REDUCING POWER

Reducing power merupakan salah satu dari proses katabolisme. Banyak langkah di jalur katabolisme yang melibatkan reaksi oksidasi (kehilangan elektron) / reduksi (mendapat elektron). Elektron (bersama dengan hidrogen) biasanya ditransfer dari molekul yang sedang dioksidasi menjadi koenzim NAD atau NADP, untuk membentuk NADH & NADPH. NADH dan NADPH digunakan untuk mengurangi molekul lain atau digunakan untuk menghasilkan molekul baru ATP. Reducing Power menghasilkan banyak reaksi dehidrogenerasi. Pada reaksi ini, elektron keluar dari struktur atom hidrogen ditransfer ke molekul NAD(P). Reducing power diperlukan untuk mengkonversi asetat menjadi 3-hidroksibutirat untuk sintesis PHA ini disediakan oleh glikolisis melalui jalur Meyerhof Embden dan dengan oksidasi asetat melalui siklus TCA. Jika semua reducing power disediakan oleh glikolisis, maka rasio S / G / P akan 1: (1 / 6): (2 / 3). Di sisi lain, jika semua reducing power disediakan oleh siklus TCA, maka S / G / P akan 1:00: (4 / 9).

METABOLISME AEROBIK, METABOLISME ANAEROBIK, DAN FERMENTASI

Metabolisme Aerobik

Metabolisme aerobik merupakan peristiwa pembakaran zat yang melibatkan oksigen dari pernapasan. Proses metabolisme aerobik akan berjalan dengan mengunakan enzim sebagai katalis di dalam mitochondria dengan kehadiran Oksigen (O2). Metabolisme aerobik adalah 19 kali lebih efisien daripada metabolisme anaerob (yang menghasilkan 2 mol ATP per 1 mol glukosa). Mereka berbagi jalur awal glikolisis tapi metabolisme aerobik terus dengan siklus Krebs dan fosforilasi oksidatif. Glikolitik pos reaksi terjadi di mitokondria dalam sel eukariotik, dan di sitoplasma dalam sel prokariotik.

Glikolisis Proses glikolisis ini berlangsung dengan mengunakan bantuan 10 jenis enzim yang berfungsi sebagai katalis di dalam sitoplasma (cytoplasm) yang terdapat pada sel

eukaryotik (eukaryotic cells). Inti dari keseluruhan proses Glikolisis adalah untuk mengkonversi glukosa menjadi produk akhir berupa piruvat. Pada proses Glikolisis, 1 molekul glukosa yang memiliki 6 atom karbon pada rantainya (C6H12O6) akan terpecah menjadi produk akhir berupa 2 molekul piruvat (pyruvate) yang memiliki 3 atom karbom (C3H3O3). Proses ini berjalan melalui beberapa tahapan reaksi yang disertai dengan terbentuknya beberapa senyawa antara seperti Glukosa 6-fosfat dan Fruktosa 6-fosfat. Selain akan menghasilkan produk akhir berupa molekul piruvat, proses glikolisis ini juga akan menghasilkan molekul ATP serta molekul NADH (1 NADH3 ATP). Molekul ATP yang terbentuk ini kemudian akan diekstrak oleh sel-sel tubuh sebagai komponen dasar sumber energi. Melalui proses glikolisis ini 4 buah molekul ATP & 2 buah molekul NADH (6 ATP) akan dihasilkan serta pada awal tahapan prosesnya akan mengkonsumsi 2 buah molekul ATP sehingga total 8 buah ATP akan dapat terbentuk.

Siklus Krebs Siklus Krebs adalah tahap ketiga dengan 9 reaksi dimana gugus asetil dari piruvat dioksidasi sehingga menghasilkan NADH, FADH, ATP dan CO2. Siklus ini dinamakan siklus Krebs karena ditemukan oleh Hans Krebs. Siklus Krebs bisa disebut juga siklus asam sitrat karena senyawa yang pertama kali terbentuk adalah asam sitrat. Siklus Krebs terjadi di matriks mitokondria dan ringkasan tahapannya sebagai berikut:

• Asetil CoA ditambah Oksaloasetat menghasilkan molekul sitrat yang berkarbon 6. • Penyusunan kembali molekul sitrat dan dekarboksilasi. 5 reaksi berikutnya menyederhanakan sitrat ke molekul 5 karbon dan kemudian ke molekul 4 karbon yaitu suksinat. Selama reaksi ini berlangsung, dihasilkan 2 NADH dan 1 ATP. • Regenerasi oksaloasetat. Suksinat melewati 3 reaksi tambahan untuk menjadi oksaloasetat. Selama proses ini, dihasilkan 1 NADH dan 2 FADH.

Sistem Transport Elektron Rantai transport elektron adalah proses terakhir untuk mengahasilkan ATP, H2O yang terjadi di membran dalam/krista mitokondria. Pada tahap ini, elektron yang dibawa oleh NADH ditransfer ke berbagai pembawa elektron supaya energinya bisa digunakan untuk memompa proton. Gradien proton yang dibuat oleh transpor elektron digunakan oleh enzim ATP sintase untuk menghasilkan ATP. Proses pemompaan proton untuk menghasilkan ATP juga disebut kemiosmosis.

Metabolisme Anaerobik

Proses metabolisme secara anaerobik akan berlangsung di dalam sitoplasma (cytoplasm). Metabolisme anaerobik digunakan oleh beberapa mikroorganisme di mana tidak ada oksigen maupun piruvat-piruvat atau derivatif (fermentasi) adalah akseptor elektron terakhir. Sebaliknya, seorang akseptor anorganik digunakan. Misalnya sulfur.

Fermentasi Fermentasi Semua ATP yang adalah dihasilkan perombakan diperoleh gula dari anaerob level non respirasi.

substrate

phosphorilation.

Semua fermentasi memperlihatkan reaksi yang sama dalam glikolisis, perbedaan muncul pada reaksi selanjutnya. Fermentasi laktat: piruvat yang dihasilkan dalam glikolisis direduksi oleh NADH menjadi laktat. Fermentasi alkohol: piruvat yang dihasilkan dalam glikolisis direduksi oleh NADH

menjadi alkohol. Fermentasi asam campuran: piruvat yang dihasilkan dalam glikolisis direduksi menjadi beberapa produk; laktat, format, CO2 & H2. Fermentasi yang lain: piruvat yang dihasilkan dalam glikolisis direduksi menjadi senyawa lain, antara lain propionat dan butanadiol. Fermentasi kurang efisien dalam menggunakan energi dari glukosa sejak 2 ATP diproduksi per glukosa, dibandingkan dengan 38 ATP per glukosa diproduksi oleh respirasi aerobik. Hal ini karena produk-produk dari fermentasi limbah masih mengandung banyak energi. Persamaan reaksinya: C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2010. Metabolisme. http://longgo19th.blogspot.com/2010/10/normal-0false-false-false-en-us-x-none.html. Diakses tanggal 20 Maret 2011 Dwidjoseputro. 1998. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djembatan: Jakarta Irawan, Anwari. 2007. Glukosa dan Metabolisme Energi. http://www.pssplab.com/journal/06.pdf. Diakses tanggal 20 Maret 2011 Pelczar and Chan. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi. UI Press: Jakarta Rosy, Galih. 2009. Metabolisme Aerobik. http://rosy46nelli.wordpress.com/ 2009/11/27/metabolisme-aerobik/. Diakses tanggal 20 Maret 2011

TUGAS KEDUA MIKROBIOLOGI UMUM KELAS F

Oleh : PUTU AYU CHINTIA DEVI PENDIT 105100501111014

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful