,-.. ,.

-c~'MaqfaatEkonomi

Vorl Globalisas:

BABU Globalisasi Dalam Konteks Negara Berkembang:. ImpUkasi Kebijakan Bagi Indonesia
Oleh: Zamroni

2.1

Pendahuluan

Globalisasi

dalam

beberapa

dekade

terakhir

telah

menghasilkan dampak yang sangat luar biasa bagi peradaban . umat manusla. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang sangat pesat dan keterbukaan antar bangsa akibat arus informasi yang kian transparan merupakan akibat langsung dan proses globalisasi. Perkembangan lain seiring dengan proses globalisasi yang semakin cepat adalah meningkatnya integrasi
pasar regional atau pembentukan zona perdagangan bebas di

beberapa kawasan, seperti Uni Eropa (European Union), ASEAN Free Trade Area (AFTA), Asia Pacific Economic Cooperation
(APEC) dan Norih American Free Trade Area (NAFTA).

Globalisasi sendiri secara umum bisa dipahami dalam ~onteks
.,-'"'

perdagangan . multilateral
.

dan antar

regional negara.

berupa

p~ngurangan hambatan perdagangan (barriers to trade) barang dan jasa,
-;:"
"

modal dan finansial intemasional,

Disamping produksi, dan

eerCfagangan
;-:'"

internasionalisasi

meningkatnya investasi asing (foreign direct investment-FOI) -':'" -

integrasi flnansial adalah merupakan gambaran penting dari 11

··._-Qp_(imallsdSiMWJ!4£itEkonomiDariG1C;balisasi

globalisasi pembentukan

(Gamaut,

1994).

Dalam

berbagai respon

bentuk, terhadap

regionalisasi·

merupakan

peningkatan kompetisi dalam perekonomian global, dan dalam konteks lain bentuk regionalisasi. ini merupakan langkah awal untuk memungkinkan suatu perekonomian untuk memperoleh keuntungan (benefits) dari proses globalisasi (Shalla dan Shalla, 1997). Adanya perubahan ke arah pembentukan perdagangan regional merupakan bagian dari proses globalisasi itu sendiri yang mulai muncul di tahun 1980-an «Josling, 1993). Pada kurun waktu itu, baru ada sedikit gerakan ke arah integrasi regional, sebagai pengecualian adalah signifikan
>

European Common Market, bahkan pertumbuhan ekonorni global,

integrasi regional tersebut telah memberikan kontribusi yang dalam bentuk pengurangan tarit dan non-tarif yang begitu cepat secaragl~bal (Shalla dan Shalla, 1997; Krueger, 1999). Dengan kemuculan perdaqangan bebas atau liberalisasi perdagangan pada tingkat regional, .hal itu bisa dikatakan sebagai langkah awal ke arah perdagangan bebas secara global. Liberalisasi seperti itu mungkin bisa lebih mudah bila negara yang terlibat dalam integrasi regional tersebut dalam jumlah yang cukup kecll (Shalla dan Shalla, 1997). Merupakan hasil yang standard dari teori perdagangan intemasional bahwa perdaqanqan komoditas mampu memaksimalkan efisiensi global dalam dunia -yang bebas distorsi pasar (Plummer,1996). Melalui perdagangan, suatu neqara bisa melakukan speslalisasi dalam proses produksinyadi mana mereka mernpunyai keunggulan komparatif. Maksud -dari hal ini
.
,'.

12 _

· Gptimalisasi ManfaatEkonomi DariGlobalisasi

adalah suatu negara memproduksi suatu barang pada tingkat
opportunity

cost yang paling rendah relatif terhadap negara lain. demikian, perdagangan akan memungkinkan efisien dan dengan proses

Dengan

pengalokasian· faktor produksi yanglebih

demlklan.keuntunqan dari perdagangan (gain from trade) menjadi .terbesar dimana tidak ada distorsiyangmemepngaruhi .jual beli di pasar internasional. Indonesia sebagai negara yang tergabung di dalam kerja sarna regional dan multilateral, sudah seharusnya menyikapi era perdagangan bebas ini secepatnya, sehingga tantangan dan hambatan yang ada bisa menjadi pemicu untuk meningkatkan kemampuan dan Indonesia dalam lingkup globalisasi global. ini Mampukah dalam ikut Indonesiamemasuki er~ globalisasi yang tidak bisa dihindari ini, bagaimanakah peranan mempengaruhi ekonomi Indonesia dan bagaimana pula Indonesia menyikapinya dengan suatu kebijakan dan Jangkah konkrit untuk mewujudkan perekonomian Indonesia yang kompetitif? Dalam tulisan ini globalisasi lebih diartikan pada munculnya multilateralisme dan regionalisme. Multilateralisme bisa dilihat dari adanya World Trade Organization (WTO) yang sebelumnya Agreements berupa kesepakatan on
Terrfff

bersama

dalam

General

and

Trades

(GAIT),

sedangkan

re~ionalisasi bisa dilihat dari banyaknya kerjasama regional dalam bidang ekonomi seperti perdagangan dan investasi. Namun dalam tulisan ini, keberadaan free trade area (FTA) dalam konteks regionalisasi lebih ditekankan, karena memang demikian

13

Optimalisasi MarifaatEkonomi

Dari Globalisasi

realitanya.

Meski WTO sudah dibentuk namun banyak negara-

negara yang terlibat aktif dalam kerja sarna regional.

2.2.

Multilateralisme dan Regionaiisme: Suatu Kajian Teori
Eraregionalisme muncul sebagai akibat tidak puasnya on Tariffs mampu dan tidak

beberapa negara terhadap kinerja General Agreement and Trade (GAIT) yang terkesan lambat menyelesaikan permasalahan dalam perdagangan

internasional regionalisme Union) yang

yang ada. Sebagai respon tersebut,

maka di era 1980-an muncul

konsep regionalisme.
kellhatan'leblh

Namun, sebelumnyakonsep

ini sudah mulai diterapkan di Uni Eropa (European Sagi banyak negara untuk menyikapi ke dalam lembaga perdagangan regional

maju baik dalam konsep maupun pelaksanaan. adanya kompetisi paling sedikit satu

regional dan global, dewasa ini hampir setiap negara bergabung keanggotaan, bahkan ada beberapa negara yang tergabung ke adalah untuk .ada

dalam lebih dari satu keanggotaan. Tujuan dari keanggotaanyang lebih dari satu (multiple memberships) tersebut luar kawasan keanggotaannya negara-negara yang memperoleh pasar intemasional yang lebih luas di kawasan lain di pertama,dimana kecenderungan yang tergabung dalam kawasan

tertentu untuk memproteksi diri dari pasar kompetitor non-anggota dan untuk memperoleh 2000). Pada satu sisi, pembentukan untuk menarik investasi dan regionalisme ini dilakukan perdagangan mengembangkan keuntungan dari proses globalisasi .itu sendiri (Shalla dan Shalla, 1997; Wei dan Frankel, 1998; Page,

14

dan Wei dan Frankel. 1997.ke dalam bentuk perjanjian perdagangan regional adalah karena diasumsikan bahwa bergabung ke dalam suatu perjanjian dagang adalah lebih menguntungkan daripada tidak bergabung (Page.Alasan ·urnurn dari bergabungnya suatu negara .:di pasar internasional dan dengan demikian untuk mendapatkan skala ekonomls yang competitive (competitive scale economies) ·dalarn proses produksi dalam negeri. 1998). Pada sisi lain.'unilateral daribeberapa negara dagang· (Josling. dan Regionalisasi memperkuat diarahkan kerjasama untuk ekonomi mengembangkan dan khususnya dengan negara tetangga. 15 . Regionalisasi atau oleh Wei Frankel (1998) disebut sebagai regionalisasi terbuka ·didefinisikan sebagai pengurangan hambatan dalam perdagangan antar negara anggota dalam suatu perjanjian dagang regional. halini dilakukan sebagaicounter attactterhadapkebijakan perdagangan . Optimalisasi Man/aat Ekonomi Dari Globalisasi ··internasionaL Juga hal ini dimaksudkan untuk memperoleh akses . Sebelum melangkahlebih jauh pada PTA. Definisi dan Gambaran Umum Regionalisme Dalam kaitannya dengan regionalisme dalam perdagangan ini akan dibahas mengenai Preferential Trading Arrangements (PTA). 2000). Ide regionalisasi sebenamya dipopulerkan secara formal dalam pertemuan APEC tahun 1989 (Bergstend... 1993). Langkah pembentukan reqlonalisasi ini merupakan suatu respon ·terhadap meningkatnya kompetisi perdagangan dalam perekonomian global dan juga sering dilihat sebagai altematif yang potensial terhadap multilaterisme itu sendiri.

sedangkan untuk negara non-anggota tanf dibiarkan pada tingkat yang umum. 16 . Kemudian bentuk yang lain adalah common merupakan custom union yang pergerakan faktor produksi yang bebasseperti market. common markets and economic union (Krueger.'Optiinalifasi ManfaatEkonomi Dart Globalisasi . p. custom union. 1999. tingkat tam yang umum haruslah tidak boleh lebih tinggi dari tam sebelum pembentukan custom union dan adanya kompensasi yang dinegosiasikan dengan non-anggota jika keberadaan custom union tersebut merugikan non-anggota. Sentuk kedua. adalah sebuah preferential arrangementdimana semua tarif antar negara angota dihapuskan. 1974). yang adanya memperbolehkan tenaga kerja Terakhir. FTA di gambarkan sebagai sebuah preferential arrangement dimana tarif relatif diturunkan (Iebih rendah) kepada negara anggota tetapi relatif lebih tinggi dengan negara nonanggota. Dalam uapaya supaya konsisten dengan aturan General Agreements on Tariffs and Trade (GATT)lWorld Trade Organization (WTO). Pengklasifikasian ini pada dasamya didasarkan paca kemudahan akses baik dalam perdagangan internasionel dan aktivitas investasi dalam tingkatan integrasi ekonomi. (labour) dan modal (capita!) diantara negaraanggota. 111). PTA telah diklasifikasikan kedalam beberapa kategori yaitu free trade agreements (FTA) r customs unions.adalah penting untuk mendefiniskan PTA PTA adalah bentuk kerjasama ekonomi regional dimana masing-masing negara anggota (member countries) memberikan preferensi baik dalam bentuk tarif (seperti keringanan atau penghapusan tarif) maupun non-tarif untuk perdagangan barang dan jasa diantara negara anggota (Friedrich. Sentuk pertama dari PTA.

