederhana sckali, sehingga ia bersama dengan lima orang pengikutnya sudah menjadi tulang dan kulit semaJa-mata. Tetapi walaupun begitu ia tid,ak dapat menjumpai jalan "enlightment" . Akhirnya karena ia yakin bahwa jalan yang ia tempuh itu keliru, maka ia meninggalkan pengikut-pengikutnya dan kemudian menempuh jalan tengah, yakni kehidupan antara kesederhanaan dalam disiplin yang amat keras dan hidup secara mewah. Buddha berangkat sebagai seorang biksu pengemis menuju Magadha dan berhenti di suatu hutan, yang indah yang sekarang dinamakan Budhgaya dimana didirikan orang Candi Mahabodhi. Oi tempat terse but Sidarta duduk secara yoga di bawah sebuah pohon bodhi dekat saatu sungai yang mengalir jernih.Oi68

sana ia merenungkan kegagalan-kegagalannya yang lalu dan akhirnya mendapatkan maksudnya, yaitu pengalaman emansipasi selama 7 hari. Sidarta mt?ndapat keyakinan bahwa sebab segala adalah keinginan (tanha) dan keinginan itu timbul hendak untuk hidup dan untuk memiliki. Seorang mencapai ketentraman Nirvana sebelum ia insaf akan IngIl1an. penderitaan karena ketidak akan bahaya ke-

Dengan latar belakang ftIsafat Sankhya, yaitu filsafat yang men~atal<an adanya dua hakekat. materi at~u prakriti dan jiwa atau purusha, ia mendapatkan segala penderitaall atau Dukha dalam: kelahiran, usia lanjut. penyakit, mati dan kelahiran baru (yang kedua dan setemsnya). Dukha inilah yang dinamakan kebenaran pertama. Kebenaran kectu3 adalal1 sebab penderitaan. yaitu keinginan yang sangat atau Tanha. Kebenaran ketiga adalah untuk menekan, bahkan menghiJangkan keinginan itu sama sekali. Sebagai hasil penghapusan segala kemauan itu manusia dapat mencapai keten traman yang dinamakan dalam bahasa Sanskrit "Nirvana''', Untuk mencapai Nirvana, sese orang harus delapan jalan, yaitu: sikap mental yang benar, atau secara benar, aspirasi yang benar, cara berbicara yang hidup yang benar, etika yang ben"T. usaha yang fikiran yang benar dan konternplasi (renungan). menempuh memahami benar, cara benar, ber-

Setelah Buddha mendapatkan ilham (enlightment) tersebut. ia tidak memasuki Nirvana, karena selalu ingat kepada penderitaan manusia. la tetap hidup di Dunia ini untuk mengajarkan "Jalan Tengah" sebagai cara menyelamatkan diri. la kembali mencari lima orang pengikutnya yang ditinggalkan dahulu dan mencmukan mereka di Benares dan memberikan ajarannya kepada mereka. Demikian, karena selalu merasa terpanggil un tuk meringankan penderitaan manusia di dunia ini, sampai saat-saat terakhir hidupnya Buddha tak berhenti menyiarkan ajaran-ajaran69

nya Dharma atau Hllkum yang sampai sekarang ini dianut para pengikutnya,

oleh

Jalan Tengah yang berlandaskan "Empat Kebenaran'; yang mulia dengan "Delapan Jalur ' nya yang murni merupakan jalan tengah antara-disatll fihak-agamaHindli yang mencari kelepasan (emansipasi)dcngan jalan pen~dahuan dan pekcrjaan dan di lain fihak, Jainism yang ingin mcncapai cmansipasi dengan jalan "ascetism" (hidup zuhud atall sedcrhana) yang amat berat. Dalam agama Buddha sistem kasta, cara-cara ibadat yang ditetapkan oleh golongan Brahman, kesatuan alam dan manusia seperti diajarkan oleh Upanishad, konsep Ketuhanan dan konsep Atman sebagaijiwaperorangan, scmua itu ditiadakan. Sebaliknya, ajaran tentang Karma, reinkarnasi dan transmigrasi nyawa seperti yang diajarkan agama Hindu tetap dianut. Bagi orang awam, mcrcka cukup mengikuti empat- hal: menjauhi pembunuhan, pencurian. dusta dan pelanggaran sex. Pelanggaran sex berarti mengkhianati hubungan suami-isteri; pembunuhan (menyembclih binatang untuk .tujuan dimakan dibolehkan), sedangkan minuman keras, judi, mengganggu orang dijalan, menganggur dan bergaul dengan orang tak baik, semua itu menjadi larangan. Dcngan mcmpcrhatikan larangan-Iarangan tersebut, seorang awam akan mcn-dapatkan suatu keutamaan, sehingga-meskipun dalam keh.idupan sekarang ia tidak akan mencapai emansipasi, setclah Inati ia akan sampai pada suatu tingkatan sorga untuk dilahirkan kembali di sana leb.ih dekat pada Nirvana. Perbedaan antara agama Buddha dan Hindu

Perbedaan antara kedua agama tersebut di atas terletak dalam intf>rpretasi ten tang ak.u (seIO. Buddha setuju dengan Mahavira bahwa untuk memberhentikan roda kelahiran, "Pengetahuan yang benar" tidak cukup. Buddha berpendapat lebih daripada itu. Baginya yang tetap ada sesudah sese orang mati, bukannya nyawa (soul), akan tetapi Karmanya. Untuk jelasnya, Buddha ber70

pendapat bahwa manusia itu terdiri dari 5 unsur atau skandha (kekuatan hidup), yaitu: I) Badan dan rasa (Body and senses), 2) perasaan (feeling and sensations), 3) faham ten tang rasa (sense perceptions). 4) kemauan dan daya mental (volition and mental faculties) dan 5) akal (reason or consciousness). Lima hal tersebut bersama-sama membentuk individu, tetapi mereka itu selalu berobah setiap saat. dan pada waktu manusia mati, ikatan 5 hal tersebut menjadi pudar. Yang dinamakan jiwa (soul) atau Aku (Ego) tidak mempunyai wujud yang hakiki atau permanen, oleh karena kepribadian manusia hanya terdiri dati skandha, sebagaimana kereta itu terdiri dari 'spare-parts'. Badan bukannya ia (self). kal'ena dapatsaja kena penyakit meskipun bertentangan dengan kemauannya untuk seh~t. Bagi agama Buddha,ide tentang reinkarnasi atau transmigrasi jiwa dati satu kelahiran kepada kelahiran selanjutnya. tidak sesuai dengan konsepsi 'anotta' yang artinya tidak ada aJ..;u.Oleh karena itu menurut Buddha apa yang dalam agama Hindu dinamakan kelahiran ulangan (rebirth) bukannya jiwa yang dahulu menjelma dalam badan baru, akan tetapi adalah Karma yang telah terkumpul selama suatu kehidupan, yakni sebagai rangkaian skandha yang mempunyai semu sebagai jiwa (self), ibaratnya seperti api yang menyala dati sumbu lampu dan dipiIJdahJcan kepada sumbu lain. Dalam Alam ini yang ada ialah perobahan temsmenerus. Apa yang kit! lihat sebagai alam yang tetap ,adalah suatu illusi yang harus kita buang, jika kit a menghendaki keiepasan dari kelahiran barn terus-menerus. Ki ta harus menghilangkan kemauan untuk hidup, untuk mempunyai. Dalam istilah agama Buddha, minyak dalam lampu itu harus dituangkan, jika nyala (keinginan) harus ditiadakan. Jalan Tengah ini telah mengenai sasarannya, yaitl1 manusia yang menderita (dukha), dan tujuan Jalan Tengah ini adalah kelepasan manusia daripada Karma, hilangnya penderitaan dalam damai yang transcendental di Nirvana. 71

Mahayana

dan

Hinayana

Sebagai diterangkan di atas Buddhisme menganggap hidup ini sebagai rangkaian "ada" dan "musna " di bawah naungan hukum perobahan yang terus-meneru~ dan menjadikan duni.a ini tak berharga dan bersifat illusi. Anggapan demikian ditentang oleh para Brahmin dari agama Hindu pada waktu jatuhnya dinasti Maurya (±- 185 S,M.), yakni dengan matinya Asoka, Kaisar negara Magadha yang beragama Buddha, Agama Hindu sebagai yang kita uraikan diatas, mengajarkan empat jaJan untuk melepaskan diri dari penderitaan, yaitu: jalan pengetahuan (Jnana Yoga), jalan pekerjaan menurut Hukum (Dharma Yoga), jalan penyerahan diri (Bhakti Yoga) dan jalan guna-gunG (Shakti Yoga). Para Brahmin menganggap bahwa oleh empat jala'n itu sarna dengan Jalan Tengah yang diajarkan Buddha. Mereka memusatkan perhatian kepada penjelmaan Buddha sebagai avatar (penitisan) dalam Wisnu dan Siwa. Di India Utara Buddha menjadi Juru Selamat seperti Kristus di Roma. Gautama dianggap sebagai inkarnasi yang terakhir dari Buddha yang abadi. Pergantian gambaran Buddha sebagai .penggali "Jalan Tengah" atau "Em pat kebenaran Mulia" menjadi Budhisatwa merupakan proses yang kemudian berakhir dengan munculnya Mahayana atau Mazhab utara. Mahayana atau kendaraan besar, berarti suatu jalan yang cukup besar untuk menyelamatkan manusia. Lawan Mahayana adalah Hinayana atau kendaraan kecil, yakni mazhab yang tersiar di selatan yaitu Seilon, Burma dan Thailan. Hinayana ini memberi ajaran-ajaran yang tidak menyeluruh dan hanya menitik-beratkan kepada praktek clan kehidupan asrama. Agama Kong Hu Cu yang dianut oleh bangsa saya rasa perlu memberi dianut oleh bangsa Cina, beberapa generasi hidup

Selain agama Hindu dan Buddha IndoneSia sebelum datangnya Islam, sedikit penjelasan ten tang agama yang yang banyak diantara mereka sudah di atas bumi Indonesia.
72

Dibawah judul "Religion in China" dalam bukunya t>HistOl of Religions" tel'scbut di atas, E.O. James telah mcnguraik,lll yalll' sejarah agama-agama yang terdapat di benua Cina, di bawah ini saya kutip secara ringkas : Pada millcnium ke 3 S.M.,yakni sekitar tahun 3000 S.M. dl sepanjang sungai Kuning tcrdapat semacam pemujaan terhadap tumbuh-tumbuhan, kemudian menjelma menjadi pemujaan kcpada Raja dan akhimya dititik beratkan kepada pemujaan nenek moyang. Disebutkan bahwa pahlawan Tang telah menjatuhkan dinasti Hsia kemudian diganti oleh dinasti Chou (1122-221 S.M.). Dalam periode dinasti inilah ke budayaan Cina yang seperti sekarang ini mulai berkembang. Dari tulisan-tulisan kuno kita dapat mengetahui tentang dewa-dewa yang mereka sembah, begitu juga jiwa nenek moyang mcrcka. bersama-sama dengan bumi, sungai dan kekuatan-kekuatan alamo Sebagai bangsa yang hidup dari bercocok-tanam, mereka mencurahkan perhatian mereka kepada proses alam yang memberi mereka makanan. Tanah dianggap sebagai pemberi hidup, sebagai ibu. Pergantian musim, gerak bintang-bintang, gerhana dan. petir menunjukkan suatu peraturan alam yang diterangkan dengan kata "Yang" dan "Yin", dua kata yang menjadi penting dalam falsafat Cina pada abad 2 S.M. "Yang" artinya kekuatan yang aktif, hangat, terang. dan lelaki, "Yin" yang passif, dingin dan gelap tetapi subur (ya'ni perempuan): Kedua kekuatan itu digambarkan sebagai langit atau Tien. Langit ba wah dinamakan Yang. dijelmakan sebagai Shang-ti atau nenek moyang pertama, Tanah dinamakan Yin dan merupakan sumbcr hidup. Disamping Tien, Yang dan Yin ada lagi konsep Tao. Tao berarti jalan; bangsa Cina dahulu seperti juga bangsa-bangsa lain, mengira bahwa matahari, bulan dan bintang-bintang berputar sckeliling bumi. Putaran inilah yang dinamakan Tao. Tetapi kemudian Tao berarti akal atau jiwa yang menyebabkan putaran tersebut.
7

Dalam sejarah negeri Cina pemujaan alam dan pemujaan nenek moyang merupakan aspek pokok. Dibclakang pemujaan alam dan nenek moyang terdapat Tao yang berarti hukum alam dan hukum akhlak (Ii) terhadap orang tua. saudara dan kerabat. Dalam membicarakan agama Cina kita harus menyebutkan nama Kung Fu-tsu (Guru) yang oleh kaum misionaris Yesuit (Katolik) dibaca Confucius dan di Indonesia dibaca Kong Hu Cu. la lahir pada tahun 551 S.M. Ajarannya krdapat dalam sebuah bunga rampai yang berisikan prinsip-prinsip akhlak utama, pemerintahan yang baik dan horllla t kepada masyaraka t. Buku tersebut mungkin sekali merupakan karangan-karanga'n para pengikutnya. Dalam ajaran Kong FlI-tsu ditekankan .apa yang dinamakan "filial piety" (horma t seorang anak kepada orang tua) baik selama mereka itu masih hidup atall sesudah mati mereka.

74

FASAL

KEEMPAT

AGAMA ISLAM ADALAH AGAMA SAMAWI TERAKHIR Dalam pasal III saya telah menjelaskan pengelompokan agama-agam~: ada yang mengkelompokkannya dalam agama rendah dan tinggi. ada yang membaginya menurut negara atau benua asalnya, seperti agama dilndia, agama di Cina, dan lain-lain, ada pula yailg mengelompokkannya menjadi agama alamiyah dan samawiyah. Yang disebut agama samawi ialah agama Yahudi, Nasrani dan Islam. Perlu saya jelaskan bahwa Prof. Archie J. Bahm dalam bukunya menamakan ketiga agama tersebut sebagai "Religions of Western Civijisation", yaitu agama-agama kebudayaan Barat. Prof. Glassenap, dalam bukunya "Les CinqGrandes Religions du Monde", menamakan tiga agama ini "Les religions de la revelation historique de Dieu" (agama-agama tentang.pemunculan Tuhan dalam sejarah) atau "religions occidentales" (agama-agama Barat). W.Jlaupun pengelompokan itu memerlukan diskusi, namun setidak-tidaknya Prof. ,Bahm melihat tiga agama itu sebagai satu kelompok juga, berbeda dengan orang-orang missionari~ yang menggolongkan agama Kristen dalam kelompok agama kelepasan bersama dengan agama-agama Hindu dan Buddha, dan menggolongkan agama Islam dan Yahudi sebagai agama Taurat (lihat pasal HI). Dengan dasar Yahudi, Kristen dan Islam merupakan satu kelompok, maka saya ingin menjelaskan sebagai berikut: Pada zaman kita ini (tahun 1974), ilmu pengetahuan secara pasti menyatakan bahwa umur dunia ini sudah jutaan tahun. Yang
75

dinamakan "Zaman batll kllno",yakni ketika manusia hanya dapat memakai alat-alat dari batu, zaman yang dalam bahasa ilmiahnya disebut "paleolithic pepod", diperkirakan antara tahun 1.750.000 SM sampai tahun 5.000 SM. Adapun yang dinamakan "'zaman batu baru" atau "neolithic period" diperkirakan mulai tahun .5000 SM di Mesir dan tahun 3000 SM di Eropa sampai tahun 2500 SM, ini karena peradaban di Mesir lebih dahulu dari peradaban Eropa, Dengan begitu nampak sekali bahwa kita tidak banyak mengetahui ten tang sejarah kita atau sejarah rnanusia sendiri. Secara ilmiah sejarah keagamaan samawi sampai sekarang ini baru dapat diungkapkandari Zaman Nabi Ibrahim 'alaihissalam, yang hidup pada sekitar tahun 1900 SM. Pada permulaannya ia hidup di Ur dekat muara sungai Efrat, kemudianpindah ke Haran di sebelah udik, dan akhirnya mengembara mengikuti pantai Laut Tengah sampai Mesir, menggembala kambing, mencari tempat yang ada air dan rumputnya. Ketika kembali ke Kan'an (sekarang Pa1estina), ia membawa seorang sahaya dari Mesir. Oleh karena isttinya, Sar~h, mandul, maka sahayanya, Hajar, dikawininya, dan dari perkawinan ini lahirlah Ismail, yang kemudian menurunkan suku yang melahirkan Nabi Muhammad s.a.w. Baru ketika Sarah berusia 100 tahun, ia mengandung danlahirlah putra Ibrahim yang kedua, yaitu Ishak. Ishak ini kemudian melahirkan Ya'kub yang disebut juga Israil. Ya'kub mempunyai 12 orang anak, diantaranya Yusuf yang dijual oleh saudara-saudaranya dan kemudian di Mesir dibeli oleh Raja Mesir dan lama-kelamaan menjadi Menteri dalam pemerintahan Fir'aun (Raja) Mesir yang bernama Ramses II. Makin lam~ keturunan Israil di Mesir makin banyak, dan karena Fir'aun ingin mendirikan piramida-pirainida besar, maka orang-orang Israil itu diperbudak dan disuruh kerja-paksa .. Dalam penderitaan Bani ,Israil ini, Fir'aun diberi nasehat oleh dukun-dukunnya untuk membunuh setiap bayi Yahudi lelaki, karena dikhawatirkan akan menjatuhkan kerajaan Fir'aun. Tetapi seorang ibu Ya:hudi telah berhasil menyelamatkan bayi laki-laki yang dilahirkannya dengan membuangnya dalam peti di sungai Nil. Bayi tersebut kemudian diketemukan oleh istri Fir'aun dan 76

dipelihara

sampai

besar.

Anak

laki-Iaki

tersebut

kemudi<tn

mcnjadi

seorang muda yang berjiwa pernimpin. la membcla orang-orang [srail di Mesir, sehingga menjadi sebab kematian seorang Mesir yang berkelahi dengan seorang Yahudi, .dan kemudian lari ke Madyan, mengabdi kepada Syu'aib (Jethro) sehingga menjalli menantunya. Kemudian ia menerirna panggilan Tuhan. dan perintah untuk rnembebaskan Bani Israil dari kekuasaan Fir'aun. la kembali Tursina kembali ke Mesir, memimpin Bani Israil keluar dari Mesir ke arah (sebelah Timur terusan Suez sekarang) dalam tujuan ke Kan'an (Palestina), dimana nenek mereka Nabi Ibrahim

pernah hidup. Untuk percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa tidak mullah. Selama di Tursina banyak yang tergoda menyembah dewa-dcwa dan menyembah anak lembu yang mereka bikin sendiri dari cmas. Nabi Musa tidak sampai umur untuk rnemirnpin bangsa Yahudi memasuki Palestina, merebut tanah-tanah dari bangsa Kan'an. Setelah mereka merebut daerah Kan'an (Palestina). mereka bercocok-tanam di sana dan mengikuti orang-orang yang menyernbah dewa-dewa bernarna Ba'a!. Kemudian timbullah dari lingkungan mereka Nabi I1yas (dalam Injil disebut Eliyah) yang mernbawa orang Yahudi kembali kepada Tuhan, yaitu dengan membuktikan bahwa dewa-dewa orang Kan'an serta pemimpin-pemimpin agama mereka itu tidak benar. Bangsa Yahudi di Palestina berkembang dan pemimpin mereka mendirikan kerajaan. Nabi Solcma n dan Nabi Daud adalah Raja-Raja Bani Israil pada zaman keemasan rnereka. Hikay~t kedua nabi ini ban yak tcrrnuat dalam Qur-an. Tetapi setelah Nabi Soleman wafat, sebagai Raja ia diganti oleh anaknya, Rehoboam. la memungut pajak sangat berat, sehingga rakyat berontak dan membunuhnya. Akibat kekacauan tersebut Kerajaan Israil pecah menjadi dua: Bagian utaradinamakan Israil dan terdiri dari 10 suku, sedangkan bagian Selatan dinamabn Judah dan terdiri dari :2 suku. Kedua bagian itu dapat.mempertahankan eksistensinya selama dua abad. Akan tetapi pad a tahun 722 SM, Ker<ijaan Israil dijajah oleh Assiria, sebuah kerajaan yang

77

lebih besar di utara. Orang-orangnya uipisah-scbarkan diseluruh Kerajaan Assiria, sehingga dalam sl?jar;Jh Kcrajaan Israil itu dinamakan: 'sepuluh suku Israil yang hilang'. Adapun Kerajaan Judah masih dapat bertaharl seratus tahun !agio sampai akhirnya dihancurkan oleh Kerajaan Babilon (Chaldea). Di atas kita telah menyebut nama lIyas (IJiyah) pad a zaman sebelum Nabi Daud dan Nabi Soleman. P3ua zaman perpccahan bangsa Yahudi ada lagi pemimpin-pemimpin timbul, yang mcnurut agama Yahudi dinamakan nabi. Mereka itu banyak dan tak tersebut dalam Qur-an.Diantara pemimpin-pemimpin itu kita scbut nama Amos, Hasea, Isaiah, Micah dan kCllludian Jercmiyah. Antara Micah dan Jeremiyah kira-kirJ 70 tahlln. Selama masa itu. Raja Manassah menghidupkan kembali penyembahan tt'rhadap dewa-dewa, khususnya yang dipuji-puji olch AS:iiria dan Babiloll. Tetapi kemudian muncullah Raja Josiah yang berbakti kcpada Tuhan yang Maha Esa dan menghilangkan tcmpat-tempat pcmujaan dewa-dewa tersebut. . Akhirnya Jeremiyah memperingatkan Bani Israilllntlik kcmbali kepada Tuhan. Bahkan Jeremiah menggambarkan bahwa Bani Israil akan jatuh dalam tawanan mllsuh. b:lI1yak yang akan terbunuh, sedang tempat-tempat pcmlljaan mcrcka akan dihancurkan oleh musuh. Gambaran Jeremiyah itu ternyata betll! tl'rjadi. Negara Juuah yang telah jatuh di bawah kekuasaan Babilon tidak mau mcngirim upet. kepada Raja ijabilon yang bernama Ncbukhadnczar. Hal ini menyebabkan Raja Babilon tersebut memutuskan untuk l11enghancurkan Israil. Pada tahun 586 SM tentara Babilon I11cnyerbu ke Jerusalem, menghancurkan benteng kota tcrsebllt serta tempat pemujaannya; orang-orang Yahudi lapisan atas sl'l11uanya diangkut ke Babilon. Dengan demikian maka Kerajaan Yahudi tdah musnah dan penyembahan Tuhan Illcnurut upacara Yahudi juga musnah dengan hancurnya satu-satunya tempat ihadah di Jerusalem. Akibat pengasingan orang-orang Yahudi di Babilon (Babylon exile) timbullah apa yang dinamakan "synagogue". yaitu temp at ibadat bagi pengikut agama Yahudi. Dahulu tempat ibadat itu satu, yaitu di Jerusalem, dimana mercka mcmuji Tuhan dan 78

menyembelih dan membakar korban binatang. Kan:na tClIIpllt tersebut telah dihancurkan oleh Babilon, maka orang-orull Yahudi membawa tenda kemana saja mereka pergi, dan dimullll Jnereka berdiam, disitulah mereka membina tempat penbadatan -nereka. Diantara para Nabi Bani Israil (prophet) adalah Ezekiel. Ia memimpikan kembalinya orang Yahudi dari Babilon dan dibangunnya kembali candi (temple) tempat ibadat mereka. Nabi yang terakhir dalam periode ini adalah Deutero Isaiah (Isaiah Kedua). Ia menegaskan tauhid, bahwa Tuhan itu satu. Ia adalah Tuhan segala ma nusia, bukan hanya Tuhannya orang Yahudi. Bangsa Yahudi adalah bangsa yang ditugaskan untuk menyampaikan akidah tauhid ini, dan nanti Tuhan akan I.llengirim seorang utusan untuk memimpin manusia. Pada tahun 535-332 SM, Palestina menjadi daerah yang berada dibawah pengaruh Persia. Pada tahun 535 SM. BabiIon dihancurkan oleh negara tetangganya yang besar yaitu Persia. Pada tahun 537 Raja Persia yang bernama Cyrus memberi kebebasan kepada suku Yahudi untuk kembali ke Palestina, akan tetapi sebagian besar tidak mau kembali, karena sudah tidak kenai lagi dengan negara itu. Mereka yang kembali merupakan bangsa Yahudi baru, denJl:an seorang Raia yang memerintah menurut kehendak bangsa yang berpengaruh. Pada tahun 332 SM bangsa Yahudi jatuh dalam kekuasaan Yunani,yaitu setelah Persia dikalahkan oleh Iskandar dari Masedonia .• Pada tahun 175SM Antiochus IV yang setia kepada negara Yunani melakukan politik yunanisasi. la mendirikan sebuah gimnasium di Jerusalem dan memaksa pemuda-pemuda Yahudi hidup secara Yunani, memakai pakaian Yunani dan adat kebiasaan Yunani. Tetapi Raja Antiochus terlibat dalam peperangan dengan Mesir pada tahun 170 SM, kesempatan mana dipakai oleh seorang Yahudi bernama Judas Maccabaeus untuk memimpin pemberontakan terhadap Raja Antiochus. Ia berhasil merebut Jerusalem pada tahun 164 SM dan melancarkan serangan-serangan di Samaria, Judas Maccabaeus berunding dengan Roma dan berhasil mendapat79

kan otonomi. Keluarganya menjadi pembesar-pembesar, agama (high priests) yang tersohor dengan nama Hasmonean dynasty. Sesudah keturunan Yudas Maeebaeus, maka mulailah periode kekuasaan Romawi pada tahun 63 SM. Pada tahun 39 SM, Kaisar Markus Antonius mengangkat temannya, Herod, menjadi Raja Yudea. Pada tahun 4 SM. Raja Herod meninggal, dan kerajaan Romawi menghapuskan Kerajaan Yahudi serta menempatkannya dibawah seorang Gubernur (proeuarator). Pontius Pilate adalah prokurator yang memutuskan hukuman salib bagi terdakwa Isa Al Masih. Ia diangkat pada tahun 26 M. dan hukuman salib dilaksanakan pada tanggal 3 April tahun 33 M. Kitab suej AI Qur-an membantah sekeras-kerasnya bahwa yang disalib itu Nabi Isa. Pada tahun 66 M. orang-orang Yahudi memberontak terhadap kerajaan Romawi. Mer~ka digempur oleh ten tara Romawi yang pada tahun 70 M berhasil menguasai kota Yerusalem. Tempat ibadat (temple) Yahudi dihaneurkan. Kebanyakan orang Yahudi meninggalkan Yudea, hanya sedikit sekali yang tetap tinggal di sana. Dalam keadaan yang selalu berubah menurut kekuasaan yang riil, meskipun ada Raja sebagai boneka kekmisaan asing, orang Yahudi hidup di bawah kekuasaan langsung daripada para ahli agama mereka. AWi-ahli agama itulah yang mengarahkan segala sesuatu dalam kehidupan masyarakat. Dalam sejarah, periode itu dinamakan_ "Rebbinic Yudaism", yakni agama Yahudi menurut interpretasi para ahli agama mereka. Segal a soaJ-soal keagamaan seperti tidak beketja pada hari Sabtu, pajak agama, puasa, makanan yang terlarang dan bermaeam-maeam adat kebiasaan yang dijadikan peraturan harus ditaati. AL. Saehar, pengarang buku "A History of Yews", menulis l>The early Hebrews had created the Bible out of their lives; their descendants created their lives out of the Bible", yang artinya : Orang-orang Yahudi dahulu meneiptakan Injil berdasarkan eara hidup mereka; tetapi keturunan mereka menciptakan kehidupan mereka berdasarkan Injil (yang telah dibuat). 80

Pad a akhir sejarahnya, umat. Yahudi terpecah mClv"di 11~11 golongan, yaitu Pharisees, Sadducees dan Esseness. GOIOll)/,l1ll pertama, yakni Pharisees, merupakan mayoritas; mereka rrwrup" kan golongan tengah (middle class) dan kaum yang lebih 1('( pelajar. Mereka percaya kepada hari kiyamat, kepada pahala dall siksa dan kepada akan datangnya Al Masih yang akan memimpill mereka. Mereka sangat berpegangan kepada hukum yang c1ibentangkan oleh golongan aga-ma. Golongan kedua, yaitu Sadducees, merupakan golongan orang kaya. Sebagaimana biasa, kebanyakan anggota golongan kaya meninggalkan agama dan mengingkari hari kemudian. Anehnya, dalam golongan Sadducecs ini termasuk pula para ahli agama, karena mereka itu telah menjadi kaya dan tetap memeras rakyat dengan interpretasi hukum-hukum yang memberatkan kehidupan rakyat. Mereka lebih berpegangan kepada hukum-hukum agama daripada kaum Pharisees, karena justru mereka mendapat keuntungan dari kedudukan mereka sebagai pelaksana hukum-hukum agama. Golongan ketiga dan yang terkecil, ialah golongan fusenes. Mereka itu terdiri dari orang-orang yang berasal dari lapisan rendah, Mereka mempraktekkari hidup zuhud sebagai prates terhadap golongan ahli agama dan orang-orang kaya (sadducees). Mereka hidup secara kolektif, di gua-gua dekat Laut Mati di Palestina, menulis manuskrip-manuskrip keagamaan. Mereka melakukan pemandian (baptism), merenungkan hidup sesudah mati, hari kiyamat dan datangnya AI Masih. Diantara kaum Essenes ini kita dapatkan Nabi Yahya (John the Baptist), anak Zakaria, Agama Nasrani Dalam suasana meraja-Ielanya kaum Sadducess, khususnya para ahli agama yang memaksakan hukum kepada orang lain, tetapi mereka sendiri kurang iman kepada agama, muncullah Nabi Isa, anak Siti ~aryam, Ia adalah seorang Yahudi dari Nasirah (Nasareth), oleh karena itu agama yang dibawa oleh Nabi Isa dinamakan agama Nasrani. Dalam Al Qut-an disebutkan bahwa Nabi Zakaria yang sudah lanjut usianya memohon kepada Tuhan agar dikaruniai anak;
81

permohonan itu dikabulkan dan akhirnya lahirlah Y:ahya. Z~aria. ini adalah paman Siti Maryam ibu N<\bi Isa, dan yang memehharanya. Ia selalu melihat makanan di tempat Malyam, padahal ia tahu tak ada orang yang memberinya; ia bertanya kepada Maryam; darimana ia memperoleh makanan tersebut. Maryam menjawab: Itu datang dari Tuhan. Hikayat ini menunjukkan betapa dekat hubungan antara keluarga Nabi Isa dan keluarga Nabi Yahya. Sebagai dikatakan di atas, Nabi Yahya termasuk golongan Essenes yang hidup zuhud. Ia ITlengembara di tempat-tempat yang sunyi. Sementara itu Siti Maryam telah melahirkan Nabi Isa, walaupun ia perawan. Hikayat kelahiran Nabi Isa ini sangat masyhur, banyak disebut dalam Al Qur-an antara lain 'dalam Surat Maryam. Ketika Nabi Isa sudahberumur ±30 tahun, ia berjumpa dengan Yahya, yang kemudian membaptiskannya secara kaum Essenes. Ia mengatakan bahwa Isa jauh lebih utama daripadanya. Yahya merasa dirinya tidak senilai dengan sepatu Nabi Isa. Kehidupan Nabi Isa dari lahirnya sampai umur 30 tahun tidak banyak diketahui orang, sebab ke-empat Injil hanya memberitakan kejadian-kejadian selama kira-kira t~ga tahun, yaitu ketika Nabi Isa melakukan tugasnya sebagai Nabi sampai peristiwa penyaliban. Tetapi ada dugaan keras, bahwa ia mengikuti pekerjaan suami ibunya, Yusuf, yang disebut sebagai tukang kayu atau tukang batu (bhs. Yunani: "tekton"). Sejarah lahirnya tidak diketahui dengan pasti. Menurut Marcello Craveri! dalam bukunya "The Life of Jesus", halaman 37, maka sampai abad 4 hari lahir Nabi Isa diperingati pada tanggal Maret 28, April 18 atau Mei 29, menurut kepercayaan masingmasing. Kemudian diperbarui menjadi 6 lanuari, dengan dihitung 30 tahun kebelakang dari tanggal penyaliban. Akan tetapi di Eropa Barat orang menyesuaikan hari lahir Nabi Isa dengan suasana keagamaan disana. sehingga hari lahir Nabi Isa jatuh pada tanggal 25 Desember, yang semula merupakan Dies Natalis Solis Invicti (hari lahir matahari yang jaya). Nabi Isa melakukan tugasnya sebagai Nabi disekitar Danau Tobaria dan desa-desa sekelilingnya, khususnya diantara rakyat 82

jelata dan kaum nelayan. Beliausangat suka bergaul dengan faKl1 miskin, sehingga didalam Injil iatelah disebutkan berkata: 'Cilaka bagi orang-orang yang kaya dan orang-orang yang tertawa' (Lukas 6.24). Diriwayatkan pula, bahwa seorang anak muda kaya ingin mengikuti beliau, maka sebagai syarat pemuda itu diminta agar lebih dahulu menjual segala harta-bendanya dan membagikan hasil penjualannya itu kepada fakir miskin (Lucas 16.19). Nabi Isa mengecam para ahli agama dengan katanya, sebagaimana tersebut dalam Matheus 23 sid 28: 23. Cilaka bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang-orang Pharisi, orang-orang munafik! Karena kamu membayar 1I 10 daripada selisih, adas manis dan jintan, tetapi hal ihwal yang terlebih wajib didalam Taurat seperti keadilan dan belas kasihan dan setiawan kamu tinggalkan. Inilah yang patut diperbuat dan yang lain itupun jangan ditinggalkan. 25. Cilaka bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang Pharisi, orang munafik! Karena kamu membersihkan luar cawandan pinggan, tetapi didalamnya penuh dengan rampasan dan lobamu. 26. Hai orang Pharisi yang buta! Bersihkanlah dahulusebelah dalam cawandan pinggan, supaya luarnyapun menjadi bersih. 27. Cilaka bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang Pharisi, orang munafik! karena kamu seumpama kubur yang bersapu kapur; sungguhpun dari luar kelihatan elok, tetapi didalamnya berisi tulang orang mati dan berbagai-bagai najis. 28. Sedemikian juga kamu inipun dari luar kelihatan besar kepada orang, tetapi didalam penuh kamu dengan munafik dan dosa.

Di samping menumpahkan caciannya kepada para pembesar agama dan golongan Pharisi, Nabi Isa selalu bergaul dengan rakyat jelata yang Oliskin dan sakit. Dalam Injil Lukas 6.24 kita dapatkan: Cilaka bagi kamu, hai orang yang kenyang sekarang ini, karena kamu akan lapa. kelak. Cilaka bagi kamu yang tertawa sekarang ini, karcnll kalllll akan berdukacita dan menangis.

Dalam Injil Matheus 19.24 kita dapatkan: Dan lagi pula aku berkata kepadamu: 'Lebih mudahlah seek or unta masuk ·ke lobang jarum daripada seorang kaya masuk kedalam kerajaan Allah'. Sikap Nabi Isa terhadap kaum aga!l1;l yang mempunyai kekuasaan dan kekayaan, ditambah dengan kesukaannya bergaul dengan orang-orang miskin dan menderita, telah membangkitkan amarah dan dengki di hati orang-orang Pharisi dan Saddusi. Oleh karena itu ketika Nabi Isa datang ke Jerusalem pada hari Pq,skah1) orang-orang Pharisi dan Saddusi mengambil kesempatan untuk mengenyahkan Nabi Isa, maka dilaporkanlah kunjungannya itu ke Jerusalem dan akhirnya menurut riwayat Injil Nabi Isa ditangkap, diadili dan disalib. Hukuman penyaliban Nabi Isa sampai mati menjadi pokok teologi agama Nasrani dan Al Qur-an membantah sekeras-kerasnya dalam Surat An-Nisaa, ayat 155 - 158:
"Dan oleh karena mereka menyalahi janji mereka dan t(dok percaya kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar, begitu pula karena mereka berkata: "Hati kami tertutup'; sesungguhnya Tuhan menutup hati mereka karena kekufuran mereka, sehingga mereka tidok percaya kecuali hanya sedikit. Demikian pula karena merelca berkata : "Kami telah membunuh Al Masih Isa, anak Maryam, utusan Tuhan ", padahal mereka itu tidok membunuhnya don tidak mensalibnya, tetapi OTungyang disalib itu telah dibuat serupa dengan Al Masih. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih pendapat tentang Nabi lsa ini, mereka itu juga dolam kesangsian ten fang hat tersebut; mereka tidak mempunyai pengetahuan selain mengikuti dugaan. Mereka tidak membunuh Nabi Isa secara yakin. Akan tetapi Allah telah mengangkatnya kepadaNya, dan Allah itu Maha Mulia don Maha Bijaksana':

Sebelum meneruskan pembicaraan tentarig sejarah agama Nasrani, kami merasa perlu memberi keterangan ten tang Nabi Isa sebagai berikut:
1) Hari Paskah juga disebut passover artinya hari bangsa Yahudi menyeberangi menyelamatkan diri dengan Nabi Musa dari perbudakan ,Fir'aun. laut,

84

a.

b.

c.

Nabi Isa tidak meninggalkan sistim-sistim seperti sistim ibadat, sistim keluarga, sistim sosial, dan sebagainya. Beliau hanya meninggalkan 'paraboles', yaitu kata-kata perumpamaan, sebagai contoh apa yang disebut dalam Lukas 15: 4-7: "Siapakah diantara kamu yang mempuT1yai domba seratus ekor, lalu kehilangan seekor ctaripadanya, yang tidak akan meninggalkan yang 99 ekor di padang belantara, lalu pergi mencari yang. hilang itu sampai dapat? Dan jikalau didapatnya, maka diangkatnya di atas bahunya dengan suka-cita. Setelah sampai di lUmah maka dipanggilnya sahabat-sahabat dan orang-orang tetangganya, serta berkata kepada mereka itu: Bersuka-citalah kamu dengan aku, karena aku telah menemukan dombaku yang hilang. Maka aku berkata kepadamu: Demikian juga di surga kelak akan ada kesukaan, karena seorang berdosa yang bert0bat, lebih daripada 99 orang yang benar yang tak usah bertobat". Isa tidak memikirkan kecuali nasib Bani Israil. Matheus 15: 24 berbunyi: "Tiadalah aku disuruhkan kepada yang lain, hanya kepada segala domba yang sesat dari antara Bani Israil". Nabi Isa bahkan memerintahkan kepada muridmuridnya supaya tidak pergi kepada orang kafir. Matheus 10: 5-6: berbunyi: "Maka kedua belas murid inilah disuruhkan oleh Jesus dengan pesannya demikian: Janganlah kamu pergi ke negeri orang kafir dan jangan kamu masuk -negeri orang Samaria, melainkan pergilah kamu kepada segal a domba kaum Israil yang sesat itu" Ada sebuah ayat yang bertentangan dengan uraian di atas, yaitu Matheus 28: 19 yang berbunyi: "Sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu muridku, serta baptiskanlah dia dengan nama Bapa dan Anak dan Ruhulkudus". Menurut beberapa sarjana, diantaranya juga Prof. Glassenap, sudah pasti kata-kata terse but baru dimasukkan dalam Injil pada waktu kemudian. Pad a dasarnya ajaran Nabi Isa sarna dengan ajaran Nabi Musa, dengan catatan-catatan sebagai berikut: 85

I.

2.

3.