1997). 1998). ini muncul. regionalisme dibentuk ketika negara anggotanya adalah pada tahap awal pembangunan. 1993. perencanaan pada tlngkat regional dan selalu diusahakan dalam upaya untuk memperoleh skala ekonomis pada kebijakan proteksi mereka (Lawrence. Secara empiris. 1997). Berkaitan dengan ukuran kecilnya pasar mereka. bahwa semakin dekat suatu negara' dengan negara lainnya. Dewasa ini. Plummer. Analisis mengenai regionalisasi dalam kaitannnya derigan bentuk-bentuk tersebut di atas sedikit kompleks mengingat PTA yang pada umumnya memiliki ciri-ciri yang terkait antara satu bentuk dengan bentuk yang lainnya. akan 17 . 1996. dengan kebijakan substitusi impor (the imporlmunculnya tambahan substitution policies) dalam ekonomi domestik.Optimalzyasi Manlaat Ekonomi Dari Globalisasi adalah economic union yang merupakan common market yang mempunyai kerangka ekonomi umum yang rneliputi isu seperti standardantar negara anggota. Sager. Dalam tahap regionalisasi merupakan dibentuk pendorong sebagai industrialisasi (Bhalla dan Bhalla. Juga. Frankel. PTA leblh banyak muncul sebagai FTA dari pada custom union. 1996. regionalisme merupakan motor penggerak untuk menciptakan skala economi dalam kaitannya selanjutnya berkembang. Dalam tahap awal. ceteris paribus. 1997. meski ada tendensi dari beberapa negara Eropa Timur bergabung ke dalam Uni Eropa (European Union) (Krueger. PTA dalam ekonomi global didasarkan pada masalah geografis (Krugman. Di antara negara regionalisasi (augmentation) pada substitusi impor domestik dan kebijakan . 1999). Wei dan Frankel.

Dengan demikian bisa dikatakan bahwa berbagai usaha untuk membentuk kerjasama dagang regional pada umunya didasarkan pada masalah kedekatan geografis dan pembangunan ekonomi regional. Panagariya. Semakin besar volume perdagangan antar negara dalam blok perdagangan akan semakin besar potensi adanya trade creation dan semakin kecil trade diversion. Regionalisme dan Negara Berkembang Adanya keinginan untuk membentuk blok perdagangan telah berkembang seiring dengan perubahan perekonomian secara global dan terkait secara khusus (inherently) terhadap perubahan secara spesifik dalam suatu kawasan. regionalisasi di tahun 1960-an cenderung berorientasi ke dalam (inward-looking) dimana beberapa negara berkembang memperluas perdagangan internasionalnya dari kebijakan industri-substitusi import secara nasional (imporlsubstitution-industrialisation strategy) ke . Regionalisme sekarang ini berbeda dengan regionslime di tahun 1960-an paling tidak menurut pandangan negara berkembang (De Melo.3. Pertama. dan Rodrik. Sementara regionlaisas. p. dan akan memungkinkan kerjasama tersebut untuk menciptakan peningkatan kesejahteraan (welfareenhancing) daripada penurunan tingkat kesejahteraan (welfarereducing).strategi regional. 159). Hal itu tentu saja terkait dengan masalah biaya transportasi yang lebih rendah. sel<arang cenderung ke arah strategi 18 .illl .:1\ Optimqlisasi Matifaat Ekonomi DariG/aba/isas! II semakin besar prosentase perdagangan antar negara tersebut. 2. 1993.

. dibentuk lebih kerjsama SAARC (South Asia Association di tahun intensif 1985tapi di tahun APEC for baru 1995 juga aspekini lebih blok negara telah dibentuk ekonomi secara Asia kebijakan dalam hal dengan dibentuknya South Asian Preferential kerjasama di tahun negara-negara 1990-an tetapi Trade Agreement. Sarker dan Meilke. ada ~Argentihadan beberapa perdagangan perdagangannya contoh. Sebagai dimananegarake di Amerika terbentuk. Pasific. Venezuela dan Central American Common Market (CACM) yang terdiri dari Elsavador. untuk mengejar· integrasi regional secara eksklusif 19 .·VptimalisasiManfaat EkonomiDariGlobalisasi . Di Asia Sealatan. Colombia. Guatemala. yang kemudian menjadi blok perdagangan :yang lebihbesar dl bergabung ke tahun 1991 ketika Paraguay dan terbentuklah dalamnya Kerjasama regional lainnya di benua Amerika adalah The Andean Pact yangterdiri dari Bolivia. harmonlsasi produk dan perdagangan. Ecuador. Honduras dan Nicaragua yang telah diratifikasi di tahun 1980-an dengan adanya semangat baru untuk kerjasama regional yang lebihbesar.. _rnerupakan Kedua. blok strategy). Akan . Regional Cooperation) melakukan Forum . Peru dan ~riegara dalam kawasan tertentu memperluas cluarkawasanlblok 'Salatan.oriehtasi keluar (outward-oriented perdagangan. berkembang lembaga adanya konsultasi tendensi daripada yang kuat sebuah dari perdagangan (Dell'Aquilla.bilateral di tahun 1986. perdagangan dan Uruguay MERCOSUR. untuk mengakomodasikan lembaga kerja sarna aspek perdagangari dan ihvestasi di kawasan Asia Pasifik secara intens_if.. yang Brasil menandatangani kerjasama . 1999).

Da/am dekade sekarang ini.:(Uruguay Round). Sebagai sontoh. beberapa negara berkembang bergabung bersama dengan . 1999).. Sarker dan Meilke. 1999). negara maju (developed countries) dalarn satu wadah kerjasama regional. 1993. Sarker dan Meilke. 2.. sektor pertanian secara historis telah tersisih. halangan import pada saat restrictions)pada . Article XI dari GATT yang membahas .Opttmalisasi Manfaat Ekonomi Dari Globo/isosi··· dengan negara berkembang /ainnya.kandiluar proses perjanjian perdagangandalam kerangka GATTIVVTOdandi hampir banyak blok perdagangan juga dikecualikan (Josling. integrasi regional (DeU'Aquilla. memperbolehkan. Dell'Aqui/la. Pengakuan sektor pertanian dalam perjanjian perdagangan regional adalah sangat bervariasi antar blok perdagangan. Pertanian dalam Konteks Multilateralisme dan Regionalisme Perdagangan Dunia perdagangan komoditaspertanian sekarangini lebih ter-regionalisasi daripadaapa yang terjadi di tahun 1960-an dan bahkan lebih cenderung berkembang ke arah. Disamping adanya pergerakan yang larnbatcarl Putaran ... Tetapi.4. Uruguay·. negara berkembang bergabung bersama dengan dua negara maju dalam satu blok perdagangan regional di tahun1993 ketika terbentuk NAFTA yang terdiri dari Amerika Serikat dan Kanada (negara maju) dan Mexico (negara berkembang). liberalisasi perdagangan bahan makanan dan pertanian menjadi suatu target yang belum bisa didefinisikan (Josling 1993).prinsip-prinsit kuantitatif(quantitative tarif.

bulan maret 2000 dengan mengadakan sesi khusus pada pembentukan komite WTO dalam pertanian. Burfisher. dukungan domestik dan subsidi ekspor (Maclaren dan Josling. 803). Sebenamya perhatian GAIT terhdap komoditas pertanian mulai dibentuk tahun terbentuknya suatu 1982 ketika ada dalam negosiasi dengan komoditas komite perdagangan pertanian yaitu Committee on Trade Agriculture (Josling. Artikel XVI menjelaskan. dimana kebijakan pertanian yang Australia New· Zealand Closer protektif turut mewarnai Trade integrasi di kawasan tersebut. p. kuota dan hambatan perdagangan lainnya). 2001). Perjanjian-perjanjian ini diharapkan untuk memperhatikan tiga . Pertanian telah diintegrasikan secara parsial di hampir kebanyakan perjanjian dagang regional. 1993). dengan pengecualian adalah Common Agricultural Policy (CAP) yang ada di Uni Eropa. Di Asia Pasifik hanya ada satu yaitu Economics Relation Agreements (ANZCERTA) antara Australia dan New Zealand yang melibatkan secara penuh pertanian ke dalam perjanjian regionalnya (Jasling. 2001). 1999. 1993). 1993. Dalam kerangka WTO. pe~anjian dalam komoditas pertanian telah dimulai di Jenewa.namun . Hal-hal tersebut diatas biasa disebut sebagai tiga pilar dari perjanjian putaran Uruguay pada pertanian (Burfisher. area kebijakan pertanian nasional yaitu akses pasar (adanya tarif.masih mengijinkan penggunaannya pada produkproduk primer dalam kondisi tertentu (Josling. meskipun menghalangi adanya subsidi ekspor .OptimalisasfMlmjaat Ekonomi Dad Globalisasi <'kebijakan pertanian domestiklnasional mengontrol suplai produk. Pengecualianatau integrasi secara parsial terhadap pertanian di banyak blok perdagangan regional 21 .

proteksi sektor . 2001). 1993. sektor pertanian. Sarker dan Meilke. Meskipun dikecualikan dan perdagangan beberapa komoditas kerjasama dalam pertanian regional kerjasama telah maupun regional multilateral. Kondisi dalam Perdagangan Produk Pertanian Ada beberapa kondisi yang membuat produk pertanian berbeda dengan perdagangan produksecara umum. perbedaan biaya produksi pada produk pertanian-bahan makanan bisa mendistorsi perekonomian suatu negara jika pertanian dikecualikan dalam kerjasama perdagangan. Diantara beberapa kondisi tersebut adalah tetap adanya keinginan negara-negara pengekspor komoditas pertanian untuk memperolehpasar di negara importir. sementara negara berkembang telahmenolak pemotongan tarif pada produk manufaktur (Baldwin. Dell'Aquilla. namun ada beberapa kondisi untuk terus tetap berupaya melibatkan pertanian tersebut. Rae. Pertama. 1997). Chatterjee danShakur. khususnya bahan makanan akan tetap menjadi isu nasionaldan adalah tidak legal (menurut-GATT) untuk mengecualikan pertanian dalam kerjasama perdagangan (Josling. Negara maju cenderung untuk menolak liberalisasi perdagangan baik secara regional maupun multilateral. 1999. kebanyakan negara maju telah memproteksi pertaniannya dan petaninya dari kompetisi internasional melalui kebijakan pertanian domestik. 1993). Sebagai akibatnya.· ·Optimdltsaii~ManfaatEkonomiJ)ari Giobalisasi hal ini disebabkan karena perdagangan komoditaspertanian relatif lebih sulit untukdicapai kesepakatan dalam negosiasi dalam perjanjian perdagangan (Josling.

politik dan budaya (Kartasasmita. tingkat proteksi produkpertanian adalah lebih· besar daripada proteksi pada produk manufaktur. 1995). afiran dana melalui pasar 23 . banyak komoditas . Bebagai konsekuensi dari itu semua. soial. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kebijakan di banyak negara ekonomi ini bisa berupa perdagangan internasional. perdagangan pertanian lebih cenderung untuk tidak menikmati the economies of scale dan product differentiation seperti halnya yang terjadi pada produk manufaktur (Josling. .produksi pertanian di negara industri secara umum adalah sangat (tinggi (Dam.integrasi dari komponen-komponen seperti ekonomi. 1999). Keterkaitanaktivitas modal dan lainnya. Globalisasi yang muncul sekarang ini bisadikatakan dimulai sejak berakhirnya Perang Dunia II (World War II) dan kemuduan mengalami akselerasi di tahun 1980-an dan 1990-an. Globalisasi ekonomi yang menjadi pokok bahasan dalam tulisan ini .pertanian yang dikontrol oleh negara-negara yang menguasai produk-produk manufaktur (Meilke dan Sarker 1997).Opti11U1lisasiManfaat Ekonomi Dari Globalisasi . FDI. 2. 1970. Ketiga. 2002). Globalisasi dalam Perspektif Ekonomi Globalisasi adalah semacam proses keterkaitan dan . 1993). Hathaway.menggarisbawahi adanya kemunculan keterkaitan aktivitas ekonomi penduduk antar negara yang lebih kuat.5. Barker dan Meilke.Kedua. 1987 dikutip dari deRosa. Lebih lanjut. produk pertanian lebih banyak dikecualikan dalam setiap kerjasama perdagangan atau secara parsial dilibatkan dalam perundingan kerjasama (dell'Aquilla.

Memang ada beberapa keuntungan (benefits) dengan adanya globalisasi. Hal ini terkait dengan biaya-biaya yang muneul dengan adanya globalisasi (costs of globalization) dan bagaimana meminimalkan akibat negatif dari globalisasi itu sendiri.faat EkonomiDar. Globalisasi kemunculan bisa memunculkan global adanya yang perbaikan dalam mampu pembagian kerja dalam perusahan (division of labour) dan pasar hendaknya memaksimalkan produksi barang dan jasa secara efisien. Ada beberapa aspek positif dengan adanya globalisasi ini. dan adanya tuntutan untk memunculkan ide barulinovasi dan teknologi dalam proses produksinya. namun keeepatan dari pelaksanaan globalisasi ini menimbulkan banyak kritik terutama menyangkut kesiapan negara-negara berkembang yang bisa dikatakan tidak seeepat negara maju daJammelakukan globalisasi ini. Adanya keterbukaan pada dunia luar memberikan sumbangan yang berarti terhadap ketergantungan ekonomi suatu negara pada ekonomi pasar. Hal ini terkait dengan adanya akses informasi yang lebih mudah 24 . Globalisast untuk mengurangi hambatan perdagangan daninvestasi.(i)ptimalisasi MalJ. Globalisasi seeara umum dipercaya bisa meningkatkan kompetisi yang memaksa perusahaan lokal untuk beroperasi seeara efisien dan tidak mendasarkan diri pada proteksi. Hal ini karena banyak negara khususnya negara berkembang dan sosialis mulai menyadari bahwa pereneanaan dan peran serta pemerintah yang berlebihan dalam perekonomian adalah kurang baik bagi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasHpembangunan.

Globalisasi ini telah meningkatkan intensitas persaingan antar perekonomian baik di negara maju maupun berkembang. pada batas tertentu memungkinkan suatu negara untuk menarik FDI dan menjadi lebih efisien dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi yang ada. investasi asing. mendorong 25 . Sebagaimana studi yang dilakukan oleh Frankel dan Romer (1999) yang mengestimasi bahwa peningkatan rasio antara perdagangan dan Gross Domestics Products (GOP) dengan 1% akan meningkatkan pendapatan perkapita sebesar 1. .5 . Di negara berkembang persaingan muncul terutama dalam -menarik c. sehingga banyak negara berkembang untuk meliberalisasi investasi di negaranya dengan . memungkinkan pasar yang ada menjadi lebih Pada umumnya keterbukaan ekonomi dalam proses globalisasi menguntungkan semua negara. Rejim perdagangan yang terbuka.2%.Optimahsast Manfaat Ekonomi Dari Globalisasi sehingga sempuma. juga memberikan kemudahan-kemudahan dalam investasi. Bank Dunia (2000) menunjukkan adanya banyak studi yang menjelaskan bahwa keterbukaan internasional ekonomi suatu negara pada yang perdagangan positif pada mempunyai pengaruh psrtumbuhan pendapatan per kapita. Studi yang dilakukan oleh Ades dan Glaeser (1999) dalam World Bank (2000) bahwa perdagangan yang terbuka akan memberikan keuntungan pada negara miskin dan berkembang dan akan cenderung mengurangi ketimpangan pendapatan antar negara.membuka kesempatan bagi investor asing ke segala bidang perekonomian.

Mereka berpendapat bahwa akar darikrisis misalnya. Disamping keuntungan yang bisa diperoleh. Ada beberapa masalahyang berkaitan dengan integrasiekonomi yang menimbulkan bisa muncul dengan adanya globalisasi yang begitu cepat.Optimiills(1si ManfaatEkonomiDari· Globalisasi munculnya specialisasi dan mampu menyediakan bahan baku yang berkualitas untuk ekspor. perekonomian menyimpulkan kemampuan menyebabkan naslonal. vulnerability. sehinga bila ada krisis yang menyangkut suatu negara maupun kawasan akan menyebabkan korban-korban lain yang akan merambatdengan cepat (contagion effects). . diantaranya adalah yang khususnya yang terkait dengan kualitas dari proses integrasi yaitu masalah contagion. Dengan demikian banyakkeuntungan diperoleh dari adanya gJobalisasijika mampu dikelola secara baik.2000). Globalisasi berarti bahwa pada negara yang sedang berkembang adanyakeuntungan untuk bisa menggunakan sumber daya alam untuk kepentingan yang bisa produksi. globalisasi juga memunculkan beberapa permasalahan efek negatif. Beberapa penulis seperti bahwa globalisasi efektif untuk secara Kelly dan mengatur Olds (1999). Dengan adanya ekonomi yang mengg/obal maka hubungan perekonomian antar negara menjadi Ieblh erat balk melaluihubungan perdagangan maupun keuangan. bukan merupakan refleksi adanya kebijakan domestik yang tldak sempuma tapi lebih merupakan konsekuensi dari 26 . exploitation. hilangnya ekonomi. dan dislocation (Pirages. Globalisasi diperlukan khususnya bagi negara yang perekonomiannya mulai berkembang.