Nabi Isa tidak menganggap mutIak penghonnatan terhadap hari Sabtu dengan tidak melakukan sesuatu pekerjaan. Dalam. Markus 2: 2-7 kita dapatkan: "Dan lagi ~atanya kepada mereka itu: 'Hari Sabat itu diadakan karena manusia, bukannya manusia diadakan karena hari Sabat"'. Nabi Isa tidak menghormati peraturan yang dibuat oleh manusia. Dalam Matheus 15: 9 kita baca: "Sia-sialah mereka itu menyembah Aku, karena mereka itu mengajarkan hukum-hukum akal manusia". Nabi Isa mengajarkan sikap lunak dan damai. Kita dapatkan dalam Matheus 5: 39-40 sebagai berikut: "Kamu sudah mendengar perkataan demikian: Mata ganti mat a, gigi ganti gigi. Tetapi aku ini berkata 'J angan melawan orang yang jahat, mekepadamu; lainkan barang siapa menamPar pipi kananmu, berilah kepadanya pipi yang sebelah lagi. Dan jika seorang hendak mendakwa engkau lalu mengambil bajumu, biarlah ia mengambil jubahmu juga". Akan tetapi di bagian lain dalam Injil kita dapatkan sikap yang sangat keras. Sebagai contoh kita ambil Matheus 10: 34-36 yang berbunyi: "Janganlah kamu sangka Aku datang membawa perdamaian diatas bumi ini. Bukannya Aku datang membawa perdamaian, melainkan pedanglah yang kubawa. Karena Aku datang untuk memeCah an tara orang dan bapanya, antara anak perempuan dan ibunya, antara menantu perempuan dan ibu-mertuanya, dan orang-orang serumah akan menjadi setelU yang satu terhadap yang lain." Contoh lain dapat kit a baca dalam Matheus I 2: 30: "Siapa yang tiada masuk pihakKu ialah lawanKu, jan siapa yang tiada mengumpulkan serta denganKu ialah mencerai beraikan. Sebagai akibat dari hal-hal yang tersebut dalam c 4, maka terdapat rasa fanatik dikalangan pengikut Nabi

4.

5.

86

Isa. Prof. Glassenap dari Universitas Tubingcll It II menulis dalam bukunya "Les Cinq Grandes Religiollfl till Monde", halaman 30 I, sebagai berikut: "Satu sifat istimewa agama Nasrani pada segala waktu adalllh sebagai berikut : perasaan damai dan belas kasihan, scrtll rasa cinta kasih terhadap sesama orang yang dekat (tetangga), selalu disusul dengan sifat fanatik dan agresip terhadap orangorang yang beragama lain, yaitu orang-orang yang - menurut kepercayaanmereka - akan mendapat siksa neraka abadi oleh karena mereka tidak mau mengakui kepercayaan Nasrani." "Dengan demikian maka dalam Injil kita dapat menemukan dua jalan sejajar dalam pikiran Nasrani untuk menghadapi hari kemudian, yaitu pertama: jalan damai yang dianut oleh mereka yang mengingkari diri mereka, mereka yang cinta kepada orang lain seperti cinta· mereka kepada diri sendiri, mereka yang hidup seorang diri untuk mengurus orang sakit dan orang miskin dan kedua : jalan kekerasan daripada para JUru penyelidik (pelaku inquisisi), hakim yang menjatuhkan hukuman kepada orang-orang yang tidak percaya kepada dogma gereja, serta para peserta perang salib yang mengancam memusnahkan dari dunia ini semua orang yang tidak mengikuti mcreka dalam kepercayaan mereka, serta memasukkan mereka dalam api neraka yang abadi di hari kemudian"_ Sejarah Agama Nasrani Setelah Nabi Isa tak ada lagi (menur\lt Injil mati disalib dan hidup lagi di langlt, menurut Islam tidak disalib dan telah wafat) para pengikutnya di pimp in oleh dua belas sahabat Nabi Isa, yang dalam AI Qur-an dinamakan Hawari. Sahabat-sahabat Nabi lsa tersebut mempropagandakan agama Kristen ke seluruh Kerajaan Romawi, khususnya ibukotanya, Roma. Petrus menemui ajalnya di Roma akibat pembunuhan. Kuburan Petrus sekarang menjadi Katedral St. Peter, yang merupakan pusat Vatikan. Orang yang besar jasanya kepada agama Kristen adalah Paulus. Ia seorang Yahudi dari Tarsus (daerah Turki) dan sebelumnya bemama Saul la aktif dalam menganiaya uma! Kristen, tetapi dalam perjalanannya an tara Damaskus dan )".
WI

rusalem ia merasa melihat Nabi Isa yang memarahinya; mulai saat itu ia menjadi pemimpin Kristen yang besar, mempropagandakan agama Kristen kepada orang-orang Yahudi di perantauan, dan suratnya kepada mereka itu merupakan bagian penting dalam Injil (Perjanjian Baru). Di sampingjasanya menyiarkan agama Kristen diantara umat Yahudi perantauan, ia menarik orang-orang yang bukan Yahudi, karena mereka itu ban yak dan diharapkan. la tidak lagi menganggap bahwa khitan itu perlu bagi umat Kristen. Paulus yang mengetahui filsafat, memberikan tafsiran tentang Trinitas sebagai berikut: Oleh karena manusia pertama (Adam) itu berdosa, maka seluruh manusia itu membawa dosa asH dan akan masuk neraka. Untuk menyelamatkan manusia,Tuhan telah menjelma menjadi manusia (lsa) yang kemudian mengorbankan dirinya menebus dosa manusia. Selama 3 abad setelah Nabi Isa tak ada lagi, umat Kristen sangat berpegangan kepada kenang-kenangan tentang Nabi Isa, dan oleh karena itu dalam sejarah mereka dinamakan Masehi, artinya penganut setia kepada Al Masih (Kristus), yang diusap dengan minyak kasturi; mereka itu dianggap sebagai orang yang tidak setia kepada Kerajaan Romawi, dicari-cari, jika terdapat disiksa dan dibunuh. Bahkan ada kaisar-kaisar Romawi yang suka menjadikan orang-orang Kristen sebagai makanan singa di Coliseum (arena pertarungan antara gladiator di Roma dahulu). Tetapi pada tahun 311 Kaisar Constantin mengeluarkan dekrit toleransi, yang berarti bahwa agama Kristen diberi hak hidup di Kerajaan Romawi. Dalam masa toleransi orang-orang Masehi mengatur diri mereka dalam kelompok-kelompok yang disebut gereja. Mereka itu dipimpin oleh seorang ketua (presbyter) dan penilik (episcopal). Para penilik berada di bawah pembesar (Patriach) yang berkedudukan di Konstantinopel (ibukota Kerajaan Romawi Timur), Antioch (kota di Ttirki Tenggara), Alexandria (Mesir), dan Roma Obukota Kerajaan Romawi bagian Barat). Kaisar Constantin 88 sendiri akhirnya memeluk agama Maseru

pada tahun 323 dan menjadikan agama Masehi menjadi agulllll resmi Kerajaan Romawi. Kemudian agama Masehi tersiar diantara suku-suku di Jurman. Clovis, Raja Perancis, memeluk agama Masehi pada tahun 496. Selanjutnya agama Masehi tersiar di kepulauan Inggris pacta tahun 597, diantara bangsa Slave pada tahun 863, di Russia pacla tahun 987lewat propagandis-propagandis dari Konstantinopel, dan di Hongaria, Polandia dan Cekoslovakia pada tahun 1000 sebagai hasil pekerjaan propagandis-propagandis dari Roma.

Sejarah

Trinitas

Agama Masehi berpusat kepada pribadi pendirinya, yaitu Al Masih (Kristus), sehingga pemikiran-pemikiran banyak diarahkan kepadanya: Apakah ia Anak Tuhan, apakah manusia, apakah di dalamnya terdapat unsur ketuhanan dan kemanusiaan .. Jika Ia adalah Anak Tuhan, apakah diciptakan oleh Tuhan atau bagaimana? Oleh karena persoalan itu makin lama makin mengganggu kestabilan Negara, maka Kaisar Constantin mengambil inisiatip untuk mengadakan kongres di Nicaea (daerah Turki sekarang) pada tahun 325. Dalam Kongres tersebut ada dua aliran yang bertentangan: 1) aliran Arius, uskup Alexandria, yang mengatakan bahwa Tuhan Anak itu diciptakan oleh Tuhan Bapak, sedangkan 2) aliran Athanasius (Patriark Alexandria) mengatakan bahwa Tuhan Bapak dan Yuhan Anak itu sarna, dari zat yang sarna. Keputusan Kongres Nicaea tahun 325 itu menurut buku "History of Christianity" sebagai berikut: "We believe in one God, Father almighty, maker of all things, visible and invisible; and in one Lord, Jesus Christ, the son 'Of God, begotten of his father, only begotten, that is of the oasia of the father, God of God, Light of Light, true God of True God; begotten not made, of one substance with the father, by whom all things were made, both things in heaven and things on earth, who for us men and for our salvation, came down from heaven and Will

made (became) flesh and was made (became) man, suffered and rose again on the third day, ascended into the heavens and comes to judge living and dead". Dalam bahasa Indonesia keputusan tersebut diatas dapat disalin kurang lebih sebagai berikut: "Kita percaya kepada satu Tuhan, Bapa Yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu, yang nyata dan yang gaib; dan kita percaya kepada satu Raja (Lord), Jesus Kristus, putra Tuhan, diwujudkan dari bapanya, hanya diwujudkan, yaitu dari "oasia" bapanya, Tuhan dari pada Tuhan, Cahaya d(!.ri,pada Cahaya, Tuhan sejati dari Tuhan sejati; diwujudkan tidak dibuat, dari satu zat yang sarna dengan bapanya, yang telah menciptakan segala sesuatu, yang di langit dan yang di bumi. Yang demi umat manusia dan demi keselamatan kita, tUfUn dari sorga dan dijadikan (menjadi) jasad dan dijadik4n (menjadi) manusia, menderita dan bangkit kembali pada hari ketiga, manjat ke sorga dan datang mengadili yang hidup dan yang mati". Kemudian timbul perselisihan mengenai inkarnasi, yakni penjelmaan Tuhan dalam Isa. Kali ini dua pihak yang bertentangan ialah Cyril (Patriark Alexandria 412-444) dan Nestorius (Patriark Konstantinopel 428-431). Cyril berpendapat bahwa dalam Jesus hanya ada satu kepribadian, yaitu Ketuhanan, sedang Nestorius berpendapat bahwa dalam Jesus itu ada dua kepribadian, yaitL pribadi manusia dan pribadi Tuhan. Nestorius lebih jauh mengatakan, bahwa adalah salah untuk mengatakan Maryam itu ibu Tuhan. Maryam adalah ibu Isa (Jesus) dalam kepribadiannya sebagai manusia. Jesus sebagai Tuhan tidak ber-ibu. Dalam hal ini Gereja Masehi terpecah menjadi dua: uskupuskup di sebelah Timur Suez berpihak kepada Nestorius dan uskup-uskup di sebelah Barat Suez berpihak kepada Cyril. Untuk memecahkan soal tersebut, suatu Kongres (council) telah diadakan di Ephesus (Turki sebelah Barat-daya) pada tahun 431. Tetapi yang terjadi, pengikut Cyril, telah datang lebih dahulu dan menutup pintu tempat sidang. Cyril sendiri mengetuai sidang, sehingga keputusan sidang sarna dengan pendapat Cyril,yaitu dalam Isa (Jesus) hanya ada satu pribadi, yaitu pribadi Tuhan. Sidang tersebut juga memutuskan bahwa Nestor itu murtad

90

(heretic). Mcskipun demikian Nestor tetap mempunyai ha/lyuk pcngikut di Syria. Ketika pemerintah Kerajaan Romawi d Konstantinople menganiaya pengikut Nestor, orang-orang SYllH menjadi benci kepada Pemerintah Konstantinopel dan hal iJli, lllenurut Bertrand Russel,memudahkan masuknya tentara Islam k" Syria pada zaman Vmar bin Khattab. Sesudah Cyril meninggal pada tahun 444, diadakan sinode di Ephesus pada tahun 449. Sinode atau konperensi Ephesus tersebut menelorkan apa yang dinamakan "monophysite heresy" (kemurtadan yang didasarkan atas kepercayaan bahwa Isa adalah Tuhan karena hanya mempunyai pribadi Tuhan). Kaisar Kerajaan Romawi menguatkan keputusan Konperensi Ephesus 449 tersebut. Tetapi Paus Leo kemudian mengadakan Kongres (Council) di Chalcedon (di Turki Barat) pada tahun 451, yang membatalkan keputusan-keputusan konsili Ephesus 431 dan 449. Konsili Chalcedon 451 ini mengambil sebuah keputusan yang karena pentingnya saya kutip secara hart1yah sebagai berikut: "Following the holy fathers we teach with one voice that the Son (of God) and our Lord Jesus Christ is to be confessed as one and the same (person), that he is perfect in Godhead and perfect in manhood, very God and very man, of a reasonable soul and (human) body consisting, consubstantial with the Father as touching his Godhead and consubstantial with us as touching his manhood; made in all things like unto us, sin only excepted; begotten of his father before the worlds according to his Godhead; but in these last days, for us men and for our salvation born (into the world) of the Virgin Mary, the mother of God according to his manhood. This one and the same Jesus Christ the only begotten son (of God) must be confessed to be in two natures, unconfusedly, immutably, indivisibly, inseparably (united) and that withount the distinction of natures being taken away by such union, but rather peculiar property of each nature being preserved and being united in one person and subsistence, not sparated or divided into two persons, but one' and the same son imd only begotten, God the word, our Lord Jesus Christ, as the prophets of