6. Vulnerability terkait denqan kecepatan pergerakan modal Ban "kerja hubungannya dengan ketidakstabilan nilai tukar statu rnata u~hg.lndonesia telah mengeluarkan kebijakan reformasi ekonomi yang blsa: dikatakan mendukung adanya konsep globalisasi. dimana pada saat itu Indonesia masih menerapkan slstem proteksi yang kuat dan relatif lebih tinggi dari negara lain.sejak tahun 1980-an.OptimalisasIMan!aat EkonomiDari Globalisasi adanya globalisasi di mana banyak negara khususnya di Asia "menggantungkan perekonomiannya pada ekonomi global. Secara global memang tidak terjadi adanya pengangguran namun bila dilihat per negara maka akan menimbulkan pengangguran (unemployment) sementara dl negara lain akan muncul penciptaan lapangan kerja (emp/oyment}. Globalisasi di Indonesia sebenamya bisa diamati . Masalah eksploitasi juga muncul seiring dengan adanya cglbbalisasi ini seperti eksploitasi sumber daya alam dan tenaga yang cenderung bersaing penuh dan dinilai lebih murah .. Hal konkrit yang bisa diperhatikan dalam kaitannya dengan eksploitasi dan dislokasi adalah adanya kecenderungan kemudahan perusahaan multinasional untuk pindah dari satu negara ke negara lainnya untuk memperoleh tenaga kerja yang lebih murah. .Adanya trend global sejak awal tahun 1980-an ke arah 27 .'~: . Perekonomian Indonesia Dalam Globalisasl Internasionalisasi perekonomian Indonesia dalam globalisasi bisa dilihat dalam kaitannya dengan perdagangan iritemasionallndonesia. 2.(khususnya unskilled labours) di negara-negara berkembang. khususnya dengan negara tetangga di Asia Tenggara.

tapi hal ini juga digerakkan oleh adanya dorongan anjloknya harga minyak. Perubahan kebijakan ini sebagian diilhami oleh pemahaman adanya keuntungan (benefits) dari keterbukaan ekonomi.ManjqatEkonomi.~ondusif dilndonesia ekonomi daniklim saat itu dan melalui daya saingprodukdalam negeri di pasar 28 . Dar.politik . Tujuan dari penyesuaian ekonomi ini adalah untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia karena pemerintah yakin bahwa dengan kebijakan tersebut Indonesia bias memperoleh keuntungan dari adanya globalisasi..yang . Globalisasi liberalisasi ekonomi.sebelumnya lebih banyak didukung oleh adanya bonanza minyak dan dengan turunnya harga meminyak maka ikut memaksa pemerintah untuk juga mengeluarkan kebijakan yang mendukung pengembangan sektor non-migas. Sejak tahun 1980-an itulah Indonesia mulai memberlakukan adanya deregulasi perdagangan untuk mengurangiadanya ekonomi biaya tinggi (high cost economy) dalam perekonomian domestik dan untukmeningkatkan internasional. Denganadanya keterbukaankebjakan sosial . deregulasi dan privatisasi. Pembangunan di Indonesia . setelah booming minyak di tahun 1970an. khususnya perindustrian (manfacturing). Kebijakan liberalisasi yang pemerintah Indonesia melakukan adalah reformasi perdagangan dengan tersebut melakukan (sejak 1980) dimaksudkan bahwa dengan adanyaglobalisasi signifikan ini keuntungan serangkaian sruktural daiam perekonomian lndonesia melalui liberalisasi.t.ptim.qli$Cl$i. deregulasi dan privatisasi untuk telah ikut mempengaruhi kecepatan globalisasi itu sendiri.

FOI dan pergerakan tenaga kerja terampil (skilled labours). Reformasi dalam perdagangan menjadi sedemikian penting dalam ikut menggerakkan perekonomian Indonesia.'serangkaian reformasi ekonomi.Indonesia dipasar internasionaL Intergrasi perekonomian Indonesia dengan perekonomian global telah ikut mendorong tumbuhnya industrialisasi produk barangdan jasa dan perkembangan teknologi. perusahaan dan pelaku ekonomi lainnya akan merespon adanya kecenderungan tingkat kompetisi di luar dengan cara meminimalkan biaya produksi. Pada kurun waktu 1980-1990 bisa dikatakan bahwa pemerintah mulai melakukan deregulasi perekonornian rnelalul perdagangan internasionalnya dalam rangka untuk mengubah kebijakan dari liserisi impor ke arah tarif. Oalam periode tersebut ada beberapa kebijakan pokok dalam hubungannya dengan perdagangan 29 . dan pada sisi penawaran (supply side) teknologi secara implisit sudah direfleksikan dalam bahanbaku dan barang modal yang diimpor (imported inputs and capital goods). Oi Indonesia. Padasisi permintaan (demand side). Perkembangan teknologi ini bisa masuk melalui dua jalar. ..···@PtimalrsasiMcmfaatElwnomi Dari Globalisasi .·aCfanyaebijakan untuk mengembangkan sektor keuangan dan k kebijakan pada FDldan perdagangan international telah ikut i. Oengan tidak mengesampingkan faktor lain di luar :ekonomi~ bahwa kebijakan ekonomi dengan didukung ·oleh f'..ri'\eningkatkan keterkaitan denqan dunia luar dalam bentuk >globalisasi. maka globalisasi menjadi iisedemikian erat dengan perekonomian Indonesia.teknologitransportasi dan komunikasi telah memperkuat integrasi '.

Yang pada akhirnya telah kita bisa saksikan bahwa Indonesia pernah merupakan salah satu macan Asia ditahun1990-an.Optimalisasi Man/oat Ekonomi Dari Globalisast] intemasional ini yaitu kebijakan yang menyangkut masalah hambatan non-tanf (non-tariff baniers).Sampai dengan tahun tersebut. kebijakan pemerintah untuk kuantitatif dalam ekspor. tahun 1994 relative sama dengan sebelumadanya liberalisasi dan tidak ada perubahan yang berartLKemudian nampakada perubahan yang berarti dengan adanya kebijakan . eliberalisasi perdagangan . Indonesia telah mulai menapak ke arahglobalisasi dengan cukup baik. Di awal tahun 1990-an sebenamya Indonesla mengalami reformlatigue atau a policy inerlia(Soesastro.. Adanya kebijakan. Perekonomian Indonesia pada akhimya lebih terintegrasi pada ekonomi global dan pasar dunia. dan penerapan bebas bea masuk untuk bahan baku yang akanctigunakan untuk: produksi barang yangberorientassi penurunan tarif oleh pemerintah. Sampai dengan tahun 1990-an. tarif.. Sesuai dengan Bank Dunia perdagangan dilakuakan dengan penurunan tarif impor dan 22% di tahun 1980-an menjadi 10% di tahun 1990. perlu diperhatikan dalam mengurangi hambatan adanya upaya membuka pasar Indonesia.untuk ... Rata-rata tingkat tarff nominal baru mula. deregulasi yang menyangkut masalah ' perdagangan lanjutan seperti hanya penurunan hambatan nontarif dan kemudahan dalam masalah investasi juga dikeluarkan olehpemerintah. Adanya usaha .nampaknya . Hal initurut menjadi pendorong utama masuknya investasj aSing dilndonesia.juga (1991). 30 .tidak m berhasildan cenderung terhenti. 2000).

India dan juga negaranegaraEropa Timur (ex. dalam kaitannya dengan berkerribang. seharusnya diberikan perbedaan waktu penyesuaian antara negara berkembang dan negara maju dalam menyesuaikan perekonomiannya ke arah liberalisasi.. global bila pemerintah Indonesia merasa bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia akan mampu bersaing di perekonomian ekonomi negara Indonesia merupakan sudah perekonomian yang terbuka._socialis countries) yang mulai membuka perekonomiannya. Kerja sarna regional telah ikut membantu negara anggotanya untuk berperan aktif dalam integrasi ekonomi global secara leblh efektif..bahwa AFTA dan APEC merupakan manifestasi kerjasama fenomena globalisasi karena adanya liberalisasi investasi dan perdagangan yang menjadi agenda dalam organisasi ekonomiregional tersebut. tarik Hal ini dilakukan karena adanyadaya investasi dan liberalisasi perdagangan yang dilakukan oleh negara lain 'di ASEAN. investasi di Indonesia. Optii'i'falfrasi Man/aat EkonomiDari Globalisasi IiDeralisasi dalam investasi karena adanya penurunan kinerja ekspor non-migas dan penurunannilai Khususnya FOI. Kebijakan periode penyesuaian ini juga diterapkan oleh WTO dan APEC juga AFTA 31 . Memang dalam hal ini. Cina. Partisipasi Indonesia ke dalam berbagai lembaga regional dan internasional baik dalam lingkup ekonomi maupun nonekonomi merupakan unsur pokok dalam kebijakan yang terkait dengan globalisasi. Untuk mendukung komitmen Indonesia dalam percaturan ekonomi pasar global. Vietnam. Adalah tidak mengherankan bila kernudian .

permasaiahan perbaikan ekonomi tidak hanya sekedar keterbukaan suatu perekonomian tapi lebih lanjut terkait dengan .32 .£Jpiitntj1isasl¥i:mfoat Ekbrromi D. Krisis ekonomi yang terjadi di kawasan Asia telah menunjukkan bahwa perbaikan stabilitas ekonomi makromenjadi sedemikian sulit dalam kondisi globalisasi sekarang ini. Hal'ini perludilakukan untuk menghin'dari efek-efek . Adalah sangat penting untuk menentukan dan meyakinkan bahwa modal yang ada dialokasikan pada penggunaan yang produktif bukan pada usaha yang muncul karena adanya kepentingan non-ekonomis. Halini karena .. negatif yang mungkin timbul dari adanya globalisasi ekonomi terutama bagi negara berkembang yang dalam pelaksanaannya sering termarjinalisasi dan kalah dalam setiap negosiasi.Dalam kasus Indonesia ada sedikit keraguan babwa kita mendapatkan manfaat dari adanya globalisasi yang semakin meningkat. Hal ini menuntut tidak hanya kebijakan lembaga keuangan yang baik tapi juga munculnya pasar yang memungkinkan para pemain baru (new entrants) yang potensial untuk masuk dan mendorong yang gagal untuk keluar dari pasar. Namun apa yang terjadi di Indonesia seperti halnya yang terjadi di beberapa negara Asia adalah memproteksi perusahaan yang sudah mapan (established) dan mengecilkan kemungkinan masuknya pemain baru dalam pasar. .ariGlobalisasi bagi negara angotanya beragam dalam tingkat kemampuan ekonomi. Memang pada dasamya liberalisasi membawa beberapa tanggung jawab untuk menciptakan institusi yang mampu mengalokasikan sumber daya ekonomi yang ada secara efektif pada penggunaan yang paling produktif.

share dan negara tujuan ekspor serta negaraasal (impor). 2. produK ekspor Indonesia 1993 kemudian menlJru~m~njadi 21. Dilihat dari pasar tujuan ekspor. kebijakan industri yang baik adalah kebijakan perdagangan terbuka melalui penciptaan lingkungan peraingan yang fair dan mampu menciptakan pengalokasian sumber daya ekonomi secara lebih efektif. . .34%tahun . Eropa dan dunia. nilai ekspor dan impor. Bagaimanapun. (lihat Tabel 1). Yang menjadi isu penting adalah bagaimana memperbaiki kinerja perekonomian yang bisa dipercaya oleh pasar melalui kebijakan ekonomi yang terbuka. Uni Eropa juga ASEAN. Untuk.Seriket. Pasar diJepangmampu se~es~r30. Globalisasi proses Iiberalisasi yang terpadu. akan dilihat perdagangan Indonesia di ASEAN.paser di Amerika Serikat dan UniEropa relatif stabil dengan menyerap produk ekspor Indonesia' masing-rYHising . rnenyerap. Aspek-aspek ekonomi yang akan dibahas diantaranya adalah jenis sektor/industril produk.alisasiMarifaatEkonomi Dar.7.07% tahun 2092. Amerika Serikat. Perdagangan luar Negeri Indonesia Dalam melakukan analisis perdagangan luar negeri Indonesia ini. Amerika. Jepang.Op#i1J. nampak bahwa pasar ekspor produksi Indonesia masih terkonsentrasi pada pasar Jepang. . Ada beberapa kecenderungan yang bisa dilihat yaitu adanya perubahan dari orientasi keluar (outward oientation) menuju kemampuan internal industri yang mampu merespon adanya kebijakan persaingan yang mulai terjadi.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ekspor Indonesia menga/ami peningkatan rata-rata per tahun sebesar 9. Berbagai 1 Kontribusi terbesar dari ekspor produk. ada kecenderungan bahwa daya saing produk dari industri ini relatif menurnn. . juga adanya perluasan pasar di negara-negara Asia lainnya dan Afrika.35%1.38% tahun 2002. Akibatnya. Hal ini rnenunjukkan bahwa produk rnanufaktur yang menggunakan tenaga kega yang besar merupakan industri terpentingyang mampu memberikan sumbangan c:ksporyang besar. Bila dilihat dari tahun 1997 ke tahun 2002 terjadi kenaikan yang relatif kecildengan rata-rata kenaikan sebesar 1. kebijakan penentuan upah minimum yang ccndcrung terus mcningkat membcrikan beban biaya tenaga keJja yang cukup berat pada industri ini. garmendan aJaskaki.82% di tahun 2002. ekspor yang terjadi sejak 1993.76% (Iihat Tabel 2 dan 4). Ini menunjukkan adanyadiversifikasi pasar untuk produkproduk Indonesia di pasar intemasionaJ. nilai ekspor Indonesia sebesarUS$ 36. Banyak faktor yang menjadi penyebab penurunan ekspor Indonesia khususnya sejak 1997 sampai dengan 1999.443 juta tahun 1997 (awal mulainya krisis ekonomi). serta indtistri kayu olahari terutama plywood.823 juta tahun 1993 kemudian menjadi US$ 53. Dari sisi pasar tenaga tenaga kerja.22% dan 13.58%. perkembangan yang pesat dati industri ini memberikan daya serap yang cukup besar terhadap tenagakerja di Indonesia terutama tcnaga kelja dengan lruaIifikasi pendidikan yang rendah. Kemudian dari tahun 1997 ke tahun 1999 terjadi penurunan ekspor dengan rata-rata penurunan per tahun sebesar 4.iJasan bila disinyaJir bahwa relokasi usaha industri manufaktur jenis iQi ke negara seperti Vietnam dan RRC telah teljadi dewasa ini. Adanya penurunan jumlah ekspor di beberapa negara tujuan utama ekspor Indonesia dibarengi dengan adanya peningkatan penyerapan di pasar ASEAN dari 13. Karena itu cutup ber.Optimalisasi ManfoatEkonom'i Dart Globaltsast sebesar 13. Hal ini menunjukkan bahwa recovery sektor produksi di Indonesia relatif lambat dalam mendukung ekspor Indonesia. Namun demikian.57% tahun 1993 menjadi 17. manufaktur Indonesia terutama berasal dari industri tekstil. Bila dilihat dari trend.

43%.09%.06%. tahun 2002 menurun menjadi14. Kemudian total share impor dart negara-negara 2002. gejolak politik dan sosial yang sangat besar dan kelanqkaan UC yangdihadapi utama dari perbankan internasional Rupiah eksportir Indonesia merupakan faktor penghambat penurunan Indonesia dengan ekspor tetah Indonesia.. di kawasan negara-negara ASEAN dan Asia lainnya. biaya produksi sangat berpengaruh Faktor lain yang juga akibat masih besarnya adalah masalah belum stabilnya nilai tukar untuk industri manufaktur. Uni kecuali impor dari ASEAN. 23. Keruntuhan tingkat transaksi sektor menurunkan kepercayaan perdagangan importir di luar negeri untuk rnelakukan pihak Indonesia. 8.39% dan ASEAN dan tingginya kandungan impor bahan bakuterutama Dalam hal impor. juga dari negara-negara Impor dari negara Asia lainnya menjadi 26.49%.44%. Perubahan komposisi impor tersebut (dilihat daTi negara asal) mengindikasikan ketergantungan terdiferensiasi Indonesia pada produk luar negeri dari beberapa negara bahwa mulai besar seperti Jepang dan lain sepertl dari AmeTika Serikat ke negara-negara Afrika. dengan rincian per Amerika Serikat.. sedangkan impor yang berasal dari kawasan ASEAN justru meningkat menjadi 21. dan 11. Indonesia melakukan impor terbesar dari Jepang.63%. dari Jepang. UniEropa tersebut turun menjadi 55.59% ditahun negara juga mengalami Eropa share impornyadi penurunan Untuk impor yang berasal (Iihat Tabel 5).79% di tahun . memiliki total dan 9. Amerika seTikat.42% tahun 1993. ~·-OptiinaUsasi MaiifaatEkonomi Dari GloiJa/isas.48% share sebesar 66. 11.35 . Eropa dan ASEANyang masing-masing sebesar 22.. Amerika Serikat. Total share impor sebesar itu untuk impor daTi Jepanq.

Singapura international Singapura utama perdagangan dengan posisi dunia 1993 per (ekspor dan impor).72% (2002) padahal (1993).23%. Indonesia sebesar US$ 28. Sampai tahun 2002.10% (2003).'.14% (Iihat Tabel 6).05% (1993) menjadi 14. juga impor dari Afrika meningkat merupakan menjadi partner 5. Hal ini terkait sebagai tempat transit bagiarus keseluruhan. Bahan bakudan penolong: makanan dan minuman untuk 'industri.328 juta dan meningkat menjadi US$ 41. kemudian barang modal dan barang konsumsi (Iihat TabeI7)2. yang sebelumnya sebesar 0.32%tahun dalamhal 2003.57% sejak 1997). nilai impor Indonesia belum bisa kembali ke kondisi sebelurn terjadinya krisis tahun1997 rata pertahun sebesar 5.5% tahun 1993. Porsi bahan Barang nampak bahwa bahan baku menempati urutan teratas. bahan bakar dan pelurnas untuk industri. Kemudian nilai impor ini.47% (8.47). alat angkutan untuk industri dim barang modal tidak termasuk alat angkutan (BPS. baku dalam impor Indonesia sebesar sebesar 77. bahan bakar dan pelumas olahan. Indikator Ekonomi.288 juta (atau mengalami penurunan rata- sepuluh tahun sebelumnya konsumsi juga mengalami kenaikan dari 4.11 %. namun barang modal justru mengalami penurunan ·dari sebesar 25. modal: mobil periumpang.23% (1993)menjadi T Yangtermasuk jenis barang konsumsi adalah: makanan dn minuman untuk rumah tangga. 2003). dengan mulaitahun 1997 sampai dengan rata-rata: pertumbuhan 1999 mengalami tahun sebesar 10. hanya sebesar US$ 31. nilai impor perdagangan tahun yang masuk ke kawasanAsia Secara Tenggara dan Asia Timur. Dalam kawasan ASEAN. bahan baku untuk industri. alat angkutan bukan untuk industri dan barang konsumsi Iainnya. penurunan dan sebesar 24. Dilihat dari komposisi imporgolongan barang ekonomi.43% 70.o •: OptiincilisasiM"an!tiatEkononiiDari Globalisast 2002 dimana pada tahun 1993 hanya sebesar 21. 8. 36 . . suku cadang dan perlengkapannya Barang-barang .680 juta tahun· 1997 atau meningkat.