91

old times have spoken concerning him, and as the Lord Jesus Christ has taught us :mdas the creedof the Fathershas delivered to us". Artinya kurang lebih: Mengikuti jejak pemimpin-pemimpin kudus kami, dengan suara bulat kami ajarkan bahwa Putera (Tuhan) dan Raja kita Jesus Kristus itu harus disaksikan sebagai satu (pribadi) yang sarna, bahwa beliau itu sempurna dalam Ketuhanannya dan sempurna dalam kemanusiaannya, sangat bersifat Tuhan dan sangat manusiawi, mempunyai jiwa adil dan badan manusiawi, terdiri dari substansi yang sarna dengan si Bapa dalam aspek Ketuhannya dan terdiri dari substansi yang sama dengan kita dalam aspek ,kemanusiaannya; dalam segala hal dibuat sama dengan kita, kecuali dosa; diwujudkan dari si Bapa sesuai dengan Ketuhanannya sebelum ada alam semesta; tetapi dalam hari-hari terakhir ini, demi umat manusia dan keselamatan kita, dilahirkan (di dunia ini) dari Perawan Maryam, ibu Tuhan, sesuai dengan sifat-sifat kemanusiaannya. Jesus Kristus yang satu dan sarna ini, satu-satunya Putera (Tuhan) yang diwujudkan, harus disaksikan mempunyai dua sifat, tak dapat dicampur, tak dapat diubah, tak dapat dibagi, tak dapat dipisah-pisah (bersatu) dan demikian itu tanpa menghilangkan perbedaan-perbedaan sifat, bahkan ciri-ciri perbedaan itu tetap terpelihara dan tetap bersatu dalam satu pribadi dan hidup, tidak terpisah atau terbagi dalam dua pribadi, akan tetapi satu Putera yang sam a dan satu-satunya yang diwujudkan, atas Sabda Tuhan, yaitu Raja kita Jesus Christ, sebagaimana Nabi-Nabi dari zaman dahulu pernah berbicara tentang beliau, dan sebagai mana Raja Jesus Kristus mengajarkannya kepada kita, dan sebagaimana kepercayaan bapa-bapa kita telah meneruskannya kepada kita." Untuk meringkaskan, akidah agama Masehi tentang Tuhan adalah sebagai berikut: Mula-mula ada perselisihan antara Athanasius dan Arius. Athanasius berpendapat bahwa Tuhan Bapa dan Tuhan Anak itu sarna dan dari zat yang sarna, tetapi mereka merupakan dua pribadi. Sedangkan Arius mengatakan Tuhan Bapa menciptakan

92

Tuhan Anak. Perselisihan ini diselesaikan .di Nicaea tahUl1 '\')1. dengan sebuah keputusan agak condong kepada Athtlll:lshlN Terhadap keputusan Majelis Nicaea tersebut Sabellius menen tu Ill'. dengan mengatakan bahwa Tuhan Bapa dan Tuhan Anak hJIIYlI merupakan dua aspek yang berbeda dari satu Tuhan (two different aspects of one being). Betrand Russell berkata, bahwa dengan demikian, seorang Masehi Ortodoks berada ditengah dua bahaya: Jika ia menekankan perbedaan antara Tuhan Bapa dan Tuhan Anak ia akan terjerumus dalam bahaya arianism yang dikutuk oleh Konsili Nicaea tahun 325. Dan jika ia menekankan kesatuan an tara Tuhan Bapa dan Tuhan Anak, ia akan terjerumus dalam bahaya Sabellianism. Athanasius diikuti oleh penduduk Mesir,sedangkan Konstantinopel dan Syria mengiku ti Arius. Kemudian setelah perselisihan antara Arius dan Athanasius selesai, timbul perselisihan baru yang hampir sarna, yaitu perselisihan antara Cyril yang mengatakan, bahwa dalam Jesus hanya ada satu pribadi, yaitu pribadi Tuhan, dengan Nestorius yang berpendapat bahwa Isa mempunyai dua pribadi, Ya'ni pribadi Tuhan dan pribadi Manusia. Dalam persoalan terse but di atas, orang Mesir dan Abyssinia mengikuti Cyril yang memilih aliran monophysite, yakni bahwa dalam Jesus itu hanya ada pribadi Tuhan. Karena mereka dianiaya oleh Pemerintah Romawi yang mengikuti Nestor, yakni aliran yang mengatakan bahwa Isa mempunyai pribadi Tuhan dan pribadi manusia, maka Mesir benci kepada Pemerintah Pusat Kerajaan Romawi dan hal ini menurut Bertrand Russell memudahkan jatuhnya Mesir ketika diserbu oleh 'Amr bin As, panglima yang dikirim olehKhalifah Umar bin Khattab. Walaupun beberapa kepercayaan dalam agama Masehi dikatakan sebagai 'heresy' (keluar dari agama Masehi), namun selama permulaan Abad Pertengahan doktrin-doktrin agama Masehi belum ditetapkan secara pasti. Tentu saja semua orang Masehi percaya adanya suatu Tuhan pencipta dan penguasa alam, serta percaya kepada hukuman dan pahala sesudah mati. Akan tetapi lain-lain akidah masih kabur. Perbedaan tentang Trinitas adalah

93

suatu contoh yang sangat penting. Tetapi di samping itu, soal-soal berapakah sakramen itu, apakah kekuasaan pendet-a, semua itu juga belum ada ketentuan. (Burns and Ralph: "World Civilisation I, ha1. 356). Dalam garis besarnya ada dua aliran tentang soal-soal terse but di atas : I) aliran yang menginginkan terlaksananya agama Masehi yang ideal seperti pada zamannya sahabat-sahabat Nabi lsa (apostles), yaitu ketika Gereja merupakan perkumpulan orang-orang mistik, yang masing-masing mendapat petunjuk dari hati sanubarinya sendiri dalam soal kepercayaan dan tindakan-tindakan; 2) orang-orang yang menghendaki agar Gereja Masehi merupakan suatu organisasi yang membuat aturan-aturan dan hukumhukum bagi para pengikutnya sesuai dengan situasi dan keperluan masa. Perkembangan organisasi Kristen adalah satu hal yang sangat penting selama Abad Pertengahan. Pada permulaan abad itu organisasi tersebut sudah rnerupakan struktur yang akhirnya menjadi kerangka masyarakat Ketika Kerajaan Rornawi di Barat mulai berceceran, Gereja mengambil alih fungsi Kerajaan. Mula-mula organisasi Gereja itu sangat sederhana. Orangorang Masehi berkumpul di rurnah salah seorang anggota jernaah dan mendengarkan nasehat-nasehat dari ternan-ternan rnereka yang dianggap menerima hubungan langsung dengan Ruh Kudus. Waktu itu belum ada perbedaan antara orang awam dan para pendeta. Tiap-tiap Gereja mempunyai pengurus yang rnenyelenggarakan ibadat bersama, memberi nasehat kepada para anggota dan membagi sedekah. Lama-kelamaan di bawah pengaruh agarna rahasia (mystery religions) ibadat Masehi menjadi sangat rumit, sehingga perlu diadakan seorang pendeta khusus untuk rnernpelajari agarna. Hajat untuk membela diri terhadap penganiayaan Kerajaan serta keinginan untuk mendapatkan kepercayaan yang hornogen', telah mendorong perkembangan organisasi kegerejaan. Maka ditiap-tiap kota penting timbullah seorang uskup. Pada al'lad 4 diatas 94

uskup-uskup tersebut ada empat orang patriark, masing-masing Alexandria, Antioch, Konstantinopel dan Roma.

di

Diantara 4 patriark tersebut, patriark di Roma mempunyai kedudukan paling unggul. Uskup Roma dianggap lebih penting karena beberapa sebab: l) Roma merupakan bekas ibukota Kerajaan Romawi dan disanalah Rasul Petrus dan Paulus menyiarkan agama Kristen sampai mereka menemui ajal mereka sebagai pahlawan. 2) Disamping itu, dalam Injil Matheus 16:-18-19 disebut bah~a Nabi Isa telah memilih Petrus sebagai penggantinya. Pada mulanya Petrus itu seorang pencari ikan bernama Simon. Nama ini kemudian diganti dengan Cepha dan diibaratkan sebagai batu landasan untuk agama Masehi. Cepha berarti batu dalam bahasa Aramaic. Dalam bahasa Yunani batu itu petros. Ayat dalam Injil Met~ustersebut dijadikan doktrin, yaitu "doctrine of the Petrine succession". (doktrin penggantian Petrus). 3) Ketika ibukota Kerajaan Romawi dipindahkan ke Konstantinope\ untuk menjauhkannya dari serangan-serangan musuh dari utara, Roma dan sekitamya tidak dapat dikatakan berada dibawah kekuasaan Kaisar di Konstantinopel. 4) Pada tahun 455 Kaisar Valentinian III mengeluarkan dekrit agar semua uskup-uskup di bagian Barat tunduk kepada uskup Roma. Tetapi pada hakekutnya dekrit itu tidak diindahkan oleh uskup-uskup di Barat. Suatu hal yang secara pash telah ikut menegakkan kedudukan uskup Roma adalah bahwa daerah Roma telah dikuasai oleh suku-suku Jerman dan Gothik. Uskup Roma selalu melindungi penduduk daerah Roma dari kekejian-kekejian orang-orang Jerman dan dari exploitasi Kaisar Justinian di Konstantinopel. Prof. Glassenap dalam bukunya "Les Cinq Grandes Religions du Monde", menyebutkan tahun 502 sebagai permulaan ke-pausan, ya'ni secara resmi uskup Roma memakai gelar Paus. Paus memiliki kekuasaan duniawi, baru ketika Raja Perancis, Pepin mengusir orang-orang Lombard dari Italia, membentuk 95

daerah-daerah Pemerintahan Paus (Papal States)dan memerdekakan Paus dari kaisar-kaisar di Konstantinopel serta menjadikan mereka itu ternan dan sekutu Raja-raja Perancis pada bulan Juni tahun 736. Perlu diterangkan disini, bahwa dari semula Patriark: Konstantinopel tidak menganggap Patriark Roma lebih tinggi daripadanya. Dan ketika Patriark Roma telah diberi daerah luas oleh Raja Perancis, Pepin dan Paus menjadi sekutu Kerajaan dinasti Charlemagne, maka terputuslah hubungan antara Gereja Romawi dan Gereja Bizantium. Gereja Romawi dinamakan Gereja Katolik dan Gereja Konstantinopel dinamakan Gereja Ortodox. Sebelum mengakhiri pembicaraan tentang agama Yahudi dan Kristen, karena kitab suci mereka dipakai sebagai kitab suci agama Kristen yaitu Bible, Perjanjian Lama khusus untuk orang Yahudi, dan keduanya bersama untuk umat Kristen, maka baiklah kita membicarakan tentang kitab suci tersebut sebagai berikut: I. Perjanjian Lama: asalnya dal&m bahasa Ibrani dan telah ada sejak ±1000 SM. Pada abad 3 SM, Raja Ptolemy Philadelphus di Alexandria memerlukan salinan daripada hukum Yahudi. Kemudian oleh kepala agama Yahudi di Jerusalem dikirim 70 ulama dan 70 ulama tersebut mensahkan terjemahan 5 fasal Nabi Musa dalam bahasa Yunani. Oleh karenanya Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani ini disebut Septuagint (tujuhpuluh). Kemudian muncullah terjemahan fasal-fasal lain, sehingga Perjanjian Lama telah selesai disalin dalam bahasa Yunani sebelum lahirnya Nabi Isa. 2. Perjanjian Lama dapat dikatakan sebagai kumpulan tulisantulisan yang ditulis oleh beberapa orang, dalam beberapa masa sejarah, dan diambil dari sumber-sumber yang bermacam-macam pula. 3. Sumber-sumber Perjanjian Lama ada tiga: i. sumber yang disebutkan (specified). Sebagai contoh: Dalam kitab Keluaran XXIV:4,7) disebutkan: Kitab Perjanjian (Book of the Convenant) yang diterima oleh Nabi Musa dari Tuhan di gunung Sinai. 96

4.

Buku itu merupakan sepotong batu yang ditulis pada dua wajahnya, kemudian diletakkan dalam suatu tempat khusus. ii. yang diketemukan jejaknya sampaiasalnya (traced), ya'ni dengan dibandingkan dengan tulisan-tulisan kuno dari Babylon, Mesir, Assyria, dan lain-lain. iii. yang didapatkan lewat penyimpulan (inferred). lnfe-. rence dilakukan berhubung dengan adanya bermacammacam anakronisme (kesalahan-kesiilahan dalarn menghit'ung dan menetapkan tanggal), kejadian yang disebut berulang-ulang dalam bentuk berlainan, atau kontradiksi, perbedaan dalam satu fasal, mengenai susunan kata (style), atau sifat (quality) atau tabi'at, dan bukti bahwa ada suatu pengarahan untuk rnernilih bahan buku terse but. Susunan Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani tidak sarna dengan susunan PeIjanjian Lama dalam Injil yang dinyatakan sebagai 'authorised version' (versi yang disahkan). Susunan PeIjanjian Lama dalam bahasa lbrani sudah terkenal semenjak abad 3 SM, sedangkan PeIjanjian Baru dalam lnjil bahasa lng~ gris sekarang adalah berdasarkan dekrit Raj a lnggris tahun 1611 M. Diperlukan beberapa abad sebelum terdapat kepastian: Apakah yang dianggap bagian PeIjanjian Baru, karena pada permulaan propaganda dilakukan secara lisan dan berbedabeda menurut temp at. Dan oleh karena tak ada kekuasaan tertentu yang menangani, rnaka ban yak sekali manuskripmanuskrip muncul dalam bentuk yang berbcda-beda. Bahasa PeIjanjian Barn adarah Yunani, tetapi bahasa Yunani sendiri mengenal tiga macam: bahasa Yunani Tinggi, bahasa Yunani Pasar (koine) dan Yunaninya orang asing. PenteIjemahan Perjanjian Baru secara sungguh-sungguh bam dimulai pada permulaan abad 20 oleh seorang saIjana Jerman, Adolf Deissmann.
97

Perjanjian Barn 1.

2.

3.

4.

Sejarah menunjukkan bahwa mula-mula yang ada hanyalah bahan-ballan karya perorangan, seperti Injil Mateus, Markus dan lain-lain. Periode kedua merupakan periode dalam mana 4 Injil dan surat-surat Paulus dikumpulkan menjadi satu. Periode ketiga adalah periode dimana lain-lain isi Perjanjian Baru dimasukkan. Peri ode ke-3 ini diperkirakan pacta permulaan abad ke-3, oleh karena itu, naskah-naskah yang ada berasa! dari akhir abad ke-3, dan kebanyakan dari abad 4 at au 5.

Tak ada bagian Perjanjian Baru yang. ditulis di Palestina; semuanya, kecuali surat-surat Paulus, ditulis sesudah tahun 70 M, ya'ni setelah jatuhnya Jerusalem digempur oleh Kerajaan Romawi. 6. lnjil Markus adalah yang tertua, menjadi sumber bagi Matells dan Lukas. Injil Yahya merupakan lnjil terakhir dan memuat teologia. Sebett;lnya, disamping empat lnjil tersebut masih ada InjiI-Injil lain, seperti Injil Ibrani, Injil Petrus (yang mengingkari pensaliban), Injil orang-orang Mesir, dan lain-lain lagi. Perkembangan agama Masehi menjadi Katolik dan Protestan terjadi pada tahun 1517 dengan gerakan seorang pendeta Jerman yang bernama Martin Luther. Akan tetapi kejadian terse but dan lain-Iainnya tidak dapat dibicarakan dalam pelajaran ini, karena maksud pelajaran ini han'ya untuk menggambarkan kelangsungan agama-agama Yahudi, Masehi dan Islam. Oleh karena·itu saya akan meneruskan dengan membicarakan agama Islam.

5.

Agama Islam
Dahulu orang Barat memakai istilah "Mohammedanism" untuk menunjukkan agama Islam. Kata terse but salah, sebab Islam bukan ciptaan Mohammad. Sekarang, kebanyakan pengarang Barat memakai perkataan Islam. Memang menurut Al Quran, Islam adalah nama agama yang diwahyukan oleh Tuhan untuk manusia. Dalam Al Qur-1n Surat 3 ayat 67 disebutkan bahwa Ibrahim bukan orang Yahudi, bukan 98

Jrang Nasrani, akan tetapi orang yang mengikuti jalan lurus(ha nifan) dan orang Muslim (musliman), dan ia bukan orang musynk. Islam dibawa oleh Nabi Mohammad (sallallahu alai hi wasallam). la lahir pada talmn 571 M di Mekkah darikeluarga Abdul Mutalib, kepala suku Quraisy yang berkuasa di Mekkah. Bapaknya bernama Abdullah dan ibunya bernama Aminah. Ketika Mohammad m3sih dalam kandungan, ayahnya bepergian berdagang ke Syria, dan meninggal dalam perjaJanan. Ketika masih umur 6 tahun ia dibawa ibunya berziarah kuburan ayahnya. Ibunya meninggal dalam perjalanan. Makiumiah di padang pasir 14 abad yang lalu perjalanan sangat sukar. Kemudian ia dipelihara neneknya selama 2 tahun dan ketika Abdul Mutalib meninggal, Mohammad diasuh oleh pamannya, Abu Talib. Walaupun Abu Talib itu keturunan keluarga berpengaruh, ia tern1asuk orang tidak berada. Ketika Mohammad berumur 24 tahun, Abu Talib minta kepadanya supaya ikut berdagang untuk meringankan be ban hidup Abu Talib sekeluarga Ia diperkenalkan kepada seorang janda kaya, yaitu Khadijah binti Khuwailid. Khadijah mempercayakan kepada Mohammad sejumlah barang dagangan serta mengirim seorang pelayannya (Maisarah) untuk men em ani Mohammad. Dalam perjalanan perdagangan itu Mohammad mendapat keuntungan besar dan Maisarah melaporkan kepada Khadijah tentang perangai Mohammad yang baik. Khadijah akhirnya meminta Mohammad agar mengawininya, Mohammad pun rela. Perkawinan terjadi pada waktu Mohammad umur 25 tahun dan Khadijah 40 tahun. Kedua insah, :;uami istri itu hidup bahagia selama 15 tahun, dikurniai beberapa anak. Mohammad dalam kehidupan materiil yang cukup terjamin condong untuk pergi ke tempat-tempat sunyi diluar kota Mekkah. Berhari-hari ia selalu di gua Hirak diatas Jabal Nurdengan membawa bekal secukupnya. Pada suatu waktu ia didatangi Malaikat Jebril yang membawakan wahyu Allah. Mohammad sangat takut, segera ia tUfUn dari gunung, pulang dan berkata kepada istrinya sambil menggigil: "SeJimutilah aku, selimutilah aku!". Khadijah yang selalu sangat memperhatikan
99

kesehatan suaminya, bertanya kepada saudarasepupunya, Warakah bin Naufal yang beragama Masehi. Warakah menerangkan bahwa yang datang kepada Muhammad ialah Malaikat yang mendatangi para rasul sebelumnya; ia juga mengatakan bahwa kaum Quraisy akan mengusir Nabi Muhammad dari Mekkah dan seandainya ia masih hidup dalam waktu itu, ia akan membantu Muhammad Setelah itu Nabi Muhammad melakukan tugasnya di Mekkah, mengajak menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa, Maha Tunggal. Selama 13 tahun ia mendapat rintangan-rintangan, khususnya setelah Khadijah, kemudian pamannya, kembali ke rahma tullah. Akhirnya Nabi Muhammad mendapat dukungan dari orangorang Yathrib yang menunaikan ibadah haji, mereka berjanji dalam bai'at Al Aqabah (satu tempat di kota Mekkah) yang terjadi pada tengah malam, bahwa mereka akan membela beliau. Kemudian pad a tahun 622 M Muhammad Hijrah ke Yathrib, dan tempat itu kemudian dinamakan Madinah (kota Nabi). Disitu Nabi Muhammad menjadi Nabi dan Kepala Negara. Ia melakukan peperangan dengan suku Quraisy di Badr, di Uhud serta perang parit. Pada perang Uhud ia hampir menderita kekalahan, karena para pengikutnya tak mentaati strateginya dan tergoda oleh jarahan materiil. Akhirnya kota Mekkah dhebutnya pada tahun 630 M dan ia meninggal pada tahun 632 M. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kita mengetahui sejarah Muhammad dari hari lahirnya sampai saat meninggalnya. Wahyu yang diterimanya diberitakan kepada para sahabat dan pengikutnya yang kemudian menghafalnya. Disamping itu beberapa sahabatnya menjadi sekretaris menulis ayat-ayat itu dalam bahan,.bahan yang ada. Al Qur1in dibukukan pacta zaman Khalifah Abu Bakar, setahun setelah Rasulullah meninggal, dan selesai pada zaman Khalifah Uthman ± 15 tahun setelah Nabi Muhammad wafat. Quran yang ditulis pada zaman Uthman itu menjadi Quran standar 100

(induk) dan semenjak itu sampai saat ini bentuknya tak pernah mengalami perobahan, baik redaksi maupun urutan-urutan surat-suratnya yang berjumlah 114 dan ayat-ayatnya sebanyak 6243. Disamping Al Qur-an Nabi Muhammad meninggalkan petunjuk-petunjuk cara sembahyang, puasa, haji, dan lain-lain begitu juga muamalat (perdata) dan jinayat (pidana), dan ini untuk sementara waktu menjadi tradisi oral (Iisan), sampai dibukukan oleh Bukhari (±'256), Muslim (±261), Nasai (303), Tarmuji (279), Abu Daud (275) dan Ibn Maja (273). Jika Nabi Ibrahim menurunkan suku yang kemudian disebut Bani Israil, di satu pihak, dan bangsa Arab di pihak lain, yaitu dari anaknya yang bersama Ismail, maka agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad s.a.w. sejak permulaannya merupakan agama universil. Dalam Surat 21 ayat 107 disebutkan: "Aku tidak mengutus kamu, hai Muhammad,' Jcecwzlisebagai mhmat bagi segala numusia': Al Quran, kitab suci yang merupakan wahyu harfiah dari Allah mengandung isi riwayat para Nabi dahlilu, daTi yang sampai sekarang belum dapat disajikan secara iImiah, sampai yang sudah dapat diterangkan secara ilmiah dan berdasarkan sejarah, yaitu Nabi Ibrahim, Ishak, Ya'kub (lsrail), Yusuf, Musa, Harun, kemudian NabiIsa dan akhirnya Rasul terakhir, ya'ni Nabi Muhammad s.a.w. Hikayat Nabi Isa dan Siti Maryam merupakan bagian penting dalam AI Quriin (Surat Maryam). Pokok ajaran Nabi Muhammad ialah Tauhid. Sebagaimana sudah kita ketahui, kepercayaan menurut Majlis Nicaea tahun 325 mengatakan bahwa Tuhan Bapa dan Tuhan Anak adalah dari satu substansi. Kemudian Majlis Ephesus 431 mengatakan bahwa dalam Nabi Isa hanya ada Pribadi Tuhan. Dan akhirnya pada Majlis Chalcedon 451 diputuskan bahwa dalam Isa itu ada dua unsur, unsur Ketuhanan dan unsur kemanusiaan. Begitu pula Ruhul Kudus dijadikan salah satu daTi tiga unsur Ketuhanan, sebagai akibat pengaruh f1lsafat neoplatonism, yang mengajarkan adanya the First (yang pertama); kemudian the Divine Mind) (akal Tuhan) dan the Soul (Jiwa). The One dan the First disamakan dengan 101

Allah, the Divine Mind disamakan dengan Isa yang mengandung segala 'forms' (bentuk), dan kemudian the Soul yang merupakan penghubung antara Divine Mind (akal Tuhan) dan material universe (alam semesta). Ketiga hal itu telah menjadi satu, yaitu Tritunggal dan tidak merupakan "hierarchy" (tahap derajat). Dalam Surat 112 disebutkan:
"Katakanlilh, hai Muhammad, Tuhan itu satu, daripadaNya kita memohon. fa tidok beranak. don tidak diperanakkan dan tidak ada yang menyamaiNya':

Biasanya, sebagai pelajaran permulaan tentang agama Islam guru akan menyebut Hadits yang mengatakan bahwa rukun Islam itu lima, yaitu Syahadat, Salat, Zakat, Puasa dan Haji, dan juga Hadits yang menerangkan bahwa rukun iman itu enam, yaitu percaya kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitabnya, Rasul-rasulnya, Hari Akhir (Hari Kiyamat) dan Kadar, baik atau buruk. Tetapi disamping menyebut dua had its tersebut, sebaiknya riwayat Nabi Muhammad dan isi Al Qur:ln harus dipelajari. Adapun isi AI Qurlin menurut Imam Rasyid Ridla dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Islam adalah agama Fitrah ya'ni yang sesuai dengan watak manUSla. " 2. akal, dan kalimat akal atau fikir disebut dalam Al Qur"an lebih dari 50 kali. 3. ., ilmu pengetahuan, kata ilmu dalam segala bentuknya terdapat berpuluh-puluh kali dalam Al Qur'im 4. argumentasi. 5. hati, rasa dan hati-nurani (conscience). 6. Yang melarang, hanya mengikuti jejak nenek-moyang. 7. kemerdekaan, sehingga ia melarang paksaan dan penganiayaan, karena agama Islam tegas memerintahkan sikap toleransi terhadap agama lain, akan tetapi juga tegas memerintahkan untuk mempertahankan dirL

" "

" "

" "

"

"

" " " "

" " "