Dalam upaya 37 . yang bisa juga diartikan lemahnya daya saing produk Indonesia di kedua pasar tersebut).. Akibat (ebih lanjut dari tingginya biaya produksi adalah tingginya harga jua( produk di pasar dalam negeri maupun luar negeri (cateris paribus.'Op_timali$a$iUanjaat EkonomiDari Globa/isasi Dengan adanya perubahan share. Juga besamya nilai bahan baku impor akan ikut mempengaruhi tingginya biaya produksi(costs yang pemahterjadi of production) terutama bila dikaitkan dengan ketidakstabilan nilal tukar Rupiah (sebagaimana saat krisis ekonomi di pertengahan tahun 1997). menunjukkan bahwa pasar barang jadi di dalam negeri (markets for final products) mendapat Indonesia gempuran khususnya barang. dari barang konsumsi dan bahan baku yang terus meningkat. Pada impor bahan baku."barang impor. Upaya peningkatan produksi dan daya saing ekonomi nasional yang terpuruk akibat krisis ekonomi sangat tergantuflg pada kemampuan memanfaatkan kondisi global. Adanya goncangan pada jalur ini akan menyebabkan kegoncangan (vulnerability) proses produksi. porsi bahan baku yang selalu meningkat juga perlu untuk diantisipasi. dalam . kaena ketergantungan bahan baku impor yang berlebihan akan menyebabkan rentannya proses produksi dalam negeri. merebut Hal ini harus domestik. diperhatikan menyangkut kemampuan daya saing hasil produksi pasar Meningkatnya konsumsi barang impor ini bisa dikarenakan karena adaaya tuntutan masyarakat akan barang yang mulai beragam (differentiated products) tapi juga karena harga barang impor yang relatif lebih murah dibanding harga domestik yang tidak mampu disediakan oleh produsen dalam negeri.

APEC danWTO perdagangan baik maka negara anggota tersebut tarif 'dan non-tarif mematuhi dan menjalankan peraturan yang ada. Implikasi Kebijakan Sebagai konsekuensi dari bergabungnya negara ke dalam seperti harus perdaqanqan regional dan multilateral keahggotaaan AFTA. akan akan tepat dan terpadu arahpengembangan sebagai saatnya lndonesia yang' jelas yang memanfaatkan era pasar bebas.' lain harus mempunyai Sudah dijadikan rumusan dalam kebijakan menqarnbll n1emiliki dan untuk industri andalan era globalisasi dengan segala dampak yang menyertainyadi pihak.8. peraturan yang ada di lembaga intemasional tersebut senngkalldlpakal memproteksi dan "sanitasL penqenaen 'sebagai alat oJeh negara maju untuk dengan tersebut cara pengenaan dilakukan oleh isu Jingkungan.Optimalisasi Manfaat Ekonomi Dart Globalisasi . 2. peningkatan daya saing tersebut di satu pihak dan menghadapi '. perdagangail 38 . sepertimasalah beberapa negara maju untuk rnensiasaf t~uif dan kuotadalam dalam kerangka WTO. globalisasi. Upaya untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional harus secara serius dilakukan dan· kuricl untuk memenangkan persainqan global adalahefisiensi 'dan produktivitas. higinitas tidak diperbolehkannya intemasional prod uk dalam negerinya Hambatan non-tarff hambatan di luar tarif. Namun. Hambatan dalam berupa harussudah dihapuskan. maka pemerintah strategis manfaat strategi komoditas yang dari cepat.

·.. yang memberlakukan hambatan non-tarif tersebut memperlunak bahkan menghilangkannya. L~ngkah ini bisa dilakukan melalui negosiasibilateral dan multilateral maupun negosiasi melalui lembaga dagang internasional dalam hal ini adalah wro. Kemampuan internasional ini sangat diperlukan untuk memaksa negara-negara . Hal ini jugasebagai upaya perluasan pasar pasar internasional yang selama ini masih terkonsentrasi pada negara-negara maju saja. harus ditingkatkan.negara . . lobi atau penyelesaian masalah suatu persengketaan seringkali kalah. seperti halnya Indonesia. Negara-negara berkembang yang 39 . Langkah-Iangkah diantaranya meningkatkan kualitas produk dan dengan memberikan informasi secara terbuka dalam hal produksi tennasuk di dalamnya penggunaan tenaga kerja dan aspek lingkungan. sehingga dalam negosiasi dan .Pemberdayaan kembali kelompok negara-negara berkernbanq dalam South-south Countries perlu dibanqkitan. Oi samping itu kemampuan negosiasi dari negara negara berkembang.Optirm#isQ$i ManfaatEkonomiDariGlobalisasi Dengan adanya kebijakan negara lain khususnya negara maju dalam mengenakan hambatan non-tarifyang baru (bukannya hambatan non-tarit konvensional seperti kuota) maka . keberadaan negara berkembang seringkali mempunya posisi (bargaining position) yang lemah.yang· dirugikan (pada umumnya negara berkembang) harus bisamengambil tersebut langkah inisiatif untuk adalah menjaga dengan kemampuan daya saing produknya di pasar internasional. Untuk itu jalinan kerja sama yang kuat antar negara berkembang perlu dan harus ditingkatkan. Dalam kancah perdagangan regional dan intemasional.

Untuk kasus Indonesia. meski tidak harus pada komoditas yang sama. Dalam tertentu-Jeblh kaltannya dengan keberadaan regionalisasi perdagangan. sudah seharusnya pemerintahmampu niemperjuangkan dalam wadah perdagangan internasional (WTO) suatu komoditas yang sangat penting. Konsentrasi perdagangan dalam FTA bisa dilakukan (dengan jumlah nilai perdagangan yang semakin besar) apabila di dalam FTA tersebut banyak negara anggotanya yang' mampu memproduksi barang dan jasa yang murah dan dengan kualitas yang standar. hendaknya bisa memperjuangkan suatu kebijakan yang mampu melindungiselctor-sektor vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Maka dengan konsentrasi dalam blok ini diharapkan efek dari trade diversion sebaqai • akibat dari regionalisasi bisa diminimalisasikan. Hal ini dikarenakan.pesat dalam meliberalisasi perekonomiannya namun hal ini dilakukan lebih karena adanyatuntutan dunia luar semata yang menginginkan perekonomian Indonesia dibuka seluas-luasnya 40 . Sebenarnya Indonesia adalah negara berkembang yang cukup.Qptiiiullisasi MiJnfaat Ekonomi Dart Globalisasi identikdengan melimpahnya sumber daya alam (natural resources). Seperti halnya Jepang yang memperjuangkan dengan gigih masalah beras nasionalnya. dan Indonesia harus bisa melakukan hal seperti itu. sudah sewajarnya negara dalam blok perdagangan rnemperhatikan perdagangan mereka dengan negara angota lainnya dalam satu blok. sehingga efek yang muncul dengan adanya FTA adalah trade creation. misalnya pertanian. adanya perbedaan perlakuan negara anggota dan negara nonanggota.

Meskipun perekonomiannya. Indonesia bisa keluar lebih cepat dan lebih mampu.Indonesia untuk lebih rnampu bersaing di pasar global.. Adanya tuntutan undang-undang antimonoplibukanlah hal baru tapiyanglebih penting adalah penciptaan hukum persaingan yang fair dan jelas adalah lebih penting untuk direalisasikan sekarang ini. Para pelaku ekonomi di Indonesia merasa bahwa dalam melakukan kebijakanyang melalui serangkaian terkait dengan liberalisasi ekonomi dereguJasi dan privatisasi.awal tahun 1970-an dan telah mampu menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesatsekitar 7%-8% per tahun (sampai sebelum terjadinya krisis di tahun 1997). kebijakan untuk mengatasinya dalam rangka untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang terus pemerintah harus memperhatikan dan mendorong industri dan perusahaandi .Manfaat Ekonomi Dar.. Indonesia dalam haruslah melakukan bisa liberalisasi memperhatikan sektor-sektor yang penting untuk tidak serta-merta dibuka seluas- 41 . Memang dengan kebijakan pasar yang terbuka initelah mampu untuk ikut meningkatkan tingkat ekspor Indonesia sejak Indonesia memuali pembangunannya di awal REPELITA I di. Hal ini karena pemerintah mengambil kebijakan yangtepat berkelanjutan.Optimalisasi. Namun dari beberapa krisis ekonomi sebelum 1997 itu. dernikian. Ekonomi Indonesia sebenamya juga pemah mengalami kelesuan ekonomi di pertengahan tahun 1970-an dan di tahun 1980-an ketika ekonomi dunia juga rnenqalaml kelesuan. Globalisasi dengan tanpa memperhitungkan dan memperhatikan keslapannya.

seldor ini masih memerlukan perhatian pemerintah melaluikebijakan yang mampu melindunginya dari gempuran produk asing. Terkait dengan keterlibatan Indonesia di daJam berbagai kerjasama regional dan multilateral. Dalam kaitannya dengan perdagangan luar negeri. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari adanya goncangan yang mungkin muncul baik secara intemasional maupun nasionaldi negara-negara partner dagang Indonesia. Sektor pertanian misalnya. perluasan pasar (khususnya impor) akan bisa memberikan banyak pilihan kepada Indonesia untuk memperoleh harga produk yang lebih murah dengan kualitas standar. Karena kegoncangan yang ada baik yang bersitat ekonomi maupun non-ekonomis akan mempengaruhi ekspor dan impor Indonesia. Hal ini perlu diperhatikan mengingat selama ini negara-negara maju seperti Amerika Senkat dan negara-negara Uni Eropa masih memproteksi pertaniannya baik dalam proses produksi maupun pemasarannya. harus terus diupayakan perluasan atau diversifikasi pasar pada sisi ekspor dan juga pencarian negara-negara baru sebagai pensuplai barang impor. 42 .Optimalisasi Maifaat Ekonomi Dari Globalisasi luasnya tanpa melalui proses pentahapan yang jelas. Hal ini sangat perlu dilakukan terutama apabila negara-negara dalam anggota kerjasamaregional memproduksi barang secara efisien. Oengankata menghindari trade diversion yang mungkin tidak mampu lain untuk oleh dihadapi Indonesia khususnya dalam wadah ASEAN-AFTAdan APEC.

• Negara berkembang. • Kesimpulan Globalisasi dalam bidang ekonorni lebih banyak muncul dalam konteks barang perdagangan dan jasa. terutama untuk menghadapi adanya kebijakan negara lain (negara maiu) dalam mengenakan hambatan non-tarif yang baru seperti isu lingkungan. terhadap adanya respon dengan peningkatan kompetisi dalam perekonomian global. . pengurangan hambatan perdagangan. multilateral dan dan finansial regional to berupa trade). • Pemerintah haruslah bisa memperhatikan sektor-sektor yang penting untuk tidak serta-merta dibuka seluas-Iuasnya tanpa melalui proses pentahapan yang jelas seperti sektor pertanian. higinitas dan sanitasi.9. Indonesia sudah seharusnya pemerintah mampu memperjuangkan dalam wadah perdagangan intemasional 43 .Optimalisasi Manfaat Ekonomi Dari Globalisasi 2. globalisasi. mengambil langkah inisiatif untuk menjaga kemampuan daya saing produknya di pasar intemasional diantaranya adalah dengan meningkatkan kualitas produk. namun kecepatan dari pelaksanaan globalisasi ini menimbulkan banyak kritik terutama menyangkut kesiapan negara-negara berkembang. merupakan keuntungan (benefits) negara. (barriers modal antar Pembentukan • Ada beberapa regionalisasi. Hal ini terkait dengan biaya-biaya yang muncul dengan adanya globalisasi (costs of globalization) dan bagaimana meminimalkan akibat negatif khususnya Indonesia harus bisa dari globalisasi itu sendiri.

untuk menghindari .adanya goncangan yang mungkin muncul baik secara lnternaslonal maupun naslonal di negara-negara partner daganglndonesia yang bisa mempengaruhi sektor produksi dan pasar di Indonesia.(WTO) suatu komoditas yang sangat penting seperti h~lnya komoditas pertanian. 44 . • Harus terus diupayakan perluasan atau diversifikasi pasar pada sisi ekspor dan juga pencariannegara-negara baru sebagai pensuplai barang impor.

Shalla. Dell'Aquila. Regional blocs: Building blocks or stumbling blocks? London: Macmillan Press Ltd. S. C. P. pp. Surfisher. 865-888 Bergstend.. (2001). Regionalism and trade in agrifood products. dan Meilke. R. the Institute for International Economics (liE). RE. June 27-26. F.. International Agricultural Trade and Consortium. Working Paper No. Multi/ateralism. Robinson. Small countries and the case for regonalism vs. The cause of regionalism. (1997). Seminar Paper presented at the 4th Annual Conference on Global Economic' Analysis. A. dan Thierfelder. Burfisher.C. Sarker. Desember 2003 Badan Pusat Statistik (SPS). Indikator Ekonomi.2002. 45 . M. Open regionalism. D. S. C. Agricultural policy reform in the WTO: Challenges for analysts. 99-5.2003. Washington. International Food Policy Research Institute. K. Purdue University. 54. The World Economy. TMD Discussion Paper No. Mei 2003 Baldwin. Indikator Ekonomi. E. (1997).. 20. D. No.iJ)ariGlobalisasi DAFTAR PUSTAKA Sadan Pusat Statistik (BPS).:Qlifim41i$(J$iMan!(Ja(Ekonom. K (2000). (1999). ME. 2001.. Working Papers 97-3. (1997). dan Shalla.

(1993). Josling.(1974). Kogakusha Ltd. DC: International Food Policy Research Institute. (1993). Kartasasmita. Research Report 103. International economics.J. J. Krueger. Friedrich.. dan Rodrik. A (eds. p. (1999). pp. J. 13. A (1995). 46 . Vol. American Journal of Agricultural Economics. Journal of Asian Economics. (1998).. G. dan Wei. 105-124. D.. WP/98/10.).. K. DC: Institute for International Economics. Tokyo: McGraw-Hili. S. Panagariya. Open regionalism: Its analytic basic and relevance to the international system.. Regional trading blocs: In the world economic system. DeRosa. Open regionalism in a world of continental trade blocs. J. A.. Gamaut.2. Frankel. New dimensions in regional integration. Number4. A. Washington. In DeMeHo. 803-809. T.. Regional trading arrangements among developing countries: The ASEAN example. (1993).1MF Working Papers. Globalization and the economic crisis: The Indonesian story. D. Perspectives. A. (1997). Vol. 75.J. 5 NO. dan Panagariya.DeMelo.. (2002). Are preferential trading arrangements trade-liberalizing or protectionist? The Joumalof Economic . Frankel. O. Washington. (1994). Cambridge: Cambridge University Press. A. in agricultural trade. Multilateralism: A constraint on unilateralism and regionalism. R.

(1993). (1996). A.. D. (2000). S. Plummer. 147-164. H. R. Page. London: Macmillan Press Ltd. Meilke. Vol.Krugman. Sager. dan Panagariya. (2000).5. Working Paper. Developing Countries and the global trading system: Geneva 1947 to Seattle 1999. Four cases studies of agrifood CVDs and a proposal for r~forming national administered protection agencies. pp. A. 17. Regionalism among developing countries. The ASEAN Free Trade Area: Backwards or forwards. Lawrence. CSIS.C. Regionalism. CAS Discussion Paper No. . M. M. Yale University Pirages. The World Economy. G. S. DC: The Brookings Institution. Centre for Asian Studies. Globalization: A cautionary note. Department of Economics. dan Sarker.. In DeMello. Regionalism versus multilatera/ism: . Soesastro. D. Washinton. Z. Regional trade agreements: Their role and the economic impact on trade flows. P. 47 . (2000). Globalization: Challenges for Indonesia.' New dimensions in regional integration. (1996).) (1993). (1997). J. Working Paper. multilateralism. (eds. Agricultural Economics. Park. {1997}. Analytica/ notes. Cambridge: Cambridge University Press. K. Issue 2. 20. (1999). R. and deeper integration.

20 0.43 13.10 21.77 2.78 1.71 1.02 2.59 14.16 13.18 14.14 0.07 15.22 0.37 0. Ekspor Menurut Negara 1993 13.64 0:73 0.52 1.66 18.49 1.01 17. Desember 2002 dan Mel 2003 1999 2000 17.29 0.76 2.27 1.37 13.44 1.65 27.88 14.27 2.76 3.64 0.40 1.69 1.00 Sumber: Ind.83 1994 14.50 15.28 0.38 2.97 0.92 1.00 100.29 23.32 3.90 13.20 20.36 23.93 3.83 3.00 100.82 Eropa Lain 0.26 3.64 1.79 1996 15.18 1.14 2.82 1.26 25.87 19.90 1.40 13.96 Total 100.17 21.34 18.31 0.99 2.06 2.39 0.91 1.76 0.1.00 2002 17.45 Australia .17 15.86 14.83· 21.43 3.84 $) 2001 2.73· 2:50 21.40 1.73 Lain 1.57 2.00 100.44 13.82 1.00 100.00 ASEAN Hong Kong Jepang Asia Lain Afrika USA Kanada .10 3.29 18.13 3.13 0.80 1995 14.kator Ekonoml.37 0.73 3.08 1.10 13.82 18. Amerlka 1.32 19.28 Lain 0.00 100.02 1.Lampiran Tabel 2.85 14.06 19.65 .45 30.15 0.52 2.86 0. Biro Pusat Statlsllk (BPS).26 14.25 0.95 14.28 13.21 0.34 0.33 23.Oceania 0.75 0.66 1.74 1997 17.55 0.05 2.56 Uni Eropa 14.67 1.17 13.02 100.00 100.00 100.30 27.92 0.90 100.75 Tujuan (JutaUS 1998 19.07 22.