102

Dalam soal ketatanegaraan, Islam mengajarkan Syura atau Musyawarah, ya'ni antara rakyat dan Pemerintah. Syura memberi gambaran ajaran Islam yang sesungguhnya, bukan demokrasi secara Barat atau demokrasi lainnya, yang kebanyakan hanya melihat bentuknya, tetapi melupakan isinya. Sekali kita melupakan isi demokrasi atau Syura, maka Pemerintah menjadi apa yang dikatakan oleh Marx alat bagi yang berkuasa untuk mempertahankan kekuasaannya. Dalam Encyclopedia of Science dikatakan bahwa Pemerintah yang baik ialah yang bermusyawarat, walaupun bentuknya mungkin tidak sarna dengan demokrasi. Islam mengatur masyarakat sehingga keadilan sosial dapat terlaksana, khususnya dengan sistim zakat yang berat itu. Islam memerintahkan bersiap siaga untuk mempertahankan diri terhadap . serangan dari luar, tetapi melarang agresi. Mengenai akhlak, dalam seluruh riwayat Nabi, serta di sela-sela bermacam-macam Surat yang mengajak manusia agar jangan menjauhkan diri dari alam dan Tuhan, terdapat ajaranajaran akhlak yang riil dan tinggi mutunya. Sebagai contoh Surat 26, ayat 67 menerangkan 1:>ahwadiantara sifat-sifat orang Islam ialah sifat mereka yang jika berbelanja tidak boros dan tidak kikir, akan tetapi ditengah-tengah antara kedua itu'. Mengenai hukum telah disebutkan sumber-sumbernya, yaitu yang pertama ialah Al Quran. Dari 6243 ayat, ayat-ayat hukum hanya sebanyak ± 200 ayat, artinya 3 % dari seluruh isi Al Quran. Sunnah atau Hadits adalah sumber kedua, dan sumber ketiga ialah Ijtihad. Pujangga Pakistan, Iqbal, menamakan ljtihad sebagai "the principle of movement", prinsip gerak. Ijtihad merupakan sumber yang terbesar, yaitu dalam arti karena masyarakat selalu berkembang, maka terjadilah hal-hal baru yang secara khusus tak ada hukumnya dalam Al Quran atau Hadits, sehingga perIu dicarikan hukum yang khusus tetapi yang senada dan seirama dengan Al Quean dan Hadits. Bentuk Ijtihad adalah Qiyas (analogi), Ijma' (dalam arti keputusan musyawarah para ahli sedunia) serta masalah atau maslahat yang berfaedah. Dengan dasar Ijtihad ini dan dengan

103

bercermin kepada Al Quran dan Hadits serta kehidupan Rasulullah. Bangsa-bangsa yang beragama Islam pasti dapat menghadapi soal-soal yang timbul dari ideologi-ideologi yang bermacam-macam. Islam telah berumur 14 abad. Al Quran tetap seperti yang ada sekarang dan seperti yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s.a. w. Pada akhir abad 20 ini, banyak. gejala yang dinamakan 'alienation' atau 'estrangement', artinya rasa kete~ rasingan dari Tuhan, dari alam dan dari sesama manusia. Dengan kembali kepada Al Quran, manusia kembali kepada Allah dan kepada alam, serta mempererat hubungan antara sesama manusia.

104

Lampiran PEDOMAN UNTUK HIDUP BERAGAMA DALAM MASY ARAKA T

I.

DUD RI TAHUN 1945, PASAL 29. A. Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. B. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

II.

AYAT-AYAT AGAMA.

AL QUR-AN

TEN TANG

KEMERDEKAAN

BER"

A. Surat 10 ayat 991:

"Wa Iau syaa-a rabbuk41 la aamana man fiI ardli kullihim jamii'an a fa anta tukrihun naasa hatta yakuunu mukminiina. " Artinya: KaIau Tuhan menghendaki, tentu seluruh manusia di bumi ini percaya semuanya. Apak41h engk41umemaksa orang supaya mereka percaya?

"Wa maa k41ana li nafsin an tukmina illaa bi idznillahi wa Yaj'alur rijsa 'alal/adzina la yo 'qiluna ". Artinya: Sesuatu jiwa tidak akan percaya, kecuali dengan izin Tuhan, dan Tuhan akan membuat derita bagi orang-orang yang tidak berfikir. C. Surat 10 ayat 101: "Qui Iindhuruu ma dzaa fis sammawaati wal ardli wa ma tughnil aayaatu wan nudzuru 'an Qaumin layukminun ': Artinya : Katakan/ah, hai Mohammad: Lihatlah segala sesuatu yang ada di langit don bumi. Tetapi tanda-tanda don peringatan tidak ak41nberfaedah bag; orang tidak percaya. D. Surat 2 ayat 256: ''Laa ikraha fiddiini qod tabayyanar rusydu mina/ ghayyi': Artinya : Tak ado paksaan dolam agama. Kebenaran nampak jelas berbeda dori kesesatan.

B. Surat 1 ayat 100:

105

E. SUrat 2 ayat 191

"Wa qootiluuhum hotto loa tokuuna fitnatun Mtl yakuunad diinu lillahi" Artinya: Dan jika mereka memfitnllh. per angilah mereka itu, sampai fitnah itu hilang don agama menjadi mumi untuk Tuhan. mudzakkir lasto

F. Surat 88 ayat 21-22 :"Fadzakkhir innamaa onto 'alaihim bi musaitirin"

Artinya: Peringatkanlah-mereka itu!. Sesungguhnya Engkau itu juru peringat, dan engkau tidak berhak menguasai (memaksa) mereka. III. VATlCAN II DOCUMENTS A. Page 682: Religious bodies also have the right not to be hindered in their public teaching and witness to their faith, wether by the spoken or by the written word. However, in spreading religious faith and in introducing religious practices, everyone ought at all times to refrain from any manner of action which might seen to carry a hint of coercion or of a kind of persuasion, that would be dishonorable or unworthy, especially when dealing with poor and uneducated people. Such a manner of action would have to be considered an abuse of one's own right and a violation of the right of others. Artinya: Badan-badan keagamaan juga berhak untuk tidak dirintangi dalam memberi pelajaran dan dalam melakukan ibadat mereka, baik secara lisan maupun secara tertulis. Akan tetapi, dalam menyiarkan sesuatu kepercayaan keagamaan dan dalam mengadakan praktek-praktek keagamaan, setiap orang harus senantiasa menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan apapun juga yang dapat dianggap sebagai berbagai paksaan atau semacam bujukan bagaimana pun sedikitnya. Perbuatan seperti itu tidak patut dan hina, lebih·lebih bila berurusan dengan orang-orang rriiskin dan tak terpelajar. Cara-cara semacam itu harus dianggap sebagai penyalahgunaan hak seseorang sendiri dan pelanggaran hak orang-orang lain.
B. Footnote halaman 682.

It is customary to distinguish between "Christian witness" and "Proselytism" and to condemn the latter. This distinction is made in the text here. Proselytism is a corruption of Christian, witness by appeal to hidden forms of coercion or by a style of propaganda

106

unworthy of the Gospel. It is not the use but the abuse of the right to religious freedom. Artinya: Adalah lazim untuk membedakan antara "Christian witness" dan "proselytism" (pengkristenan) dan mengutuk yang tersebut belakangan itu. Perbedaan itu diadakan dalam teks disini. Proselytism adalah pengrusakan (corruption) Christian witness dengan menggunakan cara-cara paksaan yang tersembunyi atau gaya propaganda yang tidak patut bagi InjiI. Hal itu bukan penggunaan tetapi penyalah-gunaan hak kemerdekaan beragama. C. Halamah 686. Society has the right to defend itself against possible abuses comitted on pretext of freedom of religion. It is the special duty of the Government to provide this protection. Artinya: Masyarakat berhak mempertahankan diri terhadap perbuatan-perbuatan penyalah-gunaan yang mungkin timbul dengan dalih kemerdekaan beragama. Adalah kewajiban khusus bagi Pemerintah untuk memberikan perlindungan ini. IV. KODE ETIKA BAGI ORANG-ORANG LING KUNG AN BERBAGAI AGAMA. YANG HIDUP DALAM

dikutip dari Buku: Ways of Sharing with other faiths, karangan Daniel Johnson Fleming, Professor of missions de Union Theological Semenary, New York tahun 1929. A. Kriteria Kreterium etis yang mempengaruhi tujuan kontak sesuatu agama dengan agama lain ialah bahwa hubungan itu harus memungkinkan pertumbuhan sebaik-baiknya di segala bidang bagi para pemeluk kectua agama itu. Oleh karena itu tujuannya harus meliputi: 1) mengusahakan hubungan-hubungan dan pengertian-pengertian yang lebih baik antara para pemeluk berbagai agama, sehingga semua agama dapat memperoleh kebebasan sepenuh-penuhnya untuk memperkembangkan apa yang terbaik dalam agama masing-masing, berdasarkan saling pengertian dan hormat. 2) kecakapan dan kemampuan pada pihak pengikut untuk mengambil keputusan bagi diri mereka sendiri yang ke-effisienannya dan ketegasannya selalu meningkat.

107

3) pembinaan manusia, laki-laki dan wanita, yang waspada dan kreatif, pengembangan pikiran yang diskriminatif (dapat membeda-bedakan), yang dapat menghargai dengan cerdas apa yang terbaik dan terhalus dalam seluruh kehidupan, walaupun mereka itu mungkin tidak sampai setuju dengan agama guru-guru mereka. 1) Kriterium etis yang mempengaruhi prinsip timbal - balik, ialah bahwa bila sesuatu agama mengadakan pendekatan agresip terhadap sesuatu agama lain - pengikut agama pertama harus berusaha mengambil suatu sikap yang mereka harapkan para pengikut agama kedua akan mengambilnya, sekiranya mereka ini berada dalam situasi kebalikannya. 2) Dengan lain kata, kita harus berhati-hati jangan sampai mempertentangkan cita-cita (idee) sesuatu agama dengan keadaan sementara (actualities) agama-agam~ hin. 3) Sesuatu agama tidak boleh dinilai berdasarkan tingkah-laku orangorang yang tidak berusaha hidup sesuai dengan cita-cita agamanya yang telah dinyatakan. 4) Dalam menafsirkan agama orang lain, kita harus mempergunakan sebanyak mungkin rasa simpati dan day a khayal kita, sebagaimana kita mengharapkan dari orang lain akan berbuat sedemikian dalam keadaan sebaliknya. B. Pilihan Perorangan Setiap orang harus berhak memilih secara sukarela agama yang akan dianutnya.
C. Penyiaran Agama

Sesuai dengan kriteria yang telah diberikan, maka setiap usaha sistimatis untuk menyiarkan dengan cara-cara sehat sesuatu pendapat, kepercayaan atau praktek yang orang percaya sungguh-sungguh akan dapat memperkaya kehidupan, atau untuk bersama-sama menerirna nilai-nilai berasal dari agama seseorang, harus diakui sebagai wajar. Beberapa petunjuk ten tang apa yang dimaksud dengan cara-cara sehat akan diberikan dibawah ini : 1) Memandang rendah agama orang lain, menyalah-gunakan dan memberi gambaran salah tentang agama tersebut, at au dengan ~engaja meremehkan prestasinya, adalah salah.

108

2)

Tak seorangpun dibolehkan menyiarkan doktrinnya, kecuali jika ia sendiri bersedia balk untuk menerima dan belajar maupun untuk memberi, yaitu, kecuali ia berusaha- bersikap rendah diri dan sanggup belajar. Dengan cara-cara yang tak mendidik, atau dengan cara-cara yang tak menghargai perseorangan mencoba merongrong atau menjatuhkan kepercayaan orang-orang tak terpelajar atau orangorang yang tak mahir berdebat diantara pengikut-pengikut sesuatu agama lain, adalah curang. Merientukan keputusan keagamaan seorang pemeluk kepercayaan lain, tanpa membantu atau merangsang orang itu membuat pilihannya sendiri, dan dengan demikian menghalanginya membuat pilihan secara bebas waktu orang itu telah tambah tua dan tambah berpengalaman, merupakan contoh menonjol buat kegagalan menghorma ti perseorangan. Sedangkan kerahasiaan tidak selamanya dapat dicela, dan dalam beberapa keadaan tertentu mungkin justru diinginkan, namun pada umumnya kcrahasiaan itu harus dijauhi, karena segala sesuatu yang berbau kerahasiaan akan menambah ketegangan, memberatkan perasaan, dan menyebabkan kesalahfahaman yang merugikan. Para orang tua khusunya harus sadat akan pengaruhpengaruh yang sedang menekan anak-anak mereka yang belum dewasa. Penggunaan alat-alat materiil, medis, pendidikan dan ekonomis, tidak untuk mendapatkan pemeluk-pemeluk baru, tetapi sebagai keuntungan-keuntungan yang hanya diperoleh dengan syarat orang-or.ang yang bersangkutan harus mendengarkan amanat pemberi fasilitas-fasilitas tersebut, diragukan sifatnya. Penggunan alat-alat materiil, medis, pendidikan dan ekonomis dalam hubungan dengan amanat keagamaah untuk menarik perhatian, tetapi, menyerahkan soal mendengarkan amanat atau tidak itu kepada pilihan masing-masing, dapat diizinkan. Ketergantungan dari contoh dan buah yang timbul dari agama seseorang (seperti usaha tanpa pamrih untuk meringankan kesusahan, penderitaan dan kekuarangan, dan semua kehitupan mulia, gembira dan tidak mementingkan diri sendiri) dengan

3)

4)

5)

6)

7)

8)

109

selalu ingat bahwa orang-orang lain yang melihat hal ini sebagai manifestasi kehidupan keagamaan seseorang, mungkin dapat tertarik kepada sumber hidup dan kekuatan seseorang, at au karena tiada sebab lain kecuali bahwa kehidupan semacam itu dianggapnya sebagai kehidupan paling tinggi, dianggap wajar. 9) Hak-hak istimewa at-as nama pemeluk-pemeluk sesuatu agama yang agresif hanya dapat diberikan berupa konsesi-konsesi yang dengan rela diberikan oleh orang-orang yang didekati, dan tidak di-rampas dari mereka dengan kekuatan fisik pemerintahpemerintah yang unggul.

10) Ganti rugi untuk kerugian jiwa dan harta yang diderita oleh pemeluk-pemeluk agama yang agresif dapat diterima jika ditawarkan secara be bas sebagai pernyataan spontan dari rasa keadilan kemanusiaan, dan tak dapat dituntut atau dipungtit dengan paksa. D. Penggantian Agama Hak ·konversi, jika dilaksanakan agama lain harus diakui. Akan tetapi, I) secara wajar, dari sesuatu agama ke

Penggunaan kekuatan phisik, pengejaran, ancaman-ancaman akan rugi, paksaan terselubung, tekanan-tekanan tak pantas untuk menghasilkan konversi, bersifat tidak etis. Penggunaan soal-soal politis, sosial, pendidikan dan ekonomis sebagai pendorong untuk konversi sedemikian rupa sehingga dalam praktek hal itu dapa! dikatakan sebagai penyuapan, harus dicela. Memisahkan orang dad satu atau lebih dari satu anggota grup dimana ia tergolong (keluarga, kasta, warga, suku, desa, badan keagamaan) dengan motivasi hanya untuk menambah jumlah pengikut agama seseorang adalah tidak pa tut (yaitu konversi dalam arti seburuk-buruknya): Konversi seorang belum dewasa tanpa persetujuan orang tuanya adalah tidak patut. Orang harus memperhatikan tuntutan-tuntutan cinta manusia dengan saksama. Dalam hal orang dewasa orang harus berusaha sekeras-kerasnya jangan sampai merusak jika memang tidak perlu.

2)

3)

4)

5)

110

KEPUST AKAAN

1.

Al Qur - an. Al Wahyul Muhammady, Imam Rasyid Ridla. Manuel de philosoph ie, par A. Cuviller. History of Philosophy, by Bertrand Russel. Alastair Ovilization past and present, by T. Walter Wallbank and M. Taylor. By bel. Les Onq grandes religions du monde, par H. de Glassenap. The World's Living Religions, by Archie J. Bahrn. A History of Christianity, by Oyde L. Manschreck. A History of biblical literature, by Hugh J. Schonfield. Samakah Semua Agama ? Dr. J. Verkuyl. Agama Hindu clan Buddha, Dr. Harun Hadiwijono. Theology of Culture, by Paul Tillich. Les formes elementaire de fa vie riligieuse, par Emile Durkheim. World Civilization, by Burns and Ralph. The Sacred and the profane, Mircia Eliade. Sociology, Ogburn and Nimhoff. History of Religions, E.O. James. History of Christian Missions, -Stephen Neil Documents of Vatican II, General editor Walter M. ABBOT S.l. The Life of Jesus, Ma;cello Craveri. Reconstruction of Religious thought, .Mohamad Iqbal.

2. 3. 4. 5.

6.
7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22.

111

DAFTAR NAMA-NAMA DAN ISTILAH

A

Abdullah, 99 Abdul Mutalib, 99 Abu Bakar, 100 Abu Daud, 101 Abu Talib, 99 Adam, 88 adi - kawya, 59 Adolf Deissmann, 97 agama samawi, 53 Agni, 55 alienation, 104 Aminah, 99 Amos, 78 ,Amr bin As, 93 analogi, 103 antroposentris, 34 antropologis, 53 Antioch, 88 Antiochus IV, 79 anotta, 71 approach, 5 Arjuna, 62, 63, 64 Archie J. Bahm, Prof., 75 Arius, 89, 92, 93 Arianism, 93 argumentasi, 102 Aswatama, 63 aswamedha, 63 ascetism, 70 aspect, 5 Aswin, 62

atheism, 9 Athanasius, 89, 92, 93 Atrrutn - Brahma, 34 Atman, 57, 56 atom, 7 awam, 70 avatur, 72 B Ba'al, 77 Batara Guru, 58 Bayu, 62 Bertrand Russel, 91,93 Bhaktimarga, 66 Bharata, 59 Bhima, 62, 64 biologis, 49 Bohemia, 45 Bourbons, 43 Brahma, 58 Brahman, 56, 57 Bukhari, 20, 101

c
Calvin, 44 Cabanis, 9 Cardinal Richelieux, 45 Catherine de Medici, 42 Olarles IV, 42 Charlemagne, 96 Chou, 73

Dovis, 89

112

Communisme, 19 Condi1lac, 8 Confucius, 74 Conrad III, 40 constatasi, 21 corruption, 107 Cyril, 90, 93 D Daniel Johnson fleming, Daud, 77, 78 Darwin, 10 Dasaratha, 59, 60 David Hume, 8 Dechristianisasi, 20 deism, 9 Deutero Isaiah, 79 Dewi Sri, 12, 15 d' Holbach, 9 Dharma, 63, 64 Dhrstadyumna, 63 Dhrtarastra, 62 dogma, 33 dogmatis, 8 doktrin, 109 Draupadi, 62, 64 Drona, 63 dua.UJme, 9 Prof., 107

etat theologique, evolusi, 18 Ezekiel, 79

10

F
fen omena, 48 Ferdinand, 45 Feurbach, 9 filial piety, 74 Fir'aun, 76, 77, 84 Fontenelle, 8 Francois I, 41, 42 Frederich II, 40 Frederich Erbert Stiftung, G Gandhari, 63 Gautama Buddha, 31, 72 geografis, 33 gladiator, 88 Glassenap, Prof., 26, 75, 85, 87, 95 gin\nasium, 79 Gorinda Das, 53, 67 Goethe, 29 Guillaume, 40 Guises. 42
H

35

Duke of Lonaine, 42 E
efektif, 7 Ego, 71 Eliyah, 77, 78 eksistensi, 77 flizaberth, 42 emansipasi, 69, 70 Emile Durkheim, 49 emosionil, 50 empiricism, 7, 8 engage, 5 episcopal, 79 Ernst Trodtsch, 51 estrangement, 104 etat rnetaphisique, 10 eta t positive, 10

Habsburg, 45 Hajar, 76 Hanuman, 60 Harun Hadiwijono, Dr., 53, 58 Hasea, 78 Hasmonean, 80 Hawari, 87 Henry II, 42 Henry IV, 42, 4:j Henry de Navarre, 42 henotheisme, 67 Herod, 80 Hillel, 30 Hinayana, 72 historis, 33 homogen, 94 Hsia, 73

113

Huguenots, 42, 43 Huxley, 10

Ibn Maja, 101 Ibrahim, 76, 77, 98, 101 identik, 67 ijtihad, 103 Blusi, 72 Dyas, 77, 78 impulsip, 42 Indra, 55, 62 Indraprastha, 63 inkarnasi, 90 instrumentalis, 33 interpretasi, 70 involveld, 5, 51 Iqbal, Mohamad, 103, 111 Isa a1 Masih, 21, 80, 83, 84, 90, 9~ ISaiah, 78 Ishak, 21, 76 Iskandar, 79 ironis, 53 J Jakub, 21 Jainism, 70 Jaines, E.O., 52, 73 Janaka, 59 Jatayu, 60 Jerome, 22 Jeremiyah, 78 Jesus Kristus, 21, 29, 30, 31, 33, 34, 92 Jethro, 77 jinaya t, 101 Joana - marga, 66 John Lock, 8 John the Baptist, 81 Josiah, 78 Judas Maccabaeus, 79, 80
K

Karl Marx, 9 Karma - nurga, 66 karma, 56, 57 Kama, 63 kasta,36, 37 kasta Brahman, 36 kista' Ksatria, 36 kasta Sudra, 36 kasta Waesya, 36 Kausalya, 59 komplikui, 38 konklusi, 36 konkordat, 39 kontemplasi, 69 konversi, 110 Kong HI! Cu, 72, 74 Kon Fu - Tse, 31, 74 Khadijah binti Khuwailid, 99 Kraemer, 34 Kresna, 58 KIsna, 65 kreterium etis, 107, 108 ksatda, fiS Kunti, 62, fi3 Kusi, 61

L
Laksrnana, 59, 60, 61 La Mettrle, 9 Lawa.61 Leninisme," 19 LessiJlg, 26, 29, 30; 34, 51 Louis, IX, 41 Lukas" 83, 98 tutherian,44

M
Madri, 62 Mahayana, 72 Maisarah, 99 makro - kosmos, 34 Manassah, 78 Manschreck, ayde L, III manuskrip, 81

kadar, 102 Kant, .29 Kaikeyi, 59

114

mantra, 67 Marcello Craveri, 82, 111 Markus, 98 Markus Antonius, 80 Ma.rtin Luther, 41, 43, 44, 98 Mari;:a, 60
M:ar•.•a, t 55

oknum,17 oml, 101 otonomi, 80 P. paleolithic period, 76 Pandu, 62 pantheisme, 57, 61 Paramatma, 65 parahb1es, 85 Pariksit, 63 paskah, 84 pASSover, Il4 patriach, 88 Patanjali, 57 Paulus, 87, 95 Paul Tillich, 50, 111 Paus Boniface, 40 Paus Leo, 91 Paus Uroom 11, 40
perroniiOOls.i, 55

Marx, 103 Marxisme, 19 Maryam, 81, 82, 84, 90, 92 Max Muller, 30 mechanistic - materialism, 8 merlitasi, 68 mekanis, 8 Micah, 78 mi4dle Qass, 81 missionaris, 34, 75 Mircea Eliade, 48, 111 Mohamad s.a.w., 98, 99, 100, 101,
104

moksa, 56, 57 monoteis, 39 Moses, Prof., 34 Montequieu, 8 mozaik, 33 muamala t, 101 Musa, 22, 77, 84, 85, 96 Muslim, 101 N. Nakula, 62, 64 Nasai, 101 Nathan, 26, 27, 28, 29 natural religions, 52 neolithic period, 76 Nestor, 91 Nestorius, 90, 93 Nimhoff,49 Nirvana, 69, 71

PerJanjian Vetvin.s, 42 Perjanjian Westphalia, 45, 46

Petrus, 87, 95 Philip. II, 42
Pontius Pilate, 80 poaitivistic naturalism, 8 10 prakrti, 65 Presbyter, 88 prafane, 48 proselytism, 20 purusa, 66

R
Radhakrisnan, 32, 33. 34 Rajagaha, 68 Raksa, 55 Ralph, 11 Rama. 58. 5~, 60, 61 Rawana, 58, 59, 60, 61 Rasyid Ridla, J mam, 102, 111 Rebbinic Judaism, 80

o.
Ogburn, 49, 111

115

referendum, 38 Rehoboam, 77 rei.llkl1rr!asi, 70, 71 renaissance, 35 revealed rl"Jigions, 5 3 Ruhul Kudus, 39

s
Sabellianism, 93 Sachar, A.L., 80 Sahadewa, 62, 64 Sakuni, 62 Saladin, Sultan, 26, 27, 28 Sampati, 60 samsara, 56, 57 Sankhya,69 SImS scrupules, 42 Sarah •. 76 Sarvaagama praamanya, 32 Satrugbna, 59 sekte, 40 sense perception, 8 Shang - ti, 73 Schonfie.ld, Hugh J., 111 Sikhandin, 63 sinkretisme, 32, 33, 34 Sidllrta, 68 Simon, 95 Sita, 59, 60, 61 Siwa, 58 soul, 70, 71, 102 Soleman, 77, 78 skandha, 71 Spekulatip, 54 Spencer, 10 Sugriwa, 60, 61 ~ukarno, 24, 25, 26 Sumitra, 59 Surpakanakka. 60

Tang, 73 tanha, 69 Tao, 73,.14 Tarmuji, 101 teknologi, 7 teosentris, 34 the Edict of Nantes, 43 the Divine Mind, 102 Thomas Hoboos, 7 Tien, 73 tradisionil, 5 Tri Kalpika, 26, 29 Trimurti, 22, 39, 40, 93 Tritunggal, 102 tUll anetra, 25

"

u
ultimate, 50 Umar bin lOIatab, 91, 93 universum, 34 untouchable, 36, 37 Uthman, Khalifah, 100
W

Wairagya, 58 Walin, 60 Walmi.ld, 58, 59, 60 Walter Wallbank, T., 111 Wlilter M. ABBOT SJ., 111 Warakah bin Naufal, 100
WrJuna, S5

W~y'.l, 55 Wibhisana, 61

y
Yahya, 81, 82, 98 Ya'kub, 76 Yang, 73 Yin, 73 Yoga, 57 Yudhisthi:ra, 62, 63, 64 Yusuf, 76, 82

T
tabula rasa, 8

116

"'"

..

Buku El1'Jpat Kuliah Agama Islam pada Perguruan Tinggi yang sedang anda hadapi ini, berasal dari kuliah-kuliah penulis di Fakultas-fakultas Hukum, Psikologi dan Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta. Menyajikan uraian-uraian yang bersifat objektif dan pandanganpandangan filosofis ten tang aspek-aspek keagamaan yang dirasakan riil di Indonesia. Buku ini diperuntukkan bagi para mahasiswa sebagai pengantar kepada pengetahuan Agama Islam. ISinya antara lain : Apakah Agama masih diperlukan - Apakah Semua Agama Itu Sarna Pengelompokan Agama-agama di Dunia - Agama Islam Adalah Agama Samawi Terakhir.

P.T.BULAN BINTANG
Penerbit dan Penyebar Buku-buku Jalan Kramat Kwitang 1/8, Jakarta 10420, Indonesia

342883

Q)

346247

:"