1 142.4 230.3 1624.9 950 926.9 1844.5 174.4 7113.. 404 1074.9 441 Total 36823 40053.6 508 62124 2001 9507.2 7723.4 Jepang 11172 10929.1 321.7 155.3 384.1 5947.8 378 987.5 121.8 1216 1510.8 Hong Kong 900.4 639.8 8278.2 1235 7558.5 8475.5 7085.5 7898.9 241:1 7745 505.7 830 1533.9 6794.6 8055.8 398.7 5828.5 359 Amerika lain 468.3 666.7 390.1 13142.2 561.6 6475.6 757.7 773.9 485.3 Oceania Lain 78 66.7 70.6 6321.1 368. Ekspor Menurut Negara Tujuan (Juta US $) .3 13010 11863 1181.2 411.2.9 1519.1 7765.3 1242.3 1865 1330.4 45418 .6 7031.6 915.7 1924.6 Uni Eropa 5391.3 6760.2 463.3 10593 10138 9244.1 12288.4 Afrika 637.2 1062.8 56321 2002· 9933.7 Kanada 304. Desember 2002 dan Mel 2003 2000 10883 1554 14415 13352 1098.5 1657.9 1778.1 12885 9116.9 7748.6 570.3 69. Sumbar: Indikator Ekonom/.1 6896.4 1484.8 .5 .6 577. Biro Pusat Statlstlk 1998 1999 1996 1997 7688.1 5980.1 583.1 621.3 57158.2 993.1 1290.1 10397 12461 9475.2 Australia 705.7 49815 53443 48847.9 771.3 6728.Tabel 2.1 1321.9 USA 5229.6 48665 (BPS).5 9258 9346.7 8664.4 12045. 1993 1995 1994 ASEAN 4997.2 353.7 759.5 Asia lain 7368.5 Eropa Lain 316.4 8663.2 907.

01 76..47 84.93 24.76 0.65 Migas dan Non Migaslndonesia (%) 1993 1994· 1995 1996 1997 ·1998 1999 2000·· 2001 2002 7A9 8.67 5.44 85.00 5. .06 83.75 0. Desember 2002 dan Mel 2003 Non-miaas Migas Total lndustri Tamban_g_ Lainny_a .88 .13 75.19 . .~ 8.00 6.12 ··100.43 1.23 8.98 8.. 100.53 100.87 23.20 76.70 0.91 7.00 83.81 21.42 6.01 78. "20.31 0.00 .09 23. TabeI2~3. Sumber: Indikator Ekonomi. '".03 85.56 22.00 ·84.43 78. 21. Sub ToteiJ 84.70 '".13 23.16.00 86.60 79.00 87.01 Optimalislisi Man/aat Ekonom: Dari G/obdlisilsi o .46 5.65 0.01 77.00 .96 83.93 0.84.26 7.12 ·100.77 9.75 100.53 100.41 26.17 0.00 5.47 .09 73. Biro Pusat Statistik (BPS)..00 .33 76.92 7. 7.95 6.88 .58 5.28 .37 100.80 100. 7.66 0.25 . Shar~Ekspor Pertanlan 9.04 100.13 100.74 0.

3 2001 2438. Ekspor Migas dan Non Migaslndonesia (Juta US $) Total ' 36823 40053.5 1998 9792.6 48847.6 48665.4. ·45046.9 3019.6 1997 24.4 2625.3 2901.9 13.2 2704. Desember 2002 dan Mel 2003 .1 .4 45418 49814.4 40975.1 2002 3743.1 3569.6 62124 56320.:5 33332.1 9693.4 38.1 41821 3132.3 1999 4.2 1463.4 1995' 29328.8 35.9 32124.6 1994 34953.3 38729.1 9745.5 14366.slnnva 22944 25 27077.9 53443.9 2644.5 25702.3 34593.6 42003 3040. Biro Pusat Siatlsiik (BPS).6 2888.2 7872.3 3653.7 .6 5.7 12112.5 37671.6 34985.4 1800.6 11722 1996 2912.3 2690.8 47757.5 .6 12636.9 2818.9 1993 30359.Optimalisasi Manfaat Ekonomi Dar! Globaltsast TabeI2.1 11622. Sumber: Indlkator Ekonoml.2 46 10464.8 Non-migas Migas Tambang Sub Total Pertanian Industri t.2 596.7 3107.2568.9 57158.5 38873.6 4.4 2000 2709..4 43684.8 38092.

33 .75 0.48 19.83 2.39 2.57 1.56 Total 100.46 12.90 Kanada 2'.82 4.21 2.87 100.35 '19.00 100. 27.49 20.02 Jepang 22.95 1.69 .00 100. Desember 2002 dan Mel 2003 2001 2002 17. 0.71 11. 1.22 1. 0.00 100.06 24.07· 11.62 19.87 11.73 0.46 Afrika 11.80 15.99 ASEAN 9. 5.42 15.44 Australia 4.87 0.5.57 .00 100.68 0.79 4A3 5.00 100. 1.61 0.61 0.50 0.00 100.80 .00 2. 1.70 12.51 Oceania Lain 0.69 19.64 13.50 1.94 16.60 26.00 100.81 19.07 0.67 21.86 5.91 4.63 0~83 0.96 19.93 0.43 1.78 5.84 1.68 2.99 21.15 14.48 20.77 15.00 Sumber: Indlkator Ekonoml.36 2.75 1.56 0.20 22.32 10.57 0. Biro Pusat Statls/lk (BPS).32 1.45 1.84 Eropa Lain 1.36 8.08 5.77 1.52 10.96 0.88 2.44 1.79 13.15 1.83 1.50 1. Impor Menurut Negara Asal (Share terhadap total lrnpor Indonesia (%) '1998 1993 1995 1996 1997 1994 1999 2000 9.64 2.43 .58 0.14 16.55 1.09 27.04 1.Tabel 2.64 21.22 1.11 19.19 2.05 .39 11.75 1.23 21.12 USA 12.96 5.83 2.12 19.00 100.51 Uni Eropa 23.54.79 0.38 12.39 2. Amerika Lain 2.22 11.64 1.82 6.28 18:41 24.94 6.38 -.43 1.05 10.49 11.83 1.00 .78 Hong Kong 0.10 Asia Lain 21.

6 4046. Irnpor Menurut Negara Asal (Juta US $) 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 6484.2 515.1 2535.6 3801 1024.1 3390.7 429.4 9233.8 3207.9 528.5 356.9 Amerlka Lain 2015.4 755 1087.1 2426.8 8034.4 1664.5 Total 28328 .3 522.Tabel 2.3 4783.9 543.3 596.6.1 927.9 24003 (BPS).9 205.2 583.2 199.4 240.7 6750.5 1693.5 8545.3 30962 2002 6767.6 682.1 184..4 1541.8 4755.6 482.5 331.3 9159.3 325.2 5952.7 Kanada 410 496.9 3517.3 6013.5 1460.7 1814.1 9216.3 8382.9 Afrika 3254.2 421.5 274.6 1148.3 8422.4 5397.7 31983.8 Asia Laln 8111.4 331.6 42929 41680 27336.4 504.9 411.6 5033.4 166..4 227.3 4689.9 4163.9 USA 810.5 607.7 4409.3 117.5 1089.3 2639.3 40628.6 6611.7 926.9 342.9 1370.4 7740.7 572. Sumber: Indikator Ekonoml.8 264.8 5059.1 4506.7 1760. .9 3576 586. Desember 2002 dan Mel 2003 .5 699.5 262.1 240.9 4219 2658.6 234.1 33515 2001 5462 257.5 1587.5 3587.3 4292.7 8504 8252.9 8175.3 140.4 2913.3 Eropa Lain 518.9 683.2 642.6 Jepang 6248.9 825.7 ASEAN 3044 Hong Kong 247.8 5440.6 8332.3 2839 785.5 263.2 31288.1 226.5' 441.5 Australia 1399.1 Uni Eropa 6650.3 638.4 244.5 Oceania Lain 161.5 5865. Biro Pusat Statlsllk 5124 5413.8 625.

2 23879. Indikator Ekonoml..4 1995 29586.8 1994 1430.63 14.9 24227. Share Nilai fmpor Menurut Golongan Barang Ekonomi (%) Barang Bahan Barang Konsumsi Modal Baku Jumlah 1993 4.72 25..00 1994 4.5 9284 41679..9 1996 30469.1 2001 2251.9 .5 1997 2166.7 2805. Sumber.00 1995 5.7 2000 26018.82 21.7.5 31288.2002 77.74 21.7 4777A 33514.75 100.00 . BIro Pusat Statistik (BPS)..3 30229.00 2000 8.7 9652.00 8.28 76.3 18475 3060 24003.9 28327.05 70. TabeI2.60 100.1 20034.8 .49 100.98 22.00 -.39 100. Indikator Ekonoml.79 72.20 72. Desember 2002 dan Mei2003 .8.47 72.1997 100.1996 6.00 2001 7.5 2350.10 100.4 ·4410.3 2718. Desember 2002 dan Mei2003 54 . 1998 7.33 23.9 42928.23 100.00 .12 15. 4831.11 77.02 71.7 40628.43 14.6 7419.27 ..20 100.00 .24 100.97 12.5 30962.53 22.47 .8 1993 7146.Tabel 2.6 8691.7 19611.9 1999 2468.5 2002 2650.2 23133.7 31983. Sumber. Nilai Impor MenurutGolongan (Juta US $) Barang Ekonomi Barang Bahan Barang Konsumsi Baku Modal Jumlah 1146.8 5807.54 70.00 5. .27 77.25 100. : 1999 10.8 1998 1917. Biro Pusat Statlstik (BPS).4 27336.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